Mediakom 32

1,575 views
1,444 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,575
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mediakom 32

  1. 1. No.32/OKTOBER/2011 Mediakom 69
  2. 2. 70 Mediakom No.32/OKTOBER/2011 LENTERA
  3. 3. ETALASENo.32/OKTOBER/2011 Mediakom 3DJamu, obat tradisional rakyat Indonesia.Mereka sudah menggunakan secara turuntemurun, dari generasi ke generasi berikutnya.Entah kapan dan siapa yang mengawalinya.Kini, jamu telah merevolusi diri menjadi lebihmoderen dalam penyajiannya. Awalnya, jamu disajikandalam bentuk cair, dengan rasa pahit yang khas . Memang,beberapa jamu untuk penyakit tertentu, terasa sangatpahit, sehingga ada sebagian masyarakat yang tidaktahan dengan rasa tersebut. Seperti jamu sambiloto untukpenyakit gula darah (diabet). Tapi, seiring perkembanganilmu dan teknologi, sekarang sudah ada dalam bentukkapsul. Rasa pahit, tak terasa lagi.Jamu tersebut, selain menyembuhkan penyakit,juga menambah kebugaran tubuh. Ada ribuan jenistanaman obat tradisional dapat hidup dan tumbuh dibumi Indonesia. Semua jenis tanaman obat itu dengankombinasi ramuan tertentu dapat menyembuhkan banyakjenis penyakit, khususnya penyakit yang disebabkanoleh perilaku hidup yang tidak sehat atau penyakit tidakmenular. Dampak jamu sebagai obat terhadap penyakit,tidak langsung, butuh waktu sampai tiga minggu, bahkansatu bulan. Kelebihan jamu, tidak berefek negatif terhadapkesehatan. Wajar, bila dr. Siti Mahfudzah, Kepala PuskesmasColomadu 1 Jateng memilih “obatku jamu”.Kini, Kementerian Kesehatan melalui Balai BesarPenelitian dan Pengembangan Taman Obat dan ObatTradisional (B2P2TO-OT) Tawangmangu, Jawa Tengah, terusmengembangkan budidaya tanaman obat, bekerjasamadengan petani. Mengembangkan laboratorium, untukmenguji kualitas manfaat, mutu dan keamanan jamu.Juga terus melakukan penelitian untuk memperoleh bibitunggul berkhasiat tinggi. Bila ini terus dikembangkandan mendapat dukungan semua pihak, tak menutupkemungkinan jamu akan menjadi penggerak ekanomimasyarakat, sekaligus menyehatkan, tanpa harus imporbahan baku jamu dari luar negeri. Secara lebih lengkappembaca dapat menyimak rubrik media utama.Selain jamu, Mediakom juga mengetengahkan berbagaiinformasi menarik tentang dunia vektor, deklarasi bebasbuang air sembarangan, Kemenkes mendapat predikatterbaik dalam pelayanan informasi publik dan kisahkepahlawanan, layak jadi teladan dalam bekerja. Takketinggalan rubrik potret dan lentera yang dikemas dalambahasa sederhana. Selamat membaca...!§drg. Murti Utami, MPHMediakomRedaksi menerima naskah dari pembaca, dapat dikirim ke alamat email redaksiObatku JamuSusunan RedaksiPenanggung Jawab : drg. Murti Utami, MPHRedaktur : Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPSEditor/Penyunting : Mulyadi, SKM, M.Kes, Prawito, SKM, MM, M.Rijadi, SKM, MSc.PH, Busroni S.IP,Mety Setiowati, SKM, Aji Muhawarman, STDesain Grafis dan Fotografer : Drg. Anitasari, M, Resti Kiantini, SKM, M.Kes, Dewi Indah Sari, SE, MM, Sri Wahyuni, S.Sos, MM,Giri Inayah, S.Sos., Wayang Mas Jendra, S.SnSekretariat : Waspodo Purwanto, Endang Retnowaty, Dodi Sukmana, S.I.Kom, Okto Rusdianto, ST, Yan ZefrialAlamat Redaksi: Pusat Komunikasi Publik, Gedung Kementerian Kesehatan RI Blok A, Ruang 107,Jl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 Jakarta 12950Telepon : 021-5201590; 021-52907416-9 Fax : 021- 5223002; 021-52960661 Email: info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.idCall Center: 021-500567
  4. 4. DAFTARISI4 Mediakom No.32/oktober/2011 3 ETALASE6 INFO SEHAT6 Kesehatan jemaah haji7 KURANGI KEBIASAAN MAKAN BERLEBIH8 SURAT PEMBACA9 STOPPRESS9 Kementerian Kesehatan raih predikat terbaik Keterbukaan Informasi Publik10 MENGABARKAN KETERBUKAAN12 Kiprah Kemenkes di TMMD Kubar14 MEDIA UTAMA14 Membudayakan Minum Jamu16 Memberdayakan bisnis petani jamu18 Mencetak Dokter Jamu20 MENGURANGI KETERGANTUNGAN IMPOR BAHAN BAKU OBAT23 Ayo Wisata Jamu26 PEMBUKTIAN ILMIAH UNTUK MENJAMIN MUTU DAN KHASIAT JAMU31 APA KATA DOKTER JAMU?34 RAGAM34 RS Dr.Soetomo Surabaya buka Poliklinik Obat Tradisional35 Badan Litbangkes : SUATU CATATAN SAMPAI ACEH A A D D
  5. 5. No.32/oktober/2011 Mediakom 538 38 41 42 42 deklarasi stop buang airbesar sembarangan46 49 49 54 59 Aceh Tabuh GenderangLawan 62 62 66 68 70 UNTUK RAKYAT SAMPAI DIMANA RPP TEMBAKAU? KOLOM NASIONALdeklarasi stop buang air besarsembarangansalatiga miliki pusat duver DAERAH ACEH: Menuju Aceh Darussalam Aceh Merangkul Keswa Aceh Tabuh Genderang Lawan Malaria POTRET Dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS SIAPA DIA Dik Doankirene kharismaNurul arifin RESENSI BUKU LENTERA
  6. 6. INFO SEHAT6 Mediakom No.32/oktober/2011 Kesehatan bukan segalanya tapitanpa kesehatan segalanya tidak akanpernah ada.Haji merupakan rukun Islam yangke 5 (lima). Haji adalah perlehatanakbar yang berlangsung rutin (tiaptahun) di kota Makkah dan Masya’irAl muqoddasah (Arafah. Muzdalifah,Mina)Haji merupakan aktifitas ibadahyang didasari oleh “Napak Tilas” dariapa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahimas dan keluarganya dan tata caranyadicontohkan melalui Nabi Muhammadsaw.Kita perlu mempersiapkankesehatan karena: di tanah suciperbedaan Geografi (iklim, keadaanalam), saat ini musin dingin (-50Cs/d 100C), Madinah lebih dingin dariMekkah. Kelembaban udara sangatrendah 300C s/d 400C (di Indonesia900C). Perbedaan Waktu (kalau 4 jam),maka jam biologispun berubah sepertijam tidur, BAB dan lain sebagainya),Perbedaan situasi dan konsidi (dalamKesehatanjemaah hajiwaktu bersamaan berada dalam 1tempat, melakukan kegiatan yangsama), Perbedaan Sosio-Kultural antarbangsa.Haji merupakan ibadah Rukun yangcukup berat (dibanding ibadah lain),karena melibatkan beberapa aspekyaitu fisik, psikis (mental), finansial,sosial dan pengetahuan.Misalnya untuk kesehatan harusada pengelompokan risiko tinggi yangbertujuan untuk memudahkan parapetugas kesehatan dalam pengelolaankesehatan jamaah haji.Yang harus dilakykan bagi orangyang sudah mempunyai penyakityaitu: Konsultasi rutin dari sekarang(dokter pribadi, Puskesmas, RS), Harustahu obat-obatan yang wajib dibawadengan dosis dan jumlahnya. Biasakanhidup sehat dengan gaya hidup dankebiasaan, bila perlu membawa suratpengantar dari dokter yang merawatuntuk dokter kloter.Tips sehat pada saat melaksnaakanhaji, adalah: Siapkan mental (ZeroMind Process), keluar pemondokanseperlunya/ibadah, jangan terlalumemaksakaan diri, biasakan memakaimasker (tempat-tempat keramaian),minum air yang banyak (min 4 liter/hari) hindari minum es/minum dingin( bagi yang bermasalah), selektifterhadap makanan (gizi, pantangan,alergi), jangan menahan buang air,jika ada gejala sakit, segera datangipetugas kesehatan. § YNPersiapan peralatan-----------------------------------------------Jaket/mantel, sweter, kain ihromyang tebal, paying, kacamata hitam,masker (musin dingin)Bawa vitamin, food suplementseperlunyaPenyakit yang yang seringterjadi saat menjalankanibadah haji di tanah suci-----------------------------------------------• Saluran pernapasan• Saluran pencernaan• Rehidrasi• Kardiovaskuler• Cerebrovaskuler• Neoropsikiatrik• Penyakit menular• Endokrin• Penyakit kulit, ginjal, hati (lever) dll.ILI ( Influenza Like Illness)sering terjadi, dengan ciri-ciriseperti-----------------------------------------------• Infeksi saluran pernapasan atasyang disebabkan oleh virus dengangejala mirip influenza• Batuk kering, demam (38,5 C)menggigil, pegal-pegal, nyeri ototdan persendian, sakit kepala, sakittenggorokan , hilangnya nafsumakan• Tidak seperti pilek biasa, tidakdisertai dengan hidung tersumbatatau berair• Segera temui tenaga medis,petugas haji lainnya• Minum yang banyak, makan cukup(buah) food Suplement (vitamin Cdosis tinggi)
  7. 7. No.32/oktober/2011 Mediakom 7Berapa banyak resolusi sehatyang Anda buat tahun ini? Daripadaterbebani dengan banyak target kenapatidak mencoba melakukan yang palinggampang. Mulailah hindari makananyang berlebih.Bukan lagi rahasia umum, kalaukebiasaan makan berlebihan bisamenimbulkan risiko penyakit sepertidiabetes, obesitas atau penyakitkardiovaskular.Tapi kenyataannya, mengubahpola makan tidaklah mudah. Aktifitassehari-hari yang banyak menyita waktusering kali membuat seseorang tidaksempat memilih dan mengatur berapamakanan yang sudah dikonsumsi.Tanpa disadari, makanan yang masukberlebihan dan banyak mengandungkolesterol.Memasuki waktu istirahat siangdi kantor misalnya, kadang menjadidilema dalam memilih menu makanyang akan dikonsumsi. Begitu banyakpilihan makanan yang disajikan setiaprumah makan yang dekat dengankantor, tapi jarang sekali tersediamakanan yang benar-benar sehat,sayuran misalnya.Kalau sudah begini jangan kagetjika kadar kolesterol (lemak jahat)meningkat gara-gara kebiasaan makanmakanan yang berlebihan dan kurangserat. Ancaman penyakit jantungkoroner 2 kali lebih besar terhadaporang-orang yang mempunyai kadarkolesterol 200-240 mg% dibandingdengan yang kadar kolesterolnya dibawah 200 mg%. Bahkan ancamantersebut akan meningkat menjadi 4kali lebih besar apabila kadar kolesterolmencapai di atas 300 mg%.Para pakar kesehatan tidak melarangmakan enak asalkan setelah makandiimbangi dengan aktivitas fisik.§AM, dari berbagai sumberKURANGI KEBIASAANMAKAN BERLEBIH5. Jangan makanterlalu cepat karenadengan makan cepatorang cenderungmengonsumsi makananlebih banyak dibandingorang yang makandengan santai.1. Membiasakansarapan karena makanpagi sangat pentinguntuk mengurangi rasakelaparan di siang hariyang memicu orangmakan banyak.Mulailah mengurangi porsi makan yang besardengan kebiasaan berikut2. Disela-sela makan 3kali sehari, Anda masihbisa menyelingi denganmakan buah sebagaiganti makanan gorenganatau yang manis-manis.3. Hindari stres karena bisa memicuseseorang makan tanpa terkontrol6. Usahakan tidakmakan berat 1-2 jamsebelum tidur.4. Kurangi so-dium dan banyaklahminum air putih.Sodium tak hanyaada pada makananyang asin tapi ma-kanan kaleng jugabanyak mengandungsodium yang malahmengikat air dalamtubuh dan membuatperut terlihat lebihbergelambir.
