Your SlideShare is downloading. ×
Konsep ekologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Konsep ekologi

13,406
views

Published on

Bahan ajar untuk matakuliah Rekayasa Lingkungan

Bahan ajar untuk matakuliah Rekayasa Lingkungan

Published in: Education

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
13,406
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
968
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 2. KONSEP EKOLOGI DAN LINGKUNGAN Oleh: Dr. RACHMAT MULYANA, M.Si 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 3. EKOLOGI
    • Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu").
    • Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.
    • Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel ( 1834 - 1914 ).
    • Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 4. EKOLOGI
    • Hubungan organisme-organisme atau kelompok-kelompok organisme terhadap lingkungannya atau ilmu hubungan timbal balik antara organisme-organisme hidup dan lingkungannya (Odum, 1996)
    • Ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup. Ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan sesamanya dan dengan benda-benda mati disekitarnya(Soejani, 2008)
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 5.
    • Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik . Faktor abiotik antara lain suhu , air, kelembaban, cahaya , dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba.
    • Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 6. EKOSISTEM
    • Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
    • Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 7. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 8.
    • Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme . Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 9. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 10. KOMPONEN PEMBENTUK EKOSISTEM
    • ABIOTIK
    • AUTOTROF
    • HETEROTROF
    • PENGURAI
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 11. ABIOTIK
    • Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan , atau lingkungan tempat hidup.
    • Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya
    • Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang mempengaruhi distribusi organisme, yaitu: Suhu , Air , Garam ( Konsentrasi garam mempengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis ),
    • Cahaya matahari , Tanah dan batu , Iklim .
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 12. AUTOTROF
    • Komponen autotrof terdiri dari organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti sinar matahari (fotoautotrof) dan bahan kimia (kemoautotrof)
    • Komponen autotrof berperan sebagai produsen.Yang tergolong autotrof adalah tumbuhan berklorofil
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 13. HETEROTROF
    • Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya
    • Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro ( fagotrof ) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil
    • Yang tergolong heterotrof adalah manusia , hewan , jamur , dan mikroba
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 14. PENGURAI
    • Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati
    • Pengurai disebut juga konsumen makro ( sapotrof ) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar
    • Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen
    • Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur . Ada pula pengurai yang disebut detritivor , yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu
    • Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu: aerobik  : oksigen adalah penerima elektron / oksidan , anaerobik  : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan , dan fermentasi  : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron .
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 15. KEBERGANTUNGAN ANTAR KOMPONEN BIOTIK
    • Rantai makanan , yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora . Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang
    • Jaring- jaring makanan , yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya .
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 16. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 17. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 18. KEBERGANTUNGAN ANTAR KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK
    • siklus karbon
    • siklus air
    • siklus nitrogen
    • siklus sulfur
    • Siklus ini berfungsi untuk mencegah suatu entuk materi menumpuk pada suatu tempat. Ulah manusia telah membuat suatu sistem yang awalnya siklik menjadi nonsiklik, manusia cenderung mengganggu keseimbangan lingkungan.
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 19. SIKLUS KARBON
    • Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer , geosfer , hidrosfer , dan atmosfer Bumi
    • Dalam siklus ini terdapat empat reservoir karbon utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran. Reservoir-reservoir tersebut adalah atmosfer, biosfer teresterial
    • Pergerakan tahuan karbon, pertukaran karbon antar reservoir, terjadi karena proses-proses kimia, fisika, geologi, dan biologi yang bermaca-macam. Lautan mengadung kolam aktif karbon terbesar dekat permukaan Bumi, namun demikian laut dalam bagian dari kolam ini mengalami pertukaran yang lambat dengan atmosfer.
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 20. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 21. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 22. SIKLUS AIR
    • S iklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi , presipitasi , evaporasi dan transpirasi .
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 23. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 24. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 25. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 26. SIKLUS NITROGEN
    • Siklus nitrogen adalah proses dimana nitrogen kimia dikonversi antara berbagai bentuknya. Transformasi ini dapat dilakukan melalui baik hayati dan proses non-biologis. Proses penting dalam siklus nitrogen mencakup fiksasi , mineralisasi , nitrifikasi , dan denitrifikasi . Sebagian besar atmosfer bumi (sekitar 78%) adalah nitrogen , membuat kolam terbesar nitrogen.
    • Siklus nitrogen adalah kepentingan tertentu untuk ahli ekologi karena ketersediaan nitrogen dapat mempengaruhi laju proses ekosistem utama, termasuk produksi primer dan dekomposisi .
    • kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, penggunaan pupuk nitrogen buatan, dan pelepasan nitrogen dalam air limbah telah secara dramatis mengubah siklus nitrogen global.
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 27. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 28. SIKLUS SULFUR 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 29. TIPE EKOSISTEM
    • EKOSISTEM AIR
    • EKOSISTEM DARAT
    • EKOSISTEM BUATAN
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 30. EKOSISTEM BUATAN
    • Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya
    • Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah
    • Contoh ekosistem buatan adalah: bendungan , hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus , agroekosistem berupa sawah tadah hujan , sawah irigasi , perkebunan sawit , ekosistem pemukiman seperti kota dan desa , ekosistem ruang angkasa
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 31. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 32. ILMU LINGKUNGAN
    • Ilmu lingkungan dikembangkan dengan ekologi sebagai dasar
    • Ekologi mempelajari susunan serta fungsi seluruh makhluk hidup dan komponen kehidupan lainnya
    • Ilmu lingkungan mempelajari tempat dan peranan manusia diantara makhluk hidup dan komponen kehidupan lainnya
    • Ilmu lingkungan sebagai ekologi terapan
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 33. LINGKUNGAN HIDUP
    • SISTEM KEHIDUPAN DIMANA TERDAPAT CAMPUR TANGAN MANUSIA TERHADAP TATANAN EKOSISTEM (Soerjani, 2008)
    • SISTEM YANG MERUPAKAN KESATUAN RUANG DENGAN SEMUA BENDA, DAYA, KEADAAN, DAN MAKHLUK HIDUP, TERMASUK MANUSIA DAN PERILAKUNYA YANG MEMPENGARUHI KELANGSUNGAN PERIKEHIDUPAN DAN KESEJAHTERAAN MANUSIA SERTA MAKHLUK HIDUP LAINNYA (UU Nomor 23 tahun 1997 PLH)
    05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 34. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 35. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 36. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 37. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB
  • 38. 05/13/11 Rekayasa Lingkungan/Rachmat Mulyana/PTB