Eskatologi 1

  • 3,738 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
3,738
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
103
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. ESKATOLOGI Disusun Oleh: Kirenius Wadu Fakultas Theologia Kependetaan 2010 Nim: 1011265SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL INDONESIA JAKARTA 2012
  • 2. ESKATOLOGI
  • 3. Yunani eskhatos. Ajaran Alkitab tentang eskatologi (ajaran tentang Akhir Zaman) tidak hanyamempedulikan nasib orang secara perseorangan, tapi juga sejarah manusia. Menurut Alkitab,Allah tidak hanya menyatakan diri-Nya melalui orang-orang yang mendapat ilham, tapi jugadalam dan melalui peristiwa-peristiwa yang membebaskan umat-Nya (bahasa JermanHeilsgeschichte), dan peristiwa yang terpenting dari semuanya ialah kedatangan Anak-NyaYesus Kristus. Selanjutnya, isi dari penyataan ini tidak terbatas pada kebenaran-kebenaranmengenai sifat dan tujuan Allah, tapi mencakup juga tindakan-tindakan pelepasan umat-Nya danfirman yang diilhamkan yang menafsirkan makna tindakan-tindakan tersebut. Karena Allah ialahTuhan atas segala peristiwa sejarah, maka penggenapan dari karya pelepasan oleh Allahmencakup juga pelepasan manusia dari sejarah, artinya, perubahan tata tertib dunia ini menjadisuatu dunia yang baru.I. MASA DEPAN MENURUT PERJANJIAN LAMA (PL)Para nabi Israel menatap ke depan, kepada saatnya Allah Israel yang telah berulang-ulangmempedulikan umat-Nya dalam sejarah mereka, akan mengindahkan mereka untuk menghakimiorang fasik, melepaskan orang benar dan untuk menyucikan bumi ini dari seluruh kejahatan.Hari Tuhan, dengan ungkapan lain pada hari itu mengartikan kepedulian Allah ini, dan lebihmenekankan sifat kejadian itu daripada waktunya. Justru Hari Tuhan berarti baik kepeludianAllah yang sudah terjadi dalam sejarah (Amsal 5:18; Yoel 1:15) maupun kepedulian terakhir dariakhir zaman (Yoel 3:14,18; Zefanya 3:11, 16-17; Zakaria 14:9). Pada hari-hari yang terakhirAllah akan datang untuk mendirikan Kerajaan-Nya (Yesaya 2:2-4; Hosea 3:5).Beberapa pribadi bersifat mesianis tampil dalam rangka pengharapan Perjanjian Lama: seorangRaja dari keturunan Daud, seorang Anak Manusia yang turun dari surga, seorang hamba yangmenderita; tapi kerap kali disebut bahwa Allah sendirilah yang akan datang untuk melepaskanumat-Nya (Yesaya 26:21; Yoel 3:16; Zhakaria 14:5; Maleakhi 3:1-2)II. MASA DEPAN MENURUT PERJANJIAN BARU (PB)Dalam inkarnasi Yesus Kristus, Perjanjian Baru melihat sebagian pengharapan Perjanjian Lamatelah digenapi, dan dalam kedatangan-Nya yang kedua kali kelak penggenapan seutuhnyapengharapan itu. Apa yang menurut pengharapan Perjanjian Lama akan terjadi dalam satu Hari,menurut Perjanjian Baru digenapi dalam dua hari. Penggenapan pendahuluan dan penggenapanpurna adalah dua bagian dari hanya satu pekerjaan pelepasan. Walaupun nada penggenapansudah berkali-kali dicanangkan dalam Perjanjian Baru (Lukas 4:18-21; 10:23-24; Matius 11:4-5;13:16-17) , namun penggenapan purna itu masih pada masa datang. Justru pekerjaan Yesus padakedatangan-Nya yang pertama kali berciri akhir zaman, dan berkat-berkat yang dikaruniakan-Nya ialah berkat yang berciri akhir zaman. Dalam Perjanjian Baru ada unsur akhir zaman yangsudah menjadi nyata (Inggris realized eschatology).
