06110040 nafi-fadilah-hayati

2,837 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,837
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
54
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

06110040 nafi-fadilah-hayati

  1. 1. 1MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KEPANJEN MALANG SKRIPSI Disusun oleh : Nafi’ Fadlilah Hayati 06110040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Juli, 2010
  2. 2. 2MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KEPANJEN MALANG SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI) Oleh: Nafi’ Fadlilah Hayati 06110040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Juli, 2010
  3. 3. 3 HALAMAN PERSETUJUANMANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KEPANJEN MALANG SKRIPSI Oleh: Nafi’ Fadlilah Hayati 06110040 Telah disetujui oleh: Dosen Pembimbing Marno, M. Ag NIP. 197208222002121001 Tanggal, 31 Juli 2010 Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam Drs. Moh. Padil, M. Pd.I
  4. 4. 4 NIP. 196512051994031003 HALAMAN PENGESAHANMANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KEPANJEN MALANG SKRIPSI Dipersiapkan dan disusun oleh: Nafi’ Fadlilah Hayati (06110040) telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 31 Juli 2010 dengan nilai A dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI) pada tanggal: 31 Juli 2010Panitia Ujian Tanda TanganKetua SidangDr. H. Farid Hasyim, M.Ag :NIP. 19520309198303002Sekretaris SidangMarno, M.Ag :NIP. 197208222002121001PembimbingMarno, M.Ag :NIP. 197208222002121001Penguji UtamaDrs. H. A. Fatah Yasin, M.Ag :NIP. 196712201998031002 Mengesahkan,
  5. 5. 5 Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. H. M. Zainuddin, MA NIP. 19620507 199503 1 001 HALAMAN PERSEMBAHANKu bersujud di atas sajadah seraya mengucapkan syukur alhamdulillah atas segalayang telah Engkau berikan kepadaku selama ini. Karena, atas kehendak dankeridhloan-Mu maka akan ku persembahkan karyaku ini kepada:Ayahku Amiruddin (alm.) dan Bundaku Hutimah tercinta, yang telah mengayomi danmengasihiku dengan kasih sayang, setulus hati mendoakan putrinya selama studi diUIN MALIKI Malang dan telah menjadikan dan mengajariku menjadi manusiadewasa dan lebih baik sebelumnya.Kakakku Mas Oo dan adik-adikku tersayang, Guling & Dadak, yang selalumemberiku motivasi agar aku selalu bersemangat. Mereka yang selalu menghiburkudi saat aku gundah. Mereka adalah masa depanku dan harapanku.Seluruh keluarga dan saudara-saudaraku, yang tidak mungkin kusebutkan satupersatu, terima kasih atas motivasi dan doa yang telah diberikan untukku.Dosen pembimbingku, Pak Marno, yang senantiasa memberikan dukungan sertamembimbingku dalam penulisan skripsi ini dengan penuh kesabaran. Terima kasihPak Marno……Para guru dan dosen-dosenku, yang selalu menjadi pelita dalam hidupku yang telahmembimbing dan memberikan berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman yangsangat berarti. Jasamu tiada tara……Sahabat-sahabatku (Bahak, Devi, Iqbal, Alfian, Berta, Iqro’, Luluk, Leli, Fidho,Nurul, Lia, Kemplu, Mieng2, Vina, Santi), yang dengan sabar dan setia telah menjaditempat berbagi cerita dan berdiskusi untukku. Kalian telah mengajariku untukmengenal arti kehidupan dan merasakan betapa indahnya sebuah persahabatan. Akuselalu merindukan canda tawa kalian di saat kita masih bersama…….Kawan-kawanku yang ceria di kos “Kavling 8“ (Pipiel, Emi, Iswatik, Mbak Cemcem,Mumuf, Popok, Mbak Rika, Itjah, Chenul, A’yun, Ari Sumi, Bundo Beti, Dwi,Nopreth, Zahra, Yeni, Chiko, Ima, Emak Widya, Fitri, Mbak Lia,), terima kasih atas
  6. 6. 6kekompakan dan motivasinya. Di saat aku tergoda oleh keputusasaan, kalian semuayang membangkitkan semangatku kembali.Ya Allah……kuhaturkan ucapan syukur pada-Mu yang telah menghadirkan orang-orang di sampingku yang selalu tulus mencintaiku, mengasihiku dan menyayangikudengan sebening cinta dan sesuci doa. MOTTO  ִ Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan(Departemen Agama RI, 2003. AL-QURAN DAN TERJEMAHANNYA. Bandung: Dipenogoro)
  7. 7. 7Marno, M.AgDosen Fakultas TarbiyahUniversitas Islam Negeri (UIN) MALIKI MalangNOTA DINAS PEMBIMBINGHal : Skripsi Nafi’ Fadlilah Hayati Malang, 31 Juli 2010Lamp. : 5 Eksemplar SkripsiKepada Yth.Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malangdi MalangAssalamu’alaikum Wr. Wb. Setelah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasamaupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawahini: Nama : Nafi’ Fadlilah Hayati NIM : 06110040 Jurusan : PAI Judul Skripsi : Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen MalangMaka selaku Pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layakdiajukan untuk diujikan.Demikian, mohon dimaklumi adanya.
  8. 8. 8Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Pembimbing, Marno, M.Ag NIP. 197208222002121001 SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan, bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karyayang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruantinggi, dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau pendapatyang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulisdiacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Malang, 31 Juli 2010 Nafi’ Fadlilah Hayati
  9. 9. 9 KATA PENGANTARBismillaahirrahmaanirrahim, Dengan kerendahan dan ketulusan hati yang paling dalam, penulis panjatkansyukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat danhidayah-Nya penulisan skripsi yang berjudul ”Manajemen Kelas dalamMeningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar PAI di SMA Muhammadiyah 1Kepanjen Malang” dapat terselesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah SWT kepadajunjungan kita Nabi besar Muhammad saw, yang telah mengantar umatnya menujujalan kebenaran dan semoga kita diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuanganbeliau. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan selesai tanpapengarahan dan bimbingan, serta bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulismengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:1. Ayahanda (alm.), Ibunda, kakak serta adik-adikku tercinta, yang dengan kelembutan dan kesabaran hati telah memberikan perhatian, kasih sayang, dan motivasi baik spiritual maupun material yang senantiasa mengiringi langkahku.
  10. 10. 102. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo selaku Rektor UIN MALIKI Malang.3. Bapak Dr. H. M. Zainuddin, M.A selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN MALIKI Malang.4. Bapak Drs. H. Moh. Padil, M.Pd.I selaku Ketua Jurusan Fakultas Tarbiyah UIN MALIKI Malang.5. Bapak Marno, M.Ag selaku Dosen Pembimbing skripsi yang dengan tulus ikhlas dan penuh tanggung-jawab telah memberikan bimbingan di tengah-tengah kesibukannya, petunjuk serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Jazakumullah Khoiron Katsiro.6. Seluruh karyawan dan staf Fakultas Tarbiyah UIN MALIKI Malang, yang telah melayani kami dengan baik.7. Bapak Hari Mulyadi, S.Pd selaku Kepala SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang yang telah mengizinkan dan memberikan informasi dan data yang penulis butuhkan selama penelitian berlangsung.8. Bapak Ro’ufur Rozi, S.PdI selaku Guru Keislaman SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang yang telah memberikan informasi dan data yang penulis butuhkan selama penelitian berlangsung.9. Seluruh Guru dan staf karyawan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang yang telah berkenan meluangkan waktunya dan mempermudah penulis dalam melakukan penelitian.10. Seluruh siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang yang telah ikut membantu penulis dalam penelitian.
