BAB                                           1                      LINTAS BUDAYA LOMBOK (SASAK)1. PENDAHULUAN       Diti...
atau selapawis. Asal-usul penduduk pulau Lombok terdapat beberapa versi salahsatunya yaitu kata Sasak secara etimilogis me...
BAB                                      11                                  PEMBAHASAN   1. Sejarah Kebudayaan Masyarakat...
Sejarah Lomboq tidak lepas dari silih bergantinya penguasaan dan peperanganyang terjadi di dalamnya baik konflik internal,...
berakulturasi dengan kesenian lokal yaitu kesenian bali dan pengaruh kebudayaanislam. Keduanya membawa Kontribusi yang bes...
1. Merangkat    Merangkat yaitu suatu acara makan berdua sebagian awal dari sebuah prosesperkawinan, acara merangkat ini, ...
3. Selabar        Selabar artinya sebar kabar. Selabar ini dilakukan setelah proses sejati selesaidijalankan dan diterima ...
disamping itu juga dalam proses sorong serah inilah merupakan puncak sidang krameadat perkawinan untuk bangse sasak, karen...
Oleh karena itu kepada masyarakat juga sangat diperlukan, disamping itudiperlukan juga rumusan langkah-langkah kongkrit ag...
a.   Inaq adalah panggilan ego kepada Ibu   b.   Amaq adalah panggilan ego kepada Bapak   c.   Ari adalah panggilan ego ke...
5. ADAT ISTIADAT   a. Kelahiran        Upacara kegiatan ini berkaitan dengan lingkungan (daur) hidup manusia yangperlu diu...
b. Setelah selesai memboreh lalu dukun menyiapkan bara api yang terbuat dari        sabut kelapa yang ditaburi dengan keme...
 Nyunatang       Nyunatan (khitanan) selain merupakan acara adat, juga merupakan acarakeagamaan dalam hal ini terkenal de...
Masyarakat sasak sebagai bangsa yang berbudaya telah memiliki titi tata dalammelaksanakan perkawinan, semenjak kaum lelaki...
Midang dilakukan dirumah gadis atau janda antara pukul 20.00 sampai denganpukul 22.00. midang disiang hari dipandang kuran...
orang tua, gadis yang akan diambil itupun telah mengetahui, sehingga proses ini padagalibnya merupakan kesepakatan diantar...
Karena pembicaraan ini menyangkut persoalan yang sangat penting dalamproses menuju sorong serah dan dilakukan oleh utusan,...
Makna Titi Tata Adat Perkawinan Sasak      Rangkaian panjang proses perkawinan adat sasak beserta simbol-simbol yangmenyer...
Akan halnya begawe merarik setidak-tidaknya memiliki tiga makna penting.Pertama, makna silaturrahmi dan persaudaraan, dima...
dilakukan. Tidak terlupakan juga pergeseran-pergeseran dalam cara pandangmasyarakat yang semakin terbuka bagi berlakunya a...
diikatkan dengan benang. Kain putih melambangkan laki-laki dan kain hitammelambangkan perempuan, benang merupakan simbol p...
Dua arta gegawan yang tidak bisa ditinggalkan dalam adat perkawinan sasakadalah pebayaran denda-denda sebagai konsekuensi ...
a. Setelah seseorang dinyatakan meninggal maka orang tersebut             dihadapkan ke kiblat. Diruang tempat orang yang ...
Masyarakat Lombok sejak dahulu kala bermata pencaharian dari bercocoktanam (petani). Dalam budaya sasak sebelum menanam pa...
KATA PENGANTAR        Puji syukur kepada Allah S.W.T yang telah memberikan kita rahmat danhidayah-Nya dan tidak lupa juga ...
DAFTAR PUSTAKAH. Sudirman, S.Pd, Gumi Sasak Dalam SejarahBuku : Lombok mirah sasak adi, sejarah social,islam,budaya,politi...
DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ...............................................................................................  ...
MAKALAH KONSELING LINTAS BUDAYA                    OLEH                  KELOMPOK I                NAJAMUDDIN             ...
BAB                                        111                                   PENUTUPKeaimpulan Lombok merupakan salah ...
Adat perkawinan sasak
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Adat perkawinan sasak

2,529

Published on

adat sasak

Published in: Art & Photos
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • blessing_11111@yahoo.com

    My name is Blessing
    i am a young lady with a kind and open heart,
    I enjoy my life,but life can't be complete if you don't have a person to share it
    with. blessing_11111@yahoo.com

    Hoping To Hear From You
    Yours Blessing
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,529
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
46
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Adat perkawinan sasak

  1. 1. BAB 1 LINTAS BUDAYA LOMBOK (SASAK)1. PENDAHULUAN Ditinjau dari sudut social budaya, penduduk Nusa Tenggara Barat masihtergolong tradisional yang bersumber pada kebudayaan suku asli masyarakat yaitu sukuSasak di pulau Lombok, Suku Mbojo di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompo sertasuku samawa di Kabupaten Sumbawa dan sumbawa Barat. Dua kebudayaan besar yangpernah mempengaruhi perkembangan sejarah di Indonesia yaitu kebudayaan hindu dankebudayaan Islam masih berkembang dan berakar pada masyarakat NTB, diantaranyaSasak, Sumbawa dan Mbojo dan bahasa daerah yang di gunakan yaitu bahasa Sasak,Bahasa Sumbawa dan Bahasa Mbojo. Pembangunan bidang kebudayaan dalam tahun 2005 diarahkan untukmendukung pembinaan dan peningkatan pelayanan social. Sasaran pembangunankebudayaan pada tahun 2005 adalah terwujudnya struktur sosical, kreativitas budayadan daya dukung lingkungan yang kondusif bagi pembentukan jati diri bangsa, tersebarluasnya perkembangan modal budaya pembelajaran yang berorintasi iptek dan kesenian,terkelolanya aset budaya yang dapat dijangkau secara adil bagi masyarakat luas, sertaterselenggaranya upaya dan kebijakan pengelolaan keragaman budaya yangkomprenhensif, sistematik dan berkelanjutan untuk memperkokoh integritas bangsa. Era Pra Sejarah tanah Lombok tidak jelas sampai saat ini belum ada data-datadari para ahli serta bukti yang dapat menunjang tentang masa Pra Sejarah tanahLombok. Suku sasak termasuk dalam ras tipe melayu yang konon telah tinggal diLombok selama 2.000 tahun yang lalu dan diperkirakan telah menduduki daerah pesisirpantai sejak 4.000 tahun yang lalu, dengan demikian perdagangan antar pula sudah aktifterjadi sejak zaman tersebut dan bersamaan dengan itu saling mempengaruhi antarbudaya juga telah menyebar. Lombok Mirah Sasak Adi merupakan salah satu kutipan dari kitabNegarakertagama, sebuah kitab yang memuat tentang kekuasaan dan pemerintahanKerajaan Majapahit. Kata Lombok dalam bahasa kawi berarti Lurus atau juju, katamirah berarti permata, kata sasak berarti kenyataan, dan kata adi artinya yang baik atauyang utama maka arti keseluruhannya yaitu “kejujuran adalah permata kenyataanyang baik atau utama”. Maka filosofi itulah mungkin yang selalu diidamkan leluhurpenghuni tanah Lombok yang tercipta sebagai bentuk kearifan local yang harus dijagadan dilestarikan oleh anak cucunya. Dalam kitab-kitab lama, nama Lombok dijumpai sebagai Lombok mirah danLombok adi beberapa lontar Lombok juga menyebut Lombok dengan bumi selaparang
  2. 2. atau selapawis. Asal-usul penduduk pulau Lombok terdapat beberapa versi salahsatunya yaitu kata Sasak secara etimilogis menurut Dr.. Goris.s berasal dari kata sahyang berarti pergi dan shaka yang berarti leluhur, berarti pergi ke tanah leluhur orangsasak (Lombok). Dari etimologis ini diduga leluhur orang sasak adalah orang jawa,terbukti bila dari tulisan sasak yang oleh penduduk Lombok disebut Jawa, yakni aksaraJawa selengkapnya diresepsi oleh kesusastraan sasak.
