• Like
Mediakom37
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
987
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
21
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. MEDIAKOMKementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk SemuaISSN1978-3523EDISI37ISEPTEMBERI2012Birokrasi LeletBirokrasi LeletPangkasPejabat baruKementerian Kesehatan RISultengmendunia dengan lindu
  • 2. ETALASESUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: drg. Murti Utami, MPH, I REDAKTUR:Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS I EDITOR/PENYUNTING Mulyadi,SKM, M.Kes, Busroni S.IP, Prawito, SKM, MM, M.Rijadi, SKM, MSc.PH, Mety Setyowati, SKM, AjiMuhawarman, ST, Resti Kiantini, SKM, M.Kes I DESAIN GRAFIS dan FOTOGRAFER: Drg. AnitasariS.M, Dewi Indah Sari, SE, MM, Giri Inayah, S.Sos, Sumardiono, SE, Sri Wahyuni, S.Sos, MM, WayangMasJendra,S.Sn,Lu’ay,S.Sos,DodiSukmana,S.I.KomISEKRETARIAT:WaspodoPurwanto,EndangRetnowaty, drg. Ria Purwanti, M.Kes, Dwi Handriyani, S.Sos, Dessyana Fa’as, SE, Sekar Indrawati,S.Sos, Awallokita Mayangsari, SKM, Delta Fitriana, SE, Iriyadi, Zahrudin. IALAMAT REDAKSI: PusatKomunikasi Publik, Gedung Kementerian Kesehatan RI Blok A, Ruang 109, JL. HR. Rasuna SaidBlok X5 Kav. 4-9 Jakarta 12950 I TELEPON: 021-5201590; 021-52907416-9 I FAKS: 021-5223002;021-52960661 I EMAIL: info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id I CALL CENTER: 021-500567REDAKSI MENERIMA NASKAH DARI PEMBACA, DAPAT DIKIRIM KE ALAMAT EMAIL kontak@depkes.go.idReformasi Birokrasi (RB), seringkali menimbulkansalah persepsi dari sebagian karyawan. Diantaranya,berkomentar , gara-gara“ RB”, jadi “Ribet”, sepadandengan ungkapan repot dan sulit. Sebab, setiapkaryawan, harus datang dan pergi tepat waktu. Takboleh terlambat datang dan pulang cepat sebelum waktu.Akibatnya, berangkat lebih pagi dari biasanya dan pulang lebihsore. Belum lagi, absen dengan menggunakan fingger print, takbisa nitip atau rapel.Tidak cukup sampai disitu, keribetan terus berlangsung. Setelahdi kantor, kemudian mengerjakan apa. Adakah produk yangdihasilkan atau hanya kejar absen semata. Ternyata, penerapanRB yang benar, tidak cukup dengan absensi tepat waktu, tapiharus dilengkapi dengan kinerja yang baik dan terdokumentasi.Dokumentasi kinerja inilah yang juga harus dilakukan setiap haridalam catatan harian.Di Kementerian Kesehatan, ada beberapa karyawan membuatcatatan harian secara mandiri. Catatan ini untuk memonitor, telahmengerjakan apa saja selama di kantor. Kemudian catatan itudiperiksa oleh atasan dan membubuhkan tanda tangan sebagaipersetujuan. Bahkan di Poltekkes Surabaya, institusi berinisiatifmemberikan buku catatan itu kepada setiap karyawan. Bagaimanahasilnya. Belum berjalan seperti yang diharapkan. Ribet....!.Mengapa ? belum terbiasa. Bisa, karena biasa. Jadi harus adapembiasaan. Sebagai contoh; biasa memberi pelayanan perizinantanpa batas waktu penyelesaian, sehingga sampai berbulan-bulan.Kemudian dibiasakan dengan SOP yang disepakati, ternyata P2T(Pusat Pelayan Terpadu) Provinsi Jatim di Surabaya dapat melayanihanya butuh waktu 15 menit. Luar biasa...!Hiruk pikuk mengenai pelaksanaan RB ini, kami ketengahkandalam rubrik media utama.Selain itu, juga ada berita ringan tentang arus mudik,penganugerahan kepada tenaga kesehatan teladan, pelantikanpejabat Kemenkes, pertemuan Menkes Asian, Sail Morotai danberbagai artikel menarik lainnya. Tak ketinggalan rubrik lentera diujung perjalanan akhir mediakom. Selamat Menikmati.Redaksi.Ribet...!drg. Murti Utami, MPHMEDIAKOMKementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk SemuaISSN1978-3523EDISI37ISEPTEMBERI2012Birokrasi LeletPangkasPejabat BaruKementerian Kesehatan RI5 Faktatentang Sulawesi TengahEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 3
  • 3. 58NadiaHutagalungSULTENGMenduniadengan Lindu34PERTANYAAN:Orang tua saya, Insya Allah akan menunaikan ibadah hajipada tahun ini (1433), saya ingin menanyakan dimanadapat diberikan suntikan imunisasi meningitis bagi CalonJemaah Haji dan apakah membayar untuk imunisasitersebut? Saya tinggal di Jakarta. Mohon informasinya.Terima kasih.JAWAB:Imunisasi atau vaksinasi meningitis meningokokus sangatpenting diberikan kepada Calon Jemaah Haji Indonesia yangakan berangkat keTanah Suci untuk mencegah penyakitradang otak (meningitis meningokokus) yang seringterjadi di Arab Saudi. Untuk Jamaah Haji biasa (reguler)di Jakarta akan dilakukan secara kelompok (kolektif)bersama-sama di Puskesmas Kecamatan yang ditunjukdi DKI Jakarta sekaligus dengan pemeriksaan kesehatanuntuk mendapatkan Buku Kesehatan Jamaah Haji (BKJHwarna hijau). Sedangkan untuk Calon Jemaah Haji denganONH Plus biasanya akan dikoordinir oleh Biro Perjalanan(travel) yang mengelolanya. Namun bila Biro Perjalananyang mengelola tidak mengurusnya, Calon Jemaah Hajisecara mandiri melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligusvaksinasi meningitis di Puskesmas Kecamatan di DKI Jakartadimana bertempat tinggal. Ada beberapa Calon Jemaahyang disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatanrujukan ke rumah sakit yang ditunjuk.Vaksin meningitis meningokokus disediakan tanpadipungut biaya (gratis) untuk Calon Jemaah Haji Indonesiaoleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan.Vaksin yang disediakan adalah vaksin halal, sehingga CalonJemaah Haji tidak perlu kuatir kehalalannya.Namun untuk pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untukCalon Jemaah Haji Indonesia akan dikenakan biaya sesuaidengan Peraturan Daerah setempat untuk tarif retribusipelayanan kesehatan yang berlaku di fasilitas kesehatansetempat seperti Puskesmas maupun Rumah Sakit. Adabeberapa daerah yang menggratiskan biaya pemeriksaankesehatan, tetapi banyak daerah yang mengenakan tarifretribusi pemeriksaan kesehatan.Informasi lebih lanjut dapat menghubungi PusatTanggapdan Respon Cepat (PTRC) pada nomor (kode lokal) 500567atau ke Pusat Kesehatan Haji Kementerian KesehatanRi pada nomor (021) 5201590 pesawat 84701 atau kePuskesmas Kecamatan dimana bertempat tinggal.SURATPEMBACADemi Kemenkes yanglebih baik18EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM4
  • 4. DAFTAR ISIINFO SEHATKebiasaan ngemil berlebihanMakanan sumber kesehatansekaligus penyakitOlahraga penunjang kesehatanGaya Hidup menentukan kesehatanSTOP PRESSKemenkes dukung Sail MorotaiNapak Tilas Keluarga besardi Kemenkes RIPejabat baru Kemenkes RIMengenang JasaAlm. Soewardjono SoerjaningratSayangi pendengaran kitasejak diniPesan Menkes untuk pemudiklebaran 2012The 5th Asean Plus Three HealthMinisters MeetingMEDIA UTAMADemi Kemenkes yang lebih baikSetiap produk izin 15 menit “kelar”RB untuk birokrasi bersih,kompeten dan melayaniMenemukan kejujuranPangkas birokrasi leletZona Korupsi:Dulu, kini dan masa mendatangBekerja itu kehormatanPoltekkes bersih dan bermartabatKejujuran investasi bangsa6-89-1718-3536-4940-4546-5758-6062-6364-6768-71RAGAMMalaria berdampak multidimensiDesa dan keluarga siaga aktifmempermudah layanan kesehatanRPP Tembakau melindungikesehatan masyarakatKOLOMSehat dan geobudaya IndonesiaBenang kusutkasus pabrik vaksin flu burungDAERAHSULTENG:Mendunia dengan Lindu5 fakta tentang Sulawesi TengahPalu Gada di pusat SulawesiEksis dengan UPTDicari pasukan pawang malariaDari Donggala untuk SchistoSIAPA DIARESENSIPOTRETKultur Masyarakat Papuasudah lebih baikLENTERAUjian Tesis di Halte UIGalauEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 5
  • 5. INFO SEHATKebiasaan ngemil adalah gaya hidup hidup modern yangkurang baik. Sebagian orang mengemil dengan niatmendapatkan makanan tambahan di sela-sela waktumakan kita. Tapi, sebenarnya tubuh tak membutuhkancemilan seperti ini. Kebiasaan ngemil ini menjadipendukung tidak sehatnya tubuh kita karena jenis makanan yangkita konsumsi adalah makanan yang tidak menyehatkan dan kitamakan makanan tersebut dalam porsi yang berlebihan.Contoh makanan yang biasa kita makan sebagai cemilan adalahmakanan ringan seperti snack yang banyak mengandungpenyedap rasa, pewarna dan pemanis buatan serta bahanpengawet.Memang dirasakan makanan ini sangat enak. Dan kebiasaanngemil kita menjadi tak terasa bahwa kita telah makan dalamporsi yang banyak karena kebiasaan ngemil ini kita lakukan sambilmelakukan aktivitas kita yang lain seperti sambil menonton TV,membaca buku atau browsing di internet.Kebiasaan ngemil ini memang tidak menyehatkan tubuh kita.Itulah beberapa hal tentang kebiasaan makan kita yang biasakita lakukan. Hal-hal tersebut sangatlah bertentangan denganpengertian pola hidup sehat yang seharusnya kita terapkan.Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kita terapkan menjadikebiasaan makan kita yang sesuai dengan pengertian pola hidupsehat :1. Mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi tinggi dannutrisi yang bervariasi2. Tidak gemar makan di luar rumah atau jajan. Lebih baikmemasak makanan sendiri sehingga kita dapat mencermatidan mengawasi bahan-bahan apa yang dimasukkandalam makanan kita. Jika kita tak memiliki kegemaran ataukemampuan untuk memasak, kita dapat meminta seseorangatau ibu kita untuk memasakan makanan untuk kita.3. Jika kita memang gemar untuk ngemil maka kita ngemilmakanan yang bergizi seperti buah-buahan atau kue yangmengandung nilai lemak yang rendah.4. Mengisi lemari es kita dengan aneka makanan yangbergizi dan mengandung cukup nutrisi untuk tubuh. Halini dimaksudkan jika ada keinginan untuk ngemil ataumemasak makanan maka bahan-bahan yang kita butuhkandan tersimpan di dalam lemari es kita adalah bahan-bahan yang menyehatkan. Maka mau tak mau kita akanmenggunakan bahan-bahan tersebut.Empat hal di atas adalah beberapa contoh dalam kebiasaanmakan yang menerapkan pengertian pola hidup sehat. Kita bisamenambahkan hal-hal lain yang biasa kita temui di kesehariankita.KebiasaanngemilberlebihanPola hidup sehati sudah menjadikebutuhan pada zaman sekarang.Sebab, tanpa menerapkan polahidup sehat, seseorang akanhidup lebih singkat dibandingkandengan orang lain yangmenerapkan pola hidup sehat.Artinya, umurnya akan berada dibawah rata-rata orang Indonesia.Tapi seperti apa pola hidup sehatitu?Pola hidup sehat itu sudahmenjadi gaya hidup. Jadi, polahidup sehat adalah gaya hidupdengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhikesehatan tubuhnya secaralangsung maupun tidaklangsung, antara lainmemilihmakanan sehat dan olahragasecara teratur. Gaya pola hidupsehat ini dapat kita terapkandalam kehidupan kita sehari-hari.Jadi, dari pengertian di atas,terlihat bahwa pola hidup sehatberkaitan dengan suatu pola ataugaya hidup yang diterapkan olehseseorang dalam kehidupannya.Karena disebut sebagai polahidup sehat maka pola hidup inimengutamakan aspek kesehatandalam segala hal yang dimakanatau dilakukan oleh yangmenerapkannya.Bisa dikatakan bahwa gaya hidupseseorang akan mempengaruhitingkat kesehatannya. Atau,kesehatan seseorang 100% akantergantung pada gaya hidupnya.Misalnya, jika seseorang sukamerokok atau minum-minumankeras, tentu saja itu bukan polahidup sehat, dan orang ituberpotensi terserang penyakitdari efek buruk merekok danmnuman keras.Pola hidup sehat eratkaitannya dengan hal-halyang menyebabkan tubuh kitamenjadi sehat. Hal ini berkenaandengan makanan yang kitakonsumsi, olah raga yangharusnya rutin kita lakukan, sertagaya hidup lain yang menunjangtubuh kita untuk menjadi sehatdan bugarPengertian pola hidup sehat6 EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM
  • 6. Fakta menunjukkan bahwa orang yang hidup di zamandulu memiliki tubuh yang sehat. Padahal, waktu itubelum ada teori mengenai pengertian pola hidupsehat. Anehnya, mereka justru jarang terkena penyakit danberusia relatif lebih panjang ketimbang manusia masakini.Sebaliknya, di zaman modern seperti sekarang ini, banyak orangmeninggal di usia muda dengan perbagai komplikasi penyakit.Menurut data WHO, tujuh puluh persen kematian dini disebabkanoleh penyakit jantung stroke, kanker, dan diabetes. Separuh darijumlah tersebut terkait dengan pola makan yang buruk.Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika tidak menerapkan pola hidupsehat –terutama dalam pola makan modern-- merupakan pemicuutama timbulnya penyakit degeneratif seperti kanker, seranganjantung, stroke, dan sebagainya. Beberapa pola makan modernyang tidak sesuai dengan pengertian pola hidup sehat antara lain:Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dan lemak serta kurangmengonsumsi serat. Beberapa jenis makanan yang ada kadangmemang tidak mencukupi nilai gizi dan nutrisi yang dibutuhkantubuh kita. Terlebih kebanyakan dari kita tidak memilikipengetahuan dan informasi yang cukup tentang aneka makanandengan kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.Karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi makakebanyakan dari kita sudah merasa“kenyang”bila makan nasi.Sedangkan nasi adalah sumber makanan yang mengandungkarbohidrat. Sehingga penduduk Indonesia memiliki potensi akan“kelebihan”karbohidrat jika terlalu banyak mengkonsumsi nasi.Anggota masyarakat kita juga terlalu banyak menelan makanananyang mengandung lemak.Bagi sebagian warga memangjenis makanan berlemak ini memiliki rasa yang lebih enakdibandingkan dengan jenis-jenis makanan lain.Selain berlemak, kita masyarakat Indonesia juga menyukaimakanan yang berminyak atau yang dimasak dengan caradigoreng. Jenis makanan ini jika kita konsumsi secara berlebihantentu akan memberikan dampak buruk kepada tubuh kita.Dengan makan makanan yang banyak mengandung lemak danberminyak maka akan memicu darah kita untuk mengandungbanyak kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan sangatberbahaya karena akan menghambat aliran darah.Sering menyantap fast food (makanan cepat saji) yang banyakmengandung pengawet, penyedap rasa, lemak, dan kalorikosong. Saat ini banyak bermunculan jenis makanan cepat saji.Bahkan makan makanan seperti ini telah menjadi sebuah trendalam masyarakat kita. Beberapa jenis makanan cepat saji yangbiasa kita temui antara lain seperti mie instant, burger, pizza, atauyang lainnya.Walaupun makanan cepat saji ini dinilai praktis untuk dimakandan lebih terasa enak namun sejatinya makanan seperti ini tidakmengandung nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Juga tidakmengandung kalori yang cukup yang dibutuhkan tubuh untukmelakukan aktivitasnya.Selain makanan cepat saji, banyak sekali jenis makanan yangmengandung bahan-bahan berbahaya seperti bahan pengawet,penyedap rasa atau pun pemanis buatan. Bahan-bahan inidigunakan baik secara legal atau pun illegal sebagai pencampurdalam makanan kita.Bahan-bahan ini memang akan memberikan rasa yang lebih lezatpada makanan yang kita makan atau akan membuat makanandapat bertahan lebih lama. Namun jika penggunaannya melebihiambang batas nilai kebolehannya atau digunakan secarasembarangan tentu akan merusak kesehatan tubuh kita.Makanan,sumber kesehatansekaligus penyakitEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 7
  • 7. INFO SEHATPengertian pola hidupsehat kita juga tercermindalam gaya hidup yangkita miliki. Gaya hidupjuga menentukan tingkatkesehatan anda. Beberapagaya hidup yang dapatmerusak kesehatan Anda:Merokok, konon, ada4000 macam racunyang terkandung dalamsebatang rokok. Racun-racun yang utama adalahzat kimia, nikotin, tar,timah hitam, dan gaskarbonmonoksida.Minum MinumanKeras,mengonsumsiminuman keras dapatmenimbulkan gangguankesehatan.Dampak negatif minumanberalkohol bahkanmengalahka n dampaknegatif narkoba, segudangefek buruk mengonsumsimengkonsumsiminuman keras, berupagangguan tenggorokandari mulai radang,pendarahan, hingga yangterburuk adalah kankertenggorokan.Selain itu, minumanberalkohol jugamengakibatkan radangpankreas, wasir, liver,gangguan pencernaan,gangguan pernafasan,serta berbagai penyakitlain yang berujung padakematian.Setelah makanan,olahraga jugamenentukan tingkatkesehatan kita.Olahraga menjadi salahsatu ciri dalam pengertianpola hidup sehat kitayangselanjutnya. Orang yang gemarberolahraga akan memilikidaya tahan tubuh yang lebihbaik, sehingga jarang terkenaserangan penyakit.Di samping itu, ada beberapamanfaat olahraga yanglain yang sesuai denganpengertian pola hidup sehat,yaitu:1. Aktivitas olahraga dapatmemperlancar alirandarah ke otak. Ini diyakiniakan meningkatkandaya pikir sertamenghindarkan diri darilemot (lemah otak).2. Dengan berolahragasecara teratur,metabolisme ginjal-dan-saluran-kemih, danregenerasi sel-sel tubuhkita akan terjadi lebihcepat, sehingga kita jadiawet muda.3. Olahraga teratur dengancara yang tepat akanmenjaga postur tubuhkita tetap langsing danterhindar dari tumpukanlemak sumber penyakit.4. Wajah awet muda dantubuh langsing karenarajin berolahragamembuat rasa percayadiri kita meningkat.Olahragapenunjang kesehatanGaya hidupmenentukankesehatanEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM8
  • 8. STOP PRESSKemenkesDukung Sail MorotaiSetelah sukses dengan Sail Bunaken (2009), Sail Banda(2010) dan Sail Wakatobi- Belitong (2011), tahunini diselenggarakan Sail Morotai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kemenkes berpartisipasi dalammendukung kegiatan ini. Kemenkes bekerjasama dengan TNI-ALmenyelenggaraan Bakti Sosial Operasi Surya Baskara Jaya (SBJ).Selasa (28/8), Menteri Kesehatan RI diwakili Dirjen Bina UpayaKesehatan dr. Supriyantoro mendampingi Menko Kesra HR. AgungLaksono melepas Tim Ekspedisi Kesejahteraan Rakyat Nusantara(EKN) dan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB)di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kegiatan ini dilakukan dalamrangka mendukung Sail Morotai tahun 2012, di Provinsi Maluku.Bentuk dukungan Kemenkes pada Sail Morotai 2012 adalahdengan mengirimkan 2 ton MP-ASI dan bahan-bahan penyuluhandalam kegiatan EKN. MP-ASI tersebut akan diberikan saat baktisosial kepada masyarakat di 7 pulau yang akan dilalui, yaitu P.Maumere, P. Lembata, P. Buru, P. Morotai, P. Marampit, P. Marore,dan P. Balabalakang.Kemenkes menyertakan 8 tenaga medis yang akan memberipenyuluhan selama 30 hari berlayar dalam kegiatan LNRPB.Penyuluhan yang akan disampaikan antara lain tentang HIV/AIDS,pencegahan penyakit menular seperti DBD dan Flu Burung, danbahaya rokok. Tidak hanya dari Indonesia, kegiatan LNRPB jugadiikuti 26 remaja dari luar negeri seperti Jepang, Australia, TimorLeste, Amerika dan negara-negara ASEAN. Adapun rute yang akandilalui dalam LNRPB adalah Jakarta, Ambon, Sorong, Rajaampat,Morotai, Ternate, Makassar, Jakarta.Untuk mendukung kegiatan bakti sosial SBJ, Kemenkesmengirimkan 2 unit RS Bergerak, 3 unit ambulans, 1 unitPuskesmas keliling (Pusling) perairan, 2 unit alat gawatdarurat, 3 unit Pusling roda empat, 4 unit alat kesehatan, 1unit USG, 90 unit velbed, 3 tenda pelayanan kesehatan, obat-obatan, 2 ton MP-ASI melalui KRI Soeharso, dll.Kemenkes juga memberikan dukungan berupa asistensigawat darurat, pengiriman dokter ahli serta perawat mahir,sosialisasi masalah kesehatan, kegiatan survey vektor danpenyuluhan pengendalian penyakit menular dan penyehatanlingkungan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatandi daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK).Pada kesempatan itu juga dilakukan pelayanan kesehatanyang diisi dengan pelayanan KB, pelayanan kesehatan gizibagi ibu hamil, bayi dan Balita, pelayanan penyakit (TBC,Malaria, Diare, Kecacingan), dan operasi (katarak, bibirsumbing, dan operasi elektif yang mungkin).Selain pengobatan dan penyuluhan, Kemenkes jugamelakukan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melaluipelatihan kader, pemantauan kesehatan oleh kader danpenggerakan masyarakat melalui desa siaga yang telah ada.Puncak acara Sail Morotai berlangsung tanggal 15 September2012 yang diresmikan oleh Presiden RI Susilo BambangYudhoyono. Adapun tema acara sail tahun 2012 ini adalah“Menuju Era Baru Ekonomi Regional Pasifik”.(Pra, Desy)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 9
