Your SlideShare is downloading. ×
0
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Kul metpen2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kul metpen2

5,813

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
5,813
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
163
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. Perbedaan Paradigma Positivisme dan Alamiah Inkuirinya terikat nilai Inkuiri bebas nilai Peranan nilai 5 Setiap keutuhan berada dalam keadaan mempengaruhi secara bersama-sama sehingga sukar membedakan sebab dan akibat Terdapat penyebab yang secara temporer atau secara simultan terhadap suatu akibat Kemungkinan hubungan sebab akibat 4 Hanya waktu dan konteks yg mengikat hipotesis kerja (pernyataan idiologis) yang dimungkinkan Generalisasi atas dasar bebas waktu dan konteks dimungkinkan (pernyataan nomotetik) Kemungkinan generalisasi 3 Pencari tahu dan yang tahu aktif bersama jadi tidak dapat dipisahkan Pencari tahu dan yang tahu adalah bebas, jadi ada dualisme Hubungan pencari tahu dengan yang tahu 2 Kenyataan adalah ganda, dibentuk, dan merupakan keutuhan Kenyataan adalah tunggal, nyata, dan fragmentaris Hakikat Kenyataan 1 Paradigma Alamiah Paradigma Positivisme Aksioma Tentang No
  2. Org sbg instrumen Selama & sesudah Muncul & berubah Seleksi Alam Bervariasi Pola Turut campur Kertas, pensil, foto Sebelum penelitian Pasti (fixe) Intervensi Laboratorium/field Stabil/tdk berubah Veriabel Kontrol Instrumen Waktu pulda/ anals Desain Gaya Latar Perlakuan Satuan Kajian Unsur Kontekstual Karakteristik Metodologis Kualitatif Relevansi Grounded X  Y dlm latar alam Proposisi-> diketh bersm Ekspansionis-> terbuka Ekspalanasi Kuantitatif Rigor (sahih indeks) A priori X  Y Proposisional Reduksionis Verifikasi Teknik Yg dipakai Kriteria Kualitas Sumber Teori Kausalitas Pength yg dipakai Pendirian Maksud Alamiah Positivistik Paradigma
  3. Pengambilan Sampel Purposive <ul><li>Sampel ekstrim atau kasus yang menyimpang untuk mendapatkan informasi kasus ekstrimnya </li></ul><ul><li>Sampel kasus tipikal, untuk menghindari penolakan informasi yang memang khusus </li></ul><ul><li>Sampel yang memberikan keragaman maksimal, untuk merekam keragaman yang unik </li></ul><ul><li>Sampel pada kasus-kasus ekstrim untuk memperoleh informasi aplikasi maksimum pada kasus lain, karena bila pada kasus yang ekstrim dapat berlaku, tentunya pada kasus yang kurang ekstrim akan dapat digunakan pula </li></ul><ul><li>Sampel untuk kasus-kasus sensitif, untuk menarik perhatian pada studi tersebut </li></ul><ul><li>Sampel yang memudahkan, untuk menghemat uang, waktu, atau kegiatan penelitian itu sendiri </li></ul><ul><li>Proses pengambilan sampel ini sering disebut dengan istilah “ Snow – ball sampling”. </li></ul>
  4. PENELITIAN KUALITATIF <ul><li>Penelitian kualiatif  prosedur penelitian  data deskriptif berupa ucapan, atau tulisan da perilaku orang-orang yang diamati. </li></ul><ul><li>Melalui penelitian kualitatif peneliti dapat mengenali subjek dan merasakan apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari (Furchan,1992: 21-23) </li></ul><ul><li>penelitian kualitatif adalah salah satu dari jenis penelitian yg bertujuan utk mendapatkan pemahaman ttg kenyataan melalui proses berfikir induktif </li></ul><ul><li>Metode kualitatif berusaha mengungkap keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat dan/atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (Miles and Huberman, 1994). </li></ul>
  5. Pengumpulan data dan analisis <ul><li>Dalam riset kualitatif pengumpulan data dan analis data data dilakukan secara bersamaan waktunya. </li></ul><ul><li>Becker (1958) menyebutkan analisis dilakukan secara sequentially atau secara berurutan </li></ul><ul><li>(Bogdan dan Biklen, 1990), memandang observasi berperanserta ( participant observation ), dan wawancara mendalam dan terbuka ( In dept interview open ended ) merupakan teknik pengumpulan data yang cukup andal. </li></ul><ul><li>Tiga komponen penting dalam analisis yang mengalir ( Flow Model of Analisis ), yaitu reduksi data, seajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan komponen yang saling berkaitan dan menentukan hasil akhir analisis data (Miles & Huberman, 1984). </li></ul>
