Flying Health Care untukPAPUAMelongok PembangunanKesehatan di KabupatenKaur, BengkuluMembangunMasyarakat SehatMelalui Pasa...
Selamat JalanMenteri Kesehatan Republik Indonesiadr Endang Rahayu Sedyaningsih, mph, dr.PHTerima Kasih atas Baktimuterhada...
ETALASESUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: drg. Murti Utami, MPH, I REDAKTUR:Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati,...
1867SIapa DiaRirin Dwi AriyantiUtamakanKesehatanRIFASKES201134PERTANYAAN:Saya bidan PTT Pusat di daerah. Sejak Januari 201...
INFO SEHATLangkahBerhenti MerokokKiat MenambahBerat BadanDiet SetelahMelahirkanLawan Penyakitdengan AntioksidanSTOP PRESSG...
INFO SEHATLangkahBerhenti MerokokPilih hari untuk memulai berhenti merokokAmbil kalender dan pilih waktu yang tepat untukm...
Kiat Menambah Berat BadanBerpenampilan langsing menjadi dambaan kebanyakan kaum hawa. Sebaliknya, bagimereka yang tergolon...
Antioksidan sangat dibutuhkan bagi tubuh untuk melawan radikalbebas dalam tubuh sehingga dapat mencegah dan melawanpenyaki...
“Global Influenza Surveillance ResponseSystem (GISRS), merupakan sistem barudi bidang surveilans yang pada dasarnyaberfung...
Untuk memenuhi bahan baku obat dalamnegeri, pemerintah telah menyusun roadmappengembangan bahan baku. Dengan roadmapini di...
Menurut Menkes,upaya pemenuhankebutuhan obat bermutudan terjangkau ditanah air antara laindilakukan dengan pelaksanaan Pro...
Menurut Menkes, rumah sakit mengemban tigaperan utama, yaitu sebagai tempat pelayanankesehatan, pendidikan, dan penelitian...
Kemkes tahun ini kembali mengadakan Rakerkesnas(Rapat Kerja Kesehatan Nasional), dengan tema“DenganReformasi Birokrasi kit...
SERIUS, PENGENDALIAN HIV-AIDSDI INDONESIA“Pemerintah serius menangani masalah HIV/AIDS. Hal ini terlihat dari semakin meni...
Menkes menyatakan persentase kasus AIDS tertinggitahun 1987-2011 ada pada kelompok umur 20-29tahun (46,8%), diikuti kelomp...
Penyakit kanker menjadi beban ekonomi bagi individu,keluarga, dan  negara. Pada tahun 2010, ProgramJamkesmas telah mengelu...
Di Indonesia, salah satu masalah kesehatan masyarakatyang sedang dihadapi saat ini adalah beban gandamasalah gizi. Pada 19...
MEDIA UTAMAHari-hari petugas kesehatan di Puskemas Skow yang terletak wilayah perbatasanPapua dengan Papua Nugini diwarnai...
ng di PohonEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 19
Hutan bagi Amelia, mempunyai kenangan tersendiri.Maklum saja, petugas kesehatan Puskemas Skowyang terletak di perbatasan P...
di wilayah perbatasan.“Yang dipertaruhkan adalah keamananwarga serta tenaga kesehatan,”ujar Hein lagi. Menyiasatikendala k...
Bidan Amalia NWomsiworUsai memberikan perawatan bayi pasca lahirEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM22
di Puskemas distrik Koya Barat lebih beruntung karena telahdidukung dengan fasilitas yang lebih baik seperti apotek dandok...
Eliminasi Malaria di Papuadengan Kerjasama Lintas SektoralMengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus malaria mer...
Malaria merupakan salah satu penyakit yangmenjadi ancaman bagi masyarakat mengingatberdampak terhadap tingginya angka kesa...
MEDIA UTAMAEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM26
dr. Bambang Sardjono, MPH:Flying HealthCare Cocok untukPapuaPapua merupakan provinsi dengan kondisi geografissulit dijangk...
Bisa dijelaskan secara umum mengenaiKebijakan Pelayanan Kesehatan diDaerah tertinggal, Perbatasan, danKepulauan (DPTK)?Set...
tantangan sendiri. Kalau dilihat darijumlah penduduk, memang relatif tidakbanyak. Namun di sisi lain, daerahnya luassekali...
Menjadi petugas kesehatandi wilayah terpencil,tertinggal dan kepulauanmembutuhkan persiapanyang matang. Selainmental, fisi...
Prawito, besuk jadi dokter ya,namamu sebentar lagi sudahsampai Jakarta. Kamu cocok kukasih nama Prawito, sama-samamanisnya...
Pelayanan kesehatan diperbatasan Papua:DALAMANCAMANHein Yophi Ulua, satu dari tiga tenagakesehatan yang setia menungguPusk...
Apalagi, ketika mendekatibulan Desember, kelompokbersenjata merayakan ulangtahun. Selalu ada saja korban,tiba-tiba pagi ha...
RAGAMLATAR BELAKANGRiset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) 2011merupakan salah satu riset kesehatannasional yang secara berka...
Litbangkes, politeknik kesehatan(Poltekkes), universitas (perguruan tinggi),organisasi profesi, ataupun institusipenelitia...
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Mediakom35
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Mediakom35

1,794 views
1,717 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,794
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mediakom35

  1. 1. Flying Health Care untukPAPUAMelongok PembangunanKesehatan di KabupatenKaur, BengkuluMembangunMasyarakat SehatMelalui Pasar DesaMEDIAKOMKementerian Kesehatan RI Info Sehat untuk SemuaISSN1978-3523EDISI35IAPRILI2012
  2. 2. Selamat JalanMenteri Kesehatan Republik Indonesiadr Endang Rahayu Sedyaningsih, mph, dr.PHTerima Kasih atas Baktimuterhadap Dunia Kesehatan di Tanah AirTelah Berpulang Kerahmatullah Hari Rabu, 2 Mei 2012, Pk.11.41 wib di RSCM, Jakarta
  3. 3. ETALASESUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: drg. Murti Utami, MPH, I REDAKTUR:Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS I EDITOR/PENYUNTING Mulyadi,SKM, M.Kes, Busroni S.IP, Prawito, SKM, MM, M.Rijadi, SKM, MSc.PH, Mety Setyowati, SKM, AjiMuhawarman, ST, Resti Kiantini, SKM, M.Kes I DESAIN GRAFIS dan FOTOGRAFER: Drg. AnitasariS.M, Dewi Indah Sari, SE, MM, Giri Inayah, S.Sos, Sumardiono, SE, Sri Wahyuni, S.Sos, MM, WayangMasJendra,S.Sn,Lu’ay,S.Sos,DodiSukmana,S.I.KomISEKRETARIAT:WaspodoPurwanto,EndangRetnowaty, drg. Ria Purwanti, M.Kes, Dwi Handriyani, S.Sos, Dessyana Fa’as, SE, Sekar Indrawati,S.Sos, Awallokita Mayangsari, SKM, Delta Fitriana, SE, Iriyadi, Zahrudin. IALAMAT REDAKSI: PusatKomunikasi Publik, Gedung Kementerian Kesehatan RI Blok A, Ruang 109, JL. HR. Rasuna SaidBlok X5 Kav. 4-9 Jakarta 12950 I TELEPON: 021-5201590; 021-52907416-9 I FAKS: 021-5223002;021-52960661 I EMAIL: info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id I CALL CENTER: 021-500567REDAKSI MENERIMA NASKAH DARI PEMBACA, DAPAT DIKIRIM KE ALAMAT EMAIL kontak@depkes.go.idetualang, dedikasi, dan kerja keras selalulekat dengan pelayanan kesehatan di daerahtertinggal, terpencil, dan perbatasan. Situasidan kondisi lapangan memang menuntutmunculnya sikap petualang.Medan yang sulit, jarak yang jauh dan terpencil.Ditambah lagi dengan kondisi masyarakat yang masihtertinggal, baik secara pengetahuan maupun ekonomi.Tempat tersebut biasanya hanya dapat dicapai denganmenggunakan pesawat perintis atau perjalanan airyang melelahkan dan penuh tantangan. Hanya merekayang bermental baja yang siap dengan tugas-tugasberat tersebut.Indonesia banyak memiliki medan berat sepertiitu, antaranya di Provinsi Papua, khususnya daerahperbatasan dengan Papua Nugini. Tepatnya di DistrikSkow, sebuah kawasan pedesaan yang berbatasanlangsung dengan Papua Nugini. Daerah ini sangatminim segalanya. Mulai dari penerangan, saranatransportasi, komunikasi, pelayanan kesehatan,dan infrastruktur lainnya. Bagaimana para relawankesehatan bermental baja ini menjelajah, suka dukadan kondisi umum layanan kesehatan di Papua,kami coba angkat dalam rubrik“Media Utama”, edisiMediakom nomor ini.Pada kesempatan ini, kami ketengahkan juga HasilRiset Fasilitas Kesehatan ( Risfakes) 2011 yang dilakukanBadan Litbang Kesehatan. Adapun fasilitas kesehatanyang diriset yakni rumah sakit umum pemerintah,puskesmas dan laboratorium klinik mandiri (LKM).Nah bagaimanakah hasilnya ? Apakah rumah sakit,puskesmas dan LKM sudah memenuhi standar yangditetapkan ? Kami sajikan lengkap pada rubrik ragam.Selain itu, masih ada rubrik lain yang bisa disimakseperti, rubrik Ragam, Nasional, Daerah, termasuktulisan-tulisan ringan yang sarat informasi lainnyayang terangkum dalam rubrik Info Sehat, Lentera, danKolom. Selamat menikmati...!Redaksi.MentalBajadrg. Murti Utami, MPHFlying Health Care untukPAPUAMelongok PembangunanKesehatan di KabupatenKaur, BengkuluMembangunMasyarakat SehatMelalui Pasar DesaISSN1978-3523EDISI35IAPRILI2012EDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 3
  4. 4. 1867SIapa DiaRirin Dwi AriyantiUtamakanKesehatanRIFASKES201134PERTANYAAN:Saya bidan PTT Pusat di daerah. Sejak Januari 2012, sampaisaat ini saya belum menerima gaji. Kapan KementerianKesehatan akan membayar gaji kami?Terima kasih.Bidan PTT Pusat di DaerahJAWAB:Kementerian Kesehatan sudah membayar gaji bulan Januari2012 dan Februari 2012 melalui Bank Rakyat Indonesia(BRI) ke rekening masing-masing. Silakan periksa rekeningAnda. Sedangkan gaji bulan Maret 2012 masih dalam prosesdan dalam waktu tidak lama lagi akan dibayarkan melaluiBRI ke rekening masing-masing. Ada kendala selama masatransisi pengiriman gaji yang sebelumnya melalui PT PosIndonesia menjadi melalui BRI. Ke depan mudah-mudahanpembayaran gaji sudah dapat berjalan lancar seperti sediakala. Untuk informasi dan pengaduan lebih lanjut dapatmenghubungi PusatTanggap dan Respon Cepat (PTRC)Kementerian Kesehatan pada nomor (kode lokal) 500567.Misalnya di Bandung (022500567), di Surabaya (031500567).PERTANYAAN:Saudara saya tinggal di Bogor akan menjalani ibadah Umrohdan sesuai ketentuan yang berlaku, diharuskan untukvaksinasi meningitis. Di mana lokasi terdekat Saudara kamibisa mendapatkan vaksinasi tersebut?Terima kasih.Achmad Bajuri, Jakarta PusatJAWABAN:Vaksinasi meningitis untuk jamaah Umroh yang terdekat diJabodetabek adalah di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)Bandara Soekarno Hatta Jakarta, KKPTanjung Priok dan KKPHalim Perdana Kusuma Jakarta. Silakan menghubungi KKPBandara Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta No.Telepon(021) 5506068, 5507989, KKP PelabuhanTanjung Priok No.Telepon (021) 43931045, 4373266, dan KKP Halim PerdanaKusuma Jakarta No.Telepon (021) 8000166. Untuk informasilebih lanjut bisa menghubungi PusatTanggap dan ResponCepat (PTRC) Kementerian Kesehatan di nomor (kode lokal)500567.PERTANYAAN:Saya sudah mendaftar menjadiTKHI untuk penyelenggaraanhaji tahun 2012 (1433 H). Kapan pengumuman hasil seleksiTKHI dan apa yang harus saya lakukan?Terima kasih.Alimuddin, PalembangJAWABAN:Pengumuman hasil seleksi Petugas Kesehatan Haji Indonesiabaik yangTKHI maupun PPIH bidang Kesehatan akandilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2012. Silakan dapat dilihatdi website Pusat Kesehatan Haji dengan alamat: http://puskeshaji.depkes.go.id.Seluruh Calon Peserta PelatihanTKHI akan diundang dansebelum pelatihan akan dilakukan tes psikometrik untukkesehatan jiwa. Bagi yang lulus akan mengikuti tahapanpelatihan selanjutnya. Bagi yang tidak lulus akan kembali kedaerahnya masing-masing dan tidak bisa mengikuti tahapanpelatihan selanjutnya.SURAT PEMBACACerita dari PerbatasanPAPUAEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM4
  5. 5. INFO SEHATLangkahBerhenti MerokokKiat MenambahBerat BadanDiet SetelahMelahirkanLawan Penyakitdengan AntioksidanSTOP PRESSGlobal Influenza SurveillanceResponse SystemUpdate Kasus Flu BurungKetersediaan Bahan BakuObat Industri FarmasiIndonesiaProduk Farmasi IndonesiaDominasi Produksi DalamNegeriPelayanan Rumah SakitBermutu Harus Cakup UpayaPromotif dan PreventifLimbah Rumah Sakit JanganSampai Jatuh Ke TanganMasyarakatDengan Reformasi BirokrasiKita Tingkatkan Kinerja danPrestasiUpaya Layanan KesehatanAkibat Banjir di NTTSerius, Pengendalian HIv-AIDS di IndonesiaBiaya Rawat InapPengobatan KankerHabiskan 143 Miliar DanaJAMKESMASPentingnya PelayananGizi dalam PenyembuhanPenyakit6 1826303132444656485052545768702478910111212141617MEDIA UTAMACerita dari PerbatasanPapuaEliminasi Malaria di Papuadr. Bambang Sradjono, MPHFlying Health Care cocokuntuk Papuadr. Yohana KautTidak Takut, karena Niat BaikPrawito Asli PapuaPelayanan kesehatandiperbatasan PapuaRAGAMPDBK: Atas Nama BHAKTIHUSADA, Bekerja BersamaRakyatKOLOMPerempuan Pantungo diLorong KesehatanAda Apa dengan “Sakit”?UNTUK RAKYATDPR RI Dukung BPJSKesehatan dan PencapaianMDGs 2015Kenapa AnggaranKementerian dipotong?Membangun MasyarakatSehat Melalui Pasar DesaPuskesmas:Kian Menguat atauMenguat...irkan?DAERAHBENGKULU, PengalamanPanjang Mendatangkan Aralatau ASA?RESENSILENTERABasri, SKMJl. Medan-Banda Aceh Km 446, NAD (Aceh)dr. ReflizaJl. Raya Soekarno-Hatta KM.17, Bagan Besar, Kec. BukitKapur, Kota Dumai, RiauPuskesmas PlajuJl. DI. Panjaitan No.41, Plaju UluHj. Sri Derma, SKMJl. A.Mutholib LK-III, t. 05 No. 027,Tj Raja Selatan, Kab.Ogan ilir, Sumatera Selatandr.H. Sunandar M, M.KesDinkes Kab. Bombana, Sultra. JL. Mesjid Raya No. 7,Rumbia,SulawesiTenggaraAgusYusonoJl. KH. Hassan Arief No. 840, Kec. Banyuresmi, GarutA.B.Luturmas, AMKOhoira, Kec. Kei Kecil Barat, Kab.MalukuTenggara, MalukuH. Abdullah, SKMJl. A.Yani, Km 50, Kec.Tambang Ulang, KabTala,Kalimantan Selatandr. Dewi AsmaraJL. Randublatung - Cepu Km.8, Desa Kutukan, Kec.Randublatung, Kab. Blora, JawaTengah 58382PratiknyoJL. Raya Blora-Rembang Km 8, Blora, JawaTengah 58251dr. Rapolo ManikJl Flamboyan III No. 85, Kel. Belimbing Raya, Kec. MurungPudak,Tanjung, Kab.Tabalong, Kalimantan Selatan 71571RafdinalPuskesmas Bukit Indah, Kec. Papalik (Merlung), Kab.Tanjung Jabung Barat, JambiAgusman, S.Sos, MMRSUDTais, Jl. Raya Bengkulu Manna Km 64, Kab. Seluma,BengkuluMEDIAKOM mengucapkan terima kasih ataspartisipasi Anda dalam memberikan opini,sehingga kami dapat melakukan perubahanmenjadi lebih baik lagi.Sebagai rasa terima kasih kami akanmemberikan cindera mata untuk yangberuntung.PEMENANG UNDIAN SURVEYSURVEYEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 5
