Mediakom 23
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Mediakom 23

on

  • 1,367 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,367
Views on SlideShare
1,367
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
2
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Mediakom 23 Mediakom 23 Document Transcript

  •  Mediakom No.XXIV/JUNI/2010
  • Etalase Susunan REDAKSI Mediakom Penanggung Jawab drg. Tritarayati,SH Redaktur Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS Drs. Sumardi Editor/Penyunting Dra. Hikmandari A., M.Ed drg. Anitasari SM. drg. Tritarayati, SH Prawito, SKM, MM Busroni S.IP Mety Setyowati, SKM Aji Muhawarman, ST Reformasi Desain Grafis dan Fotografer Resty Kiantini, SKM, M.Kes Dewi Indah Sari, SE, MM Kesehatan Masyarakat G Sri Wahyuni, S.Sos, MM Giri Inayah, S.Sos. aung reformasi belum mati. Ia masih terus berkobar, menyebar R. Yanti Ruchiati dan membakar para pendekar perubahan. Tak kenal lelah, pasrah Wayang Mas Jendra, S.Sn dan menyerah. Walau sudah puluhan tahun lalu reformasi di segala bidang itu dideklarasikan, tapi tujuan dari cita-citanya Sekretariat belum tercapai secara optimal. Agus Tarsono Menyadari hal tersebut, wajar bila semangat reformasi harus masih Waspodo Purwanto tetap dihidupkan, mendorong dan menggerakan ke arah yang lebih baik. Hambali Mulai dari gagasan, konsep, roadmap, renstra dan program kerja tahunan. Yan Zefrial Semuanya terus menggelinding, berubah menyesuaikan diri dengan Alamat Redaksi keadaan. Tak terkecuali reformasi kesehatan masyarakat di Kementerian Pusat Komunikasi Publik Kesehatan.Gedung Kementerian Kesehatan RI Prioritas reformasi kesehatan masyarakat meliputi; jaminan kesehatan Blok A, Ruang 107 masyarakat, pelayanan kesehatan di daerah terpencil, perbatasan, danJl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 kepulauan (DTPK), ketersediaan obat dan alkes disetiap fasilitas kesehatan, Jakarta 12950 reformasi birokrasi, bantuan operasional kesehatan, penanganan daerah bermasalah kesehatan dan rumah sakit Indonesia kelas dunia. Telepon Sebenarnya, pembanguan kesehatan di DTPK sudah menjadi prioritas 021-5201590; 021-52907416-9 selama ini, tapi hasilnya belum optimal. Masih banyak kendala dan hambatan yang menghadang. Wilayah geografis yang sulit dijangkau, SDM kesehatan Fax yang rendah, penduduk dengan status ekonomi yang lemah dan pendanaan 021- 5223002; 021-52960661 pemerintah yang terbatas. Email Mediakom edisi ini mengetengahkan secara lengkap problematika dan info@depkes.go.id hasil pembangunan kesehatan di DTPK yang telah dicapai, serta langkah kontak@depkes.go.id kebijakan ke depan yang akan ditempuh. Harapannya, masyarakat di DTPK akan menjadi lebih sehat dan tetap mencintai Indonesia. Call Center Tak ketinggalan laporan kunjungan kerja bersama menteri kesehatan dari 021-500567, 021-30413700 Yogyakarta, semarang, Sambas dan Tangerang. Semua terangkum secara rinci dengan keunggulan masing-masing daerah. Dengan demikian, pembaca Redaksi menerima naskah dapat mengambil pelajaran dari success story yang telah dipersembahkan. dari pembaca: Selamat membaca…! n dapat dikirim ke alamat email redaksi Redaksi No.XXIV/JUNI/2010 Mediakom 
  • Daftar Isi 10 7 12 27 37 36 Cover: Menteri Kesehatan, Mentan dan Gubernur Banten melepas peserta Sepeda Sehat pada Hari Kesehatan Sedunia 2010 Foto: Rifanny 39 3 Etalase Seleksi Menuju Jaminan Kesehatan Sosial Nasional 4 Daftar Isi Otak dan Pemilihan Sumber Daya Manusia 6 Surat Pembaca 17 Media Utama Roadmap Reformasi Kesehatan Masyarakat Bangun Kota Berwawasan Kesehatan 7 Info Sehat Potret Pelayanan Kesehatan Diberbagai Tinggalkan Lift, Gunakan Tangga Dtpk Tes Pendengaran Monev Nakes di Beranda yang Masih 6 Gram Coklat Per Hari Untuk Jantung Sehat Terabaikan Sinyal Tubuh Bila Kekurangan Vitamin Suka Duka Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil, Kepulauan dan Perbatasan 10 Ragam Meningkatkan Pembinaan Kesehatan Haji 37 Stop Press Dr. Wan AlKadri, MSc: Bicara Rokok: Pelayanan Kesehatan Haji 2010 Siapa Buntung Dan Siapa Untung? harus lebih baik Kanker Dapat Dicegah Mediakom No.XXIV/JUNI/2010
  • 42 44 56 51 49 5442 Peristiwa 54 Daerah Akhirnya Bilqis Pergi Untuk Selamanya Mengunjungi Pelayanan Kesehatan Kota Yogyakarta Bangun Rumah Pemulihan Di Halmahera Selatan Gizi 859 Dokter Baru Tempati Puskesmas di Daerah Terpencil dan Sangat Terpencil 56 Siapa Dia Ade Rai Elsa Nasution49 Potret Olga Lidya Dr. Ernita Mayasari: Adrian Maulana Mengabdi Atas Panggilan Hati 58 Lentera51 Nasional Keterbukaan Informasi Publik Antara Sambas dan Aruk Reformasi Birokrasi No.XXIV/JUNI/2010 Mediakom 
  • Surat Pembaca Mohon Penjelasan Kementerian Kesehatan. Fahrizal Ferdan” rizal_lalacomsel@yahoo.com Mohon penjelasan proses usulan Bidan PTT dan siapakah yang mengangkat Bidan PTT menjadi CPNS, Jawab Pemerintah Daerah atau Kementerian Kesehatan, karena Visi selama ini hanya isu dan berita simpang siur yang kami Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan. dapatkan. Terima kasih. Misi Ganda Suganda 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan Jawab masyarakat madani. Proses usulan menjadi Bidan PTT, diusulkan oleh yang 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin bersangkutan. Usulan dapat disampaikan kepada tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau kepada Biro bermutu, dan berkeadilan. Kepegawaian Kementerian Kesehatan. 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya Selanjutnya yang mengangkat Bidan PTT menjadi kesehatan. Calon Pegewai Negeri Sipil (CPNS) yakni institusi 4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik. yang menyediakan formasi CPNS. Penyedian formasi Strategi CPNS dapat berasal dari pusat yaitu Biro Kepegawaian 1. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan Kementerian Kesehatan dan daerah yaitu Badan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan Kepegawaian Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota. melalui kerjasama nasional dan global. 2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis Obat Generik bukti; dengan pengutamaan pada upaya promotif dan preventif. Apakah obat generik dapat dibeli oleh perusahaan 3. Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan, swasta untuk memenuhi kebutuhan obat perusahaan terutama untuk mewujudkan jaminan sosial untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada kesehatan nasional. karyawan? Terima Kasih. 4. Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan Rudi.K SDM Kesehatan yang merata dan bermutu. 5. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan Jawab keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta Masyarakat, termasuk perusahaan swasta boleh membeli menjamin keamanan/khasiat, kemanfaatan, dan mutu obat generik , bahkan dianjurkan untuk memenuhi sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan. kebutuhan pengobatan dan pelayanan kesehatan. 6. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan, berdayaguna dan berhasilguna untuk Visi dan Misi memantapkan desentralisasi kesehatan yang bertanggungjawab. Minta penjelasan visi, misi dan rencana strategis Mediakom No.XXIV/JUNI/2010
  • Info Sehat Tinggalkan Lift, Gunakan Tangga T inggalkan lift dan naik tangga paling tidak sampai lantai tiga setiap kali berada dalam gedung, dapat menjadi alternatif bagi mereka yang tidak sempat berolahraga. Selain menghemat energi, kebiasaan itu menjadikan tubuh lebih bugar dan sehat. Dalam tiap menitnya, aktivitas naik tangga diperkirakan akan membakar kalori sebanyak 8-11 kkal. Menurut penelitan yang dilakukan oleh American Council on Exercise aktivitas naik tangga yang dilakukan selama 30 menit sama dengan melakukan olahraga bersepeda pada kecepatan 19-22 km per jam. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan jantung, aktivitas naik tangga yang dilakukan secara rutin tiap harinya dapat menurunkan kadar ‘kolesterol jahat’ LDL (low density lipoprotein) yang berfungsi untuk membawa kolesterol dari dalam hati menuju sel-sel tubuh. Jadi tinggalkan lift dan eskalator di kantor. Daripada lama menunggu naik lift untuk naik/turun satu-dua lantai, ada baiknya naik/turun menggunakan tangga, lebih cepat dan sehat.ngi-dari berbagai sumberTes PendengaranB ukan pada Manula saja Soetjipto, Sp.THT dalam situs www. ketajaman pendengaran ketulian.com menyebutkan dapat menurun, pada bising di tempat permainan anak- orang-orang yang anak di mal sangat tinggi penyebab lebih muda juga dapat ketulian pada anak balita. Anak-terkena gejala penurunan tajam anak hanya boleh berada di tempatpendengaran..! Nah hati-hati kalau tersebut sekitar 1-2 jam. Lebih dari pendengaran Anda tidak sebagusbegitu. itu akan terjadi kelelahan koklea biasanya. Gejala penurunan tajam yang akan menyebabkan gangguan 4.  Anda kesulitan mendengarpendengaran pada usia muda dapat pendengaran menetap. dalam lingkungan agak bising.terjadi antara lain pada orang- Bila pada akhir-akhir ini Anda 5.  Anda kesulitan dalam mengikutiorang yang sehari-hari bekerja merasa ada yang kurang beres percakapan kelompok.di lingkungan bising, seperti di dengan pendengaran, jangan ragu 6.  Teman-teman bilang Andapabrik, kawasan bandara, atau untuk segera memeriksakan tajam menyetel radio ,walkman, TVkarena mengkonsumsi obat-obatan pendengaran ke dokter. terlalu keras.tertentu. Berikut ini adalah beberapa 7.  Teman-teman bilang bicara Anda Pada anak-anak, dr. Damayanti pertanyaan seputar pendengaran selalu keras. Anda 8.  Anda mulai sulit memahami 1.  Apakah Anda suka meminta perkataan anak-anak lawan bicara Anda untuk 9.  Anda mulai kesulitan mendengar mengulang-ulang kata katanya ? di dalam gedung bioskop atau 2. Anda sering kurang dapat tempat yang luas. memahami pembicaraannya 10.  Anda mulai suka memastikan walaupun dapat ucapan orang melalui teman mendengarkannya? pembicaraan Anda.n 3. Anda merasa akhir-akhir ini gi- dari berbagai sumber No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 
  • Info Sehat 6 Gram Coklat Per Hari Untuk Jantung Sehat S etiap sajian coklat tidak hanya menghadirkan pembuat rasa nikmat yang disukai lidah, namun juga coklat diyakini dapat bermanfaat bagi kesehatan mengandung tubuh. Bahkan, satu potong kecil coklat pun flavanoid, satu bisa berefek positif terhadap jantung dan zat yang mampu tekanan darah. Tak heran jika coklat menjadi favorit meningkatkan oksida setiap orang, anak-anak sampai orang tua. nitrat dalam darah dan mengoptimalkan fungsi Hasil riset terbaru mengungkap, konsumsi coklat setiap pembuluh darah. hari mampu meminimalisir risiko jantung dan stroke Untuk alasan yang sama, peneliti menemukan, coklat sebesar 39%. Hal itu karena kokoa sebagai bahan dasar hitam jauh lebih bermanfaat ketimbang coklat susu atau coklat putih untuk urusan kadar antioksidan. Brian Buijsse, pakar nutrisi dari German Institute of Human Nutrition, Nuthetal, Germany, menyatakan sekalipun individu mengonsumsi satu potong kecil coklat, manfaat yang diperoleh tetaplah sama.  Bahkan bila takarannya bertambah hingga 6 gram, terbukti hanya 85 individu dari 10.000 orang yang terkena serangan jantung dan stroke. Walau demikian Brian menegaskan, konsumsi 100 gram coklat berarti memasukkan 500 kalori pada tubuh. Meskipun, coklat bermanfaat, namun jika dikonsumsi terlalu banyak justru dapat mengakibatkan kelebihan berat badan yang berisiko tinggi tekanan darah tinggi dan serangan jantung. “Efek coklat untuk kesehatan memang sangat menjanjikan. Tetapi, kita harus mengonsumsi coklat sebagai bagian dari kesehatan dan keseimbangan diet,” katanya. Ia menambahkan, kendati hanya mengkonsumsi sedikit coklat, asalkan tidak dibarengi dengan asupan makanan ringan, Anda bisa terhindarkan dari penyakit jantung. Sebaiknya hindari mengonsumsi coklat secara berlebihan. n gi- dari berbagai sumber Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Info SehatSinyal Tubuh Bila Kekurangan VitaminS etiap orang pasti pernah Jerawat mengalami kekurangan Timbulnya jerawat, selain bisa suatu vitamin atau zat disebabkan karena kotoran yang tertentu yang sangat menghambat di pori-pori kulit wajah dibutuhkan oleh tubuh kita, kemungkinan lainnya jugakita. Biasanya, saat seperti ini, tubuh bisa karena kekurangan vitamin Bmemberikan sinyal-sinyal tertentu. kompleks, vitamin E dan asam lemakSayangnya, tidak semua orang peka esensial. Sebaiknya konsumsi produkterhadap sinyal tersebut, ada zat hewani, sereal, unggas dan makananyang kurang. laut. Berikut adalah beberapa sinyalyang menandakan tubuh kitakekurangan zat tertentu: Rambut tipis Kemungkinan kekurangan zatKuku mudah patah besi atau zink. Sebaiknya konsumsi Kemungkinannya adalah akibat daging, kacang-kacangan, produkkekurangan zat besi, zink dan asam susu dan kerang.lemak esensial. Sebaiknya konsumsidaging, kacang-kacangan dan ikan.Jangan anggap remeh bila kuku Ketombe Kulit kepala yang berminyak sertaAnda patah. Biasanya memang kotoran yang menempel di rambutkeadaan seperti ini disebabkan dapat menyebabkan ketombe. Tapi,karena kuku dalam kondisi kering. ternyata selain itu ketombe jugaNamun jangan terus menerus dapat disebabkan karena Andamembiarkan keadaan ini karena bisa kekurangan vitamin C, B6, zink dansaja ini merupakan indikasi Anda asam lemak esensial. Sebaiknyaterkena penyakit tiroid.  konsumsi buah-buahan seperti jeruk, daging, ikan, unggas dan produkMata terasa kering susu. Mata yang terasa kering kerapdisebabkan oleh kondisi lingkungansekitar kita. Ini disebabkan karena Mata merah Mata yang merah seringkali kitaair mata tidak dapat melapisi mata indikasikan karena kelelahan ataudengan baik. Atasi ini dengan Bibir pecah-pecah kemasukan debu. Namun, ternyatamengonsumsi vitamin A dan asam Bibir pecah-pecah yang sering mata merah juga mengindikasikanlemak esensial. Sebaiknya konsumsi kita indikasikan sebagai tanda Anda kemungkinan kekurangansayuran atau buah yang berwarna bahwa tubuh kita mengalami vitamin A dan B2. Sebaiknyahijau, kuning atau oranye. panas dalam, disebabkan karena konsumsi produk susu, daging, buah kekurangan vitamin B2. Sebaiknya atau sayuran berwarna oranye danPecah-pecah di bagian konsumsi daging dan produk susu. hijau.ujung mulut Penyebabnya dapat terjadi Kulit memerah di wajah Luka lambat sembuhdikarenakan kekurangan zat besi, berminyak Kemungkinan kekurangan zink.vitamin B12, B6 dan asam folat. Kemungkinan kekurangan Sebaiknya konsumsi produk susuSebaiknya Anda mengonsumsi vitamin B2, B6, zink atau asam lemak dan kerang.ndaging, kacang-kacangan dan esensial. Sebaiknya konsumsi daging, gi- dari berbagai sumbersayuran berwarna hijau. ikan, unggas dan kerang. No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 
  • Ragam Meningkatkan Pembinaan Kesehatan Haji K ementerian Kesehatan terus meningkatkan pembinaan dan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji. Pembinaan dilaksanakan secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam pelaksanaannya memerlukan kerjasama berbagai pihak terkait, sektor dan pemerintah daerah. Mulai dari pelayanan kesehatan di tanah air sebelum keberangkatan jemaah sampai kembali kekurangan dan kelemahan pelaksanaan dilapangan. ke tanah air kembali merupakan proses pelayanan Pelaksanaan pembinaan manasik haji agar berkesinambungan dan komprehensif. disinkronkan antara Kantor Urusan Agama (KUA) dan Hal ini disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Puskemas di tingkat Kecamatan. Pelaksanaan kegiatan Wan Alkadri Sai Sohar, MSc dalam resume pertemuan terdapat materi penyuluhan kesehatan yang melibatkan rakon pasca operasional penyelenggaraan kesehatan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. haji tahun 2009/1430 di Jakarta. Sehingga bimbingan dan penyuluhan kesehatan selama Menurut dr. Wan Alkadri pelaksanaan pemeriksaan manasik haji menjadi media diskusi antar jamaah haji dan kesehatan pertama di Puskesmas meliputi pemeriksaan, konsultasi berhaji sehat dan mandiri, ujar dr.Wan Alkadri. pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Pemeriksaan Khusus isu vaksin Meningitis Meningokokus, tugas kedua dilaksanakan di rumah sakit Kabupaten/ Kota Kementerian Kesehatan memberikan vaksin kepada oleh dokter spesialis pada jamaah haji lanjut usia, seluruh jamaah haji dan umroh. Sehingga mereka risiko tinggi dan hamil. Sementara Dinas kesehatan terlindung dari kemungkinan terjangkit penyakit Provinsi, Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, meningitis. “Terkait dengan masalah halal dan haram Embarkasi/debarkasi agar melaksanakan pelayanan status vaksin tetap mengacu kepada Fatwa Majelis kesehatan sesuai Kepmenkes dan mencermati Ulama Indonesia (MUI)” tegas dr.Wan. nPra , Dr. Wan AlKadri, MSc: Pelayanan Kesehatan Haji 2010 harus lebih baik W alau perbaikan terus dari rekrutmen TKHI, pemberian sehingga pelayanan kesehatan jamaah dilakukan, masih vaksinasi, dan pelayanan kesehatan haji tahun ini lebih baik dari tahun ada saja kekurangan secara umum di tanah air maupun di sebelumnya. Berikut ini wawancara di sana-sini setiap Arab Saudi. Langkah apa saja yang Mediakom dengan Kepala Pusat tahunnya. Mulai akan dilakukan untuk memperbaiki, Kesehatan Haji dr. Wan Alkadri, MSc.10 Mediakom No.XXII/APRIL/2010
  • RagamBagaimana hasil evaluasi pelayanan kesehatan sudah cukup Koordinasi ini kan penting,pelaksanaan kesehatan haji tahun memadai. umpamanya informasi harus2009? Namun demikian, masih menyediakan data yang sama dari Untuk mengevaluasi pelayanan menghadapi berbagai kekurangan orang yang sama, padahal sudahkesehatan haji 2009, harus yaitu petugas kesehatan, ketersediaan tersedia. Oleh karena itu harusmenggunakan indikator keberhasilan obat dan masalah koordinasi. dilakukan koordinasi. Koordinasiyang dapat dilihat dari segi input, Koordinasi belum berjalan secara muncul karena mempunyai tujuanproses dan output. Salah satu optimal, baik koordinasi dengan yang sama, mempunyai persepsioutput keberhasilan yaitu angka Kementerian Agama, Kementerian yang sama dan mempunyai suatukematian jemaah haji turun secara Luar Negeri dan koordinasi secara kegiatan yang sama.signifikan dibandingkan tahun internal. Sehingga penugasan pemimpinsebelumnya. Kalau dilihat dari segi yang ada di Arab Saudi harusproses pelayanan kesehatan, petugas Terkait dengan koordinasi tahun memenuhi kriteria yang akan diatur,kesehatan di semua tempat, apakah kemarin masih lemah, upaya membuat kriteria yang menjadidi Mekkah, Jeddah, Madinah, sektor peningkatannya seperti apa? koordinator. Dipilih orang yangdan kloter sudah memberikan Ya, koordinasi harus dilakukan terbaik di Kementerian Kesehatanpelayanan yang cukup memadai. khususnya dengan Kementerian maupun UPT-nya. Ini salah satu syaratBerdasarkan hasil survey kepuasan Agama di semua kegiatan yang melakukan koordinasi. Namanya sajayang ditanyakan kepada jemaah dianggap penting, seperti bidang koordinator. Jadi fungsi utamanyasebagian besar menyatakan bahwa perekrutan tenaga dan pelatihan meningkatkan dan memperbaikipelayanan kesehatan sudah cukup tenaga. Demikian juga pada waktu koordinasi.memuaskan. menggunakan fasilitas, fasilitas mana Dari segi input, seperti sarana- yang akan digunakan bersama, harus Bagaimana langkah berikutnya?prasarana pelayanan kesehatan di ada koordinasi secara baik. Dari hasil evaluasi pelayananMekkah, sudah membangun dan kesehatan haji 2009, perlumemfungsikan Balai Pengobatan Haji Sebagai contoh untuk mengakses merumuskan apa yang akanIndonesia dengan kualifikasi rumah data dari siskohat Kemenag tidak dilakukan tahun 2010. Bidangsakit kelas C. Termasuk melengkapi bisa cepat untuk publikasi. Ke depan ketenagaan misalnya haruslogistiknya, sehingga kualitas bagaimana koordinasinya? menjadikan rekrutmen Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Dr. Wan AlKadri, MSc menjadi bagian dari reformasi Kepala Pusat Kesehatan Haji birokrasi. Sehingga dalam waktu singkat akan mendapat tenaga yang professional, handal, bertanggung jawab dan amanah. Sehingga mereka dapat melakukan tugas di Arab Saudi dengan baik. Alhamdulillah dari proses rekrutment yang dilakukan secara transparan, menggunakan cara planning system. Berikutnya dilakukan verifikasi, nominasi, seleksi dan pelatihan. Pelatihan merupakan suatu persyaratan yang menentukan untuk mencari petugas kesehatan yang diharapkan. Sedang dalam bidang obat, sudah menyusun perencanaan terpadu dengan melibatkan semua pelaku lama yang sudah bertugas. Termasuk dengan unit struktural Pusat No.XXII/APRIL/2010 Mediakom 11
  • Ragam Kesehatan Haji, P2PL, dan rumah sakit. Merumuskan kebutuhan Seleksi obat dan jenis obat yang akan dipakai di tahun 2010, dengan memperbaiki formularium obat. Disamping itu juga melakukan perbaikan sarana prasarana BPHI Madinah, dengan membuat Oleh Zaenal Abidin, S.AP, M.AP kontrak baru, kemudian mendesain ulang sehingga Staf Sub Bagian TU Biro Setjen Depkes RI menjadi rumah sakit kelas B. Dalam pelayanan kesehatan yang tidak kalah penting adalah S pemeriksaan dan pelaksanaan umber daya manusia (SDM) Assessment Center. pembinaan di daerah asal. Saat ini merupakan aset utama Sebagaimana diuraikan oleh sudah menetapkan 150 kabupaten / dan berperan penting bagi Tim Assessment Center Badan kota ( 30%) yang akan melaksanaan kelangsungan hidup suatu Kepegawaian Negara, metode pemeriksaan pelayanan dan organisasi. Setiap organisasi Assesment Center diharapkan pembinaan jemaah haji secara dituntut membina kompetensi dapat digunakan secara optimal standard. Mudah mudahan tahun pegawainya sesuai dengan kompetisi untuk penelusuran potensi dan depan akan meningkat 50%, tahun jabatan-jabatan yang ada dalam minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) berikutnya 70%, sehingga pada struktur organisasi. Oleh karena itu yang akan di tempatkan dalam akhir tahun 2014 akhir dari periode perlu dilakukan berbagai upaya untuk suatu jabatan dan sesuai dengan Kementerian Kesehatan 100% meningkatkan dan mengembangkan kehendak UU Nomor 43 Tahun 1999 potensi setiap pegawai agar memiliki Pasal 17 ayat (2) yang menyatakan pemeriksaan dan pelayanan jemaah kecakapan, keterampilan, dan “Pengangkatan PNS dalam suatu haji di daerah asal sudah standar. keahlian yang pada akhirnya tercipta jabatan dilaksanakan berdasarkan Jadi diharapkan 210 ribu profesionalisme yang diperlukan prinsip profesionalisme sesuai jemaah yang memenuhi untuk menangkal berbagai ancaman, dengan kompetensi, prestasi, dan persyaratan sanggup dan mampu hambatan dan tantangan yang jenjang pangkat yang ditetapkan melaksanakan ibadah haji, maka dihadapi saat ini dan di masa depan. dalam jabatan itu serta syarat dari segi kesehatan juga sudah Di lingkungan instansi pemerintah, objektif lainnya tanpa membedakan memenuhi standar. Diharapkan untuk mengantisipasi situasi jenis kelamin, suku, agama, ras atau dengan pelayanan kesehatan yang tersebut, pemerintah melalui UU golongan” . standar sewaktu di Arab Saudi Nomor 43 Tahun 1999 tentang semua jamaah dapat melaksanakan Perubahan atas UU Nomor 8 Proses dan Tahapan Seleksi Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Menurut Veithzal Proses seleksi semua proses ibadahnya, bagi Kepegawaian telah mengubah adalah langkah-langkah yang harus yang sakit setelah mendapat paradigma di bidang kepegawaian, dilalui oleh para pelamar sampai pertolongan dapat melakukan dari pendekatan yang berorientasi akhirnya memperoleh keputusan ibadah. Sehingga semua jamaah pada administrasi kepegawaian, diterima atau ditolak sebagai pegawai akan mendapatkan predikat haji, ke pendekatan manajemen SDM. baru. kecuali yang meninggal. Sebagai tindak lanjut dari undang Sistem Seleksi yang yang efektif undang tersebut, pemerintah telah pada dasarnya memiliki 3 sasaran Harapan bapak untuk tahun melakukan kajian dan mengeluarkan yaitu: 2010 kira-kira seperti apa berbagai peraturan pelaksanaan 1. Keakuratan, artinya kemampuan sih pelayanan kesehatan haji antara lain Peraturan Pemerintah dari proses seleksi untuk secara Indonesia ini ? Nomor 100 Tahun 2000 yang tepat dapat memprediksi kinerja kemudian di perbaruhi dengan pelamar. Pertanyaan berikut ini Yang pasti 2010 harus lebih Peraturan Pemerintah Nomor 13 mungkin dapat dipertimbangkan baik dari 2009. Oleh karena itu Tahun 2002 tentang Pengangkatan ketika melakukan seleksi, seperti semua simpul yang ada di tanah Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan apa kelemahan dari: air, embarkasi, perjalanan dan Struktural dan Keputusan Kepala a. Instruktur yang kurang di Mekkah akan ditingkatkan. Badan Kepegawaian Negara menguasai materi ? Sehingga tingkat kepuasan Nomor 46 A tentang Pedoman b. Proses seleksi yang tidak dapat pelayanan kesehatan meningkat. n Penyusunan Standar Kompetensi memprediksi kinerja pelamar di Pra Jabatan Struktural PNS dan Metode tempat kerja ?12 Mediakom No.XXII/APRIL/2010
