Makalah Liturgi prinsip dasar dan implikasi dalam perancangannya
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Makalah Liturgi prinsip dasar dan implikasi dalam perancangannya

on

  • 2,804 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,804
Views on SlideShare
2,804
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
23
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Makalah Liturgi prinsip dasar dan implikasi dalam perancangannya Makalah Liturgi prinsip dasar dan implikasi dalam perancangannya Presentation Transcript

  • Klaten, 20 September 2011
  • • Liturgi berasal dari kata Yunani laos (umat) dan ergon (karya). Jadi liturgi pada dasarnya adalah karya umat. • Karya umat yang terutama bukan hanya di dalam aktivitas ritual, tetapi justru dalam keseharian hidup. Hidup = liturgi. Dlm bhs Arab Abudah = bekerja. Dari kata yang sama muncul kata ibadah. • Namun liturgi dalam arti ritual tetap perlu sebagai simbolisasi, kristalisasi dan refleksi atas hidup sebagai liturgi. (Allah hadir dalam semua kegiatan makan, tidur, bekerja, naik gunung, dsb, tetapi secara eksplisit kehadiran Allah dirasakan paling kuat dalam ibadah).
  • • Jadi: Liturgi ritual harus terkait sepenuhnya dengan liturgi kehidupan riil. Liturgi ritual yang tercerabut dari kehidupan nyata kehilangan kekuatan dan maknanya. • Liturgi ritual harus merangkum pergumulan manusia beriman dalam hidup sesehari dan kemudian mendorong untuk menghidupi kehidupan sesehari lebih bermakna. Jadi liturgi kehidupan ditopang sepenuhnya oleh liturgi ritual.
  • • Liturgi = puncak dan sumber semua kegiatan gereja. • Puncak - Semua usaha Gereja mempunyai satu tujuan, yakni agar semua orang berhimpun menjadi satu untuk memuliakan Allah. Dengan kata lain: semua kegiatan gereja mengarah dan menyiapkan umat untuk berliturgi. • Sumber --Liturgi ritual menjadikan anggota- anggotanya manusia yang mengalami pembaharuan. Liturgi menjadi arena yang terbaik, tempat umat beriman menimba seluruh kekuatan dan rahmat untuk mengamalkan kasih Kristus dalam hidupnya sehari- hari.
  • • Ibadah semua agama memiliki unsur serupa, seperti doa, baca kitab suci, dsb. Tetapi liturgi Kristen berbeda secara mendasar dengan liturgi agama lain. • Prinsip-prinsip dasar liturgi yang tidak jelas bisa membelokkan makna liturgi. Contoh: Liturgos berkata: "Mari kita menikmati hiburan suara yang indah dari sdri....... pagi ini". Jelas liturgos ini telah salah mencampuradukkan liturgi dengan "entertainment".
  • • Iman yang dirayakan adalah tanggapan atas panggilan dan tawaran pernyataan diri dari Allah. Allah yang telah melaksanakan karya penyelamatanNya dalam sejarah. Jadi liturgi adalah 'celebrative act' yang berpusat pada Allah. Allah telah menyelamatkan, maka kita merayakannya dengan berliturgi. • Ibadah = ekaristi (eucharist = to give thanks). Ini berbeda dengan agama-agama lain di mana ibadah lebih merupakan upaya manusia untuk memperoleh keselamatan.
  • • Diadakan atas dasar iman pada Yesus Kristus - tidak ada dasar yang lain yang dirayakan dalam liturgi. • Suatu persekutuan persaudaraan anak-anak Allah. • Merasa dipanggil bersama dan diutus bersama untuk memberitakan Injil. • Sadar bahwa mereka umat yang dipilih dan diselamatkan. • Merayakan dengan penuh sukacita dan pengharapan. Kekhidmatan tidak boleh merampas sukacita perayaan karya Allah. Contoh: PK diadakan lebih pada perayaan Paskah dan bukan Jumat Agung.
