Your SlideShare is downloading. ×
0
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pendidikan Luar Sekolah

6,831

Published on

Penjasorkes SMA Kesatrian 1 Semarang

Penjasorkes SMA Kesatrian 1 Semarang

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,831
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
99
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. AKTIVITAS LUAR KELAS <ul><li>Standar Kompetensi: </li></ul><ul><li>11. Mengevaluasi kegiatan luar kelas/sekolah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya </li></ul><ul><li>Kompetensi Dasar: </li></ul><ul><li>11.1 Mengevaluasi kegiatan di sekitar sekolah serta nilai percaya diri, kebersamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi. </li></ul><ul><li>11.2 Mengevaluasi kegiatan di alam bebas serta nilai percaya diri, kebersamaan, saling menghormati, tolenransi, etika, dan demokrasi. </li></ul><ul><li>11.3 Mengevaluasi kegiatan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah serta nilai percaya diri, kebersamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi. </li></ul><ul><li>11.4 Mengevaluasi kegiatan karya wisata serta nilai percaya diri, kebersamaan, saling menghormati, toleransi, etika, dan demokrasi. </li></ul>
  • 2. <ul><li>Kegiatan Berkemah </li></ul><ul><li>Berkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi yang dilakukan di alam bebas. Kegiatan ini dapat dilakukan di lingkungan sekolah ataupun di alam terbuka. Kegiatan ini dapat menjadi media pendidikan, karena memberikan pelajaran yang tidak dapat diperoleh di kelas, seperti pendidikan moral, mental, budi pekerti, atau kerjasama dalam sebuah Tim, yang diperoleh ketika para siswa bahu-membahu mendirikan tenda, memasak, ataupun perjalanan pulang pergi dari dan ke lokasi perkemahan. </li></ul>
  • 3. <ul><li>Maksud dan Tujuan Perkemahan </li></ul><ul><li>a. Maksud </li></ul><ul><li>1) Mempraktikkan sistem beregu </li></ul><ul><li>2) Mempraktikkan prinsip swadaya dan keprasahajaan hidup </li></ul><ul><li>3) Mempraktikkan pembinaan jasmani dan rohani </li></ul><ul><li>4) Mempraktikkan pembinaan hidup beragama </li></ul><ul><li>5) Menjadikan alat untuk ukur kemampuan pribadi </li></ul>
  • 4. <ul><li>b. Tujuan </li></ul><ul><li>1) Meningkatkan keyakinan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. </li></ul><ul><li>2) Membina mental dan kepercayaan pada diri sendiri </li></ul><ul><li>3) Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh </li></ul><ul><li>4) Meningkatkan daya kreasi, ketangkasan, keterampilan. </li></ul><ul><li>5) Membina kerja sama, gotong royong, dan kerukunan </li></ul><ul><li>6) Melatih hidup prasahaja dan berswadaya </li></ul><ul><li>7) Memperluas pengetahuan dan menambah pengalaman </li></ul><ul><li>8) Menanamkan kecintaan pada tanah air dan menimbulkan kesadaran untuk berbakti. </li></ul>
