Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu

on

  • 5,040 views

Dua setengah Tahun Yang Sangat Berarti Bersama Endang Rahyu

Dua setengah Tahun Yang Sangat Berarti Bersama Endang Rahyu

Statistics

Views

Total Views
5,040
Views on SlideShare
4,531
Embed Views
509

Actions

Likes
0
Downloads
60
Comments
0

3 Embeds 509

http://sehatnegeriku.com 470
http://mishbahdin.wordpress.com 38
https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu Document Transcript

  • 610.69 Ind d1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Katalog Dalam Terbitan. Kementerian Kesehatan RI Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Sekretariat Jenderal Dua setengah tahun yang sangat berarti bersama Endang Rahayu Sedyaningsih,-- Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. 2012 610.69 ISBN 978-602-235-117-7 Ind d 1. Judul I. BIOGRAPHY II. PHYSICIAN’S ROLE Dua setengah tahun yang sangat berarti bersama Endang Rahayu Sedyaningsih Penerbit: Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav.4-9 Jakarta 129506
  • PengantarMelihat keburukan orang itu mudah, seperti melihat gajah di utuh, apa adanya dan unik, sesuai dengan situasi yang terjadi.depan mata. Sebaliknya, melihat kebaikan orang itu sangat sulit, Mulai dari ekspresi marah, gembira, kecewa, sedih atau lainnya.seperti mencari jarum di gurun pasir. Begitu, sebagian besar orangberperilaku. Tapi, tidak untuk Bu Endang Rahayu Sedyaningsih. Begitu beragam kesan dan kedekatan terhadap Bu Endang,Beliau justru sebaliknya. Ada orang yang jelas-jelas mengkritik terlihat dari cara mereka menyapanya. Ada yang menyapadengan pedas dan sangat pribadi, beliau menyebutnya, sebagai dengan ERS ( Endang Rahayu Sedyaningsih), Eny, Bu Endang, Ibu“kritik membangun”. Menanggapi cara mengkritiknya, beliau Endang, Bu Menteri atau Bu Menkes. Semua jenis penyebutanberkomentar “pada hakekatnya semua orang baik, hanya cara nama itu mempunyai maknanya sendiri-sendiri, sesuai denganmenyampaikannya saja yang berbeda”, begitu kata saksi mata kesan para pelakunya. Nah, sebagian kesan itu dapat pembacaDirjen BUK, dr. Supriantoro, Sp.P MARS. nikmati dalam buku ini.Masih banyak tutur kata, sikap dan perilaku mulia yang inspiratif Memang, penerbitan buku kesan-kesan ini diperuntukkan bukandari dr. Endang Rahayu Sedyaningsih. Sebagian kecil keteladanan hanya kepada keluarga, teman sejawat Kementerian Kesehatan,itu terekam saat berinteraksi dengan staf, teman sejawat, tapi juga untuk semua. Mengapa ? Banyak hikmah, teladan dansaudara dengan berbagai sudut pandang dan pengalamannya. pelajaran yang dapat diambil dari sosok ERS selama dua setengahTak ketinggalan kesan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang tahun pengabdiannya menjadi Menteri Kesehatan.dimuat media massa. Kini, kesan-kesan mengagumkan itu telahterangkum dalam buku mungil yang sedang Anda baca ini. Akhirnya, sebagai hamba, tak ada gading yang tak retak, tak ada kesempurnaan yang tak bersalah dan khilaf, termasukMereka dengan tulus ikhlas menulis kesan yang dirasakan almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih. Mari kita maafkantentang Bu Endang Rahayu Sedyaningsih, dengan gaya dan mohonkan ampunanNya. Semoga, kita sesama hamba, jugabahasanya sendiri. Harapannya, seluruh kesan terungkap secara dimaafkan dan mendapat ampunanNya. Amin.Jakarta, 11 Juni 2012Kementerian Kesehatan RISekretaris Jenderaldr. Ratna Rosita, MPH.M 7
  • Daftar Isi 25 Smart dan strong-leadership, dra. Maura Linda Sitanggang, Ph.D Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Dirjen. Binfar & Alkes)07Pengantar 27 Banyak yang dapat dipelajari dari Beliau13 Prof. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F (K), Sp.KPPemimpin cerdas dan Staf Ahli Menteri Bidang Mediko Legalmemilih hidup yang berkualitas Prof. dr. Ali Gufron Mukti, M.SC. PhD 29Wakil Menteri Kesehatan RI Dua bilah keris Bu Enny dr. Bambang Sardjono, MPH15 Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan danSahabat yang penuh semangat Desentralisasidr. Ratna Rosita, MPH.MSekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI 33 Ia Memperhatikan Anak Buah17 dr. Untung Suseno Sutarjo, M. KesPlease, make it another success! Staf Ahli Menteri Bidang Pembiayaan & Pemberdayaan MasyarakatProf. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P(K), MARS, DTM&H, DTCEDirektur Jenderal Pengendalian Penyakit dan 35Penyehatan Lingkungan (Dirjen. P2-PL) Dia peneliti baik dan pandai dr. Indriyono Tantoro, MPH19 Staf Khusus Menkes Bidang Percepatan Pembangunan Kesehatan danMenteri Kesehatan dengan Reformasi BirokrasiPrestasi Prima dan Reputasi IndahDr. dr. Trihono, M.sc 39Kepala Badan Litbangkes Bu Endang Inspirasiku drg. Murti Utami, MPH23 Kepala Pusat Komunikasi PublikIbu Endang,Pemimpin yang Apresiatif, 41Aspiratif, Disiplin, dan Tegas Empaty, rational, smart, and smiledr. Supriantoro, Sp.P, MARS dr. Abidinsyah Siregar, DHSM, M.KesDirektur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (Dirjen BUK) Direktur Bina Yankes Tradisional, Alternatif & Komplementer Direktorat Jenderal Bina Gizi Ibu dan Anak8
  • 43 63Ringan membantu akar rumput Sampai Ketemu Lagi, MbakAnorital Sutanbatuah Damaryanti SuryaningsihPeneliti Pusat 1 Adik dari Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih47 73Sang pencetus jaminan persalinan Beliau memikirkan generasi yangDirektorat Bina Kesehatan Ibu akan datang Dr. Minarto,MPS49 Direktur Bina Gizi Masyarakat2,5 tahun yang sangat berarti Direktorat Jenderal Bina Gizi Ibu dan AnakDr. Merki Rundengan, MKMAuditor Itjen 75 Ibu Endang, si angsa hitam51 Dr.Hj.Eko Rahajeng, SKM, M. KesSelalu punya waktu untuk staf Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular,dra. Rahmaniar Brahim, Apt, M.Kes Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit danInspektur III, Itjen Penyehatan Lingkungan53 77Beliau bagian dari kami Sederhana tapi menghargai budayaSupraptini dr. Sri Henni Setiawati, MHAPeneliti Pusat 3 Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemenkes55 79Hujan di Mamuju Kesan dan Pesan dalam Rangka Kunjungan keWahyudin Amir Tanah Papua Tanggal 20 Februari 2012 Humas Sekretariat Badan PPSDMKes57Dia penuh perhatian pada anak 81penderita kanker Jujur dalam semua bidangDr. Ir Ashwin Sasongko Sastro Subroto, M.Sc dr.Elizabet Jane Soepardi, MPH, DScDirektur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Kepala Pusat Data dan Informasi61 83Beliau adalah puteri terbaik bangsa Dia selalu tersenyumdr.H.Azimal, M.Kes drg. S.R. Mustikowati, M.KesKepala Pusat Kesehatan Haji Sekretaris Inspektorat Jenderal 9
  • 85 101Dia tak pantas dilupakan Bu Endang, pendengar yang baikMKDKI - Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia Ria Sukarno, SKM, MCN Sekretaris Badan Litbang Kesehatan87Saya terharu ibu menteri memberi 103 perhatian pada istri saya di ICU Kami senangDr. Nyoman Kandun, MPH diperhatikan Ibu MenteriPurnabakti Eselon I Kemkes Rita Djupuri, B.Sc, DCN, M.Epid Direktorat Surveilans Imunisasi Karantina dan Kesehatan Matra91 Direktorat Jenderal P2-PLDia selalu ingin hasil terkiniDrs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si, Apt 105 Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Menteri yang arif dan bijaksanaLitbangkes Subdit Bina Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar93 Direktorat Jenderal Bina Upaya KesehatanMenteri yang rajinke pelosok tanah air 107drg. Oscar Primadi, MPH Pesan dan KesanKepala Pusat Standarisasi dan Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung,SDM Kes, Badan PPSDM Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan95 113 Dia mengayomi Kenangan dan Kesansemua jajaran profesi medis dari Sahabat & KawanDrg. Zaura Kiswarini, MDScKetua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) 121 Endang, Menteri Kesehatan Terbaik97 Prof.Dr. Agus Suwandono, MPH, Dr PhSrikandi Indonesia yang memberi Peneliti Pusat 1warna kesehatan IndonesiaPusat Promosi Kesehatan 123 Sedikit Bicara Terkesan Selamanya99 Dr. Qomariah Alwi, SKM, M.ScSemua programnya prorakyat PDBK’ers Kab. KupangPusdiklat Aparatur, Badan PPSDM10
  • 127 145Beliau Mengajarkan Kami Pro Rakyat Selalu Menyediakan WaktuDirektorat Bina Kesehatan Jiwa, Siti IsfandariDirektur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (Dirjen BUK) Badan Litbangkes129 147Dia Ditakdirkan Jadi Orang Besar @ NEWSFaridaPeneliti131 Sekilas Kenangan BersamaBu MenkesProf,Dr. Menaldi Rasmin, Sp. P(k)Ketua Konsil Kedokteran Indonesia133Kenangan berkesanbersama pemilik untaian Garnetyang selain indah juga menyejukkan hati darisahabatku “Endang Rahayu Sedyaningsih Mamahit”Hj. Endang Agustini Syarwan H.,S.IPAnggota MPR / DPR RI No. A - 237139 Big CondolanceKamel SenouciDirector SIVAC141I’ll remember Dr. Endangas a scientist and politicianBrad Gessner143One More Ibu Endang StoryRobert Tilden 11
  • 12
  • Pemimpin cerdas danmemilih hidup yang berkualitasProf. dr. Ali Gufron Mukti, M.SC. PhDWakil Menteri Kesehatan RI I bu Menkes adalah seorang pemimpin yang cerdas, cepat di kementerian. Beliau proaktif memulai berkomunikasi dengan belajar, fokus, memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas orang lain. Suatu hari saya pernah ditanya, “Pak Wamen, dan tanggung jawabnya, dan memiliki visi yang jelas. Meskipun bagaimana ada masalah?” Saya jawab, “Tidak ada. Cuma masalahsedang sakit, ia tidak terlalu menghiraukan penyakitnya. Beliau transportasi yang menyita waktu 3-4 jam sehari untuk perjalanan.”hanya memikirkan bagaimana meningkatkan kesehatanmasyarakat. Hal lain yang menonjol dari Beliau adalah: dia memiliki semangat bekerja juga semangat hidup yang luar biasa.Beliau juga memiliki hubungan solidaritas yang tinggi terhadap Saya punya pengalaman menarik soal ini dengan beliau,staf maupun rekan kerja. Caranya berkomunikasi sangat bagus. sekaligus pengalaman terakhir tentang berpergian ke luarDia mempunyai kedekatan yang khas hampir dengan seluruh kota. Ketika itu, kami akan berkunjungan ke NTT, tepatnyajajaran di kementerian. Ia juga dikenal sangat lugas dalam ke Waykabubak. Secara geografis, medan tempat ini sangatmenyampaikan nasehat kepada orang di lingkungan kerjanya. berat bagi kebanyakan orang. Saya mengatakan begitu,Sekalipun tegas, tapi nasehat disampaikan dengan cara yang karena saya pernah menjadi konsultan di tempat ini.sangat lembut. Lebih dari semua itu, beliau memiliki nilaikejujuran yang hakiki. Karena itu, dalam hati saya bertanya: “Mengapa Beliau ingin berangkat ke sana? Mengapa tidak memberi tugas kepada yangSuatu hari, Ibu Menkes pernah mendapat souvenir atau uang lain atau saya, yang lebih muda atau kuat. Walaupun beliau jugadari orang lain yang berindikasi tidak baik dan terkait dengan kuat, dan memiliki semangat yang tinggi, tapi kan beliau sedangtugas dan tanggung jawabnya sebagai menteri, beliau langsung sakit.”mengembalikan hadiah itu kepada yang memberinya. Walau akhirnya batal karena beliau harus merawat kesehatannyaTerkait dengan kedekatan hubungan dengan orang lain, beliau peristiwa ini memperlihatkan bahwa beliau mempunyaisangat perhatian kepada orang yang dekat dengannya, termasuk semangat baja, hampir dalam segala hal yang dipegangnya. 13
  • Kesehatannya memang merosot karena penyakit yang Katanya, penyakitnya itu seperti membawa anugerah daridideritanya. Allah SWT. Maksudnya, beliau menyadari mungkin waktunya di dunia sudah dibatasi, lalu beliau ingin sekali memanfaatkanSaya pernah membaca ungkapan Bu Menkes tetang penyakit sisa umur untuk membantu sesama. Sungguh pemikiran yangyang dideritanya, “Why me?” Artinya, dia telah berfikir panjang mulia dan sangat terpuji. “Panjangnya umur tak terlalu pentingtentang mengapa dia yang menderita sakit seperti itu. Dan dibanding kualitas umur itu sendiri,” ungkapan Bu Menkes dalamjawabannya sungguh mengagumkan bagi semua orang. sambutannya di hadapan penderita kanker, di Indonesia.14
  • Sahabat yang penuh semangatdr. Ratna Rosita, MPH.MSekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RIK erja cerdas dan cepat. Itu yang saya alami ketika bekerja sejumlah pejabat di Kementerian Kesehatan. bersama Ibu Endang sejak tahun 2003. Ketika itu, SARS melanda beberapa kawasan di dunia. Gejala klinis pada Ketika Beliau sakit, semangatnya tidak surut, walaupun diapenderita suspect SARS menjadi tanggung  jawab saya sebagai harus berjuang untuk sekedar dapat menikmati makan siangnyakasubdit Gawat Darurat dan Matra. Sedangkan konfirmasi kasus dengan baik. Ketika sudah terbaring di rumah sakit, beliau masihmenjadi tanggung jawab Ibu Endang di Litbang. Setelah proyek mengerjakan tugas-tugas negara, memberikan arahan, baikSARS ini kami sibuk masing-masing dengan pekerjaan berbeda. dengan sms maupun email. Pesan beliau melalui sms tanggal 31 Maret 2012 agar kita  merapatkan lagi barisan.  Jangan sampaiJauh sebelum bekerjasama menangani SARS, kami telah barisan kita terpecah-belah.berkawan sejak kami bersama masuk FKUI th 1973, dan lulusserta diwisuda pada tahun 1979. Beliau seperti roket, melesat dengan cepat lalu menghilang atau lenyap. Banyak kenangan manis bersama ibu ERS yang tidakKami bertemu kembali, dan bekerja bersama pada saat Beliau dapat dilupakan.menjadi Menteri Kesehatan. Saya melihat Beliau sebagai sosokyang konsisten, jujur, teguh dalam pendirian, pantang menyerah, Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosa ibu Endang Rahayuteliti, dan mempunyai komitmen tinggi terhadap tugasnya. Sedyaningsih, masukkanlah ke dalam surgaMu kelak. SelamatDengan karakter seperti itu, Ibu Endang menjadi panutan bagi jalan sahabat. 15
  • Menkes Canangkan Kemenkes Raih WTP201216
  • Please, make it another success!Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P(K), MARS, DTM&H, DTCEDirektur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen. P2-PL)S aya memiliki empat kesan mendalam tentang almarhumah sama menangani kasus berbagai penyakit waktu saya masih kerja Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih. Pertama, Almarhumah di RS dan Almarhumah di Badan Penelitian dan Pengembangan amat menguasai Ilmu Kesehatan Masyarakat yang menjadi Departemen Kesehatan, lalu sama-sama menjadi pejabat eselontanggung jawab beliau sebagai Menteri Kesehatan. Penguasaan 2 di Departemen Kesehatan,  sampai beliau menjadi Menteriilmu ini didasari pada tiga hal utama. Yaitu, latar belakang Kesehatan. Sebagai pribadi, kesan mendalam saya bahwapendidikan Beliau sebagai dokter dan Doktor; kebiasaan Beliau Almarhumah adalah orang yang baik hati, dan menurut sayamembaca berbagai jurnal dan publikasi ilmiah, walaupun di kebaikan hati Almarhumah terpancar dari lubuk hati beliau.   tengah kesibukannya sebagai Menteri; dan terakhir pengalaman Di sisi lain, dalam aspek kesehatan masyarakat, almarhumahpanjang beliau bekerja di lingkungan Kesehatan sejak 30 tahun Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih mampu secara serasilalu, di masa awal Beliau masuk dunia bekerja. menyeimbangkan antara kegiatan Promotif Preventif dengan Kuratif Rehabilitatif. Kedua, Almarhumah amat taat pada aturan yang ada. Dalamberbagai arahan, beliau selalu menekankan agar semua dilakukan Saya pernah dengan beliau, pada suatu waktu di tahun 2011sesuai dengan aturan yang ada. Dalam semua kegiatan di yang lalu, melakukan kunjungan kerja ke suatu kabupatenKementerian Kesehatan maka semua pekerjaan selalu dilakukan untuk meninjau kegiatan PosBinDu (Pos Pembinaan Terpadu,dengan aturan perundangan yang ada. semacam Posyandu untuk dewasa dan orang tua). Waktu itu pimpinan daerah setempat mengatakan bahwa Ibu MenkesKetiga, Almarhumah sebagai pimpinan sangat menjaga harusnya meninjau ke Rumah Sakit, dan almarhumah denganhubungan baik yang humanis dengan para stafnya. Beliau selalu amat bijak mengatakan bahwa pelayanan kesehatan harusmenjaga agar selalu ramah dan tersenyum. Namun, dengan tetap berjalan secara menyeluruh, mulai dari perilaku hidup bersihmemegang prinsip hubungan kerja amat sehat dan produktif sehat, pemeriksaan kesehatan, kesehatan lingkungan dandalam organisasi Kementerian Kesehatan.  berbagai kegiatan promotif preventif lain sampai ke pelayanan kesehatan yang prima di berbagai fasilitas (Puskesmas,Terakhir keempat, Almarhumah adalah orang yang baik hati. Klinik, RS) sampai kegiatan rehabilitatif bila diperlukan. Kesimpulan itu saya ambil setelah mengenal beliau sejak lama, Secara umum, menurut Beliau, pada dasarnya keberadaansejak sebelum beliau menjadi Menteri. Yaitu, sejak kami sama- Posyandu dan posbindu adalah sama pentingnya dengan 17
  • ketersediaan rumah sakit yang canggih. Dalam hal penelitian, ditangani dengan cepat.beberapa bulan yang lalu di awal tahun 2012 saya mendapat 2. Pentingnya surveilans untuk pengamatan terus menerus dantugas dari Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih untuk menghadiri tindakan untuk menanganinya, yang memang merupakanpertemuan WHO, sehubungan ada kontroversi penelitian salah satu aspek penting dalam kegiatan pengendalianilmiah flu burung yang antara lain menyebutkan kemungkinan penyakit.perubahan virus sehingga mungkin menular antar manusia. Sejalan dengan arahan Ibu Endang itu maka kami kemudian mengembangkan sistem  EWARS, E-tb, E-malaria dll.Arahan Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih saat ini menunjukkankematangan beliau dalam bidang penelitian dalam kaitannya Ketiga, saya ingat, salah satu email laporan saya ke beliau adalahdengan hubungan luar negeri, yaitu antara lain: ketika terjadi gempa di Aceh 11 April yang lalu. Ketika itu saya melaporkan komunikasi saya dengan Kepala Dinas Kesehatan- ilmu pengetahuan pada dasarnya perlu terus dikembangkan Aceh dan Sumatera Barat serta beberapa Kepala Kantor Kesehatan- hasil penelitian harus mempertimbangkan azaz manfaat dan Pelabuhan di Sumatera. Pada waktu itu beliau sedang dirawat di aspek kemanusiannya RSCM, dan setelah menerima email saya beliau langsung menjawab:- keterlibatan negara asal merupakan hal yang mutlak bila “Harap dipantau terus Prof. Saya juga melihat dari TV. Siagakan sampel dari satu negara di/ter kirim ke negara lain bantuan yang kira-kira dibutuhkan. Terimakasih.” Seperti- semua negara harus mematuhi resolusi WHO, dalam hal ini sudah diberitakan bahwa walau sedang dirawat di rumah tentang hal “virus and benefit sharing”. sakit, Ibu Endang terus memimpin Kementerian Kesehatan dan- azaz “fair, transparant and equitable” harus selalu dipegang memberikan arahannya. erat.Sementara itu, dalam hal teknologi informasi, setidaknya ada 4 Keempat, terakhir kali beliau menanggapi secara pribadi emailpengalaman saya yang menunjukkan bahwa Ibu Endang Rahayu laporan saya adalah pada 15 April 2012 ketika saya melaporkanSedyaningsih amat menyadari dan memanfaatkan teknologi 4 kegiatan Hari Malaria Sedunia, dimana saya laporkan juga bhwkomunikasi. puncak acara tingkat nasional akan dilakukan di Palangkaraya pada 2 Mei 2012, dan ini penggalan dari jawaban email beliau :Pertama, pada saat beliau masih awal menjadi Menteri “Baik sekali. Terima kasih laporan Prof. Tjandra. Kita banggaKesehatan, Beliau membuat group email antar-eselon 1 di upaya kita diapresiasi. Semua saran rekomendasi kita upayakanKementerian Kesehatan. Melalu group email ini berbagai lakukan. Mungkin baik juga kalau kita tawarkan ibu-ibu sikibinformasi dipertukarkan, dan saya sering pula menyampaikan untuk sebar ikan kepala timah ya? Silakan lanjutkan dengan Harilaporan kegiatan, khususnya pada hal-hal yang sifatnya segera/ Malaria Palangkaraya. Please make it another success! Ers”.mendadak.     Jadi,dalam email terakhir sekitar dua minggu sebelum wafat,Kedua, pada rapat koordinasi dengan seluruh pejabat juga ketika sedang dirawat di RS, beliau menyebutkan bahwaeselon 2 DitJen P2PL maka beliau berpesan agar P2PL dapat hari malaria yang diperingati tanggal 2 Mei agar “Please make itmemanfaatkan maksimal teknologi komunikasi yang ada, antara another success!”. Tanggal 2 Mei ini Ibu Endang wafat, dan sayalain karena dua hal: akan tetap mengingat pesan beliau agar terus bekerja dengan1. Letupan penyakit dapat datang di mana saja dan harus giat dan “Please make it another success!”.18
  • Menteri Kesehatan denganPrestasi Prima dan Reputasi IndahDr. dr. Trihono, M.scKepala Badan LitbangkesP agi hari, pada tanggal pelatikan pejabat eselon 2, saya Tak lama kemudian Ibu Endang datang. Ada suasana hening, dipanggil Kepala Badan Litbang Kesehatan, Pak Triono tampaknya berat juga Pak Triono mengungkapkannya. Ternyata Sundoro. Sebagai Kabadan, beliau menasihati saya agar setelah disampaikan bahwa Ibu Endang dicopot dari jabatannya,siap kalaupun tidak jadi dilantik. Katanya, perubahan bisa terjadi saya lihat Ibu Endang ada rasa terkejut. Tetapi beliau tetap tegar.setiap saat. Setelah hening sejenak, Ibu Endang berkata,” Saya sudah diberi firasat oleh Allah, tadi malam saya bermimpi diberi bantal yangHal itu sudah terjadi pada surat undangan pelantikan saya. bau pesing oleh Ibu Menkes. Tampaknya itu tanda, saya harusUndangan sampai di tangan saya kemarin malam jam 19.00 lengser. Saya siap kembali jadi peneliti.” Waktu itu belum tahu(sehari sebelum pelantikan). Kemudian Pukul 21.00, undangan siapa yang menggantikan beliau. Setelah pelantikan baru tahuuntuk saya dibatalkan. Tetapi pukul 06.00 pagi, esok harinya, bahwa saya yang menggantikan beliau.undangan pelantikan itu dihidupkan kembali. Saya santai sajamenanggapi, “Kalau enggak jadi dilantik, ya, pecinya dilepas. Jadi Pisah sambuttamu undangan.” Beberapa hari setelah pelantikan diadakan pisah sambut antara Ibu Endang dan saya. Suasana mengharukan, beberapa sahabatPagi itu, Pak Triono minta saran. Bagaimana, ya, cara beliau meneteskan air mata, karena jarang sekali kejadian sepertimemberitahukan kepada Ibu Endang bahwa jabatannya selaku ini. Banyak staf yang memberikan cindera mata, bahkan ada yangKepala Pusat Litbang Biomedis dan Farmasi akan dicopot. Pada membuat puisi khusus untuk Ibu Endang. Itu semua menandakansaat itu belum pernah ada eselon 2 yang dilengserkan begitu penghormatan dan pengakuan atas jasa beliau selama memimpinsaja, biasanya diputar menduduki jabatan eselon 2 lainnya. Puslitbang Biomedis dan Farmasi. Saya perhatikan beliau tetapSaya menyarankan untuk diberitahu saja, akan lebih baik Kabadan tegar meski sewaktu salaman banyak peneliti yang meneteskanyang memberi tahu terlebih dahulu dari pada menunggu sampai air mata tanda haru. Beliau mengucapkan terima kasih atassaat pelantikan oleh Ibu Menkes SFS. kerjasama yang baik dengan seluruh jajaran Pusat Biomedis dan Farmasi, dan mohon maaf bila ada kesalahan yang diperbuat 19
  • selama ini. Juga mengucapkan selamat atas pengangkatan saya kalau dituduh berkhianat pada bangsa sendiri”. Saya terdiam,sebagai pengganti beliau. merasakan betapa sesaknya beliau ketika dituduh menjual virus ke luar negeri. Saya dan segenap jajaran litbangkes tahu betul,Giliran saya menyampaikan sambutan: “Saya bersyukur Ibu tuduhan itu tidak pernah terbukti. Dari situ saya tahu betapaEndang tetap di Puslitbang Biomedis dan Farmasi sebagai tingginya kadar merah-putih dalam dada Ibu Endang.peneliti senior, saya akan menempatkan Ibu sebagai Konsultan,yang pasti memudahkan saya dalam mengemban amanah, Tidak ada rasa balas dendamkarena biomolekuler bukanlah bidang saya.” Jadi meski Ibu ERS Sewaktu beliau masih menjabat sebagai Kepala Pusat Biomediskembali sebagai peneliti, saya menempatkan beliau pada posisi dan Farmasi, beliau pernah “berantem” dengan staf penelitilebih karena saya tahu kompetensi dan profesionalitas beliau. senior. Biasa, di Balitbangkes peneliti bisa tidak sejalan dengan Kepala Pusatnya, karena peneliti mempunyai integritas sendiri,Ruang ERS yang tentu saja bisa berbeda pendapat dengan Pimpinannya.Setelah tidak menjabat, beliau menempati ruang yang beliau Pertengkaran itu cukup parah sehingga sang peneliti sampaidisain sendiri. Tempatnya di Lantai 1 Puslitbang Biomedis “mogok”.dan Farmasi. Nuansa seninya memang terasa. Di ruang beliau Namun sewaktu beliau menjadi Menteri Kesehatan, penelitisegalanya teratur rapi dan selalu ada bunga. Kini ruang itu tersebut malah sekarang dipromosikan menjadi eselon 2kami lestarikan dan kami beri nama ruang ERS. Semua pesan atas usulan beliau. Ini bukti yang menunjukkan bahwa beliaudan kenangan beliau kami kumpulkan di ruang tersebut. Ada memang tidak mempunyai rasa “balas dendam”.beberapa buku dan tulisan ilmiah karya beliau, ada kaca cerminyang beliau gunakan, juga karya kenangan kami (puisi, kumpulan Mementingkan pluralitasSMS) terhadap beliau kami taruh di ruang tersebut. Ruang ERS Sewaktu beliau mencari Kepala Badan Litbang Kesehatan untuksemoga menjadi tanda bahwa seorang peneliti dari Balitbangkes menggantikan Prof. AP, beliau minta agar dicarikan calon yangpernah diangkat menjadi Menteri Kesehatan, dengan prestasi memenuhi syarat tetapi bukan dari UI. Beliau menyadari bahwaprima dan reputasi indah. makin beragam asal universitas dari para pejabat eselon 1, akan makin baik buat Kementerian Kesehatan secara keseluruhan.Rasa yang paling menyakitkan Apalagi waktu itu ada saran agar jangan “UI sentris”. SayangnyaSaya pernah mendapati Ibu ERS dalam keadaan marah, sedih, tidak mudah mencarinya, mereka yang mau tidak memenuhisakit hati, bercampur aduk. Saya lupa tanggalnya, tetapi saat itu syarat sedangkan yang memenuhi syarat tidak mau. Itulahsaya perlu konsultasi tentang Flu Burung. Beliau telah mendalami sebabnya saya yang juga alumni UI akhirnya dipromosikan,masalah ini, bahkan pernah membuat tulisan ilmiah tentang setelah calon dari Universitas lain tidak bersedia/belumpenyakit ini. Saya menghadap beliau dan hanya berdua saja. Saya memenuhi syarat.minta pendapat beliau tentang penanganan Avian Influenzakaitannya dengan pengembangan laboratorium. Namun diskusi Bersemangat bila berkunjung ke Balitbangkesini kemudian bergerak kemana-mana termasuk tudingan Ibu Setiap beliau berkunjung kembali ke Balitbangkes, baik formalMenkes SFS kepada beliau. Pada saat itulah beliau menangis maupun dadakan, saya perhatikan beliau selalu kelihatansedih dan seolah menahan rasa sakit, dengan penuh perasaan “sumringah”, merasa kembali ke dalam dunianya. Itulah sebabnyabeliau berkata: “Pak Tri, yang paling menyakitkan adalah Balitbangkes selalu membuat acara bila ibu sedang “terbebani”20
  • banyak masalah. Dengan bertemu kembali para peneliti di Ibu Endang Rahayu SedyaningsihBalitbangkes, semangat beliau seolah kembali segar dan siap Semoga tetap bekerja tanpa pamrihmenghadapi beban seberat apapun. Di bawah ini disajikan puisi Berteman tanpa pilih kasihsederhana sewatku kami merayakan ulang tahun beliau pada Mendapatkan ridho Allah Yang Maha Pengasihtahun 2010. Demikian sekilas kenangan saya dengan Ibu Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih MPH, DR.PH Menkes & Meneg PP dan Anak dalam acara hari anak 21
  • Menkes menghadiri pertemuan WHO tahun 201022
  • Ibu Endang,Pemimpin yang Apresiatif,Aspiratif, Disiplin, dan Tegasdr. Supriantoro, Sp.P, MARSDirektur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (Dirjen BUK)S eperti kita ketahui bahwa sebelum menjabat sebagai harus menyebutkan hal itu. Itulah bukti bahwa Ibu Menkes Menteri Kesehatan, Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih sangat menghargai staf-stafnya. Beliau juga contoh pemimpin pernah menjabat Eselon II. Saat itu tidak sedikit yang yang terbuka dengan perbedaan pendapat. Beliau tidak marahmeragukan Beliau, underestimated. Bahkan ada yang mencurigai atau tersinggung jika stafnya mempunyai pemikiran berbeda.hubungannya dengan Namru. Namun saya tahu, itu tidak benar.Ibu Endang adalah sosok yang cepat belajar, cepat menyesuaikan Di antara Pejabat Negara, Ibu Menkes termasuk yang sangatdiri, dan cepat pula menyelesaikan pekerjaan. peduli dengan masalah-masalah masyarakat umum, terutama masyarakat miskin dan tidak mampu. Teleponnya terbukaYang menjadi ciri khasnya, Ibu Menkes selalu membawa buku. bagi siapa saja bisa menyampaikan pengaduan. Beliau sendiriDengan buku itulah beliau langsung menuliskan apa saja hal-hal merespon pengaduan tersebut. Dan selanjutnya meneruskanmenarik yang didiskusikan atau disampaikan lawan bicaranya. pengaduan masyarakat itu kepada staf-stafnya terkait untukMungkin ini disebabkan latar belakangnya seorang peneliti. ditindaklanjuti dan diselesaikan.Ini menunjukan bahwa Ibu Menkes sangat mengapresiasi danmendengar masukan dari orang lain, siapapun itu. Kemudian Di antara kebaikan dan kesabarannya, Ibu Menkes adalahsaran dan masukan yang baik akan ditindaklanjuti dan pemimpin yang tegas. Siapa yang benar akan diapresiasi, siapadiimplementasikan. yang salah akan ditegur baik secara halus maupun tegas. Pendek kata, Ibu Endang adalah pemimpin yang berwibawa, apresiatif,Beliau juga sangat menghargai masukan dengan cara aspiratif, disiplin, dan tegas. Untuk kejujurannya dan kepatuhanmenyampaikan apa adanya. Contohnya dalam sebuah pertemuan pada prinsip tata pemerintahan yang baik, tak usah diragukandengan Gubernur, DPRD, Bupati, Walikota, dan pejabat daerah di lagi. Sebagai contoh ketika diberikan sebuah souvenir saja,Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ibu Endang mengatakan bahwa Beliau mengembalikan kepada yang memberikan.apa yang disampaikannya berdasarkan informasi dari saya.Padahal sebagai Menkes, beliau mempunyai kewenangan tidak Ada beberapa sikap yang membuat saya sangat terkesan. 23
  • Misalnya saja ketika saya menanyakan mengapa Beliau selalu menyarankan Ibu Menkes tidak melakukan kunjungan ke Sumba.berprasangka baik bahkan kepada orang yang pernah menyakiti Karena itu perjalanan yang jauh dan berat. Namun ternyata beliaudan melecehkan dirinya. Beliau menjawab bahwa pada dasarnya tetap bertekad melaksanakan tugas ke Sumba. “Pak Pri, sayaorang itu adalah orang baik dan apa yang disampaikannya sudah janji. Mereka akan kecewa jika saya tidak datang,” begitumerupakan koreksi dan perbaikan diri bagi Ibu Menkes. Luar kata Ibu Menkes waktu itu. Dan meskipun akhirnya Ibu Menkesbiasa, beliau selalu melihat sisi positif dan mengabaikan sisi batal ke Sumba, karena harus menjalani perawatan sakitnya.negatif seseorang. Akhirnya, saya bisa mengambil hikmah bahwa Ibu Endang adalahSaya semakin kagum dengan komitmen dan etos kerja yang pribadi yang telah melakukan apa yang pernah dikatakan padaditunjukkan Beliau meskipun sedang sakit. Sebagai spesialis sambutan buku Berdamai dengan Kanker, “Sungguh, lamanyaparu, saya sampaikan prognosa terkait kesehatan beliau. Namun hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukanfaktanya, beliau sangat tegar dan aktif melaksanakan tugas-tugas sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukanberat sehari-hari. Tanpa segan beliau juga melakukan kunjungan dengan sepenuh hati.”ke daerah yang jauh. Saya ingat beliau mengatakan bahwabeliau sudah merasa mendapatkan anugerah yang banyak dari Begitulah sekelumit kesan saya tentang Ibu Menkes. Apa yangAllah SWT, sehingga sekarang saatnya melakukan sesuatu yang saya paparkan ini mungkin tak berarti apa-apa dibandingkanberguna bagi masyarakat. Mengisi hidup dengan hal-hal yang dengan keteladanan sebenarnya yang dilakukan oleh Ibubermanfaat bagi sesama. Endang Rahayu Sedyaningsih.Suatu hari sebelum dirawat di rumah sakit, saya pernah Selamat jalan, Ibu Menkes.24
  • Smart dan strong-leadershipdra. Maura Linda sitanggang, Ph.DDirektur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat KesehatanI bu Endang adalah pribadi yang smart, namun tetap rendah hati Di balik kepribadiannya yang tegas, Ibu Endang adalah sosok dengan segala kelebihan dan talenta yang dimilikinya. Sebagai yang sangat perhatian/concern kepada orang kecil dan terpuruk, pemimpin, beliau memiliki strong-leadership. Walaupun bagi yang diaktualisasikan melalui sikap dan pengorbanannya.saya sangat singkat, selama bekerja di bawah pimpinannya, sayamerasakan ketegasan dan kecepatan beliau dalam mengambil Selamat berpulang Ibu. Kenangan dan teladanmu akan selalukeputusan serta berani mengambil risiko, namun tetap penuh menginspirasi banyak orang!pertimbangan. 25
  • 26
  • Banyak yang dapat dipelajaridari beliauProf. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F (K), Sp.KPStaf Ahli Menteri Bidang Mediko LegalE ndang Rahayu Sedyaningsih saya kenal sebagai Beliau begitu bersemangat dan berkeinginan kuat untuk pemimpin, ibu, dan teman. Beliau seorang pemimpin menyelesaikan rancangan peraturan pemerintah tentang Air yang memiliki visi. Ia mampu menguraikan dan Susu Eksklusif dan pengamanan bahan yang mengandung zatmempertahankan pandangannya ke depannya, gigih adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.dalam melaksanakan upaya untuk mencapainya, serta tidakmudah tergoyahkan. Keputusan dalam menghadapi pertentangan dua kepentingan selalu dibuat dengan mempertimbangkan dari berbagai aspek.Di bidang yang merupakan domain kerja saya, khususnya Beliau mau mendengar kritik dan saran, dan mampu pulapenyusunan peraturan perundang undangan, kematangan membuat keputusan yang tegas.beliau dalam membuat kebijakan publik terlihat dengannyata. Beliau bijaksana dalam menghadapi tantangan, Beliau juga konsisten dan konsekuen dalam menjalankan konsepkhususnya dalam kebijakan di bidang Air Susu Ibu, produk dan isi kedua rancangan peraturan tersebut.tembakau, dan sunat perempuan. Beliau meyakini bahwatujuannya baik bagi masyarakat luas. Banyak yang dapat dipelajari dari kepemimpinan beliau. 27
  • Menkes menyerahkan bantuan bencana mentawai disahkan Wapres dan Mensos tahun 201028
  • Dua bilah keris Bu Ennydr. Bambang Sardjono, MPHStaf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan DesentralisasiA pabila kita bercerita tentang Bu Endang Rahayu tentang anthusiasme beliau terhadap rakyat, tentang penyakit Sedyaningsih, atau akrab disapa dengan Bu Enny, yang beliau derita, tentang keluarga, dan tentang-tentang yang lain.  tidak  akan pernah ada habisnya. Ada saja topikpembicaraan yang dikaitkan dengan beliau sebab wawasan Saya juga mempunyai kesan tersendiri tentang Bu Enny. Sayabeliau sangat luas. Beliau juga memberikan perhatian yang besar bisa menulis berbagai hal tentang Bu Enny menurut persepsipada banyak hal. saya. Namun, kali ini saya menulis atau bercerita tentang hal-hal yang sangat berbeda dengan yang selama ini diketahui banyakKadang-kadang saya masih belum percaya bahwa beliau sudah orang, yakni tentang keris. Ya, tentang KERIS dan Bu Enny.tiada. Saya sering merasa bahwa beliau masih ada. Ketikasaya sedang berkunjung ke daerah, dan ketika menyampaikan Begini ceritanya; suatu hari  di  bulan Oktober 2011, setelah selesaikebijakan Kemenkes --menjelaskan tentang kebijakan Kemenkes memimpin sebuah rapat di gedung  Kementerian Kesehatan,antara lain PIREB (Pro-Rakyat, Inklusif, Responsif, Efisien -Effektif ketika berjalan menuju ruangan, Bu Menkes memanggil saya.dan Bersih)-- rasanya Bu Enny masih ada di sekitar saya. Seakan- Beliau berkata bahwa ada orang menyampaikan bahwa hobi sayaakan dia sedang mengawasi dari kejauhan sambil tersenyum. adalah mengoleksi keris. Kemudian beliau sampaikan bahwa diaSenyum khas Bu Enny. Atau apabila saya sedang  melintasi Blok A memiliki dua bilah keris peninggalan ayahnya, almarhum Prof.lantai 2 kantor Kementerian Kesehatan, masih terasa kehadiran Sudjiran. Singkatnya, beliau ingin agar saya melihatnya dansosok Bu Enny. Seakan-akan beliau masih berada di ruang kerja minta saran sebaiknya diapakan keris itu. Bu Enny meminta sayabeliau. datang dan melihat  di rumahnya, di Duren Sawit, Jakarta Timur.Tentu sudah banyak orang yang menulis mengenai Bu Enny dari Pada hari yg ditentukan, yaitu Sabtu pagi, sekitar pukul 08.30,berbagai sudut padang. Misalnya, tentang keterkaitan beliau saya menghadap beliau di rumahnya. Ketika saya tiba di sana,dengan khazanah penelitian, mengenai etos dan semangat kerja, sepertinya beliau baru kembali dari suatu acara  meresmikan atautentang kedekatan beliau dengan program untuk masyarakat, memberikan amanat atau kegiatan di Monas. Beliau mengenakan 29
