Tax Planning atas PPN

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    1 Favorite

    Tax Planning atas PPN - Presentation Transcript

    1. MANAJEMEN PAJAK ATAS PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN/ATAU PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH Presented by: Christine SE.Ak., M.Int. Tax
    2. Agenda
      • Kewajiban Pengusaha Kena Pajak.
      • Hal-hal yang harus diperhatikan terkait dengan saat pembuatan faktur pajak, dan tata cara pembuatan faktur pajak.
      • Hal-hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan Objek dan Subjek PPN dan atau PPnBM
      • Berbagai sanksi/denda terkait dengan PPn dan/atau PPnBM
      • Pemanfaatan berbagai fasilitas di bidang PPN dan/atau PPnBM
    3. Kewajiban Pengusaha Kena Pajak
      • Pengusaha Kena Pajak :
        • Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP yang dikenai pajak berdasarkan UU PPN 1984 dan perubahannya.
      • Kapan harus melaporkan usahanya untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak?
    4. Kapan saat pelaporan menjadi PKP?
      • WP yang sudah memenuhi ketentuan sebagai PKP, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP sebelum melakukan penyerahan BKP/JKP.
    5. Ke mana harus melapor?
      • Ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal tinggal atau tempat kedudukan Pengusaha, dan tempat kegiatan usaha dilakukan.
      • Apa resikonya jika tidak melakukan kewajiban tersebut?
    6. Resiko jika tidak melaksanakan kewajiban tersebut
      • Direktur Jenderal Pajak dapat mengukuhkan PKP secara jabatan apabila PKP tidak melaksanakan kewajiban pelaporan tersebut.
    7. Hal-hal yang harus diperhatikan terkait dengan saat pembuatan faktur pajak, dan tata cara pembuatan faktur pajak
      • Saat pembuatan Faktur Pajak:
        • Pada akhir bulan berikutnya setelah penyerahan BKP/JKP, kecuali pembayaran terjadi terjadi sebelum akhir bulan berikutnya  dibuat pada saat penerimaan pembayaran; atau
        • Pada saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan BKP/JKP; atau
        • Pada saat penerimaan pembayaran termijn dalam hal penyerahan sebagian tahap pembayaran; atau
        • Pada saat PKP rekanan menyampaikan tagihan kepada Pemungut PPN
    8. Syarat Faktur Pajak Standar
      • Sarana untuk mengkreditkan Pajak Masukan
      • Paling sedikit memuat:
        • Nama, alamat, NPWP yang menyerahkan BKP/JKP
        • Nama, alamat, NPWP yang menerima BKP/JKP
        • Jenis Barang/Jasa, harga jual/penggantian, dan potongan harga
        • PPN yang dipungut
        • PPnBM yang dipungut
        • Kode, nomor seri dan tanggal pembuatan FP
        • Nama, jabatan dan tanda tangan yang berhak menandatangani FP
    9. Tax Planning atas Faktur Pajak
      • Perhatikan syarat sah-nya Faktur Pajak Standar supaya bisa dikreditkan.
      • Terbitkan Faktur Pajak selama mungkin (dalam kurun waktu yang diperbolehkan).
      • Perketat term of payment untuk mencegah WP “nalangin” PPN Pembeli.
    10. Hal-hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan Objek PPN dan/atau PPnBM
      • Identifikasi item mana yang:
        • Terutang PPN
        • Terutang tapi tidak dipungut PPN
        • Tidak dikenakan PPN
        • Dibebaskan dari PPN
      • Rekonsiliasi Omzet PPN dengan Peredaran Usaha dalam SPT PPh Badan
      • Laporkan FP sesuai dengan masanya
    11. Berbagai sanksi/denda terkait dengan PPN dan/atau PPnBM
      • Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai PKP, tetapi tidak membuat faktur pajak;
      • atau
      • Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai PKP, membuat Faktur Pajak, tetapi tidak tepat waktu.
      • Sanksi: 2% x DPP
    12. Berbagai sanksi/denda terkait dengan PPN dan/atau PPnBM (cont.)
      • Pengusaha Kena Pajak melaporkan faktur pajak tidak sesuai dengan penerbitan faktur pajak
      • Sanksi: 2% x DPP
    13. Berbagai sanksi/denda terkait dengan PPN dan/atau PPnBM (cont.)
      • Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai PKP yang tidak mengisi faktur pajak secara lengkap, selain:
        • Identitas pembeli atau identitas pembeli serta nama dan tandatangan dalam hal penyerahan dilakukan oleh PKP pedagang eceran.
      • Sanksi: 2% x DPP
    14. Berbagai sanksi/denda terkait dengan PPN dan/atau PPnBM (cont.)
      • Pengusaha Kena Pajak yang gagal berproduksi dan telah diberikan pengembalian Pajak Masukan
      • Sanksi: 2% per bulan dari jumlah pajak yang ditagih kembali, dihitung dari tanggal penerbitan Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak sampai dengan tanggal penerbitan STP, bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan.
    15. Pemanfaatan berbagai fasilitas di bidang PPN dan/atau PPnBM
      • Fasilitas PPN terutang tidak dipungut
        • Kawasan berikat
        • KAPET
        • EPTE
      • Fasilitas PPN dibebaskan
        • Impor dan atau penyerahan BKP tertentu yang bersifat strategis (see PP No. 7 tahun 2007)

    + puspapuspa, 2 years ago

    custom

    2546 views, 1 favs, 3 embeds more stats

    manajemen perpajakan dalam hal Pajak Pertambahan Ni more

    More info about this document

    © All Rights Reserved

    Go to text version

    • Total Views 2546
      • 2540 on SlideShare
      • 6 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 1
    • Downloads 312
    Most viewed embeds
    • 4 views on http://puspa.rampok.org
    • 1 views on http://www.blogger.com
    • 1 views on http://taxreview.blogspot.com

    more

    All embeds
    • 4 views on http://puspa.rampok.org
    • 1 views on http://www.blogger.com
    • 1 views on http://taxreview.blogspot.com

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as inappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel
    File a copyright complaint
    Having problems? Go to our helpdesk?

    Categories