HARGA LANGGANAN: Rp 29.000/BULAN ● BERLANGGANAN/PENGADUAN/SIRKULASI: (031) 8479 555 ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDU...
surya.co.id | surabaya.tribunnews.com
ROADTOELECTION SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 |
JAKARTA, SURYA - Ahmad
Fathanah, terdakwa ...
Surya Biz
inisiatif peningkatan produksi
telah dilakukan Kementerian Ke-
lautan dan Perikanan (KKP) untuk
memanfaatkan pel...
4 surya.co.id | surabaya.tribunnews.com
FINANCE SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 |
SURABAYA, SURYA - Stok
pangan yang tidak seband...
surya.co.id | surabaya.tribunnews.com
JAWATIMUR| SELASA, 3 SEPTEMBER 2013
jombang, surya - Ratus-
an warga berebut sembako...
HALAMAN  | | SELASA, 3 SEPTEMBER 2013
Jawa Timur
pamekasan,surya-Mobil
dinas milik anggota DPRD Pa­
mekasan, Imam Hosairi,...
surya.co.id | surabaya.tribunnews.com
SURYALINES| SELASA, 3 SEPTEMBER 2013
sudah delay dari semalam. Saya
adalimaorang.Hot...
SURABAYA, SURYA - Buku Pelajaran
Bahasa Indonesia kurikulum 2013 untuk
siswa SMP/MTs kelas VII gratisan dari
Kemendikbud r...
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Epaper Surya 3 September 2013
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Epaper Surya 3 September 2013

5,660 views
5,542 views

Published on

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
5,660
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
554
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Epaper Surya 3 September 2013

  1. 1. HARGA LANGGANAN: Rp 29.000/BULAN ● BERLANGGANAN/PENGADUAN/SIRKULASI: (031) 8479 555 ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYA (031) 8419 000 Gibol Mirip Polisi Ditembak Korban Tempati Bekas Rumah Polisi■ MOJOKERTO, SURYA - Keasyikan Fahmi (25) dan dua rekannya menonton laga sepakbola Liga Spanyol antara klub elite Barcelona dan Valencia, Senin (2/9) menjelang pukul 03.30 WIB, terputus oleh bunyi bel. Karena hanya mereka, penghuni rumah di Dusun Ketok, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pung- ging, Kabupaten Mojokerto, yang terjaga, maka Fahmi pun bang- kit dari duduknya dan sejenak meninggalkan televisi yang masih menyala dan piring berisi mi rebus yang masih mengepul. Ia pun membuka pintu. Tak terdengar jelas bagaimana percakapan Fahmi dengan si tamu. Tetapi tiba-tiba, keheningan malam itu dipecah- kan oleh letusan senjata api. Doooorrr !!! Dua rekan Fahmi sesama gibol (penggila bola) langsung bangkit dan mendatangi sumber le- tusan. Namun mereka mendapati sahabat yang berbadan kekar itu tumbang berlumuran darah. Sebuah luka tembak di lengan kiri tembus ke dada pemuda yang berprofesi sebagai satpam hotel di Bali itu. Teriakan minta tolong pun KE HALAMAN 7■ DIRAWAT - Fahmi, korban penembakan, dirawat di RSUD Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Senin (2/9). Foto kiri: keluar- ga korban. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ BERPULANG -Gubernur Jatim,Soekarwo saat Prof Soetandyo Wignjosoebroto di rumah duka Jalan Darmawangsa 3 Surabaya,Senin (2/9). Lion Air Datangkan Karyawan Ke Bal DENPASAR, SURYA - Ratus- an calon penumpang Lion Air di Bandara Ngurah Rai (Bali), Soekarno-Hatta (Soetta), dan di Hasanuddin (Makassar), protes karena tertundanya jadwal pe- nerbangan ke sejumlah daerah. Protes penumpang itu terjadi sejak Sabtu (31/8). Sebanyak 18 karyawan Lion Air di Bandara Ngurah Rai lari meninggalkan tempat kerja karena takut an- caman penumpang yang marah karena delay lebih dari empat jam. "Ada miskomunikasi. Petugas merasa terancam sehingga lari," ujar Kepala Kantor Otoritas Ban- dara Ngurah Rai, Yuli Sudoso, Senin (2/9) siang. Mengatasi hal ini, manaje- men Lion Air mendatangkan puluhan karyawan dari Jakarta, Surabaya, dan Makassar untuk ditugaskan sementara di Ngu- rah Rai. Adrian, penumpang pesawat JT 27 tujuan Jakarta, misalnya, seharusnya berangkat Minggu (1/8) malam, tapi sampai Senin pagi msih berada di Bali. "Saya Luar-Dalam Oke RAISA T AK mau berhenti bela- jar, Raisa Andriana (23) memilih menangani semua proses. Sebenarnya menjadi penyanyi dengan suara dan wajah cantik sudah membuatnya terkenal. Akan tetapi, Raisa ingin tahu lebih banyak. “Sekarang mulai belajar jadi eksekutor. Jadi tahu ini cost-nya berapa. Aku masih kerja sama Asta Ran, manajemen aku juga, kurang lebih belajar sama mereka. Learning by doing,” kata Raisa di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (2/9). Album barunya akan berisi sepuluh lagu yang sebagian besar ciptaannya. “Tinggal finishing. Insya Allah pertengahan Oktober 2013 bisa diluncurkan,” kata Raisa penuh harap. Ia ingin memahami semua proses di dalam dan di luar. Raisa mengaku butuh waktu cukup lama untuk memper- siapkan albumnya. Ia ingin terlihat sempurna SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ Gubernur Jatim,Soekarwo saat Prof Soetandyo Wignjosoebroto di rumah duka Jalan Darmawangsa 3 Surabaya,Senin (2/9). Luar-DalamLuar-Dalam Oke RAISA T AK jar, Raisa Andriana (23) memilih menangani semua proses. Sebenarnya menjadi penyanyi dengan suara dan wajah cantik sudah membuatnya terkenal. Akan tetapi, Raisa ingin tahu lebih banyak. “Sekarang mulai belajar jadi eksekutor. Jadi tahu ini cost masih kerja sama Asta Ran, manajemen aku juga, kurang lebih belajar sama mereka. by doing di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (2/9). berisi sepuluh lagu yang sebagian besar ingin terlihat sempurna Bale Jadi Mesin Uang Gres Madrid MADRID, SURYA - Real Madrid seperti sebuah studio Hollywood. Kami membuat film setiap hari dan film bernilai lebih jika Tom Cruise yang berperan di dalamnya. Hal ini diungkapkan Jose Angel Sanchez pada 2007. Begitulah yang terus dilakukan Real Madrid dari masa ke masa. Sejak dipimpin Presiden Flo- rentino Perez yang flamboyan, tim ini terus me- mecahkan rekor transfer harga pemain termahal dunia. Dimulai pada 2000 ketika membeli Luis Figo, lalu diperkuat dengan pembelian David Bec- kham. Madrid diprediksi mencapai puncak de- ngan membeli Cristiano Ronaldo seharga Rp 1,2 triliun pada 2010. Tapi, ternyata itu bukan puncak. Masih ada lagi puncak pembelian pemain termahal dunia yang mencengangkan. Awal pekan ini, klub bermarkas AFP ANDALAN - Selain menjadi mesin uang Real Madrid, Gareth Bale juga menjadi pemain andalan gelandang kiri. Stroke dan Ginjal Tundukkan Pak Tandyo SURABAYA, SURYA - Indonesia baru saja kehilangan salah satu putra terba- iknya. Prof Soetandyo Wignjosoebroto, guru besar Universitas Airlangga yang juga dikenal sebagai pejuang HAM me- ninggal dunia. Meski menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di Jawa Timur, pengaruh Pak Tandyo, begitu ia akrab disapa, cukup besar di Jakarta. Koleganya di Ibu Kota pun merasa kehilangan. Selamat jalan Pak Soetandyo Wignjosoe- broto. Tak terkatakan betapa saya, kita semua, kehilangan teramat besar Semoga Tuhan melimpahkan kasih sayangNya, membalas budi baik Ba- pak dalam mengajar kami, menebar- kan ilmu dan suri tauladan. KE HALAMAN 7■ SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 NO. 293 TAHUN XXVI TERBIT 24HALAMAN HARGA Rp 1.000 THE BESTOF JAVA NEWSPAPER INDONESIA PRINT MEDIA AWARD (IPMA) 2013 Begawan HAM Dikebumikan di Keputih Pagi Ini■ C AT rumah putih itu sudah mengelu- pas. Beberapa bagian atapnya mulai runtuh tergerus air hujan. Dan ubin putih itu sudah kusam. Di pojok belakang rumah itu ada sebuah ruang berukuran 4 x 3 meter. Ruangan sederhana yang terpisah dari rumah induk itu laiknya sebuah perpustakaan. Di seluruh sisi ruangan terdapat rak yang berisi ratusan buku. Tepat di tengah- tengah ruang ada tempat tidur tua lengkap dengan bantal dan gulingnya. Di atas tempat tidur dipasang rak kecil berisi buku, karikatur dan sebuah piagam penghargaan Yap Thiam Hien Award (YTHA). Sementara di depan tempat tidur tertempel foto perempuan berparas ayu tersenyum. Satu-satunya barang mahal yang ada di ruangan itu adalah sebuah televisi LED 22 inci yang diletakkan di antara rak bukunya. Itulah kamar Prof Soetandyo Wignjoso- ebroto di rumah dinas di Jalan Dharma- wangsa 3 Surabaya. Perempuan ayu di Nama Soetandyo Wignjosoe- broto bisa jadi menggetarkan bagi para pembela maupun musuh HAM di Indonesia. Namun ada hal lain yang membuatnya dikenal orang, selain sebagai pembela kema- nusiaan. Hal besar itu adalah kesederhanaan hidupnya. Belajar Kesederhanaan dari Prof Tandyo Lebih Suka Berkendara Vespa Butut Anggota Polres Mojokerto Kota Diperiksa■ KE HALAMAN 7■ KE HALAMAN 7■ KE HALAMAN 7■ Sejak Kecil Ingin Jadi Bodyguard FAHMI berpostur tegap. Tak mengherankan kalau kemudian si penembak tidak percaya ketika ia meng- aku bukan Brigadir Fadli, anggota polisi yang dicari. Posturnya memang cocok menjadi aparat keamanan. Memang profesi pemuda 25 tahun ini tidak jauh dari situ. Ia adalah tenaga keamanan (satpam) di sebuah hotel di Bali. Sejak Lebaran kemarin, Fahmi mudik dan minta restu untuk mengikuti pendidikan satuan keamaan (satpam) di Watu Kosek dalam waktu dekat. KE HALAMAN 7■ KAPANLAGI SURYA/NURAINI FAIQ KE HALAMAN 7■ Bisakah polisi mengungkap motif mengapa Fadli dicari pembunuh? join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  2. 2. surya.co.id | surabaya.tribunnews.com ROADTOELECTION SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 | JAKARTA, SURYA - Ahmad Fathanah, terdakwa kasus suap dagingimportertawasaatmende- ngar Hakim Nawawi Pomolango menyinggungdalampersidangan menyinggung lagu dangdut yang dinyanyikan Sefty Sanustika, istri keempat Ahmad Fathanah. Hakim menyinggung lagu saat meminta keterangan saksi Johannes, pria yang menjual rumah seharga Rp 500 juta kepada Fathanah. Awalnya, Hakim Nawawi menanyakan dimana mengenal Sefty. Hal itu ditanyakan lantaran hakim te- ngah menelisik jauh soal proses pembelian rumah di kawasan Permata Depok. “Dimana kenal Sefty? Apakah saudara pernah lihat di TV? Dengar lagunya itu lagu ‘PKS,” tanya Hakim Nawawi. Fathanah yang duduk di kursi terdakwa tak dapat me- nyembunyikan tawanya ketika mendengar pertanyaan hakim untuk Johanes itu. Fathanan lalu menundukkan kepalanya untuk sekedar menyembunyikan rasa gelinya di depan Majelis Hakim. Sementara, Johannes mengaku tidak tahu soal lagu baru Sefty. Lagu Sefty sempat menjadi hits dan banyak diputar di stasiun televisi. Lagu yang di- lansir setelah Ahmad Fathanah ditahan itu berjudul Papa Kini Sendiri atau yang lebih banyak disingkat PKS. Johanes menjual rumah di Permata Depok, Cluster Berlian 2 Blok H2 Nomor 15 pada Sefty sekitar bulan Juli 2012. Namun rumah yang di jual seharga Rp 500 juta itu, diminta Fathanah untuk ditulis Rp 300 juta dalam Akta Jual Beli (AJB). Saksi lain yang dihadirkan kemarin adalah Sholehah, Kar- yawan di kantor notaris yang menangani jual beli rumah terse- but. Sholehah mengaku diminta Fathanah untuk menyembunyi- kan nilai sebenarnya harta terse- but. Sholehah mengungkapkan, Fathanah meminta agar harga beli rumah dalam aktanya ditu- lis Rp 300 juta saja. “Sesuai dengan permintaan Pak Ahmad,” ungkap Sholehah dalam persidangan yang berlang- sungdiPengadilanTindakPidana Korupsi Jakarta, Senin (2/9). Selanjutnya, rumah ini di- atasnamakan Sefti Sanustika. Menurut Sholehah, pembuatan akta jual beli rumah tersebut di- lakukan di kantor notaris Nuke Nurul Soraya dengan alasan kewilayahan. Sholehah yang juga adik ipar Fathanah ini mengaku tidak tahu mengenai pekerjaan Fathanah yang sesungguhnya. Dia juga mengaku tidak tahu ihwal per- nikahan Fathanah dengan Sefti Sanustika.