  • kaus olah raga lengan panjang. Dan, beliau  rupanya sedang asyik ingin mengetahui hal apapun. Singkatnya, kemudian beliaumenata koleksi gantungan kunci dan magnet kulkas. Ternyata, memasrahkan keris untuk saya bersihkan. Saya menyanggupi.salah satu hobi beliau adalah mengumpulkan magnit kulkas dariberbagai tempat. Kedua keris tersebut saya bawa pulang ke rumah. Saya langsung membersihkan keris itu. Sebenarnya, proses membersihkanSetelah masuk, kami duduk dan ngobrol sejenak seputar keris cukup panjang, dan ada urut-urutan bakunya. Langkahpekerjaan. Saya menyampaikan tentang kegiatan Direktorat pertama adalah merendam keris itu di dalam air kelapa sayu.Bina Upaya Kesehatan Dasar yang saya emban. Lalu, akhirnya, Lalu membersihkan karat. Setelah itu,  memutihkan permukaankami membicarakan tentang keris. Beliau masuk ke kamar dan keris dengan jeruk nipis. Setelah putih, lalu mewarangi, danmembawa keluar dua bilah keris. Satu  terbungkus kain slayer/ seterusnya.scarf dan satu lagi dibungkus kain hitam. Pada saat yang sama saya juga membersihkan beberapa bilahBeliau menceritakan riwayat keris tersebut. Dia menerima keris keris lama saya. Kebetulan, persediaan warangan (arsenikum)itu dari ayahanda. Dia juga bercerita bahwa keris itu sebenarnya saya saat itu tidak ada, maka proses hari itu hanya sampaimilik keluarga, dan akan diberikan kepada adik laki-laki beliau. memutihkan besinya. Pada hari Minggu esoknya saya mintaSaya mohon izin membuka sarung/warangkanya. Lalu saya bantuan ke rekan mranggi (pembuat warangka) di daerahmengamati  dan memeriksa dengan seksama. Saya mencermati Cipinang. Di sana kami  sama-sama mewarangi. Siang itu cuacakeris itu dan mengecek/merujuk referensi --Ensiklopedi Keris cukup bagus, sehingga dalam waktu satu jam sudah terlihatkarya Bambang  Harsrinuksmo dan lainnya yang sengaja saya gambaran pamor di besi ke dua keris tersebut. Saya bisa melihatbawa. keindahan besi berpadu dalam pamor yang indah.  Sementara itu rekan mranggi yang lain menggarap ke dua warangkanya.Lalu saya sampai pada kesimpulan sementara; kedua keris itudibuat dari bahan yang baik. Pamornya bagus. Hanya sedikit Menjelang ashar, proses kerja spoet ini sudah selesaiberkarat karena lama tidak dibersihkan. Deskripsi kedua kerisitu kira-kira adalah: 1) Keris A: Warangkanya Ladrang Surakarta, Keesokan harinya saya kirim SMS ke Bu Enny mengabarkandibuat di era Sri Sunan Paku Buwono IX di Surakarta dan kerisnya bahwa keris telah selesai dibersihkan dan  sudah siap untukSabuk  Inten luk 11 dari zaman Majapahit. 2) Keris B: Warangkanya diantar. Beliau menjawab melalui SMS: kok, cepat  sekali. Sayaladrang Surakarta era baru, Keris Luk 9 yang dibuat zaman tidak menceritakan bahwa saya membersihkan keris itu bersamaMajapahit atau sebelumnya. teman-teman saya para mranggi dari  Madura.Bu Enny rupanya ingin tahu lebih detil. Pertanyaan beliau Kemudian beliau menentukan waktu untuk bertemu di rumahantara lain:  makna pamornya, karya empu dari mana, dinas di Jl. Denpasar. Pada hari yang ditentukan pukul 07.30 sayadari zaman kapan, apa tanda-tandanya, bagaimana cara sudah hadir. Ajudan dan penjaga mempersilahkan masuk. Sayamemelihara dan menyimpan. Sambil mengobrol beliau menunggu di ruang dalam. Sementara itu, seorang pembantumembolak-balik buku ensklopedia. Rasa ingin tahu beliau menyodorkan teh manis dan kue.tentang keris itu sangat besar. Saya menduga, barangkalikarena  beliau adalah seorang peneliti dan jiwa peneliti selalu Sejenak kemudian beliau keluar kamar dengan wajah cerah30
  • dengan pakaian rapi siap untuk suatu acara. Kemudian memelihara keris.saya menyerahkan keris tersebut kepada beliau sambil menyampaikan dan menjelaskan lebih detil. Intinya, bahwa dua Saya sungguh  bangga dan bahagia diberi amanah, mendapatkeris ini berkualitas baik. Rupanya beliau ingin tahu lebih banyak kehormatan dan kesempatan untuk melihat, memegang tentang keris. Lalu kami membuka buku rujukannya. Kami bahkan membersihkan dan mewarangi pusaka keluarga ibuberdiskusi tentang keris lebih kurang 15 menit. Setelah itu, saya Enny. Demikianlah, sekelumit cerita tentang keris dan Bu Enny.pamit ke kantor. Wilujeng saklajengipun.Cerita ini menggambarkan sisi lain dari bu Enny yang tetapmeneruskan tradisi nguri-urii kabudayan (memeliharakebudayaan), yang salah satunya adalah melestarikan dan Kunjungan Menkes bersama mentri PDT di Sambas Kalbar 31
  • 32
  • Ia Memperhatikan Anak Buahdr. Untung Suseno Sutarjo, M. KesStaf Ahli Menteri Bidang Pembiayaan & Pemberdayaan MasyarakatP ada suatu hari saya diminta menghadap Ibu Menkes. salah besar. Tetapi, mengapa beliau harus bicara sendiri seperti Saya waktu itu memang baru membuat telaahan tentang itu pada saya. Jadi saya dengarkan terus arahan hingga akhirnya pembiayaan sesuai dengan tupoksi jabatan saya, yang beliau menyatakan itu keputusannya harus dijalankan.dikaitkan dengan pengambilan keputusan Ibu Menteri. Jadi, sayadatang membawa semua bahan yang diperlukan. Wah saya speechless, tidak berani menjawab. Saya pikir nanti setelah beliau selesai saya akan bertanya. Kurang lebih 20Sesampai di kamar beliau, langsung saya masuk dan duduk. menit kemudian beliau memberikan kesempatan kepada untukBeliau memang tampak tegang dan langsung menyatakan, “Pak melaporkan apa yang saya bawa. Saya langsung bertanya,Untung harus sadar bahwa jabatan itu adalah amanah. Kalau “Mohon maaf Ibu menteri. Mohon izin, kalau berkenan, ibumasih dibutuhkan, akan tetap menjabat. Kalau tidak mampu, memberitahu apa salah saya sehingga harus dipindahkan.dipersilahkan untuk ke tempat lain.” Saya siap Ibu kalau harus dipindahkan.” Tiba-tiba saja beliau tersenyum dan membalas, “Saya tidak ada niat memindahkanSaya terkejut mendengar kalimat itu, dan macam-macam timbul Pak Untung. Baru saja dilantik, koq dipindah. Saya hanya maudi pikiran saya. Termasuk terpikirkan juga yang paling ekstrim: kasih tahu, instruksi saya di rakorpim, karena saya perhatikan Paksaya harus berkarya di luar Kemkes. Atau, rupanya tidak mudah Untung sudah dua kali tidak hadir, dan harus tahu apa yang sayamasuk jajaran eselon satu. Sebab, saya baru dilantik tiga bulan putuskan.”tapi sudah menghadapi pernyataan yang demikian kerasnya.Apalagi beliau kemudian menjelaskan secara panjang lebar Terus terang perasaan saya kaget campur kagum. Seorangkriteria menjadi pejabat di Kemkes. Beliau juga menekankan menteri mau memanggil anak buahnya untuk menjelaskanapa yang diharapkannya dari para pejabat dalam melaksanakan keputusannya. Baru pertama kali saya mengalami hal seperti itu.program unggulan Kemkes. Beliau juga memperhatikan kehadiran anak buahnya dalam rapatTerus terang pada saat itu saya berfikir, saya pasti sudah buat penting. Ketika saya jelaskan kekagetan saya pada saat awal 33
  • datang, beliau tertawa. Beliau menyatakan tujuannya sederhana informasi yang benar, sehingga staf bisa menjalankan tugassupaya saya mendapatkan informasi langsung dari sumbernya, dengan baik. Saya masih ingat ungkapan yang sering beliaubukan isu atau gosip. Beliau tidak marah atas ketidakhadiran sampaikan yaitu A chain is only as strong as its weakest link.saya, karena jelas alasannya. Saya baru menyadari betapa beliau Dan benar satu bulan kemudian ada pelantikan pejabat, sesuaimengutamakan chain of command yang harus mendapatkan dengan arahan beliau. Kunjungan Menkes di B2P2TO-OT Tawangmangu34
  • Dia peneliti baik dan pandaidr. Indriyono Tantoro, MPHStaf Khusus Menkes Bidang Percepatan Pembangunan Kesehatan dan Reformasi BirokrasiK etika itu tahun 1997. Seorang teman mengatakan kepada Ketika terjadi Pandemi SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) saya bahwa di Badan Litbangkes ada seorang peneliti tahun 2002-2003, saya kembali bekerjasama dengan Bu baru yang baik dan pandai. Saya segera menemui peneliti Endang. Di Badan Litbangkes, beliau bertanggungjawabitu untuk berkenalan. Waktu itu, sebagai penanggung jawab mengkoordinasikan konfirmasi laboratorium kasus suspek SARS.program Pengendalian ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), Sedangkan saya yang saat itu bertugas di bidang Surveilanssaya memerlukan counter part dari Badan Litbangkes untuk Epidemiologi, Imunisasi dan Kesehatan Matra, bertanggung-membantu mengembangkan program. jawab dalam surveilans SARS. Selama beberapa minggu, saat Pandemi SARS merebak, setiap hari mulai pukul 08:00 pagiPeneliti itu bernama Endang Rahayu Sedyaningsih. Beliau diadakan rapat koordinasi di Departemen Kesehatan yangmenyatakan bersedia membantu saya dengan ramah. Itulah dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan (waktu itu Dr Sujudi).perkenalan saya pertama kali dengan Bu Endang. Setelah itu Rapat koordinasi itu dihadiri para pejabat terkait serta parapertemanan dan kerjasama kami berlanjut sekitar lima belas klinisi dan para peneliti di bidang penyakit menular. Bu Endangtahun. Berteman dan bekerjasama dengan Bu Endang sangat tidak pernah absen dalam rapat yang setiap hari berlangsungmenyenangkan, karena beliau selalu bersikap ramah dan selama 3-4 jam itu.bersahabat. Beliau juga bekerja keras, profesional, serius, tekun,serta amat bertanggung-jawab. Karena waktu itu saya bekerja Pada tahun 2005, kasus flu burung yang disebabkan virus Influenzadi bidang pemberantasan penyakit menular dan Bu Endang H5N1 mulai bermunculan di Indonesia. Dalam Pengendalian Flubekerja di bidang penelitian yang terkait dengan penyakit Burung, Bu Endang bertugas mengkoordinasikan pemeriksaanmenular, maka kerjasama kami terus berlanjut. Antara lain dalam spesimen dan pengembangan kapasitas laboratorium virusPengendalian HIV-AIDS yang kelak menjadi tugas pokok saya dan Influenza H5N1. Ketika itu saya bertugas sebagai Sekretaris Timmerupakan topik tesis doktor beliau di Harvard School of Public Penanggulangan Flu Burung internal Departemen Kesehatan.Health. Sebetulnya bidang yang ditekuni Bu Endang adalah Medical 35
  • Anthropology dan Epidemiology, tetapi beliau selalu menekuni Delegasi Amerika dapat menyepakati sesuatu, yaitu sepakatdengan sungguh-sungguh bidang apa pun yang menjadi tugas untuk istirahat makan siang”.dan tanggung-jawab beliau. Di Badan Litbangkes beliau bertugasdi laboratorium yang juga melaksanakan kegiatan virologi Untuk mewujudkan reformasi tatanan tersebut, Indonesiainfluenza. Oleh karena itu pengetahuan dan pemahaman Bu bersama beberapa negara berkembang (like minded countries)Endang tentang influenza tidak perlu diragukan. harus berjuang keras dalam lima Sidang Majelis Kesehatan Sedunia (World Health Assembly), yaitu tahun 2007, 2008, 2009,Pada tahun 2006, ketika Dr. Siti Fadilah Supari menjabat 2010, dan 2011. Akhirnya, pada tahun 2011, sewaktu Bu EndangMenteri Kesehatan, Indonesia mempelopori perubahan atau menjabat Menteri Kesehatan, perjuangan itu berhasil denganreformasi tatanan Pandemic Influenza Preparedness: Sharing sukses. Tatanan baru yang adil, transparan dan setara berhasilof Virus and Sharing of Vaccines and Other Benefits di lingkungan disepakati oleh seluruh negara anggota WHO dalam SidangOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO). Reformasi ini dimaksudkan Majelis Kesehatan Sedunia ke-64 tahun 2011.agar tatanan yang berlaku di WHO tidak merugikan negaraberkembang dan agar menganut prinsip adil, transparan dan Ketika Bu Endang menjabat Menteri Kesehatan (2009-2012),setara (fair, transparent, and equitable). Dalam negosiasi antara saya ditugasi membantu beliau sebagai Staf Khusus Menterinegara berkembang (yang dipelopori Indonesia) dan negara Kesehatan. Beliau melaksanakan tugas Menteri Kesehatanmaju (yang dipelopori Amerika Serikat) tentang reformasi dengan profesional, penuh dedikasi, dan dengan komitmentatanan tersebut, Bu Endang adalah negosiator Delegasi kuat. Hal ini tercermin dalam tag line beliau, yaitu : pro-rakyat,Indonesia dalam aspek tehnis virologi Influenza. Beliau sangat responsif, efektif, inklusif dan bersih. Dalam kesibukan sebagaidisegani oleh delegasi negara-negara yang berpihak maupun Menteri Kesehatan, Beliau tetap membaca dengan teliti semuayang berseberangan dengan Indonesia. Negosiasi berlangsung surat, dokumen, e-mail, dan SMS yang diajukan kepadanya.alot dan untuk mencapai titik temu antara negara berkembang Bahkan beliau menandai dengan coretan jika dalam suatudan negara maju, WHO harus menyelenggarakan beberapa dokumen ada salah ketik, salah ejaan, pilihan kata yang tidakkali IGM (Inter Governmental Meeting) dan beberapa kali Open tepat atau ada data atau informasi yang tidak masuk akal.Ended Working Group (OEWG) di Jenewa sepanjang hampir lima Beliau bukan hanya membaca tetapi juga menilai akurasi datatahun (2006-2011). Ada kejadian lucu dalam salah satu sidang yang disajikan dalam dokumen yang diajukan staf. Beliau selaluOEWG di Jenewa. Ketika itu Bu Endang sebagai negosiator memberikan umpan balik pada hasil pekerjaan staf disertaiDelegasi Indonesia bertahan pada posisi Indonesia untuk bunyi ucapan terima kasih. Umpan balik beliau dapat berupa pujian,suatu paragraf dalam draft MTA (Material Transfer Agreement). kritik, atau teguran. Beliau mengarahkan agar semua surat, e-mail,Sementara itu, pihak Amerika juga bertahan pada posisinya. sms dan telpon yang masuk ke Kementerian Kesehatan dari siapaKetika waktu makan siang tiba, Delegasi Amerika Serikat pun harus direspons segera. Beliau sendiri bekerja cepat, semuamengusulkan agar sidang ditunda untuk istirahat makan siang. berkas yang diajukan kepada beliau rata-rata sudah “turun”Bu Endang, segera mengangkat flag – isyarat minta bicara dalam waktu 1 X 24 jam. Dalam setiap rapat, diskusi, dan saatpada Ketua Sidang - dan sambil tersenyum beliau menyatakan menerima staf atau tamu, beliau selalu mencatat sendiri hal-halbahwa Indonesia dapat menyetujui usul Amerika untuk istirahat yang penting dalam buku catatan. Jika beliau mengikuti Sidangmakan siang. Seluruh peserta sidang tertawa dan Ketua Sidang Kabinet, maka catatan beliau disampaikan kepada staf dalammengatakan : ”Inilah pertama kalinya Delegasi Indonesia dan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) untuk ditindaklanjuti. Ada36
  • mekanisme unik yang berlaku bagi saya setiap beliau memimpin titik temu antara kedua belah pihak. Akhirnya, kerjasamarapat. Dalam rapat tersebut, bila saya ingin menyampaikan antara Kementerian Kesehatan RI dengan US Namru-2 diakhirisesuatu, saya akan memandang beliau dan beliau paham bahwa pada tahun 2010 itu juga. Selanjutnya, seluruh staf asing USsaya mohon diberi kesempatan bicara. Mekanisme unik ini tidak Namru-2 dipulangkan, dan peralatan yang ada di laboratoriumpernah dibicarakan atau disepakati sebelumnya, berlaku begitu ex-Namru-2 tersebut diserahkan kepada pihak Indonesia. Setelahsaja. kerjasama tersebut berakhir, laboratorium ex-Namru-2 dikuasai dan dikelola oleh Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan.Pada tahun 2010, beberapa bulan setelah Bu Endang menjabatMenteri Kesehatan, diadakan pertemuan bilateral antara Masa-masa berteman, bekerjasama, dan membantu tugas BuIndonesia dan Amerika Serikat di Jakarta untuk membahas Endang sebagai Menteri Kesehatan adalah masa-masa yangkelanjutan kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dengan indah bagi saya. Tapi kehendak Allah yang berlaku di alamUS Namru-2 (US Naval Medical Research Unit-2), termasuk semesta ini. Seperti dikatakan seorang penceramah dalammembahas masa depan Laboratorium Namru-2 yang terletak tausiah memperingati tujuh hari wafatnya Almarhumah Budi kompleks Badan Litbangkes, Jakarta. Delegasi Indonesia Endang : “Allah lebih mencintai beliau. Karena itu beliau dipanggilmendapat arahan langsung dari Bu Endang selaku Menteri berpulang ke Rahmatulah”. Sesungguhnya, segala sesuatu yangKesehatan agar memegang teguh prinsip kepentingan nasional ada di dunia adalah milik Allah dan semuanya akan kembalidi atas kepentingan segalanya. Bersama beberapa teman, kepada-Nya. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga Arwahsaya ditugasi Bu Endang untuk menjadi anggota Delegasi Almarhumah Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih mendapatIndonesia. Ternyata sampai akhir perundingan, tidak tercapai tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Amin. 37
  • 38
  • Bu Endang inspirasikudrg. Murti Utami, MPHKepala Pusat Komunikasi PublikIbu.... pengunduran diri sebagai Kepala Bagian tersebut, yang sehariGenggaman tanganmu yang hangat masih kurasakan hari mengurusi pimpinan tertinggi di Kementerian ini. SayaSenyum manismu masih kuingat katakan bahwa saya ingin beliau lancar dalam menjalankanUcapan lembutmu masih kudengar amanah ini, terutama dalam 100 hari kerja pertama beliauKau adalah pemimpin yang mempunyai hati menjadi Menkes. Saya dapat mengerti pasti ada beberapa orangKau gunakan perasaan dan hatimu untuk memimpin Kementerian yang kurang suka apabila saya masih di lingkungan terdekatbesar yang terisi oleh berbagai watak dan nafsu manusia Menkes, karena saya sebelumnya adalah sekretaris Menkes yangSelamat jalan ibuku terdahulu. Tak aku sangka, beliau menjawab dengan jujur dariKau adalah inspirasiku hati beliau, “Saya juga tidak mengerti mengapa orang meminta saya untuk berhati-hati dengan kamu. Saya tau betul bu Ami dan I dont know why. I can trust you.”Tidak seperti yang lainnya, mereka mengenal ibu Endang sudahcukup lama, ada yang dari masa sekolah, kolega kerja di Litbang Jawaban beliau begitu menghentak saya. Beliau menatap sayadan lainnya. Tidak seperti saya. Saya mengenal beliau mungkin dengan tajam. Tanpa kusadari airmata menetes perlahan disekitar 4 tahun terakhir. Itu pun tidak rutin bertemu. Namun sulit pipiku. Ya ALLAH, begitu mulia dan bersihnya hati ibu Endang.rasanya menghilangkan kenangan yang mendalam ini karena Subhahanallah.beliau selalu menjadi inspirasi saya.Sekitar tahun 2010. Ketika beliau diangkat menjadi Menteri Esok harinya kami bekerja seperti biasa. Suatu sore beliauKesehatan, saya menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan memanggil saya dan mengatakan bahwa beliau akan(banyak orang mengatakan kedudukan ini adalah Sekretaris mempromosikan saya menjadi eselon 2. Saya berusaha menolakpribadi Menkes). Pada hari kedua beliau mulai bekerja dengan berbagai alasan, dan saya katakan ingin pindahsebagai Menkes, saya memberanikan diri untuk mengajukan bukan untuk minta dipromosikan. Tetapi beliau tetap ingin 39
  • mempromosikan jabatan saya menjadi lebih tinggi. Hampir satu bulan beliau dirawat di RSCM. Selalu kusempatkanRupanya keinginan mempromosikan saya telah menjadi menengok beliau, paling tidak seminggu sekali. Saat kujengukpergunjingan. Hal ini saya ketahui dari beliau sendiri. Saya ibu hari minggu pagi tanggal 30 April 2012, beliau menggenggamsempat katakan, “Ibu, walaupun saya sudah mendapatkan tanganku begitu kuat. Seperti biasa, apabila saya menjengukundangan pelantikan untuk besok, dan sekarang ibu menjadi beliau, saya akan bertanya: bagaimana kabar ibu hari ini? Dengansusah dan bingung, maka saya mohon untuk tidak dilantik besok senyum dan suara yang sudah parau, beliau menjawab, “Baik,karena saya sebenarnya tidak ingin sebuah jabatan.” Bu Ami.” Kami sempatkan untuk berdzikir menyebut asma Allah bersama dan saat saya akan pamit, beliau menyampaikan pesanSaat itu tangan saya ditarik untuk diajak ke ruang istirahat beliau terakhir untuk saya, “Sukses, ya, Bu Ami.”(ruangan itu berada di samping ruang kerja beliau). Kami dudukdi kursi makan dengan cukup dekat dan tanpa saya sangka Pesan terakhir ini yang selalu menjadi bagian dari inspirasi saya,beliau katakan. “Kalau saya jadi bu Ami, saya akan tunjukkan yaitu dorongan seorang ibu untuk anaknya.kepada orang-orang yang menilai ketidakmampuan saya, bahwasaya bisa.”  Oh, ibu. Engkaulah inspirasiku. Tanpa doronganmu, saya tidak dapat membuktikan bahwa ternyata saya bisa. Ketulusanmu,Langsung saya merespon dengan tegas, “Apabila memang kelembutanmu, dan kehangatanmu akan selalu menjadiini yang ibu inginkan, saya bisa.” Kulihat ibu tersenyum, kenangan yang sejati.dan memegang tanganku dengan erat. Terima kasihibu, kau telah memberikan kepercayaan kepadaku. Ya, Allah, ampunilah Ibu Endang. Tempatkanlah beliau di sisiMu yang  hangat dan lembut sesuai dengan amal ibadah yang selaluPerjalanan saya menjadi seorang Kepala Pusat Komunikasi Publik beliau berikan kepada kami. Amien.mengharuskan kami selalu berkomunikasi. Saat beliau mulaitidak dapat aktif masuk kantor dan harus beristirahat, baik dirumah maupun di rumah sakit, maka menjadi semakin seringkami ber-SMS dan ber-email. Hal ini karena semakin banyakwaktu beliau menonton tv dan membaca media cetak maupunonline. Semua komunikasi kami tentang pekerjaan, sampaiakhirnya saya memberanikan diri mengirim SMS ke beliau: “Sayakangen dengan Ibu. Setiap hari saya hanya menjawab SMS Ibuyang semuanya terkait dengan pekerjaan.”Tengah malam ternyata beliau  menjawab SMS saya, “ApabilaBu Ami berkenan menengok saya, datang saja besok.” Dengansemangat, kutengok ibu di Paviliun Kencana RSCM, siang.Ternyata saya tidak sendiri. Di kamar ibu sudah ada kolega dansahabat sahabat ibu dari Litbangkes. Kami tertawa dan bercanda.40
  • Empaty, rational, smart, and smiledr. Abidinsyah Siregar, DHSM, M.KesDirektur Bina Yankes Tradisional, Alternatif & komplementerDirektorat Jenderal Bina Gizi Ibu dan AnakK ami mengenal Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, mendapat sambutan positif dari pemangku kepentingan; yang MPH, Dr.PH, sebagai Menteri Kesehatan RI. Lebih dari itu pada akhirnya kami merasakan kemajuan pesat. kami mengenal beliau sebagai seorang pimpinan yangmampu memacu kami untuk mengemban amanah dalam Ini semua bermula pada tanggal 3 Januari 2011, ketika nama sayamengakselerasikan pengembangan dan penataan pelayanan disebutkan menjabat sebagai Direktur Bina Pelayanan Kesehatankesehatan tradisional. Baik penataan di tingkat masyarakat, Tradisional, Alternatif, dan Komplementer. Ketika itu mungkinmaupun penataan fasilitas kesehatan. Penilaian ini kami anggap hampir semua yang hadir di Auditorium Dr. Leimena “surprise”tidak berlebihan, apalagi bila melihat dukungan yang sangat --untuk tidak mengatakan kaget dan tertanya-tanya-- jabatanbesar dari beliau untuk pekerjaan yang kami tangani. Beliau apa gerangan yang diberikan kepada saya.terus memotivasi kami agar kami terus berusaha mengejarketertinggalan Indonesia dibandingkan dengan negara lain dan Lalu, saat Bu ERS memberikan ucapan selamat dengan menjabatmengangkat citra Jamu sebagai Brand of Indonesia. tangan, Beliau mengatakan: “Pak Abidin, saya percaya Bapak bisa mengemban amanat ini, Presiden punya harapan besarTidak mudah mewujudkan hal di atas karena banyak tantangan, pada bidang ini.” Saya tatap Ibu ERS, dan saya balas denganwalaupun peluang yang dinamis juga selalu datang. Namun anggukan lega dan senyum, sebagai pertanda bahwa saya akanBeliau terus memberikan dukungan melalui kebijakannya sebagai memperhatikan permintannya.menteri. Karena kebijakan dan dukungan itu, Direktorat BinaPelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplementer Saya dan teman-teman di lingkup Dit. Tradkom (demikian(Dit.Bina Yankes Tradkom), Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA, kami menyebut inisial pendek nomenklatur institusi kami),menjadi mampu melakukan banyak hal mendasar. Antara lain, sudah berkomitmen kuat dan mengibarkan semangat strategimenyusun Regulasi, NSPK, Revitalisasi sistem dan kelembagaan, “Akselerasi Program”. Hasilnya luar biasa. Kami mencapai targetserta memacu Integrasi Pelayanan Kesehatan Tradkom di di atas sasaran hingga akhir tahun 2011. Tahun itu bisa ditutuprumah sakit dan Puskesmas. Semua yang telah kami lakukan itu dengan Pencapaian Target di atas sasaran, baik sosialisasi/ 41
  • advokasi ke seluruh Provinsi, Revitalisasi Sentra P3T (semula zero jeda acara internal atau eksternal, kami berdua sering terlibatmenjadi 17 Sentra), NSPK, Regulasi: lebih 40 Rumah Sakit dan diskusi panjang tentang mengembangkan Dit. Tradkom. Bahkanlebih 100 Puskesmas telah memberikan Pelayanan Kesehatan kami membicarakan juga hal-hal yang sensitif dan serius.Tradisional yang terintegrasi dan bersinergi dengan pelayanan Alhamdulillah, Ibu Menteri bisa menerima dengan besar hati.konvensional yang sudah ada sebagai komplementer maupun Karena itu, saya merasakan betul, ruang dan peluang untukalternatif. saling asah, asih, dan asuh antara pimpinan dan bawahan.Sebenarnya, masih banyak agenda kerja atau “permintaan” ibu, Ibu Menteri telah memberikan hadiah kepada Indonesia berupatermasuk untuk jalan bersama ke Puskesmas dan Rumah Sakit karya besar untuk mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri.yang telah memberikan Pelayanan Tradkom. Jalan bersama ini Karya besar itu termasuk lembaga “Direktorat Bina Pelayanankira-kira seperti sudah kami lakukan di Satelit Obat Tradisional Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplementer” yangRumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta. Di sini Ibu merupakan institusi paling baru di lingkungan KementerianMenteri berpesan agar mengutamakan produk Obat Herbal Kesehatan. Ini juga menjadi bukti tekad dan mutiara gagasanasli Indonesia. Ibu juga berpesan agar kami menertibkan iklan beliau.pengobatan tradisional lokal dan asing. Saya percaya Ibu ERS, seperti keyakinan kami para “Tradkomers”Program yang sudah kami agendakan adalah kunjungan ke (sebutan gampang bagi para pegiat Program Bina Yankesfasilitas industri Jamu, antara lain ke Kampoeng Djamoe Organik Tradkom), bahwa Yankes Tradkom punya masa depan gemilang(KADO) di Cikarang, Puskesmas Yankestrad di NTB, dan banyak di Indonesia dan bahkan dapat memberikan kontribusi untukkunjungan lain lagi. kualitas kesehatan dunia.Perhatian Ibu ERS pada Dit.Tradkom semakin terlihat saat Kini Ibu telah berpulang ke Rahmatullah dengan cara yangsaya mendapat giliran Paparan Eselon 2 di forum Rapat Kerja sangat luar biasa. Namun Ibu meninggalkan semangat baja.Pimpinan. Di hadapan Menteri dan seluruh eselon 1 dan Staf Semangatmu itu telah menjadi bagian dari kami yang terusKhusus Menteri, mungkin Dit. Tradkom termasuk paling lama memperjuangkan cita-citamu memajukan Yankes Tradkom didibahas. Ketika itu, pembahasan di Dit. Tradkom mencapai tiga bumi Indonesia.jam lebih, termasuk jeda isoma 45 menit. Pertanyaan, pandangan,gugatan, harapan dan dukungan yang diberikan, menunjukkan Selamat jalan Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH.betapa Ibu Menteri sangat menguasai dan punya visi yang kuat Semoga Allah SWT menerima semua amal-ibadah Ibu dan Ibudan futuristik untuk mengembangkan Tradkom di Indonesia. mendapat surga jannatunna’iim.. Aamiin ya Robbal Alamin.Sikapnya jelas dan tegas, santun mendengar dan berbicara. Semua Izinkan saya memberi makna untuk inisial namamu ERS:itu membuat kita selalu terdorong untuk memberikan masukan E untuk Empaty,agar mendapat hasil akhir yang maksimal. Kami memberikanmasukan dengan segala cara, termasuk berkomunikasi melalui R untuk Rational dansms yang interaktif. Kami pernah berbicara empat mata dirumah Beliau di Duren Sawit. Di sela perjalanan dinas atau saat S untuk Smart and Smile.42
  • Ringan membantu akar rumputAnorital SutanbatuahPeneliti Pusat 1S etahun setelah menjadi warga Balitbangkes (1998), Ibu dengan Ketua KPP. Usul ini disetujui oleh dr. Ingerani, SKM (saat Endang Rahayu Sedyaningsih, mengajukan proposal itu sebagai Ka Puslitbang). Sayangnya beliau jadi Ketua PPI hanya penelitian tentang PMS untuk mendapat dana hibah 1 periode (2002-2003).Risbinkes. Sewaktu dinilai Tim Pakar, proposal tadi mendapatnilai tinggi dan layak dibiayai dari APBN. Namun setelah itu, Akhir 2004, tsunami meluluhlantakkan Aceh. Sebagai seorangbeliau jarang mengajukan proposal lagi untuk dapat dibiayai peneliti dan juga dokter, sifat untuk menolong sesama yangdari APBN karena anggaran Balitbangkes yang memang terbatas. sedang dilanda musibah, membuat beliau sudah tidak sabar lagiBeliau lebih sering memanfaatkan dana hibah dari donor agency. untuk ditugaskan ke Serambi Makkah. Sempat beliau berujar ke saya: “Pak Ano, saya jadi geregetan nih dengan lambannyaTahun 2000 saya dipromosi ke Puslitbang Pemberantasan upaya penanggulangan yang dilakukan”.  Hancurnya sarana danPenyakit (kelak berubah nama menjadi Biomedis dan Farmasi, prasarana laboratorium menyebabkan Balitbangkes ditugaskandan kini Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan). Kerja sama untuk mendirikan laboratorium lapangan (laboratoriumsaya dengan Ibu Endang semakin intens. Terlebih lagi sewaktu lapangan ini kelak menjadi Loka Litbangkes Banda Aceh).beliau dipilih para peneliti menjadi Ketua PPI (Panitia PembinaIlmiah)  Puslitbang Pemberantasan Penyakit. Jika dalam lingkup Oleh Ka Puslitbang (saat itu dr. Agus Suwandono), Ibu Endangnegara, Ketua PPI dapat disamakan dengan Ketua DPR. Meski ditugaskan memimpin Tim Litbangkes untuk menjalankanbukan merupakan jabatan struktural, Ketua PPI punya pengaruh operasional lab lapangan. Di bawah kepemimpinan Ibuyang besar bagi Kepala Puslitbang dalam menetapkan berbagai Endang, tim yang terdiri dari para peneliti dan teknisi litkayasakebijakan. Salah satu usulan beliau adalah pemisahan fungsi KPP (laboratorium), melaksanakan tugas dengan baik. Dalam(Kelompok Program Penelitian) yang semula juga mencakup bertugas, Ibu Endang banyak menggalang kerja sama denganfungsi laboratorium sebagai pendukung penelitian. Fungsi lembaga donor dan LSM dari manca negara. Kepiawaian beliaulaboratorium dijadikan tersendiri, bebas dari pengaruh KPP, dalam berkomunikasi dan membina hubungan yang baik,sehingga Penanggung Jawab Laboratorium sama kedudukannya mendapat banyak pujian dari berbagai pihak.  43
  • Awal tahun 2007, Ibu Endang diberi kepercayaan untuk menjadi ”memarahi” tersebut, beliau menyesal tidak dapat bertahanKepala Puslitbang (saat itu sudah berubah menjadi Puslitbang untuk tidak ”marah”. Sengaja saya menuliskan kata marah denganBiomedis dan Farmasi/BMF). Keputusan pak Triono Soendoro/ menggunakan tanda apostrof (”) karena yang namanya ”marah”pak TS (sebagai Ka Badan Litbangkes) mempromosikan Ibu tetap yang keluar adalah kata-kata santun. Untuk menghindariEndang adalah keputusan yang sangat tepat. Terlebih lagi saat itu kata-kata kasar, dalam marah Ibu ERS lebih sering memilihRiskesdas baru akan dimulai. Sebuah pekerjaan besar yang belum menggunakan kata-kata bahasa Inggris.pernah dilakukan Badan Litbangkes. Sebagai Ka. PuslitbangBMF, beliau bertanggung jawab dalam pelaksanaan Riskesdas Salah satu yang patut kita teladani pada diri Ibu Endang adalahdi 8 provinsi (Banten, DKI Jakarta, Jateng,  DI Yogyakarta, Kalbar, contoh yang diberikan dalam menjalani pekerjaan sehari-hari.Kalteng, Kalsel, dan Kaltim). Dalam perjalanan kegiatan, ternyata Beliau tidak pernah meminta agar staf Puslitbang BMF harustanggung jawab pelaksanaan Riskesdas tidak hanya dalam masuk dan pulang pada jam sekian. Hanya sekali-kali beliaupengumpulan data kesmas saja. Puslitbang BMF pun dibebani mengingatkan masalah kedisiplinan pegawai dalam acara-acaratanggung jawab mengkordinir kegiatan pengumpulan data tertentu. Tapi kita melihat bagaimana disiplinnya beliau bekerja,biomedis di 33 provinsi. Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan masuk kantor antara pukul 7-7.30 pagi dan keluar kantor bisabeliau, tugas maha berat tersebut dapat diselesaikan dengan terkadang sampai pukul 9 malam. Bahkan hari Sabtu pun, beliaubaik. Tidak salah jika Pak Triono menggelari beliau sebagai ke kantor. Etos kerja seperti ini tidak hanya beliau perlihatkan”wanita besi” (iron woman). Tahan bantingan, tidak pernah sewaktu jadi Ka. Puslitbang; tapi sudah ”berurat-berakar” sejakmengeluh, dan bekerja sepenuh hati. masuk ke Badan Litbangkes (1997) menjadi peneliti. Beliau pernah menasehati saya: ”Pak Ano,   kita tidak perlu memintaSelama beliau berada di lingkungan Puslitbang BMF, baik sebagai staf untuk datang dan pulang kantor sesuai dengan keinginanpeneliti maupun Kepala, banyak kenangan manis yang dirasakan kita, cukup dengan kita memberikan contoh datang lebih awalpara staf, terutama dari kalangan ”akar rumput” (office boy dan dan pulang lebih belakangan, maka sedikit banyaknya akansekuriti).  Ingatan kolektif yang tidak pernah dilupakan oleh menyentuh kesadaran staf untuk lebih disiplin”.”akar rumput” adalah sesaat menjelang lebaran, beliau selalumembagi-bagikan hadiah lebaran dari uang pribadi beliau. Tidak Hal lain yang menjadi kenangan yang tidak pernah terlupakanhanya itu, mereka yang mendapat musibah dan kemalangan, bagi para peneliti dan para teknisi litkayasa (laboratorium)tidak segan-segan Ibu Endang membantu. adalah kepedulian beliau dengan sarana pendukung penelitian. Saat itu porsi anggaran Badan Litbangkes dari APBN terbilangSebagai seorang pemimpin, ada beberapa hal yang membuat memprihatinkan. Pendingin ruangan (AC) banyak yang sudahsaya terkesan dan hal itu membuat kita seharusnya meneladani tidak berfungsi, lemari pendingin  tempat penyimpan spesimensifat tersebut. Selama Ibu Endang menjadi Ka. Puslitbang BMF, dan reagen terbatas, peralatan kantor seperti mesin fotocopytidak pernah beliau berkata kasar atau ketus terhadap staf tidak ada, demikian juga mesin fax. Dari honor beliau sebagaiatau bawahan beliau. Meskipun beliau tampak stress dengan ketua pelaksana penelitian, peralatan tersebut satu demi satupekerjaan yang memburu,   beliau tetap menunjukkan wajah diadakan. Seminggu setelah saya bertugas di Puslitbang, stafbiasa seperti tidak terjadi apa-apa. Marah kepada staf? Selama urusan rumah tangga lapor bahwa ada rehabilitasi ruangini tidak pernah. Hanya pernah sekali beliau ”marah”, itu pun laboratorium bakteriologi khususnya untuk tuberkulosis. Sayakarena ulah staf tsb sudah sangat keterlaluan. Sewaktu kejadian  tanya biayanya dari mana. Staf tersebut menjawab bahwa biaya44
  • berasal dari Ibu Endang. Padahal saat itu Ibu Endang masih Allah swt berkehendak lain untuk Ibu Endang. Beliau disayangisebagai peneliti. Namun beliau merasa prihatin dengan kondisi Allah untuk lebih dahulu menghadap dibanding kita semua.laboratorium tuberkulosis yang kurang aman bagi para teknisi Selamat jalan Ibu Endang.litkayasa yang bekerja. Di akhir tulisan ini, saya persembahkan selarik puisi untuk IbuKabar wafatnya Ibu Endang, saya terima saat kami Tim PDBK Endang.Bulungan berada di ruang tunggu bandara Juwata Tarakan.Semula beberapa dari antara kami tidak percaya berita Ibu Endang ......tersebut.  Pimpinan Tim, Ibu dr. Eka Viora, sibuk menelpon. limapuluhtujuh tahun menembus waktu,Akhirnya kepastian beliau wafat kami terima setelah email menjalani kehidupan yang patut ditiru.Pak Triono masuk. Seluruh PDBK-ers terduduk lemas. Meski Kala kami berteriak,sebelumnya kami sudah siap andaikata menerima kabar seperti Ibu menoleh sejenak,itu,  mengingat berbagai pemberitaan dan info kritisnya kondisi namun kami tak melihat lagi senyuman Ibu.beliau sejak Selasa sore. Pak Yongki terduduk lemas. Pandangan Kini kesunyian menerkam kami,mata mbak Parmi menatap sayu, ada semburat kesedihan di karena Ibu terbaring damai di belantara belulang para pejuang,kelopak matanya. Seluruh  PDBK-ers Bulungan langsung turun antara Karawang--Bekasi.selera makannya. 45
