“5 RUMAH TERBAKAR, 2 TEWAS DAN
10 LUKA-LUKA TERKENA BACOKAN
AKIBAT TAWURAN ANTAR KAMPUNG !!”
“SEORANG PRIA MEMBUNUH TETANG...
 BELAJAR MENGAMPUNI ADALAH
JALAN YANG DITAWARKAN KEPADA
KITA AGAR TIDAK ADA LAGI
TEMBOK-TEMBOK YANG
MEMBATASI.
 TANPA PE...
“Pengampunan dapat dilakukan
jika orientasi kita tertuju
kepada Allah”
“kamu memang mereka-rekakan
yang jahat, tetapi Alla...
 Yusuf tidak akan dapat
mengatakan seperti itu jika dia
belum sepenuhnya mengampuni
saudaranya
 Anda tidak dapat memeluk...
Karena dia hidup terus menerus
bersama
Allah, dengan perspektif Allah,
bergaul
bersama Allah.
Hasilnya : Damai sejahtera d...
“ Kita bisa belajar mengampuni, jika
kita memiliki kesadaran bahwa
setiap orang bertanggungjawab
atas hidupnya di hadapan ...
 Paulus mendapati bahwa
hambatan terbesar untuk dapat
mengampuni justru datang dari diri
sendiri : Keegoisan, harga diri,...
 Bagi Paulus, hambatan itu bisa
dihilangkan jika kita mau belajar
dengan iman untuk merendahkan
diri agar dapat menerima ...
 Paulus tidak bermaksud
menghilangkan perbedaan.
Perbedaan itu pada dasarnya baik,
namun jangan dimutlakan.
Yang penting ...
“PENGAMPUNAN ADALAH POLA HIDUP
DI DALAM KERAJAAN ALLAH”
Jika anda tidak bisa mengampuni, maka
anda
tidak bisa tinggal dala...
 Yesus memberi peringatan : jikalau
seseorang minta pengampunan
dari Allah, datanglah dengan
kerendahan hati, sebab Allah...
Kotbah  pengampunan
Kotbah  pengampunan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kotbah pengampunan

808

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
808
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
35
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kotbah pengampunan

  1. 1. “5 RUMAH TERBAKAR, 2 TEWAS DAN 10 LUKA-LUKA TERKENA BACOKAN AKIBAT TAWURAN ANTAR KAMPUNG !!” “SEORANG PRIA MEMBUNUH TETANGGANYA KARENA TIDAK TERIMA ANAKNYA DIHINA” “SEORANG ANAK MEMBUNUH AYAHNYA KARENA TIDAK DIBELIKAN SEPEDA MOTOR”
  2. 2.  BELAJAR MENGAMPUNI ADALAH JALAN YANG DITAWARKAN KEPADA KITA AGAR TIDAK ADA LAGI TEMBOK-TEMBOK YANG MEMBATASI.  TANPA PENGAMPUNAN, MUSTAHIL MEMBANGUN PERSEKUTUAN YANG MENGASIHI
  3. 3. “Pengampunan dapat dilakukan jika orientasi kita tertuju kepada Allah” “kamu memang mereka-rekakan yang jahat, tetapi Allah…”
  4. 4.  Yusuf tidak akan dapat mengatakan seperti itu jika dia belum sepenuhnya mengampuni saudaranya  Anda tidak dapat memeluk dengan tulus, jika belum mengampuni.  Yusuf tidak melihat saudara- saudaranya sebagai musuh sebab perspektifnya telah berubah: “bukan kalian yang mengirimku
  5. 5. Karena dia hidup terus menerus bersama Allah, dengan perspektif Allah, bergaul bersama Allah. Hasilnya : Damai sejahtera dan ucapan syukur !
  6. 6. “ Kita bisa belajar mengampuni, jika kita memiliki kesadaran bahwa setiap orang bertanggungjawab atas hidupnya di hadapan orang lain, bahwa kita manusia saling membutuhkan satu sama lain”
  7. 7.  Paulus mendapati bahwa hambatan terbesar untuk dapat mengampuni justru datang dari diri sendiri : Keegoisan, harga diri, kehormatan, gengsi, yang jika diruntut maka akan berhubungan dengan dosa “kesombongan”
  8. 8.  Bagi Paulus, hambatan itu bisa dihilangkan jika kita mau belajar dengan iman untuk merendahkan diri agar dapat menerima orang lain.
  9. 9.  Paulus tidak bermaksud menghilangkan perbedaan. Perbedaan itu pada dasarnya baik, namun jangan dimutlakan. Yang penting dari perbedaan itu adalah kesediaan untuk saling menghargai dan menerima satu dengan yang lain.
  10. 10. “PENGAMPUNAN ADALAH POLA HIDUP DI DALAM KERAJAAN ALLAH” Jika anda tidak bisa mengampuni, maka anda tidak bisa tinggal dalam Kerajaan Allah. Orang harus mengampuni supaya ia diampuni.
  11. 11.  Yesus memberi peringatan : jikalau seseorang minta pengampunan dari Allah, datanglah dengan kerendahan hati, sebab Allah tidak bisa dijumpai dengan kesombongan. Allah tidak bisa berhubungan dengan dosa kemarahan dan dendam
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×