  • Ragam pengelola baik pimpinan maupun staf harus memiliki integritas diri yang tanpa kompromi, penyelenggara proses seleksi calon pegawai harus memiliki ilmu pengetahuan cara memproses pengadaan pegawai yang baik dan benar, agar proses seleksi calon pegawai menjadi bersih, transparan, dan profesional, diperlukan petugas yang memiliki komitmen yang tinggi dalam mengemban amanah sebagai panggilan jiwanya, proses seleksi calon pegawai akan bersih, transparan, dan profesional apabila para pimpinan dan staf pengelola proses tersebut memiliki kepedulian yang tinggi lepada para pelamar dan keluarganya untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, seadil-adilnya, sejujur-jujurnya dan secepat-cepatnya, proses seleksi akan berlangsung secara profesional apabila para pengelolanya memiliki c. Perhitungan dengan menggunakan komputer yang keterampilan yang tinggi dalam berinteraksi personal menghasilkan jawaban yang salah. dengan orang lain,seleksi calon pegawai akan profesional2. Keadilan, artinya menjamin setiap pelamar yang bila ditangani oleh orang-orang yang memiliki sikap memenuhi syarat untuk mendapat kesempatan yang mental yang positif, dalam arti selalu menjaga norma dan sama di dalam sistem seleksi bila: etika yang selaras dan seimbang dalam kehidupannya a. Didasarkan pada persyaratan-persyaratan yang sesuai akidah yang diyakininya, dan proses seleksi calon dijalankan secara konsisten pegawai akan berhasil apabila ditangani oleh orang-orang b. Menggunakan standar penerimaan yang sama yang memiliki keseimbangan dalam hidupnya. untuk semua pelamar.3. Keyakinan, artinya taraf orang-orang yang terlibat Kesimpulan dalam proses seleksi apabila : Proses seleksi bukanlah kegiatan yang berdiri a) Selama proses seleksi pelamar dan pewawancara sendiri, artinya dalam melakukan kegiatan seleksi perlu menggunakan waktu dengan efektif dan baik. mempertimbangkan berbagai masukan faktor misalnya b) Setiap orang memperoleh manfaat dengan informasi tentang analisis gambaran uraian pekerjaan mengikuti proses seleksi terlepas dari keputusan yang akan dilakukan, persyaratan yang harus dipenuhi penerimaan karyawan yang diambil. dan standar prestasi kerja yang harus dicapai. Kemudian c) Citra perusahaan/situasi dan harga diri para yang perlu dipertimbangkan adalah rancangan SDM pelamar tetap terjaga. karena di dalamnya akan tergambar lowongan yang ada Dalam menangani penerimaan pegawai baru, seleksi dan persyaratan apa yang harus diperhitungkan untukcalon pegawai harus diselenggarakan secara profesional, menentukan berbagai langkah dalam menentukan prosesdalam arti tidak asal jadi. Kriteria yang harus dipenuhi bila seleksi.pengolahan seleksi dapat disebut profesional, yaitu para Kesalahan yang paling mendasar dalam proses No.XXII/APRIL/2010 Mediakom 13
  • Ragam rekrutmen atau seleksi adalah tidak tersedianya analisis Proses seleksi dan penetapan yang tidak sesuai dengan jabatan padahal analisis jabatan merupakan input utama prosedur dan syarat normatif akan sulit mencocokkan sebelum dilakukan proses seleksi. Analisis merupakan antara karakteristik individu (pengetahuan, keterampilan, hal yang mendasar dalam proses seleksi, tanpa adanya pengalaman, dan lain-lain) dengan persyaratan jabatan data yang akurat tentang profil dari suatu jabatan, jenis yang harus dimiliki individu tersebut. Kegagalan dalam keterampilan atau kemampuan yang dibutuhkan serta mencocokkan kedua hal tersebut dapat menyebabkan pengalaman dan pendidikan yang dipersyaratkan untuk kinerja karyawan menjadi tidak optimal dan kepuasan menduduki jabatan tersebut maka proses seleksi akan kerja sangat rendah, tidak jarang hal ini membuat individu menjadi tidak efektif sehingga tidak diperoleh hasil yang menjadi frustasi. n optimal dan bahkan tidak akan memberikan kepuasan kepada pegawai yang bersangkutan. Menuju Jaminan Kesehatan Sosial Nasional Oleh dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH *) Tulisan ini dimuat di Harian Kompas, tanggal 25 Maret 2010. Untuk memberikan kesempatan masyarakat luas untuk memahami ide yang dituangkan dalam tulisan ini kami sajikan untuk pembaca Mediakom. D isahkannya Undang masyarakat yang lain. gratis “. Memang nantinya dalam undang Reformasi Sebenarnya jaminan negara bagi praktiknya setiap orang yang Kesehatan oleh Presiden layanan kesehatan sudah memiliki menggunakan fasilitas kesehatan Amerika Serikat Barack payung hukum dengan adanya tidak mengeluarkan uang PADA SAAT Obama, awal pekan ini, UU No. 40/2004 tentang Sistem menerima pelayanan kesehatan merupakan terobosan luar biasa Jaminan Sosial Nasional (SJSN). tersebut. Gratis? Tentu tidak. bagi pelayanan kesehatan di negeri SJSN adalah suatu tatanan atau tata Pelayanan kesehatan itu mahal. yang berideologi kapitalisme dan cara penyelenggaraan program Pelayanan kesehatan tersebut suatu kebebasan individu ini. jaminan sosial untuk menjamin agar waktu pasti harus dibayar oleh Salah satu yang terpenting adalah setiap warga negara mempunyai seseorang atau oleh suatu institusi. universal coverage, termasuk untuk perlindungan sosial yang dapat Jadi, kapan pembayaran dilakukan? 30 jutaan rakyat miskin yang selama memenuhi kebutuhan dasar hidup Dan oleh siapa? ini tak mampu membeli asuransi yang layak. Jaminan sosial dimaksud Indonesia sudah lama mengenal kesehatan. meliputi jaminan kesehatan, jaminan asa gotong royong. Saling Bagaimana dengan Indonesia? kecelakaan kerja, jaminan hari tua, membantu, si kaya menolong si Indonesia belum bisa segera jaminan pensiun, dan jaminan miskin, si kuat menolong si lemah. mengikuti jejak AS walaupun selama kematian. SJSN berasaskan gotong royong. ini sudah ada mekanisme untuk Setiap WNI berhak mempunyai Jaminan kesehatan tidak gratis, membantu layanan kesehatan bagi jaminan kesehatan sosial, tanpa tetapi didanai bersama-sama secara warga miskin. Target pencapaian kecuali, tidak peduli kaya atau bergotong royong melalui iuran. universal coverage di Indonesia miskin, tinggal di kota atau di daerah UU SJSN mengamanatkan bahwa perlu realistis dan bertahap terpencil, kaum elit ataupun rakyat setiap orang wajib menjadi peserta mengingat kemampuan keuangan biasa. program Jaminan Kesehatan Sosial negara serta kelayakan (feasibility) Nasional. Iuran bagi fakir miskin dan mekanisme pengumpulan dana. Bukan pengobatan gratis tidak mampu dibayar Pemerintah, Untuk awalnya, full coverage mungkin Apa artinya “mempunyai jaminan masyarakat pekerja (formal/penerima akan diutamakan untuk warga tak kesehatan“? Istilah ini sering upah) iurannya ditanggung bersama mampu dan coverage pelayanan disalahartikan atau disimplifikasi oleh pekerja dan pemberi kerja, kesehatan dasar untuk seluruh warga sebagai “ memperoleh pengobatan sedangkan sektor informal (pekerja14 Mediakom No.XXII/APRIL/2010
  • Ragammandiri/tidak menerima upah) SJSN. Jaminan kesehatan masyarakat 2,9 persen.iurannya ditentukan khusus. (Jamkesmas) yang telah dimulai sejak Untuk mencapai sistem Jaminan Sesuai UU No. 40/2004, dana tahun 2005 (dulu Askeskin) sebagai Kesehatan Sosial Nasional tidakuntuk menjamin kesehatan peserta bentuk pelaksanaan kewajiban cukup hanya memperluas cakupandikumpulkan secara teratur pemerintah terhadap fakir miskin dan kepesertaan, diperlukan kesiapan-oleh sebuah atau lebih Badan tidak mampu, tetap dijalankan dan kesiapan infrastruktur yang matang.Penyelenggara Jaminan Sosial. Dana diperbaiki mutunya sebagai langkah Dalam hal kelembagaan, RUU Badandikumpulkan tanpa menunggu kasus awal penyelenggaraan Jaminan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)penyakit. Hal ini berbeda dengan Kesehatan Sosial Nasional secara kini sedang digodog di DPR. Badanmekanisme pengumpulan koin untuk menyeluruh. tersebut nantinya bersifat nirlaba,ananda Bilqis yang dilakukan pada Sebuah tim yang melibatkan dana amanah, bersifat nasional,saat ia sudah mengalami musibah banyak akademisi, praktisi, akuntabel, transparan, dengansakit (dan perlu biaya besar) sehingga kementerian terkait, dan Dewan portabilitas.menggerakkan rasa kemanusiaan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tiap-tiap sub sistem perlu ditatadan solidaritas sosial masyarakat tengah merancang peta jalan untuk secara harmonis dengan sub sistemIndonesia. pencapaian Jaminan Kesehatan Sosial lainnya. Perlu dirancang secara baik Manfaat yang diperoleh Nasional bagi seluruh penduduk. Peta ketersediaan Pemberi Pelayananpeserta bersifat komprehensif jalan ini mencakup aspek regulasi, Kesehatan (PPK) yang meliputiberupa pelayanan kesehatan kepesertaan, pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan dasar/primerpromotif, preventif, kuratif, hingga paket manfaat, jaringan pelayanan, hingga tersier.rehabilitatif. Pembayaran kepada pendanaan, manajemen, dan sumber Selaku Menteri Kesehatan RI,Pemberi Pelayanan Kesehatan daya lainnya. saya mengajak seluruh komponen(PPK) bersifat prospective payment Saat ini baru 50,8 persen masyarakat untuk ikut sertasystem, suatu cara pembayaran yang penduduk Indonesia yang menyukseskan upaya menujukesepakatannya dilakukan di depan mempunyai jaminan kesehatan: pencapaian Jaminan Kesehatan Sosialsebelum pelayanan diberikan. terdiri dari peserta Jamkesmas/ Nasional bagi seluruh penduduk Jamkesda 37,5 persen, peserta sesuai amanah UU SJSN. n Peta Jalan Askes sosial 6,6 persen, peserta (* Menteri Kesehatan) Kementerian Kesehatan periode Askes komersial 1 persen. Jaminan2010-2014 bertekad untuk melakukan kesehatan dalam Jamsostek 2 persen,percepatan implementasi amanat UU Asabri 0,9 persen, dan asuransi lainOtak dan Pemilihan cara melakukan organisasi otak sehingga terjadi optimalisasi seluruh fungsinya.Sumber Daya Manusia Sesuai dengan aktivitas otak maka lobus frontal mempunyai fungsi eksekutif yang berperan sebagai fungsi manajemen. Seorang individu, profesional, manajer dan pemimpinOleh dr. Jofizal Jannis, Sp.S(K) dan yang baik harus berupaya menguasai fungsi lobus frontalis ini, supayaDrs. Muh. Nasrun Harun, MAP. mampu menggunakan dengan baik, sehingga dapat bersaing di era kompetisi antar otak dan kecerdasan diP Millenium ke-3 ini. emilihan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengembangan dan penempatan bertujuan mencari kualitas, maka yang dipilih SDM ke arah fungsi otak belum tersosialisasi dengan harus mampu menciptakan nilai komparatif, baik, sehingga arah pengembangan dan penempatan kompetitif–generatif–inovatif. Mampu pegawai saat ini baru menggunakan standar kompetensi mengerahkan seluruh energi optimal seperti jabatan yang memuat antara lain latar belakangpenggunaan fungsi otak yaitu intelegensi, kreativitas pendidikan; ketrampilan yang harus dimiliki; jenisdan imajinasi. Seluruh fungsi tersebut merupakan fungsi kelamin dan pengalaman kerja. Bahkan beberapautama lobus frontalis (premotor dan prefrontal) dengan penempatan pegawai hanya berdasarkan pangkat dan No.XXII/APRIL/2010 Mediakom 15
  • Ragam golongan. Kalau dilihat sejak dikatakan tidak terukur. awal pendidikan, maka tidak Selain itu, Tony Buzan tampak gambaran pasti mengisyaratkan bahwa tentang pengembangan pada setiap otak manusia, ke arah otak kiri otak ada sekitar satu trilyun kanan sehingga upaya (1,000,000,000,000) sel mencapai efisiensi kerja otak. Setiap sel otak masih tertinggal karena arah (neuron) berisi satu tidak sesuai dengan cara elektrokimia besar pengembangan SDM. kompleks dan kuat Kesenjangan terjadi merupakan mikrodata antara posisi jabatan yang memproses serta dan pendidikan menjadi memancarkan sistem yang tidak sesuai, karena yang kompleks. bersangkutan hanya bekerja untuk menyelesaikan tugas Manajemen rutin, tanpa melakukan perangkat otak inovasi baru yang menyebarkan virus kreatif. Padahal Fungsi manajemen (planning, organizing, actuating/ yang diharapkan terbentuknya kemampuan imajinasi motivating, dan controlling) sesuai dengan fungsi dan kreativitas yang mengarah pada kemajuan dan eksekutif yang ditopang mekanisme kerja otak, seorang pengembangan, bukan hanya pada penyelesaian tugas profesional, pemimpin dan manajer harus berupaya saja. menguasai fungsi lobus ini karena problem solving, Menempatkan seseorang pada posisi yang tepat kreativitas dan innovasi berada di bagian otak. akan membawa organisasi menjadi lebih hidup, akan Otak merupakan organ yang mempunyai terjadi hal hal baru untuk pengembangan organisasi dan kemampuan belajar, terdiri dari belahan kiri dan kanan pejabat itu sendiri. Menurut John Naisbit dalam bukunya yang mempunyai fungsi berbeda, sedangkan daya saing Mind Set “ budaya visual mengambil alih dunia karena ditentukan oleh kecakapan menyerap pelajaran karena visual ini merupakan fungsi otak kanan” . pikiran (mind), tubuh (body), emosi dan otak merupakan Naisbit mengatakan, sejak dahulu menceritakan, suatu kesatuan. menjelaskan, menyarankan, mengubah, memenangkan, Mengapa seseorang hanya mampu menghafal membujuk, dan kata kata menyentuh selalu digunakan. pelajaran dalam jangka waktu pendek, sedangkan untuk Tapi kini, bahasa telah kalah oleh budaya visual, gambar menceritakan kisah detail tentang kehidupan pribadi 10 langsung, film, video menggantikan penutur cerita dan tahun yang lalu dapat diingat secara keseluruhan? buku. Budaya visual sukar dilupakan, sudah tertanam Pada prinsipnya dalam menggunakan otak untuk sejak masih kanak kanak. Budaya ini mengambil alih belajar dan mengingat harus sesuai dengan cara kerja dunia dengan mengorbankan dunia tulis. otak dan menggunakan ke-dua belah otak. Setiap Novel yang merupakan ranah fantasi memang belahan dipisahkan oleh jembatan emas (golden bridge) tidak mati, tapi mengalami perdarahan yang sangat yang merupakan tempat penyeberangan kecerdasan parah. Situasi demikian telah berjalan sampai saat ini, dan kecerdikan seseorang. Setiap belahan menunjukkan arahnya adalah penggunaan otak kanan, bukan berarti pola pikir tertentu yang berbeda dan bertentangan. melupakan otak kiri. Konsekuensi dari kenyataan yang Gabungan ke-dua pola belahan tadi akan membentuk telah digambarkan tadi menjadi tantangan dan peluang seseorang menjadi cerdas, cerdik berfikir, berakal dan untuk mengembangkan SDM, memilih SDM berdasarkan berakhlak. kemampuan fungsi otak yang membagi atas otak kanan Pelaksanaan manajemen perangkat otak terdapat dan kiri. ketimpangan fungsi, karena tidak dapat konsentrasi. Misal sewaktu mendengarkan ceramah menggunakan Perangai otak otak kiri, kemudian mencatat menggunakan otak Albert Einstein mengatakan, ada dua hal yang tidak kiri, berfikir logis juga menggunakan otak kiri terbatas. Yakni alam semesta dan otak manusia. Begitu sehingga melimpah dan overloaded. Selain itu dalam hebatnya maka banyak tokoh otak menyampaikan melaksanakan fungsi manajemen tidak kreatif, tidak keistimewaan otak manusia ini antara lain, Sir Charles hafal mati, belajar dan bekerja tidak fun, sehingga mudah Sherrington mengatakan bahwa otak manusia seperti lupa. alat tenun dengan berjuta pintalan mengikat, dengan Oleh sebab itu, dalam penempatan seseorang menenun pola yang penuh arti. dalam jabatan, selain berdasarkan standar kompetensi Dalai Lhama menyebutkan bahwa otak bukanlah juga harus disesuaikan dengan dominasi fungsi otak elemen tubuh yang statis, sehingga tidak bisa diubah. seseorang dengan jabatan yang dipangkunya.n Potensi otak berubah tidak terbatas, bahkan boleh16 Mediakom No.XXII/APRIL/2010
  • Media Utama Media UtamaS etelah sukses melakukan reformasi MDGs), Pokja Pembiayaan Kesehatan (Jamkesmas), pendidikan pada masa jabatan pertama, Pokja Manajemen Kesehatan, dan Good Governance, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Pokja Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan, Pokja bertekad melakukan reformasi kesehatan Sumber Daya Manusia. pada masa jabatan kedua (2009-2014). Tim terdiri dari berbagai unsur yaitu Kementerian Hal itu disampaikan Presiden SBY ketika Kesehatan, BKKBN, Badan POM, Perguruan Tinggi dan melantik 17 anggota Konsil Kedokteran Organisasi Profesi telah menyusun dokumen roadmapIndonesia tahun lalu di Istana Negara. reformasi kesehatan masyarakat sebagai arah, dasar, Untuk menindaklanjuti tekad Presiden Susilo dan strategi agar dapat dijadikan acuan bagi seluruhBambang Yudhoyono, Menteri Kesehatan, dr. Endang pelaku pembangunan kesehatan baik masyarakat,Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, telah membentuk swasta maupun Pemerintah (Pusat, Provinsi danTim Penyusun Roadmap Reformasi Kesehatan Kabupaten/Kota) serta pihak-pihak terkait dalamMasyarakat melalui SK Menkes No. 1067/Menkes/SK/ rangka melaksanakan reformasi kesehatan masyarakatXI/2009. Tim terdiri dari 5 Kelompok Kerja (Pokja), yaitu tahun 2010-2014.Pokja Upaya Kesehatan (Pelayanan dan Pencapaian Prioritas reformasi tahun 2010-2014 diarahkan pada No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 17
  • Media Utama Susunan Tim Penyusunan Roadmap Reformasi Kesehatan Masyarakat Pengarah 3. dr. Budi Hidayat 4. Sukendar Adam, DIM, M.Kes Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, 4. Dr. drg. Mardiati Najib 5. Dr. Ondri Dwi Sampurno, Msi, Apt Dr.PH 5. Prof Ascobat Gani, MPH, Dr.PH 6. Dra. Sri Indrawaty, Apt, M.Kes Koordinator 6. Suhardjono, SE, MM 7. Dr. Delina Hasan (FKM-UI) Drg. Naydial Roesdal. MSc.PH 7. Harmen Mardjunin, SE, MM Sekretaris Umum 8. dr. Donald Pardede, MPPM POKJA SUMBER DAYA MANUSIA Dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes 9. Drs. Bayu Teja, Apt, M,Phar Anggota Sekretariat 10. drg. Usman Sumantri, MSc Ketua : dr. Bambang Giatno Raharjo, 1. dr. Slamet, MHP MPH 2. R.J. Sukowidodo, SKM, MPH POKJA MANAJEMEN KESEHATAN, GOOD Ketua 1 : Prof. Tjandra Yoga Aditama, GOVERNANCE Sp.P(K) POKJA UPAYA KESEHATAN Ketua 2 : Dr. Triono Soendoro, Ph.D (PELAYANAN dan PENCAPAIAN MDGs) Ketua : dr. Faiq Bahfen, SH Sekretaris : Drs. Abdurahman, MPH, SH, Ketua 1 : dr. Ratna Rosita Hendardji, DFM, Sp.F(K) Ketua : dr. Budihardja, MPH, DTM&H MPHM Anggota Ketua 1 : dr. Farid Wadjdi Husain, Sp.B(K) Ketua 2 : dr. Krishnajaya, MS 1. Dr. dr. Adang Bahtiar Ketua 2 : dr. Sugiri (BKKBN) Sekretaris : Prof. dr. Budi Sampurna, SH, 2. dr. Sandi Ilyanto Sekretaris : dr. T. Marwan Nusri, MPH DFM, Sp.F(K) 3. dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes Anggota Anggota 4. Drs. Zulkarnain Kasim, SKM, MBA 1. Prof Umar Fahmi 1. Prof. Laksono 5. dr. Asyikin Iman Dahlan, MHA 2. Prof Azrul Azwar 2. Prof. Amal C. Sjaaf 6. dr. Setiawan Soeparan, MPH 3. dr. Nyoman Kandum, MPH 3. Prof. Purnawan Djunadi 7. drg. S. R. Mustikowati, M.Kes 4. dr. Endang Anhari 4. dr. Guntur Budi Wanarto, MM, MSc 8. Dr. Ida Bagus Indra Gotama 5. dr. Edi Suranto, MPH 5. dr. Sandi Ilyanto 6. dr. Mulya A. Hasjmy, Sp.B, M,Kes 6. dr. Lily S. Sulistyowati, MM TIM PERUMUS 7. dr. Ina Hernawati, MPH 7. dr. E. Jane Supardi, MPH, Dsc 8. dr. Iwan M.Muljono, MPH 8. dr. Abdul Rival, MSc Ketua : dr. Indriyono, MPH 9. dr. Kuwat Sri Hudayo, MS 9. dr. Kirana Pritasari, MQIH Wakil Ketua : dr. Untung Suseno Sutarjo, 10. Dr. dr. Trihono, M.Kes 10. Burlian Mughni, SH M.Kes 11. Drs. Purwadi, Apt, MM, ME 11. Arsil Rusli, SH, MH Sekretaris : dr. Trisa Wahyuni Putri, M.Kes 12. dr. Sri Hermiyati, MSc 12. Sukamto, SH ANGGOTA 13. dr. Abidinsyah Siregar, MPH 13. Dr. Dadi Sunjaya 1. dr. T. Marwan Nusri, MPH 14. dr. M. Sholah Imari, MSc 2. Prof. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F, (K) 15. drg. Tini Suryani Suhandi, M.Kes POKJA KEFARMASIAN DAN PERBEKALAN 3. Drs. Purwadi, Apt, MM, ME KESEHATAN 4. dr. Ina Hernawati, MPH POKJA PEMBIAYAAN KESEHATAN 5. Dr. dr. Trihono, M.Kes (JAMKESMAS) Ketua : Dra. Kustantinah, Apt, M, Appt, 6. dr. Sandi Ilyanto Sc 7. Dr. dr. Adang Bahtiar Ketua : dr. Sjafii Ahmad, MPH Ketua 1 : Dra. Lucky Oemar Said, Apt 8. Dr. drg. Mardiati Najib Ketua 1 : drg. Naydial Roesdal, M.ScPH (BPOM) 9. dr. Donald Pardede, MPPM Ketua 2 : dr. Farid Hariyanto Sekretaris : Drs. Purwadi, Apt, MM, ME 10. Drs. Bayu Teja Muliawan, Apt, M. Pharm Sekretaris : dr. Chalik Masulili, MSc Anggota 11. Drs. Abdurachman, MPH Anggota 1. Drs. Slamet Susilo 12. Prof. Laksono Trisnantoro 1. Prof Habullah Thabrani 2. Drs. T. Bahdar J. Hamid, Apt, M. Pharm 2. Dr. Prastuti Suwondo, SE 3. Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt, PhD tujuh bidang , yaitu : 1) jaminan kesehatan; 4) reformasi birokrasi Prioritas reformasi kesehatan kesehatan masyarakat; 2) pelayanan pembangunan kesehatan; 5) masyarakat tersebut dilaksanakan Kesehatan di Daerah Terpencil, Bantuan Operasional Kesehatan; 6) dengan melakukan berbagai Perbatasan dan Kepulauan penanganan daerah bermasalah terobosan pada paradigma, (DTPK); 3) ketersediaan obat dan kesehatan; dan 7) pelayanan rumah kebijakan, kelembagaan, SDM, alat kesehatan di setiap fasilitas sakit berstandar internasional. program, dan sistem yang selama18 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Media Utama Tujuan Reformasi Kesehatan 7. Tersedianya sumber daya kesehatan dan peraturan perundang-undangan untuk mendukung Umum : tercapainya masyarakat sehat yang mandiri pengembangan rumah sakit yang terakreditasi dan berkeadilan. internasional. Khusus : Tagline 1. Tersedianya pembiayaan untuk jaminan pelayanan medik dasar untuk seluruh penduduk Indonesia (re. Tujuan Reformasi Kesehatan Masyarakat, dicapai Target Pencapaian Standar Pelayanan Minimal); melalui penyelenggaraan sistem kesehatan yang 2. Tersedianya pembiayaan untuk pelayanan mempunyai nilai-nilai sebagai berikut : kesehatan dasar promotif dan preventif (re. Target 1. Pro Rakyat, yang maknanya semua program Pencapaian Standar Pelayanan Minimal); pembangunan kesehatan haruslah menghasilkan 3. Tersedianya obat/alkes untuk Program KIA/KB, yang terbaik untuk rakyat; Program Penanggulangan Penyakit Malaria, 2. Inklusif, yang maknanya semua program Tuberkulosis, dan HIV/AIDS (re. Target Pencapaian pembangunan kesehatan haruslah melibatkan Millenium Development Goals); semua pihak, karena pembangunan kesehatan 4. Terbentuknya kelembagaan Kementerian tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh Kesehatan yang tepat fungsi dan tepat ukuran Kementerian Kesehatan saja. serta tatakelola kesehatan yang baik; 3. Responsif, yang bermakna bahwa program 5. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk Daerah kesehatan haruslah sesuai dengan kebutuhan dan Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (re. Target keinginan rakyat. Pencapaian Standar Pelayanan Minimal); 4. Efektif, yang bermakna bahwa program kesehatan 6. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk Daerah haruslah menghasilkan sesuatu yang signifikan. Bermasalah Kesehatan dengan kategori Buruk/ 5. Bersih, yang dimaknai bahwa program kesehatan Khusus (re. Target Pencapaian Standar Pelayanan harus bersih dari KKN, dan tidak memiliki muatan- Minimal); muatan yang tidak berkaitan dengan kesehatan.ini sudah ada tapi belum berfungsi, kontrak kinerja Menteri Kesehatan, diingat, dalam mengupayakanatau telah berfungsi namun masih Program Prioritas dan Program reformasi kesehatan harus menjaminterdapat berbagai disparitas Aksi Presiden dan isu ekternal lain keamanan reformasi regulasiataupun belum ada sama sekali. seperti national summit. dengan mengharmonisasikan semuaBerbagai terobosan tersebut Rumusan roadmap reformasi peraturan yang ada di pusat dandiupayakan dapat dilakukan pada kesehatan masyarakat yang dia- daerah.upaya kesehatan, good governance, manatkan Presiden disamping untuk Misalnya PP No. 38 Tahunpembiayaan kesehatan, kefarmasian menjawab tantangan perubahan 2007 tentang pembagian urusandan perbekalan kesehatan, serta lingkungan strategis dan tuntutan Pemerintah Pusat dan Daerah, yangsumber daya manusia kesehatan. permasalahan yang ada di masyara- belum dilengkapi dengan Norma Dengan semangat “unity, kat, juga berisi pemikiran-pemikiran Standar Prosedur dan Kriteriatogether we can” yang bermakna kritis yang merupakan ekstraksi do- (NSPK) dan Peraturan Menteripentingnya kebersamaan dan kerja kumen Renstra namun dilaksanakan Dalam Negeri (Permendagri) No.13sama yang baik untuk mencapai melalui langkah-langkah yang Tahun 2006 tentang Pengelolaantujuan. Dengan spirit “tagline” itu, akseleratif dan reformatif yang akan Keuangan Daerah.diharapkan terjadi peningkatan mempercepat pelaksanaan pemba­ Penyelenggaraan Reformasimotivasi dan etos kerja seluruh abdi ngunan kesehatan, dengan meletak- Kesehatan dilakukan dengannegara termasuk abdi kesehatan di kan dasar yang kuat dan pencapaian mengidentifikasi isu-isu strategissemua jajaran kesehatan. yang cepat. mutakhir di sektor kesehatan, strategi Roadmap Reformasi Kesehatan Reformasi juga perlu dilakukan serta langkah-langkah yang akanMasyarakat memperhatikan di berbagai jenjang, baik di Pusat dilakukan untuk mencapainya. Semuaperencanaan dan arah jangka maupun Daerah (Provinsi dan langkah kegiatan yang dilakukanpanjang pembangunan kesehatan Kabupaten/Kota) dengan melibatkan perlu dijabarkan dalam tahapan(RPJPK), Renstra Kementerian seluruh komponen bangsa, termasuk pencapaiannya secara terukur dalamKesehatan Tahun 2010-2014, swasta dan masyarakat. Tetapi perlu setiap tahun dengan jelas. No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 19
