0
LAPORANRANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL    MATA KULIAH FONOLOGI BAHASA ARAB                 OLEH :              HAERUDD...
LEMBAR PENGESAHANRANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL    MATA KULIAH FONOLOGI BAHASA ARAB                            ANGKAT...
DAFTAR ISINO                                                     HAL1    Sampul2    Halaman Pengesahan3    Daftar Isi4    ...
KOMPETENSI LULUSAN KURUKULUM LOKAKARYA KURIKULUM 2007          PRODI BAHASA ARAB FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS HASANUDDIN   ...
FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KBK                                  MATAKULIAH : FONOLOGI BAHASA ARABKompetensi Utam...
EVALUASI KOMPTENSI AKHIR SESI PEMBELAJARANNama Mata Kuliah      :   Fonologi Bahasa ArabKode Mata kuliah      :   101BA2Ko...
KONTRAK PEMBELAJARANNama Mata Kuliah     :   Fonologi Bahasa ArabKode Mata kuliah     :   101BA2Pembelajar           :   H...
4. ORGANISASI MATERI  a. Organisasi Materi dirancang melalui Analisis Instruksional yang akan diharapkan membantu peserta ...
7. TUGAS  a. Setiap bacaan / tutorial harus dibaca sebelum mengikuti kuliah  b. Peserta diwajibkan membuat laporan setiap ...
9. NORMA AKADEMIK  a. Mahasiswa harus berpakaian rapih dan pakai sepatu  b. Mahasiswa tidak boleh terlambat dalam mengikut...
KONTRAK PEMBELAJARANNama Coach : Sitti Sahraeny, S.S, M.ANama Coachy : Haeruddin, S.S.  NO          TANGGAL               ...
LAMPIRAN                        MODUL PEMBELAJARAN           PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING               ...
HAERUDDIN, S.S.                                                    NIP. 132 312 634                          PROGRAM STUDI...
Semoga modul yang kami susun ini dapat membatu para mahasiswa dalam mempelajari Bahasa Arab khususnya Matakuliah Fonologi ...
DAFTAR ISIKATA PENGANTAR                                             1DAFTAR ISI                                          ...
PETA KEDUDUKAN MODUL
Pengantar Ke Arah Fonologi   Khasanah Fonem Bahasa       Bahasa Arab                   Arab   Fonetik Bahasa Arab        U...
BAB I. PENDAHULUANA. Deskripsi   1. Nama Modul            : Proses Fonasi Bahasa Arab   2. Ruang Lingkup Isi     : - Penge...
BAB II. PEMBELAJARANA. Pengertian proses Fonasi Bahasa Arab   Froses fonasi adalah salah satu sub kajian dalam bidang fone...
Untuk lebih jelasnya berikut akan dijelaskan alat-alat artikulasi yang terdapat pada manusia serta cara kerjanyamasing seb...
Langit-langit keras merupakan susunan bertulang. Pada bagian depan mulai langit-langit melengkung cekung ke   atas dan bag...
dorso-velar. Tangah lidah bekerja sama dengan langit-langit keras menghasilkan bunyi medio-palatal. Ujung      lidah beker...
Sebagai tambahan tentang mengenai proses fonasi maka perlu dijelaskan empat macam posisi pita suara ketika   dilewati oleh...
Yang dimaksud dengan bunyi Laminoalveolar adalah bunyi yang terjadi pada alat artikulasi daun lidah dan gusi   dengan cara...
3) Bunyi Sengauan (Nazal)   Yang dimaksud dengan bunyi Sengauan (Nazal) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator ...
BAB III. PENUTUPSetelah kita mengetahui keseluruhan aspek yang berhubungan dengan proses fonasi diharapkan mahasiswa kita ...
DAFTAR PUSTAKA1) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa,    ...
MODUL I                         PENGANTAR KE ARAH FONOLOGI BAHASA ARABBAB I   PENDAHULUAN        A. Latar Belakang        ...
•   FonemikC. Kaitan Modul   Modul ini merupakan modul pertama yang menjadi dasar bagi penguasaan Materi kuliah Fonologi B...
BAB II PEMBAHASAN     A. Fonetik        Secara etimologi Fonetik berasal dari kata fon yang berarti bunyi sehingga secara ...
•   Fonetik auditoris      Fonetik auditoris adalah sub dari fonetik yang mempelajari mekanisme penerimaan bunyi bahasa ol...
pemahaman yang dalam terhadap fonologi maka akan memudahkan kita dalam menuturkan fonem-fonem             Bahasa arab deng...