(tribunnews.com) SURABAYA, SURYA – Empat hari lagi, pasangan cagub-cawagub pemenang Pil- gub Jatim 2013 akan ditentukan. Pentuan dilakukan lewat rekapitulasi hasil pemu- ngutan suara secara manual, Sabtu (7/9) mendatang. Komisioner KPU Jatim Nadjib Hamid mengatakan, rekapitulasi digelar di Hotel Shangrila Surabaya, mulai pukul 09.00 WIB. “Semua dari 38 KPU Kabupaten/ Kota se-Jatim akan diundang,” ujarnya, Senin (2/9). Empat passangan cagub-cawagub di- undang untuk mengikuti penghitungan manual itu. Terdiri pasangan Soekarwo- Saifullah Yusuf (KarSa), Eggi Sudjana- Muhammad Sihat (Beres), Bambang DH- Said Abdullah (Jempol), dan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah). “Bawaslu dan lembaga terkait lainnya juga diundang,” jelasnya. Saat ini, penghitungan manual sudah selesai di tingka PPK (kecamatan). Berda- sarkan jadwal KPU, Selasa hari ini hingga Rabu (4/9) penghitungan dilakukan di- tingkat KPUD kabupaten. Sementara itu dalam rekapitulasi di tiga kecamatan Kota Batu, pasangan KarSa unggul telak. Di PPK Junrejo, KarSa mendulang 53 persen (12.488 suara), disusul Berkah 30 persen (6.958), pasangan Bambang DH- Said Abdullah (Jempol) 15 persen (3.546), urutan buncit pasangan Egi-sihat 2 persen (554). Di PPK Batu, KarSa unggul dengan 51,3 persen (22.035), Berkah 34,9 persen (14.994), Jempol 11,4 persen (4.909), dan Egi-Sihat 2,4 persen (1.042). KarSa juga unggul di PPK Bumiaji. Di wi- layah yang mayoritas penduduknya petani itu, KarSa mengantongi 17.128 suara, urut- an kedua masih Berkah 8.813 suara, Jempol 3.797 suara, dan Egi-Sihat 779 suara. Perolehan suara total untuk pasangan KarSa sebanyak 51.651 suara, Berkah 30.765 suara, Jempol 12.252, serta urutan buncit Egi-Sihat 2.375 suara. (uji/iks) Masih Pikir-Pikir Nyapres TASIKMALAYA, surya - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Surya- dharma Ali menyatakan masih pikir-pikir untuk ikut mencalon- kan presiden. Ia mengaku masih mem- pertimbangkan dan mengkaji dukungan danm permintaan sejumlah kalangan yang men- dorongnya maju dalam Pilpres 2014 mendatang. “Saya sedang melakukan ertimbangan-pertimbangan. Ba- gaimana pun juga aspirasi mere- ka tidak boleh diabaikan begitu saja, perlu dipertimbangkan di- kaji di analisis,” kata Suryadhar- ma usai menyerahkan bantuan bagi mantan jamaahAhmadiyah di Masjid Agung Baiturahman, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (2/9). Tokoh yang biasa dipanggi dengan inisial SDA tersebut me- nuturkan, dukungan pencalonan menjadi presiden sudah disam- pai kan 20 DPW PPP (tingkat provinsi). Bahkan dukungan juga datang dari ulama-ulama. “Aspirasinya agar ketua umum PPP bersedia mencalonkan diri menjadi presiden,” kata Menteri Agama RI itu. Ia menyatakan akan terus mencermati semua perkem- bangannya untuk mengetahui besaran dan logisnya dukungan menjadi calon presiden.“Saya dalam waktu dekat ini akan menggelar rapat pleno peng- urus harian DPP PPP untuk membahas perkembangan ini, bagaimana sikap PPP,” katanya. Terkait kemungkinan ia hanya menjadi calon wakil presiden, Suryadarma belum dapat memutuskannya sebelum dilakukan analisa.”Saya belum mengatakan maju sebagai wa- kil, kita sedang lakukan analisa dalam perkembangan-perkem- bangan,” katanya. Irman Tiru Obama Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengaku sudah man- tap melangkah dalam konvensi capres Partai Demokrat. Irman optimistis bisa memenangi tiket capres Demokrat yang dipere- butkan 11 peserta tersebut. Disinggung rencana mundur dari jabatan Ketua DPD, Irman menyatakan tak akan melepas- kan jabatan pimpinan senator di Indonesia tersebut. Menurutnya keikutserta- annya dalam Konvensi Partai Demokrat tak mengganggu pe- kerjaannya di DPD. “Yang nggak boleh itu kan rangkap jabatan seperti Presiden dengan jabatan Ketua DPD. Di lihat saja di undang-undangnya. Itu sudah diatur,” kata Irman ke- pada Tribunnews (grup Surya). Irman menjelaskan, tak ada masalah seorang pimpinan sena- tor aktif mengikuti proses penjari- ngan calon kepala pemerintahan. Irman lalu mencontohkan, se- orang Barack Obama yang juga tetap menjadi seorang senator pada saat mengikuti konvensi sebelum akhirnya menjadi Pre- siden Amerika Serikat. “Jadi lihat saja Obama, dia maju dalam capres tapi dia tetap jadi senator, dan lawan- nya Obama juga begitu. Dan Obama waktu kampanye pencapresannya itu, dia nggak meninggalkan jabatannya se- bagai senator. Dan setelah dia jadi Presiden, baru posisinya digantikan oleh yang lain un- tuk duduk di senator,” tukas Imran. (ant/tribunnews.com) surya/DOK SURYADHARMA ALI surya/DIDIK MASHUDI SOWAN - Cawagub incumbent Saifullah Yuduf (kanan) sowan kepada KH Idris Marzuki di komplek Ponpes Lirboyo Kediri, Senin (2/9) KPU Gelar Rekapitulasi Akhir Sabtu Depan Malaysia Tangkap 717 TKI Ilegal KUALA LUMPUR, surya - Sebanyak 717 pendatang gelap asal Indonesia ditangkap De- partemen Imigrasi Malaysia. Mereka tertangkap dalam razia yang digelar petugas Malaysia selama sepekan terakhir. Menteri Dalam Negeri Ma- laysia Datuk Seri Ahmad Za- hid Hamidi, dalam keterangan pers di Putrajaya Senin (2/9) kemarin mengatakan, 717 imigran gelap asal Indonesia itu merupakan bagian dari 2.433 pendatang gelap yang terjaring operasi di berbagai lokasi terpisah. Kantor berita Bernama, me- laporkan Menteri Zahid Ha- midi mengatakan pendatang gelap asal Indonesia tercatat sebagai kelompok imigran gelap terbanyak yang ditang- kap, disusul oleh pendatang asal Myanmar sebanyak 555 orang, Bangladesh 387 orang dan pendatang asal Nepal sebanyak 229. “Ini menunjukkan keserius- an Kementerian Dalam Negeri 20 DPW PPP Sudah Resmi Meminta Irman Gusman Tiru Obama ■ ■ SDA mengaku para ulama juga telah memintanya maju dalam Pilpres. Akan mencermati dulu perkembangan politik. Segera membahas pencapresan dalam rapat pleno pengurus harian DPP PPP ■ ■ ■ storyhighlights inter-nas surya/ANTARA SENYUM - Ahmad Fathanah tersenyum dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 16 Agustus lalu. Tertawa Dengar Lagu PKS Sefty dan Departemen Imigrasi. Ini bukan tindakan sesaat,” kata Datuk Seri Ahmad Zahid Ha- midi. “Operasi ini bukan musiman dan operasi tidak akan berakhir pada 31 Desember tahun ini. Ini merupakan operasi terus mene- rus dan tidak akan berkompro- mi,” tambahnya. Pemerintah Malaysia mener- junkan puluhan ribu polisi, ten- tara, petugas imigrasi dan pihak berwenang daerah untuk mem- buru tenaga kerja asing gelap. Para pejabat mengatakan fokus operasi ini adalah imig- ran yang mendaftarkan diri di bawah program pemutihan tetapi gagal menindak lanjuti pemrosesan selanjutnya. Na- mun sejumlah kelompok HAM menyatakan banyak orang yang ditangkap sebenarnya adalah korban perdagangan manusia. (bbc) join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  3. 3. Surya Biz inisiatif peningkatan produksi telah dilakukan Kementerian Ke- lautan dan Perikanan (KKP) untuk memanfaatkan peluang pasar ekspor ini. Salah satunya melalui koordinasi dengan bupati di Jawa yang memiliki potensi budidaya udang, termasuk di Jatim.  Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas kelautan dan Perikanan Jatim, Totok Sudarto menyebut, Jatim memiliki bebe- rapa daerah potensi budidaya udang, seperti di Sidoarjo dan Pasuruan. Tetapi budidaya se- ringkali masih terkendala kondisi alam, seperti masa kemarau dan ada penyakit. Akibatnya nilai ekspor udang dari Jatim juga belum bisa melonjak. “Jumlah ekspor masih naik tetapi dibandingkan pertumbuhan semester pertama masih 5-6 persen, padahal tahun lalu per- tumbuhan bisa sampai 10 persen di semester satu,” ungkapnya. AS merupakan salah satu pasar ekspor udang Jatim. Sekitar 20 persen ekspor dari Jatim dikirim ke negara itu. Pasar ekspor terbesar lain, seperti Eropa dan Jepang. Berdasarkan data yang dihim- pun Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim, nilai ekspor ikan dan udang sepanjang Juli 2013 berkontribusi terbesar ketiga di kelompok non migas, sebesar 6,28 persen dari total ekspor non migas sepanjang Juli 2013 yang mencapai 1,25 miliar dolar AS. Kepala BPS Jatim, M Sairi Has- bullah menyebutkan, sepanjang Juli 2013, ekspor ikan dan udang Jatim mencapai 78,7 juta dolar AS. Dibandingkan bulan sebe- lumnya 52 juta dolar AS, terjadi peningkatan sekitar 51,5 persen. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juli 2013, total ekspor ikan dan udang Jatim tercatat hampir 370 juta dolar AS. Tumbuh 0,91 persen ke- timbang periode sama di tahun sebelumnya yang senilai 366 juta dolar AS. (rey/ben) ANTARA/Sigid Kurniawan Cegah Penyakit - Pemerintah telah meluncurkan program revitalisasi tambak udang, dengan penerapan biosekuriti --pengelolaan risiko biolo- gi secara komprehensif dan sistematis untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan hewan. Langkah ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit, dan untuk meningkatkan produksi udang secara berkualitas. Jatim Menyumbang Hampir 20 Persen Tambah Daya Gratis Diburu Pelanggan SURABAYa, surya - Permin- taan daya listrik di Jawa Timur terus meningkat. Selain pelang- gan baru bertambah, pelanggan PLN yang menambah daya juga terus meningkat, kendati mere- ka bakal menghadapi kenaikan tarif tenaga listrik tahun ini. PLN Distribusi Jatim men- catat, pelanggan lama yang melakukan penambahan daya jumlahnya cukup besar. Hingga Juli 2013, pelanggan yang me- nambah besaran daya mencapai 135.400 pelanggan. HumasPLNDistribusiJatim,Su- riadi Madia mengatakan, dari total pelanggaan yang menambah daya itu, 129.700pelanggandiantaranya yang menambah daya untuk 450 KVA sampai 55.00 VA. Ini berarti ada 5.700 pelanggan yang menam- bahdayasampai200kVA. Sekitar 96 persen pelanggan yang menambah daya besar , mulai 450 KVA sampai dengan 5.500 KVA, ujar Suriadi, di Su- rabaya, Senin (2/9). Program tambah daya gratis yang ditawarkan PLN di masa Lebaran lalu turut memberi andil penambahan pelanggan yang tambah daya. Dari program tambah daya gratis sampai 31 Agustus lalu, jumlah pelanggan tambah daya di Jatim sudah 21.509 pelanggan dari total 231.145 pelanggan se Indonesia, ungkapnya. Suriadi menambahkan, prog- ram tambah daya gratis PLN ini diperpanjang sampai 31 Oktober 2013. Program ini untuk memu- dahkan masyarakat yang selama ini mau tambah daya, dan me- manfaatkan kelebihan pasokan listrik yang ada, khususnya di Jawa Timur, tambahnya. Hingga Juni 2013, jumlah pe- langgan PLN di Jatim mencapai 8.775.243. Dengan kinerja daya sebesar 13.772 MVA, jumlah pendapatan mencapai Rp 10,576 miliar. (rey) surya.co.id | surabaya.tribunnews.com HALAMAN | | SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 Jatim Paling diminati Sampai triwulan I 2013, Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi yang paling diminati atau paling banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara (wisnus). Darai catatannya, provinsi ini telah dikunjungi sebanyak 10,52 juta wisnus. Disusul Jawa Barat sebanyak 8,04 juta, Jawa Tengah 7,55 juta, DKI Jakarta 3,32 juta, dan Sumatra Utara 2,70 juta wisnus. Diperkirakan target pergerakan 250 juta wisnus sampai tutup tahun 2013 akan tercapai. Mari Elka Pangestu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif surya/SUGIHARto DipERPANJANG - PLN memperpanjang program tambah daya gratis hingga Oktober 2013. Langkah ini diharapkan bisa dimanfaatkan pelanggan listrik di Jatim. Konsumen Paling Puas Layanan Servis di Dealer Ford Jakarta, surya - Saat ini, makin banyak agen tunggal pe- megang merek (ATPM) bersama jaringan dealernya memberikan layanan yang makin memuas- kan atau di atas rata-rata. Nilai rata-rata tahun ini 755 atau naik 15 poin dari skala 1.000 yang diberikan lembaga tersebut. Menurut rilis Customer Ser- vice Index (CSI) JD Power Asia- Pacific 2013 untuk konsumen mobil tahun ini, terjadi perge- seran besar-besaran untuk posisi atau nilai tertinggi. Pada tahun ini, Ford, berada di top dengan poin 772, disusul Isuzu (764), Chevrolet (763), Kia (760), Mazda (760), Honda (759), Nissan (759), Mitsubishi (758) dan Toyota (755). Hanya tiga ATPM yang dinilai JD Power memberikan layanan servis purna jual masih di bawah nilai rata-rata industri, yaitu Hyundai, Daihatsu dan Suzuki, masing-masing 752, 750 dan 745. Studi tahun ke-13 ini mengukur kepuasanpemilikkendaraanyang mengunjungi pusat layanan resmi untuk merawat dan memperbaiki kendaraannya dalam 12-24 bulan pertama setelah dimiliki. Studi ini ini menilai tingkat kepuasan, yaitu kualitas servis, waktu mulai pengerjaan, fasili- tas servis, pengambilan kenda- raan dan layanan teknisi. Menurut JD Power, tingkat kepuasan pelanggan di Indone- sia pada 2013, rata-rata 755 poin, naik 15 poin dibanding tahun 2012. Kepuasan pelanggan makin meningkat dari tahun ke tahun di semua aspek, memulai pengerjaan servis (+18 poin) dan layanan montir (+15 poin). Pelanggan yang mengatakan kendaraan mereka diservis ha- nya 1 jam, meningkat 19 poin dibanding yang memperoleh layanan empat jam atau lebih. Sedang kepuasan pelanggan untuk proses dokumentasi dan pembayaran, untuk lima menit, naik 14 poin lebih dibandingkan dengan 16 menit atau lebih. “Selain waktu pengerjaan ser- vis, pelanggan juga menghabis- kan waktu menembus kemacetan, sebelum dan sesudah servis. Ini memperlama waktu total servis kendaraan,” jelas Rajeev Nair, Direktur JD Power Asia Pacific Singapura. (kompas.com) Ekspor Udang ke AS Terbuka surabaya, surya - Di saat nilai tukar dolar AS terhadap rupiah beranjak naik, para pe- laku usaha dan peternak udang Indonesia memiliki peluang be- sar melakukan ekspor ke Ame- rika Serikat (AS). Sayangnya, produksi udang di Indonesia belum bisa dipacu, sehingga peluang pasar ekspor itu belum bisa dimanfaatkan. Peluang ekspor udang ke negara adidaya itu terbuka lebar, mengingat beberapa negara produsen udang kini mengalami penurunan pro- duksi akibat penyakit udang. Sementara, permintaan udang di AS tetap tinggi. VicePresident1AP5I(Asosia- si Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia), Johan Suryadarma mengatakan, sebenarnya bera- papun tambahan jumlah eks- por dari Indonesia bisa dengan mudah masuk ke AS. Menurutnya, kondisi indus- tri dan pengelolaan udang di Indonesia saat ini masih aman. Data AP5I menunjukkan, jumlah impor udang AS Ja- nuari hingga Juni 2013 sebesar 223.825 MT. Jumlah ini menu- run 6,67 persen dibanding de- ngan jumlah impor udang di masa Januari-Juni 2012 sebesar 239.826 MT. Turunnya jumlah impor itu karena pasokan udang dari negara pengekspor terbesar ke AS anjlok. Thailand sebagai pengeks- por udang terbesar, dalam periode Januari-Juni 2013 hanya memasok udang 41.034 MT. Padahal, dalam periode yang sama tahun lalu, Thai- land bisa mengekspor udang sampai 60.071 MT, atau ada penurunan 31,69 persen. Penurunan juga dialami peng- ekspor terbesar kedua, Ekuador, yang turun 11,2 persen selama semester pertama tahun ini. Dari 44.096 MT menjadi 39.149 MT. Ekspor udang Indonesia ke AS sendiri di semester pertama ini juga turun 4,4 persen. Dari jumlah ekspor udang sebesar 37.416 MT di semester awal 2012 menjadi 35.769 MT tahun ini. “Ini kesempatan bersama, petani tambak harus bisa mena- tap ke depan dalam mengatur budidaya dan pembiayaan. Di sisi lain pemerintah juga harus mendukung, dengan memberi fasiltas infrastrukutur dan pemo- dalan,” ujar Johan, Senin (2/9). Selain berharap dukungan infrastruktur sehingga nilai jual udang lebih kompetitif, ia juga meminta pengawasan produk perikanan yang ma- suk Indonesia. “Negara lain sudah terserang penyakit, kita harus waspada membentengi jangan sampai ada selundupan yang bisa menyebarkan penyakit,” pe- sannya. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas kelautan dan Perikanan Jatim, Totok Sudarto membenarkan adanya peluang ekspor ke AS. “Dari 10 negara pengekspor udang terbesar ke Amerika, tujuh di antaranya mengalami penurunan, kita harusnya bisa menggenjot produksi, diharap- kan eksportir dan pembudida- ya bisa memanfaatkan kondisi ini,” ujar Totok. (rey) Mayoritas Negara Penyuplai Udang Bermasalah■ Januari-Juni 2013, impor udang AS sebanyak 223.825 MT, atau turun 6,67 persen dibanding periode sama 2012 Dari 10 negara pengekspor, tujuh di antaranya mengalami penurunan Thailand pengekspor udang terbesar, selama 2013 turun 31,69 persen ■ ■ ■ storyhighlights skyscrapercity join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  4. 4. 4 surya.co.id | surabaya.tribunnews.com FINANCE SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 | SURABAYA, SURYA - Stok pangan yang tidak sebanding dengan permintaan pasar sedi- kit banyak membantu tingkat inflasi di Jatim. Salah satunya, populasi sapi dan kerbau yang berdasarkan hasil sementara Sensus Pertanian 2013 oleh Ba- dan Pusat Statistik (BPS), turun dibanding tahun 2012. Tak tanggung-tanggung, da- lam kurun waktu dua tahun, pe- nurunan populasi sapi di Jatim mencapai 1,2 juta ekor atau yang terbesar ketimbang provinsi lain di Tanah Air. Kepala BPS Provinsi Jatim, M Sairi Hasbullah menyebutkan, populasi sapi dan kerbau di Jatim pada 1 Mei 2013 tinggal 3,83 juta ekor dibanding catatan per Juni 2011yangmencapai5,03jutaekor. Penyebabnya, sebagai pema- sok sapi terbesar, daerah lain ha- rus mengambil sapi dari Jatim. Jadi ini menyebabkan populasi sapi di Jatim terus berkurang,” ujar Sairi, Senin (2/9). Faktor harga juga dianggap menjadi penyebab. Harga sapi terus menunjukkan lonjakan, masyarakat terutama pemilik sapi, memilih untuk memotong sapinyasendiriketimbangmem- beli daging sapi ke pedagang. Guna menghindari anomali inflasi pada September 2013, Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPDS) Jatim, Muthowif mengusul- kan, sejak saat ini pemerintah daerah harus mengantisipasi ketersedaan stok, apalagi men- jelang Idul Adha. Kebutuhan sapi potong pada Idul Adha berkisar 700 hingga 900 ekor. Rinciannya, antara 500 hingga 700 ekor untuk ke- butuhan Idul Adha, dan 200 ekor untuk keperluan konsumsi reguler. “Masalahnya, selama ini ada ketidaksesuaian data jumlah sapi yang ada pada pemerintah dengan di lapangan. Ini karena pemerintahmenghitungnyadari sapi yang belum siap potong,” kata Muthowif. KepalaDinasPeternakanJawa Timur, Maskur meyakinkan, un- tuk keperluan Idul Adha tahun ini jumlah sapi potong masih mencukupi meski terjadi lonjak- an permintaan antara 30 persen hingga 50 persen dibandingkan hari normal. Pada hari normal, dipotong paling banyak 1.200 ekor sapi. Dengan Idul Adha, bisa melonjak kira-kira sampai 1.800 ekor. Tapi itusudahkamipersiapkan,”sebut Maskur, Senin (2/9). (ben) ANTARA ANDIL TOMAT - Petani memanen tomat di lahan mereka. Komoditas utama di kelompok bahan makanan yang sumbangannya terbesar terhadap inflasi Agustus 2013 di Jatim adalah bawang merah dan tomat sayur. BPS Sebut Populasi Sapi Turun 1,2 Juta Ekor Anomali Inflasi Jatim SURABAYA, SURYA - Tingkat inflasi di Jatim pada Agustus 2013 mencapai 0,97 persen. Mes- ki menurun dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 2,96 persentapilajuinflasiinimelam- pauiprediksiBankIndonesia(BI) yang sebelumnya menyebutkan di kisaran 0,81 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim, M Sairi Hasbullah menyebutkan ada- nya anomali dalam inflasi Jatim pada Agustus 2013 ini. Setelah Lebaran, lazimnya inflasi tidak terlalu terlalu tinggi, bahkan cenderung terjadi deflasi. “Tapi ini tetap tinggi. Ke- mungkinan karena harga-harga yang naik pada Juli kemarin ti- dak turun meski Lebaran telah usai,” katanya dalam jumpa pers, Senin (2/9). Dengan tingkat inflasi 0,97 persen, laju inflasi tahun kalen- der (Januari 2013 hingga Agus- tus 2013) sebesar 7,06 persen se- mentara year on year (Agustus 2013 terhadap Agustus 2012) sebesar 8,06 persen. Sairi menjelaskan, pemi- cu utama inflasi Jatim pada Agustus 2013 adalah kelompok bahan makanan. Menjelang Lebaran terjadi lonjakan per- mintaan yang sangat tinggi terhadap kelompok barang ini. Selain bahan makanan, ke- lompok lain yang berdampak signifikan terhadap inflasi Jatim sepanjang Agustus 2013 adalah kelompok sandang, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar ; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan temba- kau,sertakelompokkesehatan. “Komoditas utama di kelom- pok bahan makanan yang sum- bangannya terbesar terhadap in- flasi adalah bawang merah dan tomat sayur,” tambah Sairi. Di kelompok sandang, emas perhiasan menjadi komoditas utama yang memberikan sum- bangan inflasi terbesar di Jatim dengan persentase perubahan harga 9,6 persen dan sumbang- an terhadap inflasi sebesar 0,19 persen. Sesuai data yang dilansir kemarin, dari tujuh kota yang IHK (Indeks Harga Konsu- men) di Jatim, yakni Sura- baya, Madiun, Probolinggo, Malang, Kediri, Sumenep, dan Jember, tingkat inflasi tertinggi dialami Probolinggo dengan laju sebesar 1,41 per- sen. Tingkat inflasi terendah terjadi di Malang, yakni 0,77 persen. Secara nasional, tingkat infla- si sepanjang Agustus 2013 ada- lah sebesar 1,12 persen. Angka ini lebih rendah ketimbang in- flasi di bulan sebelumnya yang menembus 3,29 persen. Kepala BPS Pusat, Suryamin, mengatakan bahwa inflasi pada Agustus dipengaruhi oleh har- ga sejumlah komoditas yang masih tinggi di beberapa dae- rah. Dampak kenaikan harga BBM di bulan Juni lalu sudah berkurang, terangnya. Dari 66 kota yang menjadi IHK, inflasi tertinggi terjadi di Sorong dan Ambon, masing- masing 6,47 persen dan 4,79 persen. Sedangkan inflasi terendah, yakni 0,15 persen, terjadi di Pangkal Pinang. Suryamin memaparkan, pe- micu utama inflasi Agustus 2013 adalah emas perhiasan yang ke- cenderungan harganya terus me- lonjakseiringlonjakanhargaemas di pasar internasional. Komoditas ini, memberikan andil 0,12 persen terhadapinflasiAgustus2013. Harga emas perhiasan melon- jak 6,11 persen dibanding bulan sebelumnya dan dan terjadi di 57 kota yang menjadi IHK. Ber- dasarkan situs logammulia.com, harga emas di PT Antam (Perse- ro) Tbk Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) kantor perwakilan Surabaya, mencapai Rp 554.000/gram, lebih rendah dari Jumat (30/8) yang senilai Rp 563.000/gram sementara harga buybackmenurundariRp490.000 menjadiRp481.000.(ben) Untuk Agustus 2013 Tetap Tinggi■ BPS Pusat menilai, inflasi Agustus 2013 menurunn dibandingkan Juli 2013 (3,29%) tapi masih relatif tinggi dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun terakhir. Pada 2011, inflasi Agustus tercatat 0,93 persen dan pada 2012, inflasi Agustus mencapai 0,95 persen. ■ ■ INFLASI NASIONAL HARGA EMAS PERKIRAAN PASAR 1/9 2/9 DOLAR AS/TROY OUNCE (24 KARAT) 1.395.27 1.393.82 Rp 494.000/gram MATA UANG KURS JUAL KURS BELI HKD 1,415.64 1,401.40 MYR 3,334.45 3,298.03 SGD 8,614.82 8,523.14 THB 341.96 337.80 KURSVALAS SUMBER: BANK INDONESIASUMBER: BLOOMBERG I I I I I 27 I I I I I 28 I I I I I 29 I I I I I 30 I I I I I 2 I I I I I 27 I I I I I 28 I I I I I 29 I I I I I 30 I I I I I 2 I I I I I 27 I I I I I 28 I I I I I 29 I I I I I 30 I I I I I 2 IHSG Jakarta 4.500 4.300 4.100 3.900 Minyak/Dolar AS 120,00 110.00 100.00 90.00 Rupiah/Dolar AS 11.500 10.500 10.000 9.500 4.195,09 109,27 108,28 10.935 11.184 4.103,59 I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I 109,27I109,27I109,27I109,27I109,27 108,28 I 108,28 I I I I108,28I I I108,28 I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I11.184I11.184I I11.184 I I I I11.184I I I11.184 I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I 4.195,09 I 4.195,09 I 4.103,59 I4.103,59 I I4.103,59I I I I4.103,59 I I I 4.101,23 107,18 11.371 P ERTUMBUHAN ekonomi sulit dipelihara bila stabilitas pasar keuangan tidak terjaga. Karenanya, ren- cana AS mengurangi stimulus moneter diharapkan hati-hati sehingga tidak mengganggu stabilitas keuangan dunia. Kebijakan pengurangan stimulus moneter merupakan wilayah otoritas AS tapi masalahnya dalam exit stra- tegy dan masa transisi perlu dikomunikasikan dan adanya transparansi. Perlu adanya koordinasi dengan negara-negara lain, kata Staf khusus Presiden bidang ekonomi, Firmanzah di sela mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam lawatan ke Kazakshtan, Senin (2/9). Menurut pria kelahiran Surabaya, 7 Juli 1976 ini, dalam pertemuan pemimpin negara-negara anggota G20, SBY akan menyampaikan perlunya solusi bersama men- jaga stabilitas pasar keuangan dunia. Presiden berencana menggunakan pertemuan G20 itu sebagai kesempatan memahami apa yang terjadi di tingkat global dan pan- dangan para pemimpin dunia terkait kebijakan ekonomi saat ini. Pertemuan Puncak G20 di Rusia kali ini tidak kalah pen- ting dari pertemuan puncak pertama dan kedua G20 di Washington dan London pada 2008 dan 2009. Mengingat situasi ekonomi dunia meng- hadapi persoalan baru. Negara kita juga salah satu yang terdampak, ekonomi kita juga mendapatkan tekanan baru, tambah Firmanzah. (ant) FIGUR FIRMANZAHFIGUR Butuh Stabilitas Keuangan ANTARA JAKARTA,SURYA -PTMandi- ri Sekuritas menggandeng enam Manajer Investasi (MI) untuk melakukan kerja sama pemasa- ran produk Reksa Dana dengan target sekitar Rp 6 triliun hingga satu tahun ke depan. Kami menjadi sekuritas perta- ma di Indonesia yang menyedia- kan jalur distribusi alternatif dari produk-produk reksadana, ujar Direktur Utama Mandiri Sekuritas, AbiprayadiRiyanto,Senin(2/9). Enam manajer investasi itu adalah AAA Asset Management, AshmoreAsset Management, East- pring Investments Indonesia, Bata- via Prosperindo Aset Manajemen, CiptadanaAsset Management, dan MandiriManajemenInvestasi. Menurut Abiprayadi, reksa- dana sebagai salah satu produk investasi di pasar modal terus tumbuh dan berkembang seiring semakin meningkatnya kalang- an menengah Indonesia yang potensial bagi segmen ritel. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juli 2013, dana kelolaan yang dihim- pun melalui reksadana menca- pai Rp 189,855 trilin. Jumlah ini untuk produk yang ditawarkan melalui perbankan serta perusa- haan efek yang terafiliasi dengan manajer investasi. Direktur Capital Market Man- diri Sekuritas, Laksono Widodo menambahkan, selama ini per- usahaan manajemen investasi ke- las menengah kerap menghadapi situasi karena produk-produk reksadana yang tersedia belum dipasarkan oleh perbankan. Kami dapat berfungsi seba- gai agen penjual efek reksadana dan membuka kesempatan untuk menjaring investor yang lebih luas lagi kepada perusa- haan manajer investasi dengan produk-produk reksadana ber- kinerja bagus, paparnya. Program kerja sama ini op- timistis menjadi pilihan utama investor reksadana, karena memiliki keunggulan dalam pe- mahaman terhadap kondisi dan perkembangan pasar saham, serta obligasi yang merupakan aset pokok dari reksadana. Laksono menjelaskan, Mandi- ri Sekuritas sekarang memiliki sekitar 22.000 nasabah, yang dipastikan punya ketertarikan untuk berinvestasi pada reksa- dana. (ant) Mandiri Sekuritas Gandeng 6 Manajer Investasi ANTARA KERJA SAMA PEMASARAN - Dirut Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto (dua dari kanan) berbincang dengan Direktur Mandiri Investasi Wendy Iskandar (kiri), Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas Laksono Widodo (kedua kiri) dan Dirut Eastpring Investment Indonesia Riki Frindos (kanan) usai penandatanganan kerja sama. Bidik Potensi Kelas Menengah■ join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  5. 