Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
Etalase    Susunan REDAKSI  Mediakom Program Kerja           Seratus Hari       Penanggung Jawab:    dr. Lily S. Sulistiyo...
Daftar Isi                                             15                                                                 ...
Daftar Isi                                                            38                                     40           ...
Surat Pembaca     Jamkesmas                            tidak dapat mengakses pelayanan                                    ...
Info SehatSehat dengan Lidah BuayaS          aat ini sudah banyak minuman yang dibuat           menutup pori-pori daunnya ...
Info Sehat                                                                                  Cara Membaca                  ...
Info SehatMANFAAT SERAT*  Y            ang dimaksud dengan        hewan dan manusia menunjukkan          asam empedu yang ...
Ragam                                                                                   mendobrak, ini salah satu langkah ...
RagamDasipena, Sulawesi UtaraDikukuhkan MenkesI      ndonesia merupakan negara yang rawan                   Sulawesi Selat...
Ragam     Sosialisasi Standar     Perlindungan Pasien     M                      enteri Kesehatan dr. Endang              ...
Ragam                                                                                 unit kendaraan Promosi Kesehatan,   ...
Ragam        Menkes Bertemu dengan        Pemimpin Media       T                   iga pekan setelah           ekonomi. Pe...
Ragamkeadaan yang tidak bisa diatasihanya dengan crash program yangsifatnya pemberian makanantambahan saja.“AKI penurunann...
Ragam                                                                                      Pelayanan kesehatan di Arab Sau...
Ragammelalui perekrutan tenagakesehatan kesehatan secaratransparan dan profesional,penyediaan kebutuhan obat sesuaidengan ...
Ragam       Menkes dr.Endang       R.Sedyaningsih,       MPH, Dr,PH       Menyerahkan       penghargaan       dalam rangka...
Media Utama Media Utama  Program Seratus Hari    Departemen Kesehatan        Inilah program permulaan dari rencana kerja t...
Media Utama                                    Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH.                       ...
Media Utama                          dr.Ribka Tjiptaning (kedua dari kiri) didampingi                          para Wakil ...
Media Utama     Empat Program,     Satu Tujuan     Kabinet Indonesi Bersatu II yang dipimpin oleh Presiden Susilo     Bamb...
Media UtamaProgram 100 Hari Departemen Kesehatan1   Peningkatan         1. Peningkatan pelayanan kepada 76,4 juta penduduk...
Media Utama       4   Peningkatkan             12. Peningkatan SDM kesehatan dalam jumlah, jenis, dan mutu terutama di dae...
Media Utamaikut keinginan stake holder. Memang       formal, bagaimana fiscal capacity                                    ...
Media Utama     Kemiskinan. Isu ke-2 ini muaranya          ibaratkan ini pesawat. Tempat dia         orang kesehatan, di s...
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Mediakom 21
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Mediakom 21

897 views
808 views

Published on

Mediakom Kementerian Kesehatan RI Edisi 21

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
897
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mediakom 21

  1. 1. Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  2. 2. Etalase Susunan REDAKSI Mediakom Program Kerja Seratus Hari Penanggung Jawab: dr. Lily S. Sulistiyowati, MM W Pemimpin Umum: Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS aktu terus berjalan. Tanpa terasa, kini sudah hampir Pimpinan Redaksi: seratus hari Kabinet Indonesia Drs. Sumardi dr. Lily S. Sulistiyowati, MM Bersatu jilid 2 bekerja. Di Redaksi: awal pelantikannya bulan Prawito, SKM, MM (koordinator) Oktober 2009, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono Dra. Hikmandari A., M. Ed. menjanjikan setiap anggota kabinet akan membuat program kerja nyata drg. Anitasari SM jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Dan untuk program kerja Busroni, S.IP nyata jangka pendek itu diwujudkan sebagai program seratus hari Kabinet Dra. Isti Ratnariningsih, MARS Indonesia Bersatu. Hal ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pemerintah Mety Setiowati, SKM dalam melaksanakan program kerjanya; dibantu oleh para menteri-menteri. Aji Muhawarman, ST Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan bahwa program kerja yang disusun Pemerintah tidak ada artinya jika tidak didukung oleh Reporter: kerja keras dan kerjasama yang baik. Menkes menyatakan bahwa setiap hasil Resty Kiantini, SKM, M. Kes. yang baik selalu berasal dari kerja yang baik pula. Sri Wahyuni, S. Sos Komitmen-komitmen Departemen Kesehatan sebagai program kerja Giri Inayah, S. Sos seratus hari Departemen Kesehatan inilah kami angkat sebagai liputan R. Yanti Ruchiati utama Mediakom kali ini. Kami paparkan elemen-elemen yang menjadi Fotografi: prioritas kerja dan bagaimana menjangkaunya. Ini memang bukan pekerjaan Wayang Mas Jendra, S.Sn mudah, melainkan membutuhkan ketekunan, kerjasama dan semangat Rifani Sastradipraja, S.Sos juang. Kami yakin, dengan spirit dan semangat yang dihembuskan Menkes Produksi: baru, InsyaAllah seluruh persoalan akan menemukan jalan keluarnya. Tim Inke Maris Associates Selain itu, di bulan November -Desember 2009 banyak peristiwa penting yang diperingati bersama. Diantaranya, peringatan Hari Kesehatan Nasional Alamat Redaksi: (HKN) ke-45 bertemakan: “Lingkungan Sehat, Rakyat Sehat” Lingkungan . Pusat Komunikasi Publik dan perilaku merupakan dua faktor yang pengaruhnya sangat besar dalamGedung Departemen Kesehatan RI meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebagian besar penyakit Blok A, Ruang 107 menular dan tidak menular seperti diare, ISPA, Pneumonia, Malaria danJl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 Frambusia dapat dicegah melalui upaya penyehatan lingkungan dan Jakarta 12950 peningkatan perilaku higienis masyarakat. Selain itu, ada Hari Rabies Telepon: Dunia yang jatuh akhir September 2009. Dan tidak kalah penting adalah 021-5201590; 021-52907416-9 peringatan Hari HIV/AIDS yang jatuh pada bulan Desember 2009. Mediakom akan terus berusaha menyajikan informasi penting di Fax: bidang kesehatan yang bermanfaat bagi pembaca. Oleh karena itu, 021- 5223002; 021-52960661 setiap dukungan dan apresiasi sungguh kami hargai. Betapapun kami Email: membutuhkan masukan-masukan demi meningkatkan kualitas majalah kita info@puskom.depkes.go.id bersama ini. kontak@ puskom.depkes.go.id Akhirnya, selamat Natal dan tahun Baru 2010. Semoga di tahun 2010 semua insan kesehatan di seluruh tanah air semakin lancar menjalankan tugas dan pengabdiannya; dan kita semua mendapat berkah dari Tuhan Yang Redaksi menerima naskah dari Maha Esa. Amin.n pembaca: dapat dikirim ke alamat Selamat membaca! email redaksi Redaksi No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom
  3. 3. Daftar Isi 15 16 17 10 19 24 36 Cover Wapres Budiono didampingi Menskes Endang R. Sedyaningsih dan Menko Kesra H. R. Agung Laksono Foto Wayang Mas Jendra, S.Sn H1N1 dan H5N1 3 Etalase Dasipena, Sulawesi Utara Dikukuhkan Menkes Sosialisasi Standar Perlindungan Pasien 4 Daftar Isi Kunjungan Menkes ke NTT Menkes Bertemu dengan Pemimpin Media Pelayanan Kesehatan Haji Lebih Baik 6 Surat Pembaca Penghargaan Kepada Pahlawan Pembangunan Kesehatan 7 Info Sehat Sehat Dengan Lidah Buaya 19 Media Utama Jeruk Nipis Vs Ginjal Program Seratus Hari Segeralah Ke Dokter Jika Sakit Kepala Anda ... Departemen Kesehatan Cara Membaca Label Obat Empat Program, Satu Tujuan Manfaat Serat   Prof Dr Ascobat Gani MPH DrPH 10 Ragam “Harus Ada Perubahan” Lab BSL 3 UNAIR Luncurkan Bibit Vaksin 27 Kolom Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  4. 4. Daftar Isi 38 40 42 46 48 5529 Peristiwa Lingkungan Sehat Rakyat Sehat Filariasis, Ancaman yang Harus Diberantas Awas, Hiv/aids Memasuki Pandemi di Tingkat Global Kebersihan Tangan Mempengaruhi 55 Daerah Keselamatan Pasien RSUP Prof. Dr. R. Kandou Menado: Provinsi Nusa Tenggara Timur Program Air Harapan Bagi Rakyat Indonesia Timur Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Hari Osteoporosi Nasional: Berdiri Tegak, 58 Lentera Bicara Lantang, Kalahkan Osteoporosis Kartu Menuju Sehat Model Baru Diluncurkan Adil itu Indah “Hutan Rimba” dan “Taman Bunga”42 Potret Menteri Kesehatan, Dr. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH.PH: “Perlu Kerja Keras dan Kerjasama Mengatasi Masalah Kesehatan”46 Nasional Peringatan HKN ke-45 : No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom
  5. 5. Surat Pembaca Jamkesmas tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan. Mana yang benar dari Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin tersebut Dihentikan? info ini? Rudi, di Jakarta. berlaku sejak ditanda tanganinya kesepakatan bersama antara Menkes Jawab: dengan Mensos, Menkum dan HAM Tanya: Program Jaminan Kesehatan dan Mendagri pada tanggal 17 Ketika saya membaca sebuah Masyarakat untuk masyarakat miskin Desember 2009 di Jakarta. media cetak, ada opini bahwa (Jamkesmas) tetap dilanjutkan. Sementara kartu Jamkesmas program Jamkesmas mau Bahkan dalam program 100 hari dalam proses penyelesaian, warga dihentikan. Padahal menurut saya Depkes cakupannya diperluas meliputi miskin di Panti Sasial, Lapas / Rutan program Jamkesmas ini sangat masyarakat miskin penghuni panti yang memerlukan pelayanan penting bagi warga miskin dan sosial, masyarakat miskin penghuni kesehatan sudah dapat dilayani kurang mampu. Sebab tanpa Lapas/ Rutan dan masyarakat miskin dengan cukup membawa surat jaminan kesehatan dari pemerintah, akibat korban bencana ( pasca pengantar dari kepala panti sosial, warga miskin dan kurang mampu tanggap darurat). Lapas/ Rutan. Redaksi. Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  6. 6. Info SehatSehat dengan Lidah BuayaS aat ini sudah banyak minuman yang dibuat menutup pori-pori daunnya dengan rapat sehinga dengan memanfaatkan aloe vera atau lidah dapat hidup lama tanpa disiram. Bagi anda yang ingin buaya karena rasanya yang segar apalagi bila mencoba khasiatnya secara tradisional, cobalah untuk ditambah air gula atau madu dan es batu. menjadikan tanaman ini sebagai Selain berkhasiat untuk menurunkan salah satu koleksi apotek hidupkolesterol , daging tanamanan lidah buaya mampu di rumah. n(gi-dari berbagaimengatasi panas dalam yang dapat mengakibatkan sumber)radang tenggorokan. Selain itu tanaman ini juga baikuntuk kecantikan rambut. Sebaiknya, segera olah daging lidah buaya setelahdikupas, karena bila dibiarkan di udara terbukaakan menyebabkan teroksidasi sehingga berkurangkhasiatnya dan daging akan menjadi berwarna coklat. Tanaman lidah buaya mudah tumbuh dan tidakperlu perawatan yang repot. Bahkan, tanaman ini dapatJeruk nipis Segeralahvs ginjal Ke Dokter Jika Sakit KepalaB ila rutin mengkonsumsi minuman jeruk nipis, berbahagialah Anda. Riset Anda ... Prof. dr. Mochamad Sja’bani Segeralah ke dokter jika : dari RS dr. Sardjito, Yogyakarta 1. Sakit kepala muncul secara tiba-tiba dan sakitnya menjadi-jadi.membuktikan, jeruk nipis mencegah dan 2. Sakit kepala yang Anda derita membuat Anda mengalami kesulitanmengatasi batu ginjal. Citrus aurantifolia berbicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, linglung,kaya sitrat, mencapai 55,6 gram hilang ingatan, atau kesulitan menggerakkan tangan dan kaki.sementara jeruk keprok hanya 5,4 gram. 3. Sakit yang Anda derita semakin bertambah dalam 24 jam.Penderita batu ginjal memiliki kadar 4. Sakit kepala disertai dengan demam, leher kaku, mual, dan muntah.sitrat rendah, terutama pada malam 5. Sakit kepala akibat luka pada kepala.dan dinihari. Waktu terbaik konsumsi 6. Jika Anda menggolongkannya sebagai sakit kepala yang palingadalah usai makan malam. Peras 2 buah parah yang pernah Anda derita, terutama jika Anda seringjeruk nipis dan larutkan dalam 2 gelas. mengalami sakit kepala.Imbangi dengan mengurangi konsumsi 7. Sakit kepala hingga mengganggu tidur.garam atau pangan asin.n 8. Sakit kepala yang bertahan selama beberapa hari. (gi-dari berbagai sumber) 9. Sakit amat sangat pada bagian kepala, terutama di sebelah mata. Ditandai dengan mata merah. 10. Jika Anda telah berusia lebih dari 50 tahun dan baru-baru ini mengalami sakit kepala, terutama jika disertai gangguan pengelihatan, dan sakit ketika sedang mengunyah makanan. 11. Kepala lebih sakit pada pagi hari. 12. Jika Anda sering mengalami sakit kepala tanpa penyebab yang jelas. 13. Jika Anda memiliki sejarah sakit kepala, namun pola dan intensitas sakit kepala Anda berubah.n (gi-dari berbagai sumber) No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom
  7. 7. Info Sehat Cara Membaca Label Obat S aat sakit, biasanya kita diminum satu atau dua kali sehari. Label peringatan obat ini meminum obat. Tahukah Penumbukan akan merusak daya digunakan pada obat antibiotik, Anda kalau kita salah cara pengeluaran zat khasiat obat secara karena obat antibiotik dapat meminumnya tentu akan perlahan-lahan dan khasiat jangka diserap dengan baik dalam berpengaruh terhadap panjang dari obat tersebut. keadaan perut kosong. Obat- efektivitas obat itu sendiri. Berikut obatan antibiotik harus dimakan tips cara membaca label obat. Simpan di tempat yang dingin. secara teratur dan dalam dosis yang Jangan terkena sinar matahari. cukup. Obat dapat menyebabkan rasa Simpan di kulkas – jangan di ngantuk. Jangan mengendarai tempat beku (freezer). Minum dan telan pelan-pelan. kendaraan bermotor atau Sinar dan panas yang berlebihan Jangan ditelan langsung dengan menjalankan mesin setelah akan merusak hampir semua obat- air. Peringatan: obat ini dapat minum obat ini. obatan. Oleh karena itu lebih baik menyebabkan rasa ngantuk. Biasanya peringatan ini obat disimpan di tempat sejuk, Peringatan ini digunakan untuk digunakan untuk obat-obat yang jauhkan dari makanan mentah. obat batuk cair yang memberikan menyebabkan rasa ngantuk dan Pembekuan merusak obat-obatan. efek pada tenggorokan dan diserap memperlambat daya refleks oleh aliran darah untuk meredakan seseorang. Seperti obat-obat untuk Jangan makan obat ini bersama batuk. Ngantuk adalah efek batuk dan pilek (antihistamin). dengan susu, antasida atau obat- samping yang biasa terjadi. Hindarkan pemakaian alkohol dan obatan yang mengandung zat obat tidur bersama-sama obat- besi. Buang obat setelah botol dibuka obatan yang dapat menyebabkan Kalsium (dalam susu) dan obat- dan telah lewat dari tanggal yang rasa ngantuk karena dapat obatan yang mengandung zat besi ditentukan. memperburuk efek samping/rasa dapat mempengaruhi daya serap Obat-obatan yang sering terpapar ngantuk. dari beberapa obat-obatan seperti udara dan cahaya akan cepat rusak. tetrasiklin (antibiotic) dan digoksin Diatas jangka waktu tertentu, Jangan dipecah, ditumbuk atau (obat jantung). Tetapi susu atau khasiatnya akan hilang. Ini biasanya dikunyah. Obat ini harus ditelan tablet yang mengandung zat besi terjadi pada obat antibiotik, obat utuh. dapat dimakan 2 jam sebelum atau tetes mata dan obat tetes telinga. Label peringatan ini biasanya sesudah makan obat ini. Oleh karena itu harus disimpan di digunakan untuk tablet atau tempat sejuk dan dibuang pada kapsul yang dibuat khusus agar Dimakan pada waktu perut jangka waktu yang ditentukan zat khasiat obat dikeluarkan secara kosong, 1 jam sebelum atau 2 setelah botol dibuka.n perlahan-lahan di dalam perut atau jam sesudah makan. Makan obat (gi-dari berbagai sumber) usus. Obat-obatan ini biasanya ini sampai habis. Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  8. 8. Info SehatMANFAAT SERAT*  Y ang dimaksud dengan hewan dan manusia menunjukkan asam empedu yang bersifat racun serat adalah serat bahan konsumsi makanan berserat rendah atau ko-karsinogen menjadi rendah. makanan yang berasal mengakibatkan kadar kolesterol Dengan jumlah ko-karsinogen dari tumbuh-tumbuhan, tinggi dalam darah konsumennya. yang sedikit dan waktu untuk atau sisa makanan Sebaliknya, bila makanan yang merangsang dinding usus menjadiyang tertinggal setelah makanan dikonsumsi mengandung banyak singkat, sehingga dapat mencegahdicerna, karena tubuh manusia serat, maka serum kolesterol turun timbulnya kanker pada kolon.tidak mempunyai enzim yang dapat secara bermakna. Beberapa serat terutama jenismencerna makanan. Secara kronologis, makanan yang serat yang tidak larut dalam air, Sebenarnya semua tumbuh- dapat menarik air dalamtumbuhan mengandung saluran pencernaan, sehinggaberbagai jenis serat, tetapi menyebabkan faeces menjadikadarnya berbeda-beda. Ada lunak dan mudah keluar.yang larut dan ada pula yang Faeces yang lunak dapattidak larut dalam air. Sayur mengurangi tekanan padadan buah yang kita makan usus besar bagian bawah.sehari-hari, disamping sebagai Keadaan ini akan mengurangisumber vitamin dan mineral kemungkinan pembuluh darahjuga sebagai sumber serat. di sekitar anus membesarBahan makanan yang termasuk atau pecah. Selain itu seratrendah serat yaitu tepung, gula, juga merangsang usus untukminyak dan bahan makanan berkontraksi secara normalyang berasal dari hewan seperti dan mengurangi penonjolandaging, susu, ikan dan ayam. tinggi serat sebagian besar tidak usus. Serat sangat baik untuk diet