Pencak Silat

65,425 views

Published on

Penjasorkes SMA Kesatrian 1 Semarang

Published in: Education, Sports, Technology
1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
65,425
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
35,747
Actions
Shares
0
Downloads
486
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pencak Silat

  1. 1. PENCAK SILAT <ul><li>Standar Kompetensi : </li></ul><ul><li>6. Mempraktikkan keterampilan permainan olahraga dengan peraturan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya </li></ul><ul><li>Kompetensi Dasar : </li></ul><ul><li>6.4 Mempraktikkan keterampilan bela diri secara berpasangan dengan menggunakan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerjasama, kejujuran, menerima kekalahan, kerja keras, dan percaya diri </li></ul>
  2. 2. <ul><li>Teknik Serangan Kaki </li></ul><ul><ul><li>Tendangan </li></ul></ul><ul><ul><li>a. Tendangan Lurus </li></ul></ul><ul><ul><li>Serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya ke arah depan dengan posisi badan menghadap ke depan, dengan kenaannya pangkal jari-jar bagian dalam, dengan sasaran ulu hati dan dagu. </li></ul></ul><ul><ul><li>b. Tendangan Tusuk </li></ul></ul><ul><ul><li>Serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya ke arah depan dengan posisi badan menghadap ke depan, dengan kenaannya ujung jari-jari kaki, dengan sasaran kemaluan dan ulu hati. </li></ul></ul>
  3. 3. <ul><li>c. Tendangan Kepret </li></ul><ul><li>Serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya ke arah depan dengan posisi badan mengahadap ke depan, dengan kenaannya punggung kaki, dengan sasaran kemaluan. </li></ul><ul><li>d. Tendangan Jejag </li></ul><ul><li>Serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasan ke arah depan dengan posisi badan menghadap ke depan, dengan kenaannya telapak kaki penuh, sifatnya mendorong, dengan sasaran dada. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>e. Tendangan Gajul </li></ul><ul><li>Serangan menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya ke arah depan dengan posisi badan menghadap ke depan, kenaannya tumit dari arah bawah ke atas, dengan sasaran dagu dan ulu hati. </li></ul><ul><li>f. Tendangan T </li></ul><ul><li>Serangan menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya lurus ke depan dan kenaannya pada tumit, telapak kaki dan sisi luar telapak kaki, posisi lurus, biasanya digunakan untuk serangan samping, dengan sasaran seluruh bagian tubuh. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>g. Tendangan Celorong </li></ul><ul><li>Tendangan T dengan posisi merebahkan badan dengan sasaran lutut dan kemaluan </li></ul><ul><li>h. Tendangan Belakang </li></ul><ul><li>Tendangan sebelah kaki dan tungkai dengan lintasan lurus ke belakang tubuh (membelakangi lawan), dengan sasaran seluruh bagian tubuh </li></ul><ul><li>i. Tendangan Kuda </li></ul><ul><li>Tendangan dua kaki menutup atau membuka, lintasannya lurus ke belakang tubuh, dengan sasaran seluruh bagian tubuh </li></ul>
  6. 6. <ul><li>j. Tendangan Taji </li></ul><ul><li>Tendangan dengan sebelah dan tungkai, dengan kenaan tumit yang lintasannya ke arah belakang dengan sasaran kemaluan </li></ul><ul><li>K. Tendangan Sabit </li></ul><ul><li>Tendangan yang lintasannya setengah lingkaran ke dalam dengan sasaran seluruh bagian tubuh, dengan punggung telapak atau jari telapak kaki. </li></ul>