  8. 8. SURAT PEMBACA8 Mediakom No.32/OKTOBER/2011 Redaksi Mediakom telah menetapkan10 (sepuluh) orang pemenang dengan3 buah jawaban sebagai berikut :JAWABAN1. Anak Sehat, Kreatif danBerakhlak Mulia.2. Badan Penyelenggara JaminanSosial.3. Disebut perokok pasif. Perokokpasif sama bahkan dua kaliberisiko terhadap kesehatan.Pemenang Kuis :1. Mansur TP, SKM, M.Kes Kepala Puskesmas Balocci KEPULAUAN SULAWESI SELATAN No HP : 085656863xxx2. Javed S Mataputung Puskesmas Cijagang KecamatanCikalong Kulon Kab. Cianjur No HP : 081586562xxx3. Mikindarti, SKM Perum. Trias Estate Blok. H10/35RT. 006/010 Bekasi – Jawa Barat No HP : 081387843xxx4. drg. Dedi Dumayanto Puskesmas Tanjung Marulak Kec. Rambutan, Kota TebingTinggi – Sumatera Utara 20615 No HP : 081260651xxx5. Tamrin Togatorop, S.Kep,.Ns Jl. Emas No. 13 Salak Provinsi Sumatera Utara 22272 No HP : 085261888xxx /085373773xxx6. Birman Mukron Jl. Pahlawan XII Desa Petaling,Kec. Mendo Barat, Kab. Bangka Provinsi Bangka Belitung 33173 No HP : 081367425xxx7. Regina, A.Md RSUD Harapan Insan Sendawar Sendawar – Kuta Barat 75576 No HP : 085250432xxx8. Ahmad Taufik Azis, SKM Dinas Kesehatan KabupatenSidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan 91611 No HP : 081355691xxx9. Delri Soni, SKM, MKM Puskesmas Air Santok Kota Pariaman- Sumatera BaratNo HP : 081374877xxx10. drg. Rosnaniar Puskesmas Kampung Baqa Samarinda Seberang Kalimantan Timur No HP : 08125843xxxMediaKuis1. Sebutkan salah satu tujuan saintifikasi jamu?2. Kementerian Kesehatan RI memiliki unitpenelitian dan pengembangan khusus jamu yangdi sebut B2P2TOOT, apa kepanjangan B2P2TOOT?dan dimana lokasinya?3. Apa nama Klinik Saintifikasi Jamu milik B2P2TOOT Tawangmangu?Kirimkan jawaban kuis dengan mencantumkan biodatalengkap (nama, alamat, kota/kabupaten, provinsi, kodepos dan no telp yang mudah dihubungi).Jawaban dapat dikirim melalui :Email : kontak@depkes.go.idFax : 021 - 52907421Pos : Pusat Komunikasi Publik, Gedung Kemenkes Jl. HR. Rasuna Said Blok X5, Kav. 4-9, Jakarta SelatanJawaban diterima redaksi paling lambat minggukeempat (terakhir) bulan November 2011.Nama pemenang akandiumumkan di MajalahMediakom edisi XXXIIIDesember 2011.10 Pemenang MediaKuismasing-masing akanmendapat T-Shirt unik dariMediakom.Hadiah pemenang akandikirim melalui pos.Kuis ini tidak berlaku bagi Keluarga BesarPusat Komunikasi Publik Kemenkes RI.PERTANYAAN:Kami akan menunaikan haji tahun 2011ini (1432 H). Sesuai dengan ketentuan yangada kami diwajibkan untuk pemeriksaankesehatan termasuk imunisasi meningitis.Apakah memang kami diharuskanmembayar untuk imunisasi tersebut yangkatanya digratiskan oleh Pemerintah. Kamidan saudara-saudara kami di daerah lainyang akan menunaikan ibadah haji jugadikenakan biaya antara Rp 230 ribu – Rp 280ribu untuk kepentingan imunisasi tersebut.Kami sudah membayar biaya haji sesuaidengan ketentuan Pemerintah, namun kamimasih dibebani biaya imunisasi meningitistersebut. Kami menanyakan apakahimunisasi itu memang gratis atau adapungutan oleh oknum kesehatan di daerah?Dari seorang Calon HajiDi DaerahJAWABAN:Sesuai UU Nomor 13 tahun 2008 tentangPenyelenggaraan Ibadah Haji, Pemerintahberkewajiban melakukan pembinaan,pelayanan dan perlindungan bagi jamaahhaji. Tugas perlindungan tersebut diperkuatdengan Nota Diplomatik Kerajaan Arab SaudiNo. 558/PK/VI/06/61 yang menyatakansetiap calon jamaah haji harus diberikanimunisasi meningitis meningococcus untukmendapatkan visa.Kementerian Kesehatan telah meng­alokasikan dana untuk pengadaan dandistribusi vaksin meningitis meningo­coccuspada 33 Dinas Kesehatan Provinsi di seluruhIndonesia sesuai data kuota calon jamaahhaji per provinsi dari Kemen­terian Agama.Kementerian Kesehatan telah membuat suratedaran kepada seluruh Dinas KesehatanProvinsi/Kabupaten/Kota yang menyatakanpelaksanaan vaksinasi meningitis meningo-coccus ACW 123Y bagi calon jamaah haji2011 tidak dikenakan biaya (gratis).Kementerian Kesehatan juga telahmelakukan sosialisasi melalui media tentangpelaksanaan pemeriksaan kesehatan danpelaksanaan bagi calon jamaah haji di Pus-kesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.Mengenai biaya yang dibebankan sebesarRp 230-280 ribu, biaya tersebut bukan untukbiaya imunisasi karena imunisasi diberikangratis. Biaya tersebut merupakan kewenanganDinas Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai Pe-raturan Daerah (Perda) setempat untuk biayapemeriksaan kesehatan penunjang sesuaidengan indikasi medik dan biaya vaksinasi in-fluenza. Vaksinasi influenza sangat disarankannamun bukan program yang diwajibkan olehPemerintah. Vaksinasi influenza akan dikena-kan biaya sesuai dengan ketentuan PerdaKabupaten/Kota setempat.Demikian jawaban kami dan semogaAnda dapat menunaikan ibadah haji denganbaik dan menjadi haji yang mabrur. Amin..PTRC Kemenkes(kode lokal setempat) 500567PENETAPAN PEMENANG MEDIA KUISEDISI 31 AGUSTUS 2011
  9. 9. No.32/oktober/2011 Mediakom 9omisi InformasiPusat (KIP Pusat)memberikan piagampenghargaan bagi10 badan publikterbaik dalam memberikan pelayananinformasi melalui situs. Acarapemberian penghargaan tersebutdisampaikan Ketua Komisi InformasiPusat, Abdul Rahman Ma’mun padadiskusi publik memperingati hari “Hakuntuk Tahu” (International Right toKnow Day) yang diperingati setiaptanggal 28 September.Diskusi Publik mengambil tema“Respon Badan Publik pasca 1,5 tahundiberlakunya UU no.14 Tahun 2008tentang Keterbukaan Informasi Publik”,sebagai implemantasi UU No 14 tahun2008 tentang Keterbukaan InformasiPublik, yang berlaku sejak tahun 2010.Adapun 10 badan publik yangmemperoleh penghargaan yakni;1) Kementerian Komunikasi danInformatika, skor 68.0, 2) KementerianKeuangan, skor 62, 3) DewanPerwakilan Rakyat, skor 57, 4)Kementerian Perhubungan, skor 57.0,5) Kementerian Pekerjaan Umum,skor 53.9, 6) Mahkamah Agung, skor51.0, 7) Kementerian Pertanian, skor51.0, 8) Kejaksaan Agung skor, 50.6, 9)Kementerian Kesehatan,  skor 50.2,10) Kementerian Kehuatanan, skor49.4.Penilaian Penghargaan ini dilakukanberdasarkan 4 (empat) kriteria, yaitu :informasi terkait badan publik (profile,dsb), informasi terkait kegiatandan kinerja badan publik, informasimengenai laporan keuangan daninformasi lain yang diatur dalamperaturan perundang—undangan.Hak untuk tahu adalah hak asasisetiap warga negara telah dijaminkonstitusi, tercantum pada pasal 28fUUD 1945, “setiap orang berhak untukberkomunikasi dan memperolehKementerian Kesehatan raihpredikat terbaik KeterbukaanInformasi Publikstoppressinformasi terpenuhi sejak berlakunyaUU KIP.Namun demikian, meskipun adaUndang-undang Nomor 14 tahun2008 tentang Keterbukaan InformasiPublik (UU KIP), keterbukaan tidakbisa dimaknai sebebas-bebasnya.Masyarakat harus tetap dalam koridormemperoleh informasi sejalan denganaturan main yang ada. Dalam UU KIPdisebutkan ada prosedur dan syaratuntuk menjaga keterbukaan informasipublik.Disamping itu, hendaknya badanpublik memaknai keterbukaaninformasi publik lebih darikewajiban, melainkan kebutuhandari setiap badan publik karenadengan menjalankan UU KIP, badanpublik dapat mengekspos ataumemberitahukan kepada publik apayang sudah dikerjakan dan yang belumdikerjakan sehingga menjadi jelas.§DyahKinformasi untuk mengembangkanpribadi dan lingkungan sosialnya, sertaberhak untuk mencari, memperoleh,memiliki, menyimpan, mengolah danmenyampaikan informasi denganmenggunakan segala jenis saluranyang tersedia”.Ketua Komisi Informasi Pusat, AbdulRahman Ma’mun mengatakan “HariHak untuk Tahu” yang diperingatisetiap tahun sekali harus dijadikansebagai momentum refleksi atasjaminan hak memperoleh informasi.Sejauhmana hak publik mendapatkandr. Murti Utami, MPH (empat darikanan) menerima penghargaan dari KIPmewakili Kemenkes.
  10. 10. stoppress10 Mediakom No.32/oktober/2011 agi KementerianKesehatan,penghargaanini merupakansebuah kebanggaantersendiri,mengingat upaya yang dilakukandalam mewujudkan struktur PPIDini memakan waktu yang cukuplama. Kemenkes selama ini dengansangat intensif mendorong seluruhjajarannya untuk menjalankan filosofiketerbukaan informasi publik. Olehkarena itu, pada tahun 2010, StrukturPPID telah disahkan melalui keputusanMenteri Kesehatan RI.BStruktur PPID Kemenkes terdiri atasPPID Pembina (Menteri Kesehatan),PPID Utama (Sekretaris Jenderal), danPPID Pelaksana yaitu para Sesditjen/Sesbadan dan PPID Pelaksana UnitPelaksana Teknis (UPT) di bawah UnitUtama, serta Pusat Komunikasi Publikselaku PPID Pelaksana Sekretariat
  11. 11. No.32/oktober/2011 Mediakom 11MENGABARKANKETERBUKAANJenderal. Dalam pelaksanaan tugasnya,PPID Utama dan PPID Pelaksanadibantu oleh para pelaksana tugaskehumasan atau penyedia informasi diunitnya masing-masing.Hal ini merupakan bentukkomitmen yang patut dibanggakanbagi para pejabat di lingkunganKementerian Kesehatan, khususnyapara pejabat eselon 1 dan 2. Dibeberapa badan publik lain, pejabattinggi (eselon 1 dan 2) masih belumbersedia menjadi PPID Utama, karenakhawatir jika harus menghadapimasalah sengketa informasi denganmasyarakat. Tingkat keresahan parapejabat publik masih begitu tinggi,sehingga menyebabkan terhambatnyapembentukan struktur PPID yangmempengaruhi terlambatnyaimplementasi UU KIP.Tentu saja PPID Kemenkes jugamasih banyak kekurangan dankelemahan dalam memberikanpelayanan informasinya kepada publik.Keterbatasan tersebut antara lainbervariasinya sikap Satker Kemenkesyang masih harus diberikan pengertianmengenai pentingnya pemberianinformasi kepada masyarakat.Tingkat penolakan sebagian Satkerterhadap UU KIP masih cukup besar,diperkirakan karena kekhawatiranpihak terkait mengenai data yangdiminta. Misalkan RKAKL, DIPA,atau Laporan Keuangan, yang bagisebagian Satker adalah merupakandokumen yang perlu dirahasiakan.Sekalipun, menurut UU KIP dan SuratEdaran Komisi Informasi, dokumen itumerupakan informasi terbuka.Untuk itu PPID Kemenkes terusmenerus melakukan pembenahansecara internal terkait pelayananinformasi publik kepada masyarakat.Dengan niat baik untuk memberikanpelayanan informasi yang terbaik,khususnya di bidang kesehatan bagimasyarakat Indonesia, diharapkanpelaksanaan UU KIP dapat dijalankantanpa hambatan yang berarti di masadepan. DISPojok Informasi Kemenkes
  12. 12. stoppress12 Mediakom No.32/oktober/2011 ada hari Senin,10 Oktober 2011,dilakukan upacarapembukaanTentara ManunggalMembangun Desa(TMMD) ke-87, di Lapangan LinggarAmer, Kec. Linggang Bigung, KutaiBarat, Kalimantan Timur. Bertindakselaku inspektur upacara Kasad Jend.TNI Pramono Edhie Wibowo. Dihadirisejumlah undangan antara lainGubernur Kaltim, Bupati Kutai Barat,Dirjen BUK mewakili Menkes, danjuga perwakilan dari Kemendiknas,Kemenpu, Kemenpora, Kemendagridan Kemenkop UKM. Upacara diikutipara anggota TNI peserta TMMD,Polisi, Satpol PP, Pramuka dan pelajar.Dalam upacara pembukaan TMMD,Dirjen BUK Kemenkes, dr. Supriatoro,Sp.P mewakili Menkes menyerahkanbantuan berupa RS Bergerak untukTNI dengan penempatan di wilayahSintang, Kalbar yang berbatasandengan Malaysia, Ambulans, danobat-obatan untuk bakti TMMD.Disamping itu, diserahkan jugabantuan Kemenkes untuk PropinsiKaltim, berupa Puskesmasling airuntuk wilayah pedalaman Kaltim danambulan darat untuk Puskesmas diperbatasan Malaysia.Sasaran fisik TMMD di Kubar antaraPlain melakukan pembuatan jalan diKampung Linggang Amer, rehabilitasiSDN 7 Kampung Mancong, Tanjung Isuy,rehabilitasi gereja katolik di KampungLong Apari, pembuatan saluran irigasi diKampung Saka Tada, pembuatan MCK diKampung Tanjung Haur, serta semenisasidi Kampung Gunung Rampah.Sementara untuk kegiatan nonfisik,dilakukan penyuluhan kesadaranberbangsa dan negara, pembinaanUKM, Lalu Lintas, Kesehatan dan jugabakti sosial kesehatan.Kegiatan lain yakni bakti sosialkesehatan, meliputi operasi katarakgratis yang diikuti sekitar 100 wargamiskin, khitanan massal yang diikuti
  13. 13. No.32/oktober/2011 Mediakom 13Kiprah Kemenkesdi TMMD Kubarsekitar 200 anak dan pemeriksaankesehatan gratis, yang berlokasi dilapangan Linggar Amer. Disamping ituTNI bekerja sama dengan Kemenkesmenggelar operasi bibir sumbing yangberlokasi di RS AD di Balikpapan.Kegiatan TMMD 87 bertujuanmemperkokoh kesatuan danpersatuan bangsa dan mempercepatpembangunan desa. Dipilihnya Kab.Kubar sebagai tempat pembukaanTMMD, karena kabupaten itumerupakan daerah perbatasan yangperlu mendapatkan perhatian. TMMDsendiri serentak dilakukan di 61kabupaten/kota, 81 kecamatan, 162kelurahan/desa di Indonesia.§ TeguhTNI bersama Kemenkes menggelar bakti sosial
  14. 14. MEDIA UTAMA14 Mediakom No.32/oktober/2011 MEDIA UTAMASaya mempunyaipenyakit darahtinggi. Jika sedangkambuh, akanmempengaruhikegiatan sehari-hari, sepertisusah tidur dan sakit kepala.Berobat ke dokter, kemudiandiberi obat penurun tekanandarah, tetapi saya menjadiketergantungan. Jika obat habis,maka tekanan darah segara naik.Atas saran dari seorang relasi,saya menggunakan jamu dariKlinik Saintifikasi Jamu. Setelahmenjalani selama 6 bulan,saya merasakan kemajuandan tekanan darah cenderungstabil. Disamping itu, menurutsaya jamu mempunyai efeksamping yang sedikit, Tutur JokoDaryanto (56 th), KemunungRt 4 / Rw 02, Ngaryonyoso,Karanganyar.Ditengah meroketnyaharga obat, bagi orang miskinmenjadi takut untuk berobatke pelayanan kesehatan.Apalagi untuk penyakit tertentuseperti darah tinggi, dapatmenyebabkan ketergantungandan berdampak negatif padakesehatan tubuh lainnya.Untuk itu, jamu layak menjadialternatif.Mengapa harus jamu?Menurut Indah YuningPrapti, SKM, M.Kes, KepalaBalai Besar Penelitian danPengembangan Taman Obat danObat Tradisional (B2P2TO-OT)Tawangmangu, Jamu sebagaisalah satu alternatif untukmemelihara kesehatan dankebugaran tubuh. Disampingsecara turun temurun dari dulunenek moyang mencontohkanmemelihara kesehatan denganjamu. Termasuk juga untukmengobati. Budaya ini sebagaimodal untuk mengembangkanjamu yang selama ini mulaiterlupakan.“Sesungguhnya Indonesiaini memiliki kekayaan yang luarbiasa, namun belum terangkatsecara ilmiah, artinya belumterdokumentasi dengan baik.Selama ini hanya dari mulut kemulut, yang menyebakan tidaksemua orang dapat membaca”tutur Indah.Selain itu, Indonesiamempunyai 1248 suku dansub suku dengan kearifan lokalramuan-ramuan. Kekayaanyang luar biasa ini semestinyadapat menggugah kembalipenggunaan jamu sebagaialternatif pelayanan kesehatan.Ternyata, jamu bukan hanyabermanfaat untuk kesehatan,MembudayakanMinum Jamu