  3. 3. BAB 11 PEMBAHASAN 1. Sejarah Kebudayaan Masyarakat Sasak Era Pra Sejarah tanah Lombok tidak jelas karena sampai saat ini belum ada data-data dari para ahli serta bukti yang dapat menunjang tentang masa pra sejarah tanahlombok.Suku Sasak temasuk dalam ras tipe melayu yang konon telah tinggal di Lombokselama 2.000 tahun yang lalu dan diperkirakan telah menduduki daerah pesisir pantaisejak 4.000 tahun yang lalu, dengan demikian perdagangn antar pulau sudah aktif terjadisejak zaman tesebut dan bersamaan dengan itu saling mempengaruhi antar budaya jugatelah menyebar. LOMBOK MIRAH SASAK ADI merupakan salah satu kutipan dari kitabNegarakertagama, sebuah kitab yang memuat tentang kekuasaan dan pemerintahaankerajaan Majapahit. Kata Lomboq dalam bahasa kawi berarti lurus atau jujur, kata mirahberarti permata, kata sasak berarti kenyataan, dan kata adi artinya yang baik atau yangutama maka arti keseluruhan yaitu kejujuran adalah permata kenyataan yang baikatau utama. Makna filosofi itulah mungkin yang selalu di idamkan leluhur penghunitanah lombok yang tercipta sebagai bentuk kearifan lokal yang harus dijaga dandilestariakan oleh anak cucunya. Dalam kitab – kitab lama, nama Lomboq dijumpai disebut Lomboq mirah danLomboq adi beberapa lontar Lomboq juga menyebut Lomboq dengan gumi selaparangatau selapawis. Asal-usul penduduk pulau Lombok terdapat beberapa Versi salah satunya yaituKata sasak secara etimilogis menurut Dr. Goris. s. berasal dari kata sah yang berartipergi dan shaka yang berarti leluhur. Berarti pergi ke tanah leluhur orang sasak (Lomboq ). Dari etimologis ini diduga leluhur orang sasak adalah orang Jawa, terbuktipula dari tulisan sasak yang oleh penduduk Lomboq disebut Jejawan, yakni aksara Jawayang selengkapnya diresepsi oleh kesusastraan sasak. Etnis Sasak merupakan etnis mayoritas penghuni pulau Lomboq, suku sasakmerupakan etnis utama meliputi hampir 95% penduduk seluruhnya. Bukti lain jugamenyatakan bahwa berdasarkan prasasti tong – tong yang ditemukan di Pujungan, Bali,Suku sasak sudah menghuni pulau Lomboq sejak abad IX sampai XI masehi, Katasasak pada prasasti tersebut mengacu pada tempat suku bangsa atau penduduk sepertikebiasaan orang Bali sampai saat ini sering menyebut pulau Lomboq dengan gumisasak yang berarti tanah, bumi atau pulau tempat bermukimnya orang sasak.
  4. 4. Sejarah Lomboq tidak lepas dari silih bergantinya penguasaan dan peperanganyang terjadi di dalamnya baik konflik internal, yaitu peperangan antar kerjaan dilombok maupun ekternal yaitu penguasaan dari kerajaan dari luar pulau Lombok.Perkembangan era Hindu, Budha, memunculkan beberapa kerajaan seperti selaparangHindu, Bayan. Kereajaan-kerajaan tersebut dalam perjalannya di tundukan olehpenguasaan kerajaan Majapahit dari ekspedisi Gajah Mada pada abad XIII – XIV danpenguasaan kerajaan Gel – Gel dari Bali pada abad VI. Antara Jawa, Bali dan Lomboqmempunyai beberapa kesamaan budaya seperti dalam bahasa dan tulisan jika di telusuriasal – usul mereka banyak berakar dari Hindu Jawa hal itu tidak lepas dari pengaruhpenguasaan kerajaan Majapahit yang kemungkinan mengirimkan anggota keluarganyauntuk memerintah atau membangun kerajaan di Lomboq. Pengaruh Bali memang sangat kental dalam kebudayaan Lomboq hal tersebuttidak lepas dari ekspansi yang dilakukan kerajaan Bali sekitar tahun 1740 di bagianbarat pulau Lomboq dalam waktu yang cukup lama. Sehingga banyak terjadi akulturasiantara budaya lokal dengan kebudayaan kaum pendatang hal tersebut dapat dilihat dariterjelmanya genre – genre campuran dalam kesenian. Banyak genre seni pertunjukantradisional berasal atau diambil dari tradisi seni pertunjukan dari kedua etnik. Sasak danBali saling mengambil dan meminjam dan terciptalah genre kesenian baru yang menarikdan saling melengkapi Gumi sasak silih berganti mengalami peralihan kekuasaan hingga ke era Islamyang melahirkan kerajaan Islam Selaparang dan Pejanggik. Islam masuk ke Lomboqsepanjang abad XVI ada beberapa versi masuknya Islam ke Lomboq yang pertamaberasal dari Jawa masuk lewat Lomboq timur. Yang kedua pengIslaman berasal dariMakassar dan Sumbawa ketika ajaran tersebut diterima oleh kaum bangsawan ajarantersebut dengan cepat menyebar ke kerajaan – kerajaan di Lomboq timur dan Lomboqtengah. Mayoritas etnis sasak beragama Islam, namun demikian dalam kenyataanyapengaruh Islam juga berakulturasi dengan kepercayaan lokal sehingga terbentuk aliranseperti waktu telu, jika dianalogikan seperti abangan di Jawa. Pada saat ini keberadaanwaktu telu sudah tidak kurang mendapat tempat karena tidak sesuai dengan syariatIslam. Pengaruh Islam yang kuat menggeser kekuasaan Hindu di pulau Lomboq, hinggasaat ini dapat dilihat keberadaannya hanya di bagian barat pulau Lomboq sajakhususnya di kota Mataram. Silih bergantinya penguasaan di Pulau Lomboq dan masuknya pengaruh budaya lainmembawa dampak semakin kaya dan beragamnya khasanah kebudayaan sasak. Sebagaibentuk dari Pertemuan(difusi, akulturasi, inkulturasi) kebudayaan. Seperti dalam halKesenian, bentuk kesenian di lombok sangat beragam.Kesenian asli dan pendatangsaling melengakapi sehingga tercipta genre-genre baru. Pengaruh yang paling terasa
  5. 5. berakulturasi dengan kesenian lokal yaitu kesenian bali dan pengaruh kebudayaanislam. Keduanya membawa Kontribusi yang besar terhadap perkembangan ksenian-kesenian yang ada di Lombok hingga saat ini. Implementasi dari pertemuan kebudayaandalam bidang kesenian yaitu, Yang merupakan pengaruh Bali ; Kesenian Cepung, cupakgerantang, Tari jangger, Gamelan Thokol, dan yang merupakan pengaru Islam yaituKesenian Rudad, Cilokaq, Wayang Sasak, Gamelan 2. Aspek Budaya Yang Berkaitan Dengan Keagamaan1. Perayaan Lebaran Topat Tradisi Lebaran Topat berlangsung turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Selainmerupakan rangkaian kegiatan untuk merayakan Idul Fitri, acara itu memiliki misimempertahankan tradisi leluhur. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam tradisiperayaaan Lebaran topat ini. Mulai dari nilai budaya, agama, hingga pesta rakyat.Dari aspek agama, masyarakat Sasak melaksanakan Lebaran Topat dengan melakukankegiatan-kegiatan ritual. Salah satunya, ziarah kubur ke makam para alim ulamaterkenal yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Pulau Lombok. Di KotaMataram, masyarakat biasanya datang ke tiga tempat, yaitu Makam Bintaro, M akambatu layar dan Makam Loang Baloq. ketiga makam itu dipandang cukup keramat.Dalam ziarah kubur, warga sejatinya tidak hanya memanjatkan doa, tapi jugamelakukan beragam ritual keagamaan dan atraksi simbolik. Misalnya, di dua makamyang dianggap keramat tadi, pengunjung menyempatkan mencukur rambut bayinya(ngurisan). Bayi yang dicukur rambutnya di tempat tersebut diyakini akan menjadi anakyang saleh dan sukses di masa yang akan datang. Tidak hanya itu, acara tersebut jugamenjadi haul bagi mereka yang sukses dalam hidupnya. Untuk melambangkannya,mereka datang dengan membawa perbekalan berupa makanan. Misalnya, ketupat,pelalah ayam, daging, opor telur, pakis, paku, urap-urap, dan pelecing kangkung. Semuamakanan itu kemudian dimakan bersama-sama di halaman makam. B. Aspek budaya yang berkaitan dengan perkawinanI. Adat perkawinan suku sasakDalam adat perkawinan suku sasak terdapat beberapa tahapan atau proses, yakni sebagaiberikut: 1. Merangkat 2. Sejati 3. Selabar 4. Nuntut Wali 5. Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutan 6. Sedawuh 7. Sorong Serah 8. Napak Tilas (Balas Ones Nae)
  6. 6. 1. Merangkat Merangkat yaitu suatu acara makan berdua sebagian awal dari sebuah prosesperkawinan, acara merangkat ini, dilakukan pada malam pertama calon pengantinwanita datang di gubug atau di kampung calon pengantin laki. Pada malam itulah keduacalon pengantin makan bersama (makan berdua) dan ditemani oleh satu orangperempuan tua atau salah seorang keluarga dekat dari calon pengantin laki (dulu disebutInaq Umbaq). Dikatakan merangkat karena makanan yang disajikan denganmenggunakan satu buah wadah yang berisi satu butir telur ayam kampung, satu satupiring nasi, satu satu ekor ayam bakar panggangan lengkap dengan bumbunya (duluwadahnya memakai dulang janggal dan ditutup dengan tembolaq daun duntal warnamerah. Pada saat makan kedua calon pengantin, mereka duduk berhadapan dan calonpengantin laki sebaiknya bercerita tentang situasi keluarga, keadaan kampungnya,keadaan masyarakat kampungnya dan lain lain, artinya supaya calon pengantin wanitamengetahuinya untuk menjaga ketersinggungan dirinya. Pada malam datangnya calonpengantin ini, kaum muda-mudi juga datang meramaikan acara serta menyaksikan calonpengantin wanita sambil membawa rokok, ayam, telur, gula, kopi, teh dan lain-lainuntuk sama – sama membalas jasa atau juga menanam jasa kepada kedua calonpengantin. Menanam jasa artinya memberikan kepada kedua calon pengantin, sebab dikalananti mereka pasti akan kawin akan dibalas juga dengan seperti itu, akan tetapi tidaktercatat sebagai hutang. Kalau terjadi tidak diberikan tidak menjadi permasalahan.Membalas jasa artinya membalas kebaikan calon pengantin bahwa pada saat belumkawin pernah membantunya, (pertolongan jasa dibalas dengan jasa disebut Besiruan).Pada malam itu juga semua pemuda pemudi ikut makan bersama – sama sambilmembuat pinje – panje (teka teki) yang sifatnya Humoris. 2. SejatiSejati artinya sungguh atau sesungguhnya. Sejati merupakan proses informasi yangditujukan kepada pemerintah desa (desa asal calon pengantin wanita) untukmemberitahukan kepada kepala desa (Pengamong Krame) kemudian dilanjutkaninformasi tersebut kepala dusun atau keliang (Pengemban Krame).Isi informasi (sejati) yang diucapkan di kepala desa yaitu : “ada salah seorang wargadesa ini yang bernama Ayu anaknya Bpk. Rahman berasal dari dusun Memelaq, bahwaAyu (warga desa) telah meninggalkan desa ini sudah 3 hari yang lalu dengan tujuankawin dengan warga dari desa Langko. Isi informasi (sejati) yang diucapkan di kepala Dusun (Keliang) yaitu : “adasalah seorang warga Dusun ini yang bernama Ayu anaknya Bpk. Rahman berasal daridusun ini, bahwa Ayu telah meninggalkan desa ini sudah 3 hari yang lalu dengan tujuankawin dengan warga dari desa Langko, dusun Mareje.Sejati dapat dilakukan setelah 3 atau selampatnya 5 hari setelah keluar dari desa atausetelah diambil oleh calon suaminya. Dalam pelaksanaan sejati boleh berhubungandengan pemerintah desa saja, kalau terjadi antar kecamatan maka dapat berhubungandengan kepala desa dan kepala dusun (Keliang), akan tetapi kalau terjadi satu desa tapilain keliang maka pelasanaan sejati dapat memnghubungi keliang, namun kalau terjadisatu dusun maka sejati dapat dilakukan sebagai permakluman dan dapat dilakukan keproses selabar.
