Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Kul metpen1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply
Published

 

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
6,114
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
359
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. METODOLOGI PENELITIAN
    • PENGERTIAN PENELITIAN (Research)
    • Research  Re (berulang-ulang) dan to search  melihat dengan cermat (mencari)
    • Penelitian  proses untuk mencari sesuatu (data dan informasi)  atau kebenaran dengan cermat secara berulang-ulang
    • Tujuan penelitian adalah menemukan kebenaran
      • kebenaran absolut,
      • kebenaran temporer, dan
      • kebenaran ilmiah
  • 2. Untuk mencari kebenaran ada dua cara
    • non scientific (non ilmiah)
    • scientific (ilmiah)
    • Pendekatan unscientific  ingin tahu
      • Secara kebetulan
      • Secara trial and error
      • Spekulasi
      • Intuisi
      • Melalui otoritas atau kewibawaan
      • Pendekatan scientific:
      • Berfikir kritis
      • penelitian ilmiah
  • 3.
    • Berfikir Kritis
    • Berpikir kritis  berpikir deduktif  orang membangun pola pikir dengan cara bertolak dari hal-hal yang bersifat umum – dari pengetahuan, teori-teori, hukum-hukum, dalil-dalil – kemudian membentuk proposisi-proposisi dalam silogisme tertentu.
    • Bertolak belakang dengan jalan pikiran yang digunakan pada model berpikir induktif
    • Berpikir induktif (sintetik) berangkat dari fakta-fakta, data-data, kasus-kasus individual atau pengetahuan-pengetahuan yang bersifat khusus, menuju pada konklusi-konklusi yang umum
  • 4. Penelitian Ilmiah
    • Almack (1939) menjelaskan metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
    • Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.
  • 5. Nasir (1988) kriteria metode ilmiah yaitu
    • Berdasarkan fakta  Keterangan yang akan dikumpulkan dan dianalisis haruslah berdasarkan fakta-fakta.
    • Bebas dari prasangka  bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif, alasan dan bukti lengkap dan pembuktian yg objektif.
    • Menggunakan prinsip analisis  dicari sebab musabab serta pemecahannya  analisis yang logis. Fakta tidak hanya dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab akibat dengan menggunakan analisis yg tajam.
    • Menggunakan hipotesis  Hip harus ada untuk memecahkan persoalan serta memandu jalan pikiran kearah yang dicapai  hasil yang ingin diperoleh menuntun jalan pikiran peneliti.
    • Menggunakan ukuran objektif  Kerja penelitian dan analisis harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa atau menuruti hati nurani.
    • Menggunakan teknik kuantifikasi  Ukuran seperti ton, mm per detik, ohm, kilogram dan sebagainya harus selalu digunakan. Jauhi ukuran seperti seluas lautan, setinggi gunung, dsb.
    • Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking .
  • 6. JENIS DAN PENDEKATAN PENELITIAN
    • Jenis Penelitian
    • a. Jenis Penelitian Menurut Tujuannya
    • Penelitian Dasar (basic Research)  penyusunan teori, mengumpulkan informasi  menyusun sistem konsep dan hubungan, jalinan teoretik prinsip umum mengenai suatu topik atau permasalahan tertentu, pernyataan khusus (proposisi khusus) mengenai sesuatu yang khas bisa disimpulkan (secara deduktif).
    • Penelitian terapan (Applied Research, Practical Reserarch).  mengumpulkan informasi  usaha memecahkan suatu persoalan . Hasil terapan penelitian biasanya terbatas khususnya untuk problem yang menjadi objek penelitian saja, tidak dihimpun menjadi teori yang bisa berlaku diterapkan di permasalahan yang lebih luas.
  • 7.
    • Ebel (1968) penelitian terapan itu sifatnya “ ephermal ” (berlaku sebentar saja), tidak bersifat eternal (berlaku terus menerus).
    • a. Penelitian evaluasi  untuk mengukur dan menilai pelaksanaan program ; dengan membandingkannya tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan
    • b. Coleman (1972) membedakan penelitian “ displiner ” (keilmuan) dan penelitian “ policy ” (kebijakan). Penelitian displiner sama dengan penelitian dasar ( basic research ) sedangkan penelitian kebijakan merupakan bentuk khusus penelitian terapan
  • 8.