  • Media Utama 1. Jaminan Kesehatan Masyarakat Saat ini cakupan kepesertaan jaminan kesehatan dengan berbagai cara penjaminan baru mencapai 50,8% dari seluruh penduduk dengan kontribusi terbesar dari peserta Jamkesmas untuk masyarakat miskin dan tidak mampu yang pembiayaannya ditanggung negara yang berjumlah 76,4 juta jiwa (+ 36 %). Setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya sehingga negara bertanggung jawab mengatur dan membuat skema agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Oleh karena itu, jaminan kesehatan yang merupakan sebuah sistem yang memungkinkan seseorang terbebas dari beban biaya berobat yang mahal yang dengan cara mempertahankan kesinambungan jaminan menyebabkan gangguan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat miskin (penerima bantuan iuran), dasar hidup perlu diperluas kepesertaannya menjadi mengakselerasi jaminan kesehatan pada sektor formal kepesertaan semesta, serta kualitas penyelenggaraannya (penerima upah), pengembangan jaminan kesehatan melalui reformasi pembiayaan kesehatan agar pada kelompok informal (tidak menerima upah) dengan waktunya mencakup semua penduduk sesuai amanat pemberian subsidi pada kelompok informal. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Langkah-langkah yang perlu dilakukan secara Jaminan Sosial Nasional (SJSN). terstruktur yakni : analisis potensi kepesertaan, sosialisasi Jaminan Kesehatan Semesta adalah suatu keadaan dan advokasi, implementasi dengan penyiapan regulasi seluruh penduduk yang tinggal di Indonesia memiliki serta badan penyelenggara jaminan kesehatan tersebut. jaminan kesehatan dikembangkan dengan prinsip Tahapan perluasan kepesertaan tersebut dilakukan asuransi sosial yang meliputi : kepesertaan yang bersifat sebagai berikut; yakni tahap 2010 : pengembangan wajib dan non diskriminatif bagi kelompok formal kepesertaan Jamkesmas pada kelompok informal (penerima upah), informal (tidak menerima upah) dan sebagai tambahan Penerimaan Bantuan Iuran (PBI), masyarakat miskin (penerima bantuan iuran) dengan pengembangan pada penerima bantuan iuran manfaat pelayanan medis yang sama (prinsip ekuitas), Pemerintah Daerah dan pengembangan kepesertaan dan pelayanan dapat diakses secara nasional (prinsip pada kelompok formal. portabilitas), bersifat komprehensif, dengan manfaat Tahap 2011 : pemantapan pada kepesertaan pelayanan kesehatanyang komprehensif. Jamkesmas pengembangan pada PBI Pemda, Kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan pengembangan kepesertaan pada kelompok formal dan sesuai UU No. 40 tahun 2004 bersifat wajib. Kepesertaan pada kelompok informal mampu. yang bersifat wajib dimaksudkan agar seluruh Tahap 2012 : pemantapan pada kepesertaan rakyat menjadi peserta Jaminan Kesehatan sehingga Jamkesmas, pemantapan pada penerima bantuan iuran masyarakat dapat terlindungi kesehatannya. Makna Pemerintah Daerah, pengembangan kepesertaan pada fisiologis dari kepesertaan wajib adalah agar terjadi kelompok formal dan kelompok informal mampu. subsidi silang antara yang kaya dan miskin, yang sehat Tahap 2013 : pemantapan pada kepesertaan dan sakit, yang tua dan muda serta yang berisiko sakit Jamkesmas, pemantapan pada penerima bantuan iuran tinggi dan berisiko sakit rendah. Penerapan disesuaikan Pemerintah Daerah, pengembangan kepesertaan pada dengan kemampuan ekonomi rakyat dan pemerintah kelompok formal dan kelompok informal mampu. serta kelayakan penyelenggaraan program Jaminan Tahap 2014 : pemantapan pada kepesertaan Kesehatan. Jamkesmas, pemantapan pada penerima bantuan iuran Sasaran kepesertaan wajib dalam Jaminan Kesehatan Pemerintah Daerah, pengembangan kepesertaan pada mencakup seluruh penduduk Indonesia, termasuk orang kelompok formal dan pengembangan serta monitoring asing yang bekerja dan tinggal di Indonesia paling dan evaluasi. sedikit 6 (enam) bulan berturut-turut. Untuk mendukung pencapaian kepesertaan semesta Strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan jaminan kesehatan diperlukan regulasi pendukung. tersebut adalah dengan meningkatkan cakupan/ Regulasi-regulasi tersebut adalah : UU BPJS yang perluasan kepesertaan jaminan kesehatan agar diperkirakan dapat diselesaikan paling lambat tahun mencakup 100% penduduk (universal coverage) 2011, PP-PBI yang diharapkan selesai pada tahun 2010,20 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Media UtamaPerpres jaminan kesehatan yang juga diharapakan dilakukan dengan mempertimbangkan masa transisiselesai tahun 2010, Perpres mengenai penyaluran, sambil terbentuknya BPJS menurut UU No 40 tahun 2004pemanfaatan dan pertanggungjawaban dana jaminan tentang SJSN yang diproyeksikan akan selesai palingkesehatan di PPK yang diharapkan selesai pada 2010. lambat tahun 2012.Permenkes mengenai NSPK pembiayaan kesehatan Tahapan pengembangan ini dilakukan sebagaiyang akan diselesaikan pada 2010, serta regulasi berikut: tahun 2010 badan penyelenggara terdiri dariPembentukan UPT Badan Pengelola Jamkesmas dengan Jamkesmas, PT Askes (Persero), PT (Persero) Jamsostek,BLU yang juga akan diselesaikan pada tahun 2010. PT Asabri, Asuransi komersial lainnya. Dalam tahun Perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan 2010 juga diharapkan terjadi perubahan dari bentukdilakukan sejalan dengan penyediaan pelayanan TP Jamkesmas saat ini menjadi UPT Badan Pengelolamelalui pengembangan pemberi pelayanan kesehatan. Jamkesmas (BLU).Pengembangan PPK sebagai jaringan pelayanan tersebut Tahun 2011 : Penyelenggara jaminan kesehatan terdiridiproyeksikan sebagai berikut : RS, Balai Kesehatan, dari UPT Badan Pengelola Jamkesmas (BLU, PT AskesKlinik spesialis dll; pada tahun 2010 berjumlah 1200, (Persero), PT (Persero) Jamsostek, PT Asabri, Asuransitahun 2011 berjumlah 1350, tahun 2012 berjumlah 1500, komersial lainnya. Seterusnya tahun 2012 diharapkantahun 2013 berjumlah 1550 dan tahun 2014 berjumlah telah terbentuk BPJS menurut UU Pembentukanberjumlah 1600. BPJS sebagaimana amanat UU No 40 tahun 2004 Demikian pula pengembangan pemberi pelayanan tentang SJSN yang seterusnya akan berperan sebagaikesehatan tingkat dasar (Puskesmas, Dokter Keluarga, penyelenggarajaminan kesehatan.dll) juga akan dilakukan secara bertahap yakni; pada Perluasan cakupan kepesertaan (termasuktahun 2010 berjumlah 9000, tahun 2011 berjumlah kesinambungan jaminan kesehatan masyarakat miskin)12.000, tahun 1012 berjumlah 16.000, tahun 2013 akan yang diharapkan pada implementasi pencapaianberjumlah 18.000 serta pada tahun 2014 akan berjumlah kepesertaan jaminan kesehatan semesta tersebut adalah:20.000. : pada tahun 2010 sebanyak 148,26 juta, tahun 2011 Sejalan dengan itu, untuk pengelolaan program, perlu sebanyak 178,81 juta, tahun 2012 sebanyak 201,18 juta,dikembangkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial tahun 2013 sebanyak 229,87 juta serta pada tahun 2014(BPJS). Pengembangan Badan Penyelenggara tersebut mencapai 245,3 juta penduduk (100% penduduk).2. Pelayanan Kesehatan di Dtpk Dalam rangka memberikan pemerataan akses padapelayanan kesehatan yang berkualitas, maka pemerintahsudah seharusnya memberikan perhatian khusus bagimasyarakat yang tinggal di daerah terpencil, perbatasandan kepulauan. Merujuk pada Visi PembangunanKesehatan di dalam perencanaan strategis tahun2010-2014, yaitu masyarakat mandiri yang sehat danberkeadilan, maka dalam batasan ini berkeadilandimaknai sebagai tidak memberikan dalam jumlah yangsama terhadap permasalahan yang berbeda, sepertimisalnya : pelayanan kesehatan yang diperlukan didaerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK). Masyarakat di daerah terpencil, perbatasan dankepulauan menghadapi berbagai permasalahan Terbatasnya jumlah, jenis, dan mutu SDM kesehatan; 6)yang sangat spesifik. Isu strategis terkait dengan Pembiayaan kesehatan yang belum fokus dan sinkron;penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Daerah 7) Belum terpadunya perencanaan program danTertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) adalah pelaksanaan kesehatan lapangan; serta 8) Lemahnyasebagai berikut : 1) Kondisi geografi yang sulit dan pengendalian program.iklim/cuaca yang sering berubah; 2) Status kesehatan Mengingat kompleksitas masalah yang dihadapimasyarakat yamg masih rendah; 3) Beban ganda dan keragaman permasalahan di masing-masingpenyakit; 4) Terbatasnya sarana (terutama jalan, listrik DTPK, pendekatan yang dilakukan untuk mengatasidan air) dan prasarana pelayanan kesehatan di DTPK; 5) permasalahan tersebut tidak bisa disamakan dengan No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 21
  • Media Utama daerah lainnya, terutama pendekatan yang berkaitan peningkatan penempatan tenaga kesehatan di DTPK dengan kedaulatan (souvereignity approach) dan dan mengembangkan mekanisme rekrutmen penerima pendekatan ekonomi (prosperity approach). bantuan biaya pendidikan tenaga kesehatan yang Pembangunan yang dilaksanakan di daerah terpencil, berasal dari DTPK; 2) Peningkatan kemampuan SDM perbatasan dan kepulauan harus dilaksanakan secara Kesehatan di DTPK melalui pelatihan pelatihan; 3) terpadu, sinergis dan berkesinambungan oleh seluruh Penyediaan, pemerataan dan menjamin keterjangkauan sektor. Perumusan dan pengembangan kebijakan sediaan farmasi dan alat kesehatan di seluruh fasilitas ketenagaan kesehatan perlu mempertimbangkan kesehatan di DTPK; 4) Peningkatan akses transportasi berbagai faktor lingkungan strategis seperti keadaan untuk pelayanan kesehatan yang bermutu di DTPK; goegrafis suatu wilayah, kemampuan fiskal daerah, 5) pemenuhan pembiayaan operasional kesehatan dan harus disesuaikan dalam rangka desentralisasi. melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK); 6) Pertimbangan berbagai konteks kebijakan dalam Pengembangan kebijakan-kebijakan tentang standar perumusan dan pengembangan kebijakan kesehatan pelayanan kesehatan yang spesifik untuk DTPK, sangat penting dalam menjamin efektivitas kebijakan tentang standar tenaga kesehatan strategis implementasi dari kebijakan tersebut. sebagai kelengkapan pelaksanaan PP 38 tahun 2007 Sasaran yang ingin dicapai dalam pelayanan (Bidang Kesehatan), dan kebijakan tentang standar kesehatan di DTPK antara lain sebagai berikut : kompetensi spesifik bagi tenaga kesehatan yang 1) Pemenuhan SDM Kesehatan di DTPK melalui dibutuhkan di DTPK. 3. Ketersediaan Obat dan Alat Kesehatan di Setiap Fasilitas Kesehatan Serta Pengembangan Obat Tradisional (Jamu). Capaian MDGs harus didukung oleh akses obat yang aman, berkhasiat dan bermutu serta terjamin dalam jenis dan jumlah sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya program KIA,Malaria, TB dan HIV/AIDS. Namun data di lapangan menunjukkan rata-rata ketersediaan obat tahun 2008 masih belum mencukupi, yaitu sebesar 78% dari kebutuhan riil pengobatan dasar. Disamping disparitas ketersediaan obat nasional, terjadi disparitas berdasarkan wilayah, yaitu antara wilayah Barat dan Tengah (88%) dan wilayah Timur merupakan faktor kunci untuk mencapai efektivitas (58%). Berdasarkan kelas terapi, juga terlihat kekurangan dan efisiensi biaya pengobatan, utamanya program KIA, ketersediaan obat program TB (7,9 bulan/tahun) dan Malaria, TB dan HIV/AIDS. antibiotik (10,1 bulan/tahun). Peran bidang kefarmasian dalam reformasi kesehatan Bedasarkan anggaran, sampai dengan tahun masyarakat sangat penting dalam penentuan strategi 2008 pembiayaan pemerintah pusat dan daerah “health-seeking” yang memadai, termasuk penggunaan utnuk belanja obat pelayanan kesehatan dasar baru obat yang rasional dan efisiensi pembiayaan obat serta mencapai Rp. 13.000,-/kapita/tahun. Sedangkan WHO akses dan informasi obat. merekomendasikan minimal 2 USD/kapita/tahun (setara Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu pilar Rp.18.000,- s/d Rp. 20.000,-). dari 3 (tiga) pilar pelayanan kesehatan, yaitu pelayanan Pelayanan kefarmasian belum sesuai standar, karena medik, pelayanan keperawatan dan pelayanan terbatasnya tenaga Apoteker di Puskesmas dan Belum kefarmasian, sehingga pelayanan kefarmasian yang optimalnya peran Apoteker di rumah sakit, yang pada efektif dan efisien sangat diperlukan dalam peningkatan akhirnya mempengaruhi pencapaian mutu pelayanan akses dan mutu pelayanan kesehatan. kesehatan. Sementara itu masih ditemukan penggunaan Agar pelayanan kefarmasian efektif dan efisien, sejajar obat yang belum rasional, antara lain pengobatan sub dengan pelayanan medik dan pelayanan keperawatan, terapetik, pengobatan yang tidak sesuai dengan standar harus dilakukan perubahan mendasar paradigma dan terapi dan ketidakpatuhan pemakaian obat sesuai sistem utamanya melalui penggerakan pengunaan obat dosisnya. Penerapan penggunaan obat yang rasional rasional, rekonstruksi sistem dan revitalisasi program22 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Media Utamapelayanan farmasi klinik di rumah sakit dan komunitas, untuk program KIA, Malaria, TB, HIV/AIDS serta efisiensiyang berfungsi dan bersifat inklusif dan responsif. pembiayaan obat melalui penerapan “health/medicineDisamping itu perlu dilakukan perubahan kebijakan account” dan prinsip farmakoekonomi; 2) Peningkatanmendasar dalam menempatkan dan meningkatkan pelayanan kefarmasian yang efektif dan efisien, termasukperan Apoteker dan tenaga teknis kefarmasian di rumah penggunaan obat yang rasional, sebagai salah satu pilarsakit dan puskesmas yang akan dievaluasi melalui sistem palayanan kesehatan untuk mencapai target MDGs; 3)akreditasi rumah sakit dan puskesmas. Peningkatan keamanan, khasiat dan mutu ketersediaan Mempertimbangkan disparitas dan berbagai farmasi, alat kesehatan dan makanan yang beredar sertakelemahan di atas, reformasi di bidang ketersedian melindungi masyarakat dari penggunaan yang salahobat dan alat kesehatan di setiap fasilitas kesehatan dan penyalahgunaan obat; dan 4) Upaya kemandirianmenjadi sangat penting, relevan dan kontekstual. Sasaran di bidang obat bahan baku obat dan obat tradisionalyang ingin dicapai dari prioritas ini adalah sebagai Indonesia melalui pemanfaatan keanekaragaman hayati.berikut : 1) Peningkatan ketersediaan, pemerataandan keterjangkauan obat, terutama obat esensial4. Reformasi Birokrasi Pembangunan Kesehatan Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakanupaya untuk melakukan pembaruan dan perubahanmendasar terhadap sistem penyelenggaraanpemerintahan, terutama menyangkut aspek-aspekberikut : kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan(business process), dan sumber daya manusia aparatur. Reformasi Birokrasi Bidang Kesehatan diharapkanmampu menjawab berbagai permasalahan termasukperubahan pada perbaikan dalam manajemenPerencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan yang costeffective, mampu menampilkan Postur Organisasi/Kelembagaan ke depan dengan prinsip organisasi yang Pelayanan Publik, PP No. 38/2007 tentang Pembagianmodern “Ramping Struktur dan Kaya Fungsi” mampu , Urusan Pemerintah, PP No. 41/2007 tentangdiukur melalui kinerja dan terwujudnya peningkatan Organisasi Perangkat Daerah; (2) Menyelenggarakanpengawasan yang pada akhirnya mampu mewujudkan semiloka Visi, Misi dan Strategi Kementerianpengelolaan keuangan dengan kinerja yang baik (Wajar Kesehatan2010-2014; dan (3) Melakukan sosialisasiTanpa Pengecualian). Sasaran yang ingin dicapai dalam visi, misi, dan strategi Kementerian Kesehatan 2010-perubahan penyelenggaraan pembangunan kesehatan 2014.dilakukan dengan 2 (dua) upaya pokok, yaitu : b. Restrukturisasi Kementerian Kesehatan PERTAMA, redefinisi fungsi unit utama di lingkungan untuk mewujudkan postur organisasi/kelembagaanKementerian Kesehatan sehingga terjadi pemilahan kedepan dengan prinsip organisasi yang moderndan sekaligus perumpunan fungsi baru yang lebih “Ramping Struktur dan Kaya Fungsi” maka akan ,sesuai dengan tuntutan perubahan yang berasal dari dilakukan langkah-langkah : (1) Melakukan analisislingkungan internal dan eksternal organisasi. Redefinisi kebutuhan fungsi baru Kementerian Kesehatan;fungsi dari unit utama Kementerian Kesehatan dilakukan (2) Menyelenggarakan semiloka fungsi barumelalui kegiatan pokok, yaitu : Kementerian Kesehatan; (3) Melakukan analisisa. Redefinisi visi, misi dan strategi Kementerian fungsi jabatan struktur baru unit utama Kementerian Kesehatan untuk periode waktu 2010-2014 dengan Kesehatan; dan (4) Sosialisasi struktur baru unit utama langkah-langkah : (1) Melakukan review arahan Kementerian Kesehatan. Presiden pada Rapat I Kabinet Indonesia Bersatu 2, c. Studi bebankerja potensial untuk masing-masing unit hasil National Summit 2009, RPJMN Kesehatan 2010- organisasi, dengan langkah-langkah sebagai berikut 2014, Renstra Kementerian Kesehatan 2010-2014, : (1) Membuat kerangka acuan kerja dan proposal UU No. 36/2009 tentang Kesehatan, UU No. 44/2009 studi beban kerja potensial; (2) Melaksanakan studi tentang Rumah Sakit, UU No. 25/2009 tentang beban kerja potensial; (3) Memanfaatkan data beban No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 23
