MEDIAKOMKementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk SemuaISSN1978-3523EDISI37ISEPTEMBERI2012Birokrasi LeletBirokrasi LeletPa...
ETALASESUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: drg. Murti Utami, MPH, I REDAKTUR:Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati,...
58NadiaHutagalungSULTENGMenduniadengan Lindu34PERTANYAAN:Orang tua saya, Insya Allah akan menunaikan ibadah hajipada tahun...
DAFTAR ISIINFO SEHATKebiasaan ngemil berlebihanMakanan sumber kesehatansekaligus penyakitOlahraga penunjang kesehatanGaya ...
INFO SEHATKebiasaan ngemil adalah gaya hidup hidup modern yangkurang baik. Sebagian orang mengemil dengan niatmendapatkan ...
Fakta menunjukkan bahwa orang yang hidup di zamandulu memiliki tubuh yang sehat. Padahal, waktu itubelum ada teori mengena...
INFO SEHATPengertian pola hidupsehat kita juga tercermindalam gaya hidup yangkita miliki. Gaya hidupjuga menentukan tingka...
STOP PRESSKemenkesDukung Sail MorotaiSetelah sukses dengan Sail Bunaken (2009), Sail Banda(2010) dan Sail Wakatobi- Belito...
STOP PRESSSenin sore yang cerah, 23 Juli 2012, KementerianKesehatan yang diwakili oleh Bapak Broto Wasistodan Ibu Dyah dar...
Menteri Kesehatan, dr.Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH,melantik 18 pejabat EselonII baru di lingkungan kerjaKementerian Kesehatan d...
STOP PRESSMenkes dua periode (1978-1988) SoewardjonoSoerjaningrat, wafat pada21 Agustus 2012 dalamusia 89 tahun. Almarhumy...
kesatuan upaya kesehatan untuk seluruhpenduduk dengan peran serta masyarakatyang mencakup upaya peningkatan(promotif), pen...
STOP PRESSSTOP PRESSPos pelayanan kesehatanarus mudikdi lebak bulus jakartaPada arus balik Lebaran 2012, terminal Lebak Bu...
Selain pos kesehatan, mulai tahun ini,terminal lebak bulus menyediakanruangan khusus ibu menyusui.Namun diharapkan agar di...
Kepada seluruh pemudik, Menkesmenganjurkan untuk memeriksakesehatan sebelum melakukanperjalanan agar fisik tetap prima,mem...
Saat ini, Indonesia sudahmemiliki perangkat peraturanatau Undang-Undang tentangSistem Jaminan SosialNasional (SJSN) dan Ba...
MEDIA UTAMAEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM18
Demi Kemenkes yangLebihBaikBersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Pepatah lawas ini,sangat tepat menggambarkan,...
MEDIA UTAMASebegitu beratnya, sampai .Menkes dr. Nafsiah Mboi, Sp.A,MPH secara khusus menyatakan,“Saya instruksikan kepada...
masih menggunakan penerimaan negarabukan pajak.Sejumlah kegiatan juga rawanpenyimpangan, seperti pengadaanalat kesehatan d...
“Saya berharap ini merupakan langkah awal dalammewujudkan aparatur Kementerian Kesehatanyang bersih dan melayani. Mewujudk...
Produk izin bidang kesehatanmencapai 80% dari totalpelayanan, di Unit PelayananPerizinan Terpadu ( P2T), ProvinsiJawa Timu...
MEDIA UTAMAInstruksi Presiden nomor 5 tahun 2004 tentang PercepatanPemberantasan Korupsi belum dapat dilaksanakan secaraop...
reformasi birokrasi, meliputi: (1) Penataan Struktur Birokrasi; (2)Penataan Jumlah dan Distribusi PNS; (3) Sistem Seleksi ...
MEDIA UTAMAAkhir Juli 2012, terjadi pertemuan membahas panduanpelaksanaan jaminan kesehatan. Seorang teman,setelah mengama...
ini, terlalu jujur mempunyai tingkatan paling tinggi. Nah, yangmenjadi soal adalah bagaimana mengukur gradasi jujur ini. p...
Tanda tangan elektronik pejabat berwenangmenyebabkan birokrasi sangat ringkas. Pelayanan publikmenjadi mudah, murah, dan c...
Ya...Allah, tunjukkan kepada kami yang benar itubenar, dan berikan kekuatan untuk melaksanakan.Tunjukkan pada kami yang sa...
Bekerja itu kehormatan. Maka, kehormatan itu harusdijaga, demi kehormatan diri dan keluarga. Selain itu,bekerja bukan sema...
Himbauan soal memahami hakekat bekerja ini menjadibagian dari upaya membentuk zona integritas di DinasKesehatan Jatim.“Bay...
MEDIA UTAMAMEDIA UTAMAFaktanya, siapa pun yang matitak akan membawa hartake akhirat. Banyak orang tuaberharta, begitu meni...
yang dikerjakan setiap harinya.“Hal inidilakukan untuk membiasakan karyawanmencatat kinerjanya sendiri. Sebab,ke depan, re...
MEDIA UTAMANasir, guru SMA Swasta di Jakarta,pusing tujuh keliling. Amran, anakpertama yang masih duduk kelastiga SD terbi...
Kini, kantin itu tinggal sebagian saja.Padahal sejak diresmikan hingga sekarang,belum ada evaluasi terhadap peningkatankan...
RAGAMDampak terhadap produktivitasdan economic lossBerdasarkan Riskesdas 2010 angka kasusbaru malaria sebesar 22,9 per 1.0...
wisman x Rp.9 juta akibatnya potensikehilangan devisa Rp.18,9 triliun.Bandingkan APBN 2009 Sektor Kesehatansebesar 2,8 % d...
RAGAMDesa dan Kelurahan siaga aktif,memberikan kemudahan bagipenduduk, untuk mengaksespelayanan kesehatan dasar,khususnya ...
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Mediakom37
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Mediakom37

1,326
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,326
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
23
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mediakom37

  1. 1. MEDIAKOMKementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk SemuaISSN1978-3523EDISI37ISEPTEMBERI2012Birokrasi LeletBirokrasi LeletPangkasPejabat baruKementerian Kesehatan RISultengmendunia dengan lindu
  2. 2. ETALASESUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: drg. Murti Utami, MPH, I REDAKTUR:Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS I EDITOR/PENYUNTING Mulyadi,SKM, M.Kes, Busroni S.IP, Prawito, SKM, MM, M.Rijadi, SKM, MSc.PH, Mety Setyowati, SKM, AjiMuhawarman, ST, Resti Kiantini, SKM, M.Kes I DESAIN GRAFIS dan FOTOGRAFER: Drg. AnitasariS.M, Dewi Indah Sari, SE, MM, Giri Inayah, S.Sos, Sumardiono, SE, Sri Wahyuni, S.Sos, MM, WayangMasJendra,S.Sn,Lu’ay,S.Sos,DodiSukmana,S.I.KomISEKRETARIAT:WaspodoPurwanto,EndangRetnowaty, drg. Ria Purwanti, M.Kes, Dwi Handriyani, S.Sos, Dessyana Fa’as, SE, Sekar Indrawati,S.Sos, Awallokita Mayangsari, SKM, Delta Fitriana, SE, Iriyadi, Zahrudin. IALAMAT REDAKSI: PusatKomunikasi Publik, Gedung Kementerian Kesehatan RI Blok A, Ruang 109, JL. HR. Rasuna SaidBlok X5 Kav. 4-9 Jakarta 12950 I TELEPON: 021-5201590; 021-52907416-9 I FAKS: 021-5223002;021-52960661 I EMAIL: info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id I CALL CENTER: 021-500567REDAKSI MENERIMA NASKAH DARI PEMBACA, DAPAT DIKIRIM KE ALAMAT EMAIL kontak@depkes.go.idReformasi Birokrasi (RB), seringkali menimbulkansalah persepsi dari sebagian karyawan. Diantaranya,berkomentar , gara-gara“ RB”, jadi “Ribet”, sepadandengan ungkapan repot dan sulit. Sebab, setiapkaryawan, harus datang dan pergi tepat waktu. Takboleh terlambat datang dan pulang cepat sebelum waktu.Akibatnya, berangkat lebih pagi dari biasanya dan pulang lebihsore. Belum lagi, absen dengan menggunakan fingger print, takbisa nitip atau rapel.Tidak cukup sampai disitu, keribetan terus berlangsung. Setelahdi kantor, kemudian mengerjakan apa. Adakah produk yangdihasilkan atau hanya kejar absen semata. Ternyata, penerapanRB yang benar, tidak cukup dengan absensi tepat waktu, tapiharus dilengkapi dengan kinerja yang baik dan terdokumentasi.Dokumentasi kinerja inilah yang juga harus dilakukan setiap haridalam catatan harian.Di Kementerian Kesehatan, ada beberapa karyawan membuatcatatan harian secara mandiri. Catatan ini untuk memonitor, telahmengerjakan apa saja selama di kantor. Kemudian catatan itudiperiksa oleh atasan dan membubuhkan tanda tangan sebagaipersetujuan. Bahkan di Poltekkes Surabaya, institusi berinisiatifmemberikan buku catatan itu kepada setiap karyawan. Bagaimanahasilnya. Belum berjalan seperti yang diharapkan. Ribet....!.Mengapa ? belum terbiasa. Bisa, karena biasa. Jadi harus adapembiasaan. Sebagai contoh; biasa memberi pelayanan perizinantanpa batas waktu penyelesaian, sehingga sampai berbulan-bulan.Kemudian dibiasakan dengan SOP yang disepakati, ternyata P2T(Pusat Pelayan Terpadu) Provinsi Jatim di Surabaya dapat melayanihanya butuh waktu 15 menit. Luar biasa...!Hiruk pikuk mengenai pelaksanaan RB ini, kami ketengahkandalam rubrik media utama.Selain itu, juga ada berita ringan tentang arus mudik,penganugerahan kepada tenaga kesehatan teladan, pelantikanpejabat Kemenkes, pertemuan Menkes Asian, Sail Morotai danberbagai artikel menarik lainnya. Tak ketinggalan rubrik lentera diujung perjalanan akhir mediakom. Selamat Menikmati.Redaksi.Ribet...!drg. Murti Utami, MPHMEDIAKOMKementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk SemuaISSN1978-3523EDISI37ISEPTEMBERI2012Birokrasi LeletPangkasPejabat BaruKementerian Kesehatan RI5 Faktatentang Sulawesi TengahEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 3
  3. 3. 58NadiaHutagalungSULTENGMenduniadengan Lindu34PERTANYAAN:Orang tua saya, Insya Allah akan menunaikan ibadah hajipada tahun ini (1433), saya ingin menanyakan dimanadapat diberikan suntikan imunisasi meningitis bagi CalonJemaah Haji dan apakah membayar untuk imunisasitersebut? Saya tinggal di Jakarta. Mohon informasinya.Terima kasih.JAWAB:Imunisasi atau vaksinasi meningitis meningokokus sangatpenting diberikan kepada Calon Jemaah Haji Indonesia yangakan berangkat keTanah Suci untuk mencegah penyakitradang otak (meningitis meningokokus) yang seringterjadi di Arab Saudi. Untuk Jamaah Haji biasa (reguler)di Jakarta akan dilakukan secara kelompok (kolektif)bersama-sama di Puskesmas Kecamatan yang ditunjukdi DKI Jakarta sekaligus dengan pemeriksaan kesehatanuntuk mendapatkan Buku Kesehatan Jamaah Haji (BKJHwarna hijau). Sedangkan untuk Calon Jemaah Haji denganONH Plus biasanya akan dikoordinir oleh Biro Perjalanan(travel) yang mengelolanya. Namun bila Biro Perjalananyang mengelola tidak mengurusnya, Calon Jemaah Hajisecara mandiri melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligusvaksinasi meningitis di Puskesmas Kecamatan di DKI Jakartadimana bertempat tinggal. Ada beberapa Calon Jemaahyang disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatanrujukan ke rumah sakit yang ditunjuk.Vaksin meningitis meningokokus disediakan tanpadipungut biaya (gratis) untuk Calon Jemaah Haji Indonesiaoleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan.Vaksin yang disediakan adalah vaksin halal, sehingga CalonJemaah Haji tidak perlu kuatir kehalalannya.Namun untuk pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untukCalon Jemaah Haji Indonesia akan dikenakan biaya sesuaidengan Peraturan Daerah setempat untuk tarif retribusipelayanan kesehatan yang berlaku di fasilitas kesehatansetempat seperti Puskesmas maupun Rumah Sakit. Adabeberapa daerah yang menggratiskan biaya pemeriksaankesehatan, tetapi banyak daerah yang mengenakan tarifretribusi pemeriksaan kesehatan.Informasi lebih lanjut dapat menghubungi PusatTanggapdan Respon Cepat (PTRC) pada nomor (kode lokal) 500567atau ke Pusat Kesehatan Haji Kementerian KesehatanRi pada nomor (021) 5201590 pesawat 84701 atau kePuskesmas Kecamatan dimana bertempat tinggal.SURATPEMBACADemi Kemenkes yanglebih baik18EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM4
  4. 4. DAFTAR ISIINFO SEHATKebiasaan ngemil berlebihanMakanan sumber kesehatansekaligus penyakitOlahraga penunjang kesehatanGaya Hidup menentukan kesehatanSTOP PRESSKemenkes dukung Sail MorotaiNapak Tilas Keluarga besardi Kemenkes RIPejabat baru Kemenkes RIMengenang JasaAlm. Soewardjono SoerjaningratSayangi pendengaran kitasejak diniPesan Menkes untuk pemudiklebaran 2012The 5th Asean Plus Three HealthMinisters MeetingMEDIA UTAMADemi Kemenkes yang lebih baikSetiap produk izin 15 menit “kelar”RB untuk birokrasi bersih,kompeten dan melayaniMenemukan kejujuranPangkas birokrasi leletZona Korupsi:Dulu, kini dan masa mendatangBekerja itu kehormatanPoltekkes bersih dan bermartabatKejujuran investasi bangsa6-89-1718-3536-4940-4546-5758-6062-6364-6768-71RAGAMMalaria berdampak multidimensiDesa dan keluarga siaga aktifmempermudah layanan kesehatanRPP Tembakau melindungikesehatan masyarakatKOLOMSehat dan geobudaya IndonesiaBenang kusutkasus pabrik vaksin flu burungDAERAHSULTENG:Mendunia dengan Lindu5 fakta tentang Sulawesi TengahPalu Gada di pusat SulawesiEksis dengan UPTDicari pasukan pawang malariaDari Donggala untuk SchistoSIAPA DIARESENSIPOTRETKultur Masyarakat Papuasudah lebih baikLENTERAUjian Tesis di Halte UIGalauEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 5
