Tax Planning HPP DAN PENGURANG PENGHASILAN BRUTO
PRINSIP EFISIENSI BEBAN PAJAK <ul><li>Usahakan penghasilan tersebut tidak termasuk penghasilan yang kena pajak atau pengha...
PRINSIP EFISIENSI BEBAN PAJAK <ul><li>Perpanjang jangka waktu pengenaan pajak atas penghasilan; </li></ul><ul><li>Perpende...
Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><ul><li>Manakah yang lebih baik :  </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembelian akt...
Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><li>Buy Fixed Assets vs Leasing (Finance Lease) </li></ul><ul><li>Buy Fixed...
a.Selama masa SGU tidak boleh menyusutkan brg modal,  sampai hak opsi dipakai; b.Dasar  penyusutan  setelah pemakaian hak ...
Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><li>Pertimbangan: </li></ul><ul><ul><li>Jika jangka waktu leasing < useful ...
Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><li>Pertimbangan: </li></ul><ul><ul><li>Tergantung juga pada kondisi perusa...
Pemilihan Metode Persediaan <ul><li>Metode Persediaan secara fiskal: </li></ul><ul><ul><li>FIFO method </li></ul></ul><ul>...
Pajak Akuntansi PENILAIAN PERSEDIAAN <ul><li>PENENTUAN NILAI PERSEDIAAN DG HISTORICAL COST, LOCOM, HARGA ECERAN, ATAU METO...
Question <ul><li>Metode Penilaian Persediaan apa yang paling baik untuk dipilih secara fiskal? </li></ul><ul><li>AVERAGE o...
Pemilihan Metode Persediaan- Tax Planning <ul><ul><li>Dalam kondisi perekonomian yang cenderung mengalami inflasi    Aver...
Pemilihan Metode Penyusutan <ul><li>Metode penyusutan secara fiskal: </li></ul><ul><ul><li>Garis Lurus </li></ul></ul><ul>...
Pemilihan Metode Penyusutan ( cont..) Biaya akan lebih besar di tahun-tahun awal, semakin mengecil di tahun berikutnya Bia...
Pemilihan Metode Penyusutan ( cont.. ) <ul><li>Jika perusahaan mempunyai prediksi laba yang cukup besar, maka dapat dipaka...
Pemilihan Metode Penyusutan ( cont.. ) <ul><li>Jika diperkirakan pada awal-awal tahun investasi belum bisa memberikan keun...
Piutang Tak Tertagih <ul><li>Berdasarkan Pasal 6(h) UU PPh, piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih, dapat dijadikan ...
Piutang Tak Tertagih ( cont..) <ul><ul><li>Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial; </li></ul></u...
Piutang Tak Tertagih ( cont..) <ul><ul><li>Telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus; dan </li></ul></ul><ul>...
Piutang Tak Tertagih ( cont..) <ul><ul><li>Tax planning? </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Harus berusaha untuk memenuhi pers...
Biaya  Entertainment   <ul><li>Pada dasarnya biaya  entertainment  (perjamuan) tidak dapat dijadikan pengurang. </li></ul>...
Harga Pokok Penjualan  – Tax Planning <ul><li>Formula: </li></ul><ul><ul><li>Persediaan awal </li></ul></ul><ul><ul><li>+ ...
Harga Pokok Penjualan  – Tax Planning <ul><li>Pemeriksa kemungkinan besar akan memeriksa buku pembelian, buku hutang dagan...
Harga Pokok Penjualan  – Tax Planning <ul><li>Jika perusahaan melakukan pembelian dengan pihak yang memiliki hubungan isti...
