Definisi/Pengertian Pertanian, Bentuk & Hasil Pertanian Petani - Ilmu GeografiSecara umum pengertian dari pertanian adalah...
bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponika) telah dapat mengurangkan ciri-ciri initetapi sebagian besar ...
proses produksi. Semua aspek ini penting dan bagaimana investasi diarahkan ke setiap aspek menjadipertimbangan strategis.B...
perunggu dan megalitikum. Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan, dari pemujaan terhadapdewa-dewa perburuan menjadi ...
Berdasarkan bukti-bukti peninggalan artefak, para ahli prasejarah saat ini bersepakat bahwa praktikpertanian pertama kali ...
Era 1945-19671960: lahirnya UU No. 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) yaitu tanggal 24September 196...
menggunakan Hak Eigendom, serta memberi peluang kepada mereka dapat menggunakan tanahnya sebagaiagunan kredit. Lahirnya Ag...
Era Sebelum kemerdekaan (1900-1945)1918: berdiri Balai Besar Penyelidikan Pertanian (Algemeen Proefstation voor den Landbo...
198… : berdirinya Departemen Koperasi secara khusus, untuk membantu golongan petani lemah di luarJawa dan Bali untuk memba...
tebu, nila. Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikandan hasil panen dis...
Era 1945-19671960: lahirnya UU No. 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) yaitu tanggal 24September 196...
Dalam aturan ini dijamin adanya Hak Erfpacht sampai selama 75 tahun, dan menjaminpemegang hak itu untuk menggunakan Hak Ei...
pengelolaan tanaman yang bermanfaat. Ilmu yang mempelajari produksi tanaman adalah Agronomi.Sehingga Agronomi adalah ilmu ...
Padi                            Philiphina                       27                      2.9Kelapa sawit                  ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ilmu dasar

748 views
672 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
748
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
30
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ilmu dasar

  1. 1. Definisi/Pengertian Pertanian, Bentuk & Hasil Pertanian Petani - Ilmu GeografiSecara umum pengertian dari pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang termasuk didalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga kehutanan. Sebagianbesar mata pencaharian masyarakat di Negeri Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektorpertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita.Bentuk-Bentuk Pertanian Di Indonesia :1. SawahSawah adalah suatu bentuk pertanian yang dilakukan di lahan basah dan memerlukan banyak air baiksawah irigasi, sawah lebak, sawah tadah hujan maupun sawah pasang surut.2. TegalanTegalan adalah suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanamitanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnyasulit untuk dibuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahantegalan akan kering dan sulit untuk ditubuhi tanaman pertanian.3. PekaranganPerkarangan adalah suatu lahan yang berada di lingkungan dalam rumah (biasanya dipagari dan masuk kewilayah rumah) yang dimanfaatkan / digunakan untuk ditanami tanaman pertanian.4. Ladang BerpindahLadang berpindah adalah suatu kegiatan pertanian yang dilakukan di banyak lahan hasil pembukaan hutanatau semak di mana setelah beberapa kali panen / ditanami, maka tanah sudah tidak subur sehingga perlupindah ke lahan lain yang subur atau lahan yang sudah lama tidak digarap..Beberapa Hasil-Hasil Pertanian Di Indonesia :1. Pertanian Tanaman Pangan- Padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi jalar, ketela pohon.2. Pertanian Tanaman Perdagangan- Kopi, the, kelapa, karet, kina , cengkeh, kapas, tembakau, kelapa sawit, dan tebu.Pertanian adalah proses menghasilkan bahan pangan, ternak, serta produk-produk agroindustri dengancara memanfaatkan sumber daya tumbuhan dan hewan. Pemanfaatan sumber daya ini terutama berarti budidaya bahasa Inggris: cultivation, atau untuk ternak: raising). Namun demikian, pada sejumlah kasus —yang sering dianggap bagian dari pertanian — dapat berarti ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan ataueksploitasi hutan agroforestri). 1. Usaha pertanian memiliki dua ciri penting: selalu melibatkan barang dalam volume besar dan 2. proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi.Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnyadan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa
  2. 2. bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponika) telah dapat mengurangkan ciri-ciri initetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.Terkait dengan pertanian, usaha tani (farming) adalah sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya (tumbuhan maupun hewan). Petani adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani,sebagai contoh ―petani tembakau‖ atau ―petani ikan‖. Khusus untuk pembudidaya hewan ternak (livestock)disebut sebagai peternak. Ilmuwan serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam perbaikan metode pertaniandan aplikasinya juga dianggap terlibat dalam pertanian.Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian, namunpertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia.Sejarah indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian danperkebunan, karena sektor – sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukanberbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar matapencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani dan perkebunan, sehingga sektor – sektor inisangat penting untuk dikembangkan di negara kita. Berdasarkan data BPS tahun 2002, bidang pertanian diIndonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 44,3% penduduk meskipun hanya menyumbang sekitar17,3% dari total pendapatan domestik bruto.Cakupan obyek pertanian yang dianut di Indonesia meliputi budidaya tanaman (termasuk tanaman pangan,hortikultura, dan perkebunan), kehutanan, peternakan, dan perikanan. Sebagaimana dapat dilihat,penggolongan ini dilakukan berdasarkan objek budidayanya:  budidaya tanaman, dengan obyek tumbuhan dan diusahakan pada lahan yang diolah secara intensif,  kehutanan, dengan obyek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar,  peternakan, dengan obyek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia),  perikanan, dengan obyek hewan perairan (ikan, amfibia dan semua non-vertebrata).Pembagian dalam pendidikan tinggi sedikit banyak mengikuti pembagian ini, meskipun dalam kenyataansuatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai objek ini bersama-sama sebagai bentuk efisiensi danpeningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspekkonservasi sumber daya alam juga dipelajari dalam ilmu-ilmu pertanian.Dari sudut keilmuan, semua objek pertanian sebenarnya memiliki dasar-dasar yang sama karena padadasarnya usaha pertanian adalah kegiatan ekonomi:  pengelolaan tempat usaha,  pemilihan bibit,  metode budidaya,  pengumpulan hasil,  distribusi,  pengolahan dan pengemasan,  pemasaran.Sebagai kegiatan ekonomi, pertanian dapat dipandang sebagai suatu sistem yang dinamakan agribisnis.Dalam kerangka berpikir sistem ini, pengelolaan tempat usaha dan pemilihan bibit (varietas, galur, dansebagainya) biasa diistilahkan sebagai aspek ―hulu‖ dari pertanian, sementara distribusi, pengolahan, danpemasaran dimasukkan dalam aspek ―hilir‖. Budidaya dan pengumpulan hasil merupakan bagian dari aspek