  • Media Utama kerja potensial untuk pengembangan struktur langkah, yaitu : (1) Identifikasi proses kerja didalam baru Kementerian Kesehatan; dan (4) Penyiapan organisasi; (2) Identifikasi prosedur untuk setiap kelengkapan persyaratan administrasi struktur baru proses kerja di dalam organisasi; (3) Pengembangan Kementerian Kesehatan. alur kerja; (4) Penetapan standar prosedur kerja; dan (5) Sosialisasi standar prosedur kerja. KEDUA, Penajaman implementasi desentralisasi b. Elektronisasi dokumentasi/kearsipan untuk semua kewenangan dalam bidang kesehatan antara kegiatan pengelolaan dan penyelenggaraan pemerintah, pemerintah daerah provinsi serta upaya kesehatan, dengan langkah-langkah pemerintah daerah kabupaten/kota (Re. PP No. 38/2007). yaitu : (1) Penyusunan kerangka acuan kerja dan Hal ini dilakukan melalui : proposal kegiatan elektronisasi dokumentasi; (2) a. Penyusunan tatalaksana (business process) yang Identifikasi kebutuhan elektronisasi dokumentasi; (3) menghasilkan standar prosedur operasional Perencanaan pengadaan elektronisasi dokumentasi; untuk setiap proses kerja dalam pengelolaan dan (4) Proses pengadaan elektronisasi dokumentasi; (5) penyelenggaraanupaya kesehatan, dengan langkah- Pelaksanaan elektronisasi dokumentasi. 5. Bantuan Operasional Kesehatan (Bok) Pembangunan kesehatan pada kurun waktu 2010- 2014 memberi perhatian khusus untuk tercapainya tujuan Millennium Development Goals (MDGs). Sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan dasar baik upaya kuratif-rehabilitatif maupun promotif-preventif, Puskesmas dan jaringannya berperan penting dalam pencapaian indikator yang terkait dengan MDGs tersebut, yaitu penurunan angka kematian ibu, penurunan angka kematian anak, penurunan gizi buruk dan penanggulangan penyakit yang berpotensi wabah. Saat ini indikator impact/output menunjukkan bahwa tujuan tersebut belum tercapai, asumsinya terutama disebabkan oleh masalah rendahnya biaya operasional bentuk Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang yang membuat kinerja Puskesmas menjadi tidak optimal, peruntukkannya ditentukan untuk kegiatan operasional khususnya pada kinerja yang menunjang upaya promotif pelaksanaan kegiatan di Puskesmas dan jaringannya dan preventif. Sampai saat ini besaran biaya operasional dan manajemen penunjangnya, yang harus dibedakan di Puskesmas relatif kecil, sangat bervariasi antar peruntukkannya dengan pembiayaan Puskesmas yang daerah dan masih terfragmentasi dari berbagai sumber non BOK. (program teknis, proyek, daerah). Pemberian BOK dimaksudkan agar kinerja Puskesmas Padahal kebutuhan dana untuk melaksanakan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dasar kegiatan tersebut, misalnya kunjungan luar gedung terutama promotif dan preventif dapat meningkat ke lapangan, penyuluhan, imunisasi, kunjungan ke sehingga mempercepat pencapaian MDGs. BOK adalah Posyandu, Ante Natal Care (ANC), dll, memerlukan bantuan operasional kesehatan untuk meningkatkan biaya yang tidak sedikit yang tidak sepenuhnya dapat kinerja Puskesmas di bidang pelayanan kesehatan ditampung dalam struktur dana yang ada di Puskesmas preventif dan promotif meliputi : KIA-KB, imunisasi, saat ini. Begitu pula variasi kondisi Puskesmas yang kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, pencegahan begitu luas membuat variasi yang luas dari pencapaian penyakit dan pembinaan upaya kesehatan berbasis target tersebut. masyarakat seperti Posyandu, Polindes, Poskesdes. BOK Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan yakni merupakan bantuan sosial yang dipergunakan untuk reformasi pembiayaan kesehatan melalui penyaluran kegiatan pelayanan kesehatan di dalam maupun di luar langsung dalam bentuk biaya operasional untuk gedung Puskesmas dan jaringannya disediakan oleh memperlancar kinerja Puskesmas guna mendukung Pemerintah. pencapaian target-target MDGs. Hal tersebut merupakan Tujuan pemberian BOK adalah untuk mendukung terobosan baru yakni memberikan dukungan implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) biaya operasional non gaji dan non investasi dalam dalam percepatan pencapaian sasaran MDGs. Sasaran24 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Media Utamayang ingin dicapai dalam BOK adalah : 1) Tersedianya manajemen penunjang operasional bersifat fleksibelbantuan biaya operasional (non gaji, non investasi) sesuai kebutuhan lapangan dan dalam jangka panjanguntuk mendukung pelaksanaan kegiatan di puskesmas memerlukan sharing Pusat, Provinsi dan Kab/Kotadan jejaring pelayanan kesehatan dasar lainnya; dan dalam rentang kendali pengawasan penggunaan serta2) Terselenggaranya kegiatan promotif dan preventif pertanggung-jawabannya.terakit dengan program KIA/KB, Imunisasi, Kesehatan Langkah-langkah yang dilaksanakan adalah :Lingkungan, Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perumusan konsep, implementasi dan langkah-langkahserta pembinaan Upaya Kesehatan Bersumberdaya BOK (Januari 2010), disain Pilot Project (Januari 2010),Masyarakat (UKBM). pengusulan anggaran 2010 (Januari 2010), implementasi Penghitungan alokasi BOK didasarkan pada (Feb sd Des 2010), perbaikan desain atas dasar uji cobaklasifikasi Puskesmas berdasarkan : regionalisasi, (Mei sd Juni 2010), penyusunan Juklak/Juknis, termasukIPKM, indeks kemahalan, tingkat kesulitan (geografis), governance manual (Feb sd Sep 2010), diseminasi (Okt sdjumlah penduduk, jumlah petugas kesehatan, Daerah Des 2010) dan usulan anggaran 2011 (Maret 2010), danBermasalah Kesehatan (DBK). tahun 2011 sd 2014 : implementasi seluruh Puskesmas. Penetapan alokasi dana BOK Puskesmas dilakukan Untuk mendukung pelaksanaan BOK maka dilakukanbertingkat dengan cara : Kepala Puskesmas menyusun perumusan Perpres serta Kepmenkes yang diharapkankebutuhan dana BOK melalui mini lokakarya , dan selesai pada awal 2010. Program BOK akan dimulai padamengusulkan kebutuhan dana BOK kepada Dinkes tahun 2010 melalui uji coba di beberapa daerah. UjiKab/Kota. Tim Manajemen BOK Kab/Kota menilai dan coba pelaksanaan BOK tersebut dilakukan di 7 regionalmerekapitulasi usulan BOK Puskesmas di wilayahnya dan (Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku,mengajukan besaran alokasi anggaran BOK kepada Tim Nusa Tenggara, Papua). Tiap-tiap regional ditentukanManajemen BOK Provinsi. 1 Kab/Kota dan pada setiap Kab/Kota tersebut, akan Tim Manajemen BOK Kab/Kota menetapkan besaran diluncurkan dana BOK pada semua Puskesmas denganusulan alokasi anggaran masing-masing Puskesmas besaran Rp 10 juta/bulan/Puskesmas. Keseluruhan Kab/melalui SK yang ditandatangani oleh Kepala Dinkes Kota berjumlah 17 Kab/Kota dan Puskesmas berjumlahKab/Kota. Tim Manajemen BOK Provinsi melakukan 293 Puskesmas.verifikasi dan rekapitulasi atas usulan BOK Kab/Kota Selanjutnya pada 2011 s/d 2014, implementasidan mengusulkan alokasi anggaran BOK Provinsi ke serentak dilakukan di seluruh Puskesmas di IndonesiaKementerian Kesehatan. Kementerian Kesehatan c.q. yakni di 8.500 Puskesmas dengan besaran minimal RpDitjen Upaya Pelayanan Kesehatan menetapkan alokasi 10 juta/bulan/puskesmas untuk 8.500 Puskesmas sesuaianggaran BOK per provinsi berdasarkan (penilaian usulan pengkajian yang lebih dalam tentang kriteria unit cost.dari tim manajemen BOK provinsi) kriteria BOK (indeks Bersamaan dengan implementasi BOK pada tahunIPKM dan IPM, jumlah penduduk dan sasaran, kemampuan 2010, dilakukan penelitian yang bertujuan untukfiskal daerah, kemiskinan, indeks kemahalan) dengan mengetahui pengaruh BOK terhadap kinerja Puskesmasmemperhatikan ketersediaan anggaran. dalam melaksanakan kegiatan promotif preventif dalam Dana BOK merupakan belanja mengikat bantuan mencapai SPM guna percepatan pencapaian target-sosial yang penggunaannya untuk operasional dan target MDGs.6. Penanganan Daerah Bermasalah Kesehatan Disparitas pembangunan kesehatan antar wilayahdirasakan semakin melebar, hal ini ditandai dengankesenjangan hasil pencapaian pembangunankesehatan yang berbeda bermakna dari satu daerahterhadap daerah lainnya. Kondisi ini mengharuskanuntuk dilakukan upaya-upaya yang lebih konkrit didalam menyusun kebijakan pembangunan kesehatandalam dimensi wilayah. Oleh karena itu, diperlukanpendekatan perencanaan dan intervensi denganmempertimbangkan besaran masalah sesuai dengankebutuhan daerah tersebut. No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 25
  • Media Utama Sasaran yang ingin dicapai dalam penanganan pembiayaan pembanguan kesehatan dapat difokuskan daerah bermasalah kesehatan adalah sebagai berikut : 1) sesuai prioritas masalah melalui penajaman intervensi Teridentifikasinya daerah (kabupaten/kota) bermasalah yang diperlukan. Perumusan alternatif model intervensi kesehatan berdasarkan Indeks Pembangunan yang spesifik lokal dilakukan bersama antara tim PDBK Kesehatan Masyarakat; 2) Tersusunnya model intervensi dengan pengelola program setempat. kesehatan untuk setiap kelompok masalah kesehatan; Prioritas masalah tercermin pada Status Kesehatan dan 3) Terselenggaranya pendampingan bagi daerah IPKM yang meliputi : Gizi, KIA, Penyakit, PHBS, Kesehatan (kabupaten/kota) bermasalah kesehatan dalam Lingkungan dan Sumber Daya Manusia. Dari IPKM, penyusunan kebijakan dan perencanaan program upaya jelas terlihat adanya “transisi epidemiologis” masalah kesehatan yang spesifik untuk daerah tersebut. kesehatan ganda, dimana di 91 daerah perkotaan Riskesdas memungkinkan diagnosa terhadap didominasi oleh PTM seperti asma, tensi, kesehatan besaran masalah kesehatan pada tingkat kab/kota mental, gilut (gigi-mulut) dengan akses yankes, air yang bermasalah di bidang kesehatan, melalui Indeks bersih dan sanitasi yang lebih baik; sebaliknya, di 349 Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM); dengan kabupaten utamanya pada KIA, Gizi Buruk-Kurang, demikian, dapat diketahui dimana daerah-daerah Kesehatan lingkungan, dan Penyakit Menular (TBC, bermasalah tersebut dapat dipetakan berdasarkan Malaria). Rasio dokter kota : kab adalah 1 : 28444 vs 1 : peringkat kab/kota. Selanjutnya, melalui besaran masalah 8180 dan rasio bidan 1 : 2871 vs 1 : 2024 (PODES 2008). di dalam setiap pada variabel IPKM, dapat diungkap Langkah berikutnya adalah bagaimana menyediakan berbagai prioritas masalah yang memerlukan intervensi. biaya operasional bagi kegiatan di setiap Kab/Kota Penanganan Daerah Bermasalah Kesehatan melalui Puskesmas baik untuk meningkatkan pelayanan (PDBK) melalui pendekatan Indeks Pembangunan (terutama Pelayanan Luar Gedung) maupun kegiatan Kesehatan Masyarakat (IPKM) akan menghasilkan di dalam gedung, agar dapat ditingkatkan pencapaian penentuan peringkat daerah dalam pembangunan sasarannya terutama dalam pencapaian target MDGs. kesehatan, dengan demikian alokasi penganggaran dan 7. Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia (World Class Hospital) Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia (RSI-KD) adalah Rumah Sakit dengan komponen-komponen struktur dan proses yang bersertifikasi lengkap memenuhi standar- standar “Kelas Dunia” atau standar-standar “Internasional” oleh lembaga yang diakui Pemerintah berwenang untuk itu, serta outcome yang memberi penekanan pada keselamatan pasien, mutu asuhan yang tinggi, serta kepuasan pasien dan staf sesuai indikator-indikator Kelas Dunia atau Internasional. Beberapa rumah sakit di Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia (RSI-KD) melalui proses persiapan, peningkatan/pemenuhan standar, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasinya. pelayanan, pemanfaatan teknologi kedokteran , serta Fakta menunjukkan bahwa jumlah warga negara kepercayaan terhadap dokter dan rumah sakit. Indonesia yang mencari pelayanan kesehatan ke luar Sasaran yang diharapkan dalam Rumah Sakit negeri (Singapura, Malaysia, Thailand, Australia, China) Indonesia Kelas Dunia adalah sebagai berikut : 1) terus meningkat. Menurut National Health Care Group Berdirinya rumah sakit (publik, swasta) dengan akreditasi International Business Development Unit (NHG IBDU) internasional di 5 kota yaitu Jakarta, Surabaya, Denpasar, Singapura, 50 % pasien internasional yang berobat ke Medan, dan Makassar; 2) Terselenggaranya pelayanan Singapura adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Tercatat kesehatan dengan standar internasional sehingga juga bahwa rata-rata jumlah pasien dari Indonesia yang mampu menjadi penyedia pelayanan kesehatan dari berobat ke Malaysia adalah 12.000 orang per tahun atau asuransi kesehatan internasional; 3) Terselenggaranya 32 orang per hari. Beberapa alasan kunjungan berobat pelayanan kesehatan unggulan yang menjadi acuan ke luar negari adalah karena alasan promosi rumah standar internasional; dan 4) Terselenggaranya alih sakit, kemudahan transportasi, biaya bersaing, mutu pengetahuan dan alih penugasan teknologi dari tenaga26 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Media Utamamedik/paramedik asing bagi mitra kerjanya di rumah penyusunan dan penetapan pedoman, penetapan Timsakit tempat mereka bekerja atau di lingkungan yang Assessor RSI-KD dan Tim Koordinasi Akreditasi RSI-KD,lebih luas (forum organisasi profesi, perkumpulan sosialisasi RSI-KD ke RS dan asosiasi RS, mendorongseminat). RS potensial untuk akreditasi RSI-KD, self assessment Tahapan perkembangan untuk 5 (lima) tahun ke RS yang siap akreditasi RSI-KD, penetapan mekanismedepan diharapkan setiap tahunnya akan terbangun sertifikasi, serta pemetaan RS potensial RSI-KD.rumah sakit kelas dunia di 5 (lima) kota seusai dengan Dalam tahap peningkatan dan pemenuhan standartarget yang telah ditetapkan yakni setiap tahun ada dilakukan peningkatan kompetensi assessor RSI-KD,penambahan satu kota yang akan memiliki rumah sosialisasi internal RS, sosialisasi RSI-KD ke RS dan asosiasisakit berkelas internasional tersebut. Rumah sakit RS, pemenuhan standar RSI-KD, pembinaan Tim RSI-potensial yang diharapkan dapat ditingkatkan menjadi KD RS, dan pertemuan LS/LP. Selanjutnya, dalam tahapRSI-KD adalah RS Sanglah Denpasar, RS Dr. Cipto pelaksanaan dilakukan self assessment RS, pemenuhanMangunkusumo Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, RS persyaratan RS, verifikasi oleh tim assessor, sertifikasi,Sardjito Yogyakarta, RS Dr. Soetomo Surabaya, RS Adam penetapan RSI-KD, pemantapan program RI-KD, danMalik Medan, RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, serta pertemuan lintas sektor/lintas program (LS/LP).beberapa rumah sakit swasta seperti RS Siloam, RS Mitra, Dalam tahap monitoring dan evaluasi dilakukanRS Graha Husada, dan lain-lain. bimbingan teknis RSI-KD, pengawasan pelaksanaan Dalam upaya mencapai sasaran dilaksanakan standar kelas dunia, peningkatan kemampuan RSmelalui 5 (lima) tahap, yaitu (1) tahap persiapan, (2) potensial, dan pertemuan evaluasi LS/LP. Terakhir, dalamtahap peningkatan dan pemenuhan standar, (3) tahap tahap pengembangan program dilakukan evaluasipelaksanaan, (4) tahap monitoring dan evaluasi, serta (5) instrumen RSI-KD, pengembangan tool assessment RSI-tahap pengembangan program. Dalam tahap persiapan KD, dan penyusunan tool/instrument RSI-KD revisi.nSmddilakukan penetapan SK Menkes tentang RSI-KD, DBangun Kota alam memperingati Hari Kesehatan Sedunia (HKS) Kementerian Kesehatan menetapkan tema “Kota Sehat, WargaBerwawasan Sehat” dengan slogan “1000 Kota, 1000 Kehidupan” Urbanisasi telah . memunculkan tantangan sosial,Kesehatan kemiskinan, lingkungan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Untuk mengatasi, perlu program aksi melalui pengembangan kota berwawasan kesehatan. Dan partisipasi semua pihak perlu No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 27
  • Media Utama WHO Asia Tenggara. Menurut Plianbangcang, peningkatan mutu transportasi, infrastruktur, dan penyediaan teknologi “hijau” dapat meningkatkan kehidupan perkotaan, termasuk memperkecil jumlah masalah pernafasan, kecelakaan dan pada akhirnya membuat seluruh masyarakat menjadi sehat. “ Mengarusutamakan kesehatan ke dalam seluruh sistem, infrastruktur dan pelayanan bagi perkembangan perkotaan memperkecil risiko kerusakan kesehatan serta memperkecil kesenjangan” ujar , Direktur Regional WHO. PEMERINTAH KOTA HADAPI TANTANGAN BESAR Pada tahun 2009 di Indonesia lebih dari 43 persen penduduk ditingkatkan. TANTANGAN ABAD 21 tinggal di perkotaan. Diperkirakan  Hari Kesehatan Sedunia Kota biasanya identik dengan pada tahun 2025 meningkat menjadi diperingati setiap tanggal 7 April, kemajuan, kemudahan, fasilitas kota, 60 persen. Akibatnya pemerintah yang juga merupakan tanggal lapangan kerja, gemerlapan dan lain kota akan menghadapi tantangan berdirinya Organisasi Kesehatan sebagainya. Inilah yang mendorong besar berupa kelangkaan air minum/ Dunia (WHO) 62 tahun yang lalu. masyarakat desa berbondong- air bersih, kepadatan lalu lintas, Pada tahun 2010 ini ditetapkan bondong mengadu nasib pindah pencemaran udara, perumahan tidak tema Urbanization and Health atau ke kota. Sayangnya, cukup banyak sehat, kriminalitas, penggunaan Urbanisasi dan Kesehatan. orang yang pindah ke kota minuman keras dan obat terlarang. Tujuan dipilihnya tema adalah terperangkap dalam kemiskinan, Sekadar contoh, menurut data untuk menyatukan langkah, banyak anak dan kurang pendidikan. Departemen Perhubungan dan BPS meningkatkan kerja sama dan Kaum miskin perkotaan hidup 2004, jumlah kendaraan bermotor memperkuat komitmen pemerintah di lingkungan yang kurang sehat tahun 2000 dan 2003 bertambah12 pusat, provinsi dan kabupaten/kota, dan memiliki keterbatasan untuk persen setiap tahun. Peningkatan ini organisasi kemasyarakatan, lembaga mendapatkan pelayanan kesehatan diikuti peningkatan asap kendaraan swadaya masyarakat (LSM) dan dan pendidikan. Kekurangan yang mengeluarkan zat-zat organisasi internasional, dalam berbagai hal seperti air minum pencemar berbahaya seperti karbon mengupayakan pembangunan yang aman, sanitasi, fasilitas monoksida (CO), hidrokarbon (HC) berwawasan kesehatan sebagai kesehatan, keamanan dan informasi dan oksida nitrogen (NOx). program unggulan daerah. mengakibatkan kaum miskin kota Tidak mengherankan jika proporsi Selain tema, juga ditetapkan pada risiko sakit dan kematian. penyebab kematian di perkotaan Slogan 1000 Kota 1000 Kehidupan Bank Dunia memperkirakan lebih pada kelompok umur 15-44 tahun mengandung makna ajakan dan dari satu milyar orang (sepertiga adalah kecelakaan lalu lintas (13,4%), motivasi agar pimpinan/penentu penduduk dunia) tinggal di wilayah tuberkulosis (10,5%) dan penyakit kebijakan dapat merumuskan kumuh. “ Pertumbuhan penduduk hati (8%), data Riset Kesehatan Dasar dan menerapkan kebijakan publik secara cepat di perkotaan telah dan (Riskesdas) 2007. berwawasan kesehatan, dan para akan menjadi permasalahan global Semua persoalan di atas tokoh dan penggerak masyarakat paling penting di abad ke 21. Lebih telah melampaui kemampuan bersama-sama masyarakat dari setengah penduduk dunia pemerintah kota untuk membangun melakukan aksi peningkatan tinggal di kota dan jumlahnya akan infrastruktur penting, akses ke kesehatan di lingkungan masing- terus bertambah ” kata dr. Samlee , layanan kesehatan dan sosial, serta masing. Plianbangcang, Direktur Regional kesempatan pendidikan sehingga28 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Media Utamaberakibat tumbuhnya kemiskinan di mempengaruhi status kesehatan mellitus pada penduduk >15 tahunperkotaan secara cepat. penduduk. di perkotaan adalah 10,2 persen, Hingga kini lebih dari 100 juta sedangkan obesitas sebagai faktor KESEHATAN DI PERKOTAAN rakyat Indonesia masih kekurangan risiko sebesar 10,3 persen. LEBIH KOMPLEKS akses terhadap air minum yang Masalah kesehatan di perkotaan aman. Survei Sosial-Ekonomi PROGRAM UNGGULAN DAERAHlebih kompleks dan beragam, Nasional (Susenas) 2004 mencatat Melihat permasalahan dikarena merupakan gabungan antara hanya 47 persen penduduk atas, langkah antisipasi untukmasalah kesehatan konvensional (termasuk 42 persen penduduk di meningkatkan kualitas lingkungandan modern baik secara medis perkotaan) yang dapat mengakses fisik dan sosial kota walaupun sudahmaupun kesehatan masyarakat, air minum dari sumber air yang dilakukan, tetapi intensitasnya perlukata Menkes dr. Endang Rahayu aman. ditingkatkan. Peringatan HKS ke-62Sedyaningsih, MPH, Dr. PH. Data Riset Kesehatan Dasar ini hendaknya menjadi momentum Menurut Menkes, masalah tahun 2007, menunjukkan, proporsi untuk menyatukan langkah,kesehatan konvensional dari aspek kematian pada umur 65 tahun ke meningkatkan kerjasama, danmedis meliputi pelbagai penyakit atas karena penyakit tidak menular memperkuat komitmen semua pihakinfeksi dan menular, kurang gizi, sedikit lebih tinggi di perkotaan untuk menjadikan pembangunandan penyakit yang terkait dengan (59,9%) daripada pedesaan (57%). berwawasan kesehatan sebagailingkungan yang buruk. Dari aspek Sedangkan proporsi penyakit infeksi program unggulan daerah.kesehatan masyarakat, masalah di perkotaan yang menyebabkan Kementerian Kesehatanyang dihadapi adalah higiene dan menyampaikan penghargaan dansanitasi buruk, serta pengetahuan terima kasih kepada kepala daerahmasyarakat terhadap kesehatan Masalah kesehatan provinsi, kabupaten/kota yangyang masih kurang. telah menerapkan kebijakan atau Sedangkan masalah kesehatan non medis yaitu peraturan berwawasan kesehatan.modern dari aspek medis meliputi pemukim­an kumuh, Kebijakan atau peraturan berwawasanpelbagai penyakit degeneratif, kesehatan yang dimaksud adalah pencemaran udara, airkelebihan gizi, penyakit/kelainan penyelenggaraan kabupaten/kotamental, penyakit kelamin, kesehatan dan tanah serta perilaku sehat; melaksanakan Hari Bebasreproduksi, penyalahgunaan obat/ menyimpang karena ber- Kendaraan Bermotor (HBKB); perluasanNapza dan minuman keras, penyakit Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di ruangkarena kekerasan dan kecelakaan. bagai keadaan tertekan publik seperti sekolah, pelayananDari aspek kesehatan masyarakat dan stres kesehatan, tempat kerja, tempatyaitu pemukiman kumuh, ibadah; juga memperluas ruang publikpencemaran udara, air dan tanah untuk penghijauan dan kegiatanserta perilaku menyimpang karena kematian adalah penyakit sistem olahraga, serta gerakan pasar sehat,berbagai keadaan tertekan dan stres, pernafasan seperti tuberkulosis ujar dr. Endang Rahayu Sedyaningsih,ujar Menkes. (6,3%), penyakit hati (4%) dan MPH, Dr. PH. pneumonia (3,3%). Proporsi Penghargaan dan terimakasih DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN penyebab kematian empat terbesar juga disampaikan kepada kelompok- Badan Kesehatan Dunia pada kelompok umur >5 tahun di kelompok masyarakat yang pedulimenempatkan urbanisasi sebagai perkotaan adalah penyakit tidak terhadap peningkatan kesehatan,masalah kesehatan yang tidak saja menular yaitu stroke (19,4%), sosial, dan lingkungan sepertipenting tetapi juga genting untuk diabetes mellitus (9,7%), hipertensi komunitas peduli lingkungan,diperhatikan. Keadaan perkotaan (7,5%), tuberkulosis menduduki komunitas bike to work dan bike tomempengaruhi kesehatan urutan keempat yaitu 7,3%. school, dan sebagainya.secara positif maupun negatif. Proporsi kematian karena Kementrian Kesehatan akan terusPendorong dasar atau penentu penyebab obstetrik (5,4 persen) mendorong dan mengharapkansosial seperti infrastruktur fisik, juga lebih tinggi di perkotaan. lebih banyak lagi kelompok-akses ke layanan kesehatan dan Di perkotaan proporsi kematian kelompok masyarakat yangsosial, pemerintahan setempat, terbesar pada umur 5 – 14 tahun mengembangkan kegiatan inovatifhingga distribusi pendapatan dan adalah akibat deman berdarah lainnya, yang berkontribusi padakesempatan pendidikan semuanya dengue (DBD) sebesar 30 persen. kesehatan masyarakat.nberada di perkotaan, dan sangat Prevalensi nasional diabetes Smd, dari berbagai sumber No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 29