  • 5. <ul><li>2. Perlengkapan berkemah </li></ul><ul><li>Dalam berkemah harus mengetahui tujuan, kebutuhan, kondisi, dan situasi saat kegiatan. Lamanya berkemah serta lokasi tujuan turut menentukan perlengkapan yang harus dibawa. Berikut ini perlengkapan pribadi yang harus dipersiapkan untuk berkemah. </li></ul><ul><li>a. Ransel, gunakan ransel yang ringan dan anti air. </li></ul><ul><li>b. Pakaian perjalanan, bawalah pakaian dengan bahan yang kuat dan mempunyai banyak kantong. </li></ul><ul><li>c. Pakaian tidur dan perlengkapan ibadah </li></ul><ul><li>d. Jaket tebal, dari bahan nilon berlapis kain dan berponco </li></ul><ul><li>e. Kantung tidur (sleeping bag) dan alas tidur (matras) </li></ul><ul><li>f. Peralatan makan, peralatan mandi, peralatan masak </li></ul>
  • 6. <ul><li>g. Sepatu, gunakan sepatu yang menutupi mata kaki, dan kaos kaki. </li></ul><ul><li>h. Sarung tangan, untuk perlindungan dan penahan dingin, dan topi </li></ul><ul><li>i. Senter, untuk penerangan dan memberi isyarat </li></ul><ul><li>j. Peluit, berguna untuk berkomunikasi </li></ul><ul><li>k. Ponco, untuk jas hujan, tenda darurat, alat tidur, dll </li></ul><ul><li>L. Obat-obatan pribadi </li></ul>
  • 7. <ul><li>3. Pelaksanaan Perkemahan </li></ul><ul><li>a. Persiapan </li></ul><ul><li>1) Penentuan waktu, tempat, tujuan, dan biaya </li></ul><ul><li>2) Pengadaan peralatan dan perbekalan, peninjauan ke daerah berkemah. </li></ul><ul><li>3) Ijin orang tua peserta dan ijin kepada penguasa setempat. </li></ul><ul><li>4) Memantapkan kesiapan mental, fisik, dan ketrampilan </li></ul>
  • 8. <ul><li>b. Pelaksanaan </li></ul><ul><li>1) Kegiatan hendaknya diusahakan menurut rencana yang telah dipersiapkan sesuai dengan tujuan diselenggarakannya perkemahan </li></ul><ul><li>2) Acara mungkin saja dapat berubah, sesuai dengan perkembangan keadaan </li></ul><ul><li>3) Perubahan acara seyogyanya tidak ke arah risiko yang lebih berat </li></ul><ul><li>4) Pelaksanaan acara harus disesuaikan dengan kemampuan peserta perkemahan dan acara berikutnya </li></ul><ul><li>5) Mengusahakan adanya acara pengganti dan tambahan untuk mengisi kesibukan pada waktu luang </li></ul><ul><li>6) Faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan </li></ul>
  • 9. <ul><li>c. Penyelesaian </li></ul><ul><li>1) Pembongkaran tenda-tenda </li></ul><ul><li>2) Pembersihan tempat berkemah (pada prinsipnya tempat bekas berkemah harus lebih baik dab lebih bersih daripada waktu datang) </li></ul><ul><li>3) Pengecekan pengembalian barang pinjaman </li></ul><ul><li>4) Upacara penutupan dan ucapan terimakasih kepada masyarakat setempat </li></ul><ul><li>5) Jika mungkin dilakukan penyerahan sumbangan bagi keluarga kurang mampu, baik berupa bahan makanan, pakaian, atau lainnya. </li></ul>
  • 10. <ul><li>4. Evaluasi </li></ul><ul><li>a. Mencatat prestasi kegiatan perorangan maupun kelompok </li></ul><ul><li>b. Mengajukan pertanyaan kepada peserta </li></ul><ul><li>c. Melihat perubahan sikap peserta sebelum dan sesudah perkemahan </li></ul><ul><li>d. Melihat kesehatan peserta (banyak yang sakit atau tidak) </li></ul><ul><li>e. Mencatat kekurangan, kesalahan,dan hambatan, untuk perbaikan perkemahan berikutnya. </li></ul><ul><li>f. Menyusun laporan hasil berkemah </li></ul>
