Lembaga Keuangan Mikro Baitul Maal wat Tamwil

8,624 views
8,420 views

Published on

Penumbuh kembangkan Lembaga Keuangan Mikro Syariah atau Baitul Maal wat Tamwil

Published in: Economy & Finance
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
8,624
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
17
Actions
Shares
0
Downloads
440
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Lembaga Keuangan Mikro Baitul Maal wat Tamwil

  1. 1. Inisiasi<br />LembagaKeuanganMikroSyariah<br />BaitulMaalwatTamwil<br />SebagaiPenyokong<br />GerakanPemberdayaanMasyarakat<br />
  2. 2. KemiskinanStruktural<br />Miskin<br />Tidak punya tabungan<br />Tidak bersekolah<br />Tidak punya ilmu & ketrampilan<br />Penghasilan pas-pasan<br />Modalnya kecil (dengkul)<br />Tidak memiliki kemampuan<br />Tidak memiliki akses pada modal<br />generasi miskin akan melahirkan generasi miskin<br />
  3. 3. PemetaanMasaalah<br />Di Bidang Penyelenggaraan Filantropi (Lembaga Bantuan/Donor)<br />Lemahnya pemahaman Filantropi dalam visi dan manajemen dalam menyelenggarakan program bantuan dan pemberdayaan masyarakat.<br />Kurangnya dana yang terhimpun dalam menerapkan program secara luas, sehingga dibutuhkan usaha-usaha yang dapat mengembangkan dana Filantropi secara mandiri.<br />Sering sekali program-program Filantropi tidak berkembang cenderung berhenti dalam waktu yang singkat. Padahal pemberian bantuan adalah proses entry point yang diharapkan dapat menumbuhkan sifat keswadayaan bahkan mendorong proses transformasi pada masyarakat.<br />Dibutuhkan sebuah struktur organisasi yang luas, amanah, capable dan teruji dalam menerapkan program-program secara luas di masyarakat miskin Indonesia.<br />Dibutuhkan sebuah model program bantuan yang multiplier effect, yang mana bantuan pendidikan dan kesehatan dapat seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat dan pembelajaran masyarakat menuju perubahan.<br />
  4. 4. PemetaanMasaalah<br />Di Bidang Kewirausahaan Masyarakat<br />Struktur pengusaha di Indonesia menunjukkan bahwa 93% adalah pengusaha mikro dan 6% pengusaha kecil<br />Permasalahan : kelemahan konsepsi di dalam pembinaan sosial ekonomi<br />Rendahnya pengetahuan, ketrampilan dan sikap kewirausahaan masyarakat miskin di samping persoalan akses informasi dan permodalan<br />Perlu strategi dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Usaha Mikro & Kecil dengan pemanfaatan dana bergulir yang mengarah kepada pembentukan kelembagaan lokal yang mandiri, mengakar di masyarakat dan berkelanjutan.<br />
  5. 5. 8 pertanyaan yang akanmemberitahujikasuatumasyarakatakanbenar-benarmemperolehmanfaatdariproyekpembangunan<br />Apakebutuhan yang paling mendesakkomunitasini<br />Apakahproyek yang diusulkanmenanganikebutuhanini?<br />Apakah ada partisipasi masyarakat dalam proses:<br />Mengidentifikasimasalah-masalahkunci?<br />Perencanaansolusirealistis?<br />Melaksanakanrencana?<br />Mengukurkeberhasilanproyek?<br />Apakahproyeklayaksecarafinansialdanlogistik?<br />Masyarakatsecarapermanenakanmanfaatdariproyekini?<br />Penerimaakanmencapaipemberdayaandalamhal:<br />Kemandirianekonomi?<br />Pengendaliansumberdayadankeputusan?<br />Percayadiribahwamerekabisamembuatperbedaan?<br />Apakahproyekmemilikidampakpositifpadalingkungan?<br />Apakahproyekmemilikidampakpositif pada peran dan partisipasiperempuan?<br />