  • Media Utama Potret Pelayanan Kesehatan di Berbagai Dtpk S etiap daerah terpencil, km2, (88,1%) dan luas wilayah darat Karena kondisi geografi daerah perbatasan dan 8.648 km2 (11,9%), terdiri dari 48 kepulauan, kondisi alam yang kepulauan (DTPK) buah pulau besar dan kecil dan sukit, masih banyak daerah akses mempunyai keunikan terkosentrasi pada tiga gugus pulau, pelayanan kesehatannya terbatas. tersendiri, khususnya yaitu Gugus Pulau Babar, Gugus Jumlah puskesmas sebanyak 12 letak geografis Pulau Leti Moa Lakor, Gugus Pulau- buah, terdiri dari 4 buah puskesmas dan sumber daya Pulau Terselatan. Ada 6 buah pulau dengan tempat tidur (perawatan) manusia kesehatan. Sehingga akan terluar, 5 diantaranya berpenghuni dan 8 buah puskesmas non tempat melahirkan keunikan dalam program yang berada di kawasan perbatasan tidur (non perawatan) serta 39 buah pelayanan kesehatan yang diberikan. negara. puskesmas pembantu tersebar Hal ini sangat membutuhkan Secara administratif, Kabupaten di seluruh wilayah. Sebagian dari kreatifitas para penyelenggara Maluku Barat Daya terdiri dari 8 prasarana fisik kondisinya tidak layak pelayanan kesehatan di DTPK. Kecamatan, 117 buah Desa dan 45 pakai sebagai sarana pelayanan Berikut ini kami sajikan potret Anak Desa yang tersebar di seluruh kesehatan. pelayanan kesehatan dari Kabupaten wilayah Kabupaten. Sebagian besar Jumlah dan penyebaran tenaga Maluku Barat Daya, Sintang, Tolitoli, kecamatan terletak terpisah pada kesehatan sangat kurang, baik dari Alor, Provinsi Sultra dan Jambi. kepulauan. Jumlah penduduknya jumlah, jenis dan kualifikasi tenaga, tahun 2008 sebanyak 71.405 jiwa sehingga belum memenuhi standar Kabupaten Maluku Barat Daya yang terdiri dari penduduk laki- minimal tenaga di unit pelayanan Salah satu kabupaten pemekaran laki 34.914 jiwa, dan penduduk kesehatan. Letak geografis yang baru di Propinsi Maluku yang perempuan 35.387 jiwa dengan rata- terpencil menyebabkan daerah diresmikan pada tanggal 16 rata tingkat pertumbuhan penduduk ini kurang diminati oleh tenaga September 2008 sesuai Undang- sebesar 1,46 persen. kesehatan yang berasal dari daerah Undang Nomor 31 Tahun 2008. Selama ini kurang tersentuh lain, apalagi yang berkualifikasi Secara geografis, wilayah Kabupaten pembangunan, sehingga daerah ini tenaga ahli/spesialis, sementara Maluku Barat Daya berbatasan laut sangat kekurangan sumber daya jumlah tenaga kesehatan anak dengan negara tetangga (Timor kesehatan. Belum mempunyai rumah daerah sangat terbatas. Tenaga Leste). sakit pemerintah maupun swasta, kesehatan yang tersedia dokter Luas wilayah 72.427,2 km2, terdiri tapi puskesmas dan jaringannya umum 3 orang, bidan 40 orang dan dari luas wilayah laut 63.779,2 relative merata di tiap kecamatan. perawat sudah melebihi target,30 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Media Utama orang, perawat 272 orang, bidan 121 orang, kesehatan masyarakat 35 orang, sanitarian 29 orang dan teknisi medis 19 orang. Sepuluh penyakit terbesar secara berturut-turut yaitu ISPA, Dermatitis, Anemia, Gastritid, Hipertensi, Asma, Artritis / Reumatik, Malaria Klinis, Rinitis allergi, dll. Untuk menanggulangi penyakit tersebut telah dilakukan penyuluhan, pembangunan poskesdes, pengadaan mobil pusling roda 4, pengadaan peralatan medis dan rehabilitasi infrastruktur kesehatan. Kabupaten Sintang, Kalbar Pelayan kesehatan Salah satu kabupaten di di daerah terpencil, Kalimantan Barat ini, mempunyai perbatasan dan kepulauan karakteris­tik wilayah dengan infrastruktur minim, pola kehidupan masyarakat berorientasi kepada negara tetang­ga, status ekonomi dan tingkat pendidikan masih rendah dan kepadatan penduduk sangat rendah dan tersebar. Sementara sarana transportasi 11 persen jalan terbuat dari kerikil, 58 persen jalan tanah rusak berat. Khusus untuk daerah DTPK sebagian besar melalui sungai dan jalan darat yang rusak berat. Sehingga untuk menembus daerah terpencil harus menggunakan kedaraan bahan bakar bensin campur dorong dari pengemudi dan penumpangnya. Terkait dengan sarana kesehatan terdapat puskesmas 20 buah, puskes­ mas rawat inap 6 buah, poskesdestetapi jumlah tersebut sebagian pegunungan. Mempunyai 70 desa 193 terdapat di 103 desa, pustu 41besar lulusan SPK. tertinggal, 51 desa terpencil dan buah dan polindes 101 buah. Sepuluh penyakit terbesar mala­ 46 desa sangat terpencil. Sarana Permasalahan spesifik daerahria, ispa, gastritis, mialgia, LBP, anemia, kesehatan yang dimiliki 1 rumah sakit terpencil Kab. Sintang yaituchepalgia, dermatitis, hipertensi tipe C, 5 buah puskesmas rawat inap rendahnya akses dan mutudan TBC klinis. Permasahan yang dan 9 buah puskemas non rawat inap. pelayanan kesehatan dasar,dihadapi rendahnya personal Sedang yankes miliki swasta, 3 rumah keterbatasan sarana dan prasarana,hygiene, buang air besar dan sampah sakit bersalin, 16 dokter praktek, 16 belum meratanya tenaga kesehatan,sembarangan tempat. bidan praktek, 6 buah apotik, 8 buah tingginya prevalensi penyakit toko obat dan 3 buah optikal. menular seperti Malaria, TBC dan Kabupaten Tolitoli, Sulteng Sedangkan ketersediaan tenaga Chikungunya, rendahnya akses air Merupakan salah satu kabupaten kesehatan 542 orang terdiri dari bersih dan lingkungan, minimnyadi Provinsi Sulawesi Tengah, secara tenaga dokter spesialis 2 orang, ketersediaan WC keluarga, kualitastopografi cenderung perbukitan, dokter umum 12 orang, dokter gigi SDM rendah dan status gizi jugapantai, dataran rendah dan 4 orang, farmasi 22 orang, gizi 16 masih rendah. No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 31
  • Media Utama kesehatan masyarakat di DTPK. Dukungan tenaga kesehatan berupa Tim Kesehatan Terpadu sebanyak 107 Orang terdiri dari 27 orang dari Dinkes Provinsi, 40 orang dari 8 Dinkes Kabupaten masing- masing 5 orang per Kabupaten dan 40 orang dari 8 Puskesmas masing- ma­sing 5 orang per Puskesmas. Pada pelaksanaan pelayanan kesehatan DTPK di lokasi dihadiri oleh 13 Orang petugas anggota tim, terdiri dari 3 orang dinkes Provinsi, 5 orang dinkes Kabupaten dan 5 orang petugas puskesmas. Upaya pelayanan kesehatan difokuskan di 8 kabupaten yaitu Kolaka Utara, Kolaka, Konawe, Konawe Utara, Bombana, Muna, Buton dan Buton Utara. Setiap Polindes 94 buah, Puskesmas kabupaten satu desa terpencil Kabupaten Alor, NTT Keliling/Terapung 16 buah, Balai yaitu Ponggi, Iwoimenggura, Kabupaten Alor merupakan Pengobatan (BP) Swasta 2 buah, Mawa, Waturambaha, Terapung, salah satu kabupaten di Propinsi Apotik 3 buah dan Toko Obat 5 buah. Labulawa, Wulu dan Kampung Enta. NTT yang terletak di bagian timur Untuk memberikan pelayanan Kegiatan dilaksanakan selama bulan laut, terdiri dari tiga pulau besar dan kesehatan, Pemda memanfaatkan desember 2009. enam pulau kecil yang saat ini sudah dana bansos DTPK untuk Adapun kegiatannya berupa ada penghuninya. Secara geografis, meningkatkan akses pelayanan penggerakan masyarakat untuk Kabupaten Alor merupakan daerah kesehatan penduduk miskin di membangun komitmen masyarakat pegunungan tinggi yang dikelilingi Daerah Terpencil, Perbatasan dalam bidang kesehatan, identifikasi oleh lembah-lembah dan jurang- dan Kepulauan terutama daerah masalah kesehatan, Pelatihan jurang. 63,94% merupakan daerah yang sangat sulit dijangkau Kader dan TOMA, identifikasi dan kemiringan lebih dari 40º. melalui pelayanan kesehatan rutin Penyusunan Rencana Solusi Masalah Secara Astronomis, Kabupaten Puskesmas. Menyelenggarakan Kesehatan dan pembuatan fasilitas Alor terletak antara Timur : 125º pemberdayaan masyarakat untuk sarana kesehatan. – 48º Bujur Timur, Barat, 143º – 48º hidup sehat secara mandiri. Adapun Disamping itu menyelenggarakan Bujur Barat, Utara 8º – 6º Lintang sasaran kegiatan tahun anggaran pelayanan Kesehatan Masyarakat Utara, Selatan 8º – 36º Lintang 2008 terdiri dari 4 Puskesmas, 33 meliputi program Kesehatan Ibu dan Selatan. Batas-batas wilayah Desa. Tahun Anggaran 2009 terdiri Anak (KIA), perbaikan Gizi Keluarga, Kabupaten Alor , Timur : Pulau-pulau dari 4 Puskesmas dan 24 Desa. pencegahan dan penanggulangan di Maluku, Barat: Selat Lomblen penyakit, penyehatan lingkungan, Lembata, Utara: Laut Flores. Selatan: Provinsi Sultra promosi kesehatan dan pelayanan Selat Ombay dan Timor Leste. Provinsi Sultra memberi dukung­ kefarmasian. Luas Wilayah Kabupaten an pembangunan kesehatan Alor 2864.64 Km². Terdiri atas 17 di DTPK Sultra dalam bentuk Provinsi Jambi kecamatan dan 175 Kelurahan/ penyediaan sarana pelayanan Provinsi Jambi merupakan bagian Desa. Sarana Kesehatan terdiri kesehatan, ketersediaan tenaga dari Pulau Sumatera yang terletak di dari 1 buah RSUD Kabupaten, kesehatan dan kader kesehatan bagian wilayah timur. Letak geografis 21 buah Puskesmas, terdiri dari 6 yang bertanggungjawab terhadap berada pada 0⁰450 - 2⁰450 Lintang buah Puskesmas perawatan dan 15 pelayanan kesehatan, membentuk Selatan dan antara 101⁰.100 - 104⁰.550 buah Puskesmas Non Perawatan komite kesehatan sebagai tim Bujur Timur dengan Luas Wilayah dan 1 buah RS Lapangan/Bergerak. penanggulangan masalah kesehatan keseluruhan 53.435 Km². Batas Utara, Mempunyai Puskesmas Pembantu dan komitmen peran-aktif Sumbar, Riau. Batas Selatan, Sumsel, 47 buah, Poskesdes 34 buah, stakeholders dalam mewujudkan Babel. Batas Barat, Sumbar, Bengkulu.32 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Media UtamaBatas Timur, Kepri. Desa) belum mengisi semua desa, optimal, karena datangnya terlambat. Daerah tertinggal di Provinsi bahkan ada desa yang sudah punya Hasil pembangunan kesehatanJambi berdasarkan Kepmen Poskesdes tapi Bidan Desa tidak rutin provinsi Jambi cukup baik, tapiPembangunan Daerah Tertinggal No. menetap. disparitas masih sangat besar oleh001 tahun 2005 yakni : Sarolangun, Dana operasional puskesmas karena secara geografis masihdengan demografi perbukitan dan di untuk menjangkau secara rutin terdapat daaerah tertinggal dan desakaki pegunungan. Berikutnya Tanjab ke desa terpencil masih terbatas. terpencil. Pendanaan APBD bidangTimur , dengan demografi sungai Sedangkan dana APBD untuk kesehatan masih sangat minim,dan pinggir laut. program peningkatan akses diharapkan pada tahun 2011 telah Secara umum masalah daerah pelayanan kesehatan daerah teralokasi dana Yankes DTPK, baikterpencil yaitu sarana prasarana terpencil (DTPK) belum tersedia. secara program maupun operasionalmasih minim, bahkan ada desa Pelayanan kesehatan dengan Puskesmas/Puskesmas Pembantuyang belum punya Pustu atau menggunakan Dana Bansos Yankes untuk menjangkau desa/dusunPoskesdes. SDM Kesehatan (Bidan di DTPK APBN 2008 dan 2009 belum terpencil.nPra Monev Nakes di Beranda yang Masih Terabaikan Oleh: Rahmat Kurniadi B erbagai masalah Berkeadilan” Depkes berupaya , 4 puskesmas yang berbatasan yang masih untuk memenuhi rasa keadilan langsung dengan Serawak menyelimuti di dalam pelayanan kesehatan Malaysia, yaitu di Puskesmas wilayah perbatasan di daerah tersebut, Melalui Entikong Kab. Sanggau, Puskesmas Indonesia Permenkes 1231 tahun 2007 Puring Kencana Kab.Kapuas Hulu, bukanlah hal tentang penugasan khusus SDM Puskesmas Jagoi Babang Kab. baru. Sejak jaman Kesehatan telah dilakukan program Bengkayang, dan Puskesmas Orde Baru sampai saat ini belum penugasan tenaga kesehatan Sajingan Besar Kab. Sambas. ada upaya yang serius dalam di daerah terpencil, tertinggal, Monev yang dilaksanakan mengatasi berbagai persoalan perbatasan dan Kepulauan selama 5 hari mulai tanggal 11-15 yang ada. Minimnya anggaran yang (DTPK) sebanyak 131 orang di 35 Januari 2010 diikuti oleh Pusat dialokasikan untuk membangun Puskesmas di 12 Provinsi. Berbeda Perencanaan dan Pendayagunaan infrastruktur merupakan masalah dengan yang sudah dilakukan Tenaga Kesehatan, Ditjen Yanmedik, klasik yang menyebabkan tingkat sebelumnya, pada program ini Subdit DTPK Ditjen Binkesmas, kesejahteraan masyarakat yang Kemenkes menugaskan tenaga Sekretariat Program 100 Hari dan tinggal di daerah tersebut menjadi kesehatan secara tim yang terdiri Dinas Kesehatan Kalimantan Barat. tetap terbelakang. Terhambatnya dari tenaga dokter, dokter gigi, Monev ini merupakan kelanjutan aksesbilitas dan transportasilah perawat, bidan dan sanitarian dari kegiatan yang telah sebagai penyebab utama agar upaya kesehatan di daerah dilaksanakan pada bulan Oktober terhambatnya berbagai upaya perbatasan dapat lebih maksimal. 2009, dengan mengambil lokasi pembangunan sektor lainnya, Baru-baru ini Kemenkes telah yang berbeda. Menurut Kepala termasuk sektor kesehatan. melakukan monev terhadap tenaga Pusrengun Drs. Abdurachman, Dengan visinya “Masyarakat kesehatan yang ditugaskan di DTPK MPH sekaligus ketua rombongan, yang sehat Mandiri dan di Kalbar dengan mengunjungi menyatakan bahwa tujuan monev No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 33
  • Media Utama adalah untuk mendapatkan tim monev pun menjadi miris tersesat, karena tidak ada petunjuk gambaran pelaksanaan penugasan melihat kondisi yang sangat jalan. Tim monev pun harus khusus bagi tenaga kesehatan berbeda antara daerah perbatasan bekali-kali turun dari mobil bila yang ditempatkan, dan untuk di Serawak dengan daerah hendak melintasi jembatan kayu melihat seberapa jauh efektifitas perbatasan di Indonesia. yang lapuk. Beberapa kali harus program tersebut. Diharapkan Untuk mencapai Puskesmas melintasi sungai akibat jembatan melalui monev ini, dapat diperoleh Puring Kencana, tim monev yang putus. Saat air sedang pasang, informasi yang memadai untuk harus memasuki wilayah Serawak transportasi pun putus total. penyempurnaan kebijakan di masa Malaysia melalui Entikong. Jalanan Akibat jalan yang sangat mendatang. mulus dan bersih nampak terasa buruk menyebabkan upaya selama perjalanan di Negara Jiran. rujukan untuk menyelamatkan Daerah perbatasan, bukan Memasuki wilayah Indonesia pasien yang mengalami kondisi persoalan biasa Masalah daerah perbatasan di Indonesia masih berkisar pada keterbelakangan. Pemerintah Masalah kesehatan adalah sudah mencoba merubah mindset tentang daerah perbatasan masalah hak asasi. Apapun kondisi bukan daerah terpencil tetapi daerah yang ada, upaya kesehatan daerah “terdepan” Namun, . pendekatan yang dilakukan harus tetap dijalankan agar rakyat sering pada sisi keamanan sehingga penanganannya baru tetap sehat. pada penempatan prajurit TNI maupun doktrin kebangsaan. Sebetulnya masalah bukan hanya tepatnya di Badau, tim monev emergency yang akan dirujuk itu saja, namun ada masalah yang harus berganti mobil untuk menuju ke pelayanan kesehatan lainnya mendasar yang perlu diperhatikan Puskesmas Purin Kencana, karena menjadi sulit. Inilah yang sangat yaitu aspek kesejahteraan dan sulitnya medan. “Kita harus pindah dirasakan oleh dr.M. Subuh selaku psikologi sebagai bagian dari mobil, karena yang bisa lewat ke Kadinkes Provinsi Kalbar. “Masalah bangsa Indonesia. Rasa bangga sana harus mobil double gardan” utama adalah buruknya kondisi sebagai warga negara Indonesia demikian instruksi dari dr. M. Subuh jalan, bila ini dibenahi, maka harus diperhatikan dengan Kadinkes Kalbar kepada tim monev. semua persoalan akan segera meningkatkan pelayanan publik Desa Puring Kencana dapat diselesaikan” demikian dan kemudan aksesibilitas dan merupakan bagian dari Kecamatan ditegaskan. interaksi yang lebih banyak dengan Puring Kencana Kabupaten Kapuas Sampai saat ini masyarakat masyarakat Indonesia, bukan Hulu, berbatasan langsung dengan Puring Kencana belum pernah dengan negara tetangga. Desa Batu Lintang, Kuching menikmati hidup dengan listrik, Perbedaan yang mencolok Serawak. Luas Kecamatan Puring walaupun sudah 65 tahun antara daerah perbatasan Kencana 448,55km2. Penduduknya merdeka sebagai bagian dari dengan negara tetangga adalah sekitar 2.000 jiwa. Seluruh jalan Bangsa Indonesia. Keterasingan ketersediaan infrastuktur yang utama menuju Kec. Puring Kencana akibat susahnya aksesibilitas dan sangat terbatas. Hal ini dirasakan dari Badau rusak berat. Jika hujan transportasi menyebabkan mereka oleh tim monev untuk mencapai deras, jalan yang seluruhnya lebih banyak berinteraksi dengan puskesmas Puring Kencana, salah tanah padsolik merah kuning itu kebaikan negara tetangga. Mereka satu puskesmas di Kab. Kapuas becek. Susahnya mencapai lokasi tidak perlu menggunakan paspor Hulu yang berbatasan langsung ini dirasakan oleh tim monev. untuk memenuhi kebutuhan dengan negeri Jiran. Sejujurnya Beberapa kali anggota rombongan sehari-hari dari Malaysia34 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Media Utama Merekapun mengenal dua mata insentif bagi tenaga kesehatan Wilayah Batas Negarauang, rupiah dan ringgit. yang ditugaskan di DTPK. Untuk nampaknya belum menjadi dokter/dokter gigi sebesar Rp. dasar untuk mengembangkan Kemenkes pun bertindak 5 juta, bidan Rp.2,5 juta, bahkan daerah perbatasan. Penguatan Daerah perbatasan memang untuk dokter spesialis Rp.7,5 juta. dan pemberdayaan wargabukan persoalan biasa, oleh Agar tidak terjadi kecemburuan perbatasan kurang diupayakan,karenanya perlu upaya dan memenuhi rasa keadilan bagi termasuk di bidang kesehatan.pembangunan yang tidak PNS yang bekerja di DTPK maka Masyarakat setempat harus terusseperti biasa. Masalah kesehatan akan segera diterbitkan Permenkes diupayakan agar mereka mampuadalah masalah hak asasi. yang mengatur pemberian mempraktekkan hidup sehat. HalApapun kondisi daerah yang ada, insentif tenaga kesehatan di ini mengingat keterbatasan danupaya kesehatan harus tetap daerah terpencil, tertinggal, dan mahalnya pelayanan kesehatandijalankan agar rakyat tetap sehat. perbatasan. Lebih lanjut dikatakan akibat infra struktur yang buruk.Menyadari hal itu, Kemenkes telah oleh Kepala Pusrengun bahwa Sesuai amanat UU tersebut,membuat berbagai program ketiga Permenkes tersebut pemerintah akhirnya menerbitkanuntuk pembangunan kesehatan merupakan program 100 hari Keppres tentang Badan Nasionaldi wilayah tersebut. Pengiriman bidang kesehatan pada KB II yang Pengelola Perbatasan (BNPP) untuktenaga kesehatan di DTPK telah tentunya akan segera diterbitkan memaksimalkan pengelolaanmenjadi program 100 hari bidang sebelum 1 Februari 2010. wilayah RI baik perbatasan daratkesehatan pada Kabinet Indonesia Selama kunjungan di berbagai maupun laut. Dengan KeppresII. Target yang ingin dicapai puskesmas tersebut, tidak itu, diharapkan adanya koordinasisebanyak 131 tenaga kesehatan di nampak satupun dari tenaga dengan baik dari seluruh instansi35 Puskesmas di 12 Provinsi. kesehatan yang merasa kecewa yang terkait dalam membangun Sulitnya ketersediaan dokter, karena ditempatkan di daerah wilayah perbatasan. Mudah-sementara pelayanan kesehatan perbatasan. Hampir semua tenaga mudahan keberadaan BNPP dapatharus tetap dilakukan menuntut yang ikut program penugasan menghilangkan praktik menjualkompetensi tenaga kesehatan khususnya tenaga non dokter ingin isu kemiskinan dan ketertinggalanmedis non dokter yang bertugas di memperpanjang penugasannya untuk mendapatkan anggaranDTPK harus ditingkatkan. Untuk itu hingga suatu saat nanti dapat yang mungkin dilakukan olehakan segera diterbitkan Permenkes diangkat menjadi PNS. Mereka penentu kebijakan baik di Pusatyang mengatur tindakan medis membutuhkan pelatihan, seperti maupun di Daerah.bagi perawat dan bidan yang bagaimana melakukan promosi Bagi Kemenkes, masalahbertugas, demikian dijelaskan oleh dan pemberdayaan masyarakat daerah terpencil, tertinggal,Kepala Pusrengun. Menurut dr. yang benar. dan perbatasan telah menjadiMayang Sari dari Dit. Komunitas prioritas pembangunan keseahtan.Kemenkes yang ikut dalam tim Perlu upaya yang Sehingga keberadaan BNPPmonev menjelaskan bahwa komprehensif akan sangat diharapkan untukbeberapa program peningkatan Penanganan masalah daerah berkonstribusi dalam menanganitenaga kesehatan di DTPK meliputi perbatasan tidak dapat dilakukan masalah kesehatan di daerahpelatihan GELS bagi dokter dan secara parsial dan sektoral. Jelas, tersebut.perawat , disamping program upaya ini hanyalah membuang- Perlukah membuat asosiasilain seperti peningkatan fungsi buang anggaran. Paling tidak ada puskesmas daerah perbatasanpuskesmas menjadi puskesmas 16 Kementerian teknis yang mesti Kalbar untuk menyuarakanperawatan, bantuan operasional terlibat secara bersama-sama aspirasi? Paling tidak gagasan inikesehatan, dan bantuan dalam menuntaskan persoalan di telah disampaikan oleh penulisoperasional posyandu. daerah perbatasan. yang ikut serta dalam tim monev Program lama yang masih terus Hadirnya Undang-Undang pada tulisan ini.nRkdilanjutkan adalah pemberian No. 43 tahun 2008 tentang No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 35
  • Media Utama Suka Duka Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil, Kepulauan dan Perbatasan L etak geografis yang menceritakan betapa sulitnya ”Panitia meminta peserta datang ke sulit, sumber daya menembus daerah perbatasan, Direktorat Bina Kesehatan Komunitas manusia rendah karena jalan yang berlumpur dan Kementerian Kesehatan” ujar , dan sangat terbatas terjal, jarak yang jauh dan sedikit penanggung jawab program DTPK, akses transportasi penduduknya. Apalagi daerah drg Kartini Rustandi. dan informasi. tersebut juga belum ada listrik Menurut Direktur Bina Kesehatan Kondisi seperti penerang, lengkap sudah suka duka Komunitas, dr. Bambang Sardjono, ini menjadi serba sulit untuk itu. Ada sebagian petugas yang MPH pertemuan rakontek bertujuan memberikan pelayanan kesehatan kapok, tidak sanggup menempuh untuk mensosialisasikan kebijakan kepada masyarakatnya. Banyak beratnya medan perjalanan. pelayanan kesehatan (yankes) di pengorbanan pikiran, tenaga, dana Pelaksanaan rakontek tak lepas DTPK, sekaligus untuk memperoleh dan perasaan yang harus dikerahkan. dari suka duka. Panitia sudah masukan, masalah dan hambatan Sudah begitupun hasilnya belum mengirim surat kepada seluruh yang dihadapi para pelaksana tentu optimal. Tapi apa daya itulah peserta pertemuan DTPK 15 hari yankes dilapangan. Selain itu, juga faktanya, Negara Kesatuan Republik sebelumnya, tapi ada saja daerah membahas persiapan pelaksanaan Indonesia yang terdiri dari pulau- yang belum menerima sampai pelatihan penanggulangan gawat pulau. Apapun risikonya tetap harus hari H pelaksanaan. Banyak juga darurat dan penandatanganan dibela, bukti rasa persaudaraan dan yang menerima pemberitahuan kerjasama pelaksanaan bantuan nasionalisme. menjelang hari H. Sehingga sosial DTPK di 25 provinsi. Rapat koordinasi teknis mereka tidak cukup waktu untuk Menurut drg Kartini, pertemuan (rakontek) pelayanan kesehatan mempersiapkan keberangkatan rakontek ini dihadiri oleh pengelola daerah tertinggal, perbatasan dan menghadiri pertemuan. Ada peserta yankes DTPK provinsi yang terdiri kepulauan (DTPK) pada 10-13 maret yang mengabarkan kepada panitia, dari 1 orang dinkes provinsi dan 2010, yang diselenggarakan di kalau dirinya tertahan di kabupaten 1 orang tim pengelola yankes Bandung, telah menjadi saksi hidup karena masih harus menunggu provinsi), 45 orang dinkes kabupaten suka duka pelayanan kesehatan pesawat esok hari. Bila perjalanan / kota dan 37 Bappeda kabupaten / diberbagai daerah terpencil dan tersebut dilanjutkan, maka sampai di kota. npra perbatasan di Indonesia. Para utusan Bandung pertemuan sudah ditutup.36 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Stop Press mempunyai pilihan bebas lagi, kecuali tetap merokok, sebab hanya 2 % peserta yang dapat berhenti merokok dari seluruh konsumen yang berusaha berhenti merokok” , ujar Setyo. Sedangkan dampak pada ekonomi rumah tangga, merokok menjadi faktor pemiskinan dan Ki-ka (mulai dari keempat dari kiri): Prof. dr. Budi Sampurna, Sp.F, SH (Biro Hukor kurang gizi. Rata-rata pengeluaran Kemkes), dr. Hakim Sorimuda Pohan, Sp.OG(K) (tim perumus UU kesehatan), bulanan tembakau dan sirih rumah Drs. Chairul Anwar, Apt (komisi IX DPR-RI), dr. Satria Pratama, Sp.P (Dir. Eksekutif tangga perokok menurut tingkat PAKSI), Setyo Budiantoro, MA (Tobacco Control Support Centre IAKMI) pendapatan. Data susenas tahun 2005 Indonesia tahun 1995-2005 nomor urut kedua (10,4%) setelahBicara Rokok: padi-padian ( 11,3%). Perbandingan pengeluaran untukSiapa Buntung rokok dan kebutuhan lain pada RT termiskin perokok yaitu 17 kali lipat dari daging, 5 kali lipat dari telur danDan Siapa Untung ? susu, 15 kali lipat dari pendidikan dan 9 kali lipat dari kesehatan. Pengeluaran rokok rata-rata rumah tangga Rp 117 ribu/bulan, lebihB besar dari bantuan langsung tunai icara rokok, terasa tak ada Yayasan Pembangunan Kesehatan (BLT) Rp 100.000/ bulan. Bahkan habisnya. Selalu menjadi Indonesia, 3 April 2010 di FKM UI, 73,8 % KK rumah tangga merokok topik yang menarik Depok. mempunyai pengeluaran mingguan untuk dibicarakan. Sebab rokok 22 %, beras 19% dan 11% lain- rokok dapat menjadi Siapa Buntung lain.lahan mengeruk keuntungan Menurut Setyo, prevalensi Studi menyimpulkan, belanjabesar, terutama industri rokok. perokok penduduk umur 15 tahun rokok menggeser kebutuhanSementara petani, hanya petani. Ia dari tahun 1995 sebanyak 64% makanan bergizi yang esensial untukhanya mendapat sedikit hasil dari dan tahun 2004 telah meningkat tumbuh kembang balita, sehinggajerih payah menanam tembakau. menjadi 78,2%. Bahkan di Tegal menyebabkan anak sangat kurus,Sedangkan para perokok baik 2 dari 3 (66%) pelajar SMP Tegal berat badan sangat rendah dan anakpecandu maupun pemula menjadi telah merokok. Sedangkan sangat pendek.pihak yang buntung akibat prevalensi perokok menurut tingkat Sementara dampak rokokmenghisap rokok. Sebab rokok akan pendidikan, tahun 2004 sebanyak terhadap kematian balita, sesuaimembunuh 1 dari 2 orang pengguna 67,3% mereka yang tidak sekolah hasil studi Richard D Semba tahunrokok dalam jangka panjang. Mereka atau tidak tamat SD menghisap 2000-2003 pada 360 ribu RT miskinjuga akan kehilangan 20-25 tahun rokok. kota/desa membuktikan kematianumur produktif. Demikian ungkap Padahal dampak mengkonsumsi bayi dan balita lebih tinggi padaSetyo Budiantoro dari Tobacco tembakau memberi dampak keluarga orang tua perokok. 1 dari 5Control Support Centre ( TCSC) langsung kepada individu, ekonomi (20%) kematian balita berhubunganIkatan Ahli Kesehatan Masyarakat rumah tangga, status gizi balita, dengan perilaku merokok orang tua.Indonesis ( IAKMI) pada seminar kesehatan, biaya dan bahaya bagi Dengan kematian balita 162 riburokok yang diselenggarakan oleh perokok pasif. “ Konsumen tidak per tahun ( Unicef 2006), konsumsi No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 37