  11. 11. 1111. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah banyak membantu sehingga terselesainya penulisan skripsi ini. Kepada semua pihak tersebut diatas, semoga Allah SWT memberikan imbalanpahala yang sepadan dan balasan yang berlipat ganda di dunia dan di akhirat kelak,amin. Akhirnya dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa dalam penulisanskripsi ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan. Oleh karenaitu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Penulis berharapsemoga penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan bagi sayapribadi khususnya, amin ya rabbal’alamin. Malang, 31 Juli 2010 Penulis
  12. 12. 12 DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .................................................................................... .. iHALAMAN JUDUL ...................................................................................... iiHALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... iiiHALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ ivHALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... vMOTTO .......................................................................................................... viHALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING .............................................. viiSURAT PERNYATAAN ............................................................................... viiiKATA PENGANTAR .................................................................................... ixDAFTAR ISI ................................................................................................... xiiDAFTAR TABEL .......................................................................................... xviiDAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xviiiABSTRAK ...................................................................................................... xixBAB I : PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................. 7
  13. 13. 13 C. Tujuan Penelitian ............................................................................... 7 D. Manfaat Penelitian ............................................................................. 8 E. Batasan Masalah ................................................................................ 8 F. Penelitian Terdahulu .......................................................................... 9 G. Sistematika Pembahasan .................................................................... 12BAB II : KAJIAN PUSTAKA....................................................................... 15 A. Pendidikan Agama Islam ................................................................... 15 1. Pengertian Pendidikan Agama Islam ............................................ 15 2. Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama Islam ................................. 16 3. Kedudukan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam ........................ 18 4. Standart Efektifitas Proses Belajar Mengajar PAI ........................ 20 B. Manajemen Kelas............................................................................... 22 1. Pengertian Manajemen Kelas ........................................................ 22 2. Pendekatan Dalam Manajemen Kelas ........................................... 26 3. Prosedur Manajemen Kelas ........................................................... 31 4. Tujuan Manajemen Kelas.............................................................. 38 5. Hambatan-hambatan Manajemen Kelas........................................ 39 6. Perencanaan Manajemen Kelas ..................................................... 41 7. Pelaksanaan Manajemen Kelas ..................................................... 55 8. Evaluasi Manajemen Kelas ........................................................... 64 C. Efektifitas Proses Belajar Mengajar................................................... 65 1. Pengertian Efektifitas Proses Belajar Mengajar ............................ 65
  14. 14. 14 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Efektifitas Proses Belajar Mengajar ........................................................................... 67 3. Unsur-unsur Efektifitas Proses Belajar Mengajar ......................... 73 4. Komponen Belajar Mengajar ........................................................ 75 5. Manajemen Kelas dalam Efektifitas Proses Belajar Mengajar ..... 81BAB III : METODE PENELITIAN ............................................................. 84 A. Lokasi Penelitian ............................................................................. 84 B. Pendekatan dan Jenis Penelitian ...................................................... 84 C. Kehadiran Peneliti ........................................................................... 86 D. Jenis Data......................................................................................... 87 E. Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 87 F. Teknik Analisis Data ....................................................................... 90 G. Pengecekan Keabsahan Data ........................................................... 91 H. Tahap-tahap Penelitian .................................................................... 92BAB IV : LAPORAN HASIL PENELITIAN.............................................. 94 A. Latar Belakang Objek Penelitian .................................................... 94 1. Identitas Objek Penelitian ........................................................... 94 2. Sejarah Berdirinya Objek Penelitian........................................... 94 3. Visi, Misi, dan Tujuan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen ........ 95 4. Struktur Organisasi SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen ............. 98 5. Keadaan Guru & Personil SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen ... 99 6. Keadaan Siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen .......... 100
  15. 15. 15 7. Daftar Mata Pelajaran SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen ......... 100 8. Sarana dan Prasarana SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen .......... 101B. Paparan dan Analisis Data ............................................................... 102 1. Perencanaan Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang........................................................................ 102 a. Analisis Masalah Manajemen Kelas ...................................... 102 b. Desain Kegiatan Belajar Mengajar ........................................ 105 2. Pelaksanaan Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang ........................................................................ 111 a. Tindakan-tindakan dalam Manajemen Kelas ......................... 112 b. Iklim/Suasana Kelas ............................................................... 113 c. Metode Pembelajaran ............................................................. 116 d. Penggunaan Media ................................................................. 117 e. Pola Interaksi .......................................................................... 118 3. Evaluasi Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang........................................................................ 119 a. Tujuan Evaluasi ...................................................................... 120 b. Bentuk Evaluasi ..................................................................... 122 c. Tindak Lanjut Setelah Diadakan Evaluasi ............................. 123
  16. 16. 16BAB V : PEMBAHASAN .............................................................................. 124 A. Perencanaan Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang............................................................................. 125 B. Pelaksanaan Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang............................................................................. 133 C. Evaluasi Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang............................................................................. 140BAB VI : PENUTUP ...................................................................................... 143 A. Kesimpulan ...................................................................................... 143 B. Saran-saran ...................................................................................... 145DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN-LAMPIRAN
  17. 17. 17 DAFTAR TABELTabel 1 : Struktur Organisasi SMA Muhammadiyah 1 Malang........................... 98Tabel 1 : Keadaan Guru dan Personil SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen ......... 99Tabel 2 : Keadaan Siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen ................... 100Tabel 3 : Daftar Mata Pelajaran SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen .................. 100Tabel 4 : Keadaan Sarana dan Prasarana SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen .... 101
  18. 18. 18 DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 : Bukti KonsultasiLampiran 2 : Surat Penelitian dari FakultasLampiran 3 : Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari SekolahLampiran 4 : Perangkat Pembelajaran Kelas XILampiran 5 : Daftar Nilai Kelas XILampiran 6 : Instrumen PenelitianLampiran 7 : DokumentasiLampiran 8 : Daftar Riwayat Hidup Penulis
  19. 19. 19 ABSTRAKHayati, Nafi’ Fadlilah. Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) MALIKI Malang. Dosen Pembimbing: Marno, M.Ag Untuk meningkatkan mutu pendidikan, diperlukan peningkatan danpenyempurnaan dalam pendidikan, yang berkaitan erat dengan peningkatan mutuProses Belajar Mengajar secara operasional yang berlangsung di dalam kelas. Olehkarena itu, diperlukan Manajemen kelas yang baik agar tujuan pembelajaran dapattercapai. Manajemen Kelas merupakan upaya mengelola siswa di dalam kelas yangdilakukan untuk menciptakan suasana atau kondisi kelas yang menunjang programpengajaran, agar siswa ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pendidikan disekolah. Di samping itu, Proses Belajar Mengajar dapat terwujud dengan baik apabilaterdapat interaksi yang komunikatif antara guru dengan siswa, sesama siswa maupundengan sumber belajar lainnya. Dalam Manajemen Kelas, guru sebagai pemeranutama yang sangat menentukan berhasil tidaknya siswa dalam belajar, harussenantiasa memperhatikan dan menciptakan suasana kondusif di dalam kelas. Denganadanya guru yang berkompeten dan berkualitas diharapkan mampu dalammenciptakan suasana belajar yang efektif dan efisien di dalam kelas, khususnya padamateri PAI. Berpijak dari latar belakang di atas, maka penulisan skripsi ini bertujuanuntuk mengetahui Perencanaan Manajemen Kelas dalam Proses Belajar MengajarPAI di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen, untuk mengetahui PelaksanaanManajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar PAI di SMA Muhammadiyah 1Kepanjen, dan untuk mengetahui evaluasi Manajemen Kelas dalam Proses BelajarMengajar PAI di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.
