Askep ansietas
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Askep ansietas

on

  • 4,050 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,050
Views on SlideShare
3,723
Embed Views
327

Actions

Likes
0
Downloads
82
Comments
0

8 Embeds 327

http://belapurnama.blogspot.com 307
http://belapurnama.blogspot.com.br 8
http://belapurnamadewi.blogspot.com 7
http://belapurnama.blogspot.de 1
http://belapurnama.blogspot.kr 1
http://belapurnama.blogspot.cz 1
http://belapurnama.blogspot.com.es 1
http://belapurnama.blogspot.ru 1
More...

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Askep ansietas Askep ansietas Presentation Transcript

    • ASUHAN KEPERAWATAN PADAKLIEN DG ANSIETAS
    • Pengertian Ansietas Ketakutan/kekuatiran pada sesuatu yang tdk jelas dan berhubungan dengan perasaan tidak menentu dan tak berdaya (helplessness). Perasaan isolasi, terasing, dan terancam mungkin dialami. Individu mempersepsikan kepribadiannya terancam. Manusia muali merasakan sejak bayi Berhenti kalau mati.
    • Karakteristik Ansietas Mpk emosi dan bersifat subyektif. Sumber tdk jelas (takut ~ sumber jelas). Bisa ditularkan Terjadi akibat adanya ancaman pada harga diri, identitas diri. Perlu adanya keseimbangan antara keberanian dan kecemasan
    • Tingkat Ansietasn Ansietas ringan: pd kehidupan sehari-hari. Individu sadar. Lahan persepsi meningkat (mendengar, melihat, meraba lebih dari sebelumnya). Perlu untuk memotivasi belajar, pertumbuhan, dan kreativitas.n Ansietas sedang: lahan persepsi menyempit (melihat, mendengar, meraba menurun dpd sblmnya). Fokus pd perhatian segera.
    • Tingkat Ansietasn Ansietas berat: lahan persepsi sangat sempit, hanya bisa memusatkan perhatian pd yg detil, tdk yg lain. Semua perilaku ditujukan untuk menurunkan ansietas.n Panik: hilang kontrol, hanya bisa menurut perintah
    • Panik Hilang kontrol Tak bisa melakukan sesuatu tanpa perintah atau arahan. Disorganisasi kepribadian. Meningkatnya aktivitas motorik Menurunnya kemampuan menghubung- hubungkan. Hilangnya pikiran rasional Hilangnya komunikasi dan fungsi efektif.
    • Rentang Respon AnsietasAdaptif Maladap tif Antisi Ringan Sedang Berat Panik pasi
    • Pengkajian Faktor Predisposisi Faktor Presipitasi Mekanisme Koping Perilaku
    • Faktor Predisposisin Teori Psikoanalisa: ansietas mpk konflik elemen kepribadian id dan super ego (dorongan insting dan hati nurani). Ansietas mengingatkan ego akan adanya bahaya yg perlu diatasi.n Teori interpersonal: ansietas terjadi krn ketakutan penolakan dlm hub interpersonal. Dihubungkan dg trauma masa pertumbuhan (kehilangan, perpisahan) yg menyebabkan ketdkberdayaan). Idv yg harga diri rendah mudah mengalami ansietas.
    • Faktor Predisposisi Teori perilaku; ansitas timbul sbg akibat frustrasi yg disebabkan oleh sesutu yg mengganggu pencapaian tujuan. Mrpk dorongan yg dipelajari utk menghindari rasa sakit/nyeri. Ansietas meningkat jika ada konflik (konflik ~ ansietas ~ helplessness) Kondisi keluarga: ansietas dpt timbul secara nyata dlm keluarga. Ada overlaps gg ansietas dan depresi.
    • Faktor Predisposisi Keadaan biologis: dpt dipengaruhi dan mempengaruhi ansietas. Kelelahan mengakibatkan idv mudah terangsang dan merasa ansietas.
    • Faktor Presipitasi Ancaman integritas fisik: ketidakmampuan fisiologis dan menurunnya kemampuan melaksanakan ADL. Ancaman thd sistem “diri”; mengancam identitas, harga diri, integrasi sosial. Mis: phk, kesulitan peran baru. Gabungan: penyebab timbulnya ansietas gabungan dr genetik, perkembangan, stresor fisik, stresor psikososial.
    • Perilaku Ansietas dpt diekspresikan lgs melalui perubahan fisiologis dan perilaku scr tdk lgs melalui timbulnya gejala/mekanisme koping utk mempertahankan diri dari ansietas. Respon fisiologis dpt terjadi pd sistem kardiovaskuler, pernafasan, neuromuskuler, GI, perkemihan, dan kulit Perilaku: motorik, afektif, kognitif