  15. 15. No.32/oktober/2011 Mediakom 15tapi juga mendorongperekonomian mikro masyarakatdari rumah tangga dan suatusaat akan menjadi arus utamaperekonomian. “ Tahun2009 Pak SBY pernah bilangbahwa jamu ini bisa menjadiarus utama perekonomianIndonesia”, ujar Indah.Sekedar contoh; diTawangmangu saja, selama inipetani lebih suka menanamyang cepat menghasilkan uangseperti menanam kol, daunbawang, dll. Dua bulan daunbawang sudah dapat dijual, tapiharganya berapa? Kadang sekilocuma Rp 500,-. Kalau lagi bagusbisa dapat 4000, kalau hujan Rp500,- saja. Ternyata tanamanobat seperti jahe, dalam 6 bulansudah panen dengan hargamulai Rp 120.000-Rp 125.000per kilo. Dulu jahe itu palinghanya Rp 20.000,-.Karena masyarakat danindustri membutuhkan dalamjumlah besar, sehingga jahemenjadi salah satu komoditiyang menjanjikan. Untuk hal ini,masyarakat ini perlu mendapatinformasi. “Kadang-kadangmasyarakat sebelum melakukansesuatu pasti menanyakanuntung saya apa? ”, kata Indah.Menurut Indah, sebagianbesar masyarakat tidak sabarmenunggu 8-9 bulan, padahaltanaman jenis purwoceng,1 Kg kering mencapai Rp 1juta rupiah lebih. Selama inipurwoceng hanya tumbuhdipegunungan Dieng, ternyatadi Tawangmangu dapat tumbuhjuga. Kalau banyak masyarakatmenanam, kemungkinanharganya jatuh. Untuk itu perludibentuk konsorsium bahanbaku yang menjamin pembelidari Pemerintah, seperti bulog.Kepala Badan B2P2TO-OTini juga menceritakan khasiatStevia. Tanaman jamu untukpemanis alami non kalori.Berbeda dengan pemanisyang di supermarket. Ituterbuat dari jagung dan masihmenyisakan kalorinya. “Waktuitu saya ditantang pak Presiden,mengapa tidak memproduksisecara luas, supaya dapatmembantu penderita Diabetes.Padahal hasil Riset kesehatandasar menunjukkan prevalensidiabetes tinggi. Bahkan sekarangusia yang terkena diabetessemakin muda, seperti remaja”,ungkap Indah.Atas dasar tantangan itu,belakangan ini KementerianKesehatan, dari Badan Litbangsudah kerjasama denganIndofarma untuk pemandirianbahan baku artemisinin. Selamamasih ini impor dari Vietnamdan India untuk anti malaria.Apalagi Malaria sekarangprevalensinya masih tinggi.Artinya Kementerian Kesehatantelah mengambil tindakannyata, dari pada terus impor,sedikit demi sedikit mengurangiketergantungan.Kepala B2P2TO-OTTawangmangu, terus mendekatipetani agar tetap sabarmenanam jamu. Ia membinadengan mengadakan pertemuansekali setiap dua bulan,memberikan benih, terkadanghadiah dan melakukan berbagaipendekatan dari hati ke hati.Ibu dua anak ini berharap, kelakpetani dapat meningkat tarafhidupnya, termasuk bersediamenjual hasil panen jamunya keKlinik Jamu Tawangmangu. Tapiapa dikata, setelah panen jamu,ada saja petani yang menjualhasil panen ke tempat lain,padahal hanya mengejar selisihharga Rp 50,-/ kg. Hal ini bukanuntuk dikeluhkan atau disesali.Justru menjadi pendorong untukmembina petani lebih baik lagi.“Dengan kesungguhandan kesabaran untuk terusmembina. Sekarang Al-hamdulillah, semua petanisudah memahami maksuddan tujuan pimbinaan yangdilakukan selama ini”. UjarIndah.Berbagai upaya telahdilakukan, mulai dari penyediaanbibit obat, pembinaan petani,pengembangan laboratorium,Klinik Jamu, penelitian dansosialisasi maaf jamu. Disampingitu juga telah melakukankerjasama dengan pabrikobat dan berbagai pihakterkait, guna melestarikanbudaya minum jamu, sebagaipemeliharaan kesehatan yangmudah dan murah. Bila ini terusmembudaya, maka jamu akanmenjadi tuan rumah di negerisendiri.§ Pra
  16. 16. MEDIA UTAMA16 Mediakom No.32/oktober/2011 Petani kecil itu serba kecil.Mulai dari ladang, rumah,modal, pengetahuan danketerampilan bertaninyajuga kecil. Karena semuakecil menyebabkan serba sulit. Merekaakan beranjak bangkit bila ada pihaklain yang ikhlas membantu. Mengapaharus ikhlas? Karena membantu orangsulit itu lebih sulit dibanding membantuorang yang mampu. Sebab itu selainikhlas juga harus sabar, agar petanikecil yang kesulitan dapat menikmati“kemudahan dalam hidup”.Harsono, PNS yang telah mengabdi30 tahun membina petani kecilmerasakan sulit dan getirnya petanisayur. Modal besar, tapi tak sebandingdengan harga jual hasilnya. “Apalagibila sedang panen raya, seperti kol,wortel, harga jatuh. Tidak sebandingdengan tenaga memanennya, bahkandikasihpun saya tidak mau”, ujarHarsono.Untuk memberdayakan petanikecil ini, Ia sejak tahun 1995 telahmengarahkan petani menanam jamu,khususnya stevia. Harga tinggi danpembeli tersedia yakni pabrik jamusidomuncul. Tapi mulai tahun 2005Stevia terkena virus tak menemukanterapinya, sekalipun para ahli pertaniansudah turun tangan. Akhirnya petanitanam sayuran kembali dan sering rugilagi.Rupanya Harsono tak putus asa,tahun 2009 meneruskan hobi lamamenghimpun petani menanamMemberdayakanbisnis petani jamusangkoba, kumis kucing dan jamulainnya. Secara berkala, 2 bulansekali Ia mengumpulkan kuranglebih 30 petani di Aula Balai BesarPenelitian dan Tanaman Obat dan ObatTradisional (B2P2TO-OT) Tawangmangu,Karanganyar Jawa Tengah. Bersamatenaga ahli pertanian, biologi danfarmasi memberi penyuluhan tentangkeuntungan menanam jamu. Mengaturjenis jamu yang di tanam, menjelaskancara menaman, merawat, memanendan mengolah pasca panen.Diantara perawatan jamu yang harusmendapat perhatian yakni tanamanjamu tidak boleh dipupuk denganmenggunakan pupuk kimia atau obatkimia. Misal ada ulat yang memakandaun, maka ulat itu harus dibasmi,tanpa obat kimia.“Untuk meringankan petani,B2P2TO-OT telah menyiapkan benihjamu. Petani cukup menyiapkan lahankemudian menanam, merawat, panenberulang kali dan menjual ke klinik jamudengan harga yang pantas. Tak perlubeli bibit dan khawatir harga jatuh.Insya Allah lebih untung dari padatanam sayur”, ujar Harsono.Bagaimana menghitungnya ?Misal: lahan 200 meter, memerlukanmodal 250 ribu untuk membeli mulsa( plastik penutup lahan agar tidakmudah tumbuh gulma) dan pupukkandang 200 ribu. Lahan kerjakansendiri agar lebih hemat. Kemudiantanam jamu tempuyeng, setiap 2 bulanpanen. Jadi setahun 6 kali panen.Panen pertama rata-rata 100 kg.Harga per kg Rp 1500,-. Panen kedua,ketiga dan seterusnya akan meningkatproduksinya, mungkin 125 kg atau 150kg dan seterusnya. Bila rata-rata 100kg/ panen, maka setahun 600 kg. Totalpenjualan 600 kg x Rp 1500,- minimalRp 900.000,- Modal Rp 450.000. Jadikeuntungan minimal Rp 450.000,-.Akan lebih untung lagi, bila ditanamsecara tumpang sari dengan Sangkoba.Artinya, pada lahan tersebut, selainditanam Tempuyeng, juga ditanamSangkoba yang panen setiap 40 hari.
  17. 17. No.32/oktober/2011 Mediakom 17Rata-rata produksi 100 kg/ panen,harga Rp 1500/ kg. Bila setahun6 kali panen saja akan mendapathasil Rp 900.000,-. Tanpa modalmengolah lahan dan membeli plastik.Sebab Sangkoba cara memanennyadicabut bersama akarnya. Kemudianditanam lagi dengan menyebarkanbenih kembali, lalu panen dan begituseterusnya.Awalnya memang sulit, sebab petanimempunyai sifat pragmatis, memilihyang mudah dan cepat, tapi tidakmenghitung secara cermat. Setelahmendapat penjelasan yang berulang-ulang, akhirnya mereka memilihmenanam jamu, sebab lebih untung,ujar Harsono.Kini, para petani itu tetap setiamenanam jamu dan menjualnya keklinik jamu B2P2TO-OT. Secara perlahanmereka mulai merasa ada tempatmengadu, bertanya dan bercengkeramatentang jamu. Seiring dengan perbaikaninfrastruktur, kebijakan bahan baku,cakupan pengguna jamu, lambat launakan memberdayakan masyarakatpetani jamu untuk hidup lebih layakdan lebih sehat.Sekalipun produk bahan bakusudah diperoleh dari petani jamu, tapibaru mencukupi untuk Klinik JamuB2P2TO-OT, belum mampu mencukupikebutuhan pelayanan kesehatan yanglain. Jawa Tengah saja masih kurangapalagi untuk mememuhi kebutuhanluar Jawa tengah. Sementara animomasyarakat untuk menggunakan jamusemakin meningkat, bukan hanya JawaTengah, tapi juga di luar Jawa Tengah,ujar dr. Danang Pengelola Klinik JamuB2P2TO-OT Tawangmangu.Berdasarkan informasi di atas, jelasakan membutuhkan bahan baku jamuterstandar secara besar. Masih banyakpeluang bagi petani untuk menanamjamu dan pengusaha memproduksijamu. Jadi dengan besarnya animomasyarakat menggunakan jamu, makapeluang bisnis tanaman jamu cukupmenjanjikan. Anda berminat menanamjamu?§ PraHarsono, salahsatu petani Jamudi TawangmanguLadang tanamanobat milik petanidi Tawangmangu
  18. 18. MEDIA UTAMA18 Mediakom No.32/oktober/2011 Alwan Efendi, kakekberumur 76 tahun, pernahterkena serangan stroketahun 2008. Akibatnyasering kejang otot dankram pada kaki kiri, pegal disekujurtubuh sebelah kiri dan kesulitan untukberjalan. Setelah minum jamu selamaMencetakDokterJamu4 bulan kesehatannya membaik, tidaklagi mengalami kejang otot, jarangkram dan berjalan lebih lancar. Hal inidisampaikan kakek dari Nambangan,Selogiri, Wonogiri ini kepada KlinikJamu B2P2TO-OT Tawangmangubeberapa waktu yang lalu.Masih banyak kisah suksespengguna jamu, tapi tak semuaorang menyakini, sehingga maumenggunakan jamu. Keraguan sepertiini tentu hal yang wajar. Sebab bagikalangan medis, selain bukti testimoni,juga masih memerlukan bukti ilmiah.Nah untuk menjawab keraguan, makadiperlukan penelitian jamu berbasispelayanan. Bagaimana kisahnya...?Saat ini umumnya, tenagadokter konvensional memahamimedis ala Barat, sama sekali belummengenal pengobatan ala Timur,misalnya menggunakan jamu.Seperti yang dilakukan pada KlinikJamu B2P2TO-OT Tawangmangudan Griya Sehat Kabupaten Kendal.Agar dokter konvensional memilikipemahaman yang utuh tentang jamu,harus mengikuti Diklat jamu yangdiselenggarakan Badan LitbangkesKementerian Kesehatan RI.“Saya sebagai dokter konvensionalawalnya ragu dan skeptis tentangjamu, tapi setelah mengikuti pelatihansaintifikasi jamu selama 50 jam danmelaksanakan penelitian berbasispelayanan menjadi yakin, bila jamumempunyai khasiat, manfaat danaman”, ujar dr. Supriadi peserta Diklatjamu angkatan pertama.Kini, sudah tiga angkatan Diklatjamu dengan total alumni 90 dokter.Mereka telah memperoleh materitentang aspek legal, metologipenelitian, diagnostik, farmakodinamikdan praktek lapangan dari Dewandosen kepakaran masing-masing.Untuk praktek lapangan pesertamendapat pengalaman barubagaimana cara menanan jamu,merawat tanaman jamu, memanendan mengolah pasca panen, ujilaboratorium, formulasi ramuandan pelayanan pada Klinik Jamudr. Danang Ardiyanto,kepala Klinik JamuB2P2TO-OT
  19. 19. No.32/oktober/2011 Mediakom 19Tawangmangu.Menurut dr. Danang ArdiyantoAnggota Dewan Dosen PraktekLapangan, setelah lulus Diklat jamu,para dokter akan mendapat sertifikatkelulusan dari Badan Litbangkes,Sertifikat Kopetensi dari Ikatan DokterIndonesia ( IDI) Pusat, Surat BuktiRegistrasi (SBR) dari Dinas KesehatanProvinsi setempat dan Surat Tugas (ST)dari Dinas Kesehatan Kabupaten / Kotasetempat. Khusus SBR mempunyaimasa berlaku 5 tahun dan ST masaberlakunya satu tahun.Untuk lima tahun ke depan BadanLitbangkes mencanangkan 25 formulapenelitian. Untuk tahun 2011 ditetapkan4 formula penelitian yakni Kolesterol,Diabet, Asam Urat dan Darah Tinggi.Ke empat formula tersebut didasarkanpenelitian sebelumnya yang dilakukanoleh dokter seluruh Indonesia yangmenghasilkan 4 besar penyakit, sepertidisebutkan di atas.Dalam formula penelitian juga telahditetapkan berbagai aturan sehinggahasil penelitian tidak bias. “Untukitu, bahan telah distandarisasi olehKlinik Jamu Tawangmangu, kemudiandidistribusikan ke 18 puskesmaspenyelenggara penelitian jamuberbasis pelayanan”, kata dr. Danang.Dari seluruh puskesmaspenyelenggara penelitian telahdiperoleh target 500 sampel dengan125 sampel Kolesterol, 125 sampelDiabet, 125 sampel Asam Urat dan 125sampel Darah Tinggi. Seluruh pasienyang menjadi sampel penelitian tidakdikenakan biaya, bahkan mendapatbiaya bahan kontak Rp 50.000 setiapkunjungan ke puskesmas.Menurut dr. Danang, saat inisudah terbentuk kelompok kerja yangmembicarakan body of knowledgetentang jamu. Sehingga dapatdibuktikan bahwa jamu, selain dapatmenyembuhkan penyakit juga dapatmeningkatkan kebugaran tubuh.Hasil seluruh penelitian jamuberbasis pelayanan rencana akandi Launching pada saat pertemuanpengobatan tradisional Asia, akhirOktober 2011 di Tawangmangu, yangakan di hadiri peserta dari NegaraAsean dan Presiden RI, kata KepalaB2P2TO-OT Tawangmangu IndahYuning Prapti, SKM,M.Kes.Sekalipun demikian, masih banyaktantangan menghadang didepanmata, seperti mewujudkan animomasyarakat akan kebutuhan jamu.Sementara kamampuan penyediaanbahan baku dan dokter jamu yangmasih terbatas. Sedangkan KemeterianPertanian masih fokus padapenyediaan tanaman pangan. Untukitu dibutuhkan kerjasama semuapihak, baik lintas program maupunlintas sektor untuk memenuhi animomasyarakat akan jamu yang semakinbesar. Mampukah?§ PraIndah YuningPrapti, SKM,M.Kes.Kepala B2P2TO-OTTawangmangu. Sedangmenyaksikan tanamanobat pasca panen.