  20. 20. 20 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiandeskriptif. Dalam rangka memperoleh data yang dibutuhkan, peneliti menggunakanteknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitimenganalisis data dengan memaparkan dan menafsirkan data yang diperoleh darihasil wawancara dengan pihak-pihak yang terkait kemudian data dianalisis lebihlanjut secara intensif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1.Perencanaan ManajemenKelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam SMAMuhammadiyah 1 Kepanjen adalah: a. Analisis Masalah Manajemen Kelas: 1)Masalah individual: siswa tidak mempunyai buku pegangan sendiri; kurangnyakonsentrasi siswa terhadap pelajaran; siswa kurang aktif; menarik perhatian oranglain, 2)Masalah kelompok: sebagian siswa mereaksi negatif terhadap salah seoranganggotanya, beberapa kelompok siswa cenderung mudah dialihkan perhatiannya daritugas yang tengah dikerjakan dan semangat belajar rendah. b. Desain KegiatanBelajar Mengajar: 1) menyusun silabus disesuaikan dengan karakteristik materi; 2)menyusun RPP disesuaikan dengan karakteristik, potensi,, kebutuhan dan keinginansiswa, 3) Strategi pembelajaran: a) memilih cara belajar mengajar yang efektif; b)menggunakan metode yang bervariasi; c) memberikan contoh yang baik terhadapsiswa, 4) pengembangan sumber belajar: memanfaatkan kelas dan masjid. 5)pengembangan bahan ajar: membuat buku diklat/rangkuman. 2.PelaksanaanManajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam SMAMuhammadiyah 1 Kepanjen adalah: a.tindakan-tindakan dalam manajemen kelas: 1)membuat buku diklat/rangkuman; 2) memotivasi siswa agar konsentrasi padapelajaran; 3) merangsang siswa agar aktif di kelas. b. Iklim/suasana kelas: 1) ruangkelas cukup memadai; 2) pengaturan tempat duduk dibuat bervariasi. 3) ventilasi,pengaturan cahaya serta penyimpanan barang-barang di dalam kelas baik. c.Metode:ceramah, drill, tanya jawab interaktif, dan peragaan, disesuaikan dengan kondisiwaktu itu d. Media: buku, Lembar Kerja Siswa (LKS), LCD, dan OHP, memfasilitasisiswa dalam belajar. e. Pola interaksi: interaksi edukatif antara personal. 3. EvaluasiManajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam SMAMuhammadiyah 1 Kepanjen adalah: meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian ini, saran-saran yang diharapkan penulis adalah: (1) Bagiseluruh warga SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen, baik Kepala Sekolah, para guru,dan siswa hendaknya selalu berupaya untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitaspendidikannya semaksimal mungkin. (2) Bagi peneliti lanjutan, hendaknya hasilpenelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi dan diharapkan dapatmelakukan penelitian yang lebih baik dan lebih sempurna tentang Manajemen Kelasdalam meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar PAI.Kata Kunci: Manajemen Kelas, Efektifitas Proses Belajar Mengajar, PAI
  21. 21. 21 BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus-menerus dilakukan, baik secara konvensional maupun inovatif. Hal tersebut lebih terfokus lagi dalam Undang-undang RI No. 20 Th. 2003 pada BAB II, Pasal 3 yang berbunyi: Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung-jawab.1 1 Redaksi Sinar Grafika, UU Sistem Pendidikan Nasional (UU RI No.20 Tahun. 2003) (Jakarta:Sinar Grafika, 2008), hlm. 7
  22. 22. 22 Untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan peningkatan dan penyempurnaan pendidikan, yang berkaitan erat dengan peningkatan mutu proses belajar mengajar secara operasional yang berlangsung di dalam kelas. Oleh karena itu, diperlukan manajemen kelas yang baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Karenanya, manajemen kelas memegang peranan yang sangat menentukan dalam proses belajar mengajar. Manajemen kelas menurut Sunaryo adalah masalah tingkah laku yang kompleks, dan guru menggunakannya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas sedemikian rupa, sehingga siswa dapat mencapai tujuan pengajaran secara efisien dan memungkinkan mereka dapat belajar.2 Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemeran utama. Guru sangat menentukan suasana belajar-mengajar di dalam kelas. Guru yang kompeten akan lebih mampu dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan efisien di dalam kelas, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Keberhasilan tersebut, dipengaruhi banyak faktor terutama terletak pada pengajar (guru) dan yang diajar (siswa), yang berkedudukan sebagai pelaku dan subyek dalam proses tersebut. Adapun kegiatan manajemen kelas dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu (1) yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat fisik, dan 2 Sunaryo, Strategi Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (Malang: IKIP Malang, 1989), hlm.62
  23. 23. 23(2) yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat non-fisik. Kedua hal tersebutperlu dikelola secara baik dalam rangka menghasilkan suasana yang kondusifbagi terciptanya pembelajaran yang baik pula. Hal-hal fisik yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelasmencakup pengaturan ruang belajar dan perabot kelas, serta pengaturanpeserta didik dalam belajar. Sedangkan hal-hal yang bersifat non-fisik lebihmemfokuskan pada aspek interaksi peserta didik dengan peserta didik lainnya,peserta didik dengan guru dan lingkungan kelas maupun kondisi kelasmenjelang, selama, dan akhir pembelajaran. Atas dasar inilah, maka hal-halyang perlu diperhatikan dalam Manajemen Kelas adalah tingkah laku siswa(aspek psikologis), susana belajar di kelas yang menyenangkan (sosial) danhubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa, dan siswa dengansiswa. Hal ini merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajarmengajar yang efektif.3 Menurut Mulyadi bahwa manajemen kelas adalah seperangkatkegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan danmengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan,mengembangkan hubungan interpersonal dan iklim sosio emosional yang positif3 Moh. Uzer Usman, Mejadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 97
  24. 24. 24 serta mengembangkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif dan produktif.4 Usaha guru dalam menciptakan kondisi yang diharapkan akan efektif, apabila: Pertama; diketahui secara tepat faktor-faktor mana sajakah yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses belajar mengajar. Kedua; diketahui masalah apa sajakah yang biasa timbul dan dapat merusak suasana belajar mengajar. Ketiga; dikuasainya berbagai pendekatan dalam manajemen kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah mana suatu pendekatan tersebut digunakan.5 Oleh karena itu, pengelola sekolah perlu menciptakan suasana gembira/menyenangkan di lingkungan sekolah melalui manajemen kelas. Karena, dengan menjalin keakraban antara guru-siswa, maka guru dapat mengarahkan siswa dengan lebih mudah untuk mendorong dan memotivasi semangat belajar siswa. Disamping itu, juga dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas secara kondusif yang memberi kemungkinan tujuan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien.6 Proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang 4 Mulyadi, Classroom Management (Malang: UIN-PRESS MALANG, 2009), hlm. 4 5 Ahmad Rohani & Abu Ahmadi, Pedoman Penyelenggaraan Administrasi Pendidikan Sekolah(Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hlm. 116 6 Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2006),hlm. 184
  25. 25. 25dilaksanakan oleh guru dan siswa dengan memanfaatkan sarana yang tersediauntuk memperoleh hasil belajar secara optimal. Jadi, proses belajar mengajar dapat terwujud dengan baik apabila adainteraksi antara guru dan siswa, sesama siswa atau dengan sumber belajarlainnya. Dengan kata lain “belajar dikatakan efektif apabila terjadi interaksi yangcukup maksimal”. Namun, adapula kendala atau kesulitan yang dialami gurudalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, misalnya keadaan siswa,jumlah siswa, fasilitas yang kurang memadai, letak sekolah, dsb. Sehingga,seorang guru dituntut mempunyai kemampuan/keahlian tertentu untuk dapatmenciptakan suasana kelas yang mendukung efektifitas belajar mengajar, agartercipta suasana/iklim belajar yang nyaman, kondusif, komunikatif, sertadinamis yang diharapkan akan menghasilkan hasil belajar yang optimal dansemaksimal mungkin sesuai dengan tujuan dari pada pendidikan itu sendiri.Manajemen kelas merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh setiap gurudalam rangka menciptakan suasana yang kondusif, agar proses belajar mengajardapat berjalan efektif. Implementasi manajemen kelas melibatkan siswa di dalam kelasuntuk menentukan prinsip, prosedur, dan aturan bersama demi tujuanbersama. Siswa dilibatkan melalui aktivitas-aktivitas belajar yang positif sepertidiskusi, laporan lisan, penelitian, simulasi, field trip, studi kasus, permainan
  26. 26. 26peran, penyajian multi-media, dan sebagainya. Melalui aktivitas belajar tersebutdimaksudkan agar siswa termotivasi untuk berpikir aktif, kritis dan kreatif. Selainitu, aktivitas tersebut dapat meningkatkan interaksi antara siswa yang satudengan yang lainnya semakin baik. Kecenderungan manajemen kelas sebagai upaya untuk meningkatkanmotivasi belajar siswa ini terlihat pada aspek potensi, bakat, dan minat siswadalam belajar. Dalam hal ini, potensi, bakat dan minat siswa akan berkembangdengan optimal sesuai dengan yang diinginkan. Bahkan Manajemen Kelas yangmemotivasi siswa yang semakin aktif dalam belajar akan semakin baik prestasiyang diraih. Karena betapa pentingnya manajemen kelas dengan serangkaianmanfaatnya dalam kegiatan proses belajar mengajar, maka SMAMuhammadiyah 1 Kepanjen mencoba mengimplementasikan manajemen kelasini, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Meskipunsiswanya banyak yang minim tentang pengetahuan agama dan minimnyaalokasi waktu pembelajaran, guru PAI SMA Muhammadiyah 1 Kepanjenbersikeras dalam me-manage kelas agar pembelajaran sesuai dengan tujuanyang diharapkan. Kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dengan berbagai metodedan media yang bervariasi sesuai dengan materi yang diberikan pada saat itu.
