BIOLOGICAL ASSET VALUATIONUNTUK KEPERLUAN LAPORAN KEUANGAN             (IAS 41)                   Oleh:  Ir. Benny Supriya...
IAS 41 tentang Biological Asset.     Aktiva Biologis (biological asset) adalah binatang dan tumbuhan     hidup.     Perusa...
IAS 41 tentang Biological Asset…    Aktiva Biologi harus dinilai pada saat pengakuan awal dan pada    setiap tanggal nerac...
Nilai Pasar Versus Nilai WajarApakah ada perbedaan antara Nilai Pasar dalam StandarPenilaian Indonesia (SPI 2007) sebagai ...
Nilai Pasar = Nilai WajarNilai Pasar (SPI 2007)  Estimasi sejumlah uang pada tanggal penilaian, yang dapat  diperoleh dari...
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan    IFRS (International Financial Reporting Standars)   IFRS tidak me...
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan    IFRS (International Financial Reporting Standars)  IFRS saat ini ...
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan    IFRS (International Financial Reporting Standars)  Dalam IAS 16, ...
Pengertian Umum PenilaianPenilaian:Terjemahan dari kata Appraisal/Valuation.Suatu proses pekerjaan yang dilakukan seorang ...
Profesi Penilai  Penilai Aset:     Real estates (land, buildings), aktiva berwujud     (pabrik, mesin dan peralatan), perk...
Penilaian Aset dan Penilaian Usaha            Dimana Perbedaanya?                                  Penilaian              ...
Basis Nilai Aset dan Nilai Usaha (SPI)              Dimana Perbedaanya?                                          Nilai Pas...
Basis Nilai Aset dan Nilai Usaha (IFRS)              Dimana Perbedaanya?                                            Nilai ...
Penilaian Asset  Pendekatan yang digunakan    Pendekatan Pasar (Market Comparison Approach)    Pendekatan Biaya (Cost Appr...
Penilaian Usaha  Pendekatan yang digunakan    Pendekatan Pasar (Market Comparison Approach)    Pendekatan Aset (Asset Base...
Proses PenilaianProses penilaian terdiri dari lima langkah dasar yaitu:1. Memperjelas Tugas Penilaian2. Mengumpulkan dan m...
Kendala Penerapan IFRS di Indonesia      Salah satu kendala yang berhubungan dengan               Profesi Penilai di Indon...
Kendala Penerapan IFRS di Indonesia    Salah satu kendala yang berhubungan dengan             Profesi Penilai di Indonesia...
Jika aktiva tetap dinyatakan pada nilai yang direvaluasimaka hal hal berikut ini harus diungkapkan   Tanggal efektif reval...
PERTANIAN (IAS 41)                     20
Pertanian (IAS 41)Masalah yang dibahasIAS 41 mengatur perlakuan akuntansi, penyajian danpengungkapan llaporan k         k ...
Ruang lingkup standar   Standar ini berlaku untuk hal–hal berikut apabila   berkaitan dengan kegiatan pertanian:        Ak...
Konsep Pokok   Kegiatan Pertanian (agricultural activity)       Kegiatan pengelolaan perusahaan terhadap aktivitas       a...
Konsep Pokok…    Panen/pemanenan (harvest)      Proses pemisahan produk hasil dari aktiva biologis      atau penghentian p...
PENDEKATAN PENILAIAN    Untuk menentukan Nilai Wajar (IFRS)/Nilai Pasar    (Standar Penilaian Indonesia/SPI 2007) Penilai ...
Metode Penilaian1                            - Metode Tambah Kurang      Pendekatan Pasar       - Metode Jumlah Rupiah    ...
Pendekatan Data Pasar(Market Data Approach)Penilaian aktiva biologis dengan menggunakan Pendekatan DataPasar (Market Data ...
Pendekatan Data Pasar(Market Data Approach) Langkah-langkah yang diperlukan: 3. Lakukan penyesuaian atas faktor–faktor yan...
Ilustrasi Pendekatan Data PasarData Pembanding                   Nilai Pasar Aktiva biologisAktiva biologis               ...
PENDEKATAN BIAYAPenilaian aktiva biologis dapat juga digunakan Pendekatan Biaya, yaitupenilaian yang mendasarkan pada besa...
Ilustrasi Pendekatan BiayaBiaya–biaya yang diperlukan    membuat aktiva biologis                                          ...