dapat dihancurkan oleh enzim- Dalam daftar komposisi bahankarena serat cenderung mencegah enzim dan bakteri-bakteri di dalam makanan yang dikeluarkankonsumsi kalori yang berlebihan usus besar atau kolon. Departemen Kesehatan RI tentangdan memberikan rasa kenyang Di dalam kolon serat tersebut kecukupan gizi rata-rata yangyang lebih lama. Beberapa manfaat akan menyerap air, sehingga dianjurkan, belum ada ketentuanserat bagi kesehatan diantaranya volume tinja menjadi lebih besar atau besaran serat yang harusadalah mengurangi risiko penyakit yang selanjutnya akan merangsang dimakan dalam sehari. Namunjantung koroner, kanker usus syaraf pada rectum, sehingga demikian dianjurkan untukbesar dan haemorrhoid atau wasir. timbul keinginan untuk defekasi mengkonsumsi serat antara 20 – 25Hasil pengamatan epidemiologis atau buang air besar. Dengan gram per hari.menunjukkan bahwa kekurangan demikian tinja yang mengandung Penambahan konsumsi seratkonsusmsi serat dalam jangka waktu serat akan lebih cepat dikeluarkan. hendaknya dilakukan secaralama mempunyai kaitan dengan Dengan kata lain “transit time” atau bertahap. Penambahan yangbeberapa penyakit seperti kanker waktu antara masuknya makanan mendadak dapat menyebabkankolon, penyempitan pembuluh dan dikeluarkannya sebagai tinja flatus, kram dan diare yangdarah, radang usus, dan lain-lain. adalah pendek. Selain menyerap berlangsung selama beberapa Serat terutama jenis serat yang air, serat makanan juga menyerap hari saja sampai terjadi adaptasi.larut dalam air, dapat mengikat asam empedu, sehingga hanya Mengkonsumsi banyak serat harusasam empedu dan kolesterol serta tinggal sedikit saja asam empedu disertai dengan cukup minum. nmembawa keluar tubuh bersama yang tinggal di dalam dinding Supriyono, S.KM.,M.Kesfeces, sehingga kadar kolesterol usus besar. Keadaan ini sangat Kepala Seksi Gizi  Dinasdarah menurun. Hasil ujicoba pada menguntungkan bagi tubuh karena Kesehatan Kabupaten Lamongan No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom
  9. 9. Ragam mendobrak, ini salah satu langkah kemandirian,” kata Wapres. Wapres optimis, dengan peluncuran seed vaksin tersebut, Indonesia bisa ikut berperan aktif dalam penanggulangan virus yang telah memakan korban sekitar 50 juta jiwa di seluruh dunia. Dalam acara tersebut Wapres Boediono didampingi Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, Mendiknas M. Nuh, Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Syaifullah Yusuf dan Rektor Unair Prof. Fasich. Dalam kesempatan itu, Wapres menyerahkan seed vaccine kepada Menkes untuk diproduksi secara massal, kemudian Menkes menyerahkan seed vaccine tersebut kepada Dirut PT Bio Farma Iskandar. Rencananya, tahun depan PT Biofarma mulai memproduksinya Lab BSL 3 UNAIR secara massal. Vaksin tersebut nantinya akan didistribusikan ke Luncurkan Bibit Vaksin seluruh wilayah di Indonesia. Menurut Menkes Endang Rahayu Setyaningsih vaksin akan H1N1 dan H5N1 didistribusikan secara gratis, terutama kepada orang-orang I yang rawan tertular virus tersebut. ndonesia siap memproduksi Indonesia tidak boleh terus- Untuk keperluan pembuatan vaksin H1N1 dan H5N1 menerus bergantung pada bangsa vaksin secara massal, negara siap sendiri. Medio November lain. Namun dalam kesempatan mengucurkan dana Rp 1,3 triliun. 2009, Laboratorium Bio itu Wapres mengingatkan agar Pada tahap awal, PT Biofarma akan Safety Level 3 (BSL-3) Avian laboratorium yang ada dijaga memproduksi 20 juta dosis virus Influenza Research Center (AIRC) sesuai aturan yang ada. “Ini harus atau sekitar sepersepuluh dari Universitas Airlangga Surabaya resmi ada protokol yang baik, yang teruji. jumlah total penduduk Indonesia. meluncurkan bibit vaksin kedua Jangan sampai kita gagal mengelola Hanya saja, untuk produksi awal, penyakit flu tersebut. teknologi ini. Jangan sampai ada vaksin H1N1 lebih didahulukan. “Baru Peluncuran dilakukan langsung virus yang terlepas, ini akan sangat pada November 2010, kita akan oleh Wakil Presiden Boediono di berbahaya,” kata Wapres. melakukan produksi massal untuk Rektorat Unair Kampus C. Menurut Menurut Wapres, sebagai negara vaksin H1N1,” kata Menkes Endang. Wapres Boediono, kemampuan tropis, Indonesia sangat rentan Sementara untuk vaksin H5N1, Indonesia membuat bibit vaksin bagi berkembangnya virus baru. Ini Menkes mengaku produksinya masih H1N1 dan H5N1 membuktikan berarti Indonesia berada di garis menunggu kebijakan pemerintah. Tapi negara ini bisa menjawab depan peperangan pada penyakit PT Biofarma siap mengubah proses tantangan era globalisasi. Apalagi, menular. Namun demikian di sisi produksi jika tiba-tiba vaksin H5N1 kedua bibit vaksin tersebut akan lain, Indonesia memiliki kesempatan dibutuhkan dalam jumlah besar. diproduksi secara massal oleh PT pertama di bidang teknologi Rektor Unair Prof. Fasich Biofarma, sebuah badan usaha untuk meneliti virus itu maupun menyatakan BSL-3 sebagai pusat milik pemerintah bidang farmasi. membuat vaksinnya. Menurut riset H1N1 dan H5N1 di Unair Pembuatan bibit vaksin H1N1 dan Wapres, laboratorium seperti BSL 3 merupakan yang terbesar di kawasan H5N1 diharapkan menjadi langkah ini kapasitasnya perlu ditingkatkan Asia Tenggara. Laboratorium seluas awal menuju kemandirian negara ini. dan dikembangkan. “Saya bangga 224 meter persegi ini memiliki ruang Wapres menegaskan, bangsa Universitas Airlangga bisa uji coba untuk 30 monyet.ngi10 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  10. 10. RagamDasipena, Sulawesi UtaraDikukuhkan MenkesI ndonesia merupakan negara yang rawan Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, bencana. Di Sulawesi Utara, menurut data Pusat Kalimantan Selatan serta DKI Jakarta. PPK Regional Sulawesi Penanggulangan Krisis (PPK) Depkes pada tahun Utara memiliki daerah layanan yang mencakup provinsi 2009, terjadi beberapa bencana seperti banjir di Gorontalo, Maluku Utara, dan provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado dan Kabupaten Bolaang Mongondow. Menurut Menkes, dalam penanggulangan bencana,Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sangihe, serta Pemerintah sudah menjadikan upaya kesiap-siagaangempa bumi tektonik di Kabupaten Talaud. bencana prioritas nasional seperti yang terwujud dalam Dengan melihat ancaman yang ada maka keberadaan Rencana Aksi Nasional untuk Pengurangan Risikopemuda siaga peduli bencana (DASIPENA) sangat Bencana (Disaster Risk Reduction). Di tingkat internasional,tepat dan strategis. Ribuan orang anggota DASIPENA metode penanggulangan krisis kesehatan akibatyang tersebar diseluruh wilayah Indonesia nantinya bencana di Indonesia telah disepakati sebagai metodeakan ditingkatkan kepasitasnya dengan pelatihan acuan dunia internasional oleh WHO,pertolongan pertama pada korban cedera serta dasar- Upaya yang dilakukan antara lain meningkatkandasar penanggulangan bencana. kemampuan SDM melalui pelatihan bertaraf nasional Tanggal 17 November lalu, Menteri Kesehatan dr. dan internasional, baik bersifat manajemen maupunEndang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH mengukuhkan teknis medis. Pelatihan nasional mencakup pelatihan1.500 Pemuda Siaga Peduli Bencana (DASIPENA) Pusat manajemen bencana, rencana kontinjensi, emergencyPenanggulangan Krisis (PPK) Regional Sulawesi Utara nursing, ATLS (Advanced Trauma Life Support), ACLSdi Gedung Convention Center, Manado. Pengukuhan ini (Advanced Cardiac Life Support), manajemen obat danbersamaan dengan perayaan Hari Kesehatan Nasional ke- persediaan farmasi, radio komunikasi, RS lapangan,45. Acara pengukuhan dihadiri Gubernur Provinsi Sulawesi evakuasi korban bencana di perairan dan operasionalisasiUtara Drs. S.H. Sarundajang, anggota Komisi IX Vanda perahu karet, serta pelatihan RHA (rapid healthSarundajang, pejabat eselon II Depkes, Bupati/Walikota di assessment). Sementara pelatihan internasional yaituSulawesi Utara, para Rektor Universitas, serta para Pemuka penyelenggaraan International Training Consortium onAgama dan Tokoh Masyarakat Sulawesi Utara. Disaster Risk Reduction di Makassar, Yogyakarta, Surabaya, Pengukuhan DASIPENA Sulawesi Utara merupakan dan Jakarta. Total petugas yang telah dilatih selama kurunpengukuhan yang kedelapan setelah PPK Regional waktu tahun 2006 – 2009 sebanyak 5.180 orang. ngi No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 11