DAFTAR PUSTAKA2) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa, Erl...
MODUL II                                          ALAT-ALAT ARTIKULASIBAB I   PENDAHULUAN        E. Latar Belakang        ...
Modul ini sangat berkaitan dengan materi ketiga karena pada modul kedua ini akan deijelaskan tentang alat   artikulasi ser...
BAB II PEMBAHASAN     A. Pengertian Alat Artikulasi        Alat artikulasi adalah bagian dari tubuh manusia yang digunakan...
•   Alat artikulasi fasif.       Yang dimaksud dengan alat artikulasi fasif adalah alat-alat artikulasi yang ketika terjad...
•   Langit-Langit Lunak (Velum)    Langit-langit lunak (velum) besrta bagian ujungnya yang disebut anak tekak (uvula) dapa...
Bibir terbagi menjadi dua, yaitu bibir bawah dan bibir atas. Fungsi pokok kedua bibir adalah sebagai pintu       penjaga r...
•   mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan alat artikulasi aktif dan alat artikulasi fasif•   mahasiswa mampu megidentifika...
BAB III   PENUTUP          Setelah kita mempelajari tentang keseluruhan aspek yang berhubungan dengan alat artikulasi diha...
DAFTAR PUSTAKA9) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa, Erl...
MODUL III                                                 PROSES FONASIBAB I   PENDAHULUAN        I. Latar Belakang       ...
•   Menjelaskan tentang
BAB II   PEMBAHASAN         D. Pengertian Proses Fonasi            Proses fonasi adalah keseluruhan proses secara sistemat...
Sebagai tambahan mengenai proses fonasi maka perlu dijelaskan empat macam posisi pita suara ketika   dilewati oleh udara y...
•   Agar mahasiswa mampu mengidentifikasi kedua alat artikulasi dengan benar.
BAB II   PENUTUP         Setelah kita mempelajari tentang keseluruhan aspek yang berhubungan dengan alat artikulasi dihara...
DAFTAR PUSTAKA16) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa, Er...
MODUL IV                                            KLASIFIKASI FONEMBAB I   PENDAHULUAN        M. Latar Belakang         ...
O. Kaitan Modul   Materi yang akan pada modul keempat yang disampaikan ini sangat berkaitan dengan modul ketiga karena   j...
BAB II PEMBAHASAN     I. Klasifikasi Bunyi Bahasa        Pada umumnya bunyi bahasa diklasifikasi atas konsonan dan vokal. ...
Ditinjau dari segi tinggi rendahnya bunyi vokal, yaitu menurut tinggi rendahnya posisi lidah terhadap    langit-langit mak...
Contoh vokal tinggi:K. Bunyi Konsonan  Bunyi konsonan adalah  Macam-macam konsonan:  •   Bunyi vokal berdasarkan posisi li...
Yang dimaksud dengan bunyi dorsovelar adalah bunyi yang terjadi pada pangkal lidah dengan velum atau       langit-langit l...
•   Bunyi Sengauan (Nazal)    Yang dimaksud dengan bunyi Sengauan (Nazal) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulato...
disebut bunyi semivokal mengahambat aliran udar pasa bagian tengah mulut lalu membiarkan udara       keluar melaui samping...
BAB III   PENUTUP          Setelah kita mempelajari tentang keseluruhan aspek yang berhubungan dengan alat artikulasi diha...
DAFTAR PUSTAKA23) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa, Er...
MODUL V                                             KHASANAH FONEMBAB I   PENDAHULUAN        Q. Latar Belakang           P...
S. Kaitan Modul   Materi yang akan pada modul keempat yang disampaikan ini sangat berkaitan dengan modul ketiga karena   j...
BAB II PEMBAHASAN     N. Identifikasi Fonem        Untuk mengetahui apakah sebuah bunyi fonem atau bukan, kita harus menca...
Ditinjau dari segi posisi lidah secara horisontal bunyi vokal dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu:      depan, tengah d...
•   Bunyi vokal berdasarkan posisi lidah.    Yang dimaksud dengan bunyi bilabial adalah bunyi yang terjadi pada kedua bibi...
Yang dimaksud dengan bunyi faringal adalah bunyi konsonan yang terjadi pada dinding farynx dan akar       lidah. Yang term...
Yang dimaksud dengan bunyi Sengauan (Nazal) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator    menghambat sepenuhnya ali...
keluar melaui samping lidah. Yang termasuk kategori bunyi Hampiran (Aproximan) adalah bunyi: [‫ ]و‬dan       [‫]ي‬R. Indik...