  • 4. Hidup, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus memulai penggenapan zaman Mesias, walaupundalam bentuk yang belum pernah diharapkan. Menurut Ibrani 1:2 zaman akhir sudah di sinisekarang, yaitu hari-hari yang akan melihat berdirinya Kerjaan Allah (Yesaya :2:2-4; Hosea3:5) , sudah di sini sekarang (Ibrani 1:2) . Janji tentang pencurahan Roh Kudus yang akan terjadipada akhir zaman (Yoel 2:28; Yehezkiel 36:27) sekarang sudah terjadi. Tapi, zaman yang akandatang masih tetap dianggap sebagai saat menerima hidup yang kekal (Markus 10:30), dan diseluruh Perjanjian Baru Kerajaan Allah tetap merupakan pokok pengharapan (misalnya Matius12:32; Lukas 20:35; Yohanes 12:25; Efesus 1:21), walaupun kekuasaannya dalam batas tertentudapat dialami kini (Ibrani 6:5). Hari penggenapan purna harus datang untuk membawakepenuhan berkat-berkat akhir zaman yang kini dikecap baru sebagian. Jadi peristiwa-peristiwayang menyertai kedatangan Yesus yang kedua kali tidaklah mengantarkan berkat yang samasekali baru. Apa yang dikerjakan Yesus pada saat kematian dan kebangkitan-Nya akan digenapituntas seutuhnya pada saat Ia datang kelak dalam kemuliaan.III. PERISTIWA-PERISTIWA YANG MENDAHULUI KEDATANGAN KRISTUS YANGKEDUA KALI KELAKSaat penggenapan pendahuluan sudah terjadi dalam dunia lama. Justru kita hidup dalamketegangan dan persengketaan antara dua zaman. Anak-anak Kerajaan (Matius 13:38 )masihhidup dalam dunia jahat (Galatia 1:4) yang mengalami kegelapan, kefanaan dan kuasa Iblis(Efesus 2:2-3). Sedang Allah yang berdaulat ialah Raja segala bangsa (Wahyu 15:3), Ia masihmembiarkan Iblis menjalankan pengaruh sehingga Iblis disebut ilah zaman ini (2 Korintus 4:4).Walaupun Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya, telah mengalahkan kekuasaan Iblis(Yohanes 12:31; Ibrani 2:14), namun selama dunia ini ada, Iblis akan terus menentang tujuanpelepasan Allah dan menganiaya umat Allah. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarahzaman ini, mencerminkan perang rohani antara kejahatan Iblis dan Kerajaan Allah (Wahyu 12).Umat Allah dalam zaman ini bersifat umat akhir zaman, sebab mereka sudah dipindahkan darikerajaan kegelapan ke dalam Kerajaan Anak Allah, yaitu Kristus (Kolose 1:13). Mereka telahmengalami suatu kuasa yang mengubah, dan berdasarkan itu mereka tidak lagi dalam kekuasaandunia ini (Roma 12:2); mereka hidup dalam pengharapan yang mantap akan penggenapan purna(Roma 5:2; 8:18; Efesus 4:4; Kolose 1:5,27). Kendati demikian, karena masih hidup dalam dunialama, pada dasarnya mereka senantiasa terbuka terhadap penganiayaan (Matius 13:21; Yohanes16:33; Kisah 14:22; Roma 12:12) dan perlawanan dari pihak Iblis (2 Korintus 11:4; 12:7; Efesus6:11-12; 1 Petrus 5:8 ).Perlawanan Iblis yang sepanjang masa terhadap Kerajaan Allah akan memuncak dalampenampilan suatu sosok pada akhir zaman, yang dilukiskan dengan berbagai istilah sebagaipembinasa keji (Matius 24:15 bandingkan dengan Daniel 11:31; 12:11) manusia durhaka (2
  • 5. Tesalonika 2:3), dan binatang (Wahyu 13:1). Ia akan diilhami dan diberi kuasa oleh Iblis untukmelakukan tanda-tanda yang menakjubkan (2 Tesalonika 2:9; Wahyu 13:3,13) untuk memikatkekaguman umat manusia. Dia akan merupakan penguasa politik yang akan memagai agamademi tujuannya yang bersifat menghujat Allah, dengan menuntut manusia beribadah kepadanyadan bukan kepada Allah (2 Tesalonika 2:4; Wahyu 13:8,12). Ia akan menuntut ketaatan mutlak -baik berupa agama maupun politik dari warga negaranya, dan akan mengenakan sanksi ekonomiuntuk memaksakan kepatuhan.Orang-orang yang tidak mau tunduk akan dianiaya dengan keji sekali oleh Antikristus (Matius24:21; Wahyu 13:7). Begitu ganasnya siksaan dahsyat itu (Matius 24:21), sehingga Allah akancampur tangan untuk mempersingkat hari-hari itu (Matius 24:22) demi keselamatan orang-orangpilihan. Mereka yang tetap teguh pada iman mereka dalam Kristus, yang menolak untukmenyembah binatang itu, akan menang terhadapnya, baik dalam kematian atau dalam mautmartir sekalipun (Wahyu 15:2).Penampilan Antikristus dan penyiksaan orang-orang