Konsep Pendekatan PendapatanBerkaitan dengan Prinsip Penilaian:   Prinsip Antisipasi & Perubahan   Prinsip Supply & Demand...
Konsep Pendekatan PendapatanPendekatan pendapatan dapat digunakan untuk penilaianaktiva biologis karena aktiva biologis me...
Konsep Pendekatan Pendapatan Nilai Pasar aktiva biologis merupakan fungsi dari pendapatan yang dapat dihasilkan oleh aktiv...
Pendekatan PendapatanMetode Arus KasArus kas adalah perbedaan antara total penerimaan /pemasukkan dan total pengeluaran/pe...
Langkah KerjaMelakukan riset terhadap besaran–besaran yangmembentuk Income & Expense [ pendapatan danpengeluaran ] dari ak...
Langkah KerjaMenghitung Effective Gross Income [pendapatan kotorefektif] dengan mengalikan tingkat kesesuaian danangka pen...
Langkah KerjaMenetapkan metode dan besarnya discount rate[tingkat diskonto].Menjumlah nilai kini atas semua pendapatan ber...
Beberapa Teknik yang dapat diterapkan untukpendekatan pendapatan Untuk menetapkan Nilai Pasar aktiva biologis dengan Pende...
Langkah Kerja Pendekatan Pendapatan dengan               Teknik PenyisaanMenghitung besarnya Income & Expense [ pendapatan...
Langkah Kerja Pendekatan Pendapatan dengan                  Teknik KapitalisasiMenghitung besarnya Income & Expense [penda...
Ilustrasi Pendekatan Pendapatan                                  NILAI PASAR                                   Tanah      ...
Skema Pendekatan Pendapatan                            PENGUMPULAN DATA                         PENENTUAN STANDAR PANEN   ...
Data yang diperlukan sebelum ke lokasiData-data Kebun   Peta Hamparan Kebun yang telah diwarnai untuk setiap tahun tanam. ...
Data yang diperlukan sebelum ke lokasiData-data Mesin, Peralatan, Alat Berat, Kendaraan     Daftar mesin dan peralatan dan...
Data yang harus dikumpulkan saattinjauan ke lokasi:Catatan letak perkebunan yang dapat dengan jelas dipahami olehpembaca l...
Informasi lainnya yang diperlukanAkses jalan menuju lokasiLingkungan disekitarnya   g g               yPerkembangan perkeb...
Kesiapan Penilai dalam menyongsong penerapan adopsi IFRS                        di IndonesiaPenilaian atas Biological Asse...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

biological aset valuation untuk keperluan laporan keuangan

4,971

Published on

Published in: Economy & Finance, Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,971
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
212
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "biological aset valuation untuk keperluan laporan keuangan"

  1. 1. BIOLOGICAL ASSET VALUATIONUNTUK KEPERLUAN LAPORAN KEUANGAN (IAS 41) Oleh: Ir. Benny Supriyanto, MSc, MAPPI (Cert) Jakarta, 12 Oktober 2010 1
  2. 2. IAS 41 tentang Biological Asset. Aktiva Biologis (biological asset) adalah binatang dan tumbuhan hidup. Perusahaan mengakui aktiva biologi dan produk pertanian apabila perusahaan tersebut: Mengendalikan aktiva tersebut sebagai hasil peristiwa masa lalu Memperoleh manfaat ekonomi yang kemungkinan terjadi Nilai Wajar aktiva tersebut dapat diukur dengan andal 2
  3. 3. IAS 41 tentang Biological Asset… Aktiva Biologi harus dinilai pada saat pengakuan awal dan pada setiap tanggal neraca dengan menggunakan Nilai Wajar Hasil yang diperoleh dari aktiva biologi dinilai dengan menggunakan Nilai Wajar dikurangi dengan estimasi biaya pada saat penjualan Selisih yang berasal dari penilaian hasil hasil penjualan. hasil–hasil aktiva biologis diakui sebagai bagian dari laba rugi tahun berjalan. Penilaian aktiva biologi dilakukan dengan mengelompokkan terlebih dahulu berdasarkan umur dan kualitas. Selisih yang berasal dari penilaian aktiva biologi harus diakui sebagai bagian dari laba rugi tahun berjalan. 3
