Your SlideShare is downloading. ×

Mediakom 21

598
views

Published on

Mediakom Kementerian Kesehatan RI Edisi 21

Mediakom Kementerian Kesehatan RI Edisi 21

Published in: Health & Medicine

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
598
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 2. Etalase Susunan REDAKSI Mediakom Program Kerja Seratus Hari Penanggung Jawab: dr. Lily S. Sulistiyowati, MM W Pemimpin Umum: Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS aktu terus berjalan. Tanpa terasa, kini sudah hampir Pimpinan Redaksi: seratus hari Kabinet Indonesia Drs. Sumardi dr. Lily S. Sulistiyowati, MM Bersatu jilid 2 bekerja. Di Redaksi: awal pelantikannya bulan Prawito, SKM, MM (koordinator) Oktober 2009, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono Dra. Hikmandari A., M. Ed. menjanjikan setiap anggota kabinet akan membuat program kerja nyata drg. Anitasari SM jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Dan untuk program kerja Busroni, S.IP nyata jangka pendek itu diwujudkan sebagai program seratus hari Kabinet Dra. Isti Ratnariningsih, MARS Indonesia Bersatu. Hal ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pemerintah Mety Setiowati, SKM dalam melaksanakan program kerjanya; dibantu oleh para menteri-menteri. Aji Muhawarman, ST Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan bahwa program kerja yang disusun Pemerintah tidak ada artinya jika tidak didukung oleh Reporter: kerja keras dan kerjasama yang baik. Menkes menyatakan bahwa setiap hasil Resty Kiantini, SKM, M. Kes. yang baik selalu berasal dari kerja yang baik pula. Sri Wahyuni, S. Sos Komitmen-komitmen Departemen Kesehatan sebagai program kerja Giri Inayah, S. Sos seratus hari Departemen Kesehatan inilah kami angkat sebagai liputan R. Yanti Ruchiati utama Mediakom kali ini. Kami paparkan elemen-elemen yang menjadi Fotografi: prioritas kerja dan bagaimana menjangkaunya. Ini memang bukan pekerjaan Wayang Mas Jendra, S.Sn mudah, melainkan membutuhkan ketekunan, kerjasama dan semangat Rifani Sastradipraja, S.Sos juang. Kami yakin, dengan spirit dan semangat yang dihembuskan Menkes Produksi: baru, InsyaAllah seluruh persoalan akan menemukan jalan keluarnya. Tim Inke Maris Associates Selain itu, di bulan November -Desember 2009 banyak peristiwa penting yang diperingati bersama. Diantaranya, peringatan Hari Kesehatan Nasional Alamat Redaksi: (HKN) ke-45 bertemakan: “Lingkungan Sehat, Rakyat Sehat” Lingkungan . Pusat Komunikasi Publik dan perilaku merupakan dua faktor yang pengaruhnya sangat besar dalamGedung Departemen Kesehatan RI meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebagian besar penyakit Blok A, Ruang 107 menular dan tidak menular seperti diare, ISPA, Pneumonia, Malaria danJl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 Frambusia dapat dicegah melalui upaya penyehatan lingkungan dan Jakarta 12950 peningkatan perilaku higienis masyarakat. Selain itu, ada Hari Rabies Telepon: Dunia yang jatuh akhir September 2009. Dan tidak kalah penting adalah 021-5201590; 021-52907416-9 peringatan Hari HIV/AIDS yang jatuh pada bulan Desember 2009. Mediakom akan terus berusaha menyajikan informasi penting di Fax: bidang kesehatan yang bermanfaat bagi pembaca. Oleh karena itu, 021- 5223002; 021-52960661 setiap dukungan dan apresiasi sungguh kami hargai. Betapapun kami Email: membutuhkan masukan-masukan demi meningkatkan kualitas majalah kita info@puskom.depkes.go.id bersama ini. kontak@ puskom.depkes.go.id Akhirnya, selamat Natal dan tahun Baru 2010. Semoga di tahun 2010 semua insan kesehatan di seluruh tanah air semakin lancar menjalankan tugas dan pengabdiannya; dan kita semua mendapat berkah dari Tuhan Yang Redaksi menerima naskah dari Maha Esa. Amin.n pembaca: dapat dikirim ke alamat Selamat membaca! email redaksi Redaksi No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom
  • 3. Daftar Isi 15 16 17 10 19 24 36 Cover Wapres Budiono didampingi Menskes Endang R. Sedyaningsih dan Menko Kesra H. R. Agung Laksono Foto Wayang Mas Jendra, S.Sn H1N1 dan H5N1 3 Etalase Dasipena, Sulawesi Utara Dikukuhkan Menkes Sosialisasi Standar Perlindungan Pasien 4 Daftar Isi Kunjungan Menkes ke NTT Menkes Bertemu dengan Pemimpin Media Pelayanan Kesehatan Haji Lebih Baik 6 Surat Pembaca Penghargaan Kepada Pahlawan Pembangunan Kesehatan 7 Info Sehat Sehat Dengan Lidah Buaya 19 Media Utama Jeruk Nipis Vs Ginjal Program Seratus Hari Segeralah Ke Dokter Jika Sakit Kepala Anda ... Departemen Kesehatan Cara Membaca Label Obat Empat Program, Satu Tujuan Manfaat Serat   Prof Dr Ascobat Gani MPH DrPH 10 Ragam “Harus Ada Perubahan” Lab BSL 3 UNAIR Luncurkan Bibit Vaksin 27 Kolom Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 4. Daftar Isi 38 40 42 46 48 5529 Peristiwa Lingkungan Sehat Rakyat Sehat Filariasis, Ancaman yang Harus Diberantas Awas, Hiv/aids Memasuki Pandemi di Tingkat Global Kebersihan Tangan Mempengaruhi 55 Daerah Keselamatan Pasien RSUP Prof. Dr. R. Kandou Menado: Provinsi Nusa Tenggara Timur Program Air Harapan Bagi Rakyat Indonesia Timur Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Hari Osteoporosi Nasional: Berdiri Tegak, 58 Lentera Bicara Lantang, Kalahkan Osteoporosis Kartu Menuju Sehat Model Baru Diluncurkan Adil itu Indah “Hutan Rimba” dan “Taman Bunga”42 Potret Menteri Kesehatan, Dr. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH.PH: “Perlu Kerja Keras dan Kerjasama Mengatasi Masalah Kesehatan”46 Nasional Peringatan HKN ke-45 : No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom
  • 5. Surat Pembaca Jamkesmas tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan. Mana yang benar dari Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin tersebut Dihentikan? info ini? Rudi, di Jakarta. berlaku sejak ditanda tanganinya kesepakatan bersama antara Menkes Jawab: dengan Mensos, Menkum dan HAM Tanya: Program Jaminan Kesehatan dan Mendagri pada tanggal 17 Ketika saya membaca sebuah Masyarakat untuk masyarakat miskin Desember 2009 di Jakarta. media cetak, ada opini bahwa (Jamkesmas) tetap dilanjutkan. Sementara kartu Jamkesmas program Jamkesmas mau Bahkan dalam program 100 hari dalam proses penyelesaian, warga dihentikan. Padahal menurut saya Depkes cakupannya diperluas meliputi miskin di Panti Sasial, Lapas / Rutan program Jamkesmas ini sangat masyarakat miskin penghuni panti yang memerlukan pelayanan penting bagi warga miskin dan sosial, masyarakat miskin penghuni kesehatan sudah dapat dilayani kurang mampu. Sebab tanpa Lapas/ Rutan dan masyarakat miskin dengan cukup membawa surat jaminan kesehatan dari pemerintah, akibat korban bencana ( pasca pengantar dari kepala panti sosial, warga miskin dan kurang mampu tanggap darurat). Lapas/ Rutan. Redaksi. Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 6. Info SehatSehat dengan Lidah BuayaS aat ini sudah banyak minuman yang dibuat menutup pori-pori daunnya dengan rapat sehinga dengan memanfaatkan aloe vera atau lidah dapat hidup lama tanpa disiram. Bagi anda yang ingin buaya karena rasanya yang segar apalagi bila mencoba khasiatnya secara tradisional, cobalah untuk ditambah air gula atau madu dan es batu. menjadikan tanaman ini sebagai Selain berkhasiat untuk menurunkan salah satu koleksi apotek hidupkolesterol , daging tanamanan lidah buaya mampu di rumah. n(gi-dari berbagaimengatasi panas dalam yang dapat mengakibatkan sumber)radang tenggorokan. Selain itu tanaman ini juga baikuntuk kecantikan rambut. Sebaiknya, segera olah daging lidah buaya setelahdikupas, karena bila dibiarkan di udara terbukaakan menyebabkan teroksidasi sehingga berkurangkhasiatnya dan daging akan menjadi berwarna coklat. Tanaman lidah buaya mudah tumbuh dan tidakperlu perawatan yang repot. Bahkan, tanaman ini dapatJeruk nipis Segeralahvs ginjal Ke Dokter Jika Sakit KepalaB ila rutin mengkonsumsi minuman jeruk nipis, berbahagialah Anda. Riset Anda ... Prof. dr. Mochamad Sja’bani Segeralah ke dokter jika : dari RS dr. Sardjito, Yogyakarta 1. Sakit kepala muncul secara tiba-tiba dan sakitnya menjadi-jadi.membuktikan, jeruk nipis mencegah dan 2. Sakit kepala yang Anda derita membuat Anda mengalami kesulitanmengatasi batu ginjal. Citrus aurantifolia berbicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, linglung,kaya sitrat, mencapai 55,6 gram hilang ingatan, atau kesulitan menggerakkan tangan dan kaki.sementara jeruk keprok hanya 5,4 gram. 3. Sakit yang Anda derita semakin bertambah dalam 24 jam.Penderita batu ginjal memiliki kadar 4. Sakit kepala disertai dengan demam, leher kaku, mual, dan muntah.sitrat rendah, terutama pada malam 5. Sakit kepala akibat luka pada kepala.dan dinihari. Waktu terbaik konsumsi 6. Jika Anda menggolongkannya sebagai sakit kepala yang palingadalah usai makan malam. Peras 2 buah parah yang pernah Anda derita, terutama jika Anda seringjeruk nipis dan larutkan dalam 2 gelas. mengalami sakit kepala.Imbangi dengan mengurangi konsumsi 7. Sakit kepala hingga mengganggu tidur.garam atau pangan asin.n 8. Sakit kepala yang bertahan selama beberapa hari. (gi-dari berbagai sumber) 9. Sakit amat sangat pada bagian kepala, terutama di sebelah mata. Ditandai dengan mata merah. 10. Jika Anda telah berusia lebih dari 50 tahun dan baru-baru ini mengalami sakit kepala, terutama jika disertai gangguan pengelihatan, dan sakit ketika sedang mengunyah makanan. 11. Kepala lebih sakit pada pagi hari. 12. Jika Anda sering mengalami sakit kepala tanpa penyebab yang jelas. 13. Jika Anda memiliki sejarah sakit kepala, namun pola dan intensitas sakit kepala Anda berubah.n (gi-dari berbagai sumber) No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom
  • 7. Info Sehat Cara Membaca Label Obat S aat sakit, biasanya kita diminum satu atau dua kali sehari. Label peringatan obat ini meminum obat. Tahukah Penumbukan akan merusak daya digunakan pada obat antibiotik, Anda kalau kita salah cara pengeluaran zat khasiat obat secara karena obat antibiotik dapat meminumnya tentu akan perlahan-lahan dan khasiat jangka diserap dengan baik dalam berpengaruh terhadap panjang dari obat tersebut. keadaan perut kosong. Obat- efektivitas obat itu sendiri. Berikut obatan antibiotik harus dimakan tips cara membaca label obat. Simpan di tempat yang dingin. secara teratur dan dalam dosis yang Jangan terkena sinar matahari. cukup. Obat dapat menyebabkan rasa Simpan di kulkas – jangan di ngantuk. Jangan mengendarai tempat beku (freezer). Minum dan telan pelan-pelan. kendaraan bermotor atau Sinar dan panas yang berlebihan Jangan ditelan langsung dengan menjalankan mesin setelah akan merusak hampir semua obat- air. Peringatan: obat ini dapat minum obat ini. obatan. Oleh karena itu lebih baik menyebabkan rasa ngantuk. Biasanya peringatan ini obat disimpan di tempat sejuk, Peringatan ini digunakan untuk digunakan untuk obat-obat yang jauhkan dari makanan mentah. obat batuk cair yang memberikan menyebabkan rasa ngantuk dan Pembekuan merusak obat-obatan. efek pada tenggorokan dan diserap memperlambat daya refleks oleh aliran darah untuk meredakan seseorang. Seperti obat-obat untuk Jangan makan obat ini bersama batuk. Ngantuk adalah efek batuk dan pilek (antihistamin). dengan susu, antasida atau obat- samping yang biasa terjadi. Hindarkan pemakaian alkohol dan obatan yang mengandung zat obat tidur bersama-sama obat- besi. Buang obat setelah botol dibuka obatan yang dapat menyebabkan Kalsium (dalam susu) dan obat- dan telah lewat dari tanggal yang rasa ngantuk karena dapat obatan yang mengandung zat besi ditentukan. memperburuk efek samping/rasa dapat mempengaruhi daya serap Obat-obatan yang sering terpapar ngantuk. dari beberapa obat-obatan seperti udara dan cahaya akan cepat rusak. tetrasiklin (antibiotic) dan digoksin Diatas jangka waktu tertentu, Jangan dipecah, ditumbuk atau (obat jantung). Tetapi susu atau khasiatnya akan hilang. Ini biasanya dikunyah. Obat ini harus ditelan tablet yang mengandung zat besi terjadi pada obat antibiotik, obat utuh. dapat dimakan 2 jam sebelum atau tetes mata dan obat tetes telinga. Label peringatan ini biasanya sesudah makan obat ini. Oleh karena itu harus disimpan di digunakan untuk tablet atau tempat sejuk dan dibuang pada kapsul yang dibuat khusus agar Dimakan pada waktu perut jangka waktu yang ditentukan zat khasiat obat dikeluarkan secara kosong, 1 jam sebelum atau 2 setelah botol dibuka.n perlahan-lahan di dalam perut atau jam sesudah makan. Makan obat (gi-dari berbagai sumber) usus. Obat-obatan ini biasanya ini sampai habis. Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 8. Info SehatMANFAAT SERAT*  Y ang dimaksud dengan hewan dan manusia menunjukkan asam empedu yang bersifat racun serat adalah serat bahan konsumsi makanan berserat rendah atau ko-karsinogen menjadi rendah. makanan yang berasal mengakibatkan kadar kolesterol Dengan jumlah ko-karsinogen dari tumbuh-tumbuhan, tinggi dalam darah konsumennya. yang sedikit dan waktu untuk atau sisa makanan Sebaliknya, bila makanan yang merangsang dinding usus menjadiyang tertinggal setelah makanan dikonsumsi mengandung banyak singkat, sehingga dapat mencegahdicerna, karena tubuh manusia serat, maka serum kolesterol turun timbulnya kanker pada kolon.tidak mempunyai enzim yang dapat secara bermakna. Beberapa serat terutama jenismencerna makanan. Secara kronologis, makanan yang serat yang tidak larut dalam air, Sebenarnya semua tumbuh- dapat menarik air dalamtumbuhan mengandung saluran pencernaan, sehinggaberbagai jenis serat, tetapi menyebabkan faeces menjadikadarnya berbeda-beda. Ada lunak dan mudah keluar.yang larut dan ada pula yang Faeces yang lunak dapattidak larut dalam air. Sayur mengurangi tekanan padadan buah yang kita makan usus besar bagian bawah.sehari-hari, disamping sebagai Keadaan ini akan mengurangisumber vitamin dan mineral kemungkinan pembuluh darahjuga sebagai sumber serat. di sekitar anus membesarBahan makanan yang termasuk atau pecah. Selain itu seratrendah serat yaitu tepung, gula, juga merangsang usus untukminyak dan bahan makanan berkontraksi secara normalyang berasal dari hewan seperti dan mengurangi penonjolandaging, susu, ikan dan ayam. tinggi serat sebagian besar tidak usus. Serat sangat baik untuk diet dapat dihancurkan oleh enzim- Dalam daftar komposisi bahankarena serat cenderung mencegah enzim dan bakteri-bakteri di dalam makanan yang dikeluarkankonsumsi kalori yang berlebihan usus besar atau kolon. Departemen Kesehatan RI tentangdan memberikan rasa kenyang Di dalam kolon serat tersebut kecukupan gizi rata-rata yangyang lebih lama. Beberapa manfaat akan menyerap air, sehingga dianjurkan, belum ada ketentuanserat bagi kesehatan diantaranya volume tinja menjadi lebih besar atau besaran serat yang harusadalah mengurangi risiko penyakit yang selanjutnya akan merangsang dimakan dalam sehari. Namunjantung koroner, kanker usus syaraf pada rectum, sehingga demikian dianjurkan untukbesar dan haemorrhoid atau wasir. timbul keinginan untuk defekasi mengkonsumsi serat antara 20 – 25Hasil pengamatan epidemiologis atau buang air besar. Dengan gram per hari.menunjukkan bahwa kekurangan demikian tinja yang mengandung Penambahan konsumsi seratkonsusmsi serat dalam jangka waktu serat akan lebih cepat dikeluarkan. hendaknya dilakukan secaralama mempunyai kaitan dengan Dengan kata lain “transit time” atau bertahap. Penambahan yangbeberapa penyakit seperti kanker waktu antara masuknya makanan mendadak dapat menyebabkankolon, penyempitan pembuluh dan dikeluarkannya sebagai tinja flatus, kram dan diare yangdarah, radang usus, dan lain-lain. adalah pendek. Selain menyerap berlangsung selama beberapa Serat terutama jenis serat yang air, serat makanan juga menyerap hari saja sampai terjadi adaptasi.larut dalam air, dapat mengikat asam empedu, sehingga hanya Mengkonsumsi banyak serat harusasam empedu dan kolesterol serta tinggal sedikit saja asam empedu disertai dengan cukup minum. nmembawa keluar tubuh bersama yang tinggal di dalam dinding Supriyono, S.KM.,M.Kesfeces, sehingga kadar kolesterol usus besar. Keadaan ini sangat Kepala Seksi Gizi  Dinasdarah menurun. Hasil ujicoba pada menguntungkan bagi tubuh karena Kesehatan Kabupaten Lamongan No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom
  • 9. Ragam mendobrak, ini salah satu langkah kemandirian,” kata Wapres. Wapres optimis, dengan peluncuran seed vaksin tersebut, Indonesia bisa ikut berperan aktif dalam penanggulangan virus yang telah memakan korban sekitar 50 juta jiwa di seluruh dunia. Dalam acara tersebut Wapres Boediono didampingi Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, Mendiknas M. Nuh, Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Syaifullah Yusuf dan Rektor Unair Prof. Fasich. Dalam kesempatan itu, Wapres menyerahkan seed vaccine kepada Menkes untuk diproduksi secara massal, kemudian Menkes menyerahkan seed vaccine tersebut kepada Dirut PT Bio Farma Iskandar. Rencananya, tahun depan PT Biofarma mulai memproduksinya Lab BSL 3 UNAIR secara massal. Vaksin tersebut nantinya akan didistribusikan ke Luncurkan Bibit Vaksin seluruh wilayah di Indonesia. Menurut Menkes Endang Rahayu Setyaningsih vaksin akan H1N1 dan H5N1 didistribusikan secara gratis, terutama kepada orang-orang I yang rawan tertular virus tersebut. ndonesia siap memproduksi Indonesia tidak boleh terus- Untuk keperluan pembuatan vaksin H1N1 dan H5N1 menerus bergantung pada bangsa vaksin secara massal, negara siap sendiri. Medio November lain. Namun dalam kesempatan mengucurkan dana Rp 1,3 triliun. 2009, Laboratorium Bio itu Wapres mengingatkan agar Pada tahap awal, PT Biofarma akan Safety Level 3 (BSL-3) Avian laboratorium yang ada dijaga memproduksi 20 juta dosis virus Influenza Research Center (AIRC) sesuai aturan yang ada. “Ini harus atau sekitar sepersepuluh dari Universitas Airlangga Surabaya resmi ada protokol yang baik, yang teruji. jumlah total penduduk Indonesia. meluncurkan bibit vaksin kedua Jangan sampai kita gagal mengelola Hanya saja, untuk produksi awal, penyakit flu tersebut. teknologi ini. Jangan sampai ada vaksin H1N1 lebih didahulukan. “Baru Peluncuran dilakukan langsung virus yang terlepas, ini akan sangat pada November 2010, kita akan oleh Wakil Presiden Boediono di berbahaya,” kata Wapres. melakukan produksi massal untuk Rektorat Unair Kampus C. Menurut Menurut Wapres, sebagai negara vaksin H1N1,” kata Menkes Endang. Wapres Boediono, kemampuan tropis, Indonesia sangat rentan Sementara untuk vaksin H5N1, Indonesia membuat bibit vaksin bagi berkembangnya virus baru. Ini Menkes mengaku produksinya masih H1N1 dan H5N1 membuktikan berarti Indonesia berada di garis menunggu kebijakan pemerintah. Tapi negara ini bisa menjawab depan peperangan pada penyakit PT Biofarma siap mengubah proses tantangan era globalisasi. Apalagi, menular. Namun demikian di sisi produksi jika tiba-tiba vaksin H5N1 kedua bibit vaksin tersebut akan lain, Indonesia memiliki kesempatan dibutuhkan dalam jumlah besar. diproduksi secara massal oleh PT pertama di bidang teknologi Rektor Unair Prof. Fasich Biofarma, sebuah badan usaha untuk meneliti virus itu maupun menyatakan BSL-3 sebagai pusat milik pemerintah bidang farmasi. membuat vaksinnya. Menurut riset H1N1 dan H5N1 di Unair Pembuatan bibit vaksin H1N1 dan Wapres, laboratorium seperti BSL 3 merupakan yang terbesar di kawasan H5N1 diharapkan menjadi langkah ini kapasitasnya perlu ditingkatkan Asia Tenggara. Laboratorium seluas awal menuju kemandirian negara ini. dan dikembangkan. “Saya bangga 224 meter persegi ini memiliki ruang Wapres menegaskan, bangsa Universitas Airlangga bisa uji coba untuk 30 monyet.ngi10 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 10. RagamDasipena, Sulawesi UtaraDikukuhkan MenkesI ndonesia merupakan negara yang rawan Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, bencana. Di Sulawesi Utara, menurut data Pusat Kalimantan Selatan serta DKI Jakarta. PPK Regional Sulawesi Penanggulangan Krisis (PPK) Depkes pada tahun Utara memiliki daerah layanan yang mencakup provinsi 2009, terjadi beberapa bencana seperti banjir di Gorontalo, Maluku Utara, dan provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado dan Kabupaten Bolaang Mongondow. Menurut Menkes, dalam penanggulangan bencana,Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sangihe, serta Pemerintah sudah menjadikan upaya kesiap-siagaangempa bumi tektonik di Kabupaten Talaud. bencana prioritas nasional seperti yang terwujud dalam Dengan melihat ancaman yang ada maka keberadaan Rencana Aksi Nasional untuk Pengurangan Risikopemuda siaga peduli bencana (DASIPENA) sangat Bencana (Disaster Risk Reduction). Di tingkat internasional,tepat dan strategis. Ribuan orang anggota DASIPENA metode penanggulangan krisis kesehatan akibatyang tersebar diseluruh wilayah Indonesia nantinya bencana di Indonesia telah disepakati sebagai metodeakan ditingkatkan kepasitasnya dengan pelatihan acuan dunia internasional oleh WHO,pertolongan pertama pada korban cedera serta dasar- Upaya yang dilakukan antara lain meningkatkandasar penanggulangan bencana. kemampuan SDM melalui pelatihan bertaraf nasional Tanggal 17 November lalu, Menteri Kesehatan dr. dan internasional, baik bersifat manajemen maupunEndang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH mengukuhkan teknis medis. Pelatihan nasional mencakup pelatihan1.500 Pemuda Siaga Peduli Bencana (DASIPENA) Pusat manajemen bencana, rencana kontinjensi, emergencyPenanggulangan Krisis (PPK) Regional Sulawesi Utara nursing, ATLS (Advanced Trauma Life Support), ACLSdi Gedung Convention Center, Manado. Pengukuhan ini (Advanced Cardiac Life Support), manajemen obat danbersamaan dengan perayaan Hari Kesehatan Nasional ke- persediaan farmasi, radio komunikasi, RS lapangan,45. Acara pengukuhan dihadiri Gubernur Provinsi Sulawesi evakuasi korban bencana di perairan dan operasionalisasiUtara Drs. S.H. Sarundajang, anggota Komisi IX Vanda perahu karet, serta pelatihan RHA (rapid healthSarundajang, pejabat eselon II Depkes, Bupati/Walikota di assessment). Sementara pelatihan internasional yaituSulawesi Utara, para Rektor Universitas, serta para Pemuka penyelenggaraan International Training Consortium onAgama dan Tokoh Masyarakat Sulawesi Utara. Disaster Risk Reduction di Makassar, Yogyakarta, Surabaya, Pengukuhan DASIPENA Sulawesi Utara merupakan dan Jakarta. Total petugas yang telah dilatih selama kurunpengukuhan yang kedelapan setelah PPK Regional waktu tahun 2006 – 2009 sebanyak 5.180 orang. ngi No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 11