kudus merupakan serangan terakhir dariIblis terhadap umat Allah. Sebelum itu Antikristus dilukiskan dalam beberapa saat yang pelikpada perjalanan sejarah umat Allah yang sedang ditebus: pada waktu penyiksaan di bawahAntiokhus Epifanes pada tahun 169 sM; pada waktu keruntuhan negara Yahudi oleh Roma(Daniel 9:26b; Lukas 21:20-24); pada waktu penyiksaan gereja perdana (Wahyu 13). Dapatdikatakan, Antikristus adalah suatu gejala akhir zaman, yang tampak baik pada akhir zamanmaupun sepanjang sejarah manusia (1 Yohanes 2:18,22; 4:3). Hal ini - bahwa gejala-gejala akhirzaman tampil sepanjang sejarah manusia - ialah ciri khas eskatologi Alkitab.Masa penyiksaan ini akan menyaksikan pula permulaan penghakiman Allah atas Iblis danpengikutnya. Wahyu menerangkan penghakiman ini di bawah bentuk lambang, seperti tujuhsangkakala (Wahyu pasal 8-9) dan tujuh cawan (Wahyu 16). Hukuman ini terdiri dari tulah danmalapetaka yang menyatakan murka Allah (Wahyu 15:1,7; 16:19), ditujukan kepada binatang itudan para penyembahnya. Sebelum hukuman ini mulai diberlakukan, Allah akan memeteraikanumat-Nya (Wahyu 7:1-8 ) yang akan dilindungi dari murka-Nya dan akan terlindung dalamperjuangan yang mengerikan melawan kekuasaan Iblis, walau mengalami kematian sebagaimartir (Wahyu 7:9-17). Banyak ahli melihat dalam Wahyu 7 dua kelompok umat Allah yangberlainan, yaitu keduabelas suku Israel dalam arti harfiah, dan orang banyak yang tidak terkiradari Gereja Kristen. Tapi ahli yang lain, dengan alasan bahwa daftar kedua belas suku yangdisebut dalam Wahyu 7:1-8 tidak pernah muncul di tempat lain dalam Alkitab (dalam Wahyu 7ini suku Dan tidak termasuk, walaupun tercakup dalam Yehezkiel 48:1, barangkali merupakanlatar belakang pemikiran penulis Wahyu) ,menafsirkan nas ini sebagai nubuat simbolis tentangperlindungan secara rohani terhadap gereja, yaitu Israel sejati (bandingkan dengan Wahyu 2:9).IV. KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA KALI
  • 6. Hari Tuhan akan mengakhiri pemerintahan Antikristus yang singkat itu (2 Tesalonika 2:2).Dalam Perjanjian Baru Hari Tuhan ialah suatu ungkapan yang bersifat meraup pengertian semuaperistiwa, yang akan menyertai penggenapan purna. Ungkapan ini mempunyai berbagai bentuk:Hari Tuhan (Kisah 2:20; 1 Tesalonika 5:2; 2 Tesalonika 2:2; 2 Petrus 3:10); Hari Tuhan Yesus (2Korintus 1;14); Hari Tuhan kita Yesus Kristus (1 Korintus 1:8 ); Hari Kristus Yesus (Filipi 1:6);Hari Kristus (Filipi 1:10; 2:16); Hari Allah (2 Petrus 3:12); hari itu atau hari terakhir (Matius7:22; 24:36; 26:29; Lukas 10:12; 2 Tesalonika 1:10; 2 Timotius 1:18 dab); akhir zaman(Yohanes 6:39,40,44,54; 11:24; 12:48 ).Kedatangan Kristus kelak, yang juga dapat disebut kedatangan-Nya sekali lagi (Ibrani 9:28 )digambarkan dalam Perjanjian Baru dengan berbagai kata yang penting. parousia, artinyakehadiran atau ketibaan (1 Korintus 14:27; 2 Korintus 7:7), dalam percakapan Yunani dipakaiuntuk mengartikan kunjungan seorang penguasa. Yesus Kristus yang sama, yang naik ke surga,akan datang lagi ke bumi dalam kehadiran diri-Nya (Kisah 1:11) pada akhir zaman dalamkekuasaan dan kemuliaan (Matius 24:27) untuk memusnahkan Antikristus dan kejahatan (2Tesalonika 2:8 ), untuk membangkitkan orang-orang mati (1 Korintus 15:23), untukmengumpulkan orang-orang yang ditebus (Matius 24:31; 2 Tesalonika 2:1; bandingkan denganMatius 24:37, 39; 1 Tesalonika 2:19; 3:13; 4:15; 5:23; Yakobus 5:7-8; 2 Petrus 1:16; 1 Yohanes2:28 ).Kedatangan-Nya kelak akan merupakan juga suatu apokalipsis ( = pembukaan tabir) bilamanakekuasaan dan kemuliaan yang sekarang sudah dimiliki-Nya berdasarkan peninggian-Nya disurga (Filipi 2:9; Efesus 1:20-23; Ibrani 1:3; Ibrani 2:8 )akan dinyatakan kepada dunia ini (1Petrus 4:13). Kristus memerintah sekarang sebagai Tuhan di sebelah kanan Allah, tapipemerintahan-Nya tidak kelihatan kepada dunia ini. Pemerintahan ini nanti akan dinyatakanmelalui apokalipsis = penyataan-Nya, 1 Korintus 1:7; 2 Tesalonika 1:7; 1 Petrus 1:7,13)). Jadikedatangan Kristus yang kedua kali kelak tidak dapat dipisahkan dari kenaikan-Nya ke