E paper surya 3 juli 2013

7,363 views
7,223 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
7,363
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
521
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

E paper surya 3 juli 2013

  1. 1. Harga Langganan: Rp 29.000/bulan l Berlangganan/Pengaduan/Sirkulasi: (031) 8479 555 ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYA (031) 8419 000 surabaya, surya - Di antara 735 per- wira remaja yang dilantik di lapangan Banda Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumimoro, Surabaya, Selasa (2/7) pagi, ada Ipda Albertus Mabel, putra Yuli Ma- bel, Kepala Suku Dani (Papua). Dalam upacara Prasetya Perwira (Pras- pa) 2013 itu, Yuli Mabel mengenakan kemeja batik khas Papua warna orange muda dengan bando merah dan tiga helai bulu burung putih. Penampilankhasitumemikatbanyak tamu undangan di acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Banyak yang meminta berfo- to bersama. Usai upacara, Yuli Mabel (55) men- coba mendekati anaknya di barisan perwira. Tapi sayang, pembawa acara mendadak meminta Inspektur Dua (Ipda) Albertus untuk bersalaman dengan presiden, bersama wakil dari suku-suku lainnya. “Itu anak saya. Dia anak pertama saya yang jadi polisi, saya bangga,” lamongan, surya - Sedih bukan ke- palang H Ainul Arifin dan istrinya Fahmi Andriani setelah 12 kg emas dagangannya di- kuras habis oleh pencuri, Senin (1/7) dinihari. Kini tak tersisa apa-apa lagi bagi pasangan ini untuk melanjutkan usahanya, kecuali tekat untuk bangkit. Yang juga menyusahkan Ainul, dari 12 kg emas itu, 2 kg di antaranya merupakan harta warisan orangtuanya yang harus dibagi ber- lima. “Jadi emas yang 2 kg itu harta warisan titipan ibu saya sebelum meninggal untuk lima anaknya, termasuk saya. Kebetulan saya yang dipercaya untuk mengelolanya,” ungkap Ainul ketika ditemui di rumahnya, di Jalan Raya Bedahan 33 Babat, Selasa (2/7). Bahkan, Ainul dan keempat saudaranya sudah berencana menggunakan emas warisan ituuntukmembiayaiibadahumrahbersamaan, Konflik Syiah-Sunni yang berujung pada kasus pengusiran warga Syiah Sam- pang adalah bukti negara abai dalam pemenuhan hak-hak asasi. Negara juga telah melakukan pembiaran konflik yang condong ke masalah keyakinan ini. Akhirnya, masa depan anak-anak warga Syiah yang dipaksa mengungsi karena diusir dari kampung halamanny a menjadi korbannya. Padahal, puluhan anak-anak ini tidak mengerti konflik apa yang men- dera orang tua mereka membuat mereka menjadi kehilangan hak hidup sebagaimana mestinya seorang anak. Seperti bermain, hak mendapat pendidikan, sampai tidak bisa tumbuh di tempat nenek moyang mereka hidup. Anak-anak ini juga juga mengalami intimidasi. Kami Rindukan SekolahJeritan Hati Anak-anak Pengungsi Syiah■ Sidoarjo, surya - ”Kami tidak ingin meng- ungsi. Kami ingin terus sekolah dan bermain bola. Kami rindu sekali teman-teman di sekolah,” ucap Sulaiman, Selasa (2/7). Tidak hanya sekali bocah 10 tahun itu mengungkapkan perasaannya selama hidup di pengungsian. Sulaiman merupakan satu diantara puluhan anak warga Syiah yang mengungsi di rumah susun (ru- sun) Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo setelah terusir dari tempat pengungsian mereka di Gedung Olah Raga (GOR) Sampang. Anak-anak korban konflik Sampang ini baru sekitar sepuluh hari berada di rusun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo. Tapi mereka mengaku sudah tak kerasan. KE HALAMAN 7■ J emari Istiqomah erat menggapit pensil warna. Dia membuat pola gambar di atas secarik kertas putih. Perlahan, goresan pensil itu menunjukkan bentuknya. Gunung, yang berusaha digambar bocah 8 tahun itu. Gadis manis itu melengkapi gambarnya dengan sawah dan rumah sederhana. Garis rumah miring karena dia tidak menggunakan penggaris. Istiqomah lalu mewarnai garis-garis gam- barnya dengan warna sesuai imajinasinya. Dua gunung, sawah dan rumah sederhana itu menggambarkan kampung halaman yang sudah lama ditinggalkannya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ MENGGAMBAR - Anak-anak pengungsi Syiah belajar menggambar di penampungan baru di rumah susun Puspa Agro, Selasa (2/7). Dua belas hari sudah, sejak 20 Juni lalu warga Syiah asal Sampang mengungsi di rumah susun (ru- sun) Puspa Agro, Jemundo, Ta- man, Sidoarjo dari GOR Sampang. Tidak jelas sampai kapan mereka menghuni rusun milik Pemprov Jatim itu. Nasib anak-anak peng- ungsi pun menggantung Melihat Keseharian Anak Pengungsi Syiah Sampang (1) Gambar Gunung Karena Rindu Kampung SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ Emas Warisan Keluarga Ainul Ikut Digondol KE HALAMAN 7■ Berhijab Karena Takut jihan fahira B intang sinetron tahun 1990-an, Jihan Fahira, kini sudah mulai berhijab. Istri Primus Yustisio ini mengungkap- kan alasannya mengena- kan kerudung. “Sayamakintambah umur,anaksudahtiga.Saya takuttengahjalanadasesua- tu.Guruagamajugabilang, kalaukamumeninggal dalamkeadaanmelanggar gimana.Akutakutsekali,” ungkapJihandistudio RCTI,Selasa(2/7). Jihan pun semakin mantap berhijab setelah melihat langsung kondisi beberapa temannya Anak Kepala Suku Dani Jadi Perwira Ipda Albertus Cium Punggung Tangan Ayah■ detik.com ANAK PEDALAMAN - Albertus Mabel mendapat ucapan selamat dari ayahnya Yali Mabel, kepala suku Dani, Wamena, Papua usai dilantik sebagai perwira remaja Polri, Selasa (2/7)KE HALAMAN 7■ Pengungsian Bukan Solusi Kembalikan mereka ke daerah asal.Anak-anak ini ingin membangun desanya, identitas nenek moyangnya. Bukan membangun rusun yang tidak jelas. RABU, 3 JULI 2013 NO. 234 TAHUN XXVI TERBIT 24HALAMAN HARGA Rp 1.000 Hak Mendapatkan Pendidikan Diabaikan■ Umrah Bareng Batal■ News Analysis ARIS MERDEKA SIRAIT Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) 205 jiwa (66 keluarga) warga Syiah Sampang ditempatkan di Rusun Puspa Argo Jemundo, Sidoarjo 29 Diantaranya masih balita 96 Orang tercatat masih anak-anak dan masih sekolah Di Rusun Puspa Agro tidak ada fasilitas pendidikan atau sekolah darurat Anak-anak pengungsi terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ■ ■ ■ ■ ■ storyhighlights KE HALAMAN 7■ KE HALAMAN 7■ KE HALAMAN 7■ Ikuti ulasan topik ini di pk 12.00 WIB link radio online: 202.148.14.92:8000 Anak-anak selalu menjadi korban konflik. Berbagilah di www.facebook.com/ suryaonline tribunnews/jeprima THE BEST OF JAVA NEWSPAPER INDONESIA PRINT MEDIA AWARD (IPMA) 2013 BERMAIN - Anak-anak pengungsi warga Syiah bermain usai belajar menggambar di tempat pengungsian baru mereka di Rumah Susun, Komplek Puspa Agro, Jemudo, Sidoarjo, Selasa (2/7). join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  2. 2. surya.co.id | surabaya.tribunnews.com ROADTOELECTION RABU, 3 JULI 2013 | jakarta, surya - Rancang- an Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas) akhirnya disahkan dalam sidang paripurna DPR, Selasa (2/7). Sebelum disahkan, paripurna diwarnai perdebatan. Meski sebagian besar fraksi menyetujui RUU disahkan, pim- pinan sidang Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan memilih me- lakukan voting. “Karena masih ada perdebatan, maka pengam- bilan keputusan akan diambil melalui voting,” kata Taufik. Fraksi yang menyetujui RUU ini disahkan adalah Demokrat (107 anggota), Golkar (75), PDIP (62), PKS (35), PPP(22), PKB (10), total anggota yang setuju penge- sahan RUU Ormas menjadi UU 311 orang dari total anggota ha- dir 361 orang. Sementara fraksi yang menolak adalah PAN (26), Gerindra (18), Hanura (6), total 56 orang. Dengan hasil itu, RUU Ormas resmi disahkan jadi UU. Sebelum voting, rapat diwar- nai beragam celetukan. Ketika Fraksi PAN menyatakan meno- lak RUU, sidang ramai teriakan. Pecat besan! kata seorang le- gislator. Ketua Umum PAN Hat- ta Rajasa memang sebagai besan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Di sisi lain muncul teriakan, Ingat Setgab! Setgab atau Sekretariat Gabungan adalah forum partai-partai pendukung pemerintahan SBY. Semua partai koalisi mendukung pengesahan RUU Ormas, termasuk PKS. Kali ini PKS sesuai dengan koalisi, kata anggota FPKS Nur- hasan Zaidi, disambut tepukan tangan anggota fraksi lain. Frak- si PKS membuat heboh ketika pertengahan Juni 2013 menolak kenaikan harga BBM, melawan kesepakatan partai-partai koali- si. (tem/tribunnews) Dukungan PK-PPNUI Tetap Ganda surabaya, surya - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim sudah merampungkan klarifi- kasi tahap kedua terhadap du- kungan ganda partai non par- lemen, Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) un- tuk pasangan Soekarwo-Saiful- lah Yusuf (KarSa) dan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Her- man S Sumawiredja (Berkah). Komisioner KPU Jatim Agus Mahfudz Fauzi mengatakan, berdasarkan klarifikasi dan veri- fikasi tahap kedua tersebut, ha- silnya tak jauh beda dengan kla- rifikasi tahap pertama. Bahwa, tetap terjadi dualisme dukungan PK dan PPNUI, yakni untuk pa- sangan KarSa dan Berkah. Alasannya, karena antara Ke- tua Umum (ketum) dan Sekjen partai tersebut tetap tidak ada ti- tik temu. Semua tetap ngotot de- ngan pendapat masing-masing. Jadi, hasil klarifikasi dan veri- fikasi tahap kedua ini tak jauh beda dengan tahap pertama. Se- mua punya jawaban sendiri dan bersikukuh bahwa jawabannya yang sah yakni Ketum mendu- kung Khofifah-Herman, Sekjen mendukung KarSa, ujarnya kepada pers, Selasa (2/7). Meski hasilnya kemungkinan sama dengan hasil rapat pleno KPU tahap pertama, kata Agus, sampai saat ini KPU Jatim tetap belum dapat memperkirakan peluang pasangan Berkah, apakah bisa lolos atau tidak. Tapi yang jelas, hasil klarifi- kasi tahap dua ini hampir sama dengan tahap pertama, Ketum dan Sekjen DPP PK dan DPP PPNUI mengalami dualisme dukungan. Padahal, dalam atur- an partai sudah jelas, bahwa da- lam kepengurusan Ketum dan Sekjen memiliki tingkatan dan hak yang sama, tegas mantan Ketua KPU Ponorogo ini. Menyiakapi hal itu, KPU Jatim, lanjut Agus, akan mela- kukan konsultasi ke KPU Pusat, sebelum menggelar rapat pleno tahap kedua pada 8-14 Juli nanti untuk membahas hasil verifikasi tahap dua. Hal itu dilakukan, agar keputusan yang diambil benar-benar tepat dan sesuai aturan perundang-undangan. KPU ingi keputusan terkait dualisme dukungan ini benar- benar jadi putusan yang tepat dan sesuai aturan perundang- undangan yang ada, tegasnya. Polemik dukungan PK dan PPNUI menjadi sangat menarik, karena dukungan dua partai non parlemen tersebut sangat menentukan lolos tidaknya pasangan Berkah maju Pilgub Jatim. Jika du- kungan dinyatakan ti- dak sah, maka dukung- an pasangan Berkah tidak mencapai minimal 15 persen suara sebagaimana disyaratkan Undang-undang. Sedangkan bagi KarSa, dukung- an itu tak mempengaruhi penca- lonan pasangan incumbent ini. Dukungan PK-PPNUI sangat penting bagi Khofifah-Herman. Tanpa keabsahan dukungan dua parpol yang punya suara 0,50 dan 0,24 persen itu, pencalon- annya dipastikan gagal. Karena suara empat partai pengusung, PKB, PKPI, PKPB, dan PMB hanya 14,81 persen alias tidak memenuhi syarat minimal 15 persen untuk mengusung ca- gub-cawagub. (uji) 'Pecat Besan' di Voting UU Ormas Ke KarSa Maupun Khofifah-Herman Hasil Verifikasi KPU Jatim Tahap Dua ■ ■ Meski kemungkinan sama dengan hasil pleno pertama, KPU Jatim belum dapat memperkirakan peluang Khofifah-Herman apakah bisa lolos atau tidak. KPU Jatim akan konsultasi ke KPU Pusat, sebelum rapat pleno tahap kedua 8-14 Juli untuk membahas hasil verifikasi tahap dua. ■ ■ storyhighlights jakarta, surya - Bakalca- lon presiden (capres) dari Partai Hanura Jenderal Purn Wiranto mengaku siap kembali berhada- pandengantuduhanmelakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) tahun 1998 ketika meng- hadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014mendatang. Saya sudah maju sebagai capres dan cawapres dua kali. Setiap saya maju pasti ada isu macam-macam. Tapi untuk isu pelanggaran HAM, saya berani mempertanggunjawabkanbah- wa yang saya lakukan di masa lalu selalu berdasar hukum dan kebijakan negara, kata Wiranto usai deklarasi capres-cawapres di Jakarta, Selasa ( 2/7). Hanura menetapkan Wi- ranto sebagai capres dan Hary Tanoesoedibjo (HT) sebagai cawapres. Pada Pilpres 2004, Wiranto