  6. 6. INFO SEHATLangkahBerhenti MerokokPilih hari untuk memulai berhenti merokokAmbil kalender dan pilih waktu yang tepat untukmempersiapkan diri berhenti kebiasaan merokok. Ada baiknyapilih hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggidibandingkan hari lain, misalnya di akhir pekan. Tandai kalenderdan mulailah berkomitmen untuk melakukannya. Jangan lupa,sebagai langkah awal, singkirkan asbak, korek api, dan rokok.Prediksi situasi pemicu keinginan merokokCobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan munculpada hari pertama saat berhenti merokok yang bisa membuatAnda kembali merokok. Solusinya, tulis apa saja yang menjadipemicu keinginan merokok dan hindari. Ada baiknya, Andamelakukan‘pengamatan khusus’pada satu minggu sebelummerealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga bisamengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.Susun strategi untuk situasi pemicu AndaSelanjutnya, pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utamaAnda merokok? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalahstres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkanAnda. Untuk itu, Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaankantor, mengkonsumsi air putih, atau mencoba rileks denganmelakukan yoga ringan, atau sekadar ngobrol sesama teman.Intinya, setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudianberkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasiterjadi.Cari dukunganBerhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orangterdekat turut membantu dalam merealisasikan niat Anda itu.Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakandengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumahatau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga atas semuausaha Anda.Kebiasaan merokok amat merugikan kesehatan. Para perokok aktif berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema, dan serangan jantung. Dampak ini sudah disadari oleh para perokok. Sebagiandari mereka pun ingin berhenti merokok. Masalahnya, tak mudah berhenti merokok. Tak jarang, niatmereka kandas di tengah jalan. Berikut tips, yang bisa dicoba untuk berhenti merokok:Perhatikan HasilnyaSetelah berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, cobaAnda rasakan perbedaannya.1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembalinormal.2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukantar.4. Setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebihrileks dan terjadi peningkatan energi.6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah.Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruanguntuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hinggasetengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun,risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok. (Dari berbagai sumber)EDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM6
  7. 7. Kiat Menambah Berat BadanBerpenampilan langsing menjadi dambaan kebanyakan kaum hawa. Sebaliknya, bagimereka yang tergolong terlalu kurus, gemuk adalah kondisi yang ideal. Tak jarang,berbagai upaya sudah dilakukan, tapi hasilnya tidak maksimal. Berikut kiatnya:Ø Ketahui Faktor Penentu dalam Diri Sendiri Sebelum melakukan program menaikkan berat badan, sejatinya ketahui terlebihdahulu faktor penentu cara menggemukkan badan yang dipengaruhi dari dalam dirisendiri antara lain:1. Metabolisme Tubuh Setiap orang memiliki kemampuan menyerap makanan berbeda. Hal ini dipengaruhioleh kemampuan pencernaan termasuk ada tidaknya gangguan pencernaan.Yang banyak dijempui gangguan pencernaan pada anak berupa penyakit cacing.Sedangkan pada orang dewasa, masalah stres dan depresi dapat mempengaruhikerja metabolisme tubuh.2. Hormon Faktor hormon dalam aktivitas hidup sangatlah berpengaruh dalam pertumbuhandan penyerapan makanan. Pada wanita misalnya, hormon estrogen menurutpenelitian memiliki peran dalam menghambat pertumbuhan.3. Genetika Faktor genetika juga merupakan salah satu faktor yang tidak kalah penting. Dalamsuatu kelompok atau keluarga, kita dapat melihat apakah keluarga itu mempunyaibakat/keturunan gemuk atau tidak. Menyikapi faktor tersebut, maka katakan terlebih dahulu pada diri sendiri: AKU BISAPUNYA BERAT BADAN IDEAL Optimistime diperlukan sebagai semangat sekaligusmeningkatkan komitmen.Ø Menambah porsi dan frekuensi makan dan minum Tambahkanlah jumlah porsi makan Anda dan makanlah sesering mungkin. Jikamemungkinkan, konsumsi putih telur satu kali sehari. Selain itu, minumlah susu fullcream. Disarankan untuk meminum susu full cream secara rutin dua kali sehari.Ø Minum air putih yang banyak Minum air putih setidaknya 8 gelas per hari. Hal ini dapat dilakukan untuk menjagasistem pencernaan supaya tetap lancar.Ø Konsumsi Multivitamin Meski Anda telah makan lebih dari cukup, jangan lupakan untuk tetap mengkonsumsimultivitamin. Hal ini diperlukan guna menunjang kesehatan tubuh.Ø Olahraga dan istirahat yang cukup Dengan berolahraga secara teratur, maka fungsi tubuh akan terjaga dengan baik. Usahakanuntuk berolahraga paling tidak satu kali seminggu. Istirahat yang cukup juga diperlukansupaya kesehatan tubuh terjaga. (Juwita Maharanti, dariberbagaisumber)Walaupun terasa bahagia saat menimang anak, tidakdipungkiri terbesit kegelisahan yang sering menyelinapdalam hati para ibu: naiknya berat badan. Menjatuhkanpilihan untuk melakukan diet, memunculkan pertanyaan,apakah baik  bagi kesehatan ibu dan anak? Kenaikan berathingga 10-15 kg bukan merupakan hal yang mudah untukditanggulangi. Namun, jangan dulu patah semangatkarena ada trik khusus untuk menyiasatinya.Ø Tetaplah Menyusui Bagi Anda yang menyusui, bergembiralah. Karenamenyusui merupakan salah satu cara yang cepatmenuju berat badan semula seperti sebelum Andahamil. Pada saat menyusui, otomatis tubuh akanmembakar sekitar 500 kalori per harinya.Ø Perhatikan Asupan Makanan Anda harus tetap memperhatikan asupan makananpasca melahirkan. Sebaiknya perbanyak konsumsisayuran, buah-buahan, dan makanan rendah lemak.Meski demikian, tetap mengonsumsi lemak misalnyamemilih daging yang sudah dibuang bagian lemaknya.Ø Siapkan Kudapan Bergizi. Bila Anda senang mengudap, sebaiknya menyimpanbeberapa jenis kudapan dengan kandungan yangbergizi agar berat tubuh tetap terjaga, seperti yogurtrendah lemak atau biskuit rendah lemak. Selain itu,jangan lupa untuk banyak minum air putih.Ø Olahraga Tak perlu jauh-jauh berpikir jenis olahraga yang adadi gym. Kegiatan sehari-hari mengurus anak sepertimemandikan atau menyuapi anak sudah dapatmembuang banyak kalori. Mengajak anak berjalan-jalan dengan kereta bayi setiap pagi atau sore selamakurang lebih satu jam dapat membakar sekitar 200kalori. Selain itu, berenang atau yoga juga baik bagikesehatan tubuh dan dapat melatih seluruh otottubuh. Adapun waktu yang dianggap cukup untukmemulai olahraga adalah sekitar 2-3 bulan pascamelahirkan ketika tubuh kita sudah lebih kuat.Ø Sabar danTerapkan Pola Hidup Seimbang Satu hal yang harus diingat dalam program diet adalahmenurunkan berat badan bukanlah proses yang instan.Diperlukan kesabaran dan diikuti dengan pola makanyang seimbang serta olahraga secara teratur, tanpamempengaruhi kualitas ASI maupun kesehatan AndaDietSetelahMelahirkanEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 7
  8. 8. Antioksidan sangat dibutuhkan bagi tubuh untuk melawan radikalbebas dalam tubuh sehingga dapat mencegah dan melawanpenyakit serius seperti jantung dan kanker serta menurunkantekanan darah dan memperlambat efek penuaan. Berikut nutrisidengan kandungan antioksidan paling banyak, seperti dilansironlymyhealth:Buah beriBuah ini mengandung serat, mineral, dan vitamin yang saratdengan antioksidan. Blueberry, raspberry, dan blackberry kayadengan proanthocyanidins, antioksidan yang dapat membantumencegah kanker dan penyakit jantung. Blueberry juga dapatmenunda timbulnya gejala berkaitan dengan usia sepertihilangnya fungsi kognitif.BrokoliBrokoli dan sayuran lain seperti kol, kembang kol, dan kubisBrussel, dapat membantu mencegah kanker dan mencegahpenyakit jantung. Sayuran tersebut mengandung senyawa yangdapat mengurangi risiko kanker payudara dan kanker sensitifestrogen lain, seperti kanker indung telur dan leher rahim.TomatTomat dapat menangkal beberapa jenis kanker, mencegahkatarak karena mengandung lycopene, antioksidan dari keluargakarotenoid. Lycopene dapat membantu mencegah kankerparu-paru, usus besar dan payudara. Tomat juga mengandungantioksidan glutathione, yang membantu meningkatkan fungsikekebalan tubuh.Anggur MerahQuercetin dalam anggur merah kecil dapat menjaga jantungAnda berdetak lebih lama. Antioksidan ini tergolong kuat gunameningkatkan kesehatan jantung dengan bertindak sebagaipemulung radikal bebas, mengurangi agregasi trombositdan membantu pembuluh darah tetap terbuka dan fleksibel.Resveratrol juga dapat melindungi terhadap kanker danmengurangi risiko tukak lambung dan stroke.Bawang putihBawang putih dikemas dengan antioksidan yang dapatmembantu menangkis kanker, penyakit jantung, dan efekpenuaan. Senyawa sulfur yang memberikan bau tajam bawangputih dianggap bertanggung jawab atas manfaat penyembuhan.Lawan Penyakitdengan AntioksidanSelain itu, bawang putih menjaga kesehatan jantung denganmenurunkan kadar kolesterol, mengurangi tekanan darah,melawan radikal bebas, dan menjaga darah dari pembekuan.BayamLutein bayam (antioksidan yang ditemukan dalam bayam)adalah pigmen utama di daerah makula, yang dapat membantumelindungi penglihatan Anda. Lutein muncul untuk bekerjadengan melindungi retina dari kerusakan akibat sinar mataharidan melawan radikal bebas yang dapat membahayakan mata.TehTeh telah terbukti secara signifikan mengurangi risiko kanker,penyakit jantung, stroke dan penyakit lainnya. Antioksidankatekin dalam teh hijau teroksidasi dalam proses pembuatanteh hitam, membentuk perlawanan terhadap radikal bebas.WortelWortel sarat dengan antioksidan kuat yang disebut beta-karoten, yang juga ditemukan pada buah bit, ubi jalar,dan sayuran berwarna oranye. Beta-karoten memberikanperlindungan terhadap kanker, penyakit jantung, danperkembangan rheumatoid sebanyak 70 persen.KedelaiKedelai dapat membantu mencegah kanker, menurunkankolesterol, mencegah osteoporosis, dan mengurangi efekmenopause. Sebagian besar manfaat kesehatan dari kedelaitelah dikaitkan dengan genistein dan isoflavon lainnya, yangmenyerupai estrogen alami dalam tubuh. Dalam hal ini,Genistein dapat membantu mencegah kanker payudara, ususbesar, dan prostat. Kedelai dapat mengurangi baik tingkatkolesterol secara keseluruhan. Kedelai juga dapat mencegahosteoporosis.GandumVitamin E dalam biji-bijian adalah antioksidan kuat yangmemainkan peran dalam mencegah kanker. Hal ini dapatmeningkatkan kekebalan tubuh, memperlambat perkembanganpenyakit Alzheimer, mengobati radang sendi, mencegah kulitterbakar, dan mengobati infertilitas pria. Biji-bijian kaya akanasam fitat, yang dikenal sebagai IP-6, antioksidan kuat yangdapat membantu melindungi terhadap kanker payudara, ususbesar dan kanker hati.INFO SEHATEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM8
