Your SlideShare is downloading. ×
Mediakom 19
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Mediakom 19

1,280
views

Published on

Mediakom Kementerian Kesehatan RI Edisi 19

Mediakom Kementerian Kesehatan RI Edisi 19


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,280
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 2. Etalase Susunan REDAKSI Mediakom ASI dan Prestasi Penanggung Jawab: dr. Lily S. Sulistiyowati, MM Pemimpin Umum: Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS Pimpinan Redaksi: Drs. Sumardi Pembaca yang Budiman, S Redaksi: etiap medio Agustus diperingati Prawito, SKM, MM (koordinator) sebagai Pekan ASI Sedunia (World Dra. Hikmandari A., M. Ed. Breastfeeding Week). Sebuah per­ drg. Anitasari SM i­ngatan untuk membangun ke- Busroni, S.IP sadaran masyarakat dunia betapa Dra. Isti Ratnariningsih, MARS pentingnya ASI bagi kesehatan dan kecer- Mety Setiowati, SKM dasan anak-anak. Aji Muhawarman, ST Kita melihat, kemajuan zaman telah Reporter: mempengaruhi perilaku hidup kita, termasuk Resty Kiantini, SKM, M. Kes. perilaku pemberian susu kepada anak-anak. Sri Wahyuni, S. Sos Faktor kepraktisan, kesibukan, waktu yang ter- dr. Lily S. Sulistiyowati, MM Giri Inayah, S. Sos batas, ditambah bombardir iklan-iklan, men- R. Yanti Ruchiati dorong para ibu-ibu mengambil jalan pintas memberikan susu formula kepada anak-anak. Terutama bagi wanita pekerja, Fotografi: terselip anggapan, bahwa susu formula baik-baik saja buat anak mereka. Wayang Mas Jendra, S.Sn Oleh karena itu, dalam Mediakom kali ini, kami mengangkat topik utama Rifani Sastradipraja, S.Sos tentang ASI dan manfaatnya bagi ibu dan anak. Kami ingin menegaskan Produksi: sekali lagi, bahwa ASI adalah asupan gizi yang sangat dibutuhkan anak- Tim Inke Maris Associates anak, dan ASI dapat menurunkan angka kematian bayi. Tidak benar jika ada anggapan memberikan ASI akan menganggu aktivitas sang Ibu. Selain itu, Alamat Redaksi: ada manajemen Laktasi, informasi seputar pemberian ASI. Pusat Komunikasi Publik Masih di bulan Agustus, kita tahu, merupakan hari istimewa bagi bangsaGedung Departemen Kesehatan RI kita. Seperti biasa menjelang hari kemerdekaan Presiden Susilo Bambang Blok A, Ruang 107 Yudhoyono menyampaikan pidato pengantar RAPBN di hadapan RapatJl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 Paripurna Luar Biasa DPR. Bagaimana isi pidatonya? Kami tampilkan dalam Jakarta 12950 rubrik Sorot, berikut dengan pendapat dr. Sjafii Ahmad, MPH, Sesjen Depkes Telepon: tentang topik yang sama. 021-5201590; 021-52907416-9 Di samping kedua topik di atas, kami juga menyertakan sebuah pe- nilaian terhadap kinerja Departemen Kesehatan. Bahwa dari hasil survei Fax: mengatakan, hasil pembangunan kesehatan menunjukan perbaikan yang 021- 5223002; 021-52960661 menggembirakan. Tentu sebuah prestasi membanggakan selayaknya ke- Email: banggaan kita terhadap 132 Tenaga Kesehatan Puskesmas Teladan Nasional info@puskom.depkes.go.id yang hadir ke Jakarta baru-baru ini. Mereka terpilih karena telah memberi- kontak@ puskom.depkes.go.id kan kontribusi yang besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyara­ kat di wilayahnya. Harapan kami, semoga apa yang kami sajikan bermanfaat bagi pembaca Redaksi menerima naskah dari setia. Dan, sebagai salam penutup, kami mengucapkan Selamat hari Raya pembaca: dapat dikirim ke alamat Idul Fitri; 1 Syawal 1430 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. l email redaksi Redaksi No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom
  • 3. Daftar Isi 13 8 34 10 22 28 Cover Kayla Nastiti Ardiyanto Pola Hidup Sehat Menangkal Foto Penyakit Mematikan Wayang Mas Jendra, S.Sn 10 Ragam 3 Etalase Menkes Terima Bintang Penghargaan Legiun Veteran Republik Indonesia 4 Daftar Isi Penghargaan Prada Prameswari Untuk Ibu Siti Fadilah Supari 6 Surat Pembaca Peresmian Teater Nyamuk, Pertama Di Indonesia 7 Stop Press Karyawan Depkes Peringati 8 Info Sehat Detik-Detik Proklamasi Suara Keras Hambat Perkembangan Bayi 13 Media Utama Air Putih Amankan Kandung Kemih Pekan ASI Sedunia 2009 Olah Raga Berlebihan Menyebabkan Pikun Refleksi Pekan ASI Sedunia Pengaruh Musik Pada Anak Asi Menurunkan Angka Kematian Bayi Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 4. Daftar Isi 49 52 41 60 49 58 42 Asi Ekslusif Oleh Ibu Bekerja Telkomsel Gelar Program “Peluk Asa” Dukung Departemen Kesehatan Perangi Manajemen Laktasi Demam Berdarah22 Sorot 44 Nasional Pidato Presiden Pengantar RAPBN 2010 Kesehatan Masyarakat Makin Baik Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-64: Kongres Internasional AIDS di Bali: Penghargaan Kepada 132 Tenaga Kesehatan Indonesia Berhasil Turunkan Angka Kematian Depkes Siap Melayani Kesehatan Jemaah Haji Indonesia 52 Daerah Penyakit Miningitis dan Ibadah Haji Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Sulawesi Selatan34 Potret Pertama Satu-satunya di Indonesia RS Stroke Nasional Bukittinggi Dr Utami Rusli Sp.A, MBA,IBCLC Ketua Sentra Laktasi Indonesia “Ayo, Kembali ke ASI!” 60 Siapa Dia38 Peristiwa Tika Bisono dr.Jack Indonesia Masuki Epidemi Terkonsentrasi Penularan HIV/AIDS Dr. S. K. Amdani Hendarman Supandji, Sp.S(K), Msc Global Fund Hibahkan 240 Milyar untuk Tanggulangi TB di Indonesia 62 Lentera Vaksin Meningitis Dibolehkan MUI Menghargai Orang Lain Hati-hati Penggunaan Kantong Plastik Menduduki Kursi “KRESEK” dan Plastik PVC No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom
  • 5. Surat Pembaca Tanya : Bagaimana kiat menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah haji secara khusu’ di Tanah Suci ? Teri- makasih, kami menantikan jawaban Redaksi. Abdullah, Jakarta Jawab: Pelaksanaan ibadah haji sebagian besar adalah aktifitas fisik, sehingga memerlukan dukungan fisik yang prima. Untuk memperoleh fisik yang prima perlu melakukan kegiatan sebagai berikut: • Pelihara kesehatan dengan cara makan, minum dan istirahat yang cukup. • Selalu menggunakan masker untuk melindungi diri dari infeksi saluran nafas, debu dan penyakit menular yang menyebar melalui Jawab : b. Melakukan pola makan sesuai Untuk menjaga kebugaran, sebaik­ dengan kondisi penyakit. udara. nya mengikuti tahapan sebagai c. Melakukan konsultasi kese­hat­ • Hindari sengatan / udara dingin berikut: an kepada dokter secara ber­ dengan menggunakan, sarung • Enam bulan sebelum berangkat kala sampai keberangkatan. tangan, kaos kaki, dan pakaian tebal. haji, Jamaah harus memeriksakan diri ke Puskesmas setempat • Sesampainya di Embarkasi, • Banyak minum air putih untuk untuk mengetahui status kese­ jemaah melaporkan kondisi kese­ mencegah kekurangan cairan hatan sedini mungkin. Bila ada hatannya kepada dokter kloter atau dehidrasi. penyakit, maka akan dilakukan sehingga mendapat perhatian • Selalu konsultasi masalah kese- perawatan, pengobatan dan dari dokter. hatan dengan petugas kesehatan yang mendampingi. penyuluhan kesehatan. • Di Arab Saudi, jemaah memeli- • Menghindari keracunan makan- • Tiga bulan sebelum berangkat hara kesehatan dengan meng- an, perhatikan warna, bau dan haji, jamaah harus memeriksakan konsumsi obat sesuai anjuran rasa makanan sebelum dikon- diri untuk pemeriksaan lanjutan dan melakukan ibadah sesuai sumsi. di rumah sakit setempat yang dengan kondisi kesehatannya. • Perhatikan tanggal kadaluarsa bila membeli makanan. telah ditentukan oleh Dinas Kese­ hatan setempat dan pemberian • Jika ada keluhan tentang kese­ vaksin miningitis. hatan, segera mengunjungi petugas kesehatan pedamping Tanya : • Jamaah harus menjaga kesehat- pada kloter masing-masing. Apa yang harus dilakukan untuk annya dengan melakukan: menjaga kebugaran bagi jamaah haji a. Berolah raga secara teratur yang sudah berusia lanjut.? Teri- sesuai dengan kondisi kese­ makasih hatannya. Ammar, Bekasi Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 6. Stop Press Lydia Olivia, Dokter PTT Meninggal TertembakS eorang dokter pegawai Pada kesempatan ini kami meng­ tidak tetap (PTT) Lydia ucapkan belasungkawa yang men- Olivia Pieter ( 24 tahun), dalam disertai ucapan terima kasih yang bertugas di Pus­ atas semua pengabdian yang telah kesmas Taniwel, Seram diberikan almarhumah kepada ma- Bagian Barat Provinsi syarakat di daerah sangat terpencil, Maluku meninggal ter- tambah Menkes.tembak oleh oknum TNI, pada medio Pada kesempatan tersebut al-Agustus lalu. Peristiwa itu terjadi ketika marhum dr. Lidya dianugerahi tandaseorang oknum TNI bernama Lettu Inf. penghargaan bagi individu yang ber-DRK yang siang itu bertamu di rumah jasa dalam bidang kesehatan berupadinas dr. Lydia hendak mengosongkan Lencana Kestaria Bakti Husada Arutalasenjatanya, tanpa disengaja senjata itu yang diterima Ir. Yunus Pieter, ayahan-meletus dan mengenai dada kiri tubuh da almarhum. Jenazah disemayamkandokter yang baru bertugas sejak April di rumah duka Kompleks TVRI Blok C2009. No. 50 Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat Lidya sempat dilarikan ke Puskesmas, tetapi sebelum dimakamkan keesokan harinya di Pondokjiwanya tidak tertolong lagi. Jenazah Dokter PTT Rangon Bekasi, Jawa Barat.lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dengan meninggalnya dr. Lidya, 4 pahlawanTahun 2008 siang itu juga dievakuasi dari Puskesmas kesehatan pada tahun 2009 gugur dalam tugas.Taniwel melalui jalan darat ke Pendopo Kabupaten Sebelumnya, pada Januari 2009, dr. Hendy Prakoso, dr.Seram Bagian Barat. Dari pendopo Kabupaten Seram, Boyke Mowoka, dan dr. Wendyansah Sitompul, Sp.OGjenazah dibawa ke Ambon menggunakan feri. Dari juga gugur. Ketika itu “Kapal Motor Risma Jaya” yangAmbon jenazah dengan diantar Wagub Maluku Ir. Said mengangkut 3 dokter dan 24 penumpang lainnyaAssegaff dan Kepala Dinas Kesehatan Prov. Maluku dr. mengalami kerusakan setelah dihantam ombak besarBasalama Atma, M.Kes diterbangkan ke Jakarta untuk dan tenggelam di Muara Kali Aswet Distrik Agast Ka-diserahkan kepada Menteri Kesehatan. bupaten Asmat Provinsi Papua. Ketiganya ditemukan Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng meninggal dunia. l Smdtanggal 13/08/09, jenazah dr. Lydia disambut dr. Budi-hardja, MPH, Direktur Jenderal Bina Kesehatan Ma-syarakat Departemen Kesehatan RI mewakili MenkesDr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) dan Brigjen TNIHusein Malik mewakili Pengkostrad untuk diserahkankepada orang tua almarhum. ”Kita semua kehilangan salah satu putri terbaikbangsa yang dengan penuh semangat dan dedikasiyang tinggi mengabdikan diri dalam bidang kesehat-an. Saya menyampaikan terima kasih dan penghar-gaan yang setinggi-tingginya atas segala pengabdianterhadap bangsa dan negara” ujar Menkes dalam ,sambutan yang dibacakan dr. Budihardja. No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom
  • 7. Info Sehat Suara Keras Hambat Perkembangan Bayi L arangan bicara keras-keras perkembangan bayi, baik otak maupun di dekat bayi ternyata ada fisik, terjadi justru pada saat bayi istira- dasarnya. Suara percakapan hat atau tidur. yang terlampau keras terbukti Fakta itu terungkap dalam penelitian- bisa menghambat perkem- nya di unit perawatan khusus di rumah bangan bayi. Terutama pada bayi prema- sakit tersebut. tur atau yang sedang sakit. ’’Bayi tumbuh di antara kondisi tersebut, Menurut Dr William Engle, ahli neona- selain makan tentunya,’’ ujar Engle. tologis dari Riley Hospital, Indianapolis, Karena itu, dia menganjurkan agar AS, suara yang keras membuat jantung orang tua menyediakan tempat yang bayi berdenyut terlalu cepat atau seba- tenang bagi bayi mereka. Tempat yang liknya, sangat lambat. tenang, menurutnya, bisa mendorong Hal itu membuat bayi tidak bisa otak bayi memproses suara yang masuk beristirahat atau tidur nyenyak. Padahal, semua proses serta mengenal suara ibu mereka. lgiri Air Putih Amankan Olah Raga Kandung Kemih Berlebihan P enelitian di AS membuk- tikan, minum air enam Memang, beberapa makanan mengandung air, namun sebaiknya Menyebab- gelas atau lebih dapat mengurangi risiko kanker kita minum air putih sebanyak 6 - 8 gelas per harinya agar keseimbangan kan Pikun T kandung kemih. Tubuh cairan tubuh dapat selalu terjaga. kita setiap hari membutuhkan air Di Amerika Serikat, penyakit ernyata apa saja yang sebanyak 2,4 - 2,8 liter agar organ- kanker kandung kemih merupakan berlebihan, selalu organ tubuh berfungsi sebagaimana jenis kanker utama keempat yang mestinya. umumnya dialami kaum pria. Untuk berisiko. Termasuk olah kaum perempuan diagnosis ka- raga, latihan fisik berat sus kanker kandung kemih hanya dalam jangka panjang ditemukan seperempat dari kasus di bisa memicu penurunan daya kalangan laki-laki. ingat. Hingga kini, faktor-faktor pence- Kajian terbaru menunjukkan tus terjadinya risiko kanker kandung para wanita yang berolahraga kemih yang sudah terbukti adalah keras, seperti lari, renang, dan ke­biasaan merokok dan zat kimia pe­ senam selama beberapa hari akan nimbul kanker, yang dikenal seba­gai mengalami penurunan memori arilamin. Penelitian yang dilakukan di dan kemampuan kognisi lain- Universitas Harvard, Boston, Amerika nya. “Padahal, orang terkadang Serikat, membuktikan bahwa 47.909 laki-laki profesional yang berumur berpikir porsi banyak berarti lebih 40 - 75 selama 10 tahun (1986-1996) baik,” kata Mary C. Tierney, PhD, mengalami lima kali siklus kanker peneliti University of Toronto. kandung kemih. lgiri Dalam penelitian yang dipres- Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 8. Info SehatPengaruh Musik Pada AnakP enelitian membuktikan mendengarkan musik. Bukan sem- bahwa musik, terutama barang musik. Yang dimaksud musik musik klasik, sangat mem- di sini adalah musik yang memiliki pengaruhi perkembangan irama dan nada-nada yang teratur. IQ (Intelegent Quotien) dan Dasar-dasar musik klasik secaraEQ (Emotional Quotien) pada anak. umum berasal dari ritme denyut nadi Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan Seorang anak yang sejak kecil manusia sehingga ia berperan besar C pada otak anak-anak akan berkem-terbiasa mendengarkan musik dalam perkembangan otak, pem- bang hingga 80% dengan musik.akan lebih berkembang kecerdasan bentukan jiwa, karakter, bahkan raga Musik sangat mempengaruhiemosional dan intelegensinya manusia. kehidupan manusia. Musik memilikidibandingkan dengan anak yang Penelitian menunjukkan bahwa tiga bagian penting yaitu beat, ritme,jarang mendengarkan musik. Tingkat musik klasik yang mengandung dan harmony. Beat mempengaruhikedisiplinan anak yang sering komposisi nada berfluktuasi antara tubuh, ritme mempengaruhi jiwa,mendengarkan musik juga lebih nada tinggi dan nada rendah akan sedangkan harmony mempengaruhibaik dibandingkan anak yang jarang merangsang kuadran C pada otak. roh. lgiri Pola Hidup Sehat Menangkal Penyakit Mematikan K ebanyakan kita meng- abaikan berbagai anjuran untuk berhenti merokok, menjauhi junk food, jaga berat badan, olahraga ringan, dan seterusnya. Karena anjuran itu terlalu sering kita dengar, maka yang terjadi: masuk telinga kiri keluar telinga kanan.entasikan pada Alzheimer’s Tapi, kali ini anjuran itu harusAssociation International Con- didengar. Sebab, penelitian terbaruference on Alzheimer’s Disease, menunjukkan orang yang mengikuti seperti kanker, diabetes, dan sakit jan-Juli 2009, disebutkan bahwa res­ pola hidup sehat bisa menangkal se- tung. Rata-rata risiko mereka terkenaponden adalah wanita usia 50- rangan beragam penyakit mematikan. penyakit etrsebut 78% lebih rendah63 tahun. Mereka diminta me- Penelitian yang dimulai perte­ dibandingkan yang tidak melakukanrinci latihan fisik yang dijalani ngahan 1990-an oleh Earl S. Ford dan kebiasaan sehat itu. Sedangkan risikosejak muda, kemudian di tes koleganya dari Pusat pemantauan dan penyakit jantung 81% lebih rendah,dengan delapan tes daya ingat Pencegahan Penyakit Amerika Seri- serta untuk stroke 50% lebih rendah. kat itu diterbitkan dalam Archives of Rekomendasi penelitian: jangandan daya fungsi otak. Hasilnya, Internal Medicine. Para peneliti meng­ merokok, berlatih kebugaran, sedikit-para wanita yang melakukan analisis kesehatan, pola hidup, dan nya tiga setengah jam per minggu,latihan fisik keras memiliki daya diet pada 23.513 orang berusia 35-65 tidak kelebihan berat badan, dan ter­ingat dan kemampuan kog- tahun. akhir, menajga asupan dengan buah-nisi lebih buruk dibandingkan Hasilnya, delapan tahun kemudian, buahan dan sayuran, serat membatasimereka yang menjalani latihan responden yang menjalankan pola asupan daging. lgirisecara moderat. lgiri hidup sehat lebih aman dari penyakit (dari berbagai sumber) No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom
  • 9. Ragam Menkes Terima Bintang Penghargaan Legiun Veteran Republik Indonesia Penghargaan Prada Prameswari Untuk Siti Fadilah Supari M enteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP I (K) menerima bintang penghargaan dari Legiun bu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan Veteran Republik Indonesia (LVRI yang diberikan Menkes Siti Fadilah Supari bersama 6 wanita langsung oleh Ketua Umum DPP LVRI Letjen TNI (Purn.) lainnya menerima penghargaan sebagai sosok wa- Rais Abin Senin, 24 Agustus 2009 di Jakarta. nita Indonesia yang cantik, anggun, bijaksana, cerdas, Menurut Rais Abin, Bintang penghargaan ini diberikan dicintai serta dikagumi keluarga maupun masyarakat karena Menkes berjasa luar biasa untuk perkembangan (Prada Prameswari). Penghargaan diserahkan CEO dan kemajuan LVRI serta kegigihan dalam memperjuang- Mustika Ratu Puteri Kuswisnuwardhani disaksikan kan kedaulatan bangsa Indonesia di forum internasional Direktur Utama Mustika Ratu Mooryati Soedibyo di sejalan dengan dharma LVRI. Penghargaan diberikan atas Jakarta (14/8/2009). dasar Surat Keputusan LVRI No. Skep-19/MBLV/IX/04/2009 tentang Penetapan Penganugerahan Bintang Legiun Penghargaan Prada Prameswari diselenggarakan Veteran Republik Indonesia Mustika Ratu Group sebagai perusahaan jamu dan Rais Abin mengatakan, Menkes juga dinilai berhasil kosmetika nasional sebagai wujud kepedulian dan meningkatkan efisiensi jaminan kesehatan bagi masyara- menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi budaya bangsa kat termasuk para veteran, serta berani dalam menentang Indonesia. Prada Prameswari bisa diartikan sebagai hegemoni negara maju di WHO dan juga NAMRU. “Permaisuri Emas” tetapi bukan permaisuri sebagai , Lebih lanjut Rais Abin juga mengharapkan agar istri raja. Prada Prameswari dicitrakan sebagai sosok Menkes menindaklanjuti SK Menkes No. 812 tahun 2007 perempuan Indonesia yang cantik, anggun, bijaksana, tentang Kebijakan Perawatan Paliatif dengan secepatnya cerdas, dicintai serta dikagumi keluarga maupun mengeluarkan petunjuk pelaksanaan (juklak) agar para masyarakat. pelaksana di lapangan (hospice) dapat lebih efektif dalam Pemilihan dilakukan berdasarkan polling yang menjalankan tugasnya. dilakukan majalah Femina dan tabloid Nyata selama Dalam kesempatan tersebut Siti Fadilah Supari menga­ takan sangat tersanjung karena diberikan penghargaan Januari – Maret 2009. Selain Ibu Negara dan Menkes, layaknya seorang pejuang walaupun ia bukan dari kalang­ juga terpilih 6 tokoh lainnya yaitu : Ny. Hartati Murdaya an militer. Ia memohon doa mudah-mudahan Allah SWT - Pengusaha Wanita, Krisnina Akbar Tanjung - Penggiat masih memperkenankan ia terus berjuang demi kema- Budaya, Widyawati Sopan Sopian - Aktris Film, Titiek juan negara ini karena masih banyak tugas yang belum Puspa - Artis Penyanyi, Artika Sari Devi - Aktris Film selesai dengan tuntas, contohnya mengenai NAMRU. l Presenter, serta Nurul Arifin - Artis Politisi Wanita. Smd/Dodi Menkes Siti Fadilah Supari mendapatkan penghar-10 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 10. Ragamgaan atas dedikasi, kerja keras dan keberaniannya dalam Culex, Anopheles, Mansonia, Armigeres dan Toxor.bekerja sebagai pribadi, ibu rumah tangga dan juga Masing-masing genus terdiri dari spesimen stadiumpejabat negara. Prestasi Siti Fadilah yang banyak dika- telur, larva, pupa dan nyamuk.gumi terutama kiprahnya sebagai Menkes yang banyak Teater yang dibangun dengan dana APBN Departe-menghasilkan program-program kesehatan yang pro men Kesehatan didukung penuh pengembanganrakyat, keberaniannya menghentikan kegiatan NAMRU dan pemanfaatannya sebagai ikon wisata ilmiah olehdi Indonesia serta mereformasi mekanisme virus sharing Pemda Kab. Ciamis dan Pemda Provinsi Jawa Baratyang berlaku di WHO. lSmd/Dodi . Sinergi antar sektor menjadi ciri nyata dalam ikon wisata ilmiah ini, khususnya sektor kesehatan, pendi-Peresmian Teater Nyamuk, dikan, pariwisata, dan ekonomi, ujar Sugianto, Msc.PH, Kepala Loka Litbang P2B2 Ciamis. lPertama Di Indonesia Smd/Iwan Karyawan Depkes Peringati Detik-Detik Proklamasi D alam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Proklamasi Republik Indonesia  tanggal 17 Agustus 2009, Departemen Kesehatan RI menyelenggarakan Upacara Bendera yang dipimpin langsung Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) dan dihadiri oleh para pejabat Eselon I, II, III, IV  dan pejabat di lingkungan UPT Depkes di Jakarta sertaD para pegawai di lingkungan Departemen Kesehatan. alam upaya memadukan ilmu pengetahuan, Dalam kesempatan tersebut Menkes secara sim- teknologi, dan seni antara bidang kesehatan dan bolis menyerahkan penghargaan kepada 9 orang kegiatan pariwisata, tanggal 20 Agustus 2009 lalu yang berjasa di bidang kesehatan. Penghargaantelah diresmikan Mosquito Theater (Teater Nyamuk) di yang diserahkan berupa 7 orang memperoleh tandadesa Babakan, Kec. Pangandaran, Kab. Ciamis, Jawa Barat kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Menurut Kepala Badan Penelitian dan PengembanganKesehatan (Badan Litbangkes), Prof. DR. Dr. Agus Purwadi-anto, SH, Msi, Sp. F(K), keberadaan Teater Nyamuk adalahupaya Litbangkes mendekatkan diri kepada masyarakatagar hasil penelitian Badan Litbangkes berdaya guna danberhasil guna. Jadi, dalam Teater Nyamuk ini diberikan fasilitasgedung sinema berukuran 9x8 meter dengan kapasitas120 orang, ruang multimedia yang berfungsi untuk prosesediting dan dubbing, pusat pelayanan yang berfungsisebagai tempat pelayanan informasi, penjualan tiket sertapenjualan souvenir dan museum sebagai tempat penyim-panan koleksi dan dokumen. Selain itu, sebagai musiumnyamuk pertama di Indonesia, dihiasi replikasi nyamuk Karyawan Depkes mengikutiukuran besar pada dinding utamanya. Ada enam genus peringatan detik-detik proklamasi.koleksi nyamuk yang dimiliki museum ini yaitu : Aedes, No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 11