  20. 20. MEDIA UTAMA20 Mediakom No.32/oktober/2011 Jamu merupakan warisannenek moyang sebagaisalah satu alternative untukmemelihara kesehatan secaraturun temurun sebelumkemudian untuk mengobati penyakit.Merupakan salah satu modal untukmengembangkan jamu yang selamaini mulai terlupakan. Filosofi yanglain sesunggunya di Indonesiamemiliki kekayaan yang luar biasanamun belum terangkat secarailmiah, belum terdokumentasi denganbaik. Selama ini informasi khasiatjamu hanya dari mulut ke mulut, ujarIndah Yuning Prapti, SKM, M.Kes,Kepala Balai Besar Penelitian danPengembangan Tanaman Obat danObat Tradisional (B2P2TOOT) kepadaMediakom.Sekitar 30 ribu tanaman obattumbuh subur di Indonesia dansekitar 9 ribu diantaranya dapatdimanfaatkan sebagai obat. Sayangsekali, sangat sedikit pemanfaatanMENGURANGIKETERGANTUNGANIMPOR BAHAN BAKUOBATjamu berdasarkan kajian ilmiah(evidence based).Di Indonesia juga mempunyaibanyak kearifan lokal ramuan obattradisional. Di Jawa Tengah untukmengobati malaria menggunakanramuan daun johar dicampurkwalot/buah Makassar. Di Manadomenggunakan buah sirih dicampurmiama, sedangkan di Nusa TenggaraTimur menggunakan brotowali.“Untuk mengekplorasi kearifanlokal ramuan obat tradisional tersebut,pada tahun 2012 Badan Penelitian danPengembangan Kesehatan cq BalaiBesar Penelitian dan PengembanganTanaman Obat dan Obat Tradisional(B2P2TOOT) akan menyelenggarakanriset khusus Nasional tanaman obatberbasis komunitas”, Indah YuningPrapti menambahkan.Tetapi di balik itu, masih banyakdibutuhkan riset-riset untukmenunjang pengembangan obattradisional. Misalnya riset tentangbagaimana budidaya tanamanobat yang memenuhi standar goodagricultural practices (GAP), sehinggamenghasilkan tanaman obat yangterstandar. Dengan demikian ditanamdi mana pun, hasilnya sama. Hal iniperlu karena ada jenis tanaman obattertentu yang hanya bisa ditanam ditempat itu saja, sedangkan ditempatlain tidak bisa. Contohnya, pasak bumi,hanya tumbuh subur di Kalimantan.Purwoceng (bahan baku obat untukmeningkatkan stamina) hanya bisatumbuh subur di dataran tinggi Diengdan Tawangmangu.Selain itu, penelitian juga perludiarahkan seperti halnya pada obatkonvensional. Misalnya pada kasusorang alergi terhadap meniran, harusdilakukan penelitian untuk mencaritanaman obat yang khasiatnya sejenis,ujar Indah Yuning Prapti.Menurut Kepala B2P2TOOT, masihbanyak tantangan yang dihadapi untukpengembangan obat tradisional di
  21. 21. No.32/oktober/2011 Mediakom 21Indonesia.Tanaman obat belum terstandar,solusinya harus dilakukan kerja samadengan Pemda dan para petani untukmenanam tanaman obat. Memangtidak mudah tetapi harus dimulaidalam skala kecil dahulu (small scale)dahulu. Begitu petani merasakanuntung menanam tanaman obatbila dibandingkan dengan menanamsayuran , maka mereka maumenanam tetapi juga harus ada yangmenampung/membeli. SedangkanPemda terus melakukan pembinaanagar hasil tanaman obat para petaniterstandar dengan baik.Riset untuk mendukungkhasiat, keamanan dan mutu perluditingkatkan, misalnya dilakukansecara terpadu dengan lembaga risetyang lain. Tidak cukup kalau hanyadilakukan Badan Litbangkes Kemenkes.Contoh, untuk standarisasi sambilotodan rempah-rempah harus dilakukanBalai Tanaman Obat TradisionalKementerian Pertanian (Kementan).Saat ini peluang itu sudah terbuka,karena secara ex opisio KepalaB2P2TOOT menjadi Sekjen KelompokKerja Tanaman Obat Asli Indonesiayang keanggotaannya adalah pakarmasing-masing lembaga.Regulasi dalam pelayanankesehatan untuk memanfaatkanjamu. Regulasinya di Rumah Sakitada instalasi tenaga farmasi dantenaganya, tetapi jamu belum masukDaftar Obat Esensial Nasional (DOEN),mestinya harus mempunyai DaftarJamu Esensial Nasional (DJEN). Jadikalau sudah ada DJEN, dokter pun maumeresepkan jamu.Pengembangan dokter SaintifikasiJamu, sekarang baru 90 dokter yangtelah mendapat pelatihan SaintifikasiJamu, padahal Puskesmas di seluruhIndonesia saat ini jumlahnya sudahmencapai 9.005 unit.Perlu dikembangkan Fakultas atauDiploma Obat Tradisional. Pada bulanOktober ini kalau tidak ada halangan,Poltekkes Solo akan membuka D3Herbal. Kemudian ada S2 Herbal diMIPA-UI, tetapi pesertanya bukandokter. Sedangkan di China, sudah adaFakultas Kedokteran yang memberikanmata pelajaran PengobatanTradisional. Setelah menyelesaikanSarjana Kedokteran, dibagi duajurusan yaitu Sarjana KedokteranKonvensional dan Sarjana KedokteranTradisionalMengurangi ketergantunganbahan bakuTernyata tanaman obat itupromising untuk meningkatkanpendapatan masyarakat. Contohnyajahe, beberapa bulan yang laluharganya 125 ribu rupiah per kgkering, padahal sebelumnya harganyapaling tinggi 20 ribu rupiah. Halini terjadi karena masyarakat danindustri membutuhkan jahe yangluar biasa banyak sehingga jahe
  22. 22. MEDIA UTAMA22 Mediakom No.32/oktober/2011 merupakan komoditi yang sangatmenjanjikan. Namun masyarakatperlu diberikan sosialisasi. Kadang-kadang petani tidak tahu apauntungnya menanam jahe. Inilahpentingnya pembinaan oleh instansiterkait di bidang pertanian. Satucontoh lagi Purwoceng, tanaman yanghanya tumbuh subur di dataran tinggiDieng, tetapi di Tawangmangu jugabisa hidup. Harga per kilogram keringbisa mencapai satu – satu setengahjuta rupiah, tetapi petani tidak sabarkarena waktu panenya lama, 9 bulan.Contoh lain, misalnya stevia(pemanis non kalori) memangtanaman introduksi (tanamandari Negara lain ) tetapi dapatdiadaptasikan di Tawangmangu.Petani sudah bersedia menanamstevia dan sudah ada industri yangmembeli, tetapi jumlahnya masihkurang.Stevia digunakan untuk mengobatidiabetes, ini penting karena diabetesmenurut Riskesdas 2010 kasusnya diIndonesia cukup tinggi. Bahkan umurpenderitanya semakin muda, sehinggastevia mempunya pasar sendiri yangbagus, daripada impor aspartamedari Amerika. Baru-baru ini BadanLitbangkes bekerjasama dengan PTIndofarma untuk kemandirian bahanbaku artemisinin yaitu bahan bakuobat anti malaria, yang selama masihimpor dari Vietnam dan India. Malariadi Indonesia prevalensinya cukuptinggi.Sehingga dengan budidayaartemisinin, dapat mengurangi imporsedikit demi sedikit, walaupun untukitu diperlukan modal terlebih dahulu.Di samping itu, masih dibutuhkanlahan ribuan hektar untuk melayanikebutuhan industry karena malariajuga masih endemis di Indonesia.Tiga manfaatTanaman obat tradisionalmempunya 3 pathway (kemanfaatan).Satu untuk bahan baku obat modernsetelah diisolasi. Kedua, masyarakatIndonesia hampir 90% suka ramuanjamu. Jamu itu untuk pemeliharaankesehatan (promotif dan preventif),sesuai dengan prioritas KementerianKesehatan. Kalau minum jamu beraskencur, kunyit asem dan jahe sudahmenjadi tradisi seperti minum kopiatau teh , bisa dibayangkan dimana-mana akan berdiri pabrik minumantradisional. Dengan demikian,kebutuhan akan bahan baku jamutersebut akan meningkat tajam,sehingga petani tidak tergantung padatanaman pangan saja.Ketiga, fox tradisional medicineseperti jamu gendong perludilestarikan. Kendati sudah adaSaintifikasi Jamu yang sudah ilmiah,jamu gendong tidak boleh dilupakan.Perlu pembinaan kepada penjual jamugendong,agar dapat menghasilkanjamu gendong yang berkhasiat danaman.Macam-macam Istilah.Mungkin juga jamu belum popularkarena macam-macam istilah yangdigunakan. Organisasi KesehatanDunia (WHO) memakai istilah HerbalMedicine, ASEAN menggunakan istilahTradisional Medicine, tetapi Indonesiamenggunakan istilah jamu. TradisionalMedicine Indonesia is Jamu, kataIndah Yuning Prapti. “ Siapa pun, kalokita halo-halo ke luar negeri sudahmenggunakan istilah jamu. Orang luarnegeri juga sudah tahu, kalau jamuitu dari Indonesia. Kalau dulu hampirdiklaim kepunyaan Malaysia”, ujarKepala B2P2TOOT.Persiapan ASEAN ConferenceInternasional TradisionalMedicine.Tugas Indonesia dalam InternationalConference ASEAN TraditionalMedicine, ada dua. Pertama, adalahsebagai model integrasi pelayananjamu dalam system pelayananformal. Jadi Indonesia menjadi modelIntegrited tradisional medicine in tohealth care system. Kedua, menjadimodel medicional plan gardenkebun tanaman obat, yaitu integrasikebun tanaman obat, pemberdayaanmasyarakat, proses produksi jamu danpelayanan jamu di klinik SaintifikasiJamu “Hortus Medicus”.Kebun penelitian, kebun produksi,Etalase Tanaman Obat , laboratoriumdan klinik sudah siap. Modelpemberdayaan rumah tangga dalammenanam tanaman obat juga sudahsiap sesuai dengan kemampuannya.Bahkan ada kampung tanamanobat berorientasi Saintifikasi Jamu.B2P2TOOT telah bekerja sama dengankelompok tani mengembangkantanaman obat. Benih disediakanB2P2TTOT, setelah panen hasilnyaharus dijual ke B2P2TOOT, ini jugasudah berjalan.§Jamu siap digunakan
  23. 23. No.32/oktober/2011 Mediakom 23Serombongan ibu-ibu PKK Colomadu, berkaos biru, tampaksumringah dan berkali-kali berdecak kagum “iki apikbanget” dengan logat jawa yang medok. Mengomentarisetiap menyaksikan bunga nan indah, pohon yang lucu dantanaman yang tertata rapi. Terkadang mereka terbengongkhusu’ mendengarkan penjelasan pemandu wisata jamu. Sampai temandibelakang menepuk pundak “ Heh ayo jalan, bengong saja”.Sementara Kepala B2P2TO-OT, Indah Prapti Yuning melihat darikejauhan, gerak girik para wisatawan jamu yang sedang berada diEtalase Taman Obat. Apalagi saat mereka tertawa ria, sambil bergayadiatas jembatan buatan. Ada nenek yang bergaya seperti remaja, laluberteriak foto dong... foto dong...pret...pret, suara tustel berbunyi, horee... teriakmereka gembira. Tukang batupun asikmengerjakan jembatan yang masih setengahjadi. “Bagaimana kalau jembatan itu runtuh,kasihan sama ibu-ibunya”, kata Indah sambilterheran-heran.Ternyata, keheranan Indah belum usai.Ada buah tanaman yang sudah mulai matangjuga raib, setelah berlalunya para wisatawanjamu tersebut. Maklum buah tersebutwarnanya merah unik dan rasanya manis,tentu sangat menggemaskan. Setiap orangyang memandang pasti ingin mencobanya.Wajar, bila serombongan ibu-ibu PKK punakhirnya juga mencoba.he..he..he..manislho..AyoWisataJamuIbu-ibu PKKColomadu sedangmenyimakpenjelasan pemanduwisata jamu.