  • 46
  • Sang pencetus jaminan persalinanDirektorat Bina Kesehatan IbuD irektorat Bina Kesehatan Ibu dan siapapun yang sini terllihat jiwa besar dan jiwa kepemimpinan yang besar pula. berkecimpung dalam program kesehatan ibu, pasti memiliki kesan mendalam terhadap sosok Ibu Endang Sifatnya yang sangat keibuan dia wujudkan juga dalam program-Rahayu Sedyaningsih. Sosok Ibu Endang telah memberikan program kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kauminspirasi yang luar biasa, khususnya bagi kaum perempuan ibu. Sebagai seorang ibu, beliau sadar betul bahwa hambatanIndonesia. Tanpa banyak bicara dan berteori, Ibu Endang telah finansial masih menjadi kendala bagi sebagian ibu di Indonesia,secara nyata memberikan gambaran seorang perempuan yang sehingga mereka tidak bisa mengakses pelayanan kesehatantak kenal lelah bekerja bagi rakyat dan bangsanya, dengan tidak ibu dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Dalammeninggalkan amanahnya sebagai seorang istri bagi suami dan analisis Ibu Endang, hal itu turut berperan dalam menyumbangibu bagi anak-anaknya. Sosok Kartini di masa lampau, bagai kematian ibu di Indonesia. Pemahaman itu mendoronglahir kembali dan menjelma dalam diri seorang Endang Rahayu Ibu Endang untuk melahirkan program Jaminan PersalinanSedyaningsih. (Jampersal) sejak tahun 2011, yang menanggung biaya paket persalinan secara komprehensif sejak pemeriksaan kehamilan,Endang Rahayu Sedyaningsih dikenal sangat keibuan. Ia ramah, pertolongan persalinan, pelayanan ibu nifas, pelayanan keluargalemah lembut, dan penuh kasih. Dalam kesehariannya sebagai berencana pasca persalinan, hingga pelayanan bayi baru lahir.Menteri Kesehatan, Ibu Endang dikenal sangat dekat denganseluruh stafnya, tanpa memandang jabatan, agama, atau status Kehadiran program Jampersal disambut hangat masyarakatpekerjaannya. Ibu Endang juga tidak pernah marah kepada Indonesia khususnya bagi ibu hamil yang tidak memiliki jaminansiapa pun. Namun itu bukan berarti Ibu Endang lemah. Apabila pembiayaan paket persalinan. Banyak sudah kaum ibu yangIbu Endang menjumpai pelanggaran aturan oleh stafnya, dia terbantu oleh program Jampersal. Sepanjang tahun 2011 saja,menunjukkan ketegasan yang amat sangat, namun tetap dibalut lebih dari 1,5 juta ibu telah melahirkan dengan ditanggungdengan kesantunan dan semangat mendidik, sehingga tidak Jampersal.menimbulkan sakit hati bagi staf yang mendapat peringatan. Di 47
  • Mewakili keluarga-keluarga di seluruh Indonesia yang telah “Saya sangat bersyukur sekali atas adanya Jampersal. Pada harimenerima manfaat Jampersal, berikut kami sampaikan ungkapan Kamis 1 Maret 2012 istri saya melahirkan anak pertama di Sidoarjo.terima kasih yang disampaikan oleh Bpk. Paul Wowor dan istri Pelayanannya sangat baik sekali. Bagi teman-teman yang mau ikutdari Pekanbaru Riau serta Bpk. Mufly dan istri dari Sidoarjo Jawa program Jampersal di manapun kalian berada, program ini sangatTimur, sebagaimana telah diungkapkannya melalui website baik dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Terima kasih semuanya.”Direktorat Bina Kesehatan Ibu: (Bpk. Mufly dan istri dari Sidoarjo, Jawa Timur)“Dear Depkes, saya mengucapkan terima kasih. Dengan Kebaikan yang telah diterima oleh Bpk Paul Wowor sekeluarga,menunjukkan KTP selaku warga Pekanbaru, kami diberikan Bpk Mufly sekeluarga, serta ribuan lainnya penerima manfaatpelayanan Jampersal yang sangat memuaskan, tanpa biaya sepeser Jampersal di seluruh Indonesia, semoga menjadi kebaikanpun. Saya yang dalam kondisi tidak bekerja sangat berterima kasih juga bagi almarhumah Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih, sangkepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam program pencetus Jampersal.Jampersal.” (Bpk. Paul Wowor beserta istri dari Pekanbaru, Riau) Selamat jalan Ibu Endang, doa kami selalu menyertai Ibu...48
  • 2,5 tahun yang sangat berartiDr. Merki Rundengan, MKMAuditor ItjenP enujukan Dr. Endang RS sebagai Menteri Kesehatan sempat Sehat rohani khusus buat jajaran Kemkes dan umumnya jajaran menimbulkan tanda tanya ketika namanya diumumkan kesehatan, karena beliau telah menunjukkan konsistensi dan oleh istana. Namanya tak pernah diperhitungkan. Namun semangat anti korupsi dan anti gratifikasi yang terus ditularkansetelah menjalankan tugas sebagai Menteri Kesehatan, dia ke jajarannya.menunjukkan kelasnya sebagai orang yang sangat layak dudukdi kursi Menteri Kesehatan. Buku alm dr. Endang RS terakhir “Untaian Garnet dalam Hidupku” yang habis kubaca dalam tiga jam, sungguh memberikan banyakBuktinya? apa yang telah dilakukannya menunjukkan bahwa pencerahan bagaimana perjuangan Beliau untuk memajukandia adalah seorang menteri yang memiliki profesionalitas tinggi, kesehatan Indonesia, tanpa ada pengecualiaan.pekerja keras, serta memiliki integritas dan konsistensi yang luarbiasa. Setelah setahun Ibu Endang menjadi Menteri Kesehatan, Sedih dan haru sungguh tak terkatakan manakala kita menatapkita meyakini bahwa akan ada kemajuan di bidang kesehatan beliau kaku dan tak bisa menyatakan besarnya perjuangannyadan Kementerian Kesehatan. Baik menyangkut pekerjaan untuk dunia kesehatan. Namun kesadaran melanjutkantugas pokok dan fungsi serta jajaran Kementerian Kesehatan. perjuangan Beliau tetap harus kita kobarkan.Kerja keras Beliau telah membawa perubahan bagi kemajuanpembangunan kesehatan Indonesia. Itu sudah terlihat nyata. Semoga semua insan kesehatan Indonesia tidak terpaku dalamWalaupun Beliau baru bekerja 2,5 tahun. keharuan kehilangan. Tetapi, semua pihak bersatu padu dengan penuh kesadaran dan kesungguhan meneruskan perjuanganSeandainya sisa jabatan 2,5 tahun (ataupun lebih) bisa terus almarhumah tanpa kompromi dan niat korupsi. Semoga.Beliau jalani sebagai Menteri Kesehatan, rasanya Indonesiaakan mencapai kondisi berperilaku sehat dan berpola hidup Terima kasih Ibu untuk semua yang telah kau berikan untuksehat jasmani dan rohani. Itu pasti. Sehat jasmani buat rakyat Indonesia tercinta ini...Indonesia karena kesadaran yang dibangun atas arahan Kemkes. 49
  • Pemberian penghargaan kepada Karyawan Kemenkes di halaman Upacara Kemenkes50
  • Selalu punya waktu untuk stafdra. Rahmaniar Brahim, Apt, M.KesInspektur III, ItjenK ejadian ini tidak bisa saya lupakan karena sangat email. Dan, Beliau langsung menjawab email saya, seraya juga membahagiakan saya. Ya, ketika itu tanggal I Februari mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. 2011. Saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada IbuEndang, Menteri Kesehatan. Di samping menyampaikan ucapan Kejadian ini menyadarkan saya bahwa Ibu Menkes sebagaiselamat, saya juga mengatakan bahwa saya juga berulang tahun pimpinan tertinggi, selalu punya waktu untuk siapa saja.pada tanggal yang sama. Termasuk untuk stafnya. Beliau selalu berusaha agar dapat membahagiakan orang lain.Lalu yang terjadi adalah: saya dikirimi bunga besar oleh Beliau,dengan ucapan selamat ulang tahun. Ketika itu saya masih Buat saya bunga kiriman Ibu Endang tersebut sangat surprise,menjabat sebagai Kepala Bidang Statistik Kesehatan di Pusdatin. berarti, dan membanggakan sekali. Bunga itu juga sebuah anugrah dari Allah melalui Ibu Endang karena saya bahagiaSewaktu saya mengucapkan selamat ulang tahun melalui bukan main menerimanya. 51
  • Foto bersama Perawat RSUD Labuha Maluku Utara52
  • Beliau bagian dari kamiSupraptiniPeneliti Pusat 3P ada saat saya di San Diego Hills, ketika mengikuti Upacara karena sedang berjuang melawan kanker paru-paru stadium 4. Pemakaman Ibu Endang, saya sempat kaget begitu Namun, dalam kesempatan Bedah Buku di RSCM, Beliau juga mendengar Presiden SBY menyebut akan membacakan kami undang dan hadir. Di dalam pidato sambutannya, saatkata pengantar dari Bu Endang yang ditulis untuk “Buku Berdamai itu Beliau meralat kata pengantar di buku di atas. Katanya:Dengan Kanker”. Saya jadi teringat pada saat saya memohon kata bahwa Beliau juga sudah menjadi survivor kanker karenapengantar tersebut kepada Beliau. sudah menjalani hidup bersama kanker. Beliau merasa bagian dari kami semua para survivor kanker. Setelah itu setiap adaSaat itu saya hanya menulis SMS kepada Beliau yang berbunyi: acara kanker Beliau selalu kami undang dan Beliau selaluYth. Ibu Endang. Saat ini kami para survivor cancer  akan menulis menyempatkan datang kalau ada waktu. Luar biasa kemauanbuku tentang pengalaman kami dengan kanker. Hasil penjualan Beliau untuk dapat membantu kegiatan-kegiatan kami.buku tersebut akan kami pergunakan untuk kegiatan CISC(Cancer Information and Support Center), untuk membantu Perlu saya ceritakan di sini bahwa kegiatan kami selain memberipara pasien kanker yang membutuhkan. Apakah kiranya Ibu support kepada pasien kanker. Kami juga punya kegiatan Rumahberkenan untuk menulis kata pengantar untuk buku tersebut? Singgah, yaitu rumah yang kami kontrak untuk membantu para pasien yang datang dari luar Jakarta untuk menginap, terutamaTidak saya sangka, beliau langsung menjawab SMS: Tentu saya untuk pasien-pasien Gakin dari luar Jakarta. Saat ini kamimau Bu Prapti. memiliki 4 rumah singgah: satu di dekat Rumah Sakit Kanker Dharmais (di Slipi), satu di Jl. Talang dekat RSCM, satu di dekat RS.Setelah naskah kami selesai diedit oleh Mbak Yuniarti Tanjung Persahabatan, dan satu lagi di daerah Paseban.(wartawati Femina), naskah saya kirimkan kepada Beliau.Naskah itu saya titipkan kepada mbak Iis yang kebetulan Semoga kegiatan kami diridhoi Tuhan Yang Maha Esa. Amin.mau ke rumah Beliau. Kurang dari seminggu kami telah Selamat jalan Ibu Endang. Kami semua mendoakan, semogamenerima Pengantar yang Beliau tulis. Bukan main, di situ Ibu mendapatkan tempat yang layak disisiNYA dan beristirahatBeliau mengaku terus terang bahwa beliau belum survivor dengan tenang dan damai. Amin. 53
  • Kunjungan kerja menkes ke Malaria Center Halmahera Selatan, Maluku Utara.54
  • Hujan di Mamuju Wahyudin AmirHujan di Mamuju Ia seorang peneliti Ia seorang berbaktiHari ini Ia juga seorang menteriHujan menyapa kotaku, Mamuju Seakan tahu bahwa hari ini aku sedang sedih Pikirannya cemerlang Langkahnya lurusHujan menyapa kotaku,  Suaranya lembutHujan membasahi kotaku Ia ramahHujan menemani air mataku Ia selalu tersenyumAir mataku membasahi wajahku Dan selalu menyenangkanMembasahi jiwaku Ibu MenkesTuhan mengirim hujanAgar aku diam sejenak Engkau telah melaksanakan tugas muliaDi tempat ini sambil mengingat menunaikan amanat dari Tuhan, dari RakyatDia yang luar biasa Selamat Jalan....Hujan belum juga redaMengantar kepergian Kami pun akan menyusulmuseorang SrikandiPejuang Bakti Husada Mamuju, 2 Mei 2012Pejuang PDBK Disaat Hujan turun menyapa kotaku 55
  • 56
  • Dia penuh perhatianpada anak penderita kankerDr. Ir Ashwin Sasongko Sastro Subroto, M.ScDirektur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo S aya melihat lagi beberapa foto saat launching buku puteri Almarhumah Bu Endang, ketika itu memberikan perhatian pertamaku, Ashni Sastrosubroto, pada hari Minggu 13 yang besar sekali kepada anak-anak penderita kanker yang Februari 2011, di FX, Senayan, Jakarta. Hari itu bersamaan banyak sekali hadir waktu itu. Beliau memberi semangat kepada dengan peringatan Hari Kanker anak sedunia. keluarganya dan mendorong agar masyarakat, baik langsung atau melalui berbagai yayasan, dapat membantu paraTerlihat di foto itu saat buku tersebut dilaunch di panggung penderita kanker tersebut. Beberapa yayasan yang menangani bersama menteri PPA Ibu Linda Gumelar. Juga saat almarhum kanker hadir pada acara itu, dan berdiskusi khusus dengan Bu Endang mengajak isteriku Yannie duduk di sebelahnya dan beliau tentang bagaimana cara yayasan dapat membantu para menanyakan informasi tentang bagaimana perawatan dan penderita kanker. masalah yang harus dihadapi isteriku saat merawat anakku tersebut. Seingat saya, saat itu sudah ada berita bahwa beliau terdeteksi terkena kanker. Karena itu, saya kagum sekali pada beliau. Judul bukunya ‘Kamu sekuat aku’, diterbitkan Grasindo/ Walaupun dalam keadaan terkena kanker, beliau tetap Gramedia group. Isinya cerita tentang pengalaman puteriku menjalankan tugasnya sebagai Menkes. Bahkan, beliau ikut tersebut, mulai dari dideteksi terkena Leuchemia (ALL), memberi semangat pada penderita kanker lainnya agar bisaperawatannya selama sekitar 1.5 tahun, sampai sembuh, sehat kembali.dan lulus dari Seni Rupa ITB. 57
  • 58
  • 59
  • 60
  • Beliau adalahputeri terbaik bangsadr.H.Azimal, M.KesKepala Pusat Kesehatan HajiK epergian Ibu Menteri Kesehatan Endang Rahayu Kesehatan. Lebih dari itu, beliau menginginkan adanya upaya Sedyaningsih untuk selama-lamanya menggoreskan duka pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dengan menekankan mendalam di hati berbagai pihak. pada upaya promotif dan preventif. Tidak mungkin melakukan pelayanan kesehatan menunggu orang sampai jatuh sakit,Beliau adalah seorang yang pantang menyerah. Meskipun karena hal itu akan menghabiskan biaya yang besar.beliau telah lama mengetahui mengidap kanker, namun dalamkesehariannya beliau tetap menunjukkan ketegaran. Beliau Selain itu, beliau juga menekankan pencegahan penyakit tidaktetap menjalankan aktivitasnya sebagai menteri dengan enerjik menular yang disebabkan pola makan dan pola hidup yang tidakdan penuh semangat, dan tidak menunjukkan tanda-tanda sehat, tanpa meninggalkan pengendalian penyakit menularmengendorkan semangat serta dedikasi amanah yang beliau yang masih belum hilang.emban. Beliau juga mengupayakan meningkatkan pelayanan kesehatanBeliau adalah Ibu yang inspiratif dan puteri terbaik bangsa. Beliau primer dan rujukan di rumah sakit daerah maupun pusat.telah berjuang menjalankan reformasi birokrasi di Kementerian 61
  • 62
  • Sampai Ketemu Lagi, MbakDamaryanti SuryaningsihAdik dari Ibu Endang Rahayu SedyaningsihDia kakak. Pintar. Dari muda suka belajar. Dia menari dan Kami jarang bertengkar. Menurut orang-orang, mbak Enny itumenyanyi. Hobi berenang dan yoga. Gesit. Pekerja keras. orangnya galak. Tapi terhadap saya, tidak sama sekali. Saya ingat,Kalau berjalan seperti angin puyuh, cepat. Tepat janji, sangat pernah waktu kecil, saya main di luar terlalu lama, sampai tidakperhatian. Dan, kami bersahabat. Setelah Mbak Enny pergi, tidur siang dan lupa mandi sore. Mbak Enny memarahi saya,“My world is not the same anymore” hingga saya menangis sesengukan di kursi.Sebagai Adik Bungsu Dimarahinya sebenarnya tidak seberapa, tapi dasar cengeng,Endang Rahayu Sedyaningsih – Mamahit, atau mbak Enny, adalah baru dimarahin sedikit, sudah langsung menangis tersedu-sedukakak tertua saya. Saya lahir sebagai anak bungsu, dengan usia sambil telungkup di kursi. Tanpa saya sadari mbak Enny mendekatiterpaut cukup jauh dengan kakak-kakak saya. Jarak umur mbak saya, dan mengelus rambut saya sambil ikut menangis. MbakEnny dan saya adalah 13 tahun. Beda jarak usia saya dengan Enny bilang dia marah karena sayang pada saya. Saya tertegunkakak saya yang lain, 9 tahun, dan dengan mas Budy beda usia dan tidak menyangka dengan reaksinya. Sejak saat itu seingat6 tahun. Saya punya 2 kakak lagi, Mas Yayuk, yang meninggal saya, mbak Enny tidak pernah lagi marah kepada saya. Begituwaktu kecil dan mbak Nina, meninggal pada usia 17 tahun. manjanya saya dengan kakak saya yang satu ini, sampai-sampaiDengan beda umur yang cukup jauh, saya cukup dimanja oleh kami pernah menemukan kaset rekaman lama suara kami. Dan,kakak-kakak saya. saya mendengar suara saya yang sangat manja, “Maunya sama mbak Enny....” Ih, malu-maluin bangeet....Nama saya Damaryanti Suryaningsih. Semua anak perempuandiberi nama “Ningsih” oleh orang tua kami. Panggilan kecil saya Saat saya masih kecil, saya lebih sebagai “tukang ngintil” kakak-Dama. Tetapi di kantor dan sekolah, teman-teman memanggil kakak saya yang perempuan. Saya yang masih kecil sukasaya Damar. terkagum-kagum kalau mengamati kakak-kakak saya ngobrol dengan temannya, atau kalau sedang berdandan. Kalau kakakHubungan kami sangat dekat, terutama yang perempuan. saya pergi makan atau berenang dengan teman-temannya, saya 63
  • juga suka ikut. Beberapa teman yang saya ingat adalah, Dr. Jaja, cukup detail, sampai-sampai suami saya pun suka kesel. “KalauDr. Susi, Dr. Arvid, Dr. Didi dan Dr. Laila. Kakak saya juga bangga ada apa-apa, mbok cerita dulu donk ke saya, saya kan jadi tidakkalau saya mengatakan hal-hal yang “smart” di depan temannya. enak sama mbak Enny,” begitu katanya.Pernah saya ikut satu mobil bersama kakak saya dan teman-teman kuliahnya. Saat itu Jakarta belum macet. Jadi waktu jalanan Masalahnya, pemikiran saya terkadang cukup “nyeleneh” untukmacet, saya bilang, “wah stagnasi, nih.” Padahal saya waktu itu ukuran perempuan Indonesia. Belum tentu semua orang bisamasih berusia sekitar 6 tahun, dan tak paham juga maksud kata menerimanya. Kalau saya cerita ke kakak saya, mbak Enny tidakitu. Teman-teman kakak saya langsung terkagum-kagum. “Wah, pernah bilang, “Kamu tidak boleh begitu.” Melainkan berbalikadik loe kecil-kecil, pinter, ya, En.” Kakak saya kelihatan bangga menceritakan pengalamannya juga dan membiarkan sayasekali mendengar pujian itu. membandingkannya. “I’ve been through that too Dam,” katanya.Kakak saya juga pandai bermain piano. Piano klasik yang selalu Boleh dibilang semua keputusan penting saya adalah melaluisaya minta beliau mainkan adalah “Come back to Sorento”. diskusi dengan mbak Enny terlebih dahulu. Karir saya pun“Susah” katanya, tapi kenyataannya setiap saya minta, kakak saya dipengaruhi oleh kakak saya. Saya yang sarjana sastra, akhirnyapasti mau memainkannya untuk saya. bekerja di LSM lingkungan public health, dan kemudian mengambil S2 di bidang kesehatan masyarakat. Kakak saya jugaMbak Enny dari dulu sangat tekun belajar. Saat menjalani pernah bilang “Kita seperti mama dan mbah putri. Perempuanpendidikan di fakultas kedokteran UI, hampir tiap malam, saat Banyumas memang punya jiwa pemberontak, but that’s whosemua orang sudah tidur, beliau belajar sendirian di ruang makan we are, do not worry”. Dari keluarga ibu saya, memang darikami sampai malam. Saya sering terbangun tengah malam, dan dulu sudah mengaplikasikan kesetaraan gender. Perempuansuka menemani beliau belajar. Saya senang melihat cara kakak dan Laki-laki boleh berpendidikan setinggi-tingginya, tidak adasaya belajar. Catatannya diberi warna berbeda dan gambar perbedaan sama sekali!anatomi diwarnai dengan pinsil warna warni. Supaya lebih mudahmenghafalnya, kata kakak saya. She is a very organize person! Beberapa tahun belakangan ini, kakak saya mulai aktif berenangBegitu juga waktu kakak saya belajar di Harvard. Saya ingat, saat lagi. Karena kebetulan kompleks tempat saya tinggal, di Kemangweekend saya pagi-pagi pergi untuk kursus bahasa Inggris. Kakak Pratama, mempunyai kolam renang ukuran olympic. Kakak sayasaya biasanya sudah duduk di meja belajar menghadap jendela. suka berenang di situ setiap hari minggu. Itulah saat-saat yangSetelah keluar dari apartment, saya biasanya mendongak ke atas paling saya sukai. Saya biasanya ikut berenang dan setelah itudan saya melihat kakak saya sedang belajar. Sore harinya, waktu kita makan dan diskusi panjang sampai siang. Mba Enny pandaisaya pulang, sebelum naik, saya mendongak lagi dan melihat bercerita dan punya “sense of humor” yang tinggi, sehinggadari balik jendela, beliau masih juga duduk disitu dan belajar. saya tidak bosan-bosan mendengarnya. O,ya, kakak saya adalahBerarti kakak saya itu sudah belajar seharian! seorang perenang yang hebat. Biasanya bisa berenang 1.000- 2.000 m tanpa henti. Saya sampai sekarang belum sanggupSaat Saya Besar seperti itu.Setelah besar, hubungan kami berkembang menjadi lebihsebagai sahabat. Apapun yang terjadi dalam kehidupan saya, Kakak Saya jadi Menteri Kesehatansaya pasti cerita ke mbak Enny. Hal-hal pribadi yang saya ceritakan Waktu kakak saya diumumkan jadi Menteri Kesehatan, saya64
  • sedang ada acara di luar rumah. Sehingga, saya sama sekali tidak lari keliling lapangan daripada disuruh gaya yoga kayak gitu.” Hatahu tentang berita gembira ini. Ketika dalam perjalanan pulang, ha ha.....Ibu Harni, Ketua IBI menelepon saya dan memberitahukan halitu. Saya coba menelepon kakak saya, tapi sibuk terus. Setelah Kakak saya sebenarnya jarang belanja dan jarang ke mall. Tapi,sampai di rumah barulah saya melihat beritanya dari TV. Saya setelah jadi menteri, beliau perlu beberapa baju dan sepatuhanya kirim SMS, mengucapkan selamat “congrats mba, I always yang “sesuai dengan baju menteri”. Karena selera kakak saya ituknew and always trust you.” Begitu kira-kira bunyi SMS saya. berbeda dengan saya dan mbak Linda, maka pada awalnya kakakSetelah agak malam, kakak saya menelepon dan mengucapkan saya berkeras untuk membeli sendiri dan minta ditemani saya.terima kasih. Saya pun kebetulan hanya suka pergi ke mal tertentu, misalnya PS dan Senayan city; karena kantor saya kebetulan di Ratu Plaza.Besoknya, mba Linda menelepon apakah saya tidak datang ke Maka saya ajaklah kakak saya kesitu.Duren Sawit. Saya tadinya berpikir untuk apa saya datang karenatoh sudah mengucapkan selamat melalui telepon. Tapi akhirnya Kakak saya yang tidak biasa diikuti ajudan, awalnya agak merasasaya datang juga, dan rumah mbak Enny sudah ramai dengan risih diikuti dan dikawal. Kakak saya lalu minta ajudan untukwartawan dan tamu lain yang mengucapkan selamat. berjalan di sampingnya atau sekalian berjalan agak jauh supaya tidak menyolok. Setelah itu kami biasanya makan siang bersama.Sebenarnya jadi menteri kesehatan atau tidak, buat saya, Mbak Kebiasaan ini berjalan hanya pada beberapa bulan pertama.Enny adalah tetap seorang kakak buat saya. Walaupun sudah Setelah itu kakak saya sudah sangat sibuk. Sabtu dan Minggumenjabat menjadi menteri, kami tetap berusaha meluangkan pun ada acara. Dan, kenyataannya pun baju dan sepatu hasilwaktu untuk bertemu. pilihan kakak saya tetap saja terlalu “casual” untuk acara-acara resmi. Sehingga, akhirnya dia mau baju dan sepatu dibelikanAwalnya kakak saya tetap ingin beberapa kegiatan rutinitasnya oleh mbak Linda.tidak berubah, seperti berenang di kompleks rumah saya itu. Agar saya punya kesempatan untuk bertemu Mbak Enny, sayaNamun setelah dicoba beberapa minggu, pengawal pribadi juga rela pagi-pagi ikut Mbak Linda --yang juga bertugas sebagaikakak saya mengajukan keberatan karena alasan keamanan. asisten pribadi Mbak Enny-- ke jalan Denpasar. Sebagai asistenKarena kebetulan kolam renang di Duren Sawit sudah jadi pribadi, tiap pagi Mbak Linda membantu Mbak Enny menyiapkan(walaupun tidak ukuran olympic). Akhirnya, kakak saya dan segala sesuatunya. Biasanya pagi-pagi sekali itu, Mas Rennysaya pindah tempat berenang. Setelah berenang, kami juga sudah berangkat ke Tangerang, sehingga Mbak Enny makan pagimemanggil guru Yoga. Jadi, setelah berenang 1 jam, kami pun di kamarnya sendiri.yoga selama 1-2 jam. Saya lalu menemani kakak saya makan pagi sambil lihat beritaPada saat yoga, kakak saya juga mengajak mbak Linda, Rayi di TV. Kami ngobrol ngalur-ngidul. Setelah mandi, kakak saya(anak bungsunya), mak Iis (sahabatnya), dan ajudan. Lucunya duduk di depan cermin untuk berdandan. Saya pun duduk dipara ajudan yang polisi itu malah tidak tahan ikut yoga. Jadi, belakangnya sambil mendengar kakak saya bercerita tentangsebelum dipanggil kakak saya, mereka sudah ijin dulu sama pekerjaannya. Pengalaman yang diceritakan, terutama setelahsaya untuk tidak ikut, “Mbak Damar, saya ijin tidak ikut, ya.” Terus menjadi menteri menarik sekali, dan terkadang lucu-lucu juga. Itdilanjut dengan bisikan, “Waduh, mbak. Saya mending disuruh was my favorite times! 65
  • Pernah juga sekali saya diajak ikut rombongan kakak saya keluar Memang banyak juga berita-berita positif tentang Kementeriankota. Saat itu kebetulan kakak saya ada kunjungan ke Jawa Kesehatan, dan bila ada berita positif, pasti saya sampaikan keTengah. Kami juga merencanakan ingin berkunjung ke makam kakak saya supaya beliau tetap semangat. Tentang berita yangpapa di Solo. Saya ikut dengan biaya pribadi kakak saya. Tapi tidak baik, kakak saya tetap tenang-tenang saja, beliau bilangakhirnya hanya beberapa kali saja saya ikut rombongan beliau. “Tidak apa-apa, Dam. Nantinya juga akan terlihat sendiri bilaKapok saya ikut rombongan kakak saya yang seperti “angin masyarakat sudah merasakannya,” Saya tidak menyangka apapuyuh” itu. Mbak Enny itu orangnya gesit dan kalau jalan cepat yang disampaikan kakak saya benar adanya. Sekarang, setelahsekali. Ajudan beliau yang polisi pun sering suka kalah gesit. beliau tiada, berita tentang beliau berubah menjadi sangatSelain itu acaranya penuh dari pagi sampai malam. Apalagi positif!kakak saya orangnya sangat tepat waktu, sehingga sering datanglebih dulu dari yang lainnya. Perasan, di tempat kerja saya, saya Berita Tidak Baikjuga sering ke luar kota, tapi bagaimanapun padatnya agenda, Setahun setelah menjadi menteri, kakak saya melakukan check upsaya pasti luangkan waktu untuk melihat-lihat kota yang saya rutin. Pada saat saya bertemu beliau, kakak saya menyampaikankunjungi. Kalau dengan rombongan “angin puyuh” itu... phhuiih bahwa hasilnya kurang baik, tapi pemeriksaan akan dilakukanke toilet pun harus lihat-lihat situasi. Meleng sedikit sudah lebih lanjut. Beberapa minggu kemudian kakak saya meneleponditinggal rombongan. saya dan mengabarkan bahwa beliau kena kanker paru stadium 4. Tidak ada tanda-tanda sama sekali kalau kakak sakit. DiKakak saya dan Media antara kami bersaudara, hanya Mbak Enny dan Mas Budy yangWaktu ditunjuk menjadi menteri, perasaan saya, media tidak aktif berolah raga baik saat sekolah maupun sesudahnya.begitu ramah terhadap kakak saya. Begitu juga masyarakat, Dibandingkan saya dan Mbak Linda, Mbak Enny adalah orangmungkin karena belum dikenal, dan begitu ditunjuk sudah yang paling aktif. Apalagi setelah menjadi menteri, kegiatanditiupkan rumor yang tidak baik. Saya suka gemas kalau lihat tidak berhenti dari pagi sampai malam, senin sampai minggu.di TV, baca di koran atau baca di internet tentang kakak saya. Saya saja yang lihatnya, capek. Belakangan kakak saya bilang,Sering saat kakak saya cerita ke saya tentang apa-apa yang kalau saat tidur suka terbatuk. Tapi kakak saya hanya mengira itusudah dikerjakan, saya lalu menyahut, “Tapi, Mbak, media dan alergi. Apakah itu salah satu tanda-tandanya? Waallahuallam.masyarakat kelihatannya tidak begitu ngeh.” Setelah adik-adiknya ditelepon, besoknya kami semuaKarena saya kebetulan bekerja di lingkungan public health, saya berkumpul di Duren Sawit.mengerti apa saja yang sudah dicapai atas kerja keras jajaran staff Di depan adik-adiknya, Mbak Enny tidak pernah menangis.di Kementerian Kesehatan. Tapi tidak begitu dengan masyarakat Mungkin karena merasa sebagai panutan, kakak saya tidak maudi luar lingkungan kesehatan. Padahal, karena kakak saya sering membuat adiknya sedih. Mbak Enny bilang bahwa ada saranbekerja dengan LSM, kakak saya cukup terbuka. Saya lihat beliau untuk berobat ke Goung Zhou dan beliau tertarik. Saat itu mediamemberikan alamat e-mail kepada siapa saja yang meminta, belum ada yang tahu. Dan kami pun tidak bercerita ke siapa pun,tidak terkecuali. Biasanya saat sedang di mobil, adalah waktu baik saudara maupun teman-teman dekat kami. Sambil berobat,luang beliau, dan kakak saya akan membalas email yang masuk, kakak saya tetap menjalankan aktivitasnya sebagai menteri,serta menjawab BBM. dan tidak mengurangi sedikitpun kegiatannya. Tidak ada yang66
  • tahu, bagaimanapun canggihnya pengobatan, selalu ada efek lebih keras dari saya hehe. Buat saya, selain karena saya senangsamping dan “pain”nya. Hanya kami dan orang terdekatnya menari, dan bangga bisa menari bersama para penari dariyang mengetahuinya. Saat itupun saya bertekad, untuk selalu Bharata, inilah kesempatan saya untuk menyenangkan kakakmensupport, menemani, dan membahagiakan kakak saya saya, menemaninya menari. Akhirnya kakak saya tidak sajasampai tiba waktunya. menari, tapi juga menembangAda sedikit yang ingin saya luruskan. Ketika media Hari-hari Terakhirmengetahui tentang penyakit kakak Mbak Enny, media pun Pada saat minggu-minggu terakhir kakak saya harus masukmemberitakannya. Kakak saya menanggapi berita ini dengan rumah sakit. Kami sebisa dan sesering mungkin menemaninya.tenang sambil bercanda dengan menyanyikan lagu 70-an “Dead Kami ajak ngobrol seperti biasa dan bercerita mengenai kabarMan Walking”. Sebenarnya yang dimaksud kakak saya adalah film terkini supaya tetap semangat. Kakak saya yang matanya sudah“Dead Man Walking” yang dibintangi aktor Sean Penn. Di film itu mulai susah melihat pun masih bekerja dan menjawab email danSean Penn dihukum mati, dan pada saat eksekusi, dia berjalan di BBM. Terkadang kakak saya hanya menebak saja huruf-huruf yangsepanjang lorong dengan tangan dan kaki di rantai. Petugas sipir diketik, tapi saya periksa, yang diketik masih betul. Kalau sudahpenjara lalu berteriak “Dead man walking” dan penghuni penjara capek, Ari, anaknya yang paling tua, Sara, mantunya atau sayasemua berdiri di balik jeruji untuk melihat kepergian seorang biasanya membantu menjawab. Kakak saya juga mendengarkannarapidana yang akan dihukum mati. ayat-ayat suci Al Qur’an di Ipod. Tiap malam mba Iis datang untuk membantu mengetikkan buku “Untaian Garnet dalam hidupku”Banjaran Hadiwijaya yang dilisankan oleh Mbak Enny. Saya dan mbak Linda suka ikutKami berdua, hobby menari. Dulu waktu papa masih menjabat mendengar juga. Saya yakin, masih banyak sebenarnya yangrektor IKIP. Papa mengundang guru tari Jawa ke rumah untuk ingin diceritakan oleh Mbak Enny.kami belajar. Sebelum berangkat ke Amerika, Mbak Enny juga Sempat saya pergi seminggu keluar kota dan kaget sekali karenabelajar privat tari Bali. Saya seperti biasa, ikut. waktu saya bezoek, kakak saya sudah drop. Namun masih bisa mendengar dan bereaksi sedikit-sedikit. Pernah ibu PrettyTahun lalu, Mbak Enny mendapat tawaran untuk ikut menari membacakan syahadat hanya “Asyhadu allaa ilaaha illallah,““Banjaran Hadiwijaya”. Karena di situ juga bergabung Pak Joko kakak saya melambaikan tangan menyatakan tidak setuju danKirmanto (Menteri PU) dan istri, beberapa pejabat dan tokoh ketika ibu Pretty mengucapkan “Asyhadu allaa ilaaha illallahlain, serta penari dari Bharata, kakak saya pun tertarik. Kakak wa asyhadu anna muhammaddar rosuulullaah,” kakak saya punsaya tadinya ragu mengajak saya karena tahu saya pakai jilbab. mengangguk. Pengunjung pun kami kurangi dan kami jagaTernyata, sahabat saya, Mita Hendro pun ikut menari disitu. Mita ketat. Kami berterima kasih sekali kepada Ibu Pretty yang setiatanya ke Ibu Tinul, pengurus sanggar tari itu. Dia tanya, apakah menemani kakak saya, dan Ibu Sekjen serta para esselon 1 yangDamar yang sudah pakai jilbab bisa ikut. Ibu Tinul pun dengan selalu mensupport kami. Saya mohon maaf kalau ada keluargasemangat mengatakan bisa. “Ibu Joko Kirmanto juga pakai atau para sahabat yang tersinggung saya larang untuk masuk.jilbab, dan beliau akan menjadi salah satu istri raja dari Cina dan Dibandingkan Mbak Linda dan Mas Renny, memang saya yangmuslimah. Damar bisa menjadi dayangnya.” Berita itu pun saya paling keras melarang. Saya ingin kakak saya dikenang ketikasampaikan pada Mbak Enny. Mbak Enny senang mendengarnya saat terlihat sehat saja.karena jadi ada teman. Dan seperti biasanya, latihannya pun 67
  • Supaya tidak mengganggu pekerjaan negara, sebelumnya, kakak sedang transit tujuh jam di Dubai, sempat menelepon dan bicarasaya telah mengajukan pengunduran diri. Kami sebagai keluarga di telinga kakak saya. Saya yakin kakak saya masih mendengarmendukung apapun keputusan kakak saya. Pada saat Pak SBY semua itu. Malam makin larut, beberapa menteri datang danmenjenguk, kakak saya menggunakan kesempatan ini juga turut berdoa bersama kami. Saya sangat menghormati mereka.untuk bicara langsung walau sudah sulit berkata, dan kami lega Mereka datang bukan sebagai menteri, melainkan sebagaiketika Pak SBY menyetujui. Dan saat itu juga berita sakit kakak sahabat-sahabat kakak saya. Saya ingat kakak saya sering ceritasaya tercium oleh media sehingga RSCM akhirnya mulai dibanjiri tentang kedekatannya dengan mereka, “Kami di kabinet sepertiwartawan. Pada saat kondisi kakak saya sudah kritis, lobby dan teman satu kelas saja,” begitu kata kakak saya.lantai 7 RSCM sudah dipenuhi wartawan, staf Kemenkes, saudara,dan sahabat. “Seperti lautan manusia,” kata keponakan saya yang Esok paginya, di luar kamar, lobby sudah mulai kosong. Saya dankebetulan sedang ada di luar. Kami sendiri hanya di kamar dan Mbak Linda pulang sebentar. Saya lihat di bawah masih banyaktidak keluar. Satu pintu kami kunci dan satu pintu lagi dijaga oleh wartawan yang menunggu. Agak sedih juga saya melihatnya.pengawal. Kami kembali sekitar jam 10. Lobby dan lantai 7 sudah mulai penuh lagi dengan pengunjung yang ingin mendoakan kakakDenyut nadi kakak saya sudah mulai lemah. Keluarga sudah saya. Denyut jantung kakak saya makin lemah. Saya sempatsepakat bila waktunya, kakak saya tidak akan diberi alat bantu membacakan surat Yassin. Sampai pada suatu saat, susterpernapasan dan kami tahu kakak saya tidak akan mau. Mas memanggil kami karena denyut jantung makin melemah. MasRenny, anak-anaknya, Mbak Linda, saya dan 1 orang sepupu kami Renny, Ari, Sara, Rayi, Mbak Linda, saya, Ari suami saya, Satyamengelilingi kakak saya. Saat itu Ari, yang berdiri dekat kepala anak saya mendampingi dan melafalkan syahadat “Asyhadu allaakakak saya masih terdiam. Mas Renny lalu bilang, “Ari, kasih ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammaddar rosuulullaah”tempat untuk tante Dama” dan saya pun menguatkan hati serta terus menerus sampai denyut jantung kakak saya berhenti.berucap di dekat telinga kakak saya: “Allah, Allah, Allahuakbar!” Suster mencatat waktunya. Jam 11.41. Saya sempat berucapyang lain pun kemudian mengikuti. Saya sempat tercekat, tapi “Sampai ketemu lagi ya Mbak....!!”saya kuatkan hati. Saya harus mengantar kakak saya dengan Kakak saya pun menutup matanya dengan tenang dannama Allah dan mengucapkan syahadat. Para dokter juga sudah tersenyum. Di TV, berita kakak saya meninggal sudah tersiar,berkumpul dan bergantian membacakan syahadat serta surat pintu dibuka dan semua orang masuk. Kami pun yang keluargaYassin. Malam harinya kami terus melafalkan syahadat secara mundur. Kami sadar, beliau bukan hanya milik kami, tapi milikbergantian. Wanda, anak kakak saya yang nomor dua, baru negara, dan masyarakat. Saya cuma bisa terdiam dan termenungbisa pulang dari Geneva karena baru dapat exit permit. Saat itu lama.....saya tulis status saya di BBM “My world is not the same anymore”68
  • 69
  • 70
  • 71
  • 72