Foreign Exchange Loss <ul><li>Untuk menghilangkan adanya forex: </li></ul><ul><ul><li>lakukan pembukuan dalam mata uang as...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tax Planning (Hpp And Pengurang)

4,457

Published on

Published in: Economy & Finance, Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,457
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
375
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tax Planning (Hpp And Pengurang)

  1. 1. Tax Planning HPP DAN PENGURANG PENGHASILAN BRUTO
  2. 2. PRINSIP EFISIENSI BEBAN PAJAK <ul><li>Usahakan penghasilan tersebut tidak termasuk penghasilan yang kena pajak atau penghasilan yang pengenaan pajaknya ditangguhkan; </li></ul><ul><li>Tingkatkan biaya-biaya yang dapat dikurangkan; </li></ul><ul><li>Kurangi biaya tertentu yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak dan dialihkan ke biaya-biaya yang dapat dikurangkan; </li></ul>
  3. 3. PRINSIP EFISIENSI BEBAN PAJAK <ul><li>Perpanjang jangka waktu pengenaan pajak atas penghasilan; </li></ul><ul><li>Perpendek jangka waktu biaya-biaya yang dapat dikurangkan; </li></ul>
  4. 4. Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><ul><li>Manakah yang lebih baik : </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembelian aktiva tetap secara langsung </li></ul></ul><ul><ul><li>atau </li></ul></ul><ul><ul><li>Finance lease (sewa guna usaha dengan hak opsi) ? </li></ul></ul><ul><ul><li>Discuss! </li></ul></ul>
  5. 5. Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><li>Buy Fixed Assets vs Leasing (Finance Lease) </li></ul><ul><li>Buy Fixed Assets: </li></ul><ul><ul><li>Capital expenditure </li></ul></ul><ul><ul><li>Alokasi biaya: depresiasi </li></ul></ul>
  6. 6. a.Selama masa SGU tidak boleh menyusutkan brg modal, sampai hak opsi dipakai; b.Dasar penyusutan setelah pemakaian hak opsi adalah nilai sisa brg ybs; c.Dapat membebankan pemb a- y a r a n SGU dari pengh bruto; d.Bila masa SGU lebih pendek, biaya akan dikoreksi. a.Objek PPh adalah Imbalan Jasa (pembyrn - angs.pokok); b.Tidak boleh menyusutkan brg modal; c.Bila masa SGU lebih pendek, penghasilan akan dikoreksi; d.Dapat membentuk cadangan; e.Kerugian piutang tak tertagih dibebankan ke cadangan ybs; f.Dlm hal cadangan > kerugian, sisanya mrpk penghasilan, demikian sebaliknya; g.Angsuran PPh Ps 25 dihitung dari laporan keuangan tri - wulan disetahunkan dibagi 12. Perlakukan PPh atas SGU Finance Lease Lessor Lessee
  7. 7. Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><li>Pertimbangan: </li></ul><ul><ul><li>Jika jangka waktu leasing < useful life per fiskal  lebih baik leasing karena angsuran pokok > depresiasi  meningkatkan expense  reduce taxable income  reduce tax payable </li></ul></ul>
  8. 8. Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><li>Pertimbangan: </li></ul><ul><ul><li>Tergantung juga pada kondisi perusahaan: </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jika ingin meng-utilize Tax Loss  pilih metode yang menghasilkan expense per fiskal yang lebih kecil </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jika ingin mengurangi pajak  pilih metode yang menghasilkan expense per fiskal yang lebih besar </li></ul></ul></ul>
  9. 9. Pemilihan Metode Persediaan <ul><li>Metode Persediaan secara fiskal: </li></ul><ul><ul><li>FIFO method </li></ul></ul><ul><ul><li>Average method </li></ul></ul>
  10. 10. Pajak Akuntansi PENILAIAN PERSEDIAAN <ul><li>PENENTUAN NILAI PERSEDIAAN DG HISTORICAL COST, LOCOM, HARGA ECERAN, ATAU METODE GROSS PROFIT. </li></ul><ul><li>METODE YANG DIPERBOLEH-KAN DAPAT BERUPA: </li></ul><ul><li>IDENTIFIKASI SPESIFIK </li></ul><ul><li>RATA-RATA (AVERAGE) </li></ul><ul><li>LIFO </li></ul><ul><li>FIFO </li></ul><ul><li>PENENTUAN NILAI PERSEDIAAN HANYA DENGAN HISTORICAL COST. </li></ul><ul><li>METODE YANG DIPERBOLEHKAN HANYA BERUPA: </li></ul><ul><li>RATA-RATA (AVERAGE) </li></ul><ul><li>FIFO </li></ul>