  27. 27. 27 Selain itu, suasana kelasnya pun tidak monoton. Sekali waktu pengaturan tempat duduk dibuat bervariasi agar suasana kelas menyenangkan sehingga membantu siswa dalam belajar di kelas. Pola interaksi antara guru PAI dan siswa pun terlihat harmonis. Hal ini terbukti, di dalam dan di luar kelas komunikasi antara keduanya seperti berjalan dengan baik. Berpijak dari latar belakang masalah di atas, maka penulis ingin meneliti lebih lanjut mengenai upaya mengembangkan efektifitas pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswa melalui prosedur pengelolaan kelas dengan mengambil judul: “Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang”.B. Rumusan Masalah Berdasarkan masalah tersebut di atas, penulis akan merumuskan masalah yang menjadi dasar pokok pembahasan skripsi ini. Adapun rumusan masalah tersebut adalah : 1. Bagaimana Perencanaan Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang ?
  28. 28. 28 2. Bagaimana Pelaksanaan Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang ? 3. Bagaimana Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Kelas dalam meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang ?C. Tujuan Penelitian Dalam pembahasan skripsi ini, tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut: 1. Untuk mendeskripsikan tentang Perencanaan Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang. 2. Untuk mendeskripsikan Pelaksanaan Manajemen Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang. 3. Untuk mendeskripsikan bagaimana Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Kelas dalam meningkatkan Efektifitas Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang.D. Manfaat Penelitian
  29. 29. 29 Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoritis dan praktis. Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan teori tentang manajemen kelas berikut inovasi yang terkait dengan Manajemen Kelas. Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi: 1. Sekolah Lainnya Sebagai contoh pemikiran dan pelaksanaan bagi perkembangan mutu kegiatan proses belajar mengajar secara efektif melalui manajemen kelas yang baik. 2. Peneliti Berikutnya Sebagai dasar pengembangan penelitian berikutnya dengan meneliti dimensi yang berbeda terkait dengan manajemen kelas yang dapat menciptakan proses belajar mengajar secara efektif.E. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada masalah-masalah yang berkaitan dengan manajemen kelas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang mencakup analisis masalah manajemen kelas, desain kegiatan belajar mengajar, tindakan- tindakan manajemen kelas, pengaturan suasana kelas, penggunaan metode dan media, pola interaksi, dan evaluasi hasil belajar manajemen kelas.
  30. 30. 30F. Penelitian Terdahulu Dalam pendidikan, manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu, manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan mengontrol/mengawas agar tepat dengan tujuan pendidikan. Dalam proses manajemen terlibat fungsi-fungsi pokok manajemen yang terdiri dari: Planning, Organizing, Leading/Actuating, dan Controlling.7 Planning (perencanaan) adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu seefisien dan seefektif mungkin.8 Organizing (pengorganisasian) adalah suatu proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan alat- alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas tersebut. Leading/Actuating/ Directing adalah pelaksanaan/pengarahan kepada semua anggota, agar mau bekerja sama dan bekerja efektif untuk mencapai tujuan. 7 Nanang Fatah, Landasan Manajemen Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), hlm. 1 8 Ibid., hlm. 49
  31. 31. 31Controlling (pengawasan/pengendalian) merupakan pengukuran dan perbaikanterhadap pelaksanaan kerja anggota, agar rencana yang telah dibuat untukmencapai tujuan dapat terselenggara. Setelah diketahui deskripsi singkat beberapa fungsi manajemendiatas, serta mengingat penelitian yang dilakukan oleh penulis, yaitu terkaitdengan Manajemen Kelas, maka penulis menunjukkan permasalahan yangberkaitan dengan perencanaan (planning), pelaksanaan (actuating), evaluasi(controlling) dalam manajemen kelas. Permasalahan tersebut terkait denganperencanaan manajemen kelas dalam proses belajar mengajar PendidikanAgama Islam. Selanjutnya, tentang pelaksanaan manajemen kelas dalam prosesbelajar mengajar Pendidikan Agama Islam dan yang terakhir evaluasipelaksanaan manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas belajarmengajar Pendidikan Agama Islam. Pembahasan tentang manajemen kelas, belum terlalu banyak dibahasdalam penelitian sebelumnya, sehingga penulis mengambil judul: ”ManajemenKelas dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar PendidikanAgama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang”. Penelitian tentang manajemen kelas yang akan penulis bahas, masihsangat jarang diteliti oleh peneliti-peneliti sebelumnya, walaupun ada itu hanyabeberapa peneliti saja dengan obyek yang berbeda. Salah satunya adalah
  32. 32. 32Husnul Khotimah, 2006, dalam skripsinya yang berjudul “Manajemen Kelasdalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran PAI Siswa (Studi Kasus di SMKNegeri 1 Batu)”. Penulis tersebut membahas tentang implementasi manajemen kelasPendidikan Agama Islam dan faktor-faktor penghambat pelaksanaanmanajemen kelas Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Batu. Hasil daripenelitian tersebut adalah manajemen kelas yang diterapkan dalammeningkatkan efektifitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Batu meliputiperencanaan pembelajaran, pengorganisasian pembelajaran, disiplin kelas,konflik kelas, evaluasi pembelajaran. Untuk faktor penghambatnya: kurangnyakesadaran dan tanggung jawab siswa dalam melakukan efektifitas pembelajaranPAI, kurangnya fasilitas dan media pembelajaran PAI yang ada di SMK N 1 Batu,keadaan ekonomi orang tua yang kurang cukup, lingkungan siswa yang kerasserta keadaan keluarga yang broken home. Dan usaha-usaha yang dilakukandalam manajemen kelas terkait dengan pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Batu,adalah: mempersiapkan tugas administratif, memberi motivasi kepada siswa,membuat modul sesuai dengan materi, mengatasi setiap permasalahan siswa,memilih metode, membentukan kelompok diskusi, meningkatkan kedisiplinansiswa.
  33. 33. 33 Dari hasil penelitian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian terdahulu yang dilaksanakan oleh Husnul Khotimah, sama halnya dengan yang akan peneliti laksanakan, yaitu membahas tentang manajemen kelas. Namun terdapat beberapa perbedaan dan beberapa alasan tentang pengambilan judul ini, antara lain: a. Lokasi Lokasi penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti terdahulu terletak di SMK Negeri 1 Batu, sedangkan lokasi yang akan diobservasi oleh peneliti pada kali ini terletak di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang. b. Peneliti melihat pelaksanaan manajemen kelas belum seluruhnya menyeluruh dan terlaksana dengan baik di setiap sekolah. Sehingga peneliti ingin mengkaji lebih dalam dan mengkomparasikan pelaksanaan Manajemen Kelas di kedua tempat tersebut. Dengan alasan berbagai faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Manajemen Kelas di kedua tempat tersebut sangat berbeda. Untuk mengetahui pembahasan tentang judul tersebut maka penulis akan menjelaskan mengenai Manajemen Kelas dalam Efektifitas Proses Belajar Mengajar PAI.G. Sistematika Pembahasan
  34. 34. 34 Untuk memberi gambaran yang jelas mengenai isi penelitian ini,maka pembahasan ini dibagi menjadi lima bab. Uraian masing-masing bab inidisusun sebagai berikut: Bab Pertama, berisi tentang Pendahuluan. Yang menggambarkantentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaatpenelitian, batasan masalah, penelitian terdahulu, dan sistematikapembahasan. Bab Kedua, berisi tentang Kajian Pustaka. Yang memaparkan tentangPendidikan Agama Islam terdiri dari; pengertian PAI, dasar dan tujuan PAI,kedudukan dan fungsi PAI dan Standart Efektifitas Proses Belajar Mengajar PAI.Untuk Manajemen Kelas meliputi; pengertian Manajemen Kelas, prosedurManajemen Kelas, pendekatan dalam Manajemen Kelas, tujuan ManajemenKelas, hambatan-hambatan Manajemen Kelas, Perencanaan Manajemen Kelas,Pelaksanaan Manajemen Kelas dan Evaluasi Manajemen Kelas. SedangkanEfektifitas Proses Belajar Mengajar meliputi; pengertian Efektifitas ProsesBelajar Mengajar, faktor-faktor yang mempengaruhi Efektifitas Proses BelajarMengajar, unsur-unsur efektifitas Proses Belajar Mengajar, komponen belajar-mengajar dan Manajemen Kelas dalam Efektifitas Proses Belajar Mengajar. Bab Ketiga, berisi tentang Metode Penelitian. Dalam Bab ini, penulismenjelaskan tentang lokasi penelitian, pendekatan dan jenis penelitian,
  35. 35. 35kehadiran peneliti, jenis data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data,pengecekan keabsahan data dan tahap-tahap penelitian. Bab Keempat, berisi tentang Laporan Hasil Penelitian. Pada bab inipenulis mengemukakan masalah-masalah yang diperoleh dari penelitian padaobyek, meliputi: latar belakang obyek penelitian, penyajian data dan analisisdata. Bab Kelima, Pembahasan. Pada bab ini penulis membahas tentanglaporan hasil penelitian. Bab Keenam, Penutup. Pada akhir pembahasan, penulis akanmengemukakan kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran yang berkaitandengan realita hasil penelitian, kata penutup serta pada bagian terakhir penuliscantumkan Daftar Pustaka dan Lampiran-lampiran.