menjadi capres ber- pasangan dengan Salahudin Wahid. Pilpres 2009, Wiranto maju cawapres mendampingi capres Jusuf Kalla alias JK. Lebih lanjut Wiranto malah bangga dirinya mampu me- nyelesaikan kerusuhan 1998 ketika menjabat Menhankam/ Pangab. Kerusuhan di seluruh Indonesia, kata dia, dapat di- redakan dalam tiga hari. Negara kita utuh. Korban memang ada, risiko dari se- suatu kerusuhan. Seperti itu bisa dilihat di negara-negara lain. Tapi mari kita lihat di Mesir, Suriah, Libya, berapa lama bisa menyelesaikan ke- rusuhan itu? kata Wiranto. Pada kesempatan sama, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoe- dibjo (HT) mengaku penetap- an dirinya sebagai bakal cawa- pres atas permintaan partai. Hary mau menerima tawaran mendampingi Wiranto setelah prihatin atas kondisi bangsa. Setelah diskusi dengan Pak Wiranto, kami punya visi dan misi sama, memperbaiki bangsa,mengabdikepadarak- yat. Itu yang melatarbelakangi saya bersedia menjadi calon wakil presiden dari Hanura, kata bos MNC Grup itu. Ditambahkan, perbedaan latar belakang dirinya dengan Wiranto menjadi sinergi. De- ngan latar belakang militer, menurut dia, Wiranto sangat berpengalaman dan tegas. Adapundirinyaberpengalam- an di bidang ekonomi-bisnis. Politisi Partai Demokrat Ru- hut Sitompul menilai Hanura bunuh diri dengan peng- usungan Wiranto-HT sebagai capresp-cawapres. Menurut- nya, pencalonan itu terlalu dini karena dilakukan sebelum pemilu legislatif yang menjadi tolok ukur bisa memutuskan pengusungan capres-cawapres. “Ini nekat, karena kalau me- lihat sekarang, bagi Hanura mencalonkancapres-cawapres sangat sulit. Dalam matemati- ka politiknya adalah tindakan bunuh diri namanya,” ujarnya di DPR, Selasa (2/7). Dikatakan, RUU Pilpres masih digodok DPR. Dalam dinamikanya, kata Ruhut, par- tai-partai justru mendukung agar presidential threshold (PT) yang menjadi syarat parpol bisa mengajukan capres tidak diubah dari UU Pilpres yang sudah ada. Dalam aturan itu, PT 20 persen kursidiDPRdan25persensuara ditingkatnasional. (kompas. com/tribunnews) TRIBUNNEWS/DANY PERMANA DEKLARASI - Capres dan Cawapres yang diusung Partai Hanura, Wiranto-Hary Tanoesoedibjo saling menggenggam tangan didampingi istri masing-masing, pada acara deklarasi capres-cawapres Partai Hanura di Jakarta, Selasa (2/7). Sebelum diusung sebagai cawa- pres Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo sempat bergabung dengan Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh. Wiranto Siap Kembali Diserang Isu HAM Deklarasi Pilpres Bersama HT■ UU ORMAS - Massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia beraksi menolak RUU Ormas di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/7). Mereka menilai RUU Ormas mema- tikan demokrasi. ANTARA/Rosa Panggabean PENGUMUMAN Sehubungan dengan adanya Pengumuman Lelang Eksekusi Hak Tanggungan oleh PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk. yang di muat di harian Surya pada hari Jumat tanggal 28 Juni 2013, maka untuk dan atas nama Sdr. ARIE PRANOTO ACHMAD, perlu memberitahukan kepada KHALAYAK Ramai sebagai berikut : Bahwa Sebidang tanah dan bangunan seluas 670 m2, sebagaimanan terurai dalam SHM No.2198/Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya atas nama pemegang hak Sdr. ARIE PRANOTO ACHMAD yang akan di lelang oleh PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk. melalui perantaraan KPKNL pada Hari Jumat tanggal 05 Juli 2013, pukul 14.00 WIB, tempat : Ruang Lelang KPKNL Surabaya, Jalan Indrapura No.5 Surabaya, pada saat ini masih terjadi sengketa di Pengadilan Negeri Surabaya dalam perkara Perdata No.355/Pdt.G/2013/PN.Sby dan telah pula dilakukan pemblokiran di Badan Pertanahan Surabaya 1. Karenanya Kami meminta perhatian kepada Khalayak Ramai untuk tidak membeli barang yang akan di jual lelang tersebut, agar tidak di nyatakan sebagai Pembeli Yang Tidak Beritikad Baik (membeli barang dalam keadaan sengketa) maupun menghindari tuntutan-tuntutan hukum lebih lanjut dari Client Kami. Surabaya, 03 Juli 2013 Hormat Kami Kuasa Hukum Sdr. ARIE PRANOTO ACHMAD IVAN WIJAYA, SH, MKn. join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  3. 3. Surya Biz Jakarta, surya - Masih adanya pelemahan konsumsi domestikdanpenurunanekspor, memaksa Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013, yaitu dari 6,2 persen menjadi 5,9 persen. Masihadagejolakhinggaakhir tahun karena adanya perlam- batan pertumbuhan permintaan dalam negeri dan berlanjutnya te- kanan terhadap harga komoditas, serta penerimaan ekspor, ujar Ndiame Diop, Ekonom Utama Bank Dunia, dalam pemaparan di Jakarta, Selasa (2/7). Menurutnya, Indonesia harus melakukan penyesuaian terha- dap tekanan ekonomi yang terus berlanjut, seperti perlambatan pertumbuhan pada triwulan I dan rencana penarikan Quanti- tative Easing, untuk mengaman- kan stabilitas ekonomi makro. Ndiame menambahkan, pros- pek ekonomi yang melemah diikuti dengan indikasi perlam- batan pertumbuhan investasi, serta menurunnya kepercayaan konsumen sebagai antisipasi reformasi subsidi BBM yang menyebabkan inflasi tinggi. Koreksi terhadap pasar sa- ham akhir-akhir ini, juga mem- bebani permintaan dalam negeri dan membuat prospek ekonomi melemah hingga sisa akhir ta- hun 2013, katanya. Namun peningkatan harga BBM bersubsidi akan membantu memperkecil defisit APBN 2013 dengan proyeksi penghematan Rp 42 triliun dan mendorong peningkatan belanja kompensasi bagi program bantuan sosial. Meski perekonomian Indonesia diprediksi meningkat pada 2014, masih ada resiko perlambatan le- bih kuat, karena pelemahan harga komoditas yang berlanjut. Penurunan harga komoditas yang lebih besar merupakan risi- ko signifikan, dengan kaitannya terhadap pendapatan dalam valu- ta asing, keuntungan dunia usaha dan kegiatan investasi, ujarnya. Saatini,hargakomoditasutama pada umumnya telah menurun dan berada pada tingkat lebih dari 20 persen, lebih rendah dibanding harga tertingginya pada 2011. Disisi lain, Ndiame juga mem- prediksi kenaikan harga BBM ber- subsidi dapat meningkatkan laju inflasi pada akhir tahun hingga mencapai sembilan persen (yoy). Pemerintah menetapkan target laju inflasi dalam APBN Perubah- an 2013 sebesar 7,2 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan asumsi dalam APBN 4,9 persen, karena kenaikan BBM bersubsidi. BPS mencatat, laju inflasi tahun kalender Januari-Juni 2013 men- capai 3,35 persen dan inflasi (yoy) 5,9 persen, sedang inflasi kom- ponen inti Juni 0,32 persen dan inflasi (yoy) 3,98 persen. (ant) Harga Naik Konsumsi BBM Subsidi Menurun surabaya, surya - Sejak penetapankenaikanhargabahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, penyalurannya menurun diban- dingkan kondisi normal. Penu- runan konsumsi BBM subsidi itu dirasakan di seluruh regional Jatim Bali Nusa Tenggara. Data PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V menyebutkan, pada H+1 hingga H+9, penyaluran harian premium di Jatim turun menjadi 9.040 KL atau turun  19.2 persen. Penyaluran solar menjadi 4.610 KL, turun 19.1 persen. Pada kondisi normal, penya- luran rata-rata harian di Jatim pada Mei sebanyak 11.200 KL (premium) dan 5.700 KL (solar). Assistant Manager External Relation, Pertamina Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari mengatakan, pasca kebijakan kenaikan harga BBM subsidi, penyaluran pada H+1 sampai H+9, turun sebesar 22.7 persen untuk premium dan 21.3 persen untuk solar. Heppy mengungkapkan, pe- nyaluran yang berada di bawah rata-rata normal merupakan efek sementara dari kebijakan kenaikan harga. Selama kurang lebih sepekan sebelum kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi, penyaluran jauh di atas rata-rata normal. Sepekan pertama pasca penaikan harga, masyarakat masih memanfaatkan BBM yang dibeli sebelumnya,” ujarnya. Menurut dia, butuh waktu sedikitnya dua pekan sampai sebulan untuk melihat kecende- rungan konsumsi BBM subsidi oleh masyarakat. Hingga sembi- lan hari setelah kenaikan harga, rata-rata penyaluran harian premium di Region V  sebanyak 12.170 KL dan solar 5.790 KL. Jumlah penyaluran ini menu- run jika dibandingkan kondisi di bulansebelumnya,atauMei2013. Pada bulan itu. penyaluran rata- rata harian di wilayah Region V  sebanyak 15.730 KL untuk pre- mium dan 7.360 KL untuk solar. Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyatakan, periode Januari-Juni 2013, jumlah BBM subsidi yang dijual mencapai 22,6 juta KL, terdiri dari premi- um, solar, dan minyak tanah. Ia mengatakan, penjualan BBM subsidi itu mencapai 47,4 persen dari jatah atau kuota tahun ini 47,6 juta KL. Penjualan ini masih normal atau di bawah kuota, namun faktor Puasa dan Lebaran akan meningkatkan permintaan BBM subsidi. Untuk BBM subsidi jenis pre- mium, yang telah dijual selama 6 bulan ini mencapai 14,4 juta KL atau 46,7 pesen dari kuotanya di tahun ini 30,7 juta KL. Sementa- ra untuk solar sudah disalurkan 7,7 juta KL atau 48,8 dari kuota tahun ini 14,3 juta KL, kata Ali dalam siaran pers, Selasa (2/7). Lalu minyak tanah, penjualan mencapai 547.000 KL, atau 45,6 persen dari kuota. Realisasi pe- nyaluran dengan tambahan kuota baru masih on track dan diharap- kan memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun, kata Ali. (rey)  SURABAYA, SURYA - Bulan Ramadan semakin dekat. In- dustri ritel (peritel) mulai me- ningkatkan persediaan barang bahkan hingga dua kali lipat, terutama untuk produk-produk untuk konsumsi seasonal yang banyak diburu masyarakat. Head of Public Relation Hy- permart, Fernando Repi me- ngatakan bahwa peningkatan persediaan telah dilakukan sejak awal Juni silam di semua gerai Hypermart di seluruh area, ter- masuk di Jawa Timur. Persediaan yang digenjot, ter- utama adalah produk-produk makanan ringan dan minuman, seperti biskuit, kurma, sirup, dan lainnya. Selain itu, produk buah-buahan juga akan ikut di- tambah ketersediaannya. Menurut Fernando, pening- katan persediaan itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang diperkirakan sudah akan terlihat pada awal pekan ini. Untuk sekarang ini memang belum terlihat lonjakan pembeli. Tetapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, diprediksikan se- bentar lagi akan terlihat lonjak- annya, ujar Fernando kepada Surya, saat dihubungi Selasa (2/7).  Meski persediaan diganda- kan, namun menurut Fernando,  Hypermart belum akan menam- bah jumlah supplier yang telah mereka gandeng.   Peningkatan persediaan ini sudah kami rencanakan sejak di awal-awal tahun dengan mempertimbangkan suplai dari pemasok dan distributor. Sejauh ini kami belum beren- cana menambah pemasok dan distributor karena pasokan dari mereka cukup untuk memenuhi permintaan, tambahnya.   Hal yang sama juga telah dila- kukan peritel Giant (Hypermar- ket dan Supermarket) yang ada di bawah PT Hero Supermarket Tbk (HERO).   Pahlevi Nugroho, Regional Merchandise Fresh East Region dan Kepulauan Hero Group, sebelumnya mengatakan bahwa peningkatan persediaan dilaku- kan terutama pada produk-pro- duk musiman, seperti kurma, makanan dan minuman ringan, serta bahan makanan lain seper- ti kolang-kaling dan cendol.   Penambahan persediaan itu, lanjut dia, mulai gencar dilaku- kan sepekan menjelang mema- suki bulan Ramadan.   Bahan-bahan sembako lain tidak begitu tinggi permintaan- nya karena masyarakat sudah memiliki stok sendiri. Tetapi untuk daging sapi biasanya permintaan juga tinggi, ujar Pahlevi.   Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel In- donesia (Aprindo), Pudjianto menyebutkan bahwa selama momentum Ramadan, omzet peritel umumnya terdongkrak antara 20 hingga 50 persen.    Peningkatan omzet tersebut, seperti dikutip dari Kontan, kontribusi terbesarnya berasal dari produk-produk makanan. Karenanya tak heran apabila peritel  berlomba menambah persediaan, bahkan mencapai empat hingga kali lipat. (ben) Antisipasi Lonjakan Permintaan Ramadan ■ Masih ada gejolak hingga akhir tahun karena adanya perlambatan pertumbuhan permintaan dalam negeri dan berlanjutnya tekanan terhadap harga komoditas, serta penerimaan ekspor. NDiame Diop Ekonom Utama Bank Dunia Penambahan persediaan yang dilakukan oleh pelaku industri ritel, di satu sisi memberikan keuntung- an tersendiri bagi konsumen. Dengan banyaknya peritel yang berlomba-lomba mem- perbanyak persediaan produk untuk persiapan Ramadan itu, konsumen memiliki semakin banyak pilihan saat hendak membeli produk tertentu. Ketua Harian Yayasan Lemba- ga Konsumen Indonesia (YLKI), Husna Zahir mengatakan bahwa meskipun konsumen memiliki banyak pilihan untuk dibeli, mereka harus tetap cerdas dan kritis dalam memilih.   