  4. 4. Nilai Pasar Versus Nilai WajarApakah ada perbedaan antara Nilai Pasar dalam StandarPenilaian Indonesia (SPI 2007) sebagai Basis Nilai untukPenilaian Aset untuk tujuan laporan keuangan dengan NilaiWajar yang menjadi basis Nilai pada Penilaian Aset yangtercantum d l IFRS (I tt t dalam (International Fi ti l Financial R i l Reporting tiStandards).Dalam PPI 1 (Penilaian untuk Pelaporan Keuangan) disebutkanbahwa apabila IFRS mengadopsi model Nilai Wajar (FairValue), maka diperlukan Penilaian Aset dan SPI 2007 dalamPPI 1 menitik beratkan pada kondisi Nilai Pasar yang akandilaporkan 4
  5. 5. Nilai Pasar = Nilai WajarNilai Pasar (SPI 2007) Estimasi sejumlah uang pada tanggal penilaian, yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu properti, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dil k k secara l dilakukan layak, di mana k d pihak k kedua ih k masing– asing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati–hatian dan tanpa paksaan.Nilai Wajar (Fair Value) [IFRS] Suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva atau penyelesaian kewajiban antara pihak–pihak yang paham (knowledgeable) dan berkeinginan (willing) untuk melakukan transaksi yang wajar (arm’s length transaction) 5
  6. 6. Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan IFRS (International Financial Reporting Standars) IFRS tidak memberikan definisi dan petunjuk yang jelas atas pengukuran Nilai Wajar. Dalam menentukan harga pasar resmi IAS 36 mengharuskan dilakukan penelusuran dahulu apakah terdapat harga pasar yang didasarkan pada perjanjian jual beli yang mengikat. Jika harga pasar ini tidak ada, maka manajemen dapat menggunakan harga pasar dikurangi biaya penjualan pada suatu pasar yang aktif. Sedangkan apabila tidak terdapat harga pasar yang resmi dari aktiva tersebut dan aktiva sejenis, maka manajemen wajib menunjuk profesi penilai dalam menentukan Nilai Wajar suatu aktiva. 6
  7. 7. Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan IFRS (International Financial Reporting Standars) IFRS saat ini sebagai basis pengukuran menggunakan Nilai realisasi dan Nilai Kini artinya IFRS banyak mengadopsi Nilai Wajar. Nilai Wajar ini adalah suatu basis pengukuran yang dianggap lebih independen dan tidak memihak. Nilai Wajar oleh para praktisi dan akademisi akuntansi keuangan dan Profesi Penilai di Indonesia diidentifikasi sebagai Nilai Pasar. 7
  8. 8. Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan IFRS (International Financial Reporting Standars) Dalam IAS 16, mengharuskan jasa Penilai mengutamakan bukti–bukti berbasis pasar (market based evidence) dalam menghitung Nilai Wajar. Jika bukti–bukti berbasis pasar tidak ada, maka penggunaan pendekatan biaya pengganti yang didepresiasikan (depreciated replacement cost) dan pendekatan laba atau arus kas (Income approach) dapat digunakan. 8
  9. 9. Pengertian Umum PenilaianPenilaian:Terjemahan dari kata Appraisal/Valuation.Suatu proses pekerjaan yang dilakukan seorang penilai/appraiser dalam memberikan suatu estimasi dan pendapat(opini) tentang nilai ekonomis suatu properti baik berwujudmaupun tidak berwujud berdasarkan analisis terhadap fakta-fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakanmetode penilaian tertentu serta mengacu kepada prinsip-prinsip penilaian yang berlaku. 9 9
  10. 10. Profesi Penilai Penilai Aset: Real estates (land, buildings), aktiva berwujud (pabrik, mesin dan peralatan), perkebunan, p pertambangan, dan sebagainya. g , g y Penilai Usaha: Penyertaan; ekuitas, transaksi spesifik, aktiva tak berwujud, dan sebagainya.Disiplin Penilaian Usaha berkembang dari CorporateFinance 10