  6. 6. Credo of Rural Reconstruction <br />go to the people<br />live among them<br />learn from them<br />plan with them<br />work with them<br />start with what they know<br />build on what they have<br />teach by showing<br />learn by doing<br />not a showcase but a pattern<br />not odds and ends but a system<br />not to conform but to transform<br />not relief but release<br />DR. Y.C. James Yen<br />
  7. 7. These are the principles that guide the Foundation<br />that the spirit of cooperation is the foundation of real growth <br />that resources are better shared <br />that all life is interdependent <br />that the &quot;law of the jungle&quot; is symbiosis, not savagery <br />that good fellowship is the human norm, not greed and narrow self-interest <br />that conflict can be resolved <br />that self-reliance at the community level strengthens the whole of society <br />that poverty is WRONG, and can be reversed <br />that there is enough for everybody except the greedy <br />that waste is wasteful <br />that the best things in life are not things <br />that this must be the guiding spirit of the new millennium <br />that we are not a minority in holding to these principles <br />
  8. 8. Tujuan Program<br />Meningkatkan taraf hidup masyarakat usaha mikro dan kecil melalui pendampingan dan fasilitasi kegiatan usaha ekonomi produktif.<br />2. Membentuk dan membuka peluang usaha mandiri dalam wadah Kelompok Usaha Masyarakat (POKUSMA) bagi masyarakat petani dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga.<br />3. Menyediakan layanan keuangan bagi UMKM yang selama ini tidak tersentuh oleh perbankan melalui pendirian LKM BMT sebagai wadah layanan dana bergulir bagi POKUSMA .<br />4. Menghilangkan exploitasi para rentenir melalui pendirian LKM BMT dan mendampingi masyarakat miskin untuk pengembangan UEP (Unit Ekonomi Produktif) agar memiliki ketrampilan mengembangkan UEP sehingga mampu melaksanakan peran dan fungsi sosial dan ekonominya dengan baik. <br />
  9. 9. Sasaran Program<br /> Terdampinginya usaha mikro/kecil masyarakat binaan dalam mengakses permodalan melalui perguliran modal di Lembaga Keuangan Mikro Syariah Semacam BMT (Baitul Maal wat Tamwil) yang diinisiasi, didirikan, dimiliki dan dikelola masyarakat setempat.<br />
  10. 10. Output<br />Terbentuknya Lembaga Keuangan Mikro Syariah/ BMT dengan CIRI<br /><ul><li>MANDIRI</li></ul> Swadaya & mampu membiayai usahanya sendiri (Cost Recovery)<br /><ul><li>PROFESIONAL
  11. 11. Dikelola dg PENUH WAKTU, bukan pekerjaan sambilan (full time).
  12. 12. Adanya fasilitasi pendampingan & PELATIHAN BERJENJANG dilengkapi modul-modul aplikatif (Continous Training & Technical Assistance)
  13. 13. Produk simpanan dan pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (Deman’s Driven)
  14. 14. Menerapkan sistim, prosedur, administrasi dan akuntansi standar Lemb. Keuangan yg dinancang sedemikian rupa sehingga sederhana, efisien dan efektif (Simplicity)
