Burung cari lubang
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Burung cari lubang

on

  • 1,656 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,656
Views on SlideShare
1,656
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Burung cari lubang Burung cari lubang Document Transcript

  • Burung cari lubang, atau lubang cariburung?Mendengar pertanyaan seperti judul di atas, rata-rata orang akan, tersenyum dulu, baru kemudianberpikir. Namun ada juga yang berpikir dulu baru tersenyum. Mengapa demikian? Karena asosiasiorang terhadap pertanyaan tersebut, berbeda. Ada yang menafsirkan sebagai pertanyaan serius, adayang menafsirkan sebagai pertanyaan humor. Coba anda berhenti sejenak membaca artikel sampaialinea ini saja dulu. Lalu secara pelan-pelan baca ulang judul di atas, ulangi sebanyak tiga kali saja.Kemudian cobalah anda jawab. Burung cari lubang atau lubang cari burung….? Apakah andatersenyum dulu, atau berpikir dulu?Ok, marilah kita lanjutkan. Jika kita berkeliling di daerah sentra walet , sering kita lihat, jumlah pintu masukwalet tidak sama. Ada gedung walet yang hanya 1 pintu masuk saja. Ada pula gedung walet dengan 2 atau 3pintu masuk. Tidak jarang, gedung yang di bagian atasnya dibuat rumah monyet atau kotak sabun, dibuat 4pintu masuk menghadap ke 4 penjuru mata angin. Tiap pintu dipasang tweeter. Suaranya menyebar ke 4 arah.Ukurannya pun berbeda. Ada pintu dengan ukuran lebar. Ada yang ukuran sedang dan ada yang sempit.Bentuknya rata-rata kotak, tapi ada juga yang sempit memanjang.Di wilayah Keling-Medan, banyak ruko-ruko walet yang lubang masuknya berukuran sekitar 25 cm denganpanjang 2 meter. Gedung walet, yang dekat stasiun kerata api (KA) di daerah Jawa, sebagian berpintu bulat.Seperti diketahui banyak bangunan stasiun KA peninggalan Belanda, yang sudah tidak berfungsi lagi, sekarangbanyak dihuni walet dan seriti. Burung ini masuk ke dalam gedung melalui lubang bulat berdiameter sekitar 60cm. Lubang bulat itu memang asli desain gedung stasiun tersebut, dengan tujuan semula sebagai ventilasi udara.Jadi, gedung walet yang dekat dengan stasiun KA meniru lubang bulat tersebut. Di daerah sentra walet di Jambi,terlihat sebuah gedung walet dengan ukuran besar menjulang tinggi dengan lubang masuknya berbentuk bulat.Definisi pintu masuk, yaitu lubang/ pintu masuk bagi walet ke dalam sebuah gedung Menurut saya, bentuk pintumasuk walet tak jadi masalah. Yang penting walet mudah masuk ke dalamnya. Namun mengapa orang membuatpintu dengan ukuran dan bentuk yang berbeda? Tentu itu semua ada maksud dan tujuan. Tetapi kadang, maksud
  • dan tujuan pemilik gedung, tidak sesuai dengan kemauan walet.Apa tujuannya orang membikin 2 atau bahkan 4 buah lubang pintu masuk? Ada beberapa kemungkinan, yaitu :1) Agar walet menentukan sendiri pintu kesukaannya. Walet disuruh memilih mana pintu masuk yang paling diasuka. Pemilik gedung akan mengamati dalam 1 bulan. Ternyata walet memilih pintu yang menghadap ke selatan.Dari mana pemilik gedung tau ? Karena dia mengamati tiap hari, sebagian besar walet masuk ke gedung itu daripintu yang menghadap ke selatan. Maka, lubang masuk selain ke selatan, secara pelan-pelan akan di tutup.2). Pemilik gedung membuat 4 lubang pintu masuk, dengan maksud dan tujuan, agar banyak walet masuk darisegenap penjuru. Agar gedungnya cepat penuh burung walet. Jadi, pemilik akan