  11. 11. Penilaian Aset dan Penilaian Usaha Dimana Perbedaanya? Penilaian UsahaPenilaianAsset 11
  12. 12. Basis Nilai Aset dan Nilai Usaha (SPI) Dimana Perbedaanya? Nilai Pasar WajarNilai Pasar 12
  13. 13. Basis Nilai Aset dan Nilai Usaha (IFRS) Dimana Perbedaanya? Nilai WajarNilai Wajar 13
  14. 14. Penilaian Asset Pendekatan yang digunakan Pendekatan Pasar (Market Comparison Approach) Pendekatan Biaya (Cost Approach) Pendekatan Pendapatan (Income Approach) KETIGA PENDEKATAN BERSIFAT MUTUALLY EXCLUSIVE 14
  15. 15. Penilaian Usaha Pendekatan yang digunakan Pendekatan Pasar (Market Comparison Approach) Pendekatan Aset (Asset Based Approach) Pendekatan Pendapatan (Income Approach) KETIGA PENDEKATAN TIDAK BERSIFAT MUTUALLY EXCLUSIVE 15
  16. 16. Proses PenilaianProses penilaian terdiri dari lima langkah dasar yaitu:1. Memperjelas Tugas Penilaian2. Mengumpulkan dan menganalisa data3. Penggunaan 3 (tiga) metode/pendekatan4. R k4 Rekonsiliasi ketiga pendekatan dan menentukan estimasi Nilai ili i k ti d k t d t k ti i Nil i5. Membuat kesimpulan nilai dan laporan penilaian.Memperjelas Tugas Penilaian meliputi:Identifikasi properti• Kepemilikan properti yang dinilai• Tujuan dan tanggal penilaian• Asumsi-asumsi dan syarat-syarat yang membatasi. 16
  17. 17. Kendala Penerapan IFRS di Indonesia Salah satu kendala yang berhubungan dengan Profesi Penilai di IndonesiaISU Sebagian besar standar akuntansi dan pelaporan keuangan yang ada pada IAS dan IFRS menggunakan g y g p gg Fair value atau Nilai Wajar sebagai basis penilaian atas aktiva, saham, obligasi, dan lain–lain. Fair value di tentukan dengan tiga jenjang, yaitu: 1. Harga pasar resmi 2. Harga pasar produk sejenis 3. Nilai wajar yang ditentukan appraisal 17
  18. 18. Kendala Penerapan IFRS di Indonesia Salah satu kendala yang berhubungan dengan Profesi Penilai di IndonesiaKEMUNGKINAN PERMASALAHAN Tidak semua jenis aktiva memiliki harga pasar resmi. Jika IAS dan IFRS diterapkan secara penuh di Indonesia Indonesia, sebagian besar Nilai Wajar akan ditentukan dengan menggunakan jasa appraisal atau Kantor Jasa Penilai Publik. Diperlukan Profesi Penilai di Indonesia yang telah siap dalam menyongsong adopsi IFRS. 18
  19. 19. Jika aktiva tetap dinyatakan pada nilai yang direvaluasimaka hal hal berikut ini harus diungkapkan Tanggal efektif revaluasi Keterlibatan Penilai independen Metode dan asumsi penting yang digunakan Acuan terhadap harga yang ditemukan di dalam suatu pasar yang aktif atau transaksi wajar (arm’s length transaction) yang terakhir Nilai tercatat yang akan diakui seandainya aktiva tersebut dinilai dengan menggunakan model biaya Kelebihan revaluasi (revaluation surplus) 19
  20. 20. PERTANIAN (IAS 41) 20
  21. 21. Pertanian (IAS 41)Masalah yang dibahasIAS 41 mengatur perlakuan akuntansi, penyajian danpengungkapan llaporan k k keuangan yang t k it d terkait denganaktiva biologis dan produk hasil pertanian pada saatmasa panen sejauh ada kaitannya dengan kegiatanpertanian. 21
  22. 22. Ruang lingkup standar Standar ini berlaku untuk hal–hal berikut apabila berkaitan dengan kegiatan pertanian: Aktiva biologis Produk hasil pertanian pada masa panen p p p Hibah pemerintah Standar ini tidak berlaku untuk: Tanah yang terkait dengan kegiatan pertanian Aktiva tidak berwujud terkait dengan kegiatan pertanian (IAS 38) 22