  • 11. <ul><li>B. Kunjungan Ke Tempat Bersejarah </li></ul><ul><li>Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan diluar sekolah yang juga mendukung program pendidikan adalah dengan mengunjungi tempat bersejarah. Tempat bersejarah menjadi salah satu objek budaya yang sering dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Adanya objek budaya menjadi salah satu bukti keanekaragaman budaya Indonesia. Mengunjungi objek budaya berarti melakukan wisata budaya. Wisata budaya adalah kunjungan ke tempat tertentu yang memiliki nilai sejarah, tradisional, keagamaan, dan purbakala. Tujuan kegiatan menanam rasa kebanggaan terhadap nilai budaya bangsa. </li></ul>
  • 12. <ul><li>Manfaat Wisata Budaya </li></ul><ul><li>Berikut ini yang dapat diambil dari kegiatan wisata budaya </li></ul><ul><li>a. Mengetahui dan menghayati aspek-aspek kebudayaan suku bangsa di Indonesia </li></ul><ul><li>b. Menghayati dan mengetahui kesenian daerah dan adat istiadat suatu daerah </li></ul><ul><li>c. Mengetahui dan menghayati peninggalan sejarah dan purbakal </li></ul><ul><li>d. Mengetahui dan menghayati hasil karya para leluhur bangsa </li></ul><ul><li>e. Memupuk jiwa kebangsaan dan percaya akan kemampuan bangsa. </li></ul>
  • 13. <ul><li>2. Pelaksanaan Kunjungan Ke Tempat Bersejarah </li></ul><ul><li>a. Persiapan </li></ul><ul><li>1) Menentukan waktu, biaya, dan tujuan yang akan dicapai </li></ul><ul><li>2) Menentukan objek wisata yang akan dikunjungi </li></ul><ul><li>Berikut ini beberapa alternatif objek wisata budaya </li></ul><ul><li>a) Museum, antara lain museum pustaka, museum sejarah, seni dan budaya daerah, museum perjuangan, museum kebudayaan, museum flora dan fauna serta batu-batuan yang ada di Indonesia, Museum arsitektur, atau museum industri tradisional maupun modern </li></ul><ul><li>b) Tempat upacara tradisional misalnya untuk melihat upacara penguburan mayat pada dinding batu di Tanah Toraja, upacara penguburan mayat di Sumba dengan tradisi megalitiknya, ngaben atau upacara pembakaran mayat di Bali. Atau tradisi loncat batu di Nias </li></ul>
  • 14. <ul><li>c) Tempat bersejarah dapat berupa mengunjungi candi-candi, keraton-keraton, situs-situs prasejarah, masjid-asjid kuno, monumen peringatan, gedung bersejarah, makam para pahlawan, ataupun banteng peninggalan masa kolonial </li></ul><ul><li>3) Pengadaan peralatan dan perbekalan </li></ul><ul><li>4) Mengirimkan surat ijin kepada orang tua/ wali siswa </li></ul><ul><li>5) Pembentukan panitia </li></ul>
  • 15. <ul><li>b. Pelaksanaan </li></ul><ul><li>1) Kegiatan hendaknya diusahakan menurut rencana yang telah dipersiapkan sesuai dengan tujuan. </li></ul><ul><li>2) Pengecekan segala keperluan yang diperlukan selama perjalanan </li></ul><ul><li>3) Pengecekan kehadiran para peserta dan membaginya menjadi beberapa kelompok dengan dipimpin satu orang guru pembimbing </li></ul><ul><li>4) Pemerikasaan kesiapan setiap panitia yang bertanggungjawab akan bidangnya masing-masing </li></ul><ul><li>5) Faktor pengamanan dan kenyamanan peserta hrus diperhatikan </li></ul>
  • 16. <ul><li>c. Penyelesaian </li></ul><ul><li>1) Pengecekan kelengkapan anggota oleh setiap setua kelompok </li></ul><ul><li>2) Jika ada, dilakukan pengecekan terhadap barang bawaan yang digunakan selama kunjungan. </li></ul><ul><li>3. Evaluasi </li></ul><ul><li>a. Mengajukan pertanyaan kepada siswa. Kebebasan berpendapat diberikan seluas-luasnya kepada siswa dalam menjawab pertanyaan </li></ul><ul><li>b. Melihat keadaan peserta sebelum dan sesudah wisata budaya </li></ul><ul><li>c. Melihat kesehatan peserta sesudah kunjungan, banyak yang sakit atau tidak </li></ul><ul><li>d. Mencatat segala kekurangan dan hambatan selama pelaksanaan kegiatan, untuk perbaikan pada kunjungan yang akan datang </li></ul><ul><li>e. Menyusun laporan hasil kunjungan </li></ul>
