Kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum baru

  • 3,557 views
Uploaded on

Kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum baru

Kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum baru

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
3,557
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3

Actions

Shares
Downloads
216
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Guru dalam MenghadapiKurikulum Baru danProblematika yang DihadapiItje ChodidjahEducation and ELT Consultantitjechodidjah@gmail.com
  • 2. BETTER TEACHERS for BETTER NATIONItje ChodidjahEducation and ELT Consultantitjechodidjah@gmail.com (FB and Twitter)
  • 3. Siapakah yang paling berperan dalamimplementasi kurikulum secara langsung
  • 4. Guru sebagai Ujung tombak, karenasegala macam yang kita lakukan taklain adalah untuk anak-anak yangsetia berada di dalam kelas bersamaguru-gurunya .
  • 5. Apa yang saat ini sudah bapakibu diketahui tentang Kurikulum2013?
  • 6. Apa yang ada dalam sebuahkurikulum?• Concept• Attainment Target Description (goal,objectives)• Strategies and approaches to achievethe objectives
  • 7. Apa yang perlu dicermati dalamKurikulum 2013 agar siswa tetapmendapatkan hak pendidikannyamelalui proses pembelajarannya dikelas?Bagaimanakah Kurikulum menjadiacuan utama dalam menyiapkankehidupan siswa dan bukan sekedarmengejar nilai?
  • 8. 4 hal yang perlu menjadi pemikiranguru dan pemangku kepentingan agarkurikulum dapat terimplementasisesuai dengan tujuannya yaitumenyiapkan anak didik untuk kreatif,inovatif, dan produktif agar dapatberkolaborasi serta berkompetisi diabad 21.
  • 9. 1. KESADARAN akan pentingnya memahamisecara tuntas konsep yang mendasaridikembangkannya kurikulum 2013, sertaberbagai kekurangan-kekurangannya.2. PEMAHAMAN tentang aspek-aspek apasaja yang akan berpotensi menimbukankeraguan, kebingungan atau bahkankesalahan dalam proses belajarmengajar dan kegagalan pencapaiantujuan.
  • 10. 3. PENCARIAN alternatif- alternatif agar anakdidik tidak terkena dampak darikebingungan, keraguan, atau bahkankesalahpahaman guru dan pemangkukepentingan lainnya.4. PEMAHAMAN akan kebutuhan anak didikuntuk hidup di abad 21 yang menurutpenjelasan - penjelasan yang sementaraberedar telah dicakup dalam dokumenkurikulum dan diterjemahkan dalam materiajar yang telah dibuat oleh pemerintahpusat.
  • 11. Selama ini hampir semua guru yangsaya temui ketika masuk kelas lebihmengutamakan membawa buku textdan bukan membawa kurikulum,silabus, atau bahkan RPP.
  • 12. Padahal seharusnya prosespembelajaran bertumpu padatujuan pembelajaran secara umum.Kemudian diterjemahkan menjaditujuan –tujuan instruksional yanglebih terfokus pada pencapaianindikator-indikator tertentu. Materiajar adalah alat mencapai tujuan.
  • 13. Bagaimana dengan diterbitkannya SATU JENISbuku ajar dan buku pegangan guru dari pusat ?Akankah terjamin tujuan tercapai atau materihabis? Bagaimana mengukur ketercapaian tujuanpembelajaran yang tak lepas dari Kompetensi Intidan Kompetensi Dasar yang relatif abstrak?Bagaimana jika antara kemampuan anak didikyang diperkirakan penulis dengan anak didik yangada di kelas tertentu sangat berbeda?