  • 11. Ragam yaitu : dr. H. Suwandi Makmur, MM, Analis Kepegawaian Penyelia pada Sedangkan yang menerima Pembina Utama Madya, Inspektur Biro Kepegawaian Setjen Depkes, kehormatan Bakti Karya Husada Tri III pada Itjen Depkes, (30 tahun), dr. (30 tahun), Bagus Abimanyu, S.Si, Windu dan Dwi Windu dari Menkes Nani Kurniani, Sp.S (K), Pembina M.Pd, Penata, Lektor pada Poltekkes yaitu Supandi, Penata Muda Tingkat Tingkat I, Dokter Madya pada RSUP Semarang, (20 tahun), Yeni Sukma- I, Pelaksana Tata Usaha pada RSUP Hasan Sadikin Bandung, (30 tahun), heryani, Penata, Perawat Penyelia Persahabatan Jakarta dan Ati Surya Drs. Baim Heryadie, M.Pd, Pembina pada RSUP Persabahatan, (20 tahun), Mediawati, S.Kp, M.Kep, Pembina Tingkat I, Widyaiswara Madya pada dan Ni Kadek Efriyani Penata Muda, pada RSUP dr. Hasan Sadikin Band- Balai Besar Pelatihan Kesehatan Cilo- Perawat Pelaksana Lanjutan pada ung. lSmd/iw to, (30 tahun), Dwi Ngaipah, Penata, RSUP Sanglah Denpasar. Konsolidasi Puskom Publik U ntuk meningkatkan kualitas model Elang itu memang baik, tapi wakilan bagian dan bidang menyam- kerja, menambah daya tahan kepemimpinan Angsa lebih baik lagi. paikan uneg-uneg. Awalnya, mereka dan stamina kerja, bulan Juli Mengapa? Elang, memang kuat, he- merasa enggan, tapi sesi berikutnya 2009 lalu , seluruh karyawan Puskom bat, berani tapi seorang diri. Banyak suasana menjadi terbuka dan penuh Publik melakukan kegiatan bersama kelemahan, apalagi Elang itu mati, kekeluargaan. Semua yang meng- “konsolidasi staf di pulau Dewata, tak ada pengganti. Berbeda dengan ganjal perasaan terungkap dalam Bali. Kegiatan ini sekaligus untuk Angsa. Ia akan selalu bekerja dalam sesi ini tanpa beban. refreshing bersama, mengingat ritme tim yang solid. Satu sama lain saling Untuk menambah soliditas, kerja Unit Depkes sangat padat, ha- menguatkan, mengisi. Bila ada salah peserta mengunjungi berbagai tem- rus cepat dan tepat, dan menguras satu anggota yang lemah, kemudian pat wisata. Mulai dari museum Goa tenaga serta pikiran. beristirahat, maka anggota lain akan gajah, Ulu Watu, Legian, Tampak sir- Demi mendapatkan penyegaran segera mengisi formasi kekosongan. ing dan Dream Land. Tak ketinggalan sekaligus pencerahan pemikiran “Kepemimpinan model Angsa lebih menyaksikan pertunjukan tari Kecak mengelola pekerjaan, sekaligus unggul,” tegas Rudolf. yang melibatkan personil 80 an rekreasi bersama, maka Puskom Selain itu, berlangsung pula orang. Dalam setiap kesempatan si- Publik meluangkan waktu untuk acara “Curhat” Kegiatan ini dimasud- . sipan kegiatannya memang belanja. kegiatan bersama, yang diisi dengan kan untuk mengeluarkan seluruh Bali memang bukan hanya tempat pelatihan dan pencerahan internal. perasaan duka, penat dan kekesa- wisata, tapi juga surga belanja bagi Pada hari pertama, seluruh staf lan akibat pekerjaan dan interaksi mereka yang punya kantong tebal mendapat pencerahan tentang selama bekerja. Pada sesi ini, Ibu Lily untuk menebar uang di toko-toko “Leadership in Team Building” oleh Dr. Sulistyowati, sebagai Kepala Puskom dan pasar-pasar yang tersebar di Abdullah Rudolf Smit, CTM. Digam- Publik memberi pengantar terlebih setiap tempat. lpra barkannya, bahwa kepemimpinan dahulu. Berikutnya seluruh per-12 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 12. Media UtamaMediaUtamaPekan ASISedunia 2009:MerekaBerhakMendapatkannyaDengan tema ”Breastfeeding: A Vital Emergency Response” (Me-nyusui : Respon Vital dalam Keadaan Darurat) pada peringatanPekan ASI Sedunia 2009 yang jatuh pada bulan Agustus 2009, di-maksudkan untuk meningkatkan komitmen dan dukungan kita ter-hadap keberhasilan ibu dalam menyusui bayinya secara eksklusifselama 6 bulan dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun. No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 13
  • 13. Media Utama T ema di atas mengan­ dukungan, gizi yang baik dan pera­ enam, kurangnya dukungan dari ma­ dung makna bahwa watan sejak ia hamil sampai melahir­ syarakat termasuk dalam hal mem­ dalam situasi apapun, kan dan menyusui. berikan tempat dan kesempatan ibu harus senan­ Terkait dengan tema besar pekan bagi ibu menyusui berupa shelter tiasa didukung untuk ASI Sedunia 2009, kebutuhan ASI khusus untuk memerah ASI nya. tetap dapat menyu­ semakin mutlak dibutuhkan karena Sesungguhnya, dalam situasi sui bayinya. Sebab, Indonesia sering menghadapi situasi apapun, hampir semua ibu dapat mendapatkan ASI merupakan hak darurat. Pada saat itu, seringkali pem­ menyusui bila dibantu untuk mem­ anak agar dapat bertumbuh kem­ berian ASI kepada bayi-bayi justru peroleh rasa percaya diri, rasa aman, bang secara optimal. Pemberian ASI sering dilupakan. Dalam keadaan daru­ rasa tenang serta diberi informasi juga dapat membentuk perkem­ rat, semua sibuk menyediakan susu mengenai tehnik menyusui yang bangan intelegensia, rohani, dan formula yang bisa berakibat diare benar serta adanya shelter/ tempat perkembangan emosional. Karena yang membahayakan bayi itu sendiri. dan prioritas mendapatkan air bersih selama disusui dalam dekapan ibu, Ada banyak alsan mengapa untuk ibu dan anaknya saat situasi bayi bersentuhan langsung dengan penggunaan ASI di Indonesia khu­ darurat terjadi. Untuk itu, sejalan de­ ibu, dan mendapatkan kehangatan susnya dalam situasi darurat masih ngan Tema Pekan ASI Sedunia tahun kasih sayang dan rasa aman. terbatas. Pertama, faktor sosial 2009 ini, yang mengangkat penting­ Namun, harus diakui, masih ba­ budaya; Kedua, kurangnya pengeta­ nya dukungan bagi ibu tetap menyu­ nyak bayi yang belum mendapatkan huan masyarakat akan pentingnya sui dalam situasi darurat, diharapkan ASI. Di Indonesia, hanya 40% bayi tetap memberikan ASI dalam situasi komitmen dan tekad yang kuat dari yang diberikan ASI eksklusif. Promosi darurat; Tiga, jajaran kesehatan yang berbagai pihak untuk bersama-sama susu formula yang gencar menye­ belum sepenuhnya mendukung memberikan dukungan bagi ibu babkan banyak ibu maupun petugas penggunaan ASI saat terjadi situasi untuk tetap menyusui dan mengu­ kesehatan memilih memakai susu darurat; Empat, gencarnya bantuan payakan peningkatan pemberian formula yang mahal daripada meng­ susu formula yang masuk; Lima, ASI Ekslusif 6 bulan dan dilanjutkan gunakan ASI. Dukungan keluarga kurangnya pengetahuan dan komit­ Pemberian ASI dengan makanan juga masih kurang. Padahal, seorang men pemberi bantuan dan penerima pendamping ASI yang berkualitas ibu yang ingin menyusui bayinya bantuan akan pentingnya tetap hingga anak berumur 2 tahun de­ dengan sukses perlu mendapat menyusui dalam situasi darurat; dan ngan baik dan benar. ldhp Refleksi Pekan ASI Sedunia S esibuk dan setinggi apa pun karier seorang ibu, ia memiliki tugas melekat memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada anak-anaknya. Karena itu adalah hal yang logis jika mereka berusaha agar ASI tetap lancar. Lebih dari itu, ASI adalah karunia Tuhan yang sangat besar untuk diberikan ke­ pada anak, mudah dicerna, siap pakai setiap saat,14 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 14. Media Utamaaman dari kuman, tidak basi, serta dan cinta pada tahun-tahun awaltersedia dalam suhu optimal sesuai ASI turut serta ber- kehidupan. Ini karena tugas perkem­kebutuhan bayi. Di samping itu ASI pengaruh terhadap bangan pertama fase oral adalahmerupakan dasar hidup sehat dan memperoleh rasa percaya, percayamakanan terbaik di awal kehidupan kepribadian anak- kepada orang lain, dunia, dan kepadaseorang anak. Sekaligus hak yang anak. Bahkan RA diri sendiri. Dan cinta adalah perlin­mendasar bagi anak agar dapat tum­ dungan terbaik dari ketakutan, danbuh dan berkembang secara optimal, Kartini, tokoh eman- ketidakamanan.demi kepentingan kesehatan dan sipasi wanita pun Itu mengandung makna, betapakualitas kehidupan masa depannya. ASI turut serta berpengaruh terhadap Bagaimana tidak? Karena menu­ menyebutkan, bah- kepribadian anak-anak. Bahkan RArut ahli kesehatan, ASI mengandung wa kejahatan dan Kartini, tokoh emansipasi wanita punsemua zat gizi yang diperlukan untuk menyebutkan, bahwa kejahatan danpertumbuhan bayi. Kandungan kebaikan manusia kebaikan manusia terberikan melaluitersebut antara lain 87 persen air, 700 terberikan melalui air susu ibu (Nota Kartini untuk Roose­kalori/lt, 1,2 persen protein, 3,8 persen boom dalam Sulastin, 1977:388).lemak, dan 7,0 persen laktosa, serta air susu ibu Selain itu, dari sisi ekonomi punbeberapa jenis vitamin, mineral, dan menyusui banyak manfaatnya. Secaragizi yang sesuai kebutuhan bayi. ekonomis, jelas lebih murah karena ASI juga mengandung berbagai tidak perlu membeli susu formula,zat kekebalan, seperti imunoglobulin, botol, dan perlengkapannya, sehinggalisosim, faktor bifiduz, dan zat-zat lain bahagia, karena dapat memberikan mengurangi biaya pengeluaranyang memberikan kekebalan pasif yang terbaik bagi buah hatinya. Se­ belanja dan menghemat. Terlebih ASIterhadap beberapa penyakit ter­ sungguhnya apabila dalam menyusui dapat mencegah infeksi, sehinggatentu, serta berguna untuk menekan dihayati, akan menumbuhkan keba­ mengurangi pengeluaran biaya untukpertumbuhan bakteri usus. Beberapa hagiaan yang terwujud dalam bentuk bayi sakit. Di samping itu juga ramahpenelitian juga menunjukkan, bahwa kasih sayang murni. lingkungan karena tidak menimbul­ASI dapat mengurangi risiko kesu­ Sentuhan kulit, detak jantung ibu kan sampah sisa kaleng atau dos susu.karan seperti gangguan pernapasan yang telah lama dikenal bayi, akan Pun, praktis karena tidak perlu repotseperti batuk, pilek, dan pnemonia, meningkatkan kemesraan. Berpadu­ mencuci botol dan dot.gangguan pencernaan, dll. nya unsur fisik dan psikis antara ibu Bagi negara, pemberian ASI Lebih dari itu juga mengan­dung dan anak tersebut, semakin mem­ mendukung terwujudnya SDM yangzat-zat yang diperlukan untuk perkuat ikatan cinta dan kasih sayang berkualitas, mengurangi sampah,perkembangan kecerdasan otak. di antara mereka. Dalam kaitan ini, menekan angka kesakitan danDemikian pula bagi ibu yang menyu­ Sigmund Freud, tokoh terapi psiko­ kematian bayi, serta meningkatkansui, pemberian ASI memiliki banyak analitik menyatakan, bahwa meng­ ekonomi keluarga. Ironisnya, ke­manfaat, khususnya yang berkaitan hisap buah dada ibu (menyusu) nyataan menunjukkan masih adanyadengan pemulihan kesehatan. Antara dalam tahun pertama kehidupan, sebagian kaum ibu yang engganlain mencegah pendarahan setelah yang disebut fase oral, memuaskan memberikan ASI kepada putra-pu­melahirkan, sehingga mengurangi kebutuhan bayi akan makanan dan trinya, seperti menunda menyu­kemungkinan anemia, menjarangkan/ kesenangannya. sui, membatasi dan memberikanmenunda kehamilan, serta mengu­ Dampak psikologisnya, menim­ makanan/minuman lain sebelumrangi risiko terkena kanker rahim dan bulkan rasa sayang, nyaman, percaya bayi berusia enam bulan. Alasannyakanker payudara. dan berani menjangkau orang lain, antara lain, tidak mau repot, tidak Pemberian ASI juga dapat mem­ sehingga menumbuhkan kemam­ yakin kalau dapat menyusui, kurangpererat jalinan kasih sayang antara puan membangun dan memelihara percaya diri bahwa ASI cukup untukibu dan anak, serta menimbulkan rasa hubungan yang akrab. Semua itu bayinya, takut jika bentuk tubuh uta­aman dan kedekatan emosional yang berdayaguna sebagai dasar perkem­ manya payudara berubah sehinggakuat. Dalam dekapan ibu, bayi akan bangan emosi anak di kemudian hari. kelangsingan tubuh dan kemolekan­merasakan kehangatan dan perlin­ Sebaliknya, kerakusan dan kese­ nya menjadi berkurang, ibu kem­dungan. Begitu pula sebaliknya, ibu ra­kahan bisa berkembang sebagai bali bekerja setelah cuti, gencarnyamenyusui akan merasakan puas dan akibat kurang memperoleh makanan promosi susu formula, dll. No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 15
  • 15. Media Utama Belum lagi adanya perilaku me­ numbuhkan rasa percaya diri, serta menyusui pada malam hari dalam nyusui yang kurang mendukung, mi­ teknik menyusui yang benar. Perha­ kondisi mengantuk, terlebih saat salnya membuang kolostrum karena tian tersebut di antaranya melalui bayi dalam keadaan rewel. dianggap tidak bersih, dsb. Disinilah pemberian motivasi kepada istri agar Untuk itulah, peningkatan pem­ perlunya dukungan suami dan mau menyusui bayinya, serta jangan berian ASI harus terus digalakkan. keluarga dalam membantu menyele­ mengkhawatirkan perubahan bentuk Mendukung Deklarasi Innocenti 1990 saikan masalah pemberian ASI. Suami mamae. (Italia) tentang perlindungan, promosi dalam hal ini memiliki peran yang Kesetiaan untuk tidak akan dan dukungan terhadap pemberian besar, khususnya dalam memberikan me­ngurangi cinta dan tidak akan ASI, antara lain melalui Pekan ASI se­ perhatian, cinta dan kasih sa­yang berpaling meski bentuk tubuh men­ dunia, yang berlangsung dari tanggal kepada istri yang menyusui. galami perubahan, adalah dukungan 1 Agustus setiap tahunnya. l Ini karena hampir semua ibu dapat yang sangat diperlukan bagi istri. Du­ (Sumber: http://www.wawasand- menyusui bila dibantu dengan me­ kungan lainnya yaitu saat ibu harus igital.com) ASI Menurunkan Angka Kematian Bayi Dalam empat tahun terakhir pemerintah berhasil menurunkan angka kematian bayi (AKB) dari 35 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2004 menjadi 26,9 per 1.000 kela- hiran hidup pada tahun 2007 P enurunan ini menu­ ibu dan bayi. Setiap ibu hamil wajib rut Direktur Bina Gizi memilikinya. Di dalam buku tersebut Masyarakat dr. Ina termuat pesan-pesan tentang ASI. Hernawati karena ibu “Melalui buku ini, informasi untuk hamil dan ibu menyu­ memberikan ASI eksklusif mulai sui sudah semakin diberikan sejak dini, yaitu sejak awal paham mengenai kehamilan. Setiap ibu hamil begitu pentingnya pemberian ASI eklsusif kontak pertama dengan tenaga (hanya ASI saja) sampai bayi berusia kesehatan akan mendapat buku KIA. 6 bulan. Tahun ini sudah dicetak 5 juta buku menyangkut perubahan perilaku. Untuk memastikan setiap ibu yang diberikan kepada ibu hamil “Perlu strategi untuk memuluskan hamil mengerti tentang pentingnya di seluruh Indonesia. Distribusinya program ini, yaitu melalui permber­ pemberian ASI ekslusif, Depkes telah bisa lewat bidan praktek swasta, dayaan masyarakat. Saat ini sudah mengeluarkan buku Kesehatan Ibu Puskesmas, fasilitas ksesehatan dan mulai ada kelompok-kelompok ASI. dan Anak (KIA). Penerbitan buku sebagainya,” jelas dr. Ina. Konselor ASI juga sudah mulai ba­ ini merupakan salah satu kebijakan Dr. Ina mengakui, sosialisasi nyak. Sekarang sedang ada pelatihan dan komitmen Menteri Kesehatan menyusui ekslusif perlu waktu untuk lagi di Bandung. Pesertanya dari 6 untuk menurunkan angka kematian mencapai hasil optimal karena ini propinsi” jelas dr. Ina. ,16 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 16. Media UtamaSosialisasi menyusui ekslusif perlu waktuuntuk mencapai hasil optimal karena inimenyangkut peruba- han perilaku. dr. Ina Hernawati Menurut dr. Ina, sedikit demisedikit perilaku masyarakat sudahmulai berubah. “Sudah semakin banyak orang 6 menit 1 bayi Indonesia dibawah dilahirkan ditaruh di dada ibunyayang sadar, semakin banyak orang usia 28 hari meninggal dunia. Ini agar refleksnya berkembang danyang minta pelayanan. Hal ini ditun­ lebih kecil dibanding laporan yang produksi susu ibunya meningkat,jukan dari angka-angka yang terus sama untuk tingkat dunia bahwa tapi ini malah justru dipisahkan, adameningkat dibandingkan sebelum­ setiap hari 430 balita meninggal dan yang sehari kemudian baru diper­nya. Media massa juga mulai ber­ jika dikalkulasi setiap 2,5 menit, 1 temukan,” tuturnya.peran” jelasnya. , balita meninggal. Padahal berdasarkan rekomenda­ Dr. Utami Rusli, Sp.A dari Indone­ Kesadaran ibu untuk memberikan si internasional, bayi yang baru lahirsian Breastfeeding Center menghi­ ASI eksklusif dan kesadaran tenaga harus langsung diberi ASI, maksimaltung andai dalam satu tahun, selama kesehatan untuk tidak mempromosi­ satu jam setelah lahir. “Nyatanya ba­6 bulan bayi diberikan ASI Exclusive kan penggunaan susu formula bagi nyak yang justru diberi susu formulasaja, maka 18,03 trilyun dana peme­ bayi baru lahir akan berperan besar dengan alasan susu ibu tidak keluar” ,rintah dapat dihemat. untuk semakin menurunkan AKB di tambah dr. Dien. Jika melihat persentase, angka negeri ini. Sesungguhnya Menkes Ditambahkan oleh Dien, pelang­kematian bayi baru lahir bisa ditekan sudah membuat aturan tentang garan lain yang dibuat pihak RS22% jika diberi ASI selama 6 bulan, pemasaran susu formula melalui adalah pemberian sampel susuJika bayi diberi ASI sampai 11 bulan Surat Keputusan No. 237/Menkes/SK/ kaleng secara gratis pada pasien. “Ibuditurunkan lagi tingkat kematian IV/1997. yang baru pulang dari RS banyak13% dan jika dilanjutkan sampai usia Dr. Dien Sanyoto Besar dari Badan yang diberi oleh-oleh susu kalengbayi 2 tahun bisa diturunkan lagi 6% Pekerja Peningkatan Penggunaan gratis,” ujarnya.angka kematian. Totalnya 41% kema­ ASI menambahkan, susu formula Menurut Dien, kini semakin ba­tian balita dapat ditekan jika diberi yang gencar dipromosikan di berba­ nyak ibu-ibu yang tidak percaya diriASI sampai usia 2 tahun tentunya gai media dengan berbagai kemasan dengan manfaat dari kandungan ASIditambah makanan pendamping ASI dan manfaat yang dapat menarik akibat pengaruh iklan yang mengi­setelah bayi berusia 6 bulan keatas. perhatian para orang tua, membuat dealkan kandungan zat gizi terdapat AKB di Indonesia memang masih mereka memilih mengonsumsi susu dalam susu formula. “Tidak ada ASIlebih tinggi dibandingkan dengan formula bagi bayinya. yang tidak bagus, bahkan ASI me­negara tetangga. Di Filiphina AKB Selain melalui iklan di media dan ng­an­dung zat yang meningkatkanmencapai 18 per 1.000 kelahiran promosi di pertokoan, para produsen kekebalan tubuh bayi,” paparnya.hidup sementara di Singapura hanya susu formula juga aktif berpromosi Padahal, hanya ASI yang dapat1 bayi meninggal per 1.000 kelahiran di rumah sakit serta melalui petugas memenuhi seluruh kebutuhan bayi,hidup. pelayan kesehatan, seperti dokter dan keunggulannya tidak bisa digan­ Sementara menurut laporan The dan bidan. tikan oleh susu lain. ASI aman, bersih,World Health Report tahun 2005, tiap “Seharusnya bayi yang baru dan mengandung zat-zat kekebalan No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 17
  • 17. Media Utama “Tidak ada ASI yang tidak bagus, bahkan ASI mengandung zat yang meningkatkan kekebalan tubuh bayi,” Dr. Dien Sanyoto bagai sumber kehidupan bagi bayi. Di dalamnya lengkap terdapat berbagai kandungan gizi, vitamin dan mineral tubuh yang dapat melindungi bayi nya tidak keluar karena benar-benar serta lemak. Maka tak terbantahkan, dari berbagi macam penyakit dan bermasalah. Kegagalan pemberian bahwa ASI memang yang terbaik bagi infeksi. ASI juga tersedia setiap saat ASI ekslusif terkait informasi yang be­ bayi, termasuk pada wanita dengan dan gratis. lum sampai dan belum banyak tena­ gizi buruk sekalipun, ASI tetap yang Semua ibu bisa memberi ASI bagi ga kesehatan yang bisa menolong. terbaik untuk anaknya. bayinya. Hanya 1 dari 1.000 yang ASI­ Tuhan telah menciptakan ASI se­ gi dari berbagai sumber ASI Ekslusif untuk Ibu Bekerja D r. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar dorong pengusaha dan serikat pekerja termasuk serikat ASI, meyakinkan bahwa setelah masa buruh untuk memasukkan tata cara pemberian ASI cuti berakhir, ibu masih bisa memberi­ dalam perjanjian kerja antara perusahaan dengan kar­ kan ASI eksklusif. “Rugi sekali jika ibu yawannya. Pengusaha juga diminta untuk menyediakan hentikan. Sebab, usus bayi usia 3 bulan fasilitas bagi ibu yang ingin menyusui atau memeras belum siap mencerna makanan selain ASInya. Dengan kebijaksanaan perusahaan dan fasilitas air susu ibu. Selain itu. ASI merupakan yang memadai seperti ruangan tertutup untuk menyusui sumber gizi ideal dengan komposisi seimbang, yang jika atau memeras ASI dan lemari es untuk menyimpan ASI diberikan secara eksklusif bayi akan lebih sehat dan lebih perah, ibu bekerja tidak perlu khawatir lagi. cerdas dibanding bayi yang tidak mendapatkannya,” Setiap bayi berhak untuk tumbuh dan berkembang tegas Utami. secara optimal baik fisik, mental spiritual maupun Pemberian ASI selama di tempat kerja telah diatur kecerdasannya. Delapan puluh persen perkembangan pemerintah dengan dikeluarkannya Peraturan Bersama otak anak dimulai sejak dalam kandungan sampai usia Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri 3 tahun. Oleh karena itu, pemberian ASI ekslusif selama tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan. 6 bulan dan diteruskan sampai anak berusia 2 tahun, Dalam Peraturan Bersama tersebut, pemerintah men­ merupakan upaya ibu memenuhi hak anak dan bayinya.18 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 18. Media UtamaBeri ASI Perah Untuk buah hati tercinta, seharus­nya bekerja di luar rumah bukanlahhalangan untuk memberikan yangterbaik bagi bayi, termasuk memberi­kan ASI secara eksklusif. “Ibu tetapbisa memberikan ASI perah, yakniASI yang diperas dari payudara, laludiberikan pada bayi saat ibu bekerjadi kantor,” jelas dr. Utami Rusli. ASI perah adalah ASI yang diam­bil dengan cara diperas dari payu­dara untuk disimpan dan nantinyadiberikan pada bayi. Apa tidak basi?Menurut Utami, sampai waktu terten­ akhir ibu memang harus menyiap­ Persiapkantu dan dengan penyimpanan yang kan diri sendiri dan bayi. Apalagi Mental ‘Pengasuh’benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, jika si buah hati merupakan anak Tetap memberi ASI selama ibuASI tahan disimpan di dalam suhu pertama. Berat meninggalkannya. bekerja di kantor berarti ibu harusruangan sampai 6 jam. Jika disimpan Apalagi siang hari tak bersama dan menjalin kerjasama dengan peng­di thermos yang diberi es batu, bisa tak menyusui. asuh. Ini tentu tidak mudah. Apalagitahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau Mempersiapkan diri sendiri jika yang ibu percayai merawatnyadisimpan di lemari es ketahanannya menjadi penting. Pertama, adalah adalah orangtua sendiri atau mertua.meningkat hingga 2 minggu dengan mempersiapkan mental untuk Kalau mereka tidak punya pemaha­suhu kulkas yang bervariasi. Jika mening­galkan bayi dan memupuk man yang sama tentang pemberiandisim­pan di frezeer yang tidak terpi­ rasa percaya bahwa ia akan baik- dan manfaat ASI eksklusif, ditambahsah dari kulkas, dan sering dibuka, baik saja di rumah. Kedua, persiapan pengalaman mereka dulu mungkinASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada dengan mulai belajar memerah dua akan sedikit menyulitkan.freezer dengan pintu terpisah dari minggu sebelum cuti berakhir. Ketika “Tapi, jangan menyerah. Pelan-kulkas dan suhu bisa dijaga dengan bayi tidur dan payudara mulai te­ pelan jelaskan sama ibu atau ibukonstan, maka ketahanan ASI men­ rasa membengkak, segera perahlah mertua tentang pentingnya ASIcapai 6 bulan. payudara lalu simpan di kulkas. Esok eksklusif, dan bahwa usus bayi belum Memerah ASI bukan hal yang sulit, siang, ASI perah tersebut bisa ibu siap mencerna makanan. Begitu jugabahkan tidak selalu membutuhkan berikan pada bayi. jelaskan pada pengasuh, kerjasamaalat khusus atau pompa ASI. Cukup Untuk mempersiapkan bayi, ibu orangtua dengan pengasuh di ru­dengan pijitan dua jari sendiri, ASI harus memulai membiasakan bayi mah ini juga menentukan keberhasi­bisa keluar lancar. Memang mem­ diberi ASI perahan dengan sendok, lan menyusui secara eksklusif” terang ,butuhkan waktu, yakni masing- bukan botol susu. “Berikan dengan dr. Utami.masing payudara 15 menit. ASI ini cara menyuapinya dengan sendok Memang di hari-hari pertamabisa diberikan untuk bayi keesokan agar bayi tidak bingung puting. Sam­ pemberian susu perah denganharinya. Tampung ASI tersebut di pai bayi usia 5 bulan, bisa terjadi bi­ sendok, bayi mungkin menolaknya.sebuah wadah, lalu tandai setiap ngung puting,” jelas Utami. Bingung Ia bahkan bisa cemas dan gelisah.wadah dengan spidol sesuai waktu puting terjadi jika ibu yang biasa Namun, jangan khawatir, 3 atau 4pemerahan, misal plastik pertama, memberi ASI lewat payudara, lalu hari setelahnya bayi akan terbiasa.kedua, dst. Berikan pada bayi sesuai bayi disusui dengan botol, maka ke­ Itu sebabnya, sebelum masa cuti ber­urutan pemerahan. tika akan diberikan lewat payudara akhir bayi perlu dilatih disuapi susu lagi bayi kemungkinan menolaknya. dengan sendok. Jadi, tak perlu resahPersiapan dan Ini lantaran, dot botol lebih lancar jika harus kembali bekerja, bukan? lPemberian mengeluarkan susu dibandingkan gi dari berbagai sumber Untuk memberi bayi ASI perahan, lewat payudara.jauh-jauh hari sebelum masa cuti ber­ No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 19
