Your SlideShare is downloading. ×
Ppt utk atkp makassar 1 maret 2011
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Ppt utk atkp makassar 1 maret 2011

2,200
views

Published on

Published in: Education, Technology

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,200
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
205
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • SEKARANG, MARI KITA SAMAKAN PERSEPSI KITA TENTANG PEMAHAMAN SAFETY ATAU LAMBANGJA YANG DIANUT OLEH TNI AU. PEMAHAMAN SAFETY INI PADA DASARNYA SERUPA DI SEMUA ANGKATAN UDARA MANAPUN. PEMAHAMAN YANG KITA ANUT BERORIENTASI KEPADA USAF. SAFETY ATAU KESELAMATAN PADA DASARNYA MENCAKUP 2 KEGIATAN YANG SIFATNYA BERBEDA YAITU SAFETY PRA DAN POST ACCIDENT ATAU SEBELUM DAN SESUDAH TERJADI KECELAKAAN DIMANA KEDUANYA MENJADI COMMAND RESPONSIBILITY. KEGIATAN ATAU UPAYA SEBELUM KECELAKAAN KITA SEBUT PTEVENTIVE DAN SESUDAH KECELAKAAN KITA SEBUT REPRESIP. DI RAAF ISTILAH INI DISEBUT PROAKTIF DAN REAKTIF KEGIATAN PREVENTIP, MENYANGKUT “SEGALA UPAYA” YANG SULIT DIHITUNG JUMLAHNYA, NAMUN SIFAT KEGIATANNYA SELALU BERCIRIKAN SEBAGAI BERIKUT INI: KEGIATAN TERSEBUT BERTUJUAN MENCEGAH CELAKA, AGAR COMBAT READINESS TERPELIHARA; KECELAKAANNYA BUKAN OLEH FAKTOR MUSUH DAN KESENGAJAAN. KEGIATAN REPRESIP, ADALAH TINDAKAN YANG DIAMBIL SESUDAH TERJADI ACCIDENT, TUJUANNYA UNTUK MEMPERKECIL KERUGIAN/KEHILANGAN SUMBER DAYA DINAS YANG BERNILAI TINGGI BAIK TAKTIS MAUPUN STRATEGIS. DARI TINDAKAN REPRESIP DAPAT DIAMBIL PELAJARAN DAN PENGALAMAN BARU (DARI HASIL PENYELIDIKAN) UNTUK DIJADIKAN MASUKAN PADA TINDAKAN PREVENTIP SELANJUTNYA. MUDAH-MUDAHAN PERSEPSI KITA SEKARANG SAMA, JADI LAMBANGJA BUKAN HANYA MEMBUAT POSTER, MELAKUKAN PERBAIKAN SARANA/PRASARANA DAN APALAGI MENGHUKUM ORANG YANG MELANGGAR ATURAN. YANG MENGHUKUM ADALAH ANKUMNYA SENDIRI ATAU ACTION AGENCY / INSTANSI TERKAIT DENGAN POKOK MASALAH TADI. SAFETY ADALAH PROFESIONAL ADVICER DAN CORRECTOR OF SAFETY SYSTEM MALFUNCTIONS FOR THE COMMANDANTS.
  • PERLU DIKETAHUI BAHWA APABILA SAFETY DIIBARATKAN SEBAGAI BAGIAN DARI SATU BANGUNAN, FUNGSINYA BUKAN MERUPAKAN SALAH SATU TIANG PENOPANG BERDIRI TEGAKNYA BANGUNAN TERSEBUT. SAFETY HARUS SELALU MERUPAKAN FONDAMEN ATAU DASAR/LANTAI TEMPAT TIANG-TIANG ITU DITEGAKAN DAN TEMPAT SEMUA ORANG BERGERAK DIDALAM BANGUNAN TERSEBUT. ARTINYA SEMUA KEGIATAN HARUS BERPIJAK DIATAS SAFETY. OLEH KARENANYA SAFETY AKAN MENJADI FONDAMEN DAN TERDAPAT DISEMUA TIANG BANGUNAN TERSEBUT. DENGAN KATA LAIN SAFETY HARUS MENJADI BAGIAN DARI KEGIATAN OPSLAT, PENDIDIKAN, PERSONIL, LOGISTIK, PENGAMANAN DAN SEMUA KEGIATAN LAINNYA. AGAR MUDAH BAGI KITA UNTUK MENJADIKAN SAFETY SEBAGAI DASAR KEGIATAN SEMUA FUNGSI, ADALAH DENGAN MAMPU TERLEBIH DULU MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB KECELAKAAN DAN KEMUDIAN TEKAD UNTUK MENGHILANGKAN PENYEBAB KECELAKAAN TERSEBUT DARI LINGKUNGAN KERJANYA MASING-MASING. DULU PENYEBAB KECELAKAAN ITU DIIDENTIFIKASIKAN SEBAGAI “M” FAKTOR, KEMUDIAN HAL INI DIANGGAP KELIRU DAN KEMUDIAN SECARA INTERNASIONAL PENYEBAB KECELAKAAN ITU DISEPAKATI SEBAGAI UNSAFE ACT DAN UNSAFE CONDITION (ADA JUGA ACT OF GOD ). JADI PENYEBAB KECELAKAAN ITU, BUKAN MANUSIA, MATERIIL ATAU MEDIA LAGI PADA SAAT INI METODE MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB KECELAKAAN CENDERUNG BERGESER KE METODE “SIGNIFICANT FACTORS/FINDINGS”. METODE INI DIKEMBANGKAN DI AUSTRALIA, DAN SEDANG DIPELAJARI OLEH FAA/NTSB. DENGAN MENGGUNAKAN METODE INI TINDAKAN KOREKTIF AKAN LEBIH COMPREHENSIP/LUAS SEHINGGA PENCEGAHAN KECELAKAAN BERIKUTNYA AKAN LEBIH EFFEKTIP DAN EFISIEN.