Pasalnya tak menutup kemungkinan dari sekian banyak produk, terutama produk makanan dan minuman yang ditawarkan, terdapat satu dua yang sebenarnya tak layak edar dan tak layak konsumsi.   Menurut Husna, dalam memilih produk yang hendak di- beli untuk keperluan Ramadan, Tribunnews Perbanyak stok - Salah satu peritel besar, Hypermart, yang memperbanyak stok produk makanan dan minuman di semua gerainya, termasuk di Jatim, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang Ramadan dan Lebaran. Butuh Kritis dan Cerdas Saat Membeli Produk Persediaan produk mamin dilakukan untuk antisipasi lonjakan permintaan masyarakat selama Ramadan Langkah ini dilakukan peritel besar, seperti Hypermart dan Giant Hypermarket dan Supermarket ■ ■ storyhighlights surya.co.id | surabaya.tribunnews.com HALAMAN | | RABU, 3 JULI 2013 terdapat tiga hal yang harus diperhatikan.   Pertama, pastikan kemasan produk dalam kondisi tak rusak. Sebab kalau kemasannya saja rusak,maka tidak menutup kemungkinan isinya juga rusak, kata Husna, Selasa (2/7).   Kedua, pastikan pula produk dibeli telah memenuhi legalitas, serta registrasi dan izin edar yang tertera di kemasan. Sebab jangan sampai produk itu ternyata belum mengantongi izin edar dari lembaga terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).   Ketiga, pastikan produknya tidak kadaluwarsa. Yang jelas, tawaran diskon memang bagus untuk dimanfaatkan. Tetapi jangan sampai gelap mata, tambahnya. Himbauan bagi konsumen untuk waspada ini, bukan berarti bahwa sebelum-sebelumnya YLKI pernah mendapat pengaduan terkait produk yang ditawarkan peritel jelang Ramadan.   Tahun lalu tidak ada peng- aduan dari konsumen terkait produk-produk yang dijual di toko-toko ritel jelang Ramadan.  Saya rasa, itu karena konsumen yang sebagian besar sudah kritis dan cerdas, ujar dia.   Husna juga berharap dinas- dinas terkait untuk intensif melakukan inspeksi di pusat-pu- sat perbelanjaan, terutama yang menawarkan produk makanan.    Dinas-dinas terkait harus lebih aktif melakukan pengawas- an untuk memastikan keamanan konsumen, pungkas dia. (ben) surya/sugiharto Menurun - Karyawan SPBU mengisi BBM pada kendaraan roda empat di SPBU Kayoon Surabaya, beberapa waktu lalu. Konsumsi Melemah Proyeksi Pertumbuhan Direvisi HARGA EMAS PERKIRAAN PASAR 1/7 2/7 DOLAR AS/TROY OUNCE (24 KARAT) 1.240.59 1.264.64 Rp 408.000/gram MATA UANG KURS JUAL KURS BELI EUR 13,041.95 12,910.41 HKD 1,288.17 1,275.11 THB 323.09 319.14 USD 9,990.00 9,890.00 KURSVALAS Peritel Perbanyak Stok Mamin join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  4. 4. surya.co.id | surabaya.tribunnews.com LIPSUSPROPERTI RABU, 26 JUNI 2013 | grafis: surya/rendra Nama Bank Suku Bunga Dasar Kredit (%) Kredit Kredit Kredit Kredit Konsumsi Korporasi Ritel Mikro KPR Non-KPR Bank Mandiri 10.00 12.00 22.00 10.75 12.00 BRI 9.75 11.50 19.25 10.00 12.00 BCA 9.25 10.60 - 9.50 8.18 BNI 10.00 11.60 11.60 10.65 12.25 CIMB Niaga 9.85 10.75 19.00 10.80 10.70 PermataBank 10.00 10.50 - 11.50 10.25 Pan Indonesia Bank 9.50 9.50 17.00 10.00 10.00 Bank Danamon 10.00 11.00 19.76 11.75 12.49 BTN 10.00 10.25 17.75 10.45 11.00 BII 10.09 10.53 - 10.02 10.27 OCBC NISP 9.50 10.50 - 11.50 11.50 HSBC 8.50 8.50 - 8.50 - Bukopin 10.54 12.96 13.40 11.90 12.80 Bank Jabar dan Banten 7.44 10.36 17.04 8.04 10.12 UOB Indonesia 9.55 11.25 - 9.66 - BTPN - 16.36 18.52 - 17.55 Standard Chartered 7.58 7.67 - 8.06 - Bank Mega 11.25 17.25 - 12.50 12.50 ANZ Panin 7.27 7.61 - 8.90 8.90 Bank Ekonomi 10.08 10.08 - 10.08 - Bank Mayapada 10.40 11.40 12.77 10.38 10.84 Bank Commonwealth 9.50 10.50 - 11.50 12.50 Bank Mutiara 12.00 12.50 22.00 12.00 12.00 Rabobank 10.50 11.25 - 11.25 12.00 Sumber : Bank Indonesia SUKU BUNGA DASAR KREDIT (SBDK) PER AKHIR APRIL 2013 kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang mengikuti kenaikan BI Rate sangat disesalkan para pengembang. Realestat Indonesia (REI) memandang rencana perbankan menaikkan suku bunga KPR bukanlah keputusan bijak. Wakil Koordinator Regional II Jawa-Kalimantan DPP REI, M Rudiansyah mengatakan, jika suku bunga KPR meningkat maka pengembang mengalami dua tekanan sekaligus. “Nilai angsuran naik, daya beli masyarakat naik, tapi di sisi lain secara riil, harga kompe- nen perumahan naik,” ujarnya, Selasa (25/6). Karena biaya produksi yang meningkat, terlebih dengan kenaikan harga BBM bersubsi- di tentunya harga rumah perlu disesuaikan. Tapi, penyesuaian harga rumah membuat tidak terjangkau konsumen. Dalam kondisi demikian ,pengembang harus berhati- hati mengambil langkah. Setidaknya, ada dua pilihan, pertama, menjual rumah untuk memenuhi cash flow atau jika yang diprioritaskan kelangsungan bisnis, mungkin lebih baik lebih berhati-hati dan menunggu momen. Yang kedua, kalau pertim- bangannya cash flow (aliran uang), mau tidak mau pe- ngembang harus menurunkan margin keuntungan. Risikonya, kesulitan melangsungkan produksi berikutnya. Rudiansyah menyatakan sebuah kesalahan jika menaikkan harga jual karena pengembang ingin untung semata. Yang sebenarnya, pengembang menghitung biaya dan kelangsungan serta menjaga skala bisnis. Jangan sampai kalau seka- rang bisa bangun 5 hektare tapi besoknya menurun,” tandasnya. Selain tidak bijak, keputusan bank menaikkan bunga KP'R setelah BBM naik adalah salah. Sebaiknya, pikirkan backlog (suplai rumah) masih sangat tinggi dan kaitannya dengan inflasi nantinya. Secara terpisah, Ketua DPP REI Setyo Maharso memper- kirakan, pasar properti tahun ini tetap berjalan baik, meski terjadi kenaikan bunga KPR. Masyarakat akan menyesuai- kan,” ujarnya. Kalau per- timbangannya cash flow (aliran uang), mau tidak mau pengembang menurunkan margin keuntungan. m rudiansyah Wakil ketua koor- dinator regional II jawa kalimantan dpp rei Berlomba Beri KPR Khusus surabaya, surya - Suku bunga acuan BI Rate boleh naik, BBM bersubsidi naik harga, tapi kredit pemilikan rumah (KPR) tetap tumbuh. Bahkan, Bank Indonesia meyakini kelanjutan tren kredit properti yang terjadi sejak April 2013. Dari data yang diperoleh Sur- ya, kredit properti tumbuh 40 persen dalam setahun terakhir (April 2012 hingga April 2013). Angka itu jauh di atas rata-rata kredit perbankan secara umum, yang tumbuh 21,9 persen secara tahunan. Tren ini setidaknya menjadi peluang perbankan mening- katkan volume kredit di pasar. PT Bank CIMB Niaga Tbk, misalnya, menawarkan suku bunga KPR khusus, yang relatif murah, yakni 8,99 persen fix (tetap) selama lima tahun. Kami berani memberikan bunga tetap lima tahun untuk bisa bersaing dengan bank-bank lain. Lebih lama kan lebih aman. Biasanya bank-bank kan hanya 2-3 tahun, ungkap Direktur CIMB Niaga, Wan Razly dalam keterangan persnya, beberapa waktu lalu. Skema bunga fix (tetap) berarti selama lima tahun per- tama, CIMB Niaga memberikan tawaran cicilan dengan nilai tetap. Hal itu berarti keuntung- an bagi nasabah dalam menjaga cash flow dan rencana keuang- an lainnya. Berbeda dengan fix, ada yang namanya bunga floating (mengambang), yang maksud- nya, cicilan KPR bisa berubah- ubah nilainya setiap saat/ periode. Misalnya, bunga 12 bulan pertama 12 persen, belum tentu untuk bunga 12 bulan berikutnya masih 12 persen, sangat mungkin naik menjadi 13 persen sesuai perubahan suku bunga di pasar. Wan Razly menambahkan, hingga Maret 2013, CIMB Niaga telah menyalurkan kredit untuk KPR senilai Rp 21,5 triliun dari total kredit di Kuartal I-2013 sebesar Rp 147 triliun. Target tahun ini, meningkat 18 persen dari pertumbuhan kredit tahun 2012 atau Rp 171,572 triliun. Yang pernah menawarkan tenor tiga tahun, salah satunya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Bank swasta ini me- luncurkan Program Fix Cap yang memungkinkan nasabah mendapat kepastian suku bunga dan angsuran ringan, yaitu suku bunga fix 9,75 persen selama tiga tahun pertama dan cap maksimal 10 persen selama 2 tahun berikutnya. Skema itu dapat ditafsirkan, bahwa selama tiga tahun pertama suku bunga KPR BCA tidak akan berubah. Sedangkan Cap adalah selama dua tahun berikutnya suku bunga tidak akan melebihi batas atas (maksi- mal) yang sudah ditetapkan. Pada periode Cap, suku bu- nga ditinjau setiap enam bulan dengan ketentuan jika pada saat peninjauan suku bunga konter KPR BCA lebih besar dari bunga 10 persen, maka nasabah hanya akan dikenakan bunga 10 persen sehingga nasabah mendapatkan kepastian bunga KPR selama lima tahun. Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memberikan fasilitas KPR khusus bagi pembeli unit-unit properti mewah dari pengembang Ciput- ra Group. Bunga KPR-nya 6,75 persen untuk pembelian properti di atas Rp 1 miliar per unit. “Kami akan berikan suku bunga khusus sebesar 6,75% bagi setiap pembelian properti Ciputra minimal Rp 1 miliar per unit. Bunga KPR ini berlaku selama dua tahun pertama,” kata Direktur Utama BTN Maryono, beberapa waktu lalu. (hri/bbs) pilih rumah - Pengunjung mengamati salah satu properti unggulan dari Ciputra Group di sebuah pameran. Dengan batasan uang muka mini- mal 30 persen, perbankan harus bersiasat meng- gaet nasabah. Konsumen sendiri wajib menyeleksi dengan tepat dalam menentu- kan skema kredit yang pas dengan keuangannya. Pengembang Tertekan Dua Kali Agar Impian Tak Musnah punya rumah adalah sebuah impian. Nah, kalau ada berba- gai kendala seperti bunga kredit bank naik, bagaimana? Apa kiat agar impian itu tidak musnah, termasuk tidak mengorbankan kebutuhan lain seperti anggaran pendidikan anak-anak. Financial Planning dari Padma Finansia, Ita Guntaro menyarankan, harus bijak. Pertama, cerdas memilih bank untuk mendapatkan bunga kompetitif dan faktor biaya lain-lain seperti administrasi dan provisi. ”Kadang-kadang ada bank yang memberikan bunga fix selama sekian tahun. Tetapi bunga dipatok sudah tinggi. Pertimbangkan itu,” urainya. Kedua, angsuran rutin juga harus diperhitungkan. Idealnya, sepertiga dari total gaji. ”Meng- apa demikian? Karena kita kan punya tujuan dan kebutuhan lain. Jangan sampai karena rumah, biaya pendidikan anak- anak malah dikesampingkan,” tambahnya. Ketiga, kata Ita, ada baiknya mulai mengurangi pengelu- aran-pengeluaran yang bisa dikurangi. Misalkan saja, akibat kenaikan harga BBM maka ada baiknya mulai mengurangi tingkat penggunaan kendaraan. Untuk bepergian di jarak dekat, tak ada salahnya dijangkau dengan berjalan kaki. (ben) Siasat Perpanjang Tenor dan Kemitraan Pengembang ■ Biasanya diterbitkan Bank Indonesia (BI( secara berkala setiap bulan. BI menerbitkan yang namanya SBDK (Suku Bunga Dasar Kredit) sebagai acuan semua bank untuk menetapkan kredit. Bank tidak akan terlalu jauh menetapkan, bahkan ada beberapa bank yang menetapkan di bawah SBDK yang ditetapkan BI. ■ ■ ■ info bunga kpr Diakui, risiko kenaikan biaya bagi pengembang akan terjadi tapi pasar akan tetap baik, karena kebutuhan hunian memang sangat tinggi. Drektur Cushman Wake- field Indonesia Nonny Subeno mengatakan, kondisi pasar saat ini lebih cenderung me- nunggu. Suku bunga KPR men- jadi salah satu pertimbangan konsumen untuk membeli rumah. Kenaikan suku bunga akan mempengaruhi. Kenaikan yang terjadi, berapapun besarannya akan memengaruhi keputusan kon- sumen. Semakin besar tingkat kenaikan, semakin banyak yang terpengaruh. (rey/ben) surya/sugiharto join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  5. 