    • b. Jenis Penelitian Menurut Metodenya
    • Nazir (1988) penelitian menurut jenis metodenya :
    • Metode Sejarah
    • Metode Deskripsi/Survei (survei, deskriptif, studi kasus, analisa pekerjaan dan aktivitas, studi komparatif, metode studi waktu & gerakan )
    • Metode Eksperimental, Grounded Research, Metode Penelitian Tindakan .
    • c. Jenis Penelitian Menurut Taraf Pemberitaan Informasi
    • Penelitian deskriptif
    • Penelitian asosiatif (korelasional)
    • Penelitian kausal
    • d. Jenis Penelitian Menurut Jenis Data
    • penelitian kuantitatif dan
    • penelitian kualitatif.
  • 9. 2. Pendekatan Penelitian
    • Penelitian Survai  untuk:
    • penjajagan (eksploratif),
    • deskriptif,
    • penjelasan (explanatory atau confirmatory)
    • evaluasi,
    • prediksi/meramalkan kejadian tertentu y a d
    • penelitian operasional, dan
    • pengambilan indikator – indikator sosial.
  • 10. Penelitian Eksperimen: sungguhan dan semu.
    • b. Ciri-ciri rancangan eksperimental adalah:
      • Menuntut pengaturan variable dan kondisi eksperimental secara tertib-ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun dengan randomisasi
      • Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai “garis dasar” untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental
      • Memusatkan usaha pada pengontrolan varians:
        • Untuk memaksimalkan varians variable yang berkaitan dengan hipotesis
        • Untuk meminimalkan varians variable penganggu atau yang tidak diinginkan yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen tetapi yang tidak menjadi tujuan penelitian
        • Untuk meminimalkan varians kekeliruan atau varians rambang, termasuk apa yang disebut kekeliruan pengukuran
        • Internal validity,
        • eksternal validity,
  • 11.
      • 4) Dalam rancangan eksperimental yang klasik semua variable penting diusahakan agar konstan kecuali variable perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi.
      • Walaupun eksperimental itu adalah yang paling kuat karena memungkinkan untuk mengontrol variable yang relevan, namun cara ini juga paling restriktif dan dibuat-buat  Ini merupakan kelemahan utama kalau metode ini dikenakan pada manusia dalam dunianya.
  • 12. Eskperimen Semu  Ciri-ciri nya:
        • Mengenai keadaan praktis  tidak mungkin mengontrol semua variable yang relevan kecuali beberapa dari varaiabel tersebut.
        • Ditandai oleh metode kontrol parsial berdasarkan atas identifikasi secara hati-hati mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi internal validity dan eksternal validity.
        • Perbedaannya dengan eksperimen sungguhan adalah kecil, terutama kalau yang dipergunakan subjek adalah manusia misalnya psikologi
        • Walaupun penelitian tindakan dapat mempunyai status eksperimental semu, namun sering kali penelitian tersebut sangat tidak formal, sehingga perlu diberi kategori tersendiri.
  • 13. c. Grounded Research.
    • Glaser dan Strauss (1967), gounded research merupakan reaksi yang tajam dan sekaligus menyajikan jalan keluar dari “stagnasi teori” dalam ilmu-ilmu sosial, dengan penitik beratan pada sosiologi.
    • Penggunaan paradigma naturalistik menuntut setiap peneliti terjun langsung ke lapangan untuk menangkap setiap fenomena yang menjadi fokus penelitian.
    • Penelitian kualitatif dilakukan dalam konteks natural/wajar, penelitian ini menuntut manusia sebagai instrumen penelitian,
  • 14. PROSES PENELITIAN KUANTITATIF
    • a. didasarkan pada paradigma positivisme
    •  bersifat logico - hypothetico - verifikasi  dengan asumsi mengenai objek empiris:
    • b. objek/ fenomena dapat diklasifikasikan menurut:
    •  sifat, jenis, struktur, bentuk, warna, dsb. ( motivasi pegawai, kepemimpinan, sikap kerja, dsb. )  dengan asumsi: setiap orang mempunyai sifat yang dapat diklasifikasikan  (berdasarkan motivasi kerjanya, berdasarkan gaya kepemimpinannya, berdasarkan kemam-puannya, dsb).