  15. 15. Pengelolaan & laporan keuangan secara terbuka (Transparancy)
  16. 16. MENGAKAR DI MASYARAKAT</li></ul> Diinisiasi, dimiliki dan dikelola oleh masyarakat setempat sehingga tumbuh rasa memiliki & tanggung jawab (Sense Of Belonging & Responsibility)<br /><ul><li>BERKELANJUTAN</li></ul> Mampu meningkatkan aset dan menghasilkan laba sehingga tumbuh dan berkembang <br />(Sustainability)<br />
  17. 17. Apaitu LKMS BMT?<br />BMT adalahsebutanringkasdariBaitulMaalwatTamwilatauBalai-usahaMandiriTerpadu, sebuahLembagaKeuanganMikroSyariah (LKMS) yang memadukankegiatanekonomidansosialmasyarakatsetempat.<br />Kegiatan LKMS BMT adalahmengembangkanusaha – usahaekonomiproduktifdenganmendorongkegiatanmenabungdanmembantupembiayaankegiatanusahaekonomianggotadanmasyarakatlingkungannya. LKMS BMT jugadapatberfungsisosialdenganmenggalangtitipandanasosialuntukkepentinganmasyarakat, sepertidanazakat, infaqdansodaqohdanmendistribusikannyadenganprinsippemberdayaanmasyarakatsesuaidenganperaturandanamanahnya.<br />
  18. 18. ApaCiriUtama LKMS BMT?<br />Berorientasibisnis, mencarilababersama, meningkatkanpemanfaatanekonomi paling bawahuntukanggotadanlingkungannya.<br />Bukanlembagasosialtetapidimanfaatkanuntukmengaktifkanpenggunaandanasumbangansosial, zakat, infaqdansadaqahbagikesejahteraanorangbanyaksecaraberkelanjutan.<br />Ditumbuhkandaribawahberdasarkanperanpartisipasidarimasyarakatsekitar.<br />Milikbersamamasyarakatsetempatdarilingkungan LKMS BMT itusendiri, bukanmilikiorang lain dariluarmasyarakatitu.<br />LKMS BMT mengadakankajianrutinpendampinganusahaanggotasecaraberkala yang waktudantempatnyaditentukan (biasanyadibalai RW/RT/desa, kantor LKMS BMT, rumahanggota, masjid, dsb), biasanyadiisidenganperbincanganbisnisparanasabah LKMS BMT, disampingpendampingan mental spiritualnyaterutama motive berusaha.<br />Manajemen LKMS BMT adalah professional :<br />Manajer minimal D3, dilatihpertama kali 2 mingguoleh LAZNAS BMT<br />Administrasipembukuandanprosedurditatadengan system manajemenkeuangan yang rapihdanilmiah.<br />Aktif “menjemput bola” beranjangsanadanberprakarsa.<br />
  19. 19. Mengapaharusmendirikandanmengembangkan LKMS BMT?<br />Pembangunan nasionalharusdipercepat<br />Lebihdari 92 % daristrukturpengusahanasionalkitaadalahusahamikro (kecilbawah) yang salahsatufaktorkesulitanmerekaadalahmasalahpermodalan, sementaramerekakurangmengenal Bank atauLembagaKeuangandanatausulitmengaksesnya.<br />Bank segan “mencapai” mereka, karenabiaya Bank (over head cost), “terlalumahal” untukpembiayaankecil – kecildanbanyakjumlahnya<br />Sebagianbesarpendudukgolonganekonomilemahdantertinggal, terjeratrentenirdenganbungatinggidenganprosedur yang gampangdansederhana<br />
  20. 20. ApakahkelayakanpendirianLKMS BMT?<br />Adakemauanmajudanprakarsamasyarakat<br />Adapraktekrentenirataulintahdaratdisekitarnya<br />Adapotensiusahakecil yang dapatdikembangkan<br />Dari rancangankeuangandiketahui ; Adanya modal pendiri, Dana yang disiapkanmenutupbiayaoperasional 6 bulan, Adasejumlahtokoh yang merasamemilikidanbertanggungjawab<br />