  11. 11. Ragam Sosialisasi Standar Perlindungan Pasien M enteri Kesehatan dr. Endang mensosialisasikan nilai-nilai perlindungan pasien (patient R.Sedyaningsih, MPH,.Dr.PH mengatakan, safety) kepada seluruh komponen professional dan peningkatan jumlah sarana pelayanan rumah sakit” ujarnya. , kesehatan dalam dua dekade terakhir Pelayanan medik prima dalam mencapai belum diikuti peningkatan kualitas layanan perlindungan pasien dapat diwujudkan melalui medik. Hal ini dapat dilihat dari 1.292 rumah sakit yang identifikasi secara cermat seluruh pasien, peningkatan ada di seluruh Indonesia baru 60 persen diantaranya yang komunikasi yang efektif kepada pasien, peningkatan terakreditasi. ”Dari yang sudah terakreditasi pun belum keamanan pasien dengan sedini mungkin mengenali semuanya menerapkan prosedur standar perlindungan tanda-tanda untuk keberhasilan atau kegagalan dalam pasien,” kata Menkes saat membuka Kongres XI pengobatan serta terhindarnya salah tempat, salah Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di pasien dan salah tindakan pembedahan yang tidak Balai Sidang Jakarta, 28 Oktober 2009. sesuai dengan prosedur. Menkes mengatakan, hampir setiap tindakan medik Pelayanan terhadap pasien di rumah sakit, harus menyimpan potensi risiko. Data emperik membuktikan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional secara tepat masalah medical error (kesalahan medis) sering terjadi dan cermat sesuai kebutuhan pasien. Setiap tindakan yang dalam derajat yang beragam, dari yang ringan hingga dilakukan kepada pasien, juga harus didokumentasikan yang berat. Menurut laporan IOM (Institute of Medicine) dengan baik supaya pengelola rumah sakit memiliki data menyebutkan bahwa di Amerika Serikat setiap tahun dan catatan medis yang dibutuhkan jika masalah muncul terjadi 48.000 hingga 100.000 pasien meninggal dunia kemudian hari.“Tenaga kesehatan yang bertugas di depan akibat kesalahan medis, ujarnya. harus tahu perasaan pasien, bicara kepada mereka supaya Dr. Endang R. Sedyaningsih berharap, PERSI sebagai keluarganya tidak panik,“ kata dr. Endang. induk organisasi pengelola rumah sakit, ikut berperan Masyarakat menuntut pelayanan kesehatan yang secara aktif mendorong seluruh anggotanya untuk berkualitas. Karena itu, mereka banyak yang memilih bersama-sama melaksanakan dan mengembangkan berobat ke luar negeri dibandingkan menggunakan pelayanan medik prima guna mencapai tujuan layanan kesehatan dalam negeri. Apabila hal ini dibiarkan, perlindungan pasien.“Salah satu upaya besar devisa kita akan terus mengalir ke luar negeri. nSmd/Dd pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan12 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  12. 12. Ragam unit kendaraan Promosi Kesehatan, peralatan peraga pendidikan kebidanan dan keperawatan, 1 ton makanan pendamping Air Susu Ibu (MP ASI), sarana air bersih untuk Kab. Sumba Barat, Sumba Timur dan Kab. Timur Tengah Selatan. Dalam kesempatan yang sama di pendopo Gubernur NTT, MenkesKunjungan Menkes ke NTT juga menyerahkan secara simbolik Kartu Jamkesmas kepada 4 wargaA Kupang sebagai bentuk pelaksanaan khir November 2009, masalah dan kebutuhan pelayanan program kerja 100 hari Depkes. Menteri Kesehatan kesehatan berbeda dengan daerah Dalam kunjungannya di Kab. dr. Endang Rahayu lainnya.”Tenaga dokter spesialis Sikka, Menkes juga mengunjungi Sedyaningsih, MPH, masih menjadi masalah dengan Puskesmas Waipare tempat pertama melakukan kunjungan belum semua RS daerah memiliki penugasannya sebagai dokterkerja ke Provinsi Nusa Tenggara dokter ahli yang dipersyaratkan. Puskesmas. Dalam kesempatan ituTimur (NTT). Selama dua hari, Angka kematian ibu dan bayi masih Menkes memberikan bantuan 1Menkes mengunjungi RSUD Prof. di atas rata-rata nasional. Sedangkan mobil Promosi Kesehatan kepadaDr. W.Z. Johannes, RS St. Gabriela angka gizi kurang dan gizi buruk Bupati Sikka yang diteruskan kepadadan RSUD dr. T.C. Hillers Maumere, klinis masih cukup tinggi, ujar Dinas Kesehatan Kab. Sikka. JugaPuskesmas Waipare dan Puskesmas Gubernur. menyerahkan media penyuluhan,Bola, dan beraudiensi dengan Menkes dalam sambutannya peralatan medis, obat-obatan, kitGubernur NTT serta jajaran mengatakan, terwujudnya hak-hak bidan, MP ASI dan 1 unit mobilkesehatan Prov. NTT. rakyat akan penyediaan pelayanan Puskesmas keliling kepada Kepala Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya kesehatan yang bermutu dan Puskesmas Waipare dr. Marietha L.D.menyatakan, Pemerintah Provinsi NTT terjangkau menjadi perhatian utama Weni.memiliki 8 agenda pembangunan Depkes. Karena itu Menkes mengajak Menkes juga mengunjungiutama. Diantaranya adalah masalah semua pihak untuk turut serta aktif Puskesmas Bola dimana suami dr.kesehatan. Anggaran kesehatan dalam pembangunan kesehatan, Endang yaitu dr. Mamahit, SPOGdi provinsi ini selalu meningkat, karena pembangunan kesehatan bertugas pertama kali. Dalamberkisar 10 persen dari APBD provinsi. tidak hanya menjadi tanggung kesempatan yang sama Menkes jugaDikatakan, Gubernur bahwa provinsi jawab Departemen Kesehatan. menyerahkan 1 unit mobil Puskesmasyang dipimpinnya merupakan Dalam kesempatan tersebut Keliling, media promosi kesehatanprovinsi kepulauan yang karakteristik Menkes menyerahkan bantuan 1 dan MP ASI kepada Kepala Puskesmas Bola Saferius Simpel. Menkes juga mengunjungi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di desa Geliting Kec. Kewapante dan penyerahan jaringan air minum Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Desa Namangjewa Kec. Kewapante kepada masyarakat. Di desa Namangkewa tersebut masyarakat telah mengorganisir untuk membangun sarana sanitasi dan peningkatan perilaku higienis melalui kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).ngi/yuli No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 13
  13. 13. Ragam Menkes Bertemu dengan Pemimpin Media T iga pekan setelah ekonomi. Penyakit double burden timur jomplang sekali,” kata Menkes. dilantik Presiden, Menkes khususnya new-emerging diseases Tantangan berikutnya menurut dr. Endang Rahayu yang berpotensi wabah. Masih Menkes adalah penyakit yang Sedyaningsih didampingi tingginya angka kematian ibu (AKI) tergolong double burden atau multi stafnya bertemu sejumlah angka kematian bayi (AKB), Gizi Buruk burden. Indonesia masih memiliki pemimpin redaksi media massa ke arah Stunting, pencapaian perilaku penyakit-penyakit yang klasik seperti baik cetak, elektronik, maupun hidup bersih dan sehat (PHBS) baru Malaria, walaupun di pulau Jawa media online. Pertemuan informal 38,7%, pemanfaatan Posyandu baru kasus ini minim. TB masih tinggi ini membahas program 100 hari mencapai 78,3%, sejumlah daerah di di wilayah Timur sehingga perlu dengan sejumlah tantangan yang Indonesia termasuk kawasan rawan terobosan yang lebih tajam untuk dihadapi dalam 100 hari maupun 5 bencana (ring of fire). Tantangan menurunkannya. Selain itu, saat ini tahun ke depan. Menurut Menkes, lain adalah, perlu meningkatkan sudah terjadi pergeseran penyebab program 100 hari terdiri dari quick distribusi tenaga kesehatan untuk kematian dari penyakit menular list, atau hal-hal yang bisa langsung daerah terpencil, tertinggal dan ke penyakit tidak menular seperti diukur kinerjanya selain sifatnya kepulauan, peningkatan kesehatan hipertensi, diabetes mellitus dan sebagai landasan untuk 5 tahun haji serta perluasan cakupan sasaran kanker. Kini timbul pula penyakit- mendatang. Jamkesmas. penyakit yang disebabkan dampak Menkes mencatat beberapa Menurut Menkes, disparitas era globalisasi, dimana transportasi tantangan yang perlu dihadapi dan merupakan tantangan terberat sangat mudah sehingga penyakit dicarikan solusinya. Setidaknya ada karena wilayah Indonesia yang dimana pun di dunia ini sangat besar 10 tantangan yang mengemuka, cukup luas, heterogen baik kemungkinannya masuk ke Indonesia yaitu Indeks Pembangunan Manusia secara geografis, sosial, maupun seperti SARS, H5N1 dan H1N1. (IPM) Indonesia masih belum budaya. Hasil riset kesehatan Tantangan lain adalah masih menggembirakan yaitu urutan 111 dasar (Riskesdas) tahun 2007 tingginya AKI dan AKB, serta dari 182 negara. Disparitas hasil menunjukkan disparitas tersebut. gizi buruk ke arah Stunting. pembangunan kesehatan antar “Contohnya kesehatan di Yogyakarta Permasalahan lain yang sifatnya urban dan rural, daerah, tingkat sudah sangat bagus tetapi di daerah bukan penyakit, seperti gizi adalah14 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  14. 14. Ragamkeadaan yang tidak bisa diatasihanya dengan crash program yangsifatnya pemberian makanantambahan saja.“AKI penurunannyasudah signifikan namun untukAKB perlu upaya yang lebih kerassehingga angkanya bisa didesakturun,” papar Menkes. Masalah gizi paling diderita olehbayi dibawah satu tahun. Faktoryang berpengaruh dalam masalahini adalah ketahanan pangan rumahtangga dalam memenuhi makananyang bergizi, pola asuh dan penyakit.