  6. Observasi dan wawancara <ul><li>Peran Peneliti dalam observasi: </li></ul><ul><li>dapat bertindak sebagai peserta yang sepenuhnya terlibat dalam observasi (complete participant atau participant observasi), </li></ul><ul><li>peserta selaku pengamat (participant as observer), </li></ul><ul><li>pengamat selaku peserta (observer as participant) dan </li></ul><ul><li>pengamat sepenuhnya (complete observer) </li></ul><ul><li>Wawancara/Interview  empat faktor penentu yaitu: </li></ul><ul><li>situasi wawancara, termasuk waktu, tempat, sikap informan dan unsur orang ketiga. </li></ul><ul><li>Unsur informan karakteristik mereka serta kemampuan dan ketrampilannya, </li></ul><ul><li>isi wawancara (peka atau tidak untuk ditanyakan, minat, dan tingkat kesukaran), </li></ul><ul><li>pewawancara  dari sisi kemampuan , keterampilan, dan motivasinya. </li></ul>
  7. <ul><li>Untuk melaksanakan penelitian naturalistik, peneliti berhadapan dengan dua macam realitas, yaitu realitas simbolik dan realitas empirik. </li></ul><ul><li>Realitas emperik  segala ucapan, perilaku serta tindakan yg tampak dari individu  dapat diterima atau dilihat oleh siapa saja dan mungkin diartikan sama. </li></ul><ul><li>R ealitas simbolik berkaitan dengan makna dibalik ucapan, ungkapan atau perilaku informan, realitas simbolik ini dapat diungkap dengan menginterpretasikan segala ucapan dan tindakan yang dilakukan. </li></ul><ul><li>untuk menerangkan realita tersebut diperlukan dua instrumen yaitu: </li></ul><ul><ul><li>(a) logika dan rasionalitas, </li></ul></ul><ul><ul><li>(b) observasi atas fakta terpilih. </li></ul></ul>
  8. <ul><li>Hubungan antara peneliti dan subjek penelitian bersifat dialogis ( dialogical interpretation ), interpretasi terhadap makna merupakan hasil negosiasi antara peneliti dan subjek penelitian ( negotiated meaning ). </li></ul><ul><li>Untuk memperoleh data sebagaimana digambarkan, teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi (participative), wawancara mendalam dan dokumentasi </li></ul><ul><li>Pencatatan data dan penulisannya dilakukan dengan field notes, interview write, mapping, photographing, sound recording dan copy dari document colections </li></ul><ul><li>Dalam proses pengumpulan data, peneliti bertindak sebagai known investigator (Lofland dan Lofland, 1984:24),  melebur diri dengan latar penelitian secara baik, hal tersebut tidak bisa dihindari. Peneliti sebagai manusia bertindak sebagai instrumen penelitian. </li></ul>
  9. Data dan Sumber data <ul><li>Setiap data yang diperoleh peneliti dilapangan selalu berkaitan dengan sumber data. </li></ul><ul><li>Dalam riset kualitatif sumber data dapat berupa manusia, perilaku, peristiwa, dokumen-dokumen, serta berupa benda. </li></ul><ul><li>Untuk dapat memperoleh data tersebut ada dua cara yang dapat dilakukan yaitu metode interaktif dan non interaktif (Goetz & Le Compte, 1984, Sutopo, 1990). </li></ul><ul><li>Metode interaktif dimaksud adalah metode yang menuntut peneliti berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan subyek yang diteliti. Hal ini dapat dilakukan pada saat melakukan pengamatan berperan dan wawancara dengan subyek yang diteliti. </li></ul><ul><li>Sedangkan dengan metode non interaktif peneliti dalam mendapatkan data melalui dokumen, arsip, maupun kuesioner atau angket. </li></ul>
  10. Sampling <ul><li>R iset kualitatif, teknik sampling atau cuplikan (Sutopo, 1990) lebih bersifat selektif. Artinya bagaimana peneliti dapat menyeleksi subyek yang akan diminta informasi, dg dasar pertimbangan, seperti subyek benar-benar mengetahui dan memahami tentang hal-hal yang dapat diperlukan peneliti. </li></ul><ul><li>Sutopo (1990) menganggap cuplikan dalam riset kualitatif pengertiannya hampir sejajar dengan purposive sampling . </li></ul><ul><li>Selain itu dikenal cuplikan yang disebut time sampling dan snowball sampling (Yin,1989). Time sampling terkait dengan pemilihan waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan lapangan, sedangkan snowball sampling terkait dengan petunjuk pemilihan informan di lokasi penelitian. </li></ul><ul><li>Dalam penelitian kualitatif, peneliti  menggambarkan objek penelitian secara alamiah (naturalistik). Proses penggalian data, dilakukan dengan memperhatikan refleksi dari ungkapan maupun perilaku </li></ul>