  7. 7. <ul><li>L. Tendangan Baling </li></ul><ul><li>Tendangan melingkar ke arah luar dengan kenaannya tumit luar dan posisi tubuh berputar. </li></ul><ul><li>m. Hentak Bawah </li></ul><ul><li>Serangan menggunakan telapak kaki menghadap keluar, dilaksanakan dengan posisi badan direbahkan, bertujuan untuk mematahkan persendian kaki. </li></ul><ul><li>n. Gejig </li></ul><ul><li>Serangan yang menggunakan sebelah kaki, dengan tujuan mematahkan. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>2. Sapuan </li></ul><ul><li>Sapuan dibedakan menjadi empat jenis berikut ini : </li></ul><ul><li>a. Sapuan Tegak </li></ul><ul><li>Serangan menyapu kaki dengan kenaannya telapak kai ke arah bawah mata kaki, lintasannya dari luar ke dalam, bertujuan menjatuhkan. </li></ul><ul><li>b. Sapuan Rebah </li></ul><ul><li>Serangan menyapu kaki dengan cara merebahkan diri bertujuan menjatuhkan, bisa dengan sampuan rebah belakang. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>c. Sabetan </li></ul><ul><li>Serangan menjatuhkan lawan dengan kenaan tulang kering ke sasaran betis dengan lintasan dari luar ke dalam </li></ul><ul><li>d. Beset </li></ul><ul><li>Serangan menjatuhkan lawan dengan alat penyasar betis. </li></ul><ul><li>3. Dengkulan </li></ul><ul><li>Dengkulan adalah serangan yang menggunakan lutut/dengkul sebagai alat penyerangan, dengan sasaran kemaluan, dada, dan pinggang belakang. Dengkulan terdiri atas tiga jenis. </li></ul><ul><li>a. Dengkulan depan </li></ul><ul><li>Serangan dengan dengkulan, lintasan dari atas ke bawah, dengan sasaran dada dan kemalua. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>b. Dengkulan samping dalam </li></ul><ul><li>Lintasannya seperti busur dari luar ke dalam dengan sasaran ke arah dada. </li></ul><ul><li>c. Dengkulan Samping Luar </li></ul><ul><li>Lintasan dari dalam kke luar, dengan sasaran perut </li></ul><ul><li>4. Guntingan </li></ul><ul><li>Guntingan adalah teknik menjatuhkan lawan yang dilakukan dengan menjepit kedua tungkai kaki pada sasaran leher, pinggang, atau tungkai lawan sehingga lawan jatuh. Guntingan dibedakan menjadi guntingan luar dan guntingan dalam. </li></ul>
  11. 11. <ul><li>B. Peraturan Pertandingan Pencak Silat </li></ul><ul><li>Dalam praktik di lapangan, pesilat dari suatu perguruan dengan teknik bela diri bagus belum tentu menjadi pemenang dalam pertandingan pencak silat kategori tanding. Salah satu faktor penyebabnya adalah atlet dan pelatih kurang menguasai peraturan pertandingan sehingga ia kecolongan dalam pengumpulan nilai atau didiskualifikasi karena melakukan pelanggaran berat, misalnya menyerang daerah terlarang. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Hal seperti ini yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman antara pesilat/pelatih dengan wasit/ juri. Sering terjadi pesilat mengajukan protes karena merasa yakin bahwa seharusnya ia yang menang, sedangkan juri menyatakan ia kalah. Peristiwa ini sebenarnya dapat dihindari jika semua pihak di kalangan persilatan memahami sekali peraturan pertandingan pencak silat yang berlaku. </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Penggolongan Pertandingan dan Ketentuan tentang Umur. </li></ul><ul><li>Berikut ini penggolongan pertandingan pencak silat menurut umur dan jenis kelamin untuk semua kategori. </li></ul><ul><li>a. Pertandingan Golongan Remaja untuk Putra dan Putri, Berumur di atas 14 tahun s/d 17 tahun </li></ul><ul><li>b. Penggolongan Golongan Dewasa untuk Putra dan Putri, berumur di atas 17 tahun s/d 35 tahun </li></ul>