5. surya.co.id | surabaya.tribunnews.com JAWATIMUR| SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 jombang, surya - Ratus- an warga berebut sembako di Kelenteng atau Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Hong San Kiong, Gudo, Jombang, Senin (2/9) sore. Acara rebutan sembako ini sebagai penutup dari prosesi ritual King Ho Ping yang digelar umat Tri Dharma di kelenteng yang sudah berusia ratusan tahun tersebut. Ritual King Ho Ping atau Bu- tho atau Ulambana, atau dalam istilah setempat disebut tradisi rebutan, intinya mendoakan arwah leluhur yang rutin di- lakukan pada bulan Jiet Gwee Cap Go atau bulan ketujuh dalam penanggalan Imlek. Kendati ritual digelar peng- anut Tri Dharma (Konghucu Dharma, Hindhu Dharma dan Budha Dharma), namun yang berebut tak hanya umat Tri Dharma, melainkan umat non Tri Dharma. Yang terakhir ini umumnya berdomisili di seki- tar kelenteng. Meskipun penutup ‘rebutan’ sesaji tersebut merupakan ta- hap terakhir dari prosesi, tapi warga sudah mulai berdatang- an sejak pukul 13.00 WIB. Begitu tahap rebutan dimu- lai, ratusan warga langsung mendekat ke bagian depan kelenteng. Dengan membawa ‘kethak’ atau tiket yang sebe- lumnya sudah dibagikan pihak kelenteng, warga menukarkan kethak tersebut guna menda- patkan paket sembako yang sebelumnya berfungsi sesaji. Ritual dipimpin rohaniwan Nanik Indrawati. Diawali sem- bahyang di altar Thian Yang Maha Kuasa untuk memohon izin mengadakan doa. ”Ini bermakna sebagai pe- ngiriman kepada arwah para leluhur agar seluruh kebutuh- an mereka di alam baka selalu terpenuhi,” jelas Guntoro juru kunci kelenteng.(uto) ponorogo, surya - Se- jumlah penerima beras untuk rakat miskin (Raskin) di Kabu- paten Ponorogo mengeluhkan beras yang dibagikan Badan Urusan Logistik (Bulog) Pono- rogo di bulan Agustus 2013 . Beras miskin yang dibagi- kan dalam karung ukuran 15 kilograman itu mutunya buruk karena kusam, berwarna keku- ning-kuningan, lebih banyak menirnya (beras rontokan) ser- ta ada beras yang menggumpal layaknya bekas dimakan ulat. Oleh karenanya, warga yang terlanjur mendapatkan beras raskin bermutu jelek itu, tidak mau mengonsumsinya. Akan tetapi, justru digunakan untuk menyumbang tetangga dan ke- rabat yang memiliki hajatan di bulan yang makin banyak war- ga memiliki hajatan saat ini. Keluhan raskin tak layak konsumsi karena kualitasnya buruk itu salah satunya disam- paikan, Misni (50) warga Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Oleh karenanya meski sudah me- nerima raskin 15 kilogarm itu, pihaknya tak mengonsumsi- nya melainkan disumbangkan untuk hajatan tetangga atau sanak saudaranya. Warnanya kuning, hancur, dan dipenuhi gumpalan kayak bekas dimakan ulat beras, te- rangnya, Senin (2/9). Selain itu, Misni mengung- kapkan jika kasus beras ber- kualitas buruk itu baru bulan Agustus ini diterimanya. Kami berharap Bulog kede- pan mengirimkan beras yang layak dimakan, imbuhnya. Bulog Siap Ganti Terpisah, Kepala Bulog Ponorogo, Muhammad Yusuf S mengaku sangat berterima kasih saat informasi adanya raskin bulan Agustus yang diaggap warga bermutu jelek dan tidak layak dikonsumsi itu. Pihaknya berjanji akan menjadikan kejadian tersebut, sebagai pembelajaran dan memperketat pengawasan ter- hadap distribusi raskin. Kami akan lebih hati-hati dan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran seluruh jajaran Bulog Ponorogo agar le- bih memperketat pengawasan raskin yang akan didistribusi- kan agar tidak terulang lagi. Jika beras jelek dan belum di- buka di dalam karung dan be- lum dibagi maka akan diganti beras bagus, katanya.(wan) Ini bermakna sebagai pengiriman kepada arwah leluhur.Agar kebutuhan di alam baka terpenuhi. Guntoro juru kunci kelenteng Ribuan Mahasiswa Tolak Pasar Modern ponorogo, surya - Gerah dengan semakin menjamurnya pasar modern yang berdiri di wilayah Kabupaten Ponorogo membuat ribuan mahasiswa turun jalan, Senin (2/9). Ribuan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Ponoro- go mengepung kantor DPRD dan Pemkab Ponorogo. Mere- ka mendesak para pejabat di lingkungan Pemkab dan DPRD Ponorogo memperhatikan dan mempedulikan perekonomian kerakyatan untuk mengurangi kemiskinan dan ketertindasan rakyat Ponorogo. Para pendemo menilai, kini para pemodal sudah mulai menguasai perekonimian di Ponorogo, yakni dengan terus menerus mendirikan toko pasar modern. Sedangkan Pemkab Ponorogo maupun DPRD tidak pernah membuat perangkat peraturan yang membatasi pendirian pa- sar modern. Aksi mahasiswa ini, tidak ha- nya disebabkan menjamurkan bangunan mini market yang sampai pelosok desa, akan tetapi juga atas pembangunan Ponoro- go City Center di JL Ir H Juanda yang dibangun dengan 3 lantai. Kondisi itu, menyebabkan warga Ponorogo yang miskin bakal semakin miskin dan yang kaya bakal semakin kaya karena para pemilik modal bebas ber- main-main di Ponorogo. Selain mampu menguasai monopoli perdagangan juga memicu per- saingan usaha yang tidak sehat, serta merugikan rakyat kecil. Pasalnya, pasar modern akan surya/sudarmawan susut - Sejumlah waduk di Madiun menyusut drastis memasuki musim kemarau. Itu sebabnya Pemkab Madiun akan bangun 2 waduk besar surya/sudarmawan tolak pasar modern - Ribuan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo meluruk kantor DPRD dan Pemkab Ponorogo, mereka menuntut Perda perlindungan dan pengelolaan pasar tradisional dan UMK sekaligus menolak pasar modern, Senin (2/9). Bulog Bagi Raskin Bermutu Rendah Warga Berebut Sembako di Kelenteng Mematikan Pasar Tradisional■ magetan, surya - Berta- hun-tahun warga Desa Mojo- purno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan terganggu limbah kimia yang ditimbulkan dari 43 perusahaan penyamakan kulit di desa setempat. Limbah kimia dari penya- makan kulit yang dibuang ke sungai dan parit tanpa melalui proses sterilisasi terlebih dahu- lu. Akibatnya banyak warga se- tempat yang terserang penyakit kulit dan paru (inspeksi saluran pernafasan atas/ISPA). Anak saya bayi meninggal terkena penyakit paru, mungkin akibat dari polusi yang ditim- bulkan dari pembuangan lim- bah kimia pemyamakan kulit itu,ujar Mul, sekrataris Kelom- pok Masyarakat Korban Limbah Kulit (Kemasaliku) Desa Mojo- purno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan kepada Surya, Senin (2/9). Menurut Mul, pencemaran lingkungan akibat limbah kimia hasil dari penyamakan kulit berlangsungbertahuntahundan sudah dilaporkan ke berbagai instansi, tetapi takda respons. Ketua Paguyuban Penyamak Kulit di Ngariboyo Moch Mat- roem menyangkal kalau ada keluhan warga. Karena warga selama ini warga tidak memper- masalahkan.(st40) Penyamakan Kulit Cemari Lingkungan surya/sutono rebut sembako - Kendati sembako dibagikan oleh pengurus, namun mereka menyebut acara Rebutan Sembako'. Sekda Siapkan Draf Perda Baru■ membunuh dan mematikan sistem perekonomian pasar tra- disional yang ada di Kabupaten Ponorogo. Mudahnya memberikan peri- jinan pasar tradisional menun- jukkan lemahnya sistem kontrol DPRD Ponorogo dan lemahnya pekerjaan para pejabat di ling- kungan Pemkab Ponorogo. Sekda Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono mengaku sudah mempersiapkandrafPerdayang mengatur pasar tradisional dan modern. Rencananya draf itu diajukan ke DPRD Ponorogo. Kami sudah membahasnya dan sudah membentuk tim yang akan mengkritisi draf itu sebe- lum diajukan ke dewan. Tetapi mahasiswa sudah menggelar aksi. Makanya, saat mereka (mahasiswa) minta agar dilibat- kan dalam tim perumusan dan pembuatan draf kami bersama Kepala Dinas Indakop mene- rimanya, kata mantan Camat Dolopo, Pemkab Madiun ini. Draf Perda di antaranya mengatur Usaha Kecil Mene- ngah (UKM). Bagaimana UKM tidak termarginalkan. Teknisnya bagaimana kami belum mengu- sai. Dalam Perda ituisinyabagai- mana UKM dan pasar tradisional tidak didimatikan. (wan) madiun, surya - Pemkab Madiunbakalmembangun2wa- duk raksasa untuk mengurangi dan meminimalisir banyaknya lokasi rawan kekeringan yang ada di Kabupaten Madiun. Inimenyusul,sejumlahwaduk yang ada di wilayah Kabupaten Madiun kerapkali mengalami kekeringan saat musim kemarau yang disebabkan faktor sedi- mentasi dan pendangkalan yang disebabkan masih banyaknya lahan hutan digundul. Kedua waduk yang dipasti- kan bakal dibangun itu adalah Waduk Tugu yang terletak di Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang dan Waduk Kresek, di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Namun dari kedua waduk itu, dipastikan pembangunan awal- nya yang bakal dilaksanakan lebih awal adalah pembangunan Waduk Tugu. Mengapa Waduk Tugu pem- bangunannya lebih didahulu- kan dari Waduk Kresek, karena sejak awal data basenya sudah ada di pemerintah pusat sejak belasan tahun terakhir, terang Bupati Madiun, Muhtarom, Se- nin (2/9). Pembangunan Waduk Tugu, kata Muhtarom, masih dalam tahap studi kelayakan. Hasilnya memang layak untuk mengu- rangi kasus kekeringan di Keca- matan Gemarang, Saradan dan Kecamatan Mejayan. Kemudian bakal menentukan Detail Design Madiun Bakal Bangun 2 Waduk Raksasa Engginering (DED), studi anali- sa dampak lingkungan (Amdal), pembebasan lahan, dan terakhir baru bisa dilaksanakan pemba- ngunan Waduk Tugu. Sekarang memang masih proses, tetapi pemerintah pusat sudah menyetujui pembangun- an Waduk Tugu dan Waduk Kresek, ungkapnya.(wan) join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  6. 6. HALAMAN | | SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 Jawa Timur pamekasan,surya-Mobil dinas milik anggota DPRD Pa­ mekasan, Imam Hosairi, dari Fraksi PKB ditempel stiker bergambar dirinya. Imam Hosairi kembali men­ calonkan diri sebagai calon le­ gislatif(caleg)PKBdengannomor urut 2 dari daerah pemilihan (Dapil) II Kecamatan Proppo dan Palengaan, Pamekasan. Meski stiker yang ditempel di kaca belakang mobil Kijang warna biru muda, berpelat nomor M 324 AP itu berukuran kecil, namun gambarnya cukup menyolok, terutama nomor urut 2 dan lambang PKB. Diketahuinya mobil dinas itu berstiker caleg, ketika mobil diparkir di garasi belakang kantor DPRD Pamekasan, Senin (2/9).Setiaporangyangmelintas di areal parkir itu, secara tak sengaja pandangannya akan tertuju pada mobil berstiker caleg Imam Hosairi. “Ini kan mobil dinas, tidak seharusnya ditempeli stiker alat peraga kampanye. Apalagi sekarang belum waktunya masa kampanye,” ujar salah seorang anggota dewan, yang enggan disebut namanya. Sekretaris DPRD Pamekasan, Arif Handayani, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, ia belum tahu jika ada mobil dinas DPRD yang dipakai salah seorang anggota dewan ditempeli stiker caleg. “Aturannyatidakboleh,mobil dinas digunakan dan ditempeli stiker caleg. Mungkin mobil itu dipinjam orang lain lalu stikernya ditempel,” kilah Arif Handayani seakan menebak. Plt Ketua DPRD Pamekasan, Halili, yang konfirmasi terpisah membenarkan ada aturan yang melarang mobil dinas ditempeli stiker caleg maupun lambang parpol. Untuk itu, dia akan meminta pemilik mobil dinas untuk mencopot stiker caleg dari mobil dinas itu. Kepada Surya, Imam Hosairi, mengakui stiker caleg dirinya yang ditempel di kaca belakang mobilnya bukan dirinya yang menempelkan, melainkan kon­ stituennya. Sebab Minggu (1/9), mobilnya dipinjam orang lain, lalu stiker dirinya ditempelkan. “Saya mengerti kalau stiker yang ditempelkan di mobil dinas ini tidak boleh, sebentar lagi saya copot. Saya minta maaf, itu orang yang meminjam mobil yang menempelkan,” kata Imam Hosairi. (sin) surya.co.id | surabaya.tribunnews.com Warga dan Dewan Pilih Walk Out jember, surya - Kecewa dengan rapat dengar pendapat di DPRD Jember, belasan warga dan perangkat Desa Paseban memilih walk out (keluar) dari arena rapat diruangrapatbadanmusyawarah (banmus), Senin (2/9). Mereka sekitar pukul 13.45, karenakecewasetiapkaliberbicara dipangkas oleh pimpinan sidang, Ketua Komisi B DPRD Jember Anang Murwanto. Rapat dengar pendapat itu terkait rencana penambangan pasir besi di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dimulai pukul 12.50. Rapat diikuti oleh sejumlah pihak antara lain warga dan Pemdes Paseban, pejabat ekse­ kutif pemkab Jember (asisten I, disperindag, bappekab, kantor lingkungan hidup, bagian pemdes), Polres Jember, juga empat komisi di