  • 9. STOP PRESSSenin sore yang cerah, 23 Juli 2012, KementerianKesehatan yang diwakili oleh Bapak Broto Wasistodan Ibu Dyah dari Pusat Komunikasi Publik, menerimakunjungan anak dan cucu Prof. DR. GA. Siwabessy yangbermukim di Amerika Serikat yang sedang melakukannapak tilas. Memang hampir semua dari 6 putera-puteri Prof.DR. GA. Siwabessy, yaitu Amakora Siwabessy, Bara L. Siwabessy.Gerhard S. Siwabessy, Inagama G. Siwabessy, Latino P. Siwabessydan Dwinatuni Siwabessy; melanjutkan studi di luar negeri dankemudian berkeluarga di sana.Bagi Prof. DR. GA. Siwabessy, pendidikan setinggi-tingginyaadalah nomor satu. Beliau sangat percaya bahwa pendidikanadalah satu-satunya alat yang ampuh untuk merubah suatutatanan masyarakat yang lebih baik. Itu sebabnya saat menjabatsebagai Menteri Tenaga Atom Nasional dan Menteri Kesehatan,beliau banyak mengirim putera-puteri bangsa untuk belajar diluar negeri dan kembali untuk membangun bangsa Indonesia.Sejak muda beliau sendiri juga sudah berjuang meninggalkankampung halaman di desa Ulath di Kepulauan Maluku untukmenuntut pendidikan tinggi ke tanah Jawa, bahkan sampai keluar negeri. “Pendidikan tinggi bagi banyak pemuda pada masapenjajahan tidak mungkin diikuti tanpa beasiswa … Beta termasuksalah seorang yang pernah menerima beasiswa pemerintahanHindia Belanda karena memenuhi syarat-syarat tersebut …” begitutulis Prof. DR. GA. Siwabessy dalam memoarnya yang berjudul“Upuleru”. Lewat pendidikan, beliau bukan hanya berhasilmenjadi seorang dokter yang terhormat, tetapi Prof. DR. GA.Siwabessy yang visioner juga berhasil membangun tatananmasyarakat baru Indonesia yang lebih bermartabat.Tahun 1962 Presiden Sukarno meresmikan berdirinya BadanTenaga Atom Nasional (BATAN) yang berada langsung di bawahPresiden. Prof. DR. GA. Siwabessy sebagai Direktur JenderalBATAN pertama kemudian diangkat sebagai Menteri TenagaAtom Nasional pada 1965. Untuk jasa-jasanya yang sangat luarbiasa memajukan tenaga atom di Indonesia, seperti membangunreaktor nuklir dan banyak penelitian penting lainnya, Prof. DR. GA.Siwabessy - yang sering disebut sebagai Bapak Atom Indonesia-dianugerahi Bintang Mahaputera Utama pada 5 Desember1968 oleh Presiden Soeharto. Nama beliau juga diabadikanoleh negara pada sebuah reaktor nuklir terbesar di Asia Tenggaraberkekuatan 30 MW yaitu Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy(RSG GAS), berlokasi di Serpong, Tangerang, Jawa Barat, yangdiresmikan Presiden Soeharto pada 20 Agustus 1987.NAPAK TILASAtas permintaan Presiden Sukarno, Siwabessy kemudianmenjabat Menteri Kesehatan pada 1966 dan tugas ini diembannyahingga 29 Maret 1978 semasa pemerintahan Presiden Soeharto.Selama menjabat sebagai Menteri Kesehatan (periode thn 1973– 1978), Prof. DR. GA. Siwabessy juga merangkap sebagai KetuaTim Dokter Pribadi Presiden. Pada masa itu banyak sekali programkonkret yang telah beliau lakukan dalam lingkup kesehatan.Dalam buku “Sejarah Pembangunan Kesehatan Indonesia”,dituliskan bahwa Prof. DR. GA. Siwabessy adalah peletak fondasipembangunan kesehatan nasional.Dengan melakukan kerjasama lintas multidisplin ilmu dan lintasdepartemen, Prof. DR. GA. Siwabessy banyak sekali melakukanterobosan di bidang kesehatan sehingga mendapatkan banyakpenghargaan dari dalam dan luar negeri. Kerja keras ini tentunyatidak terlepas dari keluwesan diplomasi Prof. DR. GA. Siwabessydengan para sahabatnya yang berada di luar negeri dan jugadengan berbagai organisasi Internasional; baik organisasi yangtergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepertiWorld Health Organization (WHO), United Nations Children’sFund (UNICEF), United Nations Development Programme(UNDP), maupun yang lainnya seperti United States Agency forInternational Development (USAID) dan Medicare (menyangkutperawatan kesehatan), lembaga-lembaga yang banyakmemberikan bantuan teknis maupun keuangan. Untuk jasa-jasanya di bidang kesehatan, Prof. DR. GA. Siwabessy dianugerahiBintang Mahaputera Adipradana pada 10 Maret 1973 olehPresiden Soeharto.Kunjungan napak tilas keluarga besar Prof. DR. GA. Siwabessybukan hanya berguna bagi para cucu beliau yang lahir danbesar di Amerika Serikat, namun juga bagi bangsa Indonesiauntuk meneruskan perjuangan beliau memajukan kesehatan diRepublik Indonesia.Dra. Mutiara Siwabessy MBA.(Salah satu cucu)PROF. DR. GERRIT AUGUSTINUS SIWABESSYKeluarga besar Di Kementerian Kesehatan RIEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM10
  • 10. Menteri Kesehatan, dr.Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH,melantik 18 pejabat EselonII baru di lingkungan kerjaKementerian Kesehatan diJakarta (29/8). Hadir dalam acara tersebutpara pejabat Eselon I dan Eselon II dilingkungan Kementerian Kesehatan, parapejabat yang sudah purna tugas sertapara istri dan suami dari pejabat yang barudilantik.Para pejabat yang dilantik adalah dr.Donald Pardede, MPPM sebagai KepalaPusat Pendidikan dan Pelatihan TenagaKesehatan, Badan PPSDM Kesehatan;dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes sebagaiKepala Kantor Kesehatan Pelabuhan KelasI Medan, Direktorat Jenderal PengendalianPenyakit dan Penyehatan Lingkungan.Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatanyang dilantik adalah dr. Alida Lienawati,M.Kes (MMR) sebagai Direktur UtamaRSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten; dr.Stephani maria Nainggolan, M.Kes sebagaiDirektur Keuangan RSUP Dr. SardjitoYogyakarta; Syamsudin Angkat, SH, SEsebagai Direktur Umum dan OperasionalPejabat BaruKemenkes RIRSUP H. Adam Malik Medan; dr. RitaRogayah, Sp. P sebagai Direktur Medikdan Keperawatan RSPI Prof. Dr. SuliantiSaroso Jakarta; dr. Hikmat Wangsaatmadja,Sp.M, M.Kes, MM sebagai Direktur UtanaRumah Sakit Cicendo Bandung; Drs.Amir Hamzah Mauzzy, Apt. MM. MARSsebagai Direktur Keuangan Rumah SakitJantung dan Pembuluh Darah HarapanKita Jakarta; dr. Tri Wisesa Soetisna,Sp.B(K) BTKV sebagai Direktur Medik danKeperawatan Rumah Sakit Jantung danPembuluh Darah Harapan Kita Jakarta;dr. Kamal Ali Parengrengi, M.Kes sebagaiDirektur Utama Rumah Sakit Dr. TadjuddinChalid Makassar; Dr. dr. H. Heriyadi Manan,Sp.OG(K) sebagai Direktur Utama RumahSakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang;drg. Liliana Lazuardy, M.Kes sebagaiDirektur Utama Rumah Sakit Kusta Dr.Sitanala Tangerang.Pada Direktorat Jenderal Bina Gizi danKesehatan Ibu dan Anak dilantik dr.Kuwat Sri Hudoyo, MS sebagai SekretrisDIrektorat Jenderal Bina Gizi dan danKesehatan Ibu dan Anak serta dr. AsjikinIman Hidayat Dachlan, MHA sebagagiDirektur Bina Kesehatan Kerja danOlahraga.Direktorat Bina Kefarmasian dan AlatKesehatan dilantik Drs. Bayu TejaMuliawan, Apt., M.Pharm, MM sebagaiDirektur Bina obat Publik dan PerbekalanKesehatan; Dra Engko SosialineMagdalene, Apt., M.Bio Med sebagaiDirektur Bina Produksi dan DistribusiKefarmasian; Dra. R. Dettie Yuliati, Apt.,M.Si sebagai Direktur Bina PelayananKefarmasian; dan drg. Arianti Anaya,MKM sebagai Direktur Bina Produksi danDistribusi Alat Kesehatan. ( Pra, Desy)Menkes dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH berfoto bersama dengan pejabat yang baru dilantik, September 2012EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 11
  • 11. STOP PRESSMenkes dua periode (1978-1988) SoewardjonoSoerjaningrat, wafat pada21 Agustus 2012 dalamusia 89 tahun. Almarhumyang lahir di Purwodadi tanggal 3 Mei1923, merupakan kerabat kraton PakuAlam. Almarhum dimakamkan di TamanMakam Pahlawan Kalibata, Jakarta (21/8)Almarhum Soewardjono dimakamkan diTaman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta(21/8) secara militer. Suasana haru punmenyelimuti upacara pemakaman yangdipimpin langsung Menkes dr. NafsiahMengenang JasaAlm. SOEWARDJONO SOERJANINGRATMboi. Hadir pada upacara tersebut MenteriNegara Pemberdayaan Perempuan danPerlindungan Anak Linda Gumelar, BJ.Habiebie, keluarga almarhum, teman, danpara pejabat tinggi negara lainnya.Berbagai catatan sejarah keberhasilanpembangunan kesehatan berhasilditelurkan almarhum semasa hidupnya.Sebagian program kerjanya (1978–1983)adalah melanjutkan kebijakan Menterisebelumnya seperti merealisasikanrencana pembentukan Puskesmas diseluruh kecamatan dan melanjutkanpembangunan infrastruktur kesehatannasional. Almarhum Soewardjonomenggabungkan berbagai pos pelayanankesehatan di desa menjadi posyandu(Pos Pelayanan Terpadu) sehinggamemudahkan koordinasi dan mencegahtumpang-tindih program kerja antarpospelayanan kesehatan yang ada di desa-desa. Ia juga mendirikan lembaga PKMD(Pembangunan Kesehatan MasyarakatDesa) yang difungsikan sebagai penggerakutama program berperilaku sehat.Sejumlah kerja sama lintas sektoral jugadiciptakan almarhum Soewardjonountuk menyukseskan program imunisasiProsesi pemakaman almarhum Soewadjono Soerjaningrat diTaman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM12
  • 12. kesatuan upaya kesehatan untuk seluruhpenduduk dengan peran serta masyarakatyang mencakup upaya peningkatan(promotif), pencegahan (preventif),penyembuhan (kuratif), dan pemulihan(rehabilitatif), yang bersifat menyeluruh,terpadu dan berkesinambungan.Kinerja Soewardjono selama memimpinDepartemen Kesehatan dipandangbaik oleh Presiden Soeharto sehinggaia diangkat kembali sebagai MenteriKesehatan dalam Kabinet PembangunanIV periode berikutnya. Pada masajabatan kedua (1983-1988), AlmarhumSoewardjono memulai gerakan antirokok.Kebijakan itu, tentu saja, ditentangprodusen rokok dan petani tembakauserta berbagai pihak yang memperolehkeuntungan dari perdagangan rokok.Secara terbuka, ia mengampanyekangerakan antirokok karena dapatmerugikan kesehatan.Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran,almarhum Soewardjono berkariersebagai anggota TNI-AD (TentaraNasional Indonesia Angkatan Darat). Pada1946, mengepalai Bagian Organisasi/Perencanaan Resimen VI Cikampek /Divisi Siliwangi Jawa Barat. Empat tahunkemudian almarhum bertugas sebagaistaf medis RSPAD (Rumah Sakit PusatAngkatan Darat) di Jakarta. Soewardjonobertugas di RSPAD selama 8 tahun.Pada 1958 dokter ahli kebidanan danpenyakit kandungan ini diangkat menjadiKepala Bagian Kebidanan dan PenyakitKandungan Rumah Sakit Dustira di Cimahi,Jawa Barat. Tiga tahun kemudian diangkatsebagai Kepala BKKBN (Badan KoordinasiKeluarga Berencana Nasional), suatulembaga pemerintah nondepartemennasional untuk TBC paru, campak,radang tenggorokan dan polio. Untukmelestarikan hasil imunisasi tersebut,Almarhum mendorong masyarakatmenciptakan pola hidup sehat.Pada 1980, Almarhum SoewardjonoSoerjaningrat menggagas perlunyamerumuskan Sistem Kesehatan Nasional(SKN) yang menjadi falsafah dasar dandapat memberi arah pembangunankesehatan di Indonesia. Melalui SKN,upaya kesehatan yang semula berupapenyembuhan penderita, secaraberangsur-angsur berkembang ke arahyang bertugas melaksanakan programkeluarga berencana yang dirintis PKBI(Perkumpulan Keluarga BerencanaIndonesia) sejak 1957.Pada 1968 Presiden Soehartomemerintahkan Menteri KesejahteraanRakyat untuk merumuskan kembalirencana pembentukan keluargaberencana sesuai dengan deklarasi PBBmengenai kependudukan dunia. MenteriKesejahteraan Rakyat segera membentukLKBN (Lembaga Keluarga BerncanaNasional) diketuai Ny. H. Roesiah Sardjono,SH. Presiden Soeharto membubarkanLKBN dan membentuk BKKBN danmenunjuk almarhum Soewardjonosebagai Kepala BKKBN yang pertamaselama dua belas tahun.Sejak 1978 jabatan Kepala BKKBNdirangkapnya dengan jabatan SekretarisJenderal Departemen Kesehatanmaupun kemudian sebagai MenteriKesehatan. Ia melepaskan Kepala BKKBNpada 1982, setahun menjelang KabinetPembangunan III berakhir. Di bawahpimpinan Soewardjono, program KeluargaBerencana mengalami kemajuan pesatsehingga pemerintah Indonesia dinilaisangat berhasil dalam mengendalikanjumlah pertambahan penduduknya.Dua bintang penghargaan dianugerahkanoleh pemerintah Republik Indonesiakepada almarhum, yakni BintangMahaputera Utama III pada 1977 danBintang Mahaputera Adipradana II pada1982. Tiga tahun kemudian memperolehpenghargaan dari President World HealthAssembly WHO di Jenewa, Swiss. Pada1986 ia diangkat menjadi President WorldHealth Assembly. ( Pra, Desy)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 13
  • 13. STOP PRESSSTOP PRESSPos pelayanan kesehatanarus mudikdi lebak bulus jakartaPada arus balik Lebaran 2012, terminal Lebak BulusJakarta sudah menyediakan pos kesehatan di bawahkoordinasi Puskesmas setempat. Satu unit ambulansjuga disiagakan untuk mengantisipasi adanya kasusrujukan agar dapat segera dikirim ke rumah sakitterdekat. Demikian pernyataan Direktur JenderalPengendalian Penyakit dan Penyehatan LingkunganProf. Tjandra Aditama saat pantau arus balik di terminalLebak Bulus Jakarta.ProfTjandra Aditama (baju coklat dan bertopi) ketika memantau arus balik lebaran.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM14
  • 14. Selain pos kesehatan, mulai tahun ini,terminal lebak bulus menyediakanruangan khusus ibu menyusui.Namun diharapkan agar di luarmusim lebaran, ruangan ibumenyusui ini tetap dapat dibuka, ujar Prof.Tjandra.Dalam musim lebaran, dilakukan pemeriksaanbagi supir dan pemeriksaan kebersihan,meliputi ruang tunggu, pelataran parkirkendaraan,toilet dengan air yang mengalir diterminal Lebak Bulus Jakarta (23/8).Arus mudik di terminal Lebak Bulus pada2012 mengalami peningkatan dibandingkandengan tahun sebelumnya. Pada puncakarus mudik, terminal Lebak Bulusmemberangkatkan 27.112 penumpang(2012), sedangkan pada tahun sebelumnyamemberangkatkan 26.034 penumpang (2011).Berdasarkan data Posko Mudik Lebaran DitjenPengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan Kemenkes RI, hingga 23Agustus 2012 pukul 07.00 WIB, tercatat 4.631kunjungan masyarakat yang memanfaatkanPos Kesehatan (Poskes) Dinas Kesehatandan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) disepanjang jalur mudik.Prof. Tjandramenyampaikan limapesan kesehatanmenghadapi arus balik,yaitu:1) Persiapkan diri denganbaik, istirahat dan tiduryang cukup diperlukansebelum mengemudi.2) Siapkan makanan danminuman untuk diperjalanan. Bila inginmembeli di jalan, makaperhatikan kebersihannya.Ingatlah bahwa diare dansakit perut merupakansalah satu keluhan daripara pemudik.3) ISPA merupakan salahsatu penyakit utama padaarus mudik tahun ini.Karenanya, tutuplah mulutketika batuk di tempatkeramaian (pelabuhan/stasiun misalnya). Selainitu, juga sedapat mungkinjangan tertular dari merekayang sedang terinfeksibatuk-pilek.4) Cek kendaraan agar amandi jalan. Kecelakaan lalulintas dapat terjadi karena4 hal yaitu Pengemudiyang lelah, mengantuk,tidak mematuhi rambu;Kendaraan karena kondisitidak baik; Situasi jalan; danKeadaan cuaca5) Kembali mengatur polamakan agar sehat danseimbang; lakukan olahraga secara teratur;bila perlu lakukan cekkesehatan/laboratorium,untuk melihatkemungkinan dampakkelelahan mudik & balikserta pola makan beberapahari ini yang tidakterkontrol baik. (pra, desy)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 15
  • 15. Kepada seluruh pemudik, Menkesmenganjurkan untuk memeriksakesehatan sebelum melakukanperjalanan agar fisik tetap prima,mempersiapkan makanandan minuman yang bersih dan sehatsecukupnya, dan beristirahat yang cukupsaat melakukan perjalanan.“Bagi para pengemudi khususnya,jangan lupa siapkan obat-obatan untukpertolongan pertama pada kecelakaan(P3K) dan beristirahat setiap 4 jam sekali.Selain itu, patuhi rambu-rambu lalu lintas,hati-hati mengemudi saat cuaca buruk,dan hindari penggunaan obat keras danminuman beralkohol”, ujar Menkes.Menkes juga mengingatkan para pemudikuntuk tetap berperilaku hidup bersih danPESAN MENKESUNTUK PEMUDIKLEBARAN 2012sehat (PHBS) dalam perjalanan, misalnyaselalu mencuci tangan pakai sabun (CTPS)sebelum makan/minum, tidak buangsampah sembarangan, tidak buang airkecil/besar sembarangan, tidak meludahsembarangan, gunakan masker untukmelindungi diri dari debu, asap dan polusi,serta jangan merokok di tempat umum.Bagi para pemudik yang sakit diperjalanan, untuk memanfaatkan pos-Mudik lebaran merupakan tradisimasyarakat Indonesia tiap kalimenjelang Hari Raya tiba. Dalammenghadapi arus mudik lebaran,Menteri Kesehatan RI, dr. NafsiahMboi, Sp.A, MPH berpesankepada seluruh pemudikdi seluruh Indonesia agarmempersiapkan secara matangdan mengantisipasi segala risikoyang bisa datang mengancam,terutama risiko kesehatan dankecelakaan (10/8).pos kesehatan di sepanjang jalur mudikatau fasilitas kesehatan terdekat, tambahMenkes.Di samping itu, maraknya pembiusanyang mengancam para penumpangdi perjalanan, Menkes menegaskanagar para pemudik hendaknya tetapwaspada dengan menghindari pemberianmakanan/minuman dari orang yang tidakdikenal.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM16
  • 16. Saat ini, Indonesia sudahmemiliki perangkat peraturanatau Undang-Undang tentangSistem Jaminan SosialNasional (SJSN) dan BadanPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).Dalam upaya persiapan implementasinya,Indonesia memiliki berbagai tantanganyang dihadapi, antara lain luasnyawilayah; besarnya jumlah penduduk;penyatuan berbagai skema jaminansosial masyarakat yang telah ada; danpenekanan kepada pentingnya upayapromotif dan preventif.Demikian disampaikan MenteriKesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi Sp.A,MPH, didampingi Direktur JenderalPengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan (PP dan PL), Prof. dr.Tjandra Yoga Aditama  SpP(K), MARS,DTM&H, DTCE saat mengikuti roundtable discussion meeting ASEAN plus three(China, Jepang dan Korea Selatan), padahari ketiga rangkaian ASEAN HealthMinisters Meeting (AHMM) ke-11 diPhuket, Thailand, Jumat pagi (6/7).Pada kesempatan tersebut selainmembicarakan tentang kerjasamakesehatan negara ASEAN + 3, dibahaspula dalam round table discussionmengenai Universal Health Coverage(UHC), jelas Prof. dr. Tjandra dalam suratelektroniknya kepada Pusat KomunikasiPublik Kemenkes RI.“Dua hal yang cukup banyak dibahasmengenai topik UHC ini, yaitu bagaimanamemobilisasi sumber daya dalam negeri,dan bagaimana melakukan monitoringpelaksanaan UHC di negara-negaraASEAN”, ujar Prof. dr. Tjandra.Usai kegiatan tersebut, dalam acaramakan siang Menkes RI, Malaysia,Myanmar dan Thailand bersamaPartnership for Safe Medicine (PSM),diskusi berlanjut mengenai counterfeitmedicine di kawasan ASEAN.(desy)THE 5THASEAN PLUSTHREE HEALTHMINISTERS MEETINGData World Health Organization(WHO) menunjukkan 250juta (4,2%) pendudukdunia menderita gangguanpendengaran. Indonesiamenempati peringkat keempat negaraASEAN (Association of Southeast AsianNations ) dengan jumlah ketulian yangcukup tinggi, yaitu mencapai 4.6% danpaling tinggi pada usia 7-18 tahun.“Penyebab gangguan pendengaranadalah penyakit telinga luar (6,8%),kotoran telinga (3,6%), Otitis MediaSupuratif Kronik (OMSK) (3,1%), gangguanpendengaran pada lanjut usia (2,6%),tuli akibat obat ototosik (0,3%), serta tulisejak lahir (0,1%)”, ujar Direktur Bina UpayaKesehatan Dasar, Kemenkes RI, dr. H. R.Dedi Kuswenda, M. Kes, pada temu mediadi Jakarta (7/7).Dampak dari gangguan pendengarandan ketulian cukup luas dan dapatmengganggu perkembangan kognitif,psikologi, dan sosial; mengalamigangguan komunikasi, sepertiperkembangan bahasa dan prestasidibangku sekolah, serta kurang mampudalam bersosialisasi dengan lingkungansekitar, tambah dr. Dedi.Dalam pertemuan tersebut, ketua KomnasPenanggulangan Gangguan Pendengarandan Ketulian (PGPKT), dr. DamayantiSoetjipto Sp.THT menyebutkan tempathiburan adalah salah satu penyebabgangguan pendengaran dan ketulian diIndonesia. Berdasarkan hasil monitoringtempat hiburan yang dilakukan olehKomisi Nasional PGPKT di 16 kota besar,bising mencapai 94,4-128 dB, jauh daribatas aman yaitu 80 dB.dr. Damayanti menjelaskan, GangguanPendengaran dan Ketulian (GPKT) terbagimenjadi dua, GPKT unilateral yaitu gangguanSAYANGIPENDENGARANKITA SEJAK DINIpendengaran hanya pada satu sisi sehinggasulit menentukan lokasi suara dan sulitmengerti pembicaraan di tempat ramai. GPKTberat/total yaitu gangguan pendengaranpada kedua sisi yang dapat menyebabkanseseorang mengalami gangguan emosi,physical, dan socialwell-being; gangguankesehatan; dan merasa dikucilkan sehinggamenghindari aktivitas sosial.Untuk meningkatkan derajat kesehatanindera pendengaran guna mewujudkanmanusia Indonesia yang berkualitas,Kemenkes mengeluarkan KEPMENKES RINo.879/2006 mengenai rencana strateginasional penanggulangan gangguanpendengaran dan ketulian untukmencapai sound hearing 2030. Sasarandari kebijakan adalah seluruh lapisanmasyarakat dengan tujuan khususnyaadalah semua tenaga kesehatan.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 17
  • 17. MEDIA UTAMAEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM18
  • 18. Demi Kemenkes yangLebihBaikBersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Pepatah lawas ini,sangat tepat menggambarkan, betapaberat menegakkan reformasi birokrasidi Kementerian Kesehatan. Untuk ituperlu kekuatan yang lebih besar, gunamendorongnya. Apalagi, pada tahapawal, para pelaku reformasi birokrasi,harus meninggalkan kebiasaan lamayang tidak baik. Seperti perjalananfiktif, menerima gratifikasi dan perilakumenyimpang lainnya. Sementera, padawaktu yang sama belum mendapatgaji remunerasi. Jadi, masa transisiini, memang terasa sangat beratdan menyakitkan. Sebab itu, perluketulusan, kegigihan dan kesabaranbagi para pelaku, demi KementerianKesehatan yang lebih baik.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 19