  • 19. Media Utama Tia N. Ardianto “Menyusui Tidak Mengurangi Keindahan” M bak Tia, begitu pang­ Ke­giatan seperti ini dilakukan kurang sempat diberikan susu formula. Na­ gilan dari wanita ber­ lebih 7 bulan.Bahkan ketika rapat-rapat mun belakangan pendekatan seperti nama Tia N.Ardianto, pun, mbak Tia tetap menyempatkan itu sudah tak ada lagi. Kegiatan pro­ karyawan MedcoEner­ memompa ASI.“Alhamdulillah, kantor mosi mulai berkurang. Bahkan setiap gi Oil dan Gas yang sangat toleran terhadap ibu menyusui, akan memberi susu formula, rumah juga puteri Menteri Kesehatan ini. sehingga Kayla mendapat ASI penuh, sakit akan minta izin terlebih dahulu. Ia tetap memberi ASI kepada tiga tidak ada susu formulanya. Sudah be­ “Beruntunglah, anak saya nomor tiga anaknya, walau harus bekerja sebagai berapa kali ditinggal ke luar kota, tidak ini benar-benar full eksklusif sampai 6 wanita karir. Bahkan sejak melahirkan ada masalah, semua lancar, tetap ASI,” bulan, “ katanya. anak pertama, Naila Nastiti Ardianto ungkap wanita cantik ini. Mbak Tia berkantor di Gedung yang lahir tahun 2002 , mbak Tia su­ Diceritakannya, walau cukup sibuk Bidakara ini mengakui, sebagai wanita dah memberikan ASI eksklusif. “Sesi­ sering ke luar kota, pemberian ASI karier yang sedang aktif bekerja, me­ buk apapun, saya tetap menyusui, “ sangat bermanfaat bagi bayi,terutama nyusui pasti terasa repot. Tapi, sebagai begitu akunya. Bagaimana caranya? secara psikologis dan untuk daya tahan ibu, kita harus melihat definisi repot itu Memompa ASI dan menyimpannya tubuh. Dari pengalamannya, anak- seperti apa, karena repot tidaknya se­ ke dalam botol yang telah disediakan anak yang mendapat ASI dengan baik, seorang tergantung cara pandangnya. khusus. ASI tersebut kemudian disim­ mereka akan sangat dekat dengan ibu “Kalau mau dibilang repot pasti repot. pan dalam suhu tertentu sehingga dan tidak mudah sakit panas. Daya Tapi kalau dianggap ringan juga tidak terjamin mutunya. tahan tubuh anak juga akan lebih masalah,” tandasnya. Menurut mbak Tia, Naila, puteri per­ baik, dan secara fisik berat badan anak Selama berada di luar rumah, tamanya, menyusu hingga 15 bulan. juga menjadi ideal: tidak kegemukan mbak Tia sengaja meluangkan waktu Sementara,putera kedua,Muhammad atau sebaliknya terlalu kurus. “Semua memompa ASI dua kali sehari.“Begitu Dipo Ardianto, menyusu hingga 10 berkembang normal. Saya sebagai ibu lunch time, pasti saya mengambil jam bulan. Sedangkan puteri ke tiga, Kayla merasa tidak mendapat kesusahan,” makan siang untuk ke kamar me­ Nastiti Ardianto yang lahir tahun 2008, akunya tidak disibukkan dengan mompa ASI,” ceritanya. Begitu di sore lebih tertata lagi dalam pemberian ASI. memberikan berbagai macam vitamin hari, ketika menjelang sore, mbak MbakTia mengaku, paska kelahiran tambahan. Tia memompa ASI kembali, sebelum putera ketiganya ia lebih berpen­ Terkait dengan daya tahan tubuh, beraktivitas di luar kantor. “Pokoknya, galaman dan percaya diri. Salah satu mbak Tia punya pengalaman tersend­ kemana-mana saya tetap membawa contohnya, saat melahirkan, keluarga iri. Ketika kedua puteranya baru-baru alat pompa itu. Untung bentuknya sengaja mencari RS yang menerapkan ini terkena cacar air, alhamdulillah mirip kotak LCD. Jadi seperti mem­ rawat gabung,sehingga selama 24 jam justru si bungsu tidak tertular, padahal bawa alat kantor saja. Saya senang, jadi pertama bayi terus menyusu.Kondisi ini ia belum vaksinasi.“Saya kira ini karena well plan dan terkadang terasa seru,” diakuinya berdampak positif terhadap faktor pemberian ASI sehingga Kayla urainya panjang lebar. produksi ASI berikutnya.“ASInya deras tak tertular cacar air, “ imbuhnya. Ibu berputera tiga ini merasa dan terus-menerus,” tambahnya. Selama ini ASI memang kalah mendapat dukungan banyak pihak Puteri pertama Menteri Kesehatan bersaing ketat dengan promosi susu ketika berniat memberikan ASI eksklu­ Dr. dr. Siti Fadilah Supari ini mencerita­ formula di rumah sakit-rumah sakit sif kepada putra putrinya. Khususnya kan bahwa untuk keberlangsungan maupun media massa. Mbak Tia ingat, Ardianto, sang suami, sangat mendu­ pemberian ASI, ia sengaja memompa sewaktu anak pertama dan kedua kung. Selama ini ada anggapan bahwa air susu 2 kali setiap hari di kantor. keluar dari rumah sakit bersalin, ia menyusui akan merusak estetika20 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 20. Media Utamatubuh. Tapi, menurut pengalaman makan banyak,badan menjadi gemuk,” kungan kantor.Pimpinan memberikanmbak Tia,tidak masalah .“Yang terpent­ ujarnya mengaku suami tidak pernah kelonggaran bagi ibu menyusui.“Sayaing bagaimana cara kita merawatnya. mempermasalahkan, karena mereka tidak percaya menyusui mengurangiKita perlu makan yang benar, bukan tahu untuk kepentingan anak dan keindahan, “ tandas Tia lagi. lmakan yang banyak. Sebab kalau masa depannya. Demikian juga du­ Manajemen Laktasi n Jangan biarkan aktivitas sehari- yang terdapat di setiap klinik lak­ ra bergantian. Yakinkan bahwa hari menjadi penghalang Anda tasi di rumah sakit. Jangan lupa payudara telah kosong atau untuk memberikan ASI eksklusif bersihkan puting susu sebelum bayi tidak lagi mau mengisap. bagi si kecil. anak lahir. Mintalah petunjuk kepada pe­ n Sebagai ibu dan sekaligus wanita n Pada waktunya,tibalah hari yang tugas bagaimana cara menyusui bekerja memang tidak mudah dinantikan. Sang buah ha­ti yang yang baik dan benar dan jangan untuk memberikan ASI eksklusif ditunggu-tunggu kini su­dah pisahkan bayi ibu dikamar bayi untuk buah hati, karena jatah hadir dihadapan ibu. Pada pe­ bayi sehat. Pastikan petugas cuti hanya 3 bulan sedangkan ri­ode ini (perinatal) ibu mulai kesehatan agar ibu dan bayi bayi membutuhkan ASI eksklu­ be­lajar menyusui sang bayi. Dr. dilakukan rawat gabung. sif sampai usia 6 bulan. Jangan Utami Rusli, seorang pakar ASI n Selamat. Ibu sudah dapat mem­ putus asa dulu. Ibu dapat tetap menganjurkan untuk menyusui berikan ASI segera setelah mela­ memberikan ASI eksklusif de­ bayi sesegera mungkin, jangan hirkan. Lanjutkan kebiasaan ini ngan menerapkan manajeman lebih dari 30 menit pertama se­ sampai bayi berumur 6 bulan. laktasi. Setiap ibu menyusui telah lahir (inisiasi dini). Lakukan Cukup ASI saja (penyusuan eks­ berhak mendapat informasi rawat gabung, yakni bayi selalu klusif ). Teruskan pemberian ASI mengenai manajemen laktasi. di samping ibu selama 24 jam sampai bayi berumur 2 tahun. n Kenapa demikian? Karena ASI penuh setiap hari. Ibu dapat memberikan makanan merupakan makanan utama dan n Pastikan bahwa petugas keseha­ pendamping ASI saat bayi mulai satu-satunya yang terbaik bagi tan yang membantu persalinan berumur 6 bulan. l bayi selama 6 bulan pertama dapat melaksanakan ini. Jangan gi dari berbagai dalam kehidupannya. berikan makanan atau minuman sumber n Manajemen laktasi dimulai sejak selain ASI. Bila dalam 2 hari masa kehamilan (antenatal), pertama ASI belum keluar, saat segera setelah bayi lahir, berikan bayi air putih masak masa neonatus, sampai masa dengan menggunakan sen­ menyusui selanjutnya (postna­ dok. Jangan memberikan dot tal). Dengan manajemen laktasi, maupun kempengan karena keberhasilan menyusui dapat bayi akan susah menyusu, di dicapai dengan baik dan bayi samping mengganggu pertum­ memperoleh gizi yang optimal. buhan gigi. n Pada periode antenatal (masa n Susuilah bayi kapan saja dia mem­ kehamilan) keyakinan ibu bahwa butuhkan, jangan dijadwal. menyusui adalah amanah Ilahi, Susuilah juga bila payudara merupakan kunci awal keberha­ ibu terasa penuh. Ingatlah silan proses menyusui.Makanlah bahwa makin se­ dengan teratur,bergizi dan seim­ ring menyusui, bang, memeriksakan kehamilan makin lancar secara teratur, menjaga keber­ produksi dan sihan diri, dan cukup istirahat pengeluaran ASI. serta mengikuti senam hamil. Setiap kali me­ Penting pula untuk mengikuti nyusui, gunakanlah bimbingan persiapan menyusui kedua payudara seca­ No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 21
  • 21. Sorot Pidato Presiden Pengantar RAPBN 2010 Pemerintah Siapkan Tujuh Prioritas Kebijakan Gaji PNS dan TNI-Polri Naik Pidato pengantar RAPBN yang biasanya disampaikan pada tanggal 15 atau 16 Agustus, menjelang peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia, tahun ini dimajukan 2 minggu lebih awal, yakni tanggal 3 Agustus 2009. Hal itu karena DPR masa bakti 2004-2009 akan berakhir masa jabatannya pada akhir September serta pemerintahan baru dilantik 20 Oktober. Dengan demikian, DPR dan pemerin­ tah bisa bersama-sama membahas dalam waktu yang sesingkat mungkin, sebelum mengakhiri masa tugasnya.22 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 22. SorotP ada acara yang jadinya gelombang PHK seraya terus Keempat, menjaga dan me­ dihadiri pula oleh menurunkan angka pengangguran. ningkatkan daya beli masyarakat, Ibu Ani Yudhoyono, Presiden mengatakan, dalam meng­ dalam bentuk penurunan tarif pajak serta Wakil Presiden hadapi krisis ini kita juga mencegah penghasilan orang pribadi (OP), Jusuf Kalla serta Ibu gelombang pengangguran yang ti­ peningkatan batas penghasilan tidak Mufidah JK serta dak semestinya terjadi. Dengan berb­ kena pajak (PTKP), penurunan harga para pejabat negara agai program yang diambil pemerin­ BBM, kenaikan gaj bagi PNS, TNI,lainnya, Presiden di depan Rapat tah untuk meminimalkan dampak Polri, pensiunan, serta guru/dosenParipurna Luar Biasa DPR, di Gedung krisis keuangan global, pertamba­ dan pemberian BLT pada saat terjadiDPR/MPR Senayan Jakarta, menye­ han pengangguran hanya sebesar tekanan yang sangat berat terhadapbutkan perbaikan penghasilan para kurang dari 60 ribu, jauh di bawah kelompok keluarga miskin. Lang­pegawai negeri sipil, anggota TNI perkiraan semula sebesar 1,5 juta. Ini kah ini dilakukan karena konsumsidan Polri serta pensiunan. Presi­ tentu saja perlu kita syukuri, namun masyarakat merupakan kontributorden Soesilo Bambang Yudhoyono marilah terus kita menjaga agar tidak dominan terhadap total pertumbu­menyatakan dalam menjalankan terjadi pemutusan hubung­an kerja han ekonomi.ekonomi nasional tahun depan, yang tidak perlu. Kelima, memberikan perlindun­pemerintah akan memantapkan tu­ Ketiga, menjaga stabilitas harga, gan pada masyarakat miskin ataujuh prioritas kebijakan yang selama terutama bahan pokok yang dibu­ hampir miskin (near poor). Salah satuini telah dijalankan. tuhkan oleh masyarakat. Pemerintah fungsi negara adalah memberikan Prioritas pertama yang akan di­ terus menjaga agar angka inflasi perlindungan dan menyediakanlakukan adalah menjaga agar sektor dapat dipertahankan pada angka jaring pengaman sosial (social safetyriil terus bergerak. Untuk itu Pemerin­ yang relatif rendah. Sampai bulan net) kepada masyarakat lapisantah telah mengeluarkan berbagai ke­ Juli 2009, angka inflasi antar tahun bawah. Untuk itu, berbagai programbijakan termasuk insentif fiskal untuk (year on year) hanya mencapai 2,71 pro rakyat seperti BOS, Jamkesmas,mendorong sektor riil tumbuh lebih persen, yang merupakan inflasi yang PKH, Beras Bersubsidi, BLT bersyarat,cepat. Prioritas kedua, mencegah ter­ terendah sejak tahun 2000. dan sebagainya akan terus diperkuat. No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 23
  • 23. Sorot Keenam, menjaga ketahanan pa­ berikutnya,” ujarnya ngan dan energi. Harga pangan ha­ rus tetap terjangkau dengan jumlah “Salah satu fungsi Gaji PNS, TNI, Polri naik yang cukup. ”Kita juga telah meng­ Presiden Susilo Bambang antisipasi kemungkinan datangnya negara adalah Yudhoyo­no mengungkapkan, gaji El-Nino di sebagian wilayah Indone­ sia yang diperkirakan akan menye­ memberikan per- pegawai negeri sipil dan prajurit TNI serta Polri, dan juga pensiunan pada babkan kekeringan pada akhir tahun lindungan dan me- tahun 2010 akan dinaikkan rata-rata 2009 dan awal tahun 2010” ujarnya. , Menurut Presiden, agar tidak nyediakan jaring lima persen, guna memperbaiki penghasilan mereka. “Alokasi ang­ mengganggu ketahanan pangan, pengaman sosial garan antara lain untuk memperbaiki maka langkah-langkah untuk men­ penghasilan aparatur negara dan gantisipasi dan mengatasi dampak (social safety net) pensiunan melalui kenaikan gaji El-Nino telah dan akan terus dilak­ kepada masyarakat pokok dan pensiunan pokok, pem­ sanakan, dengan antara lain menjaga berian gaji dan pensiunan bulan kecukupan cadangan beras melalui lapisan bawah. Un- ke-13, kenaikan uang makan/lauk stok Bulog minimal 1,5 juta ton. tuk itu, berbagai pro- pauk bagi TNI-Polri dari Rp 35.000/ Pemerintah juga akan melanjut­ hari menjadi Rp 40.000/hari kerja,” kan dan melaksanakan program Be­ gram pro rakyat sep- ujarnya. ras Bersubsidi untuk 17,5 juta Rumah erti BOS, Jamkesmas, Khusus bagi semua dosen serta Tangga Sasaran dengan jumlah 15 para guru, Yudhoyono menjelaskan, kg per Rumah Tangga selama 12 bu­ PKH, Beras Bersub- pada Dana Alokasi Umum (DAU) lan. Pemerintah akan terus menjaga sidi, BLT bersyarat, terdapat tunjangan profesi guru. stabilitas harga pangan, khususnya “Tunjangan tersebut diberikan ke­ beras dengan menyediakan dana dan sebagainya akan pada guru dan dosen yang memiliki siaga untuk antisipasi situasi, yang terus diperkuat. “ sertifikat pendidik, sebagai peng­ besarnya sekitar Rp 1 triliun di tahun hargaan atas profesionalitasnya, 2010. sesuai dengan kewenangannya,” Selain itu Pemerintah akan men­ SBY kata Yudhoyono. Jika selama ini gaji jaga dan memastikan agar embung- guru terendah adalah Rp2 juta setiap embung, dam, dan bendungan air bulannya, maka dalam RAPBN 2010 dapat berfungsi dengan baik. Untuk akan dialokasikan dana penyesuaian mengantisipasi masalah kekeringan pertumbuhan ekonomi nasional berupa tambahan tunjangan kepen­ yang berakibat pada kemungkinan pada angka yang relatif tinggi, seti­ didikan bagi guru sebesar Rp7,9 kebakaran hutan, saya telah meng­ daknya antara 4-4,5%,” ujar Presiden. triliun. instruksikan kepada Pemerintah Jika angka itu bisa kita capai, ini “Kita semua berharap dengan Daerah untuk mengantisipasi dan adalah prestasi tersendiri di tengah- ditingkatkannya alokasi anggaran mencegah meluasnya kebakaran tengah resesi perekonomian global ini, maka kesejahteraan para guru tersebut. dewasa ini. “Ketika banyak negara dan dosen akan semakin membaik Dalam bidang ketahanan energi, di dunia mengalami pertumbuhan dan akhirnya sesuai dengan harapan dilakukan program peningkatan dan negatif (kontraksi), kita masih bisa rakyat mutu pendidikan kita akan diversifikasi produksi, serta manaje­ tumbuh relatif tinggi. Pada tahun- meningkat lebih tinggi lagi,” kata men distribusi untuk mengamankan tahun mendatang, seiring dengan Kepala Negara dengan penuh harap. pasokan energi. Upaya untuk menge­ membaiknya situasi ekonomi dunia lola sisi permintaan energi juga terus dan implementasi tujuh prioritas ke­ Defisit turun dilakukan. bijakan ini, Insya Allah ekonomi kita Sementara itu, ketika berbicara Ketujuh, meskipun menghadapi akan dapat tumbuh 5% atau lebih tentang RUU-RAPBN tahun 2010, krisis ekonomi global. ”Kita harus pada tahun 2010, dan meningkat Presiden Yudhoyono menjelaskan tetap berupaya mempertahankan lebih tinggi lagi pada tahun-tahun bahwa pendapatan negara dan24 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 24. Sorothibah direncanakan mencapai ran 2009. triliun dari yang dianggarkan dalamRp 911,5 triliun, atau meningkat “Belanja negara direncanakan RAPBN-Perubahan tahun 2009.Rp38,8 triliun dari sasaran RAPBN mencapai Rp 1009,5 triliun yang Dengan demikian, defisit anggaranPerubahan(RAPBN-P) tahun angga­ berarti lebih tinggi sebesar Rp3,8 dalam tahun 2010 direncanakan dr. Sjafii Ahmad, MPH, Sesjen Depkes Tantangan Pembangunan Kesehatan ke Depan Lebih Berat S ebenarnya kalau kita yang membuat masyarakat dan Negara Bukan Pajak). Perolehan ta­ bicara bagaimana rakyat kecil itu tidak termarjinalkan, hun ini melonjak pesat di Departe­ upaya melakukan ke­ seperti JAMKESMAS, obat murah, men Kesehatan. Penerimaan tahun giatan untuk mendu­ Poskestren dan lain sebagainya.. 2004, PNBP Departemen Kesehatan kung kepemimpinan Bicara kendala, jelas ada. Per­ hanya berkisar 1,9 triliun, maka pada dan kebijakan Pemer­ tama, dari sisi penganggaran. Segi tahun 2008 sudah mencapai 6,9 intah, kita bicara penganggaran pembangunan ke­ triliun PNBP bidang kesehatan. tiga aspek. Aspek pertama; kelem­ sehatan di belahan dunia ini harus Adapun PNBP daerah dikelola bagaan, kedua aspek program dan didukung dengan minimal 15% dari oleh pemerintah daerah. Adakalanya ketiga aspek sumber daya manusia. APBN. Tapi, sampai sekarang ini kita pendapatan asli daerah yang ber­ Ketiga aspek inilah yang harus baru 2,3%. Kalau anggaran mening­ sumber pada distribusi kesehatan, saling bersinergi. Sebagai contoh kat kami meyakini bahwa kegiatan- belum sepenuhnya digunakan untuk aspek kelembagaan. Pembenahan kegiatan ini akan lebih berdayaguna program kesehatan. Itu yang saya organisasi oleh ibu Menteri adalah mencapai sasaran. Kedua, masa katakan, adanya gejala di beberapa sesuai dengan kebutuhan perkem­ transisi yang cukup. Belum semua daerah yang sebenarnya tidak bangan kedepan masalah kesehat­ SDM berubah paradigmanya. Jadi sehat. Kenapa? Sebenarnya, kalau an. Jadi, diharapkan organisasi kita kita tidak pungkiri sebagian belum ini berlangsung terus maka ada ini benar-benar mampu mengan­ menghayati benar paradigma itu. kesan seolah orang sakit membiayai tisipasi kebutuhan pembangunan Tapi inilah yang merupakan ma­ orang sehat. Seyogyanya, PNBP yang kesehatan ke depan. salah bagi kita sehingga kita harus bersumber dari pelayanan kesehatan Untuk program telah diterapkan secara berkesinambungan melaku­ dikembalikan untuk meningkatkan 4 grand strategi sebagai penjabaran kan edukasi dan sosialisasi supaya pelayanan kesehatan juga. dari visi-misi Depkes.. Menkes juga paradigma dapat terwujud. Intinya, tantangan kedepan menerapkan manajemen program Tapi, dengan kenyataan seperti cukup besar, lebih berat dibanding­ berbasis integritas dan integralitas. itu, yang penting kita tidak boleh kan dengan sekarang. Oleh karena Jadi, disamping integritas dengan putus asa. Kita harus menyiasatinya itu, melalui visi dan misi yang jelas ciri khas kebangsaan, nasionalisme, dengan melakukan program priori­ maka tidak ada tantangan yang juga pro rakyat. tas agar kita bisa survive. Jadi kalau tidak bisa kita hadapi, apalagi kalau Program yang baik tanpa dikelo­ kurang sedikit-sedikit tak masalah kita sudah mempunyai tata nilai. De­ la oleh sumber daya manusia yang dan bukan berarti kita tidak dapat partemen Kesehatan sudah mem­ kompeten tak akan berjalan dengan bersaing. Dengan melakukan pro­ punyai tata nilai yang cukup baik, sempurna. Oleh karena itu, Menkes gram prioritas, maka kita akan bisa yaitu berpihak pada rakyat, bertin­ menerapkan reorientasi paradigma. bersaing. Karena program tersebut dak cepat dan tepat, kerjasama tim, Paradigma lama belum sepenuhnya mengakibatkan terjadinya biaya integritas yang tinggi, transparan berpihak kepada rakyat. Sekarang yang efektif dengan anggaran yang dan akuntabel. Sehingga kalau tata kebijakan Departemen Kesehatan terbatas. nilai ini benar dijalankan maka insya menguntungkan rakyat. Paradigma Selama ini kita cukup besar Allah apapun tantangan akan bisa ini melahirkan kebijakan-kebijakan mendapatkan PNBP (Pendapatan kita hadapi. lpra No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 25