  • 11. Ragam Sosialisasi Standar Perlindungan Pasien M enteri Kesehatan dr. Endang mensosialisasikan nilai-nilai perlindungan pasien (patient R.Sedyaningsih, MPH,.Dr.PH mengatakan, safety) kepada seluruh komponen professional dan peningkatan jumlah sarana pelayanan rumah sakit” ujarnya. , kesehatan dalam dua dekade terakhir Pelayanan medik prima dalam mencapai belum diikuti peningkatan kualitas layanan perlindungan pasien dapat diwujudkan melalui medik. Hal ini dapat dilihat dari 1.292 rumah sakit yang identifikasi secara cermat seluruh pasien, peningkatan ada di seluruh Indonesia baru 60 persen diantaranya yang komunikasi yang efektif kepada pasien, peningkatan terakreditasi. ”Dari yang sudah terakreditasi pun belum keamanan pasien dengan sedini mungkin mengenali semuanya menerapkan prosedur standar perlindungan tanda-tanda untuk keberhasilan atau kegagalan dalam pasien,” kata Menkes saat membuka Kongres XI pengobatan serta terhindarnya salah tempat, salah Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di pasien dan salah tindakan pembedahan yang tidak Balai Sidang Jakarta, 28 Oktober 2009. sesuai dengan prosedur. Menkes mengatakan, hampir setiap tindakan medik Pelayanan terhadap pasien di rumah sakit, harus menyimpan potensi risiko. Data emperik membuktikan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional secara tepat masalah medical error (kesalahan medis) sering terjadi dan cermat sesuai kebutuhan pasien. Setiap tindakan yang dalam derajat yang beragam, dari yang ringan hingga dilakukan kepada pasien, juga harus didokumentasikan yang berat. Menurut laporan IOM (Institute of Medicine) dengan baik supaya pengelola rumah sakit memiliki data menyebutkan bahwa di Amerika Serikat setiap tahun dan catatan medis yang dibutuhkan jika masalah muncul terjadi 48.000 hingga 100.000 pasien meninggal dunia kemudian hari.“Tenaga kesehatan yang bertugas di depan akibat kesalahan medis, ujarnya. harus tahu perasaan pasien, bicara kepada mereka supaya Dr. Endang R. Sedyaningsih berharap, PERSI sebagai keluarganya tidak panik,“ kata dr. Endang. induk organisasi pengelola rumah sakit, ikut berperan Masyarakat menuntut pelayanan kesehatan yang secara aktif mendorong seluruh anggotanya untuk berkualitas. Karena itu, mereka banyak yang memilih bersama-sama melaksanakan dan mengembangkan berobat ke luar negeri dibandingkan menggunakan pelayanan medik prima guna mencapai tujuan layanan kesehatan dalam negeri. Apabila hal ini dibiarkan, perlindungan pasien.“Salah satu upaya besar devisa kita akan terus mengalir ke luar negeri. nSmd/Dd pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan12 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 12. Ragam unit kendaraan Promosi Kesehatan, peralatan peraga pendidikan kebidanan dan keperawatan, 1 ton makanan pendamping Air Susu Ibu (MP ASI), sarana air bersih untuk Kab. Sumba Barat, Sumba Timur dan Kab. Timur Tengah Selatan. Dalam kesempatan yang sama di pendopo Gubernur NTT, MenkesKunjungan Menkes ke NTT juga menyerahkan secara simbolik Kartu Jamkesmas kepada 4 wargaA Kupang sebagai bentuk pelaksanaan khir November 2009, masalah dan kebutuhan pelayanan program kerja 100 hari Depkes. Menteri Kesehatan kesehatan berbeda dengan daerah Dalam kunjungannya di Kab. dr. Endang Rahayu lainnya.”Tenaga dokter spesialis Sikka, Menkes juga mengunjungi Sedyaningsih, MPH, masih menjadi masalah dengan Puskesmas Waipare tempat pertama melakukan kunjungan belum semua RS daerah memiliki penugasannya sebagai dokterkerja ke Provinsi Nusa Tenggara dokter ahli yang dipersyaratkan. Puskesmas. Dalam kesempatan ituTimur (NTT). Selama dua hari, Angka kematian ibu dan bayi masih Menkes memberikan bantuan 1Menkes mengunjungi RSUD Prof. di atas rata-rata nasional. Sedangkan mobil Promosi Kesehatan kepadaDr. W.Z. Johannes, RS St. Gabriela angka gizi kurang dan gizi buruk Bupati Sikka yang diteruskan kepadadan RSUD dr. T.C. Hillers Maumere, klinis masih cukup tinggi, ujar Dinas Kesehatan Kab. Sikka. JugaPuskesmas Waipare dan Puskesmas Gubernur. menyerahkan media penyuluhan,Bola, dan beraudiensi dengan Menkes dalam sambutannya peralatan medis, obat-obatan, kitGubernur NTT serta jajaran mengatakan, terwujudnya hak-hak bidan, MP ASI dan 1 unit mobilkesehatan Prov. NTT. rakyat akan penyediaan pelayanan Puskesmas keliling kepada Kepala Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya kesehatan yang bermutu dan Puskesmas Waipare dr. Marietha L.D.menyatakan, Pemerintah Provinsi NTT terjangkau menjadi perhatian utama Weni.memiliki 8 agenda pembangunan Depkes. Karena itu Menkes mengajak Menkes juga mengunjungiutama. Diantaranya adalah masalah semua pihak untuk turut serta aktif Puskesmas Bola dimana suami dr.kesehatan. Anggaran kesehatan dalam pembangunan kesehatan, Endang yaitu dr. Mamahit, SPOGdi provinsi ini selalu meningkat, karena pembangunan kesehatan bertugas pertama kali. Dalamberkisar 10 persen dari APBD provinsi. tidak hanya menjadi tanggung kesempatan yang sama Menkes jugaDikatakan, Gubernur bahwa provinsi jawab Departemen Kesehatan. menyerahkan 1 unit mobil Puskesmasyang dipimpinnya merupakan Dalam kesempatan tersebut Keliling, media promosi kesehatanprovinsi kepulauan yang karakteristik Menkes menyerahkan bantuan 1 dan MP ASI kepada Kepala Puskesmas Bola Saferius Simpel. Menkes juga mengunjungi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di desa Geliting Kec. Kewapante dan penyerahan jaringan air minum Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Desa Namangjewa Kec. Kewapante kepada masyarakat. Di desa Namangkewa tersebut masyarakat telah mengorganisir untuk membangun sarana sanitasi dan peningkatan perilaku higienis melalui kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).ngi/yuli No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 13
  • 13. Ragam Menkes Bertemu dengan Pemimpin Media T iga pekan setelah ekonomi. Penyakit double burden timur jomplang sekali,” kata Menkes. dilantik Presiden, Menkes khususnya new-emerging diseases Tantangan berikutnya menurut dr. Endang Rahayu yang berpotensi wabah. Masih Menkes adalah penyakit yang Sedyaningsih didampingi tingginya angka kematian ibu (AKI) tergolong double burden atau multi stafnya bertemu sejumlah angka kematian bayi (AKB), Gizi Buruk burden. Indonesia masih memiliki pemimpin redaksi media massa ke arah Stunting, pencapaian perilaku penyakit-penyakit yang klasik seperti baik cetak, elektronik, maupun hidup bersih dan sehat (PHBS) baru Malaria, walaupun di pulau Jawa media online. Pertemuan informal 38,7%, pemanfaatan Posyandu baru kasus ini minim. TB masih tinggi ini membahas program 100 hari mencapai 78,3%, sejumlah daerah di di wilayah Timur sehingga perlu dengan sejumlah tantangan yang Indonesia termasuk kawasan rawan terobosan yang lebih tajam untuk dihadapi dalam 100 hari maupun 5 bencana (ring of fire). Tantangan menurunkannya. Selain itu, saat ini tahun ke depan. Menurut Menkes, lain adalah, perlu meningkatkan sudah terjadi pergeseran penyebab program 100 hari terdiri dari quick distribusi tenaga kesehatan untuk kematian dari penyakit menular list, atau hal-hal yang bisa langsung daerah terpencil, tertinggal dan ke penyakit tidak menular seperti diukur kinerjanya selain sifatnya kepulauan, peningkatan kesehatan hipertensi, diabetes mellitus dan sebagai landasan untuk 5 tahun haji serta perluasan cakupan sasaran kanker. Kini timbul pula penyakit- mendatang. Jamkesmas. penyakit yang disebabkan dampak Menkes mencatat beberapa Menurut Menkes, disparitas era globalisasi, dimana transportasi tantangan yang perlu dihadapi dan merupakan tantangan terberat sangat mudah sehingga penyakit dicarikan solusinya. Setidaknya ada karena wilayah Indonesia yang dimana pun di dunia ini sangat besar 10 tantangan yang mengemuka, cukup luas, heterogen baik kemungkinannya masuk ke Indonesia yaitu Indeks Pembangunan Manusia secara geografis, sosial, maupun seperti SARS, H5N1 dan H1N1. (IPM) Indonesia masih belum budaya. Hasil riset kesehatan Tantangan lain adalah masih menggembirakan yaitu urutan 111 dasar (Riskesdas) tahun 2007 tingginya AKI dan AKB, serta dari 182 negara. Disparitas hasil menunjukkan disparitas tersebut. gizi buruk ke arah Stunting. pembangunan kesehatan antar “Contohnya kesehatan di Yogyakarta Permasalahan lain yang sifatnya urban dan rural, daerah, tingkat sudah sangat bagus tetapi di daerah bukan penyakit, seperti gizi adalah14 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 14. Ragamkeadaan yang tidak bisa diatasihanya dengan crash program yangsifatnya pemberian makanantambahan saja.“AKI penurunannyasudah signifikan namun untukAKB perlu upaya yang lebih kerassehingga angkanya bisa didesakturun,” papar Menkes. Masalah gizi paling diderita olehbayi dibawah satu tahun. Faktoryang berpengaruh dalam masalahini adalah ketahanan pangan rumahtangga dalam memenuhi makananyang bergizi, pola asuh dan penyakit.“Ada bayi dan Balita yang kena TB, upaya promotif dan preventif Menkes mengakui kelemahananaknya jadi kurus. Dimasyarakat kita dengan pendataan ibu hamil dan pelayanan kesehatan selama iniada yang salah dengan pola asuh. penyediaan Buku KIA bagi ibu hamil adalah akibat kurangnya pengawasan.Ada orang dari golongan menengah baru serta penanganan kasus gizi Oleh karena itu, Depkes mempunyaidan kaya juga mengalami masalah buruk oleh kader Posyandu dimulai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).gizi,” jelas Menkes. dengan 6.000 kasus. Dengan menempatkan sebanyak Menkes menambahkan, ada Masalah lain adalah mungkin PPNS untuk melakukanjuga rumah tangga yang tidak biasa meningkatkan distribusi tenaga penilaian dan pengawasan terhadapmemberi sarapan bagi keluarga. Di kesehatan daerah terpencil, program pembangunan kesehatandesa, ibu-ibu baru memasak pukul perbatasan, kepulauan tertinggal, berdasarkan standar yang telah11 untuk suaminya di sawah. Anak- serta meningkatkan kesehatan haji ditentukan, maka akan bisa terpantauanak berangkat ke sekolah tidak dan memperluas sasaran Jamkesmas. apakah pelayanan itu sudahmemperoleh makan pagi padahal Khusus untuk program mencapai suatu standar yang optimalini penting sekali. Padahal, dengan Jamkesmas Menkes akan membuat atau tidak. Dengan mengoptimalkanmembiasakan sarapan dengan gizi mekanisme baru dimana seorang PPNS, kasus-kasus yang berkaitanseimbang yang baik, sudah 30 – 50% warga negara harus bertanggung dengan masyarakat akan berkurang.kecukupan dalam satu hari itu sudah jawab terhadap kesehatannya PPNS tidak saja hanya di RS tetapiterpenuhi. sendiri. Artinya jika seseorang tidak juga di hotel-hotel untuk melihat Hasil riskesdas menunjukkan peduli dengan dirinya sendiri, maka apakah hotel tersebut sudahhanya 38,7% penduduk Indonesia jangan mengharapkan orang lain punyai tenaga sanitasi dan sudahyang berperilaku hidup bersih untuk peduli.“Itu yang akan kita mempraktekkan gizi yang baik.dan sehat. Menkes mencontohkan tekankan pada orang memaknai Dalam hal penelitian Depkeskebiasaan sikat gigi yang benar hidup sehat,” tegas Menkes. akan membentuk komisi nasionalangkanya masih kurang dari 20%, Menkes juga mendorong penelitian penyakit infeksiitu artinya sikat giginya setelah agar dokter tidak hanya sifatnya yang tugasnya adalah memberimakan dan sebelum tidur. Namun mengobati. Dokter dan RS harus rekomendasi kepada menteri. Tugaskebanyakan masyarakat umunya mengupayakan kesehatan komisi ini adalah pertama memberimenyikat gigi saat bangun tidur, masyarakat di sekitarnya. Menkes rekomendasi kepada menteri dalamsementara setelah makan tidak sikat mengaku malu bila mendatangi hal penetapan resiko dari suatulagi. RS besar, teknologinya canggih, penyakit infeksi. Kedua, penetapan Menkes menyebutkan, namun angka kematiannya tinggi, kandidat vaksin, penyediaan farmasi,pemanfaatan posyandu mencapai lingkungan sekitarnya kumuh. agent, alat diagnostik, bahan dan78,3%. Upaya peningkatan “Dokter juga mesti ada program reagensia penentu bahan baku mutu.kesehatan masyarakat pedesaan sosial, pediatric sosial, obstretri sosial, Ketiga, penetapan laboratoriumsebenarnya efektif dilakukan melalui pulmonologi sosial yang sifatnya rujukan untuk menentukanpemantapan Posyandu dan Bidan keluar,” terang Menkes. diagnostik.ngi/yuliDesa. Di Posyandu dapat dilakukan No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 15
  • 15. Ragam Pelayanan kesehatan di Arab Saudi Pelayanan Kesehatan Haji Lebih Baik P enilaian bahwa mentromini). (Wasdal) telah melakukan pelaksanaan Pelayanan Pada periode Armina musim peninjauan, pengawasan dan Kesehatan Haji tahun 2009 haji tahun ini, kunjungan rawat pengendalian di klinik kesehatan di Arafah, Musdalifah dan jalan 11.202 kasus dengan penyakit misi haji di Arafah dan Mina yang Mina cukup baik karena terbanyak Nasofaringitis akut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk pertama kalinya tahun ini (38,21%). Kunjungan rawat inap 180 Depkes dr. Safi’i Ahmad, MPH. diberikan fasilitas kesehatan secara orang, 130 orang di rawat di BPHI Disamping itu, dapat dilihat lengkap, berupa: klinik misi haji di dan 50 orang di RS Arab Saudi. dari tingkat total jamaah haji Arafah dan Mina, tenaga kesehatan, Berdasarkan dari pengalaman meninggal tahun ini sampai tanggal ambulans, obat dan sarana penunjang tahun lalu, akibat kelelahan, 20 Desember 2009 sebanyak 291 kesehatan lain, sehingga semua kematian akan mulai meningkat orang lebih rendah dibanding tahun jamaah sakit dapat dilayani dengan setelah/ pasca Armina. Oleh karena 2008 sebanyak 454 orang. Kecilnya baik. Disamping itu, tim kesehatan itu, sistem kewaspadaan dini angka kematian jamaah haji tahun juga telah mensyafari wukufkan 125 terhadap kemungkinan terjadinya ini dapat mengindikasikan semakin orang jamaah sakit tanpa kendala kejadian luar biasa, visitasi dokter baiknya koordinasi dan pelayanan yang berarti dan jumlah kematian kloter terhadap jamaah telah kesehatan kepada para jamaah. Hal jamaah pada Armina 26 orang lebih ditingkatkan, sehingga deteksi dini ini merupakan keberhasilan bersama kecil dibanding tahun 2008 sebanyak dan respon cepat telah dilakukan dari semua pihak terkait, baik dari 57 orang. Pelaksanaan safari wukuf guna mengurangi angka kesakitan kesadaran jamaah dan pemerintah tersebut melibatkan 10 dokter dan dan kematian. Indonesia. 27 perawat kesehatan, dengan Untuk menilai kondisi pelayanan Sejak awal, Departemen menggunakan 16 buah ambulan, 2 kesehatan bagi jamaah haji, tim Kesehatan telah berusaha buah Bus dan 2 buah coaster ( sejenis pengawasan dan pengendalian meningkatkan mutu pelayanan16 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 16. Ragammelalui perekrutan tenagakesehatan kesehatan secaratransparan dan profesional,penyediaan kebutuhan obat sesuaidengan formularium yang telahditetapkan dan penyiapan saranapenunjang pelayanan kesehatansesuai kebutuhan. Tahun ini pula Depkes telahmendirikan Balai pengobatan HajiIndonesia (BPHI) di Makkah yang Pelayanan obat dicukup representative. Balai ini BPHI Arab Saudimenjadi pusat pelayanan kesehatanhaji di Arab Saudi. Depkes telah maupun kloter. kloter yang lebih terlebih dahulumenyewa gedung 9 lantai di kawasan Disamping itu, pelayanan memberikan pelayanan kesehatan.Holidiyah Makkah Arab Saudi. Balai kesehatan haji tahun ini didukung Apabila pelayanan kesehatan olehini mampu memberi pelayanan oleh ketersediaan obat yang tenaga kesehatan kloter dianggapkesehatan kepada jamaah haji mencukupi. Sehingga, sebagian cukup, maka pasien tidak perluIndonesia secara optimal. Sebab besar jamaah yang berobat pada di rujuk ke pelayanan kesehatanBPHI ini dilengkapi dengan sarana pelayanan kesehatan di tanah ke tingkat sektor. Sektor hanyapelayanan kesehatan yang memadai, suci mendapat obat yang sesuai memberikan pelayanan kesehatansekelas rumah sakit Tipe C di tanah air. dengan penyakit yang dideritanya. kepada pasien yang tidak dapat Untuk memudahkan mobilisasi Sedangkan jamaah yang menderita ditangani oleh tenaga kesehatantenaga kesehatan, seluruh tenaga penyakit khusus, mereka telah kloter, karena keterbatasan saranakesehatan BPHI tinggal di BPHI membawa obat sendiri dari tanah air. pelayanan kesehatan yang ada.dengan menggunakan sebagian Agar pelayanan kesehatan berjalan Demikian juga dengan BPHI Makkah,ruang untuk tempat tinggal. Dengan baik, maka pelayanan kesehatan hanya menerima rujukan pasiendemikian, BPHI dapat beroprasi kepada jamaah dilakukan secara jamaah haji yang tidak dapatselama 24 jam melayani rujukan berjenjang. Ketika ada keluhan dari ditangani oleh petugas kesehatan dijamaah haji dari seluruh BPHI sektor jamaah, maka petugas kesehatan sektor maupun kloter.npraPenghargaan KepadaPahlawan Pembangunan KesehatanD alam rangkaian satu wujud apresiasi pimpinan peringatan Hari Departemen Kesehatan kepada Kesehatan Nasional institusi dan perorangan yang telah (HKN) ke-45, Menkes memberikan sumbangan nyata dr. Endang Rahayu dalam meningkatkan pembangunanSedyaningsih, MPH, Dr. PH, kesehatan di Indonesia.memberikan penghargaan  Menurut Menkes, keberhasilankepada institusi dan Individu yang pembangunan kesehatan tidaktelah mendukung, berkontribusi semata-mata ditentukan oleh hasilnyata, dan berprestasi dalam kerja keras sektor kesehatan, akanpembangunan kesehatan. tetapi dipengaruhi juga dari hasilPenghargaan ini sebagai salah kerja serta kontribusi positif sektor No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 17
  • 17. Ragam Menkes dr.Endang R.Sedyaningsih, MPH, Dr,PH Menyerahkan penghargaan dalam rangka HKN 2009 lain di luar kesehatan. Dengan berhasil dalam memberdayakan Kesehatan yang bermutu tinggi dan demikian, dukungan dan peran masyarakat dan swasta mewujudkan profesional membutuhkan motivasi, serta masyarakat baik perorangan penyelenggaraan Kabupaten/Kota dedikasi dan loyalitas Widyaiswara. maupun instansi/lembaga sangat Sehat. Tanda Penghargaan juga Untuk itulah Menkes memberikan mempengaruhi keberhasilan diberikan kepada Dosen Berprestasi penghargaan kepada Widyaiswara pembangunan kesehatan. pada Institusi pendidikan sebagai berprestasi nasional yaitu Dr.  Penghargaan yang diberikan hasil penilaian dari Badan PPSDM Suparman, M.Si, M.Kes dari Balai berupa, Ksatria Bakti Husada, dan Peneliti Teladan sebagai hasil Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto diberikan kepada individu penilaian Badan Litbangkes. sebagai juara I; H. Alam Pamilihan yang dengan sukarela telah Sebagai upaya meningkatkan Harahap, SKM dari Balai Pelatihan menyumbangkan tenaga, pikiran kualitas dan jangkauan informasi Kesehatan Nasional Lemahabang dan pengetahuannya didalam kesehatan, Menkes memberikan sebagai juara II; dan juara III Dr. Drs. mengembangkan program penghargaan untuk pemenang Setiyono, MBA, M.Kes, M.Pd. dari Balai kesehatan. Darma baktinya telah kompetisi jurnalistik kepada Aries Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta. dapat dirasakan dan sangat Kelana dari Majalah GATRA dengan  Menkes juga memberikan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa judul tulisan “Jejak Kaki Gajah di penghargaan kepada Perpustakaan dan Negara. Penerima penghargaan Tangerang” sebagai juara I; wartawan terbaik di sektor Kesehatan. Untuk Ksatria Bakti Husada tahun 2009 Republika Ferry Kisihandi dengan kategori Perpus RS Vertikal Depkes, berjumlah 16 orang. judul tulisan “Flu Babi Dekati Puslitbangkes dan Balai Pelatihan  Tanda Penghargaan Manggala Pandemi” sebagai juara II; dan Heru Kesehatan dimenangkan oleh Karya Bakti Husada diberikan kepada Triono, wartawan Koran Tempo, Perpustakaan Pusat Penelitian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dengan judul berita “Penyakit Pengembangan (Puslitbang) Sistem 31 Tim Penggerak PKK Kabupaten/ Menular yang Tidak Menular” Kebijakan Kesehatan, Surabaya Kota dengan perkembangan sebagai juara III. sebagai juara I; Perpustakaan RSUP Dr. Posyandu Purnama dan Mandiri  Penghargaan juga diberikan Sardjito Yogyakarta; dan Perpustakaan diatas 60% dan yang berhasil kepada pemenang Lomba Poster Puslitbang Gizi dan Makanan Bogor mengembangkan kegiatan inovatif Obat Generik untuk pelajar, yaitu sebagai juara III. Sedangkan untuk dan berbasis masyarakat untuk Agustan, Faisal Samsyudin dan Faisal kategori perpustakaan Politeknik meningkatkan Lingkungan Sehat. UA sebagai juara I – III. Sedangkan Kesehatan peringkat I dimenangkan  Selain itu, Menkes juga harapan I s/d III jatuh pada oleh Politeknik Yogyakarta; peringkat memberikan penghargaan Swasti Annastasia Melisse Putri, Sabrina Yula II oleh Politeknik Palangkaraya; Shaba kepada 35 pemerintah Amelia dan Wardana Saputra. dan peringkat III oleh Politeknik Kabupaten/Kota yang telah  Menciptakan Sumberdaya Malang. ngi18 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 18. Media Utama Media Utama Program Seratus Hari Departemen Kesehatan Inilah program permulaan dari rencana kerja tahunan dan lima tahunan Departemen Kesehatan. Ada tiga garis besar yang menjadi acuan; yaitu “change and continuity; debottlenecking, acceleration, and enhancement; serta unity, together we can” untuk mencapai pembangunan kesehatan.E mpat pilar yang menjadi fokus program tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) secara 100 hari Departemen Kesehatan, yaitu; berkesinambungan. meningkatkan pembiayaan kesehatan Untuk meningkatkan pembiayaan kesehatan dengan memberi Jaminan Kesehatan dengan memberikan Jaminan Kesehatan Masyarakat, Masyarakat, meningkatkan kesehatan Depkes telah mencanangkan peningkatan pelayanan masyarakat untuk mempercepat kepada 76,4 juta penduduk miskin dalam sistem pencapaian target MDGs, mengendalikan jaminan kesehatan dengan anggaran sebesar Rp 4,6penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat Triliun. Target ini akan dicapai melalui peningkatanbencana dan peningkatan ketersediaan, pemerataan dan akses dengan pemberian kartu Jamkesmas kepadakualitas tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil, penghuni panti asuhan dan panti werda, memberi No.XX/OKTOBER/2009 Mediakom 19