  9. 9. “Global Influenza Surveillance ResponseSystem (GISRS), merupakan sistem barudi bidang surveilans yang pada dasarnyaberfungsi untuk melakukan monitoringdan risk assessment virus influenza;diagnosis laboratorium; mendukungketersediaan vaksin; melakukancapacity building; berkomunikasi danmembentuk jejaring kerja sama dalammenjalankan tugas-tugas ad-hoc,”demikian diungkapkan Direktur JenderalPengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan (PP dan PL), Prof. Dr. TjandraYoga Aditama  SpP(K), MARS, DTM&H,DTCE pada hari ketiga rapat persiapanWHO The Pandemic Influenza Preparedness(PIP) Framework Advisory Group di Jenewa,Swiss (24/02/12).“Sistem ini bermula dari Global InfluenzaSurveilans Network (GISN) pada 1952,yang kemudian pada resolusi WorldHealth Assembly (WHA) 64.5 (2011), makadimulailah sistem baru, yaitu GISRS ini”,ujar Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.Lebih lanjut Prof. Tjandra menambahkan,berkaitan dengan sistem GISRS tersebut,dilakukan pula pembahasan mengenai136 buah National Influenza Center di 106negara; 6 buah World Health OrganizationCollaborating Center (WHO CC) on Influenza;WHO Essential Regulary Laboratories; danWHO H5 Refference Laboratories.“GISRS akan memonitor evolusi virus sertamelakukan global alert mechanism. Untukdiketahui, saat ini Indonesia baru akanmemulai membuka WHO CC di Jakarta”,terang Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.STOP PRESSGLOBAL INFLUENZASURVEILLANCE RESPONSESYSTEM (GISRS)Kasus atas nama M (perempuan, 24 tahun) warga kecamatan RatuSamban, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, dan merupakan karyawatidi RSUD Dr. M. Yunus. Kasus mengalami gejala demam sejak 23 Februari2012. Ia lalu berobat dan dirawat di RSUD DR. M. Yunus keesokanharinya. Karena mengalami batuk, sesak napas, dan disertai penurunankesadaran, maka kasus dipindahkan ke ruang intensive care unit (ICU). Akhirnya,kasus meninggal dunia pada 1 Maret 2012 pukul 22.45 WIB.Telah dilakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah penderita dan lingkungansekitar oleh Tim Terpadu Kemenkes, Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakansetempat. Berdasarkan penyelidikan tersebut, didapat kemungkinan faktor risikoyaitu penderita memiliki kontak lingkungan dengan tempat kematian unggasmendadak di sekitar tempat tinggalnya.Dengan bertambahnya satu kasus ini, maka jumlah kumulatif flu burung diIndonesia sejak tahun 2005 sampai berita ini disiarkan adalah 187 kasus dengan155 kematian.Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL),Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp(K), MARS, DTM&H, DTCE, selaku InternationalHealth Regulation Focal Point (IHR) telah menginformasikan kasus ini ke WHO.(pra)UPDATE KASUSFLU BURUNGKementerian Kesehatan RI, melalui Direktorat JenderalPengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkunganmengumumkan satu kasus baru H5N1 yang telahdikonfirmasi oleh Pusat Biomedis dan Teknologi DasarKesehatan, Badan Litbang Kesehatan.EDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 9
  10. 10. Untuk memenuhi bahan baku obat dalamnegeri, pemerintah telah menyusun roadmappengembangan bahan baku. Dengan roadmapini diharapkan terjalin kerja sama antara instansi/lembaga terkait dengan industri farmasi.Dalam roadmap tersebut telah ditetapkan strategi yaitumengembangkan kebijakan yang berpihak pada pengembanganbahan baku obat; meningkatkan sinergitas Academic BusinessGoverment (ABG); menguatkan riset di bidang bahan baku obatyang berorientasi pada kebutuhan; meningkatkan kemampuanIptek; dan meningkatkan produksi bahan kimia sederhana,pemanfaatan sumberdaya alam, dan bioteknologi.Saat ini, Indonesia telah mampu membuat bahan baku obatdalam negeri antara lain Paracetamol; Antibiotik turunanBetalaktam (Ampisilin, Cloksasilin, Benzilpenisilin Potasium,dan Sulbaktam); produk eksipien (Amilum Manihot, Sorbitol,Dekstrosa, dan Talkum); bahan baku obat turunan Kina; Iodium;bahan baku obat herbal (fraksi bioaktif Cinamomum burmani(kayumanis) dan Lagerstroemia speciosa (banaba); beberapafraksi bioaktif Phaleria macrocarpa (mahkota dewa); fraksi proteinbioaktif Lumbricus Rubellus).Menurut Maura Linda Sitanggang, untuk pengembanganbahan baku obat yang lebih efektif, saat ini telah dibentukPokjanas“Pengembangan Bahan Baku”yang terdiri antara lainKemenkes, Kemenprin, Kemendag, Badan POM, Kemenkoekuin,Kemenkokesra, BPPT, LIPI, universitas, dan industri farmasi.Pada tahun 2012 pemerintah merencanakan meningkatkanproduksi BBO Lovastatin secara fermentasi; EpigalokatekinGalat; Difruktosa Anhidrida III; turunan Ibuprofen. Di sampingitu, melakukan penelitian produksi produk eksipien yaitu garampharmaceutical grade dan Pati ter-pregelatinasi.Maura Linda Sitanggang menambahkan bahwa BBO tradisionalyang sedang dikembangkan antara lain ekstrak kering temulawakterstandar; ekstrak kering temulawak terfraksinasi terstandar;ekstrak kering sambiloto terstandar; ekstrak kering sambilototerfraksinasi terstandar; ekstrak kering pegagan terstandar;ekstrak kering terstandar herba meniran; ekstrak kering terstandarrimpang kunyit; ekstrak kering terstandar herba binahong; ekstrakkering terstandard herba kumis kucing; ekstrak kering terstandardaun salam.Selain itu, dilakukan pula studi kelayakan pengembangan BBOdan obat tradisional di dalam negeri yaitu produk eksipienturunan pati; produk ekstrak; serta produk antibiotik turunanBetalaktam. Dirjen menambahkan, konsumsi obat di Indonesiadibandingkan dengan dunia global hanya 1%. Ini berarti, jikakita membuat bahan baku obat sendiri, maka kita bisa menekanketergantungan kita terhadap bahan baku obat impor. Sementaraitu, obat generik adalah obat yang paling cost effective sebagaistrategi untuk menekan harga. (pra)KETERSEDIAAN BAHAN BAKU OBATINDUSTRI FARMASI INDONESIA“Tidak ada satu pun negara di dunia dapat 100% membuat kebutuhan bahan baku obatnya sendiri,”ungkap Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Dra. Maura Linda Sitanggang padaacara temu media bertema Ketersediaan Bahan Baku Obat di Indonesia, di kantor Kemenkes (9/3).STOP PRESSEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM10
  11. 11. Menurut Menkes,upaya pemenuhankebutuhan obat bermutudan terjangkau ditanah air antara laindilakukan dengan pelaksanaan ProgramObat Generik. Peningkatan penggunaanobat generik harus diimbangi denganupaya produksi yang harus meningkatuntuk menjamin ketersediaannya bukanhanya dari jumlahnya tetapi juga darijenisnya. “Jika ada yang mengatakan bahwapermintaan terhadap obat generikdinyatakan berhasil, mungkin kita tidakbegitu percaya. Tetapi bila produsen yangmengatakan permintaan obat generiknaik, itu benar. Artinya obat generiksemakin banyak di pakai,”ujar Menkes.  Menkes menegaskan bahan baku,proses produksi, prosedur dan alat yangdigunakan untuk memproduksi  obatgenerik sama dengan obat bermerk. “Perlu ditekankan bahwa obat generikPRODUK FARMASIINDONESIADOMINASI PRODUKSIDALAM NEGERIadalah obat yang sama mutunya dan tidakada perbedaan mutu antara obat generikdengan obat bermerk,”ujar Menkes.Menkes berharap obat generik dapatmendominasi pasar obat di Indonesia dimasa mendatang. Pemerintah harus terusmendorong penggunaan obat generik,baik di fasilitas pelayanan kesehatan milikpemerintah maupun milik swasta.Menurut Menkes, dengan pelaksanaanuniversal coverage akan terjadipeningkatan penggunaan obat terutamaobat generik secara signifikan. Oleh karenaitu, perlu kerja sama yang baik antaraPemerintah dengan Industri farmasi dalampenyediaan obat termasuk obat generik. “Keputusan PT. Kalbe Farma untukmemperluas fasilitas produksinyamerupakan wujud nyata dukunganindustri farmasi pada pemerintah dalammendorong penggunaan obat generik,”kata Menkes. Menkes menambahkanpembangunan kesehatan tidak mungkin“Industri farmasi Indonesia terus berkembang pesat dari tahun ke tahun. Saat ini 90% kebutuhanproduk farmasi di pasar Indonesia sudah dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri, tetapi produksitersebut masih bergantung 95% bahan bakunya dari luar,”demikian dinyatakan Menkes dr. EndangRahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, saat meresmikan perluasan pabrik obat generik Kalbe Group, diCikarang, Jawa Barat (28/02). Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Bekasi, Dr. H. Sa’duddin, DirjenBina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Dra. Maura Linda Sitanggang, Kepala Dinkes Prov.Jawa Barat dr. Alma Lucyati, Kepala Dinkes Kab. Bekasi Dr. H. Muharman.B, dan Presiden DirekturPT.Kalbe Farma, Tbk., Irawati Setiady.dapat dijalankan oleh pemerintahsaja. Perlu partisipasi yang nyata darisegala pihak termasuk industri swastamaupun organisasi-organisasi ataupunkemasyarakatan. Menkes menghimbau agar industri farmasidi tanah air mendukung terlaksananya pelayanan kesehatan universal coveragedengan sebaik-baiknya. Tidak hanya KalbeGroup yang meningkatkan kemampuanproduksi obat generiknya, tetapi jugaindustri farmasi lainnya.“Indonesia adalahnegara besar dengan jumlah pendudukbesar jadi sangatlah penting untuk kitamandiri dalam penyediaan obat dan tidaktergantung kepada negara lain,”kataMenkes. Kemenkes melalui Badan POM (PengawasObat dan Makanan) akan membantumenjaga mutu dengan Cara PembuatanObat yang Baik (CPOB) sehingga dalampembuatan obat generik tidak perludiragukan lagi mutunya dan harga yangmasih tetap terjangkau. (Pra)Dra. Maura Linda SitanggangDirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan KemenkesEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 11
  12. 12. Menurut Menkes, rumah sakit mengemban tigaperan utama, yaitu sebagai tempat pelayanankesehatan, pendidikan, dan penelitian.Harmonisasi ketiga peran inilah  merupakankunci  tercapainya mutu rumah sakit yang terbaik.”Pelayanan kesehatan rumah sakit yang bermutu adalahpelayanan kesehatan yang paripurna. Pelayanan kesehatanparipurna adalah pelayanan kesehatan yang meliputi promotifdan preventif selain kuratif serta rehabilitatif,”ujar Menkes.Menkes menambahkan, upaya promotif dan preventif  dirumah sakit harus mencakup bidang penyakit menular (PM),termasuk infection control dan universal precautions;  penyakittidak menular (PTM); patient safety; pencegahan cacat yangmenetap;  peningkatan akses masyarakat pada pelayanankesehatan yang bermutu;  penerapan perilaku hidup bersih dansehat (PHBS); dan  perwujudan lingkungan yang bersih, sehat, danasri.Lebih lanjut Menkes menyatakan, promosi kesehatanbukan sekadar upaya  mengubah perilaku saja, melainkan  juga mengubah lingkungan yang mendukung terwujudnyaderajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan kualitas hidupyang sebaik-baiknya. Promosi kesehatan berorientasi kepadapenyampaian informasi dan penanaman pengetahuan tentangkesehatan, sehingga tumbuh kesadaran untuk hidup sehat,termasuk upaya memfasilitasi proses penyadaran masyarakat danpeningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan danperilaku hidup yang bersih dan sehat.“Sampah medis seperti alat infus, alat suntik,dan sarung tangan harus dimusnahkansetelah digunakan, jangan sampai jatuh ketangan masyarakat,”demikian disampaikanMenteri Kesehatan RI, dr. Endang RahayuSedyaningsih MPH, Dr.PH di sela-sela sambutannya saatmembuka Konferensi Nasional I Promosi Kesehatan RumahSakit bertema New Challenges of Health Promoting Hospitalin Indonesia di Bandung, Selasa malam (6/3/12). Sepertidiketahui, beberapa waktu lalu, di pasaran ditemukanmainan anak-anak yang dibuat dari hasil limbah rumahsakit.“Apabila rumah sakit belum memiliki alat penangananmedis sendiri, harus memiliki mekanisme kerja samadengan rumah sakit yang lebih besar agar dapat ditangani.Ini harus diupayakan”, ujar Menkes.Pada kesempatan tersebut Menkes menegaskan, tigahal yang harus diperhatikan oleh para penyelenggarapelayanan kesehatan, khususnya penyelenggara rumahsakit, bahwa sarana pelayanan kesehatan harus menjaditempat yang aman bagi para pekerjanya, pasiennya, danmasyarakat di sekitarnya.Tanggapan mengenai permasalahan tersebut jugadiungkapkan oleh Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan(BUK), dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS saat melakukan inspeksimendadak (Sidak) ke sejumlah rumah sakit di wilayahDKI Jakarta dan Depok, Jawa Barat, guna melakukanpengecekan secara langsung standar pembuangan danpengolahan limbah yang dilakukan rumah sakit padaSelasa siang (6/3/12).“Secara garis besar, sistem pembuangan dan pengolahanlimbah rumah sakit sudah berjalan, tetapi masih harusdisempurnakan. Yang harus diperhatikan adalah jangansampai sampah medis tercecer, apalagi dimanfaatkanoleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, bahkansampai berdampak pada penyakit-penyakit yang dapatmembahayakan masyarakat”, jelas Dirjen BUK.Menurut Dirjen BUK, bila terdapat rumah sakityang melanggar sandar pembuangan limbah danpengelolannya, Kementerian akan menindak tegaspengelola rumah sakit tersebut.“Limbah RS berbedadengan limbah rumah tangga. Sebab limbah RS yang tidakdikelola dengan baik, dapat menimbulkan penyakit”, tandasDirjen BUK.Limbah RUMAH SAKITJANGAN SAMPAI JATUHKE TANGAN MASYARAKATPelayanan Rumah SakitBermutu Harus CakupUpaya Promotif danPreventif“Memasuki era pasar bebas, kita harus menghadapi tantanganpeningkatan mutu semua bidang pelayanan kesehatan,termasuk  peningkatan pelayanan kesehatan rumah sakitmenuju pelayanan rumah sakit kelas dunia atau world classhospital,”demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr.Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH Dr.PH, saat membukaKonferensi Nasional I Promosi Kesehatan Rumah Sakit“New Challenges of Health Promoting Hospital in Indonesia”,di Bandung, Selasa (06/03/12). Acara tersebut dihadiripula oleh perwakilan WHO untuk Indonesia, dr. KanchitLimpakarnjanarat; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi JawaBarat, dr. Hj. Almalucyati, MKes, MSi, MHKes; dan Direktur RSSyamsudin SH Sukabumi, dr. H. Suherman, MKM, selaku ketuapanitia acara tersebut.STOP PRESSEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM12