  • USAF DAN US ARMY AVIATION BEBERAPA TAHUN YL MENGIDENTIFIKASI 12 ASPEK PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN KHUSUS KARENA SERING BERPERAN DALAM MENUNTUN TERJADINYA AVIATION ACCIDENT. KALAU KITA RAJIN MENYIMAK SOFTWARE, REFERENSI DAN ARAHAN PIMPINAN SECARA CERMAT, KE 12 ASPEK TERSEBUT TERNYATA BUKAN MERUPAKAN SESUATU YANG BARU BAGI TNI AU. KEDUA BELAS ASPEK INI 9 BERSIFAT TANGIBLE DENGAN PENEKANAN PADA PERAN LEADERSHIP SEDANGKAN 3 ASPEK LAINNYA BERSIFAT INTANGIBLE , SULIT DITENTUKAN TOLOK UKURNYA. ASPEK-ASPEK TERSEBUT HARUS DIBINA UNTUK MENJADI SUATU SYNERGI SYSTEM MANAGEMENT YANG HARMONIS, DALAM RANGKA MENCIPTAKAN PERAN INDIVIDU DAN FUNGSI TUGAS SUPAYA TIDAK MEMBIAS DARI NORMA, DISIPLIN DAN STANDARD SERTA PROSEDUR TUGAS YANG TELAH DITENTUKAN. APABILA TERJADI PELANGGARAN, MAKA AKAN TIMBUL POTENSI ACCIDENT ATAU ACCIDENT YANG AKAN MENGHAMBAT TERCAPAINYA PEEM. APABILA NORMA ATURAN DILAKSANAKAN DENGAN BENAR MAKA ACCIDENT AKAN DAPAT DICEGAH, SELANJUTNYA ACHIEVEMENT TUGAS DAN PEEM AKAN TERWUJUD.
  • Regional cooperative safety activities (ICAO and local regulators work together – COSCAPs) by region. This chart shows two things. Accident rates by region of the world Regional cooperative safety activities (ICAO and local regulators working together – COSCAPs) by region. The number of CAST Safety Enhancements adopted by the Asian COSCAPs and the European JSSI (Joint Safety Strategy Initiative) are also depicted. COSCAP = cooperative Development of Operational Safety and Continuing Airworthiness Programme
  • Transcript

    • 1. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE INVESTIGASI KECELAKAAN PESAWAT UDARA DITINJAU DARI ASPEK HUKUM UDARA DAN UNDANG-UNDANG No 1 Th 2009 TENTANG PENERBANGAN ATKP - MAKASSAR - 1 MARET 2011
    • 2. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE ATKP - MAKASSAR – 1 MARET 2011
    • 3. S A F E T Y SEBELUM TERJADI SESUDAH TERJADI ACC PREVENTIVE proaktif * SEGALA UPAYA, KEGIATAN * MENCEGAH CELAKA * TUGAS POKOK SELAMAT * MAINTENANCE * KELAIKAN * MEETING -SURVEY -BRIEF. * PUBLIKASI, dll REPRESSIVE reaktif * SAR * SURVIVAL * INVESTIGASI * RECOVERY-KOMPENS. * REWARD - PUNISHMENT REKOMENDASI MASUKAN DILUAR SABOTASE & SENGAJA
    • 4. PENYEBAB KECELAKAAN MANUSIA MATERIAL / MACHINE MEDIA UNSAFE ACT UNSAFE CONDITION SIGNIFICANT FACTORS / FINDINGS
    • 5. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE ADA PENYEBABNYA !!!
    • 6. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE ADA PENYEBABNYA !!!
    • 7. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE ADA PENYEBABNYA !!!
    • 8. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE ADA PENYEBABNYA !!!
    • 9. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 10. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 11. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • 18 Okt. 1915
        • Lt Ter Poorten – 2 Glenn Martin acfts.
        • 6 Nov. 1915
        • Penerbangan Pertama di Batavia (Jakarta)
        • 17 August 1945
        • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
        • 10 Okt. 1945
        • Penerbangan Pertama – Pesawat Indonesia.