  24. 24. MEDIA UTAMA24 Mediakom No.32/oktober/2011 Setelah capek berkeliling danberfoto ria, mereka berobat ke KlinikJamu. Ada yang berobat untuk dirinya,tapi ada yang membeli jamu untukorang tua dan saudara. “ Wisata kekebun jamu membuat sehat matauntuk memandang, sehat tubuh dapatmembeli jamu yang murah dan sehatpula hatinya, mengagumi ciptaanYang Maha Kuasa”, kata salah seorangpeserta wisata.Kebun koleksi seluas 3 hektaryang dirintis sejak tahun 1948itu berada persis di pinggir jalanraya, berketinggian 1200 meterdari permukaan laut, di kawasan
  25. 25. No.32/oktober/2011 Mediakom 25Tawangmangu. Lebih dari 950 speciestanaman terkoleksi, termasuk koleksidari luar negeri dengan tampilan nanelok, artistik dan menarik.” Rasanyaingin berlama-lama menikmati”,kataku dalam hati.Selain etalase jamu, masih banyaktempat wisata jamu yang siapmenyejukkan mata dan menguraikekaguman. Yakni Tlogo Dlingo,pegunungan seluas 13 hektar beradadi lereng gunung Lawu denganketinggian 1700-1800 meter di ataspermukaan laut. Berpanorama cantik,perpaduan bukit dan lemah yangserasi. Sangat cocok untuk tanamanjamu dataran tinggi dan tanaman obatGunung Lawu. Tersedia pula track danareal outbond.Pertengahan September 2011,merupakan kesempatan ke dua kalinyamengunjungi Tlogo Dlingo. Ternyatasedang bagus-bagusnya. Seluruhbukit sedang penuh tanaman jamuyang siap panen. Apalagi Artemesiaannua, tanaman obat anti malariatumbuh subur memenuhi lereng bukit.Untuk menikmati tanaman ini, dapatmengitari jalan setapak yang terbuatdari batako merah tersusun rapi danbersih.Pada puncak bukit, ditanami jamubernama purwoceng. Sejenis tanamanjamu yang dapat meningkatkanstamina. Bentuknya kecil dan pendek.Ia hannya tumbuh di Tlogo DlingoTawangmangu dan pegunungan Dieng.Siap panen setelah berumur 7-8 bulan.Harga jual 1kg kering Rp 1.500.000,-.Selain mengunjungi kebun jamu,wisatawan dapat pula mengunjungiKlinik Jamu, sekaligus berobat,konsultasi dengan dokter jamudan mendapat ramuan jamu asli,berkhasit, penuh manfaat. Dapatjuga menikmati wisata ilmiah denganmengunjungi instalasi benih danpembibitan jamu, isntalasi adaptasidan pelestarian, instalasi pasca panen,laboratorium sistematika tumbuhan,laboratorium hama dan penyakittanaman, laboratorium Galenika danlaboratoriun penelitian jamu lainnya.Wisatawan juga dapat mengenaliberbagai macam jenis jamu yangdisajikan secara audio visual dalammini teater, membeli berbagaiperelengkapan rumah tangga sepertiminyak atsiri, jamu instan, lilinaromaterapi, sabun, lulur, mangir danlain-lain. Harga ditanggung murah,meriah dan berhasiat.Bagi yang berminat untukberwisata dapat mengunjungi BalaiBesar Penelitian dan PengembanganTanaman Obat dan Obat Tradisonal( B2P2TO-OT) Tawangmangu. JalanRaya Lawu No. 11 TawangmanguKarangannyar, Jateng. Tlp.0271-697010 atau wesite:www.b2p2toot.litbang.depkes.go.id.§ PraKaryawan B2P2TO-OT sedang merawattanaman obat.
  26. 26. MEDIA UTAMA26 Mediakom No.32/oktober/2011 Di tengah-tengah kesulitan,pasti ada kemudahan.Pepatah ini lebih tepatuntuk menggambarkankondisi Indonesia dalammenghadapi sulitnya bahan bakuobat dan gempuran obat tadisionalasing ke Indonesia. Saat ini hampir95 persen bahan baku obat masihdiimpor, sementara obat tradisionaldari China dan Malaysia membanjiripasar Indonesia. Akibatnya, pasar obattradisional Indonesia makin terjepit danharga obat Indonesia semakin mahal.Kondisi ini bertambah parah,karena pemanfaatan jamu belum bisaditerima luas di kalangan medis karenaminimnya hasil-hasil penelitian yangmendukung data/informasi efektivitasdan keamanan jamu.Padahal Indonesia merupakansalah satu Negara penghasil tanamanPEMBUKTIANILMIAH UNTUKMENJAMINMUTU DANKHASIAT JAMUobat terbesar di dunia karena 30 ributanaman obat tumbuh subur di tanahair.Di Balai Besar Penelitian danPengembangan Tanaman Obatdan Obat Tradisional (B2P2TTOT)Tawangmangu dengan lahan sekitar 15hektar, memiliki sedikitnya 950 spesiestanaman berkhasiat obat. Baik untukbahan baku obat tradisional maupunbahan baku obat modern. Tetapidi balik kedigdayaan tanaman obat,obat tradisional khususnya jamu yangmerupakan warisan nenek moyangsejak beratus-ratus tahun yang lalubelum mampu menjadi tuan di negerisendiri.Dengan penduduk 230 juta jiwa,Indonesia adalah pangsa pasar obatyang besar. Indonesia harus bangkitmemanfaatkan tanaman obat yangmelimpah ruah ini untuk kesejahteraanmasyarakat.Menurut Kepala B2P2TOOT BadanLitbangkes Kementerian Kesehatan,Indah Yuning Prapti, SKM., M.Kes,terdapat beberapa kendala mengapaobat tradisional Indonesia belumberkembang seperti yang diharapkan.Pertama, tenaga medis yang memilikikeahlian mendiagnosis pasien belumpercaya terhadap khasiat jamu karenaminimnya data/informasi pendukungtentang efektivitas dan keamananjamu. Tetapi hal ini bukan kesalahantenaga medis, karena di bangku kuliahmereka hanya mendapatkan pelajarankedokteran barat (baca : konvensional).Kedokteran konvensional umumnya,dalam mengobati pasien berdasarkanbukti-bukti ilmiah. Sementara, khasiatdan mutu obat tradisional masihberdasarkan bukti-bukti emperis.Kedua, tanaman obat belum menjadiKaryawan mengolahjamu pasca panen.
  27. 27. No.32/oktober/2011 Mediakom 27prioritas pengembangan, karena masihfokus pada tanaman pangan. Sehinggapetani tanaman obat seolah-olah tidakmempunyai masa depan yang cerah,secerah petani tanaman pangan.Petani tanaman obat tradisional tidakbergairah, produksinya tidak mencukupikebutuhan pasar dan mutunya punbelum terstandar.Saintifikasi JamuDi tengah-tengah kebutuhan obatyang semakin meningkat dan potensitanaman obat yang dimiliki Indonesia,jamu harus masuk dalam pelayanankesehatan formal. Juga dalam rangkamengantisipasi persaingan global dibidang jamu dan tersedianya jamu yangaman, memiliki khasiat nyata dan terujisecara ilmiah, Kementerian Kesehatanmembuat terobosan baru. Terobosanbaru itu namanya Santifikasi Jamuyang diatur melalui Peraturan MenteriKesehatan Republik Indonesia No. 003/MENKES/PER/I/2010. Tetapi terobosanyang diinisiasi Kementerian Kesehatanini belum cukup, kata Indah YuningPrapti menambahkan. Tidak cukupkalau hanya dilaksanakan di B2P2TOOTTawangmangu saja, tetapi juga harusdikembangkan di daerah-daerah lain,karena tiap-tiap daerah mempunyaikearifan lokal tanaman obat yang luarbiasa banyaknya. Selain itu, kebijakanini juga harus didukung oleh instansi-instansi terkait lainnya dan masyarakatpada umumnya. Instansi-instansi terkaittersebut antara lain KementerianPertanian, Kementerian Keuangan,Kementerian Riset dan Teknologi,Pemerintah Daerah, dunia usaha danmasyarakat pada umumnya.Saintifikasi Jamu adalah pembuktianilmiah jamu melalui penelitian berbasispelayanan kesehatan. Salah satuprogram terobosan ini pada tanggal6 Januari 2010 Menteri Kesehatan dr.Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH,Dr.PH meluncurkan Program SaintifikasiJamu bersamaan dengan pencananganPencatatan Kematian di 8 provinsibertempat di Kendal Jawa Tengah.Dalam rangka pembinaan danpeningkatan Saintifikasi Jamu, Menkesjuga telah mengeluarkan KeputusanMenteri Kesehatan No. 1334/MENKES/SK/IX/2010 tentang Komisi Nasional(Komnas) Saintifikasi Jamu. AnggotaKomnas Saintifikasi Jamu terdiri unsurKementerian Kesehatan, PerguruanTinggi, Organisasi Profesi (IkatanDokter Indonesia, Ikatan ApotekerIndonesia dan Majelis KehormatanEtik Kedokteran Gigi), Badan PengawasObat dan Makanan, Lembaga IlmuPengetahuan Indonesia, GabunganPengusaha Jamu dan Rumah Sakit.Komnas Saintifikasi Jamu antara lainmempunyai tugas menyusun pedomannasional pelaksanaan saintifikasijamu. Mengusulkan kepada KepalaBadan Penelitian dan PengembanganKesehatan (Litbangkes) bahan jamu,khususnya segi budi daya, formulasi,distribusi dan mutu serta kemananyang layak digunakan untuk penelitian.Melakukan koordinasi dengan peneliti,lembaga penelitian dan universitasserta organisasi profesi dalam dan luarnegeri, pemerintah maupun sawstadi bidang produksi jamu. Membentukjejaring dan membantu peneliti dokterdan dokter gigi serta tenaga kesehatanlainnya yang melakukan praktik jamudalam seluruh aspek penelitiannya.Membentuk forum antar tenagakesehatan dalam saintifikasi jamu.Melakukan pendidikan berkelanjutanmeliputi pembentukan dewan dosen,penentuan dan pelaksanaan silabus dankurikulum serta sertifikasi kompetensi.Memberikan rekomendasi perbaikandan berkelanjutan program SaintifikasiJamu kepada Menteri, dan lain-lain.Indah Yuning Prapti yang jugamenjabat Anggota Bidang PraPelayanan (Ketersediaan, KontiunitasBahan Uji dan Distribusi Komnas Jamukepada Mediakom di Tawangmangubaru-baru ini mengatakan , dalamSaintifikasi Jamu semua jamu yangdibutuhkan dalam penelitian disediakanoleh B2P2TTOT secara gratis, meliputiempat formula yaitu jamu untukdarah tinggi, diabetes, asam uratdan kolesterol. Hasil dari penelitiandokter Saintifikasi Jamu ini menurutrencana akan dilaunching pada akhirOktober atau awal November 2011
  28. 28. MEDIA UTAMA28 Mediakom No.32/oktober/2011 bersamaan dengan diselenggarakannyaASEAN Traditional Medicine diSolo, Jawa Tengah. Dikatakan, kalauuntuk memenuhi kebutuhan jamudi sarana kesehatan formal di JawaTengah, B2P2TOOT masih mampumenyediakannya. Namun kalaupenggunaan jamu untuk pengobatandi fasilitas kesehatan formal akandiperluas ke seluruh tanah air, makaperlu dikembangkan sentra-sentrapengembangan obat tradisional didaerah-daerah. Untuk itulah dukungandan peran serta lintas sektor laintermasuk swasta sangat diperlukan,karena untuk masalah penyediaanbahan baku jamu yang notabeneberasal dari tanaman bukan tugaspokok dan fungsinya KementerianKesehatan.Pihak Kementerian Kesehatan sudahmelakukan audiensi ke KementerianPertanian tentang bagaimanaupaya-upaya yang perlu dilakukanuntuk penyediaan bahan baku jamu.Sementara ini Kementerian Pertanianmasih fokus pada tanaman pangan,sedangkan tanaman obat belummenjadi prioritas. Karena Kemenkesberinisiatif menggalakkan penggunaanjamu , maka mau tidak mau, suka tidaksuka Kemenkes melalui B2P2TOOTTawangmangu menyiapkan bahan bakutanaman obat ini.Untuk ke depan, ada wacana yangmembahas wadah semacam BadanUrusan Logistik Jamu , yaitu semacambadan penyangga yang menampungdan membeli bahan baku jamu untukkeperluan nasional, sehingga petani-petani mau menanam bahan bakuobat tradisional sehingga secara tidaklangsung pendapatan para petanimeningkat dan kebutuhan bahan obatdapat terpenuhi.dr. Danang Ardiyanto, salah seoranganggota Dewan Dosen Saintifikasi Jamudi B2P2TOOT, mengatakan “karenakonsep Saintikikasi Jamu masih dalamranah penelitian, dibutuhkan multisenter atau banyak tempat untukmelakukan penelitian penggunaanjamu secara bersama-sama”.Sebelum melakukan penelitian,para dokter Puskesmas Karang Anyardan Kendal yang akan melakukanpenelitian diberikan pendidikan danpelatihan (Diklat) Saintifikasi Jamu .Saat ini B2P2TOOT telah melakukan3 kali pelatihan Santifikasi Jamu padamasing-masing angkatan diikuti30 dokter. “ Jadi sekarang sudahmempunyai 90 dokter yang telahdilatih Santifikasi Jamu”, tambah dr.Danang.Sedangkan untuk melakukanpelayanan, diperlukan koordinasidengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)sebagai wadah organisasi para dokter.Bahkan telah ditandatangani MoU atauKesepakatan Bersama antara KomnasSaintifikasi Jamu dengan Ketua UmumIDI dr. Prijo Sidipratomo,Sp. Rad (K). Halini diperlukan karena sesuai UndangUndang Praktik Kedokteran bahwadokter dalam memberikan sesuatukhususnya obat kepada pasien harusberdasarkan golden standar. Jadi harusberdasarkan evidencebase medicine,padahal untuk jamu belum banyakbukti-bukti pendukung ilmiahnya.Justru melalui Saintifikasi Jamu initujuannya untuk mendapatkan bukti-bukti ilmiah tersebut. Tetapi dokterjuga perlu diberikan perlindungandalam memberikan pelayanan kepadapasien agar tidak dituduh melakukanmalpraktik.Setelah mengikuti pelatihan, dokter-dokter tersebut memperoleh suratkompetensi dari IDI sebagai persyaratanuntuk memperoleh Surat BuktiRegistrasi (SBR) yang dikeluarkan KepalaDinas Kesehatan Provinsi. Jadi SBRadalah surat ijin bagi dokter SaintifikasiJamu untuk menjalankan penelitianpenggunaan jamu kepada pasien diPuskesmas.Kemudian dengan SBR, ditambahSurat Tanda Registrasi yang telahdimiliki dokter mengajukan ijin keKepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk mendapatkan surattugas. Jadi dokter Saintifikasi Jamumempunyai dua surat ijin praktik, yaituSurat Ijin Praktik yang dikeluarkan olehKepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berdasarkan Surat TandaTenaga kesehatanmengolah jamu dalamkemasan khusus.