  • 25. Sorot provinsi, 398 kabupaten, serta 93 kota. “Pemekaran dan pembentukan daerah baru yang tidak memenuhi urgensi dan persyaratan adminis­ tratif, serta kurang daya dukung keuangannya tentu saja akan men­ jadi beban bagi keuangan negara. Keuangan negara yang seharusnya bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat menjadi beralih untuk membi­ ayai keperluan administrasi pemerin­ tahan daerah pemekaran,” katanya sambil menegaskan bahwa pemerin­ tah harus mengevaluasi penyeleng­ garaan pemerintahan daerah. “Selain masalah optimalisasi penerimaan, baik pe­ “Sebelum evaluasi tersebut nerimaan dari pajak maupun peneri­ dilakukan secara tuntas dan menye­ transparansi dan maan negara bukan pajak (PNBP). luruh, maka kita perlu melakukan pertanggung- “Dari rencana penerimaan negara moratorium (penghentian semen­ jawaban keuangan dan hibah yang ditargetkan men­ capai Rp 911,5 triliun dalam tahun tara atau jeda, red.), pemekaran dae­ rah,” kata Presiden. Moratorium harus daerah, saya ingin 2010, penerimaan perpajakan diren­ dilakukan untuk mencegah pembo­ mengingatkan ke- canakan mencapai Rp 729,2 triliun rosan dan penghamburan sumber sedangkan PNBP diperkirakan men­ dana negara secara tidak tepat, yang pada seluruh jajaran capai Rp 180,9 triliun,” kata Yudhoyo­ justru akan menjauhkan harapan pemerintahan di no. Setelah menjelaskan masalah pe­ masyarakat untuk mendapat pelayan­ nerimaan negara, Presiden kemudian an dan peningkatan kemakmuran pusat dan daerah, berbicara tentang alokasi anggaran secara merata dan adil,” katanya. untuk sekali lagi, ti- belanja pemerintah pusat sebesar Rp Sambil mengingatkan seluruh lapisan masyarakat tentang berbagai dak melakukan keja- 699,7 triliun. Belanja pemerintah pu­ sat itu akan diprioritaskan pada lima tugas berat di masa mendatang hatan korupsi.” sektor yakni pendidikan, kesehatan, serta tantangan baik dari dalam perbaikan gizi, keluarga berencana, negeri maupun eksternal, Presiden SBY serta pemantapan reformasi birokra­ Susilo Bambang Yudhoyono menga­ si dan hukum, serta pemantapan jak rakyat untuk tegar menghadapi demokrasi dan keamanan nasional. masa depan itu. “Saya ingin mengajak segenap mencapai Rp 98,0 triliun (1,6 % dari Moratorium pemekaran komponen bangsa untuk menatap PDB). Jumlah ini mengalami penu­ Dalam kesempatan ini, Kepala ke depan lebih tegar, percaya diri runan sebesar Rp35,0 triliun, bila Negara juga menyinggung ma­ dan tetap bekerja lebih keras lagi dibanding target yang direncanakan salah pembentukan daerah-daerah untuk mencapai cita-cita bersama. dalam RAPBN-P tahun 2009 sebesar otonom baru sebagai hasil pemekar­ Tahun-tahun yang akan kita lalui Rp 133,0 triliun (2,5% PDB), jelas an wilayah baik di tingkat provinsi, adalah tahun-tahun yang tidak Kepala Negara. kota maupun kabupaten. mudah dan penuh tantangan. Tetapi Untuk mencapai sasaran Selama 10 tahun terakhir ini, sejak dengan memohon ridha Tuhan Yang pendapatan negara tersebut, maka dimulainya era reformasi telah lahir Maha Kuasa, Allah SWT, saya yakin pada tahun 2010 pemerintah akan tujuh provinsi,164 kabupaten, serta kita semua, bangsa Indonesia yang terus melanjutkan langkah-langkah 34 kota sehingga telah terdapat 33 besar ini akan mampu meningkatkan26 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 26. Sorotkesejahteraan dan kemajuan seluruhrakyat Indonesia,” demikian harapanPresiden.Kesejahteraan Rakyat Pemerintah mengalokasikananggaran sebesar Rp37 triliun untukPemeliharaan Kesejahteraan Rakyat,serta Penataan Kelembagaan danPelaksanaan Sistem PerlindunganSosial dalam RAPBN 2010. “Sasaranyang hendak dicapai dari prioritastersebut adalah menurunkan angkakemiskinan menjadi 12 – 13,5%,”katanya. Pada kesempatan itu KepalaNegara mengemukakan sejumlah dan lifting minyak rata-rata 965 ribu di pusat dan daerah, untuk sekali lagi,kebijakan dan program pemerintah barel per hari. Pemerintah juga men­ tidak melakukan kejahatan korupsi,”untuk pemeliharaan kesejahteraan argetkan penerimaan pajak sebesar kata Presiden.rakyat, serta penataan kelembagaan Rp 729,2 triliun, PNBP (Pendapatan Presiden menyebutkan, danadan pelaksanaan sistem perlindungan Negara Bukan Pajak) Rp180,9 triliun, APBN dan APBD adalah uang rakyatsosial antara lain melalui kenaikan gaji alokasi belanja pemerintah pusat yang harus dimanfaatkan sebe­bagi PNS, TNI, Polri, pensiunan, serta sebesar Rp 699,7 triliun, alokasi ang­ sar-besarnya untuk kepentinganguru/dosen— dan pemberian BLT garan kementerian/lembaga sebesar dan kesejahteraan rakyat. Pepatahpada saat terjadi tekanan yang sangat Rp 327,6 triliun, alokasi anggaran menga­takan “gajah mati meninggal­berat terhadap kelompok keluarga Departemen Pendidikan sebesar kan gading, harimau mati mening­miskin. Pemerintah juga akan mem­ Rp 51,8 triliun, alokasi anggaran galkan belang” .berikan perlindungan pada masyara­ Departemen Pertahanan sebesar “Marilah kita mengemban ama­kat miskin atau hampir miskin (near Rp 40,7 triliun, dan alokasi anggaran nah dan tanggung jawab denganpoor) dengan menyediakan jaring Departemen Pekerjaan Umum Rp baik, sehingga meninggalkan namapengaman sosial. “Salah satu fungsi 34,3 triliun.Kemudian alokasi ang­ yang baik pula. Nama yang akannegara adalah memberikan per­ garan Departemen Agama Rp26 dikenang oleh rakyat, jauh setelahlindungan dan menyediakan jaring triliun, alokasi anggaran Departe­ kita meninggalkan jabatan yang kitapengaman sosial kepada masyarakat men Kesehatan Rp20,8 trilun, alokasi emban,” tegas Presiden.lapisan bawah. Untuk itu, berbagai anggaran Departemen Perhubungan Presiden menyatakan bahwa ang­program pro rakyat seperti BOS, Rp 16 triliun dan alokasi anggaran garan yang makin besar ke daerah,Jamkesmas, PKH, Beras Bersubsidi, BLT Kepolisian Negara Rp 25,8 triliun. sudah seharusnya diikuti oleh kom­bersyarat, dan sebagainya akan terus petensi dan tanggung jawab penuhdiperkuat,” katanya. Presiden ingatkan agar dari segenap aparatur pemerintahan, Pada kesempatan itu Kepala Jajaran Pemerintah untuk mengelola anggaran tersebutNegara menyampaikan sejumlah Tidak Korupsi secara baik dan transparan, bagiasumsi makro dan besaran APBN Presiden Susilo Bambang Yudho­ kemakmuran dan kesejahteraan2010 dalam RAPBN 2010 sebesar Rp yono juga mengingatkan agar jaja­ rakyatnya. “Kita harus memastikan1.009,5 triliun. Disebutkan antara lain, ran pemerintah di pusat dan daerah bahwa anggaran yang semakintarget pertumbuhan ekonomi sebe­ untuk tidak melakukan kejahatan besar ini, tidak diikuti dengan sema­sar 5 %, inflasi 5 %, nilai tukar rata- korupsi. “Selain masalah transparansi kin meningkatnya penyimpangan,rata per dolar AS sebesar Rp 10.000, dan pertanggungjawaban keuangan ‘mismanagement’, apalagi korupsi diharga minyak mentah Indonesia daerah, saya ingin mengingatkan ke­ daerah,” katanya. l(ICP) rata-rata per barel 60 dolar AS pada seluruh jajaran pemerintahan Smd No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 27
  • 27. Sorot Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-64: Penghargaan Kepada 132 Tenaga Kesehatan P uskesmas adalah menyelenggarakan pemilihan dan tercapainya tenaga kesehatan yang sarana pelayanan penghargaan Nakes Puskesmas mempunyai sikap nasional, etis dan kesehatan terdepan Teladan Tingkat Nasional. professional, memiliki semangat yang manfaatnya Menurut dr. Budihardja, MPH, pengabdian yang tinggi, berdisiplin, sangat dirasakan ma­ Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat kreatif, berilmu, terampil, berbudi syarakat khususnya Depkes, pemberian penghargaan luhur serta dapat memegang teguh masyarakat di daerah Nakes Teladan hakikatnya adalah etika profesi, ujar dr. Budihardja. terpencil dan sangat terpencil. reward dari Departemen Kesehatan Menurut dr. Budihardja, pada Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskes­ atas prestasinya dalam memberikan tahun 2009 ini Depkes menetap­ mas mempunyai kontribusi yang pelayanan kepada masyarakat di kan 132 Nakes Puskesmas Teladan besar dalam meningkatkan derajat wilayah kerjanya. Tingkat Nasional dari 33 Provinsi, ter­ kesehatan masyarakat di wilayahnya. Melalui kegiatan ini diharapkan diri dari 33 orang tenaga medis (28 Atas perannya yang besar itulah, terjadi peningkatan minat Nakes dokter umum dan 5 dokter gigi), 33 Departemen Kesehatan setiap tahun untuk bekerja di Puskesmas dan orang tenaga keperawatan, 33 orang28 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 28. Sorottenaga pengelola gizi/nutrisionisdan 33 orang tenaga kesehatanmasyarakat/sanitarian. Penilian dilakukan oleh sebuahtim secara berjenjang yaitu TingkatKabupaten/Kota dan Provinsi yang Menkes dr. Siti Fadilah Supari didampingi Dirjen Bina Kesmas dr. Budihardjaterdiri dari unsur Dinas Kesehatan, memberikan selamat kepada tenaga kesehatan teladan.lintas sektor dan Organisasi Profesi.Nakes yang diikutsertakan dalam mas (tanggung jawab, ketaatan, integritas serta transparan danpemilihan teladan terdiri dari 4 kejujuran, kerja sama, prakarsa dan akuntabel. “Selama Saudara bekerjakelompok yaitu tenaga medis kepemimpinan), sebagai Nakes pro­ dengan lima nilai dasar itu, hasilnya(dokter dan dokter gigi), tenaga fesional (keikutsertaan dalam bidang akan selalu baik” ujar Dr. Siti Fadilah. ,keperawatan (perawat dan bidan), keilmuan, hubungan dengan pasien Sudah banyak hasil pembangun­tenaga pengelola gizi/nutrisionis, dan keluarga miskin, hubungan de­ an kesehatan yang dicapai yaitudan kesehatan masyarakat (sanitar­ ngan rekan kerja), sebagai anggota pelayanan kesehatan sudah semakinian, epidemiolog kesehatan, asisten masyarakat (kepribadian, peran serta baik dan masyarakat sudah sema­apoteker, penyuluh kesehatan, analis dalam masyarakat, berperan aktif kin sehat. Namun, kondisi itu masihlaboratorium, entimolog kesehatan dalam kegiatan kemasyarakatan, belum optimal karena masih adanyadan lain-lain). Nakes yang terpilih di berperan dalam pembinaan generasi kesenjangan status kesehatan yangtingkat Kabupaten/Kota dikirim ke muda dan berperan dalam organi­ besar antar wilayah, antara masyara­Provinsi untuk dinilai/seleksi. Kemu­ sasi kemasyarakatan). kat miskin dan kaya serta status ke­dian Nakes yang terpilih sebagai “Penghargaan pemerintah tidak sehatan kita dibandingkan denganTeladan Tingkat Provinsi ditetapkan hanya untuk 132 Nakes Teladan Negara lain, tambah Menkes.sebagai Nakes Puskesmas Teladan yang hadir di sini, tetapi untuk Tantangan itu bertambah beratTingkat Nasional mewakili provinsi semua tenaga kesehatan teladan dengan meningkatnya berbagai ma­masing-masing. yang terpilih di masing-masing salah baru seperti demam berdarah, Unsur-unsur yang dinilai meliputi daerah. Bahkan puluhan ribu tenaga HIV/AIDS, flu burung, influenza Akriteria umum dan kinerja. Kompo­ kesehatan yang bekerja di Puskes­ H1N1 dan lain-lain yang mengaki­nen kriteria umum meliputi berakh­ mas yang telah bekerja dengan baik batkan meningkatnya angka kesaki­klak dan berbudi pekerti baik, tidak dan menunjukkan prestasi kerja tan penduduk sehingga menambahsedang dalam kasus pidana/perdata yang tinggi, Namun tidak mungkin beban pelayanan kesehatan, ujardan penyalahgunaan Napza, berjasa semuanya ditetapkan secara formal Menkes.terhadap masyarakat di wilayah sebagai Teladan Tingkat Nasional “, Untuk mengatasi tantangan itu,kerjanya baik langsung maupun ujar Menkes Dr. Siti Fadilah Supari, Sp. kata Menkes, Depkes telah menetap­tidak langsung dan lulus seleksi yang JP (K) ketika menyerahkan peng­ kan visi “Masyarakat yang mandiridilakukan Tim Penilai. hargaan dan hadiah kepada Nakes untuk hidup sehat dan misi “Mem­ Sedangkan komponen kinerja Teladan 2009 di Jakarta tanggal 15 buat Rakyat Sehat” Untuk mencapai .yang dinilai adalah Nakes sebagai Agustus 2009. itu dilaksanakan dengan empatpenggerak pembangunan berwa­ Menkes menyatakan, para Nakes strategi utama yaitu : menggerakkanwasan kesehatan, sebagai tenaga Teladan telah bekerja dengan meng­ dan memberdayakan masyarakatpemberdayaan masyarakat, sebagai gunakan nilai-nilai yang ditetapkan untuk hidup sehat, meningkatkanpemberi pelayanan kesehatan strata yaitu bekerja pro rakyat, cepat dan akses masyarakat terhadap pelayan­pertama, sebagai pegawai Puskes­ tepat, kerja sama tim yang kompak, an kesehatan yang berkualitas, No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 29
  • 29. Sorot meningkatkan system surveilans, mengembangkan masyarakat agar “Pengembangan desa siaga monitoring dan informasi kesehatan mempunyai pengetahuan dan tidak hanya melalui pembentukan serta meningkatkan pembiayaan kemampuan dalam mengatasi ma­ Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) kesehatan, ujar Menkes. salah kesehatan. Konsepnya, sehat tetapi peningkatan pemberdayaan Menkes menambahkan, strategi harus tumbuh dari masyarakat itu masyarakat sehingga masyarakat utama itu dijabarkan dalam 17 sendiri. Perilaku hidup sehat, hidup ikut memikirkan jalan keluar dalam sasaran diantaranya yang menjadi di lingkungan yang sehat serta tahu mengatasi masalah kesehatan di unggulan adalah desa siaga di setiap kemana harus minta bantuan atau wilayahnya,” ujar Menkes. desa dan pelayanan kesehatan bagi harus merujuk bila ada masalah Bila tenaga kesehatan di Desa masyarakat miskin. Pengembang­ kesehatan yang dikembangkan belum tersedia, diupayakan agar an desa siaga adalah pemikiran secara berkelompok atau dalam satu tenaga kesehatan di Puskesmas atau yang luhur. Melalui desa siaga kita keluarga. Puskesmas Pembantu secara perio­ Dialog Menkes Dengan Nakes Puskesmas Teladan Usai menyerahkan penghargaan sudah bawa proposal bolak-balik ke dewasa (16 tahun - 45 tahun) dan hadiah, Menkes Dr. dr. Siti Fadi­ Jakarta sampai menghabiskan gaji disertai satu ritual wajib melaku­ lah Supari didampingi para pejabat satu bulan, ternyata di Depkes juga kan sifon (hubungan seks paska Eselon I berdialog dengan Nakes tidak tersedia dana. Saya mohon sunat) sebelum luka sembuh. Hal ini Puskesmas Teladan 2009. Dipandu penjelasan, apakah Puskesmas itu berdampak pada penyakit infeksi dr. Budihardja, MPH, Direktur Jen­ boleh atau tidak melakukan pene­ menular seksual (IMS), HIV/AIDS deral Bina Kesehatan Masyarakat, litian?. Kalau boleh bagaimana dan juga menghambat beberapa berikut petikannya. prosedurnya sasaran MDG-s khususnya kesehat­ an ibu dan anak. Saya usul di Pulau Penanya: 2. dr. Maria V. Ivonny D. Ray : Timor ada program khusus untuk 1. drg. Dhani Gustiana : Puskes­ Puskesmas Eban, Kab. Timor sunat sehat sehingga generasi yang mas Seborokrapyak Banyu­ Tengah Utara, Prov. NTT akan datang terhindar dari penyakit urip, Prov. Jateng HIV/AIDS. 3. Aminoto Naharun SKM : Pus­ kesmas Mapanga, Kabupaten Parigi Moutong, Prov. Sulteng. Saat ini Depkes menghadapi suasana yang sangat urgen yaitu transisi epidemiologi, disatu sisi penyakit menular belum bisa ditu­ runkan secara bermakna sementara penyakit yang tidak menular sudah Tradisi sunat ada di seluruh dunia, memasuki daerah-daerah pedesaan. Saya perlu dana untuk penelitian, tetapi sunat tradisional di P.Timor Bagaimana kiat-kiat yang harus kita tetapi tidak tersedia di Puskesmas berbeda dengan sunat pada umum­ tempuh dalam menghadapi transisi maupun kabupaten/provinsi, ke­ nya. Sunat tradisional di wilayah epideomologi khususnya di daerah mudian disarankan ke Depkes. Saya kerja saya ini dilakukan pada pria pedesaan dengan adanya penya­30 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 30. Sorotdik datang memberikan dukungan hatan tahun 2010 akan diutamakan Puskesmas harus kuat di semua lini,pelayanan di Poskesdes. Untuk untuk mendukung pengembangan tambah Menkes.daerah yang belum bisa menempat­ desa Siaga termasuk pembangunan Selain menerima hadiah, parakan Nakes secara mandiri, Depkes ruangan atau gedung dan alat yang naskes terbaik ini juga mengikutisecara bertahap akan membantu dibutuhkan, tambah Menkes. berbagai acara kenegaraan seper­penempatan tenaga yang dibutuh­ Selain itu, juga akan dilakukan ti Renungan Suci di TMP Kalibata,kan. Sedangkan daerah yang belum Reformasi Puskesmas sebagai peringatan Detik-Detik Proklamasibisa menyediakan bangunan khusus, lembaga pelayanan kesehatan ma­ Kemerdekaan ke-64 di Istana Nega­diharapkan menyediakan ruangan syarakat harus komprehensif yang ra tanggal 17 Agustus 2009 sertayang layak sebagai tempat Poskes­ meliputi peningkatan kesehatan, beraudiensi dengan Menkes, Ketuades. Untuk mewujudkan itu, Dana pencegahan, pelayanan pengobatan DPR, MPR dan Presiden RI. lSmdAlokasi Khusus (DAK) bidang kese­ dan pemulihan. Dengan demikiankit tidak menular yang semakin insentif kepada dukun per pasienmeningkat seperti hipertensi dan 30 ribu rupiah, tetapi memakai uangdiabetes mellitus, juga bagaimana dari kocek bidan desa masing-ma­kiat-kiatnya untuk pengembangan sing. Saya usul bisakah ada alokasidesa siaga. Desa siaga yang kami anggaran untuk kemitraan dukunkembangkan banyak mengalami dan bidan desa.problem khususnya masalah opera­sional di lapangan. 5. Nopriwan Malus, SKM : Pus­ kesmas Pangean, Prov. Riau.4. Dr. Nurul Handayani : Puskes­ Program Jamkesmas adalah pro­ mas Tebas, Kab. Sambas Prov. gram yang sangat bagus dan Kalbar tepat sasaran karena langsung ke Saya sampaikan terima kasih orang yang kurang mampu di desa. kepada drg. Dhani atas semangat Setelah saya tanyakan ke mereka untuk melakukan penelitian, mu­ memang sangat terbantu oleh dah-mudahan tidak luntur. Ternyata program ini, kalau mereka dirawat Anda menyukai penelitian seperti di RSUD mereka sudah tidak lagi saya, tetapi biaya untuk penelitian memikirkan biayanya. Masalah di Puskesmas menggunakan uang di Puskesmas Pangean beberapa suami. Saya mengakui betapapun tahun program Jamkesmas berjalan hebatnya Depkes ini mendapatkan terjadi keterlambatan pengiriman penilaian bagus dari berbagai sur­ dana ke rekening Kepala Puskesmas. vei, tapi birokrasinya masih perlu di­ Untuk program pengobatan saya perbaiki. Saya sedang dalam prosesDi tempat saya bertugas pertolong­ rasa tidak ada masalah karena masih untuk mereformasi birokrasi yangan persalinan oleh tenaga kesehat­ ada stok obat dari APBD atau yang ada disini. Jadi mohon maaf, barang­an baru mencapai sekitar 40 %, lainnya, untuk pelayanan tenaga kali yang menerima Anda itu tidaksebagian besar oleh dukun bera­ medis juga tidak apa-apa untuk mempunyai wewenang. Untuk se­nak. Bidan di desa di tempat kerja tidak dibayarkan dulu. Tetapi untuk mentara proposal boleh dikirimkankami 18 orang, sedangkan dukun program promosi kesehatan kami kepada saya, nanti baru ke Eselonberanak 44 orang. Untuk menca­ mengalami kendala. I. Saya beberapa kali memperolehpai pertolongan yang aman, kami laporan seperti itu, mungkin Andalakukan program kemitraan bidan salah satunya. Tetapi jangan putusdengan dukun. Kami sementara ini Jawaban Menkes, Dr. dr. Siti Fadi­ asa, silakan Anda kirimkan lagimenyiasatinya dengan memberikan lah Supari: proposal kepada saya. No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 31
  • 31. Sorot Pertanyaan dr. Ivonny menarik Mengenai bantuan dari anggaran itulah pos untuk sekali karena di sebelah saya ( dr. membiayai kemitraan bidan dengan Bambang Giatno Rahardjo, MPH, dana, saya jelas- dukun. Dengan adanya kemitraan Kepala Badan Pengembangan dan kan bahwa APBN dukun dan bidan, dua-duanya akan Pemberdayaan Sumber Daya Manu­ sia Kesehatan) pernah dinas di NTT Depkes, 87% su- diuntungkan, bidan untung, dukun juga untung dan persalinan dapat selama 9 tahun. Sebetulnya masalah dah dialokasikan dilakukan secara aman dan selamat. tradisi sunat tradisional yang dihada­ ke daerah-daerah. Untuk penyaluran dana Jamkes­ pi di Pulau Timor berkaitan dengan mas untuk Puskesmas di Riau, masalah pendidikan. Untuk menga­ Jadi APBN Depkes penyaluran dana Jamkesmas untuk tasi hal itu, tentu tidak akan berhasil yang dikelola Pu- Puskesmas disalurkan langsung dari kalau hanya ditangani sektor ke­ sehatan saja tetapi perlu keterlibatan sat tinggal sekitar Kas Negara langsung ke rekening Kepala Puskesmas melalui PT Pos sektor lain. Departemen Kesehatan 13% Indonesia. Jadi dana Jamkesmas dalam hal ini telah melakukan berba­ langsung dikirimkan ke PPK (pem­ gai upaya untuk meningkatkan akses Dr. dr. Siti Fadilah Supari beri pelayanan kesehatan) yaitu masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas maupun Rumah Sakit kesehatan dengan mengirim tenaga- tidak melalui Depkes. Kalau ada ke­ tenaga kesehatan sampai daerah terlambatan coba dicek, barangkali sangat terpencil, perbatasan bahkan lingkungan sangat ampuh untuk keterlambatan terjadi karena aparat di pulau-pulau terluar. Tujuannya Anda sebarkan supaya tidak menja­ di daerah terlambat mengurus dan adalah untuk bisa mempengaruhi di penyakit hipertensi, diabetes dan berikan laporan ke Depkes dimana dan mengajarkan masyarakat sebagainya. keterlambatan terjadi. Mengenai tentang pentingnya perilaku hidup Kemudian untuk operasional bantuan dana, saya jelaskan bahwa bersih dan sehat (PHBS). Karena itu desa siaga, Departemen Kesehatan APBN Depkes, 87% sudah dialoka­ anda sebagai dokter PTT hendaknya membantu operasional Desa Siaga sikan ke daerah-daerah. Jadi APBN bekerja sama dengan tokoh adat, sebesar 500 ribu rupiah per bulan. Depkes yang dikelola Pusat tinggal tokoh masyarakat dan pemimpin Dalam satu tahun, Depkes mem­ sekitar 13%. formal untuk meyakinkan bahaya bantu biaya operasional Desa Siaga sunat tradisional dengan tradisi sifon sebesar enam juta rupiah. Tidak itu Jawaban, Prof. dr. Agus Purwadi­ terhadap kesehatan masyarakat. saja, Depkes masih memberikan anto, Sp. FK, SH, Badan Litbangkes Mengenai usul Anda untuk program pelatihan kepada kader kesehatan. Menjawab pertanyaan drg Dhani, sunat sehat dari Depkes merupakan Sedangkan sarananya yaitu untuk pertama saya menghargai Anda seb­ usulan yang sangat positif dan membangun Pos Kesehatan Desa agai dokter gigi yang sudah memi­ konkrit. Saya minta dr. Budihardja, seharusnya biaya dari APBD. liki hak paten yang juga mempunyai MPH, Dirjen Binkesmas untuk menin­ Menjawab pertanyaan dr. Nurul, jiwa seorang peneliti, mudah-mudah daklanjuti. tentang sulitnya memenuhi kebu­ nanti bisa menjadi Menteri Kes­ Sedangkan untuk Sdr. Aminoto, tuhan bidan dalam jumlah yang ehatan seperti dr. Siti Fadilah Supari penyakit menular dan penyakit ti­ cukup, saya rasa untuk memenuhi yang juga seorang peneliti. Kedua, dak menular sebetulnya dapat dice­ kekurangan bidan harus dilaporkan tentang prosedur tetap penelitian, gah dengan perilaku hidup bersih ke Bupati nanti Bupati yang akan selain dari birokratisasi memang dan sehat. Perilaku hidup bersih meneruskan ke Depkes supaya ada Komite Ilmiah dan Komite Etik. dan sehat itu seperti makan dengan kekurangan tenaga kesehatan Jadi proposal penelitian itu disaring gizi seimbang, istirahat yang cukup, juga diketahui Bupati. Untuk dana oleh Komite Ilmiah dan Komite Eteik. beraktivitas fisik/olah raga minimal kemitraan bidan, mestinya diambil Problemnya adalah Komite Ilmiah 30 menit setiap hari, tidak merokok, dari biaya persalinan. Kalau peserta dan Komite Etik itu ada di setiap menjaga kesehatan pribadi dan Jamkesmas kan sudah ada tarif­nya, institusinya masih-masing. Nah, kalau32 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 32. Sorottidak ada di tingkat propinsi ya nanti jen Bina Kesehatan Masyarakat. kadang-kadang agak terlambat,sampaikan saja ke Badan Litbang Usul dr. Ivony dari NTT menarik sedang diproses oleh SesditjenDepkes. Intinya adalah proposal itu sekali. Nanti saya dengan dr. Bam­ Binkesmas dr. Edi Suranto mudah-dilihat dari metodologi ilmiahnya bang Sardjono, Direktur Kesehatan mudahan dalam waktu singkat akandan kemudian ada etika. Nah kalau Komunitas dan dr. Abidinsyah turun dukungan itu. Saudara-sauda­berbenturan antara ilmiah dan etika Siregar, Kepala Pusat Promosi ra dimohon untuk menyampaikanyang dimenangkan adalah yang Kesehatan mungkin melihat secara kepada Kepala Dinas masing-ma­etikanya. langsung ke NTT, untuk mencarikan sing agar memberikan advokasi jalan keluarnya. Jadi harus mendasar, ke Bupati sehingga daerah jugaJawaban Prof. dr. Tjandra Yoga harus ada perubahan perilaku dan memberikan biaya operasional.Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen kemudian percontohan sunat sehat,P2PL Depkes.: dua-duanya akan kita tempuh. Jawaban Dr. Bambang Giatno,Saya ingin share sedikit dengan drg. Untuk Sdr. Aminoto yang disam­ MPH, Kepala Badan PPSDM Kese­Dhani dari Purworejo. Pada waktu paikan Prof. Tjandra tadi itu adalah hatan:saya di Puskesmas dulu sekitar tahun kiatnya. Untuk Desa Siaga, Puskes­ Saya ingin mengingatkan kembali1980, saya juga membuat peneli­ mas mempunyai tugas membina dengan apa yang telah disampaikantian waktu itu belum ada proposal desa siaga agar melakukan survei Menkes atas kasus yang dialami olehjuga belum minta uang ke Litbang. mawas diri didukung oleh Puskes­ dr. Ivonny Rai dari NTT. Tadi MenkesPenelitian itu dimasukkan jurnal dulu mas. Kalau di situ banyak penya­ mengatakan ada 5 nilai dan tigamaka akan dapat uang kalau tidak kit tidak menular apa sih faktor yang pertama adalah berpihak kepa­salah 100 ribu rupiah, padahal gaji risikonya. Menariknya, desa siaga da rakyat, bertindak cepat dan tepattidak sampai 100 ribu rupiah. Jadi, jangan hanya diserahkan kapada dan bekerja dalam tim. Marilah kitauntuk melakukan penelitian, bukan Poskesdes atau ke bidan, inilah terapkan di dalam tugas kita dalamtidak mungkin sumber dana bisa di­ tugas Puskesmas untuk melakukan menolong rakyat. Saya minta contohperoleh dari berbagai sumber, tidak pembinaan karena tugas kita untuk yang disampaikan dr. Ivonny tadiharus dari Departemen Kesehatan. memberdayakan masyarakat ya ti­ menjadi catatan semua yang hadir. Pertanyaan tentang epidemi­ dak hanya tugasnya Poskesdes. Pos­ Kita lihat disekeliling kita apakah adaologi, tadi Menkes sudah sampaikan kesdes itu tugasnya medical, tetapi perilaku, apakah ada kondisi ling­bahwa ada penyakit menular dan untuk fungsi keseluruhannya untuk kungan, apakah ada kebijakan yangpenyakit tidak menular. Kalau penya­ memberikan advokasi kepada tidak berpihak kepada rakyat yangkit menular itu masalahnya adalah kepala desa dan sebagainya barang­ membahayakan, ini tadi perilakupada host, agen, environtment. Jadi kali dukungan dari Puskesmas akan yang membahayakan rakyat karenakalau penanganan pada hostnya, menjadi sangat penting sekali. rakyat tidak tahu bahwa melakukanpenanganan pada agen, agen itu Masalah untuk biaya operasional hubungan seks dan sebagainya bisabisa vector bisa nyamuk dan segala sesungguhnya untuk biaya opera­ berisiko. Kemudian yang kedua kitamacem dan lingkungan. Semen­ si­onal itu setelah desentralisasi harus bertindak cepat dan tepat,tara untuk penyakit tidak menular mestinya tugasnya kabupaten dan saya salut dengan dr. Ivonny tadiisunya adalah isu faktor risiko, faktor kota. Karena itu sudah diserahkan karena sudah melakukan, tetapirisiko itu tentunya penanganannya sepenuhnya menjadi kewenangan masih ada yang kurang yaitu bekerjade­ngan perilaku hidup bersih dan wajib, tapi kita tahulah bahwa ada dalam tim. Tim ini dipimpin olehsehat. Jadi, mudah-mudahan nanti daerah yang kaya dan daerah yang Menteri Kesehatan, oleh sebab itupenanganan penyakit risiko penyakit miskin sehingga Menteri Kesehatan saya sarankan juga temen-tementidak menular dapat diatasi termasuk masih mau memberikan dukungan. sekalian kalau menemukan kasusyang sudah disebutkan penyakit Tetapi jangan sepenuhnya meng­ yang berkaitan dengan masyarakatdiabetes mellitus. gantungkan biaya operasional Desa tolong buat laporan tertulis, buat Siaga dari Depkes Pusat. Tadi sudah kajian tertulis supaya dengan dasarJawaban Dr. Budihardja, MPH, Dir­ disampaikan memang DIPA kita itu kita bisa bertindak. lSmd/Yuli No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 33