DPRD Jember (A, B, C dan D) dan ketua dewan, Saptono Yusuf. Anang memberikan giliran pertama kali kepada Kapolres Jember AKBPAwang Joko Rumitro. Namun sebelumAwangbicara,KetuaKomisi D Ayub Junaidi menyela. Menurut Ayub,forumitulebihbaikdiberikan kepada warga karena mereka hendak menyampaikan aspirasi terkaittambang. Begitu juga Ketua Komisi A M Jufriyadi, meminta agar warga Paseban diberi waktu lebih banyak untuk bicara. Namun kedua saran itu diabaikan. Anang mengatakan kalau sejumlah pihak di ruang itu akan diberi waktu bicara, dan diawali oleh kapolres. Hujan interupsi Setelah Kapolres Jember mem­ berikanpaparannyaterkaitpotensi konflik penambangan pasir besi Paseban, giliran Pemdes Paseban yang bicara. Mereka diwakili perangkat desa Sulton dan Kades Paseban Sunanjar menyambung. Mereka menyuarakan aspirasi warga, yakni menolak penam­ bangan pasir besi. Setelah itu, hujan interupsi langsung terjadi. Anang tetap memberikan waktu kepada pihak lain, antara lain Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Lingkungan Hidup. Keterangan kedua lembaga itu memicu suasana panas, karena dianggap warga tidak meyakinkan dan malah menimbulkan banyak pertanyaan. Interupsi dilontarkan oleh sesama anggota dewan, maupun warga Desa Paseban. Tetapi Anang menyahut kalau aspirasi warga sudah disampaikan oleh kades dan secara tertulis surat mereka juga sudah diterima pimpinan DPRD Jember. Karena beberapa kali tidak mendapat waktu bicara, warga memilih keluar. Kami benar- benarkecewa.Kamikesinihanya ingin menyampaikan aspirasi kami, tegas Sunanjar. Tidak hanya warga yang memilih meninggalkan ruang rapat, sejumlah anggota dewan juga melakukan hal yang sama. Anggota dewan yang keluar adalah Ketua Komisi D Ayub Junaidi, Ketua dan Wakil Ketua Komisi A M Jufriyadi dan Evi Lestari. Rencana penambangan pasir besi Paseban oleh PT Agtika Dwi Sejahtera (ADS) menjadi pembicaraan hangat di Jember. Wargasetempatmenolakrencana penambangan itu. Tetapi izin produksi dan sertifikat clean and clear (CoC) dari Dirjen Minerba sudah turun. (uni) surya/muchsin heboh - Inilah mobil dinas berpelat merah milik DPRD Pamekasan yang ditempeli stiker caleg hingga membikin heboh. Stiker Caleg Menempel di Mobil Dinas kediri, surya - Puluhan massa mendatangi Kantor Sekretariat bersama (Sekber) pasangan Samsul Ashar - Sunardi(SAS)diJlImamBonjol, Kota Kediri, Senin (2/9). Massa mempertanyakan para petinggi sekber yang tidak berbuat apa-apa ketika calonnya dizolimi. Kami protes petinggi sekber yang diam saja ketika calonnya dicurangi, ungkap Edi, korlap aksi kepada Surya. Menurut mereka, para petinggi sekber hanya mau enaknya saja, ketika calonnya maju tidak mau berjuang maksimal untuk memenangkan pasangan SAS. Para petinggi sekber malah menghilang, tak mau berbuat apa-apa ketika calonnya dicurangi, tandasnya. Pasangan SAS didukung oleh Partai Demokrat, PKB, PKNU, dan PKS. Perolehan mereka kalah tipis dibanding pasangan Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah, yang menurut hasil rekapitulasiditingkatkecamatan hanya selisih 4.131 suara. Kubu SAS menuduh terjadi kecurangan di dalam Pilwali Kediri yang dilaksanakan tanggal 29 Agustus 2013 bersamaan dengan pilgub itu. Para simpatisan Samsul Ashar, yang kini menjabat Wali Kota Kediri itu juga menuntut ketua panwaslu, ketua KPUD dan Kapolres Kediri Kota mundur dari jabatannya. Sementara itu, ketua tim kampanye SAS, Jaka Siswa Lelana mengaku pihaknya telah melakukan upaya maksimal untuk memperjuangkan keme­ nangan SAS. Pihaknya juga telah melaporkan berbagai kecurangan yang dilakukan kompetitor ke panwaslu namun tidak ditindaklanjuti. Pengasuh Ponpes Lirboyo KH Idris Marzuqi berharap dua kubu yang bersengketa dalam Pilwali Kota Kediri tidak sampai terlibat bentrok fisik. Apapun yang terjadi jangan sampai ada bentrok. Kita akan membela yang benar, ungkap KH Idris Marzuqi, Pengasuh Ponpes LirboyoKotaKediri,Senin(2/9). KH Idris Marzuqi, menambahkan, akan tetap membela yang benar. Jika keputusan KPUD yang benar, dia akan membelanya. Seperti sekarang ada yang mengancam gedung KPUD. Kalau memang KPUD yang benar, kami akan membelanya,jelasnya. (dim) surya/didik mashudi demo kekecewaan - Para pendukung calon petahanan, Samsul Ashar berunjukrasa ke kantor sekretariat bersama (sekber) parpol pendukung lantaran para petinggi parpol itu tidak melakukan pembelaan ketika calonnya dicurangi dalm Pilwali Kota Kediri. Pendukung SAS Kecewa pada Petinggi Parpol Kantor Sekber Didemo■ Pembahasan Tambang Pasir Besi■ Rapat dengar pendapat di gedung DPRD Jember dihujani interupsi dari warga dan anggota dewan yang tidak setuju penambangan pasir besi di Desa Paseban Warga yang diundang dalam rapat itu kecewa lantaran suaranya tidak didengar, sehingga memilih keluar ■ ■ storyhighlights Korupsi Rehab SD ke Kejaksaan jember - Berkas penyidikan dugaan korupsi program nasional perbaikan gedung SD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jember yang ditangani penyidik polisi dikirim ke kejaksaan negeri (kejari), Senin (2/9). Berkas sudah rampung. Hari ini dikirim ke kejari. Berkas itu nanti akan diteliti jaksa untuk diketahui apakah ada yang perlu diperbaiki atau bisa dinyatakan lengkap, ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP Makung Ismoyojati kepada Surya, Senin (2/9). Kasus ini menyeret tiga pejabat di lingkungan Dinas PK Jember menjadi tersangka. Polisi menyelidiki kasus itu sejak Januari lalu dan akhirnya menetapkan tiga tersangka pada Agustus 2013. Ketiga orang itu diduga kuat bertanggungjawab dalam pemotongan dana program nasional perbaikan gedung sekolah tahun 2011 mencapai lebih dari Rp 1,1 miliar. Caranya, kepala sekolah menyetor sejumlah uang kepada ketiga orang itu 5 - 10 persen dari dana yang telah mereka terima. Setiap sekolah menerima bantuan antara Rp 200 juta - Rp 400 juta. (uni) Petakan Pilkades Rawan situbondo - Menghadapi pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Polres Situbondo memetakan daerah yang rawan konflik. Kapolres Situbondo AKBP Erthel Stephan mengatakan, untuk itu, pihaknya akan meminta peran aktif se­ genap lapisan masyarakat untuk menjaga situasi agar kondusif. “Pilkades tidak perlu dibikin panas, mari kita ciptakan kondu­ sivitas. Kades yang terpilih sudah pilihan masyarakat, kenapa harus dipanas-panasi,” ujar AKPB Erthel Stephan kepada Surya saat berkunjung ke KPUD Situbondo, Senin (2/9). Sayangnya, kapolres enggan menjelaskan secara detail wilayah pilkades yang dianggap rawan. “Kita anggap semua rawan, dan kita tidak ada prioritas dalam pengamanan,” katanya. Guna pengamanan, pihaknya akan meminta bantuan tambahan personel dari Brimob dan Sabhara Polda Jatim. Personel tambahan akan dipusatkan di mapolres. (izi) LINTAS JAWA TIMUR Kontraktor Jangan Ambil Untung Banyak bangkalan, surya - Bu­ pati Bangkalan RK Moh Mak­ mun Ibnu Fuad (Momon) meng­ imbau agar para kontraktor tak mengambil untung terlalu ba­ nyak dan lebih mengedepankan kualitas pekerjaan. Untung tetaplah harus un­ tung wong namanya kontraktor. Tapi jangan sampai mengurangi kualitas pekerjaan karena ingin mengambil untung banyak, ungkap Momon saat meninjau langsung tiga proyek besar di Bangkalan, Senin (2/9). Ketiga proyek itu adalah pembuatan jalan kembar menu­ ju makam Syaikhona Cholil se­ nilai Rp 14,6 miliar, penambah­ an kursi tribun Stadion Gelora Bangkalan Rp 6,7 miliar, dan normalisasi sungai Rp 900 juta. Momon menambahkan, dia tidak akan segan memberikan sanksi terhadap kontraktor yang pekerjaannya tidak sesuai de­ ngan kontrak. Saya tidak ingin hanya menerima laporan, tapi fakta di lapangan sudah sesuai fakta apa tidak, tegasnya. Setiap tahun, Pemkab Bang­ kalan akan menilai semua kon­ traktor yang telah bekerjasama dengan pemkab atas pekerjaan mereka. Kami akan ranking sia­ pa terbaik. Nantinya kami prio­ ritaskan dapat pekerjaan lagi di tahun berikutnya, tambah Mo­ mon. Sementara itu, CV Tri Gaya Cipta Marga selaku pemenang tender proyek pelebaran jalan kembar sepanjang 2,5 km me­ lalui ketua pelaksananya Rivai mengatakan, pekerjaan sudah mencapai pengurukan atau land stone dan streaming wall dengan menggunakan gronjong. Kami profesional. Kan sudah ada pengawas proyek. Jadi tidak asal jadi, jawab Rivai saat di­ singgung terkait kualitas peker­ jaan seperti yang disampaikan Bupati Momon. Dalam peninjauan bupati itu, hadir pula Dinas PU Cipta Kar­ ya, Dinas PU Bina Marga, Kantor Urusan Pelayanan Terpadu, dan Asisten Pembangunan. (st32) 5 Kios Pasar Ludes akibat Gas Meledak sumenep, surya - Pasar Labang Duwek, Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, Sumenep, terbakar, Senin (2/9). Lima kios yang berdiri berdekatan beserta isinya ludes terbakar. Informasi yang dihimpun Surya menyebutkan, kebakaran tersebut diduga terjadi akibat ada tabung gas elpiji dari salah satu kios milik RM (40) yang bocor.Karenapadasaatkejadian listrik sedang mati, sehingga RM menyalakan lilin untuk penerangan di dalam kiosnya. Diarupanyatidaktahu,tabung gas elpijinya bocor, sehingga api lilin menyambar gas dan terjadi kebakaran. Kobaran api yang terus membesar merembet ke kios lain dan meludeskan beberapa bangunan beserta se­ luruh isinya. Kios yang baru satu minggu disewa RM dari H Syamsul (50) hanya tinggal puing. Awalnya api hanya mem­ bakar satu kios, berhubung saat kejadian terjadi angin kencang, api dengan cepat membesar dan melalapseluruhkiosyangadadi sampingnya,” kata Ny.Bahriyah (50) salah satu penjual pisang yang melihat langsung kejadian tersebut. Saat terjadi kebakaran, pe­­­milik kios sedang tidak berada di tempat. Warga se­ kitar yang melihat ada api bergotong-royong untuk me­ madamkannya. Namun api yang sudah telanjur membesar sangat sulit dipadamkan oleh warga yang hanya meng­gunakan alat seadanya. Api baru bisa dipadamkansatujamkemudian. Tetapi lima kios telanjur ludes. KapolsekBatuputih,IptuMoh Affandi, mengaku mendapat laporan dari warga jika ada kebakaran di pasar Labang Duwek sekitar pukul 06.00, selanjutnya pihaknya langsung turun ke lokasi untuk mengecek secara langsung lokasi kejadian. Polisimemberipolicelinedilokasi dan memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kronologis kejadian. (riv) surya/ahmad faisol tinjau proyek - Bupati Bangkalan, Makmun Ibnu Fuad ketika meninjau tiga proyek besar, Senin (2/9). Ratusan warga miskin di Kelurahan Patokan dan Dawuan, Kecamatan Situbondo, kembali mengantre di kantor kelurahan masing-masing untuk mengambil uang Bantuan Langsung Sementara masyarakat (BLSM) tahap kedua, Senin (2/9). (izi) blsmtahap kedua grafis: surya/rendragrafis: surya/rendra Pasangan Calon Suara Arifudin - Sujatmiko 867 Bambang -Hartono 13.719 Imam - Suparlan 1.452 Samsul Ashar -Sunardi 63.784 Kasiadi - Budi 1.508 Abu Bakar-Ning Lik 67.915 Hery Muller - Ali 1.478 BERDASARKAN REKAP PPK HASIL PILWALI KOTA KEDIRIHASIL PILWALI KOTA KEDIRI surya/izi hartono Manajer Koperasi Ditahan Polisi TULUNGAGUNG -ManajerKoperasiSerbaUsaha(KSU)Tunas Mulya Mandiri di Ngunut, Tulungagung, Imam Saifudin, yang dilaporkan menggelapkan dana ratusan juta milik anggotanya, ternyata sedang berurusan dengan Polres Nganjuk. Menurut Kasubag Humas AKP Dwi Hartaya, Senin (2/9), warga Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut itu terlibat kasus kecelakaan lalu lintas di Nganjuk. Sampai saat ini masih ditahan di Polres Nganjuk. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Nganjuk, jika kasusnya di sana selesai, segera kami bawa ke sini, katanya. Ia menduga, ada kemungkinan pelapor kasus ini bertambah karena banyak juga yang gagal menarik tabungannya di koperasi tersebut. Sementara, kantor koperasi itu kemarin terlihat tutup. Tidak tampak tanda-tanda ada aktivitas seharian kemarin. Seorang warga dekat kantor itu menuturkan, koperasi tersebut memang tutup sejak menjelang lebaran lalu. Sampai sekarang belum pernah buka lagi, katanya. Seperti diberitakan, manajer koperasi itu dilaporkan oleh tiga anggotanya yang gagal menarik tabungan senilai total Rp 602 juta. (yul) join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  7. 