  29. 29. No.32/oktober/2011 Mediakom 29Registrasi (STR) yang dikeluarkan KonsilKedokteran Indonesia (KKI) untukmenjalankan praktek konvensional, danSurat Tugas berdasarkan SBR dan SuratKompetensi yang dikeluarkan IDI untukmenjalankan praktik Saintifikasi Jamu.Menurut dr. Danang, berdasarkanlaporan para dokter peneliti SaintifikasiJamu hampir 80 persen pasien inginmelanjutkan pengobatan dengan jamu.Hal ini menjadi penting,karena animomasyarakat sangat besar terhadapjamu. Tetapi ada beberapa hambatanbagaimana penyediaan bahan bakuselanjutnya bila jamu akan digulirkansecara luas ke seluruh Indonesia. Tidakmungkin B2P2TTOT Tawangmangumengampu semuanya.Menurut dr. Danang, materipelatihan dibagi dalam beberapa blok,pertama medico etiko legal, keduatentang penelitiannya karena merekadokter umum sehingga perlu dilatihuntuk melakukan penelitian. Kemudian,blok diagnosis, karena dalamSaintifikasi Jamu akan memberikansentuhan yang berbeda dibandingkandengan pengobatan konvensional.Jadi penilaiannya lebih mendalam.Kemudian blok terapi, dasarnya karenamereka dokter umum pendidikannyawestern medicine untuk memberikanjamu harus diberikan pengetahuan,filosofi jamu dan sebagainya.Pengajarnya adalah dewan dosenyang merupakan kumpulan daripakar-pakar dari seluruh Indonesia,berbadasarkan blok. Untuk blok etikomedico legal meliputi masalah hukum,perijinan dan sebagainya dari MajelisKehormatan Etik Kedokteran (MKEK).Blok penelitian, selain dari BadanLitbangkes, juga dari Universitas-universitas seperti FK UGM, IDI, FK-Unair, dan lain-lain.Untuk diagnosis menggunakanjamu, yang diukur dengan penggunaanjamu selain efikasi/ manfaatpenyembuhan sakitnya, jugabagaimana meningkatkan kebugaran,sehingga ke depan akan terbentukmengenai ilmu jamu. Contohnya,diagnosis masuk angin. Di kedokterankonvensional tidak ada, tetapi kalauditanyakan kepada pasien yaitusekumpulan gejala seperti kembung,diare, dan panas tenggorokan. Untukitu BBTTOT sedang membentukworking grup untuk membangun bodiof knowledge mengenai jamu.Empat formulaPada tahun ini, Saintifikasi Jamuyang dijalankan meliputi 4 formula/jamu yaitu jamu untuk hipertensi,Diabetes Melitus, asam urat danhiperkolesterol. Sebelum dilakukanpemilihan 4 formula sudah dilakukanpenelitian oleh Badan Litbangkes tahunlalu. Karena Saintifikasi Jamu dalamranah penelitian, otomatis bahanyang digunakan harus terstandar.Semua bahan, semua perlakukan,pengukuran harus terstandar. Bahan-bahannya pun yang terstandarharus dan berasal dari satu tempatyaitu B2P2TOOT Tawagmangu. Jaditeknis pelaksanaannya, semua bahansudah diracik/diramu di B2P2TOOTTawangmangu, sudah dikemas,kemudian didistribusikan ke seluruhdokter-dokter Saintifikasi Jamu.Jadi dokter Saintifikasi Jamu dalammeberikan obat tidak meracik sendiri,karena sudah diramu oleh B2P2TOOT.Dokter tinggal menjaring pasiennya,kemudian melakukan penilaianberdasarkan kriteria yang ditentukandalam protocol yaitu kriteria formula,kemudian kriteria inklusi, berisi subyekpenelitian yang dijaring itu apa saja,misalkan untuk hipertensi yang djaringadalah yang tensinya ringan duluKaryawan klinikmelayani resep jamu
  30. 30. MEDIA UTAMA30 Mediakom No.32/oktober/2011 saja, yang berat dan sedang tidakdimasukkan . Kemudian dari segi usia,kriterianya agak ketat. Misal, oranghamil tidak dimasukkan dulu. Jadimengambil sample yang risikonyarendah. Selama penelitian tidakboleh menggunakan obat-obat yanglain, agar tidak bias manfaatnya,mengetahui kesembuhan pasienkarena jamu atau obat yang lain. Jugadiatur bagaimana menjamin keamananjamunya, melalui pengukuran fungsihati dan , fungsi ginjal sebelum dansesudah meminum jamu.Karena ini ranah penelitian, pasientidak mengeluarkan biaya sedikit pun.Baik untuk jamunya, maupun untukpemeriksaan penunjangnya serta biayakonsultasinya juga gratis. Bahkanpasien mendapat bahan kontak, artinyapasien mendapat uang transport Rp 50ribu setiap kunjungan.Tim Pusat B2P2TOOT setiap duaminggu sekali melakukan monitor/evaluasi dengan melakukan kunjunganke dokter-dokter Saintifikasi Jamu.Kemudian pada pertengahanAgustus 2011 dilakukan pertemuanuntuk melakukan monitoring untuksemua dokter Saintifikasi Jamu. Darihasil evaluasi tersebut, dilaporkanhambatan utamanya adalah rasa jamu.Keluhan terutama untuk jamu DMkarena rasanya pahit. Tetapi secarateknis pelaksanaan tidak ada kesulitanyang berarti. Justru yang menjadipenting adalah, bagaimana setelahpenelitian ini selesai. Di satu sisi pasienmasih ingin melanjutkan pengobatanjamu, di sisi lain masa penelitiannyahanya satu bulan. Karena setelah satubulan, ternyata masih banyak pasienyang ingin melanjutkan pengobatanjamu. “ Hampir 80 persen inginmelanjutkan”, ujar dr. Danang.Hak Kekayaan IntelektualSaintifikasi Jamu tahap pertamasudah selesai dilakukan. Hasilnyaberupa efektivitas jamu dalammengobati 4 penyakit akandiumumkan pada akhir Oktober atauawal November 2011 bersamaandiselenggarakannya ASEAN ConferenceInternatioanl Traditional Medecinedi Solo, Jawa Tengah. Tetapi dari hasilevaluasi yang dilaksanakan padaAgustus 2011, animo masyarakatterhadap jamu tinggi, lebih dari80 responden ingin melanjutkanpengobatan dengan jamu, karenabadannya lebih segar, buang air besarlebih lancar dibandingkan sebelumnyadan lain-lain. Hal ini membuktikanbahwa jamu memberikan manfaatbaik dalam menjaga dan meningkatkankesehatan maupun untuk mengobatiberbagai penyakit. Sebagai awalprogram ada kendala yang dihadapi,tetapi kendala-kendala tersebutrelative dapat diatasi. Kendala-kendalayang belum terpecahkan, menjadimasukan berharga untuk dilakukanperbaikan guna penyempurnaanpenelitian-penelitian selanjutnya.Keberhasilan Saintifikasi Jamu adalahbuah perjuangan panjang yang dirintisKementerian Kesehatan bersamapara mitranya. Karena itu SaintifikasiJamu adalah keberhasilan masyarakatIndonesia dalam memajukan danmenyejahterakan rakyat Indonesia.Agar hasil kerja keras ini tidakdisalahgunakan oleh pihak-pihakyang tidak bertanggung jawab, sudahsaatnya semua proses SaintifikasiJamu didokumentasikan dan bahanserta hasilnya didaftarkan sebagai HakKekayaan Intelektual Indonesia. Jangansampai di kemudian hari, bahan bakuobat Asli Indonesia dan hasil penelitianJamu dipatenkan oleh industri apalagiNegara lain.§ SmdPelayananresep jamu
  31. 31. No.32/oktober/2011 Mediakom 31Dr. SitiMahfudzahKepala Puskes Colomadu 1,alumnus FK UNS Tahun 2003--------------------------------------------------Ikut pelatihan dokter SaintifikasiJamu angkatan ke-2, akhirSeptember sampai awal Oktober2010 selama 50 jam atau satuminggu. Dalam pelatihan dibekalidengan teori penelitian, dilanjutkandengan ilmu tentang jamu di BalaiBesar Penelitian dan PengembanganTanaman Obat dan Obat Tradisional(B2P2TOOT) Tawangmangu termasukkunjungan ke kebun tanaman obat,etalase tanaman obat, sekaligus keKlinik Saintifikasi Jamu B2P2TOOT diTawangmangu.Ketika mengikuti pelatihan dr.Siti sedang mengandung. SosialisasiSaintifikasi Jamu kepada respondendan penjaringan pasien barudilakukan usai cuti melahirkan.Semua respondennya yang berjumlah12 orang, responnya bagus.Respondennya terdiri dari PNSmaupun pasien-pasien yang sudahkenal baik. Awalnya, Jamu yang akandigunakan untuk penelitian dipajangMenkes dr. EndangRahayu Sedyaningsih,MPH, Dr. PH, padatanggal 6 Januari 2010di Kendal, Jawa Tengahmencanangkan Saintifikasi Jamu.Tujuannya memberikan landasanilmiah (evidence based) penggunaanjamu secara emperis melalui penelitianberbasis pelayanan kesehatan.Mendorong terbentuknya jejaringdokter atau dokter gigi dan tenagakesehatan lainnya sebagai penelitidalam upaya preventif, promotif,rehabilitative dan paliatif melaluipenggunaan jamu. Meningkatnyakegiatan penelitian kualitatif terhadappasien dengan penggunaan jamu.Meningkatkan penyediaan jamu yangaman, memiliki khasiat nyata yangteruji secara ilmiah, dan dimanfaatkansecara luas baik untuk pengobatansendiri maupun dalam fasilitaspelayanan kesehatan.Untuk mengetahui bagaimana paradokter melakukan penelitian tentangkhasiat jamu dan bagaimana responresponden dalam Saintifikasi Jamu,Mediakom berbincang-bincang dengantiga peneliti Saintifikasi Jamu. Berikutpetikannya.APAKATADOKTERJAMU?