  • 33. Potret Dr Utami Rusli Sp.A, MBA,IBCLC Ketua Sentra Laktasi Indonesia “Ayo, Kembali ke ASI!”34 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 34. PotretC antik, pintar, penuh karena lapar tapi untuk mematang- semangat dan ramah. “Menggunakan kan ususnya yang masih muda. Itulah kesan saat per- Colostrum mempunyai sifat melebur tama kali menjumpai susu formula dinding usus bayi yang masih muda dokter Dr. Utami Rusli Sp.A, MBA, IBCLC, sama dengan dan bolong-bolong. Jadi bila makan- an pertamanya adalah colostrum, Ketua Sentra Laktasi menzholimi titi- dia akan menutup lubang-lubangIndonesia di ruang prakteknya The dan mempercepat penutupan sel-selJakarta Woman and Children, Jakarta. pan Allah. Pada- karena ada pertumbuhan hormon.Nenek dari 3 cucu ini dikenal gigihmemperjuangkan penggunaan ASI hal, dengan ASI, Celakanya kalau yang pertama masuk ke perut bayi bukan colostrum, bayidi berbagai kesempatan. Di tengah dapat lebih sehat, gampang sepsis kalau ada bakteri.kesibukannya berpraktek di bebera- Jadi colostrum pada hari-hari per-pa rumah sakit ternama, kakak kand- IQ lebih tinggi, tama adalah obat bukan makanan.ung seniman Harry Rusli( almarhum)tidak kenal lelah bicara tentang SQ dan EQ lebih Dulu ASI Eksklusif berlangsung 4pentingnya ASI dan Inisiasi Menyusui baik.” bulan, sekarang 6 bulan. Bagaima-Dini (IMD) pada banyak kesempatan. na bisa berubah ?Dari pernyataan-pernyataannya di Sejak dulu sebenarnya duniamedia dan seminar-seminar, telah sudah tahu bahwa ASI eksklusif 6banyak membuka mata orang tua bulan, tapi pada Deklarasi Innocentiuntuk kembali ke ASI. formasi ASI yang benar belum tentu tahun 1990 negara-negara terbagi Ketertarikan wanita ini dengan selalu ada. Itu pun kalau kebetulan tiga, yaitu ada yang 6 bulan, adaASI dan IMD bermula dari kursus saja kita dengar. yang 4-6 bulan dan ada yang tidaksingkat yang diikutinya di Australia Padahal dari pengalaman saya ikut sama sekali. Indonesia mengikutisekitar 10 tahun lalu.”Semakin bela- selama 20 tahun, bila informasi 4-6 bulan.jar, semakin banyak yang tak dike­ didapat keluarga hampir pasti tidak Perlu diketahui enzim-enzimtahui” akunya. Spesialisasinya pada , ada yang tidak bisa menyusui. makanan padat baru betul-betulbayi baru lahir (neonatologi) juga Apalagi kalau informasi ini diperoleh bagus dan siap pada umumnya padasemakin mendorong Tami, panggil­ saat hamil. Bahkan bukan hanya usia 6 bulan.an akrab dr. Utami, untuk mengkaji sukses menyusu eksklusif, tapi juga Sekitar tahun 1999 UNICEF merilisfirman-firman Tuhan yang selama ini bisa menjalankan inisiasi menyusu angka 6 bulan untuk ASI ekslusif dankurang diminatinya. dini. Perhatikan juga rawat gabung. Indonesia juga menggunakanya, Disela-sela kesibukannya me- Seorang bayi tempatnya di samping sekarang di seluruh dunia sudahnerima pasien, dr. Utami Rusli me- ibunya, bukan di kamar bayi sehat. mengakui ASI ekslusif 6 bulan.nyambut hangat Mediakom. Berikut Dalam Academi Breasfeedingpetikan wawancaranya. Medicine Protocol III menyebutkan, Tidak jarang pada bayi baru lahir seorang bayi normal dan sehat, setelah minum ASI bayi masihMengapa masih banyak orang dalam 48 jam pertama tidak me- diberi makanan padat karena bayiyang tidak memberikan ASI? merlukan makanan karena sudah menangis dan di anggap lapar. Pertama adalah kurangnya infor- dibekali ibunya. Jadi, kalau bayi Bayi menangis bukan selalu lapar.masi mengenai cara menyusui yang menangis di kamar bayi, itu bukan Menangis adalah tanda lapar yangbenar tidak banyak orang yang tahu. karena lapar tapi karena trauma paling akhir. Biasanya saat menangisDemikian pula minimnya informasi pemisahan. Pikiran kita saja yang bayi merasa tidak nyaman, padapada tenaga kesehatan. Kita tidak menyatakan bahwa bayi menangis saat itu bayi lebih memilih ayahnyabelajar di sekolah tentang bagaima- karena lapar. Kalau ibunya masih di daripada ibunya.na menyusui yang benar. Ini jadi ruang bersalin, maka bisa saja bayihambatan utama. Kedua, informasi itu diberi cairan air putih, air gula Bagaimana peran suami untuktentang susu formula hampir setiap atau susu formula. keberhasilan menyusui?hari di media disaksikan masyarakat Solusinya, dekatkan bayi pada Ya. Menyusui adalah proses ber-termasuk dokter dan bidan. Tetapi in- ibunya. Bayi perlu colostrum bukan tiga antara ibu bayi dan ayah. Ada 14 No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 35
  • 35. Potret hasil penelitian ilmiah barat bahwa negeri ada cuti ayah punya anak. Coba buka internet di Scandina- peran ayah penting sekali. Misalnya Di Australia, 4 minggu cuti di bayar via, tidak ada susu Formula. Sembi- hasil penelitian di Clinical Pediatric bagi ayah. Yang hebat di Scandinavia. lan puluh sembilan persen mereka yang di publikasi tahun 1994. Dari Di sana tidak ada cuti melahirkan menyusui. Jadi bagaimana kita bisa 115 ibu yang tahu ASI di bagi dua, atau cuti ayah, tetapi cuti orang tua bersaing dengan mereka? Mereka yaitu yang ayahnya tahu ASI dan selama selama satu tahun di bayar, pakai ASI, lebih sehat, IQ lebih tinggi, yang ayahnya tidak tahu ASI. Pada dengan ketentuan 4 bulan ibunya, SQ dan EQ lebih baik, kan. Jadi mau kelompok yang ayahnya tidak tahu bulan ke 5 dan 6 ayahnya. Selan- tidak mau anak kita harus meng- ASI keberhasilan menyusui 26,9% jutnya 6 bulan keatas pilih diantara galakkan ASI. Menggunakan susu sedangkan yang ayahnya tahu ASI ayah dan ibu yang gajinya lebih formula sama dengan menzholimi keberhasilanya 98,1%. Maka diluar tinggi dia yang kerja. titipan Allah. ASI Meningkatkan IQ Anak M eski banyak susu formula dibuat ”ASI selain mengandung zat-zat itu juga dilengkapi dengan komponen semirip mungkin dengan enzim untuk menyerap, yaitu lipase. Hal ini dengan air susu ibu (ASI), ASI tetap tak belum bisa ditiru susu formula, karena enzim rusak jika tergantikan. Antibodi untuk kekeba- dipanaskan,” tuturnya. lan tubuh dan pelbagai enzim yang Peran lain dari ASI yaitu soal EQ (kemampuan sosial­ terkandung dalam ASI untuk membantu penyerapan isasi) anak. Kedekatan dengan ibu waktu mendapat seluruh zat gizi belum bisa ditiru pada susu formula. ASI, membuat anak merasa aman dan disayang, Hal itu ditekankan Direktur Lembaga Peningkatan rupanya berpengaruh dalam perkembangan emosi Penggunaan ASI RS St Carolus dr Utami Rusli SpA MBA. anak. Para ahli yang concern terhadap kesehatan dan Menurut Utami, komponen dalam ASI sangat kesejahteraan anak bersama Badan Kesehatan Dunia spesifik, disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan (WHO) dan Dana PBB untuk Anak (Unicef ) pada tahun perkembangan bayi. ASI mengandung antibodi (zat 1990 di Innocenti, Italia, mendeklarasikan ASI sebagai kekebalan tubuh) yang merupakan perlindungan makanan tunggal yang mampu memenuhi kebutuhan alami bagi bayi baru lahir. “Ibu yang sakit tetap bisa manusia untuk tumbuh selama enam bulan pertama menyusui anak, karena dalam ASI terkandung antibodi kehidupannya. untuk melawan penyakit yang bersangkutan. Yang Meski banyak ibu di Indonesia menyusui, demikian tidak dianjurkan menyusui hanya ibu HIV positif,” ujar Utami, tidak semua melakukan dengan benar. Ada Utami. yang memberi makanan padat atau menyelingi de­ ASI juga meningkatkan IQ anak. ”Penelitian di ngan susu formula sebelum bayi berusia empat atau Eropa menunjukkan, anak-anak usia 9,5 tahun yang enam bulan. mendapat ASI eksklusif mempunyai IQ 12,9 poin lebih Manfaat ASI itu sejak beberapa tahun ini dicoba tinggi daripada anak seusia yang tidak mendapat ASI untuk dikampanyekan di Indonesia. ”Antara lain lewat eksklusif,” tutur Utami. program Rumah Sakit Sayang Ibu, Rumah Sakit Sa­ Zat serupa dalam ASI yang penting untuk perkem- yang Bayi, Tempat Kerja Bersahabat bagi Ibu. Sebagai bangan otak, DHA (docosa hexanoic acid) dan AA anggota World Alliance Breastfeeding Action setiap (arachidonic acid), kini dicampurkan ke susu formula. tanggal 1-7 Agustus dilakukan kegiatan Pekan ASI Namun, zat itu belum tentu bisa diserap tubuh bayi. Sedunia,” demikian Utami. l(sumber: Kompas)36 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 36. Potret dengan relaktasi, memang tidakBagaimana pemberian susu mudah. Tapi ini harus ada kemauanformula dalam kondisi darurat yang kuat dari suami istri. Sekarangseperti saat bencana? kan sudah banyak konselor ASI. Dalam keadaan emergency, kalau Saya pernah 4 kali menanganikalian kasih anak susu formula, anak adopsi. Keluar tuh ASInyapadahal masih ada ibunya yang meskipun tidak banyak. Pernahmenyusui, artinya kalian membunuh pada suatu acara, selesai saya me-anak-anak itu. Kenapa? Air saja susah maparkan tentang ASI tiba-tiba adaapalagi api. seorang bidan mendatangi saya. Coba lihat angka diare meningkat Dia bilang, ”Dokter, saya bidan, sayadrastis karena minum susu formula. “ASImu hanya co- tidak pernah melahirkan tapi sayaSementara yang diberi ASI mereka ti- mengadopsi 4 anak dan keempatnyadak perlu air dan api untuk merebus. cok untuk anakmu. saya susui sendiri” Jadi, ayo kembali .Maka, saat bencana saya menghim- Jadi anakmu tidak ke ASI. Karena ASI adalah pemberianbau kepada para donor jangan dong Tuhan untuk anak-anak kita. Sung-kirim susu formula tapi kasih makan cocok dengan ASI guh kita berdosa kalau menyiakan-ibunya. Karena ternyata seorang ibu orang lain apalagi nya.yang kekurangan gizi ringan atau se-dang saja ASI nya masih cukup layak dengan susu for- Dokter yang masih segar di usiabuat anaknya. Kalaupun ibunya sakit, mula. Bagaimana yang tak lagi muda ini mengembankan ada anti bakteri di ASInya. tugas sebagai Ketua Sentra Laktasi kau tega memberi Indonesia dan Sekretaris Pokja ASIMamalia lain selalu sukses menyu- susu binatang bagi PB IDAI. Sejak menamatkan seko-sui. Kenapa kita seringkali tidak lah dokter dan spesialis anak daribisa? anakmu.” Fakultas Kedokteran Universitas Karena kita di brainwash men- Padjajaran, Bandung, Tami melan-tah-mentah bahwa ada alternatif. jutkan pendidikan neonatalogy diPadahal ASI tidak selalu sama Belanda tahun 1987 dan pendidikankomposisinya. Zat-zat yang ada di susu formula masuk ke mulutnya. instruktur massage di Amerika Seri-ASI didisain oleh Allah sesuai dengan kat tahun 1999.kebutuhan anak. ASImu hanya cocok Bagaimana anda menilai upaya Sepanjang karier, beberapauntuk anakmu jadi anakmu tidak pemerintah dalam mensosialisasi- penghargaan diraihnya, termasukcocok dengan ASI orang lain apalagi kan program ASI ekslusif? dari Presiden, Menteri Kesehatandengan susu formula. Bagaimana Pemerintah memang tidak maupun IDI atas pengembangankau tega memberi susu binatang pernah diam. Tapi hambatannya program ASI eksklusif dan keikut-bagi anakmu. Antar manusia saja adalah dana. Di Depkes, jauh sekali sertaan dalam Pekan ASI Sedunia ditidak cocok. jumlah anggaran antara promosi Indonesia. Sekali saja kau berikan susu ASI dengan susu formula. Untuk Beliau mendapatkan sertifikatbinatang, seminggu usus anakmu menanggulanginya mungkin bisa sebagai konsultan laktasi internasi-akan susah payah membuang zat-zat dengan database direct marketing. onal (International Board Certifiedyang tidak bisa dia cerna. Jadi dengan dana yang tidak terlalu Lactation Consultant-IBCLC) tahun besar tapi targetnya tercapai. 2001 dan diperbaharui tahun 2006.Bagaimana dengan orang tua Dr. Tami sering mendapat peng-yang sudah terlanjur memberi Ada ibu yang sudah mengerti ASI hargaan Diantara banyak keang-susu formula? ekslusif tapi justru gagal. Kenapa gotaan profesi, beliau menjadi Kita memang pernah salah. Yang demikian? anggota Aliansi Dunia Aksi Menyusuipenting kita tahu bahwa kita salah. Itu karena kejar tayang. Karena (WABA-World Alliance of Breastfeed-Jangan sampai anak-anak kita kau orang DEPKES, sudah tahu ini ing Action) dan Asosiasi Konsultanberbuat seperti kita. Alhamdulillah itu, maka harus bisa. Justru ini malah laktasi Internasional (Internationalcucu saya semua ASI dan sampai usia mengacaukan. Perlu helicopter view Lactation Consultant Association-3 tahun lebih tidak ada setetespun untuk mengembalikan lagi. Bisa sih ILCA) lgi/yuni No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 37
  • 37. Peristiwa pada WPS Langsung (36 %), WPS Tidak Langsung (45 %), Pelanggan (30 %), serta baru 59 % LSL yang mengetahuinya. ”Demikian juga prosentasi responden yang tahu bahwa makanan bergizi tidak dapat mencegah penularan HIV hampir sama dengan pengetahuan bahwa antibiotik tidak dapat mencegah HIV,” kata Prof. Tjandra. Dirjen P2PL menambahkan, caku- pan program komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dalam setahun terkahir melalui pertemuan, diskusi dan distribusi barang cetakan terkait informasi dasar, penularan dan pence- Indonesia Masuki gahan HIV cukup bervariasi antar kelompok berisiko. Sebagian besar Epidemi Terkonsentrasi menyatakan pernah mengikuti perte- muan, diskusi atau menerima barang cetakan. Hasil cakupan KIE dari SPBT Penularan HIV/AIDS 2007 perlu diperhatikan terutama pada kelompok Pelanggan Seks yang masih rendah (18 %) dalam mengikuti I pertemuan atau diskusi terkait HIV ndonesia telah memasuki kla- ini bertujuan untuk mengukur penge- setahun terakhir, walaupun sebagian sifikasi tingkat epidemi terkon- tahuan, sikap dan perilaku berisiko besar mengaku pernah menerima sentrasi karena tingkat penu- tertular atau menularkan HIV dan barang cetakan yang berisi informasi laran HIV sudah cukup tinggi Infesksi Menular Seksual (IMS), serta tentang HIV/AIDS. pada subpopulasi berisiko. mengetahui prevalensi HIV dan IMS Menurut Prof. Tjandra, selain telah Berdasarkan hasil Survei Terpadu pada kelompok tertentu. Seminar memasuki epidemi terkonsentrasi Biologis dan Perilaku (STBP) 2007, diikuti sekitar 100 peserta terdiri dari HIV/AIDS telah meluas penyebaran- prevalensi HIV tertinggi terdapat unit utama Depkes, UPT Depkes, mitra nya di Indonesia terlihat dari jumlah pada populasi pengguna Napsa sun- donor dan lembaga peduli HIV/AIDS. provinsi yang melaporkan kasus tik (Penasun) sebesar 52,4%, diikuti Hasil STBP juga menunjuk- . Pada akhir tahun 2000 hanya 16 oleh Waria (24.4%), Wanita Pekerja kan bahwa lebih dari dua per tiga provinsi yang melaporkan kasus HIV/ Seks (WPS) Langsung 10,4%, Lelaki responden mengetahui cara pence- AIDS, pada akhir tahun 2003 mening- seks lelaki (LSL) 5,2%, WPS Tak Lang- gahan HIV dengan menggunakan kat menjadi 25 provinsi dan kemudi- sung 4,6% dan yang terendah adalah kondom saat berhubungan seks. an pada akhir tahun 2008 menjadi 32 Pelanggan Penjaja Seks (0,8%). “Pengetahuan bahwa saling setia provinsi pada 214 Kabupaten/Kota. Demikian dikatakan Direktur dengan satu pasangan dapat mence- Ini berarti bahwa epidemi HIV/AIDS Jenderal Pengendalian Penyakit gah tertular HIV juga sudah cukup sudah meluas ke seluruh Indonesia. dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) tinggi yaitu 63 % WPS Langsung, 73 Dilihat dari jumlah kasus kumula- Departemen Kesehatan RI, Prof. Dr. % WPS Tidak Langsung dan Waria, tif AIDS yang dilaporkan juga terjadi Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, serta 81 % Pelanggan dan LSL,” kata peningkatan enam kali lipat dalam DTMH, ketika membuka Seminar Se- Prof. Tjandra. kurun waktu empat tahun yaitu dari hari Hasil Penelitian HIV/AIDS di Ho- Sedangkan untuk pengetahuan 2.682 kasus pada bulan Desember tel Lumire Jakarta, tanggal 10/7/09. bahwa minum antibiotik tidak dapat 2004 menjadi 16.110 kasus pada Menurut Prof. Tjandra Yoga, STBP mencegah infeksi HIV masih rendah Desember 2008, dan menjadi 16.96438 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 38. Peristiwakasus hingga akhir Maret 2009.“Jumlah kasus yang dilaporkan Global Fund Hibahkan 240 Milyartersebut hanya menggambarkansebagian kecil dari jumlah orangdengan HIV yang diperkirakanmencapai 193.000 (estimasitahun 2006),” ujar Prof. Tjandra. untuk Tanggulangi Ditambahkan, saat ini AIDSsudah menjadi pandemi global.Dampaknya sangat merugikan TB di Indonesiabaik dari segi kesehatan, sosial,ekonomi dan politik. “Dari globalreport yang dikeluarkan UNAIDSpada akhir tahun 2007 menye-butkan 33 juta jiwa (30 juta – 36juta) hidup dengan HIV, 2,7 jutajiwa (2,2 juta – 3,2 juta) terinfeksiHIV dan 2 juta jiwa (1,8 juta – 2,3juta) meninggal dunia akibat HIVdan infeksi opportunistik lain-nya,”  ujar Prof. Tjandra. Menurut Prof. Tjandra, untukmencegah penularan HIV/AIDSdapat dilakukan dengan meng-hindari penggunaan Narkoba,perilaku seksual berisiko sepertiberganti-ganti pasangan tanpanikah dan menggunakan kon- Ddom bagi mereka yang termasuk i tengah-tengah ber- Dr. Arum Atmawikarta, Ketua CCMkelompok risiko tinggi. langsungnya The-9 In- Indonesia dan Prof. Dr. Sudijanto Sementara itu, dalam ternational Congress on Kamso, Perwakilan Organisasi Kema-menanggulangi penyebaran AIDS in Asia and Pacifik syarakatan dengan disaksikan Prof. Dr.HIV/AIDS, Pemerintah telah (ICAAP) di Hotel Wes- Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS,melaksanakan berbagai program tin Nusa Dua, Denpasar, tanggal 11 DTMH, Dirjen P2PLseperti pembentukan Komisi Agustus 2009, Global Fund kembali Dalam sambutannya, Prof. TjandraPenanggulangan AIDS Nasional menyalurkan bantuan hibah senilai Yoga Aditama mengatakan, pemerin­dan Daerah, program Voluntary Rp 240 miliar untuk penanggulang­ tah dan masyarakat IndonesiaCouncelling Test (VCT) di berba­ an TB di Indonesia melalui Depkes, bertekad menanggulangi Tuberku-gai tempat, pemeriksaan HIV/ PP Aisyiyah dan Fakultas Kesehatan losis (TB) untuk mengubah generasiAIDS, penanggulangan penyakit Masyarakat Universitas Indonesia. mendatang lebih sehat sehinggainfeksi menular seksual (IMS), Penandatangan bantuan dilaku- terhindar dari gangguan penyakit TBprogram harm reduction, RS kan oleh Authorized Principle Recipient dan kematian akibat resisten obat TB.rujukan HIV/AIDS, terapi meta- (PR) Depkes dr. Iwan Muljono, MPH Dirjen P2PL Depkes, selanjutnyadon, skrining darah donor di PMI, Direktur Pengendalian Penyakit mengatakan bahwa penanggulang­penyediaan obat Anti retroviral Menular Langsung dan Prof. Michell an tuberkulosis merupakan program(ARV), kegiatan penyuluhan Kazatchkine Direktur Eksekutif GF- prioritas yang telah mengalamikesehatan (KIE) dengan berbagai ATM, Noor Rochmah Ketua Umum perkembangan yang berarti selamamedia, ujar Prof. Tjandra . l PP Aisyiyah dan Dr. Adang Bachtiar, pelaksanaan strategi StopTB dengan Smd /MR MPH, dari FKM Universitas Indonesia, strategi DOTS (Directly Observed No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 39