  13. 13. Kemkes tahun ini kembali mengadakan Rakerkesnas(Rapat Kerja Kesehatan Nasional), dengan tema“DenganReformasi Birokrasi kita Tingkatkan Kinerja dan Prestasi”.Rakerkesnas yang diadakan di Gedung Bidakara Jakarta28-29 Februari 2012 ini dihadiri oleh Kepala DinasKesehatan provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia, plus kepalarumah sakit vertikal dan wakil organisasi profesi. Pertemuan inidibuka oleh Menteri Kesehatan, dan dihadiri pula oleh SekretarisJenderal dan pejabat eleson I dan II Kementerian Kesehatan.Rakerkesnas membahas isu seputar kebijakan Kemenkes dan apayang menjadi prioritas dan bagaimana menghadapi kendala-kendalanya.Menkes dr. Endang Rayahu Sedianingsih, MPH dalam pembukaanRakerkesnas menyampaikan program 10 prioritas KementerianKesehatan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada2013. Selain itu paparan beberapa materi disampaikan oleheselon I, eselon II seperti WTP, DTPK-PDBK, Jampersal dan adabeberapa dari peserta daerah. Paparan juga diberiakn Dirut Askesdan dari Komisi IV DPR RI.Diharapkan dengan Rakerkesnas ini bisa meningkatkan koordinasidan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mencapaitaget MDG’s dan mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri,Hujan deras yang turun Senin (5/3) lalu,menyebabkan 2 sungai Obokin dan Ainibameluap. Kejadian tersebut mengakibatkan desaFatuketi dalam 5 dusun (Ainiba, Rotiklot, Kalitin,Sureu, dan Obikin), Kec. Kakuluk Mesak, Kab. Belu,Prov. Nusa Tenggara Timur (NTT) terendam. Meski tidak terdapat korban jiwa ataupun luka-luka, banjiryang terjadi juga mengakibatkan kerusakan dan tidakberfungsinya Puskesmas Ainiba dan Posyandu. Oleh karenaitu,  bantuan obat-obatan dan tenaga medis dari PuskesmasAtapupu sangat diperlukan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh jajaran kesehatansetempat seperti: melaksanakan pengamatan langsung dilapangan, memperketat sistem kewaspadaan dini (SKD)penyakit berpotensi wabah pada daerah banjir di Ds. Fatuketi,dan berkeadilan. Reformasi birokrasi pada dasarnya adalah prosesmenata ulang, mengubah, memperbaiki dan menyempurnakanbirokrasi agar menjadi lebih baik, profesional, bersih, efesien,efektif, dan produktif.Agenda prioritas program Kemenkes difokuskan pada tigaprogram yaitu penguatan kualitas pelayanan publik, penguatanakuntabilitas kerja, dan manajemen perubahan. MelaluiRakerkesnas ini diharapkan provinsi sebagai wakil pemerintahdi daerah menjadi koordinator dan mampu mengefektifkanpenyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah masing-masing. Diharapkan berbagai upaya kesehatan yang dilakukandapat dilaksanakan secara optimal di daerah.Pada hari kedua Rakerkesnas diadakan tanya jawab langsungdengan Menkes. Berbagai curhat dari peserta daerah banyakdilontarkan kepada Menkes. Beberapa permintaan sepertikurangnya tenaga kesehatan di daerah perbatasan danterpencil dan anggaran yang kurang dalam pengembangansarana dan prasarana adalah hal yang banyak dilontarkan.Dengan adanya dialog tersebut pemerintah pusat dapatmengetahui kendala apa yang dihadapi pemerinrah daerahsehingga dapat direspon cepat dalam penanggulanganmasalah tersebut. (YN)Mendirikan Pos Kesehatan di Kantor Ds. Fatuketi, melakukanPuskesmas Keliling/Pelayanan Mobile di desa Fatuketi dalam7 dusun (Ainiba, Rotiklot, Kalitin, Sureu, Obokin, Fukalaran,dan Nera), hingga melakukan penyuluhan kesehatan kepadamasyarakat di lokasi bencana. Berdasarkan pemantauan yang terus dilakukan oleh DinkesKab. Belu, Dinkes Prov. Nusa Tenggara Timur, dan PusatPenanggulangan Krisis Kesehatan, Kemenkes rencananya,akan tetap membuka Pos Pelayanan Kesehatan di daerahbanjir 1x24 jam, melakukan kaporasi di 45 sumur gali yangtersebar di 5 dusun (Ainiba, Rotiklot, Kalitin, Sureu, danObokin), memperketat SKD penyakit berpotensi wabahpada daerah banjir di desa Fatuketi pasca bencana, sertamelakukan koordinasi lintas program dan lintas sektordalam upaya pembentukan tim dan Posko tanggapdarurat. (Pra) Dengan Reformasi Birokrasikita Tingkatkan Kinerja dan PrestasiUPAYA LAYANAN KESEHATANAKIBAT BANJIR DI NTTEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 13
  14. 14. SERIUS, PENGENDALIAN HIV-AIDSDI INDONESIA“Pemerintah serius menangani masalah HIV/AIDS. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya jumlah orang yang diperiksa,seiring dengan meningkatnya jumlah layanan Konseling dan Tes HIV di Indonesia,” demikian dikatakan Menkes dr. EndangRahayu Sedyaningsih, MPH. Dr.PH pada Rapat Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat bersama Menko KesejahteraanRakyat, Menteri Dalam Negeri, dan Sekjen Komisi Pengendalian AIDS Indonesia, di kantor Kemenkes (2/3). Lebih lanjutMenkes mengatakan, jumlah kasus HIV positif yang ditemukan pada penduduk yang melakukan Konseling dan Tes HIVadalah 859 orang HIV positif (tahun 2005), 21.591 orang (tahun 2010), dan 21.031 orang (tahun 2011). Selain itu angkakematian (Case Fatality Rate=CFR) AIDS menurun dari 4,5% pada tahun 2010 menjadi 2,4% pada tahun 2011.Rapat Jajaran Menkokestra di Kementrian KesehatanSTOP PRESSEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM14
  15. 15. Menkes menyatakan persentase kasus AIDS tertinggitahun 1987-2011 ada pada kelompok umur 20-29tahun (46,8%), diikuti kelompok umur 30-39 tahun(30,3%), dan kelompok umur 40-49 tahun (9,4%).Tahun 2011, persentase Kasus AIDS tertinggiada pada kelompok umur 30-39 tahun sebanyak 33,4%, diikutikelompok umur 20-29 tahun (30,2%), dan kelompok umur 40-49tahun (14,1%).Proporsi kasus pada laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan.Pada tahun 2011, persentase pada laki-laki sebesar 63,1%,sedangkan pada perempuan sebesar 34%. Namun persentasepada perempuan pada tahun 2011 meningkat dibandingkandengan persentase kumulatif tahun 1987-2011, yaitu dari 28,2%menjadi 34%, tambah Menkes.Pada tahun 2011 jumlah Kasus AIDS Menurut Pekerjaan, tertinggipada Ibu rumah tangga (622 kasus), diikuti tenaga non-profesionalatau karyawan (587 kasus), dan wiraswasta atau usaha sendiri (544kasus).Sepuluh provinsi dengan jumlah kumulatif kasus AIDS terbanyakpada tahun 2011 adalah: DKI Jakarta (1122 kasus), Papua (601),Jawa Timur (520), Jawa Tengah (412), Bali (370), Jawa Barat (211),Kalimantan Barat (150), Sulawesi Selatan (129), Riau (99), dan NusaTenggara Barat (77).Sementara persentase Kumulatif Kasus AIDS Menurut FaktorRisiko pada tahun 2011 tertinggi ditemui melalui hubungan seksheteroseksual (71%), penasun (18,7%), LSL (3,9%), dari ibu ke anak(2,7%), darah donor dan produk darah lainnya (0,4%), dan tidakdiketahui (3,3%).“Pemerintah telah merespon Epidemi AIDS sejak tahun 1986,sebelum kasus AIDS ditemukan di Indonesia,”tegas Menkes.Strategi Pengendalian HIV-AIDS dan IMS di Indonesia dilaksanakandi antaranya melalui peningkatan pemberdayaan masyarakatswasta dan masyarakat madani; peningkatan pembiayaan;peningkatan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauanpengobatan; pemeriksaan penunjang HIV-AIDS dan IMS sertamenjamin keamanan, kemanfaatan, dan mutu sediaan obat danbahan/alat yang diperlukan dalam pengendalian HIV-AIDS danIMS.Menkes menegaskan, pembiayaan Pengendalian HIV-AIDS melaluiAPBN terus meningkat dari tahun ke tahun. Demikian pula untukpembiayaan pengadaan obat ARV. Tahun 2007 pengadaan ARVsebesar Rp 17,9 miliar; tahun 2008 sebesar Rp 49,8 miliar; tahun2009 sebesar Rp 43,2 miliar; tahun 2010 sebesar Rp 84,2 miliar,tahun 2011 sebesar Rp 85,9 miliar. Untuk tahun 2012, semuakebutuhan obat ARV sudah dapat terpenuhi melalui anggaranAPBN.“Pengendalian HIV-AIDS dan IMS di Indonesia diperkuat denganProgram Aku Bangga Aku Tahu. Suatu kampanye pencegahanpenyebaran HIV dan AIDS yang ditujukan kepada kaum muda usia15-24 tahun. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuanyang benar dan komprehensif tentang HIV dan AIDS di antarakaum muda agar mereka dapat menjaga dirinya tidak tertular,”kataMenkes.EDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 15
  16. 16. Penyakit kanker menjadi beban ekonomi bagi individu,keluarga, dan  negara. Pada tahun 2010, ProgramJamkesmas telah mengeluarkan dana sebesar lebihdari Rp 143 miliar untuk rawat inap  penderita kankerdi kelas-3 rumah sakit. Sedangkan data PT Askes tahun2010 menunjukkan pengobatan kanker menempati urutan ke-4dalam penyerapan biaya.Pada tahun 2011, terjadi lonjakan bermakna dalam pembiayaankanker Program Jamkesmas sebesar 8%. Jenis kanker yangdibiayai didominasi oleh kanker payudara (30%) dan kankerserviks (24%).Demikian laporan Menkes RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih,MPH, Dr.PH, pada acara peringatan Hari Kanker Sedunia bersamaIbu Negara, Ani Bambang Yudhono, di Istana Negara (22/2).Turut hadir dalam peringatan tersebut Prof. Nila Moeloekselaku ketua Yayasan Kanker Indonesia. Hari kanker Seduniasedianya diperingati setiap tanggal 4 Februari.  Untuk tahun iniKementerian Kesehatan bersama Yayasan Kanker mengangkattema“Bersama Kita Atasi Kanker”.“Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkanprevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1.000 penduduk, artinyadari setiap 1.000 orang Indonesia sekitar 4 orang di antaranyamenderita kanker,”jelas Menkes.Prevalensi tumor/kanker tertinggi dilaporkan di Provinsi DIY, yaitu9,6 per 1.000 penduduk, sedang terendah ada di Provinsi Maluku,yaitu 1,5 per 1.000 penduduk. Prevalensi tumor/kanker umumnyalebih tinggi pada perempuan, sebesar 5,7 per 1.000 pendudukdibandingkan  dengan pada laki-laki, sebesar  2,9 per 1.000penduduk. Data dari Sistim Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2008 menunjukkan,kanker payudara (18,4%) dan kanker leher rahim atau kankerserviks (10,3%)menduduki urutan pertama dan kedua terbanyak.Menkes menyampaikan bahwa kebijakan Pemerintahtentang pengendalian kanker dititikberatkan pada upayapromotif-preventif,  yaitu peningkatan perilaku hidup sehat,seperti: tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, banyakmengkonsumsi sayur-buah, serta melakukan aktivitas fisik denganbenar dan teratur. Kebijakan ini dilaksanakan melalui  promosiPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Menkes berharap beban ekonomi kanker di Indonesia dapatditekan melalui peningkatan perilaku hidup sehat dan dengancara deteksi dini. Melalui deteksi dini penyakit  kanker, penderitakanker dapat ditemukan pada stadium awal dan perkembanganpenyakit ke tingkat yang lebih berat dapat dicegah maupundikendalikan.Sejak 2007, dilaksanakan program deteksi dini dan tindak lanjutpenyakit kanker. Untuk kanker payudara dilakukan denganmetoda Clinical Breast Examination atau CBE dan Periksa PayudaraSendiri atau Sadari.Sementara untuk kanker serviks, deteksi dilakukan cara InspeksiVisual dengan Asam Asetat (IVA) dan  Krioterapi di Puskesmas.Melalui kerja sama dengan berbagai profesi dan organisasi,dewasa ini 17 provinsi telah  melaksanakan deteksi dini kankerdan  pada 2014 ditargetkan seluruh provinsi di Indonesia telahmelaksanakan kegiatan ini.Bagi kanker anak, Kementerian Kesehatan telah mengembangkanprogram deteksi dini kanker khususnya bagi penyakit leukimia,Retinoblastoma, Kanker Pada Tulang, Neuroblastoma, Naoparing,dan Lympoma.Pada kesempatan tersebut, Menkes tidak lupa menyampaikanterima kasih dan penghargaan kepada Ibu Ani BambangYudhoyono yang sangat peduli dan memahami masalah kankerdi Indonesia. Pada tanggal 21 April 2008, program deteksi dinikanker serviks  dan payudara dengan metode IVA dan CBEtelah dicanangkan oleh Ibu Negara menjadi program nasional.(pra,yun)BIAYA RAWAT INAPPENGOBATAN KANKERHABISKAN 143 MILIARDANA JAMKESMASMenteri KesehatanIbu Ani BambangYudhoyonoMembuka acara peringatan Hari Kanker seduniaSTOP PRESSEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM16
