pendidikan islam untuk politik

  • 830 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
830
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
17
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. FORUM PEMBINAAN PEGAWAI LEMBAGA PENDIDIKAN AL FALAH Surabaya, 29 Maret 2014 PENDIDIKAN ISLAM di tengah POLITIK BANGSA Fuad Amsyari Ph.D, Dewan Kehormatan ICMI Pusat
  • 2. KEHIDUPAN MANUSIA MELIPUTI: • Kehidupan Pribadi • Kehidupan Keluarga • Kehidupan Bermasyarakat-Berbangsa- Bernegara
  • 3. KEHIDUPAN BERBANGSA-BERNEGARA • Menjadi Warga Negara • Mematuhi Aturan2 yg Ditetapkan Negara • Mengkritisi Kebijakan Negara yg Berlaku • Memilih Pimpinan Negara via PEMILU • Mengkritisi Perilaku Pimpinan Negara • Bisa terpilih menjadi Pimpinan Negara (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif)
  • 4. • Kehidupan dalam Berbangsa-Bernegara disebut sebagai: KEHIDUPAN POLITIK
  • 5. BAGAIMANA AGAMA ISLAM MEMBERI TUNTUNAN KEPADA UMAT MANUSIA ?
  • 6. ISLAMSEBAGAI AGAMAYANGSEMPURNA MEMBERI TUNTUNANTENTANGSEMUA KEBUTUHANHIDUPMANUSIA dalambentukSYARIATISLAMtentang: 1.PENGELOLAANINDIVIDU 2. PENGELOLAANKELUARGA 3. PENGELOLAANBANGSA-NEGARA
  • 7. 1. Syariat untuk mengelola Individu/Pribadi : ibadah mahdhah, makan-minum, berpakaian, dll 2. Syariat untuk mengelola Keluarga : hubungan suami-istri, anak-orang tua, antar tetangga, waris, dll 3. Syariat untuk mengelola Bangsa-Negara: prinsip berorganisasi, kebijakan politik, ekonomi, hukum, sosial-budya, pertahanan-keamanan, dll
  • 8. BERISLAM ITU MEWAJIBKAN 2 HAL: 1. Hidup sesuai dengan tuntunan syariat (Pribadi, Keluarga, Berbangsa-bernegara) 2. Menyebarkan agama Islam (Pendidikan, Dakwah, Pembelaan kepada Islam)
  • 9. DALAM BERISLAM AKAN DITEMUI BERBAGAI TANTANGAN, AMAT BESAR JIKA: BERUPAYA MENEGAKKAN SYARIAT TERKAIT MASALAH SOSIAL-KENEGARAAN =IDEOLOGI ISLAM= (berhadapan dengan kelompok lain yang ingin menerapkan “Ideologi Non-Islam / Sekuler” dalam mengelola negara)
  • 10. Untuk menghadapi persaingan diperlukan: Kebersamaan Umat Islam =UKHUWAH ISLAMIYAH=
  • 11. MAKNA OPERASIONAL UKHUWAH ISLAMIYAH adalah Kebersamaan Umat untuk menegakkan Syariat Sosial-Kenegaraan Islam (agar mampu memenangkan persaingan dengan kelompok sosial yg berideologi lain)
  • 12. PENERAPAN ISLAM DALAM BERBANGSA-BERNEGARA DISEBUT: ISLAM POLITIK atau POLITIK ISLAM (analogi dg Ritual, Akhlaq Islam)
  • 13. SUBSTANSI/KANDUNGAN ISLAM POLITIK: • 1. Upaya-Upaya agar Negara dipimpin Islam • 2. Mengelola Negara sejalan dengan Tuntunan Allah SWT tentang Kenegaraan setelah kekuasaan berada di tangan Islam
  • 14. PERCONTOHAN RASULULLAH MUHAMMAD SAW DALAM BERISLAM