  • 19. MEDIA UTAMASebegitu beratnya, sampai .Menkes dr. Nafsiah Mboi, Sp.A,MPH secara khusus menyatakan,“Saya instruksikan kepadaseluruh aparatur kesehatan, baikyang bekerja di tingkat Pusat maupunDaerah, untuk bersama-sama membangunintegritas individu dan integritasorganisasi di lingkungan kerja kita masing-masing, sehingga ke depan, Kemenkesmenjadi bersih dan terbebas dari tindakanyang koruptif, kolutif dan nepotisme.”Kementerian Kesehatan terus berupayamencapai laporan keuangan yang wajartanpa pengecualian. Pencananganzona integritas dan wilayah bebaskorupsi di bawah pengawasan KomisiPemberantasan Korupsi, MenteriPendayagunaan Aparatur Negara danReformasi Birokrasi, serta Ombudsmandiharapkan akan mempercepatpencapaian target tersebut.Tahun 2009 dan 2010, Badan PemeriksaKeuangan (BPK) memberi predikatdisclaimer (menolak memberikanpendapat) pada laporan keuanganKemenkes. Hal ini menandakan pemeriksatidak mendapatkan bukti yang dibutuhkanuntuk dapat menyatakan kebenaran dankewajaran laporan.Tahun 2011 ada perbaikan denganberubahnya opini BPK menjadi wajardengan pengecualian. Artinya, laporankeuangan wajar, tetapi masih adabeberapa yang belum sesuai dengan tatacara dan pelaporan keuangan negara.Inspektur Jenderal KementerianKesehatan (Kemenkes) Yudhi PrayudhaIshak Djuarsa, dalam temu media (13/7)menyatakan, beberapa masalah dalampengelolaan dan pelaporan keuanganialah masih ada kegiatan di luar aturansistem pemerintahan, pekerjaan terlambatsehingga pembayaran melampaui tahunanggaran, dan ada satuan kerja yangEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM20
  • 20. masih menggunakan penerimaan negarabukan pajak.Sejumlah kegiatan juga rawanpenyimpangan, seperti pengadaanalat kesehatan dan pembangunaninfrastruktur. ”Harga alat kesehatanrentangnya besar. Dilemanya, kalaumembeli yang lebih murah, kualitasburuk. Tetapi, untuk membeli yang baguskemahalan,”ujarnya.Menurut Kepala Biro Keuangan KemenkesAchmad Djohari untuk mencegahpenggelembungan anggaran di tempatrawan, seperti pengadaan barang danjasa, maka penyelenggaraannya dilakukanmelalui sistem elektronik unit layananpengadaan. ”Dulu pengadaan tersebar,sekarang terkoordinasi di SekretariatJenderal sehingga pengawasan lebihmudah,”katanya.Guna mencegah penyimpangan,Kemenkes selajutnya mencanangkanzona integritas (ZI) menuju wilayah bebaskorupsi (WBK). Zona integritas merupakanpredikat bagi kementerian yang pimpinandan jajarannya berniat dan berkomitmenmenciptakan birokrasi bersih danmelayani.Pada 18 Juli 2012, Menteri Kesehatan RI, dr.Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, menandatanganiPakta Integritas pada pencanangan ZonaIntegritas (ZI) sebagai komitmen untukmewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK)di lingkungan Kementerian Kesehatan.Penandatanganan disaksikan MenteriPendayagunaan Aparatur Negara &Reformasi Birokrasi, Azwar Abu Bakar;Wakil Ketua Ombudsman, Hj. Azlaini Agus;Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. AliGhufron Mukti, M.Sc, PhD; para PejabatEselon I dan II Kementerian Kesehatan dan15 Unit Pelaksana Teknis (UPT) VertikalKemenkes di 15 Provinsi di Indonesia.Menuju Perubahan yang Lebih BaikBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opiniWajar Dengan Pengecualian (WDP) atas laporankeuangan Kemenkes tahun 2011. Sebelumnya pada 2009 dan 2010, BPK memberikan opiniTidakMemberikan Pendapat (TMP) atau disclaimer.Kemenpan dan RB memberikan nilai CC atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) KementerianKesehatan tahun 2010. Nilai tersebut sama dengan tahun sebelumnya, namun nominalnya meningkatdari 58,09 menjadi 63,08.Pada tahun 2011, Survei Integritas yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)menempatkan Kemenkes pada urutan terbaik kedua dari seluruh Instansi Pusat dan nomor urutsembilan dari seluruh Instansi Pusat dan Daerah yang disurvei oleh KPK.Selanjutnya, sejak tahun 2010, Kemenkes telah memberlakukan sistem Layanan Pengadaan Barang danJasa Secara Elektronik (LPSE) dan mulai tahun 2012 telah dibentuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) padasetiap unit utama.Selain itu, Kemenkes telah membentuk Unit LayananTerpadu (ULT), yang memberikan pelayananatas: (a) Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi Alkes; (b) Registrasi Alkes dan PKRT; (c) RekomendasiSekolah Kesehatan; (d) Ethical Clearance Peneliti Kesehatan; (e) Informasi Registrasi Dokter/DokterGigi; (f) Rekomendasi PengobatanTradisional Asing; (g) Perizinan dan Akreditasi Rumah Sakit; dan (h)Pengaduan Masyarakat melalui Hot Line Service dan Email (PusatTanggap dan Respon Cepat).Registrasi on line dalam seleksi CPNS & dokter/dokter gigi/bidan PTT telah diberlakukan sejak tahun2007. Begitu pula dengan seleksi on line bagi Petugas Kesehatan Haji telah dilaksanakan sejak tahun2010.Kemenkes telah memberlakukan persyaratan wajib Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara(LHKPN) bagi pejabat Eselon I dan II serta Kuasa Pemegang Anggaran (KPA), Penyelenggara Kegatan (PK)dan Bendahara.Kemenkes juga telah membentuk Unit Pengelola Gratifikasi yang dituangkan dalam Peraturan MenteriKesehatan dan telah memiliki Road Map Reformasi Birokrasi yang dalam waktu tidak lama lagi akandilakukan penilaian oleh Kantor Kemenpan dan RB.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 21
  • 21. “Saya berharap ini merupakan langkah awal dalammewujudkan aparatur Kementerian Kesehatanyang bersih dan melayani. Mewujudkan WilayahBebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah BirokrasiBersih dan Melayani (WBBM) bukanlah pekerjaanmudah,”ujar Menkes.Menurut Menkes, dalam pelaksanaannyadiperlukan perencanaan yang baik, terstruktur dantersistem, serta harus in line dengan sistem yangdikembangkan dan dilaksanakan secara Nasionaloleh Pemerintah Pusat.“Di samping itu, keberhasilan pembangunan ZonaIntegritas, sangat ditentukan oleh kapasitas dankualitas integritas masing-masing individu danintegritas dari organisasi. Kapasitas dan kualitasintegritas dari individu sangat menentukankapasitas dan kualitas integritas dari organisasidimana individu itu berada dan melakukankegiatannya,”jelas Menkes.Integritas individu adalah sikap mental, pikiran,dan tindakan yang selaras dengan nilai-nilai baikserta diyakini bermanfaat bagi dirinya sendiridan organisasi. Dalam integritas ini terkandungnilai-nilai kejujuran, loyalitas, komitmen, dan nilaiperbaikan, untuk selanjutnya diimplementasikandalam bentuk tindakan yang konkrit. Sementaraintegritas organisasi adalah kesatuan dariintegritas individu-individu yang ada di dalamorganisasi tersebut. (pra, gi)Pakta IntegritasPenandatanganan pakta integritas merupakan langkah awal dalam pembangunan zonaintegritas menuju wilayah bebas dari korupsi. Dalam hal ini, ada beberapa indikator mutlakyang harus dipenuhi oleh setiap instansi, antara lain minimal harusWDP, nilai LAKIP CC, telahmelaksanakan program anti korupsi dan lain-lain.Dengan sejumlah indikator yang telah dimiliki,Kementerian Kesehatan bisa menjadi wilayah bebas dari korupsi dalam waktu yang tidak terlalulama. Namun tentunya membutuhkan berbagai langkah yang konsisten dari segenap jajaranaparatur Kemenkes, terutama dari pimpinan.Saya mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, sepertipemberlakuan sistem LPSE, dan tahun ini telah dibentuk UKP pada setiap unit utama.(MenteriPAN dan RB - Azwar Abubakar).Pencanangan Pembangunan Zona Integritas yang dilaksanakan saat ini merupakan langkahawal yang diharapkan dapat menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat dankomitmen seluruh jajaran Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan  Wilayah Bebas dariKorupsi dan diharapkan dalam tempo yang tidak terlalu lama akan berkembang menjadiWilayahBirokrasi Bersih dan Melayani. (Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkes - Mustikowati)Pencanangan ZonaIntegritas menujuWilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah langkah awalyang baik sekali.Namun harus ditindaklanjuti dengan sosialisasi dan penjabaran lebih jelas agarlebih membumi.Jangan sampai ZI menujuWBK hanya menyentuh tingkat pejabat saja, tetapiidealnya semua aparatur negara. Berharap ZI menujuWBK bukan sebatas seremonial, namunmenjadi nilai dan spirit setiap PNS Kemenkes. Dan komitmen ini dapat terlaksana dengan baikjika disertai sistem remunerasi dan reward yang adil. (Kasubbag Humas Ditjen BUK – Anjari)Saya melihat banyak aspek positif dari pencanangan ZI/WBK. Pertama, sebagai momentum yangbaik dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kami, aparatur negara yang mampubekerja dengan integritas, professional, efektif dan efisien. Yang kedua, bagi saya pribadi bahwapendapatan yang saya terima  yang merupakan rizki yang berkah dan hallalanToyyibah. (StafPuskom Publik Kemenkes -Temmy)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM22
  • 22. Produk izin bidang kesehatanmencapai 80% dari totalpelayanan, di Unit PelayananPerizinan Terpadu ( P2T), ProvinsiJawa Timur. Setiap tahun unit inimelayani rata-rata 25 ribu orang dari 17sektor layanan, satu di antaranya sektorkesehatan. P2T ini, telah memulai karyanyatahun 2005, sebelum terbitnya UU No.25tahun 2008, tentang Pelayanan Publik.Pemda Jawa Timur, telah menempuhkebijakan menyatukan seluruh perizinandalam satu unit, yang dipimpin kepalaUPT. Saat ini, UPT melayani 179 produkperizinan. Setiap pelanggan cukupmengambil kartu antrian, kemudianmendapat panggilan pelayanan, kuranglebih 15 menit selesai. Untuk memberipelayanan yang optimal, UPT hanyamelayani rata-rata 250 pelanggan, melaluipembatasan loket antrian.Seluruh pelayanan sudah menggunakanteknologi elektronik, demikian juga dalampenyimpanan dokumen. Praktis, cepat,Setiap ProdukIzin 15 Menit “Kelar”mudah, dan nyaman. Tak ada pungutan,selain yang telah ditetapkan dalamketentuan restribusi.Menurut Kepala UPT Jawa Timur, PungKarnantohadi, guna meningkatkankualitas dan jangkauan pelayanan, unitnyamelakukan jemput bola ke berbagaikabupaten di Jatim, bekerjasama denganDinas Kesehatan Kabupaten dan MajelisTenaga Kesehatan Indonesia ( MTKI)setempat.“Awalnya, proses pelayanan satu produk,membutuhkan waktu berbulan-bulanbaru selesai, sekarang hanya hitunganmenit, selesai. Kami memangkas birokrasi,tanpa mengurangi kualitas produk, yaknimengganti tanda tangan basah dengantanda tangan elektronik, untuk semuaperijinan,”ujar Pung.Menurut Pung, kecepatan pelayanan ini,merupakan pilihan gubernur. Setelahberdiskusi, ternyata gubernur memilihtanda tangan elektronik. Sehingga seluruhpelayanan izin, menggunakan tandatangan elektronik.Khusus perizinan kesehatan, terdapat 26jenis pelayanan. Mulai dari izin tenagakesehatan, rekomendasi perijinan rumahsakit pemerintah, swasta, PMA dan PMDN,serta izin produksi kosmetika, sertifikasiproduksi alat kesehatan, dll.Ke depan, seluruh proses perizinanakan didekatkan kepada masyarakat,khususnya di Kabupaten/Kota. UnitP2T akan membuat kerjasama denganunit terkait untuk melaksanakanpelayanan masyarakat di daerah. Untukmenjembatani kesulitan bertemu, rapatrutin, akan diterapkan dengan videoconferens.“Setiap produk izin sudah menggunakanbarkode, sehingga untuk meng-updatedata berikutnya, cukup memanfaatkanbarkode, kemudian menambah data yangdiperlukan. Semua sudah tersimpan secaraelektronik”, jelas Pung ( pra).EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 23
  • 23. MEDIA UTAMAInstruksi Presiden nomor 5 tahun 2004 tentang PercepatanPemberantasan Korupsi belum dapat dilaksanakan secaraoptimal oleh seluruh Instansi Pemerintah di pusat dandaerah. Salah satu instruksi yang minim implementasinyaadalah kepada seluruh pimpinan instansi pemerintah pusat dandaerah untuk melaksanakan program wilayah bebas dari korupsi(WBK). Komitmen pemberantasan korupsi tersebut diwujudkandalam bentuk Zona Integritas (ZI) dalam lingkup K/L/Pemda,yang dicirikan dengan adanya program pencegahan korupsiyang konkrit sebagai bagian dari upaya percepatan RB danpeningkatan pelayanan publik disertai dengan sosialisasi danupaya penerapan program tersebut secara konsisten.Pada saat ini kita telah memasuki tahun ke-tiga pelaksanaanRPJMN II tahun 2010-2014, di mana Reformasi Birokrasi ditetapkansebagai prioritas pertama dari 11 prioritas pembangunan dalamRPJMN II. Penempatan Reformasi Birokrasi sebagai prioritaspertama mengandung makna bahwa keberhasilan 10 programRB untuk Birokrasi Bersih,Kompeten dan MelayaniMenciptakan zona kerja bebas dari KKN, birokrasi bersih, kompeten dan melayani,merupakan bagian integral dari Reformasi Birokrasi (RB). Saat ini Kementerian/lembaga sedang demam dengan RB. Nah, bagiamanakah implementasi RB diKementerian Kesehatan?pembangunan lainnya sangat tergantung kepada keberhasilanprogram Reformasi Birokrasi, yang bertujuan mewujudkanbirokrasi yang bersih, profesional, berintegritas tinggi, akuntabel,dan melayani. Makna tersebut seyogyanya sangat mudahdipahami, karena harus diakui bahwa peran birokrasi dalamimplementasi berbagai sektor pembangunan memang sangatbesar.Melalui implementasi Reformasi Birokrasi, diharapkan terjadiperubahan-perubahan yang positif dalam bidang kelembagaan,SDM aparatur, tata laksana, pengawasan, akuntabilitas aparatur,pelayanan publik dan budaya kerja bersamaan dengan penataanperaturan perundang-undangan yang terkait dengan masalahbirokrasi.Untuk mempercepat pencapaian tujuan reformasi birokrasi,Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan ReformasiBirokrasi telah menyusun 9 (sembilan) program percepatanInspektur Jendral Kementrian Kesehatan dr.Yudhi Prayudha Ishak Djuarsa, MPH bersama pejabat Kementrian PAN dan RB.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM24
  • 24. reformasi birokrasi, meliputi: (1) Penataan Struktur Birokrasi; (2)Penataan Jumlah dan Distribusi PNS; (3) Sistem Seleksi CPNSdan Promosi PNS Secara Terbuka; (4) Profesionalisasi PNS; (5)Pengembangan Sistem Elektronik Pemerintahan (e-goverment); (6)Peningkatan Pelayanan Publik; (7) Peningkatan Transparansi danAkuntabilitas Aparatur; (8) Peningkatan Kesejahteraan PegawaiNegeri; (9) Efisiensi Penggunaan Fasilitas, Sarana dan PrasaranaKerja PNS.Pembangunan ZI Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi merupakanbagian dari salah satu Program Percepatan RB, yaitu; peningkatantransparansi dan akuntabilitas aparatur sebagai upayamewujudkan Birokrasi berintegritas tinggi.Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan ReformasiBirokrasi (kementerian PAN dan RB) menyusun PedomanPembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsidengan melibatkan pihak terkait yaitu Komisi PemberantasanKorupsi (KPK) dan Ombudsman RI (ORI); yang tertuang dalamPermenpan dan RB nomor 20 tahun 2012 tentang PedomanUmum Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebasdari Korupsi. Diharapkan, terbentuknya WBK pada berbagai K/L/Pemda akan mendorong percepatan pemberantasan korupsimelalui upaya yang bersifat pencegahan. Upaya ini diperlukanuntuk mempercepat pencapaian Indeks Persepsi Korupsi(IPK) Indonesia sehingga mencapai nilai 5,0 pada tahun 2014sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN II.PENGERTIAN1. ZONA INTEGRITAS (ZI) adalah sebutan atau predikat yangdiberikan kepada suatu K/L/Prov/Kab/Kota yang pimpinannyadan jajarannya mempunyai niat (komitmen) untuk mewujudkanbirokrasi yang bersih dan melayani;2. WILAYAH BEBAS dari KORUPSI (WBK) adalah sebutan ataupredikat yang diberikan kepada suatu unit kerja pada ZIyang memenuhi syarat indikator mutlak dan memperoleh hasilpenilaian indikator operasional di antara 80 dan 90;3. WILAYAH BIROKRASI BERSIH, KOMPETEN dan MELAYANI(WBBKM) adalah sebutan atau predikat yang diberikan kepadasuatu unit kerja pada ZI yang memenuhi syarat indikatormutlak dan memperoleh hasil penilaian indikator operasional 90atau lebih;KENAPA PERLU ZI, WBK DAN WBBM ?1. Pemberantasan korupsi harus dilakukan melaluiPENINDAKAN dan PENCEGAHAN èSINERGIS2. Keberhasilan upaya pencegahan korupsi selama ini kurangoptimal. Salah satu di antaranya adalah Program WilayahBebas dari Korupsi (WBK) sebagai bagian dari Inpres Nomor5 Tahun 2004 yang minim sekali implementasinya.3. Untuk mewujudkan WBK, perlu lebih dahulu dilakukanpembangunan Zona Integritas (ZI), yang didahului denganpernyataan komitmen bersama untuk tidak melakukantindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme melaluipenandatanganan dokumen pakta integritas.4. Pembangunan Unit Kerja Zona Integritas (ZI) diharapkandapat menjadi model pencegahan korupsi yang lebihefektif, karena pada Unit Kerja ZI inilah dilakukan berbagaiupaya pencegahan korupsi secara konkrit dan terpadu.Pada tanggal 18 Juli 2012 Kementerian Kesehatan melakukanPencangan Pembangunan ZI menuju WBK, yang merupakantindaklanjut dari penandatangan Dokumen Pakta Integritas yangsebelumnya telah dilaksanakan dan merupakan implementasiPeraturan Menteri PAN dan RB Nomor 20 Tahun 2012 tentangPembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi diLingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.Sampai saat ini sudah 27 Instansi yang telah melakukanpencanangan ZI , Kemkes adalah instansi ke-28.Integritas yang bermakna satunya kata dan perbuatan, sangatdipengaruhi oleh penerapan prinsip akuntabilitas dantransparansi sebagai bagian dari prinsip-prinsip tata kelolapemerintahan yang baik. Tidak ada integritas tanpa akuntabilitasdan transparansi, dan selanjutnya tidak ada pemerintahan yangbersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme tanpa integritas.Untuk membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dariKorupsi dalam rangka mencapai Wilayah Birokrasi Bersih danMelayani dalam upaya mewujudkan Negara Indonesia yangbersih, berintegritas dan bermartabat diperlukan komitmen parapimpinan dan kerjasama di semua jajaran Kemenkes.Konsep Pemberantasan Korupsi adalah: “Harus dimulai dari dirikita sendiri, mulai dari yang termudah dan dimulai sekarang”.Motonya adalah:”Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukankita, siapa lagi”. (Dyah)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 25
  • 25. MEDIA UTAMAAkhir Juli 2012, terjadi pertemuan membahas panduanpelaksanaan jaminan kesehatan. Seorang teman,setelah mengamati laptop saya dari ujung ke ujung,berkata,“Sampean ini terlalu jujur.”Disebut terlalu jujur, saya kaget. Kemudian saya bertanya kepadateman tersebut dengan perasaan heran,”Ada apa tiba-tiba Andaberkata bahwa saya terlalu jujur?”Kemudian teman itu menunjuk stiker barang milik negara yangmenempel pada pinggir layar monitor laptop.“Tempel saja stikeritu di bawah, jadi nggak mencolok,”kata teman itu, mengakhiriobrolan ringan sebelum acara dimulai.Untuk menjelaskan komentar teman di atas, tentang stikerbarang milik negara, kemudian pemakainya diberi predikatMenemukanterlalu jujur, tentu tidak tepat. Mengapa? Ada beberapa argumen.Pertama; saya juga manusia biasa yang banyak khilaf dan salah.Kadang juga berdusta, dengan kadar tertentu, sengaja atau tidaksengaja.Kedua; stiker“barang milik negara”pada layar laptop, sudahada sejak sebelum laptop saya pegang. Jadi, saya hanyamenggunakan laptop itu apa adanya. Saya juga merasa takharus memindahkan atau membuang stiker tersebut. Jadi,kalau dikatakan terlalu jujur, tentu orang yang menempel stikertersebut yang pantas disebut terlalu jujur. Bukan saya.Ketiga; menggunakan istilah terlalu jujur, sepertinya ada gradasijujur. Mulai dari tidak jujur, kurang jujur, kadang-kadang jujur,selalu jujur, dan terlalu jujur. Jadi menurut gradasi kejujuranKejujuranEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM26
  • 26. ini, terlalu jujur mempunyai tingkatan paling tinggi. Nah, yangmenjadi soal adalah bagaimana mengukur gradasi jujur ini. pastisulit mengukur dan membedakannya.Keempat; menurut sudut pandang dialog kejujuran di atas,sifat jujur seseorang dapat terlihat dari perilaku sehari-hariyang sederhana. Mulai dari tutur kata, sikap, dan tindakan.Keberanian menempel stiker barang milik negara pada barangyang digunakan, merupakan ciri dari sebagian perilaku jujur. Jugakeberanian menempel kendaraan dinas dengan stiker“Kendaraanini tidak menggunakan BBM bersubsidi”.Jujur, merupakan nilai universal. Siapapun mencintai perilakujujur, apalagi diperlakukan dengan jujur. Walaupun seseorangtersebut, dirinya sulit berlaku jujur. Ia tetap mencintai perilakujujur. Berkaca dari kenyataan ini, sifat jujur dapat disemai danditumbuh-suburkan dalam diri seseorang atau komunitastertentu. Sekali pun seseorang atau komunitas tersebut sudahterbiasa tidak jujur, bahkan bangga dengan ketidakjujurannya.Sebab, tidak jujur itu membohongi diri sendiri. Sebarapa kuatseseorang akan bertahan untuk terus berbohong kepada dirinyasendiri?Memang, menyemai sifat jujur itu sulit, bahkan sesulitmeneggakkan benah basah. Karena sulit itulah, maka tidak bolehmerasa bosan, apalagi berhenti menyemai benih-benih kejujuran.Kita harus menyemai banyak benih kejujuran dalam lahan yanggembur dan subur. Mungkin, walau lahannya sudah subur,tetap sedikit yang tumbuh, karena terlalu banyak hama yangmengerogoti benih kejujuran itu.Agar benih tetap tumbuh dan subur, maka tugas utamanyaada tiga. Pertama; menyiapkan benih dan lahan yang suburdan gembur. Jujur, adalah sebaik-baik benih nilai universal.Sebab, jujur akan menjadi pintu pembuka bagi banyak kebaikanberikutnya. Sebaliknya, tanpa kejujuran, akan metutup semuapintu kebaikan. Kemudian yang akan terjadi, keburukan dankeburukan.Sementara lahan yang subur, yakni kesiapan mental untukmenanggung risiko dari sifat jujur. Sebab, risiko jujur ada yangpositif dan negatif. Risiko positif, orang akan mengapresiasikejujurannya. Sedangkan risiko negatif, sebagian orang yangdirugikan akan membenci, bahkan memusuhi. Bagi yang berlahansubur, Ia akan tetap sabar menghadapi seluruh caci maki dantidak lupa diri ketika dipuji.Kedua; mengenali hama yang mengancam sifat jujur, yaknitidak ikhlas. Kemudian merambat pada keinginan untukmemperoleh puja-puji, harta, tahta, wanita, dan popularitas.Keinginan yang kuat untuk mendapat ini semua, akanmendorong seseorang bekerja keras, untuk memperolehnya.Tapi, jika hilang keikhlasanya, ia akan menggunakan segala carauntuk memperolehnya. Untuk itu, sifat ikhlas harus mendasariseluruh kegiatan dari awal sampai akhir, sehingga tidak terjadipenyimpangan dari tujuan maupun cara.Ketiga; merawat, memupuk, dan memagari benih kejujuran yangsedang tumbuh dari berbagai gulma di sekitarnya. Bagimanacaranya?. Sirami, pupuk, rawat, dan pagari benih dengannasehat, sehingga tumbuh subur dan semakin kuat. Untuk ituberinteraksilah dengan siapa saja yang bersedia memberi nasehat.Sehingga saling menguatkan dalam kejujuran dan kebaikan.Bila demikian, maka tak disadari jujur akan menjadi kebiasaanyang mudah dan menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari,baik sendiri maupun dalam komunitas. Sehingga, jujur menjadinilai bersama yang terstandar, untuk siapa saja dan kapan saja.Pertanyaannya, sudahkah menemukan kejujuran bersemayamdalam diri kita? (Pra)  EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 27