  7. 7. 3. Selabar Selabar artinya sebar kabar. Selabar ini dilakukan setelah proses sejati selesaidijalankan dan diterima dengan baik oleh pihak pemerintah desa atau Keliang, danprosese selabar ini dapat dilaksanakan kepada orang tua dan sanak saudara calonpengantin wanita melalui keliang selaku pendamping keluarga selaku penanggungjawab secara pemerintah yang ada di dusun atau kampung.Isi informasi (selabar) yang diucapkan di keluarga besar calon pengantin wanita yaitu :“ada anak, adik, kakak, saudara yang bernama Ayu anaknya Bpk. Rahman berasal daridusun ini, bahwa Ayu telah meninggalkan rumah, ibu, bapak serta saudaranya semuasudah 3 hari yang lalu dengan tujuan mau kawin dengan anaknya Bpk Sahdan wargadari desa Langko, dusun Mareje.4. Nuntut Wali Nuntut wali artinya : menjemput wali, didalam pelaksanaan nuntut wali ini,apabila hal-hal yang penting didalam adat proses adatnya sudah semua selesaidibicarakan maka wali sudah bisa diambil untuk mengawinkan kedua calon pengantintentu dengan hasil musyawarah dari kedua belah pihak keluarga calon pengantin wanitadan keluarga calon pengantin laki. Wali di jemput oleh beberapa orang dari pihakpengantin laki dan memawa seorang pemuka agama, Kyai, Ustad, atau Tuan Guru.5. Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas PanutanRebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutan artinya meminta kepatutan atau kewajaranuntuk dibebankan. Proses ini adalah suatu bentuk proses untuk mengambil hasil musyawarah pihakkeluarga pengantin wanita tentang pinansial yang sepantasnya. Ini dapat dilaksanakankapanpun setelah ada kesiapan dari pihak pengantin laki, sebab ini adalah sifatnyakhusus karena membicarakan tentang materi. Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutanini dilaksanakan oleh pihak pengantin laki yang benar – benar dekat serta beranibertanggung jawab atas keputusan yang disepakatinya. Didalam proses ini yang dapatdibicarakan tentang sbb :• Materi atau Bande• Penentuan hari gaweLambang adat aji krame serta aturan diluar aji krame dan Sistim penyongkolan.6. Sedawuh Sedawuh berasal dari kata Dawuh yang artinya : Aba – Aba atau Perintah.Sedawuh ini dilakukan 7 hari sebelum hari Gawenya. Proses Sedawuh ini dilaksanakanoleh pihak pengantin laki yang mengutuskan 1 atau 2 orang memberitahukan tentangperkembangan atau kesiapan untuk menjalani karya adat dan yang paling utama yangdibicarakan adalah tentang ketetapan hari ( H ) bahwa hari gawe, lambang adat ajikrame atau aturan diluar aji krame dan sistim penyongkolan yang ketiga item itu tidakada perubahannya. 7. Sorong SerahSorong arinya Dorongan, Serah artinya Penyerahan.Sorong Serah artinya suatu dorongan kepada kedua orang tua pengantin untukmenyerahkan atau melepaskan (Serah Terima) anak mereka untuk hidup berumahtangga sehingga kedua pengantin tidak terikat pada orang tua mereka masing – masing.Didalam proses inilah nampak bahwa proses serah terima tanggung jawab kedua orangtua dan sanak saudara masing – masing dalam hal pemiharaan atau (pengasuh),
  8. 8. disamping itu juga dalam proses sorong serah inilah merupakan puncak sidang krameadat perkawinan untuk bangse sasak, karena pada proses ini harus dihadiri oleh parasesepuh, para penglingsir, kepala desa, dan kepala kampung (keliang) dari keduapengantin, proses sidang adat tersebut ditegaskan bahwa kedua pengantin dinyatakanSyah bersuami Istri dan disaksikan oleh seluruh masyarakat kampung bahkan diluarkampung (para tamu undangan 8. balik lampak Balik lampak artinya Kembali untuk Bersilaturrahmi.Balik lampak ini merupakan suatu proses silaturrahmi antara ke dua orang tua sertasanak saudara dari kedua belah pihak dengan tujuan untuk saling kenal lebih dekat, danproses ini sangat perlu dilaksanakan sebab selama proses demi proses dilakukan olehutusan saja, sehingga tidak tau mungkinkah utusan itu pernah membuat tersinggungantara kedua belah pihak, maka dalam balik lampak inilah tempat saling memaafkansehingga untuk selanjutnya dapat menjalin hubungan keluarga ini dengan baik. 3, BAHASA Disamping bahasa indonesia sebagian bahasa nasional penduduk pulau Lombok(terutama suku sasak), menggunakan bahasa sasak sebagai bahasa utama dalampercakapan sehari-hari. Di seluruh Pulau Lombok sendiri bahasa sasak dapat dijumpaidalam empat dialek yang berbeda yakni dialek Lombok Utara, Lombok Tengah,Lombok Timur laut dan Tenggara. Selain itu dengan banyaknya penduduk suku Baliyang berdiam di Lombok (sebagaian besar berasal dari eks Kerajaan Karangasem), dibeberapa tempat terutama di Lombok Barat dan kotamadya Mataram dapat dijumpaiperkembangan yang menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari. Usaha menumbuhkan rasa bangga menggunakan bahasa sasak merupakan salahsatu usaha yang sangat tepat untuk memepertahankan nilai-nilai budaya sasak. Banggadengan bahasa sasak haruslah menjadi sikap yang terus menerus ditanamkan dandikembangkan, terutama pada generasi-generasi penerus kita. Hal tersebut dingkapkan oleh Muhyuni, salah seorang dosen Fakultas IlmuKeguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram beberapa waktu yang lalu, iajuga menjelaskan bahwa setiap nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dimasyarakat secara tidak langsung terlihat dari bahasanya. Oleh sebab itu, di pandangperlu bila semua pembinaan ragam bahasa dan budaya harus memiliki landasan hukumyang pasti seperti peraturan daerah (Perda). Perda dalam rangka revitalisasi budaya dan bahasa sasak merupakan agendamendadak, sebab politik will pemerintah daerah untuk mendukung hal tersebut benar-benar sangat di butuhkan. Untuk mempertahankan bahasa dan budaya diperlukananalisis kebutuhan dari masyarakat sebagai pemakai bahasa itu sendiri, namun haltersebut menurut Mahyuni sangat sulit dilakukan karena pemahaman masyarakattentang budaya dan bahasa yang dimilikinya sangat minim.