  • 19. Media Utama Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH. (paling kiri) didampingi pejabat eselon 1 saat Raker dengan DPR Komisi IX membahas program 100 hari revitalisasi Permenkes tentang Depkes dan Masalah aktual bidang kesehatan. kewajiban menuliskan resep dan atau menggunakan obat generik di sarana pelayanan kesehatan pemerintah. Terkait pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana telah direncanakan kegiatan penanggulangan HIV/ AIDS. Pengamanan dan penyediaan Anti Retroviral Virus (ARV) untuk 16.000 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA); Penyediaan reagent HIV untuk pengamanan darah (950.000 tes), survailans (200.000 tes) dan diagnostik (1.000.000 tes) dan pengembangan Pusat pengobatan jaminan kesehatan kepada anggota Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi TB dan HIV di Provinsi Papua. TNI/POLRI dan keluarganya di DTPK balita, khusus untuk laki-laki dan Selain AIDS, dilakukan ( Daerah Terpencil, Tertinggal dan perempuan, sehingga berat badan penanggulangan penyakit Kepulauan); peningkatan mutu balita akan terukur secara lebih TB. Dipastikan terjaminnya melalui pemantapan Indonesia cermat. Tidak ketinggalan diadakan ketersediaan Obat Anti TB (OAT) Diagnosis Related Group (INA-DRG) penanganan kasus gizi buruk oleh di fasilitas kesehatan pemerintah atau sistem pembayaran rumah sakit kader Posyandu dimulai dengan dan tersedianya pusat pelayanan berdasarkan kelompok penyakit 6.000 kasus. Akan ditingkatkan TB Multi Drug Resistant (MDR), rawat inap di seluruh RS pemerintah; pencarian secara aktif oleh para kader penanggulangan Malaria melalui: peningkatan manajemen melalui Posyandu untuk menemukan balita penemuan dan pengobatan 300.000 pelunasan semua tagihan gizi kurang dan buruk (sesuai data penderita malaria, distribusi 2,5 Jamkesmas tahun 2009 di rumah Riskesdas 2007), dan selanjutnya juta kelambu, screening 450.000 ibu sakit , dan penyusunan roadmap melaporkan ke Puskesmas untuk hamil untuk perlindungan terhadap 2010-2014 menuju Jaminan dilakukan tindak lanjut. Balita malaria, pos malaria terintegrasi Kesehatan Semesta. gizi buruk yang ditemukan akan dengan Desa Siaga, dan konversi Sementara itu, untuk mendapatkan perawatan khusus. angka malaria indeks menjadi meningkatkan kesehatan masyarakat Dalam 100 hari ini juga dilakukan Parasite Index di Jawa-Bali. melalui pencapaian target Millenium pengembangan model registrasi Peningkatan Universal Child Development Goals (MDGs), akan kematian di delapan kota, yang Immunization (UCI) di seluruh dicapai melalui pemantapan fungsi merupakan upaya pengembangan desa di pulau Jawa menjadi Posyandu, penempatan Bidan di yang sebelumnya hanya mencakup prioritas pemerintah. Peningkatan desa, dan KB-Kesehatan Reproduksi. empat kota, sehingga akan diperoleh pengawasan obat dan makanan, Departemen Kesehatan akan data yang dapat dimanfaatkan melalui: peningkatan pengawasan melakukan pendataan Ibu Hamil dan untuk penyusunan kebijakan dan obat dan makanan yang tidak penyediaan Buku KIA bagi Ibu Hamil perencanaan lebih baik. Terkait memenuhi persyaratan serta layanan baru, untuk mencapai 60.000 desa. dengan hal itu, juga akan ada satu atap untuk regrestasi obat Selain itu, dilakukan peningkatan peningkatan upaya kesehatan dan makanan impor. Masih terkait advokasi tentang gizi untuk para sekolah (UKS) oleh Puskesmas untuk dengan penanganan kesehatan, pengambil keputusan di luar meningkatkan kesehatan anak. beroperasinya Balai Pengobatan Haji bidang kesehatan. Untuk itu akan Hal penting yang akan dilakukan Indonesia (BPHI) baru di Makkah disusun buku saku untuk pengambil untuk mencapai target MDGs, yaitu Arab Saudi untuk memantapkan keputusan. Pemerintah juga akan pemenuhan pengadaan sarana air pelayanan kesehatan mulai dari memberikan biaya operasional minum 1.379 desa dan sanitasi di musim haji tahun 2009. untuk 240.000 Posyandu untuk 61 lokasi, penetapan pembatasan Dalam seratus hari ini, Pemerintah bulan November-Desember 2009. Harga Eceran Tertinggi (HET) juga memperhatikan potensi Dilakukan pencanangan Obat Generik Berlogo (OGB) dan bencana. Oleh karena itu, dilakukan20 Mediakom No.XX/OKTOBER/2009
  • 20. Media Utama dr.Ribka Tjiptaning (kedua dari kiri) didampingi para Wakil Ketua Komisi IX DPR.RI saat memimpin Raker dengan Menkes membahas program 100 hari hambatan untuk pencairan dana Depkes dan Masalah aktual bidang kesehatan. dekonsentrasi, mengaplikasikan reformasi birokrasi, menyelesaikan Rencana Strategis Departemen Kesehatan tahun 2010-2014 dan rencana aksi untuk membuat landasan hukum untuk implementasi 4 Undang-Undang yang berkaitan dengan kesehatan yang sudah mendapat persetujuan DPR-RI. Memang, keberhasilan pembangunan kesehatan selama ini cukup menggembirakan, namun menuju 5 tahun ke depan (2010- 2014), pembangunan kesehatan perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat bahwa Indonesia untuk mencapai dua sasaran besar yaitu pencapaian MDGs dan Jaminan Kesehatan Semesta (universal coverage). Perlu dilakukan berbagai upaya lanjutan dan terobosan untuk mencapai dua sasaran besar ini. Pembangunan kesehatan memerlukan reformasi, dengan mengubah paradigma masyarakat terhadap kesehatan. Bapak Presiden menekankan perlunya paradigma baru, yaitu “paradigma meningkatkan kesehatan masyarakat, atau sehat itu indah, sehat itu gratis, dalam arti bagi Anggota DPR Komisi IX saat yang tidak mampu, saudara kita yang rapat kerja dengan Menkes miskin, sangat miskin, kita dorong untuk sehat dan kemudian tidak harus berobat. Itu adalah reformasiprogram penanggulangan bencana, kesehatan strategis, seperti; dokter, kesehatan yang rencana pastinyajika terjadi bencana. Setelah itu perawat, bidan, sarjana kesehatan (Roadmapnya) harus jadi pada 100dilakukan screening balita risiko gizi masyarakat, sanitarian, ahli gizi, hari pertama ini”.buruk pasca bencana dan penguatan asisten apoteker dan analis. Pembangunan kesehatanlogistik di 9 pusat regional dan 2 sub Dalam program ini juga diarahkan pada peningkatan upayaregional. mencanangkan terpenuhinya promotif dan preventif, disamping Untuk meningkatkan kebutuhan tenaga kesehatan peningkatan akses pelayananketersediaan, pemerataan dan strategis (perawat, bidan, sanitarian, kesehatan bagi masyarakat miskin.kualitas tenaga kesehatan terutama gizi, analis kesehatan, asisten Peningkatan kesehatan masyarakatdi daerah terpencil, tertinggal, apoteker) sebanyak 131 orang di 35 (public health) dilakukan denganperbatasan dan kepulauan (DTPK) Puskesmas dari 101 Puskesmas DTPK. penekanan untuk hidup sehatsecara berkesinambungan, perlu Untuk mendukung empat pilar bukan untuk berobat, denganadanya Permenkes tentang Praktik tersebut, diperlukan dukungan meningkatkan pencegahan penyakit,tenaga kesehatan (perawat dan manajemen dalam meningkatan menular ataupun tidak menular,bidan) di DTPK. Serta tersedianya pelayanan kesehatan melalui: dengan cara memperbaiki kesehatanPeraturan/Kepmenkes tentang peningkatan Good Governance, lingkungan, gizi, perilaku danpemberian insentif bagi tenaga terutama dalam menghilangkan kewaspadaan dini.npra No.XX/OKTOBER/2009 Mediakom 21
  • 21. Media Utama Empat Program, Satu Tujuan Kabinet Indonesi Bersatu II yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 11 prioritas Nasional yang harus dilaksanakan dan didukung oleh seluruh Menteri. Prioritas –prioritas itu kemudian dijabarkan dalam 15 program unggulan Presiden yang akan menjadi Road Map dalam pembangunan nasional 5 tahun ke depan. Reformasi Kesehatan Masyarakat seperti apakah yang merupakan tugas Kementerian Kesehatan? D epartemen Kesehatan Gratis” menjadi “Sehat Itu Indah Bidang Kesehatan meliputi: seluruh melakukan reformasi dan Sehat Itu Gratis” Kampanye ini . rakyat miskin, seluruh wilayah Kesehatan Masyarakat dilakukakan secara komprehensif, Indonesia, seluruh jajaran kesehatan, dengan cara sinergis, dan integratif, melalui lintas sektor, swasta, dan segenap membagi menjadi peningkatan akses masyarakat komponen masyarakat untuk ikut dua program kerja. terhadap pelayanan kesehatan berperan baik di Pusat maupun Pertama, melakukan terobosan yang berkualitas, peningkatan daerah. Dan dalam menerjemahkan yang mempunyai daya ungkit tinggi kesehatan masyarakat, dengan isu pokok bidang kesehatan, telah dalam pembangunan kesehatan; dan fokus pada preventif dan promotif, dibuat 12 rencana aksi dan telah kedua, menjalankan program yang penanggulangan penyakit, dilakukan identifikasi sumber daya merupakan dasar untuk pelaksanaan peningkatan sumber daya manusia untuk mendukung Program 100 Hari program 1-5 tahunan. kesehatan terutama Daerah Bidang Kesehatan. Tujuan reformasi kesehatan Terpencil Perbatasan dan Kepulauan Berikut adalah empat program masyarakat adalah adanya (DTPK). utama yang akan dijalankan perubahan paradigma dari “Berobat Sebagai sasaran Program 100 Hari Departemen kesehatan: 15 PROGRAM PILIHAN PRESIDEN 1. Pemberantasan Mafia Hukum tahun untuk Kredit Usaha Kecil Mengenah 2. Revitalisasi Industri Pertahanan 10. Penetapan Skema Pembiayaan dan Investasi 3. Penanggulangan Terorisme 11. Perumusan Kontribusi Indonesia dalam Isu Peruba- 4. Peningkatan Daya Listrik di seluruh Indonesia han Iklim dan Lingkungan 5. Peningkatan Produksi dan Ketahanan Pangan 12. Reformasi Kesehatan Masyarakat 6. Revitalisasi Pabrik Pupuk dan Gula 13. Penyelarasan antara Pendidikan dan Dunia Kerja 7. Penyempurnaan Peraturan Agraria dan Tata Ruang 14. Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 8. Pembangunan Infrastruktur 15. Sinergi antara Pusat dan Daerah 9. Penyediaan dana penjaminan Rp 2 triliyun per22 Mediakom No.XX/OKTOBER/2009
  • 22. Media UtamaProgram 100 Hari Departemen Kesehatan1 Peningkatan 1. Peningkatan pelayanan kepada 76,4 juta penduduk miskin dan hampir miskin dalam sistem pembiayaan jaminan kesehatan dengan dana sebesar Rp 4,6 triliun kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat2 Peningkatan 2. Meningkatkan kesehatan masyarakat pedesaan terutama melalui pemantapan fungsi kesehatan Posyandu, Bidan di desa, dan KB-Kespro bidang promotif dan preventif: masyarakat untuk a. Pendataan ibu hamil (Bumil) dan penyediaan Buku KIA bagi Bumil baru untuk mencapai mempercepat 60.000 desa. pencapaian target b. Peningkatan advokasi tentang gizi untuk pengambil keputusan di luar bidang kesehatan. MDGs c. Pemberian biaya operasional 240.000 Posyandu d. Pencanangan Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi balita, khusus untuk laki-laki dan perempuan e. Penemuan kasus gizi buruk oleh kader Posyandu mulai dgn 6.000 kasus. f. Pengembangan model registrasi kematian di 8 provinsi g. Meningkatkan upaya kesehatan sekolah (UKS) oleh Puskesmas 3. Revitalisasi Permenkes tentang kewajiban menuliskan resep dan menggunakan obat generik di sarana pelayanan kesehatan Pemerintah, melalui pelatihan dan pemantapan 4. Penetapan Pembatasan Harga Eceran Tertinggi (HET) Obat Generik Berlogo (OGB).3 Pengendalian 5. Penanggulangan HIV/AIDS: penyakit dan a. Pengamanan dan penyediaan ARV untuk 16.000 ODHA; Penyediaan reagent HIV untuk penanggulangan pengamanan darah (960.000 tes), survailans (200.000 tes) dan diagnostik (1.000.000 tes); masalah kesehatan b. Pusat pengobatan TB HIV di Provinsi Papua. akibat bencana 6. Penanggulangan penyakit Tb: a. Tersedianya obat anti Tb (OAT) b. Tersedianya pusat pelayanan Tb multi-drug resistant (MDR) 7. Penanggulangan Malaria: a. Penemuan dan pengobatan 300.000 penderita malaria b. Distribusi 2,5 juta kelambu c. Screening 450.000 ibu hamil untuk perlindungan terhadap malaria d. Pos malaria terintegrasi dengan Desa Siaga 8. Peningkatan Universal Child Immunization (UCI) di 5 provinsi Jawa (Jatim, Jateng, Jabar, Banten, DKI Jakarta). 9. Pengawasan obat dan makanan a. Peningkatan pengawasan obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat melalui unit lab. Keliling b. Peningkatan pelayanan publik dengan pelayanan satu atap untuk registrasi dan sertifikasi impor obat dan makanan 10. Operasionalisasi Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) baru di Makkah Arab Saudi. 11. Penanggulangan bencana: a. Screening Balita berisiko gizi buruk pasca bencana; Pemulihan pelayanan kesehatan Puskesmas di daerah bencana Sumbar dan Jabar b. Penguatan logistik di 9 pusat regional penanggulangan bencana (Medan, Makassar, Surabaya , Palembang, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Jakarta, Semarang) dan 2 sub regional (Padang dan Jayapura) No.XX/OKTOBER/2009 Mediakom 23
  • 23. Media Utama 4 Peningkatkan 12. Peningkatan SDM kesehatan dalam jumlah, jenis, dan mutu terutama di daerah terpencil, ketersediaan, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) pemerataan dan a. Disusunnya Permenkes tentang Praktek Nakes (perawat dan bidan) di DTPK dan Peraturan/ kualitas tenaga Kepmenkes tentang Pemberian insentif strategis (dokter, perawat, bidan, Sarjana Kesehatan kesehatan (nakes) terutama di daerah Masyarakat (SKM), sanitarian, ahli gizi, asisten apoteker dan analis) terpencil, tertinggal, b. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis (perawat, bidan, sanitarian, gizi, analis perbatasan dan kesehatan, asisten apoteker) sebanyak 131 orang di 35 Puskesmas dari 101 Puskesmas kepulauan (DTPK) Dalam program 100 hari Departemen Kesehatan, Menkes menyebutkan 4 isu pokok yang menjadi target utamanya, yaitu peningkatan pembiayaan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat, peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat target MDGs, pengendalian penyakit dan penanggulangan Prof dr. Ascobat Gani, MPH, Dr. PH masalah kesehatan dan akibat bencana serta “Harus Ada kesediaan pemerataan dan kualitas tenaga kesehatan terutama Perubahan” B di daerah terpencil, agaimana pendapat ahli Tanggapan anda tentang 4 isu mengenai program 100 utama dalam program 100 hari tertinggal, perbatasan hari Menkes tersebut, Menkes? dan kepulauan berikut wawancara Itu hasil dari Summit. Hal itu Mediakom dengan Prof merupakan sintesa dari stake (DTPK) Dr Ascobat Gani MPH Dr. PH seorang holder yang begitu luas. Kalau ahli Kesehatan Masyarakat. memang representatif, kita harus24 Mediakom No.XX/OKTOBER/2009
  • 24. Media Utamaikut keinginan stake holder. Memang formal, bagaimana fiscal capacity Prof Ascobat, pribadi idealisada 4 isu utama, tetapi isu kesehatan nya. Harus bicara dengan Menteri yang tidak menilai sesuatulebih luas dari itu. Keuangan. Tidak hanya Depkes hanya dari sudut pandang Program Jamkesmas masih saja. Kalau cuma Depkes, itu hanya “uang” Sebagai ahli kesehatan .sangat relevan, karena hampir ambisi saja nanti tidak tercapai. masyarakat, maka kesehatansemua negara di dunia melakukan Kalau ternyata fiscal capasity kita masyarakatlah yang melandasireformasi pembiayaan yang arahnya tidak sanggup, ya tunggu dulu lah. setiap pemikirannya. Pemikiranke social security, cuma definisinya Pengalaman empiris di beberapa Prof. Ascobat Gani “konon” kerapyang masih diperdebatkan. Seperti negara memang mentoknya disitu, berseberangan dengan kebijakanapa yang dimaksud dengan di sektor non formal. Di negara kita pemerintah.universal coverage, benefit package banyak sekali sektor non formalnya, “Bukan berseberangancomprehensive, dan dimensi mutu. sopir angkot, tukang becak. Jadi sesungguhnya, saya hanya meyakini apa yang benar sesuaiIni harus hati-hati. Kalau kita terlalu menurut saya, kita realistis saja. dengan disiplin ilmu yang sayageneral – Jamkesmas ini kan Seperti Indonesia Sehat 2010. Sehat pelajari,” jelasnya.komprehensif – bisa bangkrut dari ngga kita hari ini, tahun depan kan Lahir di Takengon Aceh, 27mana kita uangnya. belum tentu. September 1946, semula bercita- Definisi kita harus lengkap. Jika cita menjadi dokter. Namun ketikatidak, jangan berambisi hal itu akan Bagaiman dengan isu kedua, remaja, keinginan itu padam. Yangdapat dicapai tahun 2014, karena mencapai target MDGs? tumbuh di dadanya adalah cita-tidak akan terbiayai. Jadi harus MDGs itu sebetulnya cetusan cita untuk jadi combat warrior.ada ukuran nasional sebagai tolok tekad Kepala Negara di dunia tahun Apalagi kehidupan masa kecilnyaukurnya. 2000 ingin mengurangi kemiskinan diwarnai perang saudara DI/TII sampai 50% dari keadaan tahun – TNI. Ukuran nasional seperti apa? 2000 pada tahun 2015, bukan Namun saat lulus SMA tahun 1964, ayah dua anak ini belum memenuhi syarat masuk Akademi Militer Nasional. Dia pun banting MDGs bukan domainnya kesehatan stir dan ikut test Perguruan Tinggi. saja, tapi domain nasional. Makanya “Saya lebih tertarik masuk fakultas teknik daripada saya suka bercanda Depkes ganti kedokteran,” katanya. Tapi niatnya nama saja menjadi Departemen masuk fakultas teknik gagal, sebab keluarganya lebih berminat Mengurangi Kemiskinan. dirinya menggeluti dunia kedokteran. “Jadilah saya dokter...” Paket minimum. Sebetulnya kita Menteri Kesehatan. Jadi sebetulnya ucapnya.sudah atur dulu. MDGs itu instrumen untuk poverty reduction. Tapi orang cenderung sehat. Dengan mutu modal manusia Bagaimana dengan penduduk ini urusan kesehatan. Ya, kita yang baik nanti bisa mengangkatyang bekerja di sektor non formal, terima kasih karena kesehatan keluarganya.Kenapa TB, Malaria,apakah dapat dicakup dalam merupakan instrumen untuk HIV/AIDS masuk dalam target MDGs?pogram Jamkesmas? mengurangi kemiskinan. Kelaparan Karena itu menggerogoti ekonomi Mereka tidak miskin, memang ada itu menyangkut produktivitas rakyat.beberapa yang miskin. Tapi kalau tenaga kerja. Kematian ibu, kematian Jadi MDGs bukan domain-kita masukkan itu, apakah mau kita bayi berkaitan dengan long term nya kesehatan saja, tapi domainsubsidi orang yang tidak miskin human capitalitas. Jadi kalau nasional. Makanya saya sukaini? Harusnya ya. Tapi uangnya ada kematian ibu dan bayi kita tekan, bercanda Depkes ganti nama sajatidak? Saat kita masukkan sektor non nanti akan lahirlah bayi-bayi yang menjadi Departemen Mengurangi No.XX/OKTOBER/2009 Mediakom 25
  • 25. Media Utama Kemiskinan. Isu ke-2 ini muaranya ibaratkan ini pesawat. Tempat dia orang kesehatan, di sana gali, gali, adalah mengurangi kemiskinan. mendarat kita sebut konteks. Dari gali lagi. dulu kita tidak pernah benahi ini. Kita Contoh lain. Makanan beracun, Bagaimana dengan isu ketiga, puas sudah punya visi, misi, rencana boraks, formalin. Itu di siapa? Di mengurangi penyakit menular? 5 tahun, tujuan kegiatan. Padahal Departemen Perindustrian dong. Penyakit menular masih endemik. peraturan-peraturan kita tidak Kita menyatakan olah raga, tapi Penyakit konvensional juga masih di memungkinkan uang kita cukup taman malah dibikin mall. Kalau sekitar kita seperti TB, Malaria, Diare, disitu. Itu yang tidak kita sentuh. menyusun visi misi, mudah. Ibarat ISPA. Kemudian muncul penyakit Jadi pertama, regulasi harus kita siapkan pesawat terbang yang baru seperti flu burung, H1N1, dan kita benahi. Kedua adalah konteks bagus tapi tidak punya landasan, muncul lagi penyakit lama seperti desentralisasi. Yang melaksanakan ya tidak berani mendarat. Hilang, frambosia, leptospirosis, patek, ini program-program ini siapa? Kan entah kemana. Lelah. Konsep yang penyakit jaman baheula (dulu-red). bukan Ibu Menkes tapi 496 Bupati/ disampaikan Depkes ini bagus. Tapi Semua penyakit-penyakit ini harus Walikota. Oleh karena itu, kalau tim juga harus membuat terobosan ditanggulangi. Bencana dalam Depkes buat program ini tanpa untuk membenahi konteks tadi. Kalau 10 tahun ini memang luar biasa ada advokasi, menggerakkan kerja tidak, sama dengan yang dulu-dulu. Oleh karena itu, kalau Depkes buat program ini tanpa ada advokasi, menggerakkan kerja sama dengan daerah, ini tidak akan tercapai. mulai dari Aceh, Yogya, Padang sama dengan daerah, ini tidak akan Peluangnya seperti apa dalam yang dampak kesehatannya besar. tercapai. Contoh, target Malaria 100 hari ini? Isu ini relevan karena tahun-tahun di Ciamis, siapa yang berkuasa? Peluangnya besar kalau ke depan kita mungkin masih Bupatinya kan. Nah Bupatinya terima konteksnya kita benahi. Yang paling mengalami itu. tidak konsep ini. Konsep ketiga ini berat, regulasi. Untuk membenahinya yang susah, politik. Mulai dari partai- pertama dari segi finansial itu bisa Bagaimana dengan isu keempat, partai, DPR. Kadang-kadang politik tidak diubah. Mengubah UU, DAU, penyediaan tenaga kesehatan di Pilkada menggratiskan pelayanan DAK kan susah. Kedua bisa kita cari daerah terpencil? kesehatan. Konteks seperti ini tidak dengan Menteri Keuangan dan Kalau bisa ada Inpres khusus sesuai dengan kita. Kita mau ke Menteri Perdagangan dari mata untuk tenaga kesehatan di daerah jaminan kesehatan, mereka malah anggaran yang sifatnya rutin. Vaksin, terpencil, misalnya 5 tahun dan menggratiskan. Yang berikutnya misalnya. Vaksin kita kan masih diberi insentif seperti kesempatan adalah konteks pembiayaan. pakai tender-tender. Padahal vaksin untuk spesialis atau pindah ke kota Anggaran telat turun. Betapa pun kan tidak boleh tunggu tender. besar. Inpres ini kan sentralistis. bagusnya ini kalau semua orang Buatlah seperti gaji. Jadi dalam Karena daerah-daerah terpencil ini terima bulan Agustus-September mata anggaran rutin kita ada gaji, ada di kabupaten-kabupaten yang kita bisa apa? Kusut itu. obat bahan, vaksin. Selain itu, dalam miskin. Dalam 100 hari ini bisa kita Sebetulnya banyak konteks- jangka panjang, definisi DAK (Dana letakkan landasannya. konteks tadi domainnya di luar Alokasi Khusus) diubah dalam kesehatan. Coba lihat Malaria peraturannya jadi boleh untuk biaya Tantangan apa yang dapat di Singkawang kan gara-gara operasional. Celaka kalau fisik saja. menghambat program ini? tambang emas liar. Gali, gali, Kasihan daerah nanti. Maka harus Itulah yang saya sebut konteks. gali, lubang, lubang, lubang, ada perubahan.npra/gi Bukan di masalah visi misi. Kita nyamuk,nyamuk,nyamuk. Datang26 Mediakom No.XX/OKTOBER/2009