surga dankedudukan-Nya di sebelah kanan Allah Bapa (Wahyu 3:21), sebab hal itu akan mengungkapkanke-Ilahi-an-Nya yang sekarang kepada dunia ini .Kata ketika, yaitu epiphaneia (penampakan), berarti bahwa kedatangan-Nya itu akan kelihatan (2Tesalonika 2:8; 1 Timotius 6:14; 2 Timotius 4:1,8; Titus 2:13).V. KEBANGKITANPada kedatangan Tuhan Yesus kelak, akan terjadi kebangkitan mereka yang mati dalam Kristus(1 Tesalonika 4:16). Kebangkitan itu disebut dalam beberapa ayat Perjanjian Lama (Yesaya25:8; 26:19; Daniel 12:2; Yehezkiel 37 juga mencerminkan kepercayaan akan kebangkitan).Kepercayaan akan kebangkitan berakar pada keyakinan bahwa Allah ialah Allah yang hidup,justru Ia tidak akan membiarkan umat-Nya menjadi mangsa maut (Matius 22:32). PerjanjianBaru memang mengungkapkan kenyataan tentang kebangkitan semua orang (Yohanes 5:28-29;Kisah 24:15; Wahyu 20:12-13), tapi inti penekanannya ialah kebangkitan sebagai buah
  • 7. penebusan. Kehidupan sesudah kebangkitan merupakan berkat akhir zaman, yang dinikmati olehorang-orang yang ditebus (Kolose 2:12-13). Dengan kebangkitan-Nya Yesus telah mematahkankuasa maut, dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Kebangkitan Yesus bukan melulupemulihan badan yang mati menjadi hidup lagi; itu adalah tahapan pertama dari kebangkitanpada akhir zaman. Kebangkitan-Nya adalah buah sulung atau permulaan dari tuaian pada akhirzaman (1 Korintus 15:23). Karena kebangkitan sudah mulai, maka orang-orang percaya sekarangmendapat bagian dalam hidup Yesus yang sudah bangkit itu (Efesus 2:5-6; Roma 6:4; Filipi3:10; Kolose 3:1-3). Maka terjaminlah kebangkitan orang-orang yang sekarang ini hidup dalamYesus oleh kenyataan kebangkitan-Nya (1 Korintus 15:12-20), dan kebangkitan ini akan menjaditahapan kedua dari tuaian pada akhir zaman (1 Korintus 15:23).Sifat tubuh surgawi atau rohaniah yang akan diberikan kepada mereka yang dibangkitkan,dibicarakan dalam 1 Korintus 15:35-58. Tubuh itu melampaui pengalaman sekarang (ayat35-37) , tapi benar-benar suatu tubuh (ayat 38-42) yang merupakan lanjutan tubuh duniawi, hanyabukanlah terdiri dari daging dan darah (ayat 50). Paulus melukiskan tubuh rohaniah itu sebagaitidak dapat binasa, mulia, kuat (ayat 42-43). Tubuh rohaniah (ayat 44) tidak berarti tubuh yangterbuat dari roh, tapi tubuh yang seluruhnya diberi daya hidup dan diperbarui oleh Rohkehidupan. Tubuh rohaniah itu tidak bergantung ke dalam tata hidup yang sama sekali berbedadari hidup yang sekarang; tubuh itu ialah tubuh yang sekarang yang dibebaskan (Roma 8:23)tatkala yang fana ini ditelan oleh hidup (1 Korintus 5:4).Orang-orang percaya yang masih hidup pada saat kedatangan Kristus akan diubah tanpamenjalani maut (1 Korintus 15:51-52; 1 Tesalonika 4:17). Hal "diangkat menyongsong Tuhan diangkasa" (1 Korintus 4:17) ialah cara Paulus untuk melukiskan pengalaman peralihan ini kedalam tata hidup baru dari mereka yang ditebus, tanpa menjalani maut lebih dulu.VI. KEADAAN ORANG MATIMenurut Alkitab manusia tidak terdiri dari tiga bagian yang terpisah-pisah, yaitu tubuh, jiwa, danroh. Lebih tepat, istilah-istilah ini mengacu kepada berbagai segi dari hanya satu diri yangberdaya hidup. Jadi jika manusia akan dibangkitkan, itu berarti bahwa tubuhnya akandibangkitkan pula untuk hidup dalam dunia yang akan datang. Baik hidup maupun kematianmenggenggam manusia seluruhnya. Hal ini dilukiskan dengan ajaran tentang hidup yang kekaldalam Alkitab. Hidup yang kekal atau immortalitas tidak berarti hidup yang takkan berakhir, tapihidup bebas dari maut (1 Korintus 15:33; 1 Timotius 6:16)dan kebusukan (Roma 2:7; 2 Timotius1:10). Hanya Allah yang "tidak takluk kepada maut" (1 Timotius 6:16), tapi Yesus sudahmemenangkan hidup dan tubuh yang tak dapat binasa bagi manusia (2 Timotius 1:10), danmereka akan menggantikan tubuh yang dapat mati dengan yang tidak dapat mati pada harikebangkitan (1 Korintus 15:53-54).Hanya sedikit yang dikatakan Alkitab mengenai keadaan orang mati. Dalam Perjanjian Lamapun manusia yang mati bukan tidak berada lagi, tapi rohnya turun ke SYEOL (dunia orang mati).