        • 9 April 1946
        • Angkatan Udara R I – Hari Penerbangan Nasional
    • 12. INDONESIAN ARCHIPELAGIC SHIPPING LANES KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 13. INDONESIAN FERRY LANES 214 lanes – 192 vessel IMSA 2010: 10.000 ships > 54% 2005 BKI 2009: 12.436 ships KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 14. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 15. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C 7 Des. 1944 – Konvensi Chicago – ICAO 27 April 1950 - Indonesia Anggota ICAO Lebih Setengah Abad
    • 16. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C ICAO – ANNEXES 1. Personnel Licensing 2. International Rules of the Air 3. Meteorological Codes 4. Aeronautical Charts 5. Dimensional Units to be Used in Air-Ground Communications 6. Operation of Aircraft 7. Aircraft Nationality and Registration Marks 8. Airworthiness of Aircraft 9. Facilitation [of transport] 10. Aeronautical Telecommunications 11. Air Traffic Services 12. Search and Rescue 13. Aircraft Accident Investigation 14. Aerodromes 15. Aeronautical Information Services 16. Environmental Protection 17. Security [against unlawful interference] 18. Safe Transport of Dangerous Goods by Air
    • 17. ICAO-USOAP FINDINGS FOR DGCA INDONESIA FEBRUARY 2007 KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C 121 Total 18 8 - AERODROMES 34 7 - AIR NAVIGATION SYSTEM 15 6 - ACCIDENT & INCIDENT 20 5 - AIRWORTHINESS 9 4 - OPERATION 10 3 - PERSONNEL 5 2 - ORGANIZATION 10 1 - LEGISLATION Finding per area Area
    • 18. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C 15 TEMUAN ICAO AUDIT DI KNKT FEBRUARI 2007
    • 19. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • TEMUAN ICAO AUDIT
      • 1. Belum punya sistem untuk mengamandemen peraturan.
      • Belum punya Perundangan / Peraturan mengenai
      • investigasi.
      • 3. Tidak ada Struktur organisasi yang detail dan
      • job description dari setiap investigator.
      • 4. Tidak ada Ketentuan dukungan pendanaan untuk
      • investigasi kecelakaan yang besar ( major accident).
      • 5. Belum mempunyai tenaga investigasi yang
      • memenuhi standard nasional dan internasional
      • untuk melaksanakan investigasi, > 62 laporan acc ??
    • 20. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • 6. Tidak mempunyai program training.
      • Belum ada prosedur tetap untuk menghindari
      • konflik kepentingan dari para investigator.
      • 8. Tidak mempunyai peralatan yang
      • memadai, agar tugas aman dan efektif.
      • Tidak mempunyai alamat dan contact
      • information ke ICAO dan
      • ke badan-badan investigasi lainnya.
      • 10. Tidak mempunyai prosedur untuk
      • notifikasi accident dan incident.
    • 21. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • 11. Belum mempunyai prosedur untuk
      • pemilihan tempat pembacaan Black Boxes.
      • Harus menggunakan prosedur dan ketentuan
      • sesuai dengan ICAO Annex 13.
      • Harus menentukan prosedur penyelesaian dan
      • release final report - proses pengiriman draft
      • final report kepada fihak terkait.
      • Belum mempunyai prosedur pengiriman data
      • accident dan incident ke ICAO untuk pesawat
      • dengan berat maksimum 2250 kg dan 5700 kg.
      • 15. Belum mempunyai sistim
      • pelaporan sukarela (voluntary reporting).
    • 22. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • KONDISI SAFETY TRANSPORTASI SAAT INI
      • Penyebab kecelakaan yang terjadi, baik pada moda laut, udara maupun KA & Jalan raya melibatkan faktor manusia, alam, sarana - prasarana, leadership & manajemen .
      • Kecelakaan moda darat / jalan raya menduduki peringkat pertama dalam total korban per tahunnya dan didominasi oleh kecelakaan roda dua (sepeda motor).
    • 23. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C 10 35 5 - - - 1 1 2011 (10 Feb.) Sumber : Data base Investigasi KNKT 10 Februari 2011 94 530 69 3 0 26 12 41 TOTAL 11 125 42 - - 7 2 10 2010 11 137 6 1 - 3 4 8 2009 24 36 7 1 - 4 3 8 2008 19 197 9 1 - 11 2 14 2007 LUKA - LUKA ME NING GAL LAIN - LAIN TUMBURAN DGN ANGKUTAN LAIN ANJLOKAN TUMBURAN ANTAR KA REKO MENDASI KORBAN JENIS KECELAKAAN JUMLAH KECELA KAAN TAHUN DATA KECELAKAAN KERETA API YANG DIINVESTIGASI KNKT TAHUN 2007 - 2011 ( DATA 10 FEBRUARI 2011 )