  17. 17. Di Indonesia, salah satu masalah kesehatan masyarakatyang sedang dihadapi saat ini adalah beban gandamasalah gizi. Pada 1990, prevalensi gizi kurang dangizi buruk sebanyak 31%,  sedangkan pada 2010terjadi penurunan menjadi 17,9%. Meskipun keadaanini membaik, persoalan berikut yang menjadi masalah adalahtingginya prevalensi balita pendek dan meningkatnya prevalensigizi lebih, baik pada balita dan usia dewasa.“Asupan gizi yang tidak sesuai kebutuhan, baik kelebihan maupunkekurangan erat kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit,”kata Wamenkes.Berdasarkan data Riskesdas 2010 prevalensi gizi lebih pada balitasebesar 14,0%, meningkat dari keadaan 2007 yaitu sebesar 12,2%.Masalah gizi lebih yang paling menghawatirkan terjadi padaperempuan dewasa yang mencapai 26,9% dan laki-laki dewasasebesar 16,3%.Menurut Wamenkes, Kemenkes saat ini memiliki 6 strategi dasaryaitu: 1) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta, danmasyarakat madani; 2) Meningkatkan pelayanan kesehatan  yangmerata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasisbukti; 3) Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan; 4)Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan SDM yangmerata dan bermutu; 5) Meningkatkan ketersediaan, pemerataan,dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjaminkeamanan, khasiat, kemanfaatan dan mutu sediaan farmasi,alat kesehatan dan makanan; dan 6) Meningkatkan manajemenkesehatan yang akuntabel, transparan, berdayaguna danberhasilguna untuk memantapkan desentralisasi kesehatan yangbertanggung jawab.“Oleh sebab itu perlu pendekatan penanggulangan masalahkesehatan secara komprehensif, mulai dari upaya preventif,promotif, kuratif dan rehabilitatif,”terang Wamenkes. Khususasuhan gizi, Wamenkes mengatakan bahwa asuhan gizi adalahproses yang bersifat dinamis yang dalam pelaksanaannya, asuhangizi terstandar melalui tahap-tahap assesment gizi, diagnosis gizi,intervensi gizi, monitoring, dan evaluasi gizi. (pra,yun)PENTINGNYAPELAYANAN GIZI DALAMPENYEMBUHAN PENYAKIT“Untuk pemulihan kesehatan pasien diperlukan proses asuhan yang komprehensif  dan  terstandar,”demikiandinyatakan Wamenkes Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D saat memaparkan presentasi 1stMakassar AnnualMeeting on Clinical Nutrition 2012 dengan tema Comprehensive Management On Nutritional Care In Clinical Settingdi Makassar(1/03). Wamenkes menambahkan, proses  asuhan gizi terstandar dan komprehensif memerlukanketerlibatan berbagai  profesi  terkait (dokter, perawat, gizi, farmasis) mulai dari assesment, penegakan diagnosis,intervensi, dan monev.“Dengan demikian masing-masing profesi perlu meningkatkan kompetensi sesuai denganstandar kompetensi dan profesinya. Oleh karena itu, perlu kerja sama yang baik antar profesi dan mendapatdukungan dari manajemen rumah sakit,”papar Wamenkes lagi.Kesehatan merupakan hak dasar darimanusia. Kita tidak bisa produktif jikatidak sehat, kata Wamenkes.Program perbaikan gizi bertujuanuntuk meningkatkan mutu giziperorangan dan masyarakat, tambahWamenkes.EDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 17
  18. 18. MEDIA UTAMAHari-hari petugas kesehatan di Puskemas Skow yang terletak wilayah perbatasanPapua dengan Papua Nugini diwarnai oleh pengalaman yang sarat akan nilaikemanusiaan dan menuai kesan yang tak terlupakan. Apa saja cerita tentangmereka?Cerita dari Perbatasan PapuaInfus pun DigantungEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM18
  19. 19. ng di PohonEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 19
  20. 20. Hutan bagi Amelia, mempunyai kenangan tersendiri.Maklum saja, petugas kesehatan Puskemas Skowyang terletak di perbatasan Papua dan Papua Nuginiini, pernah menolong seorang wanita melahirkan dihutan. Proses persalinan di hutan bukanlah kondisidarurat. Sebaliknya, justru tempat tersebut sengaja dipilih olehmereka yang ingin melahirkan. Pasalnya, di wilayah perbatasanPapua dan Papua Nugini berlaku kebiasaan bahwa prosesmelahirkan maupun pengobatan tidak boleh di rumah, namundi hutan. Praktis, tempat untuk melahirkan menggunakan alasala kadarnya. Pastinya, fasilitas pendukung lainnya, nyaris takada. Dengan kondisi darurat tersebut, rupanya proses persalinanmembutuhkan infus.“Aku gantung infus di atas pohon denganmenggunakan tali seadanya, wah seru juga,”kenang Amelia.Apa yang dialami Amelia yang sehari-hari bertugas sebagai bidanini, hanyalah sepenggal cerita dari‘segudang’pengalaman yangsarat akan nilai-nilai kemanusiaan dari mereka yang berprofesisebagai petugas kesehatan di Puskemas Skow. Pengalamanmenarik tersebut juga dialami oleh Hein Yophi Ulua. Ia pernahmenangani kasus pasien yang digigit ular berbisa pada pukul15.00 WIT namun baru diantar ke Puskemas pukul 21.00 WIT.“Pasien sudah menunjukkan tanda kronis mulai sesak nafasdan tak sadarkan diri sehingga saya bawa ke Rumah SakitAbepura,”tuturnya. Sayangnya, pasien tidak bisa ditanganisegera mengingat tak ada obat anti bisa. Lalu, pasien dibawa kerumah sakit Dok dua pukul 23.00 WIT. Setiba di sana, dilakukantindakan dengan cara menyayat. “Setelah ada reaksi, pasien barumendapatkan suntikan anti bisa,”ujar Hein. Keputusan untuksegera menggunakan anti bisa memang tidak bisa dilakukanmengingat obat tersebut tergolong mahal.“Pasien tertolong. IniMukjizat,”kenang alumnus Akademi Gizi ini.Melayani pasien mulai dari menolong persalinan, mengobatipenyakit, hingga mengantar ke rumah sakit rujukan mewarnaihari-hari Hein. Lantaran kesibukan yang padat, nyaris Heintak pernah libur meski di Hari Natal sekalipun.“Aku rela takbertemu keluarga di hari Natal,”ungkap petugas kesehatan yangmengawali pengabdiannya di tahun 2002 di distrik Skoya Baratdan berlanjut ke distrik Skow ini.Jemput BolaKeterbatasan kondisi geografis membuat masyarakat Skow, sulitmengakses pelayanan kesehatan di Puskesmas. Untuk menujuPuskemas Skow, mereka harus menempuh perjalanan denganberjalan kaki. Bagaimana dengan mereka yang sedang sakit? Apayang terjadi ketika kaki tak sanggup melangkah lagi? Solusinya,orang yang sakit ditandu atau menyewa kendaraan. Untuk pilihanyang terakhir ini, bagi ukuran kantong masyarakat pendalamanPapua tergolong sulit karena ongkos sewa kendaraan terbilangmahal.Untuk mengatasi keterbatasan akses dari masyarakat, pihakPuskesmas distrik Skow melakukan sistem jemput bola. Baikperawat maupun pegawai Puskesmas melakukan sistem jemputbola dengan cara mendatangi warga yang sedang berada diladang, bahkan di hutan sekalipun.“Kami terkadang membuatposko di pinggir jalan dan mencegat truk yang mengangkutwarga serta mengajaknya untuk melakukan pemeriksaankesehatan dan imunisasi,”terang Hein.Bertugas di daerah terpencil bagi petugas kesehatan tentubanyak kendala. Mulai dari transportasi hingga kondisi keamananPrawito NaliSeorang bayi laki-laki yang lahir di RSUD Abepura Jayapura, 20Febuari 2012 bertepatan dengan kunjungan kerja Menteri KesehatanMEDIA UTAMAEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM20
  21. 21. di wilayah perbatasan.“Yang dipertaruhkan adalah keamananwarga serta tenaga kesehatan,”ujar Hein lagi. Menyiasatikendala keamanan, para tenaga kesehatan meminta langsungpengawalan dan transportasi untuk melakukan pemeriksaankesehatan di kawasan perbatasan.“Kami meminta secaralangsung ke Menkokesra bersama Dirjen Bina Upaya Kesehatan(BUK) Kemenkes saat berkunjung ke Abepura tahun lalu,”terangAmelia. Permintaan dikabulkan dibarengi dengan pemberian satubuah mobil ambulan untuk pelayanan.Sarana Kesehatan MinimPuskesmas di daerah perbatasan khususnya Skow memiliki saranakesehatan dan fasilitas minim meski telah memiliki gedung baru.Para tenaga kesehatan setempat tidak bisa maksimal dalammemberikan pelayanan. “Seperti menggunakan baju bagustapi, tubuh dalamnya cacat,”ujar Hein. Sementara itu, kondisiEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 21
  22. 22. Bidan Amalia NWomsiworUsai memberikan perawatan bayi pasca lahirEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM22
  23. 23. di Puskemas distrik Koya Barat lebih beruntung karena telahdidukung dengan fasilitas yang lebih baik seperti apotek dandokter praktek. Padahal tuntutan pelayanan kesehatan di distrikSkow relatif tinggi karena tingkat pengidap HIV di distrik tersebutsangat mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan perilaku seksbebas dan narkoba mengingat mudahnya masyarakat antar duanegara tersebut saling melewati batas negara karena longgarnyapengawasan.Yang menarik, seiring makin intensifnya pelayanan kesehatanyang disediakan oleh pemerintah, keberadaan dukun terhitungmulai tahun 2005 mulai berkurang. Semenjak adanya Puskesmasdi kampung Skow, tenaga kesehatan mengajak kerja sama dukundalam proses persalinan yang dilakukan di Puskesmas. Meskidemikian, masih ada sebagian kecil dukun yang menolak bekerjasama. Padahal pemerintah memiliki program P4K (ProgramPerencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) yang dananyadapat digunakan dari dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan).Peningkatan KesejahteraanSebagai profesi yang menantang, tentunya sebagai petugaskesehatan di wilayah perbatasan, harus memiliki etos kerjayang tinggi. Sayangnya, Hein menyaksikan etos kerja petugaskesehatan yang baru, cenderung kurang disiplin.“Merekasudah pulang pukul 12.00 padahal sama-sama disumpah untukbekerja dengan baik,”ujarnya prihatin. Ia mendoakan,“Semogakelak tumbuh kesadaran dalam diri mereka untuk membantusaudaranya sendiri di distrik Skow ini untuk menggantikangenerasi yang tua-tua ini,”harap Hein. Di sisi lain, sebagaipenyemangat, menurut Ka TU Puskemas distrik Skow ini,pemerintah lebih memperhatikan tingkat kesejahteraan denganmemberikan tunjangan perbatasan. Harapannya, semangatpara petugas kesehatan di wilayah perbatasan terus tap terjagadengan tetap memberikan pelayanan dengan ketulusan hati.(Pra).Ibu Martha, Kepala Puskesmas SKOWEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 23
  24. 24. Eliminasi Malaria di Papuadengan Kerjasama Lintas SektoralMengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus malaria merupakan salah satuindikator keberhasilan Milenium Development Goals atau MDG’s yang harus dicapai olehIndonesia. Papua merupakan daerah endemis yang tinggi dan ditargetkan eliminasi Malaria pada2030. Perlu upaya lebih keras serta kerja sama lintas sektoral untuk mencapai target MDG’s daneliminasi malaria di Papua.Pinggir Danau Sentani, PapuaMEDIA UTAMAEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM24