  • Stop Press rokok keluarga miskin menyumbang 14,7 triliun, setelah akusisi tingkat rokok. Pabrik rokok mempunyai 32 ribu kematian/tahun atau 90 penjualan 39,0 triliun pada tahun keleluasaan menentukan harga kematian balita / hari. 2009. Sedangkan keuntungan tembakau, sedang petani dalam setelah akusisi naik 2,5 kali lipat. keadaan setengah lemah. Rokok Siapa untung Sebelum akusisi keuntungan 1,41 merupakan komoditas oligopoli, Tren ekspansi perusahaan rokok triliun, setelah akusisi keuntungan dimana pangsa pasar hanya dikuasai multinasional mengarah ke negara 5,10 triliun. oleh 4 perusahaan besar. Tembakau berkembang, termasuk Indonesia, Akibatnya, keuntungan berlipat dibeli murah oleh tengkulak dan mengapa? Umumnya negara dari penjualan rokok lari ke luar dijual mahal ke pabrik rokok. berkembang mempunyai aturan negeri, sedangkan yang menjadi Sedangkan jumlah pekerja rokok yang longgar mengenai iklan rokok. korban berupa penyakit yang 270 ribu atau 0,3% dari total tenaga Tidak adanya larangan penjualan diderita oleh anak-anak dan orang kerja. Rata-rata upah bulanan buruh rokok pada anak-anak, aturan yang miskin ditinggal di dalam negeri. rokok hanya 62% dari upah pekerja sudah dibuat tidak ditegakkan Bagaimana dengan petani semua industri, yakni rata-ratanya dengan dengan benar. Misal aturan tembakau? Mereka sama saja pada tahun 2006 Rp 670 ribu larangan merokok di tempat mederita kerugian. Jumlah lahan perbulan. Ditambah terjadi defisit umum yang dikeluarkan Pemda pertanian tembakau terus menurun. ekspor – impor daun tembakau 23 DKI. Peraturan tinggal peraturan, Dari 913 ribu hektar tahun 2001 ribu ton. Selesih dari ekspor 40 ribu merokok ditempat umum normal, menjadi 582 ribu hektar tahun 2007, ton dan impor 60 ribu ton. tak ada pengurangan. Bahkan turun hampir 40 %. Bahkan 2 dari Kesimpulannya, terjadi perokokpun tak merasa bersalah. 3 petani tembakau akan beralih ke pemelintiran isu kesehatan Berbeda dengan Amerika dan Eropa, usaha lain. berhadapan dengan petani, mereka mempunyai aturan yang Selama 40 tahun (1961-2001) buruh dan tembakau. Untuk ketat tentang iklan rokok. lahan pertanian tembakau berkisar meningkatkan kesejahteraan petani Penguasaan perusahaan rokok 1,2% dari lahan pertanian semusim. tembakau, impor daun tembakau multinasional telah dibeli oleh Tahun 2005 merosot menjadi dibatasi dan rantai perdangan perusahaan asing, 99,7 % saham 0,86% atau anjlok seperempatnya. daun tembakau dipangkas. Upah bentoel telah dibeli British American Sedangkan produksi rokok naik buruh rokok dinaikkan. Sedangkan Tobacco ( BAT) tahun 2009, 98,2 % dari 35 milyar batang/tahun (1961) upaya pengendalian dampak saham Sampoerna telah dimiliki menjadi lebih dari 240 milyar tembakau terhadap kesehatan tidak oleh Philip Morris sejak tahun 2005. batang/tahun. Berarti meningkat 7 mempunyai keterkaitan dengan Sejak 5 tahun terakhir penjualan kali lipat. kondisi petani tembakau dan buruh naik 2,2 kali lipat. Sebelum akuisisi Sementara rantai perdangan industri rokok nPra oleh Philip Morris tingkat penjualan tembakau dikuasai oleh pengusaha38 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Stop PressKanker Dapat DicegahK anker merupakan salah satu penyakit Di Indonesia prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 tidak menular yang menjadi masalah per 1000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kesehatan masyarakat, baik di dunia kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, maupun di Indonesia. Di dunia, 12% cedera, perinatal, dan DM (Riskesdas, 2007). seluruh kematian disebabkan oleh kankersebagai pembunuh  nomor 2 setelah penyakit Kanker Payudara Tertinggikardiovaskular. Kanker payudara adalah kanker tertinggi yang WHO dan Bank Dunia memperkirakan setiap diderita wanita Indonesia, dengan angka kejadian 26tahun, 12 juta orang di seluruh dunia menderita per 100.000 perempuan, disusul kanker leher rahimkanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia. dengan 16 per 100.000 perempuan. Data SistemJika tidak dikendalikan, diperkirakan 26 juta orang Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007 menyebutkanakan menderita kanker dan 17 juta meninggal karena kanker payudara menempati urutan pertama padakanker pada tahun 2030. Ironisnya, kejadian ini akan pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%),terjadi lebih cepat di negara miskin dan berkembang disusul kanker leher rahim (11,78%).  Jauh lebih tinggi(International Union Against Cancer /UICC, 2009). dari kanker bronchus dan paru pada pasien rawat inap No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 39
  • Stop Press dari seluruh jenis kanker (5,8%). berusia dibawah 30 tahun. Seperti kanker di Indonesia yaitu prevalensi WHO memperkirakan, jumlah halnya kanker payudara, biasanya merokok 23,7%, obesitas umum penderita kanker rahim di Indonesia penderita kanker rahim mulai penduduk berusia 15 tahun pada adalah salah satu yang terbanyak memeriksakan diri ke dokter saat laki-laki 13,9% dan pada perempuan di dunia dengan potensi 200.000 mengalami keluhan berat yang 23,8%. Prevalensi kurang konsumsi wanita terkena per tahunnya. umumnya terjadi pada stadium buah dan sayur 93,6%, konsumsi Situs www.rsharapanbunda.com lanjut dan kecil kemungkinannya makanan diawetkan 6,3%, menyebutkan Badan Kesehatan bisa disembuhkan. makanan berlemak 12,8%, dan Dunia (WHO) mencatat setiap makanan dengan penyedap 77,8%. tahun terdapat 7 juta penderita Penyebab Kanker Sedangkan prevalensi kurang kanker payudara dan 5 juta orang Menurut Direktur Pengendalian aktivitas fisik sebesar 48,2%. meninggal dunia karena kanker Penyakit Tidak Menular dr. Yusharmen, Kendati demikian, menurut payudara. kejadian penyakit kanker dr. Yusharmen, para ahli Dua puluh tahun lalu, kanker dipengaruhi banyak faktor risiko memperkirakan 40 persen kanker ditemukan pada wanita di atas sebagaimana yang terangkum bisa dicegah dengan mengurangi 50 tahun tetapi sekarang juga dalam Data Riskesdas tahun 2007. dan menghindari faktor risikonya. menyerang banyak wanita yang Disebutkan penyebab kejadian Pencegahan itu antara lain dengan itu dengan perasaan bersalah dan seolah ingin menaruhnya ditempat semula. “ Tidak apa-apa, kita tahu ini akan terjadi,” kata saya. Kami berpelukan dan saya merasa menjadi semakin kuat melawan kanker payudara saya karena saya tahu begitu besar kasih Frans pada saya. Dia selalu mendukung dan memberikan semangat untuk saya. Dialah Breast Friend saya. Menjadi pasien kanker payudara dan menjalani terapi adalah perjalanan yang tidak mudah, bahkan sejak saat harus menerima kenyataan bahwa saya kena kanker payudara. Saat mengetahui ada benjolan di payudara, karena minimnya informasi dan tidak ada rasa sakit yang muncul, membuat saya tidak khawatir. Sampai akhirnya, ketika benjolan itu semakin besar, saya mulai curiga. Hasil USG kapanlagi.com membawa saya ke pemeriksaan lanjutan, mamografi. Dan datanglah vonis itu. Saya positif terkena kanker payudara. Sakit luar biasa. Itu yang saya rasakan saat menjalani 6 kali kemoterapi dan 35 kali radioterapi. Rambut rontok sejak kemo pertama. Rima Melati Tapi saya ingin sembuh dan keinginan itu lebih kuat dari rasa sakit yang harus saya tanggung. Lebih dari itu, saya libatkan Tuhan . Dia yang memberikan P agi itu seperti biasa, Frans (suami Rima-red) daya hidup luar biasa dan saya yakin Dia selalu membantu saya merapikan diri. Dia memang mendampingi saya. selalu menjaga saya sebaik mungkin. Saat Untuk seluruh wanita, jangan lupa selalu lakukan itu saya baru selesai kemoterapi. Frans mengambil SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin. sisir dan mulai menyisir rambut saya, tapi ia sangat Jangan malas! Jika ada benjolan segera lakukan kaget karena rambut saya rontok dan menempel pemeriksaan ke dokter. Jangan lupa untuk selalu disisir. “Aduh maaf, saya tidak sengaja. Saya menyakiti berusaha hidup sehat. n kamu,” begitu katanya. Frans mengambil rambut40 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Stop Press Olah raga bareng dalam rangka memperingati Hari Kanker Seduniamelakukan gaya hidup sehat seperti pemerintah daerah, kegiatantidak merokok, tidak mengonsumsi Hari Kanker tersebut telah berkembangalkohol, menghindari paparan sinarultraviolet berlebih, dan mencegah Sedunia diperingati menjadi 11 Kabupaten/ Kota. Pada tahun 2010 ini, kegiatan akanobesitas atau kegemukan. setiap tanggal direplikasikan ke 4 provinsi lainnya. “Caranya dengan banyak 4 Februari. “Program ini untuk menurunkanmengonsumsi buah dan sayur lima angka kesakitan dan kematianporsi sehari, dan kurangi makanan Peringatan tahun akibat kanker serta meningkatkanberlemak. Dan, yang tak kalah ini mengangkat kualitas hidup penderita kanker,”penting adalah beraktivitas fisikminimal 30 menit sehari. Ditambah tema Cancer can be jelas dr. Yusharmen yang ditemui saat membuka seminar kankerdengan deteksi dini untuk Prevented too dan dalam rangka peringatan Harimengurangi risiko terkena penyakit untuk Indonesia Kanker Sedunia, di Jakarta (22/4).kanker,” tutur Yusharmen. Seminar diikuti pegawai dan menjadi Kanker Dharma Wanita dari 6 kementerian Pengendalian Kanker Dapat Dicegah. dan lembaga negara, organisasi Sejak tahun 2007, proyekpercontohan pengendalian kanker Tema Hari Kanker profesi, dan LSM. Menurut dr. Yusharmen, padaleher rahim dan payudara melalui Sedunia tahun 2010 tahun ini, program pengendaliandeteksi dini telah dikembangkan.Kegiatan ini menggunakan metode mengisyaratkan kanker paru juga akan dikembangkan. PengendalianInspeksi Visual dengan Asam asetat upaya bersama kanker paru dilaksanakan melalui(IVA) dan pemeriksaan klinis mencegah pencegahan primer (promosi danpayudara oleh petugas terlatih edukasi), sekunder (penemuan dini(Clinical Breast Examination/ CBE). kanker dengan dan pengobatan segera), dan tersierPilot proyek dilaksanakan di 6 menghindari faktor (perawatan paliatif ). Pengendalianprovinsi yaitu Jawa Barat, JawaTengah, DIY, Jawa Timur, Sulawesi risiko. yang paling efektif dan efisien adalah dengan pencegahan primer, yaituSelatan dan Sumatera Utara. Sampai menerapkan gaya hidup sehat. ngisekarang, dengan dukungan No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 41
  • Peristiwa Menkes mengunjungi Bilqis di RSUP Dr. Kariadi Semarang Akhirnya Bilqis Pergi Untuk Selamanya D erita Bilqis Anindya Passa (19 bulan), tidak membuahkan hasil. balita penderita atresia bilier atau ” Dari aspek teknis medis, sumber daya manusia dan tidak terbentuknya saluran empedu peralatan ” kami sudah siap melakukan operasi cangkok , berakhir sudah. Ia menghembuskan hati kepada Bilqis, ujar dr. Hendriani Selina, Sp. A (K), napas terakhir tanggal 10 April MARS, Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi kepada Menkes 2010 jam 15.15 di ruang Pediatric dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH saat Intensive Care Unit (PICU) RSUP Dr. mengunjungi Bilqis tanggal 23 Maret lalu. Kariadi Semarang, setelah 66 hari menjalani perawatan. Dr. Hendriani Selina yang didampingi Tim Cangkok Manusia boleh berusaha, tetapi Tuhan Yang Maha Hati, menambahkan waktu yang diperlukan untuk Esa jualah yang menentukan. Itulah yang dialami Tim operasi cangkok hati adalah 12-15 jam secara simultan, Cangkok Hati RSUP Dr. Kariadi Semarang dibawah baik kepada pasien maupun kepada pendonor. pimpinan dr. Yulianto Suwardi, Sp.BA. Kondisi pendonor yang tidak lain adalah ibunya Kendati tim dokter telah berjuang keras sejak Bilqis sendiri yaitu Dewi Farida, kata dr. Hendriani sudah masuk rumah sakit pertama yang sukses melakukan siap dan telah dinyatakan cocok untuk mendonorkan cangkok hati pada tanggal 22 Februari lalu, namun sebagian hatinya kepada sang anak. Namun untuk42 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Peristiwa ganas yang menyerang tubuhnya. Ketiga kuman itu adalah Acenobacter bowmani, Klebsiela pneumonia yang menyerang paru-paru, serta Seratia marcescens pada darah. Kondisi tersebut, menurut Prof. Ag Soemantri dialami sekitar 40 persen penderita atresia bilier. Dari 10 penderita atresia bilier, empat diantaranya berpotensi mengalami serangan kuman tersebut. Menurut pemeriksaan biologis yang dilakukan tim dokter, ketiga kuman tersebut sudah kebal obat. Kendati begitu, selama dua hari perawatan di PICU, tim dokter telah memberikan satu obat yang bisa membantu meski hasilnya kurang maksimal. Pemberian obat tersebutkondisi Bilqis sendiri masih hati sangat besar, berkisar antara ternyata tidak membuat kondisiperlu waktu 28 hari menunggu 800 juta – 1 miliar rupiah. Karena Bilqis membaik.bertambahnya berat badan memerlukan biaya besar, maka Kegigihan dan perjuanganmencapai 9 kg (saat itu baru pembiayaannya diupayakan dari tim dokter dan kedua orang8,8 kg). Selesainya pemberian berbagai sumber seperti Jaminan tua Bilqis harus berakhir, karenaimunisasi dasar lengkap serta MMR Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Tuhan Yang Maha Esa lebih duludan Pneumococe serta hilangnya dan bantuan masyarakat yang menjemputnya. Malam harinya,faktor penyulit yaitu kelainan paru disalurkan melalui “Koin Cinta untuk jenazah Bilqis diterbangkan ke(pneumonia). Bilqis “. Jakarta untuk dimakamkan di kota Dalam kesempatan itu, Menkes Untuk masa-masa mendatang, kelahirannya. Sebelum dimakamkandr. Endang Rahayu Sedyaningsih kasus-kasus serupa akan ditangani keesokan harinya, jenazah Bilqismenyatakan dukungan dan oleh Tim Penanggulangan disemayamkan di rumah duka, memberikan penghargaan kepada Kemiskinan dibawah koordinasi Jl. Kramat Sentiong Gang Mesjid E 87tim dan manajemen RSUP Dr. Kariadi Wakil Presiden dengan pendanaan RT 07 RW 06, Kramat Sentiong,dalam mempersiapkan berbagai hal dari APBN, sumbangan masyarakat Jakarta Pusat.yang diperlukan untuk persiapan peduli dan CSR perusahaan/badan Di rumah duka tampak Menkesoperasi cangkok hati Bilqis. usaha, ujar Menkes. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih Tim Cangkok Hati RSUP Dr. Gerakan “Koin Cinta Untuk didampingi beberapa pejabatKariadi merupakan tim pertama di Bilqis” dari masyarakat yang selama Kementerian Kesehatan melayatIndonesia yang berhasil melakukan ini dilakukan untuk menggalang untuk menyampaikan duka cita atastransplantasi hati dengan sukses. dana pengobatan Bilqis perlu kepergian Bilqis, dan mendoakanMengenai kemampuan yang diberikan apresiasi karena hal itu semoga keluarga yang ditinggalkandimiliki RSUP Dr. Kariadi untuk mencerminkan sifat gotong-royong diberikan kekuatan iman. Denganmelakukan operasi cangkok hati yang dimiliki bangsa Indonesia, ujar meninggalnya Bilqis Anindyadalam setahun adalah 2 – 3 pasien, Menkes. Passa, Redaksi Mediakom jugaujar Menkes. Prof. Ag. Soemantri dan dr. menyampaikan duka cita yang Menurut Menkes, angka kasus Tatty Ermin Setiati dari Tim Dokter mendalam disertai doa semogakelainan hati yang memerlukan Cangkok Hati RSUP Dr. Kariadi arwahnya diterima disisi Allah SWTcangkok hati di Indonesia sebesar kepada pers mengatakan, beberapa sesuai amal baktinya dan keluarga1 per 10 ribu -16 ribu kelahiran hari sebelum meninggal dunia, yang ditinggalkan terutama keduahidup, sementara biaya yang Bilqis mengalami infeksi paru-paru. orangtuanya diberikan kekuatandiperlukan untuk operasi cangkok Infeksi itu disebabkan tiga kuman iman. nSmd No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 43
  • Peristiwa Kota Yogyakarta Bangun Rumah Pemulihan Gizi B erbagai penelitian membuktikan bahwa pemeriksaan status gizi dan kesehatan setiap ada hubungan yang sangat erat antara minggu oleh petugas, dan penyuluhan kepada ibu- kematian bayi dengan kekurangan gizi. ibu dalam menyiapkan makanan anaknya di rumah. Kondisi gizi yang buruk menurunkan Pengembangan pemulihan gizi rawat jalan ini harus daya tahan anak, akibatnya anak didukung Puskesmas dan Rumah Sakit untuk proses mudah sakit bahkan bisa berakibat rujukan. kematian. Badan Kesehatan Dunia WHO Masalah gizi berbeda dengan masalah penyakit. memperkirakan 54% kematian bayi dan anak di dunia, Kalau penyakit datang secara tiba-tiba, tetapi tidak sama dilatarbelakangi keadaan gizi yang buruk. halnya pada masalah gizi. Perjalanan anak yang sehat Perawatan gizi buruk di Indonesia perkembangannya menjadi gizi kurang dan menjadi gizi buruk memerlukan sangat menggembirakan. Anak gizi buruk dengan waktu sekitar 3 sampai 6 bulan. Ditandai dengan tanda-tanda komplikasi harus rawat inap di fasilitas kenaikan berat badan yang tidak cukup, kata Menkes, kesehatan. Sedangkan gizi buruk tanpa komplikasi dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH ketika dapat disembuhkan dengan rawat jalan. meresmikan Rumah Pemulihan Gizi (RPG) Yogyakarta Konsep pemulihan gizi buruk rawat jalan atau tanggal 12 Maret 2010. community based management of severe malnutrition Untuk mencegah terjadinya gizi buruk secara sedang dikembangkan. Kegiatan ini dikelola bersama paripurna, peranan Posyandu sangat penting. Di masyarakat yaitu para kader dan ibu balita. Kegiatan Posyandu, selain ditimbang berat badannya, anak-anak utamanya, pemberian makanan tambahan pemulihan diberikan makanan tambahan dan ibunya diberikan kepada balita gizi buruk yang sudah tidak komplikasi, penyuluhan pemberian makanan untuk mencegah gizi44 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Peristiwakurang dan perawatan penderita badannya dicatat dalam Kartu itu, Kementerian Kesehatangizi buruk. Hal ini memerlukan Menuju Sehat (KMS), seorang ibu memprioritaskan peningkatanketerlibatan secara aktif dari dan kader akan mudah mengetahui fungsi dan kinerja Posyandu,masyarakat dan lintas sektor. gangguan pertumbuhan anak untuk meningkatkan cakupanOleh karena itu, pendirian RPG ini sedini mungkin, sebelum anak jatuh pemantauan pertumbuhanmerupakan terobosan baru untuk pada kondisi gizi buruk. Anak yang anak. Di Posyandu, kata Menkes,mengatasi kekosongan penanganan berat badannya tidak naik dua kali selain dipantau berat badannya,masalah gizi di Indonesia. penimbangan secara berturut-turut diberikan penyuluhan pentingnyaDiharapkan, RPG ini dapat menjadi atau berada dibawah garis merah memberikan ASI Eksklusif kepadamodel yang dapat dikembangkan di kemungkinan besar menderita bayi 0-6 bulan sebagai upayadaerah lain. gizi kurang atau gizi buruk” ujar , pencegahan penyakit yang sangat “Seandainya setiap anak Menkes. efektif. Juga memberikan Makananditimbang di Posyandu, berat Berkaitan dengan hal Pendamping ASI (MP-ASI) secara Lebih Jauh dengan Ibu Dyah Suminar Apa yang mendorong Ibu mendirikan RPG ? tetapi perhatian yang bisa kita berikan akan berbeda- Karena saya bertahun-tahun di Posyandu, ada beda ketika mempunyai anak 2, anak 3, atau 4. Menurut saja orang tua yang belum sadar dengan masalah saya, dua anak lebih baik. gizi anaknya. Ada yang hanya mengambil pemberian makanan tambahan (PMT), kemudian dia pulang. Nah Bagaimana membagi waktu ? ini kan sebetulnya bukan yang diharapkan. Seharusnya Saya dengan suami (Walikota Yogyakarta) sudah kan ada komunikasi, ada pembelajaran yang harus punya komitmen. Niat saya membantu masyarakat diberikan. Nah setelah itu, saya coba membuka RPG ini. kota Yogyakarta. Saya sendiri juga sebelum RPG ini bisa diakses setiap hari oleh orang tua balita mendampingi suami, saya punya usaha, semua atau yang punya tetangga balita. berjalan dengan baik, Alhamdulillah. Nah saya juga akan membuat sebuah pelatihan, bekerjasama dengan Kementerian Agama kepada Darimana anggarannya ? calon pengantin juga perlu punya bekal bagaimana RPG ini berdiri diatas tanah seluas 970 meter nanti kalau hamil dan menjadi ibu yang baik persegi. Dana pembangunan untuk renovasi berasal kecukupan gizinya. Masih banyak anak-anak lahir dari dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 722 belum cukup bulan, gizi ibunya tidak terpantau, anak juta dan dari pemerintah daerah sebesar Rp 307 juta. yang kesekian sehingga perhatiannya juga sudah Jadi seluruhnya Rp 1 milyar lebih sedikit. Tadinya kurang. Padahal itu juga akan jadi masalah kemudian. bangunan gedung SD yang sudah tidak dipakai, Jadi bukan cuma faktor ekonomi, faktor materi, tapi kemudian kita minta ijin Pak Walikota untuk dibangun sebuah perencanaan sehat juga perlu untuk calon- RPG. calon pengantin. Sekarang berapa yang dirawat ? Bagaimana tentang KB? Saat ini dalam tahap awal 8 anak. Tahap berikutnya Bicara KB, itu juga perencanaan sehat. Menurut saya, 10 anak. Untuk pelayanan kesehatan bekerja sama adalah keliru ketika dalam kondisi penuh keterbatasan dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota. Karena seperti sekarang merencanakan anak lebih dari itu, kesehatan anak Balita yang dirawat di RPG selalu kemampuan. Dari sisi materi mungkin jelas bisa dicari, dipantau oleh dokter Puskesmas setiap hari. nSmd-Dd No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 45