BAB III   PENUTUP          Setelah kita mempelajari tentang keseluruhan aspek yang berhubungan dengan alat artikulasi diha...
DAFTAR PUSTAKA30) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: Jakarta31) Samsuri (1987) Analisis Bahasa...
LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN                   (LKPP)     LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN SCL                 Jud...
Oleh:                  HAERUDDIN, S.S.                   NIP. 132 312 634    Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddi...
LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN                              Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasan...
Makassar, 4 Februari 2008Mengetahui :Fakultas Sastra Universitas HasanuddinDekan,                                   Pembua...
KATA PENGANTARPuji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sehingga salah satu modul mata kuliah di Jurusan Sastra Asia...
Makassar, 4 Februari 2008                                                                      Haeruddin, S.S.            ...
Modul kedua berisi tentang alat-alat artikulasi yang terdapat pada manusia. Pada modul ini diuraikan secara jelas tentangp...
PETA KEDUDUKAN MODUL
Pengantar Ke Arah Fonologi       Bahasa Arab    Alat-alat artikulasi      Proses Fonasi    Klasifikasi Fonem     Khasanah ...
DAFTAR ISI                                                      HalHALAMAN JUDUL                                     1HALA...
LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN                   (LKPP)     LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN SCL                 Jud...
Oleh:                  HAERUDDIN, S.S.                   NIP. 132 312 634    Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddi...
LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN                              Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasan...
Makassar, 4 Februari 2008Mengetahui :Fakultas Sastra Universitas HasanuddinDekan,                                   Pembua...
KATA PENGANTARPuji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sehingga salah satu modul mata kuliah di Jurusan Sastra Asia...
Makassar, 4 Februari 2008                                                                      Haeruddin, S.S.            ...
Modul kedua berisi tentang alat-alat artikulasi yang terdapat pada manusia. Pada modul ini diuraikan secara jelas tentangp...
PETA KEDUDUKAN MODUL
Pengantar Ke Arah Fonologi       Bahasa Arab    Alat-alat artikulasi      Proses Fonasi    Klasifikasi Fonem     Khasanah ...
DAFTAR ISI                                                      HalHALAMAN JUDUL                                     1HALA...
Fonologi bahasa arab
Fonologi bahasa arab
Fonologi bahasa arab
Fonologi bahasa arab
Fonologi bahasa arab
Fonologi bahasa arab
Fonologi bahasa arab
Fonologi bahasa arab
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Fonologi bahasa arab

1,743

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,743
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
74
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Fonologi bahasa arab"

  1. 1. LAPORANRANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH FONOLOGI BAHASA ARAB OLEH : HAERUDDIN, S.S. PROGRAM STUDI BAHASA ARAB FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS HASANUDDIN 7 AGUSTUS 2007
  2. 2. LEMBAR PENGESAHANRANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH FONOLOGI BAHASA ARAB ANGKATAN KE-4 Telah diperiksa dan disetujui Oleh Coach Clinic SCL Universitas Hasanuddin Makassar, 9 Agustus 2007 COACH, COCHEE, Sitti Sahraeny, S.S, M.A Haeruddin, S.S NIP. 132 205 465 NIP. 132 132 634 Mengetahui, Ketua LKPP-Unhas Ir. Machmud Syam, DEA NIP. 131 637 597
  3. 3. DAFTAR ISINO HAL1 Sampul2 Halaman Pengesahan3 Daftar Isi4 Kompetensi Lulusan Kurikulum Program Studi5 Rancangan Pembelajaran Mata Kuliah6 Tabel Rencana Penilaian Kinerja Mahasiswa7 Kontrak Pembelajaran8 Lembar Penilaian9 Lembar Konsultasi