tetap menggunakan 4 pintuyang menghadap ke segala penjuru .3) Tapi ada juga, pemilik gedung yang tak tau maksud dan tujuan. Bikin 4 pintu masuk ke segala penjuru, tapicuma ikut-ikutan. Dia mengira gedung walet memang harus berpintu banyak, agar walet yang masuk jugabanyak.Rumah monyet atau kotak sabun yang berpintu majemuk, atau pintu masuk walet lebih dari satu, memang akannampak ramai walet. Jika pagi atau sore hari, gedung tersebut pasti akan ramai walet. Pintu majemuk akanmembuat walet masuk-keluar gedung berulang-ulang. Fenomena ini memang akan menyedot perhatian waletyang lain. Apalagi jika cd panggilnya sangat bagus, pasti membuat daya tarik yang kuat bagi koloni waletuntuk datang berduyun-duyun ke gedung tersebut.Tapi, setelah di cek 1 bulan kemudian, hanya sedikit walet yang menginap di dalamnya. Itu terlihat dari tidakada kotoran yang menumpuk di lantai. Namun, ketika dilihat di dinding rumah monyet….wow… kotoranbanyak menempel di dinding secara merata. Walet masuk ke dalam rumah monyet, dan hanya berputar-putar didalamnya. Walet buang kotoran pada dinding rumah monyet sambil terbang. Setelah 3 atau 4 kali berputar, waletkeluar melalui pintu lain. Tak lama kemudian, walet akan masuk lagi, berputar lagi, keluar lagi….itu terjadiberulang-ulang.…
  • Walet masuk dari 1 pintu dan keluar lewat pintu lain. Pantaslah kalau gedung walet tampak ramai, tapi waletcuma masuk-keluar, masuk-keluar. Walet tidak konsentrasi untuk menukik ke bawah, walet tidak tertarik untukturun melalui void, karena tergoda oleh adanya lubang lain, maka walet keluar lagi Saya menyebutnya, inikasus : kebocoran. Walet sudah masuk, tapi keluar lagi. Biar tidak bocor, lubang yang lain harus ditutup.Maka, wajar jika jumlah walet yang menginap di gedung tersebut tidak sebanding dengan walet yang masukgedung. Kasus ini sering terjadi di berbagai daerah. Walet yang masuk gedung ada 100 ekor, tapi yang menginaphanya 5 ekor. Itu terjadi karena salah teknis. Memancing walet, sama dengan memancing ikan. Ada ilmunya,ada teknisnya. Perlu keterampilan dan pengalaman. Memancing ikan, gampang-gampang susah. Umpan sudahdimakan, tapi ikan tak kena juga. Apalagi memancing walet, dikira mudah ternyata sulit. Sudah banyak waletyang masuk gedung, tapi jarang yang menginap.Jadi, dengan banyak lubang, apakah justru tidak efektif? Jawabnya, iya, betul tidak efektif. Walet nampak ramaisaja di sekitar rumah moyet. Tapi cuma masuk-keluar melulu…hanya sedikit yang turun lewat void..terbang-terbang ke dalam kamar… tapi tidak lama kemudian..langsung keluar lagi…Proses walet menginapmembutuhkan waktu yang relative lama. Jadi kesimpulannya, itu sama saja dengan : menyuruh walet untukmasuk gedung tapi juga langsung menyuruh keluar lagi.Sekitar 1 bulan yang lalu, saya menerima telpon dari Pekanbaru. Namanya Saifullah. Anak muda inimenceritakan gedungnya sudah 9 tahun hanya terdapat 20 sarang walet. Ukuran gedung 3 lantai dengan luas 8 mX 20 m. Kondisi suhu dan kelembapan sudah sesuai habitat walet. Lantai dasar dan lantai 2 kegelapannya sudahmemenuhi syarat. Lantai 3 dibikin sekat sehingga cahaya tidak banyak masuk ke ruangan. Tetapi kenapa tetaphanya 20 sarang walet saja selama ini? Dari nada bicaranya orang ini sudah 90 % putus harapan. Telepon sekitar20 menit, kemudian Saifullah pesan CD green wave. Malam itu juga 3 file saya kirim melalui www.yousendit.com.