  36. 36. 36 BAB II KAJIAN PUSTAKAA. Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian Pendidikan Agama Islam Menurut Zakiah Daradjat, pengertian Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam yang dilakukan secara sadar untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh, serta menghayati tujuan, yang
  37. 37. 37 pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.9 Dalam Kurikulum PAI tahun 2002 seperti yang telah dikutip oleh Abdul Majid, mengatakan bahwa Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama Islam yang dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.10 Sedangkan menurut Azizy, Pendidikan Agama Islam merupakan proses transfer nilai, pengetahuan dan keterampilan dari generasi tua kepada generasi muda yang mencakup dua hal yaitu, mendidik siswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak Islam dan mendidik siswa- siswi untuk mempelajari materi ajaran Islam.11 Sejalan dengan pendapat Ahmad Tafsir yang menyatakan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran 9 Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Konsep danImplementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), hlm. 130 10 Ibid.. 11 Ibid., hlm. 131
  38. 38. 38 Islam. Bila disingkat, Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan terhadap seseorang agar ia menjadi Muslim semaksimal mungkin.12 Jadi, Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pembelajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 13 2. Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama Islam a. Dasar Hukum Dasar pelaksanaan pendidikan agama yang berasal dari peraturan perundang-undangan. Yang secara langsung maupun tidak langsung dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan pendidikan agama, di sekolah- sekolah ataupun di lembaga-lembaga pendidikan formal di Indonesia. b. Dasar Religi Dasar religius ini bersumber dari agama Islam yang tertera dalam ayat Al-Qur’an dan Hadits, yaitu: 1) Sumber dari al-Qur’an. Antara lain: 12 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007),hlm. 32 13 Abdul Majid dan Dian Andayani. Op. Cit., hlm. 132
  39. 39. 39 a) Surat Al-Mujadalah ayat 11: (11 :‫ﺠﺕ. . .)ﺍﻝﻤﺠﺎﺩﻝﻪ‬ ‫ﻥ ﹸﻭ ﹸﻭﺍ ﺍﻝﹾﻌﻠﹾﻡ ﺩ‬‫ﺍﻝﺫﻴ‬ ‫ﺍ ﻤﻨﹾﻜﻡ‬‫ﻥ ﺍﻤﻨﻭ‬‫ﻓﻊ ﺍﷲ ﺍﻝﺫﻴ‬‫. . . ﻴﺭ‬  ‫ﺭ‬   ‫ ﺍ ﺘ‬  ‫ ﹸ ﻭ ﹼ‬ ‫ﹸ‬   ‫ ﹶ ﹺ ُ ﹼ‬ “. . . niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (Q.S. Al-Mujadalah: 11) b) Hadist Riwayat Baihaqi: (‫ﻪ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻝﺒﻴﻬﻘﻰ‬ ‫ﺎ‬ ‫ ﻴﻤﺠ‬‫ﻪ ﺍﻭ‬ ‫ﺍ‬ ‫ﻴﻨﺼ‬‫ﻪ ﺍﻭ‬ ‫ﺍ‬ ‫ﺍﻩ ﻴﻬﻭ‬ ‫ﻠﻰ ﺍﻝﹾﻔﻁﹾﺭﺓ ﻓﺎﺒ‬ ‫ﻭﻝﺩ‬‫ﺩ ُﻴ‬‫ﻝﻭ‬‫ﻜل ﻤﻭ‬ ‫ﺴ ﻨ‬   ‫ﺭ ﻨ ﹶ‬ ‫ ﹶ‬ ‫ﺩ ﻨ ﹶ‬    ‫ﻭ‬ ‫ ﹶ ﹶ‬   ‫ ﻋ‬‫ ﹶ‬ ‫ ﹸ‬ ‫ﹸ ﱡ‬ “Setiap anak yang dilahirkan itu telah membawa fitrah beragam (perasaan percaya kepada Allah) maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut beragam Yahudi, Nasrani atau Majusi”. (HR. Baihaqi) c. Dasar Sosial-Psikologi Semua manusia di dunia ini selalu membutuhkan adanya suatu pegangan hidup, yaitu agama. Mereka merasakan, bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya Dzat Yang Maha Kuasa, tempat mereka berlindung dan meminta pertolongan. Hal semacam ini terjadi pada masyarakat yang masih primitif maupun modern. Mereka akan merasa tenang dan tenteram hatinya kalau mereka dapat mendekatkan dan mengabdi kepada Zat Yang Maha Kuasa.14 14 Zuhairini dan Abdul Ghofir, Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Malang:Universitas Negeri Malang, 2004), hlm. 12
  40. 40. 40 Adapun tujuan dari Pendidikan Agama Islam secara umum adalah meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.3. Kedudukan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam mempunyai kedudukan dan peranan penting dalam pembangunan negara dan masyarakat Indonesia. Sedangkan fungsinya adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga dan digunakan sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Secara khusus kurikulum Pendidikan Agama Islam untuk sekolah berfungsi sebagai berikut: a. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. b. Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
  41. 41. 41 c. Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik fisik maupaun sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam. d. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan- kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari. e. Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya. f. Pengajaran, tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum, sistem dan fungsionalnya. g. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang Agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan orang lain.1515 Ibid., hlm. 134-135
  42. 42. 424. Standart Efektifitas Proses Belajar Mengajar PAI a. Dapat melibatkan siswa secara aktif Menurut William Burton mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar.16 Dengan demikian, aktivitas murid sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, sehingga muridlah yang seharusnya banyak aktif sebab murid sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. b. Dapat menarik minat dan perhatian siswa Kondisi belajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat siswa, baik yang bersifat kognitif, afektif maupun psikomotorik. Sehingga hal itu akan menjadikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berjalan secara efektif. c. Dapat membangkitkan motivasi siswa Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan16 Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 21
  43. 43. 43 mencapai tujuan, atau kesadaran dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bisa dikatakan efektif apabila dapat membangkitkan motivasi siswa yang sedang belajar. d. Prinsip individualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam akan berjalan efektif jika guru selalu memperhatikan keragaman karakteristik setiap siswa. Dengan kata lain hendaknya guru mampu menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kebutuhan-kebutuhan siswa secara individual tanpa harus mengajar siswa secara individual.17 Dengan demikian, maka siswa akan merasakan perhatian guru dan pembelajaran juga akan terlaksana dengan maksimal. e. Peragaan dalam pengajaran Belajar yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman konkrit dan menuju kepada pengalaman yang lebih abstrak. Dan apabila pembelajaran dilaksanakan dengan melaksanakan peragaan yang sesuai maka akan dapat membantu siswa dalam pengajaran.18 f. Pembelajaran yang dapat menjadikan siswa antusias17 Ibid., hlm. 3018 Ibid., hlm. 31
  44. 44. 44 Keantusiasan siswa dalam pembelajaran khususnya Pendidikan Agama Islam akan berpengaruh pada efektifitas proses pembelajaran yang dilakukannya.B. Manajemen Kelas 1. Pengertian Manajemen Kelas Manajemen Kelas berasal dari dua kata, yaitu dari kata manajemen dan kelas. Manajemen dari kata Management, yang diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.19 Dengan kata lain arti dari Manajemen adalah pengelolaan usaha, kepengurusan, direksi, ketatalaksanaan penggunaaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran yang diinginkan.20 Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Maka, dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses penyelenggaraan atau pengurusan sekaligus pengawasan pada sesuatu yang terlibat dalam 19 Mulyadi, Classroom Management (Malang: UIN-PRESS MALANG, 2009), hlm. 2 20 Pius A.Partanto dan M.Dahlan al-Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Arkola, 1994), hlm.434
  45. 45. 45 pelaksanaan dan pencapaian tujuan agar sesuatu tersebut berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Sedangkan kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa. Hadari Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yakni : a. Kelas dalam arti sempit: ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing. b. Kelas dalam arti luas: suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.21 Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa yang belajar dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.22 21 Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain, Op. Cit., hlm. 176 22 Suharsimi Arikunto, Suhardjono & Supardi, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Bumi Aksara,2007), hlm. 3