  32. 32. MEDIA UTAMA32 Mediakom No.32/oktober/2011 di Puskesmas, sehingga menarikperhatian beberapa pasien. “Bu nikinopo to bu, saya mau bu”, ujar dr. Sitimenirukan pasiennya. Wah ini jamu dariKlinik Hortus Medicus Tawangmangu .Untuk penelitian terhadap 12 pasien.Nanti kalau ada penelitian lagi, sayausahakan, jawab dr. Siti.Sebelum dilakukan penelitian, parapasien dilakukan pemeriksaan terlebihdahulu. Tetapi pasien yang menjadisasaran penelitian menginfokan kepara tetangga secara “getok tular”.Sehingg banyak pasien yang memintajamu. Kemudian saya informasikanbahwa di Klinik Saintifikasi Jamu“Hortus Medicus” milik B2P2TOOTTawangmangu sudah melayanipengobatan dengan jamu.Di tempat saya bertugas, DesaSiaga-nya berjalan baik, dan BuLurah sebagai Ketua PKK sangat aktif,bahkan pernah mengajak piknik kaderPKK ke B2P2TOOT Tawangmangu.Pada kesempatan tersebut jugadimanfaatkan untuk berobat di klinikSaintifikasi Jamu. Mereka bangga,kendati harus merogoh kocek 20 riburupiah untuk biaya sekali berobat.Saya kebetulan juga konsumenjamu, setiap melahirkan saya pakaijamu, dan sekarang saya juga pakaijamu untuk pelancar ASI. Hasilnya,subhanalloh aman-aman saja dan sayapernah gunakan yang pelancar ASIekstrak dari pabrikan ternnyata hasilnyasama dengan yang digunakan untukpenelitian, ujar dr. Siti.Dr. Siti menceritakan, dalampenelitian ada 1 pasien yang gagalbukan karena jamu tetapi karena tidakpatuh dalam mengkumsi makanan.Pasien yang dimaksud menderitasakit gula, mestinya diet tetapi justru, minum es cendol, es degan, tahubacem dan sebagainya. Akibatnyapernah sampai muntah-muntah.Ada satu lagi pasen PNS yangmenderita Diabetes Melitus (DM).Selain minum jamu yang disediakanjuga dikonsultasikan ke ahli gizi.Sebelum minum jamu, gula darahnya348, setelah diobati dengan jamuselama satu bulan gula darahnya turunmenjadi 156.Semua pasien menyatakan rasa enakdi badan “seger”, meskipun kadang-kadang, gulanya turunnya sedikit. Adasatu pasien ibu-ibu, ketika ditanya“pripun Bu kok mboten kontrol malih”(bagaimana bu, kok tidak kontrol lagi?).Kulo pun sekeco e bu (saya udah enakbu), ujar dr. Siti menirukan pasiennya.Biasanya kalau sakit DM seluruhbadannya sakit semua (neoropati),tetapi setelah minum satu minggusudah merasa tidurnya enak,kesemutannya berkurang. Satu lagipasien yang sudah sepuh, ketikaditanya “ pripun mbah “? Jawabannya,kulo mbucale (buang air besar) lancar,padahal sebelum minum jamu buangair besarnya tidak lancar, kata dr. Sitimenceritakan pengalamannya.Dari semua formula, jamu untukDM rasanya paling pahit karenamerupakan campuran sambiloto danbrotowali, kata para responden. Untukmenghilangkan rasa pahit itu, kadang-kadang pasien prustasi, akhirnya adayang ngemut gula,sehingga waktudiperiksa gula darahnya naik lagi.Tetapi jamu untuk kolesterol, asamurat dan hipertensi umumnya bagus.“Pasien saya sebelum pengobatan, guladarahnya 180 dan 160 tetapi karenakontrolnya baik, penurunnya signifikan”,ujar dr. Siti. Jadi setelah penelitianini perlu tindak lanjut. Dari 12 pasientingkat keberhasilnya sekitar 85 persenDr. Siti menyarankan untukke depan, Saintifikasi Jamumembutuhkan dukungan semuapihak, tidak bisa hanya dilakukanKementerian Kesehatan saja. Contoh,penyediaan bahan baku obat, kalauhanya dari B2P2TOOT Tawangmangutidak mencukupi, juga distribusinya kePuskesmas memerlukan dukungan.§Dr. SupardiAlumnus FK UMY Yogyakarta.,Tahun 2002, PTT 1,5 thn diPuskesmas Jatioso . Karanganyar.Sekarang Kepala PuskesmasTawang Mangu, sejak 2006.--------------------------------------------------Seperti rekannya dr. Siti, pelatihanSaintifikasi Jamu yang diikuti dr.Supardi. Setelah pelatihan, denganmotivasi, dukungan dan niat baik dariBadan Litbangkes, saya tergugahuntuk ikut berperan dalam SaintifikasiJamu menuju kemandirian bangsa.Indonesia mempunyai potensi tanamanobat yang luar biasa kalau digali danditekuni tetapi kelanjutannya perludukungan semua pihak. Saya sebagaidokter yang langsung berhubungandengan masyarakat, mengharapkanpara pengambil kebijakan meneruskanpenelitian ini untuk kemandirianbangsa.Empat penyakit yang menjadi sasaranpenelitian merata diderita masyarakatberpenghasilan rendah maupun yangekonominya mapan. Dari keempatformula tersebut respon pasien cukupbaik. Tetapi yang perlu diinformasikankepada mereka bahwa minum jamutidak seperti minum obat kimia, jamuefeknya baru kelihatan setelah rata-ratapengobatan minggu ke-3. Bahkan untukhipertensi pada minggu ke-4. Padaminggu ke-3 tensinya masih fluktuatif,tetapi setelah minggu ke-4 tensinyasudah normal. “Dari pengalamanini mungkin sebaiknya penelitiandiperpanjng menjadi 3-4 bulan. Kalaupengobatan baru berjalan satu sampaidua minggu penurunannya baru
  33. 33. No.32/oktober/2011 Mediakom 33dr. ItaKusumawati, M.KesKepala Puskesmas Jenawi,Alumnus FK UNS tahun 2000----------------------------------------------------------------------------------Awalnya para dokter Puskesmas di KabupatenKaranganyar direkrut B2P2TOOT Tawangmangu untukmengikuti program pelatihan Saintifikasi Jamu. Setelahdilatih, kemudian diberikan bekal untuk melakukanpenelitian jamu berbasis pelayanan kesehatan. Menjadidokter Saintifikasi Jamu sangat menarik, karena harusmembandingkan sesuatu yang di bangku kuliah tidakditerimanya yaitu jamu, ujarnya memulai percakapan.Kebetulan, saya bertugas di daerah cukup terpencilyaitu , di Puskesmas Gunung Lawu. Pasien yangdijadikan obyek penelitian rata-rata 50-60 persen sudahpernah menggunakan jamu. Jadi sosialisasi pengobatanmenggunakan jamu, tidak mengalami kesulitan. Baikjamu untuk sekedar menjaga stamina seperti jahe, beraskencur maupun jamu untuk terapi itu sendiri. Dalam prosespenelitian, banyak sekali liku-likunya, dr. Ita menambahkan.Tetapi yang menarik, ada seorang pasien yang akhirnyagagal terapi dalam pengertian drop out. Hanya karena “kendil yang digunakan untuk merebus jamu” pecah sampaiketiga kalinya. Akhirnya dia melapor “ sampun lah bu ,kulo mboten usah melanjutkan saja”. Kejadian ini sudahdisampaikan sebagai masukan kepada Tim, untuk kedepanselain jamu juga harus dipersiapkan kualinya.Pihak B2P2TOOT sudah menyediakan paket jamu dalamtas-tas, untuk satu minggu. Satu tas isinya 7 kantong, satukantong untuk sehari. Secara pribadi, Saintifikasi Jamu itupositif . “Saya merasa ini suatu terobosan. Sebetulnya, kitalihat dari segi masyarakat mereka butuh juga. Kalau puntidak diberikan oleh dokter atau tenaga kesehatan, merekaakan mencari sendiri”, ujar dr. Ita.Tetapi itu pengalaman emperis. Akan lebih baguslagi, kalau jamu diberikan oleh tim medis, distandarisasi,dosisnya sudah diukur, juga sudah dicoba keamanannya dansebagainya. Dari segi masyarakat itu senang sekali. Kalaudari kami (dokter), satu terobosan karena jamu itu memanguntuk penyakit-penyakit generatif. Lebih kepada yangsecara medis pun, contoh DM tidak ada obatnya. Jadi obatDM adalah untuk mempertahankan kadar gula dalam posisiterkontrol. Kalau menggunakan obat modern dalam jangkawaktu lama akan berefek pada ginjal dan sebagainya.Tetapi dengan terapi jamu sangat efektif, karena tidakberdampak negative, dr. Ita menambahkan.Antusiasmepasien ituluar biasa.Kendati pasien-pasien yangmenjadi obyekpenelitian hanyamendapatkanjamu satu bulan.Tetapi merekamengatakan,Bu saya merasaenak, gula sayaterkontrol, badansaya jadi enteng.Saya minta lagi.Saudara sayajuga minta.Ada juga yangadiknya minta,dr. Ita menirukanpasiennya.Menghadapibanyaknyapermintaanjamu, dr. Itaawalnya bingung,iki piye carane yo, kita kan hanya dijatah satu bulan.Untuk mengatasi hal itu, dr. Ita berkoordinasi denganB2P2TOOT dan mereka dapat menyediakan jamu. 90persen mereka ingin melanjutkan pengobatan denganjamu. Dari B2P2TOOT sudah menyatakan kesediaannyauntuk menyediakan bahan bakunya, tetapi karena di luarpenelitiana harus bayar. Mereka umumnya mau membayar.Bahkan berapa pun mereka mau membayar. Lalu adakesepakatan dengan B2P2TOOT, karena di Klinik SaintifikasiJamu Hortus Medicus sekali berobat pasien membayar 20ribu rupiah, maka pasien lanjutan juga dikenakan hal yangsama.Di Karanganyar sudah ada 18 dokter menjadi penelitiSaintifikasi Jamu. Jadi seluruh kecamatan . Hasilnyasudah disampaikan, secara umum 85 persen mengalamiperbaikan. Keluhan dari pasien, ada beberapa yang bersifatmual, tetapi bisa diatasi dengan memberikan obat antimual. Ada pula pasien yang mual, tetapi setelah jamunyaditambah madu, tidak mual lagi. Ada juga yang memakaiAntasit.§ Smdsedikit”, ujar dr. Supardi.Kendati penelitian sudah selesai,ada beberapa pasien yang minta jamulagi karena kebugarannya meningkat,badan lebih enteng, lebih nyaman,makan lebih lahap dan sebagainya.Ini yang tidak terdapat pada obatkonvensional, karena memang obatkonvensional satu obat untuk penyakititu tetapi untuk jamu ada beberapazat untuk mengatasi penyakit lain, dr.Supardi menambahkan.Dr. Supardi mengarapankan kedepan kalau jamu dikembangkandengan baik, yang jelas potensinyaluar biasa dan sumber dayanyalumayan banyak, maka pengobatanjamu berbasis penelitian ini harusberlanjut. Lebih ditingkatkan dan lebihbersemangat terutama para pengambilkebijakan.§
  34. 34. RAGAM34 Mediakom No.32/oktober/2011 umah sakit Dr.Soeomo Surabaya,telah membukapoliklinik obattradisional. Pasienyang berobat,di tawarkan menggunakan obattradisional. Bila berkenan, pasien dirujuk ke poli pengobatan tradisional.Pasien di observasi dahulu oleh dokter,kemudian mendapat obat racikantradisional sesuai dengan penyakityang diderita.Selain itu, poli pengobatantradisional juga menyediakanakupuntur, message (pijit) denganharga yang terjangkau. Poliklinik obatRRS Dr.Soetomo Surabaya bukaPoliklinik Obat Tradisionaltradisional RS.Dr.Soetomo bukanhanya melayani resep obat tradisional,tapi juga mengunakan sentuhankain batik sebagai ornament jendela,bad, bantal dan aroma terapi harumsemerbak dalam ruangan.Kehadiran poliklinik ini sungguhmenguntungkan. Masyarakat jadimempunyai pilihan untuk berobat.Selain harga obat tradisional lebihmurah, khasiatnya pun manjur.Kehadiran obat tradisional untukmelengkapi obat modern.Menurut dr. Arijanto Jonosewojo,SpPD, kepala poliklinik pengobatantradisonal RS Dr. Soetomo, sejakdibuka poliklinik obat tradisional(POT), rumah sakit menggunakanistilah sistem dua pintu. Ketika pasiendatang berobat, setelah dilakukandiagnosis serta diketahui penyakitnya,pasien akan ditawari, apakah akanmemanfaatkan pengobatan tradisionalatau pengobatan modern. Diharapkandengan penggunaan obat tradisonal dirumah sakit, kelak akan menjadi tuanrumah di negeri sendiri, serta menjaditamu terhormat di mancanegara.Awalnya, POT tidak berjalan denganmulus, banyak yang meragukanpengobatan tradisional ini. Setelahbeberapa tahun beroperasi dandidukung penelitian tentangmanfaat obat tradisional, misal jahe,temulawak, daun sambiloto dansebagainya. Kemudian para doktermendukung obat tradisional ini, katadr. Arijanto.Sekalipun demikian, diagnosispenyakit pasien tetap menggunakansarana teknologi kedokteran modern,misalnya hasil laboratorium ataurontgen. Seperti menggunakanpengobatan modern.“Yang terpentingdalam pengobatan tradisional jugaharus mengetahui secara jelas sakitpasien melalaui diagnosis awal”tambah dr. Arjianto.Obat tradisional, juga sama denganobat modern bahwa ada jamu-jamu tertentu yang sifatnya hanyamenghilangkan rasa sakit, tapi tidakbisa mengobati sumber sakitnya.Untuk itu, fungsi diagnosis sangatpenting, sehingga pengobatan tepatsasaran.“kehadiran obat tradisional fungsidan keberadaannya untuk salingmelengkapi obat-obat modern.Banyak penyakit-penyakit tertentuyang sampai saat ini belum ditemukanobatnya oleh teknik pengobatanmodern, namun bisa disembuhkandengan obat tradisional”, ujar dr.Arjianto.§ YNdr. ArijantoJonosewojo, SpPD,kepala poliklinikpengobatantradisonal RS Dr.Soetomo
  35. 35. No.32oktober/2011 Mediakom 35itbang, sulitberkembang. Begitupesimisnya seseorangmembuat joke denganinstitusi penelitiandan pengembangan.Semestinya, Litbangkes memangmenjadi lokomotif. Ia menjadipenggerak, pendorong dan penarikgerbong pembangunan kesehatan.Ia juga memberi arah dan landasanperencanaan pembangunan kesehatan.Nah, seperti apakah cita-cita muliaBadan Litbangkes yang bervisi lokomotif,legitimator dan pengawal pembangunankesehatan ?Badan Penelitian dan PengembanganKesehatan merupakan, unit yangpunya tanggung jawab mengelolalitbang bagi kebutuhan pembangunankesehatan Indonesia melalui Kemenkes.Secara sederhana, Badan Litbangkesharus mengelola litbang yang dapatmenjadi dasar perencanaan danpengorganisasian pembangunankesehatan (riset prasyarat), mengelolalitbang yang menjadi dasar dalampelaksanaan dan monev pembangunankesehatan (riset evaluasi), danmengelola pengembangan hasil riset.Dalam mengelola visi, perluperencanaan yang baik, benar, efektifdan efisien. Perencanaan secarasederhana dimulai dari penetapanrencana stratejik dan kebijakanKemenkes, sampai dengan implementasidi Badan Litbangkes. Mulai dariformulasi dan penetapan agendalitbangkes. Dilanjutkan formulasiprotokol sampai dengan menyusunrencana diseminasi dan utilisasi hasillitbangkes.LPERANAN PERENCANAANSecara umum peran perencanaanmeliputi; Pertama, Penetapkan tujuan,sasaran dan prioritas. Penetapan sasarandan prioritas untuk mencapai tujuanyang ditentukan dalam rencana. Dalammenyusun rencana, hal yang harusdilakukan lebih dahulu harus mendapatprioritas tertinggi. Pola prioritas tidakkaku artinya dapat diubah sesuai dengandinamika atau kebutuhan.Kedua, mobilisasi sumber. Suaturencana harus menetapkan pembiayaanyang akan menjadi dasar mobilisasisumber-sumber yang perlu. Adaberaneka ragam sumber eksternal daninternal yang dapat di gunakan untukmembiayai suatu rencana. Selain itu,rencana harus menentukan kebijakandan piranti untuk memobilisasisumber yang dapat memenuhipembiayaan rencana dengan sudahmemperhitungkan segala kemungkinan.Ketiga, administrasi yang efisien dantidak korup. Administrasi yang kuat,efisien dan tidak korup adalah syaratmutlak keberhasilan perencanaan.Namun di sinilah sering ditemukankekurangan pengelola sehinggadibutuhkan tenaga administrasi yangcakap dengan tugas utama untukmeyiapkan laporan kelayakan yang baikmengenai rencana yang diusulkan.Keempat, keseimbangan dalamrencana. Suatu rencana harus menjaminkeseimbangan yang tepat dalam banyakhal, kalau tidak akan muncul kelangkaanatau surplus pada waktu rencanadilaksanakan. Harus ada keseimbanganantara dana yang dimiliki dan investasiatau pembelanjaan, antara ketersediaandan permintaan, antara kebutuhan asetmanusia dan penyebarluasannya, dll.Kelima, hemat struktur dan kayafungsi. Setiap usaha harus dibuatberdampak positif dalam administrasi,khususnya dalam pengembanganunit-unit. Serta dukungan internal daneksternal merupakan faktor penting bagikeberhasilan perencanaan. Perencanaanmemerlukan dukungan luas darilingkungan pembuat rencana danpenerima rencana. Perencanaan harusdi atas kepentingan golongan/elementertentu tetapi pada saat yang samaharus mendapatkan persetujuan semuagolongan/elemen.PERENCANAAN LITBANGKESBadan Litbangkes sebagai unitutama Kemenkes bertanggung jawabmengelola litbangkes, seyogyanyamerencanakan litbangkes denganpenggunaan sumber atau aset yangdominan. Porsi kegiatan dan anggaranlitbangkes ideal adalah lebih besardaripada kegiatan dan anggaranrutin penggajian, pemeliharaan danoperasional.Proses perencanaan litbangkesdalam implementasi dapat dibagi duajenis, meliputi 1) perencanaan mikro,yaitu bagaimana litbangkes dapatdilaksanakan sesuai kaidah ilmiahdan etik, dan 2) perencanaan makro,yaitu bagaimana litbangkes dapatdimanfaatkan. Kedua jenis perencanaanlitbangkes ini harus dilakukan secarapararel dan berkesinambungan.Proses ideal perencanaan litbangkesdimulai setelah ada agenda litbangkes.Agenda litbangkes bila dipahami akanmemunculkan ide yang dilanjutkandengan memformulasikan protokolBadan Litbangkes:SUATU CATATANNagiot Cansalony Tambunan, SKM, MEKasubbag Program, Sekretariat Badan Litbangkes, Kemenkes