  3. 3. proses produksi. Semua aspek ini penting dan bagaimana investasi diarahkan ke setiap aspek menjadipertimbangan strategis.Bentuk – Bentuk Pertanian di Indonesia 1. Sawah adalah suatu bentuk pertanian yang dilakukan di lahan basah dan memerlukan banyak air baik sawah irigasi, sawah lebak, sawah tadah hujan maupun sawah pasang surut. 2. Tegalan adalah suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditubuhi tanaman pertanian. 3. PekaranganPekarangan adalah suatu lahan yang berada di lingkungan dalam rumah (biasanya dipagari dan masuk kewilayah rumah) yang dimanfaatkan untuk ditanami tanaman pertanian.Upaya meningkatkan hasil pertanian dapat dilakukan dengan cara:  Ekstensifikasi (pada daerah pertanian luar Pulau Jawa)  Intensifikasi  Diversifikasi  RehabilitasiSejarah singkat pertanian duniaDaerah "bulan sabit yang subur" di Timur Tengah. Di tempat ini ditemukan bukti-bukti awal pertanian,seperti biji-bijian dan alat-alat pengolahnya.Domestikasi anjing diduga telah dilakukan bahkan pada saat manusia belum mengenal budidaya(masyarakat berburu dan peramu) dan merupakan kegiatan peternakan yang pertama kali.Kegiatan pertanian (budidaya tanaman dan ternak) merupakan salah satu kegiatan yang paling awal dikenalperadaban manusia dan mengubah total bentuk kebudayaan. Para ahli prasejarah umumnya bersepakatbahwa pertanian pertama kali berkembang sekitar 12.000 tahun yang lalu dari kebudayaan di daerah "bulansabit yang subur" di Timur Tengah, yang meliputi daerah lembah Sungai Tigris dan Eufrat terusmemanjang ke barat hingga daerah Suriah dan Yordania sekarang. Bukti-bukti yang pertama kali dijumpaimenunjukkan adanya budidaya tanaman biji-bijian (serealia, terutama gandum kuna seperti emmer) danpolong-polongan di daerah tersebut. Pada saat itu, 2000 tahun setelah berakhirnya Zaman Es terakhir di eraPleistosen, di dearah ini banyak dijumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian.Pertanian telah dikenal oleh masyarakat yang telah mencapai kebudayaan batu muda (neolitikum),
  4. 4. perunggu dan megalitikum. Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan, dari pemujaan terhadapdewa-dewa perburuan menjadi pemujaan terhadap dewa-dewa perlambang kesuburan dan ketersediaanpangan.Teknik budidaya tanaman lalu meluas ke barat (Eropa dan Afrika Utara, pada saat itu Sahara belumsepenuhnya menjadi gurun) dan ke timur (hingga Asia Timur dan Asia Tenggara). Bukti-bukti di Tiongkokmenunjukkan adanya budidaya jewawut (millet) dan padi sejak 6000 tahun sebelum Masehi. MasyarakatAsia Tenggara telah mengenal budidaya padi sawah paling tidak pada saat 3000 tahun SM dan Jepang sertaKorea sejak 1000 tahun SM. Sementara itu, masyarakat benua Amerika mengembangkan tanaman danhewan budidaya yang sejak awal sama sekali berbeda.Hewan ternak yang pertama kali didomestikasi adalah kambing/domba (7000 tahun SM) serta babi (6000tahun SM), bersama-sama dengan domestikasi kucing. Sapi, kuda, kerbau, yak mulai dikembangkan antara6000 hingga 3000 tahun SM. Unggas mulai dibudidayakan lebih kemudian. Ulat sutera diketahui telahditernakkan 2000 tahun SM. Budidaya ikan air tawar baru dikenal semenjak 2000 tahun yang lalu di daerahTiongkok dan Jepang. Budidaya ikan laut bahkan baru dikenal manusia pada abad ke-20 ini.Budidaya sayur-sayuran dan buah-buahan juga dikenal manusia telah lama. Masyarakat Mesir Kuna (4000tahun SM) dan Yunani Kuna (3000 tahun SM) telah mengenal baik budidaya anggur dan zaitun.Sejarah pertanianSejarah pertanian adalah bagian dari sejarah kebudayaan manusia. Pertanian muncul ketika suatumasyarakat mampu untuk menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya sendiri. Pertanian memaksa suatukelompok orang untuk menetap dan dengan demikian mendorong kemunculan peradaban. Terjadiperubahan dalam sistem kepercayaan, pengembangan alat-alat pendukung kehidupan, dan juga kesenianakibat diadopsinya teknologi pertanian. Kebudayaan masyarakat yang tergantung pada aspek pertaniandiistilahkan sebagai kebudayaan agraris.Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, pertanian telah membawa revolusi yang besar dalam kehidupanmanusia sebelum revolusi industri. Bahkan dapat dikatakan, revolusi pertanian adalah revolusi kebudayaanpertama yang dialami manusia.Agak sulit membuat suatu garis sejarah pertanian dunia, karena setiap bagian dunia memilikiperkembangan penguasaan teknologi pertanian yang berbeda-beda. Di beberapa bagian Afrika atauAmerika masih dijumpai masyarakat yang semi-nomaden (setengah pengembara), yang telah mampumelakukan kegiatan peternakan atau bercocok tanam, namun tetap berpindah-pindah demi menjagapasokan pangan. Sementara itu, di Amerika Utara dan Eropa traktor-traktor besar yang ditangani oleh satuorang telah mampu mendukung penyediaan pangan ratusan orang.Asal-mula pertanianPada awal abad ke-20 didatangkan sapi penghasil susu Fries-Holland ke Jawa.Berakhirnya zaman es sekitar 11.000 tahun sebelum Masehi (SM) menjadikan bumi lebih hangat danmengalami musim kering yang lebih panjang. Kondisi ini menguntungkan bagi perkembangan tanamansemusim, yang dalam waktu relatif singkat memberikan hasil dan biji atau umbinya dapat disimpan.Ketersediaan biji-bijian dan polong-polongan dalam jumlah memadai memunculkan perkampungan untukpertama kalinya, karena kegiatan perburuan dan peramuan tidak perlu dilakukan setiap saat. Contoh budayasemacam ini masih terlihat pada masyarakat yang menerapkan sistem perladangan berpindah (slash andburn) di Kalimantan dan Papua.