  46. 46. 46 Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa kelas diartikan sebagai ruangan belajar dan atau sekelompok siswa yang belajar (rombongan belajar), dimana guru mengajar, peserta didik belajar, dan tingkatan (grade) sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan. Setelah berbicara tentang pengertian dari manajemen dan kelas di atas, maka di bawah ini para ahli pendidikan mendefinisikan manajemen kelas, antara lain: a. Made Pidarta mengatakan, manajemen kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas. Guru bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem/organisasi kelas. Sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugas individual.23 b. Moh. Uzer Usman mengatakan bahwa manajemen kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.24 23 Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta,2000), hlm. 172 24 Moh. Uzer Usman, Op. Cit., hlm. 97
  47. 47. 47 c. Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.25 d. Johanna Kasin Lemlech, dalam bukunya Cecep Wijaya & A. Tabrani Rusyan mengatakan bahwa Classroom management is the orchestration of classroom life: planning curriculum, organizing procedures and resources, arranging the environment to maximize efficiency, monitoring student progress, anticipating potential problems.26 Menurut definisi ini, yang dimaksud dengan manajemen kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, pengaturan lingkungannya untuk memaksimumkan efisiensi, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul. e. Menurut Mulyadi, bahwa manajemen kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan, mengembangkan hubungan interpersonal dan iklim sosio emosional yang 25 Syaiful Bahri Djamarah, Op. Cit., hlm. 173 26 Cece Wijaya, A.Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar(Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), hlm. 113
  48. 48. 48 positif serta mengembangkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif dan produktif.27 Dari beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa di dalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana/kondisi kelas yang menunjang program pembelajaran dengan jalan menciptakan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah. Jadi manajemen kelas harus mengacu pada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.282. Pendekatan Dalam Manajemen Kelas Pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru dalam manajemen kelas akan sangat dipengaruhi oleh pandangan guru tersebut terhadap tingkah laku siswa, karakteristik, watak dan sifat siswa, dan situasi kelas pada waktu seorang siswa melakukan penyimpangan. Di bawah ini ada beberapa pendekatan yang dapat dijadikan sebagai alternatif pertimbangan dalam upaya menciptakan disiplin kelas yang efektif, antara lain sebagai berikut:27 Mulyadi., Op.Cit., hlm. 428 Ibid., hlm. 2
  49. 49. 49a. Pendekatan Manajerial Pendekatan ini dilihat dari sudut pandang manajemen yang berintikan konsepsi tentang kepemimpinan. Dalam pendekatan ini, dapat dibedakan menjadi : 1) Kontrol Otoriter Dalam menegakkan disiplin kelas guru harus bersikap keras, jika perlu dengan hukuman-hukuman yang berat. Menurut konsep ini, disiplin kelas yang baik adalah apabila siswa duduk, diam, dan mendengarkan perkataan guru. 2) Kebebasan Liberal Menurut konsep ini, siswa harus diberi kebebasan sepenuhnya untuk melakukan kegiatan apa saja sesuai dengan tingkat perkembangannya. Dengan cara seperti ini, aktivitas dan kreativitas anak akan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Akan tetapi, sering terjadi pemberian kebebasan yang penuh, ini berakibat terjadinya kekacauan atau kericuhan di dalam kelas karena kebebasan yang didapat oleh siswa disalahgunakan. 3) Kebebasan Terbimbing
  50. 50. 50 Konsep ini merupakan perpaduan antara kontrol otoriter dan kebebasan liberal. Di sini siswa diberi kebebasan untuk melakukan aktivitas, namun terbimbing atau terkontrol. Di satu pihak siswa diberi kebebasan sebagai hak asasinya, dan dilain pihak siswa harus dihindarkan dari perilaku-perilaku negatif sebagai akibat penyalahgunaan kebebasan. Disiplin kelas yang baik menurut konsep ini lebih ditekankan kepada kesadaran dan pengendalian diri-sendiri. b. Pendekatan Psikologis Terdapat beberapa pendekatan yang didasarkan atas studi psikologis yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam membina disiplin kelas pada siswanya. Pendekatan yang dimaksud antara lain sebagai berikut: 1) Pendekatan Modifikasi Tingkah Laku (Behavior-Modification)29 Pendekatan ini didasarkan pada psikologi behavioristik, yang mengemukakan pendapat bahwa: a) Semua tingkah laku yang baik atau yang kurang baik merupakan hasil proses belajar.30 b) Ada sejumlah kecil proses psikologi penting yang dapat digunakan untuk menjelaskan terjadinya proses belajar yang dimaksud, yaitu29 Ibid., hlm. 3530 Ibid..
  51. 51. 51 diantaranya penguatan positif (positive reinforcement) seperti hadiah, ganjaran, pujian, pemberian kesempatan untuk melakukan aktivitas yang disenangi oleh siswa, dan penguatan negatif (negative reinforcement) seperti hukuman, penghapusan hak, dan ancaman.31 Penguatan tersebut masih dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu: 1. Penguatan Primer, yaitu penguatan yang tanpa dipelajari seperti makan, minum, menghangatkan tubuh, dsb. 2. Penguatan Sekunder, yaitu penguatan sebagai hasil proses belajar. Penguatan sekunder ini ada yang dinamakan penguatan sosial (pujian, sanjungan, perhatian, dsb), penguatan simbolik (nilai, angka, atau tanda penghargaan lainnya) dan penguatan dalam bentuk kegiatan (permainan atau kegiatan yang disenangi oleh siswa yang tidak semua siswa dapat mempraktekkannya). Dilihat dari segi waktunya, ada penguatan yang terus-menerus (continue) setiap kali melakukan aktivitas, ada pula penguatan yang diberikan secara periodik (dalam waktu-waktu tertentu), misalnya setiap satu semester sekali, setahun sekali, dsb. 2) Pendekatan Iklim Sosio-Emosional (Socio-Emotional Climate)3231 Ibid., hlm. 3632 Ibid., hlm. 46
  52. 52. 52 Pendekatan ini berlandaskan psikologi klinis dan konseling yang mempradugakan: a) Proses Belajar Mengajar yang efektif mempersyaratkan keadaan sosio-emosional yang baik dalam arti terdapat hubungan inter personal yang harmonis antar guru dengan guru, guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa merupakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif.33 b) Guru merupakan unsur terpenting bagi terbentuknya iklim sosio-emosional yang baik. Guru diperlukan bersikap tulus di hadapan siswa, menerima dan menghargai siswa sebagai manusia, dan mengerti siswa dari sudut pandang siswa sendiri. Dengan cara demikian, siswa akan dapat dikuasai tanpa menutup perkembangannya. Sebagai dasarnya, guru dituntut memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi yang efektif dengan siswa, sehingga guru dapat mendeskripsikan apa yang perlu dilakukannya sebagai alternatif penyelesaian. c. Pendekatan Proses Kelompok (Group Process)3433 Ibid..34 Ibid., hlm. 55
  53. 53. 53 Pendekatan ini berdasarkan pada psikologi klinis dan dinamika kelompok. Yang menjadi anggapan dasar dari pendekatan ini ialah: 1) Pengalaman belajar sekolah berlangsung dalam konteks kelompok sosial. 2) Tugas pokok guru yang utama dalam manajemen kelas ialah membina kelompok yang produktif dan efektif.35 d. Pendekatan Elektif (Electic Approach) Ketiga pendekatan tersebut, mempunyai kebaikan dan kelemahan masing-masing. Dalam arti, tidak ada salah satu pendekatan yang cocok untuk semua masalah dan semua kondisi. Setiap pendekatan mempunyai tujuan dan wawasan tertentu. Dengan demikan, guru dituntut untuk memahami berbagai pendekatan. Dengan dikuasainya berbagai pendekatan, maka guru mempunyai banyak peluang untuk menggunakannya bahkan dapat memadukannya. Pendekatan Elektik disebut juga dengan pendekatan pluralistik, yaitu manajemen kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi yang memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Dimana guru dapat memilih dan35 Ibid..