  23. 23. Konsep Pokok Kegiatan Pertanian (agricultural activity) Kegiatan pengelolaan perusahaan terhadap aktivitas aktiva biologis sehingga dapat dijual, menjadi produk pertanian, atau menjadi aktiva biologis tambahan Produk hasil pertanian (agricultural activity): Hasil panen aktiva biologis perusahaan. Aktiva biologis (biological asset) Yaitu binatang atau tumbuhan hidup. 23
  24. 24. Konsep Pokok… Panen/pemanenan (harvest) Proses pemisahan produk hasil dari aktiva biologis atau penghentian proses hidup suatu aktiva biologis Pasar aktif (active market) adalah pasar yang memiliki ketiga syarat sebagai berikut Jenis barang yang diperdagangkan dalam pasar tersebut bersifat homogen (sejenis) Pembeli dan penjual yang berkeinginan umumnya dapat ditemukan setiap saat Harga tersedia secara umum. 24
  25. 25. PENDEKATAN PENILAIAN Untuk menentukan Nilai Wajar (IFRS)/Nilai Pasar (Standar Penilaian Indonesia/SPI 2007) Penilai dapat menerapkan 3 (tiga) pendekatan, sebagai berikut: Pendekatan Pasar (Market Data Approach) Pendekatan Biaya (Cost Approach) Pendekatan Pendapatan (Income Approach) 25
  26. 26. Metode Penilaian1 - Metode Tambah Kurang Pendekatan Pasar - Metode Jumlah Rupiah (Market Data Approach) - Metode Persentase2 - Metode Survey Kuantitas Pendekatan Biaya - Metode Unit Terpasang (Cost Approach) - Metode Meter Persegi - Metode Indeks Biaya3 - Gross Income Multipier Pendekatan Pendapatan - Direct Capitalization Method (Income Approach) - Discounted Cash Flow - Residual Technique 26
  27. 27. Pendekatan Data Pasar(Market Data Approach)Penilaian aktiva biologis dengan menggunakan Pendekatan DataPasar (Market Data Approach) yaitu penilaian yang mendasarkanpada Perbandingan data dari aktiva biologis yang sejenis dandilakukan dengan melakukan penyesuaian atas faktor–faktor yangberpengaruh terhadap Nilai Pasar Biologis yang dinilai pada saatpenilaian.Langkah-langkah yang diperlukan: 1. Analisa faktor–faktor yang mempengaruhi nilai dari aktiva biologis yang akan dinilai 2. Kumpulkan data–data pembanding dan analisa data–data yang sesuai dengan aktiva biologis yang dinilai. 27
  28. 28. Pendekatan Data Pasar(Market Data Approach) Langkah-langkah yang diperlukan: 3. Lakukan penyesuaian atas faktor–faktor yang mempengaruhi nilai, dari aktiva biologis yang akan dinilai 4. Hitung, Indikasi Nilai aktiva biologis yang di nilai, dan kemudian lakukan pembobotan atas aktiva biologis pembanding 5. Tentukan Nilai Pasar aktiva biologis tersebut. Secara umum dapat dinyatakan dengan rumusan sbb: Indikasi Nilai Pasar aktiva biologis = Data Pasar aktiva biologis pembanding ± Penyesuaian terhadap faktor faktor yang mempengaruhi Nilai pasar aktiva biologis. 28
  29. 29. Ilustrasi Pendekatan Data PasarData Pembanding Nilai Pasar Aktiva biologisAktiva biologis yang dinilai Faktor–faktor penyesuaian 29
  30. 30. PENDEKATAN BIAYAPenilaian aktiva biologis dapat juga digunakan Pendekatan Biaya, yaitupenilaian yang mendasarkan pada besarnya biaya yang dikeluarkanuntuk memperoleh aktiva biologis seperti pada saat dilakukan penilaianatau seperti kondisi pada tanggal penilaian (cut off date) denganmemperhatikan kondisi dari aktiva biologis (faktor-faktor koreksiyang mempengaruhi kondisi aktiva biologis).Langkah-langkah yang diperlukan: 1. Menghitung besarnya biaya-biaya yang diperlukan untuk mendapatkan/memperoleh aktiva biologis seperti kondisi pada tanggal penilaian. 2. Tentukan penyesuaian kondisi aktiva biologis 3. Nilai Pasar aktiva biologis = ∑ (Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva biologis Baru) – Faktor faktor koreksi kondisi aktiva biologis. 30
  31. 31. Ilustrasi Pendekatan BiayaBiaya–biaya yang diperlukan membuat aktiva biologis Nilai Pasar Aktiva Biologis yang dinilai Penyesuaian Kondisi aktiva 31