5. surya.co.id | surabaya.tribunnews.com JAWATIMUR| RABU, 3 JULI 2013 tulungagung, surya - Solichu- din(30),teknisiPLN pembersihardeasal Dusun Grompol, Kelurahan Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, tewas tersengat listrik tegangan tinggi di kompleks Perumahan Bangau Putih, Desa Bangoan, Kecamatan Ke- dungwaru, Tulungagung, Selasa (2/7). Peristiwa memilukan ini terjadi saat korban sedang membersihkan arde di jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) bersama teman kerja sekaligus tetangganya, Ubaidi (31). Kini, Ubaidi dirawat di RSUD Dr Iskak karena mengalami luka bakar di pung- gungnya saat menolong Solichudin. Menurut Slamet Riyadi, teknisi PLN Tulungagung, saat itu dia mengawasi kedua pekerja itu. Solichudin memanjat lebih dulu karena tugasnya membersih- kan arde di atas SUTET. Slamet menyebutkan, Solichudin me- mang sudah terbiasa melakukan hal itu. Ia sering terlibat pembersihan arde di ja- ringan SUTET jalur Tulungagung-Kediri yang bertegangan listrik 70.000 volt itu. Setelah memanjat dan mencapai po- sisi biasanya, Solichudin tiba-tiba ber- teriak meminta tolong karena rupanya tersengat listrik. Ubaidi pun langsung memanjat untuk menolong. Sesampai di dekat Solichudin, dia memegang lengannya tetapi malah timbul percikan api. Solichudin pun terjatuh dan dan tewas seketika. Solichudin saat di atas berarti me- nyentuh kabel yang teraliri tegangan listrik tinggi, ujarnya. Sementara, Kapolres AKBP Whisnu Hermawan Februanto melalu Kepala Polsek Kedungwaru AKP Irwantono mengatakan,kejadianinimemangmurni kecelakaan. Kendati demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan serta memeriksa para saksi. Ini kecela- kaan murni, tandasnya.(yul) Massa Misterius Serbu Pendemo surya/sudarmawan RINGSEK - Mobil Honda Jazz yang melaju ugal-ugalan menyeruduk motor ojek dari belakang, akibatnya penumpang ojek tewas di lokasi kejadian, Selasa (2/7). Sementara pengemudi ojek luka parah, terlihat mobil Honda Jazz rinsek. Tewas Tersengat SUTET surya/yuli ahmada TERJATUH - Solichudin karyawan PLN pembersih arde SUTET, tewas tersengat listrik dan jatuh dari ketinggian. Seorang rekannya yang coba menolong kini masih dirawat Honda Jazz Ugal-ugalan Hantam Motor Ojek ponorogo, surya - Kecelakaan maut terjadi di JL Raya Ponorogo - Ngebel, Kelurahan Singosaren, Keca- matan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Selasa (2/7). Dalam kecelakaan maut tersebut menyebabkan se- orang penumpang ojek te- was. Kecelakaan melibatkan Honda Supra bernopol AE 5909 TY yang dikemudikan Marnu (40) warga RT 03, RW 02, Desa Tajuk, Kecamatan Siman dan Mobil Honda Jazz putih bernopol AE 371 BI yang dikemudikan Lulut Agus Setiyawan (33) warga Jl Thamrin Nomor 32, RT 01, RW 03, Kelurahan Bangunsa- ri, Kecamatan/ Ponorogo. Sedangkan korban tewas adalah Suwandi (43) warga RT 03, RW 03, Dusun Bayem, Desa Jagir, Kecamatan Sine, Ngawi. Korban mengalami pendarah- an hebat dari bagian kepala, telinga, serta kaki dan tangan. Sedangkan tukang ojek mengalami luka di bagian ta- ngan dan kakinya. Sementara motor ojekan korban ringsek karena terkena benturan keras mobil Honda Jazz warna putih yang juga rinsek Awalnya, motor korban yang dikendarai Marnu (40) berboncengan dengan korban melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan seki- tar 50 kilometer per jam. Sesampainya di JL Niken Gandini, tepatnya di depan Conter Djoni Cell, Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jena- ngan, tiba-tiba ditabrak mobil Honda Jazz dari arah belakang yang melaju dari timur menu- ju barat. Karena mobil melaju ken- cang, menyebabkan motor korban terpelanting hingga mengakibatkan penumpang motor ojek itu tewas di lokasi kejadian dan tukang ojek mengalami patah tulang ta- ngan dan kaki. Kasat Lantas Polres Pono- rogo, AKP Dwi Agung Setyo- no menegaskan kecelakaan disebabkan aksi ugal-ugalan pengemudi mobil Honda Jazz. Hal itu disebabkan karena fak- tor human error. Alasannya, usai dilaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) jalan lurus, pandang bebas, serta cuaca cerah.(wan) magetan,surya -Wibawa polisi di Magetan dipertaruh- kan, pasalnya keberadaanya tidak digubris oleh massa tak dikenal yang tiba-tiba menyer- bu para pengunjuk rasa yang dikawal poilisi. Padahal para penyerbu tidak saja mengejar, para pengunjuk rasa, tetapi menganiaya dan merusak mo- bil, Selasa (2/7). Peristiwa memalukan ini ter- jadi saat massa Orang Indone- sia (Oi) demo penuntasan kasus KIR dan Kunker DPRD Fiktif yang menghabiskan uang ne- gara Rp 12 miliar. Namun sejak pagi di depan gedung DPRD Kabupaten Magetan sudah di- tunggui massa tak dikenal. Karena tahu demo akan men- dapattandingan,massaLSMOi mengubah agenda jalan tidak jadi demo ke kantor DPRD, tapi ke Kejaksaan setempat. Belum lagi menyalurkan aspirasi di depan gedung DPRD, massa Oi sudah dikejar massa tak dikenal dan minta aksi Oi itu dibubarkan. Massa Oi membubarkandiri dengan dikawal polisi dari Pol- res Magetan. Namun sayang belum sampai massa Oi bubar, massa tak dikenal itu langsung menyerang dan memukuli massa ormas Oi. Padahal saat itu banyak polisi berpakaian preman maupun seragam ber- jaga-jaga di tempat kejadian perkara (TKP). Saya dan Pak Zahni kena pukul tangan kosong dan kayu. Kami tadi sebenarnya mau demo ke DPRD masalah kunker diduga fiktif dan ke Ke- jaksaan Negeri (Kejari) untuk memberikan dorongan penun- tasan kasus korupsi Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo. Tapi ternyata dihadang massa itu,kata ketua Oi Magetan Sa- eful Anam kepada Surya seusai penyerangan itu, Selasa (2/7). Menurut Saeful Anam, iden- titas pelaku pengrusakan dan pemukulan sudah dikantongi dan dia akan melaporkan ke pihak berwajib. Kami demo itu sepengeta- huan polisi, karena kami se- belumnya melayangkan surat pemberitahuan kepada polisi. Artinya demo kami itu tidak liar. Ternyata, meski mendapat kawalan polisi, massa itu tetap menerobos dan melakukan pengrusakan,jelas Anam begi- tu biasa pria gondrong ini biasa dipanggil. Anam mengaku sudah pu- nya banyak bukti-bukti terkait pengrusakan dan penganiaya- an yang dilakukan massa tak dikenal itu. Yang jelas massa ini tidak menghendaki penuntasan masalah kasus korupsi Kunker Fiktif DPRD. Artinya, sudah bisa ditebak, massa darimana yang menyerang ini,katanya. Kami, kata Anam, akan menyerahkan kepada proses hukum yang berlaku. Mudah- mudahan hukum bisa obyektif dan memenuhi rasa keadilan masyarakat. Kemungkinan baru besuk kami melapor ke Polres Ma- getan. Lagian saat penyerang- an tadi, di kantor Oi banyak bapak-bapak polisi yang tahu. Jadi kita tidak akan sulit mem- berikan keterangan,katanya. Polisi Tutup Mulut Terpisah, sejumlah polisi yang bertugas saat kejadian tidak bersedia bicara saat dikonfirmasi masalah penyer- buan oleh massa tak dikenal tersebut. Bahkan Kapolres Magetan AKBP Riky Haznul yang di- mintai konfirmasi, tidak berse- dia menjawab.(st40) Polisi Bengong Lihat Penganiayaan■ Kendati dikawal polisi, massa pendemo babak belur diserbu dan digebuki massa misterius yang tidak mau kasus Kunker fiktif DPRD didemo Para pendemo yang babak belur berencana melapor ke Polres Magetan secara resmi ■ ■ storyhighlights blitar, surya - Mayat laki-laki yang di- perkirakan berusia sekitar 20 tahun ditemukan mengambang di Sungai Dadu, Desa Rejowi- nangun, Kecamatan Kademangan, Selasa (2/7) pagi hari. Saat ditemukan, mayat tertelungkup dan tersangkut batu, dengan kondisi wajah dan tubuhnya masih utuh. Setelah dievakuasi, ternyata mayat itu diketa- hui bernama Ali Sodig, (20), warga Desa Ringin Anom, yang tetangga desa. Itu dikenali dari wajah dan identitas yang ditemukan di pakai- annya. Penemuan mayat itu praktis membuat warga desa setempat geger karena dikira kor- ban pembunuhan. Namun, hasil penyelidikan petugas, penyebab kematian korban itu bukan karena pembunuhan melainkan diduga terja- tuh saat mencari rongsokan di sungai tersebut. Pekerjaan korban itu tiap hari mencari ba- rang bekas, di antaranya di tepi kali. Diduga, ia terpleset karena tak ditemukan bekas luka di tubuhnya. Atas permintaan pihak keluarganya, mayat korban tak dioutopsi, kata AKP Purwa- di, Kapolsek Kademangan, Selasa (2/7). Mayat korban itu diketahui pertama kali oleh Karmidi,(52), warga Desa Rejowinangun. Pagi itu, Karmidi hendak pergi sawah dan berjalan kaki di tepi sungai. Mendadak langkahnya terhenti karena melihat ada mayat terapung di sungai itu. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan dilanjutkan ke polsek. Sumarti (50), ibu korban menuturkan, diri- nya sempat kebingungan karena anaknya tak pulang sejak pamitan mencari rongsokan pada Senin (1/7) pagi kemarin. Seperti biasanya, setiap mencari rongsokan, jejaka itu berjalan kaki dengan membawa saks. Namun, biasanya setiap pukul 12.00 WIB, korban sudah berada di rumah. Tetapi siang kemarin, tak pulang hingga malam hari. Akibatnya, keluarganya dan para tetangganya mencarinya, termasuk sempat menyusuri sungai tersebut.(fiq) Jasad Ali Sodiq Mengapung Imigrasi Bingung 97 Imigran Kabur blitar, surya - Aneh, kendati dijaga ketat aparat ga- bungan, 120 imigran gelap asal Timur Tengah kabur semua. Setelah dicari, petugas hanya menemukan 23 imigran. Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda, yakni di warung nasi dan bakso, di jalan raya Desa Olak, yang berjarak sekitar 2 km sebelah utara Ho- tel Holi. Dari 23 imigran yang ditangkap kembali itu terdiri dari laki laki 11 orang, perem- puan 8 serta 4 anak-anak. S Saat ini mereka tak dibawa ke hotel kembali namun langsung diamankan di Kantor Imigrasi Blitar, di Kecamatan Srengat. Pertimbangannya, agar lebih mudah pengamanannya. Kami masih mencari terus dengan menyebarkan orang di terminal, pantai atau pelabu- han serta bandara, kata Kasi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Imigrasi Blitar, Selasa (2/7). Informasinya, mereka tak hanya kabur ke arah Kota Blitar namun ditengarai ke Kota Ma- lang juga. Sebab berdasarkan kesaksian warga, mereka dike- tahui menumpang dua mobil bison ke arah Malang. Mereka mencegat Bison di portal Bendungan Sutami, yang berjarak sekitar 1 km dari hotel Holi. Namun, petugas yang mengejarnya tak menemukan karena kehilangan jejak. Menurut AKBP Dirin, Ka- polres Blitar, para imigran dipandu tiga orang, sebagai koordinatornya. Di antaranya, Siswanto (35), menantunya Samuji, yang asal Banyuwañgi, dan dua temannya, Andik Arif (27), warga Sulawesi Tengah, serta Juhaidi (30), warga Sum- bawa, Nusa Tenggara Barat. Para Imigran akan minta suaka politik ke Australia.(fiq) Bus Sugeng Rahayu Seruduk Truk madiun, surya - Kecelaka- an menimpa bus Sugeng Raha- yu (Sumber Group) di jalur rin- groad KM 2, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (2/7). Meski tak ada korban jiwa, namun satu penumpang bus yang terluka dilarikan ke RSU Sogaten Kota Madiun. Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu, sekitar pukul 11.30 WIB, bus jurusan Yogyakarta-Surabaya ini melaju dengan kecepatan tinggi di jalur ringroad ke arah timur. Saat tiba di tikungan, sebuah truk berja- lan melambat. Melihat ini, sopir bus Sugeng Rahayu (Sumber Group), Sukri- yanto (50), warga Desa Balong- prigondani, Kecamatan Balong- bendo, Kabupaten Mojokerto tak mampu mengusai truk. Se- hingga bus pun menyundul ba- gian belakang kanan truk yang disopiri Slamet Priyanto, warga Ngawi. Akibatnya, truk terpelanting kearah kiri jalan. Truk bernopol AE 8554 UB pun terjatuh ke sa- wah dengan kedalaman 2 meter, dan kepala truk berbalik arah dari menghadap timur berubah ke arah barat. Sementara bus bernopol W 7741 UY usai menabrak truk membanting stir ke kanan. Me- lompat pembatas jalur di tengah jalan, dan masuk ke sawah di seberang jalan. Seperti truk, bus ini nyungsep ke sawah se dalam 2 meter. Truk berjalan lambat, ter- tabrak dan bus banting stir ke kanan, ujar Mustofa, kenek bus Sugeng Rahayu. Akibat tabrakan ini, satu penumpang bernama Cikal Handayani (16), warga jalan Sampurna Surabaya dilarikan ke RSU Sogaten. Dia mengalami shock karena posisi duduknya di depan, ujar Kasat Lantas Pol- res Madiun Kota AKP Kasiani. Ia katakan, polisi sedang meminta keterangan sejumlah saksi.