  • 39. Peristiwa Treatment Shortcourse). Perkembang­ oleh infrastruktur dan sumber daya gai pedoman pelaksanaan Strategi an secara cepat di Indonesia tersebut manusia yang memadai,” ujar Prof. DOTS dan pengembangan program untuk mencapai target Global pada Tjandra. pelayanan kesehatan lainnya. Pada tahun 2006 dengan angka kesembu- Berkaitan dengan pendanaan tahun 2002 bantuan dari negara han melebihi 85% dan hal ini dapat penanggulangan TB, selain dana dari donor mulai meningkat dan tahun juga dipertahankan pada tahun APBN, APBD dan sumber dalam nege­ berikutnya berasal dari Global Fund 2008. ri lainnya Indonesia juga menerima AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (GF “Kesuksesan pelaksaaan DOTS bantuan dari luar negeri. Pada tahun ATM) yang ditandatangani pada ta- tidak lepas dari peranan berbagai 2000 bantuan hibah dari Pemerintah hun 2003 (putaran 1) dan tahun 2007 mitra seperti LSM, organisasi profesi, Belanda digunakan untuk pengem- (putaran 5) dengan total 118.903.489 akademisi serta organisasi lainnya. bangan pertama Rencana Strategis dolar Amerika Serikat. lSmd Disamping itu juga karena didukung Nasional penanggulangan TB seba­ Vaksin Meningitis Dibolehkan MUI A khirnya Majelis Ulama karena alasan darurat,” tambah KH Indonesia (MUI) me- Ma’ruf. nyepakati jamaah haji Pengurus Besar Persatuan Tar- diperbolekan menggu- biyah Islamiyah (PB Tarbiyah) men- nakan vaksin meningitis dukung pernyataan MUI tersebut. dengan alasan kedaruratan sampai “Kami sepaham dengan pendapat ada penemuan vaksin yang bebas MUI bahwa vaksin itu boleh digu- enzim babi. Ketua MUI KH. Ma’ruf nakan pada musim haji ini,” kata Amin menegaskan, vaksin itu hanya Ketua Majelis Mukhtasar PB Tarbiyah boleh digunakan orang yang baru Adnan Harahap di Jakarta. Adnan pertama kali menunaikan ibadah Harahap mengatakan, pada musim haji. “Untuk wajib haji, MUI membole- haji berikutnya diharapkan pihak hkan, “ tuturnya. yang memproduksi vaksin ini bisa Hukum kedaruratan itu tidak menghasilkan vaksin yang halal menggunakan vaksin yang sama berlaku bagi orang yang naik haji sesuai ketentuan Islam. tidak diharamkan, “ kata Ghafur. untuk kedua kali atau lebih. Adapun Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Menurut catatan Departemen untuk jamaah umrah, penggunaan Haji dan Umrah Departemen Agama Kesehatan, ada tiga produsen vaksin vaksin itu juga dibatasi . MUI hanya ( Depag ) Abdul Ghafur Djawahir meningitis di dunia yaitu Glaxo membolehkan vaksin itu bagi orang mengatakan, pihaknya menghor- Smith Kline, Sanofi Pasteur dan JN- yang telah bernazar. Misalnya, akan mati fatwa MUI. Depag, kata dia, akan International Medical Corporation. melakukan ibadah umrah bila usaha­ segera melakukan pembicaraan dan Vaksin meningitis tersebut selain nya di bidang tertentu berhasil. Sta- berkoordinasi dengan pihak De- digunakan jemaah haji Indonesia tus darurat tersebut berlaku selama partemen Kesehatan dan mengam- juga telah digunakan oleh negara- pemerintah belum menyediakan bil langkah lanjutan. negara yang mengirimkan jemaah vaksin halal. “Kami telah bersepakat Menurut dia, MUI juga perlu haji yaitu Saudi Arabia, Iran, Nigeria, terhadap hal ini, “ katanya. mengantisipasi jika ada pertanya­ Yaman, Malaysia, Philiphina, Singa- Sebelumnya, MUI menyatakan an-pertanyaan dari masyarakat, pura, Pakistan Banglades, Ghana, vaksin meningitis haram. “Namun, khususnya jamaah haji. “Bisa saja kan India, Kazakstan, Kuwait, Libanon karena tidak ada vaksin yang halal, nanti jamaah bertanya ke MUI, kok dan masih banyak lagi. l hal itu boleh digunakan oleh jamaah di Malaysia dan di Negara lain yang Smd dari berbagai sumber40 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 40. PeristiwaHati-hati Penggunaan Kantong Plastik“KRESEK” dan Plastik PVC lainnya untuk mencegah kerusakan PVC. Bahkan agar lentur atau fleksi- bel, kadang-kadang ditambahkan senyawa ester ftalat, ester adipat, dan lain-lain. Dr. Husniah mengatakan, residu dari bahan-bahan kimia tersebut berbahaya bagi kesehatan. VCM terbukti mengakibatkan kanker hati, senyawa Pb merupakan racun bagi ginjal dan syaraf, senyawa Cd meru- pakan racun bagi ginjal dan dapat mengakibatkan kanker paru, se- dangkan senyawa ester ftalat dapat mengganggu sistem endokrin. Badan POM telah melakukan sampling dan pengujian labora-M torium terhadap 11 jenis produk asyarakat dihimbau kali ditambahkan bahan kimia bah- kemasan makanan dari plastik PVC tidak menggunakan kan riwayat penggunaan sebelum­ dan hasilnya 1 jenis produk tidak kantong plastik nya tidak diketahui apakah bekas memenuhi syarat karena kandungan “kresek” dan plastik pestisida, kotoran hewan/manusia, logam berat Pb-nya mencapai 8,69 PVC sebagai bung- limbah logam berat dan lain-lain. ppm. Jauh melebihi nilai maksimum-kus/wadah makanan, terutama yang Zat-zat kimia yang terkandung nya yang diperbolehkan yaitu 1 ppm,berminyak/berlemak, mengandung dalam kantong kresek tersebut akan ujar dr. Husniah.alkohol, apalagi dalam keadaan mudah terlepas/bersenyawa bila di- Kepala Badan POM menambah-panas karena berbahaya untuk gunakan sebagai bungkus makanan kan, kemasan PVC dapat dikenalikesehatan bahkan dapat memicu yang mengandung lemak/bermin- dari logo yang berupa segitiga dariterjadinya kanker. yak, mengandung alkohol apalagi anak panah, didalamnya ada angka Hal itu disampaikan Kepala dalam keadaan panas, sehingga 03, dan dibawah segitiga tersebutBadan Pengawas Obat dan Makanan makanan tercemar dengan zat-zat ada tulisan “PVC” .(BPOM) RI dr. Husniah Rubiana kimia. Untuk mendapatkan informasiThamrin Akib, MS, M.Kes, Sp.FK Di samping itu, dalam penga- lebih lanjut dapat menghubungisaat jumpa pers berkaitan dengan wasan yang dilakukan BPOM terha- Unit Layanan Pengaduan Konsumenperingat­an kepada publik (public dap plastik Polivinil Clorida (PVC), di nomor telepon 021-4263333 danwarning) tentang kantong plastik diketahui bahwa PVC terbuat dari 021-32199000 atau me-“kresek” dan plastik PVC di kantor Monomer Vinil Clorida (VCM). Bahan lalui e-mail ulpk@Badan POM, Jakarta, beberapa waktu ini dapat terlepas kedalam makanan, pom.go.id danlalu. terutama yang berminyak/berlemak uplkbadanpom@ Menurut dr. Husniah, berdasarkan atau mengandung alkohol, terlebih yahoo.com atauhasil pengawasan BPOM, diketahui dalam keadaan panas. melihat dibahwa kantong plastik kresek teru- Dikatakan dr. Husniah, dalam website Badantama yang berwarna hitam adalah pembuatan PVC ditambahkan pen- POM, www.produk daur ulang. Dalam proses stabil seperti senyawa timbal (Pb), pom.go.id lpembuatannya (daur ulang), sering- kadmium (Cd), timah putih (Sn) atau Smd/Dd No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 41
  • 41. Peristiwa Telkomsel Gelar Program “Peluk Asa” Dukung Departemen Kesehatan Perangi Demam Berdarah T elkomsel meluncurkan Telkomsel telah mengalokasikan 28.361 kasus Demam Berdarah. program “Peluk Asa” dana sebesar 5,5 miliar rupiah untuk Pada acara peluncuran program sebagai upaya mendu- menjaminkan program ini berjalan “Peluk Asa” juga dilakukan acara , kung program Departe- selama setahun hingga Juli 2010. penandatangan Memorandum of men Kesehatan dalam hal Untuk tahap awal, program Peluk Asa Understanding (MoU) antara Di- penanggulangan penyakit Deman akan dilakukan di 14 kota dengan rektur Utama Telkomsel Sarwoto Berdarah. Program ini menggunakan tingkat kasus DBD tertinggi selama Atmosutarno dengan Dirjen Pengen­ metode Communications on Behavior tahun 2008, diantaranya Medan, dalian Penyakit dan Penyehatan Impact (COMBI) yakni pendidikan Padang, Bandar Lampung, Jakarta, Lingkungan (PP dan PL) Depkes Prof. dan pelatihan yang bertujuan agar Depok, Bekasi, Cimah, Yogyakarta, dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P, MARS terjadi perubahan perilaku masyakat Surabaya, Mataram, Balikpapan, Ma- dengan disaksikan Menteri Kesehat- dalam memerangi Demam Berdarah nado, Makassar, Sorong. Di DKI Jakar- an Dr. dr. Siti Fadillah Supari, Sp. JP (K). Dengue (DBD) di wilayahnya sendiri. ta sendiri tahun 2008 lalu terdapat Menkes Dr. Siti Fadilah Supari42 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 42. Peristiwamenyatakan kemitraan ini pentingdan strategis. Penting karena De-partemen Kesehatan memerlukanmitra swasta dalam upaya penang-gulangan masalah kesehatan, karenaakan lebih efektif. Strategis karenakesehatan masalahnya sangatkompleks, apalagi negara kita dalamera desentralisasi. “Di situlah kitakehilang­an roh kerja sama antarapusat dan daerah, tidak seharmonisdahulu walaupun belum hilang” ,ujarnya. Selanjutnya Menkes mengatakan,kalau seluruh desa punya jaringanTelkomsel, maka bila ada masalahkesehatan akan mudah melaporkan-nya. Dan ini seiring sejalan denganprogram Desa Siaga. “ Kami mem-bangun desa siaga agar desa itudapat melindungi dirinya sendiri darikeadaan emergency kesehatan yangdisebabkan oleh bencana penya-kit maupun bencana alam, tandasMenkes. Sementara itu, Direktur UtamaTelkomsel, Sarwoto dengan meng- Melalui program ini, kami berharap layanan jasa telekomunikasi selularutip data World Health Organization dapat membantu Depkes dalam terbesar di Indonesia, Telkomsel(WHO) menyebutkan bahwa tiap mensosialisasikan pencegahan dan juga menyediakan fasilitas layanan20 menit ada satu anak meninggal penanggulangan DBD di 14 wilayah telekomunikasi yang dapat dijadi-karena Demam Berdarah. Hal ini percontohan dengan melibatkan kan wadah bagi masyarakat untukmenimbulkan keprihatinan Telkom- langsung unsur masyarakat didalam- mensosialiasikan program penang-sel, mengingat keberlangsungan nya,” ungkap Sarwoto. gulangan penyakit DBD ini. Layananhidup generasi muda sangatlah Seluruh 14 wilayah percontohan ini tersedia melalui link websitepenting untuk dapat melanjutkan pendidikan dan pelatihan pro- http://pelukasa.telkomsel.com danpembangun­an bangsa di kemudian gram “Peluk Asa” ini menggunakan SMS hotline 0811 811 811.hari. Demam Berdarah Dengue konsep Community Comprehensive ”Upaya Depkes dalam penanggu-merupakan penyakit yang penye- Health Education yakni membim­ langan DBD perlu mendapat dukung­barannya melalui virus yang dibawa bing, mendampingi, advokasi, an berbagai pihak. Oleh karenanya,nyamuk Aedes Agepty. Di Indonesia, serta memobilisasi masyarakat kerja sama Telkomsel dengantahun 2008 saja mencatat 137.469 untuk dapat  menolong diri send- Departemen Kesehatan dalamkasus demam berdarah, dengan iri dan lingkungan sekitar secara menggelar program “Peluk Asa” ini1.187 kematian, dimana kebanyakan berkesinambungan. Departemen juga didukung oleh Nokia Siemenskasus terjadi pada anak-anak. Kesehatan akan membantu dalam Network (NSN) selaku mitra Telkom- “Kami ingin berkontribusi melalui menyediakan fasilitas materi pe- sel dan PT. Mediatama Ciptacitrapendidikan dan pelatihan seputar nyuluhan dan pendidikan pencega- selaku mitra Departemen Kesehatanpemberdayaan masyarakat dalam han dan penanggulangan DBD. yang akan mengimplementasikanmenanggulangi Demam Berdarah. Disamping itu, sebagai penyedia program ini,” papar Sarwoto. lSmd No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 43
  • 43. Nasional Kesehatan Masyarakat Makin Baik Selama lima tahun terakhir ini, hasil pembangunan kesehatan menunjuk­ kan perbaikan menggembirakan. Inilah berbagai indikasi keberhasilan­ nya! I Irwan, pengemudi ojek di 2004 AKB sebesar 30,8/ 1000 lahir gerakan dan memberdayakan untuk kawasan Cikarang Tambun hidup, turun menjadi 26,9/ 1000 lahir hidup sehat. Kedua, meningkatkan tersenyum bangga. Setelah 3 hidup tahun 2007. Sementara AKI, akses masyarakat terhadap pelayan- bulan mondar-mandir antara tahun 2004 sebesar 270/ 100.000 an kesehatan yang berkualitas. Tiga, Tambun, Bandung dan RSCM lahir hidup, turun menjadi 228 / meningkatkan sistem surveilans, Jakarta mengurus admi- 100.000 lahir hidup tahun 2007. Gizi monitoring, dan informasi kes- nistrasi Jamkesmas, akhirnya kurang balita, 25,8 tahun 2003 turun ehatan. Dan empat, meningkatkan berhasil. Demi sang isteri yang harus menjadi 18,4 tahun 2007. Sedangkan pembiaya­an kesehatan. segera menjalani operasi, akhirnya umur harapan hidup (UHH), tahun Menkes juga melakukan penataan ia mendapat kepastian dari Pemda 2004 sebesar 66,2 tahun, tahun 2007 program agar tidak terjadi tumpang Kabupaten Bekasi. “Saya merasa meningkat menjadi 70,5 tahun. tindih antara satu unit dengan unit tenang, karena seluruh biaya operasi Indikator kesehatan yang mem- lainnya. Penataan ini dapat mening- istri di tanggung Jamkesmas” kata , baik ini tak terjadi secara tiba-tiba. katkan efektifitas, sekaligus efisiensi Irwan terharu. Menteri Kesehatan, Dr. dr. Siti Fadilah biaya, karena fokus pada sasaran Masih banyak Irwan-Irwan lain Supari, Sp. JP (K) mengawali perjala- yang langsung dirasakan oleh rakyat. yang kini mendapat pelayanan nan dengan mengubah pola pikir Penataan ini juga untuk menghindari kesehatan melalui Jamkesmas. Pro- para pembantu pembuat kebijakan. terjadinya pendekatan program gram ini telah membuat kesehatan Berpedoman pada visi “masyarakat pembangunan yang bersifat sektoral, masyarakat semakin baik, khususnya yang mandiri untuk hidup sehat” dan tapi mengarahkan kepada pendeka- masyarakat miskin. Melalui berbagai visi “ membuat rakyat sehat” Menkes , tan yang komprehensif. program, kini hasil pembangunan menetapkan 5 nilai perjuangan yaitu: kesehatan menunjukan perbaikan berpihak pada rakyat, bertindak Program Jamkesmas yang mengembirakan. Hal itu bisa cepat dan tepat, kerjasama tim, in- Undang-undang Dasar 1945 pasal dilihat dengan membaiknya indika- tegritas yang tinggi, transparan dan 28 H dan Undang-undang Nomor tor kesehatan. Diantaranya, angka akuntabel. 23/1992 tentang Kesehatan, mene- kematian bayi (AKB), angka kema- Untuk mencapai visi dan misi tapkan bahwa setiap orang berhak tian ibu (AKI) dan gizi kurang balita tersebut Menkes menetapkan 4 mendapatkan pelayanan kesehatan. secara bertahap menurun. Tahun strategi utama. Pertama, meng- Karena itu, setiap individu, keluarga44 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 44. Nasionaldan masyarakat berhak memperoleh Tidak Mampu (SKTM). Khusus ge- Angka Kematian Ibu (AKI), data pe-perlindungan terhadap kesehatan- landangan, pengemis dan anak-anak nyebab kematian ibu (84%) karenanya, dan negara bertanggungjawab terlantar yang tidak mempunyai komplikasi obstetrik langsung yaitumengatur agar terpenuhi hak hidup identitas tetap mendapat pelayanan perdarahan (28%), keracunan ke-sehat bagi penduduknya termasuk dengan rekomendasi Dinas Sosial hamilan (24%), infeksi (11%), kom-bagi masyarakat miskin dan tidak setempat. plikasi nifas (8%), persalinan macet/mampu. Pemanfaatan Jamkesmas un- lama (5%), dan keguguran (5%). Sasaran program Jamkesmas me- tuk kunjungan rawat jalan tingkat Sementara itu, penyebab tidakliputi masyarakat miskin dan tidak lanjut di rumah sakit (RJTL) tahun langsung kematian ibu antaramampu di seluruh Indonesia sebe- 2005 sebanyak 1,45 juta kunjun- lain; telat mengenal tanda bahayasar 76,4 juta jiwa. Semula bernama gan, mening­kat menjadi 6,92 juta dan mengambil keputusan. TelatProgram Askeskin,dengan jumlah tahun 2006, dan 2007 mencapai mencapai fasilitas kesehatan dansasaran yang dilayani dari tahun ke 5,96 juta kunjung­an. Demikian juga mendapatkan pertolongan ditahun terus meningkat. Pada Se- kunjungan rawat inap tingkat lanjut fasilitas kesehatan, serta faktor risikomester I Tahun 2005 jumlah sasaran di rumah sakit (RITL) tahun 2005 “4 terlalu (terlalu muda, terlalu tua,sebesar 36.146.700 orang, meningkat sebanyak 562.000 kasus, meningkat terlalu sering dan terlalu banyak),60.000.000 orang pada Semester II menjadi 1,58 juta tahun 2006, dan yaitu usia ibu pada waktu hamilTahun 2005 dan selama tahun 2006. tahun 2007 sebanyak 1,91 juta kasus. terlalu muda (kurang 20 tahun) atauSedangkan jumlah sasaran pada terlalu tua (lebih 35 tahun), jumlahtahun 2007 dan 2008 meningkat Program P4K anak terlau banyak (lebih 4 orang)menjadi 76.400.000 orang. Program perencanaan persalinan dan jarak antar kehamilan kurang Jumlah kartu peserta Jamkesmas dan pencegahan komplikasi (P4K) dari dua tahun.tahun 2005 sebanyak 34,8 juta, tahun berkaitan erat dengan ketersediaan Program P4K menggunakan2006 menjadi 39,5 juta, tahun 2007 darah, maka di daerah membentuk Stiker, serta kemitraan Bidan denganberjumlah 57,8 juta dan pada tahun Unit Transfusi Darah (UTD). Dengan Dukun sangat berdampak positif2008 meningkat 71,9 juta kartu. demikian perpaduan antara program meningkatkan cakupan dan kualitasNamun demikian, masyarakat miskin P4K dan Unit Transfusi Darah (UTD) pelayanan kesehatan ibu yang ditan-yang belum mempunyai kartu merupakan upaya kesehatan dengan dai: (1) Peningkatan Cakupan Pela-peserta, tetap mendapat pelayanan pendekatan yang komprehensif. yanan ANC (K1) dari 89,62% (tahunmenggunakan Surat Keterangan Khusus, program penurunan 2006) menjadi 91,21% (tahun 2007) No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 45
  • 45. Nasional dan 92,65 (tahun 2008); (2) Peningkat­ dibandingkan dengan tahun-tahun tahun 2008 ini telah dikirimkan pula an Cakupan K4 dari 77,67% (tahun sebelumnya, di mana pada tahun 93.992 Kg MP-ASI. 2006) menjadi 79,65% (tahun 2007) 2006 dilaporkan 50.106 kasus dan dan 86,04% (tahun 2008); (3) Pening­ pada tahun 2005 diketemukan dan Harga Obat Terjakau katan Cakupan Persalinan oleh ditangani 76.178 kasus gizi buruk Untuk meningkatkan keterjang- Tenaga Kesehatan (Pn) dari 76,59% dan tahun 2008 sebesar 40.465 kasus kauan masyarakat terhadap obat, (tahun 2006) menjadi 77,23% (tahun gizi buruk. maka Pemerintah pada tahun 2006, 2007) dan 80,36% (tahun 2008); dan Dalam penanganan kasus gizi bu- telah menurunkan harga obat lebih (4) Peningkatan Cakupan Nifas (KF) ruk, jajaran kesehatan telah melaku- dari 157 item/jenis obat generik sam- 77,02% menjadi 80,93% (tahun 2008) kan respon cepat untuk penanganan pai dengan 70%, dan disusul dengan penderita dalam periode 6 bulan penurunan harga 1.418 item/je- Gizi Buruk pertama. Diantaranya, semua kasus nis obat esensial generik bermerek Gizi buruk balita terpantau menu- gizi buruk ditangani di Puskesmas antara 10-80%. Ini pertama kali run. Pada tahun 2004 sebesar 25,8 % dan Rumah Sakit. Dalam hal penderi- terjadi dalam sejarah pembangunan dan pada tahun 2007 turun menjadi ta dari keluarga miskin, maka biaya­ kesehatan. 18,4%. Persentase ini lebih baik dari nya ditanggung sepenuhnya melalui Untuk lebih meningkatkan keter­ sasaran MDGs pada tahun 2015. Program Jamkesmas dan APBD. jangkauan masyarakat terhadap Menurut laporan dari Puskesmas dan Selain itu, dilakukan pengiriman dan obat, Pemerintah meluncurkan pula fasilitas kesehatan lainnya, pada ta- pemberian MP-ASI bagi Balita 6-24 program Obat Serba Seribu. Se- hun 2007 dilaporkan terdapat 39.080 bulan dari keluarga miskin. Dalam hingga masyarakat dapat melakukan kasus gizi buruk pada balita yang tahun 2007 telah dikirimkan seba­ pengobatan sendiri (self medication) ditemukan dan ditangani. Kasus ini nyak 104.318 Kg MP-ASI ke daerah. untuk keluhan-keluhan umum. Saat sebenarnya sudah jauh menurun bila Sedangkan pada tiga bulan pertama ini, Obat Serba Seribu telah tersedia Survei INSIDe: Kinerja Menkes Memuaskan K inerja Menteri Kesehatan (Menkes) Menkes saat ini perlu dipertahankan untuk masa Siti Fadilah Supari selama lima tahun pemerintahan berikutnya. Meski demikian, diakui terakhir ternyata memuaskan masyara- pula berbagai program terobosan di bidang kesehat- kat. Hal itu terungkap dari hasil survei an yang digulirkan relatif masih banyak yang belum Institute for National Strategic Interest diketahui masyarakat luas. and Development (INSIDe) terhadap 1.200 responden “Adapun sebanyak 26,42% menyatakan bahwa di 12 kota besar tentang kinerja pemerintahan Susilo Menkes saat ini selayaknya diganti,” kata Yudi kepada Bambang Yudhoyono di bidang kesehatan. wartawan di Jakarta kemarin. Chairman INSIDe Yudi Latief menyatakan, survei Survei tersebut juga menemukan fakta bahwa yang dilakukan mulai tanggal 27 Juni hingga 15 Juli sebanyak 62,1% masyarakat lanjut usia (lansia), 49,7% 2009 itu menggunakan kuesioner dalam pengum- masyarakat berusia diatas 50-60 tahun, 51,9% ma- pulan data. Lalu, sebelum dilakukan pengolahan atas syarakat dengan usia diatas 40-50 tahun, serta 55,1% data-data yang telah terkumpul itu, terlebih dahulu responden berusia 17-20 tahun memberi penilaian dilakukan pengeditan, pengodean, serta pengolahan baik untuk kinerja Menkes. Selain itu sebanyak 57% dengan bantuan software program statistical package masyarakat menyatakan bahwa setiap unit layanan for the social science (SPSS). kesehatan menyediakan mekanisme penyampaian Dalam penelitian dengan margin error sebesar 3% keluhan atau pengaduan yang ingin merka sampai- pada tingkat kepercayaan 95% itu ditemukan fakta kan sebagai pengguna layanan. l(Smd) bahwa sebanyak 65,42% masyarakat berpendapat46 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 46. Nasional Bidan PTT yang diangkat untuk kurun waktu tahun 2005-2008 ber- jumlah 45.379 orang, yang terdiri dari 26.298 orang untuk daerah biasa, dan 19.081 orang untuk daerah terpencil. Untuk menarik minat tenaga kesehat- an di daerah terpencil, sangat ter- pencil, perbatasan dan pulau-pulau terluar, maka Departemen Kesehatan telah memberikan insentif setiap bulan untuk dokter spesialis Rp. 7,5 juta, dokter dan dokter gigi Rp. 5 juta dan bidan Rp. 2,5 juta. Percepatan peningkatan pelayan- an medik spesialistik secara nasional, maka tahun 2008 telah menyeleng- garakan tugas belajar Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebanyak 700 orang dan tahun 2009 menjadi 1.740 orang. Selain itu, tahun 2008 telah mendayagunakan 52 orang Residen Senior di 8 Provinsi,12 jenis dan akan terus bertambah menjadi media pemberdayaan ma- yaitu: Provinsi Gorontalo, Maluku,dalam waktu dekat. Masyarakat syarakat di bidang kesehatan. Sam- Maluku Utara, NAD, Sumatera Utara,dapat membeli Obat Serba Seribu di pai dengan tahun 2008 jumlah Desa Papua, Papua Barat dan Jawa Tengah.Apotek, Apotek Rakyat, Toko Obat, Siaga sebesar 47.111. UKBM lainnya Kurikulum berbasis KompetensiToko maupun Warung dan juga di yang terus berkembang pada tahun (KBK), sesuai dengan standar yangPos Kesehatan Desa. Agar masyara- 2008 adalah Posyandu yang telah ditetapkan oleh WFME (Worldkat dapat memperoleh informasi berjumlah 269.202 buah, dan 600 Federation Medical Education) telahyang benar tentang obat generik Pos Kesehatan Pesantren (Poskes­ diberlakukan. Sehingga setiap dokterdan harganya, telah dilakukan tren). Di samping itu, Peme­rintah yang baru lulus wajib mengikuti pro-labelisasi obat generik pada kema- telah memberikan pula bantuan gram kemahiran ketrampilan. Dalamsannya, dan dengan pencantuman stimulan untuk pengembangan 967 rangka penyiapan pelaksanaanharga eceran tertingginya (HET). Musholla Sehat. program ini, Departemen Kesehatan telah berkoordinasi dengan Departe-Desa Siaga Tenaga Kesehatan men Pendidikan Nasional, Konsil Peran serta masyarakat di bidang Sejak tahun 2005 sampai 2009, Kedokteran Indonesia dan Ikatankesehatan telah meningkat dan de- telah ditempatkan dokter spesialis Dokter Indonesia menyusun pro-wasa ini banyak masalah kesehatan PTT 249 orang. Penempatan dokter gram Internship. Program ini diren-yang dapat dideteksi dan ditanggu- umum PTT sebanyak 13.370 orang, canakan akan diimplementasikanlangi dengan cepat dan tepat pada dengan rincian 3.106 orang bertugas mulai 2010 melibatkan 12 Fakultastingkat yang paling bawah (grass di daerah biasa, 4.658 orang bertu- Kedokteran yang telah meluluskanroot). gas di daerah terpencil, dan 5.606 dokter menggunakan KBK, yaitu: Pelayanan kesehatan oleh Peme­ orang bertugas di daerah sangat Universitas Indonesia, Universitasrintah harus mendapat dukungan terpencil. Untuk dokter gigi PTT Islam Negeri, Universitas Hasanudin,dan peran aktif masyarakat dalam ditempatkan sebanyak 3.998 orang, Universitas Gajah Mada, Universitasbentuk upaya kesehatan berbasis dengan rincian 1.187 orang bertugas Diponegoro, Universitas Pajajaran,masyarakat (UKBM). Pengembang­ di daerah biasa, 1.037 orang bertu- Universitas Tanjungpura, Universitasan Desa Siaga berfungsi untuk gas di daerah terpencil, dan 1.774 Andalas, Universitas Airlangga, Uni-mendekatkan pelayanan kesehatan orang bertugas di daerah sangat versitas Muhammadiyah, Universitasbagi masyarakat desa, disamping terpencil. Sudirman dan Universitas Brawijaya. No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 47