    • 24. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C 11 261 27 - 2 - 2 5 2011 (10 Feb.) SUMBER: DATABASE INVESTIGASI KNKT, 10 FEBRUARI 2011 227 501 599 4 10 9 23 TOTAL 45 85 15 3 1 1 5 2010 4 68 0 447 1 1 2 4 2009 3 30 51 10 0 2 2 5 2008 2 72 104 100 0 3 4 7 2007 1 LUKA-LUKA MENINGGAL/ HILANG TUBRU KAN TERBAKAR/MELEDAK TENGGE LAM REKOMENDASI KORBAN JENIS KECELAKAAN JUMLAH KECELA KAAN TAHUN NO. TAHUN 2007 - 2011 (DATA 10 FEBRUARI 2011) DATA KECELAKAAN KAPAL LAUT YANG DIINVESTIGASI KNKT
    • 25. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C 0 0 0 0 1 1 2 5 2011 (10 Feb.) Sumber: Database Investigasi KNKT 10 FEBRUARI 2011 239 67 176 6 32 51 83 TOTAL 33 46 5 0 10 8 18 2010 4 19 9 40 0 8 13 21 2009 3 68 2 6 0 7 14 21 2008 2 117 10 125 0 6 15 21 2007 1 LUKA-LUKA MENINGGAL / HILANG Incident Serious Incident Accident REKO MENDASI KORBAN JENIS KECELAKAAN JUMLAH KECELAKAAN TAHUN NO. TAHUN 2007 - 2011 (DATA 10 FEBRUARI 2011) DATA KECELAKAAN PESAWAT UDARA YANG DIINVESTIGASI KNKT
    • 26. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C - 41 20 0 0 2 2 5 2011 (10 Feb.) Sumber: Database Investigasi KNKT 10 FEBRUARI 2011 77 466 303 1 8 19 28 TOTAL 14 45 28 0 0 3 3 2010 4 37 104 105 0 4 5 9 2009 3 9 164 56 0 3 3 6 2008 2 17 112 94 1 1 6 8 2007 1 LUKA-LUKA MENINGGAL Terbakar Terguling Tabrakan REKO MENDASI KORBAN JENIS KECELAKAAN JUMLAH KECELAKAAN TAHUN NO. TAHUN 2007 - 2011 (DATA 10 FEBRUARI 2011) DATA KECELAKAAN TRANSPORTASI DARAT YANG DIINVESTIGASI KNKT
    • 27. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C 64,684 14,334 47,621 4 2010 (Sept) 296,341 71,049 218,253 TOTAL 86,405 19,979 62,960 2009 3 79,212 20,188 59,164 2008 2 66,040 16,548 48,508 2007 1 LUKA-LUKA MENINGGAL KORBAN JUMLAH KECELAKAAN TAHUN NO. TAHUN 2007 – 2010 (SEPT.) / 4 Tahun ( Data Ditlantas Polri ) DATA JUMLAH KECELAKAAN TRANSPORTASI JALAN
    • 28. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • KNKT berdasarkan :
      • Keputusan Presiden nomor 105 tahun 1999
      • Bab I Psl 1 ayat (1)
      • Lembaga non struktural di lingkungan Dephub
      • Melakukan investigasi dan penelitian kec.
      • transportasi
      • Berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
      • Menhub
      K N K T ?
    • 29. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C TUGAS dan FUNGSI KNKT a. melakukan investigasi dan penelitian yang meliputi analisis dan evaluasi sebab-sebab terjadinya kecelakaan transportasi; b. memberikan rekomendasi bagi penyusunan perumusan kebijaksaan keselamatan transportasi dan upaya pencegahan kecelakaan transportasi; c. melakukan kerjasama penelitian penyebab kecelakaan transportasi dengan organisasi profesi yang memiliki kemampuan meneliti penyebab kecelakaan
    • 30. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C TUJUAN INVESTIGASI KNKT U ntuk mengetahui APA, BAGAIMANA dan MENGAPA kecelakaan itu terjadi dengan meng indentifikasi kelemahan sistem transportasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari. TIDAK bertujuan untuk me ncari kesalahan atau melakukan tuntutan hukum atau menuntut ganti rugi kepada individu atau institusi atas masalah atau kelemahan apapun yang diketemukan dalam investigasi.
    • 31. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C KNKT mengidentifikasi adanya malfungsi sistem keselamatan transportasi , memberikan REKOMENDASI atas malfungsi tersebut untuk diperbaiki dalam rangka meningkatkan Safety transportasi “ No Blame, No Judicial and No Liability Investigation “
    • 32. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C Standard ICAO : Investigasi harus ” NO BLAME “ Dalam Annex 13 paragraph 3.1 tertulis : “ The sole objective of the investigation of an accident or incident shall be the prevention of accidents and incidents. It is not the purpose of this activity to apportion blame or liability.”