  25. 25. Malaria merupakan salah satu penyakit yangmenjadi ancaman bagi masyarakat mengingatberdampak terhadap tingginya angka kesakitanserta kematian bayi dan ibu hamil. Tak hanya itu,penyakit ini juga berpengaruh terhadap kualitaskesehatan bayi serta anak di bawah lima tahun berikut ibu hamil.Praktis kecerdasan generasi mendatang dipertaruhkan.Salah satu daerah endemis Malaria tergolong tinggi adalahPapua. Hingga kini penyakit tersebut masih merupakan momokmenakutkan bagi masyarakat Papua. Malaria masih bertenggersebagai salah satu masalah kesehatan krusial di Papua. Tak hanyaitu, malaria juga berdampak terhadap masalah sosial ekonomimasyarakat. Hal tersebut diungkapkan Asisten III Setda ProvinsiPapua, Wariyoto mewakili Sekda Papua Constant Karma, dalamacara pembukaan sosialisasi Rancangan Peraturan GubernurPapua tentang Pedoman Eliminasi Malaria di Papua, berlangsungdi Gedung Sasana Karya Kantor Gubernur Dok 2 Jayapura, Januari2012 lalu. Merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, pada2010 telah terjadi 142.238 kasus malaria. Selang satu tahun, terjadi129.550 kasus malaria. Sedangkan ibu hamil penderita malariamencapai 3.896 kasus.“Ibu hamil dengan malaria mempunyairesiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dua kalilebih dibanding ibu hamil tanpa malaria,”terang Wariyoto.Syukurnya, sejalan dengan transportasi yang lancar makamobilitas ke area pemukiman penduduk Papua termasuk diwilayah pengunungan lebih mudah. Praktis, kasus malariayang tadinya belum diketahui, kini sudah ditemukan.“Bahkankejadian luar biasa seperti di Distrik Homeyo KabupatenIntanjaya di 2010 lalu yang menyebabkan 12 orang meninggalbisa diketahui,”ujarnya di kesempatan berbeda yakni padapembukaan pertemuan Koordinasi Upaya Pelaksanaan Eliminasidan Pembentukan Malaria Center Papua, belum lama ini. Padapertemuan tersebut, hadir juga Direktur P2B2 Ditjen PP danPL Kementerian Kesehatan RI, Direktur Administrasi KeuanganDaerah Kementerian Dalam Negeri, anggota DPR Papua, dan paraundangan lainnya.Malaria merupakan salah satu indikator keberhasilan MileniumDevelopment Goals atau MDG’s yang harus dicapai olehIndonesia termasuk Papua. Tujuan MDG’s adalah mengendalikanpenyebaran dan menurunkan jumlah kasus malaria menjadi 1per 1.000 penduduk pada 2015. Untuk diketahui, angka kejadianmalaria di Papua pada 2010 adalah 64 per 1.000 penduduk. Satutahun setelahnya, menjadi 63 per 1.000 penduduk.“Angka inimasih sangat jauh dari target MGD’s,”ujar Wariyoto. Berdasarkandata tersebut, Wariyoto menegaskan perlu ada upaya yang lebihkeras dan kerja sama lintas sektoral dalam pelaksanaan programuntuk mencapai target MDG’s dan eliminasi malaria. Keterlibatanberbagai lintas sektoral merupakan wujud nyata komitmenbersama untuk mengeliminasi penyakit malaria lebih cepat dariwaktu yang telah ditentukan,“Bersama Kita Bisa”. DitegaskanWariyoto, eliminasi malaria tidak mungkin dilaksanakan olehjajaran kesehatan saja. Dalam rangka mencapai eliminasi malariadi Indonesia telah ditetapkan target eliminasi malaria secarabertahap. “Diharapkan pada 2010, seluruh wilayah di Papuasudah mencapai tahapan eliminasi malaria,”tegas Wariyoto.Pelaksanaan eliminasi malaria, lanjut Wariyoto, hendaknyadidukung dengan lima pilar kebijakan utama. Pertama, stopmalaria klinis ganti dengan konfirmasi laboratorium. Kedua,stop mono terapi (terapi klorokuin) diganti dengan ArtesunateCombination Therapi (ACT). Ketiga, cegah malaria denganmenggunakan kelambu berinsektisida. Keempat, tingkatkankoordinasi dan peran seluruh institusi yang ada di Papua. Kelima,libatkan peranserta masyarakat. Selain lima pilar kebijakanutama, kegiatan untuk mencapai target MDG’s dan eliminasimalaria, menurut Wariyoto, masih memerlukan sumberdayaguna mendukung program aksi yang telah dirancang secara rincidengan melibatkan segenap pihak terkait.Peran Pemerintah DaerahSesuai amanat Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan dan Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 443.411465/SJ, tanggal 8 Februari 2010 mengenai Pedoman PelaksanaanProgram Eliminasi Malaria di Indonesia, pemerintah daerah wajibmenyediakan anggaran sebesar 10 persen dalam AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah provinsi maupun kabupaten dankota untuk eliminasi malaria. Kebijakan pemerintah pusat tentangadanya jaminan kesehatan masyarakat, jaminan persalinan danBOK dapat disinergiskan dengan kebijakan daerah.“Untuk itu,saya mengajak kepada seluruh peserta untuk melakukan aksi atautindakan yang kongkrit dalam pengendalian malaria di Papua,agar masyarakat kita terhindar dari penyakit tersebut,”tegasWariyoto.Dalam kesempatan tersebut, Wariyoto menyampaikan beberapapesan penting untuk dipedomani oleh semua pihak dalammewujudkan eliminasi malaria di Papua. Pertama, eliminasimalaria merupakan prestasi pemerintah daerah.“Oleh karena itu,peran kita dalam keberhasilan eliminasi malaria sangat pentingdan menentukan,”tukasnya. Kedua, peran semua sektor danmasyarakat dalam mewujudkan eliminasi malaria sangat pentingdalam upaya pengendalian faktor resiko, promotif, dan preventif.Ketiga, upaya kesehatan berbasis masyarakat seperti Poskesdes,Posyandu, dan Pos Malaria Desa, perlu dioptimalkan perannyadalam mendukung tercapainya eliminasi malaria. Keempat, untukmendukung efektivitas upaya pencapaian eliminasi malaria perluada suatu wadah atau malaria center sebagai forum komunikasidan koordinasi lintas program dan lintas sektor di Papua.Dan di akhir kesempatan, Wariyoto berpesan dengan mengutipkata-kata bijak dari Marthin Luther King:“Apapun tugas Andadalam hidup ini, lakukanlah dengan sebaik-baiknya. Seseorangmestinya melakukan pekerjaannya sedemikian baiknya, sehinggamereka yang masih hidup, yang sudah meninggal maupun yangbelum lahir, tidak mampu melakukan yang lebih baik lagi”.EDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 25
  26. 26. MEDIA UTAMAEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM26
  27. 27. dr. Bambang Sardjono, MPH:Flying HealthCare Cocok untukPapuaPapua merupakan provinsi dengan kondisi geografissulit dijangkau. Alhasil, transportasi ke Papua harusmenggunakan kapal laut atau pesawat udara. Mengunjungikabupaten/kota khususnya daerah terpencil membutuhkan“perjuangan”. Tak pelak, kondisi ini mengakibatkan aksespelayanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal diprovinsi paling Timur Indonesia ini belum optimal. Toh,program pelayanan kesehatan kepada masyarakat harustetap jalan. Lantas, sejauh ini bagaimana pelaksanaanpelayanan kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan, danKepulauan (DTPK) di Papua? Berikut petikan wawancaraMediakom dengan Staf Ahli Menteri Bidang PeningkatanKapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi Kemenkes,Dr.Bambang Sardjono, MPH, mengenai kebijakan DaerahTertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DPTK) termasukpelaksanaannya di Provinsi Papua.EDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 27
  28. 28. Bisa dijelaskan secara umum mengenaiKebijakan Pelayanan Kesehatan diDaerah tertinggal, Perbatasan, danKepulauan (DPTK)?Setiap wilayah memiliki dasar hukumyang berbeda. Untuk daerah tertinggalmengacu kepada Perpres 5 tahun 2010tentang RPJMN 2010-2014 dan dinyatakanterdapat 183 kabupaten tertinggal yangberada di 27 provinsi. Sementara itudaerah perbatasan, penetapannya olehBNPP melalui Keputusan Kepala BNPPNo 1, 2, dan 3 tahun 2011 dan ditetapkanterdapat 111 kecamatan di 38 kabupatendi 12 provinsi yang menjadi sasaran BNPPtahun 2010-2014. Sedangkan untukdaerah kepulauan, terdapat 7 provinsikepulauan yang dicanangkan Mendagridan dengan mengacu Perpres 78/2005terdapat 92 PPKT yang berada di 45kabupaten. Adapun data Tim ToponomiPerpres 78/2005, terdapat 34 PPKTB di21 Kabupaten/kota yang terletak di 11provinsi.Mengapa DPTK menjadi prioritas?DPTK merupakan wilayah yang pentingterkait dengan pelayanan kesehatankarena sejumlah faktor antara lain:disparitas yang besar antara wilayahDTPK dengan Non DTPK, masalah kondisigeografi dan iklim yang mempengaruhiberbagai kegiatan dan kehibupan di DTPK,wilayah di DTPK relatif lebih luas dariwilayah non DTPK , banyaknya sumberdaya dan kekayaan alam di wilayah DTPK,serta DPTK merupakan bagian dari wilayahnegara yang harus dipertahankan dalamrangka kedaulatan negara.Lantas, apa wujud perhatian terhadapDPTK?Guna mengatasi disparitas antar berbagaiwilayah, tingkat sosial ekonomi sertakelompok masyarakat pada tahun 2010-2014, Kementerian Kesehatan menetapkan8 Fokus Prioritas Pembangunan Kesehatandan 7 reformasi kesehatan. Tujuhreformasi kesehatan tersebut adalahPertama, Revitalisasi Pelayanan KesehatanDasar. Kedua, Penyediaan, distribusidan retensi SDM Kesehatan. Ketiga,Penyediaan dan distribusi obat dan alatkesehatan di seluruh fasilitas kesehatan.Keempat, Penanganan Daerah BermasalahKesehatan (PDBK) dan PelayananKesehatan di Daerah Tertinggal Perbatasandan Kepulauan (DTPK). Kelima, Jamkesmasdan pencapaian Jaminan KesehatanSemesta. Keenam, Reformasi BirokrasiKesehatan. Ketujuh, Pengembangan WorldClass Health Care.Selanjutnya, bagaimana arah kebijakanpembangunan kesehatannya?Hal tersebut tercantum dalam RPJMN yangkemudian diterjemahkan ke dalam RenstraKementerian Kesehatan 2010-2014 berupaUpaya Reformatif dan Akseleratif dalammeningkatkan akses pelayanan kesehatan.Dalam kaitan itu, arah kebijakanKementerian Kesehatan mencakup: (a)Pengalokasian sumber daya yang lebihmembantu kelompok miskin dan daerahtertinggal; (c) Pengembangan instrumenuntuk memonitor kesenjangan antarwilayah dan antar tingkat sosial ekonomi;(d) Peningkatan advokasi dan capacitybuilding bagi daerah tertinggal. SelainKebijakan Umum terdapat pula Kebijakankhusus dalam program pelayanankesehatan di DTPK yang bertujuanmeningkatkan jangkauan dan pemerataanpelayanan kesehatan yang bermutu padamasyarakat DTPK.Bagaimana dengan strategi?Berbagai strategi dijalankan antara lainmenggerakan dan memberdayakanmasyarakat di DTPK, meningkatkan aksesmasyarakat DTPK terhadap yankes yangberkualitas, meningkatkan pembiayaanyankes di DTPK, meningkatkanpemberdayaan SDM Kesehatan diDTPK, meningkatkan ketersediaanobat dan alkes, meningkatkan sistimsurvailance, monev dan SIK di DTPK, sertameningkatkan manajemen kesehatan diDTPKDari strategi, sasaran yang akan ditujuapa saja?Sasaran pelayanan program DTPKdifokuskan pada dua hal. Pertama, sasaranumum yang meliputi daerah terpencil,daerah tertinggal, daerah perbatasan, dandaerah kepulaunan. Kedua, sasaran khususberupa 101 Puskesmas yang memilikiwilayah kerja perbatasan darat dan laut,45 Kabupaten Perbatasan & PPKTB (Pulau-pulau Kecil Terluar Berpenduduk) dan 50Kabupaten yang akan dientaskan dari 183kabupeten tertinggalProvinsi Papua merupakan wilayah yangterbilang luas, tengah berkembang, danmendapat perhatian khusus mengingatmasih diwarnai oleh sejumlah persoalan.Terkait bidang kesehatan khususnyapelaksanaan pelayanan kesehatanDTPK, sejauh mana andil pemerintahpusat?Pemerintah Pusat memberikan perhatianlebih di bidang kesehatan kepada ProvinsiPapua, antara lain mengalokasikananggaran kesehatan relatif lebih besardibanding daerah lainnya di Indonesiasesuai instruksi presiden. Hal ini tentunyadidasari oleh berbagai pertimbangan danpermasalahan kesehatan yang terjadi diProvinsi Papua.Hingga kini, bagaimana hasilpembangunan kesehatan DTPK diProvinsi Papua?Jujur saja, meskipun Pemerintah telahmelaksanakan pembangunan kesehatandi Provinsi Papua, hasil yang dicapai belummenggembirakan. Seluruh indikatorderajat kesehatan Papua, yaitu angkakematian ibu, angka kematian bayi, angkakematian balita, prevalensi gizi buruk, danprevalensi gizi kurang, masih berada dibawah angka rata-rata nasional.Mengapa pembangunannya belummaksimal?Kami mengakui adanya sejumlah kendalaseperti wilayah geografis yang sangat luasserta kondisi geografisnya yang terpencar-pencar menyebabkan penduduk sulitmengakses layanan kesehatan. Jikamenggunakan metode layanan kesehatankonvensional dengan membangunPuskesmas dan rumah sakit dinilai tidakakan efektif dan efisien, karena kondisigeografis di daerah tersebut. Masalahlainya adalah keterbatasan SDM kesehatandan kalau boleh dikatakan, cenderungsangat kurang.Tantangannya relatif besar ya Pak?Dengan kondisi yang ada di ProvinsiPapua, menurut saya pembangunanlayanan kesehatan di Papua mempunyaiMEDIA UTAMAEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM28