  • 47. Nasional Kegiatan Posyandu di Icab Toba Samosir. terus membaik. Kasus baru AIDS yang dapat ditemukan terus me- ningkat, sehingga pada tahun 2008 secara kumulatif terdapat 16.110 penderita AIDS menjalani perawatan dan pengobatan. Pengobatan de­ ngan Anti Retro Viral (ARV) dilakukan melalui pelayanan komprehensif HIV/AIDS dari 25 RS pada tahun 2004 menjadi 153 RS pada tahun 2006 dan sekitar 200 RS pada tahun 2008. Jumlah kasus flu burung menu- run dari 39 kasus pada semester I (Januari-Juni) tahun 2006 menjadi 26 kasus pada periode yang sama tahun 2007. Jumlah penderita yang meninggal juga menurun dari 31 kasus pada smester I (Januari-Juni) tahun 2006 (CFR 79,49%) menjadi 22 kasus pada periode yang sama RS-BLU berhasil ditekan. Angka kesakitan tahun 2007 (CFR 84,62%). Selain itu, Sebagai upaya meningkatkan penyakit TBC menurun dari 107 per 100.000 pada tahun 2005 menjadi telah menyiapkan 100 Rumah Sakit akses pelayanan kesehatan bagi ma- 101 per 100.000 penduduk pada rujukan pada tahun 2007. Obat osel- syarakat, Pemerintah telah mening­ tahun 2008. Angka penyembuhan tamivir atau Tamiflu telah diproduksi katkan jumlah RS. Pada tahun 2004 (success rate) telah mencapai lebih di dalam negeri sebanyak 16 juta jumlah Rumah Sakit sebesar 1.286 dari 89%, berarti melebihi target kapsul dan telah tersedia di setiap RS dan telah berhasil ditingkatkan internasional sebesar 85%. Puskesmas dan Rumah Sakit. menjadi 1.319 RS pada tahun 2008, Angka kesakitan penyakit malaria Disamping itu, dikembangkan sehingga seluruh masyarakat di juga menurun, yang dapat dilihat pula 8 laboratorium diagnostik dan semua wilayah dapat memperoleh dari Annual Malaria Incidence (AMI) peningkatan kompetensi labora- pelayanan rujukan yang dibutuhkan, yang menurun dari 24,75 per 1.000 torium Badan Litbangkes Depkes, bukan hanya pelayanan kesehatan pada tahun 2005 menjadi 16,05 sehingga sejak Juli 2006 pemerik- dasar. per 1.000 penduduk pada tahun saan laboratorium flu burung sudah Guna meningkatkan profesional- 2007. Demikian pula Annual Parasite dapat dilakukan sendiri di Indonesia, isme pengelolaan keuangan, maka Incidence (API) menurun dari 19,61 tanpa harus mengirim spesimen ke pengelolaan rumah sakit menjadi per 1.000 pada tahun 2005 menjadi Hongkong. Dalam tahun 2007 labo- Pola Pengelolaan Keuangan Badan 13,8 per 1.000 penduduk pada tahun ratorium Badan Litbangkes Jakarta Layanan Umum (PPK-BLU). Dengan 2007. telah dapat dikembangkan menjadi demikian, rumah sakit memperoleh Incidence Rate penyakit demam laboratorium Bio Safety Level 3 (BSL- dukungan pembiayaan bagi pening- berdarah (DBD) memang mening- 3) dan di Surabaya. katan kualitas pelayanan. Sampai ta- kat. Hal ini disebabkan penanganan Khusus untuk penanggulangan hun 2008 telah ditetapkan sebanyak lingkungan kurang baik, rendahnya H1N1 (flu babi), maka Pemerintah 30 RSU-P yang ditetapkan menajdi perilaku hidup bersih dan sehat. Na- Indonesia telah melakukan upaya RS-BLU. mun demikian angka kematiannya kesiapsiagaan dan penanggulangan- (CFR) terus dapat ditekan dari 1,36% nya dengan belajar dari kasus Flu Penanggulangan pada tahun 2005 menjadi 0,86% Burung. Untuk antisipasi terhadap Penyakit pada tahun 2008. Hal ini menunjuk- H1N1 ini, telah dilakukan penem- Saat ini, keadaan kesakitan kan semakin baiknya penatalaksa- patan thermal scanner di Bandara beberapa penyakit menular terli- naan kasus demam berdarah, baik di Internasional, kesiapsiagaan 100 RS hat meningkat. Tapi, kematian dan Puskesmas maupun di RS. Rujukan dan simulasi penanggulang­ kecacatan akibat penyakit menular Penderita penyakit HIV/AIDS juga an pandemi influenza. lpra48 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 48. NasionalKongres Internasional AIDS di Bali:Indonesia BerhasilTurunkan Angka Kematian MIndonesia menjadi tuan rumah perhelatan Kong­ enteri Kese­ hatan Dr. dr.res Internasional tentang AIDS untuk Kawasan Siti FadillahAsia dan Pasifik 9-13 Agustus 2009. Konferensi Supari, Sp.JP (K) dalam pi-dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dato yang di-dengan dihadiri sekitar 4.000 ahli dan penggiat bacakan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K),HIV/AIDS dari 65 negara. Konferensi bertujuan Dirjen P2PL Depkes di hotel Westinuntuk saling tukar menukar pengalaman dalam Nusa Dua 10/08/2009 mengatakanpenanggulangan penyakit yang mulai dikenal pemberian Anti Retroviral Treatment secara gratis di Indonesia, memper-luas di dunia dua dekade silam. Di Indonesia, lihatkan kemajuan yakni terjadinyakasus AIDS pertama kali dilaporkan pada tahun penurunan angka kematian. “Kongres ini di selenggarakan1987 di Bali. untuk mempromosikan pencapai­ an terbaik secara ilmiah dan tukar menukar pengalaman, menyediakan No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 49
  • 49. Nasional Menkes mengunjungi stand pameran program kesehatan untuk HIV/AIDS, pada acara ILAAP di Bali. forum bagi dialog yang bermakna Syndrome - dilaporkan tahun 1987. Konseling Pemberian Test (VCT) dan bekualitas, mendorong dan Sejak itu jumlah ODHA terus mening­ di seluruh penjuru negeri, yakni memupuk akuntabilitas dan langkah kat. “Selama dua dekade ini kasus pusat pusat yang memberikan dan langkah individu atau kolektif dalam HIV/AIDS di Indonesia telah berlipat menyediakan tes dan konseling te- menghadapi HIV/AIDS di Asia dan ganda mencapai perkiraan 277.000 rus- menerus, yang berafiliasi dengan Pasifik serta memastikan adanya kasus,” ujar Siti Fadilah. kelompok kelompok peduli HIV/AIDS kesinambungan respons bersamaan Menteri Kesehatan menambah- di masyarakat,” kata Siti Fadilah. dengan keterlibatan penuh para kan dalam melakukan dukungan Pengawasan HIV dan penyakit ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dan pe­rawatan dan pengobatan bagi menular seksual (PMS) generasi kelompok kelompok berpengaruh peng­idap HIV/AIDS, Indonesia telah kedua juga sudah dilaksanakan di lainnya dalam masyarakat,” ungkap menerapkan pemberiran Antiretro- negeri ini, sejak lebih sepuluh tahun Siti Fadilah. viral Therapy (ART) di 25 rumah sakit yang lalu. Dampak yang luar biasa di tahun 2004 dan secara bertahap sudah terlihat dengan menurunnya HIV di Indonesia jumlahnya ditingkatkan menjadi tren kematian, sejak terapi Antiretro- Menurut Menkes, perkembang­ 150 rumah sakit ART pada tahun viral (ART) diterapkan, dari 46% di an HIV di Indonesia berbeda dari 2007 dan saat ini telah mencapai 234 tahun 2006, turun menjadi 17% di provinsi dengan provinsi lainnya. rumah sakit. tahun 2008, ujar Siti Fadilah. Dalam laporan Departemen Kesehat- Jumlah ODHA yang sudah Menkes menambahkan, kemajuan an, dua provinsi di Indonesia timur menjalani perawatan ini sebanyak Indonesia menangani HIV/ AIDS yaitu Papua dan Papua Barat se- 43.118 orang, 21.653 orang pernah masih terkendala dengan rendahnya dang menghadapi epidemi de­ngan diobati dengan antiretroviral (ARV), pemahaman terhadap cara dan perkembangan HIV berada pada dan 12.493 orang yang sampai saat metoda pencegahan dan pengenda- angka 2,4%. sedang dalam pengobatan ARV. lian infeksi HIV serta meningkatnya Bali, pulau cantik dan indah dima- Pengobatan ARV diberikan secara penyebaran infeksi karena penyakit na konggres ke 9 ICAAP berlangsung cuma-cuma, karena dananya disubsi- menular seksual (PMS) dan HIV. Kese­ adalah lokasi kasus pertama AIDS In- di penuh oleh pemerintah. “Sekarang luruhan tantangan ini masih belum donesia - Acquired Immunodeficiency ini, terdapat 547 pusat pusat Voluntir didukung oleh pemerataan pelayan­50 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 50. Nasionalan kesehatan masyarakat yang “Sekarang ini, ter- sasi dan diskriminasi” ujar Siti Fadilah ,komprehensif untuk penanganan dapat 547 pusat Menkes juga mengingatkanPMS, HIV/AIDS, serta masih lemahnya pentingnya kepemimpinan yangkesinambungan manajemen pro- pusat Voluntir Kon- kuat untuk menanggulangi dampakgram termasuk pendanaan. seling Pemberian krisis termasuk program penanggu- Test (VCT) di selu- langan dan pengendalian HIV/AIDS.HIV di Kawasan Asia ruh penjuru negeri, ”Kebijakan yang kuat dan tegas, sertaPasifik yakni pusat pusat dukungan dan fasilitas diperlukan Menurut WHO, kawasan Asia yang memberikan untuk memberikan arah yang dilaku- kan oleh pemerintah dan masyara-Pa­sifik mempunyai beban HIV kedua dan menyediakan kat” kata Siti Fadilah. ,tertinggi, didunia, dengan perkira­an tes dan konsel-4,9 juta orang hidup dengan HIV/AIDS. Di kawasan yang padat dan ing yang berafiliasi Harapan bagi Sukses diberagam ini, HIV dianggap sebagai dengan kelompok Masa Depanepidemi terkonsentrasi, dimana ka­sus peduli HIV/AIDS di Kongres Internasional ke 9HIV tercatat tertinggi dikalang­an masyarakat,” tentang AIDS di Kawasan Asia danpopulasi berisiko tinggi, termasuk Pasifik , tujuannya adalah membahaspekerja seks komersial serta para Siti Fadilah Supari berbagai isu antara lain tentangpe­langgan mereka, pengguna Nar- mobilitas, migrasi, serta isu genderkoba suntik (Penasun), dan semakin dan penyandang cacat, agar dapatmeningkatnya seks antar pria (LSL). memberdayakan anggota masyara-Lebih dari 95% kasus HIV di kawasan menerus, baik dari eksternal maupun kat seutuhnya serta memperkuatAsia Pasifik terjadi di 9 negara yaitu: dari pemerintah akan sangat diperlu­ jejaring kerja sehingga mampuKamboja, Cina, India, Indonesia, Myan- kan demi kelanjutan momentum merespon AIDS secara efektif. ”Selainmar, Nepal, Papua New Guinea (PNG), un­­tuk kelanjutan perluasan lebih itu juga untuk mempromosikanThailand, dan Vietnam. Di 9 negara ini, ART. ”Kawasan Asia Pasifik sudah kecanggihan ilmu pengetahuandiperkirakan jumlah ODHA mencapai menunjukkan kemajuan yang sangat dan keingintahuan, menyediakansekitar 4,5 juta orang. mengesankan dalam penyediaan forum dialog yang bermakna dan Namun begitu, mayoritas pengi- perawatan dan pengobatan yang berkualitas, mendorong akuntabilitasdap yang memerlukan perawatan memadai bagi orang yang terinfeksi dan memberikan motivasi langkah-di negara negara Asia Pasifik ma- HIV,” lanjut Siti Fadilah. langkah baik bagi individu maupunsih belum mendapat pengobatan Siti Fadilah Supari mengatakan, kolektif dalam menghadapi HIV danART. ”Tantangan pemerintah untuk dalam program pengendalian dan AIDS di kawasan Asia dan Pasifikpengembangan program kedepan pencegahan HIV/AIDS, pemerintah serta memastikan kesinambungantermasuk pendeteksian dini atau telah mengawali suatu pendekatan respons tersebut,” ujar Dr. Siti Fadilah.screening untuk pemberian ART, dengan tema Desa Siaga. Ini meru- Semua stakeholders pengenda-pemantauan pasien yang lebih baik, pakan pendekatan pemberdayaan lian dan pencegahan HIV/AIDS didesentralisasi dan integrasi ART ke- masyarakat dalam menghadapi ber- kawasan Asia dan Pasifik diharapkandalam sistem pelayanan kesehatan bagai masalah kesehatan termasuk untuk berkerja keras mencari jawa-nasional, pengembangan sistem per- HIV/AIDS. Seperti halnya di negara- ban jawaban terhadap perwujudanawatan nasional untuk mendukung negara lain, pencegahan serta upaya kerja sama antara berbagai kepenting­pasien yang memerlukan terapi seu- pengendalian HIV/AIDS di Indonesia an dari berbagai negara termasukmur -hidup, dan memperkuat sistem masih menghadapi tantangan yang memberdayakan orang orang sertamonitor pasien untuk meningkatkan kompleks. ”Sangat penting bagi kita memperkuat jejaring kerja untukkelancaran pemberian perawatan,” semua, untuk bekerja sama dengan mencapai sukses dalam menghen-ujar Menkes. erat, demi pencegahan penyebaran tikan epidemi AIDS di kawasan Asia Dukungan pendanaan yang terus penyakit ini serta menjauhi stigmati- Pasifik dan dunia. lSmd No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 51
  • 51. Daerah Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Sulawesi Selatan: Leadership, Kunci Wujudkan Center of Excellence C Guna mencapai visi pelayanan, pene­ ikal bakal BKMM Sulawesi Selatan dimulai ketika di In- litian, pendidikan, pelatihan dan donesia banyak terjadi kasus pengembangan kepada masyarakat, trachoma dan xeropthalmia pada tahun 1960-an. Untuk khususnya untuk Indonesia Timur, menanggulanginya, diben- Balai Kesehatan Mata Masyarakat tuklah Seksi Kesehatan Mata di Kantor Wilayah Departemen Kesehatan di (BKMM) Sulawesi Selatan dikelola Provinsi Sulawesi Selatan. “Kebutuhan inter- sebagai Center of Excellence. Berbagai vensi medis yang lebih besar dalam mem- berikan pelayanan kesehatan mata itulah langkah strategis telah dilakukan. mendorong dibentuknya Balai Pengobatan Mulai dari peningkatan SDM, mening­ (BP) Mata, “ kenang dr. Hamzah, SpM., Kepala BKMM Sulawesi Selatan katkan sarana pelayanan dan men­ Barulah tanggal 3 Februari 1992 Seksi Kesehatan Mata dialihkan menjadi Balai Kese­ jalin kerjasama dengan pihak lain. hatan Mata Masyarakat (BKMM) oleh dr. S.L. Bagaimana suka duka dan kerja keras Leimena, MPH (Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat Depkes RI waktu itu. Sebagai BKMM mewujudkan impiannya? rumah sakit, sudah sejak 1968an Seksi Kese- hatan Mata ini dimanfaatkan sebagai tempat penunjang pendidikan bagi dokter mata. Hal ini diperkuat oleh Prof. dr. Rukiah, SpM., Guru Besar Llmu Kesehatan Mata FK UNHAS, ketika menemani dr. Hamzah SpM, di sela-sela men- didik calon dokter mata di Ruang Pola Prof. dr.52 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 52. DaerahWarrow, SpM. Di BKMM Sulsel. Untuk itulah dengan adanya (tiga) hari paska operasi sudah dapat Menurut dr Hamzah, berdasarkan BKMM sangat membantu dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Daridata Badan Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan kualitas hidup segi biaya, dengan waktu pemulihanbahwa prevalensi kebutaan di masyarakat yang mengalami gang- paska operasi tersebut akan dapatIndonesia sebesar 1,5% dari jumlah guan penglihatan dan pendengaran. menghemat biaya bagi pasien yangpenduduk Indonesia. Dari angka Sementara berdasarkan berbagai berasal dari luar Makassar dibanding­kebutaan tersebut, terdiri 4 faktor survei kesehatan yang ada menun- kan dengan operasi katarak biasautama penyebabnya yaitu: katarak jukkan bahwa prevalensi kebutaan yang memerlukan waktu pemulihan52%, glaukoma 13,4%, gangguan re- di Provinsi Sulawesi Selatan (2,6% selama 1 (satu) bulan untuk kembalifraksi 9,5%, retina 8,5%, kornea 6,4% - 2,7%) merupakan tertinggi diband- melakukan kegiatan normal. Opera­dan gangguan metabolime seperti ingkan dengan provinsi lainnya. si metode ini juga dilakukan bagipenyakit kencing manis (diabetes Program unggulan yang ada di pasien warga miskin sesuai denganmellitus). BKMM Sulsel , menurut dr Hamzah, komitmen dengan Pemerintah Dengan angka prevalensi sebesar adalah operasi katarak modern Provinsi Sulawesi Selatan.tersebut jelas menimbulkan masalah dengan fakoemulsifikasi yang Untuk pasien umum, operasisosial apabila tidak dilakukan pro- menggunakan teknik tanpa dijahit ka­tarak modern di BKMM Sulsel inigram penanggulangan dan pelay- atau verban. Dengan pelayanan ini biayanya lebih murah dibandingkananan kesehatan mata karena akan masyarakat sangat diuntungkan operasi katarak modern di RS ataumenyangkut kualitas hidup (quality dari segi pelayanan dan biaya. Dari klinik mata swasta di kota Makassar.of life) berikutnya. Seperti diketahui segi pelayanan karena operasi ini Pola tarif di BKMM dapat lebih murah,bahwa 83% informasi yang diterima tidak memerlukan waktu lama, tidak karena beberapa komponen biayasehari-hari melalui mata. perlu dirawat inap dan setelah 3 seperti gedung, listrik, dan air bersih No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 53
  • 53. Daerah telah disubsidi Pemerintah dalam hal Disamping itu, BKMM juga pelayanan untuk pasien umum dan ini Departemen Kesehatan sehingga menyediakan pelayanan bagi warga Asuransi Kesehatan (Askes) disiapkan pasien hanya dibebani biaya pelay- kurang mampu (miskin) di sebuah gedung baru yang mulai digunakan anan. gedung tersendiri, sedangkan sejak tahun 2006. Meskipun ruangan dan bangunan yang berbeda, namun kualitas pelayanan tetap sama dan tetap dilayani oleh dokter ahli. Pelayanan khusus lainnya adalah pelayanan satu tempat antara pelay- anan medis dan penunjang medis seperti disediakannya optik dan apo- tik yang dapat memberikan pelayan­ an kaca mata dan obat di BKMM untuk mempermudah masyarakat. Kasir pembayaran yang terbuka dan mudah ditemukan standar biaya yang jelas untuk pasien umum. Dr Hamzah menjelaskan, kunci uta- ma dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada publik di BKMM ini adalah Leadership atau kepemimpin­ an. Faktor ini penting karena dengan Jenis Penyakit Mata kepemimpinan dapat menggerak- yang dtangani BKMM Sulsel Tahun 203-2007 kan fungsi-fungsi pelayanan dengan langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk memenuhi kebutu- han dan tuntutan masyarakat (pu­ blik) terhadap pelayanan kesehatan indera penglihatan dan pendengaran. Seperti di BKMM, berbagai langkah strategis dari kepemimpinan dapat menyelaraskan kebutuhan antara pelayanan, pendidikan dan pelatihan Jenis Penyakit THT SDM kesehatan, serta pengembangan yang dilayani di BKMM Sulsel Tahun 2007 BKMM ke depan untuk memenuhi kebutuhan jaman dan tuntutan ma- syarakat. Prioritas strategis yang telah dilaksanakan meliputi pengembang­ an SDM kesehatan , melatih tenaga BKMM ke RS Cicendo dan Jakarta Eye Center, melengkapi alat yang lebih modern, meningkatkan pelayanan dengan meningkatkan biaya ope­ ra­sional BKMM dan melaksanakan bimbingan teknis berkala, terukur dan berkesinambungan. Dengan leadership juga akan meningkatkan kepercayaan mitra54 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 54. Daerahdan stakeholders yang lain dalam ikutmengembangkan BKMM dan produkjasa pelayanan dengan teknologi ter-baru. Berbagai fasilitas juga tersediadi sini seperti CCTV operasi untukpembelajaran dan jaringan inter-net untuk Co-Ass dan residen matasehingga bisa untuk meningkatkanakses informasi kesehatan terkini. Lalu bagaimana kesiapan tenagadan sarana penunjang untuk me-layani masyarakat? Jumlah tenagayang ada di BKMM Sulawesi Selatansebanyak 74 orang yang terdiri daritenaga medis yaitu dokter spesialismata sebanyak 5 orang, dokter ahliTHT 1 orang dan dokter umum seba­nyak 4 orang. Tenaga keperawatanmeliputi S-1 keperawatan sebanyak3 orang dan 33 orang lulusan D-3 administrasi, dan masing-masing 1 agnostic yang dimiliki BKMM terdirikeperawatan. Tenaga kesehatan orang D-3 akuntansi, D-3 arsiparis dan dari Yag Laser, keratometer, biometrimasyarakat terdiri dari S-2 kesehatan 8 orang administrasi. Jumlah tenaga A/B scan, refraktometer, snellenmasyarakat 2 orang dan 2 orang jejarng pendidikan FK Universitas proyektor, tanometer non kontaklulusan S-1 kesehatan masyarakat. Hasanudin terdiri dari 4 orang bagian masing-masing satu buah dan 2 alatSedangkan tenaga keteknisan medis Ilmu penyakit mata dan 1 orang dari mikroskop facoemulsifikasi yangmeliputi apoteker 1 orang, D-3 farma- bagian ilmu penyakit THT. merupakab peralatan canggih yangsi 1 orang, D-3 laboratorium 1 orang Sarana yang dimiliki BKMM meli- dimiliki oleh BKMM ini.dan 3 orang D-3 refraksionist, 1 orang puti tanah seluas 1.980 meter2 dan Dikatakan Dr Hamzah, dalamD-3 elektromedik, 1 orang D-3 rekam bangungan yang terdiri dari bangun­ melaksanakan tugas dan fungsimedic, SMAK labkes dan SAA. Tenaga an lama seluas 557 m2 dan bangun­ pelayanan, pendidikan dan pengem-Non kesehatan meliputi: 1 orang S-2 an baru seluas 1.256 m2. Sarana di- bangan kesehatan mata dan THT, No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 55
  • 55. Daerah pola tarif pelayanan di BKMM ini. Disamping itu perlu dipertim- bangkan aspek keadilan dalam pem- berian jasa medis di BKMM dan di RS sehingga sangat manusiawi apabila dokter ahli menginginkan pindah ke Rumah sakit Karena jasa medis di RS yang lebih besar meskipun memiliki kompetensi yang sama sebagai dok- ter ahli mata dan THT. Untuk itulah ke depan, sangat dibutuhkan kebijakan dan aturan yang mendukung untuk menyetarakan dan memberikan keadilan dalam insetif jasa medis. Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan, BKMM telah mengajukan usulan alat prioritas BKMM Sulawesi Selatan melakukan untuk diagnosis modern yaitu alat koordinasi dengan Dinas Kesehatan terapi laser fotokoagulasi dan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabu- laser fotofundus untuk diagnos- paten/Kota di wilayah kerja dalam tik. Kedua alat itu sangat penting pengembangan program pelayanan untuk menangani masalah gang- kesehatan mata dan THT dan juga guan mata akibat terganggunya dengan memperkuat kemitraan metabolism dan proses degenerasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawe- dan sebagai unggulan kedua setelah si Selatan dan Pemerintah Kabu- operasi fakoemulsifikasi yang sudah paten/Kota dalam program jaminan dikembangkan. Sedangkan untuk kesehatan bagi warga miskin. PT memberikan pelayanan penunjang, Askes untuk program Askes bagi PNS diperlukan penambahan lokasi un- UPT Pusat dan PNS Daerah. Faktultas tuk parker untuk pengantar pasien Kedokteran Universitas Hasanudin ataupun tenaga kesehatan yang dan Bagian Mata dan THT untuk pen- didikan Co-Ass dokter dan resident “Kunci utama dalam belajar di BKMM Sulsel. Inipun sudah dokter mata. meningkatkan diusulkan sejak tahun 2007, namun Kendala utama BKMM saat ini pelayanan kesehat- belum disetujui. Dan yang lebih penting lagi, bagi adalah bagaimana menyelaraskan an kepada publik pengembangan BKMM ke depan upaya peningkatan kualitas pelayan­ an, target penerimaan PNBP dan adalah Leadership. dan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu pendidikan ke- Sehingga dapat masyarakat akan pelayanan kesehat- an indera dan kebutuhan pendidikan ahlian bagi calon dokter dan residen menggerakkan dan latihan dokter ahli mata, sa­ ahli mata sejalan dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan staf fungsi-fungsi pela­ ngatlah dibutuhkan pengembangan sebagai PNS. Sangat penting diper- yanan yang diperlu- BKMM Sulsel menjadi Balai Besar Kesehatan Indera Sulawesi Selatan. hatikan adalah bagaimana Pemerin- kan” Untuk itulah diharapkan Departe- tah melalui Departemen Kesehatan dapat meringankan beban masyara- dr. Hamzah, SpM men Kesehatan dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat kat dengan memberikan berbagai Sulawesi selatan tersebut. lrijadi subsidi yang dapat mempengarufi56 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 56. DaerahPertama Satu-satunyadi Indonesia RS StrokeNasional BukittinggiRumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi dan selanjutnya dalam suatu rapatmerupakan rumah sakit pertama dan satu- diputuskan menjadi RS Khusus Stroke,” terang dr Hadril.satunya penyelenggara pelayanan kompre­ Secara historis lanjut dr Hadril, pada tahun 1978 salah satu UPThensif stroke di Indonesia (Unit Pelayanan Teknis) Direktorat Jenderal Bina Pelayanan MedikH Depkes yang kini bernama RSSN asil Riset Kese­ Seperti diketahui, lanjut dr Hadril, Bukittinggi ini, semula bernama hatan Dasar 2007 orang Sumatera Barat atau orang Rumah Sakit Imanuel yang dikelola yang di publikasi- Minang mempunyai pola makan oleh Yayasan Baptis. Selanjutnya ber- kan pada Desem- yang cenderung lebih asin, banyak dasarkan Surat Keputusan Menkes ber 2008 me- minyak, banyak santan dan kurang RI No. 365/Menkes/SK/VIII/1982 nyatakan bahwa mengkonsumsi sayur, sehingga tidak ditetapkan sebagai Rumah Sakit prevalensi stroke heran kalau hasil penelitian menun- Umum Vertikal Kelas C dengan namadi Indonesia 8,3 per 1.000 pen- jukkan bahwa, jumlah pasien stroke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP)duduk. Pada kelompok umur 55 – 64 di Provinsi Sumatera barat dari tahun Bukittinggi. Serah terima kepadatahun, stroke merupakan penyebab ke tahun meningkat. Tingginya kasus Pemerintah RI cq Departemen Kese­kematian tertinggi baik di perkotaan stroke di Sumatera Barat memicu hatan RI dilakukan pada 12 Februarimaupun di pedesaan. Hal tersebut gagasan untuk menjadikan Rumah 1982 dan baru efektif pada tahunterkait erat dengan gaya hidup, pola Sakit Bukittinggi yang sedang 1984.makan dan kebiasaan berolahraga. mengalami krisis eksistensi menjadi Dalam awal perjalanannya, RSUP Hal tersebut diungkapkan dr rumah sakit stroke sebagi uji coba Bukittinggi mengalami banyakHadril Busudin Sp S MHA, Direktur alternatif. tantangan berat diantaranya, per-Utama Rumah Sakit Stroke Nasional Gagasan yang sama muncul saingan dengan RS Ahmad MukhtarBukittinggi (RSSN Bukittinggi) ke- ketika isteri wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi. Mulanya RSUP Bukitting-pada “Mediakom”di ruang kerjanya Bukittinggi tiba-tiba terkena stroke. gi kurang mampu bersaing, bahkanbaru-baru ini. “Kebanyakan orang Kejadian tersebut mendorong Wakil keberadaannya semakin lama sema-sudah tahu bahwa makan makanan Ketua DPRD Kota Bukittinggi men- kin melemah. Hal tersebut terlihatberlemak dan mengkonsumsi jenis gusulkan RSUP Bukittinggi yang dari BOR RS yang makin lama makinmakanan tertentu memang berisiko sedang dalam ‘kemelut’ menjadi berkurang, angka terakhir hanya ca-menyebabkan darah tinggi. Namun, Rumah Sakit Khusus Stroke. “Gayung pai 20%. Sekitar tahun 2000, munculpengetahuan tidak otomatis diikuti bersambut, Dirjen Pelayanan Medik beberapa alternative yang menge-dengan praktik dalam kehidupan saat itu, Prof. Achmad Djojosugito muka antara lain RSUP Bukittinggisehari-hari,” jelas dr Hadril. menerima usulan-usulan tersebut ditutup, atau dipindahkan atau diga- No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 57