    • 33. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C Annex 13 – 5.4.1 >> Recommendation Any judicial or administrative proceedings to apportion blame or liability should be separate from any investigation conducted under the provisions of this Annex. ICAO-AIG 2008 – 28 MAY 2009 >> Standard Any investigation conducted under the provisions of this Annex shall be separate from any judicial or administrative proceedings to apportion blame or liability . B O L E H K A H ? ? Judicial & Administratif –> Blame or Liability
    • 34. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 35. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C ORGANISASI K N K T KEPPRES 105 TAHUN 1999 KETUA KETUA SUB KOMITE PKT. DARAT SEKRETARIAT KETUA SUB KOMITE PKT. UDARA KETUA SUB KOMITE PKT. LAUT
    • 36. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C ORGANISASI KNKT KM Nr: 7 TH 2003 TG 17 FEB 2003 Ketua Ketua Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Darat Ketua Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Laut Sekretariat Ketua Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Udara Sub Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Jalan Raya Sub Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Kereta Api Wk Ketua
    • 37. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C 53 Eselon IV 78
    • 38. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 39. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C PRINSIP INVESTIGASI CEPAT TEPAT AKURAT TRANSPARAN “ DO NOT JUMP TO CONCLUSION”
    • 40. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C KENDALA KNKT 1. Status Org. & Sekretariat 2. Staf Ahli & SDM Investigator 3. Fasilitas Pendukung & Peralatan 4. Protap & Aturan Pelibatan 5. Dukungan Anggaran
    • 41. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C KNKT DEPNIS LAB. TNI AU INTNL PEMDA TNI AD OPE RATOR UNIV. PT TNI AL ACCREP REGNL POLRI KERSAM
    • 42. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C INVESTIGATOR K N K T : Berasal dari berbagai Instansi pemerintah (Dephub), TNI / Polri, Operator transportasi (Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, PT. Angkasa Pura I dan II, PELNI, PTKAI), Perguruan tinggi (ITB,UI), dll Jumlah investigator KNKT saat ini: 53 > 275 1. Investigator Udara : 29 orang 2. Investigator Kereta Api : 14 orang 3. Investigator Laut : 8 orang 4. Investigator Jalan Raya : 2 orang
    • 43. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C TIM INVESTIGATOR , TIM SPESIALIS, TIM MONITOR REKOMENDASI 1. Investigator Udara : 29 orang > 88 -Ops. 26 / Maint. 30 / Radar, ATC. 32- 2. Investigator Kereta Api : 14 orang > 38 3. Investigator Laut : 8 orang > 34 4. Investigator Jalan Raya : 2 orang > 40 5. Specialist Multi moda : Metalurgi, HF, Bloodborne, Fault tree, Lab BBox, Hukum, Psy, dll > 29 6. Duk sus : PR, Int.relat, Eccairs > 7 7. Tim Monitor Rekomendasi > 39
    • 44. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C DASAR YURIDIS INVESTIGASI K N K T UNDANG – UNDANG NO 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN UNDANG - UNDANG UU No . 23 TAHUN 2007 Tentang PERKERETAAPIAN INTERNATIONAL STANDARDS AND RECOMMENDED PRACTICES ANNEX 13 KEPUTUSAN MENTERI No . KSK . 66 / HK . 60 / PHB - 99 Pembentukan Komisi Penelitian Penyebab Kecelakaan Pesawat Udara . M 82 HUN 2000 Kecelakaan Kereta Api Keputusan Ditjen Darat SK . 266 / AJ . 404 / DRJD / 2002 Teng Tata Cara Penelitian dan an Kec . Lintas PERATURAN PEMERINTAH ( PP ) No . 1 Tahun 1998 Tentang KAPAL RESOLUTION A . 849 ( 20 ) Adopted on 27 Nov 1997 IMO UU PP KONVENSI KEPMEN SKEP DITJEN KERETA API UDARA JALAN RAYA UNDANG-UNDANG NO 1 TH 2009 TENTANG PENERBANGAN UNDANG-UNDANG NO 23 TH 2007 TENTANG PERKERETAAPIAN UNDANG – UNDANG NO 17 TAHUN 2008 TENTANG PELAYARAN LAUT I M O I C A O
    • 45. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • UU 23 TH 2007 TENTANG PERKERETAAPIAN
      • BAB XIV PEMERIKSAAN DAN PENELITIAN KECELAKAAN K A
      • PSL 175
      • (1) Pemeriksaan dan Penelitian penyebab kecelakaan
      • kereta api dilakukan oleh Pemerintah
      • Pelaksanaan P & P sebagaimana dimaksud ayat (1)
      • dilakukan oleh suatu badan yang dibentuk atau
      • ditugaskan oleh Pemerintah.
      • ( 3) Hasil P & P yang dibuat dalam bentuk rekomendasi
      • wajib ditindak lanjuti oleh Pemerintah, Penyelenggara
      • Prasarana Perkeretaapian, dan Penyelenggara Sarana
      • Perkeretaapian serta dapat diumumkan kepada publik.
    • 46. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C PSL 175 (1) Pemeriksaan dan Penelitian penyebab kecelakaan kereta api dilakukan oleh Pemerintah PENJELASAN: Penelitian sebab-sebab terjadinya kecelakaan adalah bukan dalam kaitan dengan penyidikan (penegakan hukum), melainkan semata-mata untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kecelakaan dalam rangka perbaikan teknologi dan agar kecelakaan serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari. Apabila dalam kecelakaan tersebut memang terdapat unsur melawan hukum, pemeriksaannya juga dilakukan oleh penyidik dalam rangka penegakan hukum.
    • 47. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C UU 17 TH 2008 TENTANG PELAYARAN BAB XIII KECELAKAAN KAPAL SERTA PENCARIAN DAN PERTOLONGAN BAGIAN KEEMPAT INVESTIGASI KECELAKAAN KAPAL PSL 256 (1) Investigasi kecelakaan kapal dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mencari fakta guna mencegah terjadinya kecelakaan kapal dengan penyebab yang sama. (2) Investigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan terhadap setiap kecelakaan kapal. (3) Investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi Sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak untuk menentuan kesalahan atau Kelalaian atas terjadinya kecelakaan kapal.
    • 48. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C UU 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN BAB XVI INVESTIGASI DAN PENYELIDIKAN LANJUTAN KECELAKAAN PESAWAT UDARA Bagian Pertama Umum Pasal 357 (1) Pemerintah melakukan investigasi dan penyelidikan lanjutan mengenai penyebab setiap kecelakaan dan kejadian serius pesawat udara sipil yang terjadi di wilayah Republik Indonesia. (2) Pelaksanaan Investigasi dan penyelidikan lanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh komite nasional yang dibentuk dan bertanggung jawab kepada Presiden.
