Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Deka deteksidininerakaatausiksa
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Deka deteksidininerakaatausiksa

  • 79 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
79
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
1
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. DETEKSI DINI NERAKA ATAU SIKSA Oleh : YusdekaPernyataan bahwa neraka, siksa atau tidak siksa di akhirat nanti bisa dideteksi dini sejaksekarang mungkin agak menantang arus mainstream yang bergerak di masyarakat. Tapipernyataan bahwa "Kita masuk neraka atau tidak masuk neraka itu bisa dideteksisekarang ini" merupakan sebuah alat kontrol pribadi yang cukup punya pengaruhsignifikan bagi manusia. Jadi masalah masuk neraka atau tidak neraka itu bukanGAMBLING lagi.Dasarnya apa....? SHALAT....!.Dengan SHALAT orang SEHARUSNYA sudah bisa mendeteksi bahwa saya akantersiksa atau tidak. Jangan itu hanya harapan-harapan saja bahwa semoga saya nantitidak tersiksa. Sekarang saja bisa diketahui sebenarnya. Sekarang ini bagaimana..?.Ada masalah sedikit (relatif) saja sudah gelisah. Itu sudah siksaan sebenarnya. Gelisahitu, atau punya masalah itu kan kecil hakikatnya. Yang diombang-ambingkan adalahPERASAAN kita, HATI kita. Itu saja sudah sakit rasanya bahkan bisa mati akibatnya.Tambahan lagi ada yang dengan sengaja menimbulkan kemarahan dan benci dihatinya.Huh......., barang yang kecil begitu saja sudah menimbulkan siksa di diri kita ataumembuat kita kelimpungan. Padahal Rasulullah menggambarkan SIKSA akhirat itu lebihdahsyat lagi.Sesungguhnya wali-wali Allah itu dia tidak merasa khawatir dan tidak merasa takut.Khawatir itu ada dimana..?. Di DADA.Musibah itu ada dimana..?. Di HATI.Sehingga wali-wali Allah itu PULANG, “innalillahi wainna ilaihi rajiun". Jadi wali-waliAllah itu "kembali ke Allah".Dia tinggalkan tempat gelisah itu, dia tinggalkan tempat neraka itu, HATI. Mereka pergike Allah.Kenapa...?.Karena dada, shuduur, hati itu adalah TUNGKU PERAPIAN di dunia ini. TUNGKUKEGELISAHAN itu ada di dada ini. Tungku itu yang membuat kita gelisah, tersiksa,tertekan, terombang-ambing. Lihat juga artikel "TIDAK TAHU" tentang tersekat di aliranrasa. Nah seorang wali atau kekasih Allah ketika dia merasakan pengaruh jelek ditungku itu, maka dia tinggalkan tungku itu. Karena disitu bukan tempat mereka.Kalau begitu dimana tempat mereka...?. Innalillahi wainna ilaihi rajiun..., tempat merekadisisi TUHAN. Mereka berada "dekat" dengan ALLAH.Pada posisi di sisi Tuhan ini, maka tidak ada rasa gelisah, tidak ada rasa khawatir. Itulahposisi tempat keberadaan Nabi-Nabi, wali-wali Allah. Keadaan ini paling tidak untukmemberikan gambaran kepada kita bahwa kita itu masuk neraka atau tidak...... Makanyaseorang syuhada (sang penyaksi) tidak mendapatkan siksa kubur, dia tidak di hisab,sehingga dia lepas langsung ke sisi Allah.....Nah, kenapa kita tidak pakai fasilitas VIP ini? Kenapa kita harus pakai fasilitaskonvensional?Anda harus merasakan sakit dulu di tubuh kita, yang merupakan siksa pertama.Kemudian tubuh ini kita tinggalkan. Kita nggak terasa lagi bahwa tubuh kita dimakanulat, dimakan anjing, atau kanker ganas, karena kita sudah tidak berada lagi di tubuh itu.
  • 2. Lalu kita masuk ke alam kubur, alam barzah. Ketika di alam barzah itu saya nggak tahulagi bahwa tubuh saya sudah dimakan ulat, tinggal kerangka, karena saya bukan beradadi tubuh itu lagi.Masalahnya adalah kenapa harus berada di barzah. Di barzah itu ada siksa. Adaneraka.Harusnya bagaimana....?. Kita tinggalkan barzah itu. Innalillahi wainna ilaihi rajiun.LEPAS MENUJU ALLAH. Karena saya berasal dari Allah, maka saya kembali kepadaAllah. Prinsip inilah yang dipakai untuk mendeteksi siksa neraka atau tidak. JanganGAMBLING. Jangan pakai hitung-hitungan. Waaa…..., saya sudah melakukan ibadahini, saya sudah wirid ini, saya sudah binding ke sana sini. Biar saya tersiksa, biar sayagelisah, biar saya tertekan didunia ini, asal NANTI di akhirat nggak tersiksa. Wooo...., ituMENGKHAYAL namanya. Cirinya itu ada disini, didunia ini.Padahal di dunia ini belum ada apa-apanya. Sampai-sampai Rasulullahmenggambarkan begitu dahsyatnya siksa akhirat itu. Di sini saja, di dunia ini saya sudahtidak kuat, apalagi di sana.... Masalah anak, istri, pekerjaan, masa lalu yang gelap danberdarah-darah saja masih membuat kita terombang-ambing nggak keruan.Nah "Latihan tanpa Hisab itu apa.....? SHALAT.Target atau motivasinya ada.... ? Tanpa hisab, miraj. Fasilitasnya ada kok disediakanAllah.Kontrolnya apa....? Coba lihat dalam satu hari ini, walaupun saya sudah shalat, apakahsaya masih gelisah, tersiksa, ngedumel, atau sudah "la khaufun alaihim walaa humyahzanuun".Kalau masih gelisah, tersiksa, maka saya berarti masih DEKAT ke NERAKA.Maka latihlah terus, berusahalah terus untuk menganggalkan alam-alam siksa itusehingga HANYA ALLAH yang kita tuju.....Innalillahi wainna ilahi rajiun.........KOSONG...... NOL......DEKA