“Ada bayi dan Balita yang kena TB, upaya promotif dan preventif Menkes mengakui kelemahananaknya jadi kurus. Dimasyarakat kita dengan pendataan ibu hamil dan pelayanan kesehatan selama iniada yang salah dengan pola asuh. penyediaan Buku KIA bagi ibu hamil adalah akibat kurangnya pengawasan.Ada orang dari golongan menengah baru serta penanganan kasus gizi Oleh karena itu, Depkes mempunyaidan kaya juga mengalami masalah buruk oleh kader Posyandu dimulai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).gizi,” jelas Menkes. dengan 6.000 kasus. Dengan menempatkan sebanyak Menkes menambahkan, ada Masalah lain adalah mungkin PPNS untuk melakukanjuga rumah tangga yang tidak biasa meningkatkan distribusi tenaga penilaian dan pengawasan terhadapmemberi sarapan bagi keluarga. Di kesehatan daerah terpencil, program pembangunan kesehatandesa, ibu-ibu baru memasak pukul perbatasan, kepulauan tertinggal, berdasarkan standar yang telah11 untuk suaminya di sawah. Anak- serta meningkatkan kesehatan haji ditentukan, maka akan bisa terpantauanak berangkat ke sekolah tidak dan memperluas sasaran Jamkesmas. apakah pelayanan itu sudahmemperoleh makan pagi padahal Khusus untuk program mencapai suatu standar yang optimalini penting sekali. Padahal, dengan Jamkesmas Menkes akan membuat atau tidak. Dengan mengoptimalkanmembiasakan sarapan dengan gizi mekanisme baru dimana seorang PPNS, kasus-kasus yang berkaitanseimbang yang baik, sudah 30 – 50% warga negara harus bertanggung dengan masyarakat akan berkurang.kecukupan dalam satu hari itu sudah jawab terhadap kesehatannya PPNS tidak saja hanya di RS tetapiterpenuhi. sendiri. Artinya jika seseorang tidak juga di hotel-hotel untuk melihat Hasil riskesdas menunjukkan peduli dengan dirinya sendiri, maka apakah hotel tersebut sudahhanya 38,7% penduduk Indonesia jangan mengharapkan orang lain punyai tenaga sanitasi dan sudahyang berperilaku hidup bersih untuk peduli.“Itu yang akan kita mempraktekkan gizi yang baik.dan sehat. Menkes mencontohkan tekankan pada orang memaknai Dalam hal penelitian Depkeskebiasaan sikat gigi yang benar hidup sehat,” tegas Menkes. akan membentuk komisi nasionalangkanya masih kurang dari 20%, Menkes juga mendorong penelitian penyakit infeksiitu artinya sikat giginya setelah agar dokter tidak hanya sifatnya yang tugasnya adalah memberimakan dan sebelum tidur. Namun mengobati. Dokter dan RS harus rekomendasi kepada menteri. Tugaskebanyakan masyarakat umunya mengupayakan kesehatan komisi ini adalah pertama memberimenyikat gigi saat bangun tidur, masyarakat di sekitarnya. Menkes rekomendasi kepada menteri dalamsementara setelah makan tidak sikat mengaku malu bila mendatangi hal penetapan resiko dari suatulagi. RS besar, teknologinya canggih, penyakit infeksi. Kedua, penetapan Menkes menyebutkan, namun angka kematiannya tinggi, kandidat vaksin, penyediaan farmasi,pemanfaatan posyandu mencapai lingkungan sekitarnya kumuh. agent, alat diagnostik, bahan dan78,3%. Upaya peningkatan “Dokter juga mesti ada program reagensia penentu bahan baku mutu.kesehatan masyarakat pedesaan sosial, pediatric sosial, obstretri sosial, Ketiga, penetapan laboratoriumsebenarnya efektif dilakukan melalui pulmonologi sosial yang sifatnya rujukan untuk menentukanpemantapan Posyandu dan Bidan keluar,” terang Menkes. diagnostik.ngi/yuliDesa. Di Posyandu dapat dilakukan No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 15
  15. 15. Ragam Pelayanan kesehatan di Arab Saudi Pelayanan Kesehatan Haji Lebih Baik P enilaian bahwa mentromini). (Wasdal) telah melakukan pelaksanaan Pelayanan Pada periode Armina musim peninjauan, pengawasan dan Kesehatan Haji tahun 2009 haji tahun ini, kunjungan rawat pengendalian di klinik kesehatan di Arafah, Musdalifah dan jalan 11.202 kasus dengan penyakit misi haji di Arafah dan Mina yang Mina cukup baik karena terbanyak Nasofaringitis akut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk pertama kalinya tahun ini (38,21%). Kunjungan rawat inap 180 Depkes dr. Safi’i Ahmad, MPH. diberikan fasilitas kesehatan secara orang, 130 orang di rawat di BPHI Disamping itu, dapat dilihat lengkap, berupa: klinik misi haji di dan 50 orang di RS Arab Saudi. dari tingkat total jamaah haji Arafah dan Mina, tenaga kesehatan, Berdasarkan dari pengalaman meninggal tahun ini sampai tanggal ambulans, obat dan sarana penunjang tahun lalu, akibat kelelahan, 20 Desember 2009 sebanyak 291 kesehatan lain, sehingga semua kematian akan mulai meningkat orang lebih rendah dibanding tahun jamaah sakit dapat dilayani dengan setelah/ pasca Armina. Oleh karena 2008 sebanyak 454 orang. Kecilnya baik. Disamping itu, tim kesehatan itu, sistem kewaspadaan dini angka kematian jamaah haji tahun juga telah mensyafari wukufkan 125 terhadap kemungkinan terjadinya ini dapat mengindikasikan semakin orang jamaah sakit tanpa kendala kejadian luar biasa, visitasi dokter baiknya koordinasi dan pelayanan yang berarti dan jumlah kematian kloter terhadap jamaah telah kesehatan kepada para jamaah. Hal jamaah pada Armina 26 orang lebih ditingkatkan, sehingga deteksi dini ini merupakan keberhasilan bersama kecil dibanding tahun 2008 sebanyak dan respon cepat telah dilakukan dari semua pihak terkait, baik dari 57 orang. Pelaksanaan safari wukuf guna mengurangi angka kesakitan kesadaran jamaah dan pemerintah tersebut melibatkan 10 dokter dan dan kematian. Indonesia. 27 perawat kesehatan, dengan Untuk menilai kondisi pelayanan Sejak awal, Departemen menggunakan 16 buah ambulan, 2 kesehatan bagi jamaah haji, tim Kesehatan telah berusaha buah Bus dan 2 buah coaster ( sejenis pengawasan dan pengendalian meningkatkan mutu pelayanan16 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  16. 16. Ragammelalui perekrutan tenagakesehatan kesehatan secaratransparan dan profesional,penyediaan kebutuhan obat sesuaidengan formularium yang telahditetapkan dan penyiapan saranapenunjang pelayanan kesehatansesuai kebutuhan. Tahun ini pula Depkes telahmendirikan Balai pengobatan HajiIndonesia (BPHI) di Makkah yang Pelayanan obat dicukup representative. Balai ini BPHI Arab Saudimenjadi pusat pelayanan kesehatanhaji di Arab Saudi. Depkes telah maupun kloter. kloter yang lebih terlebih dahulumenyewa gedung 9 lantai di kawasan Disamping itu, pelayanan memberikan pelayanan kesehatan.Holidiyah Makkah Arab Saudi. Balai kesehatan haji tahun ini didukung Apabila pelayanan kesehatan olehini mampu memberi pelayanan oleh ketersediaan obat yang tenaga kesehatan kloter dianggapkesehatan kepada jamaah haji mencukupi. Sehingga, sebagian cukup, maka pasien tidak perluIndonesia secara optimal. Sebab besar jamaah yang berobat pada di rujuk ke pelayanan kesehatanBPHI ini dilengkapi dengan sarana pelayanan kesehatan di tanah ke tingkat sektor. Sektor hanyapelayanan kesehatan yang memadai, suci mendapat obat yang sesuai memberikan pelayanan kesehatansekelas rumah sakit Tipe C di tanah air. dengan penyakit yang dideritanya. kepada pasien yang tidak dapat Untuk memudahkan mobilisasi Sedangkan jamaah yang menderita ditangani oleh tenaga kesehatantenaga kesehatan, seluruh tenaga penyakit khusus, mereka telah kloter, karena keterbatasan saranakesehatan BPHI tinggal di BPHI membawa obat sendiri dari tanah air. pelayanan kesehatan yang ada.dengan menggunakan sebagian Agar pelayanan kesehatan berjalan Demikian juga dengan BPHI Makkah,ruang untuk tempat tinggal. Dengan baik, maka pelayanan kesehatan hanya menerima rujukan pasiendemikian, BPHI dapat beroprasi kepada jamaah dilakukan secara jamaah haji yang tidak dapatselama 24 jam melayani rujukan berjenjang. Ketika ada keluhan dari ditangani oleh petugas kesehatan dijamaah haji dari seluruh BPHI sektor jamaah, maka petugas kesehatan sektor maupun kloter.npraPenghargaan KepadaPahlawan Pembangunan KesehatanD alam rangkaian satu wujud apresiasi pimpinan peringatan Hari Departemen Kesehatan kepada Kesehatan Nasional institusi dan perorangan yang telah (HKN) ke-45, Menkes memberikan sumbangan nyata dr. Endang Rahayu dalam meningkatkan pembangunanSedyaningsih, MPH, Dr. PH, kesehatan di Indonesia.memberikan penghargaan  Menurut Menkes, keberhasilankepada institusi dan Individu yang pembangunan kesehatan tidaktelah mendukung, berkontribusi semata-mata ditentukan oleh hasilnyata, dan berprestasi dalam kerja keras sektor kesehatan, akanpembangunan kesehatan. tetapi dipengaruhi juga dari hasilPenghargaan ini sebagai salah kerja serta kontribusi positif sektor No.XXI/DESEMBER/2009 Mediakom 17