  • 14. Tema Pengembangan Kurikulum 2013Kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang:Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektifmelalui penguatanSikap, Keterampilan, dan Pengetahuanyang terintegrasi15
  • 15. Posisi Kurikulum 2013ProduktifKreatifInovatifAfektif16
  • 16. 17Proses Pembelajaran yang Mendukung KreativitasDyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Bus. Review:• 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melaluipendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.• Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.• Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:- Observing [mengamati]- Questioning [menanya]- Associating [menalar]- Experimenting [mencoba]- Networking [Membentuk jejaring]PersonalInter-personal17Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personalmelalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation basedlearning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakanbagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning
  • 17. 18Proses Penilaian yang Mendukung KreativitasSharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can welearn from research?:Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui:• tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar[banyak/semua jawaban benar],• mentolerir jawaban yang nyeleneh,• menekankan pada proses bukan hanya hasil saja,• memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yangkurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkaitdengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya• memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresifPerlunya merumuskan kurikulum yang mencakup standar penilaian yang mencakuppertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawabannyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaianspontanitas/ekspresif, dll18
  • 18. 19Membentuk Kemampuan Pikir Order Tinggi Sejak DiniCenter on the Developing Child, Harvard University [2011]. Buildingthe Brain ‘ATC’ System: How Early Experiences Shape theDevelopment of Executive Function.• Arsitektur otak dibentuk berdasarkan lapisan-lapisan yang berisi jaringan-jaringan neuron yang terkait satu sama lain• Jejaringan tersebut terbentuk mulai masih anak-anak, walaupun masihberkembang sampai umur 30 tahun tetapi penambahannya tidak secepat padasaat anak-anak• Kompleksitas jaringan tersebut menentukan tingkat kemampuan berfikirseseorang [low order of thinking skills untukpekerjaan rutin sampai high orderof thinking skills untuk pekerjaan pengambilan keputusan eksekutif ]• Untuk itu diperlukan sistem pembelajaran yang dapat membangun kemampuanhigh order thinking skill tersebut [melalui mencari tahu bukan diberi tahu] sejakdini melalui pemberian kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukanPerlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati,menanya, menalar, menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didiksejak kecil sudah terlatih dalam berfikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukanuntuk pengambilan keputusan
  • 19. Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melaluiproses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning]untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi pesertadidik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learningPerlunya merumuskan kurikulum yang mencakup standar penilaian yang mencakuppertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawabannyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaianspontanitas/ekspresif, dllPerlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati, menanya,menalar, menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didik sejak kecil sudahterlatih dalam berfikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukan untuk pengambilankeputusan
  • 20. Bisakah guru memenuhi tuntutan konsep diatas dan berlatih kreatif bila semua materitelah tersedia dan tinggal diikuti saja?Apakah materi ajar yang dibuat oleh pengembangyang belum tentu memahami konteks sekolah diberbagai daerah dapat memampukan gurumengajar dengan mengedepankan pengalamanpersonal siswa melalui proses mengamati,menanya, menalar, dan mencoba [observationbased learning] melalui collaborative learning?
  • 21. Sejauh mana ke tiga konsep landasankurikulum di atas diterjemahkan dalambentuk materi yang dibuat denganprinsip ‘one for all, and all for one”Sejauh mana nantinya Kepala Sekolah danPengawas dapat memahami dan mentolerirpengembangan materi yang MUNGKINdibuat oleh guru yang merasa mau danmampu untuk sedikit nyeleneh?
  • 22. Bagaimana Guru akan disiapkandan mengimplementasikanKurikulum 2013 di kelasnya?Cukupkah alokasi waktu yangdisediakan agar tujuan Kurikulumsampai di kelas?