  9. 9. Oleh karena itu kepada masyarakat juga sangat diperlukan, disamping itudiperlukan juga rumusan langkah-langkah kongkrit agar masyarakat kita banggamenggunakan bahsa sasak. 4. SILSILAH Dalam masyarakat sasak terdapat beberapa silsilah ditinjau dari sistemkekerabatan antara lain :Golongan Ningrat Golongan ini dapat diketahui dari sebutan kebangsawanannya. Sebutan keningratan ini merupakan nama depan dari seseorang dari golongan ini. Nama depan keningratan ini adalah “lalu” untuk orang-orang ningrat pria yang belum menikah, sedangkan apabila yang sudah menikah maka nama keningratannya adalah “mamiq”. Untuk wanita nama depannya adalah “lale” bagi mereka yang belum menikah, sedangkan yang sudah menikah disebut “mamiq lale”.1. Golongan Pruangse Kreteria khusus yang dimiliki oleh golongan ini adalah sebutan “bape” untuk kaum laki-laki pruangse yang belum menikah. Sedangkan untuk kamu pruangse yang belum menikah tak memiliki sebutan lain kecuali nama mereka, misalnya seorang dari golongan ini lahir dengan nama si “A” maka ayah dari golongan pruangse ini di panggil “Bape A”, sedangkan ibunya dipanggil “inaq A”. Disinilah perbedaaan ningrat dan pruangse.2. Golongan jajar karang/Bulu ketujur (Masyarakat Biasa) Golongan ini adalah masyarakat biasa yang konon dahulu adalah hulubalang sang raja yang pernah berkuasa di Lombok. Kreteria khusus golongan ini adalah sebutan “amaq” bagi kaum laki-laki yang menikah, sedangkan perempuan adalah “inaq”. Di Lombok nama kecil akan hilang atau tidak dipakai sebagai panggilan kalaumereka telah berketurunan. Nama mereka selanjutnya adalah tergantung pada anaksulungnya. Seperti contoh di atas lrbih jelasnya adalah bila si B lahir sebagai cucu,maka mamiq A dan Inaq A akan dipanggil papuk B. Panggilan ini berlaku untukgolongan pruangse dan Bulu ketujur. Mereka dari golongan Ningrat Mamiq A danMamiq lale A akan di panggil Niniq A.Sistem kekerabatan/silsilah di Lombok pada umumnya adalah berdasarkan prinsipBilateral yaitu menghitung hubungan kekerabatan melalui pria dan wanita. Kelompokterkecil adalah keluarga batih yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak. Pada masyarakatLombok Selatan ada beberapa istilah antara lain:
  10. 10. a. Inaq adalah panggilan ego kepada Ibu b. Amaq adalah panggilan ego kepada Bapak c. Ari adalah panggilan ego kepada adik perempuan atau adik laki-laki d. Kakak adalah panggilan ego kepada adik perempuan atau laki-laki dari ibu atau bapak e. Oaq adalah panggilan ego kepada adik perempuan atau laki-laki dari ibu atau bapak f. Saiq adalah panggilan ego kepada adik perempuan atau laki-laki dari ibu atau bapak g. Tuaq adalah panggilan ego kepada adik laki-laki dari ayah atau ibu h. Pisaq adalah panggilan ego kepada anak dari adik atau kakak dari ibu i. Pusaq adalah panggilan ego kepada anak dari adik atau kakak dari ayah Untuk masyarakat kaum kerabat di tolot-tolot pada khususnya dari LombokSelatan, lombok Timur pada umumnya mencakup 10 Generasi ke bawah dan 10generasi ke atas sebagai berikut :Generasi ke bawah antara lain : 1. Inaq/amaq 2. Papuq 3. Baloq 4. Tate 5. Toker 6. Keletuk 7. Keletak 8. Ebit 9. Mbak 10. Gantung siyurGenerasi ke atas antara lain : 1. Anak 2. Bai 3. Balok 4. Tate 5. Toker 6. Keletuk 7. Keletak 8. Embit 9. Ebak 10. Gantung Siur
  11. 11. 5. ADAT ISTIADAT a. Kelahiran Upacara kegiatan ini berkaitan dengan lingkungan (daur) hidup manusia yangperlu diupacarakan agar mendatangkan berbagai keberkahan dalam menjalankankehidupan. Sebagaimana adat Jawa, Bali Lombok pun mempunyai adat pada waktukelahiran bayi. Bagi keluarga yang mempunyai keturunan atau kelahiran baru akanmelewati proases adat kelahiran yang biasa di Lombok seperti upacara :  Bretes Upacara bretes dilakukan setelah usia tujuh bulan dengan maksud memberikan keselamtan kepada calon ibu dan bayinya. Setelah bayi lahir, ari-arinya diperlakuakn sama dengan sang bayi, karena menurut mereka ari-ari adalah saudara sang bayi yang oleh orang sasak disebut adik-kakak, berarti bayi dan ari-arinya adalah adik-kakak. Setelah ari-ari di bersihkan kemudian dimasukkan kedalam periuk atau tempurung kelapa setengah tua yang sudah dibuang airnya kemudian ditanam di wilayah penirisan yang diberi tanda dengan gundukan tanah seperti kuburan. Sebagai batu nisannya dipergunakan bambu kecil berlubang yang diletakkan berdampingan dengan lekesan daun sirih yang sudah digulung dan diikat dengan benang putih, pinang, kapur sirih dan rokok tradisional. Semua kelengkapan tadi ditata dalam rondon. Rondon tersebut dari daun pisang yang berbentuk segi empat menyerupai kotak.  Melahirkan anak Setelah itu mengadakan sesaji atau selametan melalui upacara tertentu yang berkaitan dengan aktivitas kehidupan mereka sehari-hari, sebagaimanan halnya yang dilakukan wanita sasak apabila melahirkan, maka suaminya segera mencari belian (dukun beranak) yang mengetahui seluk-beluk melahirkan tersebut. Dalam melahirkan, apabila calon ibu kesulitan dalam melahirkan maka belian atau dukun beranak menafsirkan bahwa tingkah laku sang ibu sebelum hamil, misalnya kasar terhadap suami atau ibunya, untuk itu diadakan upacara seperti menginjak ubun-ubun, meminum bekas cuci tangan yang disertai denagn mantra dan sebaginya agar mempercepat kelahiran sang bayi.  Molang Malik Pada saat bayi umur tujuh hari diadakan upacara molang malik (membuang sial). Diperkirakan dalam usia tersebut pusar bayi telah gugur. Pada kesempatan itulah sang bayi diberi nama dan diperolehkan keluar rumah. Beliau (dukun beranak) mengoleskan sepah sirih di atas dada dan dahi sang bayi maupun ibunya. Di beberapa tempat di Lombok selain upacara molang malik dikenal juga upacara “Pera’ Api” yang pada hakekatnya bertujuan sama.prosesi pelaksanaan Pera’ Api adalah : a. Mem-boreh sang ibu dengan boreh yang sudah diramu atau dihaluskan dan diberi doa oleh dukun beranak
  12. 12. b. Setelah selesai memboreh lalu dukun menyiapkan bara api yang terbuat dari sabut kelapa yang ditaburi dengan kemenyan dari daun lemundi (sejenis tumbuhan perdu). c. Ibu bayi menggunakan kain secara bekemben (kain sampai batas dada) sambil menggendong bayinya dan berdiri di atas bara api dan kemudian dukun memberinya do’a/mantra. d. Setelah dukun beranak atau belain selesai berdo’a bara api disiram dengan air bunga rampe (medak api). e. Kemudian sang ibu menyembe’ dan menjam-jam (mendo’akan si bayi menurut kehendak sang ibu). Hal ini dilakukan apabila tali pusat sang bayi sudah kering dan terlepas dari pusarnya.  Ngurisang Upacara ini sangat penting artinya bagi sebuah keluarga, rambut yang dibawadari dalam kandungan disebut bulu panas, maka harus dihilangkan. Untuk itumasyarakat sasak melakukan selametan, do’a atau upacara sederhana yang disebutngurisang. Pada upacara ini pihak keluarga mengundang para tokoh agama, tokohmasyarakat dan tokoh adat untuk membacakan selakaran yang terdiri dari untaian do’adan shalawat Nabi. Biasanya seorang laki-laki atau ayahnya menggendong bayi tersebut sambilberjalan berkeliling di hadapan orang-orang yang sedang membacakan selakaran sertamasing-masing yang hadir memotong sedikit rambut sang bayi dengan guntingan yangdirendam dalam air bunga. Pada upacara ini dikenakan sabuk pemalik yakni alat yangdipergunakan untuk menggendong si bayi. Sabuk pemaliq dianggap keramat karenaproses pembuatan dan penyimpanannyaberdo’a. Upacara ngurisan biasanya diadakan secara besar-besaran dan diikuti denganupacara bekekah yaitu memotong hewan qurban disebut begawe kekah. Sering kaliterkadang pelaksanaan berkuris agak mundur karena terkait dengan finansial. Namunjika tidak mampu cukup pergi ke dukun beranak yang telah membantu kelahirannya.Dalam hal ini cukup mengantar sesaji (andang-andang) dan sabuk katiq (sejenis umbaqtepi berukuran kecil dengan bentuk masih bersambung). Sabuk ketiq disembalundisebut lempot puset sedangkan di Getap disebut sabuk kuning.