  • 27. Tanda tangan elektronik pejabat berwenangmenyebabkan birokrasi sangat ringkas. Pelayanan publikmenjadi mudah, murah, dan cepat. Bukti ini telah dialamiPusat Pelayanan Terpadu Pemda Provinsi Jawa Timur.Awalanya, mengurus izin memakan waktu penyelesaian bulanan,kini setelah berkas lengkap hanya 15 menit, selesai. Indah benar!Ada setumpuk pekerjaan rumah untuk mewujudkan reformasibirokrasi di Kementerian dan Lembaga, yakni“Birokrasi yangbirokratis”. Sejatinya, birokrasi disusun untuk memudahkan danmempercepat pelayanan publik. Tapi, fakta di lapangan justrusebaliknya. Lelet!Untuk itu, di antara keberhasilan reformasi birokrasi adalah bilamasyarakat mendapat pelayanan yang mudah dan cepat. Nah,apa faktor yang menjadi penghambat penyelesaian administrasiini? Di antaranya; tanda tangan basah pejabat berwenang. Hal inidiakui sendiri oleh Bambang Wahyudi, SKM,MM Kepala Balai BesarTeknik Kesling dan PPM (BTKL) Surabaya, awal September 2012lalu.Menurut Bambang Wahyudi, proses pemeriksaan dan perizinan,sudah sesuai dengan SOP, apalagi pemeriksaan sampel, darisegi waktu tidak boleh meleset sedikit pun. Semua sudah adaketentuannya. Sebab kalau tidak sesuai dengan waktu yangditentukan, hasil pemeriksaan menjadi tidak valid. Hal ini jugadiakui oleh para pekerja di Lab BTKL tersebut.Masalahnya, setelah hasil pemeriksaan selesai, dan hasil jugasudah diperoleh, masih ada kewajiban: yaitu menyalin angka-angka hasil pemeriksaan ke dalam format tertentu. Setelah itudilakukan verifikasi dan penandatangan pejabat berwenang. Lalu,dokumen perizinan tadi disampaikan kepada masyarakat ataupelanggan yang membutuhkan.Proses menyalin, verifikasi, dan tanda tangan ini jauh lebih lamadari proses pemeriksaan sampel. Mungkin, bisa 2 atau 3 kali lipatwaktu pemeriksaan. Jadi, lamanya waktu yang dibutuhkan izinkeluar semata karena faktor administrasi, bukan faktor teknis.Nah, birokrasi, seharusnya dibuat untuk meringkas proses yangpanjang dan berbelit ini.Karena proses menyalin, verifikasi dan tanda tangan tidak akanmengubah validitas hasil pemeriksaan, mengakibatkan birokrasicenderung santai. Tidak berusaha untuk segera menyelesaikandalam tempo secepat-cepatnya. Banyak alasan klasik yangdikemukakan seperti; SDM terbatas, sarana kurang memadai, danbanyaknya pelanggan yang harus dilayani.Khusus pejabat berwenang yang menandatangani, lain lagialasannya:“pokoknya”harus tanda tangan basah dari pejabatyang bersangkutan. Sementara pejabat birokrasi, tidak dapatdipastikan keberadaannya di kantor pelayanan publik. Bahkansering ke luar kota untuk acara pertemuan, pelatihan, danmemberi arahan pada acara tertentu. Bila ini terjadi, maka urusantanda tangan basah ini dapat menanti berhari-hari, bahkanmingguan, baru selesai.Ketika diajukan usulan agar tanda tangan basah diganti dengantanda tangan elektronik, banyak alasan penolakan yangdikemukakan. Dan alasan yang paling akhir“pokoknya”. Padahal,badan publik dapat belajar seperti yang dilakukan P2T JawaTimur.“Kami, menerapkan seluruh perizinan tanda tangan pejabatberwenang menggunakan tanda tangan elektronik, sepertihalnya di pelayanan publik Samsat. Begitu kemamuan gubernurdalam pelayanan publik,”ujar Pung Karnantohadi, Kepala P2TJawa Timur.Birokrasi“lelet”, memang masih menjadi pegangan, meski tak lagipopuler. Tapi, itu harus segera direformasi sebagaimana semangatreformasi birokrasi di berbagai kementerian dan lembaga.Bagimana caranya? Pertama; pangkas!. Pemangkasan ini dapatmenggunakan teknologi dalam pelayanan. Semua produk serbaelektronik. Mulai dari kirim dokumen, verifikasi, dan tanda tangan.Bila ini dapat ditegakkan, maka pelayanan akan lebih ringkas,mudah, cepat dan akurat.Kedua; penguatan SDM dengan melatih sebagai pelayan yangbaik. Peduli kepada pelanggan, mengutamakan kepuasanpelanggan, dengan berbagai cara sesuai SOP yang telahditetapkan. Di samping menguasai product knowledge, juga harusmampu melayani pelanggan secara baik pula.Ketiga; penguatan sarana dan prasarana. Baik perangkat lunakmaupun perangkat keras. Sebab, kemampuan SDM harus diikutisarana dan prasana yang mencukupi. Sehingga dapat memberipelayanan yang optimal. (Pra)PangkasLeletBirokrasiMEDIA UTAMABambangWahyudi, SKM,MMKepala Balai BesarTeknik Keslingdan PPM (BTKL) SurabayaEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM28
  • 28. Ya...Allah, tunjukkan kepada kami yang benar itubenar, dan berikan kekuatan untuk melaksanakan.Tunjukkan pada kami yang salah itu salah, danberi kekuatan untuk menghindarinya. Ya...Allahyang maha Kuasa, berikan kekuatan kepada kamiuntuk mampu mengatakan tidak pada Korupsi.Begitulah kira-kira doa yang akan saya baca dalampertemuan nasional kesehatan, 7 tahun yang lalu, diYogyakarta. Hanya saja, sebelum waktu membacakandoa, panitia meminta teks doa tersebut. Dengan rasakaget panitia, mengatakan“ wah jangan begini doanya,ada kata korupsi segala”,ujarnya. Kemudian panitia mengeditnaskah doa yang ada kata-kata korupsi.Ada rasa sedih, malu dan merasa tak berdaya untuk menegakkankebenaran, integritas dan kejujuran, walau hanya melalui doa.Pada waktu berikutnya, saya tak pernah membuat teks doa,bila diminta untuk memimpin doa. Untuk apa ? agar tidak perluada yang diedit. Bila ada pendengar yang tertarik dengan doayang saya sampaikan, setelah doa, Ia meminta naskahnya. Sayakatakan, hanya coretan beberapa kata.“ Ini naskahnya bilaberminat. Mereka berkata; bukankah tadi doanya panjang ? Ya..betul, tapi tidak saya tulis, langsung diucapkan saja, jawabku.Itu dulu.....!, ketika belum mengenal istilah zona integritas (ZI),reformasi birokrasi, KPK, Pengadilan Tipikor, ICW dan lembagapendukung pemberantas KKN lainnya.Bagaimana sekarang ?Zaman memang telah berubah, manusia juga terus belajar,memahami dan bergerak ke arah yang lebih baik. Ketika itu,orang jujur, tidak manipulatif dan berusaha tidak korupsi,dianggap mahluk aneh“sok bersih, suci”dan seabrek predikatmiring. Kemudian orang-orang“aneh”ini dikucilkan dari berbagaikegiatan yang“aneh-aneh”. Sekali lagi, itu dulu, ketika masih zonakorupsi (ZK) lebih dominan.Sekarang, zona korupsi telah mulai terkikis pelan-pelan. Sebagiansudah berganti dengan zona integritas (ZI), yakni sebuahKementerian/lembaga , yang para pemimpimnya“berniat”tidakmelakukan korupsi. Tentu, sulit melihat kesungguhan niat ini.Tapi paling tidak, aura kearah lebih baik terlihat dari komitmenmenandatangani fakta integritas. Secara kasat mata terlihatgairah untuk tidak melakukan korupsi. Walau penandatangan inijuga belum jaminan tidak melakukan korupsi, dikemudian hari.Tapi, saat ini sebaiknya tetap optimis dan tak perlu buruk sangkaterhadap upaya membentuk ZI.Zona integritas, menjadi pintu masuk membentuk wilayah bebaskorupsi (WBK). Apa WBK itu ? Yakni satuan kerja dalam zonaintegritas tidak ada korupsi. Baik korupsi anggaran, waktu danbarang milik negara. Terbebas dari perilaku manipulatif, gratifikasi“hadiah, uang lelah, jasa, dll”dari pihak lain yang terikat langsungatau tidak langsung dengan pekerjaan satuan kerja yangbersangkutan. Mungkinkah...?WBK sangat mungkin lahir dalam salah satu zona integritas,asalkan ada kemauan pimpinan untuk mewujudkannya danberkelanjutan. Pemimpin memimpin sendiri upaya tersebut. Iamenjadi lokomotif dan sekaligus teladan membentuk individu–individu berintegritas. Secara bertahap Ia menanamkan sikapmental, pikiran dan tindakan yang selaras dengan nilai-nilai baik,yang diyakini bermanfaat bagi dirinya sendiri dan organisasi.Dalam integritas ini terkandung nilai-nilai kejujuran,loyalitas, komitmen dan nilai perbaikan, untuk selanjutnyadiimplementasikan dalam tindakan nyata di lingkungan kerja.Sementara integritas organisasi adalah kesatuan dari integritasindividu-individu yang ada dalam lingkungan organisasi tersebut.Masa mendatangZI, WBK dan gelombang reformasi birokrasi, tampaknya akanterus bergerak menuju arah yang dicita-citakan. Mengapa ?, selaintuntutan publik yang sangat kuat akan hadirnya birokrasi yangbersih dan melayani, juga tabiat manusia yang ingin berubahmenjadi lebih baik. Hidup tenang, produktif dan melayani. Hah...melayani ? Ya....!Budaya melayani akan menjadi trend masa depan. Pemimpinadalah pelayanan. Siapa yang mau jadi pemimpin, Ia telahteruji melayani terlebih dahulu. Masyarakat akan mengangkatsecara formal atau non formal, siapa saja yang mampu memberipelayanan dengan baik. Bila tidak kompeten memberi pelayananakan mendapat tekanan berat dari publik.Jadi, bersih dan melayani itu kebutuhan, bukan tugas, kewajibanatau tanggung jawab. Bersih dan melayani akan menjadi dua sisidari mata uang. Ia tak terpisahkan. Kedepan, orang yang bersihdan melayani sudah biasa. Mereka akan berperan besar dalambirokrasi, sebab sebagian besar orang-orangnya bersih danmelayani. Sementara orang“kotor”akan tersisih dan tidak dipakaidalam birokrasi. Sebab, zona korupsi telah berganti dengan zonaintegritas dan wilayah bebas korupsi. Wallau’alam.ZONA KORUPSI:Dulu, Kini dan Masa MendatangOleh: PrawitoEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 29
  • 29. Bekerja itu kehormatan. Maka, kehormatan itu harusdijaga, demi kehormatan diri dan keluarga. Selain itu,bekerja bukan semata-mata mencari uang, tapi bagiandari ibadah, sehingga dalam bekerja ada aturan, etika,dan moralitas yang harus selalu dijunjung tinggi.MEDIA UTAMAEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM30
  • 30. Himbauan soal memahami hakekat bekerja ini menjadibagian dari upaya membentuk zona integritas di DinasKesehatan Jatim.“Bayangkan...! Para pekerja yang menjadi kader posnyandu.Mereka terus bekerja untuk masyarakat. Tak ada gaji, apalagikenaikan gaji berkala dan instensif. Tapi mereka tetap bekerjadengan suka hati,”begitu ajakan Kadinkes Jatim, dr.Budi Rahajukepada seluruh karyawannya, untuk memaknai kerja sebagai PNS.Salah satu upaya menjaga kehormatan para pekerja, DinasKesehatan Provinsi Jawa Timur, telah melakukan kerjasamadengan BPKP. Dua lembaga ini telah bergerak dari hulu melakukanpencegahan. Kami tidak ingin seperti“pemadam kebakaran”, yangbergerak setelah ada kasus. Tapi, kami ingin sebelum ada kasus,kami sudah melakukan pencegahan. Sehingga, dalam segala haltidak menimbulkan penyimpangan di kemudian hari, seperti KKN.Bahkan, saat ini kami sudah melakukan kerjasama dengan Kejatiuntuk memberi pendampingan dalam bidang perdata. Begitudiucapkan dr Budi Rahaju di Surabaya.Lebih lanjut dr. Budi menjelaskan, dengan kerjasama dualembaga ini, kami dapat melakukan konsultasi terkait regulasidan berbagai persoalan tentang kebijakan dengan Biro Hukumdan Badan Pengelola Anggaran Daerah (BPKAD).“Kami sangatintens melakukan pertemuan dengan banyak UPT, sehinggatidak terjadi persepsi yang salah dalam implementasi kebijakanatau ketentuan yang berlaku. Sebagai unit teknis kesehatan,terkadang kurang memahami bahasa hukum atau keuangan.Dengan adanya konsultasi ini dapat memberi kepastian dalamimplementasinya,”ujar dr.Budi.Menurut Kadinkes, saat ini mereka sedang membentuk SistemPengawasan Internal (SPI). Khusus, terkait dengan pelayananpublik, Gubernur mempunyai kebijakan memadukan seluruhpelayanan publik dalam satu atap dalam Pusat Pelayanan Terpadu(P2T). Unit teknis hanya memberikan persyaratan dan biaya yangdikeluarkan masyarakat.“Melalui pelayanan terpadu ini, prosesperizinan tenaga kesehatan lebih cepat, mudah, dan ringkas.Masyarakat dapat secara pasti mengetahui kapan selesai danberapa besar biaya yang dikeluarkan sejak awal secara transparan,”kata Kadinkes Provinsi Jatim ini.Untuk izin-izin yang dikeluarkan oleh Daerah, maka prosesnyacukup di P2T saja, selesai. Demikian juga bila terkait denganrekomendasi izin yang akan di bawa ke pusat, semua prosesdikerjakan secara cepat.“Khusus pelayanan publik kesehatan seperti yang dilaksanakanrumah sakit, secara struktur, langsung di bawah gubernur. SepertiRS Sutomo, RS Syaiful Anwar, RS Haji, RS Sudono dan RS JiwaMenur. Mereka telah menerapkan sistem pelayanan publik dankeuangan yang baik. Dengan penerapan sistem tersebut, ProvinsiJawa Timur mendapat predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP) dua kali berturut-turut,”ujar dr. Budi.Sebenarnya, Dinas Kesehatan sudah mendapat sertifikat ISO:9001: 2008. Tapi, ISO itu hanya bersifat administrasi. Padahal,banyak program kesehatan yang tidak dapat diselesaikan denganadminitrasi. Untuk itu, harus menggunakan instrumen-instrumenmanajemen program kesehatan. Dalam hal pengawasan programini, Gubernur mempunyai forum ajang“wadul”melalui siaranTVRI. Masyarakat bebas memberi masukan dan bertanya tentangprogram apa saja. Kemudian Gubernur atau pejabat SKPD (SatuanKerja Pemerintah Daerah) terkait akan memberi jawaban.“Ada juga ngopi bareng gubernur yang disiarkan melalui SCTV,yang diberi nama ngobrol pinter. Gubernur memberi pengantarpada acara tersebut, kemudian dilanjutkan oleh SKPD tertentuuntuk berkomunikasi dengan masyarakat. Dialog ini tidak hanyaterbatas pada satu topik, tapi banyak topik,”ujar Kadines.Menurut Kadinkes, ke depan akan lebih tegas lagi, sesuaidenga SOP, baik yang terkait teknis atau administratif. Secarakedisiplinan, kita sudah melaksanakan apel pagi dan sore, dengantingkat kehadiran 95%. Memang masih ada kelemahan, walaupagi-sore apel, tapi ditengahnya agak sulit mengontrolnya. Kamitetap kami memberi pembinaan dan pengarahan saat apel. (Pra)dr. Budi RahajuBekerja itukehormatanEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 31
  • 31. MEDIA UTAMAMEDIA UTAMAFaktanya, siapa pun yang matitak akan membawa hartake akhirat. Banyak orang tuaberharta, begitu meninggal, anakbertengkar berebut harta. Ternyata, hartabisa membawa malapetaka. Sebagaidirektur yang tak lagi muda, saya inginmengabdikan diri, sebesar-besarnya agarbermanfaat bagi banyak orang. Terhindardari perbuatan menyimpang. Amanah inisangat berat pertanggung jawabannya,dunia-akhirat. Maka, saya selalu berdoa,agar diberi kekuatan, kesabaran, danbimbingan, agar tetap berjalan, mengaliristiqomah pada jalan yang benar, sertamenjadikan Poltekkes Surabaya bersih danbermartabat.Kalimat di atas adalah ungkapan danharapan penuh makna dari BambangGuruh Irianto, Direktur PoliteknikKesehatan ( Poltekkes) Surabaya kepadamediakom, 12 September 2012.Keinginan besar itu, Ia tuangkan dalamMotto: PAS di poltekkes. Profesionalmodalku, Anda puas tujuanku, dansejahtera tekadku. Untuk mewujudkanmotto tersebut, Poltekkes telah menyusunSOP pelayanan kepada mahasiswa danmelaksanakan ISO 9001: 2008 untukmanajemen pelayanan publik dan IWA-2:2007 untuk proses belajar mengajar.PoltekkesBersihBermartabat& Keduanya mulai dilaksanakan sejak tahun2011, ujar Bambang.“Dengan adanya sertifikasi IWA ini, kamimemastikan setiap mahasiswa mendapatpelayanan dosen wali secara efektif.Meraka akan mendapat bimbingan dosenlebih sering. Bukan hanya saat mengambilKRS (Kartu kridit semester) saja. Tapi,terkait dengan hambatan akademis danadministrasi, dapat terdeteksi lebih awal.Dengan demikian, mahasiswa segeradapat solusinya,”tambah Direktur.Menurut Hadi Suryanto, selaku PembantuDirektur II, untuk mendisiplinkankaryawan, pihaknya telah melakukanabsensi dengan fingger print ketikamasuk pukul 07.30 dan pulang pukul15.30. Apabila ada karyawan yang datangdan pulang tidak tepat waktu, makawaktu keterlambatan akan diakumulasi.Bila mencapai 7,5 jam, dianggap tidakmasuk kerja satu hari. Bila ini terjadi,maka yang bersangkutan akan dipotonguang makannya Rp 25.000,-/hari.“Ternyata, pemotongan uang makan,akibat keterlambatan masuk kerja, telahmendorong karyawan lebih disiplin masukkerja,”ujar Hadi.“Dengan penerapan kebijakan ini,awalnya ada resistensi dari sebagiankaryawan, sampai mengirim surat kaleng.Tapi, seiring dengan perjalanan waktu,sosialisasi yang berkelanjutan, karyawanmenjadi semakin paham. Sehinggakaryawan menjadi semakin tepat datangdan tepat pulang,”tutur HadiPoltekkes Surabaya, memiliki 13 programstudi yang tersebar di seluruh wilayahJawa Timur. Memang, dengan kondisi yangberjauhan tempatnya, agak berpengaruhpada mobilitas dosen. Apalagikendala kemacetan Surabaya juga ikutmempengaruhi. Belum lagi finger printbelum terkoneksi secara online di seluruhjurusan. Sehingga, dosen yang berabsendi rektorat di jalan Menur, bila harusmengajar di jurusan lain di luar komplekjalan menur, tidak sempat melakukanabsensi terlebih dahulu.“Solusinya,para dosen memberitahu kepada pihakadmin, bahwa pagi-pagi tersebut yangbersangkutan mengajar di luar. Hal ini jugadiperkuat dengan menyerahkan jadwalmengajar kepada petugas absen, padaawal ajaran baru,”ujar Hadi.Untuk memantau kedisiplinankaryawan, sejak Juni 2012, institusi telahmembagikan buku catatan harian. Jadi,karyawan setiap hari kerja harus menulisapa yang dikerjakan. Melalui catatantersebut, institusi dapat mengetahui apaDirektur Poltekkes Surabaya Bambang Guruh IriantoEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM32
  • 32. yang dikerjakan setiap harinya.“Hal inidilakukan untuk membiasakan karyawanmencatat kinerjanya sendiri. Sebab,ke depan, remunerasi akan diberikanberdasarkan kinerjanya. Oleh sebab itu,kinerja harus terdokumentasi. Rencana,evaluasi catatan harian ini akan dievaluasisetiap tiga bulan,”ujar Pudir II ini.Menurut Hadi, khusus, pengadaan barangdan jasa di atas Rp100 juta, poltekkesselalu menyelenggarakan lelang.Bahkan melalui LPSE. Hal ini dilakukanguna memenuhi azas keterbukaan danakuntabilitas publik.“Kami sangat berhati-hati dalam pengadaan barang dan jasa ini.Tidak ingin ada kesalahan dalam masalahteknis maupun administrasi. Sehingga,pengadaan betul-betul, tepat aturan, tepatguna dan tepat harga yang kompetitif ,”kata Hadi menegaskan.Menurut Bambang, guna menjaminkesinambungan mutu pelayanan,Poltekkes telah melakukan 2 kali auditinternal dan 1 kali audit eksternal.Berdasarkan hasil evaluasi, setelahmenerapkan ISO dan IWA, telahmendongkrak indek prestasi mahasiswa(IPM) rata-rata 2,75 di atas rata-rataminimal 2,50. Di samping itu, jugatelah mendorong kinerja dosen untukmendapatkan sertifikasi dosen. Saat inisudah mencapai 75% dosen bersertifikasi.Bagi dosen yang sudah bersertifikasi akanmendapatkan tunjangan sertifikasi dosen,besarannya 1 kali gaji pokok/ bulan.Kepuasan pelangganBerdasarkan hasil survey kepuasanpelanggan, Desember 2011 oleh timsurvey dari PT Galore Indonesia menurutpelanggan internal: mutu pelayananBaik, dengan nilai 67,651. Dari seluruhunsur penilaian, keaman pelayananmempunyai nilai tertinggi dan prosedurpelayanan mempunyai nilai terendah,mungkin masih birokratis, belum tepatwaktu. Sedangkan menurut pelangganeksternal: mutu pelayanan Baik, dengannilai 76,858. Dari seluruh unsur penilaian,kejujuran mendapat nilai tertinggi, sedangkemampuan inisiatif/prakarsa mendapatnilai terendah.Sampel pelanggan internal terdiri darimahasiswa semua jurusan 60%, dosen20% dan karyawan 20%. Sedangkanpelanggan eksternal, ditetapkan 130responden terpilih dari jumlah populasipengguna lulusan yang tersebar di 63instansi, 14 kota di Jawa Timur, baikinstansi pemerintah maupun swasta.Harapan ke depanMenurut Direktur, Poltekkes menadapatopini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP), yang sebenarnya. Bukanhanya sertifikatnya, tapi WTP yangterimplementasi di lapangan dan terasaperbaikannya bagi pelanggan. Hal inidimulai dari mengubah cara berfikirSDM-nya. Memiliki layanan tarif yangterintegrasi secara on line satu pintu.Mahasiswa membayar melalui bank,kemudian dapat melihat di web. Semuatransparan, tidak ada pungutan-pungutan,kecuali yang sudah tertera dalam websidePoltekkes.Sekarang, seluruh pengadaan, pembuatanjaket, pengadaan makan mahasiswa,semua satu pintu, yakni lelang melaluiLPSE. Terus terang, tahun 2012, merupakantahun terberat. Karena jurusan, tidakmendapatkan kewenangan yang selamaini dikerjakan. Tapi, dalam rangkamenuju bebas KKN, ketetapan ini harusditegakkan.Berhubung, Poltekkes ini sudah menjadiBadan Layanan Umum ( BLU), yangmempunyai fungsi mensejahterakankaryawan, insya Allah akan ada waktunya.Sabar, menunggu proses berikutnya.Sebagai perbandingan, Bina UpayaKesehatan dengan Rumah sakit sebagaiBLU, dapat menggunakan 40% daripendapatannya untuk kesejahteraandan pengembangan pelayanan. Untukitu, kami berharap Badan PPSDM segeramembuat pedomannya, sebagai payunghukum BLU.Dengan demikian, kita dapat menujuWilayah Bebas Korupsi dan melayanipelanggan dengan sepenuh hati.Karyawan senang dan sejahtera,pelanggan merasa puas denganpelayanannya.“Sungguh, kebahagiaandan kepuasan tersendiri, bila seluruhlulusan poltekkes bekerja, berkaryauntuk masyarakat. Bahkan, saat ini70% karyawan RS Sutomo, berasal daripoltekkes,”ujar Direktur.Poltekkes yang memiliki 12 program studi/jurusan ini, terus mengeliat memperbaikidiri, untuk mencapai cita-cita tertinggi,yakni“semua lulusan poltekkes Surabayadapat bekerja, berkarya untuk kesehatanmasyarakat Indonesia. Bagi saya, prestasiini lebih membahagiakan dan tak ternilaiharganya,”kata doktor lulusan S.3 IlmuKedokteran Unair Surabaya ini, mengakhiripembicaraan. ( pra)Hadi Suryanto, Pembantu Direktur II, Poltekkes, Surabaya.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 33