  5. 5. INFO SEHATKebiasaan ngemil adalah gaya hidup hidup modern yangkurang baik. Sebagian orang mengemil dengan niatmendapatkan makanan tambahan di sela-sela waktumakan kita. Tapi, sebenarnya tubuh tak membutuhkancemilan seperti ini. Kebiasaan ngemil ini menjadipendukung tidak sehatnya tubuh kita karena jenis makanan yangkita konsumsi adalah makanan yang tidak menyehatkan dan kitamakan makanan tersebut dalam porsi yang berlebihan.Contoh makanan yang biasa kita makan sebagai cemilan adalahmakanan ringan seperti snack yang banyak mengandungpenyedap rasa, pewarna dan pemanis buatan serta bahanpengawet.Memang dirasakan makanan ini sangat enak. Dan kebiasaanngemil kita menjadi tak terasa bahwa kita telah makan dalamporsi yang banyak karena kebiasaan ngemil ini kita lakukan sambilmelakukan aktivitas kita yang lain seperti sambil menonton TV,membaca buku atau browsing di internet.Kebiasaan ngemil ini memang tidak menyehatkan tubuh kita.Itulah beberapa hal tentang kebiasaan makan kita yang biasakita lakukan. Hal-hal tersebut sangatlah bertentangan denganpengertian pola hidup sehat yang seharusnya kita terapkan.Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kita terapkan menjadikebiasaan makan kita yang sesuai dengan pengertian pola hidupsehat :1. Mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi tinggi dannutrisi yang bervariasi2. Tidak gemar makan di luar rumah atau jajan. Lebih baikmemasak makanan sendiri sehingga kita dapat mencermatidan mengawasi bahan-bahan apa yang dimasukkandalam makanan kita. Jika kita tak memiliki kegemaran ataukemampuan untuk memasak, kita dapat meminta seseorangatau ibu kita untuk memasakan makanan untuk kita.3. Jika kita memang gemar untuk ngemil maka kita ngemilmakanan yang bergizi seperti buah-buahan atau kue yangmengandung nilai lemak yang rendah.4. Mengisi lemari es kita dengan aneka makanan yangbergizi dan mengandung cukup nutrisi untuk tubuh. Halini dimaksudkan jika ada keinginan untuk ngemil ataumemasak makanan maka bahan-bahan yang kita butuhkandan tersimpan di dalam lemari es kita adalah bahan-bahan yang menyehatkan. Maka mau tak mau kita akanmenggunakan bahan-bahan tersebut.Empat hal di atas adalah beberapa contoh dalam kebiasaanmakan yang menerapkan pengertian pola hidup sehat. Kita bisamenambahkan hal-hal lain yang biasa kita temui di kesehariankita.KebiasaanngemilberlebihanPola hidup sehati sudah menjadikebutuhan pada zaman sekarang.Sebab, tanpa menerapkan polahidup sehat, seseorang akanhidup lebih singkat dibandingkandengan orang lain yangmenerapkan pola hidup sehat.Artinya, umurnya akan berada dibawah rata-rata orang Indonesia.Tapi seperti apa pola hidup sehatitu?Pola hidup sehat itu sudahmenjadi gaya hidup. Jadi, polahidup sehat adalah gaya hidupdengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhikesehatan tubuhnya secaralangsung maupun tidaklangsung, antara lainmemilihmakanan sehat dan olahragasecara teratur. Gaya pola hidupsehat ini dapat kita terapkandalam kehidupan kita sehari-hari.Jadi, dari pengertian di atas,terlihat bahwa pola hidup sehatberkaitan dengan suatu pola ataugaya hidup yang diterapkan olehseseorang dalam kehidupannya.Karena disebut sebagai polahidup sehat maka pola hidup inimengutamakan aspek kesehatandalam segala hal yang dimakanatau dilakukan oleh yangmenerapkannya.Bisa dikatakan bahwa gaya hidupseseorang akan mempengaruhitingkat kesehatannya. Atau,kesehatan seseorang 100% akantergantung pada gaya hidupnya.Misalnya, jika seseorang sukamerokok atau minum-minumankeras, tentu saja itu bukan polahidup sehat, dan orang ituberpotensi terserang penyakitdari efek buruk merekok danmnuman keras.Pola hidup sehat eratkaitannya dengan hal-halyang menyebabkan tubuh kitamenjadi sehat. Hal ini berkenaandengan makanan yang kitakonsumsi, olah raga yangharusnya rutin kita lakukan, sertagaya hidup lain yang menunjangtubuh kita untuk menjadi sehatdan bugarPengertian pola hidup sehat6 EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM
  6. 6. Fakta menunjukkan bahwa orang yang hidup di zamandulu memiliki tubuh yang sehat. Padahal, waktu itubelum ada teori mengenai pengertian pola hidupsehat. Anehnya, mereka justru jarang terkena penyakit danberusia relatif lebih panjang ketimbang manusia masakini.Sebaliknya, di zaman modern seperti sekarang ini, banyak orangmeninggal di usia muda dengan perbagai komplikasi penyakit.Menurut data WHO, tujuh puluh persen kematian dini disebabkanoleh penyakit jantung stroke, kanker, dan diabetes. Separuh darijumlah tersebut terkait dengan pola makan yang buruk.Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika tidak menerapkan pola hidupsehat –terutama dalam pola makan modern-- merupakan pemicuutama timbulnya penyakit degeneratif seperti kanker, seranganjantung, stroke, dan sebagainya. Beberapa pola makan modernyang tidak sesuai dengan pengertian pola hidup sehat antara lain:Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dan lemak serta kurangmengonsumsi serat. Beberapa jenis makanan yang ada kadangmemang tidak mencukupi nilai gizi dan nutrisi yang dibutuhkantubuh kita. Terlebih kebanyakan dari kita tidak memilikipengetahuan dan informasi yang cukup tentang aneka makanandengan kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.Karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi makakebanyakan dari kita sudah merasa“kenyang”bila makan nasi.Sedangkan nasi adalah sumber makanan yang mengandungkarbohidrat. Sehingga penduduk Indonesia memiliki potensi akan“kelebihan”karbohidrat jika terlalu banyak mengkonsumsi nasi.Anggota masyarakat kita juga terlalu banyak menelan makanananyang mengandung lemak.Bagi sebagian warga memangjenis makanan berlemak ini memiliki rasa yang lebih enakdibandingkan dengan jenis-jenis makanan lain.Selain berlemak, kita masyarakat Indonesia juga menyukaimakanan yang berminyak atau yang dimasak dengan caradigoreng. Jenis makanan ini jika kita konsumsi secara berlebihantentu akan memberikan dampak buruk kepada tubuh kita.Dengan makan makanan yang banyak mengandung lemak danberminyak maka akan memicu darah kita untuk mengandungbanyak kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan sangatberbahaya karena akan menghambat aliran darah.Sering menyantap fast food (makanan cepat saji) yang banyakmengandung pengawet, penyedap rasa, lemak, dan kalorikosong. Saat ini banyak bermunculan jenis makanan cepat saji.Bahkan makan makanan seperti ini telah menjadi sebuah trendalam masyarakat kita. Beberapa jenis makanan cepat saji yangbiasa kita temui antara lain seperti mie instant, burger, pizza, atauyang lainnya.Walaupun makanan cepat saji ini dinilai praktis untuk dimakandan lebih terasa enak namun sejatinya makanan seperti ini tidakmengandung nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Juga tidakmengandung kalori yang cukup yang dibutuhkan tubuh untukmelakukan aktivitasnya.Selain makanan cepat saji, banyak sekali jenis makanan yangmengandung bahan-bahan berbahaya seperti bahan pengawet,penyedap rasa atau pun pemanis buatan. Bahan-bahan inidigunakan baik secara legal atau pun illegal sebagai pencampurdalam makanan kita.Bahan-bahan ini memang akan memberikan rasa yang lebih lezatpada makanan yang kita makan atau akan membuat makanandapat bertahan lebih lama. Namun jika penggunaannya melebihiambang batas nilai kebolehannya atau digunakan secarasembarangan tentu akan merusak kesehatan tubuh kita.Makanan,sumber kesehatansekaligus penyakitEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 7
  7. 7. INFO SEHATPengertian pola hidupsehat kita juga tercermindalam gaya hidup yangkita miliki. Gaya hidupjuga menentukan tingkatkesehatan anda. Beberapagaya hidup yang dapatmerusak kesehatan Anda:Merokok, konon, ada4000 macam racunyang terkandung dalamsebatang rokok. Racun-racun yang utama adalahzat kimia, nikotin, tar,timah hitam, dan gaskarbonmonoksida.Minum MinumanKeras,mengonsumsiminuman keras dapatmenimbulkan gangguankesehatan.Dampak negatif minumanberalkohol bahkanmengalahka n dampaknegatif narkoba, segudangefek buruk mengonsumsimengkonsumsiminuman keras, berupagangguan tenggorokandari mulai radang,pendarahan, hingga yangterburuk adalah kankertenggorokan.Selain itu, minumanberalkohol jugamengakibatkan radangpankreas, wasir, liver,gangguan pencernaan,gangguan pernafasan,serta berbagai penyakitlain yang berujung padakematian.Setelah makanan,olahraga jugamenentukan tingkatkesehatan kita.Olahraga menjadi salahsatu ciri dalam pengertianpola hidup sehat kitayangselanjutnya. Orang yang gemarberolahraga akan memilikidaya tahan tubuh yang lebihbaik, sehingga jarang terkenaserangan penyakit.Di samping itu, ada beberapamanfaat olahraga yanglain yang sesuai denganpengertian pola hidup sehat,yaitu:1. Aktivitas olahraga dapatmemperlancar alirandarah ke otak. Ini diyakiniakan meningkatkandaya pikir sertamenghindarkan diri darilemot (lemah otak).2. Dengan berolahragasecara teratur,metabolisme ginjal-dan-saluran-kemih, danregenerasi sel-sel tubuhkita akan terjadi lebihcepat, sehingga kita jadiawet muda.3. Olahraga teratur dengancara yang tepat akanmenjaga postur tubuhkita tetap langsing danterhindar dari tumpukanlemak sumber penyakit.4. Wajah awet muda dantubuh langsing karenarajin berolahragamembuat rasa percayadiri kita meningkat.Olahragapenunjang kesehatanGaya hidupmenentukankesehatanEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM8
  8. 8. STOP PRESSKemenkesDukung Sail MorotaiSetelah sukses dengan Sail Bunaken (2009), Sail Banda(2010) dan Sail Wakatobi- Belitong (2011), tahunini diselenggarakan Sail Morotai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kemenkes berpartisipasi dalammendukung kegiatan ini. Kemenkes bekerjasama dengan TNI-ALmenyelenggaraan Bakti Sosial Operasi Surya Baskara Jaya (SBJ).Selasa (28/8), Menteri Kesehatan RI diwakili Dirjen Bina UpayaKesehatan dr. Supriyantoro mendampingi Menko Kesra HR. AgungLaksono melepas Tim Ekspedisi Kesejahteraan Rakyat Nusantara(EKN) dan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB)di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kegiatan ini dilakukan dalamrangka mendukung Sail Morotai tahun 2012, di Provinsi Maluku.Bentuk dukungan Kemenkes pada Sail Morotai 2012 adalahdengan mengirimkan 2 ton MP-ASI dan bahan-bahan penyuluhandalam kegiatan EKN. MP-ASI tersebut akan diberikan saat baktisosial kepada masyarakat di 7 pulau yang akan dilalui, yaitu P.Maumere, P. Lembata, P. Buru, P. Morotai, P. Marampit, P. Marore,dan P. Balabalakang.Kemenkes menyertakan 8 tenaga medis yang akan memberipenyuluhan selama 30 hari berlayar dalam kegiatan LNRPB.Penyuluhan yang akan disampaikan antara lain tentang HIV/AIDS,pencegahan penyakit menular seperti DBD dan Flu Burung, danbahaya rokok. Tidak hanya dari Indonesia, kegiatan LNRPB jugadiikuti 26 remaja dari luar negeri seperti Jepang, Australia, TimorLeste, Amerika dan negara-negara ASEAN. Adapun rute yang akandilalui dalam LNRPB adalah Jakarta, Ambon, Sorong, Rajaampat,Morotai, Ternate, Makassar, Jakarta.Untuk mendukung kegiatan bakti sosial SBJ, Kemenkesmengirimkan 2 unit RS Bergerak, 3 unit ambulans, 1 unitPuskesmas keliling (Pusling) perairan, 2 unit alat gawatdarurat, 3 unit Pusling roda empat, 4 unit alat kesehatan, 1unit USG, 90 unit velbed, 3 tenda pelayanan kesehatan, obat-obatan, 2 ton MP-ASI melalui KRI Soeharso, dll.Kemenkes juga memberikan dukungan berupa asistensigawat darurat, pengiriman dokter ahli serta perawat mahir,sosialisasi masalah kesehatan, kegiatan survey vektor danpenyuluhan pengendalian penyakit menular dan penyehatanlingkungan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatandi daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK).Pada kesempatan itu juga dilakukan pelayanan kesehatanyang diisi dengan pelayanan KB, pelayanan kesehatan gizibagi ibu hamil, bayi dan Balita, pelayanan penyakit (TBC,Malaria, Diare, Kecacingan), dan operasi (katarak, bibirsumbing, dan operasi elektif yang mungkin).Selain pengobatan dan penyuluhan, Kemenkes jugamelakukan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melaluipelatihan kader, pemantauan kesehatan oleh kader danpenggerakan masyarakat melalui desa siaga yang telah ada.Puncak acara Sail Morotai berlangsung tanggal 15 September2012 yang diresmikan oleh Presiden RI Susilo BambangYudhoyono. Adapun tema acara sail tahun 2012 ini adalah“Menuju Era Baru Ekonomi Regional Pasifik”.(Pra, Desy)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 9