  17. 17. Ragam Menkes dr.Endang R.Sedyaningsih, MPH, Dr,PH Menyerahkan penghargaan dalam rangka HKN 2009 lain di luar kesehatan. Dengan berhasil dalam memberdayakan Kesehatan yang bermutu tinggi dan demikian, dukungan dan peran masyarakat dan swasta mewujudkan profesional membutuhkan motivasi, serta masyarakat baik perorangan penyelenggaraan Kabupaten/Kota dedikasi dan loyalitas Widyaiswara. maupun instansi/lembaga sangat Sehat. Tanda Penghargaan juga Untuk itulah Menkes memberikan mempengaruhi keberhasilan diberikan kepada Dosen Berprestasi penghargaan kepada Widyaiswara pembangunan kesehatan. pada Institusi pendidikan sebagai berprestasi nasional yaitu Dr.  Penghargaan yang diberikan hasil penilaian dari Badan PPSDM Suparman, M.Si, M.Kes dari Balai berupa, Ksatria Bakti Husada, dan Peneliti Teladan sebagai hasil Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto diberikan kepada individu penilaian Badan Litbangkes. sebagai juara I; H. Alam Pamilihan yang dengan sukarela telah Sebagai upaya meningkatkan Harahap, SKM dari Balai Pelatihan menyumbangkan tenaga, pikiran kualitas dan jangkauan informasi Kesehatan Nasional Lemahabang dan pengetahuannya didalam kesehatan, Menkes memberikan sebagai juara II; dan juara III Dr. Drs. mengembangkan program penghargaan untuk pemenang Setiyono, MBA, M.Kes, M.Pd. dari Balai kesehatan. Darma baktinya telah kompetisi jurnalistik kepada Aries Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta. dapat dirasakan dan sangat Kelana dari Majalah GATRA dengan  Menkes juga memberikan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa judul tulisan “Jejak Kaki Gajah di penghargaan kepada Perpustakaan dan Negara. Penerima penghargaan Tangerang” sebagai juara I; wartawan terbaik di sektor Kesehatan. Untuk Ksatria Bakti Husada tahun 2009 Republika Ferry Kisihandi dengan kategori Perpus RS Vertikal Depkes, berjumlah 16 orang. judul tulisan “Flu Babi Dekati Puslitbangkes dan Balai Pelatihan  Tanda Penghargaan Manggala Pandemi” sebagai juara II; dan Heru Kesehatan dimenangkan oleh Karya Bakti Husada diberikan kepada Triono, wartawan Koran Tempo, Perpustakaan Pusat Penelitian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dengan judul berita “Penyakit Pengembangan (Puslitbang) Sistem 31 Tim Penggerak PKK Kabupaten/ Menular yang Tidak Menular” Kebijakan Kesehatan, Surabaya Kota dengan perkembangan sebagai juara III. sebagai juara I; Perpustakaan RSUP Dr. Posyandu Purnama dan Mandiri  Penghargaan juga diberikan Sardjito Yogyakarta; dan Perpustakaan diatas 60% dan yang berhasil kepada pemenang Lomba Poster Puslitbang Gizi dan Makanan Bogor mengembangkan kegiatan inovatif Obat Generik untuk pelajar, yaitu sebagai juara III. Sedangkan untuk dan berbasis masyarakat untuk Agustan, Faisal Samsyudin dan Faisal kategori perpustakaan Politeknik meningkatkan Lingkungan Sehat. UA sebagai juara I – III. Sedangkan Kesehatan peringkat I dimenangkan  Selain itu, Menkes juga harapan I s/d III jatuh pada oleh Politeknik Yogyakarta; peringkat memberikan penghargaan Swasti Annastasia Melisse Putri, Sabrina Yula II oleh Politeknik Palangkaraya; Shaba kepada 35 pemerintah Amelia dan Wardana Saputra. dan peringkat III oleh Politeknik Kabupaten/Kota yang telah  Menciptakan Sumberdaya Malang. ngi18 Mediakom No.XXI/DESEMBER/2009
  18. 18. Media Utama Media Utama Program Seratus Hari Departemen Kesehatan Inilah program permulaan dari rencana kerja tahunan dan lima tahunan Departemen Kesehatan. Ada tiga garis besar yang menjadi acuan; yaitu “change and continuity; debottlenecking, acceleration, and enhancement; serta unity, together we can” untuk mencapai pembangunan kesehatan.E mpat pilar yang menjadi fokus program tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) secara 100 hari Departemen Kesehatan, yaitu; berkesinambungan. meningkatkan pembiayaan kesehatan Untuk meningkatkan pembiayaan kesehatan dengan memberi Jaminan Kesehatan dengan memberikan Jaminan Kesehatan Masyarakat, Masyarakat, meningkatkan kesehatan Depkes telah mencanangkan peningkatan pelayanan masyarakat untuk mempercepat kepada 76,4 juta penduduk miskin dalam sistem pencapaian target MDGs, mengendalikan jaminan kesehatan dengan anggaran sebesar Rp 4,6penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat Triliun. Target ini akan dicapai melalui peningkatanbencana dan peningkatan ketersediaan, pemerataan dan akses dengan pemberian kartu Jamkesmas kepadakualitas tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil, penghuni panti asuhan dan panti werda, memberi No.XX/OKTOBER/2009 Mediakom 19
  19. 19. Media Utama Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH. (paling kiri) didampingi pejabat eselon 1 saat Raker dengan DPR Komisi IX membahas program 100 hari revitalisasi Permenkes tentang Depkes dan Masalah aktual bidang kesehatan. kewajiban menuliskan resep dan atau menggunakan obat generik di sarana pelayanan kesehatan pemerintah. Terkait pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana telah direncanakan kegiatan penanggulangan HIV/ AIDS. Pengamanan dan penyediaan Anti Retroviral Virus (ARV) untuk 16.000 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA); Penyediaan reagent HIV untuk pengamanan darah (950.000 tes), survailans (200.000 tes) dan diagnostik (1.000.000 tes) dan pengembangan Pusat pengobatan jaminan kesehatan kepada anggota Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi TB dan HIV di Provinsi Papua. TNI/POLRI dan keluarganya di DTPK balita, khusus untuk laki-laki dan Selain AIDS, dilakukan ( Daerah Terpencil, Tertinggal dan perempuan, sehingga berat badan penanggulangan penyakit Kepulauan); peningkatan mutu balita akan terukur secara lebih TB. Dipastikan terjaminnya melalui pemantapan Indonesia cermat. Tidak ketinggalan diadakan ketersediaan Obat Anti TB (OAT) Diagnosis Related Group (INA-DRG) penanganan kasus gizi buruk oleh di fasilitas kesehatan pemerintah atau sistem pembayaran rumah sakit kader Posyandu dimulai dengan dan tersedianya pusat pelayanan berdasarkan kelompok penyakit 6.000 kasus. Akan ditingkatkan TB Multi Drug Resistant (MDR), rawat inap di seluruh RS pemerintah; pencarian secara aktif oleh para kader penanggulangan Malaria melalui: peningkatan manajemen melalui Posyandu untuk menemukan balita penemuan dan pengobatan 300.000 pelunasan semua tagihan gizi kurang dan buruk (sesuai data penderita malaria, distribusi 2,5 Jamkesmas tahun 2009 di rumah Riskesdas 2007), dan selanjutnya juta kelambu, screening 450.000 ibu sakit , dan penyusunan roadmap melaporkan ke Puskesmas untuk hamil untuk perlindungan terhadap 2010-2014 menuju Jaminan dilakukan tindak lanjut. Balita malaria, pos malaria terintegrasi Kesehatan Semesta. gizi buruk yang ditemukan akan dengan Desa Siaga, dan konversi Sementara itu, untuk mendapatkan perawatan khusus. angka malaria indeks menjadi meningkatkan kesehatan masyarakat Dalam 100 hari ini juga dilakukan Parasite Index di Jawa-Bali. melalui pencapaian target Millenium pengembangan model registrasi Peningkatan Universal Child Development Goals (MDGs), akan kematian di delapan kota, yang Immunization (UCI) di seluruh dicapai melalui pemantapan fungsi merupakan upaya pengembangan desa di pulau Jawa menjadi Posyandu, penempatan Bidan di yang sebelumnya hanya mencakup prioritas pemerintah. Peningkatan desa, dan KB-Kesehatan Reproduksi. empat kota, sehingga akan diperoleh pengawasan obat dan makanan, Departemen Kesehatan akan data yang dapat dimanfaatkan melalui: peningkatan pengawasan melakukan pendataan Ibu Hamil dan untuk penyusunan kebijakan dan obat dan makanan yang tidak penyediaan Buku KIA bagi Ibu Hamil perencanaan lebih baik. Terkait memenuhi persyaratan serta layanan baru, untuk mencapai 60.000 desa. dengan hal itu, juga akan ada satu atap untuk regrestasi obat Selain itu, dilakukan peningkatan peningkatan upaya kesehatan dan makanan impor. Masih terkait advokasi tentang gizi untuk para sekolah (UKS) oleh Puskesmas untuk dengan penanganan kesehatan, pengambil keputusan di luar meningkatkan kesehatan anak. beroperasinya Balai Pengobatan Haji bidang kesehatan. Untuk itu akan Hal penting yang akan dilakukan Indonesia (BPHI) baru di Makkah disusun buku saku untuk pengambil untuk mencapai target MDGs, yaitu Arab Saudi untuk memantapkan keputusan. Pemerintah juga akan pemenuhan pengadaan sarana air pelayanan kesehatan mulai dari memberikan biaya operasional minum 1.379 desa dan sanitasi di musim haji tahun 2009. untuk 240.000 Posyandu untuk 61 lokasi, penetapan pembatasan Dalam seratus hari ini, Pemerintah bulan November-Desember 2009. Harga Eceran Tertinggi (HET) juga memperhatikan potensi Dilakukan pencanangan Obat Generik Berlogo (OGB) dan bencana. Oleh karena itu, dilakukan20 Mediakom No.XX/OKTOBER/2009