  • 23. Strategi Penyiapan Guru126
  • 24. STRATEGI DIKLATGURU KELAS/MAPEL, KEPALA SEKOLAH, PEGAWASDPR, DPRD, GUBERNUR, BUPATI/WALIKOTA, DEWAN PENDIDIKAN,DINAS PENDIDIKAN PROVINSI, KABUPATEN/KOTA, MASYARAKATKEBIJAKAN IMPLEMENTASIKURIKULUM 2013GURUKEPALASEKOLAHPENGAWASDIKLAT KURIKULUM2013SD, SMP, SMA, SMK27
  • 25. Strategi Pelatihan Guru SDNARASUMBER NASIONALGURU INTI(8.610 ORG)GURU KELAS/MAPEL(151.695)INSTRUKTUR NASIONAL(531 ORG)Guru Kelas I+IV : 396 ORG (52 JP)Guru Agama : 135 ORG (31 JP)28Guru Kelas I+IV : 6.622 ORG (52 JP)Guru Agama : 1.988 ORG (31 JP)Guru Kelas I : 53.538 ORG (33+19 JP)Guru Kelas IV : 53.538 ORG (33+19 JP)Guru Agama : 44.619 ORG (33+19 JP)(33 JP Tatap Muka + 19 JP Mandiri Terbimbing)
  • 26. Strategi Pelatihan Guru SMPNARASUMBER NASIONALGURU INTI(19.880 ORG)GURU MAPEL(365.020 ORG)INSTRUKTUR NASIONAL(1.350 ORG)29PPKn, Bahasa Indonesia,Matematika, IPA, IPS, BahasaInggris52 JP 135orangpermapelAgama, Seni Budaya, Penjasorkes,Prakarya31 JPPPKn, Bahasa Indonesia,Matematika, IPA, IPS, BahasaInggris52 JP 1.988orangpermapelAgama, Seni Budaya, Penjasorkes,Prakarya31 JPPPKn, Bahasa Indonesia,Matematika, IPA, IPS, BahasaInggris52 JP(33+19)36.502orangpermapelAgama, Seni Budaya, Penjasorkes,Prakarya31 JP(22+9)(33 JP Tatap Muka + 19 JP Mandiri Terbimbing)(22 JP Tatap Muka + 9 JP Mandiri Terbimbing)
  • 27. Strategi Pelatihan Guru SMANARASUMBER NASIONALGURU INTI(2.982 ORG)GURU MAPEL(34.605 ORG)INSTRUKTUR NASIONAL(324 ORG)30Matematika, SejarahIndonesia, BahasaIndonesia52JP108 orangper mapel(33 JP Tatap Muka + 19 JP Mandiri Terbimbing)Matematika, SejarahIndonesia, BahasaIndonesia52JP994 orangper mapelMatematika, SejarahIndonesia, BahasaIndonesia52JP11.535orang permapel
  • 28. Strategi Pelatihan Guru SMKNARASUMBER NASIONALGURU INTI(2.982 ORG)GURU MAPEL(29.625 ORG)INSTRUKTUR NASIONAL(324 ORG)31Matematika, SejarahIndonesia, BahasaIndonesia52JP108 orangper mapel(33 JP Tatap Muka + 19 JP Mandiri Terbimbing)Matematika, SejarahIndonesia, BahasaIndonesia52JP994 orangper mapelMatematika, SejarahIndonesia, BahasaIndonesia52JP8.975orang permapel
  • 29. Strategi Pelatihan Kepala SekolahKEPALA SEKOLAH INTI10.581 ORGINSTRUKTUR NASIONAL646 ORGUnsur Widyaiswara, Pengawas Berprestasi :Pelatih Nasional 15 Org/P4TK/LPMP ( 10Org Widyaiswara ; 5 Org Kepala BerprestasiPeserta : 20 Org Per Kab/Kota (Kepsek SD 8Org, Kepsek SMP 4 Org, Kepsek SMA 4 Org,Kepsek SMK 4 Org)32KEPALA SEKOLAH(Blockgrand)95.375 ORGKepsek SD (44.615 Org);Kepsek SMP(30.290 Org),Kepsek SMA (11.306 Org),Kepsek SMK (9.164 Org)NARASUMBER NASIONAL
  • 30. Strategi Pelatihan Pengawas SekolahPENGAWAS INTI1.030 ORGINSTRUKTUR NASIONAL112 ORGUnsur Widyaiswara, Pengawas Berprestasi :Pelatih Nasional 8 Org/P4TK ( 5 OrgWidyaiswara ; 3 Org Pengawas BerprestasiKoordinator Pengawas SekolahPropinsi/Kab/Kota 1 Org & PengawasBerprestasi Tingkat Kab/Kota 1 Org33PENGAWAS13.732 ORGPengawas Sekolah : 2 Org Per Kab/KotaNARASUMBER NASIONAL
  • 31. Mari kita cermati beberapa halberikut ini.