  13. 13.  Nyunatang Nyunatan (khitanan) selain merupakan acara adat, juga merupakan acarakeagamaan dalam hal ini terkenal dengan nama “nyunatang”. Pada umumnya sukusasak memeluk agama islam yang dalam ajarannya diperintahkan bagi anak laki-lakiuntuk dikhitan (nyunatang). Dalam nyunatang terjadi pertalian antara nilai-nilai agamaislam dengan tradisi lama yang berkembang dalam suku sasak. Dalam upacaranyunatang ada beberapa hal yang harus dilakukan :  Menjelang nyunatang Upaca adat nyunatang adalah salah satu upacara yang sangat penting bagi masyarakat sasak yang selalu dipestakan disebut begawe.  Pelaksanaan Penyunatan Sehari sebelum pelaksanaan nyunatang terlebih dahulu diambilkan air kemaliq untuk disiramkan ke ujung kemaluan yang akan dipotong, biasanya diiringi dengan bunyi-bunyian. Proses penyiraman dan pemandian dilangsungkan pada tengah malam. Pada keesok harinya untuk menyenangkan anak yang akan disunat maka anak tersebut diarak dengan praja (kuda/singa kayu)yang diiringi dengan musik dan rombongan yang berpakaian adat.b.Perkawinan Adat perkawinan pada masyarakat Lombok dikaitkan dengan upacara sorongserah aji krame. Seorang pemuda (terune) dapat memperoleh seorang istri berdasarkanadat dengan dua cara yaitu: Pertama dengan soloh (meminang kepada keluarga sigadis), kedua dengan cara merarik (melarikan si gadis). Setelah salah satu cara sudahdilakukan, maka keluaraga pria akan melakukan tata cara perkawinan sesuai denganadat sasak sebagaimana yang di papar di bawah ini.Titi Tata Adat Perkawinan SasakLatar Belakang Manusia menurut kodratnya adalah mahluk yang memiliki naluri alamiah yaitunaluri sekual, termasuk kepada lawan jenisnya. Naluri mana kemudian mendorongmanusia untuk saling berkomunikasi, saling mencintai, dan membina hidup bersama. Aktualisasi naluri tersebut tidak dapat dilakukan secara sembrono, karenaberpotensi menimbulkan ekses-ekses negative dalam tata pergaualan antar manusiayang pada titik yang paling ideal dapat merendahkan kemartabatan kemanusiaannya.Atas dasar inilah perkawinan kemudian diciptakan menjadi sebuah pranata yangmemungkinkan aktualisasi tersebut berjalan dalam koridor yang benar, baik dalampandangan budaya maupun agama.
  14. 14. Masyarakat sasak sebagai bangsa yang berbudaya telah memiliki titi tata dalammelaksanakan perkawinan, semenjak kaum lelaki menyatakan hasratnya untukmencintai kaum hawa pilihannya hingga berakhirnya prosesi upacara yang menandaidimulainya sebuah babak baru dalam kehidupan dua insan tersebut dalam satu mahligairumah tangga. Secara normative, titi tata adat perkawinan bangsa sasak berusahamenspiritkan norma-norma kesusilaan, kesopanan, hukum, dan agama. Bahkan seiringperkembangan zaman beberapa hal yang pernah diberlakukan didalam titi tata,dilakukan peninjauan ulang dengan alasan normative tersebut.Menguntai Benang Kasih Proses perkawinan sebagaimana lazimnya dalam tata pergaulan antar manusia,dimulai dengan pengungkapan hasrat cinta dari seorang laki-laki kepada seorangperempuan. Dalam adat sasak, sarana pengungkapan dan pelestarian hasrat praperkawinan itu dilakukan dalam bentuk yang disebut midang, yaitu seorang laki-lakibertandang ke rumah perempuan untuk bertamu. Suatu yang sangat mungkin, midangitu dilakukan berkali-kali hingga keduanya saling mengenal jati dirinya masing-masing.Namun demikian, status perempuan dalam konteks ini adalah pribadi yang masih bebas,yang memungkinkannya menerima tamu lebih dari satu laki-laki. Agar midang ini dapat berlangsung secara bermartabat dan senantiasamengindahkan norma-norma kesusilaan, kesopanan, hokum dan agama, ditetapkansejumlah aturan-aturan normative oleh krama adat. Aturan-aturan tersebut dalam bahasayang luas disebut awig-awig, yang mengatur tentang orang, cara, waktu dan tempatmidang. Orang yang boleh datang midang adalah setiap laki-laki bukan muhrim darigadis atau janda yang dikunjungi. Pengertian laki-laki ini bersifat umum, sehinggaterdapat kemungkinan yang datang berkunjung lebih dari seorang laki-laki. Hal inidimungkinkan, karena dalam pandangan adat, gadis atau janda itu masih bersifat bebasdari komitmen-komitmen yang mengikatnya. Karena yang kemungkinan datangberkunjung itu lebih dari satu orang, maka awig-awig mengatur agar para lelaki itu tidaksaling mencemburui dan saling menyuguhkan sesuatu yang diberikan tuan rumah,karena secara logika penyuguhan itu dimaknai sebagai pelayanan tuan rumah. Selamamidang laki-laki harus duduk yang sopan dan menjaga jarak dengan dengan perempuan,dan perempuan berkewajiban melayani pembicaraan laki-laki itu. Selain itu, sebaiknyajika terdapat beberapa orang laki-laki, yang datang terlebih dahulu segera berpamitanuntuk memberikan kesempatan kepada yang lain. laki-laki itupun setelah berpamitandapat midang ke gadis atau janda lain.
  15. 15. Midang dilakukan dirumah gadis atau janda antara pukul 20.00 sampai denganpukul 22.00. midang disiang hari dipandang kurang patut, karena dapat menggangguaktifitas keseharian seorang gadis atau janda. Dan karena dilakukan malam hari,seyogyanya dilakukan ditempat yang terang benderang dan dilarang keras jika tidak adasarana penerangan. Khususnya di Desa Padamara, tradisi midang ini bukanlah merupakan hal yangumum dilakukan oleh masyarakat pada lingkungan itu, terlebih lagi pada kalangantertentu midang tersebut adalah hal yang sangat tabu. Pandangan semacam ini berkaitanerat dengan aspek keagamaan dimana seorang perempuan bertemu dengan laki-lakiyang bukan termasuk muhrimnya adalah hal yang sangat terlarang, sehinggaberdasarkan pandangan tersebut, maka midang tidak lumrah dilakukan di DesaPadamara. Tidak menutup kemungkinan bahwa komunikasi antara seorang lelaki danperempuan dapat terjadi hanyalah melalui seorang perantara, yang lazim disebut dengan“subandar”, dimana subandar ini biasanya adalah serang perempuan. Dalam tradisimidang, terdapat kemungkinan seorang laki-laki menggunakan orang lain sebagaiperantara atau pendamping berkomunikasi. Orang ini disebut subandar, yang olehbanyak orang berasal dari kata syahbandar di pelabuhan. Dalam perdagangan antarpulau, syahbandar menjadi perantara antara pedagang yang datang berjualan dengancalon pembeli yang bermaksud membeli barang atau sekedar melihat komoditidagangnya. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa tahapan ini sebenarnya merupakanbabak pembuka hubungan dan memulai pengungkapan perasaan dari seseorang denganlawan jenisnya.Menuju Mahligai Rumah Tangga Jika midang merupakan babak awal dimulainya pengungkapan rasa cintaseorang pria terhadap seorang wanita, maka untuk melembagakan perasaan tersebutdalam sebuah perkawinan, pertama-tama seorang laki-laki akan melakukan apa yangpopuler disebut merari’. Menurut sebagian orang, kata merari’ berasal dari “lari”.Merarik berarti mengambil perempuan secara diam-diam untuk tujuan perkawinan.Sejumlah kecil kalangan menyebutkan bahwa merari itu mengambil perempuan denganmemalingkan dari pandangan orang tuanya. Atas dasar ini, disebutkan bahwa artimerarik itu memalingkan gadis dari hadapan orang tuanya. Kendati diambil secaradiam-diam ataupun dipalingkan dari hadapan orang tuanya, ini tidak berarti bahwaorang tua tidak mengetahui hal tersebut. Karena sebelumnya telah berlangsungpembicaraan rahasia antara orang tua laki-laki dan orang tua perempuan yangmemberitahukan orang tua perempuan bahwa kedua anak mereka telah saling menyukaisembari meminta agar merestui pernikahan anak mereka. Disamping diketahui oleh
  16. 16. orang tua, gadis yang akan diambil itupun telah mengetahui, sehingga proses ini padagalibnya merupakan kesepakatan diantara mereka. Untuk menjaga kepatutan dalam pelaksanaan merari’ krama adat jugamenetapkan awig-awig yang mengatur titi tata merarik, antara lain : perempuan ituharus diambil dari rumah orang tua atau walinya dan melarang ditempat bekerja, lelakiyang diambilnya adalah memang yang dicintai oleh perempuan, diambil pada malamhari, namun tidak boleh lewat dari jam 22.00, perempuan itu didampingi olehperempuan lain, setelah diambil ditempatkan dirumah orang lain atau sanak saudara,bukan dirumah lelaki yang diambilnya, dan segera melakukan besejati dan selabar. Setelah merarik dilaksanakan maka kewajiban adat yang harus dilaksanakanadalah besejati dan selabar. Besejati berasal dari kata jati, yang artinya benar atauyakin, yaitu proses melapor kepada kepala lingkungan (keliang, bahasa sasak) tempatlaki-laki dan perempuan berdomisili oleh pihak laki-laki, bahwa pihak laki-laki telahmembawa lari anak perempuan, serta menjelaskan nama dan alamat orang tuaperempuan, dengan tujuan apabila orang tua perempuan melapor kepada kepalalingkungan, ia kehilangan anak perempuan, maka kepala lingkungan dapat menjelasknperihal kejadian sehingga tidak menimbulkan permasalahan. Begitu pula kepalalingkungan tempat berdomisili laki-laki tidak curiga apabila ada perempuan tidakdikenal didaerahnya, hal ini untuk menjaga fitnah. Sedangkan selabar berasal dari kata abar (bahasa kawi artinya bersinar-sinar,terang) yaitu proses mengabari keluarga perempuan oleh pihak laki-laki didampingioleh kepala lingkungan, bahwa anak perempuan mereka telah dibawa oleh laki-lakiyang mencintai anak perempuan mereka. Dalam adat perkawinan sasak bila tidakmelakukan besejati dan selabar akan mengalami kesulitan untuk menuntut wali, karenaorang tua perempuan menganggap anaknya diculik. Nuntut wali adalah proses berikutnya yang harus dilalui, yaitu proses mencariwali, yaitu pihak yang akan menikahkan perempuan sesuai dengan ketentuan syariatislam. Pernikahan secara agama berlangsung dalam proses ini. Proses adat berikutnyasetelah menuntut wali adalah melakukan bait janji. yang dimaksud dengan bait janjiadalah proses musyawarah utusan dari kedua belah pihak untuk membicarakanbagaimana penyelesaian masalah adat untuk prosesi sorong serah, aji krama yangdipergunakn untuk acara sorong serah, sekaligus membahas besarnya arta gegawean,yaitu harta atau uang yang akan dibawa untuk diserahkan kepada pihak perempuansebagai penunjang jalannya acara adat. Dalam proses ini terjadi pula prosesi pisuka langantiran, yaitu proses menimbang kesepakatan antara kedua belah pihak laki-laki danperempuan sebagai ganti atas kehilangan anak perempuan. Selain itu dalam proses baitjanji juga dibicarakan soal hari dan tanggal pelaksanaan sorong serah dan begawe (pestaatau kenduri).