(bet) surya/imam taufiq KETAT - Kendati dijaga ketat aparat gabungan di Blitar, semua imigran gelap asal Timur Tengah berhasil kabur dari hotel UNIVERSITAS Negeri Malang (UM) menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional (MN) XIII di Padang, Suma­ tra Barat. Dalam MTQ MN XIII kali ini, UM mendapat Juara I, Tilawah (putri), Juara I karya tulis ilmiah kandu­ ngan Qur’an, Juara I debat kandungan al­Qur’an berba­ hasa Inggris, Juara III, debat kandungan al­Quran ber­ bahasa Arab. “Sedangkan untk kaligrafi, tartil dan fah­ mil Qur’an masing­masing mendapat Juara Harapan II dan III,” ujar Rektor UM, Prof Suparno, Selasa (2/7). Prestasi delegasi UM terse­ but merupakan kejutan yang membanggakan. Betapa tidak selama ini, delegasi tidak per­ nah meraih juara I atau sepu­ luh besar. “Kalaupun menang hanya sebagai Juara II, pada ta­ hun 2007 lalu,” ujar Suparno. Menurutnya yang paling membanggakan, kemenangan kali ini didukung mahasiswa Jurusan Psikologi dan Jurusan Sastra Inggris. “Sangat berva­ riatif, tidak hanya mahasiswa Sastra Arab tetapi juga dari jurusan lain. Ini membuktikan adanya kebersamaan antar mahasiswa,” terangnya. Tidak heran kalau kemudian keberadaan al­Qur’an Study Club (ASC) yang sejak sete­ ngah tahun lalu dirintis maha­ siswa yang intens mempelajari Al­Qur’an statusnya ditingkat menjadi salah satu Unit Ke­ giatan Mahasiswa. “Dengan prestasi secara nasional ini ASC menjadi salah satu UKM UM,” tandasnya. Tidak hanya itu Rektor, juga memberikan apresiasi kepa­ da delegasi UM, khususnya para juara dengan memberi­ kan uang pembinaan sesuai dengan prestasinya dan be­ bas SPP satu semester. Peng­ hargaan tersebut tidak hanya diberikan kepada delegasi UM yang mengikuti MTQ MN XIII di Padang tetapi juga bagi ma­ hasiswa lain yang mengukir nama UM di tingkat nasional. Menurut Pembina kafilah (delegasi) UM, Dr Yusuf Hanafi M.Fil.I, MTQ MN XIII diiku­ ti 129 PTN/PTS dengan total peserta sebanyak 1.428 maha­ siswa. Seperti diketahui MTQ MN diselenggarakan setiap dua tahun sekali. 19 maha­ siswa yang dikirim mengikuti MTQ MN XIII tersebut telah lolos dalam Seleksi Tilawatil Qur’an secara intern. “Ketika lolos mereka mendapat surat mewakili UM dan mendapat pembinaan secara intensif se­ lama 2 bulan dan menjelang keberangkatan mereka harus dikarantina selama tiga hari,” terangnya. Sementara Rofi’atul Muna yang mampu menyisihkan 190 peserta tilawah al­Qur’an sela­ lu bersyukur dengan prestasi yang diraihnya sebagai Juara I Putri. Meski sebelumnya, Muna pernah meraih Juara Per­ tama Putri Tilawah al­Qur’an tingkat Asia Tenggara. Mahasiswi kelahiran Bojo­ negoro ini memang lahir dari keluarga qoriah. “Ibu saya qo­ riah tingkat jatim,” ujar Muna yang kerap meraih juara baik tungkat regional maupun nasi­ onal. (adv) Universitas Negeri Malang, Juara Umum MTQ MN XIII JUARA UMUM – Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Suparno (tengah, baju putih) bersama kafilah UM yang berhasil menggondol predikat Juara Umum MTQ Mahasiswa Nasional yang digelar di Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/7/2013). join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  6. 6. HALAMAN | | RABU, 3 JULI 2013 Jawa Timur surya.co.id | surabaya.tribunnews.com Sekitar 900 mobil yang dihias dengan berbagai ornamen mengangkut para santri dan pelajar dari sekolah di bawah naungan Kantor Kemenag Ponorogo yang menggelar pawai ta'aruf menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, Selasa (2/7). (wan) pawai ta'aruf R atusan warga Kelu- rahan Baratan, Kecamat- an Patrang, Kabupaten Jember harus menunggu selama tiga jam untuk mendapatkan BLSM, Selasa (2/7). Mereka me- nunggu berjam-jam di kantor kelurahan setempat. Mereka tiba di kantor kelurah- an sejak beberapa menit sebe- lum pukul 10.00, karena mereka mendapatinformasikalauBLSM akan dibagikan pukul 10.00. Ter- nyata hingga pukul 13.00, pem- bagian belum dilakukan. Saya menunggu mulai pukul 10.00 tadi, sampai sekarang belum ada, ujar Ny Santi. Sementara Syamsi harus tiga kali bolak-balik dari rumahnya ke kantor kelurahan. Untuk mereda kejenuhan warga, Lurah Baratan Ahmad Sidiq selalu memberitahu keber- adaan petugas pos yang hendak membagi uang itu. Sekarang masih di Kelurahan Slawu, sabar ya bapak dan ibu, ujar Sidiq. Agar warga tidak jemu menunggu, perangkat kelu- rahan membelikan minuman untuk mereka. Setelah ditungu- tunggu, petugas PT Pos tiba di kantor kelurahan pukul 13.10. Hingga pukul 14.00, pencairan uang belum selesai. Warga Ba- ratan yang mendapat BLSM 910 rumah tangga sasaran. Hari itu, BLSM tidak dicair- kan serentak di 31 kecamatan di Jember. Namun hanya diku- curkan di tiga kecamatan kota yakni Kaliwates, Sumbersari dan Patrang. Pembagian di ke- camatan lain masih menunggu verifikasi Kartu Perlindungan Sosial (KPS) selesai. Ada 60 petugas Pos yang membantu pencairan dana di tiga kecamatan itu, ujar Kepala Kantor PT Pos Indonesia Jember Wahyudi Aziz. BLSM di tiga kecamatan itu dibagikan di 22 kantor kelurahan. Pembagian di wilayah keca- matan kota ini terlihat menda- dak seperti diakui oleh Lurah Baratan Ahmad Sidiq. Pasal- nya, dirinya bersama lurah-lu- rah lain di Kecamatan Patrang diberitahu adanya pembagian BLSM, Senin (1/7) pukul 20.00. Saya diminta ke kantor kecamatan untuk mengambil undangan agar dibagikan kepa- da warga, ujar Sidiq. Akhirnya distribusi undangan itu secara kilat dilakukan di kelurahannya hingga pukul 23.00. Bahkan ada warga yang baru menerima Selasa (2/7) pagi, seperti yang dialami Ny Santi dan Ny Astutik, warga Kelurah- an Baratan. Saya juga kaget kok mendadak. Ternyata petugasnya dari Pos yang membagi BLSM kurang banyak karena warga saya sampai menunggu tiga jam. Sepertinya kurang siap, tutur Sidiq. Namun pihaknya hanya bertugas menyebar undangan dan kupon. (sri wahyunik) Perangkat Enggan Diberhentikan JOMBANG, surya - Ratusan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Jombang berunjukrasa di pendapa kabu- paten, Selasa (2/7). Mereka menuntut pengisian perangkat desa yang sudah ha- bis masa kerjanya ditunda. Alas- annya, menunggu bupati baru dilantik, 24 September 2013. “Sementara biarkan saja seperti ini. Biar nanti bupati baru yang memberikan solusi untuk kita,” kata Mahfud, bagian keamanan PPDI. Alasan lain, karena kepala desa akan segera habis masa baktinya, juga terkesan dibiar- kan saja. Para perangkat merasa diperlakukan diskriminatif. “Kami seperti anak tiri, begi- tu habis langsung disuruh ganti. Tapi kepala desa, meski mau ha- Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang dinanti-nanti akhirnya mulai dicairkan sejak awal bulan ini. Namun pemberian bantuan Rp 150.000/bulan itu tidak seindah yang dibayangkan masyarakat sebelumnya. Karut Marut Pembagian BLSM (1) Petugas Pos Baru Datang Setelah 3 Jam Menunggu surya/sri wahyunik sabar - Demi Rp 150.000, para calon penerima BLSM ini sabar menunggu selama 3 jam di Kelurahan Baratan. Minta Tunggu Pelantikan Bupati Baru■ Tunggu kebijakan bupati baru setelah pelantikan Tidak ada diskriminasi perlakuan antara kades dan perangkat Tunggu hasil uji materi diputus oleh Mahkamah Agung ■ ■ ■ tuntutan perangkat sumenep, surya - Marsiyati (33) serta merta menolak tuntutan jaksa penuntut umum(JPU)RTeddyRoomiusdiPengadil- an Negeri ( PN ) Sumenep, Selasa (2/7). JPU menuntutnya tujuh tahun penjara lantaran Marsiyati memotong alat vital suaminya, Hasanah Riyadi (38) pada 21 Pebruari 2013. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya menolak Bu Hakim, karena saya pu- nya anak yang masih sekolah, dan tidak ada yang bisa merawat serta menafkahi dia, papar perempuan warga Dusun Langsar Laok, Desa Langsar Kecamatan Seronggi itu dengan mata berkaca-kaca kepada ke- tua majelis hakim Enny Sri Rahayu. Sebaliknya, Marsiyati malah membela diri bahwa aksi nekatnya itu didasari ka- renarasasakithatiyangsangatmendalam karena suaminya secara terang-terangan selingkuh dengan perempuan lain. Dia juga melihat foto-foto mesra suaminya dengan perempuan lain, sehingga tanpa sadar dia kalap dan memotong alat vital suaminya. Jika berkenan saya, sampaikan bukti rekaman dan foto-foto mesra suami saya dengan teman selingkuhannya,’’ ujar Marsiyati sembari menyodorkan sebuah flashdisk yang di dalamnya tersimpan re- kaman pembicaraan suaminya serta foto- fotonya. Menanggapi ucapan Marsiyati, majelis hakim berjanji akan mencoba membica- rakan dengan anggota majelis dan sidang ditunda pada sidang berikutnya minggu depan dengan agenda putusan majelis. Penasihat hukum terdakwa, Risvandi berharap, dengan adanya tambahan buk- ti-bukti rekaman dan foto-foto mesra sua- minya yang menyebabkan terdakwa ka- lap, dapat menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memutuskan perkara. Wa- laupun data tambahan ini masuk pada saat persidangan dan sebetulnya tidak boleh, tetapi semoga ini menjadi bahan pertimbangan majelis,’’ papar Risvandi. Marsiyati yang menikah dengan Hasa- nah Riyadi dikaruniai seorang anak yang kini sekolah di salah satu SMK di Sumen- ep. Perempuan ini kalap memotong alat vital suaminya tatkala Hasanah tidur. Marsiyati memotongnya dengan meng- gunakan sebilah celurit. Akibat pemotongan itu, Hasanah kini cacat seumur hidup. Potongan alat vital- nya tidak ditemukan, sehingga dokter tak bisa menyambungnya kembali. Marsiya- ti kemudian ditahan polisi untuk proses hukum selanjutnya. Dalam tuntutannya, JPU R Teddy Roo- mius menyebut, terdakwa secara sah dan diakui oleh terdakwa sendiri bahwa ia dengan sengaja memotong alat vital sua- minya. Karena itu JPU menjerat terdakwa dengan dakwaan pasal 351 ayat 1 subsi- der Pasal 353 Ayat 1 tentang penganiaya- an berat. (riv) Sebatang Kayu Jadi Masalah JOMBANG - Musolim (48), petani warga Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Jombang, harus berurusan dengan polisi lantaran dicurigai mencuri kayu di kawasan hutan petak 11 RPH Rapahombo, Desa Pojokkklitih , Selasa (2/7). Dia tepergok petugas patroli di hutan membawa sebatang kayu jati ukuran 300 x 10 x 10 cm dan sebuah kapak sambil mengendarai sepeda. Ketika ditanya petugas tentang surat-surat kayu yang dibawa- nya, Musolim tak bisa menjawab. ”Meskipun cuma satu batang, tapi karena tidak bisa tunjukkan surat sah kayu yang dibawa, terpaksa diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, tandas Kasubbag Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo. (uto) Rumah Maling Dibakar Warga sumenep - Karena dituduh mencuri cabe jamu, rumah Akib (57) warga Desa Gilang, Kecamatan Bluto, Sumenep dibakar warga. Saat itu warga mendatangi rumah Akib menunggu yang bersangkutan pulang guna menyelesaikan pencurian yang dila- kukannya. Namun karena yang dicari tak kunjung datang, warga mulai melempari rumahnya, bahkan kemudian membakarnya. Sebelumnya, Akib tertangkap tangan sedang mencuri cabe jamu di rumah Sa’ei di Desa Sera Tengah. Menurut Kapolsek Bluto, AKP Sutrisno, persoalan pencurian itu telah diselesaikan seca- ra kekeluargaan oleh kades, dan kemudian Akib. Namun ada warga yang tidak terima lantaran Akib diduga terlibat beberapa pencurian sebelumnya. (riv) LINTAS JAWA TIMUR surya/rivai sidang tuntutan - Terdakwa Marsiyati ke luar dari ruang sidang diantar petugas usai mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum. bis dibiarkan saja. Enam bulan sebelum masa kerja kades habis, seharusnya sudah ada tahapan, tapi tak pernah dilakukan,” pa- par Mahfud. Sebanyak 282 ka- des akan habis jabatannya pada 9 Agustus 2013. Alasan ketiga, yakni karena belum menerima uji materi dari Mahkamah Agung (MA). “Kami selaku pemohon uji materi be- lum menerima keputusan. Se- hingga eksekusi tidak dapat di- lakukan. Kalau eksekusi pakai keputusan yang mengacu di in- ternet, kacau namanya,” beber Ketua PPDI Sutrisno. Menanggapi permintaan itu, Asisten I Sekkab Jombang, War- to yang menemui pendemo me- ngatakan, semuanya dijalankan sesuai tahapan. Termasuk untuk pengisian perangkat desa yang sudah habis masa kerjanya. “Beberapa waktu lalu sudah dilakukan pengisian BPD (Ba- dan Permusyawaratan Desa). Sekarang ini saatnya pengisi- an perangkat. Baru setelah itu pengisian kepala desa. Kalau tahapan tak kita lakukan sesuai jadwal bisa kacau,” paparnya. Soal tudingan diskriminasi, Warto membantah tegas. “Di hadapan hukum tak ada anak emas dan anak tiri. Enam bulan sebelum jabatan kades habis me- mang tahapan pilkades sudah ada. Yakni pemberitahuan ke kades bahwa jabatannya habis. Yang melakukan BPD, bukan Pemkab,” tandasnya. Soal putusan MA, menurut- nya sudah klir. “Begitu kepu- tusan MA digedok, saat itu juga berlaku. Apalagi sudah dipubli- kasikan di