  9. 9. STOP PRESSSenin sore yang cerah, 23 Juli 2012, KementerianKesehatan yang diwakili oleh Bapak Broto Wasistodan Ibu Dyah dari Pusat Komunikasi Publik, menerimakunjungan anak dan cucu Prof. DR. GA. Siwabessy yangbermukim di Amerika Serikat yang sedang melakukannapak tilas. Memang hampir semua dari 6 putera-puteri Prof.DR. GA. Siwabessy, yaitu Amakora Siwabessy, Bara L. Siwabessy.Gerhard S. Siwabessy, Inagama G. Siwabessy, Latino P. Siwabessydan Dwinatuni Siwabessy; melanjutkan studi di luar negeri dankemudian berkeluarga di sana.Bagi Prof. DR. GA. Siwabessy, pendidikan setinggi-tingginyaadalah nomor satu. Beliau sangat percaya bahwa pendidikanadalah satu-satunya alat yang ampuh untuk merubah suatutatanan masyarakat yang lebih baik. Itu sebabnya saat menjabatsebagai Menteri Tenaga Atom Nasional dan Menteri Kesehatan,beliau banyak mengirim putera-puteri bangsa untuk belajar diluar negeri dan kembali untuk membangun bangsa Indonesia.Sejak muda beliau sendiri juga sudah berjuang meninggalkankampung halaman di desa Ulath di Kepulauan Maluku untukmenuntut pendidikan tinggi ke tanah Jawa, bahkan sampai keluar negeri. “Pendidikan tinggi bagi banyak pemuda pada masapenjajahan tidak mungkin diikuti tanpa beasiswa … Beta termasuksalah seorang yang pernah menerima beasiswa pemerintahanHindia Belanda karena memenuhi syarat-syarat tersebut …” begitutulis Prof. DR. GA. Siwabessy dalam memoarnya yang berjudul“Upuleru”. Lewat pendidikan, beliau bukan hanya berhasilmenjadi seorang dokter yang terhormat, tetapi Prof. DR. GA.Siwabessy yang visioner juga berhasil membangun tatananmasyarakat baru Indonesia yang lebih bermartabat.Tahun 1962 Presiden Sukarno meresmikan berdirinya BadanTenaga Atom Nasional (BATAN) yang berada langsung di bawahPresiden. Prof. DR. GA. Siwabessy sebagai Direktur JenderalBATAN pertama kemudian diangkat sebagai Menteri TenagaAtom Nasional pada 1965. Untuk jasa-jasanya yang sangat luarbiasa memajukan tenaga atom di Indonesia, seperti membangunreaktor nuklir dan banyak penelitian penting lainnya, Prof. DR. GA.Siwabessy - yang sering disebut sebagai Bapak Atom Indonesia-dianugerahi Bintang Mahaputera Utama pada 5 Desember1968 oleh Presiden Soeharto. Nama beliau juga diabadikanoleh negara pada sebuah reaktor nuklir terbesar di Asia Tenggaraberkekuatan 30 MW yaitu Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy(RSG GAS), berlokasi di Serpong, Tangerang, Jawa Barat, yangdiresmikan Presiden Soeharto pada 20 Agustus 1987.NAPAK TILASAtas permintaan Presiden Sukarno, Siwabessy kemudianmenjabat Menteri Kesehatan pada 1966 dan tugas ini diembannyahingga 29 Maret 1978 semasa pemerintahan Presiden Soeharto.Selama menjabat sebagai Menteri Kesehatan (periode thn 1973– 1978), Prof. DR. GA. Siwabessy juga merangkap sebagai KetuaTim Dokter Pribadi Presiden. Pada masa itu banyak sekali programkonkret yang telah beliau lakukan dalam lingkup kesehatan.Dalam buku “Sejarah Pembangunan Kesehatan Indonesia”,dituliskan bahwa Prof. DR. GA. Siwabessy adalah peletak fondasipembangunan kesehatan nasional.Dengan melakukan kerjasama lintas multidisplin ilmu dan lintasdepartemen, Prof. DR. GA. Siwabessy banyak sekali melakukanterobosan di bidang kesehatan sehingga mendapatkan banyakpenghargaan dari dalam dan luar negeri. Kerja keras ini tentunyatidak terlepas dari keluwesan diplomasi Prof. DR. GA. Siwabessydengan para sahabatnya yang berada di luar negeri dan jugadengan berbagai organisasi Internasional; baik organisasi yangtergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepertiWorld Health Organization (WHO), United Nations Children’sFund (UNICEF), United Nations Development Programme(UNDP), maupun yang lainnya seperti United States Agency forInternational Development (USAID) dan Medicare (menyangkutperawatan kesehatan), lembaga-lembaga yang banyakmemberikan bantuan teknis maupun keuangan. Untuk jasa-jasanya di bidang kesehatan, Prof. DR. GA. Siwabessy dianugerahiBintang Mahaputera Adipradana pada 10 Maret 1973 olehPresiden Soeharto.Kunjungan napak tilas keluarga besar Prof. DR. GA. Siwabessybukan hanya berguna bagi para cucu beliau yang lahir danbesar di Amerika Serikat, namun juga bagi bangsa Indonesiauntuk meneruskan perjuangan beliau memajukan kesehatan diRepublik Indonesia.Dra. Mutiara Siwabessy MBA.(Salah satu cucu)PROF. DR. GERRIT AUGUSTINUS SIWABESSYKeluarga besar Di Kementerian Kesehatan RIEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM10
  10. 10. Menteri Kesehatan, dr.Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH,melantik 18 pejabat EselonII baru di lingkungan kerjaKementerian Kesehatan diJakarta (29/8). Hadir dalam acara tersebutpara pejabat Eselon I dan Eselon II dilingkungan Kementerian Kesehatan, parapejabat yang sudah purna tugas sertapara istri dan suami dari pejabat yang barudilantik.Para pejabat yang dilantik adalah dr.Donald Pardede, MPPM sebagai KepalaPusat Pendidikan dan Pelatihan TenagaKesehatan, Badan PPSDM Kesehatan;dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes sebagaiKepala Kantor Kesehatan Pelabuhan KelasI Medan, Direktorat Jenderal PengendalianPenyakit dan Penyehatan Lingkungan.Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatanyang dilantik adalah dr. Alida Lienawati,M.Kes (MMR) sebagai Direktur UtamaRSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten; dr.Stephani maria Nainggolan, M.Kes sebagaiDirektur Keuangan RSUP Dr. SardjitoYogyakarta; Syamsudin Angkat, SH, SEsebagai Direktur Umum dan OperasionalPejabat BaruKemenkes RIRSUP H. Adam Malik Medan; dr. RitaRogayah, Sp. P sebagai Direktur Medikdan Keperawatan RSPI Prof. Dr. SuliantiSaroso Jakarta; dr. Hikmat Wangsaatmadja,Sp.M, M.Kes, MM sebagai Direktur UtanaRumah Sakit Cicendo Bandung; Drs.Amir Hamzah Mauzzy, Apt. MM. MARSsebagai Direktur Keuangan Rumah SakitJantung dan Pembuluh Darah HarapanKita Jakarta; dr. Tri Wisesa Soetisna,Sp.B(K) BTKV sebagai Direktur Medik danKeperawatan Rumah Sakit Jantung danPembuluh Darah Harapan Kita Jakarta;dr. Kamal Ali Parengrengi, M.Kes sebagaiDirektur Utama Rumah Sakit Dr. TadjuddinChalid Makassar; Dr. dr. H. Heriyadi Manan,Sp.OG(K) sebagai Direktur Utama RumahSakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang;drg. Liliana Lazuardy, M.Kes sebagaiDirektur Utama Rumah Sakit Kusta Dr.Sitanala Tangerang.Pada Direktorat Jenderal Bina Gizi danKesehatan Ibu dan Anak dilantik dr.Kuwat Sri Hudoyo, MS sebagai SekretrisDIrektorat Jenderal Bina Gizi dan danKesehatan Ibu dan Anak serta dr. AsjikinIman Hidayat Dachlan, MHA sebagagiDirektur Bina Kesehatan Kerja danOlahraga.Direktorat Bina Kefarmasian dan AlatKesehatan dilantik Drs. Bayu TejaMuliawan, Apt., M.Pharm, MM sebagaiDirektur Bina obat Publik dan PerbekalanKesehatan; Dra Engko SosialineMagdalene, Apt., M.Bio Med sebagaiDirektur Bina Produksi dan DistribusiKefarmasian; Dra. R. Dettie Yuliati, Apt.,M.Si sebagai Direktur Bina PelayananKefarmasian; dan drg. Arianti Anaya,MKM sebagai Direktur Bina Produksi danDistribusi Alat Kesehatan. ( Pra, Desy)Menkes dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH berfoto bersama dengan pejabat yang baru dilantik, September 2012EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 11
  11. 11. STOP PRESSMenkes dua periode (1978-1988) SoewardjonoSoerjaningrat, wafat pada21 Agustus 2012 dalamusia 89 tahun. Almarhumyang lahir di Purwodadi tanggal 3 Mei1923, merupakan kerabat kraton PakuAlam. Almarhum dimakamkan di TamanMakam Pahlawan Kalibata, Jakarta (21/8)Almarhum Soewardjono dimakamkan diTaman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta(21/8) secara militer. Suasana haru punmenyelimuti upacara pemakaman yangdipimpin langsung Menkes dr. NafsiahMengenang JasaAlm. SOEWARDJONO SOERJANINGRATMboi. Hadir pada upacara tersebut MenteriNegara Pemberdayaan Perempuan danPerlindungan Anak Linda Gumelar, BJ.Habiebie, keluarga almarhum, teman, danpara pejabat tinggi negara lainnya.Berbagai catatan sejarah keberhasilanpembangunan kesehatan berhasilditelurkan almarhum semasa hidupnya.Sebagian program kerjanya (1978–1983)adalah melanjutkan kebijakan Menterisebelumnya seperti merealisasikanrencana pembentukan Puskesmas diseluruh kecamatan dan melanjutkanpembangunan infrastruktur kesehatannasional. Almarhum Soewardjonomenggabungkan berbagai pos pelayanankesehatan di desa menjadi posyandu(Pos Pelayanan Terpadu) sehinggamemudahkan koordinasi dan mencegahtumpang-tindih program kerja antarpospelayanan kesehatan yang ada di desa-desa. Ia juga mendirikan lembaga PKMD(Pembangunan Kesehatan MasyarakatDesa) yang difungsikan sebagai penggerakutama program berperilaku sehat.Sejumlah kerja sama lintas sektoral jugadiciptakan almarhum Soewardjonountuk menyukseskan program imunisasiProsesi pemakaman almarhum Soewadjono Soerjaningrat diTaman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM12
  12. 12. kesatuan upaya kesehatan untuk seluruhpenduduk dengan peran serta masyarakatyang mencakup upaya peningkatan(promotif), pencegahan (preventif),penyembuhan (kuratif), dan pemulihan(rehabilitatif), yang bersifat menyeluruh,terpadu dan berkesinambungan.Kinerja Soewardjono selama memimpinDepartemen Kesehatan dipandangbaik oleh Presiden Soeharto sehinggaia diangkat kembali sebagai MenteriKesehatan dalam Kabinet PembangunanIV periode berikutnya. Pada masajabatan kedua (1983-1988), AlmarhumSoewardjono memulai gerakan antirokok.Kebijakan itu, tentu saja, ditentangprodusen rokok dan petani tembakauserta berbagai pihak yang memperolehkeuntungan dari perdagangan rokok.Secara terbuka, ia mengampanyekangerakan antirokok karena dapatmerugikan kesehatan.Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran,almarhum Soewardjono berkariersebagai anggota TNI-AD (TentaraNasional Indonesia Angkatan Darat). Pada1946, mengepalai Bagian Organisasi/Perencanaan Resimen VI Cikampek /Divisi Siliwangi Jawa Barat. Empat tahunkemudian almarhum bertugas sebagaistaf medis RSPAD (Rumah Sakit PusatAngkatan Darat) di Jakarta. Soewardjonobertugas di RSPAD selama 8 tahun.Pada 1958 dokter ahli kebidanan danpenyakit kandungan ini diangkat menjadiKepala Bagian Kebidanan dan PenyakitKandungan Rumah Sakit Dustira di Cimahi,Jawa Barat. Tiga tahun kemudian diangkatsebagai Kepala BKKBN (Badan KoordinasiKeluarga Berencana Nasional), suatulembaga pemerintah nondepartemennasional untuk TBC paru, campak,radang tenggorokan dan polio. Untukmelestarikan hasil imunisasi tersebut,Almarhum mendorong masyarakatmenciptakan pola hidup sehat.Pada 1980, Almarhum SoewardjonoSoerjaningrat menggagas perlunyamerumuskan Sistem Kesehatan Nasional(SKN) yang menjadi falsafah dasar dandapat memberi arah pembangunankesehatan di Indonesia. Melalui SKN,upaya kesehatan yang semula berupapenyembuhan penderita, secaraberangsur-angsur berkembang ke arahyang bertugas melaksanakan programkeluarga berencana yang dirintis PKBI(Perkumpulan Keluarga BerencanaIndonesia) sejak 1957.Pada 1968 Presiden Soehartomemerintahkan Menteri KesejahteraanRakyat untuk merumuskan kembalirencana pembentukan keluargaberencana sesuai dengan deklarasi PBBmengenai kependudukan dunia. MenteriKesejahteraan Rakyat segera membentukLKBN (Lembaga Keluarga BerncanaNasional) diketuai Ny. H. Roesiah Sardjono,SH. Presiden Soeharto membubarkanLKBN dan membentuk BKKBN danmenunjuk almarhum Soewardjonosebagai Kepala BKKBN yang pertamaselama dua belas tahun.Sejak 1978 jabatan Kepala BKKBNdirangkapnya dengan jabatan SekretarisJenderal Departemen Kesehatanmaupun kemudian sebagai MenteriKesehatan. Ia melepaskan Kepala BKKBNpada 1982, setahun menjelang KabinetPembangunan III berakhir. Di bawahpimpinan Soewardjono, program KeluargaBerencana mengalami kemajuan pesatsehingga pemerintah Indonesia dinilaisangat berhasil dalam mengendalikanjumlah pertambahan penduduknya.Dua bintang penghargaan dianugerahkanoleh pemerintah Republik Indonesiakepada almarhum, yakni BintangMahaputera Utama III pada 1977 danBintang Mahaputera Adipradana II pada1982. Tiga tahun kemudian memperolehpenghargaan dari President World HealthAssembly WHO di Jenewa, Swiss. Pada1986 ia diangkat menjadi President WorldHealth Assembly. ( Pra, Desy)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 13
  13. 13. STOP PRESSSTOP PRESSPos pelayanan kesehatanarus mudikdi lebak bulus jakartaPada arus balik Lebaran 2012, terminal Lebak BulusJakarta sudah menyediakan pos kesehatan di bawahkoordinasi Puskesmas setempat. Satu unit ambulansjuga disiagakan untuk mengantisipasi adanya kasusrujukan agar dapat segera dikirim ke rumah sakitterdekat. Demikian pernyataan Direktur JenderalPengendalian Penyakit dan Penyehatan LingkunganProf. Tjandra Aditama saat pantau arus balik di terminalLebak Bulus Jakarta.ProfTjandra Aditama (baju coklat dan bertopi) ketika memantau arus balik lebaran.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM14
  14. 14. Selain pos kesehatan, mulai tahun ini,terminal lebak bulus menyediakanruangan khusus ibu menyusui.Namun diharapkan agar di luarmusim lebaran, ruangan ibumenyusui ini tetap dapat dibuka, ujar Prof.Tjandra.Dalam musim lebaran, dilakukan pemeriksaanbagi supir dan pemeriksaan kebersihan,meliputi ruang tunggu, pelataran parkirkendaraan,toilet dengan air yang mengalir diterminal Lebak Bulus Jakarta (23/8).Arus mudik di terminal Lebak Bulus pada2012 mengalami peningkatan dibandingkandengan tahun sebelumnya. Pada puncakarus mudik, terminal Lebak Bulusmemberangkatkan 27.112 penumpang(2012), sedangkan pada tahun sebelumnyamemberangkatkan 26.034 penumpang (2011).Berdasarkan data Posko Mudik Lebaran DitjenPengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan Kemenkes RI, hingga 23Agustus 2012 pukul 07.00 WIB, tercatat 4.631kunjungan masyarakat yang memanfaatkanPos Kesehatan (Poskes) Dinas Kesehatandan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) disepanjang jalur mudik.Prof. Tjandramenyampaikan limapesan kesehatanmenghadapi arus balik,yaitu:1) Persiapkan diri denganbaik, istirahat dan tiduryang cukup diperlukansebelum mengemudi.2) Siapkan makanan danminuman untuk diperjalanan. Bila inginmembeli di jalan, makaperhatikan kebersihannya.Ingatlah bahwa diare dansakit perut merupakansalah satu keluhan daripara pemudik.3) ISPA merupakan salahsatu penyakit utama padaarus mudik tahun ini.Karenanya, tutuplah mulutketika batuk di tempatkeramaian (pelabuhan/stasiun misalnya). Selainitu, juga sedapat mungkinjangan tertular dari merekayang sedang terinfeksibatuk-pilek.4) Cek kendaraan agar amandi jalan. Kecelakaan lalulintas dapat terjadi karena4 hal yaitu Pengemudiyang lelah, mengantuk,tidak mematuhi rambu;Kendaraan karena kondisitidak baik; Situasi jalan; danKeadaan cuaca5) Kembali mengatur polamakan agar sehat danseimbang; lakukan olahraga secara teratur;bila perlu lakukan cekkesehatan/laboratorium,untuk melihatkemungkinan dampakkelelahan mudik & balikserta pola makan beberapahari ini yang tidakterkontrol baik. (pra, desy)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 15
