• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Penanganan Cidera Muskuloskelatal
 

Penanganan Cidera Muskuloskelatal

on

  • 22,130 views

materi pelatihan dasipena jawa timur

materi pelatihan dasipena jawa timur

Statistics

Views

Total Views
22,130
Views on SlideShare
22,053
Embed Views
77

Actions

Likes
4
Downloads
1,010
Comments
0

2 Embeds 77

http://www.slideshare.net 76
http://www.search-results.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Penanganan Cidera Muskuloskelatal Penanganan Cidera Muskuloskelatal Presentation Transcript

    • PENANGANAN CIDERA MUSKULOSKELATAL DINKES PROPINSI JAWA TIMUR 2008
    • ANATOMI
      • Tulang :
        • Tl batang badan.
        • Tl belakang.
        • Tl tengkorak.
        • Tl Pembentuk badan.
      • Tulang gerak :
        • Gerak atas
        • Gerak bawah
      • Persendian :
      • Otot :
    •  
    •  
    • Mekanisme Trauma
      • Langsung :
        • Kena pukulan.
        • Jatuh dari ketinggian.
      • Tidak langsung :
        • Efek benda lain yg kena trauma (pengemudi terbentur dasboard saat mobil tabrakan).
      • Melintir
        • Mis : kasus olahragawan gulat,
    •  
    • Akibat trauma pada musculoskelatal
      • Fraktur
      • Dislokasi
      • Amputasi
      • Strain
      • Sprain
      • Putus ligament
      • Ruftur tendon
      • Kerusakan neurovaskuler.
      • Kompartemen sindrome
    •  
    • Posisi trauma perlu dikaji ?
      • Posisi pasien dlm kendaraan saat kecelakaan (pengemudi, penumpang).
      • Poses kecelakaan (dlm mobil, terlempar keluar).
      • Kerusakan mobil (bag luar dan bag dalam).
      • Penggunaan sabuk pengaman.
      • Apakah pasien jatuh, berapa jaraknya, bgmn mendaratnya.
      • Apakah terlindas.ccc
      • Apakah terjadi ledakan.  cedere lain.
      • Pejalan kaki tertabrak kendaraan.
    • Tipe Trauma
      • Terbuka.
        • Terjadi kerusakan kulit dan disertai perdarahan.
      • Tertutup.
        • Tdk terjadi kerusakan kulit ttp kemungkinan adanya perdarahan di dalam bisa terjadi
    • Cedera penyerta
      • Cedera saraf
      • Cedera arteri
      • Cerera vena
      • Cedera jaringan lunak
    • CIDERA JARINGAN LUNAK
    • I. CIDERA JARINGAN LUNAK TERTUTUP
      • Cidera jaringan penghubung tulang dan tulang (ligament) akibat peregangan berlebihan sehingga jaringan lunak yang mengikat rusak
      • Gejala :
      • - Nyeri/ tidak berfungsi bagian tubuh
      • - korban merasa seperti ada yang retak
      • - pembengkakan
      • - Ketidakmampuan bergerak
      • Tindakan :
      • 1. Tinggikan bagian yang cedera
      • 2. Kompres es
      • 3. Pasang bidai atau elastis verban
      • 4. Pembidaian selama 3-4 minggu
      • Peregangan tendon atau otot yang berlebihan karena terkilir
      • tanda :
      • - Nyeri yang sangat berat, rasa perih
      • lokal
      • - Luka akibat efek bagian pasif
      • - Pembengkakan
      • - Lebam setelah beberapa hari
      • tindakan :
      • - Istirahat dan bidai
      • - Tinggikan bagian yang cidera
      • - Kompres es 24-48 jam
      • - Penghangatan setelah 48 jam
      • -Hindari pergerakan bila timbul nyeri dan bengkak
    • 2. CIDERA JARINGAN LUNAK TERBUKA
      • Luka serut : akibat gesekan atau terkelupasnya bagian terluar kulit, sangat sakit, perdarahan ringan
      • Lacerasi : luka cukup dalam, pinggir luka bergerigi tidak teratur, penyembuhan lama
      • Luka sayat : luka cukup dalam disebabkan oleh benda tajam, tepiluka rata
      • Luka tusuk dan luka tembus : benda tajam atau tembakan
    • Luka tusuk dengan benda tertancap
      • Merupakan suatu keadaan luka tusuk dimana benda masih tertancap
      • Penatalaksanaan ;
      • - Amankan benda secara manual agar tak
      • bergerak
      • - Buka daerah luka, singkirkan pakaian, ttp
      • tgn sampai benda yang tertancap
      • bergerak
      • - Kontrol perdarahan
      • - Gunakan pembalut besar untuk
      • menstabilkan benda
    • hal-hal yang perlu diperhatikan :
      • Luka tetutup :
      • 1. Bila memar cukup luas kompres
      • dingin
      • 2. Perubahan warna yang luas curigai
      • perdarahan
      • 3. Memar besar anggota gerak 
      • Kemungkinan fraktur
      • 4. memar besar di kepala, perut, dada 
      • perdarahan dalam
      • Luka terbuka :
      • 1. Buka pakaian korban
      • 2. Kontrol perdarahan, dgn tekanan
      • langsung dan peninggian
      • 3. Cegah kontaminasi, jaga luka tetap
      • bersih
      • 4. Jangan pernah mencabut benda
      • tertancap
      • 5. Balut luka dengan kassa steril dan kering
      • 6. Periksa nadi distal sebelum dan sesudah
      • pembalutan
    •  
    • PEMBEBATAN Penutupan suatu bagian tubuh yang cedera dengan bahan tertentu dan dengan tujuan tertentu
    • TUJUAN PEMBEBATAN
      • Menahan sesuatu seperti:
        • menahan penutup luka
        • menahan pita traksi kulit