  • • Gereja menyatakan dirinya dalam liturgi. Kalau orang mau tahu tentang gereja, maka orang perlu melihat pertemuan umat yang sedang berliturgi. • Ill: pematung mengekspresikan diri melalui hasil karya patungnya. Jemaat memuliakan Allah Bapa, yang mengutus Yesus Kristus demi keselamatan mereka dan dalam kuasa Roh Kudus umat mengenang misteri penyelamatan Allah dalam Kristus itu dengan penuh syukur
  •  Karena liturgi merupakan ungkapan diri Gereja, liturgi bersifat resmi. Kriteria resmi dan tidak resmi sebuah liturgi bukan bertolak dari si pemimpin, melainkan dari makna liturgi sebagai ungkapan hakikat asli Gereja. Liturgi harus dipimpin oleh pemimpin resmi (tertahbis atau orang yang secara resmi diberi mandat untuk itu)
  •  Liturgi kristen memakai pola katabatis-anabatis. Katabatis gerakan dari atas ke bawah, dr Allah kepada umat. Anabatis menunjuk pada gerakan dari bawah ke atas, dari umat kepada Allah.  Contoh:
  • Votum – pernyataan Allah yang hadir dan mengundang umat beribadah. Pengakuan dosa – karena kita berhadapan dengan Allah yang mendatangi kita. Berita anugerah – Allah menyatakan pengampunanNya. Pemberitaan Firman – Allah menuntun umat. Pengakuan Iman – Kita merespons firman tuhan. Persembahan syukur Doa syafaat Kesediaan diutus Berkat – Allah menyertai kita memasuki liturgi kehidupan.  Contoh: Yesaya 6:1-8
  •  Perlu persiapan. Baik diri umat, petugas liturgi, tata perayaannya, maupun sarananya. Umat perlu persiapan doa yang cukup sebelum ibadah. Persiapan sebelum liturgi ini perlu dirancang. Jangan sampai terlambat, apalagi kalau beranggapan “Baru puji-pujian, belum sampai Firman Tuhan” seperti dalam gereja-gereja Pentakosta.
  •  Persiapan petugas amat perlu, baik segi batin maupun koordinasi antar petugas. Demikian pula persiapan sarana liturginya. Kalau peralatan terganggu, ibadah bisa menjadi kacau. Selain itu, peralatan menjadi simbol seberapa jauhkah kita benar-benar mengekspressikan diri tentang hubungan kita dengan Tuhan: pantaskah, indahkah, terawat-kah peralatan tersebut?
  • • Liturgi adalah ungkapan diri gereja, maka dilakukan oleh umat secara bersama-sama secara sadar dan aktif. Jadi sifatnya partisipatoris. • Jaman dulu, warisan tradisi Barat di mana "priest acting-people watching", seorang pendeta yang bertindak dan umat menonton. Liturgi Kristen menolak tindakan kultis melalui imam seperti pada agama Hindu, atau Budha, di mana seorang imam memberikan air atau abu suci kepada umat setelah imam itu melaksana-kan penyembahan atau doa di hadapan Tuhan.
  • • Dalam liturgi Kristen semua umat bersama-sama melaksanakan ibadah itu. Awam diberi tempat luas dalam pelayanan ibadah: liturgos, doa, mengambil kolekte, bahkan kotbah bila diperlukan. Pendeta memang masih merupakan "pemain utama" dalam liturgi, tetapi bukan lagi "pemain tunggal" (the chief but not the sole liturgist). Ia lebih bersifat sebagai "tanda dan simbol kesatuan dalam komunitas; serta menjadi pelayan komunitas agar komunitas berjumpa langsung dengan Tuhan
  •  Ada partisipasi yang muncul dalam responsoria aktif dialogis. Mis: umat – pemimpin; lak-laki – perempuan; umat-paduan suara. Dsb  Demikian pula harus diatur keseimbangan antara komunal – individualnya. Ada kebersamaan jemaat datang pada Tuhan, tetapi juga ada kesempatan datang secara pribadi kepada Tuhan. Juga hening/suaranya.
  • • Liturgi bukanlah parade konsep melainkan parade kisah, penceritaan ulang tindakan Allah dalam sejarah. Contoh: Keluaran 15:1-18. lagu yang menceritakan tindakan/karya penyelamatan Allah yang membebaskan. • Contoh: ayah, ibu atau kakek berkata: "Ayo, saya akan berceritera untuk kamu", dengan segera anak-anak atau cucu-cucu akan berkumpul. Liturgi mengundang umat berkumpul melalui tindakan naratif. Lagu-lagu pujian dalam liturgi kita seharusnya menceritakan pengalaman kontemporer kita terhadap karya penyelamatan Allah dalam sejarah yang kita alami bersama.
  • • Tindakan naratif muncul melalui urutan unsur liturgis: votum, yang mengakui Allah sebagai pencipta dan pemelihara, pujian penyembahan, doa pengakuan dosa oleh umat, pernyataan pengampunan dosa, pemberitaan Firman Tuhan yang menjelaskan kehendak Allah bagi umat yang sudah diperbarui, respons/tindakan komitmen umat (pengakuan iman, doa syafaat, persembahan), sampai akhirnya doa berkat yang berisi pengharapan eskhatologis.