  5. 5. Berdasarkan bukti-bukti peninggalan artefak, para ahli prasejarah saat ini bersepakat bahwa praktikpertanian pertama kali berawal di daerah "bulan sabit yang subur" di Mesopotamia sekitar 8000 SM. Padawaktu itu daerah ini masih lebih hijau daripada keadaan sekarang. Berdasarkan suatu kajian, 32 dari 56spesies biji-bijian budidaya berasal dari daerah ini. Daerah ini juga menjadi satu dari pusat keanekaragamantanaman budidaya (center of origin) menurut Vavilov. Jenis-jenis tanaman yang pertama kalidibudidayakan di sini adalah gandum, jelai (barley), buncis (pea), kacang arab (chickpea), dan flax (Linumusitatissimum).Di daerah lain yang berjauhan lokasinya dikembangkan jenis tanaman lain sesuai keadaan topografi daniklim. Di Tiongkok, padi (Oryza sativa) dan jewawut (dalam pengertian umum sebagai padanan millet)mulai didomestikasi sejak 7500 SM dan diikuti dengan kedelai, kacang hijau, dan kacang azuki. Padi(Oryza glaberrima) dan sorgum dikembangkan di daerah Sahel, Afrika 5000 SM. Tanaman lokal yangberbeda mungkin telah dibudidayakan juga secara tersendiri di Afrika Barat, Ethiopia, dan Papua. Tigadaerah yang terpisah di Amerika (yaitu Amerika Tengah, daerah Peru-Bolivia, dan hulu Amazon) secaraterpisah mulai membudidayakan jagung, labu, kentang, dan bunga matahari.Kondisi tropika di Afrika dan Asia Tropik, termasuk Nusantara, cenderung mengembangkan masyarakatyang tetap mempertahankan perburuan dan peramuan karena relatif mudahnya memperoleh bahan pangan.Migrasi masyarakat Austronesia yang telah mengenal pertanian ke wilayah Nusantara membawa sertateknologi budidaya padi sawah serta perladangan.Secara umum dapat dikatakan bahwa pertanian bermula sebagai dampak perubahan iklim dunia danadaptasi oleh tanaman terhadap perubahan ini.sejarah pertanian IndonesiaEra Orde Baru (1967-1997)1974: dibentuk Badan Litbang Pertanian. Keppres tahun 1974 dan 1979 menetapkan bahwa Badan LitbangPertanian sebagai unit Eselon I, membawahi 12 unit Eselon II, yaitu: 1 Sekretariat, 4 Pusat (PusatPenyiapan Program, Pusat Pengolahan Data Statistik, Pusat Perpustakaan Biologi dan Pertanian, dan PusatKarantina Pertanian) 2 Pusat Penelitian (Puslit Tanah dan Puslit Agro-Ekonomi), serta 5 Pusat PenelitianPengembangan (Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Tanaman Industri, Puslitbang Kehutanan,Puslitbang Peternakan, dan Puslitbang Perikanan).198… : berdirinya Departemen Koperasi secara khusus, untuk membantu golongan petani lemah di luarJawa dan Bali untuk membangun usaha tani berskala lebih besar. Setelah koperasi diterima sebagai satuanekonomi yang mendasar dalam mengembangkan ekonomi pribumi, dirangsang agar semua desamembentuk koperasi primer, namun demikian sejumlah masalah yang dihadapi adalah kekurangan modal,manajemen lemah, kesulitan menjangkau pasaran antara lain karena turut pedagang perantara. Koperasidirasakan sebagai ―paksaan‖ sehingga namanya pun yang sudah tercemar perlu dirubah menjadi BUUD.1983: Berdasarkan Kepres No. 24 tahun 1983, terjadi reorganisasi di Badan Litbang Pertanian sehinggaterdiri atas: Sekretariat, Pusat Data Statistik, Pusat Perpustakaan Pertanian, Puslit Tanah, Puslit Agro-Ekonomi, Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Tanaman Industri, Puslitbang Hortikultura, PuslitbangPeternakan, dan Puslitbang Perikanan.1993: sesuai dengan Keppres No. 83 tahun 1993 dibentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)dan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Selain itujuga terjadi pembentukan 2 unit organisasi BPTP di 2 Propinsi, yaitu Balai Pengkajian Teknologi PertanianBanten, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung (Kepmentan No.633/Kpts/OT.140/12/2003).
  6. 6. Era 1945-19671960: lahirnya UU No. 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) yaitu tanggal 24September 1960. Kelahiran UUPA melalui proses panjang, memakan waktu 12 tahun. Dimulai daripembentukan "Panitia Agraria Yogya" (1948), "Panitia Agraria Jakarta" (1951), "Panitia Soewahjo"(1955), "Panitia Negara Urusan Agraria" (1956), "Rancangan Soenarjo" (1958), "Rancangan Sadjarwo"(1960), akhirnya digodok dan diterima bulat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), yangkala itu dipimpin Haji Zainul Arifin. Kelahiran UUPA mengandung dua makna besar bagi kehidupanbangsa dan negara Indonesia. Pertama, UUPA bermakna sebagai upaya mewujudkan amanat Pasal 33 Ayat(3) UUD 1945 (Naskah Asli), yang menyatakan, "Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnyadikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat". Kedua, UUPA bermakna sebagaipenjungkirbalikan hukum agraria kolonial dan penemuan hukum agraria nasional yang bersendikan realitassusunan kehidupan rakyatnya. Tujuan UUPA pada pokoknya meletakkan dasar-dasar bagi penyusunanhukum agraria nasional, mengadakan kesatuan dan kesederhanaan dalam hukum pertanahan, danmeletakkan dasar-dasar kepastian hukum hak-hak atas tanah bagi seluruh rakyat. Semuanya semata-matauntuk mewujudkan kemakmuran, kebahagiaan, keadilan bagi negara dan rakyat, terutama rakyat tani,dalam menuju masyarakat adil dan makmur. Sebenarnya apa yang tersurat maupun tersirat dari tujuanUUPA, pada hakikatnya merupakan kesadaran dan jawaban bangsa Indonesia atas keserakahan dankekejaman hukum agraria kolonial.Era Sebelum kemerdekaan (1900-1945)1918: berdiri Balai Besar Penyelidikan Pertanian (Algemeen Proefstation voor den Landbouw), yangkemudian semenjak tahun 1949 menjadi Jawatan Penyelidikan Pertanian, lalu 1952 menjadi Balai BesarPenyelidikan Pertanian / General Agriculture Experiment Station (Algemeen Proefstation voor denLandbouw). Selanjutnya tahun 1966 menjadi Lembaga Pusat Penelitian Pertanian, tahun 1980 berubah lagimenjadi Balai Penelitian Tanaman Bogor (Balittan), tahun 1994 menjadi Balai Penelitian BioteknologiTanaman Pangan (Balitbio), tahun 2002 menjadi Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya GenetikPertanian (Balitbiogen), dan terakhir tahun 2003 berganti nama menjadi Balai Besar Penelitian danPengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen)Era abad ke-191811-1816: Sistem pajak tanah yang dikenalkan oleh Raffles telah membawa beberapa persoalan terhadapkaum feodal Jawa di daerah-daerah taklukan dan juga perubahan penting berupa sistem kepemilikan tanaholeh desa. Kekecewaan para feodal terhadap sistem ini telah mendorong lahirnya pemberontakan kerajaan.Pemberontakan ini kemudian lebih dikenal dengan Perang Jawa atau perang Diponegoro.1830-1870: era Tanam paksa (cultuur stelsel) Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch mewajibkansetiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi,tebu, nila. Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikandan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial. Penduduk desa yang tidak memiliki tanah harusbekerja 75 hari dalam setahun (20%) pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak.Pada prakteknya peraturan itu dapat dikatakan tidak berarti karena seluruh wilayah pertanian wajibditanami tanaman laku ekspor dan hasilnya diserahkan kepada pemerintahan Belanda. Wilayah yangdigunakan untuk praktek cultur stelstel pun tetap dikenakan pajak. Warga yang tidak memiliki lahanpertanian wajib bekerja selama setahun penuh di lahan pertanian. Tanam paksa adalah era palingeksploitatif dalam praktek ekonomi Hindia Belanda. Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejamdibanding sistem monopoli VOC karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yang sangatdibutuhkan pemerintah. Petani yang pada jaman VOC wajib menjual komoditi tertentu pada VOC, kiniharus menanam tanaman tertentu dan sekaligus menjualnya dengan harga yang ditetapkan kepadapemerintah. Aset tanam paksa inilah yang memberikan sumbangan besar bagi modal pada zaman keemasankolonialis liberal Hindia-Belanda pada 1835 hingga 1940. Akibat sistem yang memakmurkan danmenyejahterakan negeri Belanda ini, Van den Bosch selaku penggagas dianugerahi gelar Graaf oleh rajaBelanda, pada 25 Desember 1839.1870: Lahirnya hukum agraria kolonial yang tertuang dalam Agrarische Wet 1870. Dalam aturan inidijamin adanya Hak Erfpacht sampai selama 75 tahun, dan menjamin pemegang hak itu untuk
  7. 7. menggunakan Hak Eigendom, serta memberi peluang kepada mereka dapat menggunakan tanahnya sebagaiagunan kredit. Lahirnya Agrarische Wet 1870 dipengaruhi dan atas desakan kepentingan pemilik modalswasta Belanda untuk berbisnis perkebunan besar di negeri jajahannya. Sebelumnya, di masa culturrstelsel,mereka hanya dibolehkan sebatas menyewa tanah. Dampak dari hukum kolonial terhadap rakyat taniIndonesia, hanya menghadirkan sejarah kelam kemelaratan, kemiskinan, keterbelakangan dan penindasan.1890: dimulainya ―Politik Etnik‖, yaitu gerakan oposisi kaum sosialis di Belanda yang kemudianberpengaruh kepada golongan-golongan Belanda–Hindia juga. Yaitu mulai diterapkan pelayanan kesehatanumum yang lebih baik, memperluas kesempatan menempuh pendidikan, serta memberikan otonomi desayang lebih besar.Era Orde Baru (1967-1997)1974: dibentuk Badan Litbang Pertanian. Keppres tahun 1974 dan 1979 menetapkan bahwa Badan LitbangPertanian sebagai unit Eselon I, membawahi 12 unit Eselon II, yaitu: 1 Sekretariat, 4 Pusat (PusatPenyiapan Program, Pusat Pengolahan Data Statistik, Pusat Perpustakaan Biologi dan Pertanian, dan PusatKarantina Pertanian) 2 Pusat Penelitian (Puslit Tanah dan Puslit Agro-Ekonomi), serta 5 Pusat PenelitianPengembangan (Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Tanaman Industri, Puslitbang Kehutanan,Puslitbang Peternakan, dan Puslitbang Perikanan).198… : berdirinya Departemen Koperasi secara khusus, untuk membantu golongan petani lemah di luarJawa dan Bali untuk membangun usaha tani berskala lebih besar. Setelah koperasi diterima sebagai satuanekonomi yang mendasar dalam mengembangkan ekonomi pribumi, dirangsang agar semua desamembentuk koperasi primer, namun demikian sejumlah masalah yang dihadapi adalah kekurangan modal,manajemen lemah, kesulitan menjangkau pasaran antara lain karena turut pedagang perantara. Koperasidirasakan sebagai ―paksaan‖ sehingga namanya pun yang sudah tercemar perlu dirubah menjadi BUUD.1983: Berdasarkan Kepres No. 24 tahun 1983, terjadi reorganisasi di Badan Litbang Pertanian sehinggaterdiri atas: Sekretariat, Pusat Data Statistik, Pusat Perpustakaan Pertanian, Puslit Tanah, Puslit Agro-Ekonomi, Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Tanaman Industri, Puslitbang Hortikultura, PuslitbangPeternakan, dan Puslitbang Perikanan.1993: sesuai dengan Keppres No. 83 tahun 1993 dibentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)dan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Selain itujuga terjadi pembentukan 2 unit organisasi BPTP di 2 Propinsi, yaitu Balai Pengkajian Teknologi PertanianBanten, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung (Kepmentan No.633/Kpts/OT.140/12/2003).Era 1945-19671960: lahirnya UU No. 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) yaitu tanggal 24September 1960. Kelahiran UUPA melalui proses panjang, memakan waktu 12 tahun. Dimulai daripembentukan "Panitia Agraria Yogya" (1948), "Panitia Agraria Jakarta" (1951), "Panitia Soewahjo"(1955), "Panitia Negara Urusan Agraria" (1956), "Rancangan Soenarjo" (1958), "Rancangan Sadjarwo"(1960), akhirnya digodok dan diterima bulat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), yangkala itu dipimpin Haji Zainul Arifin. Kelahiran UUPA mengandung dua makna besar bagi kehidupanbangsa dan negara Indonesia. Pertama, UUPA bermakna sebagai upaya mewujudkan amanat Pasal 33 Ayat(3) UUD 1945 (Naskah Asli), yang menyatakan, "Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnyadikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat". Kedua, UUPA bermakna sebagaipenjungkirbalikan hukum agraria kolonial dan penemuan hukum agraria nasional yang bersendikan realitassusunan kehidupan rakyatnya. Tujuan UUPA pada pokoknya meletakkan dasar-dasar bagi penyusunanhukum agraria nasional, mengadakan kesatuan dan kesederhanaan dalam hukum pertanahan, danmeletakkan dasar-dasar kepastian hukum hak-hak atas tanah bagi seluruh rakyat. Semuanya semata-matauntuk mewujudkan kemakmuran, kebahagiaan, keadilan bagi negara dan rakyat, terutama rakyat tani,dalam menuju masyarakat adil dan makmur. Sebenarnya apa yang tersurat maupun tersirat dari tujuanUUPA, pada hakikatnya merupakan kesadaran dan jawaban bangsa Indonesia atas keserakahan dankekejaman hukum agraria kolonial.