        • menahan bidai
        • menahan bagian tubuh yang cedera dari gerakan dan geseran (sebagai "splint")
        • menahan rambut kepala di tempat
      • Melindungi bagian tubuh yang cedera.
      • Mengatasi perdarahan
      • Mengurangi bengkak
    • SYARAT UMUM PEMASANGAN BEBAT
      • Usahakan penderita nyaman posisinya
      • Tahan dan bantu bagian yang cedera
      • Usahakan simpul bebat tidak menganggu kenyamanan penderita
      • Balutan harus rapat rapi jangan terlalu erat, karena dapat mengganggu sirkulasi.
      • Jangan terlalu kendor sehingga mudah bergeser atau lepas.
      • Ujung-ujung jari dibiarkan terbuka untuk mengetahui adanya gangguan sirkulasi.
    • MACAM - MACAM BAHAN PEMBEBATAN
      • PEMBEBAT SEGITIGA (MITELLA) pembalut biasa, tourniquet, penahan bidai/penyangga (sling).
      • PEMBEBAT BENTUK PITA( Pembalut kasa gulung, Pembalut elastik, Pembalut gips).
      • PLESTER
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FRAKTUR
      • Nyeri dan kemerahan.
      • Pembengkakan.
      • Deformitas.
      • Krepitasi.
      • Keterbatasan gerak sendi.
      • Bone expose.
      • Perubahan posisi.
    • Pengkajian
      • ABC.
      • Mekanisme terjadinya cedera
      • Cedera lain : kepala, cervikal, spine, thorak, abdomen, ektremitas atas dan bawah.
      • Pemeriksaan DCAP-BTLS (Deformity, Contusio, Abrations, penetration, burns, tenderness, laceration, swelling)
      • Periksa ada tidaknya ketidakstabilan dan krepitasi, pelvis hati-hati
      • Periksa ada tidaknya nyeri pada semua sendi
      • Periksa dan catat PMS (pulse, motorik, sensasi)
    • PENGELOLAAN
      • Penanganan cedera muskuloskeletal yang baik dan benar akan mengurangi nyeri, kecacatan, dan menghindari komplikasi
      • Antisipasi syok perdarahan pada fraktur femur dan pelvis
      • Reduksi dilakukan dengan segera dengan cara traksi (menarik) dan gentle
      • Bila ada tahanan pada saat reduksi jangan dipaksa, lakukan pembidaian pada posisi yang nyaman menurut pasien
    • PENGELOLAAN
      • Selalu catat PMS sebelum dan sesudah pembidaian
      • Perawatan luka, pencegahan infeksi, dan tetanus
      • Fr terbuka harus tangani perdarahannya.
      • Gunakan balut tekan.
      • JANGAN gunakan torniquet  kerusakan neurovaskuler .
    • Pembidaian.
      • Pengertian :
        • Memasang alat untuk mempertahankan kedudukan tulang.
      • Indikasi :
        • Patah tulang terbuka / tertutup
      • Tujuan :
        • Mencegah pergerakan tulang yang patah.
        • Mengurangi nyeri.
        • Mencegah cedera lebih lanjut.
        • Mengistirahatkan daerah patah tulang.
        • Mengurangi perdarahan.
      • Prinsip pembidaian :
        • Pastikan ABC aman.
        • Kontrol perdarahan.
        • Pasien sadar : informasikan adanya nyeri.
        • Buka daerah yg akan dibidai.
        • Periksa dan catat PMS (pulse, motor, sensasi) sebelum dan sesudah.
        • Pada angulasi yang besar dan pulsasi (nadi di perifer) hilang lakukan penarikan secara gentle.
        • Luka terbuka tutup dgn kasa steril.
        • Bidai mencakup sendi atas dan bawah cedera.
        • Berikan bantalan yang lunak.
        • Bila ragu-ragu apakah ada fraktur/tdk sebaiknya lakukan bidai untuk pencegahan.
    • BIDAI
      • Alat yang dipakai untuk mempertahankan kedudukan atau letak tulang yang patah.
      • Berupa sepotong tongkat, bilah papan, keras, tidak mudah bengkok ataupun patah.
    • SYARAT-SYARAT PEMBIDAIAN
      • Lebar dan panjangnya sesuai dengan kebutuhan
      • Panjang bidai melampaui dua sendi untuk mempertahankan kedudukan tulang yang patah
      • Beri bidai dengan lapisan empuk agar tidak nyeri
      • Bidai tidak boleh terlalu kencang atau ketat
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    • 1 2 3
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    • Tourniquet
      • Tourniquet sebaiknya hanya digunakan pada keadaan ; amputasi (crush injury)
      • Sebagai alternatif terakhir untuk mengontrol perdarahan ketika semua cara gagal.
      • T ourniquet dapat menghentikan seluruh aliran darah pada anggota gerak, gunakan hanya pada ujung anggota gerak sudah teramputasi (terpotong).
      • Tourniquet menyebabkan kerusakan yang menetap pada saraf, otot dan pembuluh darah dan mungkin berakibat hilangnya fungsi dari anggota perak tersebut.
      • Selalu coba dulu dengan tekanan langsung.
    • Tourniquet (tourniquet)
      • Cara pemasangan tourniquet :
      • Pilih perban yang lebarnya 4 inci dan buatlah 6 – 8 lapis.
      • Lilitkan di sekeliling anggota gerak, diproksimal (sebelum) luka.
      • Talikan simpulpada perban. Kemudian tempatkan sebuah batang kecil/pensil diatasnya talikan batang pensil pada erban.
      • Putar batang pensil sampai perdarahn berhenti kemudian kunci batang pada posisinya.
      • Catat waktu
    •  
    •  
    •  
    •  
    • Terima Kasih