  4. 4. KOMPETENSI LULUSAN KURUKULUM LOKAKARYA KURIKULUM 2007 PRODI BAHASA ARAB FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS HASANUDDIN ELEMEN KELOMPOK NO RUMUSAN KOMPETENSI KOMPETENSI KOMPETENSI A B C D E 1 Kemampuan dalam menerapkan pengetahuan dasar Budaya 2 Kemampuan dalam menerapkan pengetahuan dasar Bahasa 3 Kemampuan dalam menerapkan pengetahuan dasar Bahasa Arab 4 Kemampuan dalam menerapkan pengetahuan Fonologi bahasa Arab KOMPETENSI UTAMA 5 Kemampuan dalam menganalisis alat-alat artikulasi Kemampuan dalam menganalisis dan menuturkan fonem-fonem bahasa 6 Arab. Kemampuan dalam melakukan komunikasi bahasa Arab secara baik dan 7 benar 8 Kemampuan dalam penguasaan Bahasa Inggris KOMPETENSI 9 Kemampuan dalam penguasaan software dan Hardware Komputer PENDUKUNG 10 Kemampuan beradaftasi dan berkomunikasi dalam lingkungan kerja 11 Kemampuan beradaftasi dan berkomunikasi dalam lingkungan kerja Kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial bermasyarakat KOMPETENSI 12 berdasrkan budaya bahari LAINNYA 13 Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan wawasan budaya bahariELEMEN KOMPETENSIa. landasan kepribadian;b. penguasaan ilmu;c. kemampuan berkarya;d. Sikap dan prilaku berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai;e. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya
  5. 5. FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KBK MATAKULIAH : FONOLOGI BAHASA ARABKompetensi Utama : Kemampuan dalam menerapkan pengetahuan Ilmu Budaya dan ilmu sosial dasar fonologi (No.1)Kompetensi Pendukung : Kemampuan dalam menerapkan pengetahuan Ilmu Budaya dan ilmu sosial dasar fonologi (No.1)Komp. Lainnya (intitusial) : Kemampuan dalam untuk terlibat dalam kehidupan social bermasyarakat berdasarkan budaya bahari (No.1) MATERI BENTUK KOMPETENSI AKHIR SESI BOBOTMINGGU INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN NILAI (%) Menemukan paling sedikit 3 Klasifikasi alat Kuliah + tugas + ketepatan konsep; kejelasan1 s.d 4 materi penting tentang alat-alat 10% artikulasi kajian Pustaka uraian; sistematika penerapan artikulasi ketuntasan gagasan pada Kuliah + kerja Membuat bagan yang memuat Fungsi alat bagan; bentuk dan estetika4 s.d 7 kelompok + fungsi-fungsi alat artikulasi 15% artikulasi bagan; kerjasama tim; skill presentase manusia komunikasi; diskusi kelompok Mempraktekkan proses ketepatan proses artikulasi; Proses fonologis8 s.d 10 + kerja kelompok artikulasi fonem-fonem bahasa kemampuan menjelaskan 25% bahasa Arab + simulasi Arab proses artikulasi; kerjasama tim tutorial + diskusi Melakukan klasifikasi fonem- Khasanah fonem kelompok + kerja fonem Bahasa Arab ketepatan konsep; kejelasan11 - 14 25% bahasa Arab kelompok + berdasarkan letak artikulasi uraian; sistematika penerapan simulasi dan cara artikulasi Studi kasus dan Menyusun langkah-langkah ketepatan konsep; kejelasan 15-16 Uji Kompetensi 25% presentase pemecahan kasus uraian; sistematika penerapan
  6. 6. EVALUASI KOMPTENSI AKHIR SESI PEMBELAJARANNama Mata Kuliah : Fonologi Bahasa ArabKode Mata kuliah : 101BA2Kode Mata kuliah : Haeruddin, S.S.Jumlah Peserta : 18Jurusan : Sastra Arab EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Menemukan paling sedikit 3 Contoh aplikasi Menyusun poster yang memuat langkah PDB pada paling sedikit 3 bidang (10%) dari satu Model Analitik yang ditugaskan (15%)NO NIM NAMA MAHASISWA Ketepatan Ketuntasan Kejelasan Kemutakhiran konsep dan Gagasan Kreatifitas Kerjasama Tim Uraian Pustaka contoh pada Poster1 F41107001 AHMAD ARFAH2 F41107002 PARTOMO3 F41107013 ABDDURRAHMAN4 F41107004 NUSWAR5 F41107005 FAIDAH FATAH6 F41107006 ANAS MUSTAFA7 F41107007 KADRISAL8 F41107008 MOH YUSRI MUKRI9 F41107009 MUH ALAWI10 F41107010 ANDI FAISAL11 F41107011 A. MAKKARUMPA12 F41107012 FATHUR RAHMAN13 F41107013 MUHAMMAD HISYAM14 F41107014 ZOELKIFLI15 F41107015 PEPRUDDIN16 F41107016 HAMZAH
  7. 7. KONTRAK PEMBELAJARANNama Mata Kuliah : Fonologi Bahasa ArabKode Mata kuliah : 101BA2Pembelajar : Haeruddin, S.S.Semester : I (satu)Hari Pertemuan/Jam : Kamis / 08.00-09.40Tempat Pertemuan : FIS 5. 1061. MANFAAT MATA KULIAH Mata kuliah ini akan mengantarkan penguasaan terhadap bahasa Arab khususnys penguasaan