  • 33. MEDIA UTAMANasir, guru SMA Swasta di Jakarta,pusing tujuh keliling. Amran, anakpertama yang masih duduk kelastiga SD terbiasa mengambil uangmiliknya. Mulut sudah berbusamemberi nasehat, tapi kejadianberulang tetap terjadi. Uang dalamdompet, kantong celana, baju atautas sekolah, selalu berkurang. Walau,dari segi jumlah tidak banyak, masihdibawah lima ribu rupiah.“ Bukanbesarannya, yang jadi masalah, tapikebiasaan buruk itu yang meresahkan”ujarnya dengan nada sedih.Untuk menghentikan kebiasaanburuk Amran, Nasir mengajak anaknyanaik sepeda motor, kurang lebih limakilometer, kemudian di tinggal ditempatitu.Ternyata, Amran pulang sendiri jalankaki, menuju rumah dengan raut wajahdingin.“ Amran, tidak tampak sedih ataumarah, seperti tak ada masalah”, kataNasir menceritakan hasil pengamatan darikejauhan.Setelah itu, Nasir semakin bingung,karena kebiasaan buruk tidak berkurang.Repotnya, semua perbuatan mengambiluang itu, dibantah. Walau jelas-jelas adabukti dan ketangkap tangan. Amran, tetapmengatakan tidak mengambil, denganberbagai alasan yang tak masuk akal.Dengan cara hukuman, tak mendapathasil. Nasir merubah pembinaannyadengan cara yang lembut. Ketika,kehilangan, Ia memanggil anaknya baik-baik. Mengobrol santai. Memberikanpujian dan menghadiahkan denganbarang atau makanan yang menjadikesukaan Amran. Setelah suasanaKejujuranBangsangobrol nyaman, Nasir dengan nadadatar, apakah Amran pernah mengambiluang ayah ? Bila mau berkata jujur, nantiakan ditambah lagi hadiahnya.“Ternyata,Amran dengan penuh semangatmenjelaskan sebagian besar peristiwamengambil uang milik ayah, ibu dankeluarga dirumahnya”, ujar Nasir.Menurut Nasir, fase berikutnya, Diabenar-benar menambah hadiah untukAmran apa yang telah dijanjikan ataskejujurannya. Kemudian, Nasir terusmenambah kedekatan interaksi dengansesering mungkin ngobrol. Saat itulahmasuk nasehat, apresiasi dan penjelasanbahayanya bila tidak jujur. Bahkanmengingatkan, bila berhenti mengambiluang tanpa izin, akan menambahhadiahnya lagi.Seiring berjalannya waktu, setelah duatahun lebih melakukan pembinaan, Amrantak lagi mengambil uang tanpa izin. Iaselalu berterus terang meminta uangkepada orang tua, bila membutuhkanuntuk keperluan tertentu.“ Saya benar-benar bersyukur, atas bimbinganNya,Amran dapat berhenti dari kebiasaanburuk mengambil uang tanpa izin.Bahkan bukan hanya urusan uang, tapimasalah lainpun juga mau jujur”, ujar Nasirbergembira.Sekolah kejujuranKoran Buana Mandiri (KBM),menyampaikan dari 617 kantin kejujurandi Kota Bekasi yang diresmikan WakilJaksa Agung Muchtar Arifin pada Oktober2008, tinggal 20 persen yang tetap eksis.Sebanyak 80 persen tutup akibat bangkrutkarena ketidakjujuran pembeli.KANTIN KEJUJURANEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM34
  • 34. Kini, kantin itu tinggal sebagian saja.Padahal sejak diresmikan hingga sekarang,belum ada evaluasi terhadap peningkatankantin kejujuran pada setiap sekolah.Program itu bagus dan baik, tapi kalautidak ada tindak lanjut percuma, buang-buang tenaga dan biaya. Selayaknya adaevaluasi, sejauh mana kemajuan dankejujuran para anak didik.Program kantin kejujuran, diterapkan dimasing-masing satuan pendidikan dari SDhingga pendidikan menengah, awalnyamenggebu-gebu. Tetapi berselang 3-6bulan, tutup alias bangkrut, karena siswakurang kejujuran atau ketidakmengertian,sebab awalnya tidak ada sosialisasikhususnya di kalangan murid sekolahdasar. Akhirnya, pengelola lebih baikmentutup kantin daripada bangkrut.Alasannya, murid-murid asal main ambilsaja dan tidak bayar.Belajar dari kasus di atas, pelajaranmenanamkan kejujuran pada anak, sangatsulit. Perlu proses yang panjang, programyang bagus dan berkesinambungan.Menanamkan kejujuran, memang lebihsulit daripada memahamkan anak baca,tulis dan hitung. Untuk itu, menanamkankejujuran pada anak, tidak bisa instan,langsung kelihatan hasilnya.Kesulitan, sudah menjadi risiko dalammenanamkan nilai kejujuran. Tapi,kesulitan yang menghadang tidak bolehmenjadi putus asa, kapok, takut rugi ataubangkrut. Semua kerugian sudah harusdiperhitungkan dan dianggap sebagaibiaya yang harus dikeluarkan, bagi upayamenanamkan kejujuran. Jangan dianggapsebagai kerugian.Berapapun biaya yang sudah keluar, bilaanak-anak didik kemudian tertanam nilaikejujuran, tentu kejujuran anak-anaktersebut lebih berharga, dibanding biayayang dikeluarkan.Menanamkan kejujuran melalui kantinkejujuran, belum tentu menjadikananak jujur. Sebab, masih ada pengaruhlain seperti kebiasaan dikeluarga danteman sepermainan. Kedua hal tersebutjuga harus mendukung, menanamkankejujuran dalam perilaku hidup sehari-hari. Bila semua mendukung, sepertinyatumbuhnya nilai kejujuran pada anak akanlebih mudah.Jujur, pintu masuk seluruh kebaikan,termasuk integritas dan profesionalitas.Tanpa kejujuran, maka tak ada integritasdan kebaikan lainnya. Menanamkankejujuran pada anak, merupakaninvestasi keluarga dan bangsa. Sebab itu,menanamkan kejujuran pada anak, harusdiawali dari keluarga, kemudian sekolah,perguruan tinggi dan dunia kerja.Jadi, menanamkan kejujuran tak cukupsesaat. Benih kejujuran juga harusdirawat, perlu disiram dan dipupukyang berkelanjutan. Sehingga nilai jujuritu semakin kuat dan kokoh tertanamdalam sikap dan tindakan. Bahkan, dapatmenguatkan kejujuran orang-orangdisekelilingnya. Semoga...!KEJUJURANKANTIN KEJUJURANEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 35
  • 35. RAGAMDampak terhadap produktivitasdan economic lossBerdasarkan Riskesdas 2010 angka kasusbaru malaria sebesar 22,9 per 1.000penduduk. Hasil Sensus Penduduk 2010,Indonesia berpenduduk 237.641.326jiwa, maka diperkirakan kasus barumalaria sebesar 5,4 juta. Berdasar BPS 72% penduduk pada usia produktif (BPS,2009), maka kehilangan kesempatanpendapatan (72 % x 5,4 juta kasus) : 3,8juta x 5 hari tidak bekerja x Rp.50.000(rata-rata upah harian) = Rp.950 milyard,hampir 1 triliun rupiah kesempatanpendapatan yang hilang. Ditambah biayaberobat, transportasi dan biaya perawatantermasuk penunggu kalau penderitadirawat.Malaria tropika (Plasmodium falciparum)dapat menginfeksi semua stadium eritrositsampai 10 – 40 % eritrosit (Nugoro, 2000).Sedangkan malaria tertiana (Plasmodiumvivax) dapat menginfeksi sel darah merahmuda yang mencapai 2 % (Depkes RI,2008). Dengan terinfeksi malaria akanMALARIABERDAMPAKMULTIDIMENSIOleh DR. Lukman Hakim *)Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapatmenyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anakbalita, ibu hamil. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Penelitian danPengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tahun 2007 proporsi malariadibanding semua penyakit pada semua umur, menduduki tempat ke 6. Malaria sebagaipenyebab kematian pada balita menduduki tempat ke 9, penyebab kematian padausia 5 – 14 tahun menduduki tempat ke 3, penyebab kematian pada usia 15 – 44 tahunmenduduki tempat ke 4 (Depkes RI, 2008).mengakibatkan anemi pada penderita,yang mempengaruhi kesehatannyadan berdampak terhadap produktivitaskerjanya.Mengapa malaria berkaitandengan SDM di masa depan ?Infeksi Plasmodium falciparum selamakehamilan sering menyebabkan anemimaternal, aborsi, lahir mati, persalinanprematur, bayi berat lahir rendah, dankematian maternal (Tambayong, 2000).Lebih 50 juta ibu hamil menderita malariaper tahun. Malaria dalam kehamilan didaerah endemik menyebabkan 2-15%anemia berat pada ibu, 5-14% bayi beratlahir rendah, dan 3-5% kematian neonatal(Nurdiati, 2006).Imunitas terhadap malaria timbulnyalambat, baru didapat setelah dewasa dansetelah terinfeksi parasit berulang-ulang,karena itu hanya didapat pada pendudukdidaerah endemis stabil dimana hampirtiap hari terpapar dengan parasit (Nugoro,2000). Fenomena ini menggambarkanpada daerah endemis malaria usiasekolah merupakan usia yang rentantertular malaria. Pada saat gejala malariamuncul, dingin menggigil, demam, danberkeringat, kemungkinan anak tersebuttidak sekolah. Apalagi malaria termasukpenyakit seasonal, karena nyamukAnopheles sp dipengaruhi lingkunganhabitatnya, akibatnya terjadinya absensimassal anak sekolah pada musimpenularan malaria.Dampak terhadap Dunia WisataSecara kumulatif (Januari – Desember)2009, jumlah wisatawan mancanegara(wisman) 6,32 juta orang. Perkiraan devisayang masuk dari wisman tahun 2009mencapai US$.6.3 miliar (Website BPS,2010). Kunjungan wisman ke Bali 2009menembus angka 2,1 juta orang ataumelampaui target 1,8 juta orang (www.solopos.com). Berarti per wisman rata-ratamengeluarkan dana sekitar Rp.9 juta.Apabila terjadi Kejadian Luar Biasamalaria di Bali dan wisman memindahkankunjungan ke negara lain, maka : 2,1 jutaEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM36
  • 36. wisman x Rp.9 juta akibatnya potensikehilangan devisa Rp.18,9 triliun.Bandingkan APBN 2009 Sektor Kesehatansebesar 2,8 % dari Rp.986,7 triliun yangsebesar Rp.27,6 triliun (www.inilah.com.).Jadi malaria akan berdampak terhadappenurunan devisa yang akan masuk dariwisman, apabila daerah tujuan wisataterjadi Kejadian Luar Biasa malaria.Apa yang Harus Kita Perbuat ?Berdasar SK Menkes RI No. 293/MENKES/SK/IV/2009 tentang Eliminasi Malaria diIndonesia, Menteri Kesehatan RI padaperingatan Hari Malaria Sedunia 25 April2009 telah mencanangkan eliminasimalaria. Dalam SK tersebut disebutkanindikator suatu kabupaten/kota, provinsi,dan pulau dinyatakan sebagai daerahtereliminasi bila tidak ditemukan lagi kasuspenularan setempat (indigenous) selama 3tahun berturut-turut serta dijamin dengankemampuan pelaksanaan surveilans yangbaik.Pokok kegiatan untuk mencapaieliminasi meliputi penemuan dantatalaksana penderita, pencegahan danpenanggulangan faktor risiko, surveilansepidemiologi dan penanggulanganwabah, peningkatan komunikasi, informasidan edukasi (KIE), dan peningkatansumber daya manusia. Eliminasi malariadilaksanakan bertahap, tahun 2010meliputi Kepulauan Seribu (Provinsi DKIJakarta, Pulau Bali, dan Pulau Batam. Tahun2015 meliputi Pulau Jawa, Provinsi Aceh,dan Provinsi Kepulauan Riau. Tahun 2020meliputi Pulau Sumatera (kecuali ProvinsiAceh, dan Provinsi Kepulauan Riau),Provinsi NTB, Pulau Kalimantan, dan PulauSulawesi. Tahun 2030 meliputi ProvinsiPapua, Provinsi Papua Barat, Provinsi NTT,Provinsi Maluku, dan Provinsi MalukuUtara.PenutupKesimpulannya dampak malaria beraspekluas, dari kesehatan masyarakat,produktivitas kerja, sumber daya manusia,sampai sektor wisata. Untuk mengatasinyaperlu kegiatan eliminasi yang terencana,pelaksanaan, monitoring dan evaluasiyang baik.Agar mempunyai hasil optimal perlukerjasama dengan seluruh lintas program,lintas sektor, dunia usaha, organisasi nonpemerintah, sampai masyarakat itu sendiritermasuk dunia perguruan tinggi.*) Penulis, seorang Doktor denganDisertasi“Sistem Informasi Lingkungandalam Pengembangan SistemKewaspadaan Dini Malaria”.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 37
  • 37. RAGAMDesa dan Kelurahan siaga aktif,memberikan kemudahan bagipenduduk, untuk mengaksespelayanan kesehatan dasar,khususnya Poskesdes/Pustu/sarana kesehatan lainnya.Disamping, mengembangkan UKBMdan melaksanakan survilens berbasismasyarakat, serta penyehatan lingkungan.Sehingga masyarakat menerapkanPembinaan Perilaku Hidup Bersih danSehat (PHBS).Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi,bersama Menteri Pembangunan DaerahTertinggal, Helmy Faisal Jalil, bertatapmuka dengan lebih dari 400 peserta TemuKarya Nasional dalam rangka PerlombaanDesa dan Kelurahan Tingkat Nasionalyang diselenggarakan pada tanggal 15DESA DAN KELURAHAN SIAGA AKTIFMEMPERMUDAH LAYANAN KESEHATANAgustus 2012 di Jakarta. Peserta terdiridari Kepala Desa, Lurah, Ketua LembagaPemberdayaan Masyarakat (LPM) Desadan Kelurahan, Ketua Tim Penggerak PKKDesa dan Kelurahan. Perlombaan ini untukmemilih juara Camat Lokasi Desa danKelurahan serta Perwakilan PemerintahDaerah Lokasi Desa dan Kelurahan.Perlombaan Desa dan Kelurahan TingkatNasional merupakan kegiatan rutinyang diselenggarakan setiap tahun olehKementerian Dalam NegeriDalam acara ini Menkes menyampaikantentang visi Pembangunan Kesehatanuntuk tahun 2010-2014 yaitu masyarakatsehat yang mandiri dan berkeadilan,dengan misi 1) Meningkatkan derajatkesehatan masyarakat, melaluipemberdayaan masyarakat, termasukswasta dan masyarakat madani, (2)Melindungi kesehatan masyarakat denganmenjamin tersedianya upaya kesehatanyang paripurna, merata, bermutu, danberkeadilan, (3) Menjamin ketersediaandan pemerataan sumberdaya kesehatan,dan (4) menciptakan tata kelolakepemerintahan yang baik.Di tingkat Desa dan Kelurahandikembangkan Desa dan KelurahanSiaga Aktif. Desa dan Kelurahan SiagaAktif merupakan salah satu indikatordalam standar pelayanan minimalbidang kesehatan di Kabupaten danKota. Hal tersebut telah di atur dalamPermenkes No. 741 Tahun 2008 danKepmenkes No. 828 Tahun 2008 tentangStandar Pelayanan Minimal (SPM) bidangKesehatan Kab/Kota yang menyebutkan,EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM38
  • 38. Rancangan Peraturan Pemerintah( RPP) tembakau merupakansuatu upaya untuk melindungimasyarakat dengan mengaturzat adiktif di dalam rokok, yangjelas merugikan kesehatan masyarakat.“Maka diperlukan tindakan misalnyapengukuran kadar nikotin dan tar dalamsetiap rokok. Karena itu bisa menyebabkankanker, bisa menyebabkan kecanduan”.Hal ini disampaikan Menkes, dr.Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH saatmenerima demonstrasi kelompok yangmengatasnamakan diri petani tembakauyang menolak pengesahan RPP Tembakau,4 Juli 2012, di Jakarta.Menkes juga menegaskan bahwa di dalamRPP tersebut, Pemerintah tidak melarangpetani untuk menanam tembakau dantidak melarang pabrik rokok untukmemproduksi rokok.Menkes menerangkan, RPP Tembakaumengatur agar iklan rokok jangan sampaiberukuran terlalu besar dan menarik minatmasyarakat untuk merokok, sehinggamembahayakan kesehatannya.“Anak-anak kecil yang tertarik oleh iklanrokok, mulai merokok sejak usia dini sekali.Padahal makin cepat dia kecanduan, makamakin sulit menghilangkan kecanduantersebut. Begitu pun halnya pada perokokperempuan”, tegas Menkes.Dampak rokok terhadap perokok pasif,terutama ibu hamil dan anak-anak apalagiyang berada di ruangan tertutup, itusangat berbahaya.Menkes juga menyatakan kesedihannyasaat menceritakan pengalaman ayahbeliau yang seorang perokok dan harusmenderita kanker paru pada akhirhidupnya.“Biaya pengobatan yang tinggi tidakseimbang dengan penderitaan yang diaalami karena kanker. Bukan hanya dia,seluruh keluarga ikut menderita. Kitatentunya tidak ingin melihat ini terjadipada keluarga-keluarga lain”,Diharapkan masyarakat dapat memahamibahwa Pemerintah melalui RPP ini,mengatur agar zat adiktif berbahayayang ada di dalam rokok, jangan sampaimerugikan kesehatan masyarakat.Dihimbau kepada masyarakat agarbersama-sama mencegah masalahkesehatan termasuk masalah bahayaakibat rokok. ( pra, resty)RPPTEMBAKAU MelindungiKesehatan Masyarakatsalah satu indikatornya adalah cakupanDesa Siaga Aktif berkisar 80% pada Tahun2015.Pembinaan Desa dan Kelurahan SiagaAktif dilaksanakan secara berjenjangdari Tingkatan Pusat sampai TingkatanDesa, melalui kelompok kerja operasionalDesa dan Kelurahan Siaga Aktif. Dalamrangka pembinaan serta pembangunanDesa dan Kelurahan Siaga Aktif, danpembinaan lembaga kemasyarakatan,telah dilaksanakan perlombaan Desadan Kelurahan Tingkat Nasional olehKementerian Dalam Negeri bersamaPemerintah Provinsi dan Kabupaten.Menteri PDT Helmy Faisal Jalil yang turuthadir pada acara tersebut menyampaikanbahwa pemerintah terus memperhatikanpembangunan, khususnya di daerahtertinggal, khususnya infrastrukstur.Contohnya ketika melakukan kunjungankerja di Kalimantan yang harus ditempuhselama 20 jam jalan darat karena kondisijalan yang buruk dan belum ada jalurudara. Kondisi ini bila tidak berangsur-angsur diperbaiki akan menghambatpengembangan di daerah-daerahtersebut.Peserta juga menyanyikan lagu MarsPKK untuk membangkitkan semangat.PKK mempunyai peran yang besardalam percepatan pembangunankesehatan di Indonesia. KemudianMenkes menyempatkan berdialogdengan Ketua Tim Penggerak PKK darikelurahan Kasturian, Maluku Utara, NurainiNawawi. Kelompok PKK binaan Nurainitelah berhasil meningkatkan status gizimasyarakat sekitarnya dengan membuatmakanan lokal menarik, yang kemudiandiberikan dan diajarkan pada ibu-ibu diPosyandu.Pada lomba tersebut diharapkan semuapeserta khususnya pada penggerak PKKuntuk terus menerus mensosialisasikanpemberian ASI eksklusif di masing-masingdaerah. Dengan demikian, cakupanASI ekskslusif di Indonesia akan terusmeningkat. Hal ini merupakan upayayang strategis dalam rangka percepatanpencapaian tujuan pembangunanMillenium Development Goals (MDGs.).( pra,resty)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 39
  • 39. KOLOMTidak heran, keanekaragamanIndonesia memberikan asupanuntuk diskusi kebutuhan manusiaberkepanjangan, terutama tigabidang utama, ekonomi, pendidikan dankesehatan. Tengok dalam proses pemilubaik nasional, provinsi, kabupaten, kota,maupun desa. Ada janji gratis, bantuanpenuh atribut dan pesan. Juga terkadangdibarengi keributan terkait pemenang.Hal ini tidak memberikan tingkatkesejahteraan yang lebih baik bagi rakyat.Apa karena semua janji dan bantuandibungkus dengan semangat“aku dankami bekerja untuk rakyat.”Lalu dimana,kemana dan bagaimana rakyat?Makna luhur keanekaragamanIndonesia terdiri dari banyak pulaudan etnis yang tentu menghasilkanperkembangan budaya yang semakinberagam. Tidak ada kesuksesan yangmumpuni dengan intervensi atau layananseragam bagi budaya beragam tersebut.Perlu layanan dan intervensi khas, yangdapat diterima dan merangkul budayatersebut. Budaya sesuai kewilayahaan(geobudaya) dari suatu komunitasberkembang karena mereka mengolahrasa, karsa, dan karya atas dasarkemampuan bertahan dan beradaptasiterhadap lingkungan dan faktor geografissekitar. Komunitas budaya tersebutmemiliki pemahaman yang sudah turuntemurun mengenai apa, dimana, dankenapa hidup di wilayahnya.Lalu, apa manfaat hasil geobudayatersebut? Di sinilah pemahaman, negarabangsa Indonesia memiliki saripatikekuatan berupa keanekaragamanbudaya untuk membangun kesehatanbangsa. Bagaimana mengelolanya?Tentu tidak bisa hanya masing-masingkomunitas, harus seluruh komunitassebagai Indonesia (Bhineka Tunggal Ika).Indonesia adalah sebuah hasil geobudayasebagai hasil rasa, karsa dan karya atasdasar kemampuan dalam bertahan danberadaptasi terhadap lingkungan internaldan eksternal. Ini menggambarkanbahwa Indonesia adalah RAKYAT, semuaelemen negara bangsa bekerja sama, yangbertahan dan beradaptasi!Sehat dalam Geobudaya IndonesiaDalam lingkungan kesehatan, masalahkesehatan masyarakat masih bergauldengan kematian; kesakitan; akses tidakmenjangkau; pelayan kesehatan tidakoleh: Nagiot Cansalony Tambunan(alumni Magister Perencanaan & Kebijakan Publik FEUI, bekerja di Balai BesarLitbang Tanaman Obat & Obat Tradisional Tawangmangu)“Ada 2 tipe manusia. Pertama, manusia yang selalu mencari alasan. Ianya berperilakugelap, negatif, pesimis, lemah, penyerah, menyalahkan, dan kalah. Kedua, manusia yangberpengharapan dan berjuang. Ianya berperilaku terang, positif, optimis, kuat, pejuang,besar hati, dan pemenang. Negara bangsa yang beradab dan berbudaya membutuhkanmanusia tipe 2.” (pesan kebijaksanaan)SEHATdan GeobudayaIndonesiaEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM40