  20. 20. Media Utama dr.Ribka Tjiptaning (kedua dari kiri) didampingi para Wakil Ketua Komisi IX DPR.RI saat memimpin Raker dengan Menkes membahas program 100 hari hambatan untuk pencairan dana Depkes dan Masalah aktual bidang kesehatan. dekonsentrasi, mengaplikasikan reformasi birokrasi, menyelesaikan Rencana Strategis Departemen Kesehatan tahun 2010-2014 dan rencana aksi untuk membuat landasan hukum untuk implementasi 4 Undang-Undang yang berkaitan dengan kesehatan yang sudah mendapat persetujuan DPR-RI. Memang, keberhasilan pembangunan kesehatan selama ini cukup menggembirakan, namun menuju 5 tahun ke depan (2010- 2014), pembangunan kesehatan perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat bahwa Indonesia untuk mencapai dua sasaran besar yaitu pencapaian MDGs dan Jaminan Kesehatan Semesta (universal coverage). Perlu dilakukan berbagai upaya lanjutan dan terobosan untuk mencapai dua sasaran besar ini. Pembangunan kesehatan memerlukan reformasi, dengan mengubah paradigma masyarakat terhadap kesehatan. Bapak Presiden menekankan perlunya paradigma baru, yaitu “paradigma meningkatkan kesehatan masyarakat, atau sehat itu indah, sehat itu gratis, dalam arti bagi Anggota DPR Komisi IX saat yang tidak mampu, saudara kita yang rapat kerja dengan Menkes miskin, sangat miskin, kita dorong untuk sehat dan kemudian tidak harus berobat. Itu adalah reformasiprogram penanggulangan bencana, kesehatan strategis, seperti; dokter, kesehatan yang rencana pastinyajika terjadi bencana. Setelah itu perawat, bidan, sarjana kesehatan (Roadmapnya) harus jadi pada 100dilakukan screening balita risiko gizi masyarakat, sanitarian, ahli gizi, hari pertama ini”.buruk pasca bencana dan penguatan asisten apoteker dan analis. Pembangunan kesehatanlogistik di 9 pusat regional dan 2 sub Dalam program ini juga diarahkan pada peningkatan upayaregional. mencanangkan terpenuhinya promotif dan preventif, disamping Untuk meningkatkan kebutuhan tenaga kesehatan peningkatan akses pelayananketersediaan, pemerataan dan strategis (perawat, bidan, sanitarian, kesehatan bagi masyarakat miskin.kualitas tenaga kesehatan terutama gizi, analis kesehatan, asisten Peningkatan kesehatan masyarakatdi daerah terpencil, tertinggal, apoteker) sebanyak 131 orang di 35 (public health) dilakukan denganperbatasan dan kepulauan (DTPK) Puskesmas dari 101 Puskesmas DTPK. penekanan untuk hidup sehatsecara berkesinambungan, perlu Untuk mendukung empat pilar bukan untuk berobat, denganadanya Permenkes tentang Praktik tersebut, diperlukan dukungan meningkatkan pencegahan penyakit,tenaga kesehatan (perawat dan manajemen dalam meningkatan menular ataupun tidak menular,bidan) di DTPK. Serta tersedianya pelayanan kesehatan melalui: dengan cara memperbaiki kesehatanPeraturan/Kepmenkes tentang peningkatan Good Governance, lingkungan, gizi, perilaku danpemberian insentif bagi tenaga terutama dalam menghilangkan kewaspadaan dini.npra No.XX/OKTOBER/2009 Mediakom 21
  21. 21. Media Utama Empat Program, Satu Tujuan Kabinet Indonesi Bersatu II yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 11 prioritas Nasional yang harus dilaksanakan dan didukung oleh seluruh Menteri. Prioritas –prioritas itu kemudian dijabarkan dalam 15 program unggulan Presiden yang akan menjadi Road Map dalam pembangunan nasional 5 tahun ke depan. Reformasi Kesehatan Masyarakat seperti apakah yang merupakan tugas Kementerian Kesehatan? D epartemen Kesehatan Gratis” menjadi “Sehat Itu Indah Bidang Kesehatan meliputi: seluruh melakukan reformasi dan Sehat Itu Gratis” Kampanye ini . rakyat miskin, seluruh wilayah Kesehatan Masyarakat dilakukakan secara komprehensif, Indonesia, seluruh jajaran kesehatan, dengan cara sinergis, dan integratif, melalui lintas sektor, swasta, dan segenap membagi menjadi peningkatan akses masyarakat komponen masyarakat untuk ikut dua program kerja. terhadap pelayanan kesehatan berperan baik di Pusat maupun Pertama, melakukan terobosan yang berkualitas, peningkatan daerah. Dan dalam menerjemahkan yang mempunyai daya ungkit tinggi kesehatan masyarakat, dengan isu pokok bidang kesehatan, telah dalam pembangunan kesehatan; dan fokus pada preventif dan promotif, dibuat 12 rencana aksi dan telah kedua, menjalankan program yang penanggulangan penyakit, dilakukan identifikasi sumber daya merupakan dasar untuk pelaksanaan peningkatan sumber daya manusia untuk mendukung Program 100 Hari program 1-5 tahunan. kesehatan terutama Daerah Bidang Kesehatan. Tujuan reformasi kesehatan Terpencil Perbatasan dan Kepulauan Berikut adalah empat program masyarakat adalah adanya (DTPK). utama yang akan dijalankan perubahan paradigma dari “Berobat Sebagai sasaran Program 100 Hari Departemen kesehatan: 15 PROGRAM PILIHAN PRESIDEN 1. Pemberantasan Mafia Hukum tahun untuk Kredit Usaha Kecil Mengenah 2. Revitalisasi Industri Pertahanan 10. Penetapan Skema Pembiayaan dan Investasi 3. Penanggulangan Terorisme 11. Perumusan Kontribusi Indonesia dalam Isu Peruba- 4. Peningkatan Daya Listrik di seluruh Indonesia han Iklim dan Lingkungan 5. Peningkatan Produksi dan Ketahanan Pangan 12. Reformasi Kesehatan Masyarakat 6. Revitalisasi Pabrik Pupuk dan Gula 13. Penyelarasan antara Pendidikan dan Dunia Kerja 7. Penyempurnaan Peraturan Agraria dan Tata Ruang 14. Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 8. Pembangunan Infrastruktur 15. Sinergi antara Pusat dan Daerah 9. Penyediaan dana penjaminan Rp 2 triliyun per22 Mediakom No.XX/OKTOBER/2009
  22. 22. Media UtamaProgram 100 Hari Departemen Kesehatan1 Peningkatan 1. Peningkatan pelayanan kepada 76,4 juta penduduk miskin dan hampir miskin dalam sistem pembiayaan jaminan kesehatan dengan dana sebesar Rp 4,6 triliun kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat2 Peningkatan 2. Meningkatkan kesehatan masyarakat pedesaan terutama melalui pemantapan fungsi kesehatan Posyandu, Bidan di desa, dan KB-Kespro bidang promotif dan preventif: masyarakat untuk a. Pendataan ibu hamil (Bumil) dan penyediaan Buku KIA bagi Bumil baru untuk mencapai mempercepat 60.000 desa. pencapaian target b. Peningkatan advokasi tentang gizi untuk pengambil keputusan di luar bidang kesehatan. MDGs c. Pemberian biaya operasional 240.000 Posyandu d. Pencanangan Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi balita, khusus untuk laki-laki dan perempuan e. Penemuan kasus gizi buruk oleh kader Posyandu mulai dgn 6.000 kasus. f. Pengembangan model registrasi kematian di 8 provinsi g. Meningkatkan upaya kesehatan sekolah (UKS) oleh Puskesmas 3. Revitalisasi Permenkes tentang kewajiban menuliskan resep dan menggunakan obat generik di sarana pelayanan kesehatan Pemerintah, melalui pelatihan dan pemantapan 4. Penetapan Pembatasan Harga Eceran Tertinggi (HET) Obat Generik Berlogo (OGB).3 Pengendalian 5. Penanggulangan HIV/AIDS: penyakit dan a. Pengamanan dan penyediaan ARV untuk 16.000 ODHA; Penyediaan reagent HIV untuk penanggulangan pengamanan darah (960.000 tes), survailans (200.000 tes) dan diagnostik (1.000.000 tes); masalah kesehatan b. Pusat pengobatan TB HIV di Provinsi Papua. akibat bencana 6. Penanggulangan penyakit Tb: a. Tersedianya obat anti Tb (OAT) b. Tersedianya pusat pelayanan Tb multi-drug resistant (MDR) 7. Penanggulangan Malaria: a. Penemuan dan pengobatan 300.000 penderita malaria b. Distribusi 2,5 juta kelambu c. Screening 450.000 ibu hamil untuk perlindungan terhadap malaria d. Pos malaria terintegrasi dengan Desa Siaga 8. Peningkatan Universal Child Immunization (UCI) di 5 provinsi Jawa (Jatim, Jateng, Jabar, Banten, DKI Jakarta). 9. Pengawasan obat dan makanan a. Peningkatan pengawasan obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat melalui unit lab. Keliling b. Peningkatan pelayanan publik dengan pelayanan satu atap untuk registrasi dan sertifikasi impor obat dan makanan 10. Operasionalisasi Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) baru di Makkah Arab Saudi. 11. Penanggulangan bencana: a. Screening Balita berisiko gizi buruk pasca bencana; Pemulihan pelayanan kesehatan Puskesmas di daerah bencana Sumbar dan Jabar b. Penguatan logistik di 9 pusat regional penanggulangan bencana (Medan, Makassar, Surabaya , Palembang, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Jakarta, Semarang) dan 2 sub regional (Padang dan Jayapura) No.XX/OKTOBER/2009 Mediakom 23