  • 1 Minggu kemudian, Saifullah telpon, harapannya mulai tumbuh kembali. Dengan Green wave 03. waletberbondong-bondong masuk ke gedungnya. Saya ikut senang mendengar kabar itu. Namun 2 minggu kemudian,Saifullah menelpon lagi, “Pak Arief.. banyak walet yang datang dan masuk gedung, tapi kenapa tak adapenambahan burung baru yang menginap ? Kenapa ya…?” Kalimat terakhir terdengar nadanya memelas.Karena waktu itu saya lagi sibuk, maka saya persilahkan untuk mengirim denah/ gambar gedung waletnya keemail saya. Malam hari saya buka email. Saya pelajari gedungnya. Ternyata, gedungnya menggunakan rumahmonyet, dengan ukuran 4 m X 6 m, terletak di bagian belakang. Tinggi rumah monyet 3 meter. Lebar void 4 m x3 m. Lubang masuk walet 4 buah menghadap ke segenap penjuru. Saya juga menganalisa sekat di lantai 3.Apanya yang salah? Salah satunya adalah, lubang terlalu banyak. Menurut pengalaman saya, lubang masukharus 1 saja. Tak boleh 2 apalagi 4. Itu dengan alasan, agar walet fokus di 1 lubang masuk saja, dan agar waletjuga fokus untuk turun ke bawah. Lalu, lubang masuk mana yang harus digunakan? Saya menganjurkan lubangmasuk harus menyongsong burung pulang di sore hari.Saifullah segera menuruti advis yang saya berikan. Iapun melengkapi dengan kamera CCTV, yang diarahkan kelubang void, dan 2 kamera lain dipasang di nesting room. Dengan kamera infra red itu, Saifulllah ingin melihatbukti atas advis saya. Jumat malam kemarin, Saifullah telepon. Nada bicaranya menyiratkan sedikitkegembiraan. Tumbuh lagi secercah harapan menuju keberhasilan. Rasa putus asa yang selama ini menyelimutiperasaannya, mulai sirna melihat manuver walet di void dan beberapa ekor walet sudah menempel di papansirip. Ini artinya walet sudah turun, dan ada penambahan burung baru. Konsultasi by phone, Saifullah mendapattambahan ilmu baru, yaitu ilmu memancing walet secara benar.Kasus pintu majemuk memang banyak terjadi. Dan pemilihan pintu yang tepat, kadang masih belum banyakyang mengerti. Karena ke-tidak mengertian ini, advis siapun akan di turuti agar walet cepat & banyak masukgedung. Maka, yang terlihat adalah, pemilik gedung, semula telah memilih pintu menghadap ke utara, tapikarena burung walet tak banyak masuk, maka ia menutup kembali pintu tersebut, dan mengganti dengan pintumasuk ke arah barat. Jika walet sedikit masuk, maka ia menuruti saran orang lain, untuk merubah posisi pintunyake arah timur. Akibatnya, pintu yang sudah dibuka lalu ditutup lagi, lalu dibuka lagi, lalu ditutup lagi. Dari
  • jauh, nampak plester semen yang terbuka dan kelihatan bata merah, bekas buka-tutup pintu di rumah monyet itu.Sebagian yang lain, dari 4 lubang yang sudah dibuat, dua lubang ditutup dengan papan triplek. Gedung walet danpemilik gedung sama-sama menderita.Maka harus dipahami, ilmu menentukan pintu masuk walet. Pada gedung yang terletak daerah sentra walet danlintasan, pintu masuknya harus menghadap arah walet pulang sore hari. Cukup 1 lubang masuk saja. Ini agarwalet mudah menemukan lubang masuk. Ini istilahnya lubang mencari burung walet. Namun pada daerah sentramakanan, arah lubang masuk bisa ke arah mana saja, sebab walet mencari makan tersebar di areal itu. Waletakan mengejar suara dan masuk ke dalam lubang. Gedung yang terletak di daerah makanan, biarpun lubangmasuk menghadap ke arah mana saja, itu tidak menjadi masalah. Walet akan mengejar sumber suara, danmendapatkan lubang masuk. Ini yang disebut walet mencari lubang masuk.Jadi, sekarang anda sudah bisa jawab, jika suatu saat ada orang bertanya: “Mana yang benar, burung carilubang atau lubang cari burung …?