  • 40. merata; mutu diragukan; doyan iptekdunia barat, malas mengembangkanbudaya asli; kemitraan dan pelayananpublik tidak integral (sektoral); danmasalah hot-sexy saat ini adalah dominasiaspek material terhadap non material.Masalah tersebut berhubungan sangaterat dengan geobudaya, komunitas,intervensi, dan layanan kesehatan. Seringdidiskusikan isu persalinan oleh tenagakesehatan dan non tenaga kesehatan,kedokteran barat dan jamu Indonesia,ketidaksisteman (al. sektoral-isme,kegagalan wawasan sehat pembangunan),juga isu yang tambah hangat, pencarianpengobatan ke luar negeri (mungkinistilah rumah sakit perlu diubah menjadihospital, karena arti sudah tidak positif danmenyehatkan).Di masa kini, dengan makin beratnyapenderitaan hidup akibat korupsi,kemiskinan dan kebodohan, mari kitatengok isi terdalam dari budaya Indonesia.Adakah budaya yang memberi kontribusiuntuk kesehatan, menghentikanpenderitaan hidup? Bagaimana komunitasdi wilayah etnis asli memelihara danmeningkatkan kesehatan? Begitu jugadengan komunitas di pegunungan,kepulauan, daerah terpencil, daerah bebaspengaruh budaya luar, daerah susah aksessegala fasilitas, dll. Istilah wilayah dandaerah tersebut muncul, tentu karenakomunitasnya masih ada kan? Tidakpunah karena gagal memelihara danmeningkatkan kesehatan.Sebagai Indonesia, mari tinggalkanmasalah kesehatan masyarakat tersebutagar tidak sekedar isu. Sebagai manusiayang selalu berpengharapan danberjuang, mari kita seimbangkan aspekmaterial dan non material. Segalasumberdaya material sebagai inputpengharapan dan perjuangan perludikelola dengan rasa, karsa dan karyaberbungkus semangat dan nilai nonmaterial. Ingat! TUHAN tidak pernah tidurdan tertidur.Kebudayaan Indonesia menghasilkanpenyembuh dan pengobat. misal dukun/tabib/datu, pengobat tradisional, tenagaterlatih untuk kesehatan (al. tukang gigi,mantri), perawat yang mengobati, bidanyang mengobati, dokter yang membuatresep, apoteker saintifikasi jamu yangmembuat resep, dll. Juga ada herbal danjamu, sebagai bahan penyembuh.Pengharapan dengan geobudayaIndonesiaDari hasil kebudayaan tersebut, harapandan perjuangan dalam pembangunankesehatan dengan kekuatan dantantangan dari faktor geografis, dapatmemunculkan intervensi atau layananyang khas untuk geobudaya Indonesia.Negara RRC dengan model barefoot(tenaga terlatih untuk kesehatan diwilayah sulit, yang mempromosikankebersihan, layanan preventif, keluargaberencana dan pengobatan penyakitumum) aja pernah, tentu Indonesia bisapunya khas sendiri.Pesan di awal tulisan meletakkan tipemanusia negatif di urutan pertama,bermaksud mengingatkan kita, semua,agar selalu berperilaku hati-hati danberpengharapan dalam rasa, karsa, dankarya untuk perjuangan budaya danhidup. Kedua perilaku ini niscaya bila terusdipelihara akan membuat kita, semua,mampu bekerja bersama sebagai RAKYAT,dan akhirnya berjuang membangunnegara bangsa Indonesia ke kondisi yangsejahtera.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 41
  • 41. UNTUK RAKYAT42 EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM
  • 42. Namun permasalahan tidak selesai sampai disitu. Masyarakat masih resah dengan maraknyapemberitaan di media massa tentang hal ini. Makapada tanggal 3 September 2012 lalu, Komisi IXDewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) telah mengundang Menteri Kesehatan beserta jajarannyapada Rapat Kerja di Ruang Rapat Komisi IX di Gedung NusantaraI, untuk memberikan penjelasan mengenai beberapa hal yangdianggap sebagai isu potensial, salah satu di antaranya adalahmengenai dugaan korupsi pada pembangunan fasilitas produksivaksin flu burung tersebut.Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH menghadiri RapatKerja tersebut bersama seluruh pejabat eselon 1 dan eselon 2terkait. Pada rapat kerja yang yang dinyatakan terbuka untukumum dan berlangsung produktif selama kurang lebih 4 jam,Menteri Kesehatan diberikan kesempatan untuk menjelaskan danmemberikan klarifikasi mengenai kabar miring yang beredar dimasyarakat tentang dugaan korupsi pada pembangunan fasilitasproduksi vaksin flu burung tersebut.Menteri Kesehatan memberikan penjelasan menyeluruh, darimulai tujuan pembangunan pabrik tersebut, hingga ke prosespengadaan yang telah menimbulkan dugaan korupsi dan beritanegatif di media massa.Menkes menyampaikan tujuan Pembangunan Sarana danPrasarana Vaksin Flu Burung ini adalah untuk menyediakan vaksinflu burung guna melindungi masyarakat dari ancaman pandemimelalui pembangunan fasilitas produksi vaksin berkapasitasproduksi 20 juta dosis/tahun.Sementara tujuan khususnya adalah:1. Tersedianya fasilitas (Riset, seed vaccine, chicken breeding danproduksi)2. Peningkatan kemampuan SDM Indonesia dalam penelitiandan produksi vaksin3. Tersedianya vaksin flu burung untuk melindungi masyarakatKASUSFLU BURUNGPABRIK VAKSINBENANG KUSUTBeberapa minggu terakhir ini Kementerian Kesehatan sedang banyak disorot olehpublik terkait dugaan kasus korupsi pada pembangunan fasilitas produksi vaksin fluburung. Hal tersebut bermula dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)yangmenemukan adanya potensi kerugian negara dalam proyek pembangunan vaksin fluburung itu. Diperkirakan, kerugian negara mencapai miliaran rupiah. KementerianKesehatan telah menghentikan sementara proyek pembangunan pabrik vaksin fluburung setelah menerima hasil audit BPK tersebut.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 43
  • 43. UNTUK RAKYATdari ancaman pandemi dan vaksin influenza untuk dalamnegeri dan ekspor.Pembangunan sarana dan prasarana pabrik vaksin flu akandimanfaatkan untuk memastikan kemandirian nasional dalammenghadapi pandemi influenza, kemandirian dalam produksivaksin dan peluang ekspor vaksin flu burung, dan diharapkanIndonesia dapat berkontribusi dalam perlindungan masyarakatdunia dari ancaman pandemi. Selain itu fasilitas produksi yangada dapat digunakan untuk memproduksi seasonal flu dan perludidukung dengan program vaksinasi Influenza musiman padakelompok berisiko yaitu balita, anak, lansia, haji dan umroh(didasarkan cost benefit analysis).Pada presentasinya, Menteri Kesehatan juga memberikanpenjelasan mengenai rincian anggaran untuk pembangunanfasilitas produksi vaksin flu burung sebagai berikut:• Tahap I merupakan kegiatan multi years 2008 – 2010 dengannilai kontrak Rp.718.800.551.000. Pada tahun 2008 telahdirealisasikan sebesar Rp. 143.760.110.200, tahun 2009telah direalisasikan sebesar Rp. 299.021.029.216 dan padatahun 2010 telah direalisasikan sebesar Rp. 276.019.411.584,sehingga total realisasi Tahap I sudah mencapai 100% yaitusebesar Rp. 718.800.551.000,-.• Tahap II nilai kontrak Rp.663.365.005.000. Telah direalisasikanpada tahun 2010 sebesar Rp. 196.541.011.300. Pada tahun2011 tidak ada pembayaran karena anggaran sebesar Rp.479 M diblokir, karena menunggu hasil audit BPKP.• Tahun 2012 dialokasikan sebesar Rp. 38,354 Miliar melaluidana APBN-P untuk pembayaran hutang.• Tahun 2013 belum dianggarkan.Selanjutnya Menteri Kesehatan juga memberikan penjelasandetail mengenai proses perencanaan kegiatan pembangunanfasilitas, riset dan alih teknologi produksi vaksin flu yangdiawali dengan adanya Surat dari Direktur Jenderal AnggaranKementerian Keuangan pada bulan Mei 2008 tentangbantuan kepada PT. Biofarma untuk digunakan dalam rangkapenanggulangan flu burung dengan alokasi anggaran sebesar Rp.200 milyar yg bersumber Bagian Anggaran (BA) 069.Menindaklanjuti hal tersebut maka Kementerian Kesehatanmembuat Surat Keputusan tentang penetapan PT. Bio Farmadan Unversitas Airlangga (UNAIR) sebagai penerima bantuan,setelah itu membuat perjanjian kerjasamanya. PenunjukkanUNAIR sebagai penerima bantuan karena sudah mempunyaifasilitas laboratorium untuk penyakit tropis (Tropical Disease CentreEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM44
  • 44. bantuan JICA)Setelah proses perencanaan selesai, Kementerian Kesehatanmelaksanakan proses pelelangan Tahap I pada tahun 2008,dimana terdapat usulan 3 calon pemenang kepada MenteriKesehatan saat itu. Setelah itu pada tahun 2009 dilaksanakanproses perencanaan Tahap ke II yang merupakan tindak lanjutusulan Revisi dari PT. Bio Farma untuk kegiatan terintegrasibangunan fisik dan peralatan berdasarkan Hasil Review KonsultanPengawas Peralatan dengan penambahan anggaran sebesar Rp.597,402 M. Selanjutnya penandatanganan kontrak dilaksanakanpada tanggal 5 Juli 2010Adapun progres perkembangan pembangunan Animal-Bio SafetyLevel-3 (A-BSL-3) Universitas Airlangga Surabaya hingga saat inimasih dalam proses serah terima Fasilitas A-BSL-3 dari SesjenKemenkes kepada Sesjen Kemendikbud.Pembangunan fisik chicken breeding telah mencapai 92%dan fasilitas produksi vaksin Biofarma yang sudah mencapaipembangunannya sebesar 88%, sesuai hasil pemeriksaan BPKPpada bulan September 2011, sedangkan realisasi peralatanchicken breeding dan fasilitas produksi vaksin saat ini telahmencapai 60%, berdasarkan hasil audit BPKP bulan September2011.Pada kesempatan itu Menteri Kesehatan juga menyampaikanhasil Kajian Tim BPKP pada bulan Maret 2012, antara lain:(1) Pembangunan perlu dilanjutkan, (2) Diupayakan alokasianggaran, dan (3) Pertimbangan keyakinan yang memadai danprinsip kehati-hatian untuk membayar kewajibanAdapun tindak lanjut dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK padatahun 2012 adalah agar Kementerian Kesehatan menyusun danmelaksanakan langkah kongkrit rekomendasi BPK dalam waktu60 hari terhitung mulai 6 Juni 2012, yaitu:1. Melakukan Pengkajian kelanjutan pekerjaan2. Memberikan sanksi kepada pengelola kegiatan3. Memerintah untuk Pencairan bank garansi4. Pemberian daftar hitam kepada perusahaan5. Membuat surat kepada penyedia barang/jasa untukmenyetor kemahalan harga dan denda keterlambatan6. Penguatan sistem pengendalian internalSelanjutnya telah dibentuk Tim Kajian ilmiah yang terdiri dariKomnas PENERE, Kemenristik, BPOM, Komnas Zoonosis danKementerian Kesehatan yaitu dari Litbangkes, dan tim tersebuttelah mengusulkan rekomendasi sebagai berikut;1. Perlu segera penyelesain pembangunan fasilitas produksivaksin Influenza A/H5N1 tersertifikat CPOB terutamafasilitas upstream untuk dapat segera memproduksi Masterseed vaksin Influenza A/H5N1 strain Indonesia yang saat inipembangunannya terhenti.2. Perlu segera dilakukan perhitungan ulang kebutuhananggaran yang lebih cermat oleh tenaga ahli yangkompeten untuk penyelesaikan pembanguan fasilitasproduksi Vaksin Influenza A/H5N1 strain Indonesiatersertifikat CPOB.Pada sesi tanya jawab, anggota Komisi IX DPR RI terlihat sangatbersemangat memberikan masukan, kritikan, dan pertanyaanterkait penjelasan tersebut. Pada umumnya terlihat beragampendapat mengenai permasalahan ini.Pada akhir Rapat Kerja dihasilkan beberapa poin kesimpulan yangantara lain menyatakan bahwa berdasarkan hasil penelaahanBAKN DPR RI, maka Komisi IX DPR RI meminta KementerianKesehatan RI untuk menunda sementara proyek PembangunanFasilitas, Riset, dan Alih Teknologi Produksi Vaksin Flu Burungsampai Komisi IX DPR RI mengambil keputusan setelahmendalami permasalahan tersebut melalui Panitia Kerja (Panja).Dari proses diskusi hingga pengambilan keputusan dalamRapat Kerja ini dapat dilihat gambaran nyata mengenai upayakerja sama antara pihak DPR dan Pemerintah untuk melayanimasyarakat dalam memberikan informasi yang transparan demikelangsungan pelaksanaan pembangunan kesehatan di Indonesiauntuk mewujudkan visi Kabinet Indonesia Bersatu II, yaituIndonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. (DIS)EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 45
  • 45. UNTUK RAKYATDAERAHSultengSultengSultengMendunia dengan Lindu46 EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM
  • 46. Terletak di daerah pertemuan 3 lempeng bumi aktif, Sulawesimemiliki formasi geologi serta flora dan fauna yang unik. Paduanrasa kagum, takjub, penasaran, serta dorongan untuk lebih jauhmemahami kekayaan hayati khas pulau itu membuat seorangahli ilmu alam berkebangsaan Inggris, Alfred Russel Wallace yangmengunjungi pulau itu pada 1856, 1857, dan 1859 menyebutSulawesi“anomalous islands”.Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah boleh dibilang merupakanjantung keunikan itu. Di wilayah pemerintahan ini, sekitar 20kilometer dari Kota Palu, terletak Taman Nasional Lore Lindu,yang memiliki luas sekitar 217.991 ha. Cagar alam ini merupakanhabitat terbesar satwa asli Sulawesi yang tidak mencirikan baik ituhewan Asia maupun Australia. Sebut saja beberapa hewan sepertiburung Maleo, Julang Sulawesi, atau anoa, kuskus marsupial, dankera makaka. Tak ketinggalan di antara hewan-hewan endemistersebut adalah keong seukuran huruf a jenis times new roman12 point. Keong itu, Oncomelania hupensis lindoensis merupakanhospes perantara penyakit Schistosomiasis yang masih banyakdidapati di antara penduduk di sekitar Danau Lindu.5 fakta tentangSulawesi TengahDANAU LINDU1Berada pada sesar Palukoro yang sangat aktif, Sulawesi Tengah,terutama Palu dan daerah lain di sekitarnya kerap diguncanggempa dan tsunami. Menurut catatan BMKG, warga SulawesiTengah telah merasakan hantaman gempa sejak 1927, kemudianpada 1938 di Parigi, 1968 di wilayah Tambu, 1996 kembali di Paludan Toli-Toli, lalu 2005 di Palu . Pada pertengahan Agustus, 2012lalu, tepatnya tanggal 18, warga Kecamatan Lindu, KabupatenSigi terpaksa berlarian keluar rumah akibat guncangan gempa.Kali ini berskala 6,2 richter. Tak lama, sebagian besar merekamenyaksikan ratusan rumah rusak, ada sanak keluarga yangmeninggal, puluhan lainnya luka-luka. Gempa kembali merenggutkorban.“Rumah saya baru 18 bulan ditempati. Dapurnya baruselesai dua bulan lalu, sekarang semua hancur,”seorang ibu ditenda pengungsi menjelaskan dengan tersenyum getir, sembariterus menyosoh beras yang diterima dari Posko PenanggulanganBencana.“Itu hasil suami saya puluhan tahun mengojek.”2Ditetapkan pada 1964 dengan 4 kabupaten,Provinsi SulawesiTengah telah berkembang menjadi 11 kota/kabupaten. Luasnyamencapai 68, 033 kilometer untuk wilayah daratan dan 189.480kilometer persegi berupa laut. Diapit oleh empat provinsi lain diSulawesi, prestasi Provinsi Sulawesi Tengah dalam beberapa halagaknya juga berada di antara, bukan yang terbaik, tapi juga tidakpaling buruk.Dibanding PDRB Sulsel dan Sulut, masing-masing 51, 2 triliun dan18,7 triliun, PDRB Sulteng masih di bawahnya, yaitu sekitar 17,44 triliun pada 2010. Pencapaian itu menempatkan Sulteng padaperingkat ke-5 di wilayah Indonesia Timur. Indeks PembangunanManusia (IPM) Sulteng berada di peringkat 22 dari 33 provinsi,sementara dua rekannya, Sulut dan Sulsel, masing-masingmenempati posisi ke-2 dan ke-20. Dalam hal IPKM, meski sedikitdi atas Sulsel (ranking ke-27) dan Sulbar (31), Sulteng beradaperingkat ke-24, di bawah Sultra (21), Sulut (3).3EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 47
  • 47. Tenaga Jumlah Rasio per100.000PendudukTarget Rasioper 100.000PendudukDokter spesialis 85 3,17 6Dokter Umum 482 17,95 40Dokter Gigi 95 3,54 11Perawat 4.576 170,43 117Bidan 2.533 94,34 100Gizi 189 7,04 22Kesehatan Masyarakat 1.000 37,24 49Sanitasi 592 22,05 40Teknisi Medis 170 6,33 15Puskesmas LinduTenaga perawat di wilayah ini lebih dari cukup, 117% di atas target rasio per seratus ribu penduduk. Namun, tenagamedis lain, masih di bawah ideal.4Sarana KesehatanKeterangan JumlahRumah Sakit Umum dan Khusus 28Puskesmas Perawatan dan non-perawatan 174 (99 non-perawatan)Rasio posyandu per 100 balita 1,09EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM48
  • 48. Pagi di Palu, ibu kotaSulawesi Tengah, bolehdibilang identik dengannasi kuning. Darikampung-kampunghingga di sepanjang jalan raya,lapak, kedai kecil hingga rumahmakan menyediakan nasi kuninguntuk sarapan pagi. Dilengkapidengan ikan balado, kadangbihun goreng atau srundeng, dantak lupa bawang goreng sertasambal yang nikmat, sepiring nasikuning siap menemani awal harikebanyakan warga Palu, mulaidari siswa SD hingga para pekerjakantoran. Bu Hujaeri (41), telahduapuluh tahun berjualan nasikuning. Buka dari jam 6 hingga9 pagi, ia menghabiskan sekitar10 liter beras sehari. Di tempatseperti inilah kata bertukar kabarberedar, termasuk betapa buruklayanan rumah sakit X ataubetapa tidak simpatiknya bidan-bidan di rumah sakit Y. Bahasalokal yang banyak digunakan diPalu bahasa Kaili.Nasi KuningMasjid Palu5EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 49
  • 49. Danau LinduEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM50
  • 50. di pusat SulawesiSebetulnya saat itu siang belum terlalu matang, jambelum juga menunjukkan angka 11. Tapi di seputarDanau Lindu sorot matahari sudah terasa garang,sementara belum waktunya angin bertiup kencang.Beruntung pemandangan di atas danau itu sangatmenyejukkan. Sejauh mata memandang tampakbentangan air tenang memantulkan kecantikan awandengan sempurna.PaluGadaHening sangat terasa. Sesekali satu dua katinting menyeberang dengankecepatan rendah, lamat-lamat memecah sunyi, dan selebihnya adalahhening kembali. Di tepian danau, burung-burung putih yang melayangrendah memberi aksen pada hijau rimbun pepohonan. Daerah tangkapanair Danau Lindu sebagian memang berupa belukar, sawah, dan kebun kopi,namun yang terbanyak adalah hutan lindung dengan pohon-pohon berusia puluhantahun.Terletak di dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Danau Lindu dianugerahikecantikan alam yang sungguh menawan. Susahnya perjalanan untuk menjangkau lokasitak menyurutkan niat wisatawan mancanegara untuk datang menikmatinya. Begitupula dengan para ilmuwan dan peneliti dunia. Lore Lindu bagi mereka merupakan surgaflora dan fauna karena dikenal sebagai habitat beragam tumbuhan dan satwa endemis.Termasuk di antaranya adalah keong Oncomelania hupensis lindoensis yang banyakditemukan di wilayah-wilayah lembab.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 51
  • 51. PALU GADATidak ada yang istimewa sebenarnya padahewan-hewan kecil itu. Ukuran fisiknyapun tak lebih besar daripada sebulirberas. Tapi di mana ada keong itu, adakemungkin orang terkena“Demam Keong”,yang, walau tak secara langsung, cukupmembuat masalah bahkan menimbulkankematian. Keong oncomelania hupensislindoensis adalah hospes perantaraSchistosomiasis—penyakit parasitik akibatcacing genus Schisctosoma yang banyakditemukan di Sulawesi Tengah.Schistosomiasis merupakan penyakitparasitik purba. Pinardi Hadidjaja, yangtelah meneliti schistosomiasis sejak 1971,menulis dalam bukunya, Schistosomiasisdi Sulawesi Tengah Indonesia (1985) bahwaSir Marc Armand Ruffer (1859-1917)menemukan telur cacing Schistosomahaematobium di dalam ginjal mumi dariDinasti Firaun Ke-20 dari masa sekitar1250-1000 SM.Setelah hampir 3000 tahun berlalu,schistosomiasis masih merupakanpenyakit parasitik yang patut diperhatikan;menempati peringkat kedua setelahmalaria dalam jumlah korban dan kerugiansosial ekonomi yang ditimbulkannya.Menurut data WHO, pada 2010 masihterdapat sekitar 77 negara yang bergelutuntuk menurunkan jumlah penderitayang terinfeksi. Di antaranya adalahnegara di Afrika, Timur Tengah, AmerikaSelatan, Karibia, dan Asia. Indonesia jugatercantum dalam daftar, dan satu-satunyayang masih mencatatkan pasien ini adalahProvinsi Sulawesi Tengah. Tersebar didua kabupaten, Sigi dan Poso, prevalensiSchistosomias pada 2010 mencapai 4,51persen dan turun menjadi sekitar 1 persensetelah pengobatan massal pada 2011 lalu.LENGKAPSesungguhnya schistosomiasis bukanlahsatu-satunya persoalan lama yangberusaha diatasi Sulawesi Tengah. Beradadi peringkat ke-22 dalam IPKM, provinsiSulawesi bukan hanya kaya akan satwadan fauna, tetapi juga ragam persoalankesehatan. Seperti tengah menghadapigempuran beragam palu gada persoalan,sejumlah penyakit tropis yang dianggapterabaikan, termasuk kusta, frambusia, danfilariasis menjadi catatan penting untukwilayah ini.Malaria tak berbeda jauh; angka APIdari tahun ke tahun tidak menuju padasatu titik yang lebih cerah. Menurut SKMenkes yang dikeluarkan pada 2009,Sulawesi Tengah termasuk provinsi yangdiharapkan mencapai bebas malaria pada2020. Masih ada waktu untuk membaik.Namun, upaya lebih kiranya diperlukan,mengingat prestasi penganggulanganpenyakit ini sejak 2004 hingga 2011menunjukkan kecenderungan yangbergejolak, belum menuju ke titik terangEksisdengan UPTAda empat UPT di bawah Dinkesprov.Dua sudah lama, UPT LaboratoriumKesehatan dan UPT Pelatihan Kesehatan.Tahun 2009, UPT Promkes dan UPTSurdatin (Surveilans, Data dan Informasi)menyusul.SK Menkes nomor 267 tahun 2008 memberikanpedoman bagi pengorganisasian dinas kesehatandi daerah. Di sana disebutkan bahwa tugas-tugasyang tidak dapat ditampung dalam strukturorganisai Dinkes, seyogyanya ditampung dalamdalam organisasi UPT Dinas, seperti urusan data daninformasi, urusan promosi kesehatan dan lain-lain.Sepanjang pengetahuan Bambang, ada 2 provinsiyang membentuk 2 UPT ini, Sulteng dan Sulut.Tentu efektivitas dan kiprah UPT ini dalam melayanimasyarakat dan mitra kerjanya tergantungterutama dari kreativitas SDM yang ada di sana.Namun setidaknya di SulawesiTengah, tanggapanpositif datang dari beberapa orang yang kamitemui.“Lebih responsif,”ujar seorang pegawai.Pegawai yang lain menyebut,“Lebih kelihatansepak terjangnya.”Selain profil kesehatan provinsi,UPT Surdatin juga mengeluarkan profil surveilansepidemiologi (tahunan), dan buletin epidemiologiSulawesiTengah, disingkat BEST, mingguan danbulanan, yang dapat diakses melalui internet. BESTonline inilah yang membawa kami ke UPT Surdatinpada mulanya. Dokter Jane Supardi, MPH, KepalaPusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan,menyambut baik keberadaan UPT ini,“Sulteng danSulut bentuknya UPT. Punya budget sendiri, jadi bisalebih mandiri. Di beberapa provinsi lain, pengeloladata‘disembunyikan’di tempat yang berbeda-beda.”Sementara dokter Lily Sulistyowati, MM, KepalaPusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan,menanggapi singkat namun padat,“SulawesiTengahmemang kita jadikan contoh.”Semoga tak berhentidi sini.Papan info di UPTEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM52