  21. 21. Berapa modal awalpendirianLKMS BMT?<br />LKMS BMT didirikandengan modal awalsebesar 100 juta rupiah ataulebih. Namunjikaterdapatkesulitandalammengumpulkan modal awal, dapatdimulaidengan modal 70 juta rupiah<br />
  22. 22. Dari manamemperoleh modal awal LKMS BMT?<br />Modal awal LKM BMT berasaldaribeberapatokohmasyarakatsetempat, yayasan, kaskelompokswadayamasyarakat, danamasjid, atau BAZIS setempat. Namunsejakawalanggotapendiri LKMS BMT/ minimal terdiri 21 orang yang merekasecarariilmemberikanperanpartisipasinyasebagaipendiridanmenyerahkanuangSimpananPokokKhusussebagai modal awal yang besarnyatidakmestisamaantarorang per orangnya (idealnyasekitar 3 juta/orang)<br />
  23. 23. BerapajumlahanggotapendiriLKMS BMT?<br />Pembatasanjumlah minimal 21 anggotapendiri, diperlukan agar LKMS BMT menjadimilikmasyarakatsetempatdanberkembangdenganberkelanjutanmendukungkegiatanekonomimasyarakatkecilbawahdankecil. Diperlukansejumlahanggotainti yang layak, tidakterlalusedikitsehingga LKMS BMT tidakdimilikisekelompokkecilorangsajadanjugatidakterlalubanyak, sehinggamemudahkandalammengambilkeputusan<br />
  24. 24. ApaBadanHukum LKMS BMT?<br />LKMS BMT dapatdidirikandalambentuk KSM atauKoperasiJasaKeuanganSyariah (KJKS)<br />KSM : KelompokSwadayaMasyarakatdenganmendapatkansertifikasikemitraandari LAZNAS BMT (LembagaAmilZakatNasionalBaitulMaalwatTamwil)<br />KoperasiJasaKeuanganSyariah (KJKS), memerlukananggotapendiri minimal 20 orang<br />
  25. 25. Bagaimanatahappendirian LKMS BMT?<br />PemrakarsamembentukPanitiaPenyiapanPendirian LKM BMT (P3B) dilokasikomunitastertentu : Desa, Kelurahan, Kecamatan, Pasar, KawasanTransmigrasi, Pesisir, Lingkungan Perusahaan, Pesantrenataulainnya<br />P3B mencari modal awalatau modal perangsangsebesarRp 100 jutaatau minimal Rp 70 jutauntuksegeramemulailangkahoperasional. Modal inidapatberasaldariperorangan, lembaga, yayasan, BAZIS, Pemdaatausumberlainnya<br />Ataulangsungmenarikpemodal – pemodalsendiridarisekitar 21 orangataulebihdikawasanituuntukmendapatkandanaurunanhinggamencapai MIN 70 juta (SimpananPokokKhususatauSaham yang nantinyaakandiberikankompensasipembagian SHU setiapakhirtahun)<br />Jikacalonpemodaltelahadamakadipilihcalonpengurus yang ramping (3 – 5 orang) yang akanmewakilipendiridalammengarahkankebijakan LKM BMT<br />Merekrutcalonpengeloladanmengikutkanpelatihansertamagangdenganmenghubungi BMT Eksisting<br />Melaksanakanpersiapansaranakantordanperangkatadministrasiatau form – form yang diperlukan<br />Menjalankanoperasionalbisnis LKMS BMT<br />Melatihataumengirimkanparapengelolamengikutipelatihanmanajemen BMT secaraberkala.<br />
  26. 26. BagaimanaProspek LKMS BMT?<br />Dari kiprah yang berusahatumbuhdaribawah, tampakjelasperan LKMS BMT dalammembangunekonomimasyarakat. Secararingkastujuandandampakpositif yang ditimbulkanantara lain :<br />Menjadiperantaraantarapemodal / penabung (Aghniya/Investor) dengan Usaha Kecil Muslim<br />Memperbaiki modal, artinyaidentikdenganupayapeningkatantarafhidup<br />Tempatberlatihmanajemenekonomidimasyarakatbawah<br />Menyalurkandanauntukusahabisniskecildengansifatmudah, murahdanbersih<br />Sangatmudahdidirikankarenatanpa modal besar, peralatandankantormewah<br />Sudahadacontoh Best Practices, saatinitelahberkembangsekitar 3000 LKMS BMT diseluruh Indonesia, denganasetmulaidaripuluhanjutahinggapuluhanmilyardantelahmembantupermodalandanpendampingankepadaratusanribuusahamikro<br />