  • 8. Tempat ini digambarkan sebagai tempat yang paling bawah (Mazmur 86:13; Amsal 15:24;Yehezkiel 26:20), suatu negeri yang gelap gulita (Ayub 10:22), daerah yang sunyi (Mazmur88:12; 94:17; 115:17). Di sini diterimalah orang yang baru meninggal (Yesaya 14:9-10) olehorang mati, yang berkumpul menurut suku-sukunya (Yehezkiel 32:17-32).SYEOL bukanlah terutama berarti tempat, tapi keadaan orang mati. Di situ eksistensi ataukeberadaan mereka bukan menjadi tiada, tapi juga mereka tidak hidup, sebab hidup dapatdinikmati hanya di hadapan Allah:SYEOL merupakan cara Perjanjian Lama menegaskan bahwa maut tidak mengakhiri eksistensimanusia. Dalam satu dua tempat Allah memberikan penyataan tambahan (kemudian hariditambah lagi dalam Perjanjian Baru), bahwa karena Dia-lah Allah yang hidup, maka Ia takkanmeninggalkan umat-Nya dalam kuasa dunia orang mati, tapi akan membawa mereka ke hadirat-Nya supaya mereka dapat menikmati hidup di situ (Mazmur 16:9-11; 49:15; 73:24; Ayub 19:25-26). Henokh dan Elia naik ke surga ke hadirat Allah, tanpa melihat SYEOL lebih dulu (Kejadian5:24; 2 Raja 2:11).Dalam Perjanjian Baru istilah yang diterjemahkan dunia orang mati atau kerajaan maut ialahhades (Matius 11:23; 16:16; Lukas 10:15 dab). Barangkali cerita orang kaya dan Lazarus, seperticerita tentang bendahara yang tidak jujur, adalah perumpamaan yang menggunakan jalan pikiranYahudi pada waktu itu, dan tidak dimaksudkan untuk mengajar kita mengenai keadaan orangmati. Petrus membicarakan tentang orang-orang yang fasik yang mati sebagai roh-roh yangdipenjara.Penyataan bahwa maut tidak mengakhiri eksistensi manusia diperluas dalam Perjanjian Baru.Kiasan mengenai tidur sering dipakai tentang orang mati (Matius 27:52; 1 Korintus 11:30; 1Tesalonika 4:13), dan ada ahli melihat arti yang lebih dalam ketimbang melulu kiasan ini.Kepada kita diberitahukan bahwa orang-orang yang sudah ditebus akan bersama Yesus bilamereka mati (Lukas 23:43; Filipi 1:23) dan bahwa roh-roh mereka telah menjadi sempurna(Ibrani 12:23). Paulus enggan melihat maut sebab nampak seperti suatu keadaan telanjang tanpatubuh (2 Korintus 5:3), sehingga ia merindukan tubuh rohaniah. Tapi keengganannya itudikalahkan oleh keyakinan, bahwa meninggalkan tubuh berarti berada bersama Tuhan Yesus,maka walaupun ia tidak mempunyai pengetahuan tentang keadaan roh manusia sesudah mati, halitu lebih diingini ketimbang berlanjut dalam eksistensi hidup duniawi. Tujuan Allah ialahmenebus manusia seutuhnya, mencakup jiwa raganya. Ungkapan seperti keselamatan jiwamu (1Petrus 1:9; Yakobus 1:21) tidak berarti bahwa jiwa diselamatkan tanpa tubuh, karena (sepertidalam Matius 16:25)psukhê (nyawa) berarti hidup manusia yang nyata, tanpa singgungan khususpada soal apakah ia mempunyai tubuh atau tidak (bandingkan dengan Kisah 27:10).VII. PENGHAKIMAN"Manusia ditetapkan mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" (Ibrani 9:27). MenurutAlkitab, Allah ialah Penguasa manusia, Pemberi Hukum, dan Hakim Terakhir. Kadang-kadang
  • 9. Allah disebut Hakim (Ibrani 12:23), kadang-kadang Kristus (2 Timotius 4:8; Kisah 10:42). Allah"dengan adil akan menghakimi dunia oleh seseorang yang telah ditentukan-Nya" (Kisah 17:31).Takhta pengadilan Allah dan takhta pengadilan Kristus (2 Korintus 5:10) adalah istilah-istilahyang dapat dipertukarkan.Kepedulian Alkitab ialah kenyatakan penghakiman, bukan jadwal penghakiman itu, sehinggatidak mungkin dijabarkan sederet penghakiman yang berbeda-beda dan terpisah-pisah. NubuatTuhan Yesus tentang penghakiman bangsa-bangsa dalam Matius 25 adalah kiasan yang meluas,berdasarkan pengalaman sehari-hari tentang memisah-misahkan domba dari kambing karenabercampur-baur. Yesus hendak mengutus murid-murid-Nya untuk mewakili-Nya (Matius 12:48-50) ke dalam dunia, dan tujuan perjalanan akhir manusia akan ditentukan oleh cara merekamenerima dan memperlakukan utusan-Nya itu. "Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambutAku" (Matius 