  •  Ada keterlanjutan dari satu bagian ke bagian lain liturgi. Mengalir tanpa terputus. Kalimat formal : “Mari kita membuka NKB 123:1-3” malah bisa memutus rangkaian.  Sebaliknya kalimat-kalimat komentar yang berakna dan variatif bisa membantu kontinuitas ibadah.
  •  Kalau umat menyadari makna tindakan naratif dalam liturgi, biasanya liturgi akan menjadi lebih mudah dihayati dan umat berpartisipasi dengan kesadaran yang lebih mendalam.  Liturgi memang harus merupakan 'lingkungan makna' yang mewadahi kebutuhan untuk memberi visi dan mentransmisikan keyakinan iman Kristen bagi jemaat secara sosial
  • • Pusat dari tindakan naratif di dalam liturgi adalah perayaan misteri Paskah Yesus Kristus. Puncak penyelamatan Allah terlaksana dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Dari terang kematian dan kebangkitan Kristus inilah, seluruh misteri dinamika hidup Yesus ditafsir, dibacakan, dan diberitakan. Narasi kehidupan Kristus yang berpuncak pada kematian dan kebangkitan kristus inilah yang dikisahkan kembali dalam kotbah-kotbah Gereja dalam tradisi Kristen. • Karenanya pemakaian kalender Liturgi atau Kalender Gerejawi dalam berbagai tradisi gereja Kristen menjadi sesuatu yang cukup penting
  • • Rekreasi dan re-kreasi. • Rekreasi adalah menikmati istirahat sehingga kita mampu menghadapi kembali pekerjaan kita. • Re-kreasi adalah menciptakan ulang sesuatu menjadi baru. • Liturgi adalah rekreasi. Dengan segala kerja, godaan, dan pencobaan hidup di dalam dunia, liturgi memang merupakan titik rekreasi. Liturgi menjadi istirahat dari dunia kerja yang terus berputar dari Senin-Sabtu. Kerja tanpa istirahat adalah demonis. Kita perlu duduk di 'bawah kaki Tuhan' agar benar-benar dapat beristirahat. Berekreasi dengan Tuhan.
  • • Liturgi juga arena untuk mencipta ulang/re-kreasi hidup kita. Kita membawa segala keberadaan dan pengalaman hidup ke hadirat Tuhan, menata ulang. Dalam re-kreasi itu kita mengatur kembali dan re- orientasi hidup sesuai dengan nilai-nilai kerajaan Allah. Jadi di hadapan hadirat Tuhan kita diciptakan ulang. Setiap kali Allah menyapa kita dalam tiap ibadah atau liturgi, setiap pengalaman kita, baik suka dan duka, baik atau jahat, di tata kembali dan hidup kita dicipta ulang. Itu sebabnya penting sekali ada elemen pengakuan dosa dalam liturgi kita.
  •  Memahami bahwa liturgi adalah arena untuk mencipta ulang kehidupan juga membawa implikasi penting untuk menekankan bahwa liturgi harus mewadahi pergumulan kehidupan manusia, atau berfungsi sebagai rites of the passage of life. Ritual untuk melewati tahapan-tahapan kehidupan From womb to tomb, dengan krisis-krisisnya masing-masing
  • • Sementara kita membawa kehidupan sehari-hari ke dalam liturgi, kita juga membawa proyeksi masa depan. Salah satu elemen utama dari iman Kristen yang dinarasikan dalam ibadah kita adalah masa depan, dalam terang kerajaan Allah yang akan datang. Liturgi meng-orientasikan kita kepada kerajaan Allah yang akan datang tersebut. • Sewaktu kita menata ulang kembali kehidupan kita, kita menata ulang dalam tujuan utama kerajaan Allah yang akan datang, kerajaan yang mengatasi segala batas-batas gereja.
  •  Contoh: PK = mencicipi perjamuan Surgawi untuk semua orang beriman.  Benediksi = penantian kesempurnaan kerajaan Allah dan hidup mereka masih harus senantiasa berjuang untuk menghadirkan kerajaan Allah tersebut di dalam dunia.
  •  Hymnal biasanya memuat ayat terakhir yang berkaitan dengan tindakan eskhatologis. Bagian ini harus dihargai juga.