  27. 27. Tahap-tahap Pendirian Kelembagaan LKMS-BMT<br />P3 - BMT<br />(LKM-BMT)<br />MUSYAWARAH <br />ANGGOTA Pokusma DESA<br />& TOKMAS (AGHNIA)<br />MEMBENTUK <br />PANITIA<br />PERSIAPAN PENDIRIAN <br />LKMS-BMT<br />MOTIVATOR<br />(PENDAMPING)<br />Mengambil<br />prakarsa<br />Mencapai<br />Aset tertentu<br />Cari tambahan <br />Modal Awal <br />Siapkan <br />Legalitas<br />Hukum<br />Perluasan<br />Calon-calon<br />Pendiri<br /><ul><li> Lembaga Konsultan
  28. 28. Dinas</li></ul>PENGURUS<br />Seleksi / Pilih<br />Sertifikat Operasi <br />LKMS BMT<br />Urunan Modal Awal<br />Siapkan Sarana<br />Calon<br />Pengelola<br />Dinas Koperasi<br />Dan PPK<br />Modal Awal<br />Badan Hukum<br />Koperasi<br />Pelatihan<br />dan Magang<br />LKMS BMT<br />Beroperasi<br />
  29. 29. TAHAP<br />PENGELOLAAN AWAL<br />TAHAP PEMANTAPAN<br />DAN PENGEMBANGAN<br />TAHAP PERSIAPAN<br />TAHAP RINTISAN<br />KEGIATAN<br />KEGIATAN<br />KEGIATAN<br />KEGIATAN<br />LKMS BMT <br />beroperasi<br /><ul><li> Model </li></ul>Pengemb. <br />LKMS BMT<br /><ul><li> Pendiri </li></ul>LKMS BMT <br /><ul><li> SDM </li></ul>Pendamping<br />LKMS BMT<br />Terlatih<br /><ul><li> Embrio </li></ul>LKMS BMT<br />dg ciri:<br /><ul><li> Kesadaran </li></ul>pentingnya <br />LKMS BMT <br />dan konsepnya<br /><ul><li> Modal Awal
  30. 30. Pengurus
  31. 31. Calon </li></ul> Pengelola<br />LKMS BMT<br />mampu<br />mengem-<br />bangkan<br />kemitraan<br />dengan<br />lembaga<br />lain <br />dan<br />mampu<br />mening-<br />katkan<br />usaha<br />anggota-<br />nya<br />HASIL<br />HASIL<br />HASIL<br />HASIL<br /><ul><li>Pelatihan Pengurus LKMS BMT
  32. 32. Pelatihan Awal Calon Pengelola</li></ul>LKMS BMT<br /><ul><li>Pemaga- ngan di LKMS BMT sejenis
  33. 33. Pendam-pingan Manajemen
  34. 34. Modal awal padanan
  35. 35. Lokakarya Pengem-bangan LKMS BMT
  36. 36. Sosialisasi Ke anggota POKUSMA
  37. 37. Pelatihan Pendam-ping LKMS BMT
  38. 38. Pelatihan Lanjutan
  39. 39. Ikut serta Community Leaders Program</li></ul> (CLP)<br /><ul><li>Pengemba-ngan Jaringan
  40. 40. Pelatihan Motivator Kader Pokusma & Gabungan Pokusma Potensial
  41. 41. Pendampigan Tahap Perintisan /sosialsasi Kelembagaan</li></ul>LKMS BMT<br />LKMS BMT <br />yang Mandiri<br />dan Kuat<br />serta mampu<br />meningkatkan<br />Kesejahteraan<br />anggotanya<br />BMT<br />ProsespenumbuhandanPengembangan<br />LKMS BMT<br />
  42. 42. StrukturOrganisasiLKMS BMT<br />RAPAT ANGGOTA<br />LembagaKonsultan<br />SEBAGAI PENDAMPING<br />PENGURUS<br />KETUA, SEKRETARIS, BENDAHARA<br />Dinas Terkait<br />SEBAGAI PEMBINA<br />MANAJER<br />KASIR<br />BAG. PEMBUKUAN<br />BAG. PEMBIAYAAN<br />BAG. PEMASARAN<br />
  43. 43. StrukturKelembagaanLKMS BMT<br /> P<br /> E<br /> N<br /> D<br /> I<br /> R<br /> I<br /> 21 orang<br />PENGURUS<br />PENGELOLA<br />POKUSMA<br /> I<br />POUKUSMA <br />C<br />POKUSMA<br /> G<br />POKUSMA<br />F<br />POKUSMA<br /> E<br />POKUSMA<br />B<br />POKUSMA <br />A <br />