10:40). Perumpamaan ini tidak mengajarkan keselamatan berdasarkan perbuatanbaik, pun tidak menyelesaikan soal apakah akan ada jangka waktu 1.000 tahun antara kedatanganKristus dan Penghakiman terakhir.Penghakiman terakhir akan didasarkan pada dua pokok persoalan, yaitu: perbuatan dan imankepada Kristus (Wahyu 20:13-15). Hukuman akan dijatuhkan selaras dengan penerangan rohaniyang diterima. Orang yang tidak mempunyai Taurat Musa akan dihakimi tanpa Taurat (Roma2:12): mereka memiliki penerangan dari penyataan umum (Roma 1:20) dan isi hukum Taurat adatertulis dalam hati mereka (Roma 2:15). Mereka yang "dengan tekun berbuat baik, mencarikemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan" akan diberi pahala hidup yang kekal; mereka yangtidak menaati kebenaran, tapi menaati kelaliman akan mendapat murka (Roma 2:6-8 ). Sekalilagi, mereka yang mempunyai Taurat Musa akan dihakimi oleh Taurat (Roma 2:12). Dasarutama dari penghakiman ialah keadilbenaran Allah (Kejadian 18:25; Roma 3:3-4).Tapi manusia tidak hidup selaras dengan penerangan rohani yang diberikan kepadanya, justruberada dalam kutukan. Orang non-Yahudi memutarbalikkan penerangan dari penyataan umum(Roma 1:21) dan orang Yahudi gagal menaati Taurat (Galatia 3:10-12). Karena Allah telahmenyediakan jalan keselamatan melalui kerja penebusan Kristus, dasar terakhir untukpenghakiman ialah hubungan seseorang dengan Dia. Inilah satu makna dari kitab kehidupan(Wahyu 20:15; bandingkan dengan Lukas 20:20; Filipi 4:3; Wahyu 3:5; Wahyu 13:8 ).Yesus mengajarkan bahwa ganjaran bagi manusia didasarkan pada sikap mereka terhadap diri-Nya sendiri. Inilah inti pati dari Injil: keselamatan yang pertama-tama berkaitan dengan akhirzaman dan yang mencakup jalan keluar dari hukuman Allah pada hari penghakiman, ialahkarunia Allah yang harus diterima melalui iman kepada Kristus dan penundukan diri kepada ke-Tuhan-an-Nya.Eskatologi yang sudah diujudkannya terlihat dalam hal, bahwa penghakiman yang termasukperistiwa-peristiwa akhir zaman, pada intinya terjadi dalam dunia ini. Orang yang tidak percayaberada dalam hukuman; penghakiman sungguh sudah terjadi, walaupun hukumannya belum
  • 10. diterapkan. Orang percaya takkan mengalami hukuman, sebab dia sudah pindah dari dalam maut(yaitu hukuman) ke dalam hidup.Ajaran Paulus mengenai pembenaran juga menekankan hal ini. Pembenaran adalah berkaitandengan akhir zaman: maksudnya ialah pembebasan dari hukuman dosa melalui keputusan yangmenguntungkan dari pihak Hakim pada Hari Terakhir. Lawan pembenaran ialah penghukumanoleh Hakim itu. Tapi karena kematian Kristus, pembenaran terhadap orang-orang percaya sudahterjadi. Berdasarkan pembenaran yang terjadi sekarang, pada hari penghakiman kita akandiselamatkan dari murka.Kendati demikian, penghakiman tetap merupakan sesuatu yang akan terjadi pada akhir zaman,bahkan atas orang-orang percaya sekalipun. Keadilbenaran yang kita harapkan ialah pembebasanpada saat penghakiman terakhir. "Kita semua harus menghadapi takhta pengadilan Kristus".Namun karena penebusan dalam Kristus, kegentaran hari penghakiman itu sudah hilang bagiorang yang sudah di dalam Dia.VIII. KERAJAAN ALLAHKerajaan Allah pertama-tama berarti pemerintahan oleh Allah, dan kedua, daerah tempatpemerintahan itu dialami. Tujuannya yang terakhir akan direalisasikan hanya dalam dunia yangakan datang. Secara negatif, hal ini berarti pemusnahan musuh-musuh Allah, yaitu Iblis, dosadan maut (Wahyu 20:10,14,15). Secara positif, hal itu berarti bahwa orang-orang yang sudahditebus menikmati persekutuan yang sempurna dengan Allah dan berkat-berkat secarasepenuhnya (Wahyu 21:3-8 ), yang disimpulkan dengan ungkapan hidup yang kekal. Dengandemikian, hidup yang kekal dan Kerajaan Allah kadang-kadang merupakan ungkapan-ungkapanyang dapat ditukar (Matius 25:34; Markus 10:17,24). Istilah Kerajaan Allahdalam Injil-injilSinoptis dan hidup yang kekal dalam Injil Yohanes adalah searti.Kerajaan Allah tidak didirikan hanya