    • Efek fisiologis ansietas Kardiovaskuler: palpitasi, berdebar-debar, TD↑, pinsan, TD↓, N ↓. Pernafasan: ↑P, nafas pendek, dada sesak, nafas dangkal, rasa tercekik, terengah-engah. Neuromuskuler: ↑ refeks, terkejut, mata berkedip-kedip, insomnia, tremor, kaku-kaku, gelisah, wajah tegang, kelemahan umum, gerakan lambat, kaki goyah.
    • Efek fisiologis ansietas Gastrointestinal: hilang nafsu makan, menolak makan, abdomen tdk nyaman, nyeri abdomen, mual, perih, diare. Sistem perkemihan: tekanan utk b.a.k., sering b.a.k. Kulit: wajah kemerahan, keringat lokal, gatal-gatal, rasa panas dingin, wajah pucat, berkeringat seluruh tubuh.
    • Respon Perilaku Motorik: gelisah, ketegangan fisik, tremor, sering kaget, bicara cepat, kurang koordinasi, menarik diri, menghindar, menahan diri. Kognitif: gg perhatian, tak bisa konsentrasi, pelupa, salah tafsir, pikiran blocking, menurunnya lahan persepsi, bingung,, waspada berlebihan, hilangnya obyektivitas, takut hilang kontrol.
    • Respon Perilaku Afektif: tdk sabar, tegang, nervous, takut berlebihan, teror, gugup, sangat gelisah.
    • Mekanisme Kopingn Task Oriented (orientasi pd tugas)  Dipirkan utk memecahkan masalah, konflik, memenuhi kebutuhan.  Realistis memenuhi tuntutan situasi stres  Disadari dan berorientasi pd tindakan  Berupa reaksi: melawan (mengatasi rintangan utk memuaskan kebutuhan), menarik diri (menghilangkan sumber ancaman fisik atau psikologis), kompromi (mengubah cara, tujuan utk memuaskan kebutuhan)
    • Mekanisme Kopingn Ego oriented:  Task oriented tdk selalu berhasil  Melindungi “self”  Berguna pd ansietas ringan ~ sedang  Melindungi dr perasaan inadequacy dan buruk  Berupa penggunaan mekanisme pertahanan diri (defens mechanism)
    • Mekanisme Pertahanan Ego     Mekanisme Definisi   Pertahanan  1. compensation Menutupi kekurangan di bidang yang lain Menyatakan ketidaksetujuan2.Penyangkalan (Denial) terhadap realitas tersebut. Mekanisme pertahanan ini adalah paling sederhana dan primitif. Pengalihan emosi yang semula3. Pemindahan (Displacement) ditunjukkan pada seseorang/benda tertentu. Ex : seorang siswa yang dihukum oleh gurunya kemudian melampiaskan keinginan untuk melakukan pembalasan dengan merusak perabotan sekolahnya.
    • 4. Sublimasi Contohnya seorang yang pemuda yang mengalami kecemasan sehubungan dengan hasrat seksualnya yang besar, kemudia bergiat dibidang olahraga.5. Identifikasi (Identification) Proses dimana seseorang mencoba menjadi orang yang dia kagumi dcngan mengambil/menirukan pikiran-pikiran, prilaku dan selera orang tersebut. Ex : mengikuti tren u/ menaikan harga diri6.1ntelektualisasi(Intelectualiza Penggunaan logika dan alasantion) yang berlebihan untuk menghindari pengalaman yang mengganggu perasaannya.
    •   Suatu tindakan meniru tindakan7.Introjeksi (Introjection) yang ada disekitarnya Ex : apa yang dilakukan ayahnya maka ia lakukan8. Proyeksi Pengalihan buah pikiran atau impuls pada diri sendiri kepada orang lain terutama keinginan, perasaan emosional dan motivasi yang tidak dapat ditoleransi.  Ex : jojo tidak menyukai pacarnya lagi tapi dia mengatakan pacarnya tidak menyukainya lagi. Mengemukakan alasan yang tampak9. Rasionalisasi  logis dan dapat diterima masyarakat untuk membenarkan impuls.perasaaan, perilaku dan motif yang tidak dapat diterima. seorang pemuda berniat mendekati seorang gadis cantik yang menarik hatinya. Tetapi karena takut ditolak, si pemuda memberikan alasan bahwa gadis tersebut sesungguhnya tidak menarik.