    • c. determinisme hub. sebab akibat,  setiap gejala, ada yg menyebabkan
    •  orang malas bekerja karena ada yang menyebabkan.
    •  peneliti dapat membuat judul penelitian: “Pengaruh ….. terhadap ……” atau “Studi korelasi antara ….... dan …...”
    • d. suatu gejala tidak akan mengalami perubahan dalam waktu tertentu  Kalau gejala yang diteliti selalu berubah setiap saat, maka mahasiswa yang sedang ujian tesis tak akan dapat mempertahankan data dari objek yang diteliti.
  • 15. 1. MASALAH PENELITIAN
    • Masalah  kesenjangan (gap) antara das Sollen dan das Sein ; perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan, dan sejenis dengan itu.
    • masalah penelitian akan mempengaruhi strategi yang diterapkan dalam pemecahan masalah
    • Einstein dan Infeld (1938)  formulasi masalah penelitian sering merupakan tahap penelitian yang jauh lebih esensial dibandingkan dengan tahap pemecahan masalah
    • Isaac dan Michael (1989) menyatakan bahwa formulasi masalah penelitian dengan baik merupakan setengah dari tahap pemecahan masalah.
  • 16.
    • Isaac dan Michael (1989)  kesalahan yang dilakukan peneliti dalam tahap penemuan masalah adalah :
    • Peneliti mengumpulkan data tanpa rencana atau tujuan penelitian yang jelas
    • Peneliti memperoleh sejumlah data dan berusaha untuk merumuskan masalah penelitian sesuai dengan data yang tersedia
    • Peneliti merumuskan masalah penelitian dalam bentuk terlalu umum dan ambiguity sehingga menyulitkan interpretasi hasil dan pembuatan kesimpulan penelitian
    • Peneliti menemukan masalah tanpa terlebih dahulu menelaah hasil penelitian sebelumnya dengan topik yang sejenis, sehingga masalah penelitian tidak di dukung oleh kerangka teoretis yang baik
    • Peneliti memilih masalah yang hasilnya kurang memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah praktis dan pengembangan teori.
  • 17. sumber masalah adalah :
    • bacaan, terutama bacaaan yang berisi laporan hasil penelitian,
      • seminar, diskusi, dan lain-lain pertemuan ilmiah,
      • pernyataan pemegang otoritas,
      • pengamatan sepintas,
      • pengalaman pribadi, dan
      • perasaan intuitif
      • Pertimbangan  memilih atau menentukan  layak dan sesuai untuk diteliti:
      • dari arah masalahnya dan
      • dari arah si calon peneliti.
  • 18. Perumusan Masalah
        • masalah hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya
        • rumusan itu hendaklah padat dan jelas
        • rumusan itu hendaknya memberi petunjuk tentang mungkinnya mengumpulkan data guna menjawab pertanyaan yang terkandung dalam rumusan itu.
  • 19. 2. KAJIAN PUSTAKA
    • Maksud : mencari landasan pemikiran dari teori, konsep, atau temuan untuk pemecahan masalah dengan melakukan penelitian.
    • Tujuan : penegasan variabel dan
    • indikator yang akan diteliti
    • Sumber :
    • 1) acuan umum  text-book,
    • kamus, ensiklopedia
    • 2) acuan khusus  jurnal, laporan penelitian, bulletin
    • c. Prinsip :  relevansi
    •  kemutakhiran
    •  kejelasan
  • 20.
    • PENULISAN KUTIPAN DAN RUJUKAN
    •  Menurut Danim (2000: 66), kebijakan dapat dilakukan dengan …….
    •  Pemikir metapolicy dari aliran libertarian (Wahab, 1999: 55) menghendaki adanya ………………..
    •  … Hal itu dimaksudkan agar kebijakan tersebut efektif (Dunn, 1999: 132).
    • PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
    •  Disusun menurut urutan abjad, dimulai dari nama belakang, tanpa gelar akademik, singkatan nama selalu ditulis di belakang nama, judul buku/artikel yang diacu dicetal miring, jurnal/majalah/terbitan- berkala/ seminar digaris bawah .