    • 49. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C (3) Komite nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah institusi yang independent yang menjalankan tugas dan fungsinya serta memiliki keanggotaan yang dipilih berdasarkan standar kompetensi melalui uji kepatuhan dan kelayakan oleh Menteri. (4) Komite nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) betugas melakukan kegiatan investigasi, penelitian, penyelidikan lanjutan, laporan akhir, dan memberikan rekomendasi dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan dengan penyebab yang sama. (5) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) wajib dan segera ditindaklanjuti oleh para pihak terkait.
    • 50. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C Pasal 359 (1) Hasil investigasi tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses peradilan. (2) Hasil investigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang bukan digolongkan sebagai informasi rahasia, dapat diumumkan kepada masyarakat.
    • 51. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • Penjelasan Pasal 359 Ayat (2)
      • Yang dimaksud dengan “informasi rahasia“ ( non disclosure of records) antara lain:
      • pernyataan yang diperoleh dari orang-orang yang diperoleh dalam proses;
      • (b) rekaman atau transkrip komunikasi antara orang-orang yang terlibat didalam pengoperasian pesawat udara;
      • (c) informasi mengenai kesehatan atau informasi pribadi dari orang-orang terlibat dalam kecelakaan atau kejadian;
      • (d) rekaman suara di ruang kemudi ( cockpit voice recorder) dan catatan kata demi kata (transkrip) dari rekaman suara tersebut;
      • (e) rekaman dan transkrip dari pembicara petugas pelayanan lalu lintas penerbangan (air traffic service); dan
      • (f) pendapat yang disampaikan dalam analisis informasi termasuk rekaman informasi penerbangan (flight data recorder)
    • 52. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • UU 22 TH 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
      • BAB XIV
      • Bagian Kesatu
      • Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas
      • Pasal 226
      • (1) Untuk mencegah kecelakaan lalu lintas dilaksanakan melalui:
        • a. partisipasi para pemangku kepentingan;
        • b. pemberdayaan masyarakat;
        • c. penegakan hukum; dan
        • d. kemitraan lokal.
      • Pasal 230
      • Perkara kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diproses dengan acara peradilan pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
    • 53. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C TANTANGAN UNSAFE ACTS & CONDITIONS Belum terwujudnya budaya safety Penegakan hukum dan peraturan yang kurang konsisten Training yang kurang memadai Kurangnya reward and punishment Safety without Leadership is impossible Leadership without Safety is impossible
    • 54. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C Regulasi yang perlu disesuaikan Prasarana transportasi dan kelangkapannya kurang dari tuntutan Sarana transportasi yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan kelaikan Kurangnya koordinasi antar instansi yang bertanggung jawab di bidang safety
    • 55. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C UPAYA KONSOLIDASI K N K T 1. INVENTARISASI PERMASALAH POKOK KNKT 2. SEJAK 2007 - PEMBINAAN TOTAL KINERJA INTERNAL KNKT 3. SUSUN & SELESAIKAN SASARAN YANG PRIORITAS > FINAL REPORT, REKOMENDASI SEGERA, PELAKSANAAN REKOMENDASI, VOLUNTARY REPORT, REPORTING SYSTEM 4. MANFAATKAN KERJASAMA LN & BANTUAN TENAGA AKHLI > KADERISASI PERSONIL KNKT 5. KOMUNIKASI > OUTWARD LOOKING > ICAO - ASEAN - UE – ITSAP / ATSB – JICA / JTSB ISASI – AsiaSASI – MAIFA -- ECCAIRS – FLSCAPE – COSCAP / AIG
    • 56. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • 6. SELESAIKAN SASARAN PRIORITAS :
      • Tim Monitor Rekomendasi KNKT
      • Pembinaan Database KNKT
      • Transparansi dan Informasi – Website – www.dephub.go.id/knkt
      • Tidak “Mengucilkan Diri” – ISASI , AsiaSASI , MAIFA
      • Regional Cooperation – ASEAN Investigation
      • Menggunakan sistem pelaporan UE > ECCAIRS
      • Pengadaan Lab. “Black Boxes” / FlightScape & Operator Lab.