  17. 17. Karena pembicaraan ini menyangkut persoalan yang sangat penting dalamproses menuju sorong serah dan dilakukan oleh utusan, awig-awig adat menentukanpersyaratan-persyaratan orang yang layak dijadikan sebagai utusan. Persyaratanutamanya adalah bertanggung jawab atas ucapan dan tingkah lakunya. Dan syarat-syaratlainya antara lain mengerti hukum dan adat, mengerti tata krama, mampu bicara denganartikulasi yang fasih, mantap dalam mengambil keputusan agar tidak plin plan, berfikirjernih, dan mengerti tata krama berbicara. Secara lebih ringkas, seorang utusan itu harussilat hukum agama / adat, silat tata krame, silat fikir, dan silat lidah. Dengan demikian dengan proses bait janji, keluarga pihak laki-laki akanmengetahui besarnya pisuka ,arta gegawan, waktu pelaksanaan sorong serah danbegawe, sehingga keluarga pihak laki-laki dapat mempersiapkannya. Sorong serah aji krame menjadi proses berikutnya dan merupakan inti dariperkawinan adat sasak. Bagi masyarakat sasak, sebesar apapun sebuah resepsi digelar,tetapi tanpa melakukan upacara adat sorong serah, maka perkawinan tersebut belumdianggap sah secara adat, bahkan lebih jauh berakibat hilangnya hak waris bagi anak-anak hasil perkawinan tersebut.Akhir dari Upacara Dengan selesainya pelaksanaan sorong serah aji krama, maka sahlah kedua insanyang saling mencintai itu sebagai pasangan suami istri. Kesuka-citaan atas perkawinanitu kemudian dirayakan dalam sebuah acara yang disebut begawe. Secara harfiahbegawe itu berarti kenduri, pesta, perhelatan, dan selamatan yang merupakan bagiandari begawe urip (upacara yang berkaitan dengan hidup manusia) dalam adatsasak.sebesar apa kenduri yang dilaksanakan tidak ada ketentuan secara adat, dan lebihdisesuaikan dengan kemampuan dan kesenangan pihak-pihak yang melaksanakannya. Perkembangan belakangan dalam tradisi masyarakat sasak , begawe merari’ itudilanjutkan dengan resepsi adat. Resepsi ini merupakan tambahan dan pelaksanaannyadiserahkan kepada keluarga yang menyelenggarakan. Acara resepsi ini biasanya berisisambutan atas nama keluarga, nasihat perkawinan, doa, dan ucapan selamat. Dua proses pamungkas dari proses perkawinan sasak ini adalah nyongkol yaituprosesi untuk mempublikasikan bahwa kedua insane telah menikah, biasanya dalambentuk arak-arakan dan bales ones nae (napak tilas) yaitu kembali kerumah pengantinperempuan, biasanya pada malam hari. Berakhirlah kemudian rangkain panjang adat perkawianan dan kedua mempelaimemulai hidup yang baru dalam jalinan pranata keluarga. Dua keluarga besarmerekapun bersatu menjadi keluarga yang baru, menjalin hubungan keakraban dankekeluargaan sebagai buah dari perkawinan.
  18. 18. Makna Titi Tata Adat Perkawinan Sasak Rangkaian panjang proses perkawinan adat sasak beserta simbol-simbol yangmenyertai proses tersebut mengandung penuh makna dan pesan-pesan moral. Untaianmakna dan pesan moral itu setidaknya mengambarkan bagaimana masyarakat sasakmenghargai sebuah perkawinan sebagai sebuah proses dalam hidup dan kehidupanmereka. Jika dilihat dari proses, maka akan dapat dihimpun serangkaian makna dibalikproses yang dijalani oleh kedua insan yang saling mencintai itu. Midangmengisyaratkan makna kebebasan dalam menentukan calon pasangan yang dikehendaki sebagai pendamping hidup kelak. Orang tua yang berada di belakangmendorong dan mengarahkan agar anak-anaknya dapat memilih yang terbaik baginya. Kebebasan memilih calon pasangan dinikmati oleh kedua belah pihak, baik laki-laki maupun perempuan. Dengan begitu, pasangan suami atau isterinya kelak memangadalah pilihan yang ditentukannya sendiri. Merarik atau membawa perempuan dari hadapan orang tuanya untuk dijadikanpasangan hidup mengandung makna filosofis bila anak perempuan diminta dengan terusterang, orang tua perempuan akan tersinggung karena anak perempuannya disamakandengan benda atau barang lainnya. Selain itu, sebagai bentuk laki-laki dan perempuanyang merari’ telah mampu memegang tanggung jawab untuk mandiri menjalanjakankehidupan bersama. Makna lainnya adalah orang tua laki-laki berarti berari sudahberang, maksudnya siap mengambil resiko atas perbuatan anak laki-lakinya. Besejati dan selabar mengisyaratkan kepatutan dan perhargaan terhadapeksistensi pemimpin yang memimpin suatu wilayah, dimana seseorang dalam tatapergaulannya sehari-hari tidak terlepas dari pimpinannya. Ini juga selanjutnyamembedakan secara signifikan antara merari’ dan penculikan. Merarik disertai dengansusulan pemberitahuan kepada aparat atau perangkat penguasa wilayah sedangkanpenculikan tidak disertai dengan susulan pemberitahuan dan lebih merupakan tindakankriminal. Penghormatan terhadap aturan agama yang menentukan sahnya sebuahperkawinan nampak jelas terlihat dalam proses nuntut wali, dimana perkawinan itudipandang sah secara hukum agama jika orang tua atau wali dari pihak perempuanmenikahkan mereka secara hukum syara’ Prinsip-prinsip permufakatan dan musyawarah menyemangati proses bait janji.Pertemuan utusan-utusan keluarga untuk membicarakan proses kelanjutan upacaraperkawinan mengisyaratkan bahwa perkawinan itu tidak sekedar bersatunya dua insandalam satu mahligai rumah tangga, tetapi lebih jauh adalah berhimpunnya dua keluargadalam satu keluarga yang lebih besar.