  • 17. <ul><li>c. Karya Wisata </li></ul><ul><li>Salah satu metode pembelajaran yang tidak dilakukan di dalam kelas adalah mengadakan karya wisata. Tujuannya adalah mendekatkan pembelajar dengan objek pembelajaran. Karya wisata merupakan kegiatan untuk mengisi waktu luang, misalnya pada hari libur, yang melibatkan fisik, mental, emosi, dan sosial yang memiliki sifat pemulihan kembali kondisi seseorang dari semua beban yang timbul akibat kegiatan rutinitas sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan kecintaan dan mengenalkan kepada siswa akan sejarah bangsa dan budaya yang ada di tanah air. </li></ul>
  • 18. <ul><li>Pelaksanaan Kegiatan Karya Wisata </li></ul><ul><li>a. Persiapan </li></ul><ul><li>1) Membentuk panitia yang terdiri atas guru-guru </li></ul><ul><li>2) Mengadakan pengajakan pendahuluan mengenai objek yang akan dituju, yang meliputi lokasi, jarak, keamanan, sarana yang tersedia, dan sebagainya. </li></ul><ul><li>3) Membuat anggaran biaya untuk pelaksanaan kegiatan, dan menentukan biaya yang harus ditanggung tiap siswa. </li></ul><ul><li>4) Menjelaskan kepada para siswa tentang maksud, tujuan, dan manfaat kegiatan yang akan dilakukan. </li></ul><ul><li>5) Mengirimkan surat pemberitahuan dan permohonan izin kepada orang tua/ wali siswa </li></ul><ul><li>6) Memberitahukan berbagai perlengkapan yang harus dipersiapkan </li></ul><ul><li>7) Menyediakan kendaraan untuk menuju lokasi karya wisata. </li></ul>
  • 19. <ul><li>b. Pelaksanaan </li></ul><ul><li>1) Pelaksanaan kegiatan diusahakan sesuai dengan rencana </li></ul><ul><li>2) Pengecekan segala keperluan yang diperlukan selama perjalanan </li></ul><ul><li>3) Pengecekan kehadiran para peserta dan membaginya menjadi beberapa kelompok dengan dipimpin satu orang guru pembimbing </li></ul><ul><li>4) Pemeriksaan kesiapan setiap panitia yang bertanggung jawab akan bidang nya masing-masing. </li></ul><ul><li>5) Faktor pengamanan dan kenyamanan peserta harus diperhatikan </li></ul><ul><li>6) Peserta harus menjaga perilaku dan etika selama berada di lokasi karya wisata, seperti tidak boleh mengotori apalagi merusak lokasi karya wisata, dan menghormati peraturan yang berlaku. </li></ul>
  • 20. <ul><li>c. Penyelesaian </li></ul><ul><li>1) Pengecekan semua ketua kelompo mengenai anggotanya, sudah lengka atau belum </li></ul><ul><li>2) Jika ada, dilakukan pengecekan terhadap barang bawaan yang digunakan selam kunjungan </li></ul><ul><li>2. Evaluasi </li></ul><ul><li>a. Mengajukan pertanyaan kepada siswa </li></ul><ul><li>b. Melihat keadaan peserta sebelum dan sesudah karya wisata </li></ul><ul><li>c. Melihat kesehatan peserta sesudah karya wisata </li></ul><ul><li>d. Mencatat segala kekurangan dan hambatan selam pelaksanaan kegiatan, untuk perbaikan pada karya wisata selanjutnya </li></ul><ul><li>e. Menyusun laporan karya wisata </li></ul>

×