  14. 14. <ul><li>2. Kategori dan Kelas Pertandingan Remaja </li></ul><ul><li>Berikut ini kategori dan kelas pertandingan untuk remaja nomor tanding putra/putri. </li></ul><ul><li>a. Kelas A 39 kg s/d 42 kg </li></ul><ul><li>b. Kelas B di atas 42 kg s/d 45 kg </li></ul><ul><li>c. Kelas C di atas 45 kg s/d 48 kg </li></ul><ul><li>d. Kelas D di atas 48 kg s/d 51 kg </li></ul><ul><li>e. Kelas E di atas 51 kg s/d 54 kg </li></ul><ul><li> f. Kelas F di atas 54 kg s/d 57 kg </li></ul><ul><li>g. Kelas G di atas 57 kg s/d 60 kg </li></ul><ul><li>h. Kelas H di atas 60 kg s/d 63 kg </li></ul><ul><li> i. Kelas I di atas 63 kg s/d 66 kg </li></ul><ul><li>Demikian seterusnya dengan selisih 3 kg sebanyak-banyaknya12 kelas untuk putra dan 8 kelas untuk putri. </li></ul>
  15. 15. <ul><li>3. Kategori dan Kelas Pertandingan Dewasa </li></ul><ul><li>Berikut ini kategori dan kelas pertandingan untuk remaja nomor tanding putra/putri. </li></ul><ul><li>a. Kelas A 45 kg s/d 50 kg Putra/Putri </li></ul><ul><li>b. Kelas B di atas 50 kg s/d 55 kg Putra/Putri </li></ul><ul><li>c. Kelas C di atas 55 kg s/d 60 kg Putra/Putri </li></ul><ul><li>d. Kelas D di atas 60 kg s/d 65 kg Putra/Putri </li></ul><ul><li>e. Kelas E di atas 65 kg s/d 70 kg Putra/Putri </li></ul><ul><li> f. Kelas F di atas 70 kg s/d 75 kg Putra/Putri </li></ul><ul><li>g. Kelas G di atas 75 kg s/d 80 kg Putra </li></ul><ul><li>h. Kelas H di atas 80 kg s/d 85 kg Putra </li></ul><ul><li> i. Kelas I di atas 85 kg s/d 90 kg Putra </li></ul><ul><li> j. Kelas J di atas 90 kg s/d 95 kg Putra </li></ul>
  16. 16. <ul><li>4. Perlengkapan Gelanggang dan Pertandingan </li></ul><ul><li>a. Gelanggang </li></ul><ul><li>Gelanggang dapat di lantai dan dilapisi matras dengan tebal 5 cm, permukaan rata dan tidak mematul, boleh ditutup dengan alas yang tidak licin, berukuran 10 m x 10 m, disediakan oleh Komite Pelaksana. Gelanggang untuk kategori tanding mengikuti ketentuan berikut ini. </li></ul><ul><li>1) Gelanggang pertandingan terdiri atas bidang gelanggang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 10m x 10m. Bidang tanding berbrntuk lingkaran dlam bidang gelanggang dengan garis tengah 8m. </li></ul><ul><li>2) Batas gelanggang dan bidang tanding dibuat dengan garis berwarna putih selebar ± 5m ke arah luar. </li></ul><ul><li>3) Pada tengah-tengah bidang tanding dibuat lengkaran dengan garis tengah 3m, lebar garis 5m berwarna putih sebagai batas pemisah sesaat akan dimulai pertandingan. </li></ul>
  17. 17. <ul><li>4) Sudut pesilat adalah pada sudut bujur sangkar gelanggang yang berhadapan yang dibatasi oleh bidang tanding terdiri atas: </li></ul><ul><li>a. Sudut berwarna biru yang berada di ujung kanan meja pertandingan </li></ul><ul><li>b. Sudut berwarna merah yang berada di arah diagonal sudu biru </li></ul><ul><li>c. Sudut berwarna putih, kedua sudut lainnya sebagai sudut netral </li></ul><ul><li>b. Perlengkapan Gelanggang </li></ul><ul><li>Berikut ini perlengkapan gelanggang yang wajib disediakan oleh Komite Pelaksana. </li></ul><ul><li>1) Meja dan Kursi pertandingan, serta