    •   Pengembangan sikap dan polal0.Reaksi Formasi perilaku yang disadari, yang bertentangan dengan apa yang sebenarya ia rasakan atau yang ingin ia lakukan Ex : seorang ibu membenci anaknya, tetapi karena kebencian terhadap anak itu merupakan suatu sikap yang tercela dan karenanya membuat si ibu mengalami rasa berdosa dan kecemasan, maka si ibu kemudian mengungkapkan sikap sebaliknya, yakni menyayangi anaknya secara berlebihan.11. Regresi Menghindari kegagalan Contoh seorang anak yang merasa cemas kasih sayang orang tuanya direbut oleh adiknya yang baru lahir, menjadi sering ngopol ketika dia masih bayi.
    • Diagnosis KeperawatanMenurut NANDA:  Ansietas  Koping individu tidak efektif  Takut
    • Tujuan  Menurunkan tingkat kecemasan klien.  Mendukung dan melindungi klien
    • Tindakan Keperawatan pdAnsietas Berat - PanikTujuan: memberi dukungan, melindungi, dan menurunkan tingkat ansietas pada tkt sedang atau ringan. Bina hubungan saling percaya dan terbuka: dengarkan keluhan, dukung utk menceritakan perasaan, jawab pertanyaan scr lags, menerima tanpa pamrih, hargai pribadi klien.
    • Tindakan Keperawatan pdAnsietas Berat - Panik Sadari dan kontrol perasaan diri perawat: bersikap terbuka sesuai perasaan, terima perasaan positif maupun negatif termasuk perkembangan ansietas, menggali penyebab ansietas, pahami perasaan diri secara terapeutik.
    • Tindakan Keperawatan pdAnsietas Berat - Panik Yakinkan klien ttg manfaat mekanisme koping yg bersifat melindungi dan tdk memfokuskan diri pd perilaku maladaptif: terima dan dukung klien; tdk menentang klien; nyatakan perawat bisa memahami rasa sakit tetapi tdk memfokuskan pada rasa tersebut; beri umpan balik thd perilaku, stresor, dampak stresor dan sumber koping; batasi perilaku maladaptif dg cara suportif.
    • Tindakan Keperawatan pdAnsietas Berat - Panik Identifikasi dan mencoba menurunkan situasi yg menimbulkan ansietas: sikap tenang; lingkungan tenang; batasi kontak dg klien lain; identifikasi dan modifikasi hal yg menimbulkan cemas; terapi fisik: mandi air hangat, pijat Anjurkan melakukan aktivitas di luar yg menarik; share aktivitas yg sering dilakukan; latihan fisik; buat rencana harian; libatkan keluarga dan support system.
    • Tindakan Keperawatan pdAnsietas Berat - Panik Tingkatkan kesehatan fisik: beri obat- obatan yg meningkatkan rasa nyaman; observasi efek samping obat dan beri pendidikan kesehatan yang sesuai.
    • Tindakan Keperawatan pdAnsietas Sedang1. Bina hubungan saling percaya:  Dengar dengan hangat dan responsif  Beri waktu kepada klien untuk berespon  Beri dukungan utk ekspresi diri.2. Perawat menyadari dan mengenal ansietasnya sendiri:  Kenali perasaan diri  Kenali sikap dan perilaku perawat yg berdampak negatif pd klien  Bersama klien menggali perilaku dan respon shg dapt belajar dan berkembang
    • Tindakan Keperawatan pd Ansietas Sedangn Bantu klien mengenal ansietasnya:  Bantu klien mengekspresikan perasaan.  Bantu klien menghubungkan perilaku dg perasaan klien.  Memvalidasi kesimpulan dan asumsi.  Pertanyaan terbuka.n Memperluas kesadaran berkembangnya ansietas:  Bantu klien menhubungkan situasi dan interaksi yg menimbulkan ansietas.  Bantu klien meninjau kembali penilaian klien thd stresor yg dirasa mengancam dan menimbulkan konflik.  Mengaitkan pengalaman saat ini dg pengalaman masa lalu
    • Tindakan Keperawatan pdAnsietas Sedang1. Bantu klien mempelajari koping yg baru  Menggali pengalaman klien menghadapi ansietas sebelumnya.  Tunjukkan akibat negatif koping yg saat ini.  Dorong klien untuk mencoba koping adaptif yg lalu  Memusatkan tanggung jawab perubahan pada klien  Terima peran aktif klien. Mengaitkan hubungan sebab- akibat keadaan ansietasnya.  Bantu klien menyusun kembali tujuan memodifikasi perilaku  Anjurkan penggunaan koping yg baru
    •  Didik klien untuk memakai ansietas ringan untuk pertumbuhan diri. Dorong aktivitas fisik untuk menyalurkan energi Mengerahkan dukungan sosial ~ koping adaptif diterapkan oleh klien.