  29. 29. tantangan sendiri. Kalau dilihat darijumlah penduduk, memang relatif tidakbanyak. Namun di sisi lain, daerahnya luassekali dan secara geografis juga terpencar-pencar sehingga sulit dijangkau.Tantangan yang berat justru menuntutadanya terobosan. Sejauh ini, apaterobosan untuk Program pelayanankesehatan di Provinsi Papua?Pemerintah Pusat sudah melakukansejumlah terobosan antara lain programpeningkatan akses melalui tim PelayananKesehatan Bergerak (Flying HealthCare, FHC), dukungan pembangunanPuskesmas di perbatasan, peningkatansarana dan prasarana seperti kendaraanroda empat double gardan, PuskesmasKeliling Perairan, serta pembangunan RSPratama dengan 10 tempat tidur yangtermasuk dalam RS Bergerak.Sebenarnya bentuk layanan seperti apayang cocok untuk Provinsi Papua?Untuk daerah Papua KementerianKesehatan (Kemenkes) telahmengembangkan Pelayanan KesehatanBergerak (Flying Health Care, FHC) yangbertujuan menjangkau pelayanankesehatan bagi masyarakat Papua sampaike seluruh pelosok kampung baik diwilayah pengunungan tengah, pesisir danlainnya. Patut digarisbawahi bahwa Papuamemiliki kondisi geografis yang cukupsulit serta wilayah yang cukup besar,sehingga pelayanan harus ditempuhmelalui program peningkatan aksesmelalui tim Pelayanan Bergerak gunamemberikan pelayanan bagi masyarakatdi Papua. Intinya, Flying Health Care cocokuntuk Papua.Kalau sebelum sudah disinggungpelaksanaan pembangunan secaraumum, lalu bagaimana dengankeberhasilan program pelayanankesehatan DTPK di Provinsi Papua?Berhasil tidaknya program sangatditentukan oleh dukungan gubernurbeserta seluruh jajaran kesehatan berikutjajaran lintas sektor pemerintah daerahserta seluruh lapisan masyarakat termasukorganisasi keagamaan, organisasikemasyarakatan, organisasi profesi, dantokoh masyarakat di Provinsi Papua.Mengingat masih adanya kendala dibidang pelayanan kesehatan DPTKdi Provinsi Papua, solusi apa yangsebaiknya ditempuh oleh pemerintahguna meminimalkan kendala?Agar derajat kesehatan masyarakat diPapua bisa mengejar provinsi lain, perludilakukan langkah percepatan agar derajatkesehatan masyarakat di wilayah tersebutdapat meningkat. Wujudnya, pemerintahtermasuk Kementerian Kesehatan,memberikan perhatian besar kepadaProvinsi Papua dan Papua Barat berbagailangkah dan upaya sesuai dengan amanatPeraturan Presiden (Perpres) No. 64tahun 2011 tentang Upaya PercepatanPembangunan Provinsi Papua dan PapuaBarat atau UP4B.Apa wujud kongkritnya terkait denganamanat Perpres tersebut?Salah satu upaya penting yang menjadiprioritas Kemenkes adalah meningkatkanakses masyarakat Papua dan PapuaBarat pada pelayanan kesehatan yangbermutu. Untuk maksud tersebut telahdisiapkan Rencana Aksi untuk periode2012-2014 yang terdiri 21 kegiatan. Limadi antaranya terkait dengan penguatanSDM dan peningkatan akses ProgramJamkesmas, yaitu: Pertama, penyediaantim pelayanan kesehatan bergerakatau mobile clinic. Kedua, penyediaanjaminan pelayanan kesehatan bagimasyarakat Papua di Kelas-3 RumahSakit dan Puskesmas melalui ProgramJamkesmas dan Jamkesda. Ketiga,pembukaan Program Studi Kebidanandan Keperawatan untuk memenuhikebutuhan bidan dan perawat. Keempat,peningkatan pelayanan medis spesialistikdengan menugaskan residen seniorke beberapa kabupaten/kota. Kelima,penambahan jumlah dokter, dokter gigi,bidan PTT di seluruh kabupaten/kota sertapenempatan sanitarian, ahli gizi, dan analiskesehatan di beberapa kabupaten/kota.Kegiatan lainnya Pak?Lima kegiatan berikutnya terkait denganpeningkatan sarana pelayanan kesehatanadalah: revitalisasi rumah sakit pendidikan,revitalisasi rumah sakit rujukan, revitalisasirumah sakit umum daerah dan pendirianrumah sakit bergerak, peningkatan jumlahPuskesmas pembantu, peningkatanjumlah Puskesmas perawatan, sertapenyediaan rumah bagi tenaga medis.Nah, enam kegiatan selanjutnya terkaitdengan percepatan pencapaian MDG’s danintensifikasi pengendalian penyakit tidakmenular adalah: 1) Peningkatan status gizimasyarakat melalui Program MakananTambahan Anak Sekolah, 2) Peningkatanpemberantasan penyakit menular dantidak menular, 3) Pengoperasian PosMalaria Desa, 4) Pemenuhan kebutuhanobat dan vaksin di Puskesmas danRumah Sakit, 5) Intensifikasi penyuluhankesehatan lingkungan, dan 6) Percepatanpeningkatan cakupan dan mutu programimunisasi. (Pra)EDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 29
  30. 30. Menjadi petugas kesehatandi wilayah terpencil,tertinggal dan kepulauanmembutuhkan persiapanyang matang. Selainmental, fisik dan ketrampilan, juga perlupemahaman ragam budayanya. Denganpersiapan tersebut, petugas kesehatandapat memberikan pelayanan kesehatandengan baik. Sekalipun demikian, sukadan duka yang mengiringi perjalanpengabdian bidang kesehatan. Nah,bagaiamana pengalaman menjadipetugas kesehatan di tempat terpencil,tertinggal dan kepulauan ? Berikut hasilpetikan dengan dr. Yohana Kaut, yangmemulai menjadi petugas flying Helathcare sejak tahun 2011 setelah PTT. Merekamenggunakan perahu motor berangkatsubuh, karena kalau subuh itu lautnyateduh.Terus kegiatannya apa saja yangdilakukan?Selain pelayanan kesehatan, kami jugamelakukan pembinaan kepada dukundan kader-kader. Mitra dukun denganbidan, sehingga dukun tidak kami larangmenolong persalinan tapi kami harusmengajarkan hal-hal yang mengenaikesehatan yang sederhana. Contohmisalnya pemotongan tali pusat harussteril.Pengalaman dokter membina dukunbagaimana?Untuk membina dukun, kan selama inidi tempat kami ini kan kurang bidan.Sehingga yang berperan itu adalah dukun,bagaimana caranya kita mengajak dukunsupaya bisa bermitra dengan bidan ataukami sendiri. Kita harus mengajak dukundan mengayomi.Jadi diajak bersama-sama, pengalaman diatidak menolak?Dia tidak menolak, tapi memangmasyarakat lebih percaya dukun itu karenadukun itu menjaga sepanjang malamsampai pagi, maksudnya dengan setia.Mereka sudah biasa dengan dukun. Dukuntidak marah kepada kami. Apabila adaorang melahirkan, dukun itu memanggilbidannya, supaya bersama-sama.Terus dari masyarakatnya sendiri,yang pedalaman-pedalaman yangmendapatkan pelayanan kesehatan?Masyarakat pedalaman, untuk responnyatidak langsung bagus ya. Kebanyakandi daerah yang saya jalani, dokterterbang itu. Misalnya saya baru turundari helicopter dan ada orang yang maumelahirkan spontan“dokter ada orangmau melahirkan, tolong dong dok”, jadisaya langsung dengan bidan dengan pakmantri langsung menolong ibu bersalinitu. Waktu pertama kali memang agaksulit, tapi sekarang sudah lebih baik danpercaya dengan tenaga kesehatan.Terus bagaimana suka dukanya menjadidokter terbang?Kadang-kadang kita lupa mengantarnyawa, tapi karena secara pribadi kamijiwanya mau melayani, sehingga saya tidakmerasakan kesulitan-kesulitan itu. Kalaukami naik perahu, pengalaman ada banyakbuaya, tapi karena sedang melayani,kesulitan-kesulitan itu bisa dilewati.Kadang kami tidur diluar. Diterasnya saja.Nanti pagi-pagi kami bakar api, nantimereka lihat asap dan dari dusun-dusundatang. Datang dan mereka langsungpanggil“dokter kah?”saya bilang iya.Jadi cara mengumpulkan warga itudengan membakar asap?Iya, kalau sudah ada asap dia tau pasti adatamu. Karena dia pergi cari makan kanrombongan, sehingga dia tau di kampungtidak ada orang, kenapa ada asap, ohternyata ada tamu. Terus mereka kumpuldan kami melayani.Dokter tidak takut tidur di teras-teras itudiluar?Saya tidak takut pak karena kami datangniatnya baik, sehingga kami percayabahwa Tuhan selalu melindungi.Jadi prinsipnya percaya bahwa Tuhanmelindungi karena ingin melayani?IyaTerus, senangnya seperti apa?Senangnya luar biasa kalau bisa menolongorang kecil. Apalagi saya sebagai puteradaerah, saya benar-benar merasa tempatsaya ada yang belum terlayani dan sayaharus melayani.dr. Yohana Kaut:Tidak takut,karena niat baikdr.Yohana Kaut (tengah)MEDIA UTAMAEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM30
  31. 31. Prawito, besuk jadi dokter ya,namamu sebentar lagi sudahsampai Jakarta. Kamu cocok kukasih nama Prawito, sama-samamanisnya. Hanya saja, Prawitogede lahir di Jakarta, Prawito kecil lahir diPapua. Kata Bidan Amalia N Womsiwor,sambil memberikan perawatan tali pusatdan mengganti baju baru.Nama Prawito, diambil dari kru mediakomyang sedang melakukan liputan pelayanankesehatan di daerah Skow. Wilayah yangberbatasan langsung dengan PapuaNugini. Pemberian nama tersebut ataspermintaan Yuliatin ibu bayi kepadaAmelia yang sedang memberikanperawatan.“Bu Bidan tolong sekalian berinama anak ku, aku pingin Bu Bidan kasihnama anak ini”, kata Yuliatin merayu.Amelia mengkerutkan dahi, ketikamendengar permintaan itu. Seolahtak peduli, Amelia terus memberikanperawatan. Ia memulai dengan membukaseluruh baju bayi yang menempelpada tubuh mungil itu. Kemudianmembersihkan dengan minyak telon.Berhubung anaknya laki-laki, sementarakru mediakom ada dua orang yakniprawito dan Giri, maka pilihan namajatuh pada Prawito. Kemudian Amelia,menambahkan Nali dibelakang namaPrawito. Nali merupakan marga dari sukukeluarga besar mereka.Ternyata, Prawito  seorang bayi laki lakiyang lahir di RSUD Abepura Jayapura, 20feb 2012  bertepatan dengan kunjungankerja  Menteri Kesehatan, dr EndangRahayu Sedianingsih ke Jayapura. Saat itu,saya sempat mewawancarai nenek yangsedang duduk sendiri di ruang tunggu.Sedang apa nek ? Sapaku memecahlamunannya. Kok melamun ? Ia tersenyum,bibirnya merah, bekas mengunyah sirihmasih begitu jelas.“Saya menunggu cucu,Ia baru lahir kemarin”, kata nenek itu. Cucukeberapa Nek ? Tanyaku lagi, empat belaspak, jawab nenek itu.Nenek tinggal dimana ? tanyaku lagi.Kami tinggal di desa Skow. Daerah manaitu ? wilayah perbatasan, jarak tempuhkurang lebih 3 jam dari RSUD Abepura.Kami menyewa mobil harganya Rp 500ribu untuk sekali jalan. Siapa nama nenek ?Misnar, jawabnya.Prawito Asli PapuaSungguh ajaib, dua hari berikutnyaketemu lagi setelah mengikuti bidanAmelia berkunjung ke lapangan.Setelah berbincang panjang lebar dirumah Yuliatin. Muncul nenek darirumah belakang. Ia mengamati denganpenuh perhatian. Matanya tertujumemandangiku, dengan penuh ragu laluberkata “kalau tidak salah bapak pernahketemu saya di RSUD kemarin ?”. Betuljawabku. Akhirnya seisi rumah berderaitawa, heran.“Ini ajaib”kataku.Pemberian nama itu terjadi menjelangsore, selepas dzuhur, ketika sedang diPuskesmas Skow ada keinginan kuat untukmengunjungi wilayah yang berbatasandengan negara Papua Nugini. Sebabhanya memerlukan waktu satu jamdengan mengendarai mobil dengankecepatan rata-rata 80 km/jam.Ketika keinginan itu terungkap,Amelia langsung mengatakan sayasiap mengantar pak. Tapi sebelum keperbatasan, dapatkah mampir menemuimasyarakat yang baru melahirkan?“ sayamau merawat tali pusar bayinya”kataAmelia. Oke, senang sekali, dapat melihatlangsung dilapangan, jawabku.Waktu menunjukan pukul 13.30 WIT,sementara pukul 16.30 harus pulang keJakarta. Apakah masih ada waktu untukke perbatasan ? Masih jawab Amelia.Entah informasi dari mana, tiba-tibadatang seorang ibu setengah tua. Iaduduk menyaksikan kami ngobrol denganAmelia dan keluarga Prawito Nali. Iniibu Martha, Kepala Puskesmas Skow,Amelia memperkenalkan. Kami langsungmenyalami dan mengucapkan terimakasih atas bantuannya.Sebelum meninggalkan rumah PrawitoNali, Kami berfoto. Prawito menggendongPrawito Nali. Jangan lupa pak dengananaknya di Papua, komentar Amelia,menyaksikan Prawito menggendongPrawito Nali.“ Semoga Prawito Nalimenjadi anak yang berguna bagi nusabangsa dan orang banyak”, katakusambil mengembalikan kepada Yuliatin.Selanjutnya melanjutkan perjalananmenuju perbatasan Papua Nugini. (Pra)Prawito dan Prawito NaliEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 31
  32. 32. Pelayanan kesehatan diperbatasan Papua:DALAMANCAMANHein Yophi Ulua, satu dari tiga tenagakesehatan yang setia menungguPuskesmas Skow, termasuk hariSabtu dan Minggu. Nyawanya seringterancam dan diancam oleh kelompokbersenjata Organisasi Papua Merdeka(OPM). Ketika ditanya, mengapa Iatetap bertahan ? Wajahnya mendadakmerah, suaranya parau dan air matameleleh dikedua pipinya. Dengansuara tertahan, Hein mengatakan“aku ingin masyarakat perbatasanini mendapat pelayanan kesehatan,walau harus bertaruh nyawa”.HeinYophi UluaKa.TU Puskesmas SkowMEDIA UTAMAEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM32