    • Danim, S.M., 2000. Pengantar Studi Peneitian Kebijakan . Bumi Aksara, Jakarta.
    • Dunn, William N., 1999. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Edisi Kedua. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
    • Wahab, Solichin Abdul, 1999. Analisis Kebijaksanaan Negara Dari Formulasi ke Implementasi . Bumi Aksara, Jakarta.
  • 21. 3. KONSEP DAN VARIABEL PENELITIAN
    • Konsep sebenarnya adalah generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu yang dapat dipakai untuk mengambarkan berbagai fenomena yang sama
    • Sebagai sesuatu yang general, konsep bermula dari teori-teori yang kejadiannya dibentuk dan oleh karenanya konsep mempunyai tingkat generalisasi yang berbeda.
    • konsep dalam lmu sosial lebih sukar diukur dari pada konsep-konsep ilmu alam. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan “varitas” fenomena kedua rumpun ilmu tersebut
    • sesungguhnya ada dua proses yang perlu diperhatikan dalam membangun konsep yaitu generalisasi dan abstraksi
    • Kebanyakan konsep dalam pengertian sehari-hari digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan, tetapi dalam pengertian ilmiah, konsep harus memiliki kriteria yang tepat dalam menjelaskan variabel penelitian
  • 22. Variabel Penelitian
    • variable dalam bahasa Indonesia lebih tepat disebut bervariasi
    • variabel adalah fenomena yang bervariasi dalam bentuk, kualitas, kuantitas, mutu standart dan sebagainya
    • variabel adalah konsep dalam bentuk konkrit atau konsep operasional
    • mengoperasionalkan variabel  variabel harus dijelaskan parameter atau indikator-indikatornya
    • Dalam penelitian sosial, konsep dan variabel dibedakan dari sifat kompleksnya.
    • Konsep  mendeskripsikan segala variabel yg abstrak dan kompleks, yang acuan-acuannya langsung lebih nyata.
    • Suatu variabel adalah konsep tingkat rendah, relatif mudah diidentifikasikan dan diobservasi serta dengan mudah diklasifikasi, diurut atau diukur.
  • 23. Jenis Variabel
    • Variabel nominal , yaitu variabel  ditetapkan berdasarkan atas penggolongan. Variabel ini bersifat diskrit dan saling pilih (mutually exclusive) antara kategori yang satu dengan kategori yang lain, ( jenis kelamin, status pekerjaan, status perumahan, dan sebagainya.)  X² (chi square)
    • Variabel Ordinal , yaitu variabel  dibentuk berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu; jenjang tertinggi dan terendah sesungguhnya ditetapkan menurut kesepakatan sehingga angka 1 atau angka 10 dapat berada pada tingkatan jenjang yang paling atau paling rendah.  Korls tatajenjang – rank order
    • Variabel Interval , yaitu variabel  dibangun dari pengukuran. Dalam pengukuran tersebut diasumsikan terdapat satuan pengukuran yang sama.  Rxy, t test, Anova, regresi
    • Variabel Ratio , yaitu variabel yang memiliki permulaan angka nol mutlak. Suatu contoh, variabel umur, ada yang berumur 0,1,2,3,4 tahun dan sebagainya.
  • 24. V. antara V. tergantung bagan saling hubungan Sebab Hubungan Akibat V. Bebas V. Moderat V. Kendali V. Rambang
  • 25. Tipe Hubungan Antara Variabel
    • Hubungan simetris
      • Kedua variabel merupakan indikator untuk konsep yang sama.
      • Kedua variabel merupakan akibat dari faktor yang sama.
      • Kedua variabel berkaitan secara fungsional.
      • Hubungan yang kebetulan semata-mata.
    • Hubungan timbal balik
    • Hubungan asimetris
      • Hubungan antara stimulus dan respon.
      • Hubungan antara disposisi dan respon.
      • Hubungan antara ciri individu dan disposisi atau tingkat laku.
      • Hubungan antara prekondisi dan akibat tertentu.
      • Hubungan yang imanen antara dua variabel.