  • Beliau memikirkangenerasi yang akan datangDr. Minarto,MPSDirektur Bina Gizi MasyarakatDirektorat Jenderal Bina Gizi Ibu dan AnakD i balik berbagai kepedulian Ibu Menteri, terdapat perbaikan gizi anak 6 bulan hingga 2 tahun), pengembangan kepedulian yang tinggi terhadap “regenerasi”. Regenerasi tatalaksana gizi buruk (rawat inap dan rawat jalan) serta fortifikasi dalam pandangan Bu Menteri sangat luas, menyangkut Vitamin A pada minyak goreng.generasi penerus pembangunan bangsa dan generasi diKementerian Kesehatan untuk meneruskan pembangunan Kepedulian Ibu Menteri terhadap regenerasi begitu konsisten.kesehatan. Terkait dengan hal ini beliau juga selalu mendorong Di saat menjelaskan gizi di First TV (saya lupa persis bulannya),lahirnya inovasi baru di bidang gizi. beliau menjelaskan perkembangan sel otak dan pertumbuhan sel tubuh. Termasuk upaya mencapai pertumbuhan danMenyadari pentingnya ASI Eksklusif, beliau memberikan perkembangan optimal. Penjelasan ini tidak sekedar penyuluhanperhatian yang sangat tinggi terhadap proses kemajuan tetapi diikuti unsur motivasi yang begitu kuat agar keluargapenyusunan Peraturan Pemerintah tentang ASI ekslusif. Setiap memberikan makanan dan pola asuh terbaik, sehingga anaksaat kemajuannya dipantau, terutama tindak lanjut ketika terjadi sehat dan bergizi. Berbagai arahan yang beliau tuangkan dalam”protes” terhadap rancangan Peraturan Pemerintah tersebut. perbaikan gizi telah menjadi acuan perbaikan gizi mulai dari keluarga, masyarakat, Puskesmas, serta rumah sakit. ArahanKetika mendampingi beliau pada Dies Natalis FK Unpad tahun beliau inilah yang melahirkan paket gizi untuk anak sehat, anak2010, secara tegas beliau menyatakan bahwa Kementerian gizi kurang, dan anak gizi buruk.Kesehatan tidak bekerjasama dengan industri susu formula, dansejak itu secara konsisten Kemkes tidak lagi bekerja sama dengan Akhir tahun 2011, setelah Ibu Menteri pulang dari New Yorkprodusen susu formula. Pada tanggal 1 Maret 2012 PP No 33 menghadiri pertemuan tingkat tinggi di PBB tentang Scaling UpTahun 2012 tentang Pemberian ASI Ekslusif ditandatangani oleh Nutrition (SUN), Ibu Deputi Bidang Sosbud dan SDM Bappenaspemerintah. bersama tim melaporkan perkembangan SUN di Indonesia. Pada kesempatan itu, Ibu kembali lagi menyampaikan soal regenerasi,Beliau juga sangat mendukung dikembangkannya Taburia (untuk namun kali ini lebih fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, 73
  • yaitu sejak janin dalam kandungan sampai anak usia 2 tahun. Pada saat saya melaporkan bahwa para ahli gizi bermaksudBeliau menyampaikan agar perbaikan gizi bisa dilakukan beraudensi dengan Ibu Menteri dalam rangka Peringatan Hariseluruh sektor sehingga menjadi lebih berhasil. Selain itu, Ibu Gizi Nasional Tahun 2011 yang lalu, beliau kembali menekankanmenyampaikan agar istilah Scaling Up Nutrition diganti dengan soal regenerasi. Beliau bersedia menerima audiensi hanya pesanistilah Indonesia. Melalui usulan salah seorang anggota tim, Ibu Ibu ”Pak Min, coba yang datang jangan seluruhnya yang senior,menyebut 1.000 Hari untuk Negeri menjadi istilah lain SUN di mana generasi baru penerus perbaikan gizi?” Saya agak kagetIndonesia. atas saran tersebut, karena dalam audiensi yang akan datang adalah yang sudah punya nama atau setidaknya dikenal olehPada saat-saat akhir beliau menyampaikan surat kepada Ibu beliau dan umumnya selalu dengan usia yang tidak muda lagi.Negara dan Menkokesra untuk melakukan Gerakan NasionalSadar Gizi dalam rangka menggerakkan segenap pemangku Sejak saat itu setiap ada kesempatan tim terutama terkaitkepentingan untuk melakukan edukasi dan memenuhi gizi dengan beliau saya selalu mengikutkan yang muda. Sayakebutuhan dasar ibu dan anak. Pada saat ini persiapan Gerakan ingin meyakinkan Ibu bahwa kami sependapat dengan beliau,Nasional dalam proses finalisasi. regenerasi sangat perlu, karena berapa lamalah kita diberi kesempatan dalam mengemban amanah, bagaimanapun harusKepedulian Ibu terhadap regenerasi tidak sebatas masa depan ada generasi baru yang melanjutkannya. Mudah-mudahanbangsa, tetapi juga regenerasi pelaku pembangunan kesehatan. generasi mendatang lebih baik dari kita.74
  • Ibu Endang, si angsa hitamDr.Hj.Eko Rahajeng, SKM, M. KesDirektur Pengendalian Penyakit Tidak MenularSeekor ANGSA HITAM Sepenggal puisi di atas adalah ungkapan kekagumanku kepadaBerlenggok di pelupuk mata Bu Endang. Aku tulis ketika beliau masih menjadi peneliti di BadanDi mulutnya yang merah terselip setangkai MAWAR JINGGA Litbangkes, dan kusampaikan ketika beliau dilantik menjadiDuri mawar menancap diujung bibirnya yang PUTIH Menteri Kesehatan. Apa yang telah kutuliskan mempunyai makna yang luas tentang pribadinya, kondisi kesehatan,Bibirnya terkoyak... tak kuasa berteriak perjalanan hidupnya, dan akhir kehidupannya. Kehidupan beliauHati gundah menggapai asa... jalani dengan penuh rasa Syukur dan Taqwa pada Allah SWT.Ia tak tau tangkai MAWAR JINGGA berduri Sungguh, beliau merupakan pribadi yang patut diteladani, danIa hanya ingin persembahkan MAWAR JINGGA untuk negeri ini menjadi inspirasiku dalam menjalani kehidupan, baik sebagai Hamba Allah maupun sebagai Abdi Bangsa.Tiada keluh meski tapak kakinya telah melepuhTiada rintih ... meski bibirnya mulai pedih dan perih... Ibu Endang Rahayu Sedianingsih, adalah seorang peneliti yangIa terus berlenggok dengan MAWAR JINGGA di mulutnya yang tekun, cermat, dan produktif. Sebagai peneliti senior, beliaumerah berdarah sangat telaten membina dan memberi kesempatan kepadaIa terbang... menunju kehidupan yang semakin solid... peneliti yunior di kelompoknya untuk maju. Meski kelompokmembawa sekuntum MAWAR JINGGA untuk bangsa penelitian kami berbeda (saya di kelompok penelitian Penyakit Tidak Menular dan Bu Endang di kelompok penelitian PenyakitMengapa aku? Menular) beliau sangat memahami masalah di bidang PenyakitMasih bermain sebagai angsa putih di bawah kamboja? Tidak Menular dan tidak pernah berkeberatan jika dimintai saran.Berenang dengan kemalasan?Berakit dengan ketidakpedulian? Mengajari sesuatu yang ia tahu kepada orang disekitarnya, adalah-------------- ekowati rahajeng Oktober 2009 sifat alaminya yang menonjol. Meskipun sekedar mendidik cara berdansa misalnya. Ya, pribadi beliau memang unik. Meskipun 75
  • sangat serius di satu sisi, namun sangat santai dan dinamis padakesempatan lainnya. Keberadaan beliau di Badan Litbangkes, Selanjutnya, dalam menghadapi berbagai tuduhan tak berujungmemberikan warna dan nilai khusus bagi peneliti “Litbang” yang pangkal dan suara sumbang yang datang, dengan tenang beliausebelumnya selalu dikenal “Sulit Berkembang”. sering berucap, “Yang penting saya tidak seperti itu. Jika saya harus mengalami seperti ini, ya, ini takdir yang harus dijalani.”Beliau adalah peneliti pertama yang menduduki jabatan Dan setelah itu, beliau tetap bersemangat dalam meneliti danstruktural eselon 2. Ibu Endang memang pantas menduduki menulis. Betapa beliau mempunyai kemampuan yang luar biasajabatan tersebut. Beliau tunjukkan bahwa peneliti juga bisa dalam me-manage kalbu.menjadi pemimpin dan manajer yang baik. Karena itulah, sayamemberikan julukan kepada beliau “Angsa Hitam”. Hewan yang Ia memiliki kepribadian yang bersahaja, mumpuni, dansangat langka di dunia, yang mempunyai kemampuan lebih dan semangat berkarya yang patut menjadi panutan. Khususnya jadiberbeda dibandingkan angsa putih lainnya. Tidak pernah saya panutan bagi wanita Indonesia. Apalagi ketika diangkat menjadilupakan bagaimana cara beliau menyikapi keputusan Menkes Menteri Kesehatan, beliau tidak hanya telah menjadi Ibu bagipada waktu itu yang tiba-tiba mencopot jabatannya sebagai peneliti, namun juga pengayom bagi seluruh pejabat di jajaranKapuslit. Ketika kami peneliti bersedih dan kecewa luar biasa Kementerian Kesehatan.terhadap keputusan itu, beliau justru bersikap di luar dugaankami. Satu hari setelah keputusan tersebut, beliau langsung Ketika ujian tentang kesehatan harus dialaminya, tak pernahbergabung bersama kami, para peneliti yang ketika itu sedang sedikitpun kami mendengar keluh kesahnya. Bahkan beliaumenyepi untuk menyelesaikan laporan Riskesdas di Cisarua. mengatakan, jangan sebut seseorang yang didiagnosis kankerKami peneliti tidak sanggup menatap matanya ketika beliau dengan penderita kanker. Sebutlah sebagai “orang yang hidupdatang bergabung di pagi hari. Namun tiba-tiba beliau justru dengan Kanker”. Lalu Ia menambahkan: Saya didiagnosisbertanya. ”Eh, aku bantuin apa nih?” kanker, tapi tidak merasa menderita. Apapun yang kita hadapi datangnya dari Allah dan harus selalu kita syukuri. Semoga sayaKami mencoba menatap ibu, namun tidak mampu berucap. Ada dapat menjalankan amanah dengan baik, yang tentunya harussedikit air mata tergenang di sudut mata, namun beliau terlihat bekerja keras mengikuti jejak beliau.tegar dan berucap, “Innalilahi wa inna ilaihi rojiun. Jabatanadalah Amanah.” Beliau langsung berbaur untuk berdiskusi Semoga Allah memberikan RidhoNya. Selamat jalan Ibu. Saya takmenyelesaikan laporan Riskesdas. Itulah beliau. Angsa Hitam akan pernah melupakan bimbinganmu.kami para Peneliti di Badan Litbangkes.76
  • Sederhana tapi menghargai budayadr. Sri Henni Setiawati, MHAKepala Pusat Penanggulangan Krisis Kes (PPKK) KemenkesS aya kagum saat pertama melihat dan berkenalan dengan Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih MPH, DrPH., sekitar Kekaguman saya yang lain adalah ketika beliau diangkat tahun 1996-1998. Saat itu saya bekerja di Kanwil Depkes menjadi Menteri Kesehatan. Ketika itu, banyak orang yangDKI Jakarta. Rasa kagum itu saya ingat terus.. tidak memperhitungkannya untuk diangkat sebagai Menteri Kesehatan. Menurut saya, mengemban tugas sebagai menteri,Saya kagum dan bersyukur karena dapat berkenalan dengan adalah hal yang berat bagi beliau. Tapi, beliau telah ditunjuk.seorang dokter perempuan yang pintar. Dia sangat pintar Saya kagum sekali.karena baru lulus dari Harvard University. Menurut pengetahuansaya, saat itu, sangatlah tidak mudah diterima di universitas Kita semua pasti terkagum-kagum memperhatikan bagaimanatersebut, apalagi menyelesaikan pendidikannya. Hingga kini cara beliau berbicara di depan publik. Bu Endang berbicarabisa dihitung dengan jari jumlah perempuan Indonesia yang dengan tatanan bahasa yang baik dan benar. Baik dalam bahasadapat menyelesaikan sekolah di sana. Buat saya secara pribadi, Indonesia, maupun bahasa Inggris. Selain bahasanya baik,keberhasilan seseorang dapat membuat saya kagum dan isinya pun bermutu. Menurut saya, kemampuan Bu Endangterharu terlebih lagi bila seseorang tersebut adalah perempuan, ini memperlihatkan karakter beliau yang kuat, serta pintar.mengingat masih sangat jarang. Kepintaran dia juga tercermin pada tulisan beliau.Saya juga kagum pada Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih Di luar tulisan, beliau juga terlihat berpenampilan sederhana.MPH, DrPH. karena beliau seorang peneliti yang berpengalaman Tetapi, di balik keserhanaan itu, tercermin kesan mendalamdi lapangan, khususnya pada sasaran tertentu, seperti pada bahwa beliau memiliki rasa penghargaan terhadap budayaPekerja Seks Komersil/PSK. Penelitian seperti ini, menurut saya, Indonesia. Khususnya NTT. Beliau memang lama bertugas disangat jarang dilakukan oleh seorang perempuan. Dan menjadi salah satu Puskesmas di NTT; terlihat kebanyakan memakaibertambah kagum karena hasil penelitian dan tulisannya berhasil pakaian yang berasal dari NTT. Kagum saya yang terakhir padamendapat penghargaan. seorang Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih MPH, DrPH adalah 77
  • karena mengingatkan saya pada nasehat almarhumah ibu saya pengobatan chemotherapy. Beliau saat itu berusaha untuksendiri saat masih hidup, yaitu sebagai seorang perempuan dan menahan rasa tidak enaknya dari efek samping pengobatannyaseorang ibu untuk jangan terlalu banyak mengeluh. dengan makan buah-buahan yang disajikan saat itu sambil tetap tegar dan dapat berbicara dengan sangat pintarnya baik denganSikap tak mudah mengeluh ini terlihat jelas saat di awal tahun wartawan maupun dengan pimpinan WHO SEARO.2012, sebelum saya bekerja di Kementerian Kesehatan. Ketikaitu saya mendapat kesempatan untuk berbincang bersama di Demikian kesan saya yang paling dalam yang dapat saya tuliskan.Bali pada acara pertemuan WHO SEARO. Saat itu saya sudah Saya kagum pada Bu Endang di banyak hal, sehingga beliau layakmengetahui bahwa Ibu Endang tengah dalam menjalankan dijadikan contoh/panutan. Menurut saya untuk saat ini sulit dipengobatan Kanker Paru dan baru saja pulang dari Cina, dan dapat baik di kalangan pejabat, pimpinan maupun masyarakatsebagai seorang dokter tentu dapat mengetahui bagaimana umumnya.dampak pengobatan bagi seseorang yang sedang dalam78
  • Kesan dan Pesandalam Rangka Kunjunganke Tanah Papua, 20 Februari 2012Humas Set Badan PPSDMKesB eliau melangkah dengan mantap. Penuh wibawa. Masih waktu itu melakukan peliputan, kagum dan bangga yang luar penuh perhatian. Terlihat sehat, seperti orang lain. Namun, biasa kepada beliau. sejatinya, beliau sedang tidak sehat. Namun kami semuatidak tahu bahwa beliau sebenarnya tidak sehat, sebab beliau Kami banga mempunyai seorang pemimpin yang begitutidak menunjukkan bahwa Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, bersahaja, energik, penuh semangat, dan tanpa lelah selaluMPH, Dr.PH dalam kondisi sakit. membimbing kami.Hal ini terjadi ketika beliau melakukan kunjungan kerja ke Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan beliau, dantanah Papua, dalam rangka Rapat Kerja Kesehatan Daerah dan semoga Allah SWT menerima iman-islamnya, serta melapangkanmeresmikan gedung Poltekkes Kemenkes Papua, pada tanggal kuburnya. Dan, kami akan selalu ingat akan arahan serta nasehat20 Februari 2012. ibu.Perhatian beliau sangat besar kepada unit pelaksana teknis di Selamat jalan, Ibu. Semoga ibu mendapat tempat yang terbaik dilingkungan Kementerian Kesehatan. Penyakitnya disimpannya sisi Allah SWT. Amin.untuk sendiri, dan beliau tetap bekerja seperti biasa dan sepertikebanyakan orang lain. Sehingga, kami-kami yang ada pada Humas Set Badan PPSDMKes 79
  • Menkes menerima kunjungan Sesjen PBB80
  • Jujur dalam semua bidangdr.Elizabet Jane Soepardi, MPH, DScKepala Pusat Data dan InformasiS aya mengenal dan lumayan sering bertemu bu Endang saat beliau menjabat sebagai Kepala Puslit Biomedis Badan Menghadapi kepanikan seperti itu, semua bisa melihat reaksi Litbangkes sekitar tahun 2007. Pada waktu itu pandemi dan sikap para petinggi, yang aneh dan lucu muncul. Figure buAvian Influenza (AI) mengancam dunia. Endang tampak sebagai seorang yang menguasai bidangnya, melalui presentasi ilmiah yang disampaikannya dengan mantapUnit di Kementerian Kesehatan yang bertanggung jawab dalam dan tenang, mampu menyemangati barisan Kemkes yang lain.identifikasi virus AI, pengembangan kandidat vaksin, uji klinik Umumnya yang mendengarkan bisa pulang dengan wajah puas.vaksin pada binatang sampai manusia adalah Puslit Biomedisyang dipimpin bu Endang. Bila vaksin sudah dibuktikan efektif, Saya baru tahu saat bu Endang diangkat sebagai Menteriaman, dan efisien, baru dapat digunakan, dan unit dimana Kesehatan, waktu menghadapi tuduhan membawa virus AIsaya bekerja, subdirektorat Imunisasi, dapat memproses mulai keluar negeri, bu Endang menjelaskan bahwa beliau adalahdari pengadaan sampai memastikan vaksin tersebut sampai ke peneliti sosial (perilaku kesehatan). Disini saya kagumi beliau,sasaran. sebagai seorang yang sangat bertanggung jawab. Menerima jabatan sebagai “Pemimpin” dan “Manager” dengan segalaSaat itu perhatian seluruh dunia tertuju ke Indonesia, konsekuensinya. Untuk bisa tampil begitu meyakinkan, jelaskarena diduga potensial menjadi sumber penularan yang beliau berusaha keras mempelajari tehnis di bidang yangmembahayakan negara lain, karena dipandang tidak mampu dipimpinnya.mengendalikan penularan sementara vaksin belum ditemukan.Kami harus melayani banyak pihak, dengan beragam latar Sebagai Menteri Kesehatan, saya melihat yang paling menonjolbelakang, mulai dari para ahli, politisi sampai LSM, dalam dan pada diri Ibu Endang adalah “kejujuran”. Ini membuat kitaluar negeri. Selain harus mengerjakan pekerjaan yang baru, sebagai bawahan juga nyaman untuk jujur, dalam segala bidang,dimana belum ada standarnya, kami harus menenangkan orang- bekerja maupun bersikap, apa adanya.orang yang panik. 81
  • 82
  • Dia selalu tersenyumdrg. S.R. Mustikowati, M.KesSekretaris Inspektorat JenderalS elalu tersenyum dan memberikan kehangatan lewat Integritas Lembaga. Hal ini merupakan bukti betapa beliau sapaan kecil kepada setiap orang yang ditemuinya. sangat memberikan perhatian dalam pemberantasan KKN di Itulah kesan yang akan selalu kami ingat dan kami kenang Kementerian Kesehatan.dari sosok Ibu Menteri Kesehatan. Betapa bersahajanya Beliau,hal itu tergambar dari penampilan dan bahasa tubuh Beliau Selain itu juga Beliau menginspirasi seluruh jajaran Kementerianyang menunjukkan kesederhanaan. Beliau juga merupakan Kesehatan dalam pelaksanaan pelaporan Gratifikasi. Tercerminsosok yang mengajarkan kedisiplinan bagi seluruh karyawan. dalam setiap pemberian gratifikasi yang diterima oleh BeliauBeliau senantiasa menyempatkan untuk mengunjungi setiap berapapun nilainya selalu beliau laporkan ke KPK. Karena halruangan walaupun hanya untuk sekedar memastikan: ‘‘apakah inilah Beliau pernah mendapatkan penghargaan dan apresiasipara karyawan sudah hadir dan bekerja dengan baik ‘’ dari KPK pada tahun 2011. Masih lekat dalam ingatan keseharian Ibu yang selalu memimpin dengan ketegasan, disiplin danSejak menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI, Beliau sangat berpikir jauh kedepan, bahkan dalam setiap kesempatan rapatserius untuk mendorong upaya mewujudkan Kementerian pimpinan, Beliau selalu mengingatkan kepada seluruh pesertaKesehatan yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi serta rapat untuk selalu bekerja dengan baik, jujur, dan ikhlas. BeliauNepotisme (KKN). Beliaulah yang menggagas penandatanganan dikenal sebagai sosok pekerja keras dan mendedikasikanKomitmen Implementasi Tata Kelola Pemerintahan yang baik, pengabdiannya untuk kemajuan Kesehatan di Negara inidan Program Kegiatan dan Upaya dalam rangka Peningkatan meskipun kondisi Beliau dalam keadaan sakit. 83
  • 84
  • Dia tak pantas dilupakanMajelis Kehormatan Disiplin Kedokteran IndonesiaKonsili Kedokteran IndonesiaKesan terhadap Almarhumah Ibu Menkes Endang perubahan ke arah yang positif serta lebih baik- Beliau orang yang tepat waktu/ disiplin saat bekerja - Beliau tidak akan pernah pantas untuk dilupakan.- Beliau tidak membeda-bedakan orang dari status sosialnya- Beliau cepat tanggap terhadap masalah kesehatan yang Selamat jalan Ibu. Terima kasih atas semua dedikasimu. Semoga terjadi di masyarakat dan mempunyai rasa peduli yang tinggi Allah SWT memberi tempat yang mulia disisiNya. terhadap masyarakat maupun lingkungan pekerjaannya- Beliau orang yang pantang menyerah menghadapi segala Amien tantangan pekerjaan dan selalu berusaha membuat 85
  • Menkes kunjungi pasien di Rumah Sakit86
  • Saya terharu ibu menteri memberiperhatian pada istri saya di ICUDr. Nyoman Kandun, MPHPurnabakti Eselon I KemkesD i penghujung tahun  2009  , tepatnya 20 - 22 Oktober , 2009 - 2014. Tentulah pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kami rombongan dari Indonesia menghadiri pertemuan dia (maksud beliau  ibu Endang seperti apa). Saya jawab apa Regional Meeting on Health Care Reform for the 21 st adanya tentang beliau: bahwa saya sudah lama bekerja samaCentury, WHO/SEARO di Bangkok. Ini meeting besar karena itu dengan Ibu Endang. Terakhir saat saya sebagai Dirjen P2PL,dibuka oleh Dr.Samlee Pliangbancang, Regional Director WHO/ beliau adalah KaPusLit Biomedis dan Farmasi (entah sekarangSEARO. namanya diganti apa) menggantikan Ibu Erna Tresnaningsih  yang  dipindahkan ke P2PL sebagai Direktur P2B2. Hampir tiapRombongan dari Indonesia terdiri dari saya, Prof. Purnawan hari saya kontak dengan beliau soal flu burung  karena unitJunadi dari FKM/UI; Dr. Rival (DepKes); Prof. Laksono Trisnantoro beliaulah yang memeriksa spesimen penderita flu burung.dari FK/UGM; Dr.Natsir Nugroho dari Muhammadiyah dan  beberapa peserta lain. Seperti biasa kami ngobrol ngalor-ngidul, Tentulah, saya sebagai Dirjen yang bertanggung jawab sehariber-gossipuria, guyon pada saat santai di luar sidang. hari terhadap operasional di lapangan untuk penanggulangan  Flu Burung, sering memanggil bu Endang untuk rapat danSuatu saat terlihat Prof.Laksono sibuk SMSan. Entah dengan siapa. memberi tugas ini dan itu.Beberapa saat kemudian, beliau bertanya, apakah saya kenal  dengan Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih? Saya jawab, bahwa Kepada Prof. Laksono saya ceritakan apa adanya tentang ibusaya  kenal buaanget dengan Ibu Endang. Rupanya, konon  Prof. Endang. Tentulah yang bagus bagus: disiplin, profesional, cepatLaksono sedang SMSan dengan sobatnya yang sedang berada tanggap. Setelah itu Prof. Laksono sibuk SMSan lagi. Akhirnyapada puncak kekuasaan di sekitar SBY, DR. A. Andi Malarangeng, seperti kita ketahui semua, Cikeas memanggil ibu Endang.yang konon belum kenal dengan ibu Endang.    Beberapa saat kemudian saya SMS Bu Endang. LangsungSaya bertanya pada Prof. Laksono, ada apa sih sibuk banget? nyambung. Saya tanya di mana posisi dia? Beliau jawab, sayaRupanya Ibu Endang dicalonkan untuk menjadi Menkes periode lagi di taksi mau ke Cikeas dan nyasar gak tahu arah. Saya bilang 87
  • dari Cibubur terus saja lurus, sampai ada perempatan, yang ke ketemu saya di rumah untuk wawancara. Ternyata, wawancarakiri arah Ciangsana, yang kekanan arah Puri Cikeas. Singkat cerita tentang kesan saya selama mengenal ibu Endang Rahayubeliau akhirnya sampai ke Puri Cikeas dengan segala ritual fit Sedyaningsih, dan sedikit tentang virus Flu Burung dan NAMRUand proper test seorang calon menteri  ala Puri Cikeas (kalau ala yang saat itu sedang heboh-hebohnya di media massa. SayaCendana dulu ada istilah AIDS/Aku Ingin Dipanggil Suharto, entah memberikan penjelasan apa adanya sejauh yang saya ketahuidi Cendana diapain). Ternyata ke Cikeasnya tadinya naik taksi, seperti ditulis dalam buku tersebut (hal 109-115, Dalam Perahunamun  pulangnya diantar mobil seorang dokter berpangkat yang Sama ).Jenderal Bintang Satu (Buku Selendang Panjang BU MENKES, hal  105-106 ). Pada bulan April 2010, sepulangnya saya menghadiri pertemuan  Board of Trustees IVI (International Vaccine Institute ), di Seoul,Sebelum nama beliau diumumkan secara resmi sebagai Menkes istri saya masuk ICU RS. Dharma Nugraha karena mengalamitentulah banyak sekali nama calon Menkes   yang beredar dan dehidrasi berat dan  infeksi, efek samping setelah menjalanimuncul diberbagai media termasuk media gossip. Tentulah kemoterapi ke 4. Pulang dari menengok istri sehabis mandi, HPbanyak yang harap-harap cemas. Dan, ada yang membuat joke saya bunyi ternyata telpon dari Ajudan Menkes, mengatakanlewat sms agar siang malam jangan matikan Hand Phone dan bahwa Bu Menkes mau bezoek Bu Nyoman di rumah sakit. Sayahendaknya dipasang pada ring tone dengan volume pol. buru-buru kembali ke RS Dharma Nugraha, Rawamangun. Beliau  saya tunggu di ujung kiri dekat IGD, ternyata masuknya lewatSetelah nama beliau diumumkan dan kemudian dilantik secara ujung lainnya. Setelah beliau masuk ICU, ketika itu istri sayaresmi, banyak yang mematikan HP-nya pada malam hari dan sudah sadar penuh setelah cairan dan elektrolitnya terkoreksi.pada siang hari menghidupkan dengan silent mode. Dari jendela kaca, saya lihat beliau lama sekali ngobrol berdua.  Saya tidak tahu apa yang diobrolkan saat itu padahal beliauBeberapa saat setelah dilantik, beliau menelpon saya meminta belum pernah ketemu istri saya. Kalau Pak Mamahit yang suamikesediaan saya untuk menjadi salah satu Staf Khusus beliau. beliau, memang kenal dengan istri saya.Saya menolak dengan halus. Saya katakan saya ingin merdeka  menikmati masa pensiun dan ngurusi FETP saja dengan sistem Saya merasa terharu Ibu Menkes memberikan simpati danAPW agar bisa bebas melakukan kegiatan lain dan momong empati kepada istri saya yang terbaring di ICU.cucu.    Karena tahu ibu Menkes yang datang, staf ICU dan RS DharmaBeliau memaklumi, namun meminta saya mencarikan calon Nugraha menggunakan kesempatan untuk  foto bersama.Staf Khusus Wanita, dengan syarat  masih muda (beliau tidak  bilang harus cantik).  Dan, pesannya, jangan lulusan UI karena  Selama beliau jadi Menteri, saya hanya  empat kali tatapbeliau sendiri sudah lulusan UI He he.... Saya iyakan dan ajukan muka dengan beliau, di RS Dharma Nugraha, Di Bali Nusa Duabeberapa nama. Nyatanya Staf Khususnya cowok semua berarti Convention Center (BNDCC) setelah beliau membuka pertemuanjago saya tidak ada yang goal He he... 6 th Bi Regional Scientific Conference TEPHINET Meeting pada  tanggal 8 November 2011. TEPHINET singkatan dari Training inBeberapa saat kemudian saya ditelpon mbak Isye Soentoro, Epidemiology and Public Health Intervention Network, wadahpenulis Buku Selendang Panjang BU MENKES, meminta waktu dari program FETP (Field Epidemiology Training Program ) seluruh88
  • dunia. FETP Indonesia yang sudah ada sejak tahun 1982, saat dan menghubungi mbak Pretty. Disarankan agar bezoek padapak Adhyatma (almarhum) menjadi Dirjen P3M (P2PL sekarang), hari kerja, jangan pada hari sabtu dan minggu, karena haridipercaya menjadi tuan rumah pertemuan Bali tersebut. Setelah keluarga. Dengan nekat saya dengan pak Indriyono bezoek  padapembukaan, beliau agak lama duduk semeja dengan kami dan hari minggu tanggal 29 april 2012 pagi.Direktur TEPHINET, karena kita semua tidak boleh keluar, pak  SBY mau datang meninjau persiapan gedung BNDCC. Maklum, Kami diantar pak Mamahit, bu Endang dibisiki yang datangbeberapa hari lagi gedung itu akan dipakai ASEAN SUMMIT, pak Nyoman sama pak Indri. Beliau menoleh ke saya danyang akan dihadiri Obama dan Putin. Sambil menunggu kita mengulurkan tangan kanannya. Saya pegang tangan beliau danboleh keluar. Kami dihibur Joged Bumbung, yang menari putri terasa masih hangat dan beliau menggenggam tangan sayakaryawan KKP Kelas I Denpasar. dengan erat sambil berbisik lirih --saya tidak bisa mendengar  apa yang beliau katakan. Air mata saya mengembang. TanganSebagai putra Bali saya mendahului ngasih contoh ngibing. beliau saya lepas dan saya berikan giliran ke pak Indriyono untukAkhirnya, peserta  lainnya dari berbagai negara turun ngibing... menjabat tangan beliau. Ini adalah pertemuan saya keempat dan  terahir dengan beliau.Pertemuan ketiga dengan beliau adalah pada saat kami  pengurus pusat PAEI (Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia), Tgl 2 Mei 2012 , sekitar Pukul 11.00 pagi saya menerima SMSmenghadap beliau melaporkan kiprah PAEI dan meminta berita duka Beliau telah berpulang ke Rahmatullah. Dari Caesarbeliau untuk bersedia menjadi anggota PAEI. Beliau langsung ke Caesar dari Debu ke Debu....bersedia, dan kartu anggotanya sudah dibuatkan dan tinggal  menyerahkan kepada beliau. Seorang putri    almarhum Prof. Sujiran Resosudarmo tokoh  pendidikan, sebagai veteran yang berjuang di Bali bersamaWalau secara fisik kami jarang ketemu, melalui SMS saya selalu Ngurah Rai dan yang turut mendirikan Perguruan Rakyatkomunikasi dengan beliau dan terkadang  mengkritisi beberapa Saraswati bersama DR. I Made Tamba (almarhum), wafat tepathal –yang memang perlu dikritisi. Saya merasa ada komunikasi pada Hari Pendidikan Naisonal. Suatu kebetulan.dua arah dengan beliau. Kesan saya, beliau menghargai saran  dan pendapat saya (yang merasa sebagai senior he he...). Malamnya saya melayat ke rumah duka. Penuh pelayat, dari  menteri sampai orang awam. Saya kemudian bergegas pulangBulan April kemarin saya ke CDC Atlanta bersama pak Oscar begitu mendengar rombongan Bapak Presiden mau datang,dari PPSDM, pak Andi Muhadir, dan pak Hari Santoso dari DIT daripada kejebak macet gak bisa pulang.SIMKAR KESMA. Di sana kami mendengar kesehatan Ibu Endang  menurun. Kita terus SMSan ke Jakarta  memantau perkembangan Di sebuah gerbang ASTANA tertulis: Sekarang Saya, Kapanbeliau. Hanya doa dan harapan saja yang bisa kami kirimkan dari Engkaujauh. Orang-orang CDC Atlanta yang mengenal beliau, Dr.Tim  Uyeki, Dr.Frank Mahoney, yang banyak kerja sama dengan beliau Selamat jalan Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih. Semogamenanyakan kesehatan beliau. arwahmu damai di sisiNya. Amin. Sepulang ke Indonesia saya mencari kesempatan untuk bezoek, 89
  • 90
  • Dia selalu ingin hasil terkiniDrs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si, AptKapus Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan LitbangM enteri Kesehatan RI, Almarhumah Ibu Endang Rahayu Selain itu, dalam hal penelitian biomedis, beliau tidak Sedyaningsih, faham benar dengan lingkup tugas dan menghendaki lagi penelitian kecil-kecil. Menurut Bu Endang, sumber daya institusi Puslitbang Biomedis dan Farmasi, penelitian harus menyeluruh dengan roadmap yang jelas danyang sekarang namanya berubah menjadi Pusat Biomedis dilaksanakan kerjasama lintas institusi (program, perguruandan Teknologi Dasar Kesehatan. Kebetulan saya ditugaskan di tinggi, institusi Litbang lain dan industri).institusi ini sejak November 2009, hingga kini. Kata Bu Menteri, hal ini sebagai contoh upaya kerjasama yangHal ini dapat dimengerti karena sebelum ditunjuk sebagai ‘concerted’. Penekanan kerjasama penelitian tidak hanyaMenteri Kesehatan, almarhumah adalah seorang peneliti dan substansinya, Ia juga menekankan dalam penggunaan fasilitasjuga pernah menjabat sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan laboratorium penelitian, sebagaimana pesan tertulis almarhumah:Farmasi. “Dibukanya Laboratorium Nasional Penelitian Penyakit Infeksi merupakan awal kebangkitan koordinasi penelitian KedokteranDengan demikian, kesan saya, arahan almarhumah yang saya dan Kesehatan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.”terima baik langsung maupun tidak langsung, terkait denganpenelitian biomedis menjadi sangat mendasar dan sangat Di samping itu, Bu Endang menginginkan data realtime. Untukjelas untuk segera menindak lanjuti. Bu Endang menginginkan ini almarhumah menyarankan peneliti biomedis harus rajinlaporan maupun bahan paparan yang disampaikan kepadanya membaca koran sehingga bisa mengikuti perkembangan hasilharus komprehensif dan tidak cenderung hanya melihat apa laboratorium yang berkaitan dengan kasus suspek. Bu Menteriyang dilakukan Badan Litbang Kesehatan. menekankan bahwa dia menginginkan hasil yang terkini.Menurut beliau ketika itu, laporan atau paparan itu harusmemperhatikan juga apa yang telah dikerjakan institusi lain yangterkait di seluruh Indonesia. 91
  • 92
  • Menteri yang rajinke pelosok tanah airdrg. Oscar Primadi, MPHKapus Standarisasi dan Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan SDM Kes, Badan PPSDMB ila kita melihat sosok Bu Menteri Endang, sungguh banyak Endang Rahayu Sedyaningsih punya semangat pengabdian dan inspirasi yang kita dapat, dan semangat yang kita tiru. keseriusan dalam membangun kesehatan di negara tercinta ini. Beliau sangat layak diteladani. Beliau adalah pemimpinyang betul-betul memahami dan peduli terhadap hal-hal detail Hal menarik juga kita temukan dalam pesan terakhir beliau:dan teknis. Sehingga, setiap instruksi yang dikeluarkannya “Marilah kita berbaik sangka kepada Allah.” Di pesan itusangat jelas apa dan bagaimana harus mengerjakan dan terhimpun sikap penghayatan religiusitas yang tinggi, ikhlas,menyelesaikannya. tidak mengeluh, semua yang dialami diterima sebagai anugrah dari Allah SWT.Beliau adalah sosok pekerja keras. Bila sedang bekerja, tampakseperti tak pernah kenal lelah. Selalu bersemangat dan ikhlas. Insya Allah beliau pergi dalam keadaan husnul khatimahSenyumnya selalu mengembang, menandakan tidak ada hal meninggalkan kita.yang dibuat-buat, betul-betul dari lubuk hati yang dalam. Bilasedang berkunjung ke daerah, beliau rajin menjelajahi tanah air. Semoga semangat almarhum dapat menjadi motor penggerakTidak hanya sampai daerah perkotaan tapi juga berkunjung ke kita dalam membangun dunia kesehatan di Republik yang kitapelosok pedalaman, hingga perbatasan. Ini menandakan Ibu dr. cintai ini. Amin 93
  • 94
  • Dia mengayomisemua jajaran profesi medisDrg. Zaura Kiswarini, MDScKetua PB PDGIS aya sebagai Ketua   Pengurus Besar Persatuan Dokter kepentingan serta kesehatan rakyat Indonesia. Gigi Indonesia (PB.PDGI) mendapat kehormatan untuk Saat itu sangat kecil kemungkinannya saya dapat menyampaikan menghadiri  Acara Peringatan Seperempat Abad hal-hal tersebut, mengingat Ibu Menteri jadwalnya padat. NamunFakultas Kedokteran Gigi sekaligus peletakan batu pertama Allah SWT memberikan kesempatan yang sangat berharga, pembangunan RS Gigi dan Mulut Universitas Baiturrahmah, berupa waktu yang singkat sekali, saat kami  berniat melakukanPadang, 15 September 2010 yang dilakukan oleh Menteri sholat dzuhur. Saya tidak menduga sama sekali bahwa beliauKesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH. dipersilahkan ke tempat yang sama dan waktu yang  sama  untuk melakukan  sholat tersebut  karena saat itu beliau masih cukupPada acara tersebut, Ibu Menkes  memberikan sambutan, padat acaranya secara proktokoler.meletakkan  batu pertama,  serta beraudiensi dengan parapejabat setempat sesuai dengan prokotoler yang dijadwalkan. Ketika saya menyampaikan apa yang tadi saya pikirkan, kamiSaya mendengarkan dengan seksama sambutan dan arahan sempat berdiskusi singkat mengenai profesi kedokteran gigi.beliau. Saya mendapat kesan bahwa Ibu Menkes really do care Beliau merencanakan untuk melakukan penataan peran profesiabout   kemajuan  profesi dokter gigi dan pelayanan kesehatan dalam pelayanan kesehatan gigi di Indonesia. Impress   sayagigi di Indonesia. Tentunya saya sebagai pemegang amanat terhadap beliau, sebagai anggota profesi kedokteran gigi.teman-teman pada profesi dokter gigi ingin berterima kasih “Beliau berwawasan luas, pendengar yang baik, cepat, dandan menyampaikan hal-hal yang perlu mendapatkan dukungan tanggap mengedepankan kepentingan rakyat banyak tanpaKementerian Kesehatan bagi kemajuan profesi kedokteran gigi meninggalkan kewajibannya selaku muslimah dengandan rumpun profesinya seperti perawat gigi, dan tekhniker melakukan Ibadah Sholatnya di awal waktu.”gigi juga harus maju berkembang dengan mengedepankan 95
  • Kami dari  profesi  kedokteran gigi, berterima kasih atas dukungan Selamat Jalan Ibu Endang. Semoga Allah SWT, memaafkan segalaIbu Endang. Tentu saja kami merasa sangat kehilangan seorang kekhilafannya dan menempatkan di syurgaNya, amin”.figur Ibu yang terasa mengayomi seluruh jajaran profesi  medis termasuk rumpun profesi kedokteran gigi. Semoga semangatbeliau menjadi contoh ketauladanan bagi kita semua dan dapatdilanjutkan oleh para pejabat di Kementerian Kesehatan.96
  • Srikandi Indonesia yangmemberi warna kesehatan IndonesiaPusat Promosi KesehatanT idak dapat dipungkiri bahwa Ibu Endang adalah seorang pembangunan kesehatan di Indonesia”. pemimpin yang punya pandangan yang sangat luas serta pemikiran yang kuat untuk meningkatkan derajat MoU Dunia UsahaKesehatan Masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Hal Ibu Endang adalah sosok pemimpin mengutamakan kebijakantersebut tersirat jelas dalam arahan dan sambutan beliau pada berbasis data atau fakta. Salah satu terobosan kebijakan yangberbagai acara penting dan strategis, termasuk di tetapkannya diambilnya adalah melakukan Kampanye Edukasi secaraberbagai keputusan menteri kesehatan tentang promosi nasional tentang pengetahuan komprehensif perihal HIV-kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. AIDS kepada kelompok usia 15 – 24 tahun. Kebijakan tersebut berdasarkan temuan Riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahunKomitmen Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih dalam 2010 bahwa secara nasional kelompok usia 15 – 24 tahun yangpembangunan kesehatan, dilandasi nilai-nilai kerja (Pro Rakyat, memiliki pengetahuan yang benar dan komprehensif tentangInklusif, Responsif dan Efektif ). Salah satu terobosan penting yang HIV-AIDS hanya 11,4% . Kebijakan yang dibuat Ibu Endangdilakukannya adalah penguatan kemitraan dengan organisasi ini sangat strategis karena selama ini informasi tentang HIVkemasyarakat dan dunia usaha melalui kegiatan CSR. AIDS sebagian besar diarahkan kepada kelompok risiko (Key Population). Kelompok umum atau General population masihBeliau pernah mengeluarkan pernyataan yang sangat penting terbatas sebagai sasaran kampanye. Padahal kelompok ini perlupada saat “Penandatanganan Kesepakatan Bersama Antara mendapat informasi yang benar tentang HIV AIDS sehingga tidakKementerian Kesehatan dengan 18 Organisasi Kemasyarakatan tertular HIV AIDS.dan juga 23 Dunia Usaha Dalam Promosi Kesehatan padatanggal 20 Agustus 2010.” Berikut cuplikan sambutan beliau, Dukungan Ibu Endang dalam pelaksanaan Kampanye Nasional“Permasalahan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh HIV-AIDS “AKU BANGGA AKU TAHU” Bagi Usia 15-24 Tahun sangatPemerintah saja, membutuhkan peran serta dari berbagai pihak, kami rasakan. Ibu Endang secara terus menerus mendorongdan pertemuan ini akan menjadi momentum sejarah dalam upaya jajaran Kesehatan, terutama jajaran Pusat Promosi Kesehaatan 97