  44. 44. Mekanisme Pemberdayaan Usaha Mikro Melalui Pengembangan LKMS BMT<br />PENDAMPING<br />Lingkup Pendampingan<br />Mental amanah, jujur ber-tjwb<br />Strategi Produksi & Pemasaran<br />Solidaritas Kelompok<br />Pembukuan Sederhana<br />Motive Berusaha<br />Budaya Menabung<br />Anggota F-PPP<br />KONSULTAN MANAJEMEN<br />KONSULTAN / FASILITATOR<br />Lingkup Pendampingan (Training & Technical Assistance)<br />Strategi pendampingan ush mikro<br />Manajemen Pembiayaan<br />Standart Operating Prosedure<br />Akses Perbankan<br />Tek. Informasi Software BMT On Line<br />Manajemen Dana (ALMA)<br />Kelembagaan & Organisasi<br />Keswadayaan & Solidaritas Sosial<br />BMT<br />Profesional, Mandiri, Mengakar di Masyarakat & Berkelanjutan<br />Rek.Bersama Pengelola & Pengurus BMT<br />S<br />U<br />P<br />O<br />R<br />T<br />PENGURUS<br />DANA BERGULIR<br />PENGELOLA<br />Produktif<br />Lancar<br />Tepat<br />Kelompok Usaha Mikro<br />Usaha <br />Mikro<br />Kelompok Usaha Mikro<br />Kelompok Usaha Mikro<br />Kelompok Usaha Mikro<br />Usaha <br />Mikro<br />
  45. 45. Penggalangan Modal <br />dan Simpanan Swadaya<br />Sistem dan<br />Manajerial<br />Penguatan<br />Kelembagaan<br />Peningkatan Managerial Skill Pengurus dan Pengelola<br />LKMS KUAT<br /><ul><li> MENGAKAR DAN SEHAT
  46. 46. ASET KUAT DAN BERSWADAYA
  47. 47. PROFIT
  48. 48. SENTRA BISNIS</li></ul>PANDUAN / MANUAL OPERASI<br />PENILAIAN KESEHATAN<br />PENDAMPINGAN ANGGOTA<br />SISTEM INFORMASI/<br />SOFTWARE OPERASI<br />DAN KEUANGAN<br />PELATIHAN PARTISIPATIF<br />PENDAMPINGAN<br />PEMAGANGAN PADA LKM<br />YANG SEHAT DENGAN DUKUNGAN<br />BANTUAN TEKNIS<br />PELATIHAN LANJUTAN PENGELOLA<br />PELATIHAN PENGURUS<br />EMBRIO LKMS (AWAL)<br /><ul><li> Kesadaran Berswadaya dan Berbisnis
  49. 49. Embrio Kelembagaan
  50. 50. Orientasi Menyalurkan Bantuan Pemerintah (Proyek)
  51. 51. Ada Kepengurusan dan Kader Pengelola Awal
  52. 52. Ada Pencatatan Transaksi yang Terbatas</li></li></ul><li>SkemaPembiayaan Usaha MikroLKMS BMT<br />JENIS PEMBIAYAAN<br />TARGET PASAR<br />NILAI PEMBIAYAAN<br />PERSYARATAN DASAR<br />KETERANGAN <br />Usaha Mikro Rintisan<br />Maksimal Rp 1.000.000,-/Orang; Maksimal Rp. 15.000.000,- per KMP<br />Pinjaman Kebajikan <br />( Qordhul Hasan )<br />Tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat <br /> (KSM)<br /><ul><li> Diutamakan KSM Kearifan Lokal (KKL) yang sudah </li></ul> ada seperti: arisan, yasinan, majlis ta’lim, karang <br /> taruna,dsb.<br /><ul><li> Self financing 30%
  53. 53. Jaminan-jaminan tanggung renteng KSM
  54. 54. Pinjaman uang tanpa imbalan
  55. 55. Disarankan infaq sukarela</li></ul>Sesuai Kelayakan Usaha Maksimal Rp 3.000.000,-/Orang<br />Usaha Mikro Rintisan<br />Usaha Mikro Sudah Berjalan<br /><ul><li> Kinerja usaha selama ini baik
  56. 56. Memiliki captive pasar
  57. 57. Jaminan: obyek yang dibiayai & jaminan tambahan </li></ul> bila perlu<br />Sistem Jual Beli, Bayar Jatuh Tempo atau Angsuran<br />Pengadaan Barang <br />untuk Usaha (PBU)<br />Murabahah = Byr Jt Tempo<br />Bai Bitsaman Ajil, Angs<br />Usaha mikro sudah berjalan<br />Sesuai Kelayakan Usaha Maksimal Rp 3.000.000,-/Orang<br /><ul><li> Kinerja usaha selama ini baik