      • Hubungan antara tujuan dan cara.
  • 26. Operasional Konsep Status Sosial Ekonomi
    • Angket
    • 2 Angket
      • Skala Interval (100.000 a.d. 200.000) dsb.
      • Idem
    • 2.1. Skala Nominal
    • 2.2. Skala Nominal
    • 3.1. Skala Ordinal
    • 3.2. Skala Ordinal
      • 1.1. Penghasilan tetap sebulan.
      • 1.2. Penghasilan tidak tetap sebulan.
    • 2.1. Harta carian yaitu; rumah, mobil, telepon, lemari es, TV, video, tape recorder, radio, spd motor, perhiasan dari bekerja sendiri.
    • 2.2. Harta bawaan yaitu ; rumah, mobil, telepon, lemari es, TV, video, tape recorder, radio, spd motor, perhiasan dan perabotan lain dari keluarga
    • 3.1.Kedudukan formal yaitu kedudukan dlm organisasi pem dan organisasi kemasyarakatan.
    • 3.2. Kedudukan in-formal yaitu tempat anggota masyarakat meminta nasihat dan petunjuk .
    1.Berbagai penghasilan seseorang 2.Semua kekayaan material seseorang 3. Kedudukan seseorang di masyarakat Pngukran Oprasinal Skala Pengukuran Indikator Variabel
  • 27. Contoh Rumusan masalah evaluatif, hipotesis evaluatif, dan hipotesis statistik evaluasi formatif menekankan pada proses (butir 1) evaluasi sumatif menekankan pada produk (butir 2) 1.Komponen dalam proses penerapan “program pemberian hadiah” untuk perparkiran baru mencapai 60 % yang sudah berfungsi sesuai prosedur. 2.Penerapan “program pemberian hadiah” dapat meningkatkan pendapatan parkir sebesar 25 % dari target peningkatan yang dicanangkan. 1.Lebih dari 60 % komponen / unsur perparkiran berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.Penerapan “program pemberian hadiah” cukup efektif dalam meningkatkan penda-patan parkir. (Misal > 25 % dari target) 1.Bagaimana proses penerapan “program pemberian hadiah” pada perparkiran? 2.Bagaimana efek-tivitas penerapan “program pembe-rian hadiah” guna meningkatkan pen dapatan parkir? Hipotesis Statistik Hipotesis Evaluatif Masalah Evaluatif
  • 28. 4. Hipotesis
    • Karakteristik Hipotesis yang Baik
    • Merupakan dugaan teoritik terhadap keadaan variabel mandiri, perbandingan keadaan variabel pada berbagai (dua atau lebih) sampel, dan merupakan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
    • Hipotesis harus muncul dan ada hubungannya dengan teori serta masalah yang diteliti.
    • Dirumuskan dalam kalimat deklaratif yang jelas sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran.
    • Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan melalui metode-metode ilmiah.
  • 29.
    • Formulasi hipotesis harus memenuhi beberapa syarat
    • Sebuah hipotesis disajikan dalam formulasi konsisten logis .
    • Penggunaan prinsip ekonomis.
    • Hipotesis dajukan dengan kemungkinan pengujiannya.
    • Hipotesis harus spesifik dan tidak menggunakan bahasa yang ambigius .
    • Acuan empiris yang ditentukan secara tegas.
  • 30. Contoh Rumusan Hipotesis
    • Ada hubungan antara pemberian insentif dan prestasi kerja karyawan biro jasa transportasi
    • Terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara pekerja siang dan pekerja malam
    • Jika motivasi yang disediakan terkait dengan kebutuhan akan penghargaan, maka kinerja karyawan akan lebih meningkat.
    • Kebijakan Kepala Sekolah tentang sistem kompensasi di SLTP Bhineka dapat meningkatkan kepuasan kerja guru.
    • Implementasi program penyetaraan guru SD di wilayah Dinas Diknas Kabupaten Kemakmuran dapat mening-katkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar.
    • Terdapat hubungan yang positif nyata antara kompensasi dan prestasi kerja karyawan.
    • Kemampuan mengajar guru-guru SLTA di Kabupaten Mandiri rata-rata baik.