  19. 19. Akan halnya begawe merarik setidak-tidaknya memiliki tiga makna penting.Pertama, makna silaturrahmi dan persaudaraan, dimana seluruh anggota keluarga yangtinggalnya berpisah-pisah bertemu selama beberapa hari dalam satu tempat. Inisetidaknya dapat mengeratkan tali persaudaraan dalam hubungan kekeluargaan. Kedua,masih dalam makna silaturrahmi dan persaudaraan, tetapi dalam lingkup yang lebihluas, tetangga ataupun anggota masyarakat dalam satu-satuan wilayah, tanpamembedakan status sosial mereka bersama-sama mengikuti perjamuan yang diadakanoleh kedua mempelai. Ketiga, makna tolong-menolong. biasanya dalam tradisimasyarakat sasak, ketika mengadakan kenduri, mereka menyumbang untuk kesuksesanacara sesuai dengan kemampuannya. Yang kaya memberi barang atau materi dan yangtidak berpunya menyumbangkan tenaga. Selain itu sebenarnya begawe merarik juga menjadi wahana untukmempublikasikan pasangan yang baru melangsungkan pernikahan, namun publikasiyang lebih luas terlihat pada acara arak-arakan yang disebut nyongkol, masyarakatdengan jelas mengetahui kedua insan telah terikat dalam satu jalinan perkawinan. Sedangkan bales ones nae (napak tilas) mengandung makna silahturrahmikeluarga lebih jauh, saling mengenali satu persatu anggota keluarga yang baru, selain ituproses ini dijadikan sebagai wahana saling memaafkan sesama aggota keluarga yangbaru atas segala kekhilafan selama proses perkawinan semenjak merarik sampai dengannyongkol. Selain itu nampak jelas titi tata adat perkawinan sasak masyarakat kepatutan,kesopanan dan kesusilaan dalam berbagai proses. Sejumlah besar awig-awig ditetapkanuntuk memandu agar segala proses dapat terlaksana dengan memperhatikan nilai-nilaitersebut. Bahkan atas dasar kepatutan kesopanan, kesusilaan dan norma agama,sejumlah hal dilarang dan dianjurkan untuk mempertimbangkan yang lebih baik. Diantara yang dilarang misalnya hubungan suami isteri sebelum berlangsungnyaakad secara syara’. Atas dasar itu dalam proses merari’ perempuan harus didampingidan ditempatkan dirumah orang lain. Kedua hal ini setidaknya menutup jalan bagikemungkinan mereka melakukan hubungan suami istri. Dan termasuk hal yang dianjurkan untuk dipertimbangkan kembali adalahproses merari’ atau membawa perempuan secara diam-diam. Alasannya, sekalipun adatmembolehkan merarik, tetapi adat memberikan dedosan (denda adat) apabila itudilakukan. Sesuatu yang dikenai denda adalah sesuatu yang sebenarnya dipersalahkan.dengan demikian, menganggap denda adat hanya sebagai pelengkap upacara, dipandangsebagai meremehkan adat. Disamping itu, pertimbangan antara maslahat (kebaikan) danmudharat (keburukan) menjadi alasan yang lain, terutama dalam kerangka hubunganantar keluarga. Jika kemudian dibelakang hari merari menimbulkan mudharat yanglebih besar, alangkah baiknya adat belako’ (meminta kepada orang tua perempuan)
  20. 20. dilakukan. Tidak terlupakan juga pergeseran-pergeseran dalam cara pandangmasyarakat yang semakin terbuka bagi berlakunya adat belakoq.Makna Simbolik Arta Gegawan dalam Adat Perkawinan Sasak Selain makna proses yang diuraikan selintas kilas diatas, terdapat makna-maknalain yang diinspirasikan dari simbol-simbol yang ada dalam proses perkawinan sasak.Salah satunya terlihat pada arta gegawan yang dibawa dalam prosesi sorong serah ajikerame. Arta gegawan adalah uang dengan segala harta benda yang diserahkan untukmemantapkan orang yang akan bersuami istri.Arta gegawan ini terdiri atas : 1. Sesirah (otak bebeli ) 2. Aji krame - Napak lemah - Olen-olen 3. Sasmitaning hurip - Salin dede - Penjaruman - Tedung pengarat - Pemecat sengkang 4. Pikolihing sanak/warga - Pelengkak - Kao tindo 5. Pikolihing dese- - Pembabas kuta/pelengkak koko - Krama dese - Kor jiwa 6. Dedosan (denda-denda), misalnya: - Denda memaling - Pelebur basa - Nunang wangsa - Salin panji - Gila bibir - Ngapesaken - Balegandang - Salin gama dan lain-lain 7. Pemegat (pamungkas wicara) Sesirah berarti kepala. Ini merupakan perlambang adanya perkawinan antaraseorang laki-laki dan perempuan. Sesirah ini berbentuk kain putih – hitam yang
  21. 21. diikatkan dengan benang. Kain putih melambangkan laki-laki dan kain hitammelambangkan perempuan, benang merupakan simbol perkawinan. Tapak lemah secara harfiah berarti menginjak tanah. Secara simbolik bermaknaditurunkannya manusia kebumi oleh Allah SWT. Aji krame tapak lemah merupakansimbolisasi hak dan kewajiban manusia yang akan menginjakkan kakinya dibumi.Besarnya ditentukan berbeda-beda sesuai dengan stratifikasi sosial manusia ditengahmasyarakat. Sebagai contoh yang aji kramenya bernilai ¾ (dibaca tiga empat ratus).Tiga itu bermakna hakekat dan empat ratus itu bermakna syari’at. Ketiga hakekat ituadalah berbakti kepada Allah SWT, dan utusannya, berbakti kepada ibu dan ayah dansetingkatnya, dan berbakti kepada raja atau pemerintah. Sedangkan syari’at yangbernilai empat ratus itu merupakan perwujudan dari tiga hakekat tersebut, baik dalamtingkah laku dan perkataan. Aji krame tapak lemah ini bernilai uang. Berbeda dengan aji krame tapak lemah, aji krame olen-olen berupa kain tenunandaerah. Olen-olen ini merupakan bagian dari harta perolehan manusia dalamkehidupannya yang berupa sandang dan pangan, yang dalam bahasa sasak disebutkepeng benang (uang dan benang) Salin dede disebut juga penggenti ai’ susun ina’ (pengganti air susu ibu) secarafilosofis arta gegawan ini merupakan simbolisasi kejadian manusia, mulai masapembuatan hingga pengasuhan dan pendidikan oleh ibunya. Salin dede merupakansimbol pengembanan amanat Allah. Penyerahan salin dede berarti pengalihan tanggungjawab ke suami dan keluarga suaminya. Arta gegawan saling dede berbentuk kotak khasLombok, pembuluh bambu angkin, kain panjang, kain putih dan benang. Pemecat sengkang merupakan arta gegawan yang mensimbolisasikan seorangperempuan yang sudah menikah tetapi masih tetap perawan. biasanya berupa perhiasan,tetapi terkadang dengan pertimbangan praktis orang menggunakan uang. Karenasifatnya agak khusus maka arta gegawan ini diberikan manakala perempuan itumemenuhi kriteria yang dimaksudkan makna simboliknya. Termasuk arta gegawanyang khusus adalah pelengkak, yaitu arta geawan yang diserahkan apabila perempuanyang dinikahi itu mendahului kakaknya. Sebagai pembayar rasa malu, maka iadiberikan arta gegawan berupa pelengkak. Adapun kao tindo’ secara harfiah berarti kerbau jinak. Arta gegawan iniberbentuk keris, sebagai isyarat permohonan keamanan. Terdapat artagegawan yan gmengandung unsur kewilayahan, yaitu pelengkak koko’ yaitu arta gegawan yangdikeluarkan sebagai penebus kerusakan alam semesta akibat sebuah acara perkawinan,seperti rusaknya tanaman karena diinjak-injak, keruhnya air sungai karena dilewati olehrombongan penganten, dan lain-lain. Krame dese yaitu uang administrasi karenaberlangsungnya musyawarah desa. Dan kor jiwa yaitu berkurangnya penduduk apabilaperempuan itu dinikahi oleh seorang laki-laki yang berasal dari daerah lain.