  • Peristiwa tepat setelah bayi berusia 6 bulan, mendapatkan kapsul vitamin A dosis tinggi setiap bulan Februari dan Agustus, dan menggunakan garam beryodium. Menkes menambahkan, anak yang menderita gizi kurang berarti asupan gizinya tidak cukup, oleh karena itu anak perlu diberi makanan tambahan pemulihan. Makanan, dapat dibuat di rumah tangga atau dapat juga berupa makanan pabrikan. Menurut Menkes, anak yang menderita gizi kurang bila diberikan makanan tambahan selama 60-90 hari akan kembali normal. Kesan Tentang Rpg Untuk itu, pemerintah menyediakan MP-ASI sebagai 1. Ny. Siti, alamat rumah Jl. Bantul, Kel. Kedongkiwo Kec. Mantrijeron, ibu makanan tambahan pemulihan Eka Chandra Yulianti (2,5 thn). Anaknya memiliki berat badan yang pada anak 6-23 bulan. Sementara kurang ideal, saat ini beratnya baru 9 kg sedangkan idealnya 12,5 untuk anak yang menderita gizi kg. Dengan adanya Rumah Pemulihan Gizi ini sangat bagus karena buruk harus dirawat, karena meringankan beban masyarakat. Cara memperoleh pelayanan di RPG mereka sangat rentan terhadap karena mendapat undangan (rujukan) dari Posyandu. Di sini dan tidak penyakit infeksi dan komplikasi dipungut biaya apa-apa. penyakit lain sehingga risiko 2. Ny. Kun Zaenatun, alamat di Langen Asem, pekerjaan suaminya kematiannya sangat tinggi. Masalah wiraswasta. Datang ke RPG karena anak ke-3nya Bilqis Laksi, umur yang sering dijumpai dalam 4 tahun, berat badan seharusnya 12 kg, sekarang baru 10 kg. perawatan penderita gizi buruk Dengan adanya RPG sangat menolong. Anaknya diberikan makanan adalah pulang paksa, yaitu pulang tambahan, sedangkan ibunya diajari bagaimana mengasuh anak sebelum keadaan gizinya pulih. supaya gizinya bagus. Anaknya dirujuk dari dari Puskesmas. Sudah 3 Hal ini disebabkan pemulihan gizi minggu di RPG. Ketahuan berat badan dari Posyandu, dapet PMT, tapi membutuhkan waktu cukup lama, tidak naik berat badannya, dibawa ke RPG. Anak diberi pendidikan, rata-rata 12-16 minggu, kata dr. PMT, orang tua dikasih uang transport. Endang Rahayu Sedyaningsih. 3. Ny. Yanti, ibu dari Angeli Clara dengan alamat Suryodiningrat. Di RPG Gizi buruk dapat terjadi pada sudah 3 minggu dengan keluhan anaknya menderita gizi kurang. semua kelompok umur, tapi yang Ny. Yanti merasa senang berada di RPG demi sang anak agar dapat perlu perhatian lebih adalah terpenuhi asupan gizinya.n Smd,Dd pada kelompok bayi dan balita. Pada usia 0-2 tahun adalah masa tumbuh kembang yang optimal Istimewa Yogyakarta (D.I.Y) sebesar yaitu masing masing 14.6%, 13.4% (golden period), terutama untuk 10.9 % yang merupakan prevalensi dan 12.9%. pertumbuhan jaringan otak, terendah dibandingkan 33 provinsi Sasaran pembangunan sehingga bila terjadi gangguan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan yang ingin dicapai pada masa ini tidak dapat dicukupi perbaikan gizi di D.I.Y menunjukkan dalam 5 tahun ke depan adalah pada masa berikutnya dan akan hasil yang lebih baik dibandingkan menurunkan angka kematian ibu berpengaruh negatif pada kualitas dengan provinsi lainnya di (AKI) dari 228 per 100 ribu kelahiran generasi penerus, kata Menkes Indonesia. Namun demikian hidup pada tahun 2007 menjadi Data Riset Kesehatan pencapaian tersebut tidak merata, 115 per 100 ribu kelahiran hidup Dasar (Riskesdas) tahun 2007 di kabupaten Kulon Progo, Gunung pada tahun 2014, menurunkan menunjukkan bahwa prevalensi gizi Kidul dan Kotamadya Yogyakarta angka kematian bayi (AKB) dari kurang dan gizi buruk di Daerah prevalensinya masih relatif tinggi, 35 per 1000 kelahiran hidup pada46 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Peristiwatahun 2007 menjadi 24 per 1000 kurang, dan 16.385 anak (86,11%) enam ratus ribu rupiah).kelahiran hidup pada tahun 2014, balita gizi baik dan 626 anak (3,29%) Bangunan dilengkapi dengandan menurunkan prevalensi gizi balita gizi lebih dari 19.027 anak ruang aula, ruang rapat, ruangkurang dari 18,4% pada tahun 2007 balita yang diukur status gizinya. periksa, ruang dokter, ruangmenjadi setinggi-tingginya 15% Prevalensi balita gizi buruk dari perawatan balita gizi buruk denganpada tahun 2014. tahun 2005 sampai dengan tahun 4 ruang dan 8 tempat tidur, ruang RPG merupakan gagasan Tim 2009 berkisar antara 1,20-1,04%. laktasi bagi bayi dan ibu menyusui,Penggerak PKK Kota Yogyakarta. Kriteria gizi buruk berdasarkan ruang makan, ruang belajar danTujuannya untuk memberikan standar berat badan/tinggi badan bermain balita dengan saranatempat penanganan dan konsultasi pada februari 2010 ditemukan edukatif dalam dan ruang ruangan,secara komprehensif bagi balita gizi 88 balita kurus, 16 balita kurus dapur umum, mushola, dapur susu,buruk maupun gizi kurang, serta sekali. Dari kriteria tersebut dapat kamar mandi dan toilet serta areapermasalahan seputar gizi balita dikatakan bahwa balita gizi buruk parkir yang strategis.berdasarkan kondisi individual anak, di Kota Yogyakarta ada 16 anak Jenis layanan yang diberikankeluarga dan masyarakat. Konsep dan 8 balita antaranya dirawat meliputi pelayanan konselingRPG terintegrasi dengan pendidikan di RPG. RPG dibutuhkan sebagai masalah gizi balita, penyuluhan,anak usia dini. RPG diharapkan tempat perawatan antara rumah konsultasi serta rujukan gizi,mampu menurunkan jumlah balita sakit dan puskesmas, karena sering penelitian dan pengembangan gizidengan status gizi buruk atau adanya kasus balita gizi buruk pasca terapan oleh ahli, menyediakankurang, sekaligus menyediakan perawatan di rumah sakit menjadi makanan dengan spesifikasi menutempat khusus bagi penanganan jatuh buruk lagi setelah dirawat di bagi bayi dan balita yang dirawat,balita, konsultasi dan penyuluhan. rumah. pendidikan kesehatan dan gizi, Dyah Suminar, mengatakan, RPG menempati gedung eks SD pemberian PMT pemulihan, rujukanpemantauan status gizi buruk Kota Gading seluas 970 meter persegi dari posyandu/puskesmas sertaYogyakarta 2009 menunjukkan yang telah direnovasi dengan dana lanjutan pasca perawatan di rumahterdapat 198 anak (1,04%) balita gizi keseluruhan Rp. 1.029.600.000 (satu sakit. nSmdburuk, 1.829 anak (9,61%) balita gizi milyar dua puluh sembilan juta No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 47
  • Peristiwa 859 Dokter Baru Tempati Puskesmas di Daerah Terpencil dan Sangat Terpencil S ekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan visi “ Masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan “, dr. Ratna Rosita, MPHM di Jakarta tanggal dengan misi antara lain meningkatkan derajat kesehatan 31/3/2010, secara simbolis melepas masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat termasuk keberangkatan 258 dokter/dokter gigi baru swasta dan masyarakat madani. Juga melindungi kesehatan lulusan FK/FKG DKI Jakarta mewakili 859 rekan- masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan rekan seangkatan mereka sebagai Pegawai yang merata, bermutu dan berkeadilan. Selain itu, para Tidak Tetap (PTT) ke tempat penugasannya di dokter/dokter gigi juga diminta memegang nilai-nilai yang sarana pelayanan kesehatan khususnya Puskesmas dengan dianut yaitu pro rakyat, inklusif, responsif, efektif dan bersih. kriteria terpencil dan sangat terpencil di seluruh Indonesia Dalam kesempatan itu, dr. Ratna Rosita menyampaikan diluar Jawa dan Bali. penghargaan atas semangat dokter/dokter gigi PTT dalam Sedangkan dokter/dokter gigi PTT lainnya memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah diberangkatkan dari provinsi tempat FK/FKG berada. dengan kriteria terpencil dan sangat terpencil sebagai Sebelum berangkat, para dokter PTT lulusan DKI Jakarta bentuk kontribusinya dalam pembangunan kesehatan. itu memperoleh “Pembekalan dari dr. Bambang Sardjono, Sementara itu, Kepala Biro Kepegawaian dr. Abdul Rival, MPH, Direktur Bina Kesehatan Komunitas dan Drg. RA Eryta M.Kes. mengatakan pengangkatan dokter/dokter PTT baru Widjajani, MARS Kepala Bagian Keuangan Biro Umum adalah untuk mengganti atau mengisi kekurangan atau tentang tugas-tugasnya di sarana pelayanan kesehatan dan kekosongan dokter/dokter gigi di Puskesmas dengan mekanisme pembayaran gajinya. kriteria terpencil dan sangat terpencil karena telah selesai Pada kesempatan itu Sesjen Kementerian Kesehatan masa baktinya. Setiap tahun, Kementerian Kesehatan berpesan agar para dokter/dokter gigi PTT tidak bertindak mengangkat dokter/dokter gigi PTT baru sebanyak 3 kali, diskriminatif terhadap warga yang tidak mampu serta yaitu pada bulan April, Juni dan September. bersikap kooperatif dan responsif dalam menjalankan Menurut dr. Abdul Rival, pengangkatan tenaga PTT tugasnya. periode April 2010 sebanyak 859 orang terdiri dari 661 “Di mana pun dokter PTT berada, jangan pernah dokter dan 198 dokter gigi. Dari 661 dokter tersebut, 261 mengabaikan kepentingan rakyat serta bertindak orang ditempatkan di daerah dengan kriteria terpencil, dan diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada 400 orang lagi di daerah sangat terpencil. masyarakat. Selain itu, para dokter PTT dapat Sedangkan untuk dokter gigi yang berjumlah 198 orang, mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan 37 orang akan ditempatkan di daerah terpencil, dan 161 dengan baik dan mampu beradaptasi dengan lingkungan orang ditempatkan di daerah sangat terpencil. Adapun baru. Hal ini penting, karena kondisi di daerah penugasan masa penugasan bervariasi, yaitu 6 bulan dan 12 bulan, berbeda dengan kondisi yang dialami selama mengikuti ujar dr. Abdul Rival. pendidikan” ujar dr. Ratna Rosita. , Selama bertugas mereka akan memperoleh gaji Sesjen mengharapkan, dokter PTT mampu berdasarkan peraturan yang berlaku. Dokter/dokter gigi berkomunikasi dengan warga di lingkungannya, yang bertugas di daerah terpencil memperoleh gaji bersih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak lain terutama sebesar Rp 1.530.000,- per bulan sedangkan yang bertugas dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di daerah sangat terpencil sebesar Rp 1.730.000,-. Masa tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif guna tugas doker dan dokter gigi PTT bervariasi yakni 6 – 12 meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di tempat bulan dan akan mulai bertugas pada 6 April 2010. Untuk tugasnya. menarik minat dokter/dokter gigi bertugas di daerah sangat Sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian terpencil, selain gaji juga diberikan insentif sebesar lima juta Kesehatan, para dokter/dokter gigi baru PTT diminta rupiah.n Smd/DS mampu memahami dan melaksanakan tugas-tugas sesuai48 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • PotretDr. Ernita Mayasari:Mengabdi Atas Panggilan HatiB agi dr. Ernita, bekerja merupakan pengabdian. besar masih berupa hutan belantara. Untuk sampai ke Pengabdian yang terbaik atas dasar Sajingan Besar harus menempuh perjalanan darat kurang penggilan hati. Ernita terpanggil untuk lebih 8 jam dari Pontianak. Kondisi jalannya dari Sambas- melayani masyarakat terpecil, terasing nun Sajingan rusak berat. Terbuat dari tanah merah yang jauh disana. Terpencil dari sisi geografis, dikeraskan bercampur sedikit batu koral. Banyak lubang terasing dari hiruk pikuk kehidupan manusia disana-sini. Melintasi puluhan jembatan kayu yang rusak.pada umumnya. Ia menjalani pengabdian dalam sunyi Perjalanan akan lebih berat lagi karena becek dan licin,dan sepi. Tak ada komunikasi dan publikasi, apalagi setelah turun hujan. Bila musim kemarau jalan berdebusorotan televisi. Mendaki bukit dan menyelusuri lembah, sangat pekat, sehingga jarak pandang kurang dari 5 meter.menerobos hutan belantara mengunjungi pasien. Memberi Awal bertugas di Puskesmas Sajingan Besar, ada 2 aksespertolongan, menyelamatkan nyawa dari ancaman bahaya jalan. Pertama melalui jalan darat dengan menelusurikesakitan dan kematian. pegunungan yang terjal dan mendaki yang dikelilingi Sejak awal tahun 2007, Ernita mengawali pengabdian jurang dan hanya dapat dilewati pada saat musimdi Puskemas Sajingan kemarau. Alternatif kedua melalui jalur air sungai enau,Besar Kabupaten menggunakan kapal kecil (tongkang/klotok) denganSambas, jarak lumayan jauh karena harus menelusuri pinggiranKalimantan sungai lebih kurang 6 jam. Setelah sampai masih harusBarat. Wilayah berjalan kaki menelusuri jalan setapak berlumpur denganSajingan pohon besar disisi kiri-kanan jalan. Sungguh cukupBesar berat perjalanan yang harus ditempuh, apalagi seorangberbatasan perempuan seperti Ernita. Kalau bukan tekad yang kuatdengan untuk pengabdian, pastilah akan mundur teratur.BiawakMalaysia. Kesulitan demi kesulitanMedannya Ditempat tugas, Ernita sering menemukan kasus yangperbukitan lumayan sulit, salah satunya kasus persalinan. Ia harusdan menyelamatkan dua nyawa sekaligus yaitu ibu dan anak.sebagian Kasus berupa persalinan pre-eklamsi, solution plasenta, retensio plasenta dan partus tak maju. Pada kasus tertentu biasanya berusaha menangani sendiri sebisa mungkin, karena jika dirujuk dengan kondisi jalan yang rusak parah dan kondisi ibu yang lemah, justru hanya akan memperburuk keadaan. Pasien yang akan melahirkan, jarang mau melahirkan di Puskesmas, jadi Ernita lebih sering dipanggil kerumah mereka, dengan tempat seadanya. Terkadang hanya selembar tikar kulit kayu dilantai dan lampu yang remang-remang. Pernah hanya menggunakan sebuah pelita lilin. Memang pada saat itu listrik masih jarang dan hanya dinikmati oleh masyarakat ekonomi atas. Jika ada persalinan yang agak sulit, Ernita sering was-was karena kondisi tempat dan alat seadanya. No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 49
  • Potret Dalam menolong persalinan sering sembuh. Tapi saya “tidak ikut-ikutan ke puskesmas. Jangan menunggu didampingi oleh dukun beranak komat-kamit loh” selorohnya. penyakit menjadi fatal baru mau (dukun bayi/kampung). Dalam situasi Pernah ada kesulitan dalam di bawa ke puskesmas. Dengan yang tepat Ernita memberi masukan persalinan, Ernita memutuskan menggunakan sarana yang ada, biaya, kepada dukun tentang persalinan membawa ke negara tetangga waktu dan energi seoptimal mungkin, yang baik dan benar sesuai sesuai Malaysia karena lebih mudah diharapkan memberi manfaat dan dengan kaidah ilmu kedokteran. Hal dibanding harus dirujuk ke Puskesmas mampu memberikan parameter klinis ini dilakukan agar para dukun tidak ataupun ibukota kabupaten. Sebab yang jelas dari tata laksana pasien. merasa tersinggung. medan yang dihadapi berat, sulit dan Sedikit demi sedikit berkurang Di daerah Sajingan, secara umum sangat jauh. Hal ini disebabkan kondisi warga negara Indonesia yang dalam menangani persalinan, jalan yang tidak memungkinkan berobat ke klinik tetangga. Hubungan dokter harus didampingi dukun bayi dan beresiko jika dilewati. Apalagi kerjasama dengan Klinik Biawak dengan melakukan acara tradisi ritual membawa pasien dengan kondisi tetap terbina dengan baik. Akhirnya tertentu. Mereka melakukan ini untuk darurat. Pimpinan Biawak mengeluarkan suatu menyambut kelahiran si jabang bayi Sedangkan jika pasien dibawa Notis, yang intinya ”Setiap warga sesuai adat istiadat mereka. Jadi dokter kenegara tetangga hanya Negara Indonesia yang ingin berobat harus memahami apa yang dilakukan memakan waktu 20 menit dengan ke Klinik Biawak harus membawa surat oleh dukun. Dokter dan dukun menggunakan kendaraan. Tapi saat rujukan dari Puskesmas Sajingan Besar. berkolaborasi untuk menyelamatkan itu kendaraan sulit dicari, sehingga Disinilah kesempatan Ernita ibu dan bayi. pasien hanya dibawa menggunakan merangkul masyarakat sambil Selain berobat ke tenaga medis/ tandu. Setelah sampai keklinik desa memberi pengertian masyarakat agar kesehatan, masyarakat sering berobat Biawak (daerah bagian Malaysia) mereka mau berobat ke Puskesmas. ke dukun atau paranormal, walau tengah malam. Pintu tertutup dan Kalaupun mereka ingin minta hanya masuk angin biasa. Hal ini diminta pulang, padahal sedang rujukan ke Klinik Biawak berusaha disebabkan karena kepercayaan membawa pasien kritis. Akhirnya tidak memberi rujukan, namun mereka terhadap pengobatan Ernita memperkenalkan diri sebagai memberikan surat rujukkan ke Rumah paranormal lebih tinggi dari pada ke dokter dari Indonesia yang bertugas Sakit yang ada di Kabupaten. Sebab tenaga medis/kesehatan. Masyarakat di Puskesmas Sajingan Besar, baru jika tidak memberi rujukan ke Klinik menganggap pengobatan paranormal dipersilahkan masuk. Biawak, mereka tidak akan dilayani lebih mampu dan lebih mahir Sampai disini, kesulitan belum oleh pihak klinik tersebut. dibanding tenaga medis/kesehatan. berakhir. Mereka meminta uang Kondisi ini menjadi kesempatan Ada satu yang membuat Ernita muka tunai dimuka. Tapi permintaan untuk menunjukan kepada terkadang kesal terhadap paranormal. ini ditolak, ” Selamatkan pasien dulu, masyarakat, pelayanan kesehatan Jika mereka tidak dapat menangani masalah biaya nanti saya bayar” tegas , di tanah air lebih baik dengan biaya pasien, maka mereka merujuk ke Ernita. yang terjangkau tanpa adanya kata pelayan kesehatan, setelah kondisi yang tidak mengenakan. Seiring pasien sudah parah dan biasanya Awal perubahan perkembangan pembangunan dan hampir tidak tertolong. Ernita Sewaktu mengadakan pendekatan akses jalan, hampir tidak ada warga sering di panggil untuk menangani ke pimpinan klinik biawak sambil Indonesia yang berobat ke klinik penyakit aneh misalnya kesurupan. ingin tahu berapa banyak pasien tetangga. Semua itu berkat bantuan Ketika datang, sudah ada dukun atau dari Indonesia yang berobat ke Klinik teman-teman yang ada di puskesmas paranormal lengkap dengan mantra/ Biawak, terenyuh juga mendengarnya. agar mereka mencintai NKRI. jampi-jampian dan aroma mistis yang Ternyata setiap hari lebih banyak Ernita dan masyarakat tidak menusuk hidung, awalnya terasa pasien Indonesia yang berobat disana. menduga dengan terbukanya akses serem, katanya. Selain sering mendapat kata-kata transportasi kabupaten ke kecamatan Setelah beberapa kali, akhirnya yang kurang sopan dari tenaga medis, sajingan–aruk yang membawa dampak Ernita memberanikan diri bekerjasama membayar jasa pengobatan yang yang lebih baik terhadap pelayanan dengan dukun untuk menyembuhkan lebih mahal. kesehatan masyarakat. Apalagi dengan penyakit tersebut. Memang sedikit Ernita berusaha mengadakan kunjungan beberapa pejabat penting aneh, tapi berusaha santai mengobati pendekatan terhadap masyarakat dari pusat, provinsi dan kabupaten penyakit pasien sesuai dengan profesi dengan mengadakan pengobatan seperti Menkes dr.Endang Rahayu kedokteran. Bahkan pernah ada yang gratis, penyuluhan kedesa-desa untuk Setyaningsih,MPH,Dr.PH dan Menteri kesurupan, kemudian dibacakan memotivasi mereka agar mereka PDT Ir. Helmi Faisal ke Puskesmas ayat-ayat Al-qur’an dengan izin Allah kalau sakit mau memeriksakan diri Sajingan Besar.n Pra50 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Nasional Foto bersama Menkes dan Menteri PDT di depan Klinik VCT Sajingan Besar SambasAntara Sambas dan ArukK abupaten Sambas menyimpan banyak pembangunan dan mempunyai motivasi beperan serta potensi berupa sumber daya alam membangun negeri. yaitu potensi perikanan laut, tambang Hal ini disampaikan oleh Bupati Sambas Ir dan gas. Sedangkan potensi pertanian Burhanudin A Rasyid di hadapan Menteri Kesehatan dr. berupa padi, jeruk, karet dan kelapa Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH,Dr, PH, Menteri PDT sawit. Semua potensi itu sangat Ir. H. Ahmad Helmy Faisal Zaini dan rombongan saat mendukung untuk membangun melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas, sambas lebih baik menuju visi Kabupaten Sambas 20 Maret 2010 di Pendopo Bupati Sambas.“Terwujudnya Sambas yang mandiri, berprestasi, madani Kedepan jalan yang menghubungkan Pontianakdan sejahtera melalui TERPIKAT” Pembangunan yang . – Sambas – Aruk diproyeksikan menjadi jalanmemfokuskan pada ekonomi kerakyatan, religius, nasional. Dengan adanya jalan nasional ini diharapkanpendidikan dan kesehatan masyarakat, terutama transportasi menjadi lancar, distribusi hasil pertaniandikawasan perbatasan. tidak terhambat dan mobilisasi tenaga kesehatan yang Sambas mempunyai dua kawasan perbatasan yaitu bertugas diwilayah tertinggal dan perbatasan lebihKecamatan Sajingan Besar dan Kecamatan Paloh. Kedua mudah. Sehingga tenaga kesehatan yang mendapatkecamatan tersebut berbatasan dengan Serawak tugas di wilayah daerah tertinggal dan perbatasan dapatMalaysia tersebut mempunyai pelayanan kesehatan bertahan lebih lama.yaitu Puskesmas Sajingan dan Puskesmas Paloh. Burhanudin memulai pembangunan dari wilayah desa Untuk membangun wilayah perbatasan terlebih dahulu, seperti mengutamakan membangunmenggunakan tiga pendekatan yaitu kesejahteraan, desa Sajingan Besar dan Aruk yang berbatasankeamanan dan lingkungan. Melalui tiga pendekatan dengan Biawak Malaysia. Berikutnya baru dilanjutkanini diharapkan masyarakat merasakan dampak membangun wilayah perkotaan. Filosofi membangun No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 51
  • Nasional desa terlebih dahulu agar masyarakat desa yang berbatasan dengan negara Malaysia tidak terkikis nasionalismenya kepada NKRI. Sebab negara tetangga saat ini kondisi pendapatan perkapitanya 10 kali Kabupaten Sambas. Menurut Bupati, sebagian besar daerah tertinggal dan perbatasan penduduknya sebagian besar berasal dari suku dayak. Mereka pada umumnya menetap di perbukitan Menkes dan Menteri PDT dan lembah-lembah di balik bukit mengunjungi SMP Sajingan dengan jarak yang berjauhan. Kondisi Besar Sambas seperti ini sangat menyulitkan untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Sebab ada seorang siswa Kabupaten Singkawang dan Kota setelah kendaraan berlalu debu harus menempuh perjalanan 5 jam Singkawang. tebal membubung tinggi menutupi dari rumah hingga sekolah tempat Sepanjang jalan perjalanan jalan, sehingga jarak pandang belajar. Untuk mengatasi jarak disuguhi pemandangan indah hanya 3-5 meter. Menjelang sampai yang jauh ini, pemerintah Sambas berupa lahan gambut, kebun Sajingan Besar panorama alam akan membangun asrama untuk kelapa dan kebun lidah buaya yang nampak indah dan mengagumkan. menginap para murid yang letak memenuhi kanan-kiri jalan. Rumah- Bukit yang ditumbuhi pepohanan rumahnya sangat jauh dengah rumah panggung penduduk yang tampak berwarna hijau dengan sekolah. terbuat dari kayu berada di tengah latar belakang langit berwarna biru. perkebunan tersebut membentuk Lembah yang mengelilingi bukit, Lika-liku perjalanan perkampungan kecil. Keberadaan ditanami pohon karet yang mulai Perjalanan menuju Sajingan Besar kampung satu dengan kampung subur. Jalan tanah berpasir mendaki, dan Aruk memerlukan persiapan lainnya terpisah berjarak puluhan turun dan berkelok. Perpaduan yang luar biasa. Mulai dari persiapan kilo meter. bukit, lembah, langit dan jalan mental, sehingga siap menempuh Ditemani hujan gerimis, tepat berliku membentuk panorama perjalanan darat yang panjang. pukul 21.00 Wib rombongan tiba yang indah mengagumkan. Mbak Mempersiapkan kendaraan yang di Pendopo Bupati Sambas. Jarak Ratna, fotografer Puskom publik tak sesuai medan perjalanan yang kurang lebih 300 KM itu ditempuh kuasa melihat pemandangan yang berbukit, terjal dan banyak jurang. selama 6 jam. Rasa capek dan letih indah. Spontan, nalurinya menuntun Jalan yang terbuat dari tanah dan terlihat jelas diwajah para peserta. untuk mengeluarkan handycam dan berlubang, jembatan yang terbuat Sebagian menginap di Pendopo dan langsung mengabadikannya. dari batang pohon yang dirangkai sebagian lain menginap di Hotel Pukul 11.15 Wib rombongan dan perbekalan bahan makan Pantura. Menkes tiba di Sajingan Besar. selama perjalanan. Menkes mengunjungi SMPN Sajingan Setelah mempersiapkan Menuju Aruk yang disambut dengan tarian daerah segalanya, mengawali perjalan dari Setelah istirahat semalam, pukul yang bermakna selamat datang. gedung kantor gubernur Pontinak 08.30 rombongan melanjutkan Kemudian Menkes dan Menteri PDT kalimantan Barat pukul 16.00 WIB. perjalanan menuju Aruk, sebuah berdialog dengan siswa. Selanjutnya Ditengah hujan deras robongan desa yang berbatasan dengan Biak Menteri PDT disaksikan Menkes, Wakil Menkes meluncur menuju Kota Malaysia. Jalannya terbuat dari tanah Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya Sambas menggunakan mobil Strada merah dan berlubang. Bila musim dan Bupati Sambas Ir.H. Burhanuddin 2 gardan, kemudian dikuti oleh hujan kondisi jalan becek, berlumpur A. Rasyid melakukan peletakan rombongan Menteri PDT. Menuju dan licin tidak dapat dilalui oleh batu pertama untuk pembangunan kota Sambas harus melewati Kota kendaraan. asrama. Pontianak, Kabupaten Pontianak, Saat itu sedang musim panas, Berikutnya, rombongan52 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Nasional Penandatanganan kerjasama Menkes meletakkan batu pemenuhan sarana kesehatan pertama pembangunan di DTPK antara Menkes dan asrama bagi siswa SMP Menteri PDT Sajingan Besar Sambasmengunjungi Puskesmas Sajingan dilihat dari indikator kesehatan rata- pembentukan VTC di RSUD danBesar. Dalam kunjungan di Puskemas rata masih dibawah angka nasional. puskesmas, penanganan penderitaini rombongan mendapat penjelasan Umur harapan hidup 67,8 ( Nasional DBD, fogging masal dan abatesasidari Kepala Puskesmas dr. Ernita 70,6), Angka Kematian Bayi 43,01 selektif di seluruh kecamatan danMayasari tentang sarana, prasarana (Nasional 26), Angka Kematian Ibu gerakan PSN pada semua desa.dan pelaksanaan pelayanan 399,66 (Nasional 226), Gizi kurang Melakukan ELGAKA ( eleminasikesehatan. 21,55 % (Nasional < 15%) dan Gizi kaki gajah) cakupan pengobatan Seusai mengunjungi Puskesmas buruk 4,40% (Nasional < 1 %). masal sampai tahun 2009 mencapaiSajingan, rombongan menuju ke Sebagian besar penyebab 87,8%. Penyediaan air bersih melaluiPos Lintas Batas Darat (PLPB) Aruk. kematian ibu 78,0% perdarahan, CWSHP berupa penanmpungan airDitempat ini Menkes dan Menteri 11,0% eklamsi / pre eklamsi dan 11,0 hujan 634 buah, penampungan mataPDT melalukan Penandatangan % lain-lain. Sedangkan penyebab air 2 unit dan sumur bor 5 unit danNota Kesepahaman Bersama ( MoU) kematian neonatal 31,0% Asfiksia, pengembangan jamban keluargatentang Percepatan Pembangunan 44,0% BBLR dan 25,0% lain-lain. yang cakupannya mencapai 67,64%.Bidang Kesehatan di Daerah Upaya untuk meminimalkan Sementara, sumber daya manusiaTertinggal, Terpencil, Terisolir, penyebab kematian bayi dan kesehatan yang menjadi tulangPerbatasan dan Kepulauan. ibu telah dilakukan program pembangunan kesehatan masih Pada kesempatan itu juga, perencanaan, persalinan dan kurang dari target rasio per 100.000Menkes memberikan bantuan secara pencegahan komplikasi (P4K) penduduk. Dokter umum 5,57simbolis bagi pelayanan kesehatan disemua kecamatan. Menjalin targetnya 24, Bidan 29,06 targetnyayaitu berupa satu unit mobil kemitraan dukun bayi dengan bidan 40, Perawat 65 targetnya 158 danoperasional Puskesmas Sajingan dan melakukan seluruh persalinan Sarjana Kesehatan MasyarakatBesar, Paket buku-buku kesehatan oleh tenaga kesehatan. 4 targetnya 35. Untuk memberidan bantuan peralatan fungsional Penyakit menular di Kabupaten motivasi tenaga kesehatan bekerja,Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Sambas yaitu HIV/AIDS, Demam Pemerintah Daerah memberiPontianak Wilayah Kerja PLBD Aruk. Berdarah, Malaria dan Filariasis. tunjangan medis Rp 1,5 juta / bulanSementara Menteri PDT memberikan Sedangkan 6 penyakit terbesar di untuk daerah perbatasan danbantuan bagi pembangunan asrama daerah perbatasan Sajingan dan terpencil dan bidan/perawat Rpbagi guru dan siswa sekolah. Polah yaitu Ispa, Diare, Malaria, 750 ribu/ bulan dari APBD. Insentif Demam Berdarah, Typus Abdomen dokter spesialis Rp 10 juta / bulan. Pembangunan Kesehatan dan Campak. Pemberian kendaraan dinas roda 2 Kab. Sambas Untuk menanggulagi penyakit untuk semua tenaga poskesdes dan Derajat kesehatan Kabupaten menular telah dilakukan pustu diperbatasan. Kendaraan DinasSambas tahun 2007 sd 2009 dapat upaya peduli HIV/AIDS melalui Roda 4 untuk dokter spesialis. nPra No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 53