melalui satu tindakan akhir zaman saja, saja, tapi dalampaling sedikit dua, mungkin tiga, tahapan. Melalui penjelmaan-Nya Kristus mengikat (Matius12:29) atau memusnahkan Iblis (Ibrani 2:14). Ia mematahkan kuasa maut dan mendatangkanhidup yang tidak dapat binasa (2 Timotius 1:10). Kemenangan awal ini melawan Iblis dan mautadalah pekerjaan Kerajaan Allah, pekerjaan pemerintahan penyelamatan oleh Allah dalamKristus. Dengan demikian Kerajaan Allah yang masih tetap di masa yang akan datang (Matius13:43; 1 Korintus 6:9; Wahyu 12:10) dikatakan sudah dekat (Matius 4:17) atau sudah datang(Matius 12:28 ), maka Kerajaan itu sudah mendampakkan wawasan berkat sekarang ini (Kolose1:13). Kerajaan Allah datang dalam berbagai tindakan penebusan.Penggenapan Kerajaan Allah secara final akan mencakup bumi yang diperbaharui. DalamPerjanjian Lama tata bumi yang baru itu kadang-kadang dilukiskan seolah-olah melanjutkan tatabumi yang sekarang ini (Mikha 4:1-5; Yesaya 11:1-9), kadang-kadang timbul dari bencana alam
  • 11. sebagai hukuman yang menimpa tata bumi lama (Yesaya 13:9-13). Dalam Yesaya 65:17, 66:22tata bumi baru itu disebut "langit baru dan bumi baru", tapi dalam ciptaan baru ini masih tetapada suatu bumi.Pengharapan ini dilanjutkan dalam Perjanjian Baru dan bersifat serupa dengan ajaran tentangkebangkitan: ada baik hal-hal yang bersambungan maupun hal-hal yang tidak bersambunganantara yang lama dan yang baru. Seluruh ciptaan akan turut mengambil bagian dalam kelepasanmanusia dari kutuk dosa (Roma 8:21). Hukuman Allah akan menimpa bumi yang terkutukkarena dosa, dan tata bumi sekarang akan guncang (Matius 24:29; Wahyu 6:12-17) dan akanlenyap (2 Petrus 3:10). Sesudah hukuman ini timbullah "langit baru dan bumi baru, di manaterdapat kebenaran" (2 Petrus 3:13). Di bumi yang ditebus dan yang baru inilah akan tinggalumat Allah dalam tubuh-tubuh yang ditebus (=baru) pula, yang akan menikmati persekutuanyang sempurna dengan Allah (Wahyu 21:1-8 ). Pendamaian final pada waktu itu sudah genap(Kolose 1:20; Efesus 1:10), sudah dikabulkan doa gereja "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilahkehendak-Mu di bumi, seperti di surga" (Matius 6:10)IX. KERAJAAN SERIBU TAHUNKitab Wahyu melukiskan kemenangan Kerajaan Allah atas Iblis dalam dua tahap. Iblis, yangsudah diikat oleh Kristus (Matius 12:29), selanjutnya akan dikekang lagi sebelum ia dibinasakantuntas pada kali yang terakhir dalam lautan api (Wahyu 20:14-15). Pada saat kedatangan Kristus,Iblis akan diikat dan dilemparkan ke dalam jurang maut supaya ia jangan menyesatkan bangsa-bangsa (Wahyu 20:1-3). Kristus akan memerintah bumi ini (Wahyu 5:10; bandingkan denganMatius 19:28; 2 Timotius 2:12) bersama orang-orang kudus-Nya yang sudah dibangkitkan-Nyaselama 1.000 tahun (Wahyu 20:4).Pandangan bahwa 1.000 tahun harus ditafsirkan secara harfiah, disebut pramilenialisme. Istilahkhiliasme (dari kata Yunani khilias, seribu) mengartikan pandangan yang sama, tapi istilah inibiasanya digunakan untuk pandangan-pandangan yang terlalu berat menekankan kenikmatan dankesenangan materialis yang diharapkan selama 1.000 tahun itu. Jika demikian caramemahaminya, maka Kerajaan 1.000 tahun itu adalah lanjutan dari pemerintahan Kristus yangsekarang. Pandangan ini ditopang oleh 1 Korintus 15:23-28, yang menyebut tiga tahapkemenangan Kerajaan Allah, yaitu: kebangkitan Kristus, kedatangan-Nya yang kedua, dan telosatau akhirnya.Kristus sekarang ini ialah Tuhan, yang bertakhta di sebelah kanan Allah, tapi pemerintahan-Nyabelum dinyatakan kepada dunia ini. Zaman yang kekal tidak merupakan masa pemerintahanKristus, sebab Dia akan menyerahkan Kerajaan-Nya kepada Allah Bapa (1 Korintus 15:24-28 ).Jika mau tegas, kita kiranya bisa membedakan Kerajaan Kristus (yaitu pada masa sekarang danselama jangka waktu 1.000 tahun nanti), dari Kerajaan Allah yang kekal, walaupun perbedaan initidak ditopang oleh Alkitab, yang menyamakan Kerajaan Kristus dengan Kerajaan Allah.