  54. 54. 54 menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut, sesuai dengan kemampuan dan selama maksud dari penggunaannya untuk menciptakan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien.36 3. Prosedur Manajemen Kelas Upaya untuk menciptakan dan mempertahankan suasana yang diliputi oleh motivasi siswa yang tinggi, perlu dilakukan langkah-langkah tertentu untuk me-manage kelas dengan baik. Langkah-langkah ini disebut sebagai prosedur manajemen kelas. Adapun prosedur manajemen kelas ini dapat dilakukan secara preventif (pencegahan) maupun kuratif (penyembuhan).37 Perbedaan kedua jenis pengelolaan kelas tersebut, akan berpengaruh terhadap perbedaan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh seorang guru dalam menerapkan kedua jenis manajemen kelas tersebut. Dikatakan secara preventif apabila langkah-langkah/upaya yang dilakukan atas dasar inisiatif guru untuk mengatur siswa, peralatan (fasilitas) atau format belajar mengajar yang tepat yang dapat mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar.38 Sedangkan yang dimaksud dengan manajemen kelas secara kuratif adalah langkah-langkah tindakan 36 Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2006),hlm. 184 37 Mulyadi. Op. Cit, hlm. 19 38 Ibid., hlm. 20
  55. 55. 55 penyembuhan terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat mengganggu kondisi-kondisi optimal dan proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.39 a. Prosedur Manajemen Kelas yang bersifat Preventif meliputi : 1) Peningkatan Kesadaran Pendidik Sebagai Guru Suatu langkah yang mendasar dalam strategi manajemen kelas yang bersifat preventif adalah meningkatkan kesadaran diri pendidik sebagai guru. Dalam kedudukannya sebagai guru, seorang pendidik harus menyadari bahwa dirinya memiliki tugas dan fungsi yaitu sebagai fasilitator bagi siswanya yang sedang belajar,40 serta bertanggung-jawab terhadap proses pendidikan. Ia yakin bahwa apapun corak proses pendidikan yang akan terjadi terhadap siswa, semuanya akan menjadi tanggung-jawab guru sepenuhnya. 2) Peningkatan Kesadaran Siswa Kesadaran akan hak dan kewajibannya dalam proses pendidikan ini baru akan diperoleh secara menyeluruh dan seimbang jika siswa itu menyadari akan kebutuhannya dalam proses pendidikan. Dalam hal proses pembelajaran, siswa harus menyadari bahwa dia belajar adalah dengan tujuan tertentu. Keefektifan siswa dalam39 Ibid., hlm. 2540 Muhammad Saroni, Manajemen Sekolah (Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2006), hlm. 112
  56. 56. 56 proses pembelajaran sebenarnya bergantung pada tingkat kesadaran siswa tersebut di dalam proses. Semakin tinggi tingkat kesadarannya semakin tinggi pula keefektifannya. Kondisi ini selanjutnya berdampak pada tingkat penguasaan kemampuan dari siswa yang bersangkutan.41 Adakalanya siswa tidak dapat menahan diri untuk melakukan tindakan yang menyimpang, karena ia tidak sadar bahwa ia membutuhkan sesuatu dari proses pendidikan itu. Untuk membangkitkan kesadaran siswa dalam peran sertanya dalam proses pembelajaran kelas, tidak cukup hanya guru yang harus berkutat pada metode-metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi kelas. Proses tersebut memerlukan keikutsertaan siswa yang sebenarnya merupakan subyek yang sedang belajar,42 agar dapat menimbulkan suasana kelas yang mendukung untuk melakukan proses belajar mengajar. 3) Penampilan Sikap Tulus Guru Guru mempunyai peranan yang besar dalam menciptakan kondisi belajar yang optimal. Guru perlu bersikap dan bertindak secara wajar, tulus dan tidak pura-pura terhadap siswa.43 Penampilan sikap41 Ibid., hlm. 10042 Ibid., hlm. 111-11243 Mulyadi. Op. Cit, hlm. 23
  57. 57. 57 guru diwujudkan dalam interaksinya dengan siswa yang disajikan dengan sikap tulus dan hangat. Yang dimaksud dengan sikap tulus adalah sikap seorang guru dalam menghadapi siswa secara berterus- terang tanpa pura-pura, tetapi diikuti dengan rasa ikhlas dalam setiap tindakannya demi kepentingan perkembangan dan pertumbuhan siswa sebagai si terdidik. Sedangkan yang dimaksud dengan hangat adalah keadaan pergaulan guru kepada siswa dalam proses belajar mengajar yang menunjukkan suasana keakraban dan keterbukaan dalam batas peran dan kedudukannya masing-masing sebagai anggota masyarakat sekolah. Dengan sikap yang tulus dan hangat dari guru, diharapkan proses interaksi dan komunikasinya berjalan wajar, sehingga mengarah kepada suatu penciptaan suasana yang mendukung untuk kegiatan pendidikan.4) Pengenalan Terhadap Tingkah Laku Siswa Tingkah laku siswa yang harus dikenal adalah tingkah laku baik yang mendukung maupun yang dapat mencemarkan suasana yang diperlukan untuk terjadinya proses pendidikan. Tingkah laku tersebut bisa bersifat perseorangan maupun kelompok. Identifikasi akan variasi tingkah laku siswa itu diperlukan bagi guru untuk menetapkan pola
  58. 58. 58 atau pendekatan manajemen kelas yang akan diterapkan dalam situasi kelas tertentu. 5) Penemuan Alternatif Manajemen Kelas Agar pemilihan alternatif tindakan manajemen kelas dapat sesuai dengan situasi yang dihadapinya, maka perlu kiranya pendidik mengenal berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam manajemen kelas. Dengan berpegang pada pendekatan yang sesuai, diharapkan arah manajemen kelas yang diharapkan akan tercapai. Selain itu, pengalaman guru yang selama ini dilakukan dalam mengelola kelas waktu mengajar, baik yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar perlu pula dijadikan sebagai referensi yang cukup berharga dalam melakukan manajemen kelas.44 6) Pembuatan Kontrak Sosial Kontrak sosial pada hakekatnya berupa norma yang dituangkan dalam bentuk peraturan atau tata tertib kelas baik tetulis maupun tidak tertulis, yang berfungsi sebagai standar tingkah laku bagi siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Kontrak sosial yang baik adalah44 Ibid., hlm. 24
  59. 59. 59yang benar-benar dihayati dan dipatuhi sehingga meminimalkanterjadinya pelanggaran. Dengan kata lain, kontrak sosial yang digunakan untuk upayamanajemen kelas, hendaknya disusun oleh siswa sendiri denganpengarahan dan bimbingan dari pendidik.a) Prosedur Manajemen Kelas yang bersifat Kuratif meliputi : 1) Identifikasi Masalah Pertama-tama guru melakukan identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyidik penyimpangan tingkah laku siswa yang dapat mengganggu kelancaran proses pendidikan didalam kelas, dalam arti apakah termasuk tingkah laku yang berdampak negatif secara luas atau tidak, ataukah hanya sekedar masalah perseorangan atau kelompok, ataukah bersifat sesaat saja ataukah sering dilakukan maupun hanya sekedar kebiasaan siswa. 2) Analisis Masalah Dengan hasil penyidikan yang mendalam, seorang guru dapat melanjutkan langkah ini yaitu dengan berusaha mengetahui latar belakang serta sebab-musabbab timbulnya tingkah laku siswa
  60. 60. 60 yang menyimpang tersebut. Dengan demikian, akan dapat ditemukan sumber masalah yang sebenarnya. 3) Penetapan Alternatif Pemecahan Untuk dapat memperoleh alternatif-alternatif pemecahan tersebut, hendaknya mengetahui berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam manajemen kelas dan juga memahami cara-cara untuk mengatasi setiap masalah sesuai dengan pendekatan masing-masing.45 Dengan membandingkan berbagai alternatif pendekatan yang mungkin dapat dipergunakan, seorang guru akan dapat memilih alternatif yang terbaik untuk mengatasi masalah pada situasi yang dihadapinya. Dengan terpilihnya salah satu pendekatan, maka cara-cara mengatasi masalah tersebut juga akan dapat ditetapkan. Dengan demikian, pelaksanaan manajemen kelas yang berfungsi untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan. 4) Monitoring Hal ini diperlukan, karena akibat perlakuan guru dapat saja mengenai sasaran, yaitu meniadakan tingkah laku siswa yang45 Ibid., hlm. 26