  • untuk terus menggalang kerjasama dengan berbagai pihak membekali anak-anak mengisi pendidikan kesehatannya.dalam Kampanye ABAT. Saat ini sudah ada 6 Kementerian yang Ibu Endang adalah sosok yang berupaya menjaga kesinambunganmemberikan dukungan dalam pelaksanaan Kampanye ABAT (sustainability) kebijakan pembangunan kesehatan. Dalam hal iniyang tertuang dalam pengantar Buku Pedoman Kampanye beliau meneruskan upaya pembangunan kesehatan yang telahABAT (Menteri Kordinator Kesra, Menteri Dalam Negeri, dirintis oleh menteri kesehatan sebelumnya. Ibu Endang jugaMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Tenaga Kerja sangat berkomitmen dalam upaya pemberdayaan masyarakatdan Transmigrasi, Menteri Sosial dan Menteri Agama). Adanya melalui program Desa Siaga Aktif, dengan melibatkan lintaskomitmen beberapa Kementerian untuk mendukung Kampanye sector , khususnya keterlibatan Kementerian Dalam Negeri danABAT tersebut merupakan salah satu keberhasilan yang perlu perangkatnya di daerah sangat besar. Kita semua menyadari dandibanggakan atas kepemimpinan Ibu Endang sebagai Menteri memahami bahwa tugas Ibu Endang sebagai Menteri KesehatanKesehatan. tidaklah ringan dan tidak juga mudah. Namun begitu, kita semua bersyukur bahwa Tuhan yang Maha Pengasih telah mengirimKecintaan ibu Endang terhadap generasi muda tetap kepada kita insan kesehatan seorang sosok Ibu yang sangatmenginspirasi kami dan merupakan suatu kenangan indah peduli, cerdas, rendah hati, sabar, sederhana dan tetap memilikilainya terhadap sosok dr. Enny (nama kecil seorang Endang ide-ide cemerlang. Dalam upaya mendukung desa siaga aktif,Rahayu Sedyaningsih. Ibu Endang membuat beberapa kebijakan penting dan strategis, yaitu melalui upaya penguatan insfratruktur dan juga dukungan“Komik Cita” merupakan media kreatif yang dirancang oleh Dana Operasional Kesehatan (BOK). Beliau sering mengingatkanBu Endang sendiri. Buku ini berisi ajakan Ibu Endang kepada kita bahwa upaya promotif dan preventif perlu menjadi prioritas,siapa pun yang punya kepedulian terhadap upaya memelihara karena upaya promotif dan preventif lebih efisien dan efektif sertakesehatan sejak usia dini. Sifat mendidik yang melekat pada Ibu, lebih banyak melibatkan berbagai pihak, termasuk keterlibatanterlihat dari ketekunan beliau menulis dan melahirkan karya masyarakat sebagai subyek pembangunan kesehatan.berupa naskah tentang bagaimana anak Indonesia mencintaikesehatan. Kami mencatat ide kreatif ibu sebagai sebuah Kalau kita renungkan kembali, kepemimpinan beliau dalampemikiran jauh kedepan dalam menginvestasi sumberdaya pembangunan kesehatan “walaupun amat sangat singkat’, tetapimanusia Indonesia yang sehat dan produktif. Hal ini sebagai beliau memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Ibu Endangbentuk komitmen Ibu Endang untuk menanamkan pentingnya adalah sosok pekerja, inovatif, ulet, pendengar yang baik danupaya promotif dan preventif sedini mungkin. Naskah tulisan sabar dalam memberikan arahan. Tidaklah berlebih kalau kitaIbu tersebut, kami coba ilustrasikan dalam bentuk komik dengan mengatakan bahwa Ibu Endang adalah salah satu Srikanditokoh dr. Enny, Cita, dan teman-temanya dalam empat judul Indonesia yang mampu memberikan warna bagi pembangunandan masing-masing terdapat 14 topik kesehatan yang akan kesehatan di Indonesia.98
  • Semua programnya prorakyatPusdiklat Aparatur, Badan PPSDMT idak sulit mengenang sosok almarhumah Ibu Endang Career” yang rencananya akan diluncurkan saat “Congres of Rahayu Sedyaningsih, kendati baru selama hampir 3 tahun Indonesia Dispora” tanggal 6-8 Juli 2012 di Los Angeles, California memimpin Kementerian Kesehatan. Sebab, hampir semua merupakan cerminan semangat dan pengabdian beliau terhadapprogram yang dibuatnya tergolong program yang prorakyat. dunia kesehatan di Indonesia.Inklusif, Responsif, Efisien, dan Bersih. Ungkapan itu tidakhanya menjadi sekedar slogan semata, serta konsentrasi beliau Kalimat Ibu yang tertuang di buku terakhirnya “Untaianterhadap program Pemberian ASI Eksklusif seolah menjadi Garnet dalam Hidupku” akan selalu menjadi motivasi bagipecutan kami khususnya di Pusdiklat Aparatur dalam upaya kami: “Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukanikut berpartisipasi aktif mensukseskan program tersebut. Sosok hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan jangan lupa,beliau yang tegas namun terbuka begitu melekat bagi seluruh nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi.jajarannya di Kementerian Kesehatan. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu”.Bagi yang tidak mengenal sosok personalnya masih bisa Selamat jalan Ibu. Semoga Allah SWT menerima semua amalmengenal secara dekat melalui karya tulisannya yang luar biasa ibadah dan menempatkan Ibu di tempat yang terbaik di sisi-Nyamenginspirasi, melalui sebuah tulisan “Secret of My Sucsess: dan kegigihan Ibu akan selalu menjadi kenangan yang manisProminent Indoensia Share Their Lessons on Life and Remakable bagi kami. 99
  • 100
  • Bu Endang, pendengar yang baikRia Sukarno, SKM, MCNSekretaris Badan Litbang KesehatanI bu Endang adalah sosok wanita yang sangat berkarakter. Baik kadang-kadang membuat protokoler menjadi kewalahan pada sebagai pimpinan maupun sebagai seorang teman. Selama awalnya, karena setiap orang yang akan bertemu dengan beliau menjadi staf beliau saya mempunyai kesan dan warna tersendiri selalu beliau agendakan, Setiap orang yang meminta untukterhadap gayanya. Tidak ada jenjang Birokrasi yang kental antara meresmikan atau membuka acara, beliau datang meskipun acaraatasan dan bawahan. Beliau selalu mendengarkan dengan baik tersebut tidak selayaknya dilakukan oleh seorang Menteri .siapa pun yang berbicara. Hal ini terlihat dari keseriusan beliauketika ada lawan bicara dengan menuliskan poin-poin yang Beliau sangat memperhatikan hal-hal yang terlepas daridianggap penting atau ada informasi bagi beliau. Menerima perhatian orang lain, misalnya: bagaimana cara yang baik untukapa adanya serta kerendahan hati merupakan kesehariannya. menjadi dirigen ketika menyanyikan Indonesia Raya saat upacaraTapi tegas dan lugas dalam menegur seseorang ketika berbuat bendera, bagaimana cara membuat sambutan agar mempunyaisalah. Beliau akan menegur walaupun itu seorang teman atau Value. Banyak hal yang akhirnya berguna bagi institusi itu sendirisahabatnya. bahkan individu yang di dalam institusi. Beliau pernah berkata bahwa, tidak semua orang senang dengan keputusan yang beliauBeda pendapat bukan persoalan. Bahkan perbedaan akan lakukan. Tapi itu adalah resiko jabatan, sehingga pesannya adalahdianggap sebagai masukan dan tantangan. Ketika Beliau menjadi jangan pernah tidak membuat keputusan. Walaupun keputusanMenteri Kesehatan banyak hal yang beliau harus sesuaikan tidak berbuat sesuatu, sesungguhnya itu adalah suatu keputusantermasuk dunia protokoler yang sangat diatur. Mula-mula juga. Itu yang selalu saya ingat. Demikian sekilas kenangan sayabeliau terlihat terganggu. Lama kelamaan beliau sangat sadar dengan Ibu Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih MPH, DR.PHbahwa dirinya sudah milik orang banyak. Kerendahan hati Beliau 101
  • 102
  • Kami senangdiperhatikan Ibu MenteriRita Djupri, B.Sc, DCN, M.EpidDirektorat Surveilans Imunisasi Karantina dan Kesehatan Matra, Direktorat Jenderal P2 - PLK ami masih ingat tanggal itu: tanggal 18 Agustus 2011, pukul pada hari itu karena mereka merasa sangat diperhatikan oleh 08.00 WIB, di di halaman Kantor Kementerian Kesehatan menterinya. RI Jalan H.R Rasuna Said, Jakarta. Menteri Kesehatan RIdidampingi pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan Dalam kondisi yang cukup terik pada siang hari itu, ibu bersikapmeresmikan kegiatan apel siaga kesiapan kesehatan pada mudik sangat lembut untuk menyapa kami. Hilanglah rasa lelah yanglebaran 2011. Ini adalah kegiatan rutin menjelang lebaran idul datang sejak persiapan hari kemarin. Keteduhan sapa danFitri. kelembutan perhatian ibu tidak terlupakan. Semoga kelembutan dan perhatian ibu kepada kami juga ibu dapatkan di rumahAda yang sangat berkesan dari apa yang dilakukan oleh abadi milik Tuhan. Aminalmarhumah pada saat itu, yang mungkin sangat berkesan bagiseluruh tim, yaitu kesediaannya untuk memperhatikan peserta Sebagai tambahan, Kegiatan tersebut diikuti oleh 200 peserta,terutama tim ambulans. Sebagai panitia, sedianya kami hanya 20 ambulan, dan 5 kendaraan operasional khusus dari Dinasmenyiapkan dua unit ambulans terdepan untuk diinspeksi secara Kesehatan DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kotasimbolis oleh ibu Menteri. Nyatanya semua ambulans –sebanyak Tangerang, Kabupaten Bogor, Pusdokkes POLRI, PMI Pusat,20 unit-- didatangi oleh Ibu, sekaligus ibu mewawancarai dokter RSPI Prof. Sulianti Saroso, RSUP Cipto Mangunkusumo, RSdan perawat yang bertugas, serta memeriksa kelengkapan Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSUP Persahabatan,ambulans. Pusat Komunikasi Publik Kemenkes, Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes, Direktorat Imunisasi dan Karantina, DirektoratIbu Menteri juga mendatangi peserta pameran, dan memberi Pengendalian Penyakit Tidak Menular, BBTKL-PPM Jakarta, KKPperhatian penuh. Beliau berbincang-bincang dengan peserta KelasI Jakarta, KKP Kelas I Tanjung Priok dan Sekretariat Ditjenpameran, dengan penuh senyum, seperti biasa. PP dan PL. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pameran yang dilakukan oleh BBTKl-PP Jakarta dan Subdit Gagce dan Tisan DitTidak terkatakan kebanggaan peserta apel siaga lebaran PPTM Ditjen PP dan PL.. 103
  • 104
  • Menteri yang arif dan bijaksanaSubdit Bina Pelayanan Kesehatan Gigi Dan MulutDirektorat Bina Upaya Kesehatan DasarDirektorat Jenderal Bina Upaya KesehatanD r. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, dr. PH adalah Dr. Endang juga sempat beberapa kali membuka pertemuan seorang Menteri Kesehatan yang sangat peduli pada atau peresmian kegiatan yang terkait dengan gigi dan mulut kesehatan masyarakat. Baik kesehatan secara umum, sehingga kesehatan gigi dan mulut tidak dipandang sebelahmaupun kesehatan gigi dan mulut. Salah satu buktinya adalah mata. Karenanya kami kehilangan sosok beliau, seorang menteribeliau menetapkan kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian yang arif dan bijaksana dalam menentukan kebijakan-kebijakandari penyakit tidak menular bersama kesehatan indera dan usia untuk mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri danlanjut. berkeadilan.Tidak hanya itu, pada masa jabatan dr. Endang sebagai Menteri Selamat jalan ibu Endang Rahayu Sedyaningsih.Kesehatan, dibentuk sub direktorat yang mengurus kesehatangigi dan mulut secara keseluruhan, setelah Direktorat Kesehatan Semoga apa yang sudah ibu wujudkan tidak terhenti sampaiGigi diintegrasikan dengan direktorat lain pada tahun 2001. disini, semoga masyarakat Indonesia semakin terjamin kesehatanBerdasarkan Permenkes No. 1144 tahun 2010 dibentuklah Sub gigi dan mulutnya.direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. Denganitu maka dapat dilaksanakan pembenahan dalam pelaksanaanprogram pelayanan kesehatan gigi dan mulut di daerah danpemerintah daerah memiliki acuan untuk pelaksanaan program. 105
  • 106
  • Pesan dan KesanDirektorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung,Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan LingkunganSubdit P2 Diare dan ISPAwal tahun 2009, para kasubdit diundang untuk rapat persiapan semua para staf kemkes mengucapkan selamat kepada beliau.riskesdas biomedis th 2010. Rapat dimulai jam 09.00 dipimpin Pada saat giliran saya menyalami, saya sempat membisikkan:oleh Kepala Pusat Biomedis dan Farmasi Dr Endang. Setelah “Ibu jangan lupa pada program kanker, ya.” Beliau tersenyumrapat berlangsung, tiba waktunya kami diminta untuk membuat dan mengangguk, sambil berbisik: “Oh, ya, pasti....” Dalam hatiusulan. Kami dari subdit mengusulkan beberapa kegitan saya berdoa semoga ibu mendapatkan rahmat dan berkat Allahterintegrasi (antara lain: deteksi dini kanker serviks dengan HIV dalam menjalankan tugas-tugasnya.dan IMS). Tahun 2010 saya menerima tugas baru di subdit diare. KebetulanSetelah semua usulan dari dit PPTM selesai disampaikan oleh ada tugas baru dari Pimpinan yaitu memulai Pengendalianwakil dari subdit, kemudian beliau menanggapi semua usulan. Hepatitis Virus. Tahun 2011, pada audiensi Pokja Hepatitis denganKhusus untuk kanker beliau berkata bahwa program ini sangat ibu Menkes, kembali saya bertemu dengan beliau. Ternyata ibustrategis. Dan… nanti setelah rapat selesai, beliau ingin bicara masih ingat saya dengan senyumnya yang selalu menyejukkandengan saya. hati. Ibu bertanya, sekarang saya di mana? Saya jawab, di subdit diare dan ispa yang ngurusi hepatitis juga. “O, baik. BersamaSetelah rapat selesai (untuk hari itu), saya pamit. Ternyata ibu dengan bu Sandra...,” kata beliau.Endang ingin program deteksi dini terintegrasi tersebut benar-benar direalisasikan. Ibu bicara sangat serius. Katanya, selama ini Berdasarkan pengalaman saya berkomunikasi dengan ibu, sayakasus IMS pada perempuan sangat sulit dideteksi (ditemukan dini). mempunyai kesan bahwa beliau mudah mengingat orang yang pernah dikenal. Buktinya, Ibu mengenal saya dan menyapaSementara kita semua tahu bahwa IMS di Indonesia kasusnya setiap bertemu. Padahal saya berjumpa dengan ibu hanya dalamterus meningkat terutama sifilis dan GO. Dalam hati, saya tempo singkat, dan tak terlalu sering bila dibandingkan teman-bergumam: ternyata ibu Endang masih sangat perhatian kepada teman lain.kaum perempuan yang terpinggirkan. Beliau juga berjanji akan Kesan kedua adalah ibu selalu berfikir secara komprehensif untukmembantu dalam pengembangan program pengendalian mengembangkan program kesehatan.kanker secara khusus. Sebagai menteri kesehatan, rasanya beliau sangat paham danTiba saatnya, beliau ternyata menjadi Menteri Kesehatan. Kami perhatian pada masalah kesehatan di masyarakat. Dan sebagai 107
  • pemimpin, beliau memberi suasana sejuk bagi staf Kemkes, Pada tahun 2011, dilaksanakan Joint External Monitoringsehingga mereka selalu siap mendukung kebijakan beliau. Mission TB (JEMM TB), dimana para mitra baik internasional danSedangkan bagi saya pribadi, dia menjadi penyemangat dalam nasional mengevaluasi pelaksanaan program pengendalianmelakukan tugas yang kadang kala banyak benturan dengan TB di Indonesia. Di akhir misi, ketua misi, dr. Jaap F Broekmanshati nurani. Tetapi, setiap kali ingat bahwa saya bekerja demi melaporkan hasil evaluasi dan memberikan rekomendasi kepadasuksesnya kinerja yang dipimpin oleh seorang perempuan yang Kementerian Kesehatan, dimana Ibu Endang mendengarkancerdas, kuat, dan tawakal saya sebut beliau memimpin dengan langsung dan mendiskusikan hasilnya dengan tim.HATI saya menjadi bersemangat lagi melaksanakan tugas sebagaiabdi negara dengan bekerja semaksimal mungkin. Beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anggota tim JEMM yang sudah bekerja keras untuk melakukanSelamat jalan ibu Endang. Saya memang tidak kenal ibu secara penilaian terhadap pengembangan program pengendaliandekat tapi saya merasa hati saya dekat dengan hati ibu, sehingga TB di Indonesia. Dan beliau langsung memberikan tanggapansaya merasa sedih seperti saya kehilangan ibu saya sendiri. Saya dan komitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi ini untuktahu Allah sangat mengasihi ibu sehingga Dia segera mengakhiri kemajuan program.penderitaan ibu di dunia ini begitu cepat. Terutama tentang sistem akreditasi Rumah Sakit, dimana TBSubdit P2 TB menjadi salah satu penilaian penetapan akreditasi. DenganKami bekerjasama dengan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, kebijakan ini diharapkan semua pelayanan kesehatan diMPH, Dr.PH pertama kali adalah saat program TB memulai Indonesia terutama Rumah Sakit melaksanakan pelayanan TBriset tentang TB-HIV di tahun 2002-2003. Di saat itu program berkualitas sesuai DOTS untuk mengendalikan kasus TB MDR.TB bekerjasama dengan Puslitbangkes sebagai pelaksanapenelitian. Ketika itu beliau terlibat aktif dalam penelitian ini Pada peringatan HTBS 2011, di Istana Wakil Presiden, Strategisebagai konsultan. Nasional Pengendalian TB 2011-2014 diluncurkan. Ibu Endang menyerahkan paket Stranas ini kepada pelaksana, yang saatLalu ketika beliau ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan R.I pada itu diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dientahun 2009, Subdit TB sudah merasa beliau akan mendukung Emmawati.Program Pengendalian TB di Indonesia. Hal ini dibuktikan,beliau selalu mengalokasikan waktu pada kegiatan-kegiatan Di tahun 2012 ini kami menyampaikan rencana kegiatanpenting program TB, dimulai dengan peringatan Hari TB Sedunia peringatan HTBS dan beliau masih berkomitmen untuk hadir(HTBS) 2010, Ibu menghadiri kegiatan Seminar Nasional TB meski saat itu beliau sudah sakit cukup berat. Menjelangdimana program bekerjasama dengan PPTI dan Jalan Sehat peringatan HTBS, ibu masih menyempatkan memberi masukanyang bekerjasama dengan PP Aisyiyah. Beliau berpesan agar dan memantau persiapan pelaksanaan meski dilaksanakanperingatan yang dilaksanakan melibatkan dan menyentuh beliau dari rumahnya. Dengan kondisinya yang kurang baikmasyarakat sehingga pesan-pesan yang ingin disampaikan akhirnya beliau meminta Wamenkes dan Dirjen PP&PL untukmelalui peringatan Hari TB Sedunia sampai kepada mereka yang hadir dalam peringatan HTBS 2012.mengalaminya. Ketika rangkaian peringatan selesai dilaksanakan kami108
  • mendapatkan kabar bahwa Ibu Endang menjalani perawatan Di sela kesibukannya, pada September 2011 Ibu berkenandi RSCM. Kami semua berdoa semoga yang terbaik yang akan menyampaikan situasi dan strategi pengendalian kustaterjadi bagi Ibu dan akhirnya 2 Mei 2012 Ibu Endang Rahayu Indonesia di TV Internasional Al Jazeerah. Secara sistematis danSedyaningsih berpulang ke pangkuan Tuhan. Selamat jalan Ibu, menarik Ibu menjawab seluruh pertanyaan. Di akhir wawancara,semoga apa yang telah dirintis dapat kami laksanakan dengan kami mendapat giliran menjawab tantangan sekaligus pesanbaik demi kesehatan masyarakat Indonesia. dari Ibu untuk menuntaskan permasalahan kusta, termasuk“ dengan meningkatkan pemeriksaan anak usia sekolah, demiSubdit P2 Kusta dan Frambusia menjaga generasi penerus bangsa dari penularan kusta danSingkat, padat, penuh makna” adalah rangkaian kata yang dapat segala konsekwensinya.mewakili kebersamaan Menteri Kesehatan Ibu Endang RahayuSedyaningsih dengan program kusta dan frambusia. Awal tahun 2012, Seruan Nasional Mengatasi Kusta yang ditandatangani oleh organisasi profesi kesehatan menjadi karyaDukungan dan kehadiran Ibu Menteri ketika memperingati Hari indah terakhir Ibu bersama kami. Seruan ini sekaligus menjadiKusta Sedunia (HKS) 2010 di Taman Menteng Jakarta, bukan pekerjaan yang perlu ditindaklanjuti dengan dedikasi dansaja menjadi penyemangat bagi para tenaga kesehatan, namun semangat yang patut kami teladani dari Ibu.juga mengobati rasa rendah diri akibat stigma, yang ada padaorang yang pernah mengalami kusta. Di sana, dengan penuh Subdit P2 ISPAkehangatan dan keceriaan, Ibu menari bersama mereka. Sebagai seorang menteri, ibu Endang peduli dengan semua program yang ada di Kemenkes. Beliau tetap mengupayakanDalam pertemuan Aliansi Nasional Eliminasi Kusta dan Frambusia untuk hadir pada acara/kegiatan tanpa melihat apakah itu2010 di Jakarta, Ibu Menteri secara langsung menambahkan ke program prioritas atau tidak. Hal ini kami dapat rasakandalam sambutannya suatu pesan penyemangat dalam upaya ketika beliau membuka Hari Pneumonia Dunia (WPD: “Worlderadikasi frambusia, dengan mengenang jasa almarhum Dr. Pneumonia Day”) di Bandung 2 November 2009. Acara iniKodhyat yang mendapatkan penghargaan Magsaysay dari bersamaan dengan pencanangan pengobatan massal filariasisFilipina dalam keberhasilan Beliau mengembangkan program tetapi di tempat berbeda.Treponema Control Program Simplified (TCPS). Hal ini sungguhmenampakkan perhatian Ibu yang mendalam akan suatu ‘Kata Hari Pneumonia Dunia ini di fasilitasi oleh IDAI denganSambutan’, serta sikap hormat terhadap para pendahulunya. tema ”Pneumonia, The Forgotten Killer of Children”. Dalam sambutannya Ibu Endang mengingatkan kembali bahwaSeminar Kusta bagi Tenaga Kesehatan dalam rangkaian Peringatan pneumonia adalah pembunuh Balita nomor 2 setelah diareHKS dan tahun Pencegahan Cacat Kusta 2011 kembali mendapat di Indonesia. Penurunan angka kematian pneumonia Balitadukungan dan kehadiran Ibu. Dengan lugas dan berseni, melalui akan berdampak signifikan terhadap pencapaian MDGs. Beliaupantun Ibu berpesan agar tenaga kesehatan sungguh berupaya menghimbau agar pengendalian pneumonia mendapatuntuk mencegah kecacatan, akibat penemuan kasus terlambat perhatian secara proporsional sehingga penyakit pneumoniadan penanganan yang tidak tepat, pada orang yang mengalami tidak menjadi “the forgotten killer of children”.kusta. Pesan lain pada saat WPD ibu menteri juga mengharapkan agar 109
  • program ISPA mempunyai baseline data insiden pneumonia yang mengerjakan apa, yang penting adalah program dapatbekerjasama dengan Balitbangkes melalui Riskesdas mendatang. berjalan dengan baik.Setelah pembukaan oleh Menkes, WPD dilanjutkan denganseminar yang dihadiri oleh berbagai profesi: dokter, bidan, Beliau sangat memperhatikan teman-teman odha, denganperawat Puskesmas, kader kesehatan, serta Tim Penggerak PKK beberapa kali menerima audiensi dengan mereka, membahasKecamatan/Desadari Jawa Barat. Agenda seminar tersebut antara mengenai ketersediaan ARV serta peningkatan akses terhadaplain tentang: overview dan rancangan global pengendalian ARV.pneumonia (WHO), kebijakan pengendalian di Indonesia (DirjenPP dan PL, Prof. Tjandra Yoga Aditama), aspek klinis (IDAI), dan Beberapa kegiatan pengendalian HIV-AIDS dan IMS yangperan PKK (Tim Penggerak PKK Jawa Barat). langsung melibatkan beliau di antaranya: • Memimpin Rapat Koordinasi Pokja HIV-AIDS Bidang KesehatanNamun, beberapa hari setelah pembukaan WPD, beliau pada bulan Februari 2011mengirim email Dirjen PP dan PL yang selanjutnya diteruskan • Peresmian Poli Layanan IMS “Rafflesia” di KKP Kelas III Bengkulukepada Direktur PPML dan Ka.Subdit ISPA. Kurang lebih isinya pada tanggal 22 Maret 2011. (gbr 2)mengingatkan kita agar tidak lupa mencantumkan sumber data • Membuka Musyawarah Nasional II Perhimpunan Konselor VCTatau referensi. Memang dalam sambutan beliau ada beberapa HIV Indonesia (PKVHI) di Bali pada bulan Maret tahun 2011kalimat yang kami lupa mencantumkan sumber data/referensi, (gbr 1)dan yang luar biasanya beliau tahu bahwa sumber data tersebut. • Menerima tim external review program pengendalian HIV- AIDS sektor kesehatan pada bulan Oktober 2011Mencantumkan referensi atau penulis buku/artikel bukan hanya • Menerima tim external review program Opioid Substitutionsekedar untuk mengetahui sumbernya, tetapi lebih jauh lagi Therapy (OST) pada bulan Agustus 2011 (gambar 3)yaitu merupakan suatu “acknowledgment” yang dapat berarti: • Pada Hari Kesehatan Nasional 2011, Ibu Menkes memberikanpengakuan atau kepemilikan terhadap sesuatu, hak (right), dan Penghargaan Kesatria Bakti Husada kepada Bapak Toniungkapan terima kasih penghargaan terhadap penulis. Terlepas Suhartono (LSM di NTB yg bergerak dalam HIVAIDS). Ibudari pengalaman beliau sebagai peneliti dan biasa menulis, Menkes senang sekali karena ada dari pihak masyarakat biasatetapi selayaknya kita harus menghargai karya orang lain dan yg menerima penghargaan seperti itu.jangan sampai terjadi plagiarisme.Subdit P2 AIDS & PMSSewaktu masih bertugas di Badan Litbangkes, beliau banyakterlibat dalam penelitian dan studi yang terkait HIV-AIDS danIMS. Selama menjabat sebagai Menkes, perhatian beliau padaprogram pengendalian HIV-AIDS cukup besar. Di antaranya,beliau adalah Ketua Pokja HIV-AIDS Bidang Kesehatan, satu-satunya pokja di Kemenkes yang diketuai oleh Menkes. Padarapat koordinasi Pokja yang pertama pada bulan Februari 2011,beliau berpesan bahwa tidak perlu mempermasalahkan siapa110
  • 111
  • 112
  • Kenangan dan Kesandari Sahabat & KawanDokter Endang Rahayu Sedyaningsih. Siapa yang tidak mengenal nama ini. Sejak Kabinet IndonesiaBersatu Jilid II diumumkan, nama beliau sering menjadi berita utama di media cetak dan mediaelektonik. Terlebih jika berita itu terkait dengan kesehatan di Indonesia. Bagi warga Badan Litbangkes,Ibu Endang adalah kebanggaan. Karena baru kali inilah seorang peneliti menjadi menteri. Yaa, seorangpeneliti murni. Biasanya yang jadi menteri adalah politisi, birokrat, atau dosen. Kenyataan ini memangtidak bisa dipungkiri. Dalam sejarah pemerintahan di Indonesia, sudah berpuluh kali kabinet  dibentuk,ternyata dalam era reformasi ini seorang peneliti wanita, pintar dan cerdas, baik hati dan rendah hati,santun, serta ramah kepada siapa saja; menjadi Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Dalam merayakan hari kelahiran Ibu Endang, 1 Februari 2011 (56 tahun yang lalu),  Badan Litbangkesmenerbitkan sebuah buku kecil yang berjudul ”Endang Rahayu Sedyaningsih – Pemimpin yang TegarMenghadapi Masalah” Buku kecil yang dicetak terbatas (50 eks) berisi kenangan dan kesan dari sahabat .dan kawan-kawan Ibu Endang semasa beliau menjadi warga Badan Litbangkes. Proses penyusunan bukukecil berlangsung hanya 2 minggu. Ada 200 nama yang dikirim pesan pendek (sms) untuk dimintakankesan dan kenangan semasa bersama Ibu Endang. Sebagian besar menyatakan akan mengirimkan kesandan kenangan, namun yang masuk ke no HP dan email penyusun  sekitar 15%. Terbatasnya waktu yangmenyebabkan tidak seluruhnya mengirimkan. Berikut saya sampaikan kembali ”kenangan dan kesan” tersebut. Tidak seluruh kesan dan kenanganyang ada pada buku kecil tersebut disajikan kembali di media virtual ini. 113
  • Indah Yuningprapti disukai). Kesantunan menjadi sikap dalam hidup beliau untukKepala Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat saling menghargai.Tradisional, Tawangmangu Dalam kesehariannya beliau sangat sederhana dalam berbusanaIbu Endang itu seorang peneliti sekaligus ilmuwan. namun tetap tampil menarik, serasi dengan asesoris produkDimulai dari pencarian metodologi sampai S3 di Harvard Nusantara Indonesia, jelas beliau cinta Indonesia. MengenaiUniversity dengan meninggalkan keluarga, dan memilih menjadi adanya pandangan negatif yang timbul dan tenggelampeneliti dengan mutasi ke Badan Litbangkes (tidak langsung berkaitan dengan jabatan yang dipangku sekarang dengansejak awal di Badan Litbangkes). jabatan sebelumnya sebagai peneliti, ditanggapi dengan coolBeliau tidak setengah-setengah dalam segala hal. Jika bilang dan cerdas. Kepribadian yang santun dan cerdas ini terbuktitidak bisa ya tidak bisa. Saya merasa terbantu sekali manakala telah menghantarkan beliau ke jenjang tertinggi di tingkatsaya memerlukan telaahan teknis waktu saya masih di jajaran kementerian.Sekretariat Badan Litbangkes. Beliau pasti membantu walaupun  sibuk. Saya turut bangga dan Insya Allah beliau sukses membawaMeskipun sebagai seorang perempuan karir  dan keras tekadnya, Indonesia sehat. Selain itu, beliau jujur,  tidak neko-neko, sangatIbu Endang tetap seorang perempuan biasa. Bisa menangis cocok dengan filosofi peneliti (jujur dan teliti),   apa adanya.jika menyentuh perasaan hatinya, seperti juga saya dan para Sebagai peneliti, tulisan-tulisan ilmiah beliau mudah dan enakperempuan pada umumnya. dibaca, saya selalu memperhatikan daftar pustaka atau kutipan yang menjadi landasan teori dan analisis beliau, selalu up to date.Agus Suwandono  Mantan Ka. Puslitbang Pelayanan Kesehatan, Sekretaris  AnoritalBadan Litbangkes, dan Ka. Puslitbang BMF. Kini Peneliti Mantan Ka. Bagian Tata Usaha Puslitbang BMF, kini PenelitiPusat 1 (dahulu Puslitbang BMF). Pusat 1.”Mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke 56 kepada dr. Endang Sebelum beliau jadi Menkes, tidak banyak yang tahu siapa buRahayu Sedyaningsih, saya doakan agar sehat, panjang umur, Endang. Meskipun di dunia internasional nama beliau sudahsejahtera, dan sukses. Kami kagum dengan ketegaran dan cukup lama berkibar dengan berbagai publikasi ilmiah, tapi kebijakan bu Endang menghadapi segala masalah dan isu-isu riwayat masa kecil dan keseharian beliau, banyak yang tidakyang sering memojokkan Ibu. tahu. Sewaktu beliau menjadi Ka. Puslitbang BMF, pernahSemoga Allah SWT selalu mendampingi dan membimbing suatu perusahaan percetakan yang khusus menuliskan riwayatperjalanan hidup bu Endang dan keluarga. hidup tokoh yang berpengaruh di Indonesia; menawarkanAmin, amin, amin. untuk menulis riwayat hidup beliau dengan membayar  sejumlah tertentu sebagai pengganti ongkos cetak. Tapi beliauPudjiharti mendisposisikan kepada saya (saat itu saya sebagai KepalaMantan Ka. Bidang Pelayanan Penelitian Puslitbang BMF/ Bagian Tata Usaha) bahwa beliau berkeberatan. KeberatannyaPensiunan Puslitbang BMF bukan dalam hal uang yang diminta, melainkan beliau merasaSepanjang saya kenal bu Endang, beliau  adalah sosok yang cool, belum pantas masuk ke dalam buku yang cenderung promosicalm,  berkepribadian santun terhadap siapa pun, baik kepada diri. Ya .. bu Endang memang rendah hati, tidak pernahkawan maupun lawan (maksud saya kepada orang yang kurang membangga-banggakan diri, meskipun beliau adalah doktor114
  • lulusan Harvard, Ahli Peneli Utama, pernah jadi pejabat eselon 2. (Sri Wahyuni Lestariningsih) meninggal karena sakit menjelangTetap beliau tidak menunjukkan adalah yang ”paling”. Hal inilah usia remaja. Sebagai anak kedua, oleh ayah dan ibunya,  buyang menyebabkan beliau tidak menderita post power syndrome Endang dibentuk untuk menjadi anak yang mandiri, berani,setelah beliau dilengserkan dari eselon 2 menjadi ”rakyat biasa”. dan pantang menyerah. Terlebih  sejak   Bapak Sudjiran danBeliau bersikap biasa saja. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Ibu Mardjana kehilangan putra tertua mereka saat masih anak-beliau dalam setiap upacara di kantor Depkes Pusat, berbaur anak. Kehilangan kakak laki-laki, membuat bu Endang terlecutdengan para peserta di lapangan terbuka yang panas disinari untuk membantu pekerjaan yang dilakukan oleh ayah beliau. Bumentari pagi. Padahal beberapa bulan yang lalu beliau berdiri Endang minta diajari mengemudikan kendaraan, mengganti bandi depan di barisan para pejabat eselon 1 dan 2. Setelah beliau mobil, dan pekerjaan mekanik lainnya yang sejenis. Tidak heranmenjadi peneliti kembali, habitat yang memang disukai bu dalam usia 13 tahun, bu Endang sudah bisa mengemudi JeepEndang, saat-saat awal setelah lengser dalam berbagai acara, Toyota kendaraan keluarga.saya selalu memulai pidato dengan tidak lupa mengucapkan  ”yang terhormat Ibu Endang”. Namun beliau berkeberatan. Hal Dalam buku biografi ayahanda beliau, bu Endang ada menulisitu langsung diucapkan beliau bahwa ”tidak perlu lagi diucapkan bahwa jika beliau menghadapi berbagai kesulitan, maka beliaukhusus untuk saya seperti itu”, kata beliau. akan teringat Nina (Sri Wahyuni Lestariningsih), adik beliau yang  beliau sayangi, meninggal dalam usia 16 tahun. Berikut cuplikanSekitar awal 2009, di lemari dekat ruangan saya (lantai 2 gedung tulisan beliau: ”Tetapi kalau saya menghadapi kesulitan di dalamLabdu Puslitbang BMF)  tampak bungkusan besar yang ternyata pekerjaan atau dalam segi kehidupan saya yang lain, di kala sayaberisi buku sekitar 50 eks. Saya tertarik dengan buku tersebut hampir sampai pada titik putus asa, saya selalu teringat Nina. Padadan dengan seijin bu Endang; satu eksemplar buku tesebut usahanya yang tidak kenal lelah. Pada cita-citanya yang tidak kenaldihadiahkan kepada saya. Judulnya ”Sudjiran Resosudarmo batas …......... Saya tidak akan pernah menyerah pada kesulitan.-- Ketekunan Membawa Hasil: Dari Anak Desa Menjadi Guru Nina sudah memberi contoh”. ”Ya bu Endang, kami seluruh wargaBesar”. Penulisnya adalah Satimah Mardjana Sudjiran (isteri dari Puslitbang BMF dan Badan Litbangkes berada di belakang Ibu”.Prof. Sudjiran Resosudarmo); dan salah satu editornya adalah  bu Endang yang merupakan anak kedua dari enam anak Bapak JastalSudjiran Resosudarmo dan Ibu Satimah Mardjana.  Dari buku Kepala Balai Litbang Pemberantasan Penyakit Bersumberbiografi Prof. Sudjiran inilah kita bisa mengetahui sepenggal Binatangriwayat hidup bu Endang.   Ibu Endang adalah peneliti senior yang suka berbagi ilmu  pengetahuan dan punya punya tutur bahasa yang lembut dalamEndang Rahayu Sedyaningsih lahir di Jakarta pada tanggal 1 menyampaikan saran. Beliau adalah penengah bagi penelitiFebruari 1955. Di rumah dan di lingkungan keluarga beliau, senior lainnya, apalagi peneliti yunior jika mendapat tekananpanggilan sehari-hari bu Endang adalah ”Enny”. Beliau pertanyaan dari para reviewer atau peserta pertemuan. Beliaumerupakan anak kedua dari enam putera-puteri pasangan Prof. memberikan masukan untuk perbaikan jika ada yang memangSudjiran dan Dra. Satimah Mardjana (seorang Pustakawan). harus diperbaiki dengan kata-kata yang sopan dan halus. DalamDari enam bersaudara tersebut, saat ini yang hidup sampai memberikan masukan terhadap proposal/protokol atau materidewasa hanya empat anak. Anak yang tertua (Wahyu Nurjaya) yang disajikan selalu beliau memberikan contoh perbandingan.meninggal karena kecelakaan dan anak yang nomor empat Baru kemudian menanyakan dengan sopan kepada penyaji. Satu 115