  • Daerah Mengunjungi Pelayanan Kesehatan Di Halmahera Selatan dengan ibu kotanya Labuha yang terletak di desa Bacan Pulau Bacan. Pulau yang terpadat penduduknya. Secara adminitrasi, Halsel terdiri dari 249 desa, memiliki iklim tropis dan musim. Peta klimatologi hasil pencatatan Badan Meteorologi dan Geofisika, Halsel tahun 2007 menunjukan suhu rata-rata 24,85 ºC -27,70 ºC. Suhu terendah 17,6º C dan tertinggi mencapai 33,6 ºC. Pelayanan Kesehatan Jumlah penduduk tahun 2008 sebanyak 182.910 jiwa, 50.719 jiwa diantaranya berstatus miskin. Mereka telah mendapat pelayanan T kesehatan disarana pelayanan kesehatan seperti puskesmas anah nan subur, Laut biru yang luas, airnya dan jaringannya, rumah sakit aneka pohon tumbuh bening, ikan kakap menari-nari pemerintah, melalui jaminan menghijau. Terasa riang menyambut cerah di pagi asuransi keluarga miskin. Di luar indah, ketika mata hari. Dari kejauhan pulau-palau masyarakat miskin dijamin dengan memandang. Agin kecil berjajar ditengah laut tampak asuransi Jamkesda. semilir mendesir berwarna hijau. Berlatar langit Untuk melayani masyarakat, mengalir sepoi-sepoi dan laut berwarna biru. Kapal feri pemerintah daerah telah menerpa dedaunan, melambai- pengangkut penumpang, perahu membangun 1 rumah sakit lambai seperti memanggil. nelayan dan kapal cepat hilir- pemerintah, 27 puskesmas, 25 Sepanjang pantai pohon kelapa mudik antar pulau. Itulah suasana puskemas pembantu, 92 polindes menjulang tinggi, berbaris bersama Kabupaten Halmahera Selatan dan 1 balai pengobatan. pepohonan perdu lainnya. Ia (Halsel), salah satu kabupaten dari Untuk menunjang pelayanan membentuk konfigurasi yang serasi Provinsi Maluku Utara. kesehatan, telah diberdayakan nan indah, membuat decak kagum Luas Wilayah Halsel 40.236,72 tenaga kesehatan dengan rincian para pemirsa. Rasanya ingin terus km² terdiri dari luas daratan Dokter umum 5 orang, Dokter bersama, terasa berat dan tak kuasa 8.779,32 km² dan laut 31.484,40 km² gigi 1 orang, Perawat 186 orang, meninggalkan. terletak di wilayah Indonesia Timur, Bidan 79 orang, Analis 4 orang,54 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • DaerahKesmas 5 orang, Sanitasi 11 orang, tertinggi di wilayah kerja puskesmas jumlah tersebut terdapat 4.613 kkGizi 15 orang, Farmasi 6 orang Labuha 255 penderita. Khusus untuk (51.10%) yang memiliki jamabandan Fisioterapi, Anastesi, Rontgen Labuha mengalami penurunan keluarga. Sedangkan yang memilikimasing-masing 1 orang. kasus 204 kasus ( 55,56%). tempat pembuangan sampah 730 KK (48,73%) dari 1.498 kk yang Capaian pembangunan Angka kematian ibu maternal sudah diperiksa. kesehatan (AKI), angka kematian bayi (AKB) Kemajuan yang dicapai dalam dan angka kematian balita (AKABA) Malaria centerpemberantasan penyakit menular dari tahun 2007 hingga 2008, terjadi Salah satu keberhasilanbersumber binatang yakni penyakit penurunan. Diantaranya AKB tahun pengendalian penyakit menularmalaria dan demam berdarah 2007 terdapat 24 kasus dari 3.772 bersumber binatang yaitu penyakitdengue. Terkait dengan malaria, kelahiran, turun menjadi 17 kasus malaria. Upaya pengendaliantahun 2006 terdapat 14.025 dari 2.315 kelahiran pada tahun malaria diselenggarakan secaramalaria klinis dan penderita 2008. terpadu melalui system. Melaluipositif 619 kasus. Tahun 2008 Upaya yang telah dilakukan system ini berbagai pihak yangkaus klinis malaria 10.619 jiwa untuk meningkatan kualitas terkait dilibatkan. Mulai daridan penderita positif 4.654 orang. kesehatan lingkungan, berupa pemerintah daerah, instansiSetelah melakukan intervensi dan kegiatan yang bersifat promotif, dinas kesehatan dan masyarakat.pengobatan, tahun 2008 terjadi preventif dan protektif. Sebagai Diharapkan pengendalian melaluipenurunan kasus 50%. indikator gambaran kondisi system ini akan memiliki daya tahan, Sedangkan pemberantasan lingkungan yakni prosentase bukan sekedar hangat-hangatpenyakit menular langsung yakni keluarga memiliki persediaan di awal, kemudian mati sebelumtuberkulosis paru, kusta, diare, air minum sehat, memiliki akses berkembang.ispa dan paralysis. Terkait dengan jamban sehat dan tempat-tempat Dinas kesehatan berperan besarpenyakit tuberkulosis paru, tahun umum sehat. Dari pemantauan, dalam proses kelahiran malaria2007 ditemukan BTA positif 582 jumlah 7.861 KK yang memiliki air center. Ke depan, setelah berjalanpenderita yang dilaporkan 18 bersih tahun 2008 yakni; ledeng dengan baik malaria center ini akanpuskesmas. Angka penemuan 3.767 (47,92%), Sumur pompa menjadi tanggung jawab bersamatertinggi di wilayah Puskemas tangan 34 (0,43%), Sumur gali 3.734 yang akan dikoodinir oleh Bupati.Labuha sebanyak 459 penderita. (47,5%) dan penampungan air Diharapkan dengan melibatkanTahun 2008, terjadi peningkatan hujan 326 (4,15%). lintas sektor, masalah kesehatankasus, hingga mencapai 981 Ketersediaan jamban keluarga, menjadi tugas bersama. Bukanpenderita, dengan penderita positif dari jumlah 25.685 kk, yang telah semata-mata tugas insan kesehatan149 orang. Angka penemuan diperiksa 9.028 kk ( 35,15%). Dari saja. npra No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 55
  • Siapa Dia Ade Rai Mau Sehat, Lakukan 3 Hal M au sehat, lakukan 3 hal. Begitu pesan waktu yang terbuang tidak Binaragawan Ade Rai. Agar tubuh sehat produktif dan rasa sakit tetap sehat harus melakukan olah raga yang dirasakan. Bila semua secara teratur, makan makanan yang di rupiahkan, tentu menjadi sehat dan istirahat yang cukup. Sehat mahal. itu tidak menarik, dikala sehat. Tapi sehat itu menjadi Apa yang dilakukan pada menarik dikala sakit. Dikala sakit sehat terasa begitu acara Hari Kesehatan Dunia nikmat, bahkan lebih nikmat dari nikmat yang lain, ini sangat baik, dengan seperti uang, harta dan popularitas. adanya pesan pesan Ade mengajak, ketika sehat mari menjaga hidup sehat. Sebab kesehatan. Ia menganalogkan seperti pohon. kalau sampai jatuh Pohon yang sehat bercabang tiga. Yakni mau sakit, yang repot meluangkan waktu untuk berolahraga atau bukan hanya yang aktivitas gerak. Kedua mau meluangkan sakit, tapi juga yang waktu untuk mengatur apa yang dikonsumsi. sehat. Sebab yang Harus diingat bahwa mulut adalah sumber sehat juga harus kesehatan juga sumber kesakitan, semuanya memelihara yang berasal dari mulut. Ketiga mau meluangkan sakit. Apalagi kalau waktu untuk istirahat yang cukup. sampai meninggal, Ade mengingatkan, jika ke 3 cabang itu di kata Ade Rai. n lakukan, Isnya Allah sehat. Sebenarnya, sehat itu pra, yuli murah dan sakit itu mahal. Mahal karena harus kapan mengeluarkan biaya pengobatan, perawatan, lag i.co m Elsa Nasution Perbanyak Makan Buah A walnya terpaksa, selanjutnya saja. Sebab banyak makanan jajanan yang menjadi kebiasaan. Itulah mengandung lemak dan kolesterol. Jadi ada pengalaman Elsa Manora baiknya ibu yang bisa masak kembalilah Nasution, perenang nasional memasak di rumah sehingga tahu apa yang kini meneguhkan dirinya yang dimakan tidak mengandung bahan menjadi atlet perenang internasional. Kini. pengawet atau segala macam yang merusak renang sudah menjadi gaya hidup harian, kesehatan. kapanlagi.com sehingga melakukannya penuh kesadaran, Buah bagus untuk dikonsumsi. Selain bahkan menjadi kebutuhan. Sehingga memberi manfaat dalam memperlancar kalau tidak berolah raga, merasa ada yang proses pencernaan, juga dapat mengurangi kurang lengkap. Walau sewaktu masih kecil kolesterol. Mempercepat penyerapan zak- melakukan olah raga merasa dipaksa oleh zat gizi lainnya. Ada baiknya juga dipagi hari orang tua, begitu kata Elsa. sarapan buah. Misalnya sarapan buah pisang atau apel. Menurut Elsa pola hidup sehat yakni selain Memberi pengaruh awet muda, karena kulitnya tampak melakukan olah raga, harus makan yang teratur dan segar.“ Silahkan mencoba….!” kata Elsa. n , makan makanan sehat. Boleh sih jajan, tapi sedikit pra,yuli56 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • Siapa DiaOlga LidyaPasar Tradisional Lebih Seru…!M enurut Olga, belanja ke pasar Olga mengatakan khususnya Indonesia tradisional lebih seru, dari pada banyak sekali penyakit yang berhubungan belanja di supermarket. Sebab dengan paru-paru. Diantara penyebabnya dapat berinteraksi, menawar barang karena polusi udara. Agar kualitas udara lebih dengan penjual secara alamiah. baik, harus semakin banyak orang menanamOleh sebab itu, pasar harus sehat. Sehingga pasar pohon, berhenti membakar sampah dan merokok.terbebas dari bau busuk, becek dan lalat. Penjualnya Sekarang sudah semakin banyak informasisehat, barang yang dijual sehat, terjamin, aman dan dan semakin maju, bahwa sampah itu bisapembelinya juga sehat. menjadi berkah. Nah contoh paling gampang Kebetulan, Olga juga sebagai duta penanam daun daun sampah pasar duitnya banyak, bisapohon. Ketika dirumah sering menanam pohon, menjadi kompos loh, bisa dijual kemudianmerawat, memupuk dan merawatnya. Ia mengajak juga untuk yang plastic bisa dijual untukkepada masyarakat untuk menanam pohon apa didaur ulang. Sebab sampah yang tidaksaja di rumah masing-masing. Sebab pohon dapat diolah akan menjadi bencana dan penyakit.menyerap CO2 dan mengeluarkan O2. Sehingga Olga mengajak masyarakat danudara menjadi lebih bersih. Gubernur, Wali Kota dan Bupati diseluruh Olga mengaku, selain menanam pohon sendiri Indonesia memanfaatkan sampah.di rumah, juga menerapkan program adopsi pohon. Sebab sampah itu sebenarnya bisa kapanlagi.comSudah ada 100 pohon yang diadopsi. Ia berharap menjadi berkah dan mendatangkansemakin banyak masyarakat yang melakukan keuntungan yang sangat banyak. ngerakan menanam pohon. pra,yuli Adrian Maulana Hidup Lebih Percaya Diri D oaku Harapanku, Air Lebih lanjut Adrian mengaku sebelum menjalani Mata Ibu Tersayang, hidup sehat, sebulan sekali ke dokter kulit untuk Buah Hati Mama dan facial, minum obat-obatan dan memakai krem pagi, istimewa Kampus Cinta bagian krem malam. Kegiatan ini selain menguras biaya juga kecil karya Adrian waktu. Setelah berdisiplin menjalani gaya hidup sehat Maulana. Bintang sinetron dan bertahun-tahun, akhirnya dikenal di dunia entertainmentpemandu acara ini mulai dikenal saat mengikuti ajang dengan badan baru dan kehidupan baru.pemilihan Abang None Jakarta tahun 1992. Kemudian Adrian berprinsip karena hidup cuma sekali dannamanya mulai muncul diberbagai media infotainment. sebentar, maka harus dimanfaatkan yang sebaik-baiknya. Maulana mengaku, sewaktu masih kuliah dan Menjaga kesehatan dengan memilih makanan yanglulus sebagai insinyur berat badan 93 kg. Sayang tepat. Misalnya makan nasi merah, ayam yang dibakarinsinyur tehnik mesin sampai sekarang belum pernah atau direbus. Jangan makan goreng-gorengan dll,diterapkan. Ia memilih menjalani gaya hidup sehat. sebelum terlambat atau terlanjur sakit.Sehingga memberi kesempatan berbuat lebih banyak Seandainya benar dokter yang memvonis umurbagi masyarakat, yakni “membuat inspirasi masyarakat tinggal 6 bulan lagi. “saya yakin akan melakukanIndonesia, pentingnya gaya hidup sehat” ujar Adrian. , apapun untuk bisa mendapat kehidupan atau Adrian yang juga binaragawan ini perlu mengucapkan kesehatannyakembali. Walau dengan menjual rumahrasa terima kasih kepada Ade Rai selaku mentornya. dan mobil untuk mendapatkan kesehatannya kembali.Mungkin, bila tak mengenal Ade Rai, “masih tetap gemuk, Sayang sering sekali sudah terlambat. Jadi untuk apamuka jerawatan dan tak percaya diri” aku Adrian. , menyia-nyiakan hidup?” ujar Adrian. npra,yuli , No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 57
  • Lentera Keterbukaan Informasi Publik Oleh: Prawito U rusan buka-bukaan, memang cukup rumit. berdasar pada ketentuan undang-undang yang berlaku. Kerumitan itu, bukan karena rumitnya persoalan. Seperti informasi yang seharusnya terbuka, karena asumsi Tapi karena kerumitan diri,kelompok dan institusi. pribadi atau kelompok, kemudian masuk dalam kelompok Ada keengganan untuk membuka diri, karena rahasia atau sebaliknya, informasi yang seharusnya rahasia , ada kekhawatiran kepentingan akan terganggu tapi dibuka untuk publik. atau ada “objek” yang tidak ingin diketahui orang lain, karena Untuk menghindari informasi yang menyesatkan, maka ada “kepentingan tertentu” Tarik ulur kepentingan ini yang . badan publik wajib menyediakan informasi yang akurat menjadi penyebab sulitnya keterbukaan informasi publik.Tapi dan benar. Oleh sebab itu badan publik harus membuat kondisi tarik-ulur akan berkurang seiring dengan bergulirnya pertimbangan setiap kebijakan yang diambil untuk waktu. Sehingga informasi publik akan benar-benar memenuhi hak setiap orang atas informasi publik. dimiliki publik. Adapun pertimbangan yang dimaksud yaitu Berdasarkan Undang-Undang No.14 terkait dengan politik, ekonomi, sosial, Tahun 2008, keterbukaan informasi publik budaya, pertahanan dan keamanan ini akan berlaku tanggal 30 April 2010. negara. Hal ini akan menuntut institusi publik Memang, menyambut hadirnya KIP memberikan informasi kepada publik ini masih banyak perbedaan penafsiran secara utuh sesuai ketentuan yang terhadap pengelompokkan informasi. berlaku. Institusi tidak dapat menahan Sebab sampai saat ini semua badan informasi yang menjadi hak publik. publik sedang berproses menyiapkan Kehadiran undang-undang informasi publik dengan versinya keterbukaan informasi publik masing-masing. Keberagaman ini harus ini mempunyai bertujuan untuk disambut dengan positive thinking, bukan mewujudkan penyelenggaraan negara kecemasan apalagi penolakan. yang baik, transparan, efektif, efisien, akuntabel Diakui oleh banyak pihak, untuk dan dapat dipertanggungjawabkan. Meningkatkan mengimplementasikan KIP masih banyak kendala peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan baik yang berupa konsep, operasional maupun sarana dan publik dan pengelolaan badan publik yang baik. prasarana. Konsep harus diperbaiki dan penyempurnaan, Dalam Keterbukaan Informasi Publik (KIP) ada 2 kategori sarana dilengkapi, sehingga penyampaian informasi pada informasi yaitu : terbuka dan pengecualian (rahasia). Bagi publik dapat terselenggara dengan baik. informasi yang terbuka, publik berhak mendapatkannya Untuk menyikapi berbagai kekurangan dalam dan badan informasi publik wajib memberikan informasi menyiapkan KIP ini, perlu penyikapan yang tepat bagi yang membutuhkan. Sedangkan informasi yang masuk dan proporsional. Untuk itu, masih perlu waktu untuk dalam kelompok pengecualian tidak dapat diakses oleh bersosialisasi dengan undang-undang dan ketentuan KIP. publik. Mempelajari, menyediakan dan menyajikan informasi secara Hanya saja, pengelompokan ini memerlukan kehati- tepat dan benar pada publik. hatian, ketelitian dan kecermatan. Hal ini dilakukan agar Dengan adanya KIP, sangat mungkin akan mengubah tidak terjadi “senjata makan tuan“ bagi institusi akibat dari cara pikir, cara perencanaan, pelaksanaan, manajemen, keterbukaan informasi publik. Jangan sampai informasi monitoring dan evaluasi bagi penyelenggara negara . yang dipublikasi menyebabkan serangan balik kepada Birokrasi akan makin pendek, cepat, mudah dan murah. badan publik. Transparansi bertambah baik, produktifitas kerja meningkat Sebaliknya, kehati-hatian dalam pengelompokan dan kesejahteraan pegawai membaik melalui penggajian informasi jangan terjebak pada asumsi sendiri dan bukan secara remunerasi. Begitu harapannya, semoga sukses.n58 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  • LenteraReformasi BirokrasiB anyak kalangan ketika mendengar kata birokrasi, memunculkan budaya” minta pentunjuk” terhadap masalah maka yang terbayang adalah pola pelayanan aparat pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pemerintah yang lambat, berbelit, biaya tinggi dan kemasyarakatan. urusan pun belum tentu selesai. Uniknya, mereka Kesan birokrasi yang kian memburuk, menyebabkan kebal dari protes publik dan tak terjangkau hukum penurunan kepercayaan masyarakat kepada layananuntuk mengadili. Akhirnya, publik yang harus lebih sabar publik oleh pemerintah. Birokrasi dianggap tidak meresponmenerima perlakuan pelayanan yang buruk, jika ingin berhasil. tuntutan masyarakat atas pelayanan publik yang sederhana,Atau terpaksa menempuh cara lain untuk memperoleh hasil mudah, murah dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.yang cepat. Sampai berkembang asumsi birokrasi ”kalau bisa Krisis kepercayaan ini, disebabkan oleh rendahnyadipersulit,mengapa harus dipermudah”Makin sulit urusan,makin . kesadaran PNS sebagai aparatur negara yang bertugasberwibawa birokrasi. Jika masyarakat mau urusan cepat, harus untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secarapatuh pada birokrasi, begitulah kesannya. Mengapa layanan profesional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraanbirokrasi begitu rumit dan sulit ? tugas negara, pemerintahan dan pembangunan ( UU No.43 tahun 1999). Birokrasi dari masa ke masa. Ternyata, sejarah birokrasi begitu lama dan lebih tua dari Birokrasi harapanNKRI. Birokrasi telah lahir sejak zaman kerajaan. Masa itu Mengingat tuntutan publik yang makin komplek,birokrasi melayani para raja yang berkuasa. Model kebutuhan pelayanan semakin banyak, menuntutbirokarsi seperti ini kemudian diteruskan oleh birokrasi yang berjiwa kewirausahaan.penjajahan Belanda. Penjajah menerapkan Mempunyai kemampuan menemukan cara barubirokrasi untuk mengelola pemerintahan. memaksimalkan produktifitas dan efektifitas.Mereka mengangkat pejabat baru yang Sehingga birokrasi mampu beradaptasilangsung menjadi kaki tangan, membantu dengan tekonologi dan globalisasi. Kondisidan mengelola pemerintahan. Semakin loyal ini mengharuskan organisasi melakukanpejabat tersebut, tentu semakin disenangi oleh perubahan secara fundamental menuju goodPemerintah Belanda. Bila tak loyal, maka pejabat governance.tersebut, akan mengalami pemecatan bahkan Untuk itu, perlu upaya reformasi birokrasi melaluipemenjaraan, jika melakukan pembangkangan. Jadi optimalisasi kapasitas birokrasi, kelembagaan, SDM,birokrasi dibentuk untuk melayani pimpinan atau penguasa. manajemen organisasi dan finansial. Aspek kelembagaan Pola birokrasi melayani penguasa ini terus berlanjut mengharuskan restrukturisasi fungsi dan organisasisampai zaman kemerdekaan, Orde Lama dan Orde Baru. Ada menjadi birokrasi kecil, cepat dan murah. Sedang perspektifpola birokrasi yang berkembang pada saai itu yaitu; birokrasi manejemen menuntut birokrasi modern, kecil, berkualitasbekerja tidak melayani masyarakat, tapi untuk melayani dengan kapasitas besar. Hal ini memungkinkan terjadinyapenguasa dan pengusaha, berpihak pada partai politik pelayanan cepat berbiaya murah. Khusus aspek SDM,tertentu milik pemerintah. Umumnya bekerja dengan biaya perlu menciptakan SDM berkompeten sesuai bidangnya.tinggi, berbelit dan membutuhkan waktu yang lama. Bahkan Mencakup strategi rekruetmen, sistem karir, pengajian,birokrasi bekerja tidak melibatkan partisipasi masyarakat pengembangan pegawai dan pensiun.secara nyata, tapi cenderung dimobilisasi. Melalui reformasi birokrasi, diharapkan terjadi perubahan Mengapa pola ini terjadi?. Ada beberapa penyebab paradigma birokrasi yang lebih mengutamakan pelayananyang melatar belakangi pola birokrasi seperti diatas, yaitu kepada masyarakat. Dalam menjalankan pekerjaan tidakparadigma lama birokrasi yang turun temurun. Generasi saja bersandar pada peraturan, tapi juga mampu mencapaibirokrasi lama mengajarkan dan mempraktekan pola tujuan yang telah ditetapkan. Melahirkan pemimpin yangbirokrasi Belanda dan feodal yang sudah mendarah daging kuat melaksanakan palayanan publik, pembaharuan sistemkepada generasi berikutnya. Berkembang paradigma, adminitrasi publik dan pemberdayaan masyarakat secarabirokrasi memberi upah memang sebagai imbalan atas terus menerus dan demokratis. Bila hal ini terjadi dalamjasa pengabdian kepada penguasa atau raja. Disamping itu, tubuh birokrasi, maka pelayanan yang mudah, cepat danberkembang pula sistem perencanaan terpusat, sehingga murah, tinggal menunggu waktu, semoga. n No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 59
  • 60 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010