    • Tingkat layanan di kantor kecamatan Wijaya, baru mencapai taraf sedang.
    • Kualifikasi guru-guru SLTA di kabupaten Kebangsaan belum memenuhi kriteria yang diharapkan.
  • 31. 5. POPULASI DAN SAMPEL
    • Kumpulan individu dengan karakteristik (ciri) yang telah ditetapkan
    • Sifat populasi
      •  menurut ukurannya
      •  populasi finit = jumlah tertentu (diketahui)
      •  populasi infinit = jumlah tak diketahui
      •  menurut keragamannya
      •  homogen = tak bervariasi, seragam
      •  heterogen = bervariasi  sub-sub populasi
    • Keterangan tentang populasi dapat dikumpulkan melalui 2 cara :
      •  sensus (complete enumeration)
      •  survey sampel (sample enumeration)
    • Populasi yang diminati untuk dijadikan fokus atau perhatian penelitian, dengan diambil sampelnya saja dari populasi itu, disebut populasi sasaran atau populasi target (target population) .
    • sedangkan yang diperoleh bukan sasarannya tetapi apa adanya yang dapat ditemukan, atau yang dapat dihitung, yang hasil dari penelitiannya akan diterapkan pada populasi yang ditemukan itu. Populasi ini disebut populasi yang dapat diambil (accesibel population) atau populasi yang dapat diakses .
  • 32.
    • Contoh:
    • Masalah yang diteliti : sikap mahasiswa terhadap Undang-undang Lalu-lintas
    • Populasi sasaran: semua mahasiswa di Indonesia.
    • Populasi yang dapat diakses: Mahasiswa yang terdaftar di Akademi/Perguruan Tinggi di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
    • Sampel yang diambil: sepuluh persen dari mahasiswa yang terdaftar di Seluruh Perguruan Tinggi di Jateng dan DIY
    • Masalah yang diteliti : hubungan antara kepuasan kerja karyawan Bank Pemerintah dengan produktivitas
    • Populasi sasaran: semua karyawan yang bekerja di Bank-bank Pemerintah (di Indonesia)
    • Populasi yang dapat diakses: karyawan yang bekerja di Bank-bank Pemerintah yang berdomisili di Jawa Barat.
    • Sampel yang diambil: limaratus orang karyawan yang bekerja di Bank-bank Pemerintah yang berdomisili di Jawa Barat.
  • 33.
    • SAMPEL
    • Sampel adalah bagian dari populasi
    • Sampel harus dapat mewakili populasinya = representative  mengikuti prosedur sampling
    • Manfaat sampel
    • populasi direduksi
    • menghemat waktu, tenaga, biaya
    • memperluas ruang lingkup
    • memperoleh hasil yang lebih akurat
    • Random sampling dibedakan menurut metodenya, :
    • Simple random sampling (sampling acak sederhana)
    • Stratified random sampling (sampling acak distratakan
  • 34.
    • Non Random sampling
    • Purposive sampling (sampling sengaja, sampling bertujuan)
    • Convenience sampling (sampling pekoleh)  accidental sampling atau incidental sampling
    • Quata sampling (sampling jatah, kuota)
    • Ukuran Sampel
    • Menurut Gay & Diehl (1992 : 146) sampel harus sebesar-besarnya, dan pada umumnya semakin besar sampel, maka kecenderungannya semakin representatif, dan hasil dari penelitiannya dapat lebih digeneralisasikan.
  • 35.
    • ukuran (size) sampel yang dapat diterima tergantung pada jenis penelitian, minimal:
    • penelitian deskriptif - 10% dari populasi.
    • penelitian korelasional – 30 subyek.
    • penelitian kausal - perbandingan – 30 subyek per grup.
    • penelitian eksperimental – 15 subyek per grup.
    • Frankel & Wallen (1993 : 92) menyarankan, besar sampel minimum untuk:
    • penelitian deskriptif, sebanyak 100
    • penelitian korelasional, sebanyak 50
    • penelitian kausal-perbandingan, sebanyak 30 per grup
    • penelitian eksperimental, sebanyak 30 per grup meskipun dengan 15 per grup dapat dipertahankan jika kontrolnya ketat.