  • hal yang sangat berkesan terhadap beliau adalah bahwa beliau dan cara menulis yang fokus dan baik. Dari beliau lah pertamatidak sombong dan cepat akrab dengan semua tingkatan dan kali saya belajar mengkaji dokumen yang bisa dikategorikanusia di Badan Litbangkes. sebagai kajian dokumen untuk kebijakan. Alhamdulillah, laporan  tersebut akhirnya dicetak menjadi buku. Sangat membanggakanBerikut suatu pengalaman pribadi saya. melihat nama saya berdampingan dengan beliau. Bu EndangSuatu ketika saya pulang dari Bandung menghadiri pertemuan benar-benar guru yang baik. Padahal sebenarnya sebagian besar(saya lupa nama pertemuan itu) yang juga beliau hadir dalam buku tersebut ditulis ulang oleh beliau, tapi beliau mempersilakanpertemuan tersebut. Setiba di rumah, saya menyampaikan ke agar nama saya menjadi nama pertama. Dari peristiwa seperti iniistri saya bahwa sekiranya Allah menganugerahi kita seorang tampak jelas bahwa jiwa pendidik beliau sangat besar.anak perempuan, maka saya akan berikan nama Endang  Sedyaningsih.   Bu Endang sangat bangga bila kader-kadernya menjadi mandiri, karena itulah harapan beliau. Salah satu prinsip yang selaluIstri saya bertanya; “Siapa itu?” dianut oleh bu Endang adalah don’t put your eggs in one basket. Beliau banyak mendidik kader yang siap pakai jika dibutuhkanSaya jawab: “Beliau adalah seorang peneliti senior cantik; cantik kapan pun. Jika beliau mendelegasikan wewenang, kita diberirupanya dan cantik hatinya, pandai dan tidak sombong, tidak tanggung jawab sepenuhnya, atas semua hal, namun dengansuka menjatuhkan penyaji/pembicara dalam suatu pertemuan. tangan terbuka menerima kita berkonsultasi jika menghadapiLembut tutur kata bahasanya dalam memberikan masukan. kesulitan.Beliau sangat memperhatikan orang saat menyampaikan idedan pikirannya. Seandainya seluruh peneliti senior di Badan Hal lainnya adalah bu Endang sangat menghargai sesama.Litbangkes  seperti beliau maka mungkin Badan Litbangkes bisa Beberapa kali saya membantu melakukan analisis data,cepat maju”. yang memang merupakan kesenangan saya, untuk beliauKemudian istri saya menjawab; “Insya Allah”. dalam rangka menulis manuskrip internasional. Saya sangat  berterimakasih sekali nama saya dimasukkan di dalamnya,Semoga Ibu Endang cepat sembuh dari penyakitnya dan dapat dan bu Endang memasukkan semua nama yang terlibat dalammelanjutkan amanah yang diberikan.    proses penyusunan manuskrip tersebut. Karena beliau lah  nama saya dapat tercantum dalam publikasi internasional. AtasSiti Isfandari pengalaman ini, saya bertekad untuk dapat memasukkan tulisanSahabat Ibu Endang, Mantan Peneliti Puslitbang BMF, kini dalam publikasi internasional.Peneliti Pusat 4.Menjadi salah satu teman bu Endang memberi banyak manfaat, Satu lagi karakter bu Endang yang mengesankan, yaitu beliaubaik hubungan pertemanan maupun secara profesional.  Banyak mau mendengar dan memberi perhatian atas masukan orangteman berkata kepada saya “Mbak Is, anda sangat beruntung lain. Dalam hubungan antar manusia, saya terkesan denganpunya hubungan cukup dekat dengan bu Endang”. Kenyataannya keramahan dan kerendahan hati beliau, sangat rajin menyapasaya memang merasa demikian. dan memberi senyum yang memberi kebahagiaan bagi yang  menerimanya. Selain itu saya mendapat ilmu bersolek jugaDari segi profesional, saya banyak belajar mengenai kerapihan dari bu Endang yaitu cara membikin alis. Disarankan sebaiknya116
  • dilakukan dengan cara mengarsir seperti melukis. Hasilnya, alis untuk mengikuti arus manusia yang mengarah ke dataran lebihsaya cukup cantik. tinggi, Blang Bintang.   Ada lagi suatu pengalaman saya dengan bu Endang yang sampai Dengan pitch control yang sangat baik Ibu berucap: “Lulu, sabar,saat ini masih selalu teringat oleh saya. kita siap saja disini dan berdoa semoga semua baik-baik saja,” .  Melelehlah ketegangan saya dan makin deras doa mengalir dariPada suatu hari saya ditelpon bu Endang untuk membuat slide lisan saya. Alhamdulillah tsunami tidak hadir lagi.tentang materi kursus kualitatif  dengan praktek indepth interview.  Saya buat sebaik yang saya mampu, kemudian bu Endang Perjalanan karir Ibu adalah ayat kauniyah Allah subhanahumengoreksi hasil kerja saya. Beberapa hari kemudian, bu Endang wa ta’ala,   Allah yang mengajarkan kepada manusia tentangmengajak saya untuk memberi materi tersebut pada peserta mudahnya Allah membolak-balikkan nasib hamba-Nya semudahkursus di Bandung. Metode yang dipakai sangat interaktif. Saya membalik telapak tangan.  dan bu Endang saling mengisi. Tapi yang mengagumkan adalah  bu Endang memberikan kesempatan kepada saya seluas-luasnya Eko Raharjodan beliau memberikan pendalaman jika penjelasan saya kurang Mantan Peneliti Puslitbang BMF/Pensiunan Puslitbang BMFmantap. Peserta sangat puas dengan materi yang kami berikan. Bu Endang telah mengajak  dan menunjukkan kepada saya  bahwa pekerja seksual komersial (PSK) itu juga manusia yangBetul-betul pengalaman yang berharga bagi saya. tetap harus kita hargai harkat kemanusiaannya walau ada   sisi hitamnya karena kebanyakan dari mereka (PSK) adalahLutfah Rif’ati korban dari ketidak-bertanggung-jawaban kaum lelaki. MerekaPeneliti Pusat 1 (dahulu Puslitbang BMF) menjadi PSK untuk sekedar “menyambung nyawa” buat diri danEnam tahun lalu pertama kali kami bertemu, beriring menuju keluarganya.NAD pasca tsunami. Kesan pertama, Ibu ini sangat energik!  Ternyata ibu bersuamikan guru saya saat belajar di FKUI 10 Selamat Ultah Bu Endang, semoga Allah memberikan kesehatantahunan yang lalu. Dunia memang selebar daun kelor. Hari dan ketenteraman batin kepada Ibu.ketiga di  Banda Aceh,  NAD.  Saat makan malam bersama di rumah makan dekat base- Supraptinicamp tiba-tiba bumi bergoyang, piring dan gelas berseluncur Peneliti Pusat 3 (dahulu Puslitbang ESK)di atas meja, kami bergegas keluar gedung dan, “air naik, air Sebagai peneliti, beliau merupakan peneliti yang sangatnaik”, orang-orang berteriak panik. Bergerombol orang panik, bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diembannya,berlarian merangsek ke arah tengah kota melintasi kami yang disiplin, tidak kenal lelah, dan tidak mudah mengeluh atauterpaku kebingungan.  Wajahku pias, otak pun jadi kurang waras. menyerah.Pendamping lokal yang bergelar “Pak Panglima”  membawa Sebagai teman, beliau sangat baik, ramah, dan bersahabat.kami ke bawah pohon besar di halaman depan base-camp dan Tidak pilih-pilih teman, dan sangat peduli dan mau membantumenginstruksikan jika air sampai ke daerah ini, maka kami harus teman bila dibutuhkan. Sebagai Menkes, beliau cepat tanggap,meraih dahan pohon tersebut agar tidak terseret arus tsunami tegas, dan memperhatikan rakyat terutama untuk kesehatansusulan.  Tidak puas dengan petunjuk Pak Panglima, saya usul  masyarakat luas. 117
  • Ajat Sudrajat ibu, mataku tidak lepas memandangi foto itu sampai lagu usai.Staf Sub Bagian Tata Usaha Sekretariat Badan Litbangkes Dalam hati aku berucap “Aku akan berusaha menjalankan diklatAda sedikit cerita yang dapat saya sampaikan pada saat Ibu ini dengan baik, dan membuat ibu terus tersenyum”.Endang RS masih sebagai Peneliti/Kepala Puslitbang BMF.  Kejadian ini sekitar bulan November 2008 pada saat itu Ibu akan Tidak terasa sampai di penghujung waktu berakhirnya diklat.menghadiri meeting di New Orleans Lousiana, USA tanggal 7-11 Timbul rasa sedih karena harus berpisah dengan 38 teman yangDesember 2008. Seperti biasa saya mengurus paspor untuk exit sudah seperti sanak saudara. Acara penutupan, seluruh pesertapermit dan visa. Selama proses pegurusan exit permit tersebut mengenakan setelan jas hitam. Dengan bangga dan semangatsaya belum lapor perkembangan pengurusan paspor. Saya kami menyanyikan Mars Angkatan IX Diklat PIM 4 tahun 2010.selalu menghindar bila bertemu dengan Ibu, khawatir ditanya Aku juga bangga melihat 4 orang teman yang berdiri di depankarena saya belum mencek perkembangan proses pengurusan. kelas, salah satunya adalah peserta dari Litbangkes yang masukHari berikutnya saya ada di Depkes untuk urus paspor. Tidak dalam peringkat lima besar. Saat diumumkan peringkat pertama,disangka saya malah bertemu dan satu lift dengan Ibu. Beliau aku tidak percaya namaku dibaca dengan jelas dan dipanggiltidak bertanya, tapi untungnya tidak ada masalah dengan proses ke depan kelas. Aku baru yakin setelah teman yang duduk dipengurusan  paspor Ibu. sebelahku mengulurkan tangannya memberikan selamat.   Telly Purnamasari Agus Dengan membalas senyum Ibu Menkes, aku maju ke depan kelasPejabat Eselon 4 Pusat 1/Peneliti Pusat 1 menerima menerima map hijau berisi sertifikat yang bertuliskan(dahulu Puslitbang BMF) ”peringkat pertama”. Selamat ulang tahun Ibu, do’a kami selaluKenangan mengikuti diklat PIM IV menjadi catatan terindah untuk Ibu dan keluarga, agar Ibu terus tersenyum memancarkandalam perjalanan karirku. kekuatan aura.Pagi hari sebelum acara pembukaan, seluruh peserta diklat  sarapan di ruang makan. Setelah mengambil makanan, aku Tonny Murwantoduduk di meja bundar bersama dua peserta lainnya. Baru saja Mantan Peneliti Puslitbang BMF, kini Peneliti Pusat 3.akan menyuap santapan pertama, aku sangat  terkejut, tepat Ibu Endang adalah seorang pemikir yang penuh dengan ide-idedi hadapanku terpampang foto seorang wanita anggun yang baru. Beliau  memiliki empati yang tinggi dan penuh perhatiansangat aku kenal. Bu Endang!!. terhadap mitra/rekan kerja maupun staf. Beliau juga dapat  memberikan sebuah solusi terhadap permasalahan yang sedangTepat pukul delapan pagi seluruh peserta memasuki ruang diklat. dihadapi oleh staf/rekan kerja. Untuk itulah dalam kesempatanSetelah mengisi absen, aku berjalan ke depan kelas, dan ….. berbahagia ini saya hanya dapat mendoakan, semoga Ibu Endangsenyum itu ada lagi!. Bahkan dengan ukuran  X banner yang lebih dapat menjalankan tugas yang diemban sebagai sebuah amanah,besar, berada di sisi kanan panggung tepat di sebelah podium. serta diberikan ketabahan, kesehatan, dan kesuksesan selalu.Aku duduk di baris kedua dari depan. Acara pembukaan, seluruh  peserta yang mengenakan baju hitam putih berdiri menyanyikan Sri Idaianilagu kebangsaan. Di ruang yang cukup besar ini, aku hampir Mantan Peneliti Puslitbang BMF, kini Peneliti Pusat 2.meneteskan air mata saat mengumandangkan lagu Indonesia Ibu Endang adalah sosok yang ingin melihat peneliti/staf majuRaya.  Dalam hikmatnya lagu kebangsaan dan berdiri di ‘hadapan’ bersama beliau. Tahu kelebihan serta kekurangan seseorang.118
  • Semua orang  diberi kesempatan serta diberi jalan untuk maju tidak didanai BPPSDM.bersama. Sikap seperti ini banyak menginspirasi kami untuk  lebih memahami kehidupan ini. Dari segi moril, beliau mendukung saya untuk maju terus dalam  berkarir di saat saya baru mengalami kesedihan. Saya banyakRita Marletta Dewi sekali berhutang budi kepada beliau, tapi belum bisa membalasPejabat Eselon 4/ Peneliti Pusat 1 kebaikan beliau, sehingga rasanya malu untuk bertemu karenaIbu Endang sangat baik, sederhana, dan kekeluargaan. Selalu belum ada kesempatan yang berharga untuk membalasmembimbing para peneliti yunior dan menolong tanpa pamrih. kebaikan beliau. Hal yang bisa saya lakukan saat ini adalah selaluSaat sebagai Ka. Puslitbang BMF beliau bicara halus dan santai, mendoakan semoga beliau selalu dilindungi, diberi kekuatantidak sombong dan tidak pernah merendahkan orang lain. dalam mengemban tugas Negara, dijauhkan dari fitnah, danMengagumkan. Semoga Tuhan memberkati Ibu Endang. selalu diridhoi, diberkahi sepak terjang beliau, dan diberi kesehatan yang prima dalam merangkai kemajuan di bidangLaurensia Konadi kesehatan.  Amin yaa rabbal ’alamin.Peneliti Pusat 1 (dahulu Puslitbang BMF).Ibu Endang RS adalah sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi Aep Syaefudinuntuk masyarakat, pekerja keras dan menghargai kerja sesama. Mantan Sekretaris Ka. Puslitbang BMFSemoga Tuhan YME selalu melindungi beliau. /Pensiunan Puslitbang BMF  Mengenai keseharian Ibu Endang, sepanjang yang saya ketahuiArmedy Ronny Hasugian dan pahami selama beliau menjadi Ka. Puslitbang BMF danMantan Peneliti Puslitbang BMF, kini Peneliti Pusat 2. saya sebagai staf yang paling dekat dengan beliau kurang lebihDari tiga peneliti senior yang langsung membimbing saya, salah selama 1 tahun adalah sebagai berikut :satunya adalah Bu Endang. Saya ingat waktu beliau mengajarkan ke ·  Beliau sangat konsisten terhadap waktu, sangat menghargaisaya cara membuat protokol kejadian luar biasa (KLB) sekitar tahun waktu, datang ke kantor pagi pukul 07.30 dan pulang paling2005. Saat itu beliau  langsung mendampingi saya,  mendidik dan cepat pukul 19.00.mengarahkan dengan baik sehingga membuat saya mengerti ·  Sangat teliti terhadap surat–surat baik yang masuk atau keluar,tahapan pembuatan dan isi protokol  tersebut dengan baik. sedikit saja ada kesalahan ketik (kurang titik atau koma) surat  harus diperbaiki (terutama untuk surat keluar).Nurendah Pracoyo ·   Beliau bersikap sangat menghargai karya orang lain.Peneliti Pusat 1 (dahulu Puslitbang BMF). ·  Bersikap tidak memperlihatkan raut muka marah, hanya sekaliPengalaman yang sangat berkesan buat saya pribadi antara beliau marah pada saat rapat dengan peneliti. Mungkin sangatlain adalah berkat bantuan beliau saya bisa mengambil S2. menyinggung kebijakan beliau.Saat menyusun thesis beliau memberi kesempatan untuk ·  Kesukaan beliau adalah bunga anggrek, untuk itu   di ruangmenggunakan data sekunder yang sebetulnya sedang dalam kerja beliau harus ada bunga anggrek segar.penulisan, namun beliau menganjurkan menganalisis data ·  Beliau sangat suka makan es krim Conello dan rujak buah. Ditersebut dari sisi lain. Selain itu beliau memberikan kesempatan kulkas selalu saya siapkan es krim.kepada saya untuk melakukan penelitian sehingga saya bisa ·   Beliau jarang makan nasi, kalau makan siang hanya makan miemenyisisihkan dana guna membayar uang kuliah, karena saya ayam dan jus alpukat. 119
  • 120
  • Endang,Menteri Kesehatan TerbaikProf.Dr. Agus Suwandono, MPH, Dr PhPeneliti Pusat 1S aat itu akhir bulan Januari 2005. Saya sebagai Ka Puslitbang juga pulang-balik ke Jakarta untuk mengatur ketenagaan, Pemberantasan Penyakit amat sibuk sekali selain dengan koordinasi dengan saya, dan Dit Jen P2PL. Hasilnya memang Tsunami, pembangunan Lab Darurat di Banda Aceh, terjadi dapat dirasakan dalam waktu hanya kurang lebih 1,5 bulan: padapula serangan DB, chikunguya, diare di beberapa daerah  dan bulan Maret 2005, administrasi dan logbook spesimen sudahditambah dengan ancaman virus H5N1 yang saat itu belum ditata sedemikian rupa sehingga berjalan dengan baik. Sistemmenentu. Sehingga saya betul-betul membutuhkan bantuan pelaporan dan pencatatan dibuat sedemikian rupa secara kreatifseseorang yang bisa membenahi dan mengatur lab yang baru dan inovatif. Permasalahan kerja sama dengan sektor-sektor dansaja berdiri di Banda Aceh. Walaupun saat itu sebagian besar pihak asing  di Banda Aceh dan internal Depkes telah sebagianperalatan dan reagens disediakan oleh NAMRU 2, juga sebagian besar teratasi berkat pendekatan dan kepemimpinan beliau.tenaga, tetapi kami pegang prinsip bahwa lab  itu adalah labPemerintah Indonesia, jadi bukan lab NAMRU 2.  Sehingga Jadi, memang, kalau sudah diberi tanggung jawab, beliau pastibenar-benar perlu upaya dan management kesisteman yang akan mengupayakan hal yang terbaik tanpa mengenal lelahbisa langsung membantu Tim Penanggulangan Masalah Pasca dan pamrih. Semua dikerjakan dengan sebaik-baiknya danBencana Tsunami di Aceh, juga Pemda Aceh dan Depkes. tanpa mengeluh. Karena itu, tidak heran jika beliau dan tim  bisa mencapai hasil terbaik pula. Saya sebenarnya tahu, beliauKebetulan bu Endang selesai cuti dan waktu ditanya apakah banyak menghadapi hambatan, termasuk hambatan datang daribisa bantu untuk pembenahan dan penyempurnaan internal birokrasi Puslitbang kami, susahnya peneliti, SPJ,  dantatalaksana dan administrasi spesimen di Banda Aceh, sumberdaya lainnya. Tetapi beliau tidak pernah mengeluhkandengan catatan bahwa kami hanya punya dana yang tidak hal itu kepada saya, beliau mengatasinya dengan gaya beliau.banyak dan mungkin sering terlambat & hutang. Tanpa  ragu-ragu  beliau langsung menyatakan kesanggupannya. Pertengahan Maret 2005, kira-kira setelah 1,5 bulan proyek  berjalan, bu Endang memberikan laporan lengkap kepada sayaBegitu ditugaskan ke sana, beliau membenahi semuanya. Beliau 121
  • tentang apa yang sudah dikerjakannya. Wah, saya salut dan Demikian  tambahan dari saya tentang bu Endang, yangberterima kasih sekali kepada beliau. Sebab, laporannya begitu pernah menjadi peneliti saya, teman sesama peneliti sayalengkap dan detail tentang apa yang dikerjakannya, termasuk dan terakhir menjadi Menteri Kesehatan saya yang terbaik.laporan hasil pemeriksaan spesimen selama itu lengkap dengan Selamat jalan bu Endang. Saya tetap kagum, salut dananalisisnya. Beliau juga tak lupa memberikan usulan tindak lanjut respect dengan segala yang telah dilakukan beliau. Sampaidan kesinambungan lab di Banda Aceh. Laporan itu telah kami jumpa di suatu saat yang dikehendaki oleh Allah SWT.publikasikan pada majalah Media Badan Litbangkes pada tiga  bulan setelah itu (bulan Juli 2005).122
  • Sedikit BicaraTerkesan SelamanyaDr. Qomariah Alwi, SKM, M.ScPDBK’ers Kab. KupangP ergaulan saya dengan bu Endang tidak intens. Kami sreg/pas. Kemudian masalah ini saya ceritakan kepada beliau, bertemu hanya sekali-sekali, dan bicara pun tidak banyak. siapa tahu ada tanggapan. Katanya: “Kalau ada sponsor kenapa Namun, kesan yang saya peroleh dari pertemuan yang tidak menggali informasi tentang ibu-ibu Papua, saya dengarsedikit itu tidak akan pernah saya lupakan selamanya. Beliau mereka kalau melahirkan harus pergi ke hutan, betulkah? Kalaumemiliki pemikiran kreatif, dan selalu memberikan tanggapan betul, mengapa? Ini menarik untuk diketahui, sekalian menggalikonstruktif yang spontan. Tanggapan beliau terhadap sesuatu informasi yang berkaitan dengan itu, misalnya tentang pelayananhal sangat mengena dan bermanfaat bagi siapa saja. kesehatannya”.Suatu ketika, kalau tidak salah di tahun 2000, dalam suatu Pemikiran ini timbul tenggelam di hati saya. Cukup besarpertemuan sebagai sesama peneliti, kebetulan kami duduk hambatannya untuk mewujudkan gagasan itu. Pertama, inibersebelahan di kursi barisan tengah. Di sela-sela presentasi harusnya studi etnografi sedangkan saya bukan antropolog jadiyang ditayangkan, saya memberanikan diri untuk berbisik harus belajar banyak. Kedua, sponsornya dari mana? Di Badanmengatakan bahwa saya sudah membaca buku karangannya Litbangkes, pada waktu itu, dana yang disediakan untuk satuberjudul “Perempuan-perempuan Kramat Tunggak”. penelitian maksimal Rp 30 juta. Itupun susah sekali.Saya katakan buku itu menarik dan inovatif. Saya ingin bisa Akhirnya ide itu saya lupakan dan mencari-cari alternatif lain.menulis buku seperti itu. Beliau pun berbisik, menceritakan Suatu ketika dalam pembicaraan di telpon dengan anak sayabahwa buku itu berasal dari disertasinya sendiri yang yang bekerja di PT Freeport Indonesia, dia menawarkan kalaudimodifikasi menjadi buku ilmiah populer sehingga bisa dibaca saya mau jalan-jalan nengok mereka sekeluarga di sana. Sayauntuk umum. Mendengar kata disertasi, saya teringat dengan katakan bagaimana kalau ibu melakukan penelitian di sana,masalah saya sendiri saat itu yaitu sedang mencari-cari judul apakah PT FI ada dananya. “Coba aja ibu ajukan, kalau tidak salahdisertasi. Sudah berapa judul saya karang dan sekalian mencoba dana untuk community research tersedia, ini alamat emailnya danmembuat tujuan dan kerangka konsepnya, namun masih belum ini nama kepala community research PT FI”. Iseng-iseng surat ke 123
  • PT FI pun saya layangkan. Kemudian dalam suatu kesempatan yang dapat dibaca untuk umum. Kembali ia tersenyum danbrowsing internet saya membaca ada penawaran pendanaan berkata, “Tulisan seperti ini sangat bermanfaat dan dibutuhkandari salah satu foundation dari negeri Belanda bagi yang akan semua kalangan.”melakukan penelitian terkait kesehatan ibu, maka iseng-isengsurat permohonanpun saya layangkan. Roda waktu berputar begitu cepat rasanya. Suatu ketika beliau menjadi Kapuslitbang Biomedis dan Farmasi, atasan saya. PadaSingkat cerita setelah kedua sumber tersebut menanggapi surat waktu itu saya agak frustrasi dengan kelanjutan studi sayasaya barulah saya serius kembali mengingat apa yang disarankan terkait dengan kebijakan Direktur Pasca Sarjana. Menurut kabarbu Endang dan terfokus membuat proposalnya. Selain itu ada ada sampai 700-an mahasiswa pasca sarjana yang terhambatjuga respon dari Badan Litbangkes untuk membiayai penelitian studinya (termasuk saya).bagi pembuatan disertasi sebesar Rp 27 juta, pak Ano yangmengaturnya waktu itu. Selama dalam proses penelitian, dalam Saya pun malas ke kantor karena tidak ada yang bisa dikerjakan,kesempatan hanya sekali lewat ketemu bu Endang. Saya katakan proposal-proposal penelitian tidak diterima bertahun-tahun,kepada beliau, “Bu, saya jadi ikuti saran ibu untuk disertasi saya.” fasilitas kantor pun tidak mendukung untuk membuat/Beliau tersenyum, dan menjawab: “O, ya, bagus.” mengarang tulisan-tulisan. Ini masa yang mungkin disebut litbang = sulit berkembang. Maka saya pun banyak mengurusHari berganti hari, tahun-tahun pun berlalu. Suatu saat di tahun yayasan yang mendirikan Stikes. Nah, lalu saya mendapat kiriman2003 saya memberanikan diri mengetuk kamar kerjanya dengan surat cinta dari bu Endang agar menghadap beliau pada tanggal,membawa lukisan kulit kayu Suku Kamoro Kabupaten Mimika hari, dan jam yang telah ditentukan.yang sudah dibingkai 0,5 x 0,5 m. Saya ingin sekali memberikankenangan kepada beliau tetapi saya harus hati-hati karena saya Saya datang dengan berbagai perasaan enak tidak enak, enakdengar beliau kurang begitu suka dibawakan “sesuatu”. karena saya mendapat kesempatan ketemu dan berbicara dari hati ke hati, tidak enak karena mungkin kelakuan sayaSaya pikir kalau ditolak tidak apa-apalah yang penting saya sudah mengecewakan beliau.berusaha. Ternyata beliau tersenyum riang memperhatikanlukisan dengan kanvas kulit kayu itu .“Cantik, ya. Kreasi penduduk Ternyata beliau kembali tersenyum dan malah tertawa ketikaasli,” katanya membuat hati saya tidak jadi kecewa. Belakangan mendengar uraian saya tentang Direktur Pasca Sarjana karenasaya ketahui, ketika saya mengintip kamar kerjanya, lukisan itu nampaknya beliau sudah tahu tentang itu. Ayah bu Endangsudah terpasang di dinding. pernah menjadi Rektor Universitas Negeri Jakarta, mungkin sedikit banyaknya beliau juga masih mengikuti perkembanganDalam kesempatan itu saya juga membawa tulisan saya yang universitas itu.dimuat di Rubrik Opini Surat Kabar Sinar Harapan yang berjudul“Manajeman HIV AIDS di Kabupaten Mimika”. Saya tahu beliau Bicara tentang proposal litbang yang “litbang” dan fasilitasadalah pakar HIV AIDS. Saya mencoba membuat tulisan itu peneliti yang kurang kondusif, beliau nampak memahami.meski sama sekali tidak terkait dengan disertasi saya tetapi saya Namun ketika saya katakan, “mungkin saya kurang cocok bekerjakumpulkan datanya sambil mengumpulkan data untuk disertasi, di sini, Bu.” Beliau menjawab, “Kalau masalah tidak cocok, sayalalu mencoba memodifikasinya menjadi tulisan ilmiah populer rasa saya juga tidak cocok di sini bu Qom. Tetapi kenyataannya124
  • kan kita sudah di sini. Jadi harus kita jalani....”Bulan September 2009 pun datang menjelang. Suatukesempatan saya bertemu dan bicara lagi dengan beliau. Sayatidak menyangka dan tidak tahu kalau bu Endang hadir dalamsidang terbuka saya tersebut. Pada saat bersalaman sayamengucapkan banyak terima kasih, ternyata beliau datangsendirian saja. Katanya, “Tadinya mau sama Iis tapi ternyata Iisada kegiatan lain....”Selamat jalan motivatorku, guruku, sahabatku.... Mudah-mudahan Allah mempertemukan kita di lain kesempatan. 125
  • 126
  • Beliau MengajarkanKami Pro RakyatDirektorat Bina Kesehatan JiwaP enunjukan Ibu Endang Sedyaningsih selaku Menteri Sejak kepemimpinan Ibu Endang, Kementerian Kesehatan Kesehatan Kabinet Bersatu II pada bulan Oktober 2009 memiliki tagline atau nilai-nilai, di luar visi dan misi, yaitu Pro- sungguh membuat ‘surprised’’ banyak pihak, tidak Rakyat, Inklusif, Responsif, Efektif dan Bersih. Beliau sangatterkecuali kami. Banyak yang tidak tahu betul siapa Ibu Endang konsisten dalam menerapkan nilai-nilai tersebut. Ketika adasesungguhnya, sekalipun beliau pernah menjadi Kepala Pusat masalah, kami diajak untuk berpikir out of the box. Kami ingat saatBiomedik Badan Litbangkes 2007. Bagi kami yang mengenal rapat Pokja HIV/AIDS Kementerian Kesehatan pada Februari 2011,beliau sebagai peneliti sebelumnya, beliau adalah sosok cerdas dimana beliau duduk sebagai ketuanya, beliau menggarisbawahiyang low profile, sederhana dan sangat ramah. Gambaran tentang pentingnya bersikap inklusif dalam penanggulanganini ternyata tidak berubah setelah beliau menjadi Menteri HIV/AIDS. Demikian kata-kata yang kami ingat: “Tidak pentingKesehatan, bahkan beliau menjadi semakin keibuan, serasi dan itu didanai atau merupakan penelitian siapa, tetapi yang pentinganggun dalam bertindak dan berpenampilan. adalah data yang dihasilkan dapat digunakan oleh kita semua. Mengapa harus mengeluarkan uang rakyat untuk kegiatan yangDalam berbagai rapat yang beliau pimpin, perhatian yang sama apabila ada pihak lain telah melakukan hal tersebut. Ingat,diberikan pada apa yang dipaparkan atau dilaporkan sangatlah kita jangan eksklusif. Kementerian Kesehatan tidak akan mampubesar. Karena dasarnya adalah seorang peneliti, maka sejak menjalankan programnya apabila eksklusif. Bersikaplah inklusif,beliau menjadi Menteri, paparan yang mengandung indikator, rangkul semua pemangku kepentingan”.angka, atau capaian tidak bisa lagi dicantumkan tanpa acuanyang jelas. Dengan sangat kritis, beliau akan bertanya secara Pada awal tahun 2010, ketika terjadi perubahan struktur padadetil dari mana angka itu diperoleh, mengapa demikian, dan lain Kementerian Kesehatan, Direktorat Bina Pelayanan Kesehatansebagainya. Kesenangan beliau dalam menulis juga segera dapat Jiwa (saat itu) direncanakan untuk diturunkan menjadi setingkatkami rasakan ketika berbagai dokumen kebijakan yang harus eselon 3. Sesungguhnya hal ini tidak hanya berlaku pada Dit Binaditerbitkan dengan SK Menkes di tahun 2010 dikoreksi langsung Keswa, melainkan pada berbagai Direktorat lainnya, termasukoleh beliau. Kami terkesima saat itu, mengetahui bahwa Ibu Direktorat Jenderal. Ketika email kami luncurkan kepada beliau,Endang sungguh-sungguh membaca setiap dokumen kebijakan beliau pun menerangkan bahwa: “Fungsi keswa yang sudahyang akan dikeluarkan. berjalan selama ini akan diusahakan supaya tetap ada. Mohon dimengerti yang meminta Direktorat khusus cukup banyak, saya 127
  • tentu tidak bisa akomodasi semua itu. Prinsip kita sekarang, di pusat Pada saat-saat terakhir sebelum Ibu dirawat, kami sekalipunhanya steering dan stewarding, jadi harusnya sedikit saja orangnya. tidak pernah melihat penurunan semangat dan kinerja Ibu.Yang penting fungsi, bukan struktur.” Saat itu perasaan kami sedih Langkahnya tetap tegar dan pasti, memimpin kami tanpadan kecewa namun seiring dengan berjalannya waktu, kami pamrih. Demikian pula saat pengunduran dirinya sebagaimulai memahami mengapa wacana penurunan struktur itu Menteri Kesehatan karena penyakit yang dialaminya beberapasempat dilontarkannya. Syukur Alhamdulillah, beliau tidak jadi hari sebelum kepergiannya.melikuidasi Dit Bina Keswa dan kami akan membuktikan bahwakami mampu membantu Kementerian Kesehatan langsung Kini ibu telah tiada selamanya, namun kenangan akan dirinyamaupun tidak langsung dalam mencapai indikator kesehatan senantiasa melekat pada ingatan kami. Figur pengayomyang telah ditetapkan. yang menenangkan dengan semangat juangnya akan terus menyemangati kinerja dan harapan kami kedepan.Tidak sampai 3 tahun kami dipimpin beliau, namun banyak hal-hal prinsipil telah beliau tanamkan, terutama dalam mengubah Selamat jalan Bu Endang, insya Allah do’a kami dan amaletos kerja kita semua menjadi lebih pro rakyat, peka terhadap ibadahmu akan mengantarkanmu ke tempat yang terindah dikebutuhan rakyat. Semoga ini semua akan terus kita pertahankan sisi Allah SWT.sampai kapanpun.128
  • Dia Ditakdirkan Jadi Orang BesarFaridaPenelitiD r. Endang selagi menjadi peneliti dan Kepala Pusat kepadanya. Lalu, beliau cuti besar untuk menghindari konflik. Biomedik dan Farmasi biasa kita sapa Bu End. Dia orang yang taat aturan, mengganggap semua orang baik, Beliau memang ditakdirkan menjadi orang penting. Ini bukandan tidak punya dendam. suatu kebetulan. Ketika Konferensi Influensa ke-3 se-Eropa di Portugal, salah satu pembicara utama ahli Influensa/Flu burungTaat aturan. Saat saya diberi kepercayaan satu tim dengan --orang Belanda bernama Meno De Jong-- tidak bisa datangbeliau, apa yang menjadi tugas saya, beliau tidak pernah ikut karena sakit. Ahli dari Belanda itu minta bu Endang menggantikancampur kecuali kalau saya tanya. Beliau juga tidak pernah minta waktu bicaranya. Jadilah ibu bicara di depan forum para ahlifasilitas atau apapun untuk kepentingan pribadi meskipun saya Influensa dunia tanpa sengaja. Memang di sanalah tempat sejatiyang memegang anggaran cukup besar. beliau. Meskipun dicekal, ada saja jalan untuk dunia mengakui siapa dia.Menganggap semua orang baik. Kadang-kadang orang yangsudah kelihatan belangnya tetap dia anggap baik. Dia tetap Menjadi kepala Pusat Penelitian Biomedik dan Farmasi pun masihmemberi kesempatan berbuat baik. Tidak semua orang bisa di-zolimi. Dia dizholimi lebih berat lagi dari biasanya, sampai-seperti itu. sampai saya berkata: “Bu, kalau per/pegas ditekan sampai mepet, bila dilepas akan melambung ke atas. Tidak tanggung-tanggung,Tidak punya dendam. Beliau tidak punya dendam dengan ibu juga nanti akan ke depan terus ke Kuningan (maksud sayaorang yang sudah men-zolimi. Saat beliau menjadi Menteri, saya jadi kepala badan, kemudian jadi Menteri)”mengira-ngira siapa saja yang pernah menzolimi beliau yangbakal digeser dari posisinya? Ternyata, tidak satu orang pun yang Ternyata tidak lewat depan langsung ke Kuningan, menjadisudah saya perhitungkan digeser. Mereka masih tetap dalam Menteri. Alhamdullilah. Perjalanan terakhir ibu dihormati Negaraposisi semula. dan ditangisi banyak sahabat. Selamat jalan ibu yang baik. Meskipun hidup ibu singkat, tetapi penuh arti, untuk bangsa,Perkara dizolimi, dia sudah jadi korban sejak jadi peneliti. Saya keluarga, dan sahabat. Tuhan sangat sayang kepada ibu yangsampai tidak tega melihat: betapa orang tega verbal abuse menyebarkan kebaikan ke semua orang. 129
  • 130
  • Sekilas Kenangan BersamaBu MenkesProf,Dr. Menaldi Rasmin, Sp. P(k)Ketua Konsil Kedokteran IndonesiaS aya melihat dr.Endang Rahayu Sedyaningsih PhD pertama Tanda Registrasi (STR), tentang KKI serta banyak pertanyaan lain. kali di televisi ketika menayangkan nama pembantu Untuk ‘belajar’ ini pula, Beliau menyempatkan diri berkunjung presiden pada kabinet Indonesia bersatu tahun 2004. ke kantor KKI. Kunjungan pertama kali untuk mengenal KKI,Nama beliau disebut sebagai Menteri Kesehatan. Lalu, sebagai diikuti kunjungan berikutnya untuk mengikuti Forum DiskusiKetua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), saya menghadiri serah yang dilakukan untuk pengayaan bagi anggota KKI. Denganterima jabatan MenKes. Ketika itu beliau tidak mengenal saya. tekun Beliau mencatat dan bertanya tanpa menunjukkan bahwaTetapi, selanjutnya adalah masa-masa penuh kenangan amat sebenarnya Beliau adalah seorang Menteribaik bersama Beliau. Dan, inilah yang saya rasakan tentangalmarhumah: Sabar dan Santun, adalah bagian dari kelebihan Beliau. Beberapa kali Beliau rapat dengan lembaga lain, Beliau amatIntelektual, tentulah kesan saya ini tidak terbantahkan. Puteri sabar dan tetap santun menjawab semua pertanyaan yang tidakseorang pendidik ini memang mengembangkan dirinya secara jarang keras, kadang cenderung tidak pantas. Pada saat-saatsadar dalam dunia penelitian. Ia menjadi MenKes pun langsung seperti itu, jelas tampak sosoknya sebagai seorang perempuandari jabatannya sebagai seorang peneliti, bukan politikus. Indonesia yang berbudaya.Pembelajar yang baik. Ini kesan yang saya peroleh tentang Profesional dan altruis, adalah kesan saya selanjutnya padaBeliau setelah kesan pertama tadi. Beberapa kali bertemu Beliau. Kita tidak pernah melihat kesan ragu pada diri Beliau saatdengan Beliau di ruang kerjanya, bahkan sebelum memulai harus bersikap termasuk saat menjalani sakit yang diidapnyasebuah rapat atau pertemuan dengan khalayak, tanpa segan serta rangkaian pengobatan yang harus dijalani. Pada saat-saatBeliau bertanya tentang segala sesuatu yang tidak atau belum ini pun, Beliau tetap menunjukkan sikap sejati seorang pemimpinBeliau ketahui bahkan menanyakan sikap apa yang diharapkan yang ‘ngemong’, bahkan memosisikan diri untuk memberi tidakdari Beliau. Beliau menanyakan banyak hal tentang sistem meminta.pendidikan kedokteran saat ini, tentang internsip, tentang Surat 131
  • Anggun dalam kesederhanaan. Amat terlihat dari cara Beliau dalam karakter kepemimpinan saat ini yaitu, seorang pemimpinmenampilkan dirinya baik secara keseharian maupun dalam sesi- yang intelek, pembelajar, sabar dan santun, profesional dansesi khusus di mana posisi Beliau menjadi sentral. Kesederhanaan altruis serta anggun dalam kesederhanaan. Sikap-sikap dasar iniBeliau menunjukkan rasa percaya diri yang kuat. Kesederhanaan oleh almarhumah dr.Endang Rahayu Sedyaningsih PhD telahdan sikap anggun dalam penampilan ini juga ditambah dengan menunjukkan sosok perempuan Indonesia yang berbudaya.ketenangan dan keterukuran dalam berkata-kata sehinggasetiap lawan bicara segera berbicara dalam kepantasan. Ini Pasti banyak tekanan dan kesulitan yang Beliau rasakan, namunmemberi warna yang amat baik dalam tampilan Beliau sebagai khalayak justru mendapatkan keteduhan dari Beliau.seorang Menteri. Semoga keteladanan Beliau akan menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin Indonesia selanjutnya.Meskipun pandangan yang disampaikan di atas lebih sebagaipribadi, namun saya percaya itupun masih kurang dibandingkan Semoga Allah SWT menerima semua amal Ibadah almarhumahbanyak pemikiran dan perasaan lagi terhadap almarhumah. Bagi dan memberikan tempat yang terbaik baginya di peristirahatansaya, kepergian almarhumah mengurangi sebuah hal penting yang abadi.132
  • Kenangan berkesanbersama pemilik untaian Garnetyang selain indah juga menyejukkan hati darisahabatku “Endang Rahayu Sedyaningsih Mamahit”Hj. Endang Agustini Syarwan H.,S.IPAnggota MPR / DPR RI No. A - 237T ak terasa perjumpaan hangat dan bersahabat cepat kesehatan masyarakat Indonesia yang tersebar sampai pelosok berlalu untuk kepergian seorang sahabat Ibu Endang desa menuju Indonesia Sehat. Rahayu Sedyaningsih Mamahit yang sarat dengan ide-ide, ungkapan, perhatian dan keseriusan dalam memimpin dan Ditengah-tengah kesibukan yang padat kegiatan dan waktumengendalikan dengan cermat serta jeli menjalankan tugas dan yang terbatas, masih ada canda yang lucu yang bisa diungkapkankewajibannya sebagai seorang Menteri Kesehatan RI. seperti “....dalam dunia politik, hi...hi...hi rupanya politik ini begini to Bu. Saya itu kadang-kadang tidak terlalu cepat paham untukDiawali rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI dalam dapat membangun kinerja yang diinginkan dengan rekan-rangka membangun kerjasama pada sebuah misi mulia yaitu rekan di Komisi IX, ujar Ibu Endang. Iya Bu Endang, kami datangtentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, dan mewakili dari berbagai tempat ditanah air yang tentunyadengan berbagai persoalan yang menyertainya. membawa pesan masyarakat daerah pilihannya, tapi kalau tujuannya untuk kepentingan masyarakat, sebenarnya tidak adaJika bicara masalah kesehatan rasanya tidak pernah bisa usai masalah selama untuk kesehatan masyarakat yang lebih baik.karena semakin kita membahasnya maka semakin banyak pulatemuan yang harus dibenahi. Semakin hari semakin menarik untuk diceritakan yaitu bagaimana masyarakat dapat mengupayakan pencegahan terhadapDari persoalan yang dihadapi, sosok Ibu Endang Rahayu S berbagai masalah kesehatan misalnya preventif, promotif, ASImenunjukkan itikat dan keiklasanannya yang tulus untuk sama- ekslusif, TBC, PHBS, Gizi buruk, mekanisme pelayanan yangsama mengatasi berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi. tidak berbelit-belit, Jamkesmas, Jampersal, Jamkesda, peliknya anggaran Pusat masuk kas daerah yang tidak mudah dan cepatDengan semangat kebersamaan yang tulus dan iklas selalu dapat terselesaikan.terpancar di wajahnya yang menyejukkan, sehingga kita yangmenghadapinya timbul simpati untuk sama-sama membangun Belum lagi tentang gudang obat untuk puskesmas, penyebaran 133