  • 57. Daerah Direktur RS Stroke Nasional Bukittinggi: Dr. H. Hadril Busudin, mengunjungi pasien di ruang ICU. bung dengan RS Ahmad Mukhtar. Jantung pada Suku Minang yang Terbitnya PP No. 23 tahun 2005 Sampai pada tahun 2001, usulan berobat di RS Jantung Harapan Kita tentang Pola Pengelolaan Keuang­ wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, juga cukup tinggi. “Penelitian-pene- an Badan Layanan Umum (PPK- dan usulan yang mengemuka dari litian tersebut memperkuat penting­ BLU) menjadikan RS Stroke Nasi- diskusi pada lokakarya-lokakarya nya keberadaan RSSN Bukittinggi onal Bukittinggi sebagai salah satu yang diselegarakan Pemerintah bagi masyarakat Minang sekaligus Rumah sakit PPK BLU. Penetapan Provinsi Sumatera Barat, disetujui. dapat menjadi rumah sakit rujukan tersebut dinyatakan melalaui Surat RSUP Bukittinggi menjadi Rumah nasional stroke. Keputusan Menteri Keuangan No. Sakit Khusus Stroke. Sementara itu Perjuangan panjang menjadi- 283/KMK.05/2007 yang menetap- Penelitian-penelitian yang dilakukan kan RS Khusus Stroke tidak sia-sia kan RS Stroke Nasional Bukittinggi Rumah sakit Cipto Mangunkusumo dengan terbitnya Surat Keputusan sebagai instansi pemerintah yang (RSCM) dan Rumah Sakit Jantung Menkes RI No. 21/Menkes/SK/I/2002, menerapkan PPK BLU bertahap. Harapan Kita membuktikan bahwa RSUP Bukittinggi ditetapkan sebagai Keputusan itu diperkuat dengan RSSN Bukittinggi sangat diperlukan “Pusat Pengembangan Pengelolaan Keputusan Menkes Ri No. 756/Men­ oleh masyarakat Minang untuk Stroke Nasional (P3SN) RSUP Bukit- kes/SK/VI/2007 tentang Penetapan menangani masalah stroke yang tinggi” Selanjutnya untuk mening- . 15 Rumah Sakit UPT (Unit Pelaksana banyak. katkan mutu dan cakupan pelayanan Teknis) Depkes. Menurut hasil penelitian yang di- serta agar dapat menjadi pusat RS Stroke Nasional Bukittinggi lakukan RSCM menunjukkan bahwa rujukan penanggulangan kasus mempunyai tugas utama, salah prevalensi penderita stroke pada stroke, status P3SN RSUP ditingkat- satunya menyelenggarakan upaya Suku Minang yang dirawat di RSCM kan kelembagaannya melalui Surat penyembuhan dan pemulihan dibandingkan dengan suku lain cu- Keputusan Menkes RI No. 495/Men­ stroke secara paripurna. Disamping kup tinggi. Sementara penelitian RS kes/SK/IV/2005 tertanggal 5 april itu melaksanakan kegiatan pen- Jantung Harapan Kita menyatakan 2005, menjadi “Rumah Sakit Stroke didikan dan pelatihan, penelitian prevalensi penderita penyakit Nasional Bukittinggi”. dan pengembangan di bidang58 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 58. Daerah Radio Therapi pada pasien stroke di RS Stroke Nasional Bukittinggi. pengobatan Decubitus, Gangguan Masalah Kulit, Celullite; Parafin Bath untuk pengobatan Stiffnes Joint; Traksi Lumbal/Cervical untuk peng­obatan HNP, Terapi Orthopedi; Quadricep Bench untuk pengobatan Osteo Arthritis (OA); Tilting Table untuk latihan mobilisasi berdiri; dan Shoulder Wheel untuk pengobatan Frozen Shoulder. Kesiapan tenaga dalam menjalan­ kan roda pelayanan RSSN Bukittinggi mempunyai SDM yang cukup mema- dai. Sumber daya manusia menurut jenis tenaga terdiri dari, tenaga medis, keperawatan, kefarmasian, kesehatan masyarakat, gizi, keterapian fisik, keteknisan medic, dan non kesehatan. Tenaga medis yang dipunyai meliputi, dokter umum, dokter gigi, dr spesialis,ke­sehatan stroke secara komprehen- gan; menyelenggarakan pendidikan, masing-masing jumlahnya, sepuluh,sif, terpadu dan berkesinambungan pelatihan, penelitian stroke sesuai satu, enam.dengan upaya peningkatan kese­hat­ dengan kemajuan IPTEKDOK serta Sedangkan jumlah perawat yangan lainnya. Selanjutnya RS Stroke mengembangkan jejaring pelayan­ ada sebanyak 156 tenaga. Tenaga ke-Nasional Bukittinggi juga melak- an stroke secara nasional regional farmasian yang terdiri dari Apotekersanakan upaya kesehatan rujukan. dan internasional. Misi selanjutnya, dan Asisten Apoteker masing-ma­ Rumah Sakit Stroke Nasional mengembangkan inovasi pelayanan sing sebanyak tiga dan empat bealasBukittinggi berdiri diatas tanah stroke terpadu yang mendukung orang. Tenaga pendukung lainnyaseluas 1,3 Hektar. Rumah sakit ini wisata kesehatan dan menerapkan seperti tenaga kesehatan masyara-sangat strategis karena berada di system manajemen rumah sakit kat, gizi, keterapian fisik, keteknisanpusat kota Bukittinggi. Udara sejuk, yang modern. medic, serta non kesehatan masing-pemandangan indah, lingkungan Rehabilitasi Medik Terpadu masing berjumlah 25, 6, 10, 17, 300bersih, masyarakat yang ramah merupakan program unggulan dari orang tenaga.dengan hasil kerajinan tangan yang Rumah Sakit ini. Program rehabilitas Hambatan yang dihadapi selamaterkenal di dalam dan luar negeri medic ini meliputi pelayanan dok- setahun terakhir ini memang relatifKota Bukittinggi dikenal sebagai ter rehabilitasi medic, fisioterapi, kurang berarti. Meskipun kurangkota wisata. Kondisi itu sangat men- okupasi terapi dan terapi wicara. berarti namun perlu diperjuangkan,dukung untuk mewujudkan “Kota Fasilitas yang dimiliki untuk menun- kurangnya fasilitas lahan parkir danWisata Sehat” dengan salah satu jang program ini cukup lengkap alat ct scan yang belum dipunyaiCore Busines-nya adalah RS Stroke antara lain:Infra Red, untuk stroke, oleh RSSN Bukittinggi sedikit meng-Nasional Bukittinggi. neuropati, bell’s palsy, cerebral palsy, ganjal kelancaran pelayanan rumah Untuk mewujudkan “Kota Wisata myalgia, athralgia; SWD/MWD untuk sakit. Solusi yang sudah ditempuh,Sehat” RS Stroke nasional Bukittinggi frozen shoulder, cervical syndrome, memohon kepada Panglima Ko-menetapkan visi: “Menjadi rumah low bach pain, shiffnes joint, carpal dam Bukittinggi untuk mendapatsakit terdepan dalam pelayanan, turned syndrome, adnexitis, colloid; lahan parkir atas tanah milik Kodam.pendidikan dan Penelitian stroke Elektrical Stimulasi untuk Bell’s palsy, “Saya sudah menghadap Panglimaberwawasan global” Untuk mencapai . Parase N VI, Myalgia, Neuropatie, dan kelihatannya Panglima setuju.visi tersebut ditetapkan misi rumah Athralgia; Ultra Sound untuk Osteo Untuk ct scan, kami mengharapkansakit diantaranya, menyelenggarakan Arthritis (OA), Low Back Pain (LBP), bantuan dari pusat, “ jelas dr Hadrilpelayanan komprehensif stroke yang Calcaneo Spur, Shiffnes Joint, Carpal mengakhiri wawancaranya denganberorientasi pada kepuasan pelang- Turned Syndrome; Ultra Violet untuk “Mediakom” listi . No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 59
  • 59. Siapa Dia Tika Bisono Horor Demam Berdarah B agi psikolog wanita yang akrab dipanggil membahas berbagai kendala yang dirasakan masyarakat. Tika ini, wabah DBD tak ubahnya sebagai Khusus progam 3M, menguras, menutup dan mengubur horor. DBD telah banyak makan korban, baik masih banyak kendala besar. Untuk program menguras yang sakit maupun yang meninggal dunia. dan menutup masih cukup baik. Tapi program mengu- Bahkan, salah satu puterinya pun meninggal bur, masyarakat tak mempunyai lahan lagi. “Saya pernah karena DBD. “Indonesia banyak episode horor-horor, tapi menemukan sebidang tanah yang cukup luas, kemudian yang paling horor itu DBD,” tegasnya. saya minta kepada pemilik, agar masyarakat mengubur Menurut wanita aktif ini, masalah DBD di Indonesia itu barang-barang ke tanah tersebut, ternyata ditolak oleh bukan virusnya. Yang menjadi masalah adalah kesadaran pemiliknya,” akunya. masyarakat. Mengubah kebiasaan jorok masyarakat Tika mengakui, banyak program sosialisasi DBD yang menjadi terbiasa bersih, tidak mudah. Awalnya harus salah waktu. Ia menemukan untuk penyakit musim hujan, menggunakan instruksi, kemudian lama-lama berubah sosialisasinya di musim hujan juga. Tika menyarankan, se- secara otomatis. Dan untuk berubah, masyarakat harusnya penyakit musim hujan pelaksanaan sosialisasi memerlukan penjelasan, pelatihan dan contoh. “Sebab, musim kemarau dan penyakit musim kemarau sosial- masyarakat mempunyai definisi sendiri tentang ber- isasinya musim penghujan. Sehingga masyarakat dapat sih,” lanjut Tika saat menjadi narasumber dialog Peluk melakukan antisipasi sebelumnya. Asa Telkomsel. Bahwa Yang harus diingat, menurut mantan Puteri Remaja bisa jadi masyarakat ini, DBD tak memilih status sosial, strata ekonomi, ma- mengaku sudah bersih, syarakat miskin, masyarakat sederhana maupun ma- padahal menurut kita syarakat yang kaya sama saja. “Semua ada kemungkinan belum bersih. untuk dijangkiti dan memang disinilah problemnya. Jadi Dalam melakukan kalau rumah sakit tiba-tiba banyak menampung pasien, sosialisasi DBD, Tika itu sebenarnya dampak dari titik ini, jadi bukan karena berdialog langsung virus,” tegasnya berulang kali. lpra dengan masyarakat. Ia dr.Jack DBD Tidak Ada Obatnya P enampilannya nyentrik: berambut gon- drong, bicaranya lugas, tak seperti gamba- ran seorang dokter pada umumnya. Toh demikian, ketika bicara soal DBD, dokter Jack terlihat sangat fasih dan lancar. Ia menyebut, angka kematian akibat DBD (0,8) lebih tinggi dari angka kematian H1N1 (0,4). Menurut dr Jack, masyarakat menganggap demam berdarah itu ada obatnya, padahal tidak ada, sampai sekarang pun tidak ada. Vaksin juga masih diteliti sampai sekarang. Jadi tidak ada.60 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 60. Siapa Dia Terjadinya penyakit demam berdarah,menurutnya, adatiga pilar yaitu; manusia, vektor dan lingkungan. Vektorberupa nyamuk betina aides aigypti. Orang menganggap,nyamuk ini hanya dapat terbang beberapa meter saja. Hasil istri Jaksa Agung Hendarman Supandji yangpenelitian nyamuk ini dapat terbang rata-rata sampai 300 juga anggota Solidaritas Isteri Kabinet Indonesiameter, tegas Jack. Bersatu (SIKIB) ini memang menjadi ketua panitia Oleh karena itu, dr Jack mengingatkan, mempunyai acara sosial tersebut.lingkungan rumah keluarga bersih belum tentu aman dari SIKIB bekerja sama dengan Departemenserangan DBD, jika rumah keluarga tetangga belum bersih. Kesehatan sukses menggelar konser amal ini.Jadi jika ingin bebas dari DBD, maka seluruh masyarakat Sedikitnya terkumpul dana sebanyak Rp 11 miliarmelakukan 3M secara bersama-sama dan berkelanjutan. dari para donatur. “Dana tersebut akan digunakan“Pengendalian DBD tidak bisa tuntas, jika hanya individual untuk mendukung pembinaan anak berkebutuh­dan sporadis,” tandasnya an khusus,” kata Amdani Hendarman. Menurut dr Jack, masalah yang lebih besar sebenarnya Kehadiran Hee Ah Lee mendapat sambutanada pada manusia sendiri. Bukan hanya kurang dalam hangat dari berbagai pihak termasuk Ibu Negarapengetahuan, tapi yang paling utama adalah perilaku. Ani Yudhoyono, Menkes Siti Fadilah Supari, sertaSemua orang pasti sudah pada tahu dengue itu berbahaya. sejumlah pengusaha papan yang hadir menyaksi-“Saya juga nyakin, sebagian besar orang tahu penyebabnya kannya.nyamuk. Tapi berapa persen yang melakukan 3M?. Berapa Menurut Amdani Hendarnan, Hee Ah Leepersen yang melakukan sendiri pencegahan itu? Ini masalah yang tampil dalam Konser Peduli Anak Indonesiasebenarnya,” katanya panjang lebar. Berkebutuhan Khusus, di Hotel Borobudur Jakarta Makanya, paling utama adalah mereduksi kontak vektor Pusat (6/8), bisa menjadi inspirasi bagi anak-anakdengan manusia. Bagaimana caranya agar nyamuk tidak yang mengalami kekurangan fisik seperti dirinya.menggigit manusia?. Jadi bagaimana mereduksi kontak ma- Mereka memang memiliki perbedaan dengannusia dengan nyamuk. Berperilaku yang mengurangi resiko anak-anak pada umumnya.terkena gigitan nyamuk. “Meski demikian bukan berarti mereka tidak Khusus mengenai vektor, siklus hidup bisa berbuat apa-apa. Mereka punya kelebi-nyamuk aides agypti di daerah tropisrata-rata dua minggu sudah jadi dewa- han dan juga punya hak yang sama untuk bisasa, menggigitnya siang hari. “Berbeda mengembangkan bakat dan kemampuan sepertidengan nyamuk malaria yang meng- anak-anak lainnya” papar Amdani. ,gigit malam hari, “kata dr.Jack. Hee Ah Lee penderita keterbelakangan Bersama program Peluk Asa, mental serta lobster claw syndrome, yang hanyaJack telah merekut 14 orang. memiliki 4 jari, berhasil menjadi pianis tingkatKe 14 orang merupakan dunia. Prestasinya diraih berkat ketekunan, kesa­perwakilan dari 14 lokasi dari baran dan kerja keras. Untuk bisa memainkanMedan sampai Sorong. Mereka karya Chopin Fantasie Impromtu, Ah Lee berla-akan mendapat pelatihan, se- tih 5 – 10 jam sehari selama 5 tahun. Umur 12hingga mereka menjadi agent tahun, Ah lee berhasil menggelar recital pianoof change, bagi masyarakat. l tunggal. lgi praDr. S. K. Amdani HendarmanSupandji, Sp.S(K), MscInspirasi Hee Ah LeeM enjelang konser Hee Ah Lee Peduli Anak Indonesia Berkebutuhan Khusus akhir Agustus lalu, .Dr. S. K. Amdani Hendarman Supandji, Sp.S(K), Msc terlihat paling sibuk dan paling banyak wara-wiri. Maklumlah, No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 61
  • 61. Lentera Menghargai Orang Lain Oleh: Prawito F ulan, sebut saja begitu, mantan pejabat dengan bantuan tersebut, karena tidak sesuai keinginan. tinggi mendapat pekerjaan baru sebagai Ketiga; gembirakan mereka dengan sikap, tutur kata dosen. Suatu ketika, Fulan mengunjungi dan perbuatan yang baik. Menggembirakan orang lain perpustakaan kantor tempat dahulu itu murah kok, cuma “senyum, salam dan sapa” Kalau. bekerja. Dia meminjam buku A untuk dapat menolong dengan materi bagus lagi, karena perto- bahan mengajar. “Mas, saya pinjam buku longan itu akan tergiang sepanjang hidupnya. A” begitu pintanya. “Maaf, buku yang itu , Keempat; jangan sakiti hatinya. Kalau sulit menye­ tidak ada,” jawab petugas. “Masa, nggak ada?” tanya Fulan , nang­kan orang lain, minimal jangan sakiti hatinya, baik kembali. “Benar, tidak ada Pak,” jawab petugas lagi. melalui sikap, perkataan, maupun perbuatan. Ukur sikap, Rupanya, Fulan terpancing emosi. Kemudian, ia perkataan dan perbuatan itu, dengan perasaan kita. Pilih­ bertanya, “Kamu tidak kenal saya?. Coba, mana petugas lah, ungkapan, sikap, dan perbuatan yang paling baik, senior kesini,” Fulan mulai dengan sehingga tidak menyakitkan. Memang nada tinggi. Kemudian petugas senior sulit, tapi mari kita coba. Suatu saat datang, serta-merta ditanya,”Kamu secara perlahan pasti berubah menjadi kenal saya?” “Belum, pak. Bisa saya lebih baik. bantu?” jawab petugas senior dengan Kelima; banyak mendengar dan ber- nada rendah. Mendengar jawaban tutur kata seperlunya. Memperbanyak itu, kemarahan Fulan sampai ke ubun- mendengar, kita akan mendapat banyak ubun. Ia pun segera keluar ruangan informasi, pelajaran dan pengetahuan. perpustakaan dengan memendam Informasi yang baik dan buruk. Semua kemarahan, tanpa hasil. informasi yang masuk, jangan semua ke- Kisah di atas, adalah interaksi kurang luar melalui bibir kita. Saringlah sebelum saling menghargai, yang sering kita keluar. Pilihlah berita mana yang harus saksikan di berbagai tempat. Fulan keluar dan untuk siapa. Tidak boleh sebagai pihak berkepentingan tidak memperkenalkan semua informasi keluar kepada siapa saja. Berilah infor- diri kepada petugas. Bisa jadi kalau Fulan memperkenal- masi seseorang sesuai kebutuhan. kan diri dan berkomunikasi dengan baik, petugas dapat Keenam; berkata baik, kalau sulit berkata baik, lebih memberi solusi untuk mendapatkan buku yang diingin­ baik diam. Diam seperti ini adalah emas. Memang berka- kan. Apalagi ia mantan pejabat pada kantor tersebut. ta baik sudah seharusnya, tapi diam lebih baik, dari pada Sebenarnya untuk mendapat penghargaan dari orang berkata buruk.Untuk itu, marilah kita belajar berkata baik. lain itu tidak sulit. Pertama; perkenalkan diri secara baik, Sebab berkata baik, awal dari kebaikan berikutnya. bila belum kenal, sehingga tidak timbul kecurigaan dari Ketujuh; tetap mengalah menghargai orang lain, walau dua belah pihak. Kedua belah pihak dapat saling ter- orang lain tidak membalas penghargaan kita. Kalau ada buka, berbagi pengalaman, saling mengenal dan saling orang yang tidak membalas penghargaan kita, berarti menolong. sedang diuji.. Terakhir, kedelapan, berdo’a untuk kebaikan Kedua; ucapkan terima kasih secara tulus kepada orang lain. orang lain yang telah memberi bantuan. Jangan melihat Jadi, untuk mendapat penghargaan orang lain itu, jenis bantuanya. Tapi, lihatlah niat membantunya. Sebab mudah dan sederhana. Perbanyak menghargai orang lain kalau melihat jenis bantuan, bisa jadi kita tidak berkenan secara tulus, maka orang lain akan menghargai kita. l62 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009
  • 62. LenteraMenduduki KursiK ursi, tempat duduk dengan banyak sawat ke kursi taksi, kemudian kursi diruang tamu sambil nama dan bentuk. Mulai dari kursi kan- menonton TV di rumah. Pada saat lain ia duduk di bawah tor, tamu, bus, pesawat dan kursi lain, pohon sambil menikmati singkong goreng, bahkan ada termasuk lesehan di atas karpet. Setiap yang duduk pada bongkahan batu memancing ikan di hari kita dapat berganti kursi berkali- pinggir kolam atau duduk pada pematang sawah mena- kali. Sewaktu di rumah, kita dapat tap tanaman padi yang sedang menguning. Ia tetap duduk di kursi tamu, meja makan, kursi menikmati posisi hidupnya dimana pun berada.taman dan jok kendaraan. Demikian pula ditempat kerja. Tapi, ada beberapa orang yang menjadikan kursiBanyak berganti tempat duduk. Tak pernah menetap jabatan sebagai tujuan, bahkan hak milik yang haruslama dalam satu kursi saja. Ia terus berpindah duduk dari dipertahankan, maka akan tersiksa. Sebab harapan yangsatu kursi ke kursi lainnya. Dipastikan bentuk kursinya kuat untuk mendapat posisi tertentu akan menyebabkanpun berbeda. Ada yang pendek, tinggi, bulat, lonjong, capek, jenuh, stres dan emosi bertensi tinggi. Kemudian,panjang dan bentuk lainnya. Semua ini menunjukan ia nekat menempuh segala cara demi posisi. Sekalipuntingginya mobilitas menduduki kursi dalam aktivitas kita. keinginan terpenuhi, kondisi seperti ini akan tetap me-Dari semua kursi itu, sebagian besar kursi bukan miliknya. nambah kronis kerusakan jiwa maupun sosial. ApalagiJadi, menikmati kursi tak harus memiliki. keinginannya gagal, bisa lebih burukItulah faktanya. lagi akibatnya. Menduduki kursi, memang ada Untuk kursi berikut ini, memang bu-batas waktu. Setiap orang mempunyai kan sembarang kursi. Harganya mahal,batas waktu yang berbeda. Tak dapat bahkan sampai miliaran rupiah. Uniknya,disamakan, apalagi dipaksakan. Semua kalau toh ada yang mempunyai uangmengikuti alur waktu yang telah diten- sebesar itu, tidak ada penjualnya, sebabtukan. Terkadang, mereka yang sedang kursi ini harus diperoleh melalui pemilih­di atas kursi tertentu tidak mengetahui an langsung oleh rakyat, seperti kursiharus berapa lama. Contoh, seseorang Gubernur, Wali Kota, Bupati, Presidendengan kursi jabatannya, walau masa dan Dewan Perwakilan Rakyat. Maka,jabatan sudah ditentukan. Tapi, tak ada wajar jika keinginan yang menggebu,yang dapat menjamin sampai akhir masa jabatan, selalu modal besar, lalu gagal. Ujungnya stres, bahkan ada yangada kemungkinan lain. sakit jiwa. Kursi, alat bantu untuk memudahkan beraktifitas. Kur- Mestinya, duduklah pada posisi kursi yang telah ditak-silah yang menjadi duduk lebih terasa nyaman. Semakin dirkan. Apakah sebagai pejabat atau rakyat biasa, kopralergonomis, tentu bertambah nyaman. Bisa jadi posisi ini atau jenderal, biroktat atau pengusaha. Tetaplah menik-akan mendatangkan kenikmatan secara ekonomi, sosial, mati dan berkarya seoptimal mungkin, sambil menungupolitis dan kenikmatan lainnya. Sehingga banyak orang giliran kursi berikutnya. Bisa jadi hasil karya pada posisiyang mengira bahwa jabatan hak milik, harus dipertah- kursi tertentu akan menjadi jembatan pada jenjang kursiankan dengan segala cara. Padahal kursi itu hanya sarana, berikutnya. Sungguh, posisi kursi apapun, dimanapunsementara dan pinjaman semata. sama saja, bergantung cara menikmatinya. Menata hati Bagi mereka yang menyadari kursi jabatan hanya dan bersyukur atas posisi itu. Sebab semua ada batassementara, mudah sekali berpindah, tanpa beban. waktu dan pasti ada hikmah, tergantung kita menyikapi.Mendapat giliran kursi manapun tetap nyaman dan Marilah menikmati kursi kita masing-masing, bukan kursibahagia. Sebagaimana nikmatnya pindah dari kursi pe- orang lain. Semoga damai. l No.XIX/AGUSTUS/2009 Mediakom 63
  • 63. 64 Mediakom No.XIX/AGUSTUS/2009