  61. 61. 61 menyimpang, tetapi dapat pula tidak berakibat apa-apa atau bahkan mungkin menimbulkan tingkah laku menyimpang berikutnya yang justru lebih jauh menyimpangnya. Langkah monitoring ini pada hakekatnya ditujukan untuk mengkaji akibat dari apa yang telah terjadi.5) Memanfaatkan Umpan Balik (Feed-Back) Hasil Monitoring tersebut, hendaknya dimanfaatkan secara konstruktif, yaitu dengan cara mempergunakannya untuk: a) Memperbaiki pengambilan alternatif yang pernah ditetapkan bila kelak menghadapi masalah yang sama pada situasi yang sama. b) Dasar dalam melakukan kegiatan manajemen kelas berikutnya sebagai tindak lanjut dari kegiatan manajemen kelas yang sudah dilakukan sebelumnya. Yakni untuk lebih menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal, dengan diusahakannya pencapaian tujuan melalui kegiatan pengaturan siswa, bahan/alat pelajaran dan format belajar mengajar yang kesemuanya difokuskan pada penciptaan
  62. 62. 62 kondisi belajar mengajar yang menunjang cara belajar siswa aktif.46 4. Tujuan Manajemen Kelas Tujuan manajemen kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan, baik secara umum maupun khusus. Secara umum tujuan manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa untuk belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap, serta apresiasi para siswa. Adapun tujuan dari manajemen kelas adalah sebagai berikut: a. Agar pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. b. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban. 46 Burhanuddin, Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan (Jakarta: BumiAksara, 1994), hlm. 49
  63. 63. 63 c. Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan di kelas demi perbaikan pembelajaran pada masa mendatang. Jadi, manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi di dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.5. Hambatan-hambatan Manajemen Kelas a. Faktor guru, faktor penghambat yang datang dari sini berupa hal-hal, seperti: tipe kepemimpinan guru yang otoriter, format belajar mengajar yang tidak bervariasi (monoton), kepribadian guru yang tidak baik, pengetahuan guru yang kurang, serta pemahaman guru tentang peserta didik yang kurang.47 b. Faktor peserta didik. Kekurangsadaran peserta didik dalam memenuhi tugas dan haknya sebagai anggota kelas atau suatu sekolah akan menjadi masalah dalam pengelolaan kelas.47 Ahmad Rohani & Abu Ahmadi, Op. Cit., hlm. 151-152
  64. 64. 64 c. Faktor keluarga. Tingkah laku peserta didik di dalam kelas merupakan pencerminan keadaan keluarganya. Sikap otoriter orang tua akan tercermin dari tingkah laku peserta didik yang agresif atau apatis. Di dalam kelas sering ditemukan ada peserta didik penganggu dan pembuat ribut, mereka itu biasanya dari keluarga yang broken-home. d. Faktor fasilitas. Faktor ini meliputi: jumlah peserta didik dalam kelas yang terlalu banyak dan tidak seimbang dengan ukuran kelas, besar dan kecilnya ruangan tidak disesuaikan dengan jumlah peserta didiknya, ketersediaan alat yang tidak sesuai dengan jumlah peserta didik yang membutuhkannya.48 e. Faktor sekolah sebagai lembaga pendidikan. Faktor ini meliputi: pembagian ruangan yang adil untuk setiap tingkat atau jurusan, pengaturan upacara bendera pada setiap hari Senin dan masalah-masalah yang bertalian dengan disiplin.49 Misalnya, menegur peserta didik yang selalu terlambat pada saat apel bendera, mengingatkan peserta didik yang tidak mau memakai seragam sekolah, menasehati peserta didik yang rambutnya gondrong, memberi peringatan keras kepada peserta didik yang merokok di kelas atau sekolah dan suka minum-minuman keras,48 Ibid., hlm. 153-15449 Cece Wijaya dan Tabrani Rusyan, Op.Cit., hlm. 135
  65. 65. 65 sampai kepada mendamaikan peserta didik jika terjadi perselisihan antar sekolah. f. Faktor yang ada di luar wewenang guru bidang studi dan sekolah. Dalam mengatasi masalah semacam ini mungkin yang harus terlibat adalah orang tua, lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat seperti karang taruna, bahkan para pengusaha dan lembaga pemerintahan setempat.6. Perencanaan Manajemen Kelas a. Analisis Masalah Manajemen Kelas Masalah pengelolaan kelas dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok.50 Meskipun seringkali terjadi perbedaan antara kedua kelompok itu hanya merupakan perbedaan tekanan saja. Tindakan pengelolaan kelas seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakikat masalah yang dihadapi, sehingga pada gilirannya ia dapat memilih strategi dengan penanggulangan yang tepat pula. 1) Masalah Individual50 Ahmad Rohani, Op. Cit., hlm. 124
  66. 66. 66 Dalam konteks ini dapat dibedakan menjadi empat kelompok masalah manajemen kelas yang bersifat individual, yaitu: a) attention-getting behaviors (tingkah laku menarik perhatian orang lain). b) power-seeking behaviors (tingkah laku mencari kekuasaan). c) revenge-seeking behaviors (tingkah laku menuntut balas). d) peragaan ketidakmampuan, yaitu dalam bentuk sama sekali menolak untuk mencoba melakukan apa pun karena yakin hanya kegagalanlah yang menjadi bagiannya. 2) Masalah Kelompok Louis V Johson dan Mary A. Bany mengemukakan tujuh kategori masalah kelompok dalam manajemen kelas,51 yaitu: 1) kelas kurang kohesif lantaran alasan karena jenis kelamin, suku, tingkat sosial ekonomi, dan sebagainya. 2) penyebalan terhadap norma-norma tingkah laku yang telah disepakati sebelumnya, misalnya sengaja berbicara keras-keras di ruang baca perpustakaan.51 Mulyadi, Classroom Management (Malang: UIN-PRESS MALANG, 2009), hlm. 15
  67. 67. 67 3) kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya, misalnya mengejek anggota kelas yang dalam pengajaran seni suara, menyanyi dengan suara sumbang. 4) membimbing anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok, misalnya pembinaan semangat kepada badut kelas. 5) kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah dikerjakan. 6) semangat kerja rendah atau melakukan semacam aksi protes kepada guru karena menganggap yang diberikan kurang fair. 7) kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru, seperti gangguan jadwal, guru kelas terpaksa diganti sementara oleh guru lain dan sebagainya.b. Desain Kegiatan Belajar Mengajar Desain kegiatan belajar mengajar/desain pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau persiapan yang sistematis dalam suatu aktivitas pembelajaran dengan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran serta melalui langkah-langkah pembelajaran yang akan dimanifestasikan bersama-sama pada peserta didik. Singkat kata, desain pembelajaran merupakan alat yang dapat membantu guru dalam melaksanakan
  68. 68. 68 kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien.52 Kegiatan ini merupakan tugas guru sebagai desainer dalam menyusun perangkat dan instrumen pembelajaran. 1) Menyusun Silabus Istilah silabus dapat didefinisikan sebagai ”Garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pelajaran”. Silabus digunakan menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standart kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standart kompetensi dan kemampuan dasar. Silabus adalah ancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu, sebagai hasil dari seleksi, pengelompokan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan daerah setempat.52 Ibid,, hlm. 69
  69. 69. 69 Dalam kurikulum 2004 yang dimaksud dengan silabus adalah:53 • Seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar. • Komponen silabus menjawab: kompetensi apa yang akan dikembangkan pada siswa?; bagaimana cara mengembangkannya?; bagaimana cara mengetahui bahwa kompetensi sudah dikuasai oleh siswa?. • Tujuan pengembangan silabus adalah membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi perencanaan belajar mengajar. • Sasaran pengembangan silabus adalah guru, kelompok guru mata pelajaran di sekolah/madrasah kelompok guru, musyawarah guru mata pelajaran dan dinas pendidikan. Pada umumnya suatu silabus paling sedikit harus mencakup unsur-unsur: tujuan mata pelajaran yang diajarkan; sasaran-sasaran mata pelajaran; keterampilan yang diperlukan agar dapat menguasai mata pelajaran tersebut dengan baik; urutan topik-topik yang53 Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 39

×