  • 26. Kolom dr. T. Rabitta Cherysse MPH*) *) Widyaiswara Madya Gender dalam Dunia KesehatanDalam bidang kesehatan perempuan lebih banyak mengalamiketidaksetaraan gender sejak lahir hingga lanjut usia, dibandingdengan laki-laki. Mengapa demikian? Bagaimana mengatasinya?P erempuan mengalami sosial, kepekaan sosial, toleransi untuk memajukan perempuan masalah kesehatan dsbnya. Secara umum pendidikan diperlukan lebih dari sekedar reproduksi sejak remaja, politik yang berlandasan etika, moral, mengintegrasikan mereka dalam masa hamil, melahirkan, dan nilai-nilai kehidupan adalah pembangunan, tetapi yang utama menyusui, saat ber KB merupakan kerangka bagi pendidikan sekali adalah melibatkan perempuandan seterusnya. Di sisi lain, posisi perempuan untuk berpolitik, sehingga dalam penentuan kebijakan (decision-perempuan seringkali amat lemah kelak dapat menciptakan ruang making process). Budaya patriarkhikarena kurang memiliki pengaruh politik bagi perempuan yang dapat adalah budaya yang mengutamakandalam pembuatan keputusan mengoreksi praktik-praktik berpolitik peran laki-laki dalam mengaturdan terbatasnya kekuasaan yang yang tidak baik menjadi baik. kehidupan, hal ini merupakan salahdimilikinya. Politik mempunyai arti penting satu faktor dasar yang meminggirkan Dengan posisinya yang dilematis bagi Pembangunan Kesehatan. perempuan, diantaranya dalam halitu, kebanyakan isu tentang Semakin banyak perempuan yang memperoleh kesempatan pendidikan,perempuan diberitakan sangat terlibat didalam pengambilan khususnya pendidikan politik.selektif pada stereotip perempuan keputusan penting, maka semakin Banyak sekali isu-isu kesehatandan peran tradisionalnya, serta banyak kepentingan kesehatan terkini yang bisa diangkat menjadiberkaitan dengan hal-hal yang perempuan terakomodasi. seperti isu politik, misalnya Angkaberbau sensasional. Pemberitaan Mengapa dunia politik menjadi kematian Ibu melahirkan yangtentang perempuan masih belum penting bagi perempuan? Sejak masih tinggi, Anemia Ibu hamil,representatif kepada hal-hal yang tahun 1990, UNDP (United Nations Wanita dengan penyakit menularmampu memberikan awareness, Development Program), melalui HIV/ AIDS, Wanita dan Penyakit TBC.seperti menyadarkan masyarakat laporan berkalanya ”Human Semua masalah kesehatan ini hampirtentang hal yang diskriminatif, hak Development Report (HDR)” telah selalu terkait dengan hal-hal yanglegal, isu kesehatan, pengangguran memperkenalkan indikator baru menyangkut seks dan gender. Selamadan sebagainya. dalam menilai keberhasilan ini ilmu kedokteran hanya melihat Hal inilah yang patut dicermati pembangunan, yang selama ini hanya beberapa hal yang mempengaruhibersama. Pendekatan politik menjadi diukur dengan GDP. Indikator baru kesehatan khususnya dari perbedaansangat penting dalam mengatasi ini adalah Human Development Index biologis. Kebutuhan analisis genderbudaya patriarkhi. Dan ini merupakan (HDI), yaitu pembangunan kualitas yang paling utama dalam kesehatansalah satu pendekatan yang bisa manusia. Kemudian pada tahun adalah kesehatan reproduksi.dilakukan untuk di mulai dari level 1995 diperkenalkan lagi indikator Kesehatan Reproduksi adalah keadaanterendah yaitu lingkungan Pokja GDI (Gender Development Index), sejahtera fisik, mental dan sosial secaraPerempuan, misalnya kelompok yaitu kesetaraan laki-laki perempuan utuh, tidak semata-mata bebas daripengajian. Di tempat ini bisa diperoleh dalam bidang kesehatan, pendidikan, penyakit atau kecacatan dalam semuapendidikan politik yang paling ekonomi, serta Gender Empowerment hal yang berkaitan dengan sistemmendasar. Misalnya tentang nilai- Measure (GEM), yang mengukur reproduksi, serta fungsi dan prosesnya.nilai kehidupan, bagaimana menjadi kesetaraan dalam partisipasi publik. Ketidaksetaraan gender dalammanusia yang mempunyai kecerdasan Pergeseran ini menegaskan bahwa bidang kesehatan di atas, disebabkan No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 27
  • 27. Kolom karena sebagian besar petugas membelenggu perempuan, masih negara. Oleh karena itu keterlibatan kesehatan kurang memahami diperdebatkan hingga sekarang. perempuan sangat penting dalam pengertian tentang konsep gender Membangun iklim demokrasi sebagai dunia politik untuk memperjuangkan sebagai salah satu faktor penting bagian pendidikan politik ditengah kepentingan perempuan, terutama dalam mempengaruhi kesehatan keluarga, sangat bergantung faktor kesehatan. Selain itu pentingnya seseorang. Walaupun istilah gender budaya yang ikut menentukan pendidikan politik dalam bentuk telah digunakan dalam pelayanan kedudukan perempuan dalam sebuah penerapan pola asuh dalam keluarga. kesehatan, namun seringkali seks perkawinan. Tidak mudah untuk Penerapan Pola Asuh dalam (jenis kelamin) diartikan sama menghilangkan pengaruh budaya keluarga sebagai bentuk pendidikan dengan gender, hal ini disebabkan patriarki ditengah-tengah keluarga, politik Pola Asuh dalam Keluarga. istilah gender belum dipahami namun bukannya ini tidak bisa Keluarga merupakan unit kesatuan secara luas. Hanya dengan mengerti diatasi, tetapi memerlukan dukungan terkecil dalam masyarakat yang berbagai perbedaan kebutuhan, dan semua pihak, tidak terkecuali peran umumnya terdiri dari ayah,-ibu dan konsekuensi pelayanan kesehatan perempuan sebagai pembuat ank-anaknya. Di Indonesia ,sebuah terhadap laki-laki dan perempuan, keputusan penting diberbagai bidang keluarga yang menempati sebuah petugas kesehatan dapat memberikan yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif. rumah juga meliputi kakek-nenek, adik pelayanan yang lebih relevan dan Mansour Fakih dalam bukunya ayah/ibu yang dipanggil paman/bibi. sesuai bagi laki-laki dan perempuan. Analisis Gender dan Transformasi Sosialisasi atas suatu hal dalam Dengan demikian, pelayanan Sosial mengidentifikasi ketidak adilan keluarga merupakan tindakan kesehatan akan lebih efisien dan gender terhadap perempuan terjadi keseharian, baik orang tua, suami- efektif. dalam beberapa bentuk: (1) terjadinya istri, maupun anak yang selalu Diskriminasi dalam pelayanan marginalisasi terhadap perempuan berkomunikasi untuk menyampaikan kesehatan masih terjadi secara eksplisit yang berkaitan dengan akses ekonomi; sesuatu. maupun implisit, dimana perempuan (2) terjadinya subordinasi terhadap Berbicara tentang pendidikan masih sulit mengakses pelayanan perempuan yang berkaitan dengan politik dalam keluarga perlu diawali kesehatan karena pemberian surat politik, terutama menyangkut dahulu dengan pembahasan miskin yang diberikan RT/RW setempat proses pengambilan keputusan dan demokrasi dalam keluarga. Demokrasi seringkali diskriminatif. Kepala keluarga pengendalian kekuasaan; (3) stereotipe dapat diterapkan di dalam sebuah yang selalu diasumsikan laki-laki terhadap perempuan sebagai bentuk keluarga, yaitu dengan cara menjadi salah satu hambatan terbesar penindasan ideologi dan kultural membangun suasana keluarga, yaitu bagi perempuan untuk mengakses yang memojokkan posisi dan kondisi dengan cara membangun suasana Jamkesmas. perempuan; (4) kekerasan terhadap keluarga yang dinamis. Analogisnya Penyebab lain dari ketidaksetaraan perempuan, baik berupa invasi fisik penerapan demokrasi dalam satu unit dan ketidakadilan gender mudah maupun integritas mental psikologis; keluarga secara sederhana adalah dirasakan. Misalnya: ketidakberdayaan dan (5) beban kerja yang berlebihan pada pengambilan keputusan atas perempuan dalam mengambil bagi perempuan berkaitan dengan sesuatu yang dilaksanakan secara keputusan tentang hal-hal yang pembagian kerja domestik dan publik, terbuka, dalam arti ada komunikasi menyangkut kesehatan dirinya seringkali menyebabkan perempuan dan diskusi, sehingga idealnya sebuah sendiri. Begitu juga akses yang sangat memiliki jam kerja yang lebih panjang keputusan dapat diterima anggota kurang terhadap berbagai fasilitas dan beban kerja yang lebih berat keluarga dengan dasar pemahaman kesehatan dan kurangnya kemampuan ketimbang laki-laki, terutama bagi dan pengertian. perempuan untuk memproteksi dirinya perempuan yang bekerja di sektor Peran komunikasi politik dimasa dari berbagai risiko kesehatannya.Hal publik. yang akan datang sangat penting. ini disebabkan kesenjangan gender Mengatasi berbagai ketidakadilan Hendaklah proses pendidikan politik atau ’gender gap’. Masalah ini masih gender tersebut diatas, dapat terjadi ini dimulai dari lingkungan internal diperberat dengan ketidaksiapan diperbagai tingkatan. Pertama, di keluarga, lalu ke sosial masyarakat aparatur dilapangan, yaitu antara lain tingkat negara baik dalam sebuah baru kemudian ke partai politik. Dalam birokrasi yang diciptakan oleh aparat negara maupun organisasi antar hal ini diperlukan pembekalan yang terhadap pelayanan pembuatan negara.Kedua, di tempat kerja, sifatnya mendasar, yaitu apa saja yang kartu jamkesmas dikelurahan serta organisasi, dunia pendidikan.Ketiga, perlu diketahui perempuan dalam pemberian kartu jamkesmas yang dalam adat istiadat atau kultur menyikapi hak-hak politiknya sebagai tidak tepat sasaran, sehingga masih masyarakat dan penafsiran ajaran warga negara dan pemerintah sebagai banyak keluarga miskin belum agama. Keempat, dalam keluarga penyelenggara negara berkewajiban mendapatkan haknya. atau rumah tangga. Dengan kata lain memberikan pendidikan politik Seringkali masyarakat ketidakadilan gender dapat terjadi kepada warga negaranya. Berpolitik memanipulasi ideologi gender sebagai diperbagai level kehidupan bersama tidak harus duduk di kursi kekuasaan.n pembenaran. Ideologi gender yang mulai dari keluarga, masyarakat hingga28 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 28. PeristiwaAwas, Hiv/aidsMemasuki Pandemidi Tingkat GlobalVirus HIV (human immunodeficiencyvirus) dan AIDS (Acquired ImmuneDeficiency Syndrome) telahmengakibatkan kematian lebihkurang 25 juta orang di seluruh Dunia.Diperkirakan 96% kasus infeksi baru iniditemukan di negara berkembang.B erdasarkan laporan Surveilans AIDS pada kelompok umur 30-39 tahun (16,49%), disusul Depkes RI hingga September 2009, kelompok umur 20-29 tahun (15,41%) dan kelompok jumlah kumulatif kasus AIDS sebanyak umur kurang dari 1 tahun (13,61%). Rate kumulatif 18.442 orang terdapat di 32 provinsi dan tertinggi DKI Jakarta (40,3), Banten (29,0), Bali (20,2), tersebar di 300 kabupaten/kota. Cara Papua Barat (19,7, Jawa Barat (19,2), Jawa Timur (13,2), penularan kasus AIDS adalah Heteroseks Papua (11,8), Riau (11,6) dan DI Yogyakarta 11,1). 49,7%, IDU 40,7%, Lelaki Seks Lelaki(homoseks) 3,4%, perinatal 2,5%. Proporsi kumulatif Hari AIDS Seduniakasus AIDS tertinggi dilaporkan pada kelompok umur Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia20-29 tahun (49,57%), disusul kelompok umur 30-39 terhadap bahaya virus HIV, Pertemuan Menteri Kesehatantahun (29,84%) dan kelompok umur 40-49 tahun (8,71%). Sedunia pada tahun 1988 menggagas peringatan Hari Kasus terbanyak Jawa Barat, disusul secara berturut- AIDS Sedunia (HAS) yang diperingati setiap tanggal 1turut : Jawa Timur, DKI Jakarta, Papua, Bali, Kalimantan Desember.Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Tema atau isu yang diangkat pada HAS 2009 adalahRiau. Sedangkan Rate kumulatif kasus AIDS Nasional “Akses Universal dan Hak Asasi Manusia” Akses universal .adalah 8,15 per 100.000 penduduk (berdasarkan data mencakup akses informasi, pencegahan, maupunBPS 2006, jumlah penduduk Indonesia 227.132.350 jiwa). akses pengobatan. Intinya, semua warga dari berbagaiRate tertinggi dilaporkan dari Papua (17,9 kali angka latar belakang ekonomi, budaya, tempat tinggal harusnasional), Bali (5,3 kali), DKI Jakarta (3,8 kali), Kepulauan mendapatkan akses informasi HIV dan AIDS yang sama,Riau (3,4 kali), Kalbar (2,2 kali), Maluku (1,8 kali), akses pencegahan yang sama, serta akses pengobatan Sedangkan kumulatif HIV hingga Juni 2009 mencapai yang sama.28.260 orang.Penyebab penularan HIV adalah IDU Sedangkan  tema nasional yang dipilih :  Kerjasama52,18%, Waria 25,89%, partner risiko tinggi 15,83%, klien masyarakat dan pemerintah mampu mempercepatPSK 13,5%. Persentase kumulatif infeksi HIV tertinggi No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 29
  • 29. Peristiwa pemenuhan akses informasi, prevalensi HIV-nya jauh dibawah di 9 negara Asia, yaitu: Cambodia, pencegahan, perawatan, dukungan, prevalensi di negara-negara Afrika China, India, Indonesia, Myanmar, dan pengobatan untuk semua. pun penurunan produktifitas akibat  Nepal, Papua New Guinea (PNG),  Di Indonesia peringatan HAS HIV tetap lebih besar dibanding Thailand, and Vietnam. “Sedangkan, dilaksanakan dengan menggelar dengan penurunan  produktifitas laju epidemi HIV di Indonesia saat berbagai kegiatan diantaranya akibat  penyakit lain. ini dinyatakan  sebagai “the fastest Malam Penggalangan Dana yang  Menurut Menkes, HIV growing epidemic in Asia” oleh WHO diprakarsai Yayasan AIDS Indonesia dikhawatirkan juga akan menambah dan UNAIDS,” kata Menkes. di Jakarta tanggal 30 November jumlah penduduk miskin di dunia  Dr. Endang R. Sedyaningsih 2009 yang dihadiri Menko Kesra menjadi  6 juta kepala keluarga mengatakan, momentum peringatan Agung Laksono dan Menkes dr. sampai dengan tahun 2015,  jika HAS merupakan suatu kesempatan Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH. upaya pengendalian oleh masing istimewa untuk menunjukkan Pada kesempatan itu Menkes dr. masing negara tidak segera diperkuat. komitmen dan kepedulian dalam Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, “Laju infeksi HIV pun masih terus mewujudkan:  Masyarakat Indonesia mengatakan, dewasa ini HIV/AIDS meningkat di beberapa negara, yang hidup sehat dan rendah risiko sudah menjadi pandemi di tingkat seperti  di Jerman, Mozambique, penularan HIV, serta menciptakan global dengan berbagai dampak Rusia, Ukraina, dan Inggris. Sementara masyarakat yang berperilaku hidup yang merugikan,  baik dampak itu prevalensi HIV juga masih sangat sehat dan responsif dalam kegiatan kesehatan, sosial ekonomi, maupun tinggi di Lesotho, Namibia dan pengendalian penularan HIV dan politik. Di negara yang mengalami Afrika Selatan,” ujar dr. Endang R. penanganan AIDS. dampak berat, seperti  di negara- Sedyaningsih.   Untuk meningkatkan akses negara Afrika, HIV telah menurunkan  Menurut WHO, wilayah Asia- universal mutlak diperlukan harapan hidup lebih dari 20 tahun, Pasifik memikul beban terberat kerjasama yang sinergis antara menghambat pertumbuhan kedua setelah Afrika, dengan masyarakat, pemerintah, swasta ekonomi dan memperberat perkiraan jumlah ODHA sebesar 4,9 – termasuk dunia usaha - untuk kemiskinan. Sedangkan di Asia, yang juta dan 95% di antaranya berada bersama-sama melakukan upaya30 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 30. Peristiwapenanggulangan AIDS yang menggalakkan berbagai upaya agama dan norma kemasyarakatankomprehensif agar mempercepat pencegahan perilaku berisiko untuk  mempertahankan danpencapaian akses informasi, terhadap penularan IMS dan HIV memperkokoh ketahananpencegahan dan pengobatan untuk di berbagai kelompok masyarakat. dan kesejahteraan keluarga; 2)mereka yang membutuhkan. Acara  Mulai dari generasi muda sampai ke   melaksanakan  gerakan nasional”Wine, Dine and Charity Action” ini pekerja di berbagai tatanan. Seperti yang sinergis dan bersifat lintasmerupakan contoh yang baik dari tatanan tempat kerja, tatanan umum, sektor bersama komponen lain,usaha bersama berbagai komponen tatanan sarana kesehatan, dan seperti LSM agama, Ormas, danmasyarakat dalam Penanggulangan tatanan rumah tangga.  Profesi. 3) mempadukan promosiHIV/AIDS di Tanah Air, kata Menkes.  Beberapa aktifitas yang dapat perilaku hidup sehat dengan   Upaya pencegahan lebih ke dilakukan untuk mendukung pencegahan penyakit, pengobatanhulu yang lebih cost efficient juga upaya  pencegahan adalah: 1) dan perawatan serta dukunganharus lebih digencarkan dengan meningkatkan pengamalan nilai-nilai terhadap ODHA. nSmd Perlu Diketahui SEPUTAR AIDS Apakah AIDS? AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Apakah penyebab AIDS? AIDS disebabkan oleh berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan kehamilan, proses persalinan, dan saat menyusui. Pada tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh umumnya, terdapat 15-30% risiko penularan dari ibu membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai ke anak sebelum dan sesudah kelahiran. Penularan dari macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun. ibu ke anak setelah kelahiran dapat juga terjadi melalui Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka pemberian air susu ibu. tidaklah langsung menyebabkan atau menderita Penularan melalui transfusi darah: penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup Kemungkinan risiko terjangkit HIV melalui transfusi lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk darah dan produk- produk darah yang terkontaminasi menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan. ternyata lebih tinggi (lebih dari 90%). Kendatipun demikian, penerapan standar keamanan darah Bagaimanakah HIV ditularkan? menjamin penyediaan darah dan produk-produk darah HIV ditularkan melalui hubungan seks, transfusi darah; yang aman, memadai dan berkualitas baik bagi semua pemakaian jarum suntik secara bergantian (pengguna pasien yang memerlukan transfusi. Keamanan Narkoba suntik); serta melalui ibu ke anak, selama masa darah meliputi skrining atas semua darah yang kehamilan, persalinan menyusui. didonorkan guna mengecek HIV dan patogen lain yang Penularan Secara Seksual: dibawa darah, serta pemilihan donor yang cocok. HIV dapat ditularkan melalui seks tidak aman (berganti- ganti pasangan). Apakah berciuman merupakan jalur penularan HIV? Penularan melalui pemakaian jarum suntik secara Ciuman dalam atau dengan mulut terbuka merupakan bergantian: aktivitas berisiko rendah dalam hal penularan HIV. HIV Risiko penularan HIV paling besar adalah kalangan terdapat di ludah hanya dalam jumlah yang sangat pengguna narkoba suntik (Penasun). sedikit yang tidak cukup untuk menyebabkan terjadinya Penularan dari Ibu ke Anak: infeksi. HIV dapat ditularkan dari ibu ke anak selama masa No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 31