  33. 33. Apalagi, ketika mendekatibulan Desember, kelompokbersenjata merayakan ulangtahun. Selalu ada saja korban,tiba-tiba pagi hari ada mayattergolek dipinggir jalan, entah siapa.Terkadang mereka dengan luka parahdatang ke puskemas untuk berobat.Dengan kemampuan dan peralatanseadanya, Hein merawat mereka. Sudahdipastikan, setiap bulan Desember selaluada acaman. Bila sudah seperti ini semuatenaga kesehatan tidak berani kerja kePuskesmas. Mereka kembali ke kota.“Kami hanya bertiga, saya sebagai Ka.TU,lulusan Gizi, Amelia dari Perawat dansatu lagi bagian umum, ujar sedih sambilmengusap air mata.Begitulah, sekelumit kisah sedihpengabdian tenaga kesehatan diPuskesmas Skow yang berbatasan dengannegara tetangga, Papua Nugini. Merekamempunyai mental baja untuk tetapbertahan. Tak peduli dengan temanmereka yang meninggalkan tugas, karenakhawatir nyawanya terancam.Terancam, bukan satu-satunya risikobagi tenaga kesehatan diperbatasan.Mereka masih menghadapi binatang buasdisekitar puskesmas, apalagi diwaktumalam. Sebab Puskesmas di bangundi tengah hutan yang jauh denganlingkungan penduduk. Tanpa pagar danpengaman yang cukup.“ Kalau ada orangjahat dan binatang buas, mereka langsungmasuk pekarangan, bahkan depan pintu,tak ada penahan sedikitpun”, tutur Hein.Menurut Hein, pelayanan imunisasi takdapat dilakukan setiap hari. Sebab tidakmemiliki penyimpan vaksin atau kucin.Kalau toh mempunyai kucin belumada aliran listrik. Sementara PuskesmasSkow, belum tersambung aliran listrik.Penerangan hanya menggunakan listrikdesel. Itupun bila mempunyai bahanbakar untuk menghidupi desel. Bila takada bahan bakar, biasa menggunakanpenerangan seadanya. Sebab, saat inibelum ada anggaran khusus untuk bahanbakar minyak.“Kegiatan imunisasi dilakukan pada waktutertentu di posyandu. Semua vaksindidistribusikan ke posyandu denganmenggunakan pendingin dari es batu.Jadi, puskesmas tak melayani imunisas”,jelas Hein.Selain, Hein ada Amelia.N. Womsiwor.Berbadan langsung, warna kulitnyagelap, mengenakan kaos berbalut jaketlevis lengan panjang. Ia, jauh dari profilseorang perawat, berseragam putih bersihyang selama ini dikenal. Amelia, memangsama persis dengan masyarakat sekitar,termasuk penampilannya“sederhana”.Bila, hanya dilihat dari penampilan, sulitmembedakan, mana pasien dan manaperawatnya. Perbedaan itu terlihat, ketikamasyarakat memanggilnya bu bidan.Masyarakat sangat hormat padanya. Rasahormat masyarakat itu, diwujudkan denganbanyaknya permintaan“ Amelia”menjadinama bayi yang ditolongnya.“ Entah, sudahbelasan bayi bernama Amelia di kampungini”, tutur Amelia, sambil tertawa.Puskesmas Skow, yang diresmikandan mulai beropersi Februari 2010 ini,mempunyai 28 karyawan, terdiri dari 17orang perawat, 1 dokter umum, 8 orangpegawai tetap dan sisanya merupakantenaga kontrak. Tak satupun tenaga bidan.Di kawasan Jayapura ini, hanya ada 4orang tenaga bidan, rata-rata menetap diAbepura. Jarak ke puskesmas Skow ini 35km. Tidak ada transportasi umum. Kalaunaik taksi, menggunakan mobil pribadiongkosnya Rp 500 ribu. Sehingga seluruhpersalinan di Puskesmas Skow ditanganiperawat, termasuk Amelia.Alasan bidan sangat jarang datangke distrik Skow disebabkan masalahtransportasi yang jarang, bahkandapat dikatakan tidak ada, sehinggauntuk menuju ke distrik tersebut harusmenggunakan taxi. Sementara Dinaskesehatan setempat tidak memberikantunjangan transportasi. Wajar, bilasemangat para bidan dan tenagakesehatan di daerah terpencil itu menjadikurang menjalankan tugasnya, kecualihanya sebagian kecil.“Sebenarnya telah ada tunjangan daerahterpencil yang pada awalnya setiappetugas menerima Rp 2 juta rupiah tiapsemesternya. Tapi sekarang turun menjadiRp 800 ribu tiap semesternya. Jumlahitu masih dipotong sekitar 50 – 100 riburupiah lagi”, ujar Amelia.Menurut Amelia, pasien biasanya ramaipada hari minggu, sementara sebagianbesar tenaga kesehatan libur. Pada haritersebut banyak warga dari kota menujuke perbatasan. Sebab banyak wargatersebut tinggal di perbatasan dan merekake kota hanya untuk bekerja. Bahkan dariNegara tetangga PNG pun datang keperbatasan dengan alasan yang sama. Saatitu pula mereka berobat ke Puskesmas.“Para perawat disini dituntut untuk bisamengatasi semua tanggung jawab yangada di puskesmas. Sebab, diantara 4 orangbidan yang ada, salah satunya menjadidosen di POLTEKES Jayapura, semakinmemperkecil intensitas kehadiran bidan dipuskesmas”, tutur Amelia. ( Pra).Mengusap air mataSedih saat bercerita tidak bisa bersama keluargapada Hari Raya Natal, karena harus tetap bertugasEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 33
  34. 34. RAGAMLATAR BELAKANGRiset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) 2011merupakan salah satu riset kesehatannasional yang secara berkala dilakukan olehBadan Litbangkes, Kementerian KesehatanRI, di samping Riset Kesehatan Dasar(Riskesdas) dan Riset Khusus Kesehatan(Rikus). Rifaskes 2011 dilaksanakan untukmemperoleh informasi terkini tentangsupply pelayanan kesehatan, yaitu fasilitasRumah Sakit Umum (RSU) Pemerintah/Pemerintah Daerah (Pemda), Puskesmasdan Laboratorium Klinik Mandiri (LKM).Supply tersebut termasuk gedung,persediaan air bersih, listrik, kendaraan,peralatan, obat, Sumber Daya Manusia(SDM), pedoman, pelatihan, anggarandan sebagainya yang dibutuhkan untukpenyelenggaraan upaya kesehatanmasyarakat dan perorangan di RSUPemerintah/Pemda, Puskesmas dan LKM.Rifaskes 2011 melakukan pengukuran danpengamatan data primer serta penelusurandata sekunder untuk mengetahui situasiterkini kecukupan dan ketepatan supplypada institusi-institusi pelaksana upayakesehatan tersebut di atas.Kerangka pikir riset ini dikembangkan atasdasar konsep Blum (1974), Donabedian(2002), Jacab dan WHO 2000. Padaprinsipnya, pelayanan kesehatanmerupakan salah satu faktor pentingRINGKASAN HASIL RISET FASILITAS KESEHATAN (RIFASKES) 2011,BADAN LITBANGKES,KEMENTERIAN KESEHATAN RIyang mempengaruhi status kesehatanmasyarakat. Pelayanan kesehatan inidilakukan di dalam dan di luar gedunginstitusi pelayanan kesehatan dengankegiatan promotif, preventif, kuratif, danrehabilitatif. Semua kegiatan tersebutmempunyai komponen asupan (input),proses, luaran (output) dan dampak(outcome). Komponen asupan inilahyang menjadi fokus utama Rifaskes 2011.Di samping itu, dalam Rifaskes 2011 inidikumpulkan pula data esensial yangberhubungan dengan komponen prosesdan luaran dari berbagai jenis upayakesehatan yang diselenggarakan baikoleh Puskesmas, RSU Pemerintah/Pemdamaupun LKM.Dengan demikian, Rifaskes 2011memberikan gambaran dan pemetaanketersediaan supply di Puskesmas, RSUPemerintah/Pemda dan LKM, baik ditingkat nasional, provinsi maupun ditingkat kabupaten/kota.Gambaran dan pemetaan ketersediaansupply tersebut tentunya disesuaikandengan fungsi yang diemban oleh ketiga institusi pelaksana upaya kesehatantersebut. Diharapkan riset ini juga akanmenghasilkan Indeks Fasilitas danIndeks Kinerja RSU Pemerintah/Pemda,Puskesmas dan LKM. Rifaskes 2011 mulaidilaksanakan sejak 2010.Tahap persiapan dilakukan pada tahun2010, sedangkan pelaksanaan dilakukanpada tahun 2011 dan dilanjutkan dengansosialisasi hasil dan analisis lanjut padatahun 2012. Rifaskes 2011 dilaksanakandengan menggunakan dana yang berasaldari DIPA Badan Litbangkes KementerianKesehatan RI.METODERancangan Rifaskes 2011 adalah studipotong lintang (cross sectional). Dilakukansecara sensus terhadap RSU Pemerintah/Pemda, Puskesmas dan LKM di seluruhIndonesia, meliputi 668 RSU Pemerintah/Pemda, 9005 Puskesmas dan 772 LKM(berdasarkan data Ditjen BUK dan Pusdatintahun 2010).Data yang dikumpulkan meliputi datainput, proses, dan output yang antara lainterdiri dari data fasilitas, Sumber DayaManusia (SDM), alat kesehatan, organisasidan manajemen, pelayanan kesehatanyang berjalan, output esensial danpelayanan kesehatan, serta Indikator MutuEsensial tahun 2010. Data dikumpulkanmelalui wawancara, observasi, danpenilaian terhadap data sekunder.Pengumpul data adalah peneliti BadanEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM34
  35. 35. Litbangkes, politeknik kesehatan(Poltekkes), universitas (perguruan tinggi),organisasi profesi, ataupun institusipenelitian kesehatan lainnya yangmemenuhi kriteria yang dipersyaratkan,baik di tingkat nasional maupun provinsi/kabupaten/kota.Kegiatan yang dilakukan: (1) Telaahdokumen (document review); (2)Pertemuan konsinyasi lintas programdan organisasi profesi; (3) Pertemuanpakar; (4) Penyusunan draft instrumenRifaskes 2011; (5) Uji coba Instrumen; (6)Perbaikan dan finalisasi instrumen Rifaskes2011; (7) Penyusunan Plan of Action (POA)pelaksanaan Rifaskes 2011; (8) Penyusunanpedoman instrumen Rifaskes 2011; (9)Pertemuan tim manajemen Rifaskes 2011;(10) Rapat Koordinasi tingkat provinsi; (11)Workshop/Pelatihan Fasilitator (Master ofTrainers/MOT) Rifaskes 2011 tingkat Pusat;(12) Workshop/Pelatihan PenanggungJawab Teknis/PJT (Training of Trainers/TOT) Kabupaten/Kota Rifaskes 2011; (13)Workshop/Pelatihan Rifaskes 2011 untukenumerator; (14) Pengumpulan dataRifaskes 2011; (15) Validasi studi; (16)Data RB/Editing/ Cleaning; (17) Analisadata; (18) Penulisan laporan akhir; (19)Diseminasi hasil Rifaskes 2011; dan (20)Analisis lanjut.Pengorganisasian Rifaskes 2011 meliputitingkat pusat, tingkat koordinator wilayahI – IV (1 Korwil bertanggung jawab atas8-9 provinsi), tingkat provinsi, dan tingkatkabupaten/kota. Susunan organisasiRifaskes tingkat pusat terdiri dari timpengarah, penanggung jawab, pelaksanaharian, tim manajemen, tim teknis RSPemerintah, Puskesmas, LKM, ManajemenData (Mandat), dan Analisis Data (Andat).Validasi studi ini dilaksanakan oleh tigaFakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)terkemuka di Indonesia yaitu FKM UI, FKMUnair, dan FKM Unhas. Proses validasidilaksanakan 1-2 minggu setelah enumeratormengumpulkan data. Hasilnya baikproses pengumpulan data dan data yangdikumpulkan mempunyai validitas rata 80%lebih. Sehingga dapat dikatakan bahwaproses pengumpulan data dan data yangdikumpulkan pada Rifaskes 2011 adalah valid.HASILSampai 26 Januari 2012, kuesioner yangtelah terkumpul dan dipergunakan untukanalisis data sebanyak: (1) 684 kuesionerRSU Pemerintah; (2) 9188 kuesionerPuskesmas; dan (3) 782 kuesioner LKM.Secara rinci distribusi masing-masingkuesioner per provinsi dapat dilihat padaLampiran A.RSU PemerintahTotal RSU pemerintah yang menjadiresponden sebanyak 707. Data yangdianalisis sejumlah 684. Selisih terjadikarena tidak memenuhi kriteria inklusi(berdiri sesudah Januari 2010, RS swasta,dan RS khusus). RSU yang dianalisismeliputi 16 RSU Kelas A, 144 Kelas B,323 Kelas C, dan 201 Kelas D. Ditinjaudari kepemilikannya, 14 RSU merupakanmilik Kementerian Kesehatan, 44 milikPemerintah Provinsi, 446 milik PemerintahKabupaten/Kota, 135 milik TNI/POLRI, 44milik BUMN, dan 1 milik Kementerian lain.Dari sejumlah tersebut, 336 diantaranyatidak/belum terakreditasi sampai denganpertengahan tahun 2011, 208 RSUterakreditasi 5 jenis pelayanan, 72 RSUterakreditasi 12 jenis pelayanan, dan 68RSU terakreditasi 16 jenis pelayanan.Apabila ditinjau dari Pola PengelolaanKeuangan yang digunakan, 38 RSUmerupakan PPK BLU Pusat, 242 RSUmenggunakan PPK BLU Daerah, danselebihnya Non-PPK BLU. Sebanyak 33,8%RSU Pemerintah digunakan sebagaiwahana pendidikan mahasiswa FakultasKedokteran atau peserta Program StudiPendidikan Dokter (PSPD). Masih banyak RSU yang memilikikekurangan baik dari jenis maupunjumlah SDM yang dibutuhkan. Sebanyak18,6% RSU Pemerintah tidak memilikidokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD);20,2% tidak memiliki dokter spesialisbedah (Sp.B); 24,6% tidak memiliki dokterspesialis penyakit anak (Sp.A); dan 17,1%tidak memiliki dokter spesialis kebidanandan kandungan (Sp.OG). Proporsi RSUyang memiliki empat jenis spesialis medikdasar pada RS kelas A adalah 100,0%; B97,6%; C 69,3%; dan D 35,3%.Hampir seluruh RSU Pemerintah telahmemiliki air bersih dan listrik yang tersedia24 jam. Sekitar 95,5% RSU Pemerintahdilengkapi dengan reservoir air dan 59,4%memiliki Uninteruptable Power Supply(UPS).Hampir seluruh RSU Pemerintah (99,6%)memiliki Unit Gawat Darurat (UGD).Pelayanan UGD umumnya diberikanselama 24 jam. Sekitar 95,9% RSUPemerintah memiliki dokter penanggungjawab UGD. Alat komunikasi internalyang menghubungkan UGD denganbagian-bagian lain di rumah sakitterdapat di 85,4% RSU Pemerintah,sedangkan alat komunikasi eksternalyang menghubungkan UGD denganlingkungan luar RS terdapat di 76,3% RSUPemerintah.Sekitar 64,6% UGD di RSU Pemerintahmemiliki Ruang Triage yang terpisah;61,4% memiliki Ruang Resusitasi terpisah;75,9% memiliki Ruang Tindakan terpisah;72,4% memiliki Ruang Observasi terpisah;dan 87% memilki Ruang Tunggu yangterpisah.Sebagian besar RSU Pemerintah tidakmemiliki kamar induksi tersendiri (74%);tidak memiliki pintu keluar khusus jenazahdan bahan kotor (73,3%); tidak memilikisistem pembuangan gas anestesi (44,7%).Sebagian besar RSU Pemerintah sudahmemiliki Kamar Pemulihan (73,5%); RuangGanti Pakaian petugas (81,7%); RuangIstirahat Petugas (75,4%); Ruang Alat danLinen bekas pakai operasi (64,8%); loker(67%); serta sarana pembuangan limbahmedis tindakan bedah (69%).Pelayanan perawatan intensif terdapatdi 57,6% RSU Pemerintah; sebanyak 35%diantaranya memiliki konsultan perawatanintensif (intensivist). Di antara RSU yangmemiliki pelayanan perawatan intensif,sekitar 98,7% memiliki pelayanan IntensiveCare Unit (ICU), 16,8% memiliki pelayananPediatric Intensive Care Unit (PICU), 25,9%memiliki pelayanan Neonatal IntensiveCare Unit (NICU), dan 22,3 % memilikipelayanan Cardiac Intensive Care Unit(CICU).Terdapat 11 komponen PONEK yangEDISI 35 I APRIL I 2012 MEDIAKOM 35

×