internet. Jadi pengisi- an perangkat memang harus se- gera dilakukan. Apalagi DPRD juga sudah mendesak agar sege- ra dilakukan pengisian perang- kat,” paparnya. (uto) Pemotong Penis Suami Ajukan Bukti dalam Flashdisk surya/sutono tunggu bupati - Ketua PPDI Sutrisno berbicara di hadapan Kapolres dan Plt Sekda yang menemuinya di pendapa kabupaten. surya/sudarmawan sumenep, surya - Unjun rasa ber- ubahmenjadiaksilempartelurbusukdan tanahliatdilakukansekitar20mahasiswa di depan kantor PT Wira Usaha Sume- kar (WUS), Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) yang bergerak di bidang kerja- sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Selasa (2/7). Pengunjukrasa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumen- ep (FKMS) itu kesal lantaran tidak dite- mui oleh satu pun pejabat PT WUS. Namun tidak berselang lama aksi mereka dihentikan polisi dan akhirnya massa FKMS dibubarkan dan kembali ke markasnya di jalan Trunojoyo dengan kawalan ketat polisi. Mereka menyoal Dana Bagi Hasil (DBH) migas dari beberapa perusahaan migas yang beroperasi di Kabupaten Sumenep. DBH migas ke Kabupaten Sumenep dalam laporan di APBD tahun 2013 nihil. Di Sumenep ini punya 10 KKKS, baik yang sudah eksploitasi maupun eksplorasi, tetapi hasilnya tidak jelas bagi Kabupaten Sumenep,’’ ujar Eko Wahyudi, korlap aksi. Pengunjukrasa juga mempertanyakan beberapa titik perusahaan migas yang hingga saat ini belum memberikan kon- tribusi terhadap masyarakat sekitar lo- kasi perusahaannya. Pemkab Sumenep seperti tidak peduli dengan kondisi ma- syarakat sekitarnya padahal mereka ke- rapkali jadi korban migas. Ada banyak nelayan yang dirugikan perusahaan mi- gas, ungkap Eko di hadapan pimpinan Komisi B. Karena itu, FKMS mendesak DPRD dan pemerintah untuk mempertegas se- gala bentuk kegiatan migas di Sumenep. Mahasiswa juga menuntut agar peme- rintah menutup perusahaan migas yang beroperasi tanpa mengantongi izin prin- sip dari Pemkab Sumenep. Yang perlu diperjelas tentang keber- adaan dana bagi hasil, dana participating interrest, dana community development, dan dana coorporate social responsibilty. Kalau tidak kami pasti akan lawan se- mua kegiatan itu,’’ pungkasnya. Puas menyampaikan aspirasi tentang migas ke Komisi B DPRD Sumenep, mereka kemudian bergerak ke kantor PT WUS. Namun mereka tidak ditemui oleh jajaran direksi dan pejabat PT WUS, melainkan hanya ada staf dan petugas satpam. Hal ini membuat mahasiswa marah dan menyegel kantor PT WUS. Menurut ma- hasiswa seringkali kedatangan mereka ke kantor PT WUS tidak diterima oleh pejabat BUMD itu. Sebagai bentuk keke- salan, mereka melempari kantor PT WUS dengan telur busuk dan tanah liat. (riv) Menyoal Bagi Hasil Migas■ surya/rivai tidak ditemui - Pendemo melempar telur busuk dan tanah liat ke kantor PT Wira Usaha Sumekar (WUS), sebagai bentuk kekesalan mereka tidak ditemui oleh pejabat BUMD itu. Kantor PT WUS Dilempari Telur Busuk join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  7. 7. surya.co.id | surabaya.tribunnews.com SURYALINES| RABU, 3 JULI 2013 berikut pendamping masing-ma- sing. Namun rencana itu harus di- tunda karena emasnya digondol maling. Untunglah, sejak Senin, ke- luarganya berdatangan untuk memberikan semangat kepada pria 42 tahun itu. Mereka sama sekali tidak menyinggung soal emas warisan itu, melainkan memberikan dukungan agar Ainul kembali bersemangat. “Alhamdulillah saudara saya semuanya kompak,”akunya. Soal jumlah emas itu, Ainul mengaku bisa memastikan bahwa jumlahnya 12 kg, karena setiap akhir puasa Ramadan ia selalu menimbangnya untuk menentukan nisob zakat yang harus ia keluarkan. Kini Ainul mengaku belum tahu apa yang akan dilakukan- nya nanti. Namun, karena tidak ingin mengecewakan para pe- langgannya, Ainul mengatakan siap membeli emas para pelang- gannya. ”Kalausayatidaksegerabuka, maka pelanggan yang hendak menjual barangnya kembali pasti akan kecewa. Rencananya mulai besok (hari ini Rabu, 3 Juli)” ungkapnya Ainul. Untuk kembali membuka usa- hanya, Arifin mengaku sudah tidak punya modal lagi. Kalau- pun buka paling – paling hanya bisa membeli emas dari pelang- gan yang dijual kembali.”Tidak punya modal lagi. Semua harta dan kepemilikan saya jadikan satu berupa emas yang saya putar selama bertahun – tahun,” ungkapnya. Ainul pun akan mengagun- kan sertifikat tanahnya untuk mendapatkan pinjaman untuk melanjutkan usahanya lagi. Sebuah usaha warisan kedua orangtuanya yang kini sudah almarhum. Ia memang berasal dari keluarga bos pedagang emas dan itu sudah menurun ke anak-anaknya. Kini selain dirinya, masih ada dua suadaranya, H Nursahid Arifin dan Zainuri yang masih menjual emas, sementara Sams- ul Bahri kakaknya mengakhiri dan beralih ke membuka usaha lain. Sedang Nurrohmah, adik- nya menjadi PNS di Jakarta. Ainul sendiri mulai ikut menggeluti bisnis emas itu sejak duduk di bangku SMP pada tahun 1980-an. Ketika usahanya semakin meningkat, pada 1985 Ainul mulai memikirkan soal keamanan, dan ia pun membeli brankas. Bahkan brankasnya yang dibongkar pencuri itulah yang pertama dibelinya. “Soa brankas ini saudara saya memang pernah mengingatkan untuk segera ganti yang lebih baik kualitasnya. Tapi saya ja- wab meski jadul, yang penting otak dipakai bukan otot,”kata Ainul mengisahkan. Ia mempertahankan brankas itu karena merupakan brankas pertama yang dibelinya. Agar aman,brankasitudilengkapinya dengan alarm. Namun sayang- nya, alarm itu tidak terpasang begitu ia pindah dari Pasar Ag- robis ke Pasar Babat pada 6 Juni 2013 lalu. Bahkan kamera CCTV yang sudah terpasang pun be- lum sempat ia sambungkan ke server. Andri , sang istri, sendiri masih shock atas peristiwa yang menimpa keluarganya itu. Ia pun memilih tidak menunggui toko busana muslim miliknya. Toko Busang Andriek itu kini hanya dijaga pegawainya. Ainul mengungkapkan, se- benarnya sebelum musibah pe- rampokan terjadi, istrinya sudah agak sakit lambung, yakni mag. ”Kemarin sebelum kejadian ini istri saya sudah sakit, sekarang ini bertambah lagi sakitnya,” katanya. Sementara itu, penyidik Polres Lamongan menemukan potong- an besi yang sebelumnya menjadi bagian dari gembok pintu Toko Emas Almas Utama milik Ainul yang dijarah maling. Gembok itu ditemukan dekat pagar pasar, sekitar sekitar 20 meter dari toko itu, Selasa (2/7) siang. “Kami sudah cocokkan besar besi potongan gembok itu. Dan ukuran potongan gembok itu dibenarkan korban,” kata Kasat Reskrim AKP Hasran Hasran memastikan pelaku merusak gembok dengan cara digunting bukan digergaji. Itu bisa terlihat dari sisa potongan gembok yang ditemukan tadi. Kondisi sisa besi gembok akan berbeda bentuk bekasnya antara digergaji dengan digunting.”K- alau ini digunting,”ungkap Has- ran. (st36) Untuk mengatasi konflik yang belum diketahui ujung akhirnya ini harusnya mem- butuhkan campur tangan pemerintah yang kuat. Tapi yang terjadi, pemerintah dari daerah sampai pusat, seolah melepas tangan terhadap masalah ini. Evakuasi warga Syiah dari rumah mereka ke GOR Sampang kemudian berlanjut ke Rusun Puspa Agro Sidoarjo, adalah bukti upaya pemerintah lepas tanggung jawab. Karena evakuasi ini bukan solusi. Malah, evakuasi terke- san pemerintah membenarkan pengusiran. Dengan tidak ada jaminan dari pemerintah untuk mengem- balikan warga Syiah ke daerah asalnya, dikhawatirkan warga Syiah ini akan berakhir dari penampungan satu ke penam- pungan yang lain. Karena itu, solusinya adalah mengembalikan mereka ke daerah asal. Dengan kembali ke kampung halamannya, anak- anak ini ingin membangun de- sanya dan mengenal identitas nenek moyangnya. Tapi yang dilakukan pemerin- tah malah membangun rusun yang tidak jelas yang tidak bisa menjamin hak hidup anak-anak. Ini sangat keterlaluan. Sudah pasti, secara psiko- logis, hidup di pengungsian sangat mempengaruhi psikolo- gis anak. Apalagi, anak-anak ini melihat langsung intimidasi dan kekerasan yang dialami orang tua mereka. Bukan tidak mungkin, rantai kekerasan akan berkembang jika pemerintah terus abai dalam menyelesaikan konflik. Dan yang perlu diingat, tidak ada solusi jangka pendek da- lam menuntaskan masalah ini. Pasalnya, selama akar masalah belum terselesaikan, maka hak hidup anak-anak warga Syiah ini terus terancam. (idl) ujar Yuli dengan jari telunjuk mengarah ke putranya tampak gagah dengan seragam perwi- ra. Saat ayah dan anak itu ber- hasil berdekatan, Ipda Albertus Mabel langsung mengulurkan tangan dan menarik punggung tangan Yuli ke pipinya. Ini anak pertama saya dari istri ketiga, ujar kepala suku itu kepada Surya. Yuli mengaku punya lima is- tri dan delapan anak. Albertus adalah anak pertama dari istri ketiga, Nakla Hamin. Selain Al- bertus, masih ada satu anaknya lagi yang sedang menempuh pendidikan di Akpol di Sema- rang. “Namanya Mamaily Mabel. Masih pendidikan. Saya sudah beberapa kali mengunjunginya di Semarang,” jelas Yuli yang datang bersama Nakla. Sebagai kepala suku, Yuli mengaku bangga menjadi bangsa Indonesia. Ia telah ber- kunjung ke berbagai negara di Eropa, Amerika, dan juga Aus- tralia, untuk mempromosikan seni-budaya Nusantara. Sementara Albertus sendiri merupakan warga suku Dani (di Wanena) pertama yang berhasil menjadi perwira polisi. Pemuda lulusan SMAN Wame- na 2008 masuk Akpol setelah ada famili yang melihat postur fisik Albertus sempurna. Kini, Yuli menyerahkan anaknya untuk mengabdi bagi bangsa. Silakan ditugaskan kemana saja di seluruh Indo- nesia. Saya dukung dan akan terus mendoakan agar dia ber- tugas dengan lancar dan sesuai janjinya sebagai perwira Polri,” tandas Yuli. Upacara Praspa dipimpin Presiden SBY kemarin tak hanya melantik penyandang pangkat Ipda untuk Polri, TNI AD, AL, dan AU, melainkan juga penyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan (STHan) dari Penyelenggaraan Pendi- dikan Vokasi Program Jenjang Diploma IV di Akademi Ang- katan. Ke-735 calon perwira pejabat itu terdiri dari TarunaAkmil 238 orang, Kadet AAL 105 orang dan 108 orang Karbol AAU. Sedangkan sisanya, 284 orang adalah lulusan Taruna Akpol dimana 48 di antaranya adalah Taruni. Mereka telah dinyata- kan lulus setelah menempuh pendidikan 4 tahun bagi Capaja TNI dan 3 tahun bagi Capaja Akpol. Selain Presiden SBY dan Ny Hj Ani Yudhoyono, juga Menko Polhukam Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suharto- no, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro. (sri handi lestari) Mereka rindu dengan kam- pung halaman mereka di mana mereka bisa bermain bebas dan khususnya suasana sekolah dan teman-teman sekolahnya di Ka- rang Gayam, Sampang. Pantauan Surya, rusun yang berada satu kompleks dengan Pasar Induk Agrobisnis milik Pemprov Jatim itu sebenarnya nyaman dan bersih. Di rumah susun yang umurnya belum ge- nap tiga tahun itu, setiap kepala keluarga pengungsi mendapat satu unit hunian, dengan fasili- tas kamar mandi dalam. Mereka juga mendapat ma- kan tiga kali dalam sehari, dari dapur darurat Dinas Sosial. Ruang khusus perawatan kese- hatan bak bilik puskesmas pun tersedia. Tapi soal sekolah untuk anak- anak, tidak ada sama sekali. Ini berbeda dengan di tempat peng- ungsian di Sampang. Di sana masih ada sekolah da- rurat di dalam tenda. Meski ala kadarnya dan sekolah tidak ber- langsung setiap hari, tapi anak- anak masih bisa menyempatkan diri belajar. Padahal menurut data yang dimiliki Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Ke- kerasan (Kontras) Surabaya, ada sekitar 38 anak di pengungsian yang seharusnya bersekolah. Dari 96 anak usia sekolah, lebih dari separuhnya masih duduk di bangku SD Negeri Ka- rang Gayam 4, Sampang. Meski- pun sudah lama putus sekolah, mereka berharap naik kelas dan bisa melanjutkan sekolah ke jen- jang yang lebih tinggi. “Di sini makanan ada, tempat untuk tidur pun bisa dibilang lebih baik daripada di Sampang (GOR Bulutangkis). Tapi untuk sekolah, tidak ada. Entah sam- pai kapan. ” ujar M Zaini (21), pengungsi yang punya empat adik putus sekolah di rusun tersebut. Musa Al Kadzim misalnya, merupakan salah satu ‘produk’ lulusan sekolah tenda di lokasi pengungsian Sampang. Ia mam- pu naik tingkat ke SMP, meski ‘hanya’ mempersiapkan diri mengikuti ujian kelulusan SD di pengungsian. “Dulu belajarnya