  58. 58. Memiliki captive pasar
  59. 59. Jaminan: obyek yang dibiayai & jaminan tambahan </li></ul> bila perlu<br /><ul><li> Masing-masing terlibat dalam pengelolaan usaha.</li></ul>Sistem bagi hasil sesuai dgn ratio/nisbah yang disepakati<br />Pembiayaan Total <br />Bagi Hasil (PTBH)<br />( Mudharabah )<br />Usaha mikro sudah berjalan<br />Sistem bagi hasil sesuai dgn modal penyertaan atau atas kesepakatan bersama<br />Maksimal Rp 3.000.000,-/Orang<br /><ul><li> Kinerja usaha selama ini baik
  60. 60. Memiliki captive pasar
  61. 61. Jaminan: obyek yang dibiayai & jaminan tambahan </li></ul> bila perlu<br />Pembiayaan Bersama<br />Bagi Hasil (PBBU)<br />( Musyarakah )<br />
  62. 62. AlurPenguatan LKMS BMT<br />Funding<br />Kerjasama<br />(1)<br />Dinas <br />Terkait<br />Lembaga Konsultan<br />(3)<br />Konsultan<br /> manajemen<br />UU No. 32 & 33 thn 204<br />(2)<br />Koordinasi<br />(4)<br />BANK PELAKSANA<br />TIM BERSAMA<br />KOORD. PROG<br />WILAYAH<br />Dukungan <br /> investasi<br /> (asset)<br />(5)<br />Arus penyaluran<br /> pembiayan <br />Usaha mikro<br />(8)<br />PENDAMPING<br />Pengem. modal<br /> bergulir PSA<br />(10)<br />BMT<br />fasilitator<br />(6)<br />KETERANGAN :<br />Tek : TEKNIS<br />Wil : WILAYAH<br />BMT : BALAI USAHA MANDIRI <br /> TERPADU<br />SP : SIMPAN PINJAM<br />IKS : IURAN KESETIA<br /> KAWANAN SOSIAL<br />UEP : USAHA EKONOMI <br /> PRODUKTIF<br />TOKMAS : TOKOH MASYARAKAT<br />AGNIA : ORANG KAYA<br />Wadah SP, IKS, <br /> Arisan, UEP<br /> Perkp. POKUSMA dll<br />(9)<br />pendiri<br />(7)<br />TOKMAS<br />AGNIA<br />KET.ADAT<br />DLL<br />POKUSMA<br />POKUSMA<br />POKUSMA<br />POKUSMA<br />POKUSMA<br />POKUSMA<br />dst<br />
  63. 63. Arah yang ingindicapaidalamLKMS BMT<br />KONDISI AWAL<br />KONDISI AKHIR<br /> FASE <br />PERINTISAN<br /><ul><li> KEWIRAUSAHAAN KURANG
  64. 64. MALAS
  65. 65. LABIL
  66. 66. KONVENSIONAL
  67. 67. BURUH/GADUH
  68. 68. INDIVIDUAL
  69. 69. BELUM ADA KELEMBAGAAN
  70. 70. PENDAMPING DISUBSIDI PEMERINTAH
  71. 71. TUMBUH KEWIRAUSAHAAN
  72. 72. RAJIN
  73. 73. STABIL
  74. 74. PROFESIONAL
  75. 75. MILIK SENDIRI
  76. 76. USAHA KELOMPOK
  77. 77. ADA BMT “LKMS BMT”
  78. 78. POKUSMA MAMPU BAYAR PENDAMPING</li></ul> FASE <br />PEMANTAPAN<br /> FASE <br />MANDIRI<br />PENDAMPING<br />Micro Finance Center<br />
  79. 79. KegiatanPendampingan POKUSMA<br />MINGGUAN<br />BULANAN<br />Peserta adalah pendamping<br />Unsur dari dinas kabupaten Ketua<br /> POKUSMA dan unsur dari BMT<br />Pertemuan 1 minggu sekali<br />Peserta 5 POKUSMA/minggu:<br />dipandu oleh pendamping<br />waktu 1 jam<br />Kegiatan rumpun<br />(Rembuk himpunan) :<br />A. Aspek pemberdayaan kube fm<br /> 1. Potensi Sosial dan ekonomi<br /> 2. Bagi pengalaman<br /> 2. Ruhiyah<br />B fasilitasi uep<br /> 1. Pemilihan usaha<br /> 2. Produksi<br /> 3. Pemasaran<br /> 4. Jaringan usaha<br /> 5. Perguliran dana<br />C. Penguatan kelembagaan POKUSMA<br /> 1. Adm & registrasi<br /> 2. Persiapan pendirian “BMT” <br />D monitoring dan evaluasi<br />Agenda Kegiatan :<br />Presentasi Laporan Pendamping<br />Evaluasi kegiatan akhir bulan<br />Diskusi temuan masalah dilapangan<br /> dan pemecahannya.<br />Penguatan Kelembagaan POKUSMA<br />Perguliran dana<br />penggalangan tabungan<br />IKS dan bagi hasil<br />