  11. <ul><li>Empat unsur pokok yg menjadi perhatian peneliti: </li></ul><ul><li>perhatian terhadap aktor, </li></ul><ul><li>Memusatkan perhatian kepada kenyataan yang penting atau pokok serta sikap wajar atau alamiah yaitu dengan mengetahui bagaimana pernyataan, perilaku atau ungkapan yang diberikan oleh informan dan subjek penelitian, </li></ul><ul><li>memusatkan perhatian pada masalah mikro yaitu proses pembentukan dan pemeliharaan hubungan sosial pada tingkat interaksi tatap muka dalam situasi tertentu (indeksikal), </li></ul><ul><li>memperhatikan pertumbuhan, perubahan dan proses tindakan </li></ul>
  12. Key informan Informan ke-2 Informan ke-3 Informan ke N menentukan informan melalui cara snowball sampling Informan ke-1 Peneliti
  13. Mengukur kr e dibilitas data/informasi. <ul><li>1. T rianggulasi  ada 4 cara yaitu : </li></ul><ul><ul><li>trianggulasi sumber data , dimana peneliti dapat menggunakan sumber data untuk mengkaver data sejenis. </li></ul></ul><ul><ul><li>trianggulasi peneliti dalam konteks ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data sejenis oleh beberapa peneliti. </li></ul></ul><ul><ul><li>trianggulasi metode yaitu penggunaan metode yang berbeda untuk pemecahan masalah. </li></ul></ul><ul><ul><li>trianggulasi teori yakni digunakan beberapa perspektif teori yang berbeda dalam pemecahan masalah. </li></ul></ul><ul><li>2. Cara lain adalah review informan </li></ul><ul><li>3. M ember check </li></ul><ul><li>4. Peer debriefing </li></ul>
  14. Analisis data: data reduction, data display , conclution d rawing/ verivication Keterkaitan ketiga komponen tersebut : Data Coolection period A Anticipatory During Post n Data Displays a ------------------------------------------------- l During Post i Conclution Drawing/Verivication s -------------------------------------------------- i During Post s Kerangka analisis tersebut oleh Miles &Huberman disebut sebagai Flow Model Analysis .
  15. SISTEMATIKA TESIS <ul><li>HALAMAN JUDUL  (lampiran A-2) </li></ul><ul><li>HALAMAN PENGESAHAN  (lampiran B-2) </li></ul><ul><li>DAFTAR ISI </li></ul><ul><li>DAFTAR TABEL </li></ul><ul><li>DAFTAR GAMBAR </li></ul><ul><li>ABSTRAK (Abstract) </li></ul><ul><li>BAB I PENDAHULUAN </li></ul><ul><li>1.1 Latar Belakang Permasalahan merupakan analisis situasi antara kenyataan yang ada dan kondisi yang diharapkan penegasan tentang perlunya dilakukan penelitian </li></ul><ul><li>1.2 Perumusan Masalah  dinyatakan dalam kalimat tanya </li></ul><ul><li>1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian </li></ul><ul><li>1.3.1 Tujuan Penelitian  sinkron dg. permasalahan </li></ul><ul><li>1.3.2 Manfaat Penelitian  secara teoretik dan emperik </li></ul>
  16. <ul><li>BAB II TINJAUAN PUSTAKA </li></ul><ul><li>2.1. Teori (teori yang diacu, inti teori, dan kaitan-nya dengan penelitian yang dilakukan untuk tesis ini) </li></ul><ul><li>2.1.1 ………….. </li></ul><ul><li>2.1.2 ………….. </li></ul><ul><li>2.2. Penelitian Lain (identitas peneliti, pendekatan/metode yg. digunakan, temuan, dan perbandingan/ kaitan dengan penelitian yang dilakukan untuk tesis ini) </li></ul><ul><li>2.2.1 ………….…………. </li></ul><ul><li>2.3 Kerangka Berpikir (diwujudkan dlm. gambar diagram alir) (untuk penelitian kuantitatif) </li></ul><ul><li>BAB III METODE PENELITIAN </li></ul><ul><li>3.1. Pendekatan penelitian </li></ul><ul><li>Kuantitatif </li></ul><ul><li>univariat  statistik deskriptif </li></ul><ul><li>bivariat  korelasi, </li></ul><ul><li>komparasi multivariat  regresi ganda </li></ul><ul><li>Kualitatif  pemrosesan ; satuan kategorisasi ; penafsiran data </li></ul><ul><li>3.2 Hipotesis (untuk penelitian kuantitatif) </li></ul>
  17. <ul><li>BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN </li></ul><ul><li>Gambaran Umum Lokasi Penelitian </li></ul><ul><li>Deskripsi Data Penelitian (Penyajian Data Empirik) </li></ul><ul><li>Analisis DataPembahasan </li></ul><ul><li>BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI </li></ul><ul><li>Kesimpulan </li></ul><ul><li>Rekomendasi </li></ul><ul><li>DAFTAR PUSTAKA  Disusun menurut urutan abjad, dimulai dari nama belakang, tanpa gelar akademik, singkatan nama selalu ditulis di belakang nama, judul buku/artikel/ makalah dicetak miring, jurnal/makalah/suratkabar digaris bawah .  Sistematikanya: </li></ul><ul><li>(1) nama, tahun. judul buku . penerbit, kota penerbit. </li></ul><ul><li>(2) nama, tahun. judul artikel . jurnal , penerbit, kota. </li></ul><ul><li>LAMPIRAN </li></ul><ul><li>Instrumen / alat ukur pengumpulan data pengolahan data dengan statistik </li></ul><ul><li>gambar-gambar yang tidak masuk teks. </li></ul>

×