  8. 8. Era Sebelum kemerdekaan (1900-1945)1918: berdiri Balai Besar Penyelidikan Pertanian (Algemeen Proefstation voor den Landbouw), yangkemudian semenjak tahun 1949 menjadi Jawatan Penyelidikan Pertanian, lalu 1952 menjadi Balai BesarPenyelidikan Pertanian / General Agriculture Experiment Station (Algemeen Proefstation voor denLandbouw). Selanjutnya tahun 1966 menjadi Lembaga Pusat Penelitian Pertanian, tahun 1980 berubah lagimenjadi Balai Penelitian Tanaman Bogor (Balittan), tahun 1994 menjadi Balai Penelitian BioteknologiTanaman Pangan (Balitbio), tahun 2002 menjadi Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya GenetikPertanian (Balitbiogen), dan terakhir tahun 2003 berganti nama menjadi Balai Besar Penelitian danPengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen)Era abad ke-191811-1816: Sistem pajak tanah yang dikenalkan oleh Raffles telah membawa beberapa persoalan terhadapkaum feodal Jawa di daerah-daerah taklukan dan juga perubahan penting berupa sistem kepemilikan tanaholeh desa. Kekecewaan para feodal terhadap sistem ini telah mendorong lahirnya pemberontakan kerajaan.Pemberontakan ini kemudian lebih dikenal dengan Perang Jawa atau perang Diponegoro.1830-1870: era Tanam paksa (cultuur stelsel) Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch mewajibkansetiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi,tebu, nila. Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikandan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial. Penduduk desa yang tidak memiliki tanah harusbekerja 75 hari dalam setahun (20%) pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak.Pada prakteknya peraturan itu dapat dikatakan tidak berarti karena seluruh wilayah pertanian wajibditanami tanaman laku ekspor dan hasilnya diserahkan kepada pemerintahan Belanda. Wilayah yangdigunakan untuk praktek cultur stelstel pun tetap dikenakan pajak. Warga yang tidak memiliki lahanpertanian wajib bekerja selama setahun penuh di lahan pertanian. Tanam paksa adalah era palingeksploitatif dalam praktek ekonomi Hindia Belanda. Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejamdibanding sistem monopoli VOC karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yang sangatdibutuhkan pemerintah. Petani yang pada jaman VOC wajib menjual komoditi tertentu pada VOC, kiniharus menanam tanaman tertentu dan sekaligus menjualnya dengan harga yang ditetapkan kepadapemerintah. Aset tanam paksa inilah yang memberikan sumbangan besar bagi modal pada zaman keemasankolonialis liberal Hindia-Belanda pada 1835 hingga 1940. Akibat sistem yang memakmurkan danmenyejahterakan negeri Belanda ini, Van den Bosch selaku penggagas dianugerahi gelar Graaf oleh rajaBelanda, pada 25 Desember 1839.1870: Lahirnya hukum agraria kolonial yang tertuang dalam Agrarische Wet 1870. Dalam aturan inidijamin adanya Hak Erfpacht sampai selama 75 tahun, dan menjamin pemegang hak itu untukmenggunakan Hak Eigendom, serta memberi peluang kepada mereka dapat menggunakan tanahnya sebagaiagunan kredit. Lahirnya Agrarische Wet 1870 dipengaruhi dan atas desakan kepentingan pemilik modalswasta Belanda untuk berbisnis perkebunan besar di negeri jajahannya. Sebelumnya, di masa culturrstelsel,mereka hanya dibolehkan sebatas menyewa tanah. Dampak dari hukum kolonial terhadap rakyat taniIndonesia, hanya menghadirkan sejarah kelam kemelaratan, kemiskinan, keterbelakangan dan penindasan.1890: dimulainya ―Politik Etnik‖, yaitu gerakan oposisi kaum sosialis di Belanda yang kemudianberpengaruh kepada golongan-golongan Belanda–Hindia juga. Yaitu mulai diterapkan pelayanan kesehatanumum yang lebih baik, memperluas kesempatan menempuh pendidikan, serta memberikan otonomi desayang lebih besar.Era Orde Baru (1967-1997)1974: dibentuk Badan Litbang Pertanian. Keppres tahun 1974 dan 1979 menetapkan bahwa Badan LitbangPertanian sebagai unit Eselon I, membawahi 12 unit Eselon II, yaitu: 1 Sekretariat, 4 Pusat (PusatPenyiapan Program, Pusat Pengolahan Data Statistik, Pusat Perpustakaan Biologi dan Pertanian, dan PusatKarantina Pertanian) 2 Pusat Penelitian (Puslit Tanah dan Puslit Agro-Ekonomi), serta 5 Pusat PenelitianPengembangan (Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Tanaman Industri, Puslitbang Kehutanan,Puslitbang Peternakan, dan Puslitbang Perikanan).
  9. 9. 198… : berdirinya Departemen Koperasi secara khusus, untuk membantu golongan petani lemah di luarJawa dan Bali untuk membangun usaha tani berskala lebih besar. Setelah koperasi diterima sebagai satuanekonomi yang mendasar dalam mengembangkan ekonomi pribumi, dirangsang agar semua desamembentuk koperasi primer, namun demikian sejumlah masalah yang dihadapi adalah kekurangan modal,manajemen lemah, kesulitan menjangkau pasaran antara lain karena turut pedagang perantara. Koperasidirasakan sebagai ―paksaan‖ sehingga namanya pun yang sudah tercemar perlu dirubah menjadi BUUD.1983: Berdasarkan Kepres No. 24 tahun 1983, terjadi reorganisasi di Badan Litbang Pertanian sehinggaterdiri atas: Sekretariat, Pusat Data Statistik, Pusat Perpustakaan Pertanian, Puslit Tanah, Puslit Agro-Ekonomi, Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Tanaman Industri, Puslitbang Hortikultura, PuslitbangPeternakan, dan Puslitbang Perikanan.1993: sesuai dengan Keppres No. 83 tahun 1993 dibentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)dan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Selain itujuga terjadi pembentukan 2 unit organisasi BPTP di 2 Propinsi, yaitu Balai Pengkajian Teknologi PertanianBanten, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung (Kepmentan No.633/Kpts/OT.140/12/2003).Era 1945-19671960: lahirnya UU No. 