  • 31. Peristiwa Apakah terdapat hubungan antara HIV dengan Apakah petugas kesehatan berisiko terkena HIV penyakit menular seksual lainnya? melalui kontak dengan pasien HIV positif? HIV dan penyakit menular seksual lainnya dapat saling Risiko petugas kesehatan terpapar HIV sangat rendah, mempengaruhi. Adanya penyakit menular seksual pada terutama bila mereka mengikuti kewasapadaan orang yang terkena HIV dapat meningkatkan risiko universal (universal precaution). Risiko terutama melalui penularan HIV. Hal ini dapat terjadi melalui luka pada kecelakaan dari jarum atau benda tajam lainnya yang kemaluan yang dapat berdarah atau melalui cairan alat mungkin terkontaminasi HIV. kelamin. Apakah bisa terkena HIV ketika pergi ke dokter atau Apakah melalui kontak/aktivitas sosial dapat dokter gigi? menularkan HIV? Penularan HIV di tempat layanan kesehatan sangat Kontak atau aktivitas sosial biasa seperti berjabat jarang. Semua tenaga kesehatan diwajibkan mengikuti tangan, berciuman, berbagi gunting kuku, kolam renang, prosedur pengendalian infeksi ketika merawat pasien. dudukan toilet, dan bersin, tidak menularkan HIV. HIV Prosedur ini dinamakan kewaspadaan universal untuk bukan merupakan virus yang ditularkan melalui udara, pengendalian infeksi, yang dibuat untuk melindungi air, atau makanan dan tidak dapat bertahan lama di luar baik pasien maupun petugas kesehatan dari penularan tubuh manusia. Karena itu kontak sosial biasa seperti penyakit lewat darah. mencium, bersalaman, batuk, atau berbagi alat makan tidak menyebabkan penularan virus dari satu orang ke Dapatkah terkena HIV melalui gigitan? orang lainnya. Infeksi HIV melalui cara ini tidak biasa terjadi. Hanya terdapat beberapa kasus yang terdokumentasi tentang Dapatkah terkena HIV dari jarum pada kursi penularan HIV akibat gigitan. Pada kasus ini, robekan bioskop? dan kerusakan jaringan yang berat dilaporkan selain Banyak cerita yang beredar di internet dan e-mail adanya darah. tentang orang yang terkena HIV dari jarum yang ditinggalkan di kursi bioskop atau lubang koin Dapatkah terinfeksi HIV melalui kontak dengan kembalian. Rumor ini tidak memiliki dasar fakta. binatang seperti anjing dan kucing? Untuk dapat terjadinya infeksi HIV lewat cara ini Tidak. HIV adalah Human Immunodeficiency Virus (virus pada jarum harus terdapat darah yang mengandung yang menyerang kekebalan tubuh manusia). Virus ini virus dalam kadar tinggi. Jika seseorang tertusuk jarum hanya mengenai manusia. Ada jenis virus lainnya yag yang terinfeksi, ia dapat menjadi terinfeksi, tetapi secara spesifik mengenai kucing atau primata lainnya, kemungkinannya hanya 0,4%. yaitu Feline Immunodeficiency Virus (FIV) dan Simian Walaupun jarum bekas dapat menularkan penyakit Immunodeficiency Virus (SIV). Virus ini tidak berisiko yang ditularkan melalui darah seperti Hepatitis B, pada manusia. Hepatitis C dan HIV, risiko terjadinya infeksi dengan cara Adanya kekhawatiran dari beberapa orang bisa ini sangatlah rendah. terinfeksi bila dicakar binatang yang sebelumnya mencakar orang dengan HIV positif. Hal ini sepertinya Adakah risiko penularan HIV ketika ditato, tindik tidak bisa dan tidak terdapat kasus penularan dengam atau cukur rambut? cara demikian. Jika peralatan yang terkontaminasi darah tidak disterilisasi maka terdapat risiko penularan HIV. Bagaimana tanda gejala penyakit AIDS? Meskipun demikian, orang yang mengerjakan tindik atau Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan mentato sebaiknya mengikuti prosedur yang disebut umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang ‘kewaspadaan universal’ yang dibuat untuk mencegah khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 penularan infeksi lewat darah seperti HIV dan Hepatitis B. sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat Pada tempat cukur rambut tidak terdapat risiko mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi infeksi kecuali bila kulit terluka dan darah yang membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap terinfeksi mengenai luka. Alat cukur yang biasa sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan digunakan tukang cukur sekarang memiliki mata pisau tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena sekali pakai sehingga mengurangi risiko infeksi seperti serangan demam yang berulang. Satu cara untuk Hepatitis dan HIV. mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah32 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 32. Peristiwamelakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV. 1. Tahap 1: window period (Periode Jendela) Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita - HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknyapenyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini : antibody terhadap HIV dalam darah1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas - Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan merasa sehat dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya - Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium - Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC. 2 minggu - 6 bulan2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti 2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap selama 5-10 tahun: mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan - HIV berkembang biak dalam tubuh kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik. - Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang sehat dan merasa sehat disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan - Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena telah terbentuk antibody terhadap HIV karena gangguan pada sistem protein dan energy - Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/ (di negara berkembang lebih pendek) penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah 3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) kurang bertenaga. - Sistem kekebalan tubuh semakin turun4. Sistem persyarafan. Terjadinya gangguan pada - Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: persyarafan central yang mengakibatkan kurang pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering terus menerus, flu, dll tampak kebingungan dan respon anggota gerak - Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) tergantung daya tahan tubuhnya akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu 4. Tahap 4: AIDS mengalami tensi darah rendah dan Impoten. - Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah5. Sistem integument (Jaringan kulit). Penderita - berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) parah atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada Bagaimana penanganan dan pengobatan penyakit jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi AIDS? jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering Kendati dari berbagai negara terus melakukan research- berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema nya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat atau psoriasis. ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit adalah membantu memperbaiki daya tahan tubuh, syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang angka kelahiran dan kematian. mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan sebagai istilah ’pelvic inflammatory disease (PID)’ dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal). bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke RahmatullahBagaimana HIV menjadi AIDS? dengan ikhlas. nSmdAda beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIVsampai timbul gejala AIDS: No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 33
  • 33. Peristiwa 2007 tentang Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain. Pemerintah, kata Menkes, juga telah menerbitkan Kepmenkes No. : 382 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit. Kedua aturan ini akan dijadikan pijakan hukum untuk menerapkan standardisasi fasilitas kesehatan di RS. Pemerintah, menurut Menkes, juga telah memasukkan indikator Kebersihan Tangan pencegahan dan pengendalian infeksi ke dalam standard pelayanan minimal (SPM) dan bagian dari penilaian akreditasi RS. ”Ini menunjukkan Mempengaruhi komitmen yang kuat bagi pemerintah agar setiap RS dapat menjalankan program pencegahan dan Keselamatan Pasien pengendalian infeksi RS” ujar Menkes. , Menurut dr. Endang, selama ini penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi di RS dan Infeksi di rumah sakit atau infeksi pelayanan kesehatan lain masih jauh dari harapan. ”Untuk itu, perlu nosokomial merupakan persoalan serius sosialisasi untuk mendapatkan komitmen dari Direktur RS.Menkes yang menjadi penyebab langsung maupun minta direktur RS meningkatkan tidak langsung terhadap kematian pasien. pengetahuan dan ketrampilan petugas pelayanan kesehatan Walaupun beberapa kejadian infeksi dalam melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi. Strategi yang nosokomial tidak menyebabkan kematian digunakan adalah peningkatan pasien, namun menyebabkan pasien dirawat kemampuan petugas kesehatan dengan metode Standar Precautions/ lebih lama akibatnya pasien harus membayar Kewaspadaan Standar yang diterapkan pada semua orang lebih mahal. (pasien, petugas atau pengunjung) H yang datang ke fasilitas pelayanan al itu dikemukakan Menkes dr. Endang Rahayu kesehatan tanpa menghiraukan Sedyaningsih, MPH, DR.PH saat membuka Seminar Nasional mereka terinfeksi atau tidak serta Hand Hygiene dengan tema “ Global Patients Safety kewaspadaan berdasarkan penularan Challenges, Clean Care is Safer Care “ yang dihadiri ± 400 yang diperuntukkan bagi pasien peserta di Hotel Shangri-La, Jakarta. rawat inap dengan menunjukkan ”Infeksi nosokomial yang dikenal dengan Healthcare gejala, terinfeksi dengan kuman yang Associated Infections (HAIs) dapat terjadi melalui penularan bersifat pathogen. dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada Upaya pencegahan dan pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien” ujar Menkes. , pengendalian infeksi melibatkan Pemerintah, kata Menkes, telah menyusun kebijakan nasional dengan semua unsur, mulai dari unsur menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes ) No. : 270 Tahun pimpinan sampai kepada staf.34 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 34. PeristiwaPeran pimpinan yang diharapkanadalah menyiapkan sistem, saranadan prasarana penunjang lainnya,sedangkan peran staf adalah sebagaipelaksana langsung dalam upayapencegahan dan pengendalianinfeksi sesuai prosedur yang telahditetapkan, tambah Menkes. ”Salah satu tahap kewaspadaanstandar yang efektif dalampencegahan dan pengendalianinfeksi adalah hand hygiene( kebersihan tangan ) karenakegagalan dalam menjagakebersihan tangan adalah penyebabutama infeksi nosokomial danmengakibatkan penyebaranmikroorganisme multi resistendi fasilitas pelayanan kesehatan” ,kata Menkes.”Menjaga kebersihantangan dengan cara mencuci tanganadalah metode paling mudah danefektif dalam pencegahan infeksi tidak hanya dokter atau suster, Sebelumnya pada 17 Juli 2007nosokomial ” ujar dr. Endang. , tetapi juga pasien dan keluarga telah ditandatangani kesepakatan Disamping itu, Rumah Sakit pasien yang menjenguk” kata Farid. , antara Depkes dan WHO tentangdan fasilitas pelayanan kesehatan Jika RS tidak mengikuti aturan pelaksanaan program handlainnya harus mampu memberikan yang ditetapkan pemerintah, kata hygiene di berbagai rumah sakitpelayanan yang bermutu, akuntabel Farid, misalnya tidak menyediakan di Indonesia. Sebagai tindakdan transaparan kepada masyarakat tempat cuci tangan, hal itu akan lanjutnya, RSCM menyelenggarakankhususnya jaminan keselamatan berpengaruh terhadap nilai seminar ini sebagai bagian daripasien (patient safety). Hal itu sejalan akreditasi RS yang bersangkutan. pengendalian infeksi di rumahdengan Undang Undang No. 8 “Patient safety merupakan salah satu sakit dan diharapkan didapatkanTahun 1999 tentang Perlindungan point penilaian akreditasi di tiap RS, pengetahuan tentang ProgramKonsumen dan UU No. 29 Tahun ujar dr. Farid. Hand Hygiene sehingga dapat2004 tentang Praktik Kedokteran Sementara itu Direktur Utama RS mendorong pihak-pihak terkaituntuk memberikan kepastian Cipto Mangunkusumo Prof. Dr. Akmal untuk mengimplementasikannyahukum baik bagi penerima maupun Taher mengungkapkan, strategi yang sehingga mampu menurunkanpemberi pelayanan, tambah Menkes. sudah terbukti paling bermanfaat infeksi nosokomial, ungkap Dirut Dirjen Pelayanan Medik Depkes dalam mengendalikan infeksi di RSCM.dr. Farid W. Husain mengatakan, RS adalah melalui peningkatan Seminar ini diselenggarakanpemerintah akan terus melakukan kemampuan petugas kesehatan. dalam rangka HUT RSCM ke 90.sosialisasi program cuci tangan saat Diantaranya, melalui kewaspadaan Melalui kegiatan ini diharapkanmemasuki ruangan RS dan fasilitas standar yang diterapkan pada peserta mendapatkan pengetahuankesehatan lain untuk mencegah semua orang, baik petugas, pasien, tentang materi pengendalianinfeksi. ” Kita akan dorong semua maupun pengunjung. “ Penelitian penyakit infeksi terutama dalamruangan di RS ada tempat cuci membuktikan infeksi nosokomial hal pencegahan penularan melaluitangan” katanya. Program ini, , di RS terjadi akibat kurangnya program hand hygiene sehinggajelas dia, telah lama diterapkan kepatuhan petugas. Rata-rata dapat meningkatkan mutudi dunia internasional. Hal itu kepatuhan petugas untuk mencuci pelayanan di rumah sakit yang costterbukti berdampak besar dengan tangan di Indonesia hanya 20%-40%” , efficient dan cost benefit” tambah dr. ,berkurangnya infeksi di RS. “Yang kita giatkan cuci tangan ujar Prof. Akmal Taher. Akmal. nSmd/Yuli No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 35
  • 35. Peristiwa Menkes menyerahkan program Pamsimas kepada 3 Kepala Dinas Sumba Barat, Sumba Timur dan Timor Tengah Selatan. Provinsi Nusa Tenggara Timur Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Melalui program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat , Pemerintah berencana menggarap 220 Kabupaten/Kota dengan sasaran sebanyak 10.000 desa pada tahun 2011. Komitmen apa yang disepakati? K omitmen yang diberikan pemerintah dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri dalam meliputi beberapa komponen kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat. seperti: penguatan kapasitas institusi Ada 5 prinsip yang digunakan dalam pelaksanaan pengelola pada setiap tingkatan program yaitu: pemberdayaan masyarakat dan 1. MASYARAKAT sebagai PELAKU UTAMA: masyarakat pengembangan kelembagaan lokal, proaktif menjadi penggagas, perencana, pelaksana, peningkatan kesehatan, prilaku higienis pemilik, pamantau, pengoperasian dan pemeliharaan dan pelayanan sanitasi serta penyediaan sarana air minum. sarana air bersih dan sanitasi. Dalam program tersebut menekankan aspek 2. TANGGAP KEBUTUHAN: responsif terhadap inisiatif keberlanjutan dan kesinambungan (sustainability) dan gagasan-gagasan masyarakat dalam mengatasi serta dampaknya terhadap kesehatan, ekonomi dan permasalahan air bersih melalui usulan tertulis yang produktivitas masyarakat. Pendekatan yang dipakai disampaikan. adalah Tanggap Kebutuhan. Masyarakat sebagai pelaku 3. PROSES PENILAIAN: tidak semua usulan program utama pada setiap proses pelaksanaan kegiatan (mulai masyarakat dilayani, tetapi akan diseleleksi usulan dari identifikasi masalah dan analisa situasi, penyusunan kebutuhan masyarakat sesuai persyaratan dan rencana kerja, pelaksanaan kegiatan,pemanfaatan,penge prioritas. lolaan serta monitoring dan evaluasi secara partisipatif). 4. PENDEKATAN HOLISTIK: pengelolaan sumberdaya air Dengan stimulans dari pemerintah, masyarakat ke depan dilaksanakan secara efektif, mempertimbangkan aspek36 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 36. Peristiwa sosial dan ekonomi masyarakat agar mampu mengembangkan penyediaan prasarana air minum dan serta menjaga kelestarian dan mengelola sarana air bersih sanitasi berbasis masyarakat secara lingkungan. yang dibangun sehingga dapat berkelanjutan dan mampu diadaptasi5. AIR GRATIS, SARANA MAHAL: air memberikan kontribusi jangka oleh masyarakat. adalah kebutuhan mendasar, panjang untuk mencegah penyakit Sedangkan Tujuan khususnya tidak semata untuk melayani menular yang terkait dengan air dan adalah meningkatkan perilaku kebutuhan sosial tetapi sanitasi. higienis di masyarakat, meningkatkan mempunyai dampak terhadap Dalam kegiatan ProAir akses masyarakat terhadap sarana kesehatan serta memiliki nilai mengutamakan pendekatan air minum dan sanitasi yang ekonomi tinggi yang harus partisipasi masyarakat. Keterlibatan berkelanjutan, meningkatkan menjadi beban para pengguna. masyarakat diupayakan melalui kapasitas lokal (pemerintah proses pemberdayaan dalam setiap daerah dan masyarakat) untuk Program Air Minum dan Sanitasi tahapan kegiatan sejak persiapan memfokuskan dan menyebarluaskanBerbasis Masyarakat di Propinsi Nusa sosial, teknis, proses kontruksi, pelaksanaan program air minumTenggara Timur (NTT) dilaksanakan operasional dan pemeliharaan dan sanitasi berbasis masyarakat,melalui 2 kegiatan utama yaitu sarana. Melalui kegiatan ProAir di NTT dan meningkatkan efektifitas danKegiatan ProAir (Program Air) dan tersebut telah dibangun berbagai keberlanjutan jangka panjangKegiatan Penyediaan Air Minum sarana air bersih dan sanitasi di 74 pembangunan sarana air minum dandan Sanitasi Berbasis Masyarakat Desa dengan penerima manfaat sanitasi berbasis masyarakat.(PAMSIMAS) . Kedua kegiatan tersebut sebanyak 70.000 jiwa. Program PAMSIMAS memiliki 4mencakup 14 Kabupaten/Kota dari Saat ini tiga kabupaten (Kabupaten komponen program sesuai dengan21 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT Sumba Barat, Sumba Timur dan Timor kewenangan sektor pembangunandengan target 633 lokasi (desa/ Tengah Selatan) telah menyelesaikan seperti: pemberdayaan masyarakatkelurahan) sampai dengan tahun kegiatan ProAir dan telah berakhir dan Pengembangan kelembagaan2011. Untuk tahun 2009 sudah waktunya pada bulan Juni 2009 dan lokal (penanggung jawab Ditjen PMDdilaksanakan di 196 lokasi. sarana yang dibangun perlu segera Depdagri), peningkatan kesehatan, diserahterimakan dari pemerintah perilaku higienis dan pelayananKegiatan ProAir di NTT pusat (Depkes) ke Pemerintah sanitasi (penanggung jawab Depkes), ProAir ini merupakan kegiatan Daerah. Serah terima aset secara penyediaan sarana air minum danpenyediaan sarana air bersih dan keseluruhan akan dilakukan setelah sanitasi umum (PU) dan hibahsanitasi pedesaan di propinsi Nusa pembangunan sarana selesai di pengembangan sosial ekonomi lokalTenggara Timur yang dimulai pada 3 kabupaten yaitu Ende, Alor dan (PU).tahun 2002 hingga tahun 2010 . Sumba Barat serta berakhirnya waktu Kabupaten Sikka merupakan salahLokasi ProAir di 6 kabupaten yaitu kegiatan ProAir di 3 kabupaten satu dari 14 Kabupaten/Kota lokasikabupaten Sumba Barat, Sumba tersebut. Program PAMSIMAS dengan sasaranTimur, Timor Tengah Selatan, 50 desa pada tahun 2011. DesaEnde , Alor dan Sumba Barat Daya Program PAMSIMAS di Gelinting dan Desa Namangkewa merupakan dua lokasi kegiatan(kabupaten Pengembangan dari NTT tersebut.Sumba Barat). Program Penyediaan Air Minum Tujuan ProAir adalah untuk Dalam Kunjungan Kerja ke dan Sanitasi Berbasis Masyarakatkeberlanjutan sarana air bersih Kabupaten Sikka, Menteri Kesehatan (Pamsimas) di Nusa Tenggaradengan mengutamakan penguatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, Timur dimulai tahun 2008 danmasyarakat dalam pengetahuan, MPH, Dr.PH, menyerahkan sarana berakhir tahun 2011 mencakup 14ketrampilan, kepemilikan dan air bersih PAMSIMAS kepada kabupaten/kota dengan sasaran 550kelembagaan sosial melalui proses masyarakat di Desa Namangkewa desa.pendampingan. Melalui program Kec. Kewapante. Di tempat tersebut Tujuan umum Pamsimas adalahini masyarakat pedesaan mengelola masyarakat juga telah membentuk meningkatkan akses pelayanansendiri sarana air bersihnya dan kelompok untuk membangun sarana air minum dan sanitasi bagimemiliki kemampuan memadai sanitasi dan peningkatan perilaku masyarakat miskin pedesaan danuntuk mengelola sarana melalui higienis melalui kegiatan Sanitasi perkotaan, serta meningkatkanpenguatan kapasitas masyarakat Total Berbasis Masyarakat (STBM).n nilai dan perilaku higienis melalui riyadi No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 37
  • 37. Peristiwa Hari Osteoporosi Nasional: Berdiri Tegak, Bicara Lantang, Kalahkan Osteoporosis Berdiri Tegak, Bicara Lantang, Kalahkan Osteoporosis adalah tema yang dipilih dalam peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON) tahun 2009. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya osteoporosis M enjadi tua merupakan proses menyerang secara diam – diam, tanpa adanya tanda- alamiah yang tidak dapat tanda khusus, sampai penderita mengalami patah dihindari. Namun menjadi tua tulang. Sesungguhnya, osteoporosis dapat dikendalikan tetapi sehat dapat diupayakan sejak awal, bahkan sejak janin dalam kandungan secara dan diwujudkan. Pada usia berkelanjutan agar tidak terjadi osteoporosis secara lebih lanjut terjadi proses degeneratif dini. Usia pencegahan yang paling berarti adalah antara (kemunduran akibat proses 8-17 tahun karena pada periode ini pemadatan dan menua) sehingga fungsi seluruh sistem tubuh dapat percepatan tumbuh tulang mencapai 90 persen. menurun. Berdasarkan hasil Analisis Data Risiko Osteoporosis ”Proses degeneratif ini tetap berjalan, namun perlu oleh Puslitbang Gizi Depkes bekerja sama dengan dijaga agar tidak muncul gangguan gangguan fungsi, Fonterra Brands Indonesia tahun 2006 disebutkan, 2 dari yaitu tidak terdeteksinya faktor risiko yang menimbulkan 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis. Angka ini penyakit,” kata Menkes Dr. dr. Endang R. Sedyaningsih, lebih tinggi dari prevalensi dunia, dimana 1 dari 3 orang MPH.PH pada peringatan Hari Osteoporosisi Nasional berisiko osteoporosis. (HON) di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta yang diikuti Hal ini juga didukung oleh Indonesian White Paper 10.000 peserta jalan sehat pada tanggal 25 Oktober 2009. yang dikeluarkan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia Osteoporosis dijuluki silent epidemic disease, karena (Perosi) tahun 2007, osteoporosis pada wanita di38 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 38. Peristiwaatas 50 tahun mencapai 32,3% memperhatikan kecukupan gizi, Peringatan Hari osteoporosissementara pada pria di atas 50 latihan dan olah raga yang teratur. nasional dapat diteruskan dantahun mencapai 28,8%. Selain itu Kegiatan ini sebaiknya sudah diaplikasikan untuk menunjangdata yang dikeluarkan International dibiasakan sejak usia masih sangat upaya penyelenggaraan programOsteoporosis Foundation (IOF), muda karena dapat mencegah pencegahan dan pengendaliandiprediksikan pada tahun 2050 penyakit dan meningkatkan masalah penyakit di Indonesia.sebanyak 50% kasus patah tulang kebugaran, tambah Menkes. “Saya sangat menghargaipanggul akan terjadi di Asia. Menurut Menkes, cara praktis kegiatan yang diselenggarakan Menkes mengatakan, mencegah osteoporosis dini adalah Depkes bekerja sama denganpembangunan kesehatan Indonesia melakukan aktifitas fisik dengan PEROSI, Perhimpunan Wanita Tulangberhasil menurunkan angka berolah raga secara baik, benar, Sehat Indonesia (PERWATUSI) dankematian ibu dan bayi, menurunkan terukur, teratur (BBTT) paling sektor swasta dalam memperingatiprevalensi gizi kurang pada Balita, tidak 30 menit 3 kali seminggu. Hari Osteopirosis Nasional.serta menurunkan berbagai penyakit Berjalan kaki 10.000 langkah perhari Partisipasi dan kejasama organisasimenular di masyarakat. Namun, merupakan olah raga yang mudah, masyarakat seperti inilah yangsaat ini kita mulai menghadapi murah, dan dapat dilakukan siapa sangat dibutuhkan pemerintahberbagai penyakit degeneratif akibat saja, kapan saja, dimana saja dan sebagai mitra dalam pembangunanmeningkatnya usia harapan hidup risiko rendah. Tidak kalah penting kesehatan” kata Menkes. ,dan perubahan gaya hidup seperti adalah mengatur pola makan yang Tema Hari Osteoporosis tahun inimerokok, kurang aktifitas fisik (olah mengandung kalsium dan vitamin adalah Lanjutkan! Berdiri Tegak, Bicararaga), dan pola makan yang tidak D yang memadai, menghindari Lantang, Kalahkan Osteoporosis.sehat. Penyakit yang dimaksud adalah merokok, alkohol, serta tidak Kegiatan Puncak Peringatan Harijantung koroner, stroke, kanker, mengkonsumsi kopi, kafein dan Osteoporosis Nasional Tahun 2009diabetes mellitus dan osteoporosis. sodium secara berlebihan yang ini dilaksanakan pada tanggal 25 Untuk mencegah osteoporosis dan dimulai sejak usia dini. Oktober, bertempat di Jalan MH.penyakit degeneratif lain, diantaranya Menkes berharap, kegiatan Thamrin dan sebagian di Jalan No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 39