  36. 36. RAGAM36 Mediakom No.32/oktober/2011 litbangkes (rencana konkrit litbangkes),menyiapkan instrumen dan bahanpendukung, menyusun orientasi hasil,dan mengidentifikasi institusi sasaranmanfaat, sampai dengan menyusunkebutuhan anggaran dan biaya.Kualitas dari proses tersebut harusdijaga, karena itu diperlukan mekanismeyang bisa menyempurnakan protokoldan menyusun rencana anggaran danbiaya yang mengakomodasi protokol.Mekanisme ini dikenal dengan seminarprotokol. Seminar ini harus melibatkanpihak program teknis kesehatan danilmuwan. Dalam hal ilmuwan, adalahyang memiliki keahlian atau kepakaransesuai substansi dan juga ilmuwan yangmemiliki keahlian atau kepakaran yangterkait substansi (beyond health).Mekanisme di atas selalu ada diBadan Litbangkes, mulai dari seminarmelibatkan Dewan Riset Nasional padaperiode-periode awal Badan Litbangkes,seminar yang dikelola Panitia PembinaIlmiah (PPI) Badan Litbangkes denganseleksi in dan out, seminar internaldi satuan kerja dengan melibatkanuniversitas, juga seminar yang dikelolaoleh Sekretariat dengan melibatkanKomisi Ilmiah, Pengelola ProgramTeknis Kesehatan, dan Universitas.Tujuan seminar adalah sama, untukmenyediakan rencana litbangkesyang sesuai kaidah ilmiah, etik danbermanfaat.Dengan semua pengalaman dankondisi mekanisme penjaminankualitas proses perencanaan litbangkes,tentu perlu dinilai bagaimanakahkualitas perencanaan litbangkes yangsudah berjalan? Hal ini perlu karenalitbangkes dikelola untuk memberikanbukti prasyarat dan evaluasi dalampengelolaan program teknis Kemenkes.Berdasarkan peran perencanaansecara umum di atas, dapat dibuatdaftar tilik untuk menilai hal tersebut,yaitu:Tujuan: Apakah tujuan sudah relevandan bermanfaat bagi program teknisKemenkes? Bagaimanakah prospekpencapaian tujuan dengan rencanatahapan implementasi?Penetapan Sasaran dan Prioritas,terkait tujuan litbangkes:Apakah sasaran yang ingin dicapaidalam tujuan sudah menyangkut halumum dan khusus dan dinyatakansecara tegas?Bagaimanakah prospek untukmenentukan sasaran bisa dicapai?Apakah alat ukur atau indikator sudahtersedia?Mobilisasi Sumber:Apakah rencana sudah berhasilmengidentifikasi sumber-sumberinternal dan eksternal (al. dana,keahlian/kepakaran, lab, referensi, dll)?Apakah rencana sudahmengakomodasi kerjasama denganinstitusi lain terkait pengembanganjejaring atau kemitraan berdasarkanidentifikasi sumber? Bagaimanarencana mobilisasi sumber (al. dana,keahlian/kepakaran, lab, dll) dalam halprofesionalisme dan akuntabilitas?Administrasi yang Efisien dan TidakKorup:Apakah kelengkapan dokumenrencana sudah layak sebagai protokol?Apakah kebutuhan anggaran danbiaya sudah memenuhi prinsip-prinsipaturan keuangan yang berlaku?Bagaimana penerjemahan kebutuhansubstansi dalam rencana anggaran danbiaya?Keseimbangan dalam Rencana:Apakah rencana sudah mendukungimplementasi tugas dan fungsi?Apakah permintaan dana dinilai layaksesuai volume dan substansi?Apakah penggunaan aset manusiasudah sesuai dengan kebutuhanprotokol?Bagaimana pengelolaan sumber dayayang dimiliki dengan rencana kebutuhandalam protokol?Hemat Struktur dan Kaya Fungsi:Litbangkes harus memanfaatkansumber yang dimiliki Badan Litbangkesdengan tidak menimbulkan ongkostambahan, al. pembentukan tim yangmelaksanakan tugas yang sudah menjaditugas unit kerja tertentu, atau unitkerja yang melakukan tugas unit dariorganisasi lainKemitraan tidak membebanianggaran Badan Litbangkes karenaprinsip win-win solution atau kesetaraanDukungan:Apakah sudah relevan dengan agendalitbangkes?Apakah sudah mengakomodasikebutuhan Kemenkes?Apakah sudah mendapat dukungandari peer group di lingkungan litbang daniptek?Apakah protokol sudah diproses diinternal dan direkomendasikan olehreviewer peer group?KEBIJAKAN PUBLIKKebijakan publik yang dipahami danbermanfaat, sebagai salah satu indikatoryang menggambarkan keberhasilandari proses diseminasi dan utilisasi hasillitbangkes, bisa tercapai melalui translasihasil litbangkes ke dalam rencana aksiprogram atau kegiatan teknis Kemenkes.Seperti diketahui, output dari litbangPertemuanjaringanLitbangkes.
  37. 37. No.32oktober/2011 Mediakom 37adalah berbentuk laporan hasil, setdata, usulan HKI, HKI, publikasi dan opsikebijakan.Namun dalam artikel ini lebihditekankan pada opsi kebijakan,karena diharapkan ada manfaat hasillitbangkes terhadap masyarakatmelalui implementasi kebijakanpublik, yang sebenarnya merupakanbentuk kontribusi ideal litbangterhadap pembangunan sesuai alasanpembentukan pada awal Pelita II.Translasi dalam hal ini akanmenghasilkan makalah dari hasillitbangkes untuk pengambil/pembuat/perumus kebijakan di Kemenkes.Mengadopsi dari artikel MenjembataniPenelitian dan Kebijakan, berikut adalahbeberapa upaya dalam menghasilkanmakalah tersebut, yaitu:Menyediakan makalah kebijakandan makalah pembekalan kebijakan.Makalah kebijakan ditujukan secarakhusus untuk menampilkan bukti-buktisebagai penyokong informasi bagisuatu kebijakan. Makalah pembekalankebijakan ditulis dengan tujuan yangsama, hanya saja lebih pendek (sekitar1-6 halaman)Menyediakan kriteria untuk menilaimakalah kebijakan dan makalahpembekalan kebijakan. Tiga komponeninti yang menandakan kualitas makalahadalah: (i) menjelaskan inti persoalanii) memberikan pilihan solusi, termasukjuga solusi yang dipilih oleh penulismakalah; dan (iii) memuat kebijakanyang direkomendasikanEvaluasi meliputi ketiga komponeninti tersebut, dijabarkan sebagai berikut:Apakah klaim atas sesuatu disertaioleh bukti yang mendukung? Apakahargumen disampaikan dengan salingberkaitan (koheren), contoh terkait:Kejelasan sub-judul dan nomor.Misalnya bagian awal jangan hanyadiberi label ‘Pendahuluan’; tapi harusdisertai penjelasan singkat tentang labeltersebutKalimat pembuka dari setiapbagian membawa pada argumen yangingin disampaikan. Kalimat pertamaatau terakhir dari setiap paragrafmenunjukkan hal paling penting.Penyampaian secara efektif dan mudahdimengerti. Isi tulisan yang koheren.Hal-hal tersebut memiliki satukesamaan tujuan, yaitu untukmemungkinkan seseorang membacamakalah secara sekilas namun masihdapat menyerap keseluruhan argumenyang disampaikan.Apakah opsi kebijakan dipaparkandan dibandingkan sejelas mungkin?Apakah ada penekanan lebih lanjutterhadap opsi kebijakan yangdirekomendasikan?Dalam elemen opsi kebijakan,penasehat kebijakan perlu menunjukkankeahlian yang dimiliki dan memberikanargumen yang mendukung opsikebijakan yang dia rekomendasikan.Ilmu kebijakan berorientasi padamasalah dan tujuan yang ingin dicapai,karena itu makalah kebijakan harusmembuktikan bahwa rekomendasiyang diberikan merupakan suatu solusipraktis atas isu yang diangkat, dengandemikian memberikan kontribusi yangbermanfaat bagi pembuatan kebijakandan komunitas kebijakan.Bagaimana bagian penutup danrekomendasi merangkum keseluruhanmakalah secara jelas bagi para pembaca/pengguna? Berikut daftar uji terkait:Apakah bagian ini menyimpulkanbagian utama dari studi yang dilakukan?Apakah rekomendasi diberikan secaralogis dalam beberapa bagian sertadipaparkan dengan jelas?Apakah rekomendasi telah ditulissecara efektif?Apakah bagian penutup benar-benartelah membuat pembaca/penggunamerasa bahwa makalah tersebut telahkomplit?Visi Lokomotif PembangunanKesehatan menuntut Badan Litbangkesmampu menyediakan arah dan acuanuntuk digunakan dalam mengelolaprogram atau kegiatan teknis Kemenkes.Visi Legitimator PembangunanKesehatan menuntut Badan Litbangkesmampu memberikan bukti untukmanajemen program atau kegiatanteknis Kemenkes. Visi PengawalPembangunan Kesehatan menuntutBadan Litbangkes mampu memberikangambaran dinamika dan stratejik untukmencapai tujuan program atau kegiatanteknis Kemenkes.Dalam mencapai visi, BadanLitbangkes harus mampu memberikandata dasar, data mengenai hambatandan penerapan intervensi utama, datakelayakan (hasil riset prasyarat); datamengenai monitoring, evaluasi, dampakdan manfaat (hasil riset evaluasi); danmengembangkan pendekatan baru,efektivitas, dan peningkatan layanan(hasil pengembangan, perekayasaan,inovasi, dan invensi).Perencanaan litbangkes yangbaik dan benar, efektif dan efisienberpengaruh pada pembuatankebijakan pembangunan kesehatan olehKemenkes. Semoga dengan catatan ini,proses translasi hasil litbangkes menjadirencana aksi program dan kegiatanteknis Kemenkes berjalan denganmekanisme yang tepat, sehingga asupankebijakan dari makalah kebijakan danmakalah pembekalan kebijakan dapatdipahami oleh pembuat, pembaca danpengguna makalah.§Pertemuanperencanaanpenelitian.
  38. 38. 38 Mediakom No.32/oktober/2011 untuk rakyaterokoklah, asal takmengganggu oranglain. Karena oranglain juga punyahak untuk tidakterganggu asaprokok. Perokok dan bukan perokokterus berdebat, berargumenmenurut cara pandangnya sendiri,sampai terasa tak berujung. Untukitu perlu aturan yang mengaturkeduanya, agar mendapat keadilanuntuk menikmati hidup. Sayang,aturan itu belum terwujud.Jalan panjang masih harus terusditempuh. Sebagian menanyakanseperti lagunya Ting ting, sampaidimana..dimana...dimana ?Sejarah rokok dimulai saatwarga asli benua Amerika (Maya,Aztec dan Indian) mengisaptembakau pipa atau mengunyahtembakau sejak 1000 sebelummasehi. Tradisi membakartembakau kemudian dimulai untukmenunjukkan persahabatan danMSAMPAI DIMANARPP TEMBAKAU?persaudaraan saat beberapa suku yangberbeda berkumpul, serta sebagairitual pengobatan. Kru Columbusmembawa tembakau beserta tradisimengunyah dan membakar lewatpipa ini ke “peradaban” di Inggris.Namun demikian, seorang diplomatdan petualang Perancis-lah yang justrupaling berperan dalam menyebarkanpopularitas rokok di seantero Eropa,orang ini adalah Jean Nicot, darimanaistilah Nikotin (dari Nicot) berasal.Setelah permintaan tembakaumeningkat di Eropa, budi dayatembakau mulai dipelajari denganserius terutama tembakau Virginiayang ditanam di Amerika. JohnRolfe adalah orang pertama yangberhasil menanam tembakau dalamskala besar, yang kemudian diikutioleh perdagangan dan pengirimantembakau dari AS ke Eropa. Secarailmiah, buku petunjuk bertanamtembakau pertama kali diterbitkan diInggris pada tahun 1855.Di Indonesia, Haji Jamahri dariKudus adalah orang yang pertamakali meramu tembakau dengancengkeh pada tahun 1880. Tujuan awalJamahri adalah mencari obat penyakitasma yang dideritanya, namun padaakhirnya rokok racikan Jamahrimenjadi terkenal. Istilah Kretek adalahsebutan khas untuk menamai rokokasal Indonesia, istilah ini berasaldari bunyi rokok saat disedot yangdiakibatkan oleh letupan cengkeh(kretek..kretek..).Dari anggapan sebagai obatpenyembuh, lambang persahabatandan persaudaraan, rokok kemudianberkembang menjadi simbolkejantanan pria. Hal ini ditandai sejakdijadikannya rokok sebagai ransumwajib setiap prajurit saat Perang DuniaPertama.Simbol rokok sebagai kejantananlelaki makin menguat sejak iklanMarlboro Man. Iklan ini juga menjadisimbol kebangkitan Philip Morrissebagai produsen rokok terbesar didunia dengan bendera Marlboro.Dengan iklan ini, Marlboro mengubahimage dari rokoknya perempuanmenjadi rokok laki-laki sejati.Industri rokok mulai redup sejak1964, sejak persatuan dokter bedahAmerika mengeluarkan pernyataanrokok mengakibatkan kanker paru-paru. Iklan rokok di televisi mulaidilarang sejak 1965 (Inggris) dan 1970(Amerika). Peringatan kesehatan dikemasan rokok mulai muncul sejak1970, dan makin diperkuat denganperingatan melalui gambar.Merokok ditempat umum mulaidilarang pada tahun 1987 laranganmerokok di penerbangan, tahun 1993larangan merokok ditempat publikmulai dikenal di Amerika dan Inggris,berlanjut dengan tahun 2003 saatNew York, London & Irlandia mulaimemberlakukan larangan merokok disemua tempat tertutup. Tahun 1998eksekutif perusahaan rokok terbesardi Amerika mengeluarkan pengakuanbahwa nikotin adalah candu, tuntutanlegal terhadap perusahaan rokokmengakibatkan ganti rugi yangmencapai 250 Triliun Dollar Amerika.MASALAH AKIBAT ROKOK DI

×