  32. 32. Konsep Pendekatan PendapatanBerkaitan dengan Prinsip Penilaian: Prinsip Antisipasi & Perubahan Prinsip Supply & Demand Substitusi: mark to market, estimasi harga produk hasil pertanian, biaya-biaya produksi, discount rate, biaya biaya capitalization rate Keseimbangan: lokasi & jenis aktiva biologis, penggunaan tanah yang seimbang terhadap sarana dan prasarana yang diperlukan, disain aktiva biologis yang terbaik [Highest and Best Use] Fakto-faktor eksternal: peraturan pemerintah, fasilitas transportasi, Peraturan tata guna lahan yang berlaku. 32
  33. 33. Konsep Pendekatan PendapatanPendekatan pendapatan dapat digunakan untuk penilaianaktiva biologis karena aktiva biologis menghasilkanpendapatan [income producing aktiva].Pendekatan pendapatan terkait erat dengan Nilai Pasarinvestasi aktiva biologis untuk jangka panjang, sehinggafaktor rate of return harus dapat mengakomodasi unsurrisiko dan penghasilan dari investasi aktiva biologis tersebutuntuk jangka panjang.Pendekatan pendapatan akan dapat menggambarkan NilaiPasar biologis bila prinsip penilaian yang terkait denganPendekatan Pendapatan dipenuhi dengan baik. 33
  34. 34. Konsep Pendekatan Pendapatan Nilai Pasar aktiva biologis merupakan fungsi dari pendapatan yang dapat dihasilkan oleh aktiva biologis tersebut. Diskon rate yg sesuai PBT 1 PBT 2 PBT 3 PBT n-1 PBT n alue Future Va Present Value Nilai Pasar Aktiva Biologis 34
  35. 35. Pendekatan PendapatanMetode Arus KasArus kas adalah perbedaan antara total penerimaan /pemasukkan dan total pengeluaran/pemakaian danadalam suatu perioda waktu tertentu tertentu.Untuk menentukan Nilai Pasar suatu aktiva biologis dapatdilakukan dengan Metode Arus Kas yang didiskonto yangakan dapat mencerminkan Nilai Pasar Aktiva Biologis.Metode Arus Kas yang didiskontokan ini dikenal sebagaiDiscounted Cash Flow Method (DCF Method). 35
  36. 36. Langkah KerjaMelakukan riset terhadap besaran–besaran yangmembentuk Income & Expense [ pendapatan danpengeluaran ] dari aktiva biologis dan membandingkandengan aktiva biologis lainnya yang sama untukmemperoleh pendapatan dan pengeluaran yang berbasispasar (mark to market)Melakukan estimasi besarnya Potential Income[pendapatan kotor potensial] dari aktiva biologis sesuaistandar yang diperoleh berdasarkan riset.Melakukan estimasi besarnya Penyesuaian [tingkatkesesuaian] dari aktiva biologis sesuai kondisi aktivabiologis di lapangan. 36
  37. 37. Langkah KerjaMenghitung Effective Gross Income [pendapatan kotorefektif] dengan mengalikan tingkat kesesuaian danangka pengali lainnya sebagai faktor penyesuai daritotal pendapatan kotor potensial aset biologis biologis.Melakukan estimasi besarnya total biaya operasional,terdiri dari biaya tetap, biaya variabel dan biayacadangan penggantian lainnya.Menghitung Net Operating Income [pendapatan bersihoperasi] dengan mengurangkan total semua biayaoperasional dari pendapatan kotor efektif. 37
  38. 38. Langkah KerjaMenetapkan metode dan besarnya discount rate[tingkat diskonto].Menjumlah nilai kini atas semua pendapatan bersihdari aktiva biologis. 38
  39. 39. Beberapa Teknik yang dapat diterapkan untukpendekatan pendapatan Untuk menetapkan Nilai Pasar aktiva biologis dengan Pendekatan Pendapatan dapat digunakan beberapa Teknik Penilaian. Beberapa Teknik Penilaian yang dapat digunakan dalam menetapkan Nilai Pasar aktiva biologis dengan Pendekatan Pendapatan antara lain: Teknik penyisaan (Residual Teknik) Teknik kapitalisasi atas aset–aset non aktiva biologis 39