7. surya.co.id | surabaya.tribunnews.com SURYALINES| SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 sudah delay dari semalam. Saya adalimaorang.Hotel,sayabayar sendiri, ujar Adrian di depan loket Lion Air Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Senin siang. Adrian dan para penumpang Lion Air lainnya menumpuk di Gate 17 dan 18 Bandara Ngurah Rai. Saat dijanjikan berangkat, terutama yang delay awal, pemanggilan tidak dilakukan lewat pengeras suara, sehingga banyak penumpang yang tidak mendengar. Ratusan penumpang di Ban- dara Soetta, Minggu (1/9) juga protes karena tertundannya ke- berangkatan mereka ke sejumlah daerah. Delay yang terjadi sampai Senin (2/9), memaksa sebagian penumpang di Makassar, pindah maskapai lain untuk mengejar penerbangan ke Jakarta. Lebih 100 orang penumpang Lion pindah ke sini, kata pe- tugas Garuda Indonesia yang meminta namanya dirahasiakan kepada TRIBUNnews.com, Senin pagi. Semula, katanya, hanya 70 penumpang yang akan terbang bersama Garuda sekitar pukul 05.40 WITA. Kisruh jadwal penerbangan ini, menurut Direktur Angkutan Udara Kemenhub Djoko Murjat- modjo terjadi karena ada masalah ketenagakerjaan di kantor Lion Air di Bali, yakni banyak karya- wan mengundurkan diri. Kami masih menunggu penjelasan Lion Airterkaitrentetandelayini,kata Djoko, Senin (2/9). Tentunya Lion Air harus memberikan kompensasi ke- pada para penumpang yang dirugikan akibat terlambatnya penerbangan. Hal ini sesuai de- ngan ketentuan yang berlaku, imbuh Djoko. Sementaraitu,ManajemenLion Air melalui Direktur Umumnya, Edward Sirait, menyebutkan de- lay terjadi karena banyak karya- wan sakit. Tak ada pilot mogok. Isu demonstrasi pilot ini murni soal persaingan bisnis, ujarnya. Selama sepekan, kata Edward, memang muncul beberapa isu yang menyudutkan Lion Air, termasuk terlambatnya pemba- yaran gaji pilot dan hengkang- nya 35 pilot terkait masalah kesejahteraan. Pilotsudahmendapatkangaji setiap tanggal 31 tiap bulan. Gaji pilot di Lion tidak pernah ada masalah. Gaji pilot asing dan lokal tidak jauh berbeda, tetapi pilot asing dapat fasilitas tempat tinggal, karena mereka jauh dari rumah. Dengan demikian, tidak akan ada ketimpangan kese- jahteraan yang mengakibatkan kecemburuan, paparnya. Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mempertanyakan pe- nyebab terjadinya delay. Menu- rut editor senior majalah Ang- kasa ini, mustahil kalau kisruh jadwal keberangkatan ini karena sakitnya sejumlah pegawai dan beberapa pilot yang menyebab- kan dilakukannya pengalihan pegawai dari beberapa daerah. Untuk maskapai penerbangan sekelas LionAir, katanya, semes- tinya punya cadangan pilot yang bisa sewaktu-waktu ditugaskan untuk menggantikan pilot yang sakit. Bahkan, pilot yang se- dang cuti, biasanya juga diminta bekerja lagi dan menunda cuti kalau memang harus ada yang digantikan,” ujar Dudi. (iks/ben/wil/tribunnews/ kompascom) Ia berharap kemudian direkrut oleh perusahaan- perusahaan ternama sehingga kesejahteraannya pun terangkat. “Adik saya dulu memang mengimpikan menjadi bodyguard,” kata kakak perempuan Fahmi yang menunggu di ruang bedah RSUD Mojosari. Dari penuturan Sehun, ibunda Fahmi, pemuda itu sudah merantau ke Bali sejak lulus SMA. Sehun, ibunda Fahmi yang keturunan Arab ini mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami putranya. Fahmi yang di- kenalnya sebagai pekerja keras itu memang selalu dekat dengan keluarga. Lebaran kemarin, Fah- mi ingin dekat dengan keluarga. “Anak saya hanya ketiban awu anget. Kenapa yang dicari polisi, anak saya yang kena peluru,” ucap Sehun. Keluarga mendapat khabar gembira karena Fahmi berhak mengikuti pendidikan di Watu Kosek. Selama kerja di Bali menjadi tenaga keamanan sebuah hotel, Fahmi kerap membantu keluarga. Selama ini, keluarga ini dikenal kerja keras. Terlebih sudah lama Sehun bercerai. “Kami tinggal di rumah kontrakan bekas polisi. Setahun Rp 3 juta,” kata Sehun. Selama ini, Sehun bersama dua anaknya tinggal di rumah kontrakan. Sebelumnya, mere- ka tinggal di rumah sendiri di Jl Niaga, Sawahan, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. “Lha kok begitu nempati rumah bekas polisi, kami didatangi tamu bawa pistol,” ungkap Sehun. Air mata perempuan yang sudah berusia 65 tahun itu mulai basah saat kembali mengenang musibah di pagi buta itu. Selama ini, Fahmi yang memiliki tubuh tinggi besar ini sangat lembut di mata keluarga. Perasaan seorang ibu yang kuat terhadap anaknya yakin bahwa anak laki-lakinya itu tak akan punya musuh. Salim, paman Fahmi yang mendampingi Sehun mengenang semasa kecil Fahmi yang juga pernah menempuh pendidik- an agama di Pasuruan. “Dia anaknya penurut. Dulu waktu mondok di Nguling, Pasuruan, saya kerap menjenguk. Kini, saya menjenguk malah kena tembak orang yang tak dikenal. Kasihan,” kata Salim dengan suara lirih. (fai) Semoga Bapak berbahagia dalam kasih sayang Tuhan, berbahagia dalam keabadian... Ucapan berbela sungkawa itu ditulis Prof Sulistyowati Irianto, guru besar Fakultas Hukum, Universitas Indonesia di dinding Facebook milik Soetandyo, dua jam setelah kabar kematian itu datang. Tak berselang lama ratus- an ucapan bela sungkawa ditulis di dinding facebook milik guru besar emeritus FISIP Unair itu. Semua berduka, semua berdoa agar arwah Soetandyo mendapat tempat terindah di sisiNYA. Pemandangan serupa terlihat di rumah duka Jalan Dharma- wangsa 3 Surabaya. Puluhan ka- rangan bunga dan ribuan pelayat datang silih berganti mendoakan sang pria kelahiran19 November 1932. Begawan HAM itu mening- gal dunia Senin (2/9) pukul 07.15 WIBdiSemarangsetelahberjuang melawan penyakit kencing batu dan stroke yang dideritanya. Sritomo Wignjosoebroto, adik kandung Soetandyo mengung- kapkan enam bulan lalu, kakak- nya sempat mengalami stroke usai mengajar di Universitas 17 Agustus Surabaya. ”Usai meng- ajar tiba-tiba puyeng, lalu dibawa ke RS Husada Utama, ternyata terkena stroke. Tapi tidak sampai ada bagian tubuhnya yang lum- puh sehingga beliau bisa berak- tivitas seperti sediakala,” kenang Sritomo saat ditemui di rumah duka, Senin (2/9) siang. Herlambang Perdana Wirat- raman, dosen Unair yang cukup dekat dengan almarhum berki- sah, beberapa hari setelah stroke Soetandyo masih nekat bergelut dengan buku untuk menyusun makalah yang akan di presen- tasikan dalam Konvensi Negara Hukum Indonesia di Jakarta. ”Beliau menjadi pembicara utama di konvensi itu. Saya yang mengantarnya ke Jakarta meski beliau masih tertatih-ta- tih,” kenang Herlambang. Usia konvensi itu, keadaan Tandyo mulai membaik. Namun usai Lebaran dia mengeluh sakit di kakinya. Saat itu dia lalu ke Se- marang untuk menjalani observa- si di RS Elizabeth. Hasil observasi mengindikasikanbanyaknyabatu di kedua ginjalnya. “Sekitar dua minggu lalu dia menjalani operasi batu ginjal bagian kanannya. Sementara bagian kirinya menunggu hasil operasi kanan,” katanya. Namun, keadaan tidak sesuai harapan. Pascaoperasi, tekanan darah Tandyo meningkat disertai dengangejalamualdantidakmau makan. Setelah dicek ternyata ada indikasi penyumbatan dan pem- bengkakan pembuluh darah ke otak (stroke). Komplikasi ini tidak mampu dilawan bapak tiga anak ini hingga akhirnya mengembus- kan nafas terakhir Senin pagi. Hal yang tidak bisa dilupakan Sritomo dari kakaknya adalah kegigihan dan semangatnya untuk tidak mau menyusahkan orang lain maupun melihat orang lain susah. Hal itu dipegang Soetandyo hingga akhir hayatnya. Bahkan ketika di rawat di rumah sakit pun dia tidak mau menyusah- kan keluarganya. ”Saat di rumah sakit dia ber- pesan pada adik saya (Agus Su- katon Wignjosoebroto) katanya ’biaya rumah sakit ojo dipikir, gawe duitku’. Padahal saat itu adik-adiknya sudah mau mem- beresi. Tapi dilarang karena dia tidak mau merepotklan orang lain, meskipun keluarganya sendiri,” kenang Sritomo sambil matanya berkaca-kaca. Sritomo merasa beruntung di akhirhayatkakaknya,diamenda- pat warisan buku yang menjadi kenangan terakhir Soetandyo. Ceritanya, seminggu lalu dia menjenguk kakaknya di Sema- rang. Soetandyo memintanya mengambilkan buku kumpulan artikel sejumlah tokoh seperti Emil Salim, Busro Muqoddas dan Soetandyo sendiri. “Saat saya berikan buku itu, ternyata dia memberikan ke saya. Itu warisan terakhir yang diberikan ke saya,” kata dosen Teknik Industri ITS. Jenazah Soetandyo tiba di rumah duka Senin pukul 18.00 WIB. Pagi ini, Selasa (3/9) sete- lah subuh jenazah akan dibawa ke aula Fisip Unair untuk men- dapat penghormatan terakhir. “Kami sadar kakak saya bukan lagi milik keluarga, tapi milik masyarakat, jadi kami memberi kesempatan masyarakat untuk mendoakan,” katanya. Pemakaman akan dilakukan sebelum pukul 07.00 WIB di TPU Keputih, Surabaya. “Karena meninggalnya beliau pukul07.15WIB,jadikamiharap sebelum pukul 07.00 WIB sudah bisa dimakamkan,”katanya. Selama ini Prof Soetandyo dikenal sebagai tokoh yang gigih memperjuangkan hak asasi ma- nusia terutama kalangan bawah. Atas kegigihannya ini pada tahun 2011 terpilih sebagai peraih Yap Thiam Hien Award (YTHA). Penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia itu merupakan peng- hormatan yang didedikasikan kepada orang-orang yang berjasa besar dalam penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Prof. Soetandyo merupakan to- koh Indonesia ke-19 yang meraih penghargaan kemanusiaan yang diberikan sejak tahun 1992. Prof Soetandyo mulai bekerja sejak tahun 1960-an dan hingga saat ini masih terus mengajar dengan mata kuliah yang me- nekankan pada segi sosiologis kemanusiaan. Kemudian melan- jutkan perjuangannya tentang penegakan HAM sejak dipilih menjadi anggota Komnas HAM tahun 1993 hingga tahun 2002. Keanggotaannya di Komnas HAM saat itu seharusnya ma- sih tersisa satu tahun. Namun, karena saat itu akan dibentuk Komnas baru dan anggota lama harus ikut fit and proper test di DPR, maka ia memilih mundur. ”Wong saya sudah bekerja sembilan tahun kok akan dites lagi. Ya kalau saya lulus, kalau tidak, kan itu bisa politis. Selain itu berarti kerja saya selama 9 tahun tidak diakui, jadi saya memilih mundur. Lha wong jabatan kok dilamar, selain itu seumur-umur hidup saya tidak pernah melamar, selalu dimin- ta, termasuk menjadi dosen di Unair ini dulu yang memin- ta dan mengusulkan ya Guru Besar saya waktu itu, Prof. Dr. Soeripto,” kata Prof Soetandyo seperti dikutib dari Warta Unair 2011 silam. (uus) di ibukota Spanyol ini meng- umumkan pembelian Gareth Bale dengan harga bombastis Rp 1,6 triliun. Bale menandatangani kon- trak berdurasi enam musim setelah menjalani tes medis, kemarin. Bintang asal klub Tot- tenham Hotspur ini akan resmi diperkenalkan sebagai pemain Real Madrid hari ini dengan status pemain termahal dunia. Mungkin kita akan sepakat bahwa konsep pesepakbola seperti seorang bintang film di- pelopori oleh Perez. Pembelian pemain mahal baginya adalah sebuah investasi bisnis yang diharapkan bisa mendatangkan keuntungan lebih. Madrid sejauh ini telah me- mecahkan rekor dunia lima kali sejak 2000. Mereka percaya Bale menjadi pemasaran berikut sebagai mesin yang bisa men- cetak uang melebihi dari harga pembelian. Menengok pada sederetan pemain bintang yang pernah jadi hiasan di Santiago Berna- beu: David Beckham, Kaka, dan Cristiano Ronaldo semua adalah peraih penghargaan Ballon d'Or dan pemenang Liga Champions sebelum tiba di Spanyol. Beckham, misalnya, ketika pertama kali datang ke Berna- beu adalah sosok yang selalu jadi magnet. Hanya butuh waktu enam bulan buat Madrid untuk mengeruk keuntungan dari kedatangan Beckham. Penjualan kaus Madrid bernamakan Beckham saat itu meningkat tajam. Madrid meraup keuntungan 65 juta poundsterling hanya dalam kurun waktu enam bulan. Dan datangnya Beckham mendong- krak pemasukan keuangan Ma- drid berlipat dari empat musim sebelumnya. Kedatangan Ronaldo bahkan lebih menguntungkan lagi. Diprediksi Madrid telah men- dapat keuntungan komersil sebesar 94 juta poundsterling dari hasil komersialisasi pema- in berjuluk CR7 itu. Hal yang sama juga dida- patkan dari Kaka. Meski tak begitu tampil dengan performa prima selama menjadi pemain Madrid, tapi ia mengembalikan modal pembeliannya dalam kurun waktu yang relatif cepat. Inilah yang mengkhawa- tirkan pada sosok Bale. Dari perspektif komersil, Bale tidak cukup bersaing dengan tokoh tokoh di atas yang bisa lang- sung dikenali dan bisa mewa- kili Madrid secara global. Seorang pakar pemasaran kepada Goal.com mengatakan, Ronaldo pada usia Bale sudah membuat lebih banyak uang, meskipun Bale mengambil langkah langkah besar untuk membangun brand trademar- king 11-nya hanya bisa dilihat saat dia mencetak gol. Pendorong utama seorang pemain global bisa dilihat bagaimana interaksi dia di media sosial. Tidak termasuk Beckham, yang memang seo- rang revolusioner, Bale belum sampai pada level itu ketika dibandingkan dengan pemain Liga Inggris apalagi Ronaldo dan Kaka, ungkapnya. Selain label kaus yang ber- inisial Bale, dalam kemitraan dengan Adidas, gambar Bale telah ditampilkan di billboard di seluruh Amerika Serikat dan Asia seperti Liga Premier tanpa henti mempromosikan merek. Madridmerasabahwacakup- an promosi di mana mana akan meminimkan risiko pembelian pemain mahal. Jadi, kesimpulannya di Ma- drid, nilai pasar seorang pese- pakbolatidakhanyaberdasarkan atas berapa piala yang diraih, banyak gol yang dicetak, atau ke- mampuan mereka membangun patung untuk dihormati, tetapi juga seberapa besar