di pengung- sian. Baru, waktu ujian saya ikut di sekolah. Hanya saja, sampai sekarang saya belum tahu be- rapa nilainya, dan bagaimana ijazah saya,” kata Musa, siswa SD Negeri Karang Gayam 4, Sampang, tentu saja dengan lo- gat Maduranya yang kental. Musa hanya mengangguk ketika ditanya, apakah ia ingin melanjutkan sekolah SMP. Begitu juga dengan Sulaiman. Ia berharap bisa kembali ke se- kolahnya dulu. Dia merindukan gurauan nakal gaya teman-te- mannya. ”Saya paling kangen sama Ya- sir. Sudah lama tidak bertemu. Biasanya sepulang sekolah se- lalu main bola,” tutur Sulaiman polos. Anakpengungsilain,Muham- mad Sofi, bercerita impiannya untuk meneruskan sekolah ke tingkat SMP. Tahun ini seharus- nya Sofi duduk di bangku kelas VI SD. Sayang, meskipun sudah ber- juang keras saat ujian kenaikan, Sofi belum tahu nasibnya di sekolah. ”Ujiannya sudah. Tapi tidak tahu naik apa tidak karena rapor belum bisa diambil,” kata lirih. Bocah 12 tahun itu ingin sekali kembali ke desanya atau seti- daknya mengambil rapornya di sekolah. Baginya, rapor itulah tiket masa depan untuknya berse- kolah hingga perguruan tinggi. Sayang, Sofi tidak tahu sampai kapan nasib pendidikannya ter- katung-katung. ”Sedih sekali karena yang mengusir kami adalah tetangga sendiri. Saya kenal beberapa orang itu. Cerita yang sama diungkap- kan Sunnah, gadis berusia 12 tahun. Tapi keinginan untuk kembali bersekolah mengalah- kan teror yang didapatnya. Sunnah tergolong siswi cer- das. Dia selalu rangking tiga be- sar di kelasnya. Terakhir, gadis berjilbab itu menyabet peringkat dua di kelas. ”Tapi sekarang percuma. Saya tidak punya rapor dan tidak bisa sekolah lagi karena mengungsi,” katanya Sunnah yang mengung- si bersama Mujawi dan Holifah, orang tuanya serta Bayu (7), adiknya. Zaini, mengatakan, sebe- narnya ada kesempatan untuk sekolah bagi anak-anak malang ini jika bersedia dititipkan ke ke- rabat yang ada di luar pengung- sian. Masalahnya, bocah-bocah yang masih kecil ini masih be- lum siap untuk berpisah dengan ayah ibu atau kerabatnya yang lain. Itu juga bukan satu-satunya alasan. Ada lagi alasan klasik soal tidak adanya biaya. Para pengungsi memang hidup serba kekurangan. Andai ada uang pun, mengikuti seko- lah sepertinya tak akan jadi per- kara mudah buat mereka. Sebagian besar dari mereka tak punya data-data penting seperti ijazah maupun akte ka- lahiran. “Sudah musnah dilalap api,” kata Zaini, mengenang aksi pembakaran rumah para peng- ungsi Syiah di Sampang. Butuh Bermain Selain masalah pendidikan, urusan bermain yang menjadi hak seorang anakpun terabai- kan. Buat anak-anak pengungsi, bermain seadanya menjadi akti- vitas setiap waktu. Bila ada LSM yang datang, mereka masih beruntung. Ke- giatan menonton film bersama, belajar melukis, atau bermain bersama, menjadi obat pelepas jenuh. Tapi bila tidak ada, mereka- pun mengisi waktu dengan cara mereka sendiri. Ketika Surya berkunjung ke- sana, anak-anak kecil berlarian kesana kemari. Padahal, berlari- an di hunian vertikal, jelas ber- bahaya untuk anak seumuran mereka. Sementara yang lebih tua, seperti Musa misalnya, hanya ngobrol ngalor ngidul dengan yang meninggal. Karena itu ia pun merasa panggilan untuk berhijab kali ini bukan karena terpaksa. “Kalau terpaksa, dari dulu saya pakai. Saya enggak mau terpaksa. Pakai jilbab enggak bisa mendadak gitu,” tuturnya. “Aku belajar ngaji. Aku sudah lama (belajar ngaji). Kan saya juga anak Muhamma- diyah. Puasa tahun ini, insya Allah full 30 hari,” tambahnya. Disinggung soal respon Primus tentang kebiasaannya berhijab sekarang, Jihan mengaku, Primus malah sudah menginginkan dirinya berhijab sejak mereka menikah. Namun, ketika itu Jihan masih belum tergerak. Menurut Jihan, meski Primus memintanya berhijab, namun sang suami tak pernah memaksa. Menurutnya ber- hijab tak bisa dipaksa karena datangnya dari hati. “Primus minta saya berhijab sejak menikah, sembilan tahun yang lalu. Tapi dia enggak maksa. Dia cuma bilang, kamu lebih cantik kalau pakai kerudung,” bebernya. Bintang sinetron Tersanjung itu kemudian mengungkapkan pengalamannya setelah berhijab. Ia mengatakan ada beberapa rekannya yang meledek saat dirinya mulai berhijab. “Di lokasi syuting, saya diledekin terus. Tapi aku coba aja. Kalau gerah atau enggak pakai hijab, itu enggak ngaruh ya. Jakarta emang panas. Pelan-pelan, saya enggak mau terpaksa,” imbuhnya. (tribun- news/wk) Bersama puluhan anak warga Syiah, Istiqimah menyandang status pengungsi. Kerinduan terhadap desanya, dia tumpah- kan ke gambar. Bukan hanya Istiqomah, peser- ta menggambar yang diprakarsai sebuah LSM asal Jogjakarta itu juga menggambar desa. ”Kami memang rindu ingin pulang kampung,” kata Mu’in, anak pengungsi lainnya saat ditemui Surya, Selasa (2/7). Hari-hari Istiqomah, Mu’in dan anak-anak lainnya memang tidak seleluasa di kampung halaman mereka di Karang Gayam, Sampang. Di rusun, ruang gerak anak- anak ini terbatas. Tidak ada sungai, tidak ada tanah lapang, apalagi bukit. Usai menggambar, relawan meminta anak-anak ini menceri- takan apa yang digambarnya. Bisa ditebak, mereka mence- ritakan desanya yang indah meskipun saat ini diselimuti teror. “Ada gunung. Terus banyak burung yang terbang,” kenang Zaka (10). Para relawan tampak repot mengatur tingkah anak-anak yang didominasi usia 7-12 tahun itu. Bahasa menjadi kendalanya. Meskipun bisa berbahasa Indonesia, mereka kesulitan me- nyerap perintah dari relawan. Beberapa kali ucapan relawan harus diulang menggunakan Bahasa Madura. Kegiatan menggambar ini hanya satu dari sekian terapi paskakonflik bagi anak-anak pengungsi. Setelah menggambar, Istriqomah dan kawan-kawa- nya menghabiskan hari dengan tidur dan menonton televisi. Sesekali mereka berlarian dan bermain lompat tali. Anak-anak lain tekun mengamati gambar-gambar pemandangan yang baru mereka tuntaskan. Relawan menggantungkan gambar itu di beberapa utas tali di selasar rusun yang disulap menjadi tempat bermain dan rapat. Aktivitas anak-anak ini setiap harinya dimulai sejak pagi. Usai mandi, mereka keluar kamar dan bermain di halaman rusun. Tidak ada kegiatan yang menonjol. Anak-anak ini hanya mengikuti program relawan untuk mereka. Berbeda di rusun, saat mengungsi di GOR Sampang mereka masih leluasa bermain. ”Di sini bosan. Semuanya semen. Tidak ada tanah, tidak ada bola,” kata Sulaiman. Maksud bocah 10 tahun ini adalah tidak ada tanah lapang yang bisa dipakainya untuk bermain sepak bola. Di rusun, lahan kosong tidak begitu luas dan tertutup paving stone. Meskipun menyimpan trau- ma, mereka sama sekali tidak takut kehadiran para jurnalis yang meliput. Zaki Misalnya, beberapa kali menanyakan nama para jurnalis yang meliput di rusun. Dia dan beberapa temannya juga tidak segan meminjam ponsel milik jurnalis. Ponsel itu diutak-atiknya. Bocah 10 tahun itu ingin sekali memainkan aplikasi game. Tentu saja anak-anak lain berusaha menguasai ponsel itu. ”Aku dulu In. Gantian......,” teriak Zaki kepada Mu’in yang berusaha meruebut ponsel yang dipinjamnya. Sikap polos anak-anak ini menutup rapi dampak konflik yang membelit orang tua mereka. Pemandangan rumah dibakar, hardikan intimidasi, sampai penganiayaan, sedikit terobati di kehidupan rusun yang letaknya 100 kilometer dari kampung halaman mereka. (miftah faridl) Emas Warisan... DARI HALAMAN 1■ Anak Kepala... DARI HALAMAN 1■ Berhijab Karena... DARI HALAMAN 1■ Pengungsian... DARI HALAMAN 1■ Kami Rindukan... DARI HALAMAN 1■ Gambar Gunung... DARI HALAMAN 1■ teman sebayanya. Bila bosan, sesekali memainkan game yang ada di telepon genggam milik mereka. Televisi? Mereka juga tidak punya. Fatkhul, relawan Kontras yang mendampingi para peng- ungsi mengatakan, anak-anak itu sudah rindu kampung hala- mannya. Dalam sebuah psikotest yang diadakan oleh sebuah LSM misal- nya, hampir semua anak meng- gambar rumah. Sebuah pertanda yang diyakini Fatkhul dan para relawan lain, bahwa anak-anak ini rindu akan rumahnya. “Kalau malam, ada juga yang menangis. Merengek minta pu- lang,” cerita Fatkhul. Susi Lastuti, psikolog Lemba- ga Swadaya Masyarakat Yakum Emergency Unit (YEU) Yogya- karta, menambahkan kerinduan anak-anak terhadap kampung halamannya memang sangat terasa. Pasalnya, banyak dari mereka yang tidak tahu masalah yang membelit orang tua mereka. Untuk itu, Susi dan relawan dari YEU berusaha mengem- balikan keriangan Sulaiman dan teman-temannya dengan mengelar acara nonton film dan bermain bersama. Meskipun begitu, gurat kese- dihan anak-anak ini tidak bisa ditutupi. Susi juga menduga, anak-anak di pengungsian mengalami te- kanan psikis. Meski ia belum menganalisanya, ada petunjuk ke arah itu. Dari sebuah tes, Susi memberi mereka gambar tubuh manusia. Lalu, anak-anak itu diminta untuk mencoretbagiantubuhyangsakit. “Jawaban terbanyak, adalah di kepala dan dada. Saya belum tahu, apa itu artinya kepala atau bagian dada mereka memang te- rasa sakit betulan. Tapi, tanda di kepala itu bisa saja menunjuk- kan pikiran mereka terganggu. Sementara tanda di hati meng- gambarkan perasaan mereka yang sedih,” sebut Susi. Susi pun mengakui, kondisi anak-anak yang dibiarkan tanpa kegiatan berarti, seperti pendi- dikan formal, bisa sangat mem- pengaruhi anak-anak. (ab/idl) ANTARA/Sigid Kurniawan DPR Akhirnya Mengesahkan UU Ormas jakarta, surya - Sidang Paripurna DPR dengan agen- da pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang- Undang Organisasi Kemasya- rakatan berhasil mengesahkan RUU tersebut menjadi undang- undang meskipun harus melalui pemungutan suara. “Jumlah anggota yang setuju 311 orang, yang menolak dari Fraksi PAN 26 orang, Fraksi Par- tai Gerindra 18 orang, dan Fraksi Partai Hanura enam orang. Jadi, total yang menolak 50 orang,” kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pada Sidang Pari- purna DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (2/7). Pengesahan RUU Ormas sem- pat tertunda sepekan setelah sebelumnya terjadi perdebatan keras antaranggota dewan mau- pun di masyarakat. Namun, dalam sidang paripurna kali ini seolah terjadi antiklimaks de- ngan tidak banyaknya interupsi dari pada anggota dewan. Sebelum mengetok palu, Taufik Kurniawan sempat me- nyatakan meskipun fraksinya menolak namun sebagai pim- pinan sidang dirinya bersikap adil dan taat kepada tata tertib. Sebelumnya Fraksi PAN, Gerin- dra, dan Hanura menyatakan menolak disahkannya RUU Ormas. “Fraksi PAN belum bisa menyetujui,” kata juru bicara F- PAN Ahmad Rubaie. Lebih lanjut Rubaie menjelas- kanbahwaRUUOrmasmemang diinisiasi oleh DPR, namun RUU ini sangat berbeda dengan RUU Parpol. “RUU Parpol akan digunakan oleh kita sendiri, sehingga komunikasinya lebih mudah. Kita yang mengukur- nya, menjahitnya sendiri, dan akan menggunakannya sendiri. Tetapi RUU ormas ini yang akan memakaiyaormas-ormas.Mere- ka pun menolak,” kata Rubaei. Sekretaris Eksekutif Dewan Na- sional Setara Institute Benny Suset- yo menyesalkan DPR menyetujui pengesahan rancangan undang- undang organisasi kemasyarakat- an (RUU Ormas) karena bisa ber- implikasi pada UU anti-reformasi, katanyadiJakarta,Selasa. “Kualitas DPR kita tidak memahami esensi demokrasi dan ke depan ini bisa mengem- balikan posisi penguasa rezim alat kontrol. Implikasinya bisa melahirkan UU anti-reformasi,” kata Romo Benny. Esensi demokrasi yang se- sungguhnya, lanjut pengurus Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) itu, memerlukan asas kesetaraan, bukan justru meng- edepankan peran penguasa me- rajalela di Negara. Oleh karena itu, dengan disepakatinya RUU Ormas tersebut dapat membawa Indonesiamenujukondisisuram yang mengekang kebebasan ke- hidupan bermasyarakat.(ant) KASUS CEBONGAN - Tiga dari 12 terdakwa anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartasura, (dari kiri) Koptu Kodik, Serda Sugeng Sumaryanto dan Serda Ucok Tigor Simbolon mendengarkan kesaksian dari pegawai Lapas Cebongan, Indrawan Tri Widiyanto dalam sidang militer lan- jutan di Pengadilan Militer II-11 Jogjakarta, Bantul, Jogjakarta, Selasa (2/7). Berita terkait di halaman 8. join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  8. 8. 