  23. 23. Media Utama 4 Peningkatkan 12. Peningkatan SDM kesehatan dalam jumlah, jenis, dan mutu terutama di daerah terpencil, ketersediaan, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) pemerataan dan a. Disusunnya Permenkes tentang Praktek Nakes (perawat dan bidan) di DTPK dan Peraturan/ kualitas tenaga Kepmenkes tentang Pemberian insentif strategis (dokter, perawat, bidan, Sarjana Kesehatan kesehatan (nakes) terutama di daerah Masyarakat (SKM), sanitarian, ahli gizi, asisten apoteker dan analis) terpencil, tertinggal, b. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis (perawat, bidan, sanitarian, gizi, analis perbatasan dan kesehatan, asisten apoteker) sebanyak 131 orang di 35 Puskesmas dari 101 Puskesmas kepulauan (DTPK) Dalam program 100 hari Departemen Kesehatan, Menkes menyebutkan 4 isu pokok yang menjadi target utamanya, yaitu peningkatan pembiayaan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat, peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat target MDGs, pengendalian penyakit dan penanggulangan Prof dr. Ascobat Gani, MPH, Dr. PH masalah kesehatan dan akibat bencana serta “Harus Ada kesediaan pemerataan dan kualitas tenaga kesehatan terutama Perubahan” B di daerah terpencil, agaimana pendapat ahli Tanggapan anda tentang 4 isu mengenai program 100 utama dalam program 100 hari tertinggal, perbatasan hari Menkes tersebut, Menkes? dan kepulauan berikut wawancara Itu hasil dari Summit. Hal itu Mediakom dengan Prof merupakan sintesa dari stake (DTPK) Dr Ascobat Gani MPH Dr. PH seorang holder yang begitu luas. Kalau ahli Kesehatan Masyarakat. memang representatif, kita harus24 Mediakom No.XX/OKTOBER/2009
  24. 24. Media Utamaikut keinginan stake holder. Memang formal, bagaimana fiscal capacity Prof Ascobat, pribadi idealisada 4 isu utama, tetapi isu kesehatan nya. Harus bicara dengan Menteri yang tidak menilai sesuatulebih luas dari itu. Keuangan. Tidak hanya Depkes hanya dari sudut pandang Program Jamkesmas masih saja. Kalau cuma Depkes, itu hanya “uang” Sebagai ahli kesehatan .sangat relevan, karena hampir ambisi saja nanti tidak tercapai. masyarakat, maka kesehatansemua negara di dunia melakukan Kalau ternyata fiscal capasity kita masyarakatlah yang melandasireformasi pembiayaan yang arahnya tidak sanggup, ya tunggu dulu lah. setiap pemikirannya. Pemikiranke social security, cuma definisinya Pengalaman empiris di beberapa Prof. Ascobat Gani “konon” kerapyang masih diperdebatkan. Seperti negara memang mentoknya disitu, berseberangan dengan kebijakanapa yang dimaksud dengan di sektor non formal. Di negara kita pemerintah.universal coverage, benefit package banyak sekali sektor non formalnya, “Bukan berseberangancomprehensive, dan dimensi mutu. sopir angkot, tukang becak. Jadi sesungguhnya, saya hanya meyakini apa yang benar sesuaiIni harus hati-hati. Kalau kita terlalu menurut saya, kita realistis saja. dengan disiplin ilmu yang sayageneral – Jamkesmas ini kan Seperti Indonesia Sehat 2010. Sehat pelajari,” jelasnya.komprehensif – bisa bangkrut dari ngga kita hari ini, tahun depan kan Lahir di Takengon Aceh, 27mana kita uangnya. belum tentu. September 1946, semula bercita- Definisi kita harus lengkap. Jika cita menjadi dokter. Namun ketikatidak, jangan berambisi hal itu akan Bagaiman dengan isu kedua, remaja, keinginan itu padam. Yangdapat dicapai tahun 2014, karena mencapai target MDGs? tumbuh di dadanya adalah cita-tidak akan terbiayai. Jadi harus MDGs itu sebetulnya cetusan cita untuk jadi combat warrior.ada ukuran nasional sebagai tolok tekad Kepala Negara di dunia tahun Apalagi kehidupan masa kecilnyaukurnya. 2000 ingin mengurangi kemiskinan diwarnai perang saudara DI/TII sampai 50% dari keadaan tahun – TNI. Ukuran nasional seperti apa? 2000 pada tahun 2015, bukan Namun saat lulus SMA tahun 1964, ayah dua anak ini belum memenuhi syarat masuk Akademi Militer Nasional. Dia pun banting MDGs bukan domainnya kesehatan stir dan ikut test Perguruan Tinggi. saja, tapi domain nasional. Makanya “Saya lebih tertarik masuk fakultas teknik daripada saya suka bercanda Depkes ganti kedokteran,” katanya. Tapi niatnya nama saja menjadi Departemen masuk fakultas teknik gagal, sebab keluarganya lebih berminat Mengurangi Kemiskinan. dirinya menggeluti dunia kedokteran. “Jadilah saya dokter...” Paket minimum. Sebetulnya kita Menteri Kesehatan. Jadi sebetulnya ucapnya.sudah atur dulu. MDGs itu instrumen untuk poverty reduction. Tapi orang cenderung sehat. Dengan mutu modal manusia Bagaimana dengan penduduk ini urusan kesehatan. Ya, kita yang baik nanti bisa mengangkatyang bekerja di sektor non formal, terima kasih karena kesehatan keluarganya.Kenapa TB, Malaria,apakah dapat dicakup dalam merupakan instrumen untuk HIV/AIDS masuk dalam target MDGs?pogram Jamkesmas? mengurangi kemiskinan. Kelaparan Karena itu menggerogoti ekonomi Mereka tidak miskin, memang ada itu menyangkut produktivitas rakyat.beberapa yang miskin. Tapi kalau tenaga kerja. Kematian ibu, kematian Jadi MDGs bukan domain-kita masukkan itu, apakah mau kita bayi berkaitan dengan long term nya kesehatan saja, tapi domainsubsidi orang yang tidak miskin human capitalitas. Jadi kalau nasional. Makanya saya sukaini? Harusnya ya. Tapi uangnya ada kematian ibu dan bayi kita tekan, bercanda Depkes ganti nama sajatidak? Saat kita masukkan sektor non nanti akan lahirlah bayi-bayi yang menjadi Departemen Mengurangi No.XX/OKTOBER/2009 Mediakom 25
  25. 25. Media Utama Kemiskinan. Isu ke-2 ini muaranya ibaratkan ini pesawat. Tempat dia orang kesehatan, di sana gali, gali, adalah mengurangi kemiskinan. mendarat kita sebut konteks. Dari gali lagi. dulu kita tidak pernah benahi ini. Kita Contoh lain. Makanan beracun, Bagaimana dengan isu ketiga, puas sudah punya visi, misi, rencana boraks, formalin. Itu di siapa? Di mengurangi penyakit menular? 5 tahun, tujuan kegiatan. Padahal Departemen Perindustrian dong. Penyakit menular masih endemik. peraturan-peraturan kita tidak Kita menyatakan olah raga, tapi Penyakit konvensional juga masih di memungkinkan uang kita cukup taman malah dibikin mall. Kalau sekitar kita seperti TB, Malaria, Diare, disitu. Itu yang tidak kita sentuh. menyusun visi misi, mudah. Ibarat ISPA. Kemudian muncul penyakit Jadi pertama, regulasi harus kita siapkan pesawat terbang yang baru seperti flu burung, H1N1, dan kita benahi. Kedua adalah konteks bagus tapi tidak punya landasan, muncul lagi penyakit lama seperti desentralisasi. Yang melaksanakan ya tidak berani mendarat. Hilang, frambosia, leptospirosis, patek, ini program-program ini siapa? Kan entah kemana. Lelah. Konsep yang penyakit jaman baheula (dulu-red). bukan Ibu Menkes tapi 496 Bupati/ disampaikan Depkes ini bagus. Tapi Semua penyakit-penyakit ini harus Walikota. Oleh karena itu, kalau tim juga harus membuat terobosan ditanggulangi. Bencana dalam Depkes buat program ini tanpa untuk membenahi konteks tadi. Kalau 10 tahun ini memang luar biasa ada advokasi, menggerakkan kerja tidak, sama dengan yang dulu-dulu. Oleh karena itu, kalau Depkes buat program ini tanpa ada advokasi, menggerakkan kerja sama dengan daerah, ini tidak akan tercapai. mulai dari Aceh, Yogya, Padang sama dengan daerah, ini tidak akan Peluangnya seperti apa dalam yang dampak kesehatannya besar. tercapai. Contoh, target Malaria 100 hari ini? Isu ini relevan karena tahun-tahun di Ciamis, siapa yang berkuasa? Peluangnya besar kalau ke depan kita mungkin masih Bupatinya kan. Nah Bupatinya terima konteksnya kita benahi. Yang paling mengalami itu. tidak konsep ini. Konsep ketiga ini berat, regulasi. Untuk membenahinya yang susah, politik. Mulai dari partai- pertama dari segi finansial itu bisa Bagaimana dengan isu keempat, partai, DPR. Kadang-kadang politik tidak diubah. Mengubah UU, DAU, penyediaan tenaga kesehatan di Pilkada menggratiskan pelayanan DAK kan susah. Kedua bisa kita cari daerah terpencil? kesehatan. Konteks seperti ini tidak dengan Menteri Keuangan dan Kalau bisa ada Inpres khusus sesuai dengan kita. Kita mau ke Menteri Perdagangan dari mata untuk tenaga kesehatan di daerah jaminan kesehatan, mereka malah anggaran yang sifatnya rutin. Vaksin, terpencil, misalnya 5 tahun dan menggratiskan. Yang berikutnya misalnya. Vaksin kita kan masih diberi insentif seperti kesempatan adalah konteks pembiayaan. pakai tender-tender. Padahal vaksin untuk spesialis atau pindah ke kota Anggaran telat turun. Betapa pun kan tidak boleh tunggu tender. besar. Inpres ini kan sentralistis. bagusnya ini kalau semua orang Buatlah seperti gaji. Jadi dalam Karena daerah-daerah terpencil ini terima bulan Agustus-September mata anggaran rutin kita ada gaji, ada di kabupaten-kabupaten yang kita bisa apa? Kusut itu. obat bahan, vaksin. Selain itu, dalam miskin. Dalam 100 hari ini bisa kita Sebetulnya banyak konteks- jangka panjang, definisi DAK (Dana letakkan landasannya. konteks tadi domainnya di luar Alokasi Khusus) diubah dalam kesehatan. Coba lihat Malaria peraturannya jadi boleh untuk biaya Tantangan apa yang dapat di Singkawang kan gara-gara operasional. Celaka kalau fisik saja. menghambat program ini? tambang emas liar. Gali, gali, Kasihan daerah nanti. Maka harus Itulah yang saya sebut konteks. gali, lubang, lubang, lubang, ada perubahan.npra/gi Bukan di masalah visi misi. Kita nyamuk,nyamuk,nyamuk. Datang26 Mediakom No.XX/OKTOBER/2009

×