  • 15. RASULULLAH mengajarkan & memberi teladan bahwa ISLAM: tidak hanya tentang TAUHID, RITUAL, AKHLAK, AMAL SOSIAL tapi juga menyangkut UPAYA MEMIMPIN-MENGELOLA BANGSA-NEGARA DG SYARIAT (Politik Islam)
  • 16. AL QUR’AN JUGA BERISI TUNTUNAN: TAUHID, RITUAL, AKHLAK, AMAL SOSIAL dan MEMIMPIN-MENGELOLA BANGSA- NEGARA (kebijakan poleksosbudhankam)
  • 17. SKALA KEBERHASILAN YANG DICAPAI OLEH DUA POLA PERJUANGAN RASULULLAH
  • 18. 13 TAHUN PENANAMAN AQIDAH DAN SYARIAH TERKAIT TAUHID, RITUAL, AKHLAK, AMAL SOSIAL MELALUI DAKWAH DI MEKAH: 1. SEKITAR 300 ORANG SADAR BERISLAM, 2. TATANAN SOSIAL-POLITIK MASYARAKAT MEKAH TETAP RUSAK
  • 19. 10 TAHUN PERJUANGAN DI MADINAH, YANG MENERAPKAN ISLAM POLITIK (MENJADI KEPALA NEGARA MADINAH): 1. SELURUH JAZIRAH ARAB MEMELUK ISLAM, 2. TATANAN SOSIAL WILAYAH ARAB TERBEBAS KRISIS SOSIAL DAN MENJADI MERCU SUAR PERADABAN DUNIA.
  • 20. PROSES SOSIAL-POLITIKNYA RASULULLAH MENJADI KEPALA NEGARA
  • 21. 1. ISLAM MENGIKAT UMAT DALAM BENTUK: = HIZBULLAH = (Partai Allah: kelompok politik bermisi menerapkan syariat Allah dalam mengelola bangsa-negara) Al Qur’an: 5-56
  • 22. 2. Membesarkan/Menguatkan Hizbullah dalam hal : a. membawa semangat juang ideologis b. kemampuan fisik-organisatoris umat
  • 23. 3. Melalui proses Musyawarah/ Demokrasi berupa perundingan/lobby dengan Kelompok Politik Non-Islam di Madinah untuk sepakat bahwa Rasulullah yang memimpin negara (lihat isi Piagam Madinah)
  • 24. SELALU AKAN ADA PERSAINGAN POLITIK DALAM SUATU NEGARA (MASYARAKATNYA TENTU PLURAL) SUNNATULLAH KEHIDUPAN POLITIK, tidak boleh dihindari / dinafikan
  • 25. SISTEMATIKA PERJUANGAN POLITIK ISLAM DI MASA RASULULLAH: • 1. Nabi dengan umat Islam semangat untuk membesarkan Hizbullah/ Partai Islam • 2. Nabi dan umat Islam mampu mengatasi gerakan politik Yahudi, Nasrani, dan Sekuler lain di Medinah, memenangkan Politik Islam dalam persaingan dengan Politik Sekuler secara damai.
  • 26. MARI DICERMATI KASUS INDONESIA
  • 27. MENGENAL CIRI PENDUDUK INDONESIA • 1. Penduduk Indonesia itu MAJEMUK/PLURAL (sama seperti penduduk Madinah era Rasulullah dan penduduk di negara2 lain) • 2. Mayoritas Penduduk Indonesia itu MUSLIM, sekitar 90% (Muslim di Madinah di awal Islam malah bukan mayoritas)
  • 28. KASUS UMAT ISLAM INDONESIA TERKAIT PENERAPAN SYARIAT: 1. Pengelolaan Individu-Keluarga Muslim: -Walau umumnya mengaku muslim namun banyak yang tidak mengurus pribadi-keluarganya secara Islami. -Secara individual-keluarga banyak muslim mengetrapkan cara hidup ala non-muslim (a.l. pola pikir, cara makan, berpakaian, pergaulan)
  • 29. 2. Pengelolaan Bangsa-Negara Indonesia: -Sejak merdeka, bangsa-negara Indonesia tidak pernah dikelola dengan menggunakan syariat Islam. -Negeri ini umumnya dikelola dengan metoda sekuler ala negara Barat yg diinspirasi pola pikir non-Islam.