pengaruh mereka di pasaran global dan menjadi mesin uang buat klub. Kubu Madrid berharap ke- hadiran Bale bisa mewujudkan ambisi mereka untuk meme- nangi Liga Champions musim ini. Duet Bale dan Cristiano Ronaldo menjadi senjata pa- mungkas Los Blancos meraih La Decima --gelar ke-10 Liga Champions, yang sudah 11 tahun tak terpenuhi. (Tribun- news.com/cen) membuat sang ibu, Sehun ter- jaga dan tergopoh-gopoh keluar dari kamar. “Mereka baru saja menikmati mi rebus. Tiba-tiba ada suara bel rumah dari luar. Fahmi yang menempati rumah tentu yang harus membukakan pintu,” ceri- ta Sehun, ibunda Fahmi. Sehun mengaku melihat ceceran darah mulai dari teras hingga pintu depan. Namun si penembak sudah tidak tampak. Bahkan kedua rekan Fahmi pun tidak melihat si algojo. Diperki- rakan, butuh waktu paling lama tujuh menit sejak pertama kali pelaku memencet bel. Dari penuturan Fahmi kepada polisi, penembak adalah pria ber- kepala botak sebagian. Pagi itu, si penembak mengenakan celana pendek dan kaus oblong. Salah satutandaspesifiklainadalahpria itu berkumis. Fahmi menduga si pelaku sudah terlatih menembak, karena tidak terlihat gentar. Tidak jelas bagaimana si pe- nembak datang ke rumah itu, naik sepeda motor atau berjalan kaki. Namun diyakini banyak pihak, untuk mencapai rumah Fahmi pelaku harus melewati jalan kecil, yang tidak cukup untuk mobil. Hanya, ada seo- rang tetangga yang mendengar suara motor berhenti di sekitar situ pukul 03.00 WIB. “Mudah- mudahan anak saya kembali sehat,” kata Sehun ketika me- nunggui anaknya yang dirawat di RSUD dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Di ruang itu, Sehun hanya menunggu di luar. Sedangkan di dalam, ada dua polisi menjaga Fahmi. Apa yang sebenarnya terjadi antara saat Fahmi membuka pintu hingga ia ditembak? “Dari penyelidikan yang dilakukan, diketahuibahwasasarantembak dalam peristiwa ini sebenarnya anggota polisi,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Senin siang. Awi pun mengungkapkan sebagian hasil penyelidikan timnya. Diduga, si penembak datang menggunakan sepeda motor. “Saat bertatap muka dengan korban, pelaku sempat bertanya apakah dia bernama Fadli. Korban menjawab tidak. Kemudian, pelaku tanya lagi ke korban apakah dia anggota (polisi) korban juga menjawab tidak,” ujar Awi. Bukannya puas lalu pergi, si tamu langsung mencabut senja- ta api genggam lalu menembak Fahmi. “Kemudian, pelaku bi- lang bahwa korban berbohong. Lalu, dia menembak korban dari jarak kurang dari semeter dan mengenai tangan kirinya hingga tembus. Pelurunya bersarang di punggung korban,” sambung mantan Wadirlantas Polda Jatim tersebut. Mungkin saat itu Fahmi reflek mencoba menghindar, tetapi pis- tol itu keburu meletus dan meng- hantam lengan kirinya. Peluru itu tidak berhenti, tetapi malah menembus ke dada Fahmi. Polisi menemukan selongsong peluru di teras itu, sehingga muncul du- gaan si penembak menggunakan pistol, bukan revolver. Penyelidikan pun langsung digelar oleh polisi. Kapolres Mojokerto AKBP Muji Ediyanto menduga bahwa pelaku lebih dari satu. “Para saksi tidak ada yang mengetahui persis karena kejadiannya pukul 03.30. Be- lum ada yang mengetahui naik mobil atau motor pelaku. Yang jelas, pelaku berjalan kaki ke lokasi penembakan lewat jalan samping,” kata Muji di Mapol- res Mojokerto. Bisa jadi, pelaku lain menung- gu di jalan gang kampung. Se- jauh ini, Polda Jatim masih terus memback-up penuntasan kasus penembakan misterius ini. Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP I Gede Suartika menolak membe- rikan komentar. “Biar Polda yang memberi keterangan,” katanya. Sempat muncul dugaan, se- rangan itu terkait penembakan yang dilakukan dua pria di Ta- ngerang Selatan beberapa waktu lalu yang menewaskan tiga polisi dan melukai satu lainnya. Karena ada kesamaan, yaitu korbannya ‘polisi’. Memang, Fahmi bukan polisi, tetapi sebenarnya si pelaku hanya mencari seorang anggota polisi bernama Fadli yang pernah tinggal di rumah itu. Namun, kapolres Muji mem- bantah kedatangan Kapolda di album berikut. Meski belajar di balik layar, menjadi penyanyi yang harus tampil sebenarnya juga tantangan. Raisa harus men- jaga penampilan secara utuh. Ketika menyanyi, ia harus bisa menghasilkan suara sempurna. Itu juga dibantu dengan mic berkualitas. Banyak penyanyi yang meng- oleksi mic warna-warni. “Aku bukan heboh memilih yang bling-bling. Mic yang dipilih harus yang cocok dengan jenis suaraku, yang bisa bantu nge- buzz suara,” kata pelantun lagu Could It Be Love itu. Ia mengakui, suara akan terpengaruh ketika kondisi tubuh lelah. Sampai saat ini, ia memiliki tiga mic yang sudah pensiun. Penampilan lain yang harus sempurna adalah postur. Orang tidak mau tahu kondisi Raisa. Ketika di panggung, tuntutan penonton adalah melihat Raisa yang cantik dan bersuara indah. Untuk menunjang penampil- an, dirinya lebih percaya pada aktivitas fisik. Ia rutin melaku- kan pilates, olahraga yang kini sedang populer di kalangan artis. Pilates dipilih karena sederhana dan bisa dilakukan di rumah saja. “Di rumah aktivitasnya berenang, lari, dan pilates,” katanya. Ia memilih olahraga itu karena punya keluhan pada tulang belakang. Dengan olahraga itu, ia bisa menjaga berat badan. Diet tidak masuk dalam daftar ka- rena berat badan mudah turun. Yang dilakukan hanya menjaga pola makan, terutama ketika kondisi badan sedang tidak fit. (Tribunnews/nva) foto itu adalah Asminingsih, mendiang istri Soetandyo. Dan kesederhanaan di rumah itu adalah cermin diri Soetan- dyo. Meski menyandang gelar guru besar, pendiri Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Unair Soetandyo jauh dari kesan mewah yang umumnya dilakoni para koleganya Ketika sebagian koleganya mengoleksi mobil mewah, Soetandyo masih senang ’menunggangi’ Vespa tuanya. Motor itulah yang dibawanya usai kuliah dari Michigan Uni- versity tahun 1963 silam. Vespa itu yang sering mengantarnya pulang pergi ke kampus, selain sepeda kebonya. Doni Asharnanto, adik ipar Soetandyo punya cerita lucu tentang Vespa itu. “Meski sudah punya Vespa, beliau lebih suka berjalan ke kampus. Jadi kalau berangkatnya pakai Vespa, pulangnya sering lupa. Jadi saya dan pak Sritomo (adik kan- dung Soetandyo) yang kebagian mengambilnya di kampus. Saking sering nya lupa, kami sering menjuluki profesor linglung,” kata adik kandung Ny (Alm) Asminingsih itu. Sebenarnya Soetandyo juga punya mobil Kijang LGX. Tapi mobil itu lebih sering diparkir di rumahnya karena Soetandyo memang tidak bisa mengemu- dikan sendiri. ”Saat saya tanya kenapa kok tidak belajar nyopir. Dia bilang seumuran dia sudah bukan waktunya nyopir sendiri, tapi disopiri,” ungkap Sritomo Wignjosoebroto yang mengan- tar Surya melihat-lihat kamar kakaknya. Diakui Sritomo, kakaknya memang terkenal lurus dan apa adanya. Sifat itu yang ditanamkan ayahnya Soekandar Wignjosoebroto. Doni masih ingat petuah Soetandyo. “Beliau selalu bi- lang, melakukan segala sesuatu semaksimal dan semampunya. Jangan melebihi batas kemam- puan,” kenangnya. Toni Sunarto, mantan maha- siswa, melihat Soetandyo seba- gai sosok yang idealis, berde- dikasi dan penuh pengabdian. ”Saat menjadi mahasiswanya saya sempat berdemonstrasi menolak normalisasi kehidupan kampus (NKK) bersama beliau,” kata mahasiswa FISIP Unair angkatan 1965. Sosok Soetandyo juga cukup akrab dengan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Ini terlihat saat ada penggusuran PKL depan kampus B Unair. Soetan- dyo termasuk salah satu tokoh yang menolak penggusuran PKL dengan semena-mena. Dia juga turut dalam pembelaan terhadap tukang becak yang akan diusir dari suatu kawasan, ikut penyelesaian kasus lumpur Lapindo, dan menjadi saksi ahli dalam sejumlah sidang kasus pelawanan warga miskin kota melalui jalur hukum. ”Jiwa kemasyarakatan belaiu luar bia- sa, jadi layak kalau mendapat penghargaan Yap Thiam Hien Award (YTHA), ” katanya. Herlambang Perdana Wiratraman mengaku mendapat pelajaran berharga dari Soetandyo saaat menjadi asistennya. ”Beliau selalu memiliki joke-joke segar yang mengena dan berkualitas sehingga mahasiswanya tidak bosan,” katanya. Salah satu joke yang diingat Herlambang adalah saat Soetan- dyo mengkritik bagaimana orang hukum yang menurut dia selalu melihat permasalahan dari kacamata kuda. Dia meminta mahasiswanya menyebut berbagai alat potong mulai dari yang besar hingga terkecil. ”Beliau lalu bertanya alat potong apa yang efektif un- tuk memotong pohon. Dijawab senso. Lalu apakah alat itu bisa dipakai memotong kumis,” kata Herlambang. Maksud dari joke itu adalah, bahwa untuk melihat perma- salahan ada ukuran-ukuran yang harus dipakai, jangan disamaratakan seperti orang hukum melihat masalah hanya dari satu kacamata. Saking banyaknya joke-joke yang dilontarkan Soetandyo hingga ada mahasiswa S3 Un- dip Yakop Widodo yang berini- siatif mengumpulkan joke-joke itu untuk dibuat buku. ”Beliau memang tidak kehabisan bahan untuk membuat kuliah selalu menarik. Kayak sumur yang airnya keluar terus,” kata Her- lambang. (musahadah) Lion Air... DARI HALAMAN 1■ Bale Jadi... DARI HALAMAN 1■ Luar-Dalam... DARI HALAMAN 1■ Sejak Kecil... DARI HALAMAN 1■ Stroke dan... DARI HALAMAN 1■ Gibol Mirip... DARI HALAMAN 1■ Lebih Suka... DARI HALAMAN 1■ Irjen Pol Unggung Cahyono ke lokasi adalah karena dugaan keterlibatan teroris dalam pe- nembakan itu. “Termasuk anggota polisi Fadli juga kita periksa. Nanti se- telah ini bisa kita gali kebih jauh soal sosok Fadli,” kata Kapolres Muji di Mapolres Mojokerto. Fadli diperiksa karena nama- nya secara spesifik disebut oleh si penembak. Penyidik Polda Jatim pun turun untuk menge- tahui ada persoalan parah apa sehingga Fahmi menjadi sasaran pembunuhan. “Mudah-mu- dahan ini tak terkait teror atas anggota kita,” kata Muji. Soal saksi, Muji memperkira- kan jumlah saksi akan bertam- bah dari enam orang. “Kemung- kinan saksi akan bertambah karena itu kawasan penduduk. Pasti akan lebih banyak yang mengetahui,” kata Muji. Menimbang sejumlah fakta, polisi menduga kuat Fahmi adalah korban salah sasaran. Pe- laku kemungkinan besar tidak mengenal atau bahkan melihat sosok Fadli yang sebenarnya. Nah, ketika melihat postur Fah- mi, si pelaku cukup yakin dialah sasarannya. Maka ketika Fahmi membantah, si pelaku pun tetap menarik picu pistolnya. Fadli yang dimaksud adalah anggota Polres Mojokerto Kota berpangkat Brigadir yang ber- tugas di Tahti (Tahanan dan Ba- rang Bukti). Sebelumnya, Fadli juga pernah bertugas di Polres Mojokerto di unit Resmob (Re- serse Mobile). Bahkan ia pernah bertugas di Aceh. Dari informasi yang dikum- pulkan, Fadli memang pernah tinggal di rumah itu sampai se- kitar setahun yang lalu. “Dikira Fadli masih di rumah itu. Padahal rumah itu sudah tak ditempati Fadli,” kata anggota polisi. Belum diketahui secara jelas apa motif dari penembakan ini. Apakah Fadli yang menjadi sasaran itu pernah bermasalah dalam menjalankan tugas atau sebagainya, semua masih belum bisa dipastikan oleh polisi. “Dari hasil penyelidikan tersebut, jelas bahwa sasaran dalam peristiwa ini adalah anggota polisi. Dan kami masih berupaya untuk mengungkap itu semua. Termasuk polisi yang bersangkutan,” jawab Awi. Untuk menyelidiki kasus ini, Polda Jatim pun menerjunkan tim khusus untuk mendukung penyelidikan oleh Polres Mojok- erto yang dipimpin AKBP Heru Purnomo dan Kompol Arbaridi Jumhur. Sementara, polisi juga fokus pada senjata api yang di- gunakan pelaku. “Untuk memastikan jenis sen- jatanya, kita perlu mengangkat peluru yang masih bersarang di tubuh korban. Dari situ nanti bisa diketahui jenis senjata yang digunakan pelaku,” jawab Awi. (fai/ufi) join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  8. 