  • tenaga kesehatan yang belum merata dan belum ada Diperlukan terobosan yang berani karena kebenaran demiperencanaan strategis mulai dari kondisi sekarang sampai peningkatan kualitas SDM di masa depan yaitu dokter yangdengan yang akan datang. trampil, tepat, akurat dan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan, tetapi tidak membebani biaya yang seharusnya tidakPerlunya ahli gizi dalam setiap puskesmas dalam upaya preventif- terlalu perlu apalagi mahal, dan siap ditempatkan dimanapunpromotif, ahli lab untuk puskesmas karena masih banyak diseluruh pelosok tanah air Indonesia.masyarakat yang menderita TBC. Saya suka cerita kalau habis reses, sepanjang pengalaman saya,Masih ada lagi tentang Puskesmas sebagai pusat layanan beberapa kali mengadakan pengobatan gratis untuk masyarakat,kesehatan terdekat bagi masyarakat dengan model dan standar hampir tidak pernah ada yang tidak ingin berobat. Pasiennyayang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kecamatan dan macam-macam mulai sakit yang sederhana antara lain batukdesa. pilek, panas, sakit perut, kudisan, mata sampai dengan penyakit yang tidak menular yaitu pegel-pegel linu, darah tinggi, danBagaimana merumuskan konsep yang betul-betul pas untuk kencing manis.RSUD sebagai RS Rujukan serta standar yang diperlukan untukmeningkatkan kompetensi tenaga kesehatan yang berkualitas, Dan setiap habis diperiksa dokter dan diberi obat, pasienhandal dan dapat dijadikan patokan oleh setiap pimpinan daerah tersebut belum mau beranjak pulang, usut diusut yaitu “pastiPropinsi, Kabupaten/kota, dikarenakan masih terjadi perbedaan ujung-ujungnya minta disuntik, kalau belum disuntik tidak mauidealnya pemenuhan tenaga kesehatan. pulang..... Saya bilang kasihan ya orang ndeso, tidak mengikuti perkembangan kesehatan, mati urip pokok’e suntik.Masih adanya kesenjangan gaji perawat, bidan, dokter umum,dokter spesialis, dokter gigi dan ahli-ahli kesehatan lainnya yang Mendengar itu Ibu Endang sampai kepingkelan tertawa, denganberbeda dan belum terstandar komentarnya “Aduh Bu, saya (Ibu Endang Rahayu sebagai MenKes) mendengarnya geli, lucu tapi menyedihkan danSebanyak itu program dan kebijakan dalam menjalankan kebangetan dan ini tantangan bagi kita semua.fungsinya sebagai pelayanan kesehatan tapi sepertinya takmenyurutkan semangat juang Ibu Endang dalam mengurai Terus saya jawab, “ Nah ini Bu Endang tantangannya yangdan mengurusnya dengan telaten, teliti, cerdas dan penuh masih ada di tengah-tengah kemajuan ilmu kedokteran,persahabatan kepada siapapun. Ibu Endang sungguh luar biasa padahal obat dan pengobat sudah menyerbu masyarakatkuat dan tegarnya dalam menghadapai beban yang luar biasa Indonesia mulai dari Cina, India, Korea, Jepang, Malaysia,berat dan mulia itu. Singapore sampai dengan kelas mbah dukun dalam menangani penyakit yang sederhana termasuk yang bisa memanjangkan,Masih banyak perhatian yang harus dicurahkan yaitu tentang membesarkan, mengencangkan, membuat “alat kelamin laki-kolegium, UKDI, bagaimana fungsi-fungsi dari kedua institusi itu laki” itu menjalankan fungsinya baik yang halal ataupun haram.seharusnya memberikan kontribusi yang cepat, cerdas,handal He…he…he kita berdua tambah kepingkalan, lucu tapi itulahdan bermartabat dalam mewujudkan SDM kesehatan yang dapat kenyataannya.dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang butuh pertolongan.134
  • Hal itu membuat Ibu Endang ketawa sangat geli banget. Aduh Masih ada lagi yang menarik yaitu cerita dan pengalaman yangPR kita banyak sekali ya Bu. Ya sudahlah kita harus tetap optimis paling banyak memerlukan perhatian dan pemikiran ialah BPJSdan melangkah maju untuk memberikan yang terbaik bagi Kesehatan 1 Januari 2014.pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia, sahut Ibu Endang. Disetiap kesempatan berjumpa sebelum rapat-rapat denganMasih ada lagi yang menarik dari setiap pertemuan yaitu tentang komisi IX selalu terselip kata-kata yang menunjukkan bahwa Ibususu formula, Asi eksklusif. Waduh hebohnya luar biasa, semua Endang sangat memperhatikan bagaimana menyiapkan konsepharus duduk bareng dan saling memberikan pertanyaan dan pelaksanaan BPJS 2014, aduh Ibu yang manis, hebat bangetjawaban tentang masalah susu formula. yah,….padahal saya tahu Ibu Endang sudah semakin merasakan sakitnya. Tapi sekali lagi hebat, tegar, kuat dan luar biasa, banyakWalaupun sampai sekarang yang sebenarnya itu seperti apa, anugrah dan kekuatan dari Allah SWT menyertainya untuksemua sirna tentang hasil penelitian produk susu formula. Ibu menjalankan amanah yang dipercayakan.Endang dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab karena dampaknya pada kesehatan anak. Kita sedih dan kehilangan sahabat yang telah kembali kepada sang penciptaNya.Tapi Bu Endang dalam menyikapinya menunjukkan sikapyang tegas dan apa adanya karena tidak ada kepentingan atau Tapi kita bangga dan menaruh simpati karena telah banyak sekalimembawa misi dari siapapun. Itu semua tersirat dari apa yang mewarnai keindahan untuk sebuah pelayanan kesehatan yangdisampaikan secara lugas dan bertanggung jawab dalam hal semakin mudah untuk dirasakan manfaatnya oleh masyarakatmenangani hal tersebut diatas, termasuk seabrek persoalan semua.kesehatan yang membentang di hadapannya. Tapi ada kesan yang amat dalam saya dan dr. Surya dapatBu Endang sebagai nakhoda Kemenkes bersama seluruh awaknya mendampingi Ibu Endang saat menghembuskan nafasdan sesuai dengan keahliannya masing-masing selalu siap terakhirnya untuk menghadap sang Khalik.dan tanggap dalam menangani berbagai persoalan kesehatanmasyarakat untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia yangcerdas, sehat dan bahagia. 135
  • Kenangan terakhir kami makan siang bersama rombongan setelah Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih Mamahit meresmikan rumah sakit pendidikan di UMM Malang ………136
  • Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati. Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti. Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan. Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.Doa yang tak pernah putus untuk seorang sahabat Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih Mamahit, ijinkan Ya Allah ia menjadi hambamu yang khusnul khatimah dan ahli surge disisiMU. Imajinasimu yang cerdas, cerdik dan bijak tetap lestari walau kau telah tiada, itulah sejatinya dalam memberikan andil dalam pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang sangat berarti. Dan Keluarga yang di tinggalkan diberi kekuatan iman, ketabahan dan keiklasan oleh Allah SWT. Selamat Jalan Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih Mamahit. Salam persahabatan, Hj. Endang Agustini Syarwan H.,S.IP Anggota Komisi IX DPR-RI 137
  • 138
  • Big CondolanceKamel SenouciDirector SIVACThis is really sad. I am really sorry for that.She was a so good Minister. It is a sad day for all of us.Please find attached some Allah yaddam l’ajjar.pictures. Only God decides. 139
  • 140
  • I’ll remember Dr. Endangas a scientist and politicianBrad GessnerI first met Dr. Endang during our work together on the six year Group on Immunizations (ITAGI), where I was invited to attendLombok Hib vaccine trial, for which she served as the primary the first session of the newly created group. Later, in her positioninvestigator. From the start it was clear that Dr. Endang planned as Minister of Health, Dr. Endang provided support to the ITAGIto be a hands-on PI, and her clear grasp of the scientific issues and to the collaboration between the ITAGI and my organizationhelped this study become recognized as one of the most (AMP) through the SIVAC Project. The last time I saw her was latecomprehensive and important vaccine trials ever conducted. Data in 2011 when we met to discuss the future direction of the ITAGI.from this trial have been included in over a dozen manuscripts, At that time, I thought that Dr. Endang looked as young andincluding three in the The Lancet, and have helped inform global energetic as the first time I met her, which everyone can see inopinions on pneumonia, vaccines, and infant mortality. Her keen the attached picture.political acumen helped guide the trial through some trickytimes, including the Asian financial crises, the fall of the Suharto I’ll remember Dr. Endang as a scientist and politician, but also asgovernment, the rise of anti-vaccine NGOs, and rioting on a strong defender of Indonesia and the rights of Indonesia in theLombok Island itself, all good training for her eventual position world, a tireless supporter of public health and the underserved,as Minister of Health. and not least as a friend. The world will be a poorer place for her passing, but I feel privileged to have known her for the time thatWe worked together again on the Indonesian Technical Advisory she was given on this earth. 141
  • 142
  • One More Ibu Endang StoryRobert TildenBack in my Michigan days, I taught a course called international The fourth question was how to catch up with Jakarta.  I toldcomparative health care systems.  It was a course that had them to try and hire Ibu Endang for Wayne County Healthbeen designed by Jan DeVries, but after his death I re-vamped Department.  There was some serious discussion, but becauseit a bit to include some information technology, and also she was not a citizen they did not pursue it.political economy, lectures.  In 1991 I made the comment in anintroductory lecture, that Jakarta had a lower infant mortality The fifth and final question was why were the Internationalrate (it was about 24) than Detroit (32). Public students from Michigan out performing the American public health students.  I told them, that the internationalAfter return from a trip to Vietnam and Nepal, I found a very students realized that they needed to change policy,official letter on my desk, requesting that I come before the and domestic students were trying to fit into the existingstate legislature and explain the comment that I had made in structure as they thought the US health care system was fine.class (news travels faster than me sometimes) - that afternoon. I drove to Lansing (about 150 km from A2) in jeans and flannel I thought about Soeharto and Endang on the trip back, andshirt as I did not have time enough to go home and put on a laughed to myself when I pulled into the school parkingsuit. lot at UofM, thinking that when the federal funding for our program dried up (scheduled for that year), that weThe first questions first concerned the validity of my claim.  I probably wouldn’t get state funding to cover the difference,showed them the data from Indonesia. The second question and immediately started looking for a state side job.was how did they do it.  I said evidence based planning. So she really did a lot all of her career.  A first class public healthThe third question was about the public health education in development officer, a world class researcher, and a belovedIndonesia as compared to the US.  I explained that the person leader of the Ministry of Health.  Thank you ibu Endang.responsible for the policy (Dr. Soeharto W {Kakanwil}, andDr. Endang) had both been trained in the US. Soeharto W at Unfortunately the infant mortality rate of Detroit is still above 25. (aMichigan, Endang at Harvard. urban DBK in the rust belt of the US). ndut 143
  • 144
  • Selalu Menyediakan WaktuSiti IsfandariLibangkes“Saya sangat bersyukur dapat menjadi salah satu teman ibu serius menerangkan boleh dengan syarat identitas harus rahasiaendang. Awalnya saya memandang ibu endang sebagai orang dan dikerjakan tim pusat. Namun dari hati ku yang terdalam, sayapandai, tempat konsul ilmiah dan saya selalu menghormatinya. sangat berterima kasih ibu endang mengijinkan saya membantuBagiku ibu endang benar2 berjiwa pendidik. Selalu menyediakan menuliskan bukunya sembari ibu endang bertutur. Saya selaluwaktu untuk memberi saran ilmiah. Konsultasi ilmiahku yang mengingingkan agar pertemanan ku dengan ibu endangterakhir saat ibu endang “cuti” rawat dari RSCM. Saya tanya dapat berlangsung lama. Dan saya berterima kasih ibu endangapakah di riskesdas 2013 boleh memeriksa HIV Aids. Ibu Endang menyediakan waktunya utk pertemanan kami.” 145
  • 146
  • @ NEWSKamis, 26/04/2012 sesuatu dengan jelas.Menkes Endang:Pengangkatan dan Ketenangannya yang luar biasa menghadapi masalah memang patut diacungi jempol. Karena sifat tenangnya itu, ia tegarPengunduran Diri dalam menghadapi kontroversi saat namanya ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu II ( (2009-2014)yang Tak Biasa menggantikan Siti Fadilah Supari.Irna Gustia - detikHealth Namanya memang muncul di menit-menit terakhir kala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencari ‘pembantu’ untuk jabatanJakarta, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih secara Menteri Kesehatan. Profilnya tidak masuk dalam bursa calonresmi telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya per menteri karena waktu itu Presiden SBY sempat akan menunjuk26 April 2012. Saat diangkat menjadi menteri ia disorot tajam, Nila Moeloek sebagai calon Menkes.begitu juga saat mundur dari jabatannya. Tapi kemudian terjadi perubahan yang begitu cepat saat PresidenMenkes Endang saat ini tengah berjuang melawan penyakit mengumumkan sendiri di Istana Negara tanggal 21 Oktoberkanker parunya yang sudah masuk stadium 4. Setelah dijenguk 2009 jam 22.00 tentang susunan kabinetnya yang didalamnyaPresiden SBY pada Kamis siang tadi (26/4/2012), Menkes tiba-tiba ada nama Endang Sedyaningsih.mengatakan akan konsentrasi menjalani pengobatannya danPresiden menyetujui pengunduran dirinya. Penunjukannya yang begitu mendadak, memunculkan dugaan- dugaan tak sedap, yang salah satunya Endang disebut sebagaiMenkes Endang adalah sosok yang pembawaannya tenang, titipan AS karena pernah bekerja di lembaga penelitian Namruramah, suka tersenyum dan punya kemampuan menjelaskan milik AS. Tak tanggung-tanggung mantan Menkes sebelumnya, 147
  • Siti Fadilah Supari yang mempertanyakan kenapa bekas anak Kementerian Kesehatan hanya selama 2,5 tahun.buahnya itu yang menjadi penggantinya. Menkes Endang boleh jadi adalah menteri yang pengangkatanSiti kala itu sempat mengatakan pernah mencopot jabatan dan pengunduran dirinya tak biasa. Semoga cepat sembuh IbuEndang sebagai sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi Endang!dan diturunkan menjadi peneliti madya dan naik lagi menjadipeneliti utama pada Agustus 2008 karena dugaan terlibatpenelitian virus dengan AS, meski hingga kini tudingan itu sulit Marzuki Alie, Ketua DPR: Menkes Orang Baikdibuktikan. dan JujurMendapat sorotan yang tajam dari publik dan bekas ‘bosnya’ takmembuat Endang ciut. Baginya jabatan sebagai Menkes adalahamanah yang harus dipertanggungjawabkan pada rakyat. Tak Kristian Ginting , Liputan6.com, Jakartaambil pusing dengan kontroversi pengangkatannya sebagaiMenkes, Endang terus bekerja. Kepergian Menteri Kesehatan nonaktif Endang Sedyaningsih yang begitu cepat menyisakan duka dari berbagai kalanganLambat laun, publik pun mengakui bahwa ia sosok yang pantas salah satunya Ketua DPR Marzuki Alie. Semasa hidup, menurutmenjabat sebagai Menteri Kesehatan bukan orang yang disorot Marzuki, Endang merupakan sosok yang baik jujur.karena kontroversinya saat ia ditunjuk menjadi Menteri. “Beliau orang baik dan jujur, serta bertanggung jawab. KitaPublik pun lupa dengan kontroversi pengangkatannya saat kehilangan orang baik,” kata Marzuki lewat pesan singkat yangmenjadi menteri. Tapi tiba-tiba pada Oktober 2010 publik diterima Liputan6.com di Jakarta, Rabu (2/5).dikejutkan lagi dengan berita Menkes yang menderita sakitkanker paru stadium 3. Kanker yang memang sulit dideteksi ini Endang mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Ciptobaru ketahuan saat ia melakukan check up rutin pada Oktober Mangunkusumo, Salemba, Jakarta, akibat kanker paru-paru2010. stadium lanjut yang dideritanya.Namun dalam 3 minggu terakhir, Menkes terpaksa kembali Ucapan duka juga datang dari anggota Komisi IX DPR Rieke Diahdirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena Pitaloka. Ia berpendapat, sekalipun dalam beberapa hal dirinyamerasa tubuhnya nyeri. Kanker paru yang sudah diobatinya tak sepakat secara ideologi dengan Endang, ia tetap menaruhselama 1,5 tahun ternyata kambuh lagi dan sudah masuk hormat. Endang, imbuh Rieke, tidak pernah memperlihatkanstadium 4. dirinya sedang sakit.Menyadari kondisinya yang harus fokus untuk mengobati “Tetap tegar menjalankan tugas-tugasnya sebagai seorang Menkes,sakitnya, Menkes Endang pun akhirnya mengajukan termasuk selalu hadir saat diundang Komisi IX. Tidak lari daripengunduran diri kepada Presiden SBY per hari ini. Menkes masalah, misalnya soal kasus susu formula yang sebetulnya terjadiEndang menyumbangkan pikiran, waktu dan idenya di pada masa Menkes sebelum Bu Endang,” ucap Rieke.(APY/ANS)148
  • Linda Gumelar: Ical Terkesan denganMenkes Kesederhanaan MenkesSosok yang KuatLiputan6.com, Jakarta Riski Adam, Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkanMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda rasa bela sungkawanyanya atas wafatnya Menteri KesehatanAmalia Sari Gumelar mengatakan Menteri Kesehatan Endang nonaktif Endang Rahayu Sedyaningsih. “Semoga semua arwahRahayu Sedyaningsih yang meninggal di Rumah Sakit Cipto beliau, kesalahan beliau diampuni oleh Allah SWT dan semuaMangunkusumo, Rabu (2/5) sekitar pukul 11.41 WIB merupakan budi baiknya diterima dan ditempatkan yang baik,” ungkapnyasosok wanita yang kuat. di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (2/5).“Bu Endang adalah sosok wanita yang kuat,” kata Linda dengan Aburizal Bakrie mengaku terkesan dengan kesederhanaan danpenuh haru. Ia menjelaskan, meski Menkes telah lama mengetahui kerja keras almarhumah selama menjalankan tugas-tugasnya.dirinya mengidap kanker namun dalam kesehariannya tetap “Beliau pekerja keras. Sangat sederhana. Saya sangat terkesan,”menunjukkan ketegaran. “Beliau tetap menjalankan aktivitasnya kata Aburizal atau biasa disapa Ical ini. Saat ditanya soal penggantisebagai menteri dengan enerjik dan penuh semangat,” katanya. Menkes, Ical menengaskan memang perlu segera dilakukan penggantian untuk mengisi jabatan Menkes yang kosong.Bahkan, kata Linda, saat dirinya menjenguk Menkes beberapahari lalu, wanita kelahiran 1 Februari 1955 itu tetap menunjukkan Lebih lanjut Ical menjelaskan Endang datang ke kediamannyasemangat berjuang melawan penyakitnya. “Ibu Endang saat baru menjabat sebagai Menkes, untuk meminta saran dirinyamerupakan wanita inspiratif dan puteri terbaik bangsa, dia adalah selaku mantan Menko Kesra. Menurut Ical, sosok menkes dengansimbol wanita kuat dan selalu berjuang hingga akhir hidupnya.” kesederhanaannya merupakan contoh bagi semua orang. Ical mengatakan Golkar ikut berduka cita atas meninggalnya beliau.Linda juga menambahkan, sebagai perempuan yang juga pernah Dan mendoakan agar amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.mengidap kanker dirinya dan menkes selalu saling menguatkan.“Saya juga pernah mengidap kanker payudara beberapa tahun Menkes Endang Sedyaningsih dideteksi mengidap kanker paruyang lalu dan sekarang sudah sembuh, begitu tahu Ibu Endang sejak Oktober 2010. Pengobatan yang selama ini telah dijalanimengidap sakit kanker saya dan beliau saling memberi semangat.” oleh Menkes antara lain radiasi lokal dan bedah beku, tujuannya untuk mengobati kanker secara lokal serta meningkatkan dayaMenkes mengidap kanker paru sejak Oktober 2010. Pengobatan tahan tubuh. Tiga pekan lalu, Menkes mulai menjalani perawatanyang telah dijalani oleh Menkes antara lain radiasi lokal dan di RSCM karena merasa tubuhnya nyeri.(JUM)bedah beku tujuannya mengobati kanker secara lokal sertameningkatkan daya tahan tubuh. Tiga minggu lalu, Menkesdirawat di RSCM karena merasa tubuhnya nyeri.(ANT/JUM) 149
  • Menkes Sosok Agung LaksonoBerintegritas Tinggi Inspektur Upacara Pemakaman MenkesRochmanuddin, Liputan6.com, JakartaAnggota Komisi XI DPR Sumarjati Arjoso mengaku mengenal betul Liputan6.com, Jakartasosok Menteri Kesehatan nonaktif Endang Rahayu Sedyaningsih.Di mata Sumarjati, wanita yang pernah menjadi staf bawahannya Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksonoitu merupakan sosok berintegritas tinggi. “Dia pernah menjadi mengatakan dirinya akan jadi inspektur upacara pemakamanstaf saya waktu di Depkes DKI. Waktu itu dia pernah dinas ke Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. “RencananyaNTT (Nusa Tenggara Timur) jadi staf saya. Ia merupakan sosok saya memimpin upacara namun masih lihat perkembangannyaperempuan yang memiliki integritas tinggi,” ujar Sumarjadi saat nanti,” kata Agung Laksono di Jakarta, Rabu (2/5) siang.mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta,Rabu (2/5). Menko menjelaskan dirinya belum tahu waktu pasti pemakaman. “Belum tahu hari ini atau besok namun yang pasti keluarga inginMenurut Sumarjati, selain pintar Menkes juga sosok perempuan memakamkan di San Diego Hills, Karawang,” katanya. Agungyang rajin dan memiliki dedikasi tinggi. “Dia itu dulu di Dinas menambahkan dirinya sangat berduka. “Menkes putri terbaikDKI staf saya, orangnya rajin pinter dan penuh dedikasi,” ujar bangsa, dia orang yang sederhana dan berdedikasi tinggi kepadaanggota Fraksi Partai Gerindra itu. Sumarjati mengaku terakhir kali negara.”mengunjungi Menkes sepekan lalu. Bahkan, Menkes juga sempatmengaku kerap menolak proyek-proyek yang ditawarkan M. Menkes, tambah Agung, juga mempunyai perhatian yang besarNazaruddin, terpidana kasus wisma atlet. “Waktu itu sempat ngobrol terhadap pendidikan kesehatan. “Selama menjabat sebagaisama saya waktu di Depkes. Bagaimana menghindari Nazaruddin, Menkes, Ibu Endang punya atensi yang besar termasuk kepadakarena Nazaruddin kan banyak proyek-proyek, ya? Dia tidak mau,” korban bencana alam di seluruh Indonesia,” katanya. Diakenangnya.(APY/ANS) menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah tahu mengenai berita wafatnya Menkes. Menkes dideteksi mengidap kanker paru sejak Oktober 2010. Pengobatan yang telah dijalani Menkes antara lain radiasi lokal dan bedah beku tujuannya untuk mengobati kanker secara lokal serta meningkatkan daya tahan tubuh. Tiga minggu lalu, Menkes mulai menjalani perawatan di RSCM karena merasa tubuhnya nyeri.(ANT/JUM)150
  • Kisah Orang-orang Gunawan mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan sosok yang dikaguminya itu karena ia menjaga di luar kamar.yang Merawat dan Ia juga tidak terlalu mengikuti perkembangan kondisi Menkes yang dalam beberapa hari terakhir dikabarkan naik turun.Menjaga Menkes “Waktu digosipkan kritis, meninggal itu kita sama sekali nggakdi RSCM tahu. Malah tahunya dari wartawan. Saya juga heran, tahu dari mana sih orang saya yang tiap hari di sini saja tidak tahu,”lanjut Gunawan.AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Kesan yang lebih mendalam diutarakan oleh Imelda, petugasMenkes (detikHealth) keamanan wanita di RSCM Kencana yang kebetulan ikutJakarta, Kepergian sosok Menteri Kesehatan Endang mengangkat peti jenazah Menkes saat akan diberangkatkan keRahayu Sedyaningsih meninggalkan kesan tersendiri bagi rumah duka. Ia mengaku tidak pernah bertemu langsung selamabeberapa petugas di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Menkes dirawat tapi saat menjadi jenazah ia bersinggunganKencana tempatnya dirawat. Ada yang ikut sedih, ada juga langsung dengan menandunya. “Suatu kehormatan bagi sayayang merasa terhormat karena ikut mengangkat jenazahnya. ikut mengangkat jenazah seorang pejabat. Kebetulan ini juga pertama kalinya saya mengangkat jenazah,” kata perempuanKesedihan dirasakan oleh para petugas yang secara langsung bertubuh tegap yang juga baru sekali bertemu Menkesmenangani Menkes selama dirawat di ruang Kencana 2B saat meresmikan RSCM Kencana beberapa bulan yang lalu.RSCM Kencana. Novita, seorang petugas perawatan pasienmengaku sangat kehilangan karena dalam beberapa hari inidirinya sangat mengikuti perkembangan kondisi Menkes. 02/05/2012 17:20“Kalau sedih ya pasti sedih lah ya, saya yang menanganin tiap “Menkes Endang Sosok Sederhana”hari, saya yang mandiin tiap hari kalau pagi atau sore. Sejakkondisinya turun kemarin perasaan saya sudah agak gimana,tapi ya memang sudah begitu kondisinya,” kata Novita kepada Tim Liputan 6 SCTV , Liputan6.com, JakartadetikHealth, Rabu (2/5/2012). Endang Rahayu Sedyaningsih dikenal rekan-rekannya sebagaiBegitu juga yang dirasakan Gunawan, seorang petugas sosok yang cerdas dan sederhana. Namun, sejak menderita kankerkeamanan RSCM Kencana yang sehari-hari bertugas menjaga paru-paru, kondisi kesehatannya semakin menurun. Terakhirkeamanan di sekitar kamar rawat Menkes. “Indonesia berduka, sekitar sepekan lalu, sebelum akhirnya berpulang kembali keMas. Indonesia kehilangan sosok ibu yang ramah. Saya ketemu Sang Pencipta, Menkes sempat mengajukan pengunduran diribeliau waktu meresmikan RSCM Kencana, orangnya ramah,” tutur dari jabatannya ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Gunawan. Lahir 57 tahun silam, Endang Rahayu Sedyaningsih memangSelama Menkes dirawat karena kanker beberapa pekan terakhir, telah bertekad mendedikasikan dirinya di bidang kesehatan. 151
  • Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Endang Rahayu sejak beberapa bulan terakhir memangEndang sempat mengabdi di sebuah Puskesmas terpencil di menderita sakit. Kanker paru yang dideritanya membuat iaWaipare, Nusa Tenggara Timur, selama tiga tahun. harus menjalani perawatan intensif. Bahkan rasa nyeri yang terakhir ia rasakan, membuat Endang Rahayu harus dirawat diSiapa sangka beberapa puluh tahun kemudian, ia diangkat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden Yudhoyono di KabinetIndonesia Bersatu Jilid II. Menkes pun menyempatkan diri Endang Rahayu menyadari bahwa dirinya harus dalam kondisibernostalgia bertandang ke Puskesmas pertamanya. fisik yang prima untuk sanggup melawan kanker. Mereka yang menjalani radioterapi harus juga memiliki istirahat yang cukup danSambutan warga Waipare sangat meriah. Bahkan upacara adat menghindarkan diri dari kemungkinan terkena infeksi sekunder.digelar untuk Menkes dan suaminya. Lengkap dengan foto-fotomasa muda Menkes saat menjabat menjadi kepala Puskesmas. Inilah yang membuat Endang Rahayu merasa tidak mungkinFoto-foto yang langsung membuat Menkes tersentuh. lagi menjalani tugas sebagai menteri. Saat ia harus dirawat di RSCM sekarang ini praktis semua tugas sebagai menteriDi mata rekan-rekannya, ibu tiga anak ini dikenal sebagai sosok tidak bisa ia laksanakan dan tanggung jawab kementerian iasederhana dan tetap giat bekerja meski kondisi fisiknya makin serahkan kepada wakil menteri.menurun. “Orangnya tidak pernah marah,” kata Menko KesraAgung Laksono. Kita memang melihat bagaimana banyak orang menjadikan jabatan sebagai segala-galanya. Bahkan ketika dirinya tidakPuncaknya 26 April lalu, Menkes mengajukan surat pengunduran banyak memberi manfaat kepada organisasi, tetap saja jabatandiri dari jabatannya kepada Presiden. Tak ada yang menyangka itu ia genggam begitu kuatnya. Lebih ironis lagi ketika orang itujika kemundurannya menjadi tanda-tanda ia akan kembali sudah jelas-jelas menjadi beban bagi organisasinya. Ketika iakepada Sang Pencipta untuk selamanya.(ULF) terlibat dalam kasus yang secara moral membuat dirinya sudah kehilangan integritas, tetap saja ia coba pertahankan jabatanHormat pada yang ada pada dirinya.Endang Rahayu Kita sering mengatakan bahwa bagi sebagian bangsa ini, jabatan dianggap sebagai hak istimewa. Dengan pemahamanMetro View | Minggu, 29 April 2012 WIB “power is privilege”, maka sering kita melihat jabatan ituSuryopratomo diperlakukan secara berlebihan demi kepentingan diri atau kelompoknya.MENTERI Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih tanggal 26April lalu menyampaikan pengunduran diri sebagai pejabat Kita perlu membangun tradisi agar tidak terus terjebaknegara kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Endang pemahaman yang keliru itu. Kekuasaan jangan dilihat sebagaiRahayu mengajukan permohonan untuk mundur sebagai hak istimewa, tetapi justru harus dianggap sebuah amanah.menteri karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan lagi Ketika kita diberi kekuasaan, maka kekuasaan itu harus bisadirinya mengemban tugas kenegaraan. dipergunakan untuk kemaslahatan banyak orang.152
  • Apalagi di dalam sebuah sistem demokrasi, kekuasaan menerimanya dan akan menaikkan status sosialnya.seharusnya bersifat egaliter. Bukan sesuatu yang bersifatfeodal, sehingga membuat orang yang memegang Status sosial itu bukanlah sesuatu yang harus dikejar, tetapikekuasaan selalu diminta untuk dipuja-puji dan dihormati otomatis akan diberikan rakyat kepada pejabat yang telah bekerjaoleh rakyatnya. dan memberikan yang terbaik untuk negara. Kehormatan itulah yang pantas kita berikan kepada Endang Rahayu yang selamaKita bersyukur bahwa di tengah begitu banyaknya orang tiga setengah tahun telah bekerja untuk negara, di tengah sakityang menjadikan kekuasaan sebagai segala-galanya, ada yang ia derita.orang seperti Endang Rahayu yang melihat kekuasaanseperti apa adanya. Ia tahu bahwa di balik kehormatan dari Endang Rahayu melupakan kesakitan pada dirinya, demisebuah kekuasaan itu ada tanggung jawab, noblesse oblige. panggilan tugas negara. Ketika dirinya merasa tidak sanggup lagi untuk melaksanakan tugas, ia mengembalikan jabatan ituEndang Rahayu mengajarkan kepada kita bahwa tidak kepada negara. Sikapnya ini telah melahirkan tradisi baik bagibisa kita hanya mau menikmati kehormatan dari sebuah bangsa dan negara.kekuasaan. Ketika tanggung jawab yang melekat padakekuasaan itu tidak bisa dijalankan dengan baik, maka lebih Sosok Menkesbaik kekuasaan itu dikembalikan agar bisa dijalankan olehmereka yang lebih mampu.Kita sungguh memberikan penghormatan yang tinggi Abadi di Mata Anggota Komisi IXkepada Endang Rahayu yang telah memberikanpembelajaran yang luar biasa kepada bangsa ini. Ia telahmenunjukkan diri sebagai pribadi yang tidak takut untuk Oleh: Agus Rahmatkehilangan jabatannya. nasional - Jumat, 27 April 2012Teladan yang diberikan Endang Rahayu diharapkan bisa Mundurnya Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih,menular kepada lebih banyak warga bangsa ini. Terutama membuat Komisi IX DPR kehilangan. Sebagai rekanan kerja,kepada mereka yang gila kepada kekuasaan dan mau Endang dinilai kooperatif.menggadaikan harga dirinya demi sebuah jabatan. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR NovaBagi mereka kekuasaan dianggap sebagai status sosial yang Riyanti Yusuf. Nova mengaku, Menkes Endang sangat brilianbisa meningkatkan harkat mereka. Padahal bintang itu dan cerdas. “Saya merasa sangat kehilangan sosok cerdas yangselalu ditaruh di pundak, agar kita sadar bahwa itu adalah open-minded seperti bu Menkes Endang. Karena beliau adalahbeban yang harus dipikul. Apabila kita bisa menjalankan Menteri yang mendukung RUU Kesehatan Jiwa,” kata Nova saattugas dan tanggung jawab yang diberikan, baru kita akan dihubungi, kamis (26/4/2012).bisa mendapatkan tanda kehormatan yang akan disematkandi dada. Itulah yang bisa membanggakan mereka yang Menurut anggota Fraksi Partai Demokrat ini, sosok Endang 153
  • selalu mengakomodir masukan-masukan terhadap Kementerian di tengah kondisi yang enggak prima, saat raker sejauh apa yangyang dia pimpin. “Pasti diakomodir oleh bu Menkes Endang kami lihat yang bidangi kesra, itu dedikasi Menkes sangat kitaseperti tidak membubarkan Direktorat Bina Kesehatan Jiwa apresiasi, harapkan cepat sehat, banyak yang sudah dihasilkanbulan Februari 2012, peningkatan pelayanan hotline service produk legislasi bersama,” pungkasnya.pencegahan bunuh diri,” katanya.Bahkan, Direktorat Kesehatan Jiwa juga mendapat kenaikan Nova Riyanti: Saya Kehilangananggaran hingga 5 kali lipat. “Saya berharap bu Menkes akansegera pulih dan kuat menjalani proses terapi,” katanya.[jat] Sosok Cerdas MenkesKondisi Sakit, Tribunnews.com - Kamis, 26 April 2012Menkes Endang Sering Anggota Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf mengaku sangat kehilangan sosok cerdas dan open-minded yang dimiliki MenteriRapat Sampai Malam Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih. Hal itu terkait kabar mundurnya Menkes dari kabinet SBY karena sakit kanker paruTribunnews.com - Jumat, 27 April 2012 kronis.Kondisi Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih “Saya merasa sangat kehilangan sosok cerdas yang open-mindedmengalami sakit kanker paru. Ia pun harus rela dirawat di RSCM. seperti bu menkes Endang, karena beliau adalah menteri yangTerkait hal tersebut, Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan memiliki mendukung RUU Kesehatan Jiwa, artinya meningkatkan daripengalaman tersendiri dengan Menkes. Meski sakit, Menkes sebatas PP dari Undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahundiketahui sering rapat hingga larut malam. 2009 menjadi sebuah entitas UU yang berdiri sendiri,”kata Nova kepada Tribunnews.com, Kamis (26/4/2012).“Beliau sering sampai malam dan melelahkan, penuh dinamika,dan sempat menjadi pro kontra di masyarakat, tetapi dengan Perjuangan kata Nova masih panjang dan dirinya akankesungguhan hati Menkes, kami sangat terkesan, kontribusinya meneruskan perjuangan Menkes terutama soal kesehatan jiwa.sangat bagus,” ujar Taufik dalam pesan singkatnya kepada “Beliau juga mendukung dengan hadir pada peluncuran bukuTribunnews.com, Jumat(27/4/2012). saya, (kumpulan esei tema kesehatan jiwa), atas nama jiwa, yang saya dedikasikan untuk memperingati Hari Kesehatan JiwaSebagai mitra di Komisi IX DPR, kata Taufik, Menkes patut Sedunia 2011,”jelasnya.diapresiasi atas kerjasama yang baik. Di tengah kondisi yangtidak prima lanjut Taufik, dedikasi Menkes Endang tetap tinggi. Nova pun sedikit mengenang cerita dengan Menkes. Bahwa lanjut Nova, apa pun masukannya terkait kesehatan jiwa pasti“Kita bisa pahami dalam situasi dalam kesehatan bu Menkes, diakomodir oleh Menkes, seperti tidak membubarkan Direktoratmitra di komisi IX DPR apresiasi atas kerjasama baik di DPR, beliau Bina Kesehatan Jiwa bulan Februari 2011, peningkatan pelayanan154