  • 32. NARASUMBER NASIONALSiapa mereka? Bagaimana merekaMemahami konsep dan isi kurikulum?Apakah latar belakang mereka? SejauhmanaMereka dapat membayangkan konteks kelasdi berbagai wilayahSiapa yang menentukan bahwa merekaGuru inti yang bisa memberi pelatihan?Apa parameternya?Bagaimana pola pendekatan pelatihan yangdirancang? Apa kriteria keberhasilan yangdicapai mereka? Sudahkah ada pengujianTerhadap Kriteria keberhasilan tersebut?
  • 33. Instruktur Nasional(HARUS menguasa konsep dan isi kurikulum,silabus, buku pegangan guru, buku siswasecara menyeluruh ; dapat memodelkan danpemahaman konteks trainer, kontekspendidikan di daerah)Guru Inti(penguasaan konsep dan isi kurikulum, silabus,buku pegangan guru, buku siswa untukditerjemahkan dalalm konteks kelas danpemahaman konteks guru di daerah)Guru di kelasMemahami konsep yang tertera dalamkurikulum secara umum untukditerjemahkan dalam kegiatan belajarmengajar - dari planning sampai evaluasisehingga buku ajar dan buku pegangantidak menjadi kitab suci yang diikuti saja.100% pemahaman semua aspekyang diperlukan oleh para guruinti dari berbagai konteks daerahdari mana guru inti berasal dankonteks sekolah di daerah-daerah tsb.100% pemahaman akansemua aspek yang diperlukanoleh guru di daerah masing-masingpemahaman konsepsecara umum dan100 % pemahamantentang tujuan dalamkurikulum dansilabus dalamkaitannya denganmateri yang disajikanProses internalisasiProses internalisasiProses internalisasi
  • 34. Apa yang perlu dikuasai olehInstruktur Nasional• Pemahaman konsep kurikulum secaramendalam karena harus dapatmenterjemahkan dengan bahasa yang konkrityang dipahami oleh trainer di daerah.• Kemampuan menterjemahkan bahasa konseptersebut menjadi bahasa yang fungsional dandapat dipahami dan diterjemahkan olehmereka ke dalam bahasa yang lebih teknisuntuk kepentingan guru di kelas.
  • 35. Persiapan bagi training Kepala sekolah, Pengawasdan Widyaiswara yang akan menjadi pendamping• Perumusan bersama bagaimana design pelatihan yangmengakomodir poin pada slide sebelumnya baik dalampenyederhanaan konsep maupun penjabaran isi.• Pembedahan berbagai tujuan yang tercantum dalamkurikulum maupun silabus.• Penguasaan mengenai materi yang disajikan dalambuku pegangan guru dan buku siswa.• Penentuan bagian mana yang akan menjadi fokus bagipara trainer di daerah dan bagi guru.
  • 36. Kurikulum 2013 yang ditampilkan adalahibarat paparan konsep mobil Ferari barucanggih yang tidak dicoba bisa jalan atautidak lebih lagi ketika jalannya berbeda-beda, terjal, naik, turun, luas, sempit dsb.dan dibayangkan supirnya akan otomatiscanggih mengendarainya karena sudahdibuatkan manual lengkap.
  • 37. Guru wajib:• menguasai konsep dan terjemahannya sertalandasan pedagogi pengetrapan di kelas ,• trampil memilih teknik dan media danmembawakannya secara tepat di kelas• mampu menampilakan sikap dan perilakusebagai model
  • 38. Keberhasilan sebuah kurikulum adalah padaimpementasinya dalam proses belajarmengajar di kelas dimana GURU adalahujung tombaknya