  15. 15. Kepada seluruh pemudik, Menkesmenganjurkan untuk memeriksakesehatan sebelum melakukanperjalanan agar fisik tetap prima,mempersiapkan makanandan minuman yang bersih dan sehatsecukupnya, dan beristirahat yang cukupsaat melakukan perjalanan.“Bagi para pengemudi khususnya,jangan lupa siapkan obat-obatan untukpertolongan pertama pada kecelakaan(P3K) dan beristirahat setiap 4 jam sekali.Selain itu, patuhi rambu-rambu lalu lintas,hati-hati mengemudi saat cuaca buruk,dan hindari penggunaan obat keras danminuman beralkohol”, ujar Menkes.Menkes juga mengingatkan para pemudikuntuk tetap berperilaku hidup bersih danPESAN MENKESUNTUK PEMUDIKLEBARAN 2012sehat (PHBS) dalam perjalanan, misalnyaselalu mencuci tangan pakai sabun (CTPS)sebelum makan/minum, tidak buangsampah sembarangan, tidak buang airkecil/besar sembarangan, tidak meludahsembarangan, gunakan masker untukmelindungi diri dari debu, asap dan polusi,serta jangan merokok di tempat umum.Bagi para pemudik yang sakit diperjalanan, untuk memanfaatkan pos-Mudik lebaran merupakan tradisimasyarakat Indonesia tiap kalimenjelang Hari Raya tiba. Dalammenghadapi arus mudik lebaran,Menteri Kesehatan RI, dr. NafsiahMboi, Sp.A, MPH berpesankepada seluruh pemudikdi seluruh Indonesia agarmempersiapkan secara matangdan mengantisipasi segala risikoyang bisa datang mengancam,terutama risiko kesehatan dankecelakaan (10/8).pos kesehatan di sepanjang jalur mudikatau fasilitas kesehatan terdekat, tambahMenkes.Di samping itu, maraknya pembiusanyang mengancam para penumpangdi perjalanan, Menkes menegaskanagar para pemudik hendaknya tetapwaspada dengan menghindari pemberianmakanan/minuman dari orang yang tidakdikenal.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM16
  16. 16. Saat ini, Indonesia sudahmemiliki perangkat peraturanatau Undang-Undang tentangSistem Jaminan SosialNasional (SJSN) dan BadanPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).Dalam upaya persiapan implementasinya,Indonesia memiliki berbagai tantanganyang dihadapi, antara lain luasnyawilayah; besarnya jumlah penduduk;penyatuan berbagai skema jaminansosial masyarakat yang telah ada; danpenekanan kepada pentingnya upayapromotif dan preventif.Demikian disampaikan MenteriKesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi Sp.A,MPH, didampingi Direktur JenderalPengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan (PP dan PL), Prof. dr.Tjandra Yoga Aditama  SpP(K), MARS,DTM&H, DTCE saat mengikuti roundtable discussion meeting ASEAN plus three(China, Jepang dan Korea Selatan), padahari ketiga rangkaian ASEAN HealthMinisters Meeting (AHMM) ke-11 diPhuket, Thailand, Jumat pagi (6/7).Pada kesempatan tersebut selainmembicarakan tentang kerjasamakesehatan negara ASEAN + 3, dibahaspula dalam round table discussionmengenai Universal Health Coverage(UHC), jelas Prof. dr. Tjandra dalam suratelektroniknya kepada Pusat KomunikasiPublik Kemenkes RI.“Dua hal yang cukup banyak dibahasmengenai topik UHC ini, yaitu bagaimanamemobilisasi sumber daya dalam negeri,dan bagaimana melakukan monitoringpelaksanaan UHC di negara-negaraASEAN”, ujar Prof. dr. Tjandra.Usai kegiatan tersebut, dalam acaramakan siang Menkes RI, Malaysia,Myanmar dan Thailand bersamaPartnership for Safe Medicine (PSM),diskusi berlanjut mengenai counterfeitmedicine di kawasan ASEAN.(desy)THE 5THASEAN PLUSTHREE HEALTHMINISTERS MEETINGData World Health Organization(WHO) menunjukkan 250juta (4,2%) pendudukdunia menderita gangguanpendengaran. Indonesiamenempati peringkat keempat negaraASEAN (Association of Southeast AsianNations ) dengan jumlah ketulian yangcukup tinggi, yaitu mencapai 4.6% danpaling tinggi pada usia 7-18 tahun.“Penyebab gangguan pendengaranadalah penyakit telinga luar (6,8%),kotoran telinga (3,6%), Otitis MediaSupuratif Kronik (OMSK) (3,1%), gangguanpendengaran pada lanjut usia (2,6%),tuli akibat obat ototosik (0,3%), serta tulisejak lahir (0,1%)”, ujar Direktur Bina UpayaKesehatan Dasar, Kemenkes RI, dr. H. R.Dedi Kuswenda, M. Kes, pada temu mediadi Jakarta (7/7).Dampak dari gangguan pendengarandan ketulian cukup luas dan dapatmengganggu perkembangan kognitif,psikologi, dan sosial; mengalamigangguan komunikasi, sepertiperkembangan bahasa dan prestasidibangku sekolah, serta kurang mampudalam bersosialisasi dengan lingkungansekitar, tambah dr. Dedi.Dalam pertemuan tersebut, ketua KomnasPenanggulangan Gangguan Pendengarandan Ketulian (PGPKT), dr. DamayantiSoetjipto Sp.THT menyebutkan tempathiburan adalah salah satu penyebabgangguan pendengaran dan ketulian diIndonesia. Berdasarkan hasil monitoringtempat hiburan yang dilakukan olehKomisi Nasional PGPKT di 16 kota besar,bising mencapai 94,4-128 dB, jauh daribatas aman yaitu 80 dB.dr. Damayanti menjelaskan, GangguanPendengaran dan Ketulian (GPKT) terbagimenjadi dua, GPKT unilateral yaitu gangguanSAYANGIPENDENGARANKITA SEJAK DINIpendengaran hanya pada satu sisi sehinggasulit menentukan lokasi suara dan sulitmengerti pembicaraan di tempat ramai. GPKTberat/total yaitu gangguan pendengaranpada kedua sisi yang dapat menyebabkanseseorang mengalami gangguan emosi,physical, dan socialwell-being; gangguankesehatan; dan merasa dikucilkan sehinggamenghindari aktivitas sosial.Untuk meningkatkan derajat kesehatanindera pendengaran guna mewujudkanmanusia Indonesia yang berkualitas,Kemenkes mengeluarkan KEPMENKES RINo.879/2006 mengenai rencana strateginasional penanggulangan gangguanpendengaran dan ketulian untukmencapai sound hearing 2030. Sasarandari kebijakan adalah seluruh lapisanmasyarakat dengan tujuan khususnyaadalah semua tenaga kesehatan.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 17
  17. 17. MEDIA UTAMAEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM18
  18. 18. Demi Kemenkes yangLebihBaikBersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Pepatah lawas ini,sangat tepat menggambarkan, betapaberat menegakkan reformasi birokrasidi Kementerian Kesehatan. Untuk ituperlu kekuatan yang lebih besar, gunamendorongnya. Apalagi, pada tahapawal, para pelaku reformasi birokrasi,harus meninggalkan kebiasaan lamayang tidak baik. Seperti perjalananfiktif, menerima gratifikasi dan perilakumenyimpang lainnya. Sementera, padawaktu yang sama belum mendapatgaji remunerasi. Jadi, masa transisiini, memang terasa sangat beratdan menyakitkan. Sebab itu, perluketulusan, kegigihan dan kesabaranbagi para pelaku, demi KementerianKesehatan yang lebih baik.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 19
  19. 19. MEDIA UTAMASebegitu beratnya, sampai .Menkes dr. Nafsiah Mboi, Sp.A,MPH secara khusus menyatakan,“Saya instruksikan kepadaseluruh aparatur kesehatan, baikyang bekerja di tingkat Pusat maupunDaerah, untuk bersama-sama membangunintegritas individu dan integritasorganisasi di lingkungan kerja kita masing-masing, sehingga ke depan, Kemenkesmenjadi bersih dan terbebas dari tindakanyang koruptif, kolutif dan nepotisme.”Kementerian Kesehatan terus berupayamencapai laporan keuangan yang wajartanpa pengecualian. Pencananganzona integritas dan wilayah bebaskorupsi di bawah pengawasan KomisiPemberantasan Korupsi, MenteriPendayagunaan Aparatur Negara danReformasi Birokrasi, serta Ombudsmandiharapkan akan mempercepatpencapaian target tersebut.Tahun 2009 dan 2010, Badan PemeriksaKeuangan (BPK) memberi predikatdisclaimer (menolak memberikanpendapat) pada laporan keuanganKemenkes. Hal ini menandakan pemeriksatidak mendapatkan bukti yang dibutuhkanuntuk dapat menyatakan kebenaran dankewajaran laporan.Tahun 2011 ada perbaikan denganberubahnya opini BPK menjadi wajardengan pengecualian. Artinya, laporankeuangan wajar, tetapi masih adabeberapa yang belum sesuai dengan tatacara dan pelaporan keuangan negara.Inspektur Jenderal KementerianKesehatan (Kemenkes) Yudhi PrayudhaIshak Djuarsa, dalam temu media (13/7)menyatakan, beberapa masalah dalampengelolaan dan pelaporan keuanganialah masih ada kegiatan di luar aturansistem pemerintahan, pekerjaan terlambatsehingga pembayaran melampaui tahunanggaran, dan ada satuan kerja yangEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM20
  20. 20. masih menggunakan penerimaan negarabukan pajak.Sejumlah kegiatan juga rawanpenyimpangan, seperti pengadaanalat kesehatan dan pembangunaninfrastruktur. ”Harga alat kesehatanrentangnya besar. Dilemanya, kalaumembeli yang lebih murah, kualitasburuk. Tetapi, untuk membeli yang baguskemahalan,”ujarnya.Menurut Kepala Biro Keuangan KemenkesAchmad Djohari untuk mencegahpenggelembungan anggaran di tempatrawan, seperti pengadaan barang danjasa, maka penyelenggaraannya dilakukanmelalui sistem elektronik unit layananpengadaan. ”Dulu pengadaan tersebar,sekarang terkoordinasi di SekretariatJenderal sehingga pengawasan lebihmudah,”katanya.Guna mencegah penyimpangan,Kemenkes selajutnya mencanangkanzona integritas (ZI) menuju wilayah bebaskorupsi (WBK). Zona integritas merupakanpredikat bagi kementerian yang pimpinandan jajarannya berniat dan berkomitmenmenciptakan birokrasi bersih danmelayani.Pada 18 Juli 2012, Menteri Kesehatan RI, dr.Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, menandatanganiPakta Integritas pada pencanangan ZonaIntegritas (ZI) sebagai komitmen untukmewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK)di lingkungan Kementerian Kesehatan.Penandatanganan disaksikan MenteriPendayagunaan Aparatur Negara &Reformasi Birokrasi, Azwar Abu Bakar;Wakil Ketua Ombudsman, Hj. Azlaini Agus;Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. AliGhufron Mukti, M.Sc, PhD; para PejabatEselon I dan II Kementerian Kesehatan dan15 Unit Pelaksana Teknis (UPT) VertikalKemenkes di 15 Provinsi di Indonesia.Menuju Perubahan yang Lebih BaikBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opiniWajar Dengan Pengecualian (WDP) atas laporankeuangan Kemenkes tahun 2011. Sebelumnya pada 2009 dan 2010, BPK memberikan opiniTidakMemberikan Pendapat (TMP) atau disclaimer.Kemenpan dan RB memberikan nilai CC atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) KementerianKesehatan tahun 2010. Nilai tersebut sama dengan tahun sebelumnya, namun nominalnya meningkatdari 58,09 menjadi 63,08.Pada tahun 2011, Survei Integritas yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)menempatkan Kemenkes pada urutan terbaik kedua dari seluruh Instansi Pusat dan nomor urutsembilan dari seluruh Instansi Pusat dan Daerah yang disurvei oleh KPK.Selanjutnya, sejak tahun 2010, Kemenkes telah memberlakukan sistem Layanan Pengadaan Barang danJasa Secara Elektronik (LPSE) dan mulai tahun 2012 telah dibentuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) padasetiap unit utama.Selain itu, Kemenkes telah membentuk Unit LayananTerpadu (ULT), yang memberikan pelayananatas: (a) Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi Alkes; (b) Registrasi Alkes dan PKRT; (c) RekomendasiSekolah Kesehatan; (d) Ethical Clearance Peneliti Kesehatan; (e) Informasi Registrasi Dokter/DokterGigi; (f) Rekomendasi PengobatanTradisional Asing; (g) Perizinan dan Akreditasi Rumah Sakit; dan (h)Pengaduan Masyarakat melalui Hot Line Service dan Email (PusatTanggap dan Respon Cepat).Registrasi on line dalam seleksi CPNS & dokter/dokter gigi/bidan PTT telah diberlakukan sejak tahun2007. Begitu pula dengan seleksi on line bagi Petugas Kesehatan Haji telah dilaksanakan sejak tahun2010.Kemenkes telah memberlakukan persyaratan wajib Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara(LHKPN) bagi pejabat Eselon I dan II serta Kuasa Pemegang Anggaran (KPA), Penyelenggara Kegatan (PK)dan Bendahara.Kemenkes juga telah membentuk Unit Pengelola Gratifikasi yang dituangkan dalam Peraturan MenteriKesehatan dan telah memiliki Road Map Reformasi Birokrasi yang dalam waktu tidak lama lagi akandilakukan penilaian oleh Kantor Kemenpan dan RB.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 21