      • Sosialisasi Annex 13 – Media & Polri
      • Voluntary Report , Pengaduan Publik - Responsif
      • Dik. Investigator Tetap bergelar “ Dipl. TSI ” / ATSB - 6 orang
      • Honor Investigator > Final Report ( Kepmen 33/2009 )
    • 57. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
      • RENCANA, ARAH DAN KEBIJAKAN KNKT
      • MENJADI BAGIAN DARI SISTEM SAFETY TRANSPORTASI NASIONAL YANG PROAKTIF DI DALAM MEMBINA KEMAMPUAN INVESTIGASI KECELAKAAN TRANSPORTASI NASIONAL DEMI UNTUK TERCAPAINYA TINGKAT KESELAMATAN YANG TINGGI SEHINGGA MAMPU MEMBERIKAN RASA AMAN DAN SELAMAT PADA MASYARAKAT PENGGUNA TRANSPORTASI NASIONAL
      • KREDIBILITASNYA DIAKUI MASYARAKAT SAFETY DAN INVESTIGASI INTERNASIONAL > MENGACU PADA ATURAN INTERNASIONAL > ICAO / ANNEX 13, IMO, & UU TRANSPORTASI (NO BLAME, NO JUDICIAL DAN NO LIABILITY INVESTIGATION)
      • MAMPU MENGHASILKAN REKOMENDASI SAFETY YANG TEPAT DAN DILAKSANAKAN DI DALAM MENCEGAH KECELAKAAN TRANSPORTASI SELANJUTNYA
      • INVESTIGASI NO BLAME BAGIAN DARI KEPEDULIAN INDONESIA KEPADA PENINGKATAN SAFETY TRANSPORTASI / PENCEGAHAN KECELAKAAN TRANSPORTASI PUBLIK
    • 58. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
        • KEGIATAN BERLANJUT
        • 1. CAPACITY BUILDING / MEMBINA KERJASAMA
      • * Training Investigasi di LN & DN > ITSAP & JICA
      • * Penyuluhan Safety & Workshop di Daerah
      • * Pelibatan Spesialis LN & DN
      • * Dukungan Lab. Migas, Metalurgi ITB
      • * Dukungan Lab.Forensik POLRI ,
      • Lab. Lakespra & Human Factor Dispsy TNI AU
      • * Kerjasama dengan Universitas / PT / Instansi:
        • ITS, HANG TUAH, UGM, ATKP, UNSUR, UNNUR ,
        • STTA, ST AVIASI, ITB, UNPAK, UBHARA, dll.
    • 59. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C 2. DUKUNGAN PERCEPATAN PERUBAHAN KEPPRES 105 TH 1999 UU Transportasi > PerPres dan PP dalam proses , untuk : * Memantapkan kedudukan KNKT dibawah Presiden RI – koord.teknis Menhub * Memperjelas tugas pokok dan fungsi * Mempertegas kewenangan dalam melaksanakan investigasi * Tugas Pokok dan Organisasi tugas, didukung resources yang memadai : Investigator tetap, Pola Pemberian Honorarium , Kontrak Spesialis LN , Dana untuk Major Accident, Sarana & Prasarana Kantor dan Lab.Investigasi * Responsif terhadap perkembangan dinamika transportasi * Cermin tanggung jawab Pemerintah kpd masy. nasional & internasional
    • 60. SUARA PEMBARUAN DAILY KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C Mimpi, Indonesia Bisa Baca Kotak Hitam Rabu (7/3). [AP /Tatan Syuflana]……… …… ..Benar, Jangankan bicara ingin membaca kotak hitam , menyusun satu laporan akhir dari sejumlah data di luar kotak hitam saja, tim investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) butuh waktu berbulan-bulan. Lihat saja kasus terbang "nyasar" pesawat Adam Air di Tambulaka, Sulawesi Utara, Februari 2006 lalu. ……….
    • 61. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 62. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 63. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C Crash Report May Signal Indonesia Push for Air Safety By TOM WRIGHT - March 26, 2008; Page B5 …… ..The unusually blunt and detailed report is the latest evidence that Indonesia's government is taking safety more seriously after a November report by the International Civil Aviation Organization ……….. …… .In the past, many reports on Indonesian crashes have either never been completed or have been buried within the government . The Adam Air crash report, coming after a detailed one on the Garuda incident late last year, appears to be another sign of increased regulatory vigilance ……….
    • 64. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 65. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 66. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C Asean joint forces on air accident investigations BANDAR SERI BEGAWAN Friday, May 30, 2008 ASEAN member countries have agreed to collaborate in the investigation of aircraft accident or incident in the region . Under the Memorandum of Understanding (MoU) signed during the 25th Asean Senior Transport Officials Meeting (Stom) held in the Philippines, member countries have agreed to strengthen and implement a regional framework on aviation safety and in particular, in aircraft accident and incident investigation, investigation training and sharing of information and expertise within Asean .