  • 39. Peristiwa Jenderal Sudirman berbagai hiburan dan bazaar. Masin, Pontianak, Balik Papan, Berbagai rangkaian kegiatan Hari Osteoporosis Nasional pada Tarakan dan Samarinda. dalam Puncak Peringatan tahun ini juga diperingati di 24 (dua Hari Osteoporosis Nasional telah HON tahun 2009, antara lain puluh empat) kota di Indonesia diperingati selama 7 tahun, sejak Senam Osteoporosis massal (Palembang, Pekan Baru, Padang, tahun 2002 dan dicanangkan oleh memperkenalkan senam Batam, Lampung, Pematang Siantar, Menteri Kesehatan RI. Hari Osteoporosis pencegahan Osteoporosis seri Denpasar, Lombok, Surabaya, Nasional merupakan program 2 Perosi, jalan sehat missal, Semarang, Bandung, Cirebon, Departemen Kesehatan Republik pemeriksaan deteksi dini kepadatan Subang, Jogya, Madiun, Tulung Indonesia bekerjasama dengan Perosi, tulang massal (Bone scan) serta Agung, Makassar, Manado, Banjar Perwatusi dan swasta.ngi Kartu Menuju Sehat Model Baru Diluncurkan Departemen Kesehatan mengembangkan Kartu Menuju Se- hat (KMS) baru yang menggunakan standar WHO tahun 2005. KMS ini membedakan anak perempuan dan laki-laki untuk mengetahui status gizi dan tumbuh kembangnya. D alam optimal. baru. Padahal kebutuhan KMS pencanangan “Salah satu indikator gizi yang mencapai 20 juta untuk seluruh penggunaan paling sensitif adalah kenaikan balita di Indonesia, sehingga kartu menuju berat badan. Anak dengan gizi diperlukan anggaran yang cukup sehat (KMS) baik dan pertumbuhan normal besar. Makanya penggunaan model baru, apabila pertambahan umur dikuti KMS baru dilaksanakan secara Menkes dr. dengan pertambahan berat badan bertahap, dimulai pada bayi Endang Rahayu Sedyaningsih, , sesuai standar” ujar Menkes. “KMS baru lahir. Oleh karena itu, perlu MPH.Dr.PH mengatakan, masa merupakan alat sederhana yang dukungan pemerintah daerah untuk balita terutama pada usia dua mudah digunakan di tingkat menyediakan KMS baru ini. tahun pertama merupakan masa keluarga. Orang tua balita segera Menurut Menkes, visi pertumbuhan dan perkembangan meminta pertolongan kepada kader Departemen Kesehatan Tahun 2010 yang paling pesat dibandingkan dan petugas kesehatan apabila -2014 adalah MASYARAKAT SEHAT dengan kelompok umur lainnya. berdasarkan KMS anak mempunyai YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN. Masa ini tidak terulang sehingga masalah pertumbuhan” lanjutnya , Untuk mewujudkan visi tersebut, disebut window of opportunity untuk dalam peluncuran KMS yang salah satu strateginya adalah menciptakan anak sehat dan cerdas. bertepatan Hari Kesatuan Gerak PKK meningkatkan pemberdayaan Intervensi kesehatan dan gizi harus ke-37.. masyarakat, swasta dan masyarakat diberikan pada periode ini untuk Menkes menambahkan, saat madani dalam pembangunan menjamin kelangsungan hidup ini telah tersedia 5 juta Buku KIA kesehatan melalui kerjasama dan tumbuh kembang anak secara yang dilengkapi dengan KMS nasional dan global.40 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 40. Peristiwa Terkait pemberdayaan dukungan segenap jajaran hidup, serta penurunan prevalensimasyarakat, Posyandu merupakan PKK seluruh Indonesia dalam Gizi Kurang pada Balita dari 18,4%bentuk nyata kegiatan menggerakkan masyarakat pada tahun 2007 menjadi setinggi-pemberdayaan masyarakat di yang menjadi sasaran pelayanan tingginya 15%.bidang kesehatan yang selama kesehatan ibu dan anak (KIA), Selama ini pemerintah telahini digerakkan oleh PKK, sehingga gizi, KB dan imunisasi untuk melakukan berbagai upaya, antaraprinsip penyelenggaraan Posyandu datang ke Posyandu. Menkes juga lain berupa perbaikan sarana dandari, oleh dan untuk masyarakat mengharapkan jajaran PKK turut fasilitas kesehatan yang ditandaidapat tetap bertahan dan mendorong masyarakat dalam dengan meningkatnya jumlahberlangsung hingga kini, lebih dari menerapkan pola hidup bersih dan rumah sakit dan Puskesmas,seperempat abad. sehat (PHBS) sebagai salah satu ditempatkannya tenaga bidan Menkes menambahkan, faktor penting dalam meningkatkan di desa, tersedianya obat-obatperan dan kontribusi PKK dalam derajat kesehatan masyarakat. esensial dan alat kesehatan, sertameningkatkan Kesehatan Ibu Menkes menegaskan, dalam lima adanya mekanisme pembiayaandan Anak (KIA) dan gizi sangat tahun ke depan fokus pembangunan kesehatan melalui JAMKESMAS bagibesar. Oleh karena itu, Menkes nasional bidang kesehatan masyarakat miskin.menyampaikan penghargaan dan diarahkan pada pencapaian sasaran Menkes menyadari bahwa untukterima kasih kepada seluruh anggota Pembangunan Milenium (MDG’s) mencapai sasaran MDG’s tersebut,PKK yang selama ini telah bekerja tahun 2015 yaitu menurunkan masih menghadapi tantangangiat, penuh semangat, dedikasi dan Angka Kematian Ibu dari 228 yang cukup berat seperti adanyatanpa pamrih. pada tahun 2007 menjadi 102 per kesenjangan antar wilayah, tingkat Untuk meningkatkan 100.000 kelahiran hidup; Angka sosial ekonomi dan pendidikanpemanfaatan pelayanan kesehatan, Kematian Bayi dari 34 pada tahun masyarakat serta kesenjangan antaraMenkes meminta bantuan dan 2007 menjadi 23 per 1.000 kelahiran perkotaan dan perdesaan.nSmd No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 41
  • 41. Potret Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH: “Perlu Kerja Keras dan Kerjasama Mengatasi Masalah Kesehatan” Seperti dokter-dokter lainnya, selepas kuliah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1979, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH memulai kariernya dengan menjalani wajib kerja sarjana di pelosok desa di kawasan Nusa Tenggara Timur. Bersama dengan sang suami, dr. MJN Mamahit , pasangan muda ini ditempatkan di dua kecamatan yang berbeda. “Satu kecamatan harus satu dokternya, Suami saya di kecamatan Bola, sedangkan saya di kecamatan Kawapante. Daerah yang betul-betul terpencil karena tidak ada air, tidak ada listrik,” kenang dr. Endang yang ayahnya berasal dari Solo, Jawa Tengah, sementara ibunya berasal dari Banyumas – Jambi. T iga tahun setelah menjalani wajib kerja yang tak pernah surut menggelitik dr. Endang untuk sarjana, dr. Endang kembali ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan ke program S3. Namun, ketika bekerja di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, itu Kanwil dinas Kesehatan tempatnya bekerja tidak sementara sang suami melanjutkan studi memerlukan Doktor. “Saya harus pindah ke Badan Spesialiasi Kebidanan dan Kandungan. Litbang Depkes karena pada waktu itu yang perlu S3 Selama 14 tahun menjadi PNS di Dinas Badan litbang. Sekarang kita lihat dimana mana ada S3 Kesehatan DKI Jakarta dan sempat menjadi pejabat semua diperlukan tapi waktu itu S3 tidak banyak apalagi Eselon Empat dan Kepala Seksi Komunikasi, tahun perempuan,” tuturnya. 1992, dr. Endang melanjutkan pendidikan Master of Atas beasiswa dari Bapenas melalui bantuan badan Public Health di Harvard University. Semangat belajar asing dan lembaga lainnya, dr. Endang melanjutkan42 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 42. Potretprogram S3 di Harvard University,tahun 1997. Usai menyelesaikanstudinya, dr. Endang kembali berkarirsebagai peneliti di Badan LitbangDepkes, sempat menjadi Pejabat Eselon2 dan sekarang jadi Menteri. Berikut petikan wawancaraMediakom dengan Menkes tentangpermasalahan kesehatan dan programkerja yang disusunya. Sebagai Menkes yang baru, apasaja masalah kesehatan di Indonesiayang Ibu anggap paling urgentdan harus diprioritaskan untukdipecahkan? Sebagai seorang Menkes, sayadiminta langsung menjalankanprogram pemerintah. Ada beberapahal yang haru segera kami kerjakan.Diantaranya, soal Jaminan SosialNasional. Berbagai masalah di bidangkesehatan, harus segera kamiselesaikan dan kami buatkan road map-nya untuk tahun 2009-2014. Dari semua itu, yang perluditekankan adalah penguatan upayakesehatan preventif dan promotif;peningkatan kesehatan; sertapencegahan penyakit. Mengapa?Karena intinya supaya orang itu tidaksakit. Kalau kita dapat memenuhisemua hak orang miskin dantidak mampu untuk mendapatkanpelayanan kesehatan, tentunya makinbanyak orang yang berobat dan sadarakan pentingnya menjaga kesehatan. Tapi, kalau makin banyak orangberobat, pasti biayanya makin mahal.Untuk mengatasi hal itu, maka semuaorang dianjurkan diberdayakan untuksehat secara aktif. Sehingga jumlahorang yang sakit tidak akan sebanyaksekarang ini. Saya sendiri melihat masalahkesehatan yang dihadapi itu adalahtriple burden, yaitu beban yang bukanhanya ganda namun berlipat. Pertama,Indonesia adalah negara berkembang.Jadi masih menghadapi masalahkesehatan yang klasik seperti malaria,TB, DBD, dan sebagainya. Semua itu No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 43
  • 43. Potret penyakit infeksi yang dari dulu Sebagai seorang Dulu, para dokter bekerja di sampai sekarang masih ada, bahkan pelosok kota memang menjadi penyakit yang di negara lain sudah Menkes, saya sebuah kewajiban sekaligus tidak ada, di Indonesia masih ada. diminta langsung prasyarat menjadi Pegawai Negeri Umpamanya, filariasis, rabies, Sipil. Sekarang tidak demikian. antraks, dan sebagainya menjalankan Tahun 2003 diprotes dokter karena Kedua, kita mulai menghadapi program pemerintah. begitu mereka lulus harus ke masalah yang pada umumnya daerah sedangkan yang lain tidak. dialami negara maju seperti masalah Ada beberapa hal Akhirnya menjadi Pegawai Tidak kegemukan, kolesterol tinggi, yang harus segera Tetap (PTT). PTT ini sekarang boleh diabetes, darah tinggi.Dismaping itu mau, boleh tidak mau. Berbeda juga penyakit masalah lansia karena kami kerjakan. dengan dulu, namanya Inpres, kita kita berhasil memperpanjang umur Diantaranya, soal wajib kerja sarjana. Waktu dulu mereka. saya langsung dan tidak tanya- Ketiga, masalah global, seperti Jaminan Sosial tanya. Kita bermaksud melakukan global warming. Ada dampak Nasional. seperti itu juga tapi dengan lebih terhadap kesehatan, ada penyakit memperhatikan penggajian mereka. infeksi baru seperti flu burung, influenza H1N1 baru yang ternyata bahan makanan melimpah, Bagaimana pula kondisi cenderung menjadi pandemi mengapa ada gizi buruk, apakah kesehatan masyarakat Indonesia karena yang namanya infeksi kita karena perilaku atau pengetahuan, pada saat ini? Apa yang masih belum punya daya tahan tubuh dan semua bisa dikaji lebih mendalam.. harus diperbaiki dan ditingkatkan? cenderung menyebar secara kuat. Kemudian yang juga kita hadapi Kalau pakai HDI, kita masih Itu ada 3 masalah. Selain itu karena yaitu rawan bencana. Setiap tahun tidak begitu bagus, pada urutan negara kita besar dengan kondisi ada saja gempa, banjir, badai, dan 111 dari 182 negara. Kalau kita lihat wilayah dan budaya yang berbeda, sebagainya. Artinya kita tidak boleh perkembangan dari tahun 1990, yang sangat menonjol adalah kaget dan harus siap. Kita memiliki semua menunjukan perbaikan. perbedaan masalah dan status daerah yang rawan bencana, Seperti AKB, kita membaik, dari 35 kesehatan antara daerah Timur geografis sulit, dan tidak semua per 1.000 pada tahun 2004, tahun dan Barat; antara daratan dengan orang mau bekerja di daerah 2007 26,9 per 1.000 kelahiran hidup. kepulauan; antara perkotaan dan seperti itu. Padahal dibutuhkan Kemudian AKI, dari 307 per 100.000 pedesaan. Perbedaan-perbedaan itu orang seperti dokter, dokter gigi, tahun 2004, menjadi 228. Gizi kurang cukup besar. dokter spesialis, untuk itu kita punya dari 23,2% sekarang 18,4%. Itu sudah Badan Litbangkes punya data program supaya meyakinkan bagus sekali. Demikian juga Usia tahun 2007 tentang Riset Kesehatan mereka untuk bekerja di daerah- Harapan Hidup (UHH), dari 66 tahun, Dasar (Riskesdas).Ada data di tiap- daerah yang sangat membutuhkan sekarang 70,5. Dalam negeri sendiri tiap kota. Misalnya, kota Purbalingga kehadiran para tenaga kesehatan. kita sudah menunjukan perbaikan dengan status kesehatan yang ada tetapi kalau dibandingkan dengan di sana. Data tentang status gizi Sudahkah menemukan cara negara di dunia, mereka lebih baik. anak, masalah malaria, TB, semua untuk meyakinkan para dokter Target MGD disesuaikan dengan lengkap tersedia. Dari data itu, kita untuk tinggal di daerah yang serba kondisi setempat. Tidak ditetapkan bisa melihat dan membedakan satu kekurangan? nilai absolut yang harus dicapai. kota dengan kota lainnya. Kemudian, Caranya dengan peraturan, yaitu Beberapa agak aneh buat kita seperti dengan adanya data itu kita bisa Undang-Undang (UU). Selain UU, angka kematian ibu. Kita cukup membuat program yang sesuai kami juga menjamin karier mereka. sulit menurunkannya. Ini tentu saja dengan daerah tersebut. Misalnya orang yang sudah bekerja perlu banyak terobosan yang salah Memang ada hal-hal yang di tempat sulit itu diperhatikan kalau satunya dengan penempatan SDM umum, misalnya, imunisasi harus mau spesialisasi. Untuk itu, saya di tempat daerah sulit karena daerah tercover hingga 100%. Tetapi kalau juga bekerja sama dengan fakultas tersebut angkanya tinggi. kita datang dan mengetahui kalau kedokteran karena mereka juga masalah gizi di sana berat, kita harus lulus tes. Jika tidak lulus, ada Angka kematian ibu cukup bisa langsung menanyakan. Kalau upaya seperti bimbingan belajar. tinggi?44 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 44. Potret AKI, (angka kematian ibu)melahirkan memang tergolong Memang masalah melayani masyarakat tetapi di lain pihak kita harus memperhatikantinggi. Kita bisa mengubah banyak kita adalah dokter mutu dokter kita supaya berkelashal kalau diberdayakan. Sebetulnya perempuan Indonesia tidak mau kerja di internasional dan orang itu percaya. Ini masalah kepercayaan. Bayak dibermacam-macam. Ada perempuan daerah dan dokter kota besar, RS-nya bagus, alatnyadari kalangan sosial bawah danberasal dari kalangan atas. yang kerja di kota bagus, tetapi mereka hanya satu, lebih percaya pada pelayanan Untuk yang dari kalangan bawah, mutunya belum luar negeri. Itu tidak hanya padakesempatan untuk mendapatkanpendidikan itulah yang terpenting. cukup untuk dokternya, namun perawatnya. Banyak di antara kita ada yangSeringkali jika dana tidak banyak, menarik orang. berkata, dioperasi berhasil tapiyang diutamakan adalah anak perawatannya belum tentu.laki-laki. Perempuan bisa dibiayai Jadi bukan hanya dokter namunsuami. Kelihatannya bagi mereka kesehatannya adalah salah satunya perawat dan nakes sistem dari RS itukesempatan pendidikan yang karena status pendidikan wanitanya bahkan juga arsitektur RS itu. Apabilaperlu ditekankan. Untuk golongan yang baik. Kemudian yang kedua arsitektur RS itu menyenangkankita yang sudah berkesempatan, yang harus dilakukan adalah dan sehat, orang akan tertarik.seringkali kendala ada di kita sendiri. meyakinkan para wanita bahwa Kedua banyak orang berobat keluarKita lihat Indonesia memberikan peran mereka sangat diharapkan. negeri tidak hanya berobat. Itu adacukup banyak kesempatan untuk Saya tidak begitu setuju dengan paketnya. Orang luar negeri jugaperempuan duduk di eksekutif, kata pemberdayaan dalam hal pintar mereka buat health tourism.yudikatif, kalau kita lihat Fakultas kaum intelek sebetulnya kita sudah Jadi paket berobat dijadikan satuKedokteran, begitu banyak berdaya hanya kita tinggal mau dengan paket turisnya. Itu menarik.perempuannya. Imbang malah. FK atau tidak menerima pekerjaan Apa perlu kita buat juga seperti keGigi, farmasi, lebih banyak wanita. seperti itu. Contohnya tadi, kalau Tanah Abang. Ketiga, ada beberapaAda orang melakukan suatu kesempatan belajar di luar negeri karena geografis. Daripada merekapenelitian, ternyata dalam 5 tahun pertimbangan bagi seorang wanita jauh-jauh ke Jakarta, lebih baikterakhir di FK ternama 10 besarnya akan lebih banyak. Waktu saya mau ke Singapur. Itu hak. Kita tidakselalu perempuan. Kenapa jika keluar negeri, ada yang berkata mau bisa melarang. Kita hanya bisasampai tingkat atas itu berkurang? kedudukan saya digantikan wanita memperbaiki sistem kesehatanKalau menurut saya kendala ada di lain karena saya akan pergi lama. kita, mendirikan RS internasional,kita sendiri. Dalam hal ini tentu saja kemitraan contohnya RSCM. Di tiga kota dulu, Kita kurang ambisius, sudah cukup dari para laki-laki pendamping di Bali juga ada dan Surabaya. Itupuas dan tidak mau mengorbankan hidup kita sangat diperlukan RS yang berakreditasi internasional.kehidupan keluarga, nanti kalau karena dorongan mereka. Jadi kalau Diharapkan ini menarik orang-orang.terlalu repot kasian anaknya sehingga mereka percaya diri, mereka akan Mustinya kita buat seperti itu. Di Balimemang diperlukan keahlian dalam menginjinkan. Banyak dari mereka kalau tidak salah dibuat seperti itu.mengatur. Salah-salah dia jadi hebat mungkin tidak percaya diri dan agak Orang pasti ke Bali sekalian berobat.anaknya terlantar. Persoalan ada di malas juga kalau ditinggal berarti Berkaitan kasus Prita. Sejauhmanajemen waktu dan perhatian. musti kerja dan sebagainya. mana Ibu menengahi masalah ini?Kadang kita di rumah namun Jangan sampai ini menjadi sepertiperhatian kita tidak kepada anak- Kondisi ekonomi sudah baik, sistemik sehingga orang tidakanak. banyak dokter ditinggalkan percaya lagi dengan RS. Bagaimana menjalankan ketika masih ada pilihan lain. Itu Akar permasalahan ada dimanajemen itu? Mengorbankan bagaimana? komunikasi. Sebetulnya itu hakkeluarga sesuatu yang dianggap Memang masalah kita adalah pasien sebelum sesuatu tindakan itutidak perlu? dokter tidak mau kerja di daerah dan dilakukan. Profesi dokter di Indonesia Yang penting bagi sebagian dokter yang kerja di kota mutunya masih tinggi, kadang mereka lupa itubesar wanita Indonesia yang belum cukup untuk menarik orang. sudah berdasarkan pertimbanganberpendidikan yang benar, seperti Di lain pihak kita ingin usahakan dia dan itu perlu dilakukan. nsmddi luar negeri, itu bisa maju status dokter bekerja di tempat sulit No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 45