  • 36. BILANGAN RANDOM 00 54463 22662 65905 70639 79365 67382 29085 69831 47058 01 15389 85205 18850 39226 42249 90669 96325 23248 60933 02 85941 40758 82414 02015 13858 78030 16269 65998 01358 03 61149 69440 11286 88218 58952 03638 52862 62733 33451 04 05219 81619 10651 67079 92511 95888 84502 72095 83463 05 41417 98326 87721 92294 46614 50648 64886 20002 97365 06 28357 94070 20652 35774 16249 75019 21145 05217 47286 07 17783 00150 10806 83091 90530 36466 39981 62481 49177 08 40950 84820 29881 85966 62800 70325 70226 70326 84747 09 82995 64157 66164 44180 10998 47572 78258 96488 88269 10 96754 17676 66569 44105 47061 47361 34838 86370 22910 00-04 05-09 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-45
  • 37. 6. Metode pengumpulan data
    • Non Tes
    • wawancara  untuk mengungkap pendapat/tanggapan bagi responden yang jumlahnya relatif sedikit
    • observasi  digunakan bila objek penelitian berupa perilaku manusia, proses kerja, gejala alam, serta respondennya sedikit
    • angket  digunakan untuk mengungkap pendapat/tanggapan bagi responden yang jumlahnya relatif banyak
    • studi dokumentasi  mengumpulkan data berupa dokumen, arsip
    • group terfokus  mengungkapkan pendapat bagi responden melalui kegiatan kelompok secara lebih mendalam
    • 2. Tes  tes sikap, tes motif, tes prestasi, tes minat
  • 38.
    • ANGKET (QUESTIONNAIRE) Semua alternatif jawaban benar
    • TERTUTUP  alternatif jawaban (options) disediakan
    • TERBUKA  alternatif jawaban tak disediakan
    • GABUNGAN  alternatif jawaban disediakan tetapi juga disediakan option bebas
    • Angket langsung atau via pos
    • WAWANCARA (INTERVIEW)
    • LANGSUNG >< TAK LANGSUNG  telepon, ada perantara, penerjemah tatap muka antara interviewer & interviewee
    • BEBAS >< TERFOKUS  langsung pada pokok persoalan, sistematis, terselip pembicaraan lain-lain, santai
    • INDEPT  wawancara mendalam, Rapport  terciptanya suasana akrab
  • 39.
    • PENGAMATAN ( OBSERVASI )
    • LANGSUNG # TAK LANGSUNG  rekaman, foto pada objek / sasaran yang sebenarnya
    •  PARTISIPAN  peneliti ikut di dalam objek
    •  NON-PARTISIPAN  peneliti diluar objek
    •  Alat observasi: checklist, alat rekam suara/ gambar
    •  STUDI DOKUMENTASI
    • PRINSIP KEJELASAN  terbaca
    • PRINSIP KELENGKAPAN  tak ada yang hilang
    • PRINSIP KEAKURATAN  dapat dipercaya
  • 40. Skala pengukuran
          • skala nominal  skala yang dihasilkan dengan pengkategorian dan penghitungan data
          • skala ordinal  skala berjenjang di mana sesuatu lebih atau kurang dari yang lain
          • skala interval  skala yang jarak antara satu data dengan data lainnya sama tetapi tidak mempunyai nilai nol (0) absolut atau nol yang tidak ada nilainya.
          • skala ratio  skala yang memiliki nilai nol (0) mutlak/absolut
  • 41. PENGEMBANGAN INSTRUMEN
    • Valid (mengukur apa yang seharusnya diukur)
      • Validitas internal (rasional);
      • Construct Validity (disusun berdasarkan teori yang relevan) Diuji dengan konsultasi ahli, analisis faktor
      • Content Validity (disusun berdasarkan rancangan/program yang telah ada . Diuji dengan membandingkan program yang ada , konsultasi ahli
      • b. Validitas eksternal (empiris) . Disusun berdasarkan fakta empiris yang telah terbukti, uji validitas dengan standar yang telah terjadi
  • 42.