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) yaitu tanggal 24September 1960. Kelahiran UUPA melalui proses panjang, memakan waktu 12 tahun. Dimulai daripembentukan "Panitia Agraria Yogya" (1948), "Panitia Agraria Jakarta" (1951), "Panitia Soewahjo"(1955), "Panitia Negara Urusan Agraria" (1956), "Rancangan Soenarjo" (1958), "Rancangan Sadjarwo"(1960), akhirnya digodok dan diterima bulat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), yangkala itu dipimpin Haji Zainul Arifin. Kelahiran UUPA mengandung dua makna besar bagi kehidupanbangsa dan negara Indonesia. Pertama, UUPA bermakna sebagai upaya mewujudkan amanat Pasal 33 Ayat(3) UUD 1945 (Naskah Asli), yang menyatakan, "Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnyadikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat". Kedua, UUPA bermakna sebagaipenjungkirbalikan hukum agraria kolonial dan penemuan hukum agraria nasional yang bersendikan realitassusunan kehidupan rakyatnya. Tujuan UUPA pada pokoknya meletakkan dasar-dasar bagi penyusunanhukum agraria nasional, mengadakan kesatuan dan kesederhanaan dalam hukum pertanahan, danmeletakkan dasar-dasar kepastian hukum hak-hak atas tanah bagi seluruh rakyat. Semuanya semata-matauntuk mewujudkan kemakmuran, kebahagiaan, keadilan bagi negara dan rakyat, terutama rakyat tani,dalam menuju masyarakat adil dan makmur. Sebenarnya apa yang tersurat maupun tersirat dari tujuanUUPA, pada hakikatnya merupakan kesadaran dan jawaban bangsa Indonesia atas keserakahan dankekejaman hukum agraria kolonial.Era Sebelum kemerdekaan (1900-1945)1918: berdiri Balai Besar Penyelidikan Pertanian (Algemeen Proefstation voor den Landbouw), yangkemudian semenjak tahun 1949 menjadi Jawatan Penyelidikan Pertanian, lalu 1952 menjadi Balai BesarPenyelidikan Pertanian / General Agriculture Experiment Station (Algemeen Proefstation voor denLandbouw). Selanjutnya tahun 1966 menjadi Lembaga Pusat Penelitian Pertanian, tahun 1980 berubah lagimenjadi Balai Penelitian Tanaman Bogor (Balittan), tahun 1994 menjadi Balai Penelitian BioteknologiTanaman Pangan (Balitbio), tahun 2002 menjadi Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya GenetikPertanian (Balitbiogen), dan terakhir tahun 2003 berganti nama menjadi Balai Besar Penelitian danPengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen)Era abad ke-191811-1816: Sistem pajak tanah yang dikenalkan oleh Raffles telah membawa beberapa persoalan terhadapkaum feodal Jawa di daerah-daerah taklukan dan juga perubahan penting berupa sistem kepemilikan tanaholeh desa. Kekecewaan para feodal terhadap sistem ini telah mendorong lahirnya pemberontakan kerajaan.Pemberontakan ini kemudian lebih dikenal dengan Perang Jawa atau perang Diponegoro.1830-1870: era Tanam paksa (cultuur stelsel) Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch mewajibkansetiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi,
  10. 10. tebu, nila. Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikandan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial. Penduduk desa yang tidak memiliki tanah harusbekerja 75 hari dalam setahun (20%) pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak.Pada prakteknya peraturan itu dapat dikatakan tidak berarti karena seluruh wilayah pertanian wajibditanami tanaman laku ekspor dan hasilnya diserahkan kepada pemerintahan Belanda. Wilayah yangdigunakan untuk praktek cultur stelstel pun tetap dikenakan pajak. Warga yang tidak memiliki lahanpertanian wajib bekerja selama setahun penuh di lahan pertanian. Tanam paksa adalah era palingeksploitatif dalam praktek ekonomi Hindia Belanda. Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejamdibanding sistem monopoli VOC karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yang sangatdibutuhkan pemerintah. Petani yang pada jaman VOC wajib menjual komoditi tertentu pada VOC, kiniharus menanam tanaman tertentu dan sekaligus menjualnya dengan harga yang ditetapkan kepadapemerintah. Aset tanam paksa inilah yang memberikan sumbangan besar bagi modal pada zaman keemasankolonialis liberal Hindia-Belanda pada 1835 hingga 1940. Akibat sistem yang memakmurkan danmenyejahterakan negeri Belanda ini, Van den Bosch selaku penggagas dianugerahi gelar Graaf oleh rajaBelanda, pada 25 Desember 1839.1870: Lahirnya hukum agraria kolonial yang tertuang dalam Agrarische Wet 1870. Dalam aturan inidijamin adanya Hak Erfpacht sampai selama 75 tahun, dan menjamin pemegang hak itu untukmenggunakan Hak Eigendom, serta memberi peluang kepada mereka dapat menggunakan tanahnya sebagaiagunan kredit. Lahirnya Agrarische Wet 1870 dipengaruhi dan atas desakan kepentingan pemilik modalswasta Belanda untuk berbisnis perkebunan besar di negeri jajahannya. Sebelumnya, di masa culturrstelsel,mereka hanya dibolehkan sebatas menyewa tanah. Dampak dari hukum kolonial terhadap rakyat taniIndonesia, hanya menghadirkan sejarah kelam kemelaratan, kemiskinan, keterbelakangan dan penindasan.1890: dimulainya ―Politik Etnik‖, yaitu gerakan oposisi kaum sosialis di Belanda yang kemudianberpengaruh kepada golongan-golongan Belanda–Hindia juga. Yaitu mulai diterapkan pelayanan kesehatanumum yang lebih baik, memperluas kesempatan menempuh pendidikan, serta memberikan otonomi desayang lebih besar.Era Orde Baru (1967-1997)1974: dibentuk Badan Litbang Pertanian. Keppres tahun 1974 dan 1979 menetapkan bahwa Badan LitbangPertanian sebagai unit Eselon I, membawahi 12 unit Eselon II, yaitu: 1 Sekretariat, 4 Pusat (PusatPenyiapan Program, Pusat Pengolahan Data Statistik, Pusat Perpustakaan Biologi dan Pertanian, dan PusatKarantina Pertanian) 2 Pusat Penelitian (Puslit Tanah dan Puslit Agro-Ekonomi), serta 5 Pusat PenelitianPengembangan (Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Tanaman Industri, Puslitbang Kehutanan,Puslitbang Peternakan, dan Puslitbang Perikanan).198… : berdirinya Departemen Koperasi secara khusus, untuk membantu golongan petani lemah di luarJawa dan Bali untuk membangun usaha tani berskala lebih besar. Setelah koperasi diterima sebagai satuanekonomi yang mendasar dalam mengembangkan ekonomi pribumi, dirangsang agar semua desamembentuk koperasi primer, namun demikian sejumlah masalah yang dihadapi adalah kekurangan modal,manajemen lemah, kesulitan menjangkau pasaran antara lain karena turut pedagang perantara. Koperasidirasakan sebagai ―paksaan‖ sehingga namanya pun yang sudah tercemar perlu dirubah menjadi BUUD.1983: Berdasarkan Kepres No. 24 tahun 1983, terjadi reorganisasi di Badan Litbang Pertanian sehinggaterdiri atas: Sekretariat, Pusat Data Statistik, Pusat Perpustakaan Pertanian, Puslit Tanah, Puslit Agro-Ekonomi, Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Tanaman Industri, Puslitbang Hortikultura, PuslitbangPeternakan, dan Puslitbang Perikanan.1993: sesuai dengan Keppres No. 83 tahun 1993 dibentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)dan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Selain itujuga terjadi pembentukan 2 unit organisasi BPTP di 2 Propinsi, yaitu Balai Pengkajian Teknologi PertanianBanten, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung (Kepmentan No.633/Kpts/OT.140/12/2003).