meja easit dan juri </li></ul><ul><li>2) Formulir pertandingan dan alat tulis-menulis. </li></ul><ul><li>3) Jam pertandingan, gong (alatnya yang sejenis) dan bel. </li></ul><ul><li>4) Lampu babak atau alat lainnya untuk menentukan babak serta lampu isyarat sesuai dengan proses pertandingan yang berlangsung. </li></ul><ul><li>5) Bendera kecil warna merah dan biru, bertangkai, masing- masing dengan ukuran 30 cm x 30 cm untuk juri Tanding dan Bendera dengan ukuran yang sama kuning untuk Pengamat waktu </li></ul>
  18. 18. <ul><li>6) Papan catatan waktu peragaan pesilat tunggal, ganda, dan regu </li></ul><ul><li>7) Tempat senjata </li></ul><ul><li>8) Papan nilai </li></ul><ul><li>9) Timbangan </li></ul><ul><li> 10) Perlengkapan pengeras suara(sound system) </li></ul><ul><li> 11) Ember dan Gelas plastik, kain pel, keset kaki. </li></ul><ul><li>12) Alat perekam suara/gambar, operator dan perlengkapannya (alat ini tidak merupakan alat bukti yang sah dalam menentukan kemenangan) </li></ul><ul><li>13) Papan nama: Ketua Pertandingan, Dewan wasit Juri, Sekretaris pertandingan, Juri sesuai dengan urutannya </li></ul><ul><li>(I s/d V). Bila diperlukan istilah tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa lain yang dituliskan di bagian bawah </li></ul><ul><li>14) Scoring Board Digital </li></ul><ul><li>15) Perlengkapan lain yang diperlukan, misalnya dalam keadaan tertentu(penonton terlalu ramai dan suara wasit tidak dapat di dengar oleh pesilat), maka wasit dapat menggunakan pengeras suara(wireleess). </li></ul>
  19. 19. <ul><li>5. Ketentuan Bertanding Kategori Tanding </li></ul><ul><li>a. Aturan Bertanding </li></ul><ul><li>Berikut ini beberapa aturan pertandingan. </li></ul><ul><li>1) Pesilat saling berhadapan menggunakan unsur pembelaan dan serangan pencak silat. Yang dimaksud kaidah adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik, sorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari sikap pasang, langkah, serta mengukur jarak terhadap lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan/ pembelaan serta kembali ke sikap pasang. </li></ul><ul><li>2) Pembelaan dan serangan yang dilakukan harus berpola dari sikap awal/pasang atau pola langkah serta adanya koordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan. Setelah melakukan serangan pembelaan harus kembali pada sikap awal/pasang dan tetap menggunakan pola langkah. Wasit akan memberikan aba-aba “langkah” jika seorang pesilat tidak melakukan teknik yang semestinya. </li></ul>
  20. 20. <ul><li>3) Serangan beruntun harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara ke arah sasaran sebanyak-banyaknya empat jenis serangan. Pesilat yang melakukan rangkaian serangan bela lebih dari empat jenis akan diberhentikan oleh wasit. </li></ul><ul><li>4) Serangan sejenis dengan menggunakan tangan yang dilakukan secara beruntun dinilai satu serangan. Serangan yang dinilai adalah serangan yang menggunakan pola langkah, tidak terhalang mantap, bertenaga dan tersusun dalam koordinasi teknik serangan yang baik. </li></ul>