  21. 21. “Saya berharap ini merupakan langkah awal dalammewujudkan aparatur Kementerian Kesehatanyang bersih dan melayani. Mewujudkan WilayahBebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah BirokrasiBersih dan Melayani (WBBM) bukanlah pekerjaanmudah,”ujar Menkes.Menurut Menkes, dalam pelaksanaannyadiperlukan perencanaan yang baik, terstruktur dantersistem, serta harus in line dengan sistem yangdikembangkan dan dilaksanakan secara Nasionaloleh Pemerintah Pusat.“Di samping itu, keberhasilan pembangunan ZonaIntegritas, sangat ditentukan oleh kapasitas dankualitas integritas masing-masing individu danintegritas dari organisasi. Kapasitas dan kualitasintegritas dari individu sangat menentukankapasitas dan kualitas integritas dari organisasidimana individu itu berada dan melakukankegiatannya,”jelas Menkes.Integritas individu adalah sikap mental, pikiran,dan tindakan yang selaras dengan nilai-nilai baikserta diyakini bermanfaat bagi dirinya sendiridan organisasi. Dalam integritas ini terkandungnilai-nilai kejujuran, loyalitas, komitmen, dan nilaiperbaikan, untuk selanjutnya diimplementasikandalam bentuk tindakan yang konkrit. Sementaraintegritas organisasi adalah kesatuan dariintegritas individu-individu yang ada di dalamorganisasi tersebut. (pra, gi)Pakta IntegritasPenandatanganan pakta integritas merupakan langkah awal dalam pembangunan zonaintegritas menuju wilayah bebas dari korupsi. Dalam hal ini, ada beberapa indikator mutlakyang harus dipenuhi oleh setiap instansi, antara lain minimal harusWDP, nilai LAKIP CC, telahmelaksanakan program anti korupsi dan lain-lain.Dengan sejumlah indikator yang telah dimiliki,Kementerian Kesehatan bisa menjadi wilayah bebas dari korupsi dalam waktu yang tidak terlalulama. Namun tentunya membutuhkan berbagai langkah yang konsisten dari segenap jajaranaparatur Kemenkes, terutama dari pimpinan.Saya mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, sepertipemberlakuan sistem LPSE, dan tahun ini telah dibentuk UKP pada setiap unit utama.(MenteriPAN dan RB - Azwar Abubakar).Pencanangan Pembangunan Zona Integritas yang dilaksanakan saat ini merupakan langkahawal yang diharapkan dapat menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat dankomitmen seluruh jajaran Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan  Wilayah Bebas dariKorupsi dan diharapkan dalam tempo yang tidak terlalu lama akan berkembang menjadiWilayahBirokrasi Bersih dan Melayani. (Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkes - Mustikowati)Pencanangan ZonaIntegritas menujuWilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah langkah awalyang baik sekali.Namun harus ditindaklanjuti dengan sosialisasi dan penjabaran lebih jelas agarlebih membumi.Jangan sampai ZI menujuWBK hanya menyentuh tingkat pejabat saja, tetapiidealnya semua aparatur negara. Berharap ZI menujuWBK bukan sebatas seremonial, namunmenjadi nilai dan spirit setiap PNS Kemenkes. Dan komitmen ini dapat terlaksana dengan baikjika disertai sistem remunerasi dan reward yang adil. (Kasubbag Humas Ditjen BUK – Anjari)Saya melihat banyak aspek positif dari pencanangan ZI/WBK. Pertama, sebagai momentum yangbaik dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kami, aparatur negara yang mampubekerja dengan integritas, professional, efektif dan efisien. Yang kedua, bagi saya pribadi bahwapendapatan yang saya terima  yang merupakan rizki yang berkah dan hallalanToyyibah. (StafPuskom Publik Kemenkes -Temmy)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM22
  22. 22. Produk izin bidang kesehatanmencapai 80% dari totalpelayanan, di Unit PelayananPerizinan Terpadu ( P2T), ProvinsiJawa Timur. Setiap tahun unit inimelayani rata-rata 25 ribu orang dari 17sektor layanan, satu di antaranya sektorkesehatan. P2T ini, telah memulai karyanyatahun 2005, sebelum terbitnya UU No.25tahun 2008, tentang Pelayanan Publik.Pemda Jawa Timur, telah menempuhkebijakan menyatukan seluruh perizinandalam satu unit, yang dipimpin kepalaUPT. Saat ini, UPT melayani 179 produkperizinan. Setiap pelanggan cukupmengambil kartu antrian, kemudianmendapat panggilan pelayanan, kuranglebih 15 menit selesai. Untuk memberipelayanan yang optimal, UPT hanyamelayani rata-rata 250 pelanggan, melaluipembatasan loket antrian.Seluruh pelayanan sudah menggunakanteknologi elektronik, demikian juga dalampenyimpanan dokumen. Praktis, cepat,Setiap ProdukIzin 15 Menit “Kelar”mudah, dan nyaman. Tak ada pungutan,selain yang telah ditetapkan dalamketentuan restribusi.Menurut Kepala UPT Jawa Timur, PungKarnantohadi, guna meningkatkankualitas dan jangkauan pelayanan, unitnyamelakukan jemput bola ke berbagaikabupaten di Jatim, bekerjasama denganDinas Kesehatan Kabupaten dan MajelisTenaga Kesehatan Indonesia ( MTKI)setempat.“Awalnya, proses pelayanan satu produk,membutuhkan waktu berbulan-bulanbaru selesai, sekarang hanya hitunganmenit, selesai. Kami memangkas birokrasi,tanpa mengurangi kualitas produk, yaknimengganti tanda tangan basah dengantanda tangan elektronik, untuk semuaperijinan,”ujar Pung.Menurut Pung, kecepatan pelayanan ini,merupakan pilihan gubernur. Setelahberdiskusi, ternyata gubernur memilihtanda tangan elektronik. Sehingga seluruhpelayanan izin, menggunakan tandatangan elektronik.Khusus perizinan kesehatan, terdapat 26jenis pelayanan. Mulai dari izin tenagakesehatan, rekomendasi perijinan rumahsakit pemerintah, swasta, PMA dan PMDN,serta izin produksi kosmetika, sertifikasiproduksi alat kesehatan, dll.Ke depan, seluruh proses perizinanakan didekatkan kepada masyarakat,khususnya di Kabupaten/Kota. UnitP2T akan membuat kerjasama denganunit terkait untuk melaksanakanpelayanan masyarakat di daerah. Untukmenjembatani kesulitan bertemu, rapatrutin, akan diterapkan dengan videoconferens.“Setiap produk izin sudah menggunakanbarkode, sehingga untuk meng-updatedata berikutnya, cukup memanfaatkanbarkode, kemudian menambah data yangdiperlukan. Semua sudah tersimpan secaraelektronik”, jelas Pung ( pra).EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 23
  23. 23. MEDIA UTAMAInstruksi Presiden nomor 5 tahun 2004 tentang PercepatanPemberantasan Korupsi belum dapat dilaksanakan secaraoptimal oleh seluruh Instansi Pemerintah di pusat dandaerah. Salah satu instruksi yang minim implementasinyaadalah kepada seluruh pimpinan instansi pemerintah pusat dandaerah untuk melaksanakan program wilayah bebas dari korupsi(WBK). Komitmen pemberantasan korupsi tersebut diwujudkandalam bentuk Zona Integritas (ZI) dalam lingkup K/L/Pemda,yang dicirikan dengan adanya program pencegahan korupsiyang konkrit sebagai bagian dari upaya percepatan RB danpeningkatan pelayanan publik disertai dengan sosialisasi danupaya penerapan program tersebut secara konsisten.Pada saat ini kita telah memasuki tahun ke-tiga pelaksanaanRPJMN II tahun 2010-2014, di mana Reformasi Birokrasi ditetapkansebagai prioritas pertama dari 11 prioritas pembangunan dalamRPJMN II. Penempatan Reformasi Birokrasi sebagai prioritaspertama mengandung makna bahwa keberhasilan 10 programRB untuk Birokrasi Bersih,Kompeten dan MelayaniMenciptakan zona kerja bebas dari KKN, birokrasi bersih, kompeten dan melayani,merupakan bagian integral dari Reformasi Birokrasi (RB). Saat ini Kementerian/lembaga sedang demam dengan RB. Nah, bagiamanakah implementasi RB diKementerian Kesehatan?pembangunan lainnya sangat tergantung kepada keberhasilanprogram Reformasi Birokrasi, yang bertujuan mewujudkanbirokrasi yang bersih, profesional, berintegritas tinggi, akuntabel,dan melayani. Makna tersebut seyogyanya sangat mudahdipahami, karena harus diakui bahwa peran birokrasi dalamimplementasi berbagai sektor pembangunan memang sangatbesar.Melalui implementasi Reformasi Birokrasi, diharapkan terjadiperubahan-perubahan yang positif dalam bidang kelembagaan,SDM aparatur, tata laksana, pengawasan, akuntabilitas aparatur,pelayanan publik dan budaya kerja bersamaan dengan penataanperaturan perundang-undangan yang terkait dengan masalahbirokrasi.Untuk mempercepat pencapaian tujuan reformasi birokrasi,Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan ReformasiBirokrasi telah menyusun 9 (sembilan) program percepatanInspektur Jendral Kementrian Kesehatan dr.Yudhi Prayudha Ishak Djuarsa, MPH bersama pejabat Kementrian PAN dan RB.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM24
  24. 24. reformasi birokrasi, meliputi: (1) Penataan Struktur Birokrasi; (2)Penataan Jumlah dan Distribusi PNS; (3) Sistem Seleksi CPNSdan Promosi PNS Secara Terbuka; (4) Profesionalisasi PNS; (5)Pengembangan Sistem Elektronik Pemerintahan (e-goverment); (6)Peningkatan Pelayanan Publik; (7) Peningkatan Transparansi danAkuntabilitas Aparatur; (8) Peningkatan Kesejahteraan PegawaiNegeri; (9) Efisiensi Penggunaan Fasilitas, Sarana dan PrasaranaKerja PNS.Pembangunan ZI Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi merupakanbagian dari salah satu Program Percepatan RB, yaitu; peningkatantransparansi dan akuntabilitas aparatur sebagai upayamewujudkan Birokrasi berintegritas tinggi.Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan ReformasiBirokrasi (kementerian PAN dan RB) menyusun PedomanPembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsidengan melibatkan pihak terkait yaitu Komisi PemberantasanKorupsi (KPK) dan Ombudsman RI (ORI); yang tertuang dalamPermenpan dan RB nomor 20 tahun 2012 tentang PedomanUmum Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebasdari Korupsi. Diharapkan, terbentuknya WBK pada berbagai K/L/Pemda akan mendorong percepatan pemberantasan korupsimelalui upaya yang bersifat pencegahan. Upaya ini diperlukanuntuk mempercepat pencapaian Indeks Persepsi Korupsi(IPK) Indonesia sehingga mencapai nilai 5,0 pada tahun 2014sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN II.PENGERTIAN1. ZONA INTEGRITAS (ZI) adalah sebutan atau predikat yangdiberikan kepada suatu K/L/Prov/Kab/Kota yang pimpinannyadan jajarannya mempunyai niat (komitmen) untuk mewujudkanbirokrasi yang bersih dan melayani;2. WILAYAH BEBAS dari KORUPSI (WBK) adalah sebutan ataupredikat yang diberikan kepada suatu unit kerja pada ZIyang memenuhi syarat indikator mutlak dan memperoleh hasilpenilaian indikator operasional di antara 80 dan 90;3. WILAYAH BIROKRASI BERSIH, KOMPETEN dan MELAYANI(WBBKM) adalah sebutan atau predikat yang diberikan kepadasuatu unit kerja pada ZI yang memenuhi syarat indikatormutlak dan memperoleh hasil penilaian indikator operasional 90atau lebih;KENAPA PERLU ZI, WBK DAN WBBM ?1. Pemberantasan korupsi harus dilakukan melaluiPENINDAKAN dan PENCEGAHAN èSINERGIS2. Keberhasilan upaya pencegahan korupsi selama ini kurangoptimal. Salah satu di antaranya adalah Program WilayahBebas dari Korupsi (WBK) sebagai bagian dari Inpres Nomor5 Tahun 2004 yang minim sekali implementasinya.3. Untuk mewujudkan WBK, perlu lebih dahulu dilakukanpembangunan Zona Integritas (ZI), yang didahului denganpernyataan komitmen bersama untuk tidak melakukantindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme melaluipenandatanganan dokumen pakta integritas.4. Pembangunan Unit Kerja Zona Integritas (ZI) diharapkandapat menjadi model pencegahan korupsi yang lebihefektif, karena pada Unit Kerja ZI inilah dilakukan berbagaiupaya pencegahan korupsi secara konkrit dan terpadu.Pada tanggal 18 Juli 2012 Kementerian Kesehatan melakukanPencangan Pembangunan ZI menuju WBK, yang merupakantindaklanjut dari penandatangan Dokumen Pakta Integritas yangsebelumnya telah dilaksanakan dan merupakan implementasiPeraturan Menteri PAN dan RB Nomor 20 Tahun 2012 tentangPembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi diLingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.Sampai saat ini sudah 27 Instansi yang telah melakukanpencanangan ZI , Kemkes adalah instansi ke-28.Integritas yang bermakna satunya kata dan perbuatan, sangatdipengaruhi oleh penerapan prinsip akuntabilitas dantransparansi sebagai bagian dari prinsip-prinsip tata kelolapemerintahan yang baik. Tidak ada integritas tanpa akuntabilitasdan transparansi, dan selanjutnya tidak ada pemerintahan yangbersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme tanpa integritas.Untuk membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dariKorupsi dalam rangka mencapai Wilayah Birokrasi Bersih danMelayani dalam upaya mewujudkan Negara Indonesia yangbersih, berintegritas dan bermartabat diperlukan komitmen parapimpinan dan kerjasama di semua jajaran Kemenkes.Konsep Pemberantasan Korupsi adalah: “Harus dimulai dari dirikita sendiri, mulai dari yang termudah dan dimulai sekarang”.Motonya adalah:”Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukankita, siapa lagi”. (Dyah)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 25