40 Menit Maradona Puaskan Anak-anak Coaching clinic Maradona di Tugu Pahlawan SURYA/ERFAN HAZRANSYAH DI SURABAYA - Diego Armando Maradona memberi ucapan selamat kepada peserta yang bisa menendang bola dengan baik pada Coaching Clinic di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa (2/7). Morsi Tolak Ultimatum Militer kairo, surya - Demo be- sar-besaran, yang menuntut Presiden Mesir Mohamed Morsi mundur, menewaskan sedikit- nya 14 orang dan melukai seki- tar 900 orang. Namun, Morsi, Selasa (2/7), menolak ultimatum tentara na- sional Mesir yang mengancam kudeta jika presiden tidak me- menuhi tuntutan rakyat. Pernyataan militer Mesir itu dibacakan di televisi nasional Senin. Isinya mengultimatum Morsi 48 jam untuk menjawab tuntutan mundur. Jika tuntutan rakyat tidak di- penuhi ... (angkatan bersenjata) akan mengumumkan roadmap negara ini pada masa depan dan langkah-langkah untuk meng- awasinya, ujar mereka. Namun dalam sebuah pernya- taan semalam, Morsi menegaskan akan tetap melanjutkan agenda politik menuju rekonsiliasi nasio- nal. Negara Mesir demokratis sipil adalah salah satu prestasi yang paling penting dari revolusi 25 Januari, kata presiden. Mesir benar-benar tidak akan mengizinkanlangkahmundurapa- punkondisinya,tambahMorsi. Sikap tentara keluar selang se- hari aksi demonstrasi antiMorsi yang dihadiri jutaan orang. Tamarod, penggagas kampanye antiMorsi, memuji pernyataan tentara Mesir yang berpihak pada rakyat. Puluhan ribu pengunjuk rasa yang turun ke jalan-jalan di Kai- ro, Alexandria, dan kota-kota besar lainnya mengungkapkan rasa sukacita mereka, setelah pernyataan itu disiarkan. Sementara itu, korban tewas dalam demo terus berjatuhan di Distrik Assiut, Kafr el-Shei, Kairo, dan sejumlah daerah lain- nya. Mereka merupakan korban bentrokan antara kelompok sim- patisan partai pengusung Morsi, Ikhwanul Muslimin, melawan kelompok antiMorsi. Di Kairo, ratusan orang mem- bakar kantor Ikhwanul Muslimin. Massa yang beringas melempar- kan batu dan bom molotov hing- ga membakar kantor itu. Sejumlah anggota Ikhwanul membalas serangan dengan senjata angin. Aparat keamanan tak tampak bertindak. Sebagian polisi malah terlihat bersama kelompok antiMorsi. Diperkirakan terdapat sekitar 10.000 demonstran berkumpul di Tahrir Square, menuntut pengunduran diri Morsi. Sejumlah negara, termasuk Indonesia meminta warganya yang tinggal di Mesir berhati- hati. KBRI meminta semua WNI untuk tenang dan tetap waspada karena ketegangan politik me- ningkat pasca-ultimatum militer, kata Kepala Fungsi Penerangan, Sosial Politik KBRI Kairo, Dahlia Kusuma Dewi kemarin. Jumlah WNI di Mesir berki- sar 5.000 orang, sebagian besar mahasiswa yang tersebar di se- jumlah provinsi di Mesir selain di Kota Kairo. HalsamajugadilakukanPeme- rintah Filipina. Jubir Departemen Filipina Luar Negeri (DFA) Raul Hernandez mengimbau warga- nya untuk menjauhi kawasan demo. (tribunnews/ant) guardian.co.uk Mohamed Morsi bantul, surya - Sidang lan- jutan kasus penyerangan Lapas Kelas IIB Cebongan Sleman oleh 12 oknum prajurit Kopassus Grup 2/Kandang Menjangan menguak serangkaian horor pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013. Tiga saksi penting petugas Lapas Cebongan membeber aksi Serda Ucok Tigor Simbolon dan kawan-kawan. Mereka adalah Kepala Pengamanan Lapas Ce- ongan Margo Utomo, sipir Tri Widiyanto, dan Supratiknyo, kepala regu piket. Merekabersaksiatasterdakwa Ucok Simbolon, Sertu Sugeng Sumaryanto, dan Koptu. Sidang digelar di Pengadilan Militer II/11 Yogyakarta, Selasa (2/7). Sidang itu memeriksa kasus pembunuhan terhadap Hendrik Angel Sahetapi (Diky),Adrianus Candra Galaja, Yohanes Juan Manbait, dan Gameliel Yermia- yanto Rohi Riwu. Dalam kesaksiannya Margo Utomo didatangi Supratiknyo sekitar pukul 00.30 yang ma- lam itu didampingi dua pria bertutup kepala dan bersenjata laras panjang. “Saat itu, kata Pratiknyo ada anggota Polda mau ambil tahanan dari Polda yang dititipkan siang harinya,” aku Margo. Margo yang waktu itu hendak menelepon Kalapas, langsung dirampas ponselnya. “Dia (yang merampas) bilang ke Kalapas, ia ditunggu komandannya di depan Lapas. Kemudian saya ditendang dan dipaksa menunjukkan kamar Diky cs,” ungkap Margo. Selanjutnya, Margo dikawal duapelakuberjalanmenujuBlok A. Kondisi pintu sudah tidak terkunci, melainkan digerendel. “Saya dipaksa menunjukkan kamar Diky. Tiap kamar dikeli- lingi sambil (pelaku) berteriak, “Mana Diky, mana Diky”. Mulai kamar A1 sampai A6, saya tidak menunjukkan, setelah sampai di D6, saya dibawa ke tengah lapangan dan saya masih tidak mengaku, lalu saya dipukul dan ditendang,” katanya. Di bawah todongan senjata, akhirnya Margo memerintahkan Tri Widdiyanto, menyerahkan kunci blok A yang dibawanya. Margo melihat Tri dipukul se- telah membuka pintu Blok A5. Setelah itu mendengar rentetan suara tembakan dari arah sel. “Saya juga mendengar satu pelaku memerintahkan para tahanan bertepuk tangan. Me- reka juga mengingatkan, siapa saja yang bilang Kopassus akan ditembak. Kemudian mereka bergegas pergi meninggalkan blok,” tutur Margo. Begitu mendapat kesempatan bicara, Serda Ucok menyangkal pengakuan Margo. Terdakwa lain, Serda Sugeng Sumaryanto juga menyangkal keterangan ada perintah para tahanan di sel bertepuk tangan. Begitu pula soal ancaman bagi yang menyebut Kopassus akan ditembak mati. Sedangkan terdakwa Kopral Satu Kodik ikut membantah keterangan Margo. Kodik me- nyangkal ada yang memukul, menendang, maupun memopor dengan senjata. “Saya yang mengantarkan saksi (Kepala Keamanan Lapas) saat itu,” ujar Kodik. (tribunjogja/had) Saksi Kuak Horor CebonganTerdakwa Sangkal Keterangan Saksi■ 30 Anak Mengaji Tertimbun Puing banda aceh, surya - Pu- luhan warga Kecamatan Ketol, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, diduga tertimbun reruntuhan akibat gempa bumi 6,2 Skala Richter (SR), Selasa (2/7). Sekitar 30 anak yang sedang mengaji di masjid tertimbun rerun- tuhan, kata Tenaga Kesejahteraan SosialKecamatan(TKSK)Kecamat- anKetol,Indah,kemarin. Tiga warga yang meninggal dunia, kata Indah, sudah dima- kamkan. Mereka adalah Doni (12), Yudha (16) dan Kartiyem (60). Selain itu empat korban meninggal lainnya juga sudah dievakuasi. Rumahkamijugaratadengan tanah dan saat ini kami di tenda pengungsian, tambah Indah. Sebagian sebagian besar ru- mah permanen di Kecamatan Ketol roboh akibat gempa yang dirasakan hingga ke Banda Aceh. Banyak yang terluka. Sampai saat ini belum ada ban- tuan. Kami tinggal di tenda da- rurat dari terpal, kata Indah. Gempa susulan, lanjutnya, terus dirasakan sekitar 15 menit sekali. Kondisi di lapangan hujan deras dan aliran listrik terputus. Kepala Pusat Data, Informasi, danHumasBNPBSutopoPurwo Nugroho menyatakan pihaknya telah mengirim tim reaksi cepat ke lokasi bencana. Data dari BPBABener Meriah, kata Sutopo, menyebutkan ada satu orang meninggal, puluhan orang luka, 22 rumah rusak berat dan dua masjid rusak berat di daerah Cekal dan Sumber Jaya, serta beberapa ruas jalan retak dan tertimbun longsor. Sementara itu, lanjutnya, BPBA Aceh Tengah, juga mela- porkan ada satu anak mening- gal dunia, 140 orang luka-luka, 300 unit rumah rusak berat dan ringan, satu ruas jalan terputus di Km 92 Takengon, Kecamatan Kebayakan, Kampung Muliye. Korban meninggal karena tertimbun rumah runtuh di- temukan di Desa Bah, Belang Mancung, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, ujar Sutopo. Gempa 6,2 SR itu terjadi sekitar pukul 14.37 WIB. Kepala Stasiun BMKG Mata Ie Syahnan menye- butkan gempa berpusat di 4,70 lintang utara dan 96,61 bujur ti- mur atau 35 kilometer barat daya Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 kilometer. (tribunnews/kompas/ant) Gempa 6,2 SR Landa Bener Meriah, Aceh■ Sidang kasus penembakan Cebongan menghadirkan tiga saksi para pegawai lapas. Saksi Margo Utomo mengungkapkan secara detail suasana mencekam begitu 12 anggota Kopassus mendatangi lapas dan akhirnya menembak empat tahanan Polda DIY. Ketiga terdakwa menyangkal beberapa keterangan saksi. ■ ■ ■ storyhighlights HALAMAN | RABU, 3 JULI 2013 Main Musik dengan Petir BEIJING - Gitaris band Lightningfan, Wang Hongbin, menciptakan petir menggunakan Koil Tesla. Agar tidak tersengat, ia menge- nakan pakaian khusus, begitu juga dengan 9 anggota band lainnya. (afp) 410 Bus dan 20 Truk untuk Mudik Gratis surabaya, surya - Pem- prov Jatim menyiapkan 410 bus, 50 truk dan tiga kapal untuk melayani masyarkat yang ingin mudik Lebaran secara gratis. Keputusan ini diambil dalam rapat persiapan Lebaran antara Gubernur Soekarwo dan jajaran terkait di Gedung Negara Gra- hadi, Selasa (2/7) sore. Usai rapat, Soekarwo me- nyampaikan, Pemprov Jatim menyiapkan 410 bus untuk melayani mudik gratis puluhan ribu warga ke seluruh kota/ kabupaten di Jatim pada pada tanggal 3, 5 dan 6 Agustus 2013. “Mempertimbangkan aspirasi dan permintaan masyarakat, kami sepakat menambah jumlah armada,” kata Soekarwo. Pemprov juga menyediakan 20 unit truk untuk mengangkut motor pemudik. Diperkirakan 1 truk dapat mengangkut 50 unit motor. “Ini penting, karena sepe- da motor menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran,” tegas Soekarwo. Untuk melayani para pemudik antarpulau, Pemprov Jatim me- nyediakan lima kapal. Kapal-kapal ini akan mengangkut warga dari Surabaya menuju - Kalianget - Ma- salembu - Kramian, Surabaya - Ba- wean, Tanjungwangi Banyuwangi - Sapeken, Kalianget - Kangean, danKalianget-Masalembu. “Angkutan mudik dan balik dengan kapal akan dilakukan selama10hari,mulaiH-4sampai H+4 Lebaran,” ujar Soekarwo, didampingi Asisten II Setdaprov Hadi Prasetyo. Sementara untuk angkutan kereta api, Pemprov menambah satu trainset dari dua menjadi tiga trainset untuk jurusan Surabaya - Madiun, Surabaya - Bojonegoro, dan Surabaya - Kertosono. surabaya, surya - Kekhawatiran para bocah peserta coaching clinic dan warga Surabaya gagal menyaksikan aksi Diego Armando Maradona mengolah bola pupus. Legenda hidup sepakbola Argentina itu bahkan bersemangat membagi ilmu bolanya, meski gerimis mengguyur kompleks Tugu Pahlawan, Selasa (2/7). Berkaus dan topi biru, Maradona tiba di Tugu Pahlawan sekitar pukul 12.15 WIB. Seratusan peserta coaching clinic dan warga langsung menyambut de- ngan antusias. Banyak yang mengaba- dikan Maradona dengan kamera ponsel mereka. Tanpa banyak cakap, Maradona pun langsung turun lapangan dan menyapa. “Kalian main bola harus cepat, gerakan- nya harus pintar. Mata lihat ke kanan, tapi gerakan bola ke kiri. Keputusan cepat, pakai otak dalam bermain,” tutur Maradona di depan anak-anak. Maradona tak segan segan memang- gil peserta untuk diajari menggocek bola ala sang legenda. “Bermain bola itu harus konsentrasi dan punya tujuan. Berpikirlah bagaimana melindungi bola agar tak dicuri lawan,” katanya sembari mencontohkan cara menggiring bola. Anak anak pun bersemangat men- jalankan semua instruksi pria yang mengantar Timnas Argentina juara Piala Dunia 1986 itu. Lapangan yang licin dan sedikit becek akibat rintik hujan, tak menghalangi Maradona. Sepatu dan kaus kakinya yang berlumpur, juga dibi- arkan. Mantan pemain Napoli ini begitu menikmati coaching clinic, meski hanya berlangsung sekitar 40 menit. Kendati hanya 40 menit, peserta coa- ching clinic mengaku puas bisa belajar langsung dari Maradona. “Senang sekali bisa dilatih Maradona. Suasananya me- nyenangkan dan saya ingin jadi pemain sepakbola terkenal,” kata Alfa Alfairus (11), peserta asal SSB Bintang Utama Surabaya.(fat) Soekarwo menegaskan, ang- garan mudik gratis ini diambil dariAPBD.“Makanyayangboleh memanfaatkan dan mendaftar program angkutan mudik dan balik gratis ini adalah masyarakat Jawa Timur yang tidak mampu secara ekonomi,” tandasnya. Hadi Prasetyo menambah- kan, setelah diputuskan jumlah armada yang akan dipakai un- tuk angkutan mudik dan balik gratis, selanjutnya Pemprov Jatim akan memastikan titik- titik pemberangkatan angkutan mudik yang menggunakan bus dari Surabaya menuju ke berba- gai wilayah di Jatim “Pemberangkatannya harus diatur sedemikian rupa, agar tidak menimbulkan kemacetan. Kalau baliknya, titiknya kita se- rahkan kepada daerah masing- masing,” imbuh Hadi. (uji) 40 Menit Maradona Puaskan Anak-anak join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya

×