    • 67. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 68. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 69. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 70. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 71. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C
    • 72. MANAJEMEN DATABASE PELAPORAN PERAWATAN. PERBAIKAN PELATIHAN & STANDARISASI KELAIKAN & KELENGKAPAN FASILITAS & DUKUNGAN OPERASI INFORMASI & KONDISI CUACA SUPERVISI KAMPANYE PROSEDUR & CHECK LIST PERENCANAAN & EVALUASI KOMITMENT PADA BUDAYA SAFETY KEKUATAN SDM PENERBANGAN KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE LINGKUNGAN TUGAS
    • 73. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE SAFETY CULTURE SAFETY fungsi PIMPINAN
    • 74. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE budaya safety PARTISIPASI IKHLAS SEMUANYA LOGIKA & KETENTUAN KETELADANAN PIMPINAN PENGAWASAN BERLANJUT REWARD & PUNISHMENT KEBANGGAAN PROFESI TANAMKAN AWAL DIKTUK
    • 75. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE safety fungsi PIMPINAN PERAN UTAMA PEMIMPIN PELAKSANAAN DI SEMUA LINI ATURAN & INSTRUKSI ATASAN LAPSIT - DATA - EVALUASI SAFETY PLAN PADA SETIAP TUGAS MENYESUAIKAN SETIAP PERKEMBANGAN MELEKAT SEBAGAI TUGAS POKOK ORGANISASI
    • 76. SAFETY SYSTEM MANAGEMENT KOND. PHISIK KOND. PSIKOL . LINGKUNGAN LEADERSHIP PERAN PELAKSANA LEADERSHIP WASKAT MANAJER UNIT LEADERSHIP WASKAT PIMP. PUSAT PADUAN HARMONIS SYST. RESOURCES MANAJEMEN PERAN INDIVIDU DLM SYST. RESOURCES MANAJEMEN NORMA STANDARD MENYIMPANG ? ACCIDENT NO ACCIDENT DIK. AWAL DIK. LANJUTAN PROSEDUR LAIK / STAND. FAS.DUKLOG MAINT. NO YES
    • 77. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE * Semua kegiatan renlak operasional. * Latihan, pendidikan, pola karir / promosi para personilnya . * Rancang bangun, jenis dan duk. kelengkapan fasilitas. * Piranti lunak / prosedur : normal, darurat & investig. * Waskat semua eselon pimpinan, sanksi dan penghargaan. * Perawatan / pemeliharaan sarana prasarana, fasilitas pendukung dan pelayanan ops . * Kondisi lingk. dan daerah tugas. * Data dan Sistem Pelaporan Kecelakaan / Potensi Celaka. * Kampanye Safety .
    • 78. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE MODEL SHELL S L E H L
    • 79. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE KOMPONEN S OFTWARE H ARDWARE E NVIRONMENT L IVEWARE L IVEWARE
    • 80. SOFTWARE
      • NON-PHYSICAL
      • HUKUM
      • REGULASI
      • PROSEDUR
      • MANUAL
      • CHECK LIST
      KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 81. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE HARDWARE
      • PHYSICAL
      • DESIGN KURSI, HELMET, DISPLAY INSTRUMENT
      • LOKASI , ARAH , GERAKAN & KODE TUAS – TUAS PENGENDALI
    • 82. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
      • PSIKIS : KURANG ISTIRAHAT, STRESS
      • FISIK : PANAS, DINGIN, LEMBAB
      • SOSIAL : MORAL, ATURAN, LINGKUNGAN TUGAS
      ENVIRONMENT
    • 83. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE LIVEWARE
      • BENTUK & UKURAN BADAN
      • DAYA TAHAN FISIK
      • KEPEKAAN PANCA INDRA
      • KECERDASAN & KECEPATAN REAKSI
      • ADAPTASI & KEMAMPUAN MENGANALISA
      • TOLERANSI PADA SUHU, LELAH, KETEGANGAN
    • 84. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
      • LEADERSHIP
      • PERSONALITY
      • KERJASAMA
      • KOORDINASI
      • TRUST
      • DISIPLIN
      LIVEWARE
    • 85. NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI 1. Faith 2. Courage 3. Loyalty 4. Sense of Duty 5. Integrity 6. Humanity 7. Common Sense 8. Judgment 9. Tenacity 10. Fortitude 11. Physical Fitness 12. Mental Fitnes 13. Self Control 14. Cheerfulness 15. Knowledge USMC 1. Integrity 2. Knowledge 3. Courage 4. Decisiveness 5. Dependability 6. Initiative 7. Tact 8. Justice 9. Enthusiasm 10. Bearing 11. Endurance 12. Unselfishness 13. Loyalty 14. Judgement RN COLLEGE 1. Bearing 2. Courage 3. Decisiveness 4. Endurance 5. Initiative 6. Integrity 7. Judgement 8. Justice 9. Loyalty 10. Tact 11. Unselfishness USA
    • 86.  
    • 87. USAFA We will not lie, steal, or cheat nor tolerate among us Anyone who does
    • 88.  
    • 89. tempakan api empat lima tak gentar marabahaya pengawal Swa Bhuwana Paksa sampai mati kan kubela menjaga angkasa Indonesia
    • 90. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE CVR FDR
    • 91. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 92. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 93. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 94. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 95. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 96. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 97. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 98. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 99. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
    • 100. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE Semangat mengabdi pd negara & bangsa Penegakan Standard Kerja Tuntutan Kualitas Profesionalisme Penerapan Hukum / Regulasi yang Berlaku Karakter / Tanggung jawab moral Inovasi / Inisiatif tindakan Keselamatan Antisipasi Kerugian Lebih Besar Perencanaan yang serius Stick & carrot / reward & punishment Jiwa Korsa / Kebanggaan selaku Insan Penerbangan Indonesia
    • 101. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE " Honour, Duty, Country, Courage, Commitment " - Non Sibi Sed Patriae - not for self but country
    • 102. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI N T S C “ Mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari dan tidak bertujuan untuk me nimpakan kesalahan atau tuntutan hukum kepada individu atau sekumpulan individu” No Blame ? Judicial ? KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN JL. MERDEKA TIMUR EX BASARNAS LT 3 , JAKARTA PUSAT, INDONESIA, 10110 TELP. : 021 - 3517606, FAX. : 021 – 3517606 WEB : www . dephub.go.id/knkt EMAIL : [email_address]
    • 103. KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE terima kasih atas perhatian hadirin PERTANYAAN ? ?