  11. 11. Question <ul><li>Metode Penilaian Persediaan apa yang paling baik untuk dipilih secara fiskal? </li></ul><ul><li>AVERAGE or FIFO? </li></ul><ul><li>Please discuss! </li></ul>
  12. 12. Pemilihan Metode Persediaan- Tax Planning <ul><ul><li>Dalam kondisi perekonomian yang cenderung mengalami inflasi  Average method akan menghasilkan HPP > dari FIFO  laba kotor lebih kecil  PKP akan lebih kecil  tax akan lebih kecil </li></ul></ul>
  13. 13. Pemilihan Metode Penyusutan <ul><li>Metode penyusutan secara fiskal: </li></ul><ul><ul><li>Garis Lurus </li></ul></ul><ul><ul><li>Saldo Menurun </li></ul></ul><ul><li>Pertimbangkan: </li></ul><ul><ul><li>Desired tax effect </li></ul></ul><ul><ul><li>Simplicity </li></ul></ul>
  14. 14. Pemilihan Metode Penyusutan ( cont..) Biaya akan lebih besar di tahun-tahun awal, semakin mengecil di tahun berikutnya Biaya-nya rata sepanjang tahun Lebih complicated Simple Saldo Menurun Garis Lurus
  15. 15. Pemilihan Metode Penyusutan ( cont.. ) <ul><li>Jika perusahaan mempunyai prediksi laba yang cukup besar, maka dapat dipakai metode saldo menurun  dapat mengurangi laba kena pajak </li></ul>
  16. 16. Pemilihan Metode Penyusutan ( cont.. ) <ul><li>Jika diperkirakan pada awal-awal tahun investasi belum bisa memberikan keuntungan atau timbul kerugian, maka dapat menggunakan metode garis lurus  supaya biaya penyusutan dapat ditunda untuk tahun berikutnya. </li></ul>
  17. 17. Piutang Tak Tertagih <ul><li>Berdasarkan Pasal 6(h) UU PPh, piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih, dapat dijadikan sebagai pengurang dengan syarat, sebagai berikut: </li></ul>
  18. 18. Piutang Tak Tertagih ( cont..) <ul><ul><li>Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial; </li></ul></ul><ul><ul><li>Telah diserahkan perkara penagihannya kepada PN atau BUPLN atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan </li></ul></ul>
  19. 19. Piutang Tak Tertagih ( cont..) <ul><ul><li>Telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus; dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Wajib pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada DJP. </li></ul></ul>
  20. 20. Piutang Tak Tertagih ( cont..) <ul><ul><li>Tax planning? </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Harus berusaha untuk memenuhi persyaratan di atas </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Paling mudah: adanya perjanjian tertulis antara kreditur dan debitur </li></ul></ul></ul>
  21. 21. Biaya Entertainment <ul><li>Pada dasarnya biaya entertainment (perjamuan) tidak dapat dijadikan pengurang. </li></ul><ul><li>Deductible  jika tersedia daftar nominatif ( nominative list) yang berisi detail tentang biaya perjamuan tersebut. </li></ul>
  22. 22. Harga Pokok Penjualan – Tax Planning <ul><li>Formula: </li></ul><ul><ul><li>Persediaan awal </li></ul></ul><ul><ul><li>+ Pembelian </li></ul></ul><ul><ul><li>Persediaan akhir </li></ul></ul><ul><ul><li>HPP </li></ul></ul>
  23. 23. Harga Pokok Penjualan – Tax Planning <ul><li>Pemeriksa kemungkinan besar akan memeriksa buku pembelian, buku hutang dagang beserta bukti-bukti pendukungnya. </li></ul><ul><li>Bukti-bukti pendukung harus ada: voucher pengeluaran uang, kuitansi pembayaran, bukti transfer melalui bank, bon-bon pembelian, faktur pajak, dsb. </li></ul>
  24. 24. Harga Pokok Penjualan – Tax Planning <ul><li>Jika perusahaan melakukan pembelian dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa  harus dapat membuktikan bahwa transfer price tersebut adalah harga yang arm’s length (wajar). </li></ul>
  25. 25. Foreign Exchange Loss <ul><li>Untuk menghilangkan adanya forex: </li></ul><ul><ul><li>lakukan pembukuan dalam mata uang asing (dollar) </li></ul></ul><ul><ul><li>hedging </li></ul></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×