  • 45. Nasional Peringatan HKN ke-45 : Lingkungan Sehat Rakyat Sehat Lingkungan Sehat Rakyat Sehat, menjadi tema Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 45 karena lingkungan dan perilaku merupakan dua faktor yang pengaruhnya sangat besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, selain faktor pelayanan kesehatan dan keturunan. Sebagian besar penyakit menular dan tidak menular seperti diare, ISPA, Pneumonia, Malaria dan Frambusia dapat dicegah melalui upaya penyehatan lingkungan dan peningkatan perilaku higienis masyarakat. H asil Riskesdas Tahun 2007 menunjukkan upaya-upaya yang ditekankan pada upaya preventif dan penyebab kematian bayi umur 29 promotif seperti penyediaan air minum, sanitasi dan hari – 11 bulan terbanyak (55,2%) hygiene, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan disebabkan oleh penyakit yang dapat bahan kimia beracun dan berbahaya, adaptasi dampak dicegah dengan intervensi lingkungan kesehatan akibat perubahan iklim, kesiapsiagaan dan dan perilaku, yaitu diare (31,4%) dan respon dalam kedaruratan kesehatan lingkungan dan pneumonia (23,8%). Demikian pula pengembangan wilayah sehat. proporsi penyebab kematian pada anak umur 4 – 11 tahun yaitu diare (25,4%) dan pneumonia (15,5%). Apel Bendera Tema HKN ke 45 juga sesuai dengan semangat Menteri Kesehatan RI dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, pemerintah untuk mencapai target MDG’s sebagai MPH, DR. PH. mengajak seluruh jajaran kesehatan, komitmen global dalam tujuan ke-7 MDGs yaitu masyarakat, sektor usaha dan komponen bangsa untuk menjamin kelestarian lingkungan hidup, dan target 10 saling bersinergi dalam meningkatkan kualitas kesehatan yaitu menurunkan separuh proporsi penduduk yang lingkungan. tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman dan Hal ini disampaikan Menkes dalam pidato di depan sanitasi dasar pada tahun 2015. jajaran Departemen Kesehatan pada apel Peringatan Hari Keberhasilan mencapai target 10 MDGs akan Kesehatan Nasional ke-45. Menurut Menkes, kesehatan berpengaruh pada pencapaian target-target lain seperti lingkungan yang ditandai dengan ketersediaan dan akses mengurangi kemiskinan dan kelaparan, mengurangi air bersih, akses sanitasi, pengendalian polusi udara dan kematian Balita, meningkatkan kesehatan ibu, dan perilaku hidup bersih dan sehat, masih menjadi tantangan memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya. yang cukup besar di bidang kesehatan. Padahal kesehatan HKN tahun ini mengangkat tema lingkungan dengan lingkungan berkaitan erat dengan kesehatan ibu dan46 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 46. Nasional Karyawan Depkes mengikuti upacara bendera memperingati Hari Kesehatan Nasional.anak, status gizi masyarakat serta Sedangkan indikator kinerja dilaksanakan oleh bidang kesehatanpencegahan penyakit menular, yang pada tahun 2014 bidang kesehatan secara sendirian dan untuk itumerupakan penentu status kesehatan lingkungan yaitu tercapainya memerlukan dukungan dan sinergimasyarakat dan berdampak pada program air bersih yang menjangkau dari masyarakat, jajaran kesehatan,kualitas bangsa. 67% penduduk dan peningkatan sektor swasta dan dunia usaha, serta Mengutip hasil Riset Kesehatan sanitasi dasar berkualitas baik untuk berbagai komponen bangsa.Dasar 2007 yang dilakukan Depkes, 75% penduduk. Dengan demikian, Kepada masyarakat luas,Menkes mengatakan bahwa penyakit-penyakit yang dapat Menkes menyerukan pentingnya24,8% rumah tangga masih tidak ditimbulkan karena lingkungan yang perilaku sehat.“Lingkungan sehatmenggunakan fasilitas buang air tidak sehat seperti diare, ISPA, TBC, merupakan cermin perilaku sehat,besar, dan 32,5% tidak memiliki malaria, frambusia, demam berdarah yang menunjukkan kemandiriansaluran pembuangan air limbah. dan flu burung diharapkan akan masyarakat dalam memelihara danSementara yang cukup positif adalah menurun.” kata Menkes. meningkatkan kualitas kesehatannya,57,7% rumah tangga di Indonesia Menkes menambahkan, upaya yang dengan dukungan pelayananmemiliki akses air bersih dan 63,3% peningkatan kualitas dan kesehatan kesehatan yang bermutu dapatrumah tangga memiliki akses sanitasi lingkungan mencakup penyediaan meningkatkan derajat kesehatanyang baik. ”Dalam momentum kebutuhan akan ketersediaan air masyarakat Indonesia yang optimal” ,peringatan Hari Kesehatan Nasional minum dan sanitasi; peningkatan ujarnya.ke-45 tahun 2009 ini, kita harus perilaku higienis; pengembangan Untuk jajaran kesehatan, Menkesberupaya secara terus-menerus kabupaten/kota sehat; pengendalian menghimbau agar memiliki prinsip-untuk melakukan peningkatan dan bahan berbahaya dan logam berat; prinsip pemberdayaan masyarakat.perbaikan dalam meningkatkan penanganan limbah rumah tangga, ”Kita perlu mengembangkanlingkungan sehat seperti yang sudah industri dan institusi pelayanan paradigma baru di jajaran kesehatan,ditargetkan dalam program 100 kesehatan, seperti Rumah Sakit jika masyarakat sebelumnyahari bidang kesehatan. Salah satu dan Puskesmas serta penanganan ditempatkan sebagai obyekindikator kinerja Depkes yaitu pada kedaruratan lingkungan dalam pelayanan kesehatan, saat ini merekaJanuari 2010 harus mencapai sarana situasi bencana. Upaya-upaya harus didorong dan diberdayakanair minum sebanyak 1.379 lokasi dan tersebut dan upaya membuat rakyat untuk mampu sebagai subyekpeningkatan sanitasi di 61 lokasi. sehat, lanjut Menkes, tidak mungkin dan mampu secara mandiri dalam No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 47
  • 47. Nasional menjamin terpenuhinya kebutuhan sehat.” tambah Menkes , masyarakat sehat untuk berperan kesehatan yang berkesinambungan. Bagi sektor swasta dan dunia aktif dalam mencegah dan mengatasi Jajaran kesehatan juga diharapkan usaha, Menkes menekankan perlunya berbagai masalah kesehatan, dan dapat mengembangkan berbagai kemitraan dalam mencegah dan siap menjadi barisan terdepan prakarsa dalam membangun menyelesaikan masalah kesehatan sebagai modal kekuatan bangsa lingkungan sehat dengan melibatkan disamping keterlibatan provider untuk memelihara dan meningkatkan masyarakat seperti kegiatan Sanitasi kesehatan dan lintas sektor. Berbagai derajat kesehatan masyarakat serta Total Berbasis Masyarakat dan komponen bangsa diharapkan dapat menjadikan kualitas bangsa yang pengembangan wilayah/kawasan membentuk aliansi-aliansi gerakan bermartabat. Suku Baduy Dalam Hidup Selaras dengan Alam B ertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, empat orang Baduy Dalam bertandang ke Kantor Pusat Komunikasi Publik. Sabri, Sangsang, Didong dan Sanip berbagi cerita tentang kondisi kesehatan di kampung mereka. Menurut Sabri (43 tahun), sampai saat ini belum ada petugas kesehatan yang menetap di kampungnya, Cibeo. Hanya Bidan Ros yang sering bolak-balik masuk kampung untuk memberi bantuan kesehatan atau melakukan penyuluhan. Untuk berobat sehari-hari mereka biasa mendatangi dukun. Termasuk untuk pemeriksaan kehamilan dan membantu proses melahirkan. Ramuan tradisional dan mantera-mantera cukup ampuh bagi mereka. Mendatangi dokter di luar kampung adalah alternatif terakhir. Selain tidak sesuai adat, pergi keluar kampung juga cukup merepotkan bagi orang sakit karena harus berjalan kaki melewati jalan setapak. Maklum, suku Baduy Dalam melarang warganya menggunakan kendaraan. Bila mengabaikannya. sudah termasuk melanggar adat, Agar tidak melanggar adat, beberapa pantangan mereka bisa diusir dari kampung. Untuk bertandang ke yang perlu diketahui diantarnya, dilarang merokok, kantor Puskom Publik saja, mereka berjalan kaki selama pantang memakai alas kaki tidak menggunakan barang 2 hari. Aktivitas jalan kaki orang Baduy Dalam bisa elektronik, sabun mandi, deterjen dan pasta gigi, tidak dibilang tinggi karena hanya kakilah sarana transportasi makan hewan berkaki 4, tidak menggunakan pakaian mereka sehari-hari selain warna hitam dan putih, pantang berjualan di Menurut Sanip, di Baduy Dalam tidak ada jamban. pasar atau membuka warung, pantang berjalan saat Mereka biasa buang air besar di sungai. Untuk menjaga hujan, dan banyak pantangan lainnya. agar air sungai tetap dapat digunakan keperluan Kehidupan masyarakat Baduy yang selaras dengan lainnya, mereka membagi sungai menjadi 3 zona. Yaitu alam (kawasan hutan) tidak lepas dari pengaruh wilayah hulu untuk keperluan minum dan masak, kepercayaan yang dianutnya yaitu kepercayaan zona tengah untuk mandi dan cuci, zona paling luar sunda wiwitan serta aturan-aturan adat yang disebut sebagai tempat untuk buang air. Bila tidak mematuhi pikukuh berisi pantangan-pantangan masyarakat pembagian zona ini, tunggu saja teguran kepala Baduy. Ketergantuangan dan keteguhan masyarakat kampung. Baduy pada aturan-aturan justru mampu menjaga Suku Baduy Dalam sangat kuat menjaga pantangan. keharmonisan dengan lingkungan sekitarnya.ngi48 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 48. Nasional Pada kesempatan tersebut Menkesjuga menyerahkan penghargaansecara simbolis berupa SatyalancanaKarya Satya dari Presiden danpenghargaan Bakti Karya HusadaTri Windu dan Dwi Windu. PenerimaKarya Satyalancana Karya Satyaadalah Wiwiek Pudjiastuti, SKM,M.Kes, Kepala Bagian Umum danKepegawaian Ditjen Bina Kesmas, Dra.Martuti Wirjosaputro, Apt.MM, PenelitiMadya Badan Litbangkes, Dyah YuniarSetiawati, SKM, MPS, Kepala BagianTata Usaha Pusat Komunikasi Publik,Dadang Sumbada, Staf RSUP Dr. CiptoMangunkusumo dan Saman, StafGizi RS Kanker Dharmais. Sedangkanpenghargaan Bakti Karya HusadaTriwindu diserahkan kepada Ir. ini merupakan perwujudan sikap Menkes didampingi pejabat EselonTugijono, M.Kes, Kepala Pusat Sarana, peduli terhadap lingkungan sehat, I dan II memberangkatkan MobilPrasarana dan Peralatan Kesehatan, C. sesuai dengan tema HKN ke-45 Klinik dan Tim Kebersihan ditandaiRubilin, Staf Biro Kepegawaian Setjen tahun 2009:“Lingkungan Sehat penekanan tombol. Mobil AmbulanceDepkes, Drs. Bayu Teja Muliawan, Apt., Rakyat Sehat” Kegiatan bersih-bersih . Mamografi RS Kanker DharmaisM.Pharm, Kepala Bagian Penyusunan lingkungan dilakukan serentak di 5 melakukan kegiatan pemeriksaanAnggaran Biro Perencanaan dan wilayah provinsi DKI Jakarta diikuti bagi 50 orang dan Pap Smear bagiAnggaran dan drg. Hj. R.A. Eryta 1500 orang berasal dari Mahasiswa 30 orang di Puskesmas PalmerahWidhajani, Kepala Bagian Keuangan Poltekkes, petugas kesehatan, Dinas Jakarta Pusat. Mobil Solidaritas Istridan Gaji Biro Umum. Kesehatan dan masyarakat. Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Pada kesempatan tersebut, melakukan penyuluhan kesehatanAksi simpatik Menkes juga menyerahkan 40 unit dan pengobatan gigi di Kompleks Usai upacara bendera yang Mobil Promosi Kesehatan kepada Departemen Pertahanan, Slipi,dipimpin Menkes dr. Endang R. 28 Provinsi dan 11 Kabupaten. Tiga Jakarta Barat. Serta Ambulance RSSedyaningsih, MPH, Dr. PH, dilanjutkan kunci mobil diserahkan secara Jantung Harapan Kita melaksanakandengan penyerahan secara simbolis simbolik kepada Kepala Dinas pemeriksaan cardiovascular dasarkartu Jamkesmas kepada Panti Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, kepada 150 orang di PosyanduAsuhan Muhammadiyah Tanah Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Manula Warakas, Jakarta Utara.Abang, Sawangan, Depok yang Barat dan Kepala Dinas Kesehatan Sedangkan mobil klinik RSABditerima oleh M. Ifan Sumantri Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa harapan Kita melakukan pemeriksaandan Angga Juansyah dan kartu Tenggara Timur. Mobil Unit Promosi kesehatan umum di wilayahJamkesmas untuk Panti Jompo Tresna Kesehatan ini adalah bagian dari Cempaka Putih. RSJ Soeharto HerdjanWerdha Budi Dhrama Bekasi Timur dukungan pengadaan tahun 2009 melakukan pemeriksaan kesehatanyang diterima Bobby Tampubolon untuk 28 Provinsi dan 11 Kabupaten psikiatri dan manajemen stressdan Darmi. daerah terpencil strategis yang di Posbindu Kebon Jeruk, Jakarta Menkes juga menyerahkan fungsinya untuk menyebarluaskan Barat. RS Fatmawati melakukanalat-alat kebersihan secara simbolik informasi kesehatan dalam rangka pemeriksaan kesehatan umumkepada 4 orang perwakilan mendekatkan akses informasi dan pengobatan di lokasi baksosMahasiswa Politeknik Kesehatan kesehatan kepada masyarakat. Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Mobil(Poltekkes), yaitu: Bunga Asmara Selain itu diserahkan pula 39 unit Klinik RS Persahabatan melakukanArno, Hirim Tiurma, M. Yudha, dan Mobile Clinic Program Percepatan pemeriksaan kesehatan umumIndra Maulana. Penyerahan alat Pembangunan Bidang Kesehatan di dan pengobatan di Kecamatankebersihan ini merupakan bagian Tanah Papua (P2KTP) kepada Kepala Makasar, Kelurahan Cipinangdari aksi simpatik kebersihan Dinas Kesehatan Provinsi Papua (29 Melayu, Jakarta Timur. Serta Mobillingkungan yang dilaksanakan unit) dan Provinsi Papua Barat (10 Klinik RS Umum Pusat Nasional Dr.sepanjang bulan November. Aksi unit). Cipto Mangunkusumo, melakukan No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 49
  • 49. Nasional pemeriksaan kesehatan umum dan pengobatan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Usai acara dilanjutkan dengan beramah tamah dengan para pensiuan pejabat Depkes. Penghargaan untuk institusi dan individu. Pada malam harinya, Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, menyerahkan 103 penghargaan kepada institusi dan Individu yang telah mendukung, berkontribusi nyata, dan berprestasi dalam pembangunan kesehatan.  Pemberian penghargaan di bidang pembangunan kesehatan ini diberikan secara berkala setiap berhasil dalam memberdayakan Kesehatan yang bermutu tinggi dan tahun pada peringatan HKN sebagai masyarakat dan swasta mewujudkan profesional membutuhkan motivasi, salah satu wujud apresiasi pimpinan penyelenggaraan Kabupaten/Kota dedikasi dan loyalitas Widyaiswara. Departemen Kesehatan kepada Sehat. Untuk itulah Menkes memberikan institusi dan perorangan yang telah Tanda Penghargaan juga penghargaan kepada Widyaiswara memberikan sumbangan nyata diberikan kepada Dosen Berprestasi berprestasi nasional yaitu Dr. dalam meningkatkan pembangunan pada Institusi pendidikan sebagai Suparman, M.Si, M.Kes dari Balai Besar kesehatan di Indonesia. hasil penilaian dari Badan PPSDM Pelatihan Kesehatan Ciloto sebagai Penghargaan Ksatria Bakti dan Peneliti Teladan sebagai hasil juara I; H. Alam Pamilihan Harahap, Husada, diberikan kepada individu penilaian Badan Litbangkes. SKM dari Balai Pelatihan Kesehatan yang dengan sukarela telah Sebagai upaya meningkatkan Nasional Lemahabang sebagai juara menyumbangkan tenaga, pikiran kualitas dan jangkauan informasi II; dan juara III Dr. Drs. Setiyono, MBA, dan pengetahuannya didalam kesehatan, Menkes memberikan M.Kes, M.Pd. dari Balai Besar Pelatihan mengembangkan program penghargaan untuk kompetisi Kesehatan Jakarta. kesehatan. Darma baktinya telah jurnalistik kepada Aries Kelana dari Menkes juga memberikan dapat dirasakan dan sangat Majalah GATRA dengan judul tulisan penghargaan kepada Perpustakaan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa “Jejak Kaki Gajah di Tangerang” terbaik di sektor Kesehatan. Untuk dan Negara. Penerima penghargaan sebagai juara I; wartawan Republika kategori Perpus RS Vertikal Depkes, Ksatria Bakti Husada tahun 2009 Ferry Kisihandi dengan judul tulisan Puslitbangkes dan Balai Pelatihan berjumlah 16 orang. “Flu Babi Dekati Pandemi” sebagai Kesehatan dimenangkan oleh Tanda Penghargaan Manggala juara II; dan Heru Triono, wartawan Perpustakaan Pusat Penelitian dan Karya Bakti Husada diberikan kepada Koran Tempo, dengan judul berita Pengembangan (Puslitbang) Sistem Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, “Penyakit Menular yang Tidak Kebijakan Kesehatan, Surabaya 31 Tim Penggerak PKK Kabupaten/ Menular” sebagai juara III. sebagai juara I; Perpustakaan RSUP Dr. Kota dengan perkembangan Penghargaan juga diberikan Sardjito Yogyakarta; dan Perpustakaan Posyandu Purnama dan Mandiri kepada pemenang Lomba Poster Puslitbang Gizi dan Makanan Bogor diatas 60% dan yang berhasil Obat Generik untuk pelajar, yaitu sebagai juara III untuk Sedangkan mengembangkan kegiatan inovatif Agustan, Faisal Samsyudin dan Faisal untuk kategori perpustakaan dan berbasis masyarakat untuk UA sebagai juara I – III. Sedangkan Politeknik Kesehatan peringkat meningkatkan Lingkungan Sehat. harapan I s/d III jatuh pada Annastasia I dimenangkan oleh Politeknik Penghargaan Swasti Shaba Melisse Putri, Sabrina Yula Amelia dan Yogyakarta; peringkat II oleh Politeknik diberikan kepada 35 pemerintah Wardana Saputra. Palangkaraya; dan peringkat III oleh Kabupaten/Kota yang telah Menciptakan Sumberdaya Politeknik Malang.nSmd,Pwt/Giri50 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 50. NasionalFilariasis, Ancamanyang Harus DiberantasFilariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular yangdisebabkan cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk(Culex, Anopheles, Mansonia dan Aedes). Penyakit ini bersifat kronis(menahun) dan bila tidak mendapatkan pengobatan menimbulkancacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin.B erdasarkan hasil pemetaan yang Pengobatan massal juga mengacu pada kesepakatan dilakukan Departemen Kesehatan, global (The Global Goal of Elimination of Lymphatic prevalensi mikrofilaria di Indonesia Filariasis as Public Health Problem by the Year 2020). sebesar 19%. Dengan populasi 220 juta, Program Eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan maka akan terdapat atau 40 juta orang massal DEC dan Albendazol setahun sekali selama yang dalam darahnya mengandung minimal 5 tahun di daerah endemis dan perawatan kasus mikrofilaria. Bila tidak dilakukan klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegahpengobatan massal maka akan terdapat 40 juta orang kecacatan dan mengurangi penderitaannya.yang menderita filariasis di masa mendatang. Disamping Indonesia sepakat melaksanakan Program Eliminasiitu mereka menjadi sumber penularan bagi 125 juta Filariasis melalui pengobatan massal filariasispenduduk yang tinggal di 316 Kabupaten/Kota endemis secara bertahap, dimulai pada tahun 2002 dan telahtersebut. menetapkan program ini sebagai salah satu program No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 51
  • 51. Nasional Peta Endemisitas Filariasis di Indonesia Tahun 2009 prioritas pemberantasan penyakit 2009 pemerintah menargetkan Untuk mensukseskan program menular. pengobatan massal filariasis untuk eliminasi filariasis, Menkes Hal itu disampaikan Menkes 32 juta penduduk. Setiap tahun mengharapkan seluruh Pemerintah dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH, target sasaran pengobatan massal Daerah Kabupaten/Kota di daerah Dr. PH ketika mencanangkan filariasis secara bertahap akan endemis filariasis dapat menjaga pengobatan massal Filariasis bagi ditingkatkan sampai akhirnya seluruh keberlangsungan program ini 32 juta penduduk di Aula RSUP penduduk Indonesia yang tinggal selama lima tahun ke depan. Hasan Sadikin Bandung tanggal di daerah endemis filariasis dan Sedangkan kepada seluruh 2 November 2009. Acara ditandai berisiko tertular penyakit ini diobati. masyarakat di daerah program penyerahan obat filariasis kepada Obat filariasis disediakan gratis oleh agar mau minum obat untuk Bupati Bandung. Depkes sementara dana operasional mensukseskan eliminasi filariasis di Menkes mengatakan, tahun ditanggung oleh Pemda setempat. Indonesia. Mengapa Pengobatan Massal Filariasis Diperlukan? S aat ini filariasis masih serta advokasi dan sosialisasi massal maka akan ada 40 juta merupakan masalah filariasis. yang menderita filariasis di masa kesehatan masyarakat di Pada tahun 2008, sebanyak mendatang. Disamping itu mereka Indonesia. Sampai tahun 316 Kabupaten/Kota dari 471 menjadi sumber penularan bagi 2008, dilaporkan jumlah kasus Kabupaten/Kota di Indonesia telah 125 juta penduduk yang tinggal kronis filariasis secara kumulatif terpetakan secara epidemiologis di 316 Kabupaten/Kota endemis sebanyak 11.699 kasus di 378 endemis filariasis. Berdasarkan hasil tersebut. kabupaten/kota, peningkatan pemetaan, prevalensi mikrofilaria Program eliminasi filariasis di jumlah kasus ini dimungkinkan di Indonesia sebanyak 19% dari Indonesia dilaksanakan mengacu karena makin meningkatnya populasi Indonesia 220 juta atau 40 pada kesepakatan global WHO pengetahuan, keterampilan juta orang. tahun 2000 yaitu “The Global Goal petugas surveilans kasus filariasis Bila tidak dilakukan pengobatan of Elimination of Lymphatic Filariasis52 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 52. Nasionalas a Public Health Problem the year2020” yang merupakan realisasi dariresolusi WHA pada tahun 1997. Bila sebuah Kabupaten/Kotasudah endemis filariasis, makakegiatan pengobatan massal filariasisharus segera dilaksanakan untukmemutus rantai penularan dengansasaran pengobatan massal kepadasemua penduduk di Kabupaten/Kotatersebut kecuali anak berumur 2tahun, ibu hamil, orang yang sedangsakit berat, penderita kronis filariasisyang dalam serangan akut dan balitadengan marasmus/kwasiorkor dapat Siswa mengikutiditunda pengobatannya. program pengobatan Pengobatan massal di Indonesia masalk filariasistelah dilakukan sejak tahun 2002di 5 kabupaten di Kabupaten mengenai efek samping tersebut. Untuk mengatasi kejadian,Alor, NTT, Pasir Kalimantan Timur, Untuk memantau pelaksanaan Pemerintah bertindak cepat danKep. Mentawai Sumatera Barat, kegiatan pengobatan massal serius menangani kasus denganButon Sulaewesi Tenggara, Musi ini telah dibentuk Komite Ahli menurunkan Tim Investigasi dariBanyuasin Sumatera Selatan. Pengobatan Filarias Indonesia Depkes, WHO, Badan POM, DinasSampai tahun 2008 telah (KAPFI) melalui Keputusan Menteri Kesehatan Provinsi dan Kabupatendilakukan pengobatan massal di Kesehatan No : 359/Menkes/SK/ Bandung serta Komite Ahli97 Kabupaten/Kota mencakup III/2007. Selain itu, Departemen Pengobatan Filariasis Indonesia12.310.959 jiwa. Kesehatan juga membuat Buku (KAPFI) Pusat dan Provinsi Jawa Pengobatan massal Pedoman Program Eliminasi Barat untuk melakukan investigasimenggunakan DEC (diethyl Filariasis di Indonesia dengan ke lokasi kejadian. Sementara itu,carbamazine) yang telah Keputusan Menkes No. : 1582/ pasien yang ada telah ditanganidigunakan sejak lama di seluruh Menkes/SK/ XI/2005 tentang oleh fasilitas pelayanan kesehatandunia untuk pengobatan Pengendalian Filariasis (Penyakit yang ada.filariasis. Selain itu ditambahkan Kaki Gajah) yang berisi langkah- Tim Investigasi sedang bekerjaalbendazole, suatu obat yang langkah yang harus dilaksanakan untuk mencari penyebab kematian,telah lama digunakan sebagai dalam merencanakan dan namun dari laporan awal yangobat cacing. Kedua obat ini melaksanakan pengobatan massal disampaikan Tim kepada Menkessecara ilmiah diketahui aman termasuk sosialisasi, advokasi dan dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH,dan penggunaannya telah pelatihan Petugas dan Kader. Dr. PH dan Dirjen P2PL Prof. Tjandra,tercantum dalam buku-buku penyebab kematian adalah koinsidenkedokteran. Dari data WHO telahdilaksanakan pengobatan massal Pengobatan Massal di (bersamaan) dengan penyakit penyerta yang sudah dideritadi 51 negara (Afrika, Amerika, Asia Bandung. sebelumnya, ujar Prof. Tjandra.Tenggara, Pasifik Barat, Mediterania Di Bandung, pencanangan Dari catatan WHO, pengobatanTimur) yang mencakup 496 juta pengobatan massal dilaksanakan serupa telah dilaksanakan di 51penduduk. Di Indonesia sampai tanggal 10 November 2009 dengan negara di wilayah Afrika, Amerika,saat ini catatan efek samping sasaran 2,7 juuta penduduk. Asia Tenggara, Pasifik Barat danberupa gejala ringan seperti: sakit Mulanya pengobatan massal Mediterania Timur. Sekitar 496 jutakepala, demam, mual, muntah berlangsung lancar dan aman. orang telah mendapat pengobatandan mengantuk. Ini hampir sama Namun kemudian ada laporan ini. nSmd/MRdengan kondisi di Nepal, sementara 2 orang meninggal setelahdi negara lain tidak ada catatan mengikuti pengobatan missal. No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 53