    • Reliabel (digunakan berkali-kali hasilnya sama/konsisten)
      • eksternal
        • stability  test-retest kelompok yang sama dengan waktu yang berbeda
        • equivalent  test berbeda tetapi equivalent  dicobakan dalam waktu yang sama
        • Gabungan
      • internal consistency  diuji dengan splithalf, KR20, KR21
  • 43. 7. Analisis Data
    • BATASAN
    • STATISTIK = Angka-angka pencatatan dari suatu kejadian/ kasus (~ monografi, mutasi, daftar penjualan).
    • STATISTIKA = Cara-cara ilmiah untuk mengumpulkan, menyusun, meringkas, menyajikan, & menganalisis data penelitian (~ deskriptif) serta untuk mengolah/menganalisis data dan menarik kesimpulan generalistik (~ inferensial).
        • univariate analysis
        • bivariate analysis  parametrik
        • multivariate analysis  non-parametrik
    • FUNGSI
    • pencatatan secara eksak
    • panutan ke arah berfikir eksak
    • meringkas data, gampang mengerjakannya, dan memberi interpretasi yang luas
    • dasar untuk menarik kesimpulan secara ilmiah
    • landasan untuk memprediksi kejadian
    • memungkinkan analisis kausal secara kompleks.
  • 44.
    • APLIKASI
    • Landasan kerja statistika : nilai/skor dari variabel/indikator
    •  Skala pengukuran : diskrit = nominal ; kontinu = ordinal, interval, rasio.
    •  Nominal : Ukuran penilaian yg diperoleh dari hasil meng-kategorikan & menghitung (bukan mengukur), dicirkan oleh adanya beda di antara kategori satu dengan lainnya.
    •  Ordinal : Hasil pengukuran yg berjenjang, dicirikan oleh terdapatnya beda dan lebih atau kurang di antara kategori.
    •  Interval : Hasil pengukuran yang dicirikan oleh adanya beda, lebih atau kurang, dan jarak yang konstan (stabil) di antara kategori, namun tidak mempunyai nilai nol absolut.
    •  Rasio : Hasil pengukuran seperti pada skala interval yg disertai adanya nilai nol absolut.
  • 45.
    • Cara kerja statistika :
    • menggunakan tabel/daftar
    • menggunakan rumus
    • menggunakan komputer
    • Tabel (Daftar) :
    • Fungsi :  Menyajikan informasi rinci dan eksak
    •  Sarana/alat untuk menyiapkan analisis
    • Bahan :  Frekuensi  hasil penghitungan
    •  Nilai = skor  hasil pengukuran.
    • Jenis :  Tabel distribusi frekuensi tunggal
    •  Tabel distribusi frekuensi bergolong
    •  Tabel silang (cross tab)
  • 46. ANALISIS DESKRIPTIF  TABEL SILANG Tabel 5 Distribusi Frekuensi Pend Resp Menurut Jenis Kelamin Tabel 6 Distribusi Frekuensi Pend. Respd Menurut Jenis Kelamin Jenis Kelamin No Pendidikan L P  % 01 Tinggi > (SLA) 7 9 16 53,33 02 Rendah (< SLA ) 5 9 14 46,67 Jumlah 12 18 30 100 Jenis Kelamin L P No Pendidikan f % f %  f % 01 Tinggi (> SLP) 7 58,33 9 50,00 16 53,33 02 Rendah (< SLA) 5 41,67 9 50,00 14 46,67 Jumlah 12 100 18 100 30 100
  • 47.
    Uji normalitas agihan ( O – E ) menggunakan rumus X =  ------------- Chi Square E 34% 34% 14% 14% 2% 2% - 3 - 2 - 1 M + 1 + 2 + 3 SD Gambar 1. Kurva Normal
  • 48. Diagram Batang Histogram
  • 49. Piegraph Poligon
  • 50.
    • Taraf Konfidensi :
    • 95%  taraf signifikansi 5% = 0,05  signifikan
    • 99%  taraf signifikansi 1% = 0,01  sangat signifikan
    • ♣ probability ≤ 5% = p ≤ 0,05  tolak Ho
    • ♣ probability ≤ 1% = p ≤ 0,01  tolak Ho
    • ♣ probability > 5% = p > 0,05  terima Ho
    • Statistik Parametrik :
    • t-test : (komparasi)