  • 12. Ada suatu bentuk pandangan pramilenialisme yang disebut dispensationalisme, yang seharusnyajangan dikacaukan dengan yang pertama. Bentuk pandangan ini mengajarkan bahwa KerajaanSeribu Tahun bukanlah suatu tahapan dalam pekerjaan Kristus Penebus, tapi zaman penggenapanjanji-janji teokratis kepada bangsa Israel. Nubuat pemulihan Israel sebagai bangsa akan kembalike tanah pusakanya, akan digenapi, disertai takhta harfiah (takhta Daud), Bait Suci yang nyata,dan sistem korban-korban secara harfiah.Banyak penafsir merasa bahwa pengertian Kerajaan 1.000 tahun secara harfiah, tidak cocokdengan ajaran Alkitab lainnya tentang hal-hal yang akan terjadi pada akhir zaman. Makapengikatan Iblis dalam Wahyu 20:1-4 dijabarkan dengan pengikatannya yang terjadi melaluiinkarnasi Kristus (Matius 12:28-29), dan kebangkitan pertama (Wahyu 20:5)serta pemerintahanorang-orang kudus bersama Kristus berarti hidup baru dalam Kristus (Efesus 2:5; Yohanes5:25) , atau kemenangan orang-orang kudus yang mati martir yang ada di surga. Dalam keduahal ini Kerajaan Seribu Tahun melambangkan zaman gereja. Menurut pandangan ini kedatanganKristus yang kedua akan membawa langsung Penghakiman terakhir beserta langit dan bumi yangbaru. Pandangan ini disebut amilenialisme.Pandangan lain menganggap bahwa segala bahasa apokaliptis yang terdapat dalam Wahyumelambangkan bekerjanya Allah dalam sejarah, dan bahwa Kerajaan Allah harus menjadi nyatapada zaman ini melalui pemberitaan Injil. Tugas gereja untuk menyebarkan Injil mencakupkerinduan supaya anggota masyarakat menjadi Kristen. Karena pandangan ini mengharapkankedatangan Kristus hanya sesudah suatu abad emas, maka hal itu disebut post-milenialisme (post= sesudah).X. KERAJAAN MAUTBagian akhir tujuan perjalanan orang-orang yang sudah ditebus ialah bumi baru, perjalanan akhirorang-orang fasik ialah geena-gehenna (neraka), suatu istilah yang diturunkan dari kata Ibranige-hinnom, artinya lemban bin-Hinom yang letaknya di luar Yerusalem, tempat pengorbanananak-anak dalam api kepada Molokh (2 Tawarikh 28:3; 33:6). Dalam tulisan nabi-nabi gehennamenjadi lambang penghakiman (Yeremia 7:31-32), kemudian hari lambang penghukuman yangterakhir. Allah berkuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka (Lukas 12:5; Matius 10:28;bandingkan dengan Matius 5:29-30). Itulah tempat api yang tak terpadamkan (Markus 9:43) atauapi kekal (Matius 18:8 ).Wahyu menggambarkan hukuman terakhir sebagai laut api dan belerang (Wahyu 20:10) yangmenjadi nasib dari binatang, Iblis, dan orang-orang yang tidak diselamatkan (Wahyu 20:15).Bahwa ini merupakan bahasa kiasan terbukti dari hal bahwa maut dan kerajaan mautdilemparkan ke dalam laut api itu. "Itulah kematian yang kedua" (Wahyu 20:14). Tuhan Yesus
  • 13. membicarakan tentang hukuman terakhir dengan memakai kata api (Matius 13:42, 50; 25:41)atau "kegelapan yang paling gelap" (Matius 8:12; 22:13; 25:30; bandingkan dengan 2 Petrus2:17; Yudas 13). Kedua kata api dan kegelapan merupakan lambang hukuman, tapi keduanyamelukiskan suatu kenyataan yang menakutkan, jika seseorang dijauhkan dari hadirat dan berkat-berkat Allah dalam Kristus (Matius 7:23; 25:41; 2 Tesalonika 1:9). Untuk berpendapat bahwaakhirnya seluruh manusia akan diselamatkan, seperti banyak ahli modern, tidak dapat dibenarkanPerjanjian Baru.Sumber:"The New Bible Dictionary", Inter-Varsity Press, England: 1988.P Badham, Christian Beief about Life after Death, 1976J Bailie, And the Life EverlastingGR Beasley-Murry, Jesus and the FutureGE Ladd, Crucial Questions about the Kingdom of GodEnsiklopedia Alkitab Masa Kini, Jilid 1, p 286-290