  • Hotline Service Pencegahan Bunuh Diri, anggaran direktorat bina dalam dan luar negeri selama kurang lebih satu setengah tahun.kesehatan jiwa juga bisa naik 5 kali lipat. Pengobatan yang selama ini dijalaninya antara lain radiasi lokal dan bedah beku.“Dan lain-lain kerewelan saya demi peningkatan pelayanankesehatan jiwa di Indonesia. Saya berharap bu Menkes akan Serangan kanker merupakan hal yang sangat tidak terduga,segera pulih dan kuat menjalani proses terapi,”ujarnya. menarik yang disampaikan Prof dr Hadiarto Mangun Negoro, SpP (K), “Menderita kanker termasuk kanker paru itu seperti mendapat lotre. Kita tidak tahu apakah kita akan mengalaminyaPrayitno Ramelan. atau tidak,” katanya kepada Sindo. Banyak yang mengatakanSebuah Kisah bahwa kanker paru lebih disebabkan karena merokok.untuk Ibu Endang Nah, penulis ingin menyampaikan informasi, apakah seseorang yang terkena kanker bisa sembuh? Atau apakah pemberitahuandalam Berjuang terkena kanker merupakan lonceng kematian yang ditabuh? Penyakit kanker seperti dikatakan Prof Hadiarto tidak kita ketahuimelawan Kanker akan mengalaminya atau tidak. Beberapa orang terdekat penulis mengalami serangan kanker dan atas berkat Allah, mereka bisaOPINI | 27 April 2012 sembuh.Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Kesehatan sudah Pertama, orang terdekat penulis yaitu Ibu kandung, kini sudahbeberapa waktu diberitakan terkena   kanker paru-paru. Beliau berusia 92 tahun, Alhamdulillah masih sehat. Sekitar 12 tahunkemudian mengajukan pengunduran diri kepada Presiden SBY yang lalu beliau mendertita sakit perut, dan setelah diperiksadari jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB-II). Presiden di RS, beliau dinyatakan positif terkena kanker kandungan padakemarin setelah menjenguk beliau menyatakan persetujuannya, stadium tiga. Kemudian oleh dokter dilakukan kemoterapi.agar Menkes dapat berkonsentrasi menjalani pengobatan. Penulis tidak tega melihat Ibu tercinta yang kemudian mendertia kesakitan, dibagian pinggangnya terdapat memar biru danUntuk sementara sebagai pelaksana harian dalam menjalankan rasanya sakit, sehingga beliau harus dipapah. Mendadak setelahtugas Menkes, Presiden kemarin langsung menunjuk Wakil dua bulan di kemo, si Ibu mengatakan ingin berhaji. Kami semuaMenkes Ali Gufron Mukti. Presiden sangat menghargai kegigihan terkejut, bagaimana dengan kondisi demikian beliau berangkat?pembantunya tersebut, yang tetap menjalankan fungsinyawalau pada saat sudah terkena penyakit mengerikan tersebut. Karena keinginan kuat, dan beliau sebagai wanita yang “lugu” atau polos mengatakan akan memohon kepada Allah di MekkahIbu Endang telah dirawat selama hampir tiga minggu, dan katanya. Kami ikhlaskan kalau toh Allah menentukan apapun bagisaat ini   sedang menjalani perawatan rehabilitasi medis dan beliau. Selama di Mekkah, beliau terus dengan tekun dan yakinfisioterapi serta menggunakan alat bantu untuk asupan berdoa sambil minum dan membasuh dengan air zam-zam. Padamakanan dan minuman. Menkes di deteksi mengidap kanker saat tawaf beliau dipikul mengelilingi Kabah. Yang terjadi, setelahparu sejak Oktober 2010 dan telah menjalani pengobatan baik di selesai berhaji, beliau kembali ke tanah air dengan keadaan sehat 155
  • walafiat. Dokter yang memeriksa juga terkejut, kankernya hilang. Dengan segala upaya, si cucu tersayang tadi, yang benjolanKami percaya bahwa Allah memberikan kesembuhan karena ditubuhnya ada 32 benjolan dibawa ke Belanda. Disana diakeyakinan dan semangat beliau serta kepasrahan dan ketulusan menjalani pengobatan, diinfus dengan radioaktif, dan selamamenghadapi ujian Allah. Alhamdulillah. lima hari dirawat dalam ruangan anti radiasi, karena tubuhnya mengeluarkan radiasi. Sebulan cucu ini di Belanda, dan ternyataKedua. Pada tahun 2000, cucu pertama penulis dilahirkan, dari 32 benjolan, yang 25 buah mengempis, tersisa sekitardengan perasaan berbunga-bunga, mendadak saat berusia delapan buah. Si jagoan itu kami bawa pulang dan Alhamdulillahsebulan, ada benjolan diantara dua matanya. Dokter di sebuah kini dia berusia 12 tahun dan bisa sekolah, walau perlu mendapatRS di Jakarta menyatakan bahwa cucu penulis terkena tumor bantuan tehnis.atau kanker. Oleh penulis dibawa ke Singapura. Pada saat berusiatiga bulan, perutnya di operasi dan dikeluarkan daging sebesar Yang menarik, pada suatu hari, saat si cucu masihbola golf. Setelah diperiksa, oleh dokter dinyatakan terkena dirawa,   datanglah   seorang Pastor yang sudah demikian tuatumor neuroblaskoma, tumor syaraf. Penulis dan keluarga menemui anak dan isteri penulis di Rumah sakit di Belandamenjadi panik. itu. Beliau menyerahkan uang yang merupakan sumbangan dari jamaah sebuah gereja yang terletak sekitar 200 km dariOleh dokter di Jakarta dinyatakan bahwa paling lama hanya RS. Katanya sang Pastor itu mendengar ada anak Indonesiabertahan enam bulan. Kami bertambah panik, karena setelah dalam perawatan tumor ganas dan didengarnya kekuranganitu tumbuh benjolan-benjolan di sekujur tubuhnya. Pada saat biaya untuk membayar RS. Memang biayanya cukup mahal,itu penulis mencoba mencari upaya pengobatan segala macam dan seberapapun besarnya bantuan itu, penulis semakin sadarcara. Beberapa tidak realistis. Hingga pada suatu hari penulis bahwa tangan Tuhan berada di sana.bertemu seorang ulama dari Mataram yang pandangan batinnyademikian dalam. Beliau menyadarkan penulis, “Bahwa penyakit Tidak bisa dibayangkan, kami dari keluarga muslim, mendadakberasal dari Allah, karena itu mohonlah kepada Allah untuk diberi bantuan uang untuk membayar RS oleh Pastor yangkesembuhannya.” mewakili jamaahnya yang Kristiani. Hanya kebesaran Allah yang dirasakan keluarga kami. Rasa terharu kami semakin bertambah,Penulis dengan keinginan yang sangat kuat, mulai bertarung karena Pastor yang sudah cukup tua itu menyetir mobilnyadengan maut berebut nyawa si cucu. Penulis menjalani semua sendiri dalam menuju ke RS. Alhamdulillah Ya Allah.perintah Allah dengan lebih tekun, setiap malam melaksanakan Nah, dari dua kisah yang menyentuh penulis, apa pelajaran yangsholat Tahajud, menangis memohon kepada Allah agar diberikan bisa kita ambil. Benar bahwa penyakit seberat apapun itu, untukjalan kesembuhan dan dipanjangkan nikmat panjang umur kesembuhannya hanya dari Allah. Memohonlah kepadaNYAkepada cucu yang dilahirkan pada tahun “Naga Emas” itu. dengan keyakinan penuh, ikhlas dan pasrah dan percaya. Kita pasrahkan keputusan kepada Yang Maha Kuasa, apapun itu.Penulis menghentikan pengobatan alternatif, dan benar-benar pasrah kepada Allah. Ternyata Allah mengabulkan Khusus kepada Ibu Endang, semoga Ibu membaca tulisanpermohonan penulis. Suatu hari kami bertemu seorang dokter yang sederhana ini. Apapun keputusan Allah, mari kita terimayang mengatakan bahwa di Belanda ada percobaan pengobatan dengan ikhlas. Tetapi percayalah Bu Endang, persoalan Ibutumor Neuroblascoma, disebutkannya MIBG. bukanlah soal medis belaka yang penulis yakin, Ibu dan semua156
  • dokter yang merawat sangat memahaminya. Penulis hanya bisa mencopotnya, benar-benar berita luar biasa. Semoga ibumenyampaikan kisah ini, dimana penulis pernah ikut tersentuh cepat sembuh sehingga pengabdian pada negara dan bangsapada saat itu dan merasakan kegalauan dan kekhawatiran Dapat diteruskan walau tidak sebagai menkes tetapi ibu rumahyang sangat. Tetapi penulis bersyukur,   pada akhirnya   Allah tangga biasa.menentukan yang terbaiknya bagi kami. Lalu bagaimana dengan hiruk pikuk kisah tes kesehatan setelahSelamat berjuang Bu Endang, selaku pribadi penulis ikut anjangsana Ke Cikeas paripurna … apakah ini semua hanyamendoakan, jangan menyerah, tabah, ikhlas tetapi tetap yakin. sandiwara komedi belaka? Rasanya tidak juga apalagi kan bisa sajaItu sebuah ujian dari Allah, tinggal bagaimana kita menyikapinya. waktu diperiksa sehat-sehat saja, Tetapi setelah waktu menjabatTerimalah simpati dari penulis. Salam hangat. tiba, banyak kerja, belum lagi tekanan jiwa Karena mungkin tahu ada banyak yang tidak beres tapi dibuat tidak berdaya, Kanker yang dulu jinak-jinak saja sekarang tiba-tiba saja ikut aktifTri Budhi Sastrio meraja-lela. Yah … itulah rona kehidupan manusia, sakit dan sehat kadang misteri juga Walau kadarnya tidak setinggi hidup matiMenteri Kesehatan manusia yang tak terduga-duga. Sekali lagi ibu menteri melalui catatan sederhana disampaikan langsung saja Ikut prihatinyang Tidak Sehat pada sakit ibu semoga jalan untuk sembuh sudah ada tersedia Sehingga tinggal dicari oleh pakarnya dan kemudian ibu kembali bisa tertawa.REP | 28 April 2012 Kompasiana Yang menjadi istimewa luar biasa karena tampaknya ibulahJudul ini rasanya memang kurang pas, kurang tepat dan menteri pertama yang berani mengajukan pengunduran dirikurang mengena. Mengapa? Karena tidak ada jaminan menteri karena menganggap beban kerja tidak mungkin diselesaikankesehatan pasti sehat adanya. Sehat itu milik siapa saja begitu dengan kondisi tidak prima, padahal sebelumnya hanya ada duajuga dengan sakit, dapat menimpa siapa saja. Menteri kesehatan penyebab seorang menteri tidak lagi duduk enak dikursinya.tidak terkecuali, beliau dapat sangat sehat tetapi dapat juga Yang pertama dicopot oleh kepala negara yang kedua karenaSangat sakit seperti yang menjadi berita di banyak media di ajal telah tiba. Lain dari itu … ha … ha … ha … nyatanya banyaktanah air tercinta. menteri tenang-tenang saja.Endang Rahayu Sedyaningsih adalah menteri kesehatan Meski tak becus unjuk tampilannya, walau banyak kerja takpertama di ini negara Yang menyatakan berterang dan langsung beres hasilnya. Bahkan yang lebih parah, sudah jelas jelaspada kepala negara bahwa dirinya Mengajukan pengunduran diusir tanda dan naga-naganya, Eh malah dengan banggadiri dengan alasan kanker paru yang dideritanya Benar-benar berkata saya tetap menjalan tugas-tugas negara Karena kepalatidak memungkinkan dirinya menjalankan tugas-tugas negara. negara tak bilang apa-apa, wah benar-benar tebal mukanya.Kalau ini berita datang dari mancanegara rasanya tidak perlu Lebih parah lagi sudah jelas-jelas penyebab kekacauan berada diterkejut segala. Tetapi karena datangnya dari tanah air tercinta pundaknya, Bukan cuma tetap tenang duduk dikursi jabatannya,yang tradisi para menterinya Baru mundur jika kepala negara malah dengan garangnya Menghakimi sejumlah bawahannya 157
  • sebagai biang kerok bencana dan petaka. Kemudian yang dari berbagai kalangan karena jarang sekali menteri yanglebih hancur keadaannya, sudah jelas-jelas dialah sutradara legowo menanggalkan jabatannya. Sikap seperti itulah yangDi balik semua rencana korupsi dan kasus suap menyuap di harus dicontoh,” tegas pengamat politik, Jeirry Sumampow, saatkementeriannya, Bukan saja tetap aman di kursinya tetapi juga dihubungi Koran Jakarta, Minggu (29/4).tidak tersentuh aparat negara. Jeirry menjelaskan tidak mampu menjalankan tugas bukanMundur karena kesehatan sudah bukan main hebat luar hanya disebabkan sakit. Menteri-menteri yang tidak berhasilbiasanya di ini negara, Apalagi kalau mundur karena merasa mencapai target yang telah ditetapkan Presiden atau menteri-bertanggung jawab pada anak buahnya. Di negeri para orang menteri yang tidak optimal bekerja karena terkontaminasi olehbuta, orang bermata satu dapat menjadi raja penguasa. kepentingan parpolnya juga masuk kategori tidak mampuDi negara yang mundur bukan tradisinya, ada menteri mundur menjalankan amanat Presiden. Yang bersangkutan seharusnyakarena sakitnya Benar-benar luar biasa, dua jempol baginya, menyadari dan layak mundur dari jabatannya di kabinet.semoga cepat pulih seperti sedia kala. “Terutama menteri dari parpol yang selama ini kerapDr. Tri Budhi Sastrio – tribudhis@yahoo.com – Poznan, Poland berseberangan dengan kebijakan Presiden. Selain menteri tersebut tak terlalu cakap dalam memimpin kementerian, yang bersangkutan bisa membuat kinerja kabinet SBY tidak bisa fokusKoran Jakarta, Senin, 30 April 2012 menyelesaikan program pemerintahan hingga 2014,” tegas Jeirry.Perilaku Elite, Menteri-menteri yang berasal dari parpol itu kerap lebihPengunduran Diri mementingkan parpolnya daripada mengikuti fatsun dari Presiden. Jeirry berharap menteri-menteri itu bersikap arif danMenkes Jadi Contoh mau mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan parpol.bagi Pejabat “Satu tahun menjelang pemilu, biasanya para menteri dari parpol justru memanfaatkan kementerian yang mereka pimpin untukJAKARTA - Budaya mundur dari jabatan bila tidak mampu keuntungan parpol. Ini akan membebani pemerintah. Sebaiknyamengemban amanat yang diberikan perlu ditumbuhkan di mereka mundur saja,” kata Jeirry.kalangan pejabat, terutama para menteri. Hingga saat ini,sedikit sekali pejabat di negeri ini yang memiliki mentalitas Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti,seperti itu. Pengunduran diri Menteri Kesehatan, Endang Rahayu menyebutkan pengunduran diri Endang Rahayu SedyaningsihSedyaningsih, karena sakit seharusnya bisa menjadi momentum itu merupakan pembelajaran bagi elite politik. Endanguntuk menumbuhkan kembali budaya mundur itu. memperlihatkan sikap bertanggung jawab atas amanat yang diberikan Presiden. “Dengan penuh tanggung jawab, karena“Terlepas dari alasan kesehatan, pengunduran diri Menteri sakit, Bu Endang mundur dari jabatannya,” tegas Ray.Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, mendapat apresiasi158
  • Harapannya, langkah Menteri Kesehatan itu dapat menggerakkannurani elite politik lainnya di negeri ini untuk lebih peka terhadapkritik publik. Namun, Ray masih tak terlalu yakin jika sikapMenteri Kesehatan itu kemudian menjadi gejala umum di elitepemerintahan. Perlahan-lahan peristiwa itu akan hilang tergerusperilaku yang cenderung bergaya hidup mewah, acuh tak acuh,serta mengejar akses kekuasaan dan uang. “Butuh kerja kerasmengubah perilaku elite republik ini,” tegas Ray. nsf/P-4 159
  • 160
  • harian Republika (edisi pagi), Tanggal 3 mei 2012Kenangan Mereka Tentang MenkesDahlan Iskan Muhaimin IskandarMenteri BUMN MenakertransAlmarhumah semasa hidupnya adalah sosok pekerja keras, Beliau terkenal tulus, pekerja keras. Dia merupakan seorangbahkan kian keras menunaikan tugas ketika tahu terkena kanker. teman dekat saya, sederhana, penuh pengabdian.Sebagai seorang peneliti yang tangguh beliau tahu ke manaakhirnya penyakitnya itu dan apa saja akibatnya. Karena itu, David Tobingbeliau memilih memnafaatkan sisa hidupnya dengan mengabdi Pengacaralebih serius. (Pernah berseteru dengan Menkes soal susu formula) Waktu perkara susu formula, dia berani tampil di depan TVSuryadharma Ali walaupun sebenarnya yang paling bertanggung jawab ketikaMenteri Agama itu IPB. Saya juga salut atas kebijakan-kebijakan yang dilakukanSelamat jalan Bu Endang, kami kehilangan ibu. Dari Masjid beliau yang pro kepada kesehatan rakyat. Seperti peraturanNabawi saya mendoakan semoga Allah melapangkan jalan, untuk pengendalian tembakau dan pemberian ASI kepada anak.mengampuni semua keliru dan khilaf, dan Alah memberi surgajannatun naim. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan Allah Andi Nurpatiberikan ketabahan dan kekuatan iman. Amin ya robbal alamin. Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Negara kehilangan sosok perempuan yang tegar, cerdasa, dan bersahaja. Apalagi di tengah pergulatan melawan penyakitBayu Krisnamurthi yang dideritanya, beliau masih sanggup menjalankan tugasWamendag kementerian. Semoga perjuangan beliau dapat menjadi contohSaya bersama-sama Bu Endang ketika menangani flu burung. bagi penderita kanker yang lain.Beliau saya kenal sebagai seseorang yang sangat santun, sangatmenguasai bidang ilmunya, tetapi juga punya persistensi tinggidan diplomat yang ulung. 161
  • Harian Kompas (edisi pagi), tanggal 3 Mei 2012 menyandang gelar master dan doktor ilmu kesehatan masyarakatEndang Sedyaningsih, dari Universitas Harvard.Peneliti Yang Menjadi Ada saja yang tak suka ia jadi menkes. Misalnya, ia ditunding mencuri virus flu burung dari Indonesia dan dikirim ke AmerikaBirokrat yang diduga bakal dijadikan cikal bakal vaksin yang nantinya akan dikomersialkan tanpa Indonesia menikmati hak dan royaltinya.Irwan Julianto Ada pula spekulasi bahwa virus flu burung asal Indonesia itu akan dikembangkan menjadi senjata biologis di AS.Ketika bertemua Dr. Endang Sedyaningsih, MPH diKonferensi Infleunza Eropa III di kota Vilamoura, Algarve, Hal yang belakangan berkembang malah tudingan bahwaPortugal, pertengahan September 2008, ia tampak terkejut. Endang bertanggung jawab untuk pengadaan reagensia untukIa berpesan agar presentasinya tentang kesiapan Indonesia pemeriksanaan infeksi flu burung pada 2006 – 2007, dan iamenghadapi epidemi flu burung di sidang pleno forum amat dianggap menghindari pemeriksaan Komisi Pemberantasanbergengsi itu tidak dilaporkan. korupsi (KPK). Padahal, sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan farmasi ia tak memiliki wewenang untuk pengadaan barang.Alasannya karena ia baru saja dicopot dari jabatannya sebagaiKepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Kondisi sakitnya yang parah tak memungkinkan ia datangfarmasi, Departemen Kesehatan. Ia tak ingin ditegur oleh Menteri sebagai saksi kasus korupsi di KPK. Lewat pesan plakberrynyaKesehatan waktu itu, Siti Fadillah Supari. tanggal 3 April lalu ia menjelaskan duduk perkaranya.Di forum, dengan lancar dan jernih ia memaparkan situasi flu “sori nulis salah-salah. I can’t really see. My health problem is serious,”burung di inodnesia, yang tergolong paling tinggi jumlah kasus tulisnya. Terapi medik saya pun belum settled. Tim dokter sayadan tingkat kematian korbannya di kawasan ASEAN. sangat besar ... Beberapa hari sekali mendapatkan regimen terapi saya.” Itulah pesan tertulis terakhir yang saya terima. Setelah ituDi luar dugaan, setahun kemudian namanya diumumkan menjadi pesan-pesan saya tak pernah dibaca dan dibalas. Yang tersisaMenteri Kesehatan yang baru. Namanya muncul pada saat-saat adalah personal statusnya yang berbunyi : Be strong.terkahir karena calon kuat sebelumnya, Prof. Nila Moeloek, batal dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia tetap tegar ketika mengajukan permohonan dirinya untuk mundur sebagai Menkes kepada Presiden SBY yangEndang, dari seorang peneliti yang sempat menduduki posisi menjenguknya. Kamis pekan lalu, di RSCM.pejabat eselon dia di Balitbang Depkes, kemudian setahun lebih non-job, langsung melejit menjadi seorang menteri. Ini Menurut Prof. David Muljono, dokter yang juga peneliti hepatitismematahkan tradisi karena selama ini para menteri kesehatan di lembaga Eijkman, Endang adalah tokoh yang paling berjasabiasanya dokter klinis atau dokter yang pernah menjadi untuk meloloskan usulan ke sidang Dewan Kesehatan Seduniapejabat struktural di kanwil atau direktur rumah sakit di daerah. di geneva pada Mei 2010. Atas usulan itu hepatitis diakui sebagaiSementara Endang adalah seorang peneliti biasa walaupun ia wabah dunia dan harus diperingati secara rutin setiap tahun.162
  • “Beliau mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional,” di demo oleh para petani tembakau dan buruh industri rokok.kata David. Bahkan fotonya pernah terpampang di baliho besar sebagai salah satu dari 10 musuh petani tembakau dan buruh industriBersahaja rokok (Buku Indonesia – The Heaven for cigarette Companies andKebersahajaan Endang sebagai peneliti ilmu kesehatan the Hell for the People, FKM UI, 2012).masyarakat masih lekat di ingatan. Suatu hari di bulan Agustus 1996, di Bandara Logan, Boston, AS, Endang menyambut saya Padahal tujuan RPP itu tak lain adalah mengamankan merekadan keluarga. Sebagai mahasiswa doktoral di Universitas Harvard yang belum menjadi perokok dan para perokok pasif. Tidakia jauh dari kesan snob. Ketika itu ia bergaun terusan panjang di dimaksudkan untuk mematikan industri rokok dan melarangbawah lutut dan memanggul ransel. Apartemennya sederhana, penanaman tembakau.tetapi tertata rapi dan bersih. Disalahpahami dan difitnah memang risiko jabatan bagi pejabatBulan Maret 1997 ia berhasil mempertahankan disertasinya tinggi negara. Namun, Endang telah membuktikan bahwatentang kehidupan para pekerja seks komersial di Kramat ia tetap bekerja sampai saat-saat terakhir, sebelum akhirnyatunggak, Jakarta Utara, dan perilaku para pelanggan mereka menyerah dan harus meminta cuti sebulan untuk berobat. Laluyang rawan bagi penularan HIV/AIDS. Ketika itu, isu AIDS sedang dipuncaki dengan permohonannya mengundurkan diri. Ininaik daun di dunia, termasuk Indonesia. menunjukkan kejujurannya untuk tidak mengangkangi ajabatan yang diamanahkan kepada dirinya.Terkait penyakitnya, Endang menjadi perokok pasif karenaIndonesia adalah “surga” bagi perokok. Asap rokok lingkungan (environmental Tobacco Smoke) jauh lebih beracun dankarsinogenik dibandingkan asap rokok utama (mainstreamsmoke). Ini yang mungkin memicu kanker paru yang diidapEndang. Ia dan keluarganya untuk pertama kali mengetahuibahwa dirinya mengindap kanker paru ketika melihat hasilrontgen parunya pada 22 Oktober 2010. Enfang tetap tegar. Tanggal 22 Desember 2010 ketikameluncurkan buku Perempuan-perempuan Kramat Tunggak DiBentara Budaya Jakarta, ia masih terlihat sehat dan segar. Dania tetap tegak tegar ketika diwawancarai di rumah dinasnyabeberapa pekan kemudian (Kompas, 23 Januari 2011). Malahia bisa menertawakan dirinya sendiri sambil menyanyikan laguDavid Bowie “Dead Man Walking”.Salah satu perjuangan Endang yang berani melawan arus adalahmembuat Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentangPengamanan Rokok bagi Kesehatan . Kantor Kemenkes tak jarang 163
  • Harian Republika (edisi pagi), tanggal 4 Mei 2012 ditunjukkan Ibu Endang untuk memberikan akses kesehatanSelamat Jalan bagi siapapun. Hal ini ditunjkan dengan inisiatifnya mendirikan Rumah sakit Pertama, rumah sakit tanpa kelas untuk melayaniBu Endang masyarakat peserta Jamkesmas dan BPJS. Jauh sebelum itu, Ibu Endang juga telah mengabdikan hidupnyaIsmail A said (Presiden Direktur Dompet dhuafa) untuk dunia kesehatan Indonesia. Beliau pernah menjadi dokter di daerah terpencil di kawasan timur Indonesia, Nusa tenggara Timur. Beliau juga kerap kali terjun ke lokalisasi Kramat TunggakDua hari lalu, tepatnya Rabu (2/5), Menteri Kesehatan Nonaktif, untuk mengadvokasi kesehatan para pekerja seks komersial diIbu Endang Rahayu Sedyaningsih dipanggil menghadap Sang kawasan itu. Selain itu, berkat usahanya juga anggota BadanKhaliq, All SWT. Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Kesehatan dunia (WHO) menyepakati resolusi Virus SharingSakit Cipto Mangunkusumo setelah 1,5 tahun berjuang melawan dalam siding WHO yang berlangsung 16 Mei 2011.penakit kanker paru. Dompet Dhuafa juga memiliki kesan tersendiri dengan doctorMeski sempat diwarnai kontroversi ketika ia ditunjuk sebagai lulusan Harvard School of Public Health ini. Satu bulan lalu,menteri Kesehatan 2009 lalu, Bu Endang telah menunjukkan tepatnya 1 April 2012 LKC ditunjuk oleh Kementerian Kesehatankepada kita arti kegigihan dan amanah. Di tengah perjuangannya menjadi penyelenggara event akbar Hari TB Sedunia di Jakarta.melawan penyakit yang sangat kronis, ia tetap berjuang Ibu Endang juga sangat mendukung keberadaan Ruah sehatmengemban tugas untuk membangun kesehatan bangsa. Terpadu (RST), rumah sakit gratis untuk dhuafa yang dibangunBangsa ini tentu merasa sangat kehilangan salah satu srikandi Dompet dhuafa. Bulan lalu Dompet Dhuafa telah mengajukanterbaiknya. surat audiensi kepada beliau, dan mengundangnya dalam peresmian RST Juli mendatang. Namun, kehendaak Allah berkataMeski hanya menjabat 2,5 tahun, banyak sudah capaian yang ia lain, ia lebih dahulu diundang oleh Allah SWT.torehkan bagi dunia kesehatan di Indonesia. Di Masa Endanglah program jaminan Persalinan (Jampersal) digulirkan. Dengan Keluarga besar Dompet Dhuafa menyampaikan belasungkawaprogram ini, para ibu yang berasal dari keluarga tidak mampu dan duka sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Endang Rahayutidak perlu merogoh koceknya untuk biaya persalinan. Di masa Sedyaningsih. Semoga segala karya baktinya bagi kesehatan dibeliau pula kewajiban pemberian ASI eksklusif dikuatkan dalam tanah Air mendapat balasan pahala dari Allah SWT.peraturan pemerintah. Ia juga melarang iklan dan tenaga medis menyebarkan pemberian susu formula, serta mewajibkan Selamat Jalan Bu Endang!perkantoran untuk menyediakan ruang menyusui Hal ini selaras dengan apa yang selama ini teman-temanadi Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafaperjaungkan, bahwa bayi yang baru lahir hingga usia enambulan harus diberi ASI secara eksklusif. Semangat yang sama juga164
  • Majalah Tempo, 7 Mei 2012Bukan Anak Ambon, Sekitar pukul tujuh, penelpon pertama kembali menyakan apakah saya mengenal baik. Dr. Endang. Saya katakan secaraTapi... pribadi saya tidak kenal, tapi saya tahu dia doktor dalam public health dari Harvard University dengan disertasi mengenai HIV di kalangan pekerja seks Kramat tunggak. Dia bukan anak Ambon,Kartono Mohamad (Mantan Ketua IDI) tapi suaminya bernama mamahit (dalam otak saya, mamahit adalah nama Ambon). Profesor Firman dan saya sepakat Dr. Endang calon yang sangatDr. Endang Rahayu Sedyaningsih mepunyai konsep tepat. Sebagai orang yang telah meneliti penyakit di kalangankesehatan masyarakat yang jelas. Tapi beban psikologisnya pekerja seks, tentu ia banyak mengenal kehidupan rakyat miskinberat. dan yang terpinggirkan. Apalagi mengenai HIV, yang selama ini penanganannya seperti setengah hati.Pagi itu, sekitar pukul 04.30 saya mendapat telpon. Penelpon meminta saya meminta saya mencarikan tiga nama dokter Cerita di atas memperlihatkan bahwa penunjukkan Endangperempuan ahli kesehatan masyarakat yang berasal dari Maluku Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan bukanlahatau Indonesia timur unutk calon Menteri Kesehatan. pesanan asing seperti yang difitnahkan selama ini. Penunjukkan Dr. Endang memang pada detik-detik terkahir penyusunanSayapun bertanya, “Kan, sudah ada Profesor Nila Moeloek?” kabinet. Itulah gaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. DalamPenelpon menjawab Profesor Nila Moeloek tidak lulus screening kabinet sebelumnyapun Menteri Kesehatan ditunjukan padakesehatan. Saya katakan, mencari dokter seperti yang diminta saat-saat terakhir. Mungkin, bagi Presdien SBY, Menteri Kesehatansebaiknya di Makassar karena kebanyakan mereka belajar atau bukanlah posisi yang sangat penting sehingga pencarian calonmengajar di Universitas Hasanuddin.. Tapi saya berjanji akan tidak dilakukan sejak awal. Yang penting ada dan dijabat seorangmengabari pukul sembilan. Penelpon mengatakan paling perempuan.lambat pukul enam harus sudah ada nama calon karena kabinet diumumkan besok. Terpilihnya Dr. Endang menimbulkan reaksi dari politikus yang calonnya tidak terpilih dan mereka yang tidak terpilih. IaSegera saya menelpon Profesor Firman Lubis sebagai pengajar di mendapat gempuran gosip yang menyakitkan. Misalnya soalKesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, posisinya yang baru eselon II (padahal banyak menteri tak punyatentu ia lebih banyak memiliki pengetahuan tentang itu. eselon birokrasi sama sekali). Ia dituduh menyelundupkan virus flu burung ke luar negeri untuk dibuat vaksin (padahal sampaiTernyata Profesor Firman telah mendapat telepon serupa. Kami sekarang pun belum ada vaksin khusus untuk flu burung). Ia jugaberunding dan mendapatkan tiga calon, yang segera kami dituding sebagai agen Amerika, terutama Namru.sampaikan kepada penelpon tadi pagi. Satu dari tiga calon yang kami sebut adalah Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih. Riwayat Gosip seperti itu sedikit banyak membebani Dr. Endanghidup mereka pun segera dikirim melalui e-mail pagi itu juga. sebagaiMenteri Kesehatan yang baru. Tapi ia bersikat rendah hati 165
  • sehingga gosip meredup dengan sendirinya. bisa memahami dan tidak sepenuhnya mendukung. Beban pikiran seperti itu tentu ikut berpengaruh terhadap penyakitBagi kalangan kesehatan di Indonesia, penunjukkan Dr. Endang yang ia derita, betapapun ia mengatakan sia menerima apa sajasebagai Menteri Kesehatan merupakan pilihan tepat dan yang ditentukan Tuhan karena ia sudah banyak mendapatkanmenimbulkan harapan. Dalam diskusi dengannya di Metro hal yang membahagiakan dari Tuhan.TV dan TV One, saya katakan program pemerintah mengenai kesehatan tidak jelas arahnya. Keluarga Berencana bahkan tidak Dr. Endang wafat Rabu pekan lalu setelah berjuang melawandisebut sama sekali, baik dalam program seratus hari maupun kanker paru-paru.dalam prioritas program pemerintah. Kritik itu tidak saya tujukankepada Menteri Kesehatan , karena bukan dia yang menyusun Selamat jalan, Bu Endang.programnya, tapi kepada pemerintah secara keseluruhan. Ketika itu Dr. Endang mengatakan ia harus menjalankan apa yang sudahditetapkan Presiden tapi ia berjanji mencoba mengoreksi hal itu. Menurut saya, setelah Leimena dan Adyatma, baru kali inilahada Menteri Kesehatan yang mempunyai konsep “public health”yang jelas. Bedanya, Leimena mempunyai kebebasan merealisasikonsepnya tapi terhambat perubahan situasi politk sedangkanAdhyatma dan Endang mengalami kendala garis komando.Khusus untuk Endang ditambah lagi oleh beban psikologis yangagaknya sulit ia singkirkan. Pada kesempatan lain, Dr. Endang mengeluhkan beberapakeputusan dan kebijakan pemerintah sebelumnya yang tidaktepat, seperti Jamkesmas. Ia ingin memperbaikinya tanpamenimbulkan kesan “balas dendam”. Ketika saya usulkan agaria merombak birokrasi di Kementerian Kesehatan, Dr. Endangmenjawab ini pun harus ia lakukan hati-hati dan akan dimulaipada 2011. Saya tidak tahu apakah dia telah melakukannya. Jelasbahwa tuduhan, pelecehan, dan sikap permusuhan terhadapdia yang luas disebarkan telah menimbulkan beban pikirantersendiri. Dr. Endang mempunyai idealisme yang tinggi, tapi jugamempunyai beban psikologis yang berat. Tentang suatumasalah, misalnya, ia pernah berkata, “Saya mempertaruhkannama saya untuk ini.” Tapi agaknya birokrasi di bawahnya tidak166
  • Kompas, Kamis 3 Mei 2012 menikmati tembakau di rumahnya.Bu Dokter, Kau Tak Indonesia adalah “juara” ketiga dari konsumen terbesar rokokPernah Pergi Kan? dunia setelah China dan India. Total rokok yang dibakar mencapai 220 milyar batang per tahun di tanah Air. Fakta ini sungguh mencengangkan, sekaligus memprihatinkan.Arifin Panogoro Di mata Bu Dokter, rupanya, maraknya konsumsi rokok tidakKabar duka itu menghampiri saya seperti belati yang lepas dari gencarnya iklan dan promosi dari produsen yangmengiris ulu hati. Perih! Dokter Endang Rahayu sedyaningsih mengemasnya dengan menarik bagi masyarakat. Rokok bahkanmendahului kita semua, Rabu (2/5), kembali ke Yang Ilahi. menyasar masyarakat dengan encitraan sebagai bagian dari gaya hidup modern. Berbagai bentuk “kampanye” rokok iniSejatinya saya sebagaimana khalayak ramai ikuti pemberitaan menumbuhkan kecemasan di kalangan praktisi yang menggagastentang kesehatan mendiang Ibu Menteri Kesehatan, yang pengendalian bahaya tembakau. Utamanya risiko pada anak-belakangan hari tengah merosot tajam karena penyakit yang anak dan perokok pasif.diidapnya. Sayapun mendengar Bu Dokter, demikian saya kerapmenyebut sosok almarhumah, terdeteksi mengidap penyakit Sosok almarhumah begitu gigih mendukung gerakan dankanker paru. Saya juga menyimak cerita beberapa kawan dan kegiatan Komisi Nasional Pengendalian tembakau. Kebetulansaudara saya yang kebetulan juga aktif di departemen yang ia saya dan keluarga turut aktif mendorong kegiatan komisi inipimpin, bahwa Bu Dokter sedang menjalani terapi. sebagai suatu gerakan masyarakat madani.Satu hal yang bikin saya salut, kendati dalam fase pengobatan, Kegetolan Bu Dokter mendukung kami membuat sayaia tidak menunjkkan tanda-tanda mengendorkaan semangat kagum, tetapi juga bertanya-tanya dari mana sumber dan akardan dedikasi pada departemen yang ia pimpin. Adik saya yang keberaniannya. Padahal, sudah jadi rahasia umum kekuatanjadi tenaga medis di sebuah rumah sakit di Ibu Kota malah lobi industri tembakau begitu besar pada kekuatan politik dimenyebutkan “Dia tidak mau pergi Pin, seolah-olah dia tetap republik ini. Bu Dokter tak suruh langkah. Dia tak terlihat mudahsehat seperti sediakala. Dia meminta kami semua fokus dalam menyerah meskipun proses legislasi dalam mengegolkantugas di ranah pengabdian medis. regulasi pengendalian tembakau mengalami pasang surut yang tidak ringan bagi dirinya . Di titik ini, saya dan teman-teman yangGigih, cakap, rendah hati giat dalam Komisi Nasional Pengendalian tembakau merasaHadirnya sosok Bu Dokter seperti rekan dalam berjuang. kehilangan rekan sejawat dan seperjuangan.Ceritanya, kami sama-sama getol memperjuangkan bebasnyamasyarakat Indonesia dari ancaman bahaya tembakau. Sikap gigih Bu Dokter ternyata bukan “barang tiban” atau instanAncaman dari pengisap tembakau di Indonesia bukan isapan yang hadir begitu saja. Saya coba bicara dengan beberapajempol belaka. Daya yang ada di Komisi Nasional Pengendalian kolega dan temannya. Kebetulan ada teman semasa SMA NegeriTembakau menunjukkan, tak kurang dari 40 juta anak Indonesia 4 Gambir, Jakarta Pusat, yang juga getol dalam kampanyerawan terpapar bahaya asap rokok. Pemicunya faktor orangtua pengendalian tembakau turut membagi senarai kisah Bu Dokter.atau saudara mereka yang punya kebiasaan buruk ini dalam Dari situ saya paham garis hidup dan perjalanannya, yang 167
  • membuat birokrat ini bersikap bukan seperti pejabat yang biasa berada di tengah masyarakat bawah saat jadi dokter Puskesmaskita kenal dalam “nomenklatur” kepegawaian pada umumnya. di Desa Waipare pedalaman Nusa Tenggara Timur, selama lebihJika pejabat lain menyebarkan atau kampanye program dari tiga tahun di awal 1980-an. Desa Waipare bahkan sangatkementerian sudah lumrah, Bu Dokter satu ini membuat berkesan untuk Bu Dokter karena di sana ia pernah menjabatsaya tertegun. Dia begitu getol member perhatian serius sebagai kepala Puskesmas”tak semua orang bisa menjabatdan kepedulian tinggi dalam penanganan program-program kepala Puskesmas di daerah”katanya dengan bangga pada satukesehatan, khususnya tentang kesehatan ibu dan anak serta kesempatan.pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular.Termasuk pengendalian faktor risiko terbesar dari penyakt tidak Sosok penuh elan juangmenular, yaitu konsumsi tembakau. Bu Dokter sebagian teman sekolahnya memanggil dengan nama akrabnya, Enny boleh dibilang berkarier dari jabatanBu Dokter tak asal cakap. Tanpa ba-bi-bu, Bu Dokter pula yang kepala Puskesmas hingga menapak di anak tangga tertinggimemprakarsai kementeriannya memasang berbagai iklan sebagai Menteri Kesehatan. Tak kurang dari 2,5 tahun Bulayanan masyarakat mengenai bahaya rokok hingga menjangkau Dokter menorehkan catatan dan prestasinya sebagai menteri.kendaraan umum. Kita pun dapat melihat akibat buruk bahaya Sungguh tak banyak pejabat setingkat menteri, yang notabenerokok yang dikampanyekan, diantaranya di bus transjakarta. adalah jabatan politis dari pelaksanaan hak prerogatif presiden, memiliki catatan karier dan ilmu “luar-dalam” dari departemenDi sini saya jadi ingat seloroh di atas, jangan-jangan Bu Dokter yang dipimpinnya selengkap Bu Dokter.memang tidak pernah pergi. Dia hadir dalam bentuk jangkauankegiatan aktif di masyarakat. Pesannya sederhana, tetapi Hari ini Indonesia boleh berduka. Namun, saya tidak akanlayaknya obat racikan sangat “cespleng” dalam membuka mata mengenang sosoknya dengan air mata meski duka masih perihpublik terhadap inti dari kampanye pengendalian tembakau terasa di hati. Saya lebih senang mengenang sumbangsihnyayang didukungnya. dalam berbagai kampanye yang ia sokong, utamanya kegiatan pengendalian tembakau yang ia tekuni bersama-sama kami.Sebagai pakar dan profesional lulusan Universitas Harvard, Bu Pada galibnya saya yakin Bu Dokter tidak pernah benar-benarDokter dikenal sebagai pribadi yang rendah hati sesuai ajaran pergi. Dia hadir dalam berbagai ranah pengabdian yang telah iakedua orangtuanya: Prof. Dr. Sudjiran Resosudarmo dan Satimah ukir semasa kariernya.Mardjana. Ia juga sangat terbuka dalam membina relasi denganpara mitra dan pemangku kepentingan. Tak hanya dengan para Bu Dokter, sampai di sini saya tutup catatan mengenang sosokmuprofessional kesehatan, ia pun mudah bergaul dengan seluruh yang penuh elan juang. Terima kasih untuk dedikasimu..lapisan masyarakat. Bahkan, kolega saya sering bercerita, iamendengar informasi jika Bu Dokter kerap turun langsungmendengarkan keluh kesah masyarakat dengan hati dan kepaladingin.Urusan terjun langsung ke masyarakat memang bukan barangbaru bagi sosok almarhumah. Bu Dokter saya dengar cukup lama168
  • 169
  • Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav.4-9 Jakarta 12950 ISBN: 978-602-235-117-7170
  • 171
  • Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav.4-9 Jakarta 12950 ISBN: 978-602-235-117-7