  11. 11. Era 1945-19671960: lahirnya UU No. 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) yaitu tanggal 24September 1960. Kelahiran UUPA melalui proses panjang, memakan waktu 12 tahun. Dimulai daripembentukan "Panitia Agraria Yogya" (1948), "Panitia Agraria Jakarta" (1951), "Panitia Soewahjo"(1955), "Panitia Negara Urusan Agraria" (1956), "Rancangan Soenarjo" (1958), "Rancangan Sadjarwo"(1960), akhirnya digodok dan diterima bulat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), yangkala itu dipimpin Haji Zainul Arifin. Kelahiran UUPA mengandung dua makna besar bagi kehidupanbangsa dan negara Indonesia. Pertama, UUPA bermakna sebagai upaya mewujudkan amanat Pasal 33 Ayat(3) UUD 1945 (Naskah Asli), yang menyatakan, "Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnyadikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat". Kedua, UUPA bermakna sebagaipenjungkirbalikan hukum agraria kolonial dan penemuan hukum agraria nasional yang bersendikan realitassusunan kehidupan rakyatnya. Tujuan UUPA pada pokoknya meletakkan dasar-dasar bagi penyusunanhukum agraria nasional, mengadakan kesatuan dan kesederhanaan dalam hukum pertanahan, danmeletakkan dasar-dasar kepastian hukum hak-hak atas tanah bagi seluruh rakyat. Semuanya semata-matauntuk mewujudkan kemakmuran, kebahagiaan, keadilan bagi negara dan rakyat, terutama rakyat tani,dalam menuju masyarakat adil dan makmur. Sebenarnya apa yang tersurat maupun tersirat dari tujuanUUPA, pada hakikatnya merupakan kesadaran dan jawaban bangsa Indonesia atas keserakahan dankekejaman hukum agraria kolonial.Era Sebelum kemerdekaan (1900-1945)1918: berdiri Balai Besar Penyelidikan Pertanian (Algemeen Proefstation voor den Landbouw), yangkemudian semenjak tahun 1949 menjadi Jawatan Penyelidikan Pertanian, lalu 1952 menjadi Balai BesarPenyelidikan Pertanian / General Agriculture Experiment Station (Algemeen Proefstation voor denLandbouw). Selanjutnya tahun 1966 menjadi Lembaga Pusat Penelitian Pertanian, tahun 1980 berubah lagimenjadi Balai Penelitian Tanaman Bogor (Balittan), tahun 1994 menjadi Balai Penelitian BioteknologiTanaman Pangan (Balitbio), tahun 2002 menjadi Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya GenetikPertanian (Balitbiogen), dan terakhir tahun 2003 berganti nama menjadi Balai Besar Penelitian danPengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen)Era abad ke-191811-1816: Sistem pajak tanah yang dikenalkan oleh Raffles telah membawa beberapa persoalan terhadapkaum feodal Jawa di daerah-daerah taklukan dan juga perubahan penting berupa sistem kepemilikan tanaholeh desa. Kekecewaan para feodal terhadap sistem ini telah mendorong lahirnya pemberontakan kerajaan.Pemberontakan ini kemudian lebih dikenal dengan Perang Jawa atau perang Diponegoro.1830-1870: era Tanam paksa (cultuur stelsel) Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch mewajibkansetiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi,tebu, nila. Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikandan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial. Penduduk desa yang tidak memiliki tanah harusbekerja 75 hari dalam setahun (20%) pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak.Pada prakteknya peraturan itu dapat dikatakan tidak berarti karena seluruh wilayah pertanian wajibditanami tanaman laku ekspor dan hasilnya diserahkan kepada pemerintahan Belanda. Wilayah yangdigunakan untuk praktek cultur stelstel pun tetap dikenakan pajak. Warga yang tidak memiliki lahanpertanian wajib bekerja selama setahun penuh di lahan pertanian. Tanam paksa adalah era palingeksploitatif dalam praktek ekonomi Hindia Belanda. Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejamdibanding sistem monopoli VOC karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yang sangatdibutuhkan pemerintah. Petani yang pada jaman VOC wajib menjual komoditi tertentu pada VOC, kiniharus menanam tanaman tertentu dan sekaligus menjualnya dengan harga yang ditetapkan kepadapemerintah. Aset tanam paksa inilah yang memberikan sumbangan besar bagi modal pada zaman keemasankolonialis liberal Hindia-Belanda pada 1835 hingga 1940. Akibat sistem yang memakmurkan danmenyejahterakan negeri Belanda ini, Van den Bosch selaku penggagas dianugerahi gelar Graaf oleh rajaBelanda, pada 25 Desember 1839.1870: Lahirnya hukum agraria kolonial yang tertuang dalam Agrarische Wet 1870.
  12. 12. Dalam aturan ini dijamin adanya Hak Erfpacht sampai selama 75 tahun, dan menjaminpemegang hak itu untuk menggunakan Hak Eigendom, serta memberi peluang kepadamereka dapat menggunakan tanahnya sebagai agunan kredit. Lahirnya Agrarische Wet1870 dipengaruhi dan atas desakan kepentingan pemilik modal swasta Belanda untukberbisnis perkebunan besar di negeri jajahannya. Sebelumnya, di masa culturrstelsel,mereka hanya dibolehkan sebatas menyewa tanah. Dampak dari hukum kolonial terhadaprakyat tani Indonesia, hanya menghadirkan sejarah kelam kemelaratan, kemiskinan,keterbelakangan dan penindasan.1890: dimulainya ―Politik Etnik‖, yaitu gerakan oposisi kaum sosialis di Belanda yangkemudian berpengaruh kepada golongan-golongan Belanda–Hindia juga. Yaitu mulaiditerapkan pelayanan kesehatan umum yang lebih baik, memperluas kesempatanmenempuh pendidikan, serta memberikan otonomi desa yang lebih besar. UNIVERSITAS GRAHA NUSANTARA PADANGSIDIMPUAN KAMPUS I : BUKIT TOR SIMARSAYANG PADANGSIDIMPUANKAMPUS II : JL. DR. SUTOMO GG. IKIP PADANGSIDIMPUANKAMPUS III : Ex. ASRAMA HAJI KAB. TAPSEL PALOPAT PIJORKOLING Telpon. (0634) 25292 Fax. (0634) 28327 Kode Pos 22719 Agronomi dapat diistilahkan sebagai produksi tanaman, dan diartikan suatu usaha pengelolaantanaman dan lingkungannya untuk memperoleh hasil sesuai tujuan. Ada dua tujuan, yaitu memaksimalkanoutput atau meminimalkan input agar kelestarian lahan tetap terjaga. Pada awal kehidupan manusia di bumi, hanya hidup dari mencari makan dari hasil hutan secaralangsung. Perkembangan berikutnya, semakin banyak anggota kelompoknya, lalu ada tempat untukmenetap dan mulai bercocok tanam di lahan sekitar tempat tinggalnya dan mulai memelihara ternak danterbentuklah pekarangan. Setelah itu, berkembang untuk membuka lahan di hutan untuk bercocok tanam,sehingga hanya dapat ditanami beberapa tahun lalu pindah tempat, sering dikenal dengan lahan berpindah.Semakin bertambahnya penduduk, sistem-sistem tersebut tidak dapat dipertahankan, lalu berusaha untuktetap mempertahankan tingkat kesuburan tanahnya dan mulai dikenal teknik budidaya (agronomi).Ketidakseimbangan penambahan jumlah penduduk dibanding penambahan hasil pangan menjadi persoalanyang dipelajari oleh bidang Agronomi. Antara lain usahanya dengan perluasan lahan, penggunaan varietasunggul, peningkatan manajemen dalam berbagai tindak agronomi dan pelaksanaanya.Pengertian AgronomiTanaman adalah tumbuhan yang sudah dibudidayakan. Sedangkan Tanaman Pertanian adalah segalatanaman yang digunakan manusia untuk tujuan apapun, yang berfaedah yang secara ekonomi cocok denganrencana kerja dan eksistensi manusia dan dikelola sampai tingkat tertentu. Produksi tanaman adalah