8. SURABAYA, SURYA - Buku Pelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013 untuk siswa SMP/MTs kelas VII gratisan dari Kemendikbud ramai diperbincangkan. Bukan karena jumlahnya terbatas, tetapi banyak mengandung kata-kata kasar. Kata-kata kasar itu antara lain terdapat di lampiran yang berisi cerita pendek (cerpen) karya Muhammad Ali berjudul Gerhana. Di halaman 225 cerpen itu me- muat kata-kata umpatan seperti ’bangsat, kurang ajar, bajingan, sambar geledek’ yang dilontarkan seorang polisi desa kepada Sali, tokoh utama dalam cerpen itu. Juga pada perumpamaan pada pa- ragraf dua yang bertuliskan ”Beberapa buah pepaya yang sudah ranum dilihat- nya tertimpa batangnya yang gemuk itu hingga lumat berlepotan serupa tempu- rung kepala bayi-bayi yang remuk ditim- pa penggada raksasa”. Konten itu langsung disikapi Ketua Dewan Pendidikan Surabaya IsaAnshori. Menurut dia belum waktunya kata-kata itu dikonsumsi siswa tingkat SMP/MTs. “Seharusnya mengedit dan mengganti- nya dengan kata-kata yang lebih sopan,” katanya, Senin (2/9). Karena lampiran itu menjadi satu dengan materi pelajaran, dia meminta kepada guru agar memberi pengarahan terhadap siswa didiknya, terutama bagi siswa kelas VII SMP/MTs. “Hal ini sangat penting agar nantinya siswa tidak menyerap begitu saja kata-kata kasar itu. Guru harus bisa menjelaskan makna termasuk nilai kesopannya,” ujar Isa yang juga Ketua Hotline Surabaya. Ditemuiterpisah,KepalaSMPKhadijah Surabaya M Sugiyanur menilai wajar pe- rumpamaan dan pemilihan kata-kata di cerpen. ”Saya rasa tidak masalah karena ini konteksnya cerpen. Jadi harus dilihat dari pembahasan (cerita) sebelumnya, jangan dipotong-potong,” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (2/9). Menurut Sugiyanur, penggunaan kata- kata umpatan seperti ’bangsat, kurang ajar, bajingan, sambar geledek’, semata-mata untuk memperkuat karakter tokoh cerita itu. Dan menurut dia, siswa-siswa tidak se- mudah itu menirunya karena siswa belajar tidak dalam potongan-potongan kata, tapi dalam sebuah bingkai cerita. ”Malah yang perlu dicermati itu kultur yan berkembang di sini (Suabaya) dima- na penggunaan umpatan-umpatan sudah biasa dilakukan meski tidak ada sebab musababnya. Ini yang harus diperhatikan pendidik kita, bukan mempersoalkan isi cerpen,”katanya. ”Guru harus punya kompetensi untuk merasakan dan memberi pemahaman. Dan menguasai psikologi perkembang- an. Yang penting bukan mengajarkan kata per kata tapi dalam sebuah bingkai cerita,” katanya. Menurut Sugiyanur buku ini tidak perlu dipermasalahkan karena buku ini hanya sekadar pegangan. Jika guru atau sekolah kurang sreg bisa mengambil alternatif de- ngan mencari cerpen-cerpen yang mereka nilai aman. ”Saya rasa tidak perlu menarik buku ini. Kalau memang dianggap tidak sesuai kan bisa cari alternatif cerpen lain masih banyak,” katanya. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pen- didikan (LPMP) Jatim Salamun kaget saat dikonfirmasi adanya kata-kata kasar di bukukurikulum2013untukmatapelajaran Bahasa Indonesia. Meski demikian, pihak- nya tidak akan menutup mata bila ternyata benar kata-kata tersebut ditemukan. Bila dalam perkembangan ternyata buku itu mendapat banyak protes, LPMP Jatim tak segan-segan untuk mengusul- kan agar buku tersebut ditarik kembali. Apalagi, dalam bulan September 2013 ini akan ada tim sensus yang melakukan pendataan terkait pelaksanaan kuriku- lum baru di semester awal. Tim sensus tersebut akan mengecek guru, kepala sekolah, orangtua wali, ko- mite sekolah dan lainnya, untuk menge- tahui respon terhadap kurikulum 2013. “Mereka akan diinterview responnya. Hasilnya akan digunakan untuk alat evaluasi kurikulum baru yang dilakukan setelah satu semester,” terangnya. Buku pegangan siswa mapel bahasa indonesia yang memuat kata-kata kasar pun tidak akan luput dari bahan evalua- si. Apalagi buku itu hanya dipakai sela- ma satu semester. Semester selanjutnya nanti, buku pegangan siswa akan bergan- ti. Dalam proses ini, kemungkinan saja terjadi penarikan buku yang dipakai da- lam semester pertama itu. “Jelas jika di- tarik tidak akan dipakai lagi. Tapi harus menunggu hasil evaluasinya terlebih da- hulu,” tandasnya. (uus) Buku Kasar Digunjingkan Silakan Pilih Cerpen Alternatif■ KOMPAS/IWAN SETIYAWAN HUMAN PUPPET DANCE - Penampilan kelompok Pali Marwar Dance Group dari Rajasthan, India yang menyajikan Human Puppet Dance di Epicentrum Walk, Jakarta, Senin (2/9). Pertunjukan ini merupakan bagian dari Wayang World Puppet Carnival 2013 yang diikuti puluhan penyaji dari 46 negara. Suriah Mulai Minta Penyelesaian Damai DAMASKUS, SURYA - An- caman serangan militer Ameri- ka Serikat dan Prancis agaknya mulai menggetarkan penguasa Suriah yang mulai mendekati PBB agar mencegah serangan itu. Menurut kantor berita SANA, Senin (2/9), pemerintah Suriah meminta PBB berusaha mencegah setiap upaya agresi. “Pemerintah Suriah menyeru Sekjen PBB memikul tanggung jawabnya, dan melakukan usa- ha-usaha untuk mencegah agresi terhadap Suriah,” kata SANA mengutip surat wakil Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari. Surat itu juga mendesak PBB membantupengupayakanterja- dinya penyelesaian politik yang damai untuk krisis yang sudah menewaskan lebih 110.000 orang sejak Maret 2011. Presiden AS Barack Obama sendiri sedang minta persetuju- an Kongres untuk melancarkan aksi militer yang dipicu serang- an senjata kimia di pinggiran kota Damaskus dan menewas- kan ratusan orang. Sebelumnya, AS sudah men- dapatkan teman untuk menyer- bu Suriah yaitu Prancis, namun kehilangan sekutu karibnya, yaitu Inggris yang tidak menda- patkan persetujuan parlemen. Seruan damai juga dilontarkan Badan Koordinasi Nasional (NCB), salahsatukelompokoposisi Suriah. NCB minta masyarakat in- ternasional menghidupkan kembali upaya untuk menemukan penyele- saianpolitik. NCB menilai, ancaman aksi militer AS adalah demi kepentingan Washington dan keamanan Israel. “Serangan itu bukan untuk mencapai per- ubahan demokratis di Suriah,” kata Rajaa An-Nasser, anggota terkemuka NCB. An-Nasser mendesak dihi- dupkannya kembali upaya bagi penyelesaian politik di Suriah. “Kami mendesakkan penyelesai- an nyata politik dan dicapainya konsensus Amerika-Rusia me- ngenai dihidupkannya kembali konferensi internasional Jenewa, dan kami kira kembali ke Konfe- rensi Jenewa akan menjadi peng- ganti yang tepat bagi serangan.” Forum itu bakal dihadiri wakil pemerintahSuriahdankelompok oposisi, dan dirancang sejalan dengan upaya AS-Rusia untuk menghidupkan kembali pilihan politik bagi penyelesaian krisis Suriah.(ant) Dapat Ertiga Tak Bisa Nyetir Kata-kata kasar terdapat dalam cerpen lampiran buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII Dewan Pendidikan: belum waktu kata-kata kasar untuk siswa SMP. Kasek SMP Kadijah menilai kata- kata itu tidak menjadi masalah karena dibaca dalam konteks cerpen, untuk memperkuat karakter tokoh. ■ ■ ■ STORYHIGHLIGHTS HALAMAN 8 | SELASA, 3 SEPTEMBER 2013 Ratna Minta KPK Jerat Mantan Menkes JAKARTA, SURYA - Terdakwa kasus ko- rupsi pengadaan alat kesehatan penanggu- langan flu burung, Ratna Dewi Umar merasa dikorbankan atasannya, Siti Fadilah Supari ketika menjabat Menteri Kesehatan. Ratna yang divonis 5 tahun penjara meminta agar KPK juga menjerat Siti yang kini menjabat Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Menanggapi putusan hakim yang mem- vonisnya 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kurungan, Ratna menyatakan akan berkonsultasi dengan pengacaranya, apakah akan mengajukan banding atau tidak. Awalnya Ratna menolak memberi komen- tar atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor. Nanti saja melalui lawyer saya, jangan saya, ujar usai vonis dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta di Jakarta, Senin (2/9). Tapi, kemudian ia dengan lugas menyata- kan bahwa ia menjadi korban dalam perkara yang merugikan keuangan negara Rp 50,477 miliar. Tanpa tedeng aling aling, Ratna me- nunjuk mantan atasannya sebagai yang paling bertanggung jawab. Siti Fadilah, tegasnya. Wanita yang mengenakan atasan biru tua dan rok hitam ini tampak tenang, tidak menangis saat mendengarkan amar putusan hakim dibacakan. Seusai persidangan, Ratna menyatakan dia merasa dikorbankan Siti Fadilah. Dia pun menyebut Siti harus ikut bertanggung jawab atas kasusnya ini. Jelas (harus bertanggung jawab), kata Ratna. Mantan Dirjen Bina Pelayanan Medik Kemenkes itu dinilai terlibat korupsi empat proyek pengadaan di Depkes 2006- 2007. Dia terbukti sah dan meyakinkan me- lakukan tindak pidana korupsi bersama sama dalam dakwaan subsider, kata Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. Sebelumnya jaksa KPK menuntut Ratna dihukum lima tahun penjara ditambah den- da Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara. Jak- sa menilai Ratna terbukti melanggar Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tipi- kor Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP, sementara majelis hakim mengang- gap Ratna terbukti melanggar Pasal 3 dalam UU yang sama. Ratna, katanya, tidak terbukti mengambil keuntungan pribadi dari proyek ini se- hingga dia tidak dibebani mengganti uang kerugian negara. Ia hanya terbukti bersama sama menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan pihak lain atau korporasi, yang dalam hal ini PT Rajawali Nusindo, dan PT Kimia Farma Trading. Salah satu dari empat proyek yang diko- rupsi adalah Pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung TA 2006 di Direktorat Bina Pelayanan Medik Dasar Dirjen Bina Pelayanan Medik. (tri- bunnews/edw) LIMA TAHUN - Terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan flu burung, Ratna Dewi Umar usai divonis lima tahun di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/9). Orang Ganteng Jadi Mengerikan CALIFORNIA - Begi- nilah kira-kira cara para ahli efek khu- sus dalam film ketika mengubah wajah orang ganteng menjadi mengerikan. Ini terjadi di Universal Studio di The Globe Theater di California. (AP) Polda Belum Beber Pengakuan 5 Perusuh SURABAYA, SURYA - Begitu tiba di Polda Jatim, Minggu (1/9) malam, lima tersangka kerusuhan di Probolinggo lang- sung diperiksa. Namun, hasil- nya belum diungkap ke media. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Se- nin (2/9) malam mengatakan, para penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum masih mendalami keterangan lima tersangka. Soal keterlibatan atau hu- bungan para tersangka dengan calon wali kota atau tim sukses Pilwali Probolinggo, Awi me- nyatakan. Belum ada peng- akuan seperti itu.” Mantan Wadirlantas Polda Jatim ini hanya menyatakan bahwa para tersangka diperiksa terkait tindak pidana mengha- sut, mengajar orang lain untuk berbuat kejahatan, merusak, dan sejenisnya. Para tersangka yang sudah ditahan di Polda Jatim adalah M Haris (yang ditangkap per- tama kali); Eko Prasetyo, Ka- cung Amran, dan Safii Agung (ditangkap bersama); serta Dar- sono (diringkus paling akhir, Minggu sore). Semua tersangka adalah warga Probolinggo. Terkait kerusuhan Pilkada Probolinggo, tokoh NU KH Hasyim Muzadi berharap hal ini tidak melebar ke persoalan Pilgub Jatim. Pihak kepolisian harusnya menutup dua sumber besar kekacauan pilkada, yakni kecurangandanprovokasiyang melanggar hukum, katanya kepada Antara kemarin. Sementara itu, hasil rekapitu- lasi dan penghitungan manual oleh KPU setempat menyebut- kan bahwa pasangan Rukmi- ni-Suhadak atau Harus Pas memimpin perolehan dengan 48.326 suara atau 36,19 persen. Di urutan kedua, kata Ketua KPU Probolinggo Sukirman, pasangan Zulkifli Khaliq-Mak- sum Subani (Zam-zam) meraih 41.813 suara atau 31,31 persen. Posisi ketiga, pasangan Dewi Ratih-Ashad Anshari (Deras) 23.260 suara atau 17,42 per- sen. Sedangkan yang terakhir, pasangan Habib Hadi Zaenal Abidin-H Kusnan (Handalanku) meraup 20.134 suara atau 15,08 persen. Penghitungan sudah se- lesai, tapi penetapan secara resmi baru akan dilaksanakan Selasa, 3 September, di Kantor KPU Kota Probolinggo, kata dia. Rukmini adalah anggota Komisi X DPR RI yang juga merupakan istri Wali Kota Pro- bolinggo dua periode, Bukhori. Dalam Pilkada kali ini, Rukmi- ni-Suhadak diusung PDIP, PKS, dan PAN. (ufi/ant) Rukmini-Suhadak 36,19 Persen■ CAISAR K KAPANLAGI ETENARAN benar-benar membuat Caisar mendapat durian runtuh. Kejutan ketika berulang tahun ke-24 minggu lalu benar-benar mem- buat pemilik nama Caisar Aditya Putra kaget. Ia mendapat hadiah Suzuki Ertiga. “Sebelumnya, saya dikerjain sampai hampir mau beran- tem sama kru. Sedih campur senang. Tidak menyangka diberi surprise oleh keluarga dan kru,” katanya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (2/9). Ia tidak menyangka akan mendapat mobil. “Tidak menyangka seorang Caisar bisa dapat mobil,” katanya penuh haru. “Sayangnya, saya belum bisa nyetir, tetapi nanti pasti bisa,” tambahnya. Ketenaran itu harus dibayar mahal. Dalam sehari ia hanya tidur 2-3 jam. Supaya tetap tampil segar, Caisar harus menjaga diri. “Tetap jaga kesehatan, makan, dan tentu tetap keep smile,” kata bungsu dari lima bersauda- ra yang dulu menjadi tukang ojek itu. Ia sempat menjadi asisten dari Budi Anduk dan Yadi Sembako. “Dulu saya itu tugasnya membawa tisu. Kalau ada yang berkeringat, saya mengelap keringatnya. Ke mana-mana bawa tisu,” kata Caisar. Karena pembawan- nya yang lucu, ia sering meramaikan suasana di belakang panggung. Kendati namanya sekarang mulai sohor, Caisar mengatakan tetaplah Caisar yang dulu. Menurutnya, roda kehidupan berputar. Jika sekarang terke- nal, ia tetap mengingat saat-saat menja- di asisten. “Jadi, manfaatkan saat ini buat persiapan ke depan. Saya harus selalu siap serta selalu tersenyum,” kata pemilik goyang Cesar itu.(Tribunnews) ANTARA join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya

×