  80. 80. : Simpanan Pokok Khusus<br />: Simpanan Pokok <br />: Simpanan Wajib<br />: Simpanan Sukarela<br />: Modal Kerja<br />: Teknologi<br />: Pembinaan Teknik/Manajemen<br />: Kelompok Usaha Muamalat<br />SPK<br />SP<br />SW<br />SS<br />MK<br />TEK<br />BINA<br />POKUSMA<br />kaitan kerja LKMS BMT dengan anggotanya<br />RAT<br />INFORMASI<br />TEKNOLOGI<br />PENGURUS<br />PEMASARAN<br />HASIL POKUSMA<br />METODE<br />PENYULUHAN<br />LKM BMT<br />PEMBINAAN<br />POKUSMA<br />PENGELOLA<br />MK, TEK. BINA<br />SPK, SP, SW, SS<br />MK, TEK. BINA<br />SPK, SP, SW, SS<br />ANGGOTA<br />PERORANGAN<br />(NON-POKUSMA)<br />SPK<br />SP<br />SW<br />SS<br />SPK, SP, SW, SS<br />SPK, SP,SW, SS<br />MK, <br />TEK. <br />BINA<br />MK, TEK. BINA<br />POKUSMA<br />Pesisir<br />SPK,<br /> SP,<br /> SW,<br /> SS<br />POKUSMA<br />INDUSTRI<br />R. TANGGA<br />MK, TEK. BINA<br />POKUSMA <br />Ternak<br />POKUSMA<br />JASA<br />NIAGA<br />KUBE<br />KOMODITAS<br />UNGGULAN<br />
  81. 81. Bagaimanamengembangkan<br />LKMS BMT<br />Pengalaman Lembaga Konsultan<br /><ul><li>Motivasi dan sosialisasi yang intensif dari kader </li></ul> motivator setempat<br /><ul><li>Proses pengembangan kelembagaan yang mengakar di </li></ul> masyarakat yang berdasar pada prinsip profesionalisme dan<br /> dan akuntabilitas publik<br /><ul><li>Pelatihan Manajemen
  82. 82. Pelatihan Pengurus
  83. 83. Pendampingan Pengelolaan BMT
  84. 84. Pelatihan Anggota
  85. 85. SOP
  86. 86. Tools
  87. 87. Pedoman Pendirian BMT-Pokusma
  88. 88. Pedoman AD/ART
  89. 89. Pedoman Akuntansi
  90. 90. Pedoman Pengelolaan
  91. 91. Pedoman Pembina Anggota
  92. 92. Pengembangan Jaringan
  93. 93. Pendampingan yang menyatu dengan fungsi BMT</li></ul>b. Adanya Program Pemerintah yang komprehensif<br /><ul><li>Mengutamakan pengembangan kelembagaan,
  94. 94. Mengutamakan pengembangan SDM, </li></ul> bukan hanya bantuan dana<br /><ul><li>Mengutamakan peran LSM yang kompeten dalam:
  95. 95. Pengembangan BMT
  96. 96. Pendampingan BMT </li></li></ul><li>B U L A N <br />KEGIATAN<br />4<br />5<br />6<br />9<br />7<br />8<br />JadwalKegiatan Program<br />1.Persiapan & Koordinasi<br />2. Expose<br />3. Workshop Pendamping & <br /> POKUSMA<br />4. Sosialisasi dan Desiminasi<br />5. Pendampingan Lapangan<br />7. Pelatihan kewirausahaan<br />8. Terbentuknya POKUSMA<br />8. Monitoring & evaluasi<br />9. Pelaporan<br />
  97. 97. Situasi Yang Diharapkan Terjadi Setelah Program Berlangsung<br />Pendanaan<br />Lembaga<br />Komsultan<br />PenerimaManfaat/<br />Donor/Promotor<br />Finance House<br />LKMS - BMT<br />Organisator<br />Pendampingan<br />Bergulir<br />M a s y a r a k a t<br />Kader Aktif<br />Vote Getters<br />
  98. 98. f<br />m<br />c<br />micro finance center<br />Terima Kasih<br />Head Office : <br />LAZNAS BMT, Gedung ICMI Pusat, Lantai 4, Jl. Warung Jati Timur No. 1, Jakarta Selatan<br />Telp /Fax: 021 7993019<br />E-mail : bmt_link@yahoo.co.id<br />

×