  25. 25. MEDIA UTAMAAkhir Juli 2012, terjadi pertemuan membahas panduanpelaksanaan jaminan kesehatan. Seorang teman,setelah mengamati laptop saya dari ujung ke ujung,berkata,“Sampean ini terlalu jujur.”Disebut terlalu jujur, saya kaget. Kemudian saya bertanya kepadateman tersebut dengan perasaan heran,”Ada apa tiba-tiba Andaberkata bahwa saya terlalu jujur?”Kemudian teman itu menunjuk stiker barang milik negara yangmenempel pada pinggir layar monitor laptop.“Tempel saja stikeritu di bawah, jadi nggak mencolok,”kata teman itu, mengakhiriobrolan ringan sebelum acara dimulai.Untuk menjelaskan komentar teman di atas, tentang stikerbarang milik negara, kemudian pemakainya diberi predikatMenemukanterlalu jujur, tentu tidak tepat. Mengapa? Ada beberapa argumen.Pertama; saya juga manusia biasa yang banyak khilaf dan salah.Kadang juga berdusta, dengan kadar tertentu, sengaja atau tidaksengaja.Kedua; stiker“barang milik negara”pada layar laptop, sudahada sejak sebelum laptop saya pegang. Jadi, saya hanyamenggunakan laptop itu apa adanya. Saya juga merasa takharus memindahkan atau membuang stiker tersebut. Jadi,kalau dikatakan terlalu jujur, tentu orang yang menempel stikertersebut yang pantas disebut terlalu jujur. Bukan saya.Ketiga; menggunakan istilah terlalu jujur, sepertinya ada gradasijujur. Mulai dari tidak jujur, kurang jujur, kadang-kadang jujur,selalu jujur, dan terlalu jujur. Jadi menurut gradasi kejujuranKejujuranEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM26
  26. 26. ini, terlalu jujur mempunyai tingkatan paling tinggi. Nah, yangmenjadi soal adalah bagaimana mengukur gradasi jujur ini. pastisulit mengukur dan membedakannya.Keempat; menurut sudut pandang dialog kejujuran di atas,sifat jujur seseorang dapat terlihat dari perilaku sehari-hariyang sederhana. Mulai dari tutur kata, sikap, dan tindakan.Keberanian menempel stiker barang milik negara pada barangyang digunakan, merupakan ciri dari sebagian perilaku jujur. Jugakeberanian menempel kendaraan dinas dengan stiker“Kendaraanini tidak menggunakan BBM bersubsidi”.Jujur, merupakan nilai universal. Siapapun mencintai perilakujujur, apalagi diperlakukan dengan jujur. Walaupun seseorangtersebut, dirinya sulit berlaku jujur. Ia tetap mencintai perilakujujur. Berkaca dari kenyataan ini, sifat jujur dapat disemai danditumbuh-suburkan dalam diri seseorang atau komunitastertentu. Sekali pun seseorang atau komunitas tersebut sudahterbiasa tidak jujur, bahkan bangga dengan ketidakjujurannya.Sebab, tidak jujur itu membohongi diri sendiri. Sebarapa kuatseseorang akan bertahan untuk terus berbohong kepada dirinyasendiri?Memang, menyemai sifat jujur itu sulit, bahkan sesulitmeneggakkan benah basah. Karena sulit itulah, maka tidak bolehmerasa bosan, apalagi berhenti menyemai benih-benih kejujuran.Kita harus menyemai banyak benih kejujuran dalam lahan yanggembur dan subur. Mungkin, walau lahannya sudah subur,tetap sedikit yang tumbuh, karena terlalu banyak hama yangmengerogoti benih kejujuran itu.Agar benih tetap tumbuh dan subur, maka tugas utamanyaada tiga. Pertama; menyiapkan benih dan lahan yang suburdan gembur. Jujur, adalah sebaik-baik benih nilai universal.Sebab, jujur akan menjadi pintu pembuka bagi banyak kebaikanberikutnya. Sebaliknya, tanpa kejujuran, akan metutup semuapintu kebaikan. Kemudian yang akan terjadi, keburukan dankeburukan.Sementara lahan yang subur, yakni kesiapan mental untukmenanggung risiko dari sifat jujur. Sebab, risiko jujur ada yangpositif dan negatif. Risiko positif, orang akan mengapresiasikejujurannya. Sedangkan risiko negatif, sebagian orang yangdirugikan akan membenci, bahkan memusuhi. Bagi yang berlahansubur, Ia akan tetap sabar menghadapi seluruh caci maki dantidak lupa diri ketika dipuji.Kedua; mengenali hama yang mengancam sifat jujur, yaknitidak ikhlas. Kemudian merambat pada keinginan untukmemperoleh puja-puji, harta, tahta, wanita, dan popularitas.Keinginan yang kuat untuk mendapat ini semua, akanmendorong seseorang bekerja keras, untuk memperolehnya.Tapi, jika hilang keikhlasanya, ia akan menggunakan segala carauntuk memperolehnya. Untuk itu, sifat ikhlas harus mendasariseluruh kegiatan dari awal sampai akhir, sehingga tidak terjadipenyimpangan dari tujuan maupun cara.Ketiga; merawat, memupuk, dan memagari benih kejujuran yangsedang tumbuh dari berbagai gulma di sekitarnya. Bagimanacaranya?. Sirami, pupuk, rawat, dan pagari benih dengannasehat, sehingga tumbuh subur dan semakin kuat. Untuk ituberinteraksilah dengan siapa saja yang bersedia memberi nasehat.Sehingga saling menguatkan dalam kejujuran dan kebaikan.Bila demikian, maka tak disadari jujur akan menjadi kebiasaanyang mudah dan menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari,baik sendiri maupun dalam komunitas. Sehingga, jujur menjadinilai bersama yang terstandar, untuk siapa saja dan kapan saja.Pertanyaannya, sudahkah menemukan kejujuran bersemayamdalam diri kita? (Pra)  EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 27
  27. 27. Tanda tangan elektronik pejabat berwenangmenyebabkan birokrasi sangat ringkas. Pelayanan publikmenjadi mudah, murah, dan cepat. Bukti ini telah dialamiPusat Pelayanan Terpadu Pemda Provinsi Jawa Timur.Awalanya, mengurus izin memakan waktu penyelesaian bulanan,kini setelah berkas lengkap hanya 15 menit, selesai. Indah benar!Ada setumpuk pekerjaan rumah untuk mewujudkan reformasibirokrasi di Kementerian dan Lembaga, yakni“Birokrasi yangbirokratis”. Sejatinya, birokrasi disusun untuk memudahkan danmempercepat pelayanan publik. Tapi, fakta di lapangan justrusebaliknya. Lelet!Untuk itu, di antara keberhasilan reformasi birokrasi adalah bilamasyarakat mendapat pelayanan yang mudah dan cepat. Nah,apa faktor yang menjadi penghambat penyelesaian administrasiini? Di antaranya; tanda tangan basah pejabat berwenang. Hal inidiakui sendiri oleh Bambang Wahyudi, SKM,MM Kepala Balai BesarTeknik Kesling dan PPM (BTKL) Surabaya, awal September 2012lalu.Menurut Bambang Wahyudi, proses pemeriksaan dan perizinan,sudah sesuai dengan SOP, apalagi pemeriksaan sampel, darisegi waktu tidak boleh meleset sedikit pun. Semua sudah adaketentuannya. Sebab kalau tidak sesuai dengan waktu yangditentukan, hasil pemeriksaan menjadi tidak valid. Hal ini jugadiakui oleh para pekerja di Lab BTKL tersebut.Masalahnya, setelah hasil pemeriksaan selesai, dan hasil jugasudah diperoleh, masih ada kewajiban: yaitu menyalin angka-angka hasil pemeriksaan ke dalam format tertentu. Setelah itudilakukan verifikasi dan penandatangan pejabat berwenang. Lalu,dokumen perizinan tadi disampaikan kepada masyarakat ataupelanggan yang membutuhkan.Proses menyalin, verifikasi, dan tanda tangan ini jauh lebih lamadari proses pemeriksaan sampel. Mungkin, bisa 2 atau 3 kali lipatwaktu pemeriksaan. Jadi, lamanya waktu yang dibutuhkan izinkeluar semata karena faktor administrasi, bukan faktor teknis.Nah, birokrasi, seharusnya dibuat untuk meringkas proses yangpanjang dan berbelit ini.Karena proses menyalin, verifikasi dan tanda tangan tidak akanmengubah validitas hasil pemeriksaan, mengakibatkan birokrasicenderung santai. Tidak berusaha untuk segera menyelesaikandalam tempo secepat-cepatnya. Banyak alasan klasik yangdikemukakan seperti; SDM terbatas, sarana kurang memadai, danbanyaknya pelanggan yang harus dilayani.Khusus pejabat berwenang yang menandatangani, lain lagialasannya:“pokoknya”harus tanda tangan basah dari pejabatyang bersangkutan. Sementara pejabat birokrasi, tidak dapatdipastikan keberadaannya di kantor pelayanan publik. Bahkansering ke luar kota untuk acara pertemuan, pelatihan, danmemberi arahan pada acara tertentu. Bila ini terjadi, maka urusantanda tangan basah ini dapat menanti berhari-hari, bahkanmingguan, baru selesai.Ketika diajukan usulan agar tanda tangan basah diganti dengantanda tangan elektronik, banyak alasan penolakan yangdikemukakan. Dan alasan yang paling akhir“pokoknya”. Padahal,badan publik dapat belajar seperti yang dilakukan P2T JawaTimur.“Kami, menerapkan seluruh perizinan tanda tangan pejabatberwenang menggunakan tanda tangan elektronik, sepertihalnya di pelayanan publik Samsat. Begitu kemamuan gubernurdalam pelayanan publik,”ujar Pung Karnantohadi, Kepala P2TJawa Timur.Birokrasi“lelet”, memang masih menjadi pegangan, meski tak lagipopuler. Tapi, itu harus segera direformasi sebagaimana semangatreformasi birokrasi di berbagai kementerian dan lembaga.Bagimana caranya? Pertama; pangkas!. Pemangkasan ini dapatmenggunakan teknologi dalam pelayanan. Semua produk serbaelektronik. Mulai dari kirim dokumen, verifikasi, dan tanda tangan.Bila ini dapat ditegakkan, maka pelayanan akan lebih ringkas,mudah, cepat dan akurat.Kedua; penguatan SDM dengan melatih sebagai pelayan yangbaik. Peduli kepada pelanggan, mengutamakan kepuasanpelanggan, dengan berbagai cara sesuai SOP yang telahditetapkan. Di samping menguasai product knowledge, juga harusmampu melayani pelanggan secara baik pula.Ketiga; penguatan sarana dan prasarana. Baik perangkat lunakmaupun perangkat keras. Sebab, kemampuan SDM harus diikutisarana dan prasana yang mencukupi. Sehingga dapat memberipelayanan yang optimal. (Pra)PangkasLeletBirokrasiMEDIA UTAMABambangWahyudi, SKM,MMKepala Balai BesarTeknik Keslingdan PPM (BTKL) SurabayaEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM28
  28. 28. Ya...Allah, tunjukkan kepada kami yang benar itubenar, dan berikan kekuatan untuk melaksanakan.Tunjukkan pada kami yang salah itu salah, danberi kekuatan untuk menghindarinya. Ya...Allahyang maha Kuasa, berikan kekuatan kepada kamiuntuk mampu mengatakan tidak pada Korupsi.Begitulah kira-kira doa yang akan saya baca dalampertemuan nasional kesehatan, 7 tahun yang lalu, diYogyakarta. Hanya saja, sebelum waktu membacakandoa, panitia meminta teks doa tersebut. Dengan rasakaget panitia, mengatakan“ wah jangan begini doanya,ada kata korupsi segala”,ujarnya. Kemudian panitia mengeditnaskah doa yang ada kata-kata korupsi.Ada rasa sedih, malu dan merasa tak berdaya untuk menegakkankebenaran, integritas dan kejujuran, walau hanya melalui doa.Pada waktu berikutnya, saya tak pernah membuat teks doa,bila diminta untuk memimpin doa. Untuk apa ? agar tidak perluada yang diedit. Bila ada pendengar yang tertarik dengan doayang saya sampaikan, setelah doa, Ia meminta naskahnya. Sayakatakan, hanya coretan beberapa kata.“ Ini naskahnya bilaberminat. Mereka berkata; bukankah tadi doanya panjang ? Ya..betul, tapi tidak saya tulis, langsung diucapkan saja, jawabku.Itu dulu.....!, ketika belum mengenal istilah zona integritas (ZI),reformasi birokrasi, KPK, Pengadilan Tipikor, ICW dan lembagapendukung pemberantas KKN lainnya.Bagaimana sekarang ?Zaman memang telah berubah, manusia juga terus belajar,memahami dan bergerak ke arah yang lebih baik. Ketika itu,orang jujur, tidak manipulatif dan berusaha tidak korupsi,dianggap mahluk aneh“sok bersih, suci”dan seabrek predikatmiring. Kemudian orang-orang“aneh”ini dikucilkan dari berbagaikegiatan yang“aneh-aneh”. Sekali lagi, itu dulu, ketika masih zonakorupsi (ZK) lebih dominan.Sekarang, zona korupsi telah mulai terkikis pelan-pelan. Sebagiansudah berganti dengan zona integritas (ZI), yakni sebuahKementerian/lembaga , yang para pemimpimnya“berniat”tidakmelakukan korupsi. Tentu, sulit melihat kesungguhan niat ini.Tapi paling tidak, aura kearah lebih baik terlihat dari komitmenmenandatangani fakta integritas. Secara kasat mata terlihatgairah untuk tidak melakukan korupsi. Walau penandatangan inijuga belum jaminan tidak melakukan korupsi, dikemudian hari.Tapi, saat ini sebaiknya tetap optimis dan tak perlu buruk sangkaterhadap upaya membentuk ZI.Zona integritas, menjadi pintu masuk membentuk wilayah bebaskorupsi (WBK). Apa WBK itu ? Yakni satuan kerja dalam zonaintegritas tidak ada korupsi. Baik korupsi anggaran, waktu danbarang milik negara. Terbebas dari perilaku manipulatif, gratifikasi“hadiah, uang lelah, jasa, dll”dari pihak lain yang terikat langsungatau tidak langsung dengan pekerjaan satuan kerja yangbersangkutan. Mungkinkah...?WBK sangat mungkin lahir dalam salah satu zona integritas,asalkan ada kemauan pimpinan untuk mewujudkannya danberkelanjutan. Pemimpin memimpin sendiri upaya tersebut. Iamenjadi lokomotif dan sekaligus teladan membentuk individu–individu berintegritas. Secara bertahap Ia menanamkan sikapmental, pikiran dan tindakan yang selaras dengan nilai-nilai baik,yang diyakini bermanfaat bagi dirinya sendiri dan organisasi.Dalam integritas ini terkandung nilai-nilai kejujuran,loyalitas, komitmen dan nilai perbaikan, untuk selanjutnyadiimplementasikan dalam tindakan nyata di lingkungan kerja.Sementara integritas organisasi adalah kesatuan dari integritasindividu-individu yang ada dalam lingkungan organisasi tersebut.Masa mendatangZI, WBK dan gelombang reformasi birokrasi, tampaknya akanterus bergerak menuju arah yang dicita-citakan. Mengapa ?, selaintuntutan publik yang sangat kuat akan hadirnya birokrasi yangbersih dan melayani, juga tabiat manusia yang ingin berubahmenjadi lebih baik. Hidup tenang, produktif dan melayani. Hah...melayani ? Ya....!Budaya melayani akan menjadi trend masa depan. Pemimpinadalah pelayanan. Siapa yang mau jadi pemimpin, Ia telahteruji melayani terlebih dahulu. Masyarakat akan mengangkatsecara formal atau non formal, siapa saja yang mampu memberipelayanan dengan baik. Bila tidak kompeten memberi pelayananakan mendapat tekanan berat dari publik.Jadi, bersih dan melayani itu kebutuhan, bukan tugas, kewajibanatau tanggung jawab. Bersih dan melayani akan menjadi dua sisidari mata uang. Ia tak terpisahkan. Kedepan, orang yang bersihdan melayani sudah biasa. Mereka akan berperan besar dalambirokrasi, sebab sebagian besar orang-orangnya bersih danmelayani. Sementara orang“kotor”akan tersisih dan tidak dipakaidalam birokrasi. Sebab, zona korupsi telah berganti dengan zonaintegritas dan wilayah bebas korupsi. Wallau’alam.ZONA KORUPSI:Dulu, Kini dan Masa MendatangOleh: PrawitoEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 29