  • 52. Dicari Pasukan Pawang MalariaAktivitas pemberantasan malaria yanghampir seragam di berbagai tempatsepertinya tidak membuahkan hasil yangsama.Tengok saja SulawesiTengah. Menugenerik seperti peningkatan keterampilanpetugas laboratorium, pemberian kelambuberinsektisida, pembentukan Posmaldes (Pos MalariaDesa) dan yang lain, tak membuat malaria jinak. Kasusmalaria di provinsi terbesar di Sulawesi ini bergeraktak teratur. Nampaknya perlu dicari mantra pawangyang tepat.Annual parasite incidence (API), indikator kasusmalaria, bergerak tanpa pola. Jika pada 2004 terlacakangkanya 3,4 per mil, di 2011 posisinya malah naikke 3,69 per mil. Itu pun didahului dengan fluktuasitak beraturan dari tahun ke tahun. Kondisi terburukterjadi pada 2010 ketika API mencapai 6,55 per mil(lihat: grafik API Sulteng). Apakah menu intervensitidak terlalu pas untuk Sulteng, atau pelaksanaannyamasih kurang serius, atau masyarakatnya tidak peduli,atau para penguasa tidak paham, atau situasinyasangat rumit? Apapun itu, dari anomali angka API itusaja setidaknya kita tahu ada yang tidak beres, danpekerjaan dapat dimulai dari situ.“Saya tidak yakin malaria dapat diberantas di Sulteng,”setengah putus asa I Made Suyasna, SKM mengungkappendapatnya. Lebih dua puluh tahun Made bergelutdengan malaria di Sulteng. Sejak diangkat menjadipegawai negeri, malaria tak pernah lepas darihidupnya. Dia saksi mata perkembangan program danmetode penanganan malaria dari waktu ke waktu.Dengan model pendekatan terkini yang dikembangkanoleh Kementerian Kesehatan dan Global Fund pun, priayang murah senyum ini tak terlalu yakin.Tapi Made tak sendiri. Di belahan dunia manapun,gaung eliminasi malaria identik dengan label GlobalFund (GF).Tanpa GF, Gebrak Malaria akan sulitbernafas. GF baru masuk Sulteng pada 2010.Tentuperlu waktu untuk menetaskan hasil.Wajar optimismedan pesimisme bergelayut bergantian. Sementaraprogram nasional memberi harapan, keraguankelanjutan program pasca GF begitu menciutkan nyali.“Kalau tidak ada GF, (malaria) bisa balik lagi,”gumamdr. Amin Saleh, MM, Kabid Penanggulangan MasalahKesehatan (PMK) Dinkesprov Sulteng.Masalah klasik alokasi APBD yang tak cukup sepertinyaperlu dicarikan siasat yang inovatif. Bayangkan,dengan alokasi APBD 1,9 milyar (tahun 2012),Bidang PMK harus membagi kue untuk 13 jenisprogram atau penyakit. Dari total itu, 700 juta khususdialokasikan untuk program schistosomiasis yangharus membangun kembali laboratorium lapanganyang rusak akibat gempa. Katakan 1,2 milyar untuk12 penyakit, maka rata-rata setiap penyakit mendapatjatah 100 juta.“Kita paham ajakan sharing.Tapi kitaberhadapan dengan realitas,”dokter Amin Salehmenjelaskan. Ketika ditanya berapa dana yang ideal,Made memberanikan diri menyorongkan jumlah.“Perhitungan idealnya 3 milyar per tahun.”GFmenggelontorkan 7,2 milyar pada 2010 dan 8,6 milyarpada 2011.Memadai untuk membangun fondasi dan kerangka.Namun sungguh menantang, kalau bukan miris,membayangkan apa yang akan terjadi pada 2014,tahun berakhirnya GF di Sulteng. Mudah-mudahanPeraturan Gubernur, yang baru selesai dibahas, cukupsakti untuk mengangkat perhatian konkret darisisi anggaran. Ini pun harus dipikul bareng dengankomitmen di tingkat kabupaten/kota yang menurutcatatan baru berkontribusi sekitar 62 juta dari 5 kab/kota pada 2012.Tak dipungkiri, ketersediaan danalah yangmemungkinkan semua elemen roda bergerak.Tanpapelumas ini, provinsi dan kabupaten akan berakrobatdengan gaya masing-masing, atau malah tinggaldiam. Metode dan contoh tentu tak sulit dicari. Namunmembangun komitmen dan partisipasi semua pihaksecara tulus dan memahami, tak dapat digarap melaluipendekatan‘program’.Melakukan intervensi di tingkatstruktural dan konsep program tidaklah terlalu sulitdibandingkan menyentuhkannya ke tingkat mind setdan eksekusi di lapangan.Kisah sukses pengendalian malaria diVietnam(LaporanWHOWPRO), menyebut kunci di tingkatakar rumput adalah‘kerja keras, kejujuran, kreativitiasdan keberanian’. Secara global, pengendalian malariamenunjukkan hasil yang menggembirakan.Takmasalah kita meminjam optimisme dari sana. Apalagidogma pengendaliannya juga jelas, malaria is bothpreventable and treatable. Jelas, bisa dicegah dandiobati.(lihat:“Dicari: Pasukan Pawang Malaria”).Mengandalkan bantuan donor, terutamaGF (Global Fund), kurang tepat.LANGKAH STRATEGISSatu titik cerah yang bila dikelola baik akanmemberikan sumbangan besar adalahpembentukan UPT Surdatin dan Promkes.Sesuai bentuk organisainya, kedua UPT iniagaknya mulai bergerak lebih dinamis. UPTSurdatin secara rutin mengeluarkan suatuberkala baik bulanan maupun mingguanyang memberikan beragam informasi,termasuk hasil surveilans bencana,tetanus, ataupun rabies. Suatu media ,termasuk juga berkala, akan berdaya gunaketika tiba pada tangan yang tepat di saattepat dan mengandung informasi akurat.Apakah edaran UPT Surdatin seperti itutentu banyak pihak yang bisa mengatakan.Namun, keberadaan UPT membuat posisiinformasi lebih strategis dan taktis tidakdiragukan (lihat:“ Eksis dengan UPT”).Yang tak kalah strategis adalah peranlaboratorium schistosomiasis di Lindu.Secara rutin, laboratorium yang dilengkapisarana diagnosis penyakit itu, melakukanpemeriksaan tinja warga setempat. Saat inidiperkirakan ada sekitar 30.000 jiwa yangberdiam di daerah fokus, sebutan untukdaerah di mana ditemukan keong-keongoncomelania, baik itu di Lindu maupun diLembah Napu.Laboratorium Lindu saat ini masih dibawah kewenangan Dinkes Provinsi,walaupun sehari-hari kegiatannya lebihbanyak berhubungan dengan Balitbang(P2B2) Donggala. Berdiri sejak 1997dan menjadi balai pada 2008, Balitbangmemberi tempat istimewa untukpenelitian mengenai schistosomiasis(lihat:“Dari Donggala untuk Lindoensis”).Banyak penelitian yang dilakukan dankerja sama dengan peneliti sebidang darimancanegara sudah mulai terjalin.Kedua langkah strategis di atas bukanlahobat mujarab untuk menghadapihantaman palu penyakit yang amatberagam. Namun langkah telah diambil,dan dengan arah yang tepat mencapaitujuan bukanlah mustahil.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 53
  • 53. Balai Litbang Pengendalian Penyakit BersumberBinatang (P2B2) Donggala menjadikan Schistosomiasissebagai salah satu penelitian unggulan. Sejak 2008,tahun ditingkatkannya status instansi tersebut dariLoka menjadi Balai, tercatat 12 penelitian tentangSchistosomiasis telah dilakukan. Pinus Maladjuna,pegawai tetap laboratorium Schisto (kependekandari Schistosomiasis) di Lindu, mengenang kegiatanmenyusuri taman nasional Lore Lindu berminggu-minggu ketika mengikuti pemetaan Schisto bersama timBalai Litbang P2B2 Donggala.“Saya membawa barang-barang dan mendirikan tenda, berpindah dari satutempat ke tempat yang lain,”tuturnya bangga.Dia menjadi bagian daripenelitian Analisis SpasialEpidemiologi SchistosomiasisMenggunakan PenginderaanJauh dan Sistem InformasiGeografis yang diketuai Kepala BalaiLitbang sendiri, Jastal, SKM, M.Si. Berkatpenelitian tersebut, peta sebaran penyakitsekarang terekam dan dapat dimonitordengan lebih baik.Penelitian lain mengungkap pergerakankeong Oncomelania hupensis lindoensissejauh 15-30 cm dalam 12 jam.Diketahui pula bahwa keong terkenalini lebih menyukai tempat tinggal diDariSchistountukDonggalaarea rembesan dan mata air ketimbangsepanjang keindahan aliran air yangdinamis.“Fokus”, istilah untuk area di manakeong-keong lindoensis bersemayam,maka tidak berada di danau Lindu itusendiri. Danau sunyi yang indah itumempunyai tanda di gerbang masuknya“Daerah Bebas Fokus Keong”. Di China dandi habitat Oncomelania hupensis yang laindi dunia, salah satu penanganan keongini adalah dengan mengeringkan atau,sebaliknya, mengaliri daerah investasikeong.Satu hal yang agak memprihatinkantercetus dari hasil penelitian tentangpengetahuan, sikap dan perilakumasyarakat, baik di Lindu, Napuatau Bada, tiga dataran yang sudahterpetakan endemis Schistosomiasis.Secara umum, pengetahuan masyarakattentang penyakit Schistosomiasis sangattidak memadai. Umumnya merekahanya mengetahui bahwa penyakitini ada, karena pemerintah melakukanpengumpulan tinja setiap tahun untukmemantau prevalensi Schistosimiasis.Namun mereka tidak tahu apapenyebabnya, penularannya maupunpencegahannya.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM54
  • 54. Three musketers:Pinus Maladjuna (depan), Anis dan YusranEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 55
  • 55. EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM56
  • 56. Di Lindu, Balai Litbang P2B2 Donggalapernah melakukan intervensi pelatihandan penyuluhan kepada kader, tokohmasyarakat, pemuda dan guru. Hasilnyacukup menggembirakan. Terjadipeningkatan pengetahuan dan sikap padamasyarakat dan anak-anak setempat juga.Namun satu hal yang sangat menentukandalam peran serta pemeriksaan tinja, yaituperan kader, diketahui mulai menurun.Jumlah kader sulit bertambah. Arwin, SKM,Kepala Puskesmas Lindu, mengeluhkantidak adanya insentif untuk para kader.Namun dia tak kurang akal,“kader kamiberi sepatu boot, payung dan peralatankerja, serta kami berikan pengobatangratis termasuk keluarganya.”Seorangkader yang masih aktif, Ibu Lina (61tahun), membenarkan bahwa itu cukupmenyenangkan baginya.“Tapi yangpaling penting, saya senang membantu,”tambahnya.Saat ini pemerintah berkonsentrasiuntuk mengendalikan prevalensi kurangdari 1%. Sayangnya angka prevalensiini tidak selalu dapat dikendallikandengan baik. Data Dinkesprov Sulteng2011 menunjukkan prevalensi 2,21%pada semester I dan 0,39% semester II.Turunnya prevalensi pada semester IIkarena adanya pelaksanaan pengobatanmassal. Pengobatan Schistosomiasis saatini dilakukan dengan praziquantel dengandosis 60 mg/Kg BB setiap enam bulan.Obat diberikan kepada penderita positiftelur cacing dan keluarganya. Oleh karenaitu, keberhasilan menekan prevalensi jugatergantung dari cakupan pemeriksaantinja. Cakupan ini belum begitu baik, yaitu74,5% pada semester I/2011 dan 67,4%pada semester berikutnya.Anis Nurwidayati, S.Si, peneliti di BalaiLitbang P2B2 Donggala yang rajin menelitiSchistosomiasis, menyimpulkan bahwapraziquantel masih efektif. Dengandosis 60 mg/Kg BB, tidak ditemukan lagitelur Schistosoma japonicum pada tinjapenduduk yang diperiksa sampai dengan12 minggu setelah pengobatan. Angkakesembuhannya mencapai 100%. Anisjuga mencari alternatif pengendaliankeong lindoensis menggunakan ekstrakbiji jarak. Dari tiga jenis, Jarak Ulung, JarakPagar dan Jarak Kastor, Anis menemukanbahwa ekstrak metanol biji Jarak Ulunglah yang paling ulung membunuh keong.Dengan konsentrasi 32 mg/L, dapatmembunuh 100% keong uji selama 24 jamperlakuan.Keong Oncomelania hupensis lindoensisbeserta penyakit schitosomiasis selalumenarik peneliti dan pengambil kebijakanNTD (neglected tropical diseases) dariberbagai belahan dunia untuk datang ataumengikuti perkembangannya.Penelitian yang dilakukan oleh para“peneliti Donggala”, peneliti tanah air kitasendiri, pasti akan lebih bertahan danmembuahkan manfaat yang lebih nyata.Tentu jika didukung dengan kecintaandan komitmen dari seluruh sistem yangmenaunginya.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 57
  • 57. SIAPA DIAGaya hidup vegetarian semakin banyak diminati orang belakangan ini.Selain menyehatkan, pola makan seorang vegetarian ternyata juga ramahlingkungan. Makanan vegetarian yang hanya terdiri dari produk sayurandan buah-buahan amat ramah lingkungan dan tidak meninggalkan jejakkarbon seperti pada makanan yang diproduksi dari hewan ternak. Benarkahdemikian? Beberapa artis cantik Indonesia yang setia dengan gaya hidupvegetarian dan terbukti tetap sehat dan tampil menawan.Begitulah kira-kira gambaran tentangperempuan cantik blasteran Batak– Australia ini. Sebagai seorangmodel, desainer perhiasan ekosentris,dan mantan VJ MTV pelopor yangterkenal, Nadya Hutagalung tahubetul bagaimana cara memanfaatkankepopulerannya untuk hal yangpositif. Ia adalah seorang aktivislingkungan yang menganut gayahidup vegetarian. Keinginannyauntuk menjadi seorang vegetarianberawal dari rasa simpatinya melihathewan-hewan harus dibunuh demimemuaskan perut manusia. Selainitu, wanita yang terpilih sebagai salahsatu Asia’s Leading Trendmakers olehAsiaweek magazine (bersama DalaiLama, Michelle Yeoh, dan Chow YunFatt) ini juga yakin bahwa gaya hidupvegetarian lebih ramah lingkungan.Ia memperkenalkan menu vegetariankepada ketiga anaknya, tetapi tidakdengan cara memaksa. Ia membuatsayur-sayuran menjadi makananyang menarik dan menjelaskan‘kisah’di balik makanan yang merekakonsumsi. Kini ibu tiga anak yangjuga duta Earth Hour WWF ini gencarmengampanyekan gaya hiduphijau lewat situs greenkampong.com yang membahas perbaikanlingkungan baik dari segi bisnis,fashion, teknologi, maupun kegiatansehari-hari.NadyaHutagalungEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM58
  • 58. Perempuan cantik ini terpilih sebagai salah satu duta produkperawatan kulit tentunya bukan tanpa alasan. Dewi Sandramemang memiliki kulit yang sehat dan kencang, walaupuntanpa perawatan yang ribet. Salah satu rahasia kecantikannyatersebut adalah dengan melakoni gaya hidup sehat dan tidakmengkonsumsi daging. Dewi Sandra percaya bahwa asupanmakanan sangat memengaruhi kondisi tubuh. Makanancepat saji tentu saja tidak akan membuat kulit anda mulus,kandungan vitamin dan serat pada buah dan sayuran lah yangdapat mewujudkannya. Sejak Agustus 2008 Ia memutuskanuntuk menjadi seorang vegetarian, dan hasilnya sudahterlihat hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Dewimengaku kualitas kesehatannya meningkat, terutama kualitaskecantikan kulitnya.(berbagai sumber).Penyanyi ini dulu ngetop lewat trio Rida, Sita, Dewi. KiniIa lebih dikenal sebagai penulis berbakat yang telahmenghasilkan karya-karya hebat seperti Supernova danFilosofi Kopi. Jika ada hal patut dikagumi dari Dee, selaintulisannya yang jenius, hal itu adalah komitmennya padakelestarian lingkungan. Sudah sejak lama Dee menjalanigaya hidup hijau mulai dari membuat kompos alamisendiri sampai dengan memilih untuk menjadi seorangvegetarian. Kini sudah lebih dari lima tahun Ia berhentimengkonsumsi daging.Menurutnya menjadi seorang vegan adalah pangilanhidup. Selain baik untuk kesehatan, gaya hidup vegetariandiakuinya telah membuat Ia dibenci oleh segala macampenyakit yang serius, bahkan kuantitasnya terkenapenyakit ringan seperti flu dapat dihitung dengan jari.Alasan lain Ia menjadi seorang vegetarian adalah karenakecintaannya pada alam. Menurut Dee dalam sebuahartikelnya, dengan hanya menjalani satu hari saja menjadivegetarian dalam seminggu, setahun kita sudah bisamembantu bumi menghemat: 317.520 liter air, 111kilogram tanaman biji-bijian, 693 meterpersegi lahan, 58liter bensin dan 183 kg kotoran ternak.Dewi SandraDewi ‘Dee’ LestariEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 59
  • 59. Sophia Latjuba belajar menjadi seorang vegetarian sejaktahun 2008 lalu. Setelah mengurangi konsumsi dagingsecara bertahap Ia merasakan manfaat yang nyata dalamtubuhnya, misalnya Ia merasa fisiknya lebih sehat dansangat jarang terkena flu dibanding dengan anggotakeluarganya yang lain.Setelah itu gaya hidup barunya segera Ia tularkan kepadaanak-anaknya, meskipun sebatas mengurangi konsumsidaging dan menambah banyak sayuran ke dalam menumakanan keluarganya. Selain fisik yang lebih bugar, Sophiamengaku bahwa kini jiwanya lebih bahagia karena tidak lagimenjadi bagian dari mata rantai pembunuhan.Perempuan cantik berwajah bule ini memang menganggapbahwa penjagalan hewan untuk dikonsumsi manusiamerupakan sebuah tindakan yang kejam.SophiaLatjuba Putri Indonesia 2005 ini menjadi vegetarian sejak berumur16 tahun. Dengan diimbangi pola hidup sehat dan olahragayang teratur, tidak heran jika Nadine memiliki postur tubuhyang sangat indah.Perempuan yang dikenal sebagai pecinta kehidupan laut inimengaku bahwa berhenti mengkonsumsi daging membuattubuhnya lebih sehat dan bugar. Ia jadi merasa mempunyaienergi yang cukup untuk kegiatannya yang padat danterkadang cukup melelahkan.Selain berprofesi sebagai model dan pemain film, Nadineaktif dalam kampanye melestarikan kehidupan laut. Lewathobi menyelamnya Ia mempunyai kesempatan untukmemberikan penyuluhan kepada masyarakat luas tentangcara sederhana menjaga ekosistem di laut, misalnya dengantidak membuang sampah ke lautan.NadineChandrawinataEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM60
  • 60. MEDIA KUIS1. Apa yang dimaksud dengan Reformasi Birokrasi (RB)?2. Ada 8 area perubahan dalam implementasi Reformasi Birokrasi di Kementerian Kesehatan, sebutkan ?3. Ada beberapa upaya yang dilaksanakan dalam rangka reformasi birokrasi di Kementerian Kesehatan RI yaitupenetapan Zona Integritas (ZI), Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih, Kompeten danmelayani (WBBKM). Jelaskan yang dimaksud dengan ZI, WBK dan WBBKM ?Kirimkan jawaban kuis dengan mencantumkan biodata lengkap(nama, alamat, kota/kabupaten, provinsi, kode pos dan no telp yangmudah dihubungi).Jawaban dapat dikirim melalui :• Email : kontak@depkes.go.id (Subject : Mediakuis)• Fax : 021 - 52921669• Pos : Pusat Komunikasi Publik, Gedung KemenkesJl. HR. Rasuna Said Blok X5, Kav. 4-9, Jakarta SelatanJawaban diterima redaksi paling lambat minggu pertama bulanNovember 2012.Nama pemenang akan diumumkan di Majalah Mediakom edisi XXXIXNovember 2012.10 Pemenang MediaKuis masing-masing akan mendapat ......(note :disebutkan jenis hadiah beserta fotonya) dari Mediakom.Hadiah pemenang akan dikirim melalui pos.Kuis ini tidak berlaku bagi Keluarga BesarPusat Komunikasi Publik Kemenkes RI.PEMENANG MEDIA KUISEDISI XXXV APRIL 2012dr.Donda Marion E.PurbaPuskesmas Butar,Kecamatan Pagaran,Kabupaten Tapanuli Utara,Sumatera UtaraAmaliaKp. Jawa rawasari Rt 11/9 No.8Jakarta pusat 10570NgaderiJl. RM. Kahfi I Rt. 005/06 No. 39Kel. Ciganjur Kec. JagakarsaJakarta Selatan12630Siti ChodijahJl. RM. Kahfi I Gg. Pasir Rt. 002/06Kel. Ciganjur - Kec. JagakarsaJakarta Selatan12630JUARI, SKMd/a. Puskesmas BatuwarnoJl. Raya Batuwarno – Karang TengahKec. Batuwarno Kab. WonogiriJawa Tengah 57674Mediakom beberapa kalimenyelenggarakan kuis di majalahtercinta ini. Memang kuis ini belum tersajisetiap terbit. Tapi redaksi selalu berusahamenyajikan Media Kuis ini lebih sering.Bagi pembaca yang terhormat, kuisini bisa dianggap sebagai alat pengujipengetahuan sekaligus untuk bersenang-senang.Tapi, bagi redaksi, tujuan kuis ini adalahSelamat, 5 Pemenang Media Kuis Telah Terpilihmempererat ikatan antara redaksi danpembaca Mediakom, sekaligus untukmengukur penyebaran, keterbacaan,dan manfaat majalah ini bagi kitasemua. Karena itu, hadiah bukanlahhal yang diutamakan dalam media kuis.Kendati hadiah bukan hal yang utama,redaksi tetap menyelenggarakan kuis inisecara profesional selayaknya kuis yangdiselenggarakan oleh sebuah lembagabesar untuk publik yang luas.MEDIAKUIS MAJALAH MEDIAKOM EDISI XXXV APRIL 2012Pertanyaan:1. Apa yang dimaksud dengan Risfaskes dan apa kepanjangan dari Risfaskes?2. Apa tujuan dilaksanakannya Risfaskes?3. Dalam program kesehatan dikenal dengan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK), apa yang dimaksud denganDBK? siapa yang berperan dalam penanggulangan DBK?Jawaban:1. Apa yang dimaksud dengan Risfaskes dan apa kepanjangan dari Risfaskes? Jawab: Riset Fasilitas Kesehatan(Rifaskes) 2011 merupakan salah satu riset kesehatan nasional yang secara berkala dilakukan oleh BadanLitbangkes, Kementerian Kesehatan RI.2. Apa tujuan dilaksanakannya Risfaskes? Jawab: Rifaskes dilaksanakan untuk memperoleh informasi terkinitentang supply pelayanan kesehatan, yaitu fasilitas Rumah Sakit Umum (RSU) Pemerintah/Pemerintah Daerah(Pemda), Puskesmas dan Laboratorium Klinik Mandiri (LKM). Supply tersebut termasuk gedung, persediaanair bersih, listrik, kendaraan, peralatan, obat, Sumber Daya Manusia (SDM), pedoman, pelatihan, anggarandan sebagainya yang dibutuhkan untukpenyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dan perorangan diRSUPemerintah/Pemda, Puskesmas dan LKM.3. Dalam program kesehatan dikenal dengan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK), apa yang dimaksuddengan DBK? siapa yang berperan dalam penanggulangan DBK? Jawab: DBK adalah kabupaten atau kotayang mempunyai nilai Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang buruk, masuk dalam kategoridaerah terpencil, perbatasan, kepulauan terpencil/terluar, memiliki faktor sosial budaya yang berakibatburuk pada kesehatan, dan mengalami penyakit spesifik serta mempunyai nilai kemiskinan di atas rerata.Yang Berperan dalam penanggulangan DBK adalah institusi kesehatan dan adanya keterlibatan integral dariinstitusi terkait kesehatan (lembaga legislatif, lembaga eksekutif, lembaga profesi, lembaga kemasyarakatan,pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat).MEDIAKUIS MAJALAH MEDIAKOM EDISI XXXVII SEPTEMBER 2012Karena itu, ada upacara penyeleksian parapengirim jawaban dan memilih lima orangpemenang. Di bawah ini, semua proseskuis itu kami sajikan selengkapnya, mulaidari berita acaranya sampai dengan namapara pemenang.Sekali lagi selamat kepada dr.DondaMarion E.Purba,: Amalia, Ngaderi, SitiChodijah, dan JUARI, SKM.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 61