  • 53. Nasional Investigasi tidak berhubungan dengan reaksi obat anti filariasis. Efek samping yang sering muncul adalah pusing, mual. Paska Pengobatan Massal ”Itu bisa terjadi jika orang tersebut mengidap mikro- di Kabupaten Bandung filaria. Setelah minum obat, cacing dewasa dan anak cacing akan mati dan itu menimbulkan alergi, mual dan BUKAN KARENA nyeri tetapi tidak membahayakan, ujarnya. OBAT FILARIASIS Prof. Purwantyastuti menambahkan, obat yang diberikan secara massal kepada warga Kabupaten T Bandung untuk mencegah penyakit kaki gajah terdiri erkait dengan peristiwa kematian 8 orang atas diethylcarbamazinecitrate (DEC), albendazol (obat warga Bandung yang diduga karena minum cacing) dan parasetamol (obat penurun panas). obat filariasis (kaki gajah), Ketua Komite Ahli Obat-obat tersebut, sudah digunakan sejak pulu- Pengobatan Filariasis (KAPFI) Prof. Dr. dr. Pur- han tahun silam dan terbukti aman, tidak pernah ada wantyastuti, M.Sc., Sp.FK memastikan kema- laporan kejadian efek samping yang membahayakan, tian delapan warga Bandung Jawa Barat tersebut tidak apalagi menyebabkan kematian. Dosis pemberiannya terkait dengan pemberian obat anti filariasis secara pun lazim, yakni enam miligram per kilogram berat massal. ”Hasil analisis yang dilakukan setelah pemberi- badan. Penimbangan berat badan warga memang an obat massal tanggal 10-16 November menunjukkan tidak dilakukan, namun pemerintah menggunakan dari 8 orang yang dilaporkan meninggal, tiga orang perhitungan berat badan rata-rata per kelompok umur diantaranya tidak meminum obat anti filariasis dan yang dinilai cukup aman. lima orang lainnya meninggal karena penyakit yang su- Obat itu harus diberikan setiap tahun selama 5 dah diderita sebelumnya,” ujar Prof. Dr. Purwantyastuti. tahun berturut-turut untuk memastikan seluruh cacing ”Tiga dari lima orang yang meninggal setelah meng- filaria yang ada di dalam tubuh mati. Pemberian DEC, konsumsi obat anti filariasis tersebut menunjukkan memang menimbulkan efek samping seperti pusing, tanda serangan jantung dan dua lainnya memperlihat- mual, demam, muntah selama beberapa hari, apalagi kan gejala stroke. ” lanjut Prof. Purwantyastuti. Informasi kalau diminum sebelum makan. ” Lebih baik sakit se- itu diperoleh dari formulir data keluhan pasien yang bentar, daripada menderita seumur hidup karena cacat diisi petugas kesehatan saat yang bersangkutan me- akibat cacing filaria” ujarnya. , meriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Jadi kesimpulan Penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular itu diambil berdasarkan hasil kajian mengenai reaksi menahun yang disebabkan oleh cacing filaria (Brugia obat, keluhan pasien dan diagnosisnya. malayi, Brugia timori dan Wucheria brancofti) yang Secara rinci Prof. Purwantyastuti menjelaskan, ditularkan oleh semua jenis nyamuk (Culex, Anopheles, reaksi yang muncul setelah minum obat membutuh- Mansonia dan Aedes). Penyakit ini menyerang saluran kan waktu antara satu hingga empat jam. ”Jadi kalau dan kelenjar getah bening serta menyebabkan kecaca- kejadiannya sebelum itu bisa dipastikan bukan karena tan seumur hidup, kata Ketua KAPFI.nSmd pengaruh obat” tegasnya. , Sedangkan kematian lima warga Bandung lainnya ”Penyakit ini dapat menurunkan datangnya pergantian musim dari kita bersama harus membersihkan kualitas sumber daya manusia musim panas ke musim penghujan lingkungan tempat perindukan serta menimbulkan dampak yang selalu diikuti dengan nyamuk. ekonomi yang sangat besar bagi peningkatan kasus Demam Berdarah Menurut Menkes, sampai Oktober keluarga penderita. Mereka tidak (DBD). Diperkirakan puncak kasus 2009 penderita kronis filariasis yang dapat lagi bekerja optimal bahkan DBD akan terjadi pada bulan Januari tercatat berjumlah 11.699 orang hidup mereka sehari-hari sangat sampai Maret. Oleh karena itu, dr. tersebar di 386 kabupaten/kota tergantung kepada orang lain” ujar , Endang minta masyarakat mencegah di Indonesia. Berdasarkan sifat Menkes. terjadinya kasus DBD maupun penyakitnya, telah banyak penduduk Menkes juga mengingatkan filariasis dengan menghindarkan yang terinfeksi penyakit ini, tanpa semua pihak untuk waspada dengan diri dari gigitan nyamuk. Untuk itu menunjukkan gejala. nSmd54 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 54. DaerahRSUP Prof. Dr. R. Kandou Menado:Harapan Bagi RakyatIndonesia TimurSebagai pusat regional 9 bencana yangmenangani bencana wilayah Sulawesi Utara,Gorontalo dan Maluku Utara, RS Kan-dou memberikan pelayanan kesehatan danmelakukan pendistribusian obat jika terjadibencana. RS Kandou menjadi rujukanrumahsakit di kawasan Indonesia Timur.D ikatakan Dr. Fione A.H. Pangemanan, sangat vital, RS ini menjadi rumah sakit rujukan untuk Msi direktur Utama RSUP Prof.Dr.R.D wilayah Indonesia Timur hingga Papua. Maka wajar jika Kandou Menado, rumah sakit ini sangat pemerintah pusat memberi perhatian sangat besar pro rakyat miskin.Betapa tidak? Dari terhadap kemajuan dan kualitas pelayanan kesehatan 701 tempat tidur yang tersedia, 420- di rumah sakit tersebut. Hal itu dibuktikan dengan nya diperuntukan rakyat miskin atau peningkatan anggaran dari tahun ke tahun, termasuk kelas 3 yang mendapat pelayanan peningkatan status rumah sakit. Sebelum itu, rumahmelalui Jamkesmas, Jamkesda dan Jamsostek. Selain itu, sakit dengan pola pengguna PNBP (Penerimaan Negaraada baksos (bakti sosial) atau kunjungan ke panti sosial Bukan Pajak) sekarang menjadi PPK (Pola Pengelolaantelah menjadi kegiatan rutin yang tak terpisahkan dari Keuangan) BLU (Badan Layanan Umum). Saat ini, pihakupaya melayani rakyat miskin. manajemen sedang mengusulkan peningkatan status Menurut Dr. Fione A.H. Pangemanan, Rumah Sakit dari rumah sakit dari kelas B ke rumah sakit kelas A.Umum Pusat yang berdiri sejak jaman Hindia Belandatahun 1936 ini, telah 5 kali berubah nama. Awalnya Jamkesmasbernama KONINGEN WILHELMINA, berubah menjadi Menurut Dr. Armenius R. Sondakh, Direktur MedikKAIUGUN BIOIN, Gunung Wenang Manado, Malalayang dan Keperawatan, semua masyarakat mendapatMenado dan sejak tahun 2004 menjadi RSUP Prof.Dr. pelayanan kesehatan yang sama, termasuk penggunaR.D.Kandou. Pergantian nama itu terkait dengan kebijakan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Sesuaipusat untuk menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan aturan Jamkesmas semua pasien harus dilayani dan tidakpelayanan masyarakat dalam bidang kesehatan. dipungut biaya. Mereka yang datang dengan fasilitas Rumah Sakit Kandou, merupakan rumah sakit pusat kartu Jamkesmas, siapapun itu akan mendapat pelayananyang berada di wilayah Indonesia Timur. Perannya dari administrasi sampai rawat inap atau rawat jalan. No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 55
  • 55. Daerah RSUP Kandou Manado “Intinya Jamkesmas itu untuk rakyat ketika melihat penderitaan orang,” Ke depan, kami akan mengadakan miskin, tidak terkecuali, dengan ungkapnya. chamber lainnya di ruang IGD yang fasilitas gratis” tegas dr. Armenius. , sedang dibangun,” lanjutnya. Lebih lanjut, dr.Armenius Unggulan Walau di kawasan Indonesia mengatakan yang namanya sakit Menurut Dr. Fione, program Timur belum ada keunggulan tidak boleh ditunda pelayanannya. unggulan RS Kandou disesuaikan yang menyeluruh, tapi untuk alat Sakit tidak mengenal dia miskin dengan kondisi Sulawesi Utara, yang obstetri sudah harus dilengkapi atau kaya. Atau karena dia miskin merupakan wilayah pariwisata laut. peralatan, sehingga membantu harus ditunda karena tidak memiliki RS Kandou mempunyai kedokteran diagnosa semaksimal mungkin. USG obat. Oleh karena itu, RS tetap harus kelautan. ”Kami mempunyai alat dengan berapa dimensi harus ada. melayani. Tidak ada istilah penundaan, hyperbaric. Di Indonesia Timur hanya Untuk bagian bedah, sudah dapat harus segera mengambil tindakan. ada di RS ini,” ujar Dr Fione. Alat itu melakukan diagnosa bagi mereka ”Jika masalahnya nanti pembayaran, menjadi keunggulan sehingga ketika yang perlu pertolongan cepat. kami serahkan kepada bagian ada masalah kesehatan dalam diving Sudah mempunyai dokter dengan keuangan. Yang penting mereka (penyelaman), bisa ditangani di sini, license untuk sub-spesialis. dilayani. Jadi jangan ditunda, obat sebelum dirujuk ke tempat yang Keunggulan lainnya, mempunyai apapun itu jangan dijadikan alasan. Itu lebih tinggi. Itu sangat membantu dokter ahli yang dapat diandalkan. prinsip manusiawi” tegas Armenius. , pengembangan pariwisata di daerah Ada bedah ortopedi, bedah plastik, Dr Armenius menambahkan, Sulut untuk menyambut tahun bedah syaraf dan bedah anak. Bedah Menkes selalu berkata Pro Rakyat. wisata 2010. Pariwisata di Sulut otak malah sudah ada yang sudah Pro Rakyat harus dalam pengertian mengandalkan penyelaman (diving) menjalaninya. Untuk internis, sudah seluas-luasnya. Jadi, meskipun sehingga alat ini (hyperbaric) sangat dibuka center specialist sebagai pada prinsipnya RS menangani membantu. konsultan untuk digestif. Untuk semua pasien dengan mengikuti Dr. Armenius menambahkan, anak, sudah lengkap karena semua aturan, tapi jika ada hal diluar aturan sampai saat ini memiliki Hyperbaric sudah center specialist. Adapun misalnya, pasien tidak membawa Chamber Room yang terdiri dari 1 perawatan kanker anak, ini bukan kartu, tidak membawa uang RS harus chamber. ”Kami tidak menggunakan kebetulan, namun persembahan mengambil solusi sendiri sebagai untuk fungsi lainnya kecuali fungsi dari negeri Belanda yaitu Estella manusia. ”Kita harus atur manajemen diving. Karena ada kekuatiran kalau Foundation yang membantu satu dengan hati nurani yang menyentuh rusak tidak tahu pabriknya di mana. gedung perawatan dan bantuan56 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 56. Daerah Menkes bersama dr. Fione, Dirut RSUP Kandou RS pusat tetapi terlebih dahulu ke RS yang ada di kabupaten atau daerah. Setelah tidak mampu baru dikirim ke rumah sakit provinsi dan seterusnya. Pembiayaan itu diatur sedemikian rupa sehingga lebih banyak di RS daerah itu. Mekanisme itu bisa ditagih ke Askes, sebab Askes yang menangani Jamkesda. Hal itu sudah dirapatkan dan tidak ada masalah. ”Kalaupun ada kendala biasanya hanya masalah miskomunikasi” , ungkap Armenius. Pengembanangan SDM Sejak tahun 2007 rumah sakit menjadi pengelolaan keuanganobat-obatan. Menerima dan melaksanakan Badan Layanan Umum ( BLU), Bagian lain yang dikatakan pendidikan. Menerima, maksudnya maka proses rekruting karyawanunggulan yaitu bagian kulit. Ini mahasiswa kedokteran, perawat dan selain melalui CPNS yang dilakukansudah menjadi center specialist. Kini, tenaga kesehatan lain dari seluruh oleh Departemen Kesehatan, jugarumah sakit sudah memiliki alat yang jenis pendidikan kesehatan di Sulut dapat melakukan pengangkatancukup canggih. Untuk neurologi untuk belajar di rumah sakit. Mereka tenaga BLU non PNS. Khusussudah ada EEG dan Kedepannya menggunakan semua sarana rumah untuk peningkatan kemampuan,akan dibangun stroke center. Maklum, sakit untuk belajar. Sementara manajemen dapat melakukandi Manado itu banyak sekali penyakit itu, RS melaksanakan bimbingan, peningkatan kemampuan SDMdegeneratif seperti tekanan darah termasuk mereka yang melakukan dari semua unsur sesuai dengantinggi, mungkin karena kebiasaan kerja lapangan. ”Semua ini diatur perencanaan yang telah ditetapkan,makan dan faktor genetika. Bahkan sehingga proses belajar mengajar sesuai dengan dana yang tersedia.kalau melihat rawat inap dan dan pelayanan kesehatan berjalan Pendanaan yang digunakan dapatrawat jalan 3 tahun terakhir ini saling melengkapi, ” tegasnya. berasal APBN dari Depkes atauada peningkatan yang signifikan Teaching hospital juga berarti PPSDM dan dana berasal dariterhadap tekanan darah tinggi yang bekerjasama dengan Diknas. pendapatan rumah sakit.ada hubunganya dengan diabet, Dalam hal ini FK yang ada di Sulut Pada prinsipnya, pengembanganjantung dan stroke, tambah dr. Fione. seperti Universitas Sam Ratulangi. pelayanan dengan pendidikan Begitu pula dengan THT, rumah Setiap tahun menjalin kerjasama. yang setinggi-tingginya untuksakit mempunyai alat yang sama Semua peserta didik dari dokter, meningkatkan mutu pelayanandengan yang ada di Surabaya. Ada calon dokter, dan dokter spesialis kesehatan. Untuk itu, rumah sakitmikroskop untuk bedah mikro. berperan penting dalam pelayanan tidak menghambat SDM untukBahkan bedah larinx baru saja yang sudah sesuai aturan dalam meningkatkan pengetahuan dandilaksanakan. Yaitu untuk kasus kontrak antara pihak penyelenggara ketrampilannya. Banyak tenagatumor ganas larinx. Itu sudah pendidikan dengan RS. kesehatan yang diutus ke luar daerahdilakukan dengan baik dan tanpa Beberapa RS di Sulut merupakan untuk menambah pengetahuan.komplikasi. ”Jadi THT juga ada alat jejaring dari fakultas. Ada juga Ada dokter ahli yang ingin menjadiendoskopinya,” tegas dr. Armenius. kerjasama dalam hal pelayanan konsultan. Ada pula yang ingin masyarakat miskin. Hal itu sesuai menempuh S3. ”Semua harusKerjasama Pelayanan dengan ketentuan Pusat dan memenuhi persyaratan yang telah Daerah. Seperti kebijakan baru ditentukan” tegas dr. Armenius yang ,Kesehatan terkait dengan Jamkesmas. Untuk tetap meminta perhatian Pemerintah Menurut dr. Armenius, RS Kandou Jamkesmas daerah diatur dalam Daerah meningkatkan perhatiannyamerupakan rumah sakit pendidikan Jamkesmas Daerah (Jamkesda). untuk meningkatkan kualitas(teaching hospital), maka otomatis Merujuk Jamkesda itu tidak harus ke pelayanan kesehatan. npra,iwanterjalin saling membutuhkan. No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 57
  • 57. Lentera Adil itu Indah Oleh: Prawito A li bin Abi Thalib sebagai Khalifah dambaan setiap orang, baik mereka yang berurusan bersengketa dengan seorang Yahudi dengan pengadilan maupun yang menyaksikan, tak berkenaan dengan baju besi. Menurut mengenal kasta dan status sosial. Bila rasa keadilan Ali, baju besi yang berada di tangan ini terusik dan dilecehkan, mereka akan berang dan Yahudi itu miliknya. Untuk menentukan membela sekuat tenaga. Saksikan satu juta facebooker milik siapa sebenarnya baju tersebut, pembela rasa keadilan, hanya dalam waktu yang singkat. keduanya sepakat mengajukan ke meja Sejatinya, para oknum yang mencederai rasa keadilan pengadilan dengan hakim bernama Sureh. itu juga mencintai rasa keadilan, hanya saja saat Sureh, sebagai hakim menempatkan kedua orang mencederai, rasa cinta yang ada dalam dada terdepak yang bersengketa sama kedudukan di depan hukum. dari kesadaran. Sehingga merekapun tak menyadari Sureh hanya menyebut nama kedua orang yang telah mencederai rasa keadilan dirinya. Akibatnya bisa bersengketa itu, ketika meminta ditebak. Mereka juga tak menyadari mereka berdua masuk ke ruang mencederai rasa keadilan orang lain. pengadilan. Sebagai khalifah Ali tak Mengapa mereka tidak mendapat keistimewaan. Demikian menyadari telah mencederai rasa juga si Yahudi, tak direndahkan, walau keadilan?. Ini masalah sensitivitas rakyat biasa. Keduanya diperlakukan rasa. Ada yang peka, tapi ada yang sama, sebagai pencari keadilan. peka’. Bagi mereka yang peka, Dalam persidangan yang memiliki sensitivitas yang tinggi. menggemparkan, ternyata Sureh Sehingga sedikit saja mencederai memenangkan orang Yahudi, karena Ali rasa keadilan, segera menyadari Bin Abi Thalib tak dapat mendatangkan kesalahan dan memperbaiki. Tapi saksi yang memperkuat bahwa baju bagi mereka yang peka, walau yang berada di tangan Yahudi itu telah mencederai, bahkan sudah miliknya. Ali pun menerima keputusan banyak yang mengingatkan, mulai pengadilan dengan ikhlas. Rupanya, cara yang lembut sampai yang keras keikhlasan Ali menerima keputusan dan terang-terangan, belum juga pengadilan ini, mengusik rasa keadilan Yahudi. Kemudian, menyadari kesalahannya. Sering kali mereka merasa Yahudi berterus terang, sejujur-jujurnya di depan benar, pantang menyerah dengan berbagai argumen. pengadilan menyatakan bahwa baju besi yang berada Bagaimana pengaruh moral terhadap sensitifitas?. ditangannya itu milik Ali bin Abi Thalib. Saat itu juga, Yahudi Moral terkait dengan nilai. Nilai mendasari rasa. Rasa mengembalikan baju besi itu kepada Ali. Luar biasa....! mempengaruhi sensitifitas. Jika bermoral, akan sensitif, Kini, kita menjadi miris menyaksikan para oknum mudah mencintai rasa keadilan, hobi dan selalu penegak hukum, baik dari kepolisian, kejaksaan maupun memperjuangkannya. kehakiman. Rasanya masih jauh dari standar kualitas Adil, memang himpunan segala kebaikan, diantaranya; moral yang diharapkan. Padahal moralitas merupakan jujur,amanah, terpercaya, redah hati, lapang dada, sabar benteng terakhir untuk menegakkan keadilan. Tanpa dan bersahaja dalam hidup. Tak ada niat berbohong, moralitas yang baik, keputusan pengadilan akan sulit berkhianat, benci, iri dan dengki. Sebuah perangai yang memberi ruang untuk mendekati rasa keadilan. menakjubkan dan menetramkam. Ya, Adil itu indah. n Rasa keadilan, merupakan nilai universal yang menjadi58 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  • 58. Lentera“Hutan Rimba” dan“Taman Bunga”L ima tahun lalu, dr. Siti Fadilah Supari ketika banyak yang mempengaruhi, termasuk cara pandangnya. dilantik sebagai Menkes periode 2004-2009 Secara umum, ada dua cara pandang yang mengatakan “Ssaya masuk Depkes seperti bertentangan yaitu positif dan negatif. Kedua cara “ada hutam rimba” Pernyataan itu terulang . pandang ini bisa jadi sulit menemukan titik temu. Tapi kembali saat serah terima jabatan (Sertijab) ini bukan jaminan. Sebab cara pandang juga dapat dengan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih berubah setelah mendapat informasi tambahan. Berawal sebagai Menkes periode 2009 -2014, dari pandangan positif, tapi akhirnya negatif atau22 Oktober 2009 yang lalu. Pernyataan itu kemudian sebaliknya. Jadi positif atau negatif cara pandang sangatdisambut oleh dr.Endang dengan ungkapan” Saya bergantung informasi dan kebiasaan menggunakan caramasuk Depkes seperti “ada taman bunga” Peserta yang . sudut pandang.mengikuti sertijab, tertawa lepas dan bertepuk tangan. Menurut hemat saya, “hutan rimba” dan “tamanEntah apa yang terfikir dibalik itu semua. bunga” sama-sama positif. Sebab keduanya sama- Memang, hutan rimba dan taman bunga ada sama dibutuhkan untuk kehidupan manusia. Saat ini,perbedaan yang signifikan. Hutan komunitas manusia mana yang tidakrimba, sebuah kawasan hutan yang butuh hutan rimba. Ia menyimpanbelum terjamah. Belum ada kehidupan sumberdaya air, mencegah banjir danmanusia yang menetap disana. Bisa jadi mampu menahan berbagai ancamanmasih banyak binatang buas, pohon bencana alam. Bahkan menyimpanbesar dan semak belukar. Tapi, dibalik mineral yang dapat menjadi tambangitu semua, terdapat potensi besar yang emas kehidupan. Jadi hutan rimbadapat menjadi sumber daya untuk memang harus ada.pembangunan bangsa, khususnya Taman bunga juga dibutuhkanbidang kesehatan. Kira-kira demikian manusia. Ia menjadi tempat berekreasi.imajinasi saya menerjemahkan “hutan Melepas kepenatan, kekalutan dan stresrimba”. akibat berbagai persolan hidup yang Taman bunga, sebuah kawasan asri, mendera. Setelah berekreasi orang akannyaman dan tempat rekreasi yang menyenangkan. Banyak mempunyai semangat baru, kreasi, dan inovasi barukupu berterbangan menari dan berayun-ayun ditangkai. untuk menata kehidupan masa depan yang lebih baik.Bau semerbak mewangi berbagai jenis bunga merasuk Jadi siapapun butuh taman bunga.hidung para pengunjung. Mereka terhibur, damai dan Jadi, hutan rimba dan taman bunga justru salinggembira menyaksikan aneka bunga. Bahkan banyak melengkapi kebutuhan manusia. Keduanya dapatdiantara mereka yang menyempatkan diri datang saat memberi dampak positif terhadap kehidupan manusia,berlibur tiba, betapa indahnya. Ini juga interpretasi saya sehingga perlu dilestarikan. Jangan ada yang melakukantentang “taman bunga” . perusakan, apalagi meniadakan, mengganti dengan Tentu, setiap orang tidak sama menginterpretasikan bentuk komersil lainnya.“hutan rimba” dan “taman bunga” Itu boleh dan sah- . dr. Siti Fadilah Supari dan dr. Endang Rahayusah saja di Negara demokrasi seperti Indonesia. Walau Sedyaningsih dua generasi saling mengisi, sesuai denganmungkin ada yang sedikit sama atau juga berbeda jauh eranya masing-masing. Semua mengabdi untuk negeri inisampai 180 derajat. Jika yang terjadi kemungkinan yang dalam bidang kesehatan. Tak ada pertentangan yang perluterakhir, itu juga boleh saja. Namanya juga interpretasi. diperdebatkan. Sebab kedua cara pandang itu diniatkanLain kepala, lain sudut pandangnya. Tentu perbedaan itu untuk kebaikan semua, pro rakyat, untuk rakyat sehat. n No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 59
  • 59. 60 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009