  • 30. KUALITAS MUSLIM INDONESIA DALAM BERISLAM: 1. Cara hidup pribadinya atau berkeluarganya banyak bersifat non-Islami 2. Cara mengurus bangsa dan negerinya juga jauh dari syariat Islam. -APA DAMPAKNYA?
  • 31. DAMPAK TERHADAP INDIVIDU, KELUARGA, BANGSA: -Banyak Individu-Keluarga Indonesia dlm krisis serius (gangguan jiwa, fisik lemah, keluarga pecah, anak2 terlantar, dll) -Sebagai Bangsa-Negara juga terkena krisis multidimensi (dekadensi moral, tingginya kemiskinan, kriminalitas merebak, kekayaan negara terkuras, hutang menumpuk, dll)
  • 32. MENGAPA Syariat Sosial-Kenegaraan Islam masih diabaikan dalam pengelolaan Indonesia: 1). Ketidak-tahuan pemimpin bangsa bahwa Islam memberi tuntunan tentang cara pengelolaan suatu bangsa-negara; 2). Karena pemimpin yang terpilih selama ini memang mereka yang tidak berminat mengetrapkan syariat Islam dalam mengelola negerinya karena permasalahan keimanan Islamnya.
  • 33. Perjuangan Islam Politik di Indonesia: 1. MEMENANGKAN PARTAI ISLAM dalam bersaing dengan partai sekuler yang ingin mengelola Indonesia dengan cara Sekuler: (a.l.: Kapitalisme,Komunisme, Sosialisme) 2. Menerapkan syariat sosial-kenegaraan dlm mengelola bangsa-negara Indonesia
  • 34. BAGAIMANA PROSES SOSIAL-POLITIKNYA UNTUK BISA MENGELOLA NEGERI SESUAI SYARIAT ALLAH SWT?
  • 35. DIPERLUKAN 2 KEBERHASILAN POLITIK ISLAM: 1. DPR DIPEGANG WAKIL RAKYAT YANG BERVISI SYARIAT 2. MEMILIKI PRESIDEN INDONESIA YANG TAAT SYARIAT
  • 36. UNTUK MENCAPAI TARGET DPR DIISI WAKIL RAKYAT BERVISI SYARIAT: PEMILU LEGISLATIF DIMENANGKAN PARTAI ISLAM
  • 37. UNTUK TARGET MEMILIKI PRESIDEN BERVISI SYARIAT: PEMILU PRESIDEN (PILPRES) DIMENANGKAN: CALON PRESIDEN DARI PARTAI ISLAM
  • 38. ARAH PENDIDIKAN ISLAM YANG UTUH: 1. Mendidik umat tentang materi Islam yg Utuh/Kaffah, meliputi: materi Tauhid, Ritual, Ahlaq, dan Politik Islam sejak dini 2. Mendorong untuk Berislam (praktek Islam) utuh pula, yi dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, dalam berpolitik
  • 39. 3. Mengupayakan supaya lingkungan umat berwarna Islami sehingga ada PENGUATAN dalam proses pendidikan Islam, tidak rusak oleh lingkungan 4. Lingkungan Keluarga dan Sekolah harus berwarna Islami
  • 40. 5. Membuat lingkungan Publik (seperti Media, Tempat Kerja, Tempat Sosial) juga berwarna Islami MELALUI KEBIJAKAN NASIONAL YANG ISLAMI, TDK SEKULARISTIK 6. ULAMA, MUBALLIGH, DA’I, GURU AGAMA HARUS SERENTAK MEMBIMBING UMAT UNTUK KEMENANGAN ISLAM POLITIK
  • 41. SEKIAN, WASSALAAM