  13. 13. pengelolaan tanaman yang bermanfaat. Ilmu yang mempelajari produksi tanaman adalah Agronomi.Sehingga Agronomi adalah ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungannyauntuk memperoleh produksi yang maksimum dan lestari. Secara lebih rinci Agronomi adalah ilmu yangmempelajari pengelolaan sumberdaya nabati dengan melakukan rekayasa terhadap lingkungan tumbuh,potensi genetik dan potensi fisiologinya dalam kegiatan produksi tanaman dan penanganan hasil dengantujuan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, bahan baku industri, obat-obatan dan rempah, sertakenyamanan hidup. Orientasi agronomi adalah produksi maksimum dan mempertahankan sistem produksiyang berkelanjutan.Mata kuliah Agronomi Lanjut membahas sistem produksi tanaman dengan penekanan pada perekayasaanlingkungan tumbuh dan potensi fisiologi tanaman untuk peningkatan produktivitas dan kelestariannya;kaitan antara iklim, tanah, lahan dan masyarakat dengan teknologi produksi dalam rangka intensifikasi danektensifikasi pertanian di daerah tropis; pembahasan tentang Revolusi Hijau dan reaksi balik ataskelemahannya dengan penekanan pada konsep integrated crop managementAgronomi dalam Sistem Agribisnis Sistem adalah sekumpulan bagian yang mempunyai kaitan satu dengan yang lain, terorganisir,berinteraksi, yang secara bersama-sama bereaksi menurut pola tertentu terhadap input dengan tujuanmenghasilkan output. Agribisnis adalah keseluruhan rangkaian pertanian komersial yang mencakuppengadaan dan pendistribusian sumberdaya, sarana produksi dan jasa, kegiatan produksi pertanian,penanganan, penyimpanan dan transformasi hasil, pemasaran hasil dan hasil olahan. SedangkanAgroindustri adalah sub-sistem dari agribisnis yang mencakup kegiatan pasca panen dan pengolahan,penanganan, sortasi, pengkelasan, pengemasan, pemberian label dan penyimpanan yang terdapat dalamkegiatan transformasi produk dan pemasaran. Agronomi adalah Subsistem dari Sistem Agribisnis yangmenyangkut pengorganisasian dalam produksi tanaman. Ada perubahan paradigma dalam memandang sistem produksi tanaman: • Sistem produksi suatu jenis tanaman bukan hanya sekedar kemampuan untuk ―menghasilkan sebanyak-banyaknya‖ atau sekedar pencapaian suatu target • Pilihan tanaman yang akan diusahakan harus memperhatikan dan mengutamakan daya dukung sumber daya alam, keserasian dan kelestarian • Prinsip dalam produksi harus berorientasi pasarProduksi Aktual dan Potensial Dibandingkan dengan radiasi matahari total yang secara teoritis dapat digunakan untukfotosintesis, ternyata produktivitas tanamanan saat ini masih sangat rendah. Efisiensi fotosintesis tanaman-tanaman yang termasuk sangat produktif hanya berkisar antara 1.4 % untuk kelapa sawit di Malaysia,sampai 4.3% untuk gula beet di Inggris dan Millet di Northern Teritory Australia. Produktivitas beberapatanaman tropis yang produktivitasnya tinggipun efisiensi fotosintesisnya juga rendah (Tabel 1) Tabel 1. Efisiensi Fotosisntesis Beberapa Tanaman di Daerah TropikaTanaman Negara Produktivitas Efisiensi Fotosintesis (% (g/m2/hari) Radiasi Total) TropikaSingkong Malaysia 18 2.0Padi Tanzania 17 1.7
  14. 14. Padi Philiphina 27 2.9Kelapa sawit Malaysia 11 1.4Tebu Hawai 37 3.8Jagung Thailand 31 2.7 Temperate & Sub-tropikJagung Kentucky, USA 40 3.4Jagung California, USA 52 3.0Sudan Grass California, USA 51 2.9Pinus Australia 40 2.7Gula Tebu Texas, USA 31 2.8Padi Australia 23 1.4Kentang California, USA 37 2.3Gula Beet Inggris 31 4.3Gandum Belanda 18 1.7Sumber: Coombs et al., 1985 Dari data-data tersebut dapat dilihat bahwa masih sangat besar peluang IPTEK untukmeningkatkan produktivitas tanaman. Hal ini merupakan tantangan bagi para ahli ekofisiologi tanaman.Kemampuan untuk melakukan manipulasi lingkungan, aktivitas fisiologi dan tentu saja genetik tanamanuntuk memacu aktivitas fotosintesis tanaman akan menjadi kunci bagi pertanian masa depan. Kemampuanini sangat penting mengingat kebutuhan pangan dunia pada masa yang akan datang terus bertambah, seiringdengan pertambahan penduduk maupun tingkat kemakmuran masyarakat.Disamping masalah fotosintesis, hala lain yang berpengaruh terhadap produksi adalah distribusi hasilfotosintesis ke organ bernilai ekonomi dan metabolisme dari fotosintat untuk menghasilkan produk bernilaiekonomi. Pendalaman dalam pemahaman terhadap apa yang mengatur arah distribusi fotosintat dankarakter seperti apa yang diperlukan agar lebih banyak fotosintat didistribusikan ke organ bernilai ekonomiakan sangat membantu program pemuliaan. Demikian pula pemahaman terhadap metabolisme fotosintatmenjadi zat yang diperlukan oleh manusia, akan sangat bermanfaat Sdalam upaya peningkatan produksitanaman.Random Fluctuation Dalam mengelola suatu sistem produksi, ada hal yang harus mendapat perhatian serius, kalau tidakingin usaha tadi gagal. Hal tersebut adalah Random Fluctuation, ialah adanya faktor yang selalu berubah,tidak diinginkan, tidak bisa/sukar dikendalikan, mempengaruhi secara acak proses produksi, dan seringkalimenyebabkan output bisa berbeda dengan yang diinginkan. Hal ini terjadi karena Lingkungan sangatberpengaruh terhadap sistem. Contoh random fluctuation antara lain adalah fungsi2 lain dalam organisasi(fungsi pemasaran, keuangan, personalia dsb), lingkungan di luar perusahaan (Perturan pemerintah,Hukum, Kondisi sosial politik, Ekonomi, Perubahan selera konsumen, dsb.). Random Fluctuation inihampir selalu terjadi, tetapi dapat dikurangi melalui usaha keras manajemen. Tugas mahasiswa adalahmencari dan menganalisis Random fluctuation pada sistem produksi tanaman, serta mencoba merumuskanapa yang harus dilakukan manajemen untuk menghadapinya.

×