  • 61. RESENSIUpaya meningkatkan UmurHarapan Hidup (UHH) menjadiindikator keberhasilanpembangunan kesehatan.Kementerian Kesehatanberupaya meningkatkan UHH denganberbagai upaya kesehatan diantaranyadengan memberikan pelayanan gizi padalansia. Berbagai penelitian telah dilakukanpada lansia menyimpulkan prevalensi 1)kurang energi (KEK), 2) kelebihan beratbadan, 3) defisiensi besi, 4) defisiensivitamin B6, B12 dandDefisiensi asam folat.Dari sumber lain (Jurnal of Nutrition 1999)menyatakan bahwa lanjut usia (60-75tahun) di Indonesia mempunyai asupanenergi rata-rata kurang dari kebutuhan.Data RISKESDAS 2007 menyebutkanprevalensi penyakit pada lanjut usia 55-64tahun seperti: penyakit sendi, hipertensi,stroke, asma, jantung, diabetes, dan tumor.Dengan beban penyakit ini tentunya akanmeningkatkan beban ekonomi keluarga,masyarakat dan negara.Layanan gizi sebagai salah satu bagiandari pelayanan kesehatan lanjut usiadapat dilakukan di semua tempatpelayanan kesehatan baik pemerintahmaupun swasta. Agar tercapi tujuanEndang Rahayu Sedianingsih,seorang pemimpin yang cepat,teliti, tepat dalam bekerja dankonsisten serta jujur dalambersikap. Hal itu merupakanbeberapa penilaian terhadap pribadimantan Menteri Kesehatan yang bertugasdalam waktu yang tidak terlalu lama yaituselama dua setengah tahun.Buku ini memuat tentang kesanmendalam dan sangat berarti yangdirasakan oleh para staf, teman sejawat,para tokoh masyarakat dan tokoh agamadengan ibu Endang Rahayu Sedianingsih.Melalui buku ini terlihat keragamankesan dengan beragam cara sapaan yangditujukan kepada beliau.Buku yang ditulis dengan gaya bahasasederhana ini dilengkapi juga berbagaifoto yang menarik hingga pembacadapat mengenal sosok Endang RahayuSedianingsih dalam masa dua setengahtahun pengabdian sebagai MenteriKesehatan.Informasi lebih lanjut tentang buku inidapat menghubungi PustakawananPerpustakaan Kementerian Kesehatanpada nomor (021) 5223003, email:perpustakaan@kemkes.go.id,perpustakaan.depkes@gmail.com,facebook: Perpustakaan KementerianKesehatan, dan twitter: @depkeslib. Bukusecara lengkap (full text) dapat dibacaatau diunduh melalui website: http://perpustakaan.depkes.go.id.Nomor Klasifikasi : 612.3Judul : Pedoman Pelayanan Gizi LansiaImpresum : Jakarta : Kementerian Kesehatan RI Direktora Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 2012Kolasi : iv, 54 hlm,; 16 x 21 cm.ISBN : 978-602-235-039-2Subyek : 1. NUTRITION 2. GERIATRIC – HEALTH SERVICES FORTHE AGEDmeningikatakan UHH yaitu meningkatkanstatus kesehatan lanjut usia agar sehat,mandiri dan produktif dengan pelayanangizi yang bermutu. Untuk itulahditerbitkan buku Pedoman Pelayanan GiziLansia agar dapat bermanfaat oleh tenagakesehatan di tempat pelayanan kesehatan(Rumah Sakit, Puskesmas) dalammengoptimalkan pelayanan gizi bagilanjut usia yang selaras dengan programkesehatan lainnya.Buku ini seyogyanya juga disosialisasikankepada masyarakat luas agar bisadipahami dan dilaksanankan per individu.Kita harus sadari mau tidak mau atausuka tidak suka kita (setiap orang) akanmengalami lansia.Informasi lebih lanjut tentang buku inidapat menghubungi PustakawananPerpustakaan Kementerian Kesehatanpada nomor (021) 5223003, email:perpustakaan@kemkes.go.id,perpustakaan.depkes@gmail.com,facebook: Perpustakaan KementerianKesehatan, dan twitter: @depkeslib. Bukusecara lengkap (full text) dapat dibacaatau diunduh melalui website: http://perpustakaan.depkes.go.idNomor Klasifikasi : 610.69Judul : Dua setengah tahun yang sangat berarti bersama Endang Rahayu SedyaningsihImpresum : Jakarta, Kementerian Kesehatan RI Pusat Komunikasi Publik, 2012Kolasi : 170 hlm, 21 x 21 cmISBN : 978 – 602 -235-117-7Subyek : 1. BIOGRAPHY 2. PHYSICIAN’S ROLEEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM62
  • 62. Pencegahan danpenanggulangankegemukan dan obesitasperlu dilakukan sedinimungkin mulai dari usiamuda. Kegemukan dan obesitas..pada masa anak beresiko tinggimenjadi obesitas dimasa dewasadan berpotensi mengalamipenyakit metabolik dan penyakitdegeneratif dikemudian hari.Kegemukan dan obesitas terjadiakibat asupan energi lebih tinggidaripada energi yang dikeluarkan.Asupan energi tinggi disebabkanoleh konsumsi makanansumber energi dan lemak tinggi,sedangkan pengeluaran energiyang rendah disebabkan karenakurangnya aktivitas fisik dansedentary life style.Buku tersebut dapat menjadiacuan untuk memperolehkesamaan pemahaman bagisemua pihak meliputi pemerintahpusat, daerah, institusi sekolah,swasta dan lembaga swadayamasyarakat dalam melaksanakanMasalah gizi yang dihadapiIndonesia saat ini sebagainegara yang sedangberkembang adalah giziganda yaitu gizi kurangtermasuk pendek (stunting) dan gizi lebihtermasuk obesitas. Kedua masalah iniberkaitan dengan meningkatnya PenyakitTidak Menular, seperti penyakit jantung,pembuluh darah, kanker dan diabetes dangangguan penyakit akibat metabolisme.Organisasi Kesehatan Dunia atau WHOmelaporkan bahwa penyakit tersebut diatas dapat diatasi dengan pola konsumsimakanan sehat dan aktivitas fisik yangcukup dan teratur, serta tidak merokok.Buku ini dapat digunakan sebagai acuanNomor Klasifikasi : 612.3Judul : Strategi Nasional Penerapan Pola Konsumsi Makanan dan Aktivitas Fisik Untuk Mencegah PenyakitTidak MenularImpresum : Jakarta, Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 2012Kolasi : xvi, 50 hlm, 15 x 21 xmISBN : 978 – 602 -235-037-8Subyek : 1. NUTRITION POLICY 2. NON COMMUNICABLE DISEASES 3. NUTRITIONAL REQUIREMENTSpara pengelola program terkait di semuasektor, baik di tingkat Pusat maupuntingkat Daerah, Lembaga SwadayaMasyarakat , Organisasi Profesi bahkandunia usaha, untuk memacu gerakan sadargizi dan budaya beraktivitas fisik menujumanusia Indonesia yang prima.Informasi lebih lanjut tentang buku inidapat menghubungi PustakawananPerpustakaan Kementerian Kesehatanpada nomor (021) 5223003, email:perpustakaan@kemkes.go.id,perpustakaan.depkes@gmail.com,facebook: Perpustakaan KementerianKesehatan, dan twitter: @depkeslib. Bukusecara lengkap (full text) dapat dibacaatau diunduh melalui website: http://perpustakaan.depkes.go.id.Nomor Klasifikasi : 612.3Judul : Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kegemukan dan Obesitas pada Anak SekolahImpresum : Jakarta, Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 2012Kolasi : vi, 40 hlm,; 15 x 21 cm.ISBN : 978 – 602 -235-038-5Subyek : 1. OBESITY 2. OBESITY PREVENTION 3. CHILD OBESITYpencegahan dan penanggulangankegemukan dan obesitas padaanak sekolah.Dalam buku ini membahaspola hidup sehat mencegahkegemukan, penemuandan tatalaksana kasus, sertamonitoring dan evaluasi.Terdapat lampiran mengenaimenu seimbang pada anak usiasekolah umur 6-9 tahun dan carapencegahan kegemukan melaluiaktivitas fisik.Informasi lebih lanjut tentangbuku ini dapat menghubungiPustakawanan PerpustakaanKementerian Kesehatan padanomor (021) 5223003, email:perpustakaan@kemkes.go.id,perpustakaan.depkes@gmail.com, facebook: PerpustakaanKementerian Kesehatan, dantwitter: @depkeslib. Buku secaralengkap (full text) dapat dibacaatau diunduh melalui website:http://perpustakaan.depkes.go.idEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 63
  • 63. Kultur MasyarakatPapuaSudah Lebih Baik64 EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM
  • 64. 65EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM
  • 65. 66 EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM
  • 66. Lewat Posyandu dan beberapa kegiatan berbasis masyarakatseperti mobile clinic yang dilakukan Hendrik Manggaprow,SKM Nutrisionis Puskesmas Malawei, Kota Sorong, PapuaBarat terpilih menjadi Tenaga Kesehatan Teladan tahun2012. Keterlibatannya dalam bidang perbaikan gizi, baik promotifdan preventif , membuahkan hasil yang memuaskan sehinggaderajat kesehatan khususnya gizi meningkat. “Melalui Posyandu,program perbaikan gizi bisa diterapkan, namun masih banyakyang tidak mau membawa anak balitanya ke Posyandu, itukendalanya”, ujar Hendrik.Putera daerah Papua ini mengaku sulit untuk merubah perilakumasyarakat Papua yang masih tradisional dan heterogen. Namun,dengan pendekatan secara kultur budaya, Hendrik pelan-pelanmerubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat. Terbuktisaat ini tingkat perbaikan gizi di Kota Sorong meningkat dan an-gka kematian Ibu dan Anak berkurang. Pemberian ASI Ekslusif danpembentukan Desa/Kelurahan Siaga pun menjadi pendukungmeningkatnya derajat kesehatan masyarakat Papua Barat, sehing-ga kultur masyarakat Papua Barat sudah lebih baik.“Kalau budayakami itu untuk Ibu hamil dilarang makan ikan, nanti anaknya cac-ingan”, jelas Hendrik.Selain kendala budaya, mata pencarian masyarakatnya sebagaipetani sehingga mereka cenderung tidak membawa balitanya kePosyandu, karena anak balita mereka diajak serta untuk bekerja keladang/sawah. Hendrik terus berupaya untuk mengaktifkan Posy-andu agar gizi bayi dan balita di Kota Sorong menjadi lebih baik.“Tiap hari Posyandu, kami kesulitan menghubungi mereka karenaanaknya dibawa mencari pencarian untuk mencukupi kebutuhanmereka.Upaya peningkatan kesehatan tidak hanya bertumpu pada kewa-jiban pemerintah dan tenaga kesehatan saja, tapi perlu kerjasamalintas sektor dan lintas program, serta masyarakat. Begitu pulakerjasama antar profesi kesehatan dokter, perawat, SKM, bidan,dan lainnya agar program-program kesehatan yang ada dapatberjalan sinergis. Komunikasi yang tidak sinergis antara profesikesehatan menjadi penyebab beberapa program kesehatan sep-erti BOK, Jampersal, dan Jamkesmas tidak berjalan sebagaimanamestinya.“Sepulanganya dari sini, saya berencana untuk mencobamemprakarsai kerjasama lintas sektor dan lintas program menjadilebih baik lagi”, rencana Hendrik.Terpilih menjadi Tenaga Kesehatan Teladan, Hendrik merasa ba-hagia luar biasa karena selama ini dia hanya melihat pemilihanNakes Teladan ini melalui media cetak dan elektronik. Pengabdi-annya selama 16 tahun menjadi Nakes membuahkan hasil yangbaik .“Saya merasa luar biasa terpilih jadi nakes teladan ini karenabisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan Presiden danMenkes, ini membanggakan dan memotivasi dalam bekerja nanti”,kesan Hendrik. (Eci)Hendrik ManggaprowEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 67
  • 67. Suara gelisah, nada bicara tergesa-gesa dan ngos-ngosan. Ia menjawab pertanyaan lawan bicara diujunghp nya. Mahasiswi pasca sarjana FKM UI ini sedang panikmempersiapkan ujian sidang tesis, dua jam kemudian.Karena masih ada satu penguji yang belum mendapatnaskah tesisnya. Hanya ucapan maaf, maaf dan maaf. Walauucapan itu telah berulang kali sejak satu minggu sebelumnya.Penguji itu termenung di halte UI kurang lebih dua jammenunggu kehadiran tesis yang dijanjikan mahasiswi tersebut,“kami sedang memfoto copy pak”, ucap mahasiswi yang bernamalengkap Sarma Eko Natalia Sinaga itu, melalui hp-nya.Halte UI, waktu itu penuh mahasiswa yang sedang menunggu buskampus antara jemput. Satu persatu, mahasiswa habis, tinggalahseorang penguji sendiri menunggu tesis. Satu jam, dua jam, duasetengah jam, mahasiswi tersebut selalu rajin mengirim sms,mohon sabar pak, saya sedang menyiapkan foto copynya.“Oke,saya masih menunggu di halte UI”, begitu jawab penguji tersebutmelalui sms.Waktu telah menujukan pukul 14.30, tiga puluh menit lagi waktusidang tesis dimulai. Pengujipun mulai gelisah. Melihat-lihatsetiap ada wanita yang mendekat, mungkin dia yang bernamaSarma, mahasiswi yang dinanti. Ternyata mendekat berulangkali,bukan Sarma juga. Maklum, penguji dan mahasiswi belum salingmengenal wajah.Tiba-tiba hp penguji itu berdering, maaf pak, kata Sarma diujungtelepon.“ Bapak masih di halte UI ?, masih jawab penguji itu. Maafpak, batery hp saya habis, khawatir susah komunikasi, kata Sarmapenuh cemas.“ Saya segera temui bapak, menyerahkan tesis”kataSarma lagi.Tiga puluh menit berlalu, tak ada berita, smspun tidak. Pengujiitu mulai gelisah dengan perasaannya sendiri. Jadi ujian apaenggak, pertanyaan itu bergejolak dalam dada. Kapan bacanya? Bagaimana mau menguji dengan baik, bila bacapun belumsempat, karena tesis belum diterima. Penguji itu berdiri,melongok, duduk, begitu seterusnya, menunggu kepastian dihalte UI.Lima belas menit, sebelum pukul 15.00 yang dijanjikanpelaksanaan ujian, sms dari Sarma masuk ke penguji itu denganberita“ Pak, saya sudah sampai diruang ujian gedung FKM UIlantai 2 kamar 202, ditunggu. tanks”.Seperti disambar petir, membaca berita itu. Dalam hati, pengujiitu berkata, minta tolong mendampingi sidang tesis kok begini,mengapa tidak meminta menunggu di ruang ujian dari tadi,sehingga tidak saling tunggu dan kucing-kucingan begini ?bisikan hati sang penguji makin kesal. Panas, capek dan sepertidipermainkan si mahasiswi. Tapi, dalam sekejab sang pengujimenyadari, bukan mahasiswi saja yang menghadapi ujian, tapipenguji juga sedang di uji. Luluskah dalam ujian di halte UI ini ?,pertanyaan besar penguji itu.“Bila saya kecewa, lalu pulang, maka gagalah saya sebagaipenguji. Sudah menyiapkan waktu, tenaga, perasaan dansegalanya, kemudian pulang, tanpa karya nyata yang sungguhmulia“mendampingi ujian tesis seorang mahasiswi. Pada waktuitu, mungkin Sarma ada kendala lain dibalik kejadian ini semua.Sayang, Ia tak sempat menyampaikan. Biarlah waktu yangmenjadi saksi atas cerita yang mengharu biru ini”, begitu bisik hatisang penguji.Menunggu ojek, tak ada yang lewat, mobil bus kampus lebihlama lagi, padahal waktu sudah deadline. Dengan langkahgontai, berjalan kaki menuju gedung FKM UI. Lima belas menitkemudian sampai di ruang sidang itu. Ternyata, belum ada siapa-siapa, kecuali si Sarma yang sedang sibuk menyiapkan LCD untukmemaparkan tesisnya. Mohon maaf pak, mohon maaf. Secepatkilat, Sarma menyerahkan tesis itu kepada sang penguji.Sambil berkipas-kipas kepanasan, penguji itu bertanya, dimanapenguji yang lain ?, karena ada 5 orang penguji. Sarma menjawab,belum datang pak, sementara pembimbing masih kena mecatdalam perjalanan.“Kalau begini caranya, walau saya belummembaca tesis, saya telah lulus sebagai penguji, minimal lulusmenepati waktu”, bisik penguji itu dalam hati.Singkat cerita, penguji satu persatu bergantian bertanya danklarifikasi. Kebetulan penguji yang belum sempat membecatesis, mendapat giliran kedua, setelah penguji yang pertamamembahas dari A sampai Z. Penguji kedua, hanya mengatakan,berhubung belum sempat membaca tesis, saya hanya memintapenjelasan karena temanya sangat menarik“ perilaku sexpra nikah mahasiswa kesehatan di kampus x”, diantara hasilpenelitianya, 60 persen pernah melakukan perilaku sex pra nikah.Sungguh mengagetkan...!Setelah sidang selesai, Sarma mendapat nilai B+. Ternyata,kontribusi terbesar nilai tersebut berasal dari penguji yang belumsempat membaca tesis, mengapa tidak sebaliknya ? Disinilah letakujiannya. Karena, ujian itu telah selesai saat menunggu di halteUI yang panas dan menjengkelkan, bukan di ruang sidang yangdingin dengan hidangan nasi book, minuman ringan dan buahsegar.Bila sidang di halte UI lulus, mengapa tidak memberi nilai yangterbaik untuk orang lain diruang sidang yang menyenangkan? Toh mereka sudah berjuang sampai titik darah penghabisan,dengan segenap kemampuan. Adakah sidang tesis di halte UIyang lebih dramatis lagi ?Ujian Tesisdi Halte UIOleh: PrawitoLENTERAEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM68
  • 68. EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 69
  • 69. LENTERAEDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM70
  • 70. Galau Oleh: PrawitoSuatu hari, saya pulang dari kantor sudah selepas isya,lebih panjang dari jam kerja normal. Saya naik keretacommuter line dari stasiun Manggarai Jakarta, tujuanstasiun Kranji, Bekasi. Ketika itu seluruh kursi sudahpenuh terisi. Lalu, saya pindah ke bagian atau tempatyang banyak orang berdiri, dekat pintu. Sebenarnya, naikkereta berdiri adalah hal biasa. Justru kalau seseorang sampaidapat duduk, itu luar biasa hebat. Sebab, kereta termask modatransportasi favorit bagi masyarakat Jabodetabek. Karena itu,berdiri adalah hal yang lumrah, juga bagi para penumpang lain.Karena penumpang padat, jarak antara penumpang jadidekat satu sama lain. Dengan begitu, secara tak sengaja, bisamenghasilan perbincangan ringan dengan penumpang lain.Pembicaraan ini mengalir begitu saja. Ngalor-ngilur.Saya bicara dengan seorang laki-laki yang berdiri di samping.Ia bekerja di badan publik milik pemerintah. Teman ngobrol iniawalnya mengomentari hasil pemilukada DKI Jakarta. Berikutnya,tanpa ada angin dan gerimis, tiba-tiba berkata,“Saya galau,bagaimana cara mendapat rezeki yang halal? Rezeki yang haramsaja susah!”Kalimat itu meluncur bagitu saja dari bibirnya.Bagaimana rezeki haram itu diperoleh? Tanyaku menelisik.“Terusterang,”kata teman ngohbrol ini,“Saya katakan sejujurnya, sayaselalu membohongi orang yang saya layani, untuk mendapatkansejumlah rupiah. Sebab, mereka lebih menyukai kebohongan daripada kejujuran. Pernah saya jujur, tapi tak mendapat tambahanrupiah sedikit pun. Mereka tak memberi imbalan atas jasa-jasaku.Kering!!!”Dia melanjutkan lagi: Jujur saja, saya dalam sepekan harusmendapat uang satu juta rupiah untuk operasional kerja. Naikkereta, ojek, dan angkutan kota lainnya. Bila tak terpenuhi danasebesar itu, praktis tak dapat bekerja sebagaimana mestinya.Sayang, sebelum saya sempat mengomentari kegalauan tersebut,commuter line sampai stasiun Kranji. Saya pamit perpisahandengan nara sumber tersebut, tanpa tanggapan dan komentarsedikit pun. Saya hanya menjadi pendengar yang baik.Pertanyaanya, menagapa dia galau? Padahal, materi tambahanyang diinginkan sebesar Rp 1 juta per minggu atau Rp 4 juta perbulan itu selalu terpenuhi untuk biaya operasional bekerja setiaphari. Lalu, apa penyebab kegalauan itu?Galau, yakni nuansa batin seseorang yang merasa tidak nyaman,tidak tenang, dan tidak damai. Juga merasa gelisah. Seringkali,orang yang galau tidak itu tidak tahu apa penyebabnya. Tiba-tibagalau. Bahkan sering galau berkepanjangan. Kemudian berusahamencari pelipur kegalauan, hilang sebentar, lalu galau kambuhkembali, sepanjang kehidupannya.Motivasi bekerja untuk mendapat sejumlah uang. Kemudian,uang itu didapat. Mengapa masih galau?. Apakah kalau takmendapat sejumlah uang yang diinginkan masih galau? Tambahgalau. Atau galaunya hilang?Kalau kita pikir-pikir, sesungguhnya galau itu disebabkanpertengakaran batin, antara yang hak dan batil, antara yangbenar dan salah. Fitrah manusia itu suci, baik, lurus, dan benar.Bila manusia memasukkan makanan haram atau melakukanperbuatan buruk, jahat dan maksiat, akan bertentangan dengannilai fitrah kemanusiannya, kemudian terjadilah kegalauan.Secara fitrah, hak dan batil tak akan mungkin bersahabat danberkolaborasi. Ia akan terus bertentangan. Untuk itu jauhkansegala macam keburukan bersemayam dalam diri kita.Bagaimana caranya? Kurangi sedikit-demi sedikit kebiasaan burukdalam hidup, ganti dengan kebiasaan baik, walau awalnya terasapahit. Memang, obat itu terkadang terasa pahit. Tetapi, setelahhilang rasa pahitnya, ia akan berubah menjadi manis. Merasakannikmatnya manis, karena sudah terbiasa dengan yang baik-baik.Bila kebaikan sudah menjadi kebiasaan, secara otomatis akanmenyingkirkan hal-hal buruk. Semakin sibuk dengan kebaikan,semakin sempit kesempatan berbuat buruk. Sebab itu, sibukkandengan banyak kebaikan. Insya Allah tenang, kegalauan hilang.Wallahua’alam.EDISI 37 I SEPTEMBER I 2012 MEDIAKOM 71