  40. 40. Langkah Kerja Pendekatan Pendapatan dengan Teknik PenyisaanMenghitung besarnya Income & Expense [ pendapatan danpengeluaran ] dari aktiva biologis dan aktiva non biologis(aktiva seluruhnya) yang berbasis pasar (mark to market)Menetapkan besarnya tingkat diskonto (discount rate) yang p y g ( )y gsesuai dengan kondisi pasar.Menghitung Nilai Kini atas semua pendapatan dari aktivabiologis dan aktiva non biologis.Menghitung Nilai Pasar atas aktiva non biologis denganpendekatan data pasar maupun dengan pendekatan biaya.Nilai aktiva biologis diperoleh dengan mengurangi Nilai Kiniatas semua pendapatan aktiva dengan Nilai Pasar aktiva nonbiologis 40
  41. 41. Langkah Kerja Pendekatan Pendapatan dengan Teknik KapitalisasiMenghitung besarnya Income & Expense [pendapatan danpengeluaran] dari aktiva biologis saja dengan memperlaku kanaktiva non biologis sebagai aktiva yang disewa dari pihak laintetapi semuanya tetap berbasis pasar (mark to market). Ini p y p p ( )dilakukan dengan menghitung Nilai Pasar dari aktiva non biologisdengan pendekatan data pasar maupun dengan pendekatan biayauntuk menetapkan Nilai Sewa Pasar sebagai beban biaya.Menetapkan besarnya tingkat diskonto (discount rate) yang sesuaidengan kondisi pasar.Menghitung Nilai Kini atas semua pendapatan dari aktiva biologis.Penjumlahan ini akan mencerminkan Nilai Pasar dari aktivabiologis. 41
  42. 42. Ilustrasi Pendekatan Pendapatan NILAI PASAR Tanah Tanaman Bangunan Kendaraan Alat Kantor Mesin 42
  43. 43. Skema Pendekatan Pendapatan PENGUMPULAN DATA PENENTUAN STANDAR PANEN PROYEKSI HARGA TBS PERHITUNGAN NILAI NON TANAMAN FAKTOR KOREKSI PROYEKSI PANEN PENENTUAN PROYEKSI PENDAPATAN KOTOR BIAYA PENENTUAN TINGKAT PENDAPATAN BERSIH DISKONTO NILAI PASAR PERKEBUNAN ATAU NILAI PASAR TANAMAN 43
  44. 44. Data yang diperlukan sebelum ke lokasiData-data Kebun Peta Hamparan Kebun yang telah diwarnai untuk setiap tahun tanam. Harga pupuk per jenis pupuk per kg. Copy Surat Tanah, PBB dan IMB. Monthly Management Report.Data-data Bangunan Kebun Daftar bangunan, luas bangunan dan tahun pembangunan/perolehan. Lay Out bangunan. Surat-surat kepemilikan, surat izin (HGB, IMB). Gambar situasi (site plan). Panjang jalan, lebar jalan dan tahun perolehan. Jumlah Jembatan, jenis jembatan dan tahun perolehan. Jumlah gorong-gorong, jenis gorong-gorong dan tahun perolehan. Panjang parit, jenis parit dan tahun perolehan. 44
  45. 45. Data yang diperlukan sebelum ke lokasiData-data Mesin, Peralatan, Alat Berat, Kendaraan Daftar mesin dan peralatan dan tahun p pembuatan/perolehan. p Daftar alat berat dan tahun pembuatan/perolehan. Daftar Kendaraan Bermotor. Copy STNK atau BPKB. 45
  46. 46. Data yang harus dikumpulkan saattinjauan ke lokasi:Catatan letak perkebunan yang dapat dengan jelas dipahami olehpembaca laporan.Klarifikasi luas areal, jenis tanah, tentukan tingkat kesesuaian lahan.Cek kondisi tanaman,Cek pertumbuhan dan hama dan penyakit.Cek pemeliharaan tanaman yang dilakukan.Lakukan cek fisik asset non tanaman.Cari data pembanding disekitar perkebunan.Pengambilan gambar atau foto properti dan foto data pembanding 46
  47. 47. Informasi lainnya yang diperlukanAkses jalan menuju lokasiLingkungan disekitarnya g g yPerkembangan perkebunan di lokasi sekitar apakahberkembang dengan baikKondisi pasar setempat (baik atau buruk) 47
  48. 48. Kesiapan Penilai dalam menyongsong penerapan adopsi IFRS di IndonesiaPenilaian atas Biological Asset untuk penerapan IFRS yang pernahdilakukan adalah: Penilaian Tanaman Kelapa Sawit. Penilaian Tanaman Coklat Penilaian Tanaman Karet Penilaian Tanaman Kelapa Hibrida Penilaian Tanaman Teh Penilaian Tanaman Tebu Peniaian Hutan Tanam Industri 48
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×