  21. 21. <ul><li>b. Aba-aba Pertandingan </li></ul><ul><li>Berikut ini jenis aba-aba dalam pertandingan pencak silat pada tahap tertentu selama pertandingan. </li></ul><ul><li>1) Aba-aba “bersedia”, digunakan dalam persiapan sebagai tanda bagi para pesilat dan seluruh petugas pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai. </li></ul><ul><li>2) Aba-aba “Mulai”, digunakan setiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan, bisa pula dengan isyarat </li></ul><ul><li>3) Aba-aba “berhenti”, digunakan untuk menghentikan pertandingan. </li></ul><ul><li>4) Aba-aba “pasang” dan “silat”,digunakan untuk pembinaan. </li></ul>
  22. 22. <ul><li>c. Larangan </li></ul><ul><li>Larangan dapat dinyatakan sebagi pelanggaran berat atau pelanggaran ringan. </li></ul><ul><li>1) Pelanggaran berat </li></ul><ul><li>a) Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu leher, kepala, serta bawah pusat hingga kemaluan dan mengakibatkan lawan cedera/jatuh. </li></ul><ul><li>b) Usaha mematahkan persendian secara langsung </li></ul><ul><li>c) Sengaja mematahkan persendian secara langsung </li></ul><ul><li>d) Membenturkan kepala dan menyerang dengan kepala. </li></ul><ul><li>e) Menyerang lawan sebelum aba-aba “mulai” dan menyerang sesudah aba-aba “berhenti” dari wasit menyebabkan lawan cedera. </li></ul><ul><li>f) Menggumul, menggigit, mencakar, mencengkeram, dan menjambak </li></ul><ul><li>g) Menentang, menghina, mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, meludahi, dll </li></ul><ul><li>h) Melakukan penyimpangan terhadap aturan bertanding setelah mendapat peringatan I karena pelanggaran hal tersebut. </li></ul>
  23. 23. <ul><li>2) Pelanggaran Ringan </li></ul><ul><li>a) Tidak menggunakan pola langkah dan sikap pasang </li></ul><ul><li>b) Keluar dari gelanggang secara berturut, yang dimaksud dengan berturut-turut adalah dari dua kali dalam satu babak. </li></ul><ul><li>c) Merangkul lawan dalam proses pembelaan. </li></ul><ul><li>d) Melakukan serangan dengan teknik sapuan sambil merebahkan diri berulang kali dengan tujuan untuk mengulur waktu </li></ul><ul><li>Pesilat yang melakukan pelanggaran akan memperoleh hukuman berupa pengurangan nilai dengan ketentuan berikut ini. </li></ul><ul><li>1) Nilai -1 (kurang 1) diberikan bila pesilat mndapatkan Teguran I </li></ul><ul><li>2) Nilai -2 (kurang 2) diberikan bila pesilat mendapatkan Teguran II </li></ul><ul><li>3) Nilai -5 (kurang 5) diberikan bila pesilat mendapatkan Peringatan I </li></ul><ul><li>4) Nilai -10 (kurang 10) diberikan bila pesilat mendapatkan Peringatan II </li></ul>
  24. 24. <ul><li>d. Penilaian </li></ul><ul><li>Berikut ini ketentuan perolehan nilai prestasi untuk pesilat </li></ul><ul><li>1) Nilai 1 Serangan dengan tangan yang masuk sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran, atau elakan lawan </li></ul><ul><li>2) Nilai 1+1 Tangkisan, hindaran, atau elakan yang berhasil membuahkan serangan lawan, disusul langsung oleh serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran </li></ul><ul><li>3) Nilai 2 Serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran, atau elakan lawan </li></ul><ul><li>4) Nilai 1+2 Tangkisan, hindaran, atau elakan yang berhasil memusnahkan serangan lawa, disusul langsung oleh serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran </li></ul><ul><li>5) Nilai 3 Teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan </li></ul><ul><li>6) Nilai 3+1 Tangkisan, hindaran, elakan, tangkapan yang memusnahkan serangan lawan, disusul langsung oleh serangan dengan teknik jatuh yang berhasil menjatuhkan lawan. </li></ul>

×