  22. 22. Dua arta gegawan yang tidak bisa ditinggalkan dalam adat perkawinan sasakadalah pebayaran denda-denda sebagai konsekuensi dari pelanggaran adat, sepertimerari, serta pemutus wicara yang merupakan uang persaksian yang diberikan kepadasaksi-saksi dalam pernikahan. Tetapi uang persaksian itu bukan uang yang merupakanalat tukar bila dilihat secara kekinian, tetapi benda logam. c. Kematian Dalam siklus kehidupan manusia, peristiwa kematian merupakan akhirkehidupan seseorang di dunia. Mayarakat meyakini kehidupan lain setelah kematian. Dibeberapa kelompok masyarakat dilakukan persiapan bagi si mati. Salah satu peristiwayang harus dilakukan adalah penguburan. Penguburan meliputi perawatan mayattermasuk membersihkan, merapikan atau mengawetkan mayat. Upacara adat nyiwak yang dilaksanakan sebelum acara penguburan meliputibeberapa tahapan yaitu : 1. Belangar Masyarakat sasak Lombok pada umumnya menganut agama islam sehingga setiap ada yang meninggal maka proses awal yang dilakukan adalah memukul beduk dengan irama pukulan yang panjang sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ada salah seorang warga meninggal, setelah itu maka masyarakat berdatangan baik dari desa setempat atau desa-desa yang lain yang masih dinyatakan ada hubungan famili, kerabat persahabatan dan handai taulan. Tradisi belangar bertujuan untuk menghibur teman, sahabat yang ditinggalkan mati oleh keluarganya dengan membawa beras seadanya guna membantu meringankan beban si dapat musibah. 2. Memandikan Dalam pelaksanannya apabila yang meninggal laki-laki maka yang memandikannya adalah laki-laki demikian sebaliknya apabila yang meninggal perempuan maka yang memandikannya adalah perempuan. Perlakuan pada orang yang meninggal tidak dibedakan meskipun dari segi usia yang meninggal itu baru berumur sehari. Adapun yang memandikan itu biasanya tokoh agama setempat karena ada kaitannya dengan niat dan tata krama kemudian dilanjutkan dengan membungkus jenazah dengan kain putih yang tidak dijahit yang dirangkaikan dengan cara perpisahan dengan keluarga, kerabat dan handai taulan yang dipandu oleh keluarga yang meninggal selanjutnya ke masjid untuk disholatkan, dari masjid diberangkatkan kekuburan. 3. Betukaq (penguburan) Adapun upacara-upacara yang dilaksanakan sebelum penguburan meliputi beberapa persiapan yaitu :
  23. 23. a. Setelah seseorang dinyatakan meninggal maka orang tersebut dihadapkan ke kiblat. Diruang tempat orang yang meninggal dibakar kemenyan dan dipasangi langit-langit dengan menggunakan kain putih (selempuri) dan kain tersebut baru boleh dibuka setelah hari kesembilan meninggalnya orang tersebut. b. Pada hari tersebut (jelo mate) diadakan unjuran sebagai penyusuran bumi (penghormatan bagi yang meninggal dan akan dimasukkan ke dalam kubur), untuk itu perlu penyemblihan hewan sebagai tumbal. 4. Nelung dan Mitu’ Upacara ini dilakukan keluarga untuk do’a keselamatan arwah meninggal dengan harapan dapat diterima disisi Allah Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan tabah menerima kenyataan dan cobaan. Selajutnya dilanjutkan dengan upacara nyiwaq dan begawe dengan persiapan sebagai berikut : a. Mengumpulkan kayu bakar b. Pembuatan tetaring c. Penyerahan bahan-bahan begawe d. Dulang inggas dingari, disajikan kepada penghulu atau kyai yang menyatakan orang tersebut meninggal dunia. e. Dulang penamat, adapun maksudnya simbol hak milik dari orang yang meninggal semasa hidupnya harus diserahkan secara sukarela kepada orang yang berhak mendapatkannya f. Dulang Talet Mesan (Penempatan Batu Nisan) dimaksudkan sebagai dulang yang diisi dengan nasi putih, lauk berupa burung merpati dan beberapa jenis jajan untuk dipergunakan sebelum nisan dipasang oleh kyai yang memimpin do’a kemudian dulang ini dibagikan kepada orang yang ikut serta pada saat itu. 6. MATA PENCAHARIAN Alam sebagai tempat hidup manusia menyediakan berbagai sumber daya untukmenopang hidup dan kehidupan umat manusia. Masyarakat sasak yang telahberkembang dan sampai saat ini masih sering dijumapi mata pencahariannya adalahpertanian sebelum mengenal tehnologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sasakmelakukan kegiatan antara lain : a. Nyeran (berburu), khususnya untuk menangkap hewan liar, biasanya dilakukan ke hutan secara berkelompok. b. Ngunuh (memungut), yaitu mengambil hasil tanaman tampa budidaya terlebih dahulu, tetapi mengambil apa yang disediakan oleh alam. Aktifitas ini masih sering dilakukan oleh masyarakat terutama mengumpulkan padi pada sisa hasil panen orang lain, dengan mencari/memungut sisa-sisa padi pada tumpukan jerami
  24. 24. Masyarakat Lombok sejak dahulu kala bermata pencaharian dari bercocoktanam (petani). Dalam budaya sasak sebelum menanam padi di sawah sebagai bahanmakanan pokok Dalam bidang ekonomi, sering kita kenal dengan istilah “bedea” yaitumenukarkan hasil seperti masyarakat pesisir menukarkan ikan atau garam dengan bahanpangan lainnya seperti beras dan umbi-umbian. Sedangkan dalam bidang sosial dapatdilihat dengan sikap saling tolong-menolong dalam menghadapi musibah atau upacaratertentu. Beberapa istilah yang sering kita dengan. a. Saling “Ayo” yaitu kegiatan saling kunjung-mengunjungi sebagai bentuk silaturrahim baik dengan tetangga maupun keluarga. b. Saling “Jot” yaitu bentuk saling memberikan sesuatu biasanya dalam bentuk makanan terutama jika ada pihak atau warga yang melakuakn hajatan. 7. KASUS INTEREN DAN EXSTEREN Konflik yaitu terjadinya pertentangan atau perbedaan antara dua orang ataulebih, yang jika dibiarkan akan mengakibatkan kedua belah pihak akan kehilanganmaterial, spritual atau bahkan nyawa. Sejak konflik umat manusia sudah lama terjadi,baik jenis maupun intensitasnya dengan berbagai latar belakang sebagai penyebabnya,termasuk pada masyarakat Lombok catatan konflik sudah dikenal sejak zaman kerajaan.Persaingan antara kerajaan cukup tinggi, dan puncaknya adalah konflik antara kerajaan-kerajaan Lombok dan Bali. Selanjutnya konflik dapat diklasifikasikan menjadi : a. Konflik sumber daya alam, konflik ini berlatar belakang perebutan sumberdaya alam, seperti perebutan lahan air, tambang dan sebagainya. Konflik ini terjadi karena semakin berkurangnya sumberdaya alam, sementara kebutuhan hidup manusia meningkat, persaingan juga semakin meningkat karena pertumbuhan jumlah penduduk. b. Konflik budaya, perbedaan latar belakang kebudayaan, kebiasaan, tradisi juga sering sekali menyebabkan gesekan, misalnya sutau kelompok ingin diakui eksistensinya oleh kelompok lain, atau terjadi eksklusifisme komunitas. Penyebab konflikini misalnya karena perkawinan c. Konfliks agama dan keyakinan, catatan konfilk antar agama dan antar keyakinan masyarakat misalnya, pembakaran tempat ibadah umat kristiani tahun 2000, pengusiran jamaat Ahmadiyah, konflik antar organisasi keagamaan, serta tekanan terhadap kelompok aliran lain d. Konflik politik, konflik berupa pilitik biasanya terjadi pada sat menjelang atau setelah peristiwa politik terjadi dan masalah banyak lagi konflik yang sering terjadi di Lombok yaitu masih tingginya konflik antar komunitas seperti tauran antar kampung atau antar kelompok masyarakat tertentu.
  25. 25. KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah S.W.T yang telah memberikan kita rahmat danhidayah-Nya dan tidak lupa juga kami haturkan kepada junjungan kita Nabi BesarMuhammad S.A.W yang telah membawa kita dari alam yang gelap gulita ke alam yangterang benderang. Dalam rangka menyusun makalah konseling lintas budaya ini kelompok kamitelah memperoleh bantuan dari berbagi pihak secara langsung. Maka melaluikesempatan ini kelompok kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada : 1. Ibu Suhartiwi Wiriawati M.Pd Kons selaku dosen Konseling Lintas Budaya yang sudah memberikan kami tugas sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik Para pembaca yang budiman, tulisan ini masih jauh daripada sempurna,sehingga diperlukan penyempurnaan-penyempurnaan dan masukan-masukan ataupunsaran-saran dari berbagai pihak, semoga ada manfaatnya bagi para pembaca.
  26. 26. DAFTAR PUSTAKAH. Sudirman, S.Pd, Gumi Sasak Dalam SejarahBuku : Lombok mirah sasak adi, sejarah social,islam,budaya,politik dan ekonomiLombok. Imsak press
  27. 27. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ............................................................................................... iDAFTAR ISI.............................................................................................................. iiPENDAHULUAN ..................................................................................................... 1 1. BAHASA ...................................................................................................... 1 2. SILSILAH .................................................................................................... 1 3. ADAT ISTIADAT ....................................................................................... 6 A. Kelahiran ............................................................................................... 6 B. Perkawinan ........................................................................................... 7 C. Kematian ............................................................................................... 17 4. MATA PENCAHARIAN ........................................................................... 19 5. KASUS INTEREN DAN EXSTEREN ...................................................... 20 6. DAFATAR PUSTAKA ............................................................................... 22
  28. 28. MAKALAH KONSELING LINTAS BUDAYA OLEH KELOMPOK I NAJAMUDDIN YULI IDAYANI TRI WULANDARISEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI-SELONG PROGRAM STUDY BIMBINGAN DAN KONSELING 2011
  29. 29. BAB 111 PENUTUPKeaimpulan Lombok merupakan salah satu pulau yang termasuk dalam program politik gajah mada(patih amangkubumi) yang ingin mexatukan nusantara.Gajah mada diangkat menjadi patih amangkubumi pada tahun 1334. Untuk menjalankanprogram politiknya,gajah mada menyingkirkan pembesar-pembesar majpahit yang tidakmenyetujuinya.Sejarah suku sasak Lombok ditandai dengan silih bergantinya berbagai dominasikekuasaan dpulau Lombok dan masuknya pengaruh budaya lain membawa dampaksemakin kaya dan beragam khazanah kebudayaan sasak . hal ini sebagai bentuk daripertemuankebudayaan. Oleh kerenanya tidak berlebihan, jika Lombok dikatakansebagai potret sebuah mozaik. Ada banyak warna budaya dan nilai menyeruak dimasyarakat. Mozaik ini terjadi antara lain karena Lombok masa lalu adalah merupakanobjek perbuatan dominasi berbagai budaya dan nilai.

×