  29. 29. Bekerja itu kehormatan. Maka, kehormatan itu harusdijaga, demi kehormatan diri dan keluarga. Selain itu,bekerja bukan semata-mata mencari uang, tapi bagiandari ibadah, sehingga dalam bekerja ada aturan, etika,dan moralitas yang harus selalu dijunjung tinggi.MEDIA UTAMAEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM30
  30. 30. Himbauan soal memahami hakekat bekerja ini menjadibagian dari upaya membentuk zona integritas di DinasKesehatan Jatim.“Bayangkan...! Para pekerja yang menjadi kader posnyandu.Mereka terus bekerja untuk masyarakat. Tak ada gaji, apalagikenaikan gaji berkala dan instensif. Tapi mereka tetap bekerjadengan suka hati,”begitu ajakan Kadinkes Jatim, dr.Budi Rahajukepada seluruh karyawannya, untuk memaknai kerja sebagai PNS.Salah satu upaya menjaga kehormatan para pekerja, DinasKesehatan Provinsi Jawa Timur, telah melakukan kerjasamadengan BPKP. Dua lembaga ini telah bergerak dari hulu melakukanpencegahan. Kami tidak ingin seperti“pemadam kebakaran”, yangbergerak setelah ada kasus. Tapi, kami ingin sebelum ada kasus,kami sudah melakukan pencegahan. Sehingga, dalam segala haltidak menimbulkan penyimpangan di kemudian hari, seperti KKN.Bahkan, saat ini kami sudah melakukan kerjasama dengan Kejatiuntuk memberi pendampingan dalam bidang perdata. Begitudiucapkan dr Budi Rahaju di Surabaya.Lebih lanjut dr. Budi menjelaskan, dengan kerjasama dualembaga ini, kami dapat melakukan konsultasi terkait regulasidan berbagai persoalan tentang kebijakan dengan Biro Hukumdan Badan Pengelola Anggaran Daerah (BPKAD).“Kami sangatintens melakukan pertemuan dengan banyak UPT, sehinggatidak terjadi persepsi yang salah dalam implementasi kebijakanatau ketentuan yang berlaku. Sebagai unit teknis kesehatan,terkadang kurang memahami bahasa hukum atau keuangan.Dengan adanya konsultasi ini dapat memberi kepastian dalamimplementasinya,”ujar dr.Budi.Menurut Kadinkes, saat ini mereka sedang membentuk SistemPengawasan Internal (SPI). Khusus, terkait dengan pelayananpublik, Gubernur mempunyai kebijakan memadukan seluruhpelayanan publik dalam satu atap dalam Pusat Pelayanan Terpadu(P2T). Unit teknis hanya memberikan persyaratan dan biaya yangdikeluarkan masyarakat.“Melalui pelayanan terpadu ini, prosesperizinan tenaga kesehatan lebih cepat, mudah, dan ringkas.Masyarakat dapat secara pasti mengetahui kapan selesai danberapa besar biaya yang dikeluarkan sejak awal secara transparan,”kata Kadinkes Provinsi Jatim ini.Untuk izin-izin yang dikeluarkan oleh Daerah, maka prosesnyacukup di P2T saja, selesai. Demikian juga bila terkait denganrekomendasi izin yang akan di bawa ke pusat, semua prosesdikerjakan secara cepat.“Khusus pelayanan publik kesehatan seperti yang dilaksanakanrumah sakit, secara struktur, langsung di bawah gubernur. SepertiRS Sutomo, RS Syaiful Anwar, RS Haji, RS Sudono dan RS JiwaMenur. Mereka telah menerapkan sistem pelayanan publik dankeuangan yang baik. Dengan penerapan sistem tersebut, ProvinsiJawa Timur mendapat predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP) dua kali berturut-turut,”ujar dr. Budi.Sebenarnya, Dinas Kesehatan sudah mendapat sertifikat ISO:9001: 2008. Tapi, ISO itu hanya bersifat administrasi. Padahal,banyak program kesehatan yang tidak dapat diselesaikan denganadminitrasi. Untuk itu, harus menggunakan instrumen-instrumenmanajemen program kesehatan. Dalam hal pengawasan programini, Gubernur mempunyai forum ajang“wadul”melalui siaranTVRI. Masyarakat bebas memberi masukan dan bertanya tentangprogram apa saja. Kemudian Gubernur atau pejabat SKPD (SatuanKerja Pemerintah Daerah) terkait akan memberi jawaban.“Ada juga ngopi bareng gubernur yang disiarkan melalui SCTV,yang diberi nama ngobrol pinter. Gubernur memberi pengantarpada acara tersebut, kemudian dilanjutkan oleh SKPD tertentuuntuk berkomunikasi dengan masyarakat. Dialog ini tidak hanyaterbatas pada satu topik, tapi banyak topik,”ujar Kadines.Menurut Kadinkes, ke depan akan lebih tegas lagi, sesuaidenga SOP, baik yang terkait teknis atau administratif. Secarakedisiplinan, kita sudah melaksanakan apel pagi dan sore, dengantingkat kehadiran 95%. Memang masih ada kelemahan, walaupagi-sore apel, tapi ditengahnya agak sulit mengontrolnya. Kamitetap kami memberi pembinaan dan pengarahan saat apel. (Pra)dr. Budi RahajuBekerja itukehormatanEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 31
  31. 31. MEDIA UTAMAMEDIA UTAMAFaktanya, siapa pun yang matitak akan membawa hartake akhirat. Banyak orang tuaberharta, begitu meninggal, anakbertengkar berebut harta. Ternyata, hartabisa membawa malapetaka. Sebagaidirektur yang tak lagi muda, saya inginmengabdikan diri, sebesar-besarnya agarbermanfaat bagi banyak orang. Terhindardari perbuatan menyimpang. Amanah inisangat berat pertanggung jawabannya,dunia-akhirat. Maka, saya selalu berdoa,agar diberi kekuatan, kesabaran, danbimbingan, agar tetap berjalan, mengaliristiqomah pada jalan yang benar, sertamenjadikan Poltekkes Surabaya bersih danbermartabat.Kalimat di atas adalah ungkapan danharapan penuh makna dari BambangGuruh Irianto, Direktur PoliteknikKesehatan ( Poltekkes) Surabaya kepadamediakom, 12 September 2012.Keinginan besar itu, Ia tuangkan dalamMotto: PAS di poltekkes. Profesionalmodalku, Anda puas tujuanku, dansejahtera tekadku. Untuk mewujudkanmotto tersebut, Poltekkes telah menyusunSOP pelayanan kepada mahasiswa danmelaksanakan ISO 9001: 2008 untukmanajemen pelayanan publik dan IWA-2:2007 untuk proses belajar mengajar.PoltekkesBersihBermartabat& Keduanya mulai dilaksanakan sejak tahun2011, ujar Bambang.“Dengan adanya sertifikasi IWA ini, kamimemastikan setiap mahasiswa mendapatpelayanan dosen wali secara efektif.Meraka akan mendapat bimbingan dosenlebih sering. Bukan hanya saat mengambilKRS (Kartu kridit semester) saja. Tapi,terkait dengan hambatan akademis danadministrasi, dapat terdeteksi lebih awal.Dengan demikian, mahasiswa segeradapat solusinya,”tambah Direktur.Menurut Hadi Suryanto, selaku PembantuDirektur II, untuk mendisiplinkankaryawan, pihaknya telah melakukanabsensi dengan fingger print ketikamasuk pukul 07.30 dan pulang pukul15.30. Apabila ada karyawan yang datangdan pulang tidak tepat waktu, makawaktu keterlambatan akan diakumulasi.Bila mencapai 7,5 jam, dianggap tidakmasuk kerja satu hari. Bila ini terjadi,maka yang bersangkutan akan dipotonguang makannya Rp 25.000,-/hari.“Ternyata, pemotongan uang makan,akibat keterlambatan masuk kerja, telahmendorong karyawan lebih disiplin masukkerja,”ujar Hadi.“Dengan penerapan kebijakan ini,awalnya ada resistensi dari sebagiankaryawan, sampai mengirim surat kaleng.Tapi, seiring dengan perjalanan waktu,sosialisasi yang berkelanjutan, karyawanmenjadi semakin paham. Sehinggakaryawan menjadi semakin tepat datangdan tepat pulang,”tutur HadiPoltekkes Surabaya, memiliki 13 programstudi yang tersebar di seluruh wilayahJawa Timur. Memang, dengan kondisi yangberjauhan tempatnya, agak berpengaruhpada mobilitas dosen. Apalagikendala kemacetan Surabaya juga ikutmempengaruhi. Belum lagi finger printbelum terkoneksi secara online di seluruhjurusan. Sehingga, dosen yang berabsendi rektorat di jalan Menur, bila harusmengajar di jurusan lain di luar komplekjalan menur, tidak sempat melakukanabsensi terlebih dahulu.“Solusinya,para dosen memberitahu kepada pihakadmin, bahwa pagi-pagi tersebut yangbersangkutan mengajar di luar. Hal ini jugadiperkuat dengan menyerahkan jadwalmengajar kepada petugas absen, padaawal ajaran baru,”ujar Hadi.Untuk memantau kedisiplinankaryawan, sejak Juni 2012, institusi telahmembagikan buku catatan harian. Jadi,karyawan setiap hari kerja harus menulisapa yang dikerjakan. Melalui catatantersebut, institusi dapat mengetahui apaDirektur Poltekkes Surabaya Bambang Guruh IriantoEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM32
  32. 32. yang dikerjakan setiap harinya.“Hal inidilakukan untuk membiasakan karyawanmencatat kinerjanya sendiri. Sebab,ke depan, remunerasi akan diberikanberdasarkan kinerjanya. Oleh sebab itu,kinerja harus terdokumentasi. Rencana,evaluasi catatan harian ini akan dievaluasisetiap tiga bulan,”ujar Pudir II ini.Menurut Hadi, khusus, pengadaan barangdan jasa di atas Rp100 juta, poltekkesselalu menyelenggarakan lelang.Bahkan melalui LPSE. Hal ini dilakukanguna memenuhi azas keterbukaan danakuntabilitas publik.“Kami sangat berhati-hati dalam pengadaan barang dan jasa ini.Tidak ingin ada kesalahan dalam masalahteknis maupun administrasi. Sehingga,pengadaan betul-betul, tepat aturan, tepatguna dan tepat harga yang kompetitif ,”kata Hadi menegaskan.Menurut Bambang, guna menjaminkesinambungan mutu pelayanan,Poltekkes telah melakukan 2 kali auditinternal dan 1 kali audit eksternal.Berdasarkan hasil evaluasi, setelahmenerapkan ISO dan IWA, telahmendongkrak indek prestasi mahasiswa(IPM) rata-rata 2,75 di atas rata-rataminimal 2,50. Di samping itu, jugatelah mendorong kinerja dosen untukmendapatkan sertifikasi dosen. Saat inisudah mencapai 75% dosen bersertifikasi.Bagi dosen yang sudah bersertifikasi akanmendapatkan tunjangan sertifikasi dosen,besarannya 1 kali gaji pokok/ bulan.Kepuasan pelangganBerdasarkan hasil survey kepuasanpelanggan, Desember 2011 oleh timsurvey dari PT Galore Indonesia menurutpelanggan internal: mutu pelayananBaik, dengan nilai 67,651. Dari seluruhunsur penilaian, keaman pelayananmempunyai nilai tertinggi dan prosedurpelayanan mempunyai nilai terendah,mungkin masih birokratis, belum tepatwaktu. Sedangkan menurut pelangganeksternal: mutu pelayanan Baik, dengannilai 76,858. Dari seluruh unsur penilaian,kejujuran mendapat nilai tertinggi, sedangkemampuan inisiatif/prakarsa mendapatnilai terendah.Sampel pelanggan internal terdiri darimahasiswa semua jurusan 60%, dosen20% dan karyawan 20%. Sedangkanpelanggan eksternal, ditetapkan 130responden terpilih dari jumlah populasipengguna lulusan yang tersebar di 63instansi, 14 kota di Jawa Timur, baikinstansi pemerintah maupun swasta.Harapan ke depanMenurut Direktur, Poltekkes menadapatopini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP), yang sebenarnya. Bukanhanya sertifikatnya, tapi WTP yangterimplementasi di lapangan dan terasaperbaikannya bagi pelanggan. Hal inidimulai dari mengubah cara berfikirSDM-nya. Memiliki layanan tarif yangterintegrasi secara on line satu pintu.Mahasiswa membayar melalui bank,kemudian dapat melihat di web. Semuatransparan, tidak ada pungutan-pungutan,kecuali yang sudah tertera dalam websidePoltekkes.Sekarang, seluruh pengadaan, pembuatanjaket, pengadaan makan mahasiswa,semua satu pintu, yakni lelang melaluiLPSE. Terus terang, tahun 2012, merupakantahun terberat. Karena jurusan, tidakmendapatkan kewenangan yang selamaini dikerjakan. Tapi, dalam rangkamenuju bebas KKN, ketetapan ini harusditegakkan.Berhubung, Poltekkes ini sudah menjadiBadan Layanan Umum ( BLU), yangmempunyai fungsi mensejahterakankaryawan, insya Allah akan ada waktunya.Sabar, menunggu proses berikutnya.Sebagai perbandingan, Bina UpayaKesehatan dengan Rumah sakit sebagaiBLU, dapat menggunakan 40% daripendapatannya untuk kesejahteraandan pengembangan pelayanan. Untukitu, kami berharap Badan PPSDM segeramembuat pedomannya, sebagai payunghukum BLU.Dengan demikian, kita dapat menujuWilayah Bebas Korupsi dan melayanipelanggan dengan sepenuh hati.Karyawan senang dan sejahtera,pelanggan merasa puas denganpelayanannya.“Sungguh, kebahagiaandan kepuasan tersendiri, bila seluruhlulusan poltekkes bekerja, berkaryauntuk masyarakat. Bahkan, saat ini70% karyawan RS Sutomo, berasal daripoltekkes,”ujar Direktur.Poltekkes yang memiliki 12 program studi/jurusan ini, terus mengeliat memperbaikidiri, untuk mencapai cita-cita tertinggi,yakni“semua lulusan poltekkes Surabayadapat bekerja, berkarya untuk kesehatanmasyarakat Indonesia. Bagi saya, prestasiini lebih membahagiakan dan tak ternilaiharganya,”kata doktor lulusan S.3 IlmuKedokteran Unair Surabaya ini, mengakhiripembicaraan. ( pra)Hadi Suryanto, Pembantu Direktur II, Poltekkes, Surabaya.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 33
  33. 33. MEDIA UTAMANasir, guru SMA Swasta di Jakarta,pusing tujuh keliling. Amran, anakpertama yang masih duduk kelastiga SD terbiasa mengambil uangmiliknya. Mulut sudah berbusamemberi nasehat, tapi kejadianberulang tetap terjadi. Uang dalamdompet, kantong celana, baju atautas sekolah, selalu berkurang. Walau,dari segi jumlah tidak banyak, masihdibawah lima ribu rupiah.“ Bukanbesarannya, yang jadi masalah, tapikebiasaan buruk itu yang meresahkan”ujarnya dengan nada sedih.Untuk menghentikan kebiasaanburuk Amran, Nasir mengajak anaknyanaik sepeda motor, kurang lebih limakilometer, kemudian di tinggal ditempatitu.Ternyata, Amran pulang sendiri jalankaki, menuju rumah dengan raut wajahdingin.“ Amran, tidak tampak sedih ataumarah, seperti tak ada masalah”, kataNasir menceritakan hasil pengamatan darikejauhan.Setelah itu, Nasir semakin bingung,karena kebiasaan buruk tidak berkurang.Repotnya, semua perbuatan mengambiluang itu, dibantah. Walau jelas-jelas adabukti dan ketangkap tangan. Amran, tetapmengatakan tidak mengambil, denganberbagai alasan yang tak masuk akal.Dengan cara hukuman, tak mendapathasil. Nasir merubah pembinaannyadengan cara yang lembut. Ketika,kehilangan, Ia memanggil anaknya baik-baik. Mengobrol santai. Memberikanpujian dan menghadiahkan denganbarang atau makanan yang menjadikesukaan Amran. Setelah suasanaKejujuranBangsangobrol nyaman, Nasir dengan nadadatar, apakah Amran pernah mengambiluang ayah ? Bila mau berkata jujur, nantiakan ditambah lagi hadiahnya.“Ternyata,Amran dengan penuh semangatmenjelaskan sebagian besar peristiwamengambil uang milik ayah, ibu dankeluarga dirumahnya”, ujar Nasir.Menurut Nasir, fase berikutnya, Diabenar-benar menambah hadiah untukAmran apa yang telah dijanjikan ataskejujurannya. Kemudian, Nasir terusmenambah kedekatan interaksi dengansesering mungkin ngobrol. Saat itulahmasuk nasehat, apresiasi dan penjelasanbahayanya bila tidak jujur. Bahkanmengingatkan, bila berhenti mengambiluang tanpa izin, akan menambahhadiahnya lagi.Seiring berjalannya waktu, setelah duatahun lebih melakukan pembinaan, Amrantak lagi mengambil uang tanpa izin. Iaselalu berterus terang meminta uangkepada orang tua, bila membutuhkanuntuk keperluan tertentu.“ Saya benar-benar bersyukur, atas bimbinganNya,Amran dapat berhenti dari kebiasaanburuk mengambil uang tanpa izin.Bahkan bukan hanya urusan uang, tapimasalah lainpun juga mau jujur”, ujar Nasirbergembira.Sekolah kejujuranKoran Buana Mandiri (KBM),menyampaikan dari 617 kantin kejujurandi Kota Bekasi yang diresmikan WakilJaksa Agung Muchtar Arifin pada Oktober2008, tinggal 20 persen yang tetap eksis.Sebanyak 80 persen tutup akibat bangkrutkarena ketidakjujuran pembeli.KANTIN KEJUJURANEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM34
  34. 34. Kini, kantin itu tinggal sebagian saja.Padahal sejak diresmikan hingga sekarang,belum ada evaluasi terhadap peningkatankantin kejujuran pada setiap sekolah.Program itu bagus dan baik, tapi kalautidak ada tindak lanjut percuma, buang-buang tenaga dan biaya. Selayaknya adaevaluasi, sejauh mana kemajuan dankejujuran para anak didik.Program kantin kejujuran, diterapkan dimasing-masing satuan pendidikan dari SDhingga pendidikan menengah, awalnyamenggebu-gebu. Tetapi berselang 3-6bulan, tutup alias bangkrut, karena siswakurang kejujuran atau ketidakmengertian,sebab awalnya tidak ada sosialisasikhususnya di kalangan murid sekolahdasar. Akhirnya, pengelola lebih baikmentutup kantin daripada bangkrut.Alasannya, murid-murid asal main ambilsaja dan tidak bayar.Belajar dari kasus di atas, pelajaranmenanamkan kejujuran pada anak, sangatsulit. Perlu proses yang panjang, programyang bagus dan berkesinambungan.Menanamkan kejujuran, memang lebihsulit daripada memahamkan anak baca,tulis dan hitung. Untuk itu, menanamkankejujuran pada anak, tidak bisa instan,langsung kelihatan hasilnya.Kesulitan, sudah menjadi risiko dalammenanamkan nilai kejujuran. Tapi,kesulitan yang menghadang tidak bolehmenjadi putus asa, kapok, takut rugi ataubangkrut. Semua kerugian sudah harusdiperhitungkan dan dianggap sebagaibiaya yang harus dikeluarkan, bagi upayamenanamkan kejujuran. Jangan dianggapsebagai kerugian.Berapapun biaya yang sudah keluar, bilaanak-anak didik kemudian tertanam nilaikejujuran, tentu kejujuran anak-anaktersebut lebih berharga, dibanding biayayang dikeluarkan.Menanamkan kejujuran melalui kantinkejujuran, belum tentu menjadikananak jujur. Sebab, masih ada pengaruhlain seperti kebiasaan dikeluarga danteman sepermainan. Kedua hal tersebutjuga harus mendukung, menanamkankejujuran dalam perilaku hidup sehari-hari. Bila semua mendukung, sepertinyatumbuhnya nilai kejujuran pada anak akanlebih mudah.Jujur, pintu masuk seluruh kebaikan,termasuk integritas dan profesionalitas.Tanpa kejujuran, maka tak ada integritasdan kebaikan lainnya. Menanamkankejujuran pada anak, merupakaninvestasi keluarga dan bangsa. Sebab itu,menanamkan kejujuran pada anak, harusdiawali dari keluarga, kemudian sekolah,perguruan tinggi dan dunia kerja.Jadi, menanamkan kejujuran tak cukupsesaat. Benih kejujuran juga harusdirawat, perlu disiram dan dipupukyang berkelanjutan. Sehingga nilai jujuritu semakin kuat dan kokoh tertanamdalam sikap dan tindakan. Bahkan, dapatmenguatkan kejujuran orang-orangdisekelilingnya. Semoga...!KEJUJURANKANTIN KEJUJURANEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 35
  35. 35. RAGAMDampak terhadap produktivitasdan economic lossBerdasarkan Riskesdas 2010 angka kasusbaru malaria sebesar 22,9 per 1.000penduduk. Hasil Sensus Penduduk 2010,Indonesia berpenduduk 237.641.326jiwa, maka diperkirakan kasus barumalaria sebesar 5,4 juta. Berdasar BPS 72% penduduk pada usia produktif (BPS,2009), maka kehilangan kesempatanpendapatan (72 % x 5,4 juta kasus) : 3,8juta x 5 hari tidak bekerja x Rp.50.000(rata-rata upah harian) = Rp.950 milyard,hampir 1 triliun rupiah kesempatanpendapatan yang hilang. Ditambah biayaberobat, transportasi dan biaya perawatantermasuk penunggu kalau penderitadirawat.Malaria tropika (Plasmodium falciparum)dapat menginfeksi semua stadium eritrositsampai 10 – 40 % eritrosit (Nugoro, 2000).Sedangkan malaria tertiana (Plasmodiumvivax) dapat menginfeksi sel darah merahmuda yang mencapai 2 % (Depkes RI,2008). Dengan terinfeksi malaria akanMALARIABERDAMPAKMULTIDIMENSIOleh DR. Lukman Hakim *)Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapatmenyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anakbalita, ibu hamil. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Penelitian danPengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tahun 2007 proporsi malariadibanding semua penyakit pada semua umur, menduduki tempat ke 6. Malaria sebagaipenyebab kematian pada balita menduduki tempat ke 9, penyebab kematian padausia 5 – 14 tahun menduduki tempat ke 3, penyebab kematian pada usia 15 – 44 tahunmenduduki tempat ke 4 (Depkes RI, 2008).mengakibatkan anemi pada penderita,yang mempengaruhi kesehatannyadan berdampak terhadap produktivitaskerjanya.Mengapa malaria berkaitandengan SDM di masa depan ?Infeksi Plasmodium falciparum selamakehamilan sering menyebabkan anemimaternal, aborsi, lahir mati, persalinanprematur, bayi berat lahir rendah, dankematian maternal (Tambayong, 2000).Lebih 50 juta ibu hamil menderita malariaper tahun. Malaria dalam kehamilan didaerah endemik menyebabkan 2-15%anemia berat pada ibu, 5-14% bayi beratlahir rendah, dan 3-5% kematian neonatal(Nurdiati, 2006).Imunitas terhadap malaria timbulnyalambat, baru didapat setelah dewasa dansetelah terinfeksi parasit berulang-ulang,karena itu hanya didapat pada pendudukdidaerah endemis stabil dimana hampirtiap hari terpapar dengan parasit (Nugoro,2000). Fenomena ini menggambarkanpada daerah endemis malaria usiasekolah merupakan usia yang rentantertular malaria. Pada saat gejala malariamuncul, dingin menggigil, demam, danberkeringat, kemungkinan anak tersebuttidak sekolah. Apalagi malaria termasukpenyakit seasonal, karena nyamukAnopheles sp dipengaruhi lingkunganhabitatnya, akibatnya terjadinya absensimassal anak sekolah pada musimpenularan malaria.Dampak terhadap Dunia WisataSecara kumulatif (Januari – Desember)2009, jumlah wisatawan mancanegara(wisman) 6,32 juta orang. Perkiraan devisayang masuk dari wisman tahun 2009mencapai US$.6.3 miliar (Website BPS,2010). Kunjungan wisman ke Bali 2009menembus angka 2,1 juta orang ataumelampaui target 1,8 juta orang (www.solopos.com). Berarti per wisman rata-ratamengeluarkan dana sekitar Rp.9 juta.Apabila terjadi Kejadian Luar Biasamalaria di Bali dan wisman memindahkankunjungan ke negara lain, maka : 2,1 jutaEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM36
  36. 36. wisman x Rp.9 juta akibatnya potensikehilangan devisa Rp.18,9 triliun.Bandingkan APBN 2009 Sektor Kesehatansebesar 2,8 % dari Rp.986,7 triliun yangsebesar Rp.27,6 triliun (www.inilah.com.).Jadi malaria akan berdampak terhadappenurunan devisa yang akan masuk dariwisman, apabila daerah tujuan wisataterjadi Kejadian Luar Biasa malaria.Apa yang Harus Kita Perbuat ?Berdasar SK Menkes RI No. 293/MENKES/SK/IV/2009 tentang Eliminasi Malaria diIndonesia, Menteri Kesehatan RI padaperingatan Hari Malaria Sedunia 25 April2009 telah mencanangkan eliminasimalaria. Dalam SK tersebut disebutkanindikator suatu kabupaten/kota, provinsi,dan pulau dinyatakan sebagai daerahtereliminasi bila tidak ditemukan lagi kasuspenularan setempat (indigenous) selama 3tahun berturut-turut serta dijamin dengankemampuan pelaksanaan surveilans yangbaik.Pokok kegiatan untuk mencapaieliminasi meliputi penemuan dantatalaksana penderita, pencegahan danpenanggulangan faktor risiko, surveilansepidemiologi dan penanggulanganwabah, peningkatan komunikasi, informasidan edukasi (KIE), dan peningkatansumber daya manusia. Eliminasi malariadilaksanakan bertahap, tahun 2010meliputi Kepulauan Seribu (Provinsi DKIJakarta, Pulau Bali, dan Pulau Batam. Tahun2015 meliputi Pulau Jawa, Provinsi Aceh,dan Provinsi Kepulauan Riau. Tahun 2020meliputi Pulau Sumatera (kecuali ProvinsiAceh, dan Provinsi Kepulauan Riau),Provinsi NTB, Pulau Kalimantan, dan PulauSulawesi. Tahun 2030 meliputi ProvinsiPapua, Provinsi Papua Barat, Provinsi NTT,Provinsi Maluku, dan Provinsi MalukuUtara.PenutupKesimpulannya dampak malaria beraspekluas, dari kesehatan masyarakat,produktivitas kerja, sumber daya manusia,sampai sektor wisata. Untuk mengatasinyaperlu kegiatan eliminasi yang terencana,pelaksanaan, monitoring dan evaluasiyang baik.Agar mempunyai hasil optimal perlukerjasama dengan seluruh lintas program,lintas sektor, dunia usaha, organisasi nonpemerintah, sampai masyarakat itu sendiritermasuk dunia perguruan tinggi.*) Penulis, seorang Doktor denganDisertasi“Sistem Informasi Lingkungandalam Pengembangan SistemKewaspadaan Dini Malaria”.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 37
  37. 37. RAGAMDesa dan Kelurahan siaga aktif,memberikan kemudahan bagipenduduk, untuk mengaksespelayanan kesehatan dasar,khususnya Poskesdes/Pustu/sarana kesehatan lainnya.Disamping, mengembangkan UKBMdan melaksanakan survilens berbasismasyarakat, serta penyehatan lingkungan.Sehingga masyarakat menerapkanPembinaan Perilaku Hidup Bersih danSehat (PHBS).Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi,bersama Menteri Pembangunan DaerahTertinggal, Helmy Faisal Jalil, bertatapmuka dengan lebih dari 400 peserta TemuKarya Nasional dalam rangka PerlombaanDesa dan Kelurahan Tingkat Nasionalyang diselenggarakan pada tanggal 15DESA DAN KELURAHAN SIAGA AKTIFMEMPERMUDAH LAYANAN KESEHATANAgustus 2012 di Jakarta. Peserta terdiridari Kepala Desa, Lurah, Ketua LembagaPemberdayaan Masyarakat (LPM) Desadan Kelurahan, Ketua Tim Penggerak PKKDesa dan Kelurahan. Perlombaan ini untukmemilih juara Camat Lokasi Desa danKelurahan serta Perwakilan PemerintahDaerah Lokasi Desa dan Kelurahan.Perlombaan Desa dan Kelurahan TingkatNasional merupakan kegiatan rutinyang diselenggarakan setiap tahun olehKementerian Dalam NegeriDalam acara ini Menkes menyampaikantentang visi Pembangunan Kesehatanuntuk tahun 2010-2014 yaitu masyarakatsehat yang mandiri dan berkeadilan,dengan misi 1) Meningkatkan derajatkesehatan masyarakat, melaluipemberdayaan masyarakat, termasukswasta dan masyarakat madani, (2)Melindungi kesehatan masyarakat denganmenjamin tersedianya upaya kesehatanyang paripurna, merata, bermutu, danberkeadilan, (3) Menjamin ketersediaandan pemerataan sumberdaya kesehatan,dan (4) menciptakan tata kelolakepemerintahan yang baik.Di tingkat Desa dan Kelurahandikembangkan Desa dan KelurahanSiaga Aktif. Desa dan Kelurahan SiagaAktif merupakan salah satu indikatordalam standar pelayanan minimalbidang kesehatan di Kabupaten danKota. Hal tersebut telah di atur dalamPermenkes No. 741 Tahun 2008 danKepmenkes No. 828 Tahun 2008 tentangStandar Pelayanan Minimal (SPM) bidangKesehatan Kab/Kota yang menyebutkan,EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM38

×