Your SlideShare is downloading. ×
0
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
04 fiqh waqf an nuqud
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

04 fiqh waqf an nuqud

990

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
990
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
62
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. FIQH WAQF AN‐NUQUD (WAKAF UANG)
  2. PENGERTIAN WAKAF Jika peran wakaf begitu besar dalam masyarakat Islam, maka apakah hakikat wakaf ? Para ahli fiqh mengungkapkan hakikat wakaf melalui definisi wakaf. 1. Pengertian wakaf dalam bahasa Arab Kata (Al Waqf), dalam bahasa Arab, ialah penahanan
  3. 2. Pengertian wakaf dalam Syariat Islam Para ahli fiqh meneliti pengertian wakaf dalam Syariat Islam dalam sumber Syariat Islam, yaitu Al‐Quran dan Sunnah. Mereka berbeda dalam merumuskan definisinya. Di antara definisi wakaf yang populer ialah yang dikemukakan Asy‐ Syarbini, seorang ahli fiqh, pendukung mazhab Syafii. Ia menyebutkan definisi wakaf sbb. sbb. : “Penahanan / harta / yang mungkin dimanfaatkan / bendanya (asset‐nya) tetap ada (tidak lenyap), dengan cara tidak melakukan tinda‐kan pada bendanya (asetnya), disalurkan (hasilnya) kepada yang mubah (tidak terlarang) yang benar‐benar ada”.
  4. Untuk memahami definisi wakaf tadi, perlu mempelajari unsur‐unsur asasi wakaf yang disebutkan dalam definisinya, yaitu : a. Penahanan. Maksud penahanan ialah : perlindungan atas harta (a‐ set) wakaf, (baik benda seperti tanah atau uang atau la‐ innya). Demikian prinsipnya. Dilindungi dari apa ? Dilin‐ dungi : ‐ dari pindah kepemilikan, ‐ dari hak invidu untuk memilikinya, dan ‐ dari tindakan dan upaya memilikinya, baik dengan pembelian atau warisan. Namun pindah kepemilikan mungkin saja terjadi, tetapi sangat sempit, seperti rusak berat, sehingga sukar di‐ manfaatkan lagi kecuali dijual. Hasil penjualannya harus dibelikan buat harta wakaf atas nama Wakif lagi.
  5. b. Harta. Maksudnya, aset yang diwakafkan harus harta. c. Yang bisa dimanfaatkan, dimana bendanya (asetnya) tetap ada (tidak hilang). Maksudnya, pemanfaatannya tidak menyebabkan lenyapnya asetnya. Syarat inilah yang menjadi sumber perbedaan pendapat tentang wakaf uang. Karena pemanfaatan uang berarti perpindahan uang ketika dibayarkan pembeli dari tangan pembeli ke tangan penjual. Artinya hilangnya uang dari tangan pembeli. Tapi ada ulama yg mengatakan uangnya tetap utuh, tidak hilang, dengan dijadikan modal usaha. Uangnya tidak hilang, tetapi berubah menjadi barang. d. Dengan cara tidak melakukan tindakan pada bendanya (asetnya). Maksudnya, harta wakaf tidak boleh dijual, dihibahkan dan dimasukkan dalam daftar harta warisan kepada ahli waris Wakif (pemberi wakaf). e. Disalurkan kepada yang mubah dan ada. Maksudnya, ialah aset wakaf itu sendiri tidak boleh disalurkan kepada yg diberi wakaf. Yang disalurkan adalah hasil wakaf (aset). Contohnya : ‐ ‐ ‐ wakaf pohon kelapa. Pohon kelapanya tidak boleh disedekahkan. Yang di‐ sedekahkan dan disalurkan adalah buah kelapa. wakaf domba. Dombanya tidak boleh disedekahkan. Yang disedekahkan ialah bulu domba. wakaf sapi. Sapinya tidak boleh disedekahkan. Yang disedekahkan ialah susu sapi
  6. AN‐NUQUD / UANG 1. Mauquf (yang boleh diwakafkan) Apakah yang sah diwakafkan ? Banyak yang sah diwakafkan. Dasarnya ialah hadis, di antaranya sabda Rasulullah Muhammad Saw. kepada Umar bin Al‐Khoththob r.a. :
  7. "Rasulullah bersabda : Umar, kalau kamu mau menyedekahkannya (mewakafkannya), maka caranya sbb. : Tahan pokoknya/asetnya (yaitu tanahnya) dan kamu sedekahkan buahnya". "Umar menyedekahkannya. Tanah wakaf itu tidak boleh dijual, dihibahkan dan dibagikan dalam harta warisan kepada ahli waris). Tapi kamu sedekahkan buah pohon kurmanya. Lalu Umar menye‐ dekahkannya (mewakafkannya) kepada orang‐orang fakir, ahli familinya, pembebasan budak, fi sabilillah, tamu, dan orang yang dalam perjalanan", (R. Bukhory).
  8. Rasulullah Saw. menjelaskan dalam hadis tadi : Tahan pokoknya/ asetnya (yaitu tanahnya) dan kamu sedekahkan buahnya“. Jadi wakaf Umar terdiri dari sebidang tanah. Di tanahnya itu tumbuh pohon kurma yang sudah berbuah. Rasulullah Saw. menyuruh Umar menahan tanah dan pohon kurma‐ nya. Artinya, melarang Umar menyedekahkan tanah dan pohon kurmanya. Tetapi Rasulullah Saw. mengizinkan Umar menyedekahkan buah kurmanya saja.
  9. Wakaf Umar tadi menunjukkan bahwa mauquf (yang diwakafkan) itu adalah harta dan benda yang tahan lama. Sehingga dapat bermanfaat berkali‐kali dan dalam waktu yang lama. Contoh lain wakaf dimasa Rasulullah Saw. ialah : ‐ Masjid ‐ Kuda. ‐ Baju besi
  10. Bolehkah uang diwakafkan ? Kita belum menemukan dalam Al‐Quran dan Sunnah keterangan tentang hukum wakaf uang, apakah boleh atau tidak boleh. Ternyata, para ulama ahli fiqh tidak segan‐segan menganalisa hukum menjadikan uang sebagai mauquf (harta yang diwakafkan). Sebelum menganalisa pendapat ahli fiqh tentang hukum menjadikan uang sebagai mauquf (harta yang diwakafkan), perlu kita ketahui lebih dahulu bahwa para ulama ahli fiqh menyebut uang yang digunakan sebagai alat bayar (An‐Nuqud).
  11. Pengertian (An‐Nuqud) Kata adalah kata bahasa Arab, yaitu bentuk jamak dari kata (An‐Naqd). Kata (An‐Naqd) dalam bahasa Arab mempunyai banyak arti, di antaranya : (sebalik dari pertangguhan waktu pembayaran, yaitu tunai). Mata uang yang terbuat dari emas atau perak Kritik sastra
  12. Arti An‐Nuqud dalam wakaf An‐Nuqud yang dimaksud dalam pembahasan wakaf ialah mata uang yang terbuat dari emas dan perak, begitu pula yang terbuat dari kertas. Di antara buktinya ialah : Mawardi, Hakim Agung di Baghdad (wafat tahun 450 H.), menulis dalam bukunya (Al‐Hawi Al‐Kabir) tentang wakaf uang, dibawah judul : Wakaf Dinar dan Dirham. Nawawi juga menyebutkan maksudnya adalah wakaf dinar dan dirham.
  13. HUKUM WAQF AN‐NUQUD Ada dua pendapat ahli fiqh tentang hukum wakaf nuqud. Karena itu pembahasan tentang hukum wakaf nuqud kami bagi kepada dua bagian, yaitu : 1. Pendapat yang memperbolehkan wakaf nuqud. 2. Pendapat yang tidak memperbolehkan wakaf nuqud.
  14. 1. Pendapat yang memperbolehkan wakaf nuqud Di antara ahli fiqh yang memperbolehkan wakaf nuqud, ialah : A. Az Zuhri (wafat tahun 124 H) “Bab tentang wakaf hewan, kura’ (kuda meliputi semua je‐nisnya), ‘urudh (harta selain emas dan perak) dan ash‐shomit (uang emas dan perak). Az‐ Zuhri berkata tentang orang yang menetapkan uangnya sebanyak 1000 dinar fi sabilillah (untuk wakaf). Ia berikan 1000 dinar tersebut kepada ghulamnya (pembantunya/ orang yang diupahnya/budaknya) yang bekerja sebagai pedagang. Ghulamnya tersebut mengelolannya. Pemberi wakaf tersebut menetapkan keuntungannya sebagai sedekahnya kepada orang‐ orang miskin dan familinya. Apakah orang mewakafkan uangnya sebanyak seribu dinar fi Sabilillah tidak boleh makan keuntungannya, meskipun orang tersebut tidak menjadikan keuntungannya sebagai sedekah kepada orang‐ orang miskin ? Az‐Zuhri mengatakan : Ia tidak boleh makan sedikitpun dari keuntungannya".
  15. B. Mazhab Hanafi Mazhab Hanafi memperbolehkan wakaf uang dinar dan dirham, sebagai pengecualian. Dasarnya menjadikan 'urf sebagai sumber hukum ialah hadis Abdullah bin Mas’ud. Ia meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Apa yang dipandang kaum muslimin itu baik, dipandang Allah baik juga”. Cara mewakafkan uang, menurut mazhab Hanafi, ialah menjadikan uang yang diwakafkan sebagai modal usaha dengan cara mudharabah. Keuntungannya diberikan kepada mauquf 'alaihi (yang diberi wakaf) sebagai sedekah.
  16. C. Mazhab Maliki Mazhab Maliki menyebutkan dengan jelas tentang bolehnya mewakafkan nuqud. D. Mazhab Syafii Abu Tsaur meriwayatkan dari Syafii bahwa Syafii memperbolehkan wakaf dirham dan dinar (uang). Akan tetapi Mawardi yang wafat pada tahun 450 H. Berupaya menafsirkan riwayat dari Syafii tersebut dengan pendapat yang berkembang luas dikalangan ahli fiqh mazhab Syafii tentang wakaf uang dinar dan dirham, yaitu tidak boleh.
  17. D. Mazhab Syafii (lanjutan) Mawardi mengatakan mewakafkannya untuk disewakan dan untuk diperoleh manfaatnya, maka ada dua pendapat dikalangan ahli fiqh mazhab Syafii.” 1) Ada yang berpendapat sah, karena dapat diperoleh manfaat, sementara bendanya tetap utuh. 2) Ada pula yang berpendapat tidak sah, karena jarang terjadi.
  18. E. Pendapat masa kini Menurut Dr. Hasan Abdullah Al‐Amin, wakaf uang banyak diterapkan pada masa sekarang. Dr. Muhammad Abdu Ar‐Razzaq Ath‐Thobthobai, Dekan Fakultas Syariah dan Studi Islam pada Studi Islam Univ. Al Kuwait mendu‐ kung wakaf uang pada masa sekarang. Bahkan ia mengembangkan wakaf uang dengan memperluas penerapannya sampai mencakup wakaf uang kertas. Dasar yang ia gunakan dalam pengembangan wakaf dirham dan dinar kepada wakaf uang kertas ialah qiyas (penyamaan hukum wakaf uang kertas dengan wakaf uang logam). Dengan pengembangan tersebut, ia tidak membatasi penerapan wakaf uang pada mata uang yang terbuat dari emas yaitu dinar dan terbuat dari perak yaitu dirham saja
  19. 2. Pendapat yang tidak memperbolehkan wakaf an‐nuqud A. Mazhab Syafii Banyak ahli fiqh mazhab Syafii yang dengan tegas menolak wakaf an‐nuqud (dirham dan dinar). Di antaranya Mawardi yang mengatakan: “Wakaf dirham dan dinar tidak boleh, karena wujud dirham dan dinar menjadi lenyap ketika digunakan. Jadi sama dengan wujud makanan menjadi lenyap ketika digunakan (dikonsumsi)”. Al Bakri, mengemukakan pendapat mazhab Syafii tentang wakaf dinar dan dirham ialah tidak boleh. Alasan Al Bakri, sama dengan alasan Mawardi di atas.
  20. B. Mazhab Hanbali. Mazhab Hanbali juga berpendapat tidak boleh mewakafkan dirham dan dinar. Tetapi Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa mayoritas ahli fiqh mazhab Hanbali melarang wakaf dirham dan dinar. Ini berarti masih ada peluang dikalangan pendukung mazhab Hanbali untuk mengkaji hukum wakaf dirham dan dinar, bahkan wakaf uang secara umum.
  21. TARJIH Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan : a.Banyak ahli fiqh yang memandang hukum wakaf dirham dan dinar ada‐lah boleh. Pada masa sekarang pendukung pendapat ini telah menerap‐kan wakaf nuqud, dan mengembangkan wakaf dirham dan dinar tersebut lebih luas hingga mencakup wakaf uang kertas. Setelah mempelajari dasar kedua pendapat tentang hukum wakaf uang tersebut, kami cenderung mendukung pendapat yang mengatakan hukum wakaf uang adalah boleh. Karena dasar kedua pendapat berkisar pada kemungkinan memanfaat‐kan uang, tanpa mengganggu wujud bendanya. Kami cenderung tidak melihat uang dari segi bendanya, tetapi fungsinya sebagai alat bayar dan modal usaha. Dari segi wujudnya dapat terpelihara, seperti benda.
  22. APLIKASI WAKAF UANG Apliksi wakaf uang di Indonesia telah diatur dalam Undang‐Undang Wakaf dan peraturan pemerintah. Ada yang menyarankan aplikasi wakaf uang dibagi kepada dua bagian, yaitu wakaf uang secara pribadi dan secara gabungan. A. Wakaf uang secara pribadi Aplikasinya adalah sbb. : 1. 2. 3. Wakif mewakafkan sejumlah uang yang disebutnya dalam ikrar wakaf‐nya. Uang tersebut ditabungnya pada bank Islam. Bank Islam mengelolanya, baik dengan mudharabah atau lainnya. 4. Bank Islam menyalurkan keuntungannya kepada mauquf ‘alaihi (pihak yang diberi wakaf) sebagaimana yang ditentukan Wakif dalam Ikrar wakafnya.[1] B Wakaf uang secara gabungan Aplikasinya ialah sbb. : Perbedaannya dengan wakaf uang secara pribadi ialah : 1. Bank Islam membuka rekening khusus untuk wakaf uang secara gabu‐ngan. 2. Bank Islam menawarkan kepada masyarakat proyek yang akan diba‐ngun dengan uang wakaf.
  23. V. RISIKO WAKAF UANG Banyak risiko yang mengancam keselamatan wakaf uang. Di antaranya : Perubahan nilai uang. Perubahan ini tentu berpengaruh pada wakaf uang. Di antara saran untuk mengatasi kemungkinan berkurangnya nilai modal, perlu memotong 2,5,% untuk menyimpan tabungan yang tumbuh., p Karena itu Bank perlu menyiapkan langkah‐langkah yang perlu dilakukan untuk menanggulaninya. Misalnya, ada yang menyarankan agar bank mengambil 2.5 % dari keuntungan. Dana tersebut digabung dengan modal yang sudah ada, untuk menutupi perubahan nilai modal. Untuk melakukan pemotongan tersebut, bank memerlukan fatwa dari pihak berwenang, mengingat tindakan bank adalah tindakan hukum.
  24. KEUNGGULAN WAKAF NUQUD Wakaf nuqud, mempunyai keunggulan dari wakaf benda bergerak lain‐nya, seperti hewan, baik sapi, kambing, kuda dan lain‐lain, apalagi dari benda tidak bergerak seperti tanah, rumah, toko, dll. Karena, wakaf benda bergerak atau tidak bergerak, nilainya lebih mahal dari wakaf uang, sehingga wakaf benda bergerak atau tidak bergerak, hanya dapat dilakukan orang yang punya saja, khususnya tanah, bangunan dan kebun. Karena itu, kekayaan wakaf di Indonesia masih sedikit. Disamping jumlahnya yang sedikit, pengelolaannya masih jauh dari yang diharapkan, karena tidak mempunyai Nazir yang mempunyai kemampuan yang tinggi dalam pengelolaan keuangannya. Akibatnya, sebagian besar wakaf benda di Indonesia tidak produktif alias wakaf mati.
  25. PROSPEK WAKAF UANG DI INDONESIA 1.Launching Wakaf Uang Pada tahun 2010 Bapak Presiden SBY telah melaunching Wakaf Uang di Istana Negara. Diharapkan, launching tersebut mendapat respon hangat dari masyarakat. Namun tidak terbukti. Bapak Menteri Agama juga telah menetapkan beberapa buah Bank Syariah sebagai penerima Wakaf Uang. Meskipun demikian hasilnya masih jauh dari harapan.
  26. 2. HAMBATAN‐HAMBATAN Lemahnya keperayaan kepada peran wakaf. Kekhawatiran kepada potensi wakaf uang dan manfaatnya dibidang perekonomian. Mazhab atau organisasi
  27. 3. MENGATASI HAMBATAN Di antara hal yang perlu segera dilakukan ialah memberikan perhatian yang sungguh‐sungguh terhadap penggalian dan penerapan ajaran‐ajaran Islam tentang sumber dana, terutama sedekah, wakaf, zakat dan sumber dana yang lain. Untuk mencapainya, perlu penyiapan tenaga ahli. Pembaruan metode pelajarannya memerlukan pembaruan tenaga pengajarnya. Kita memerlukan guru/dosen yang tidak saja pandai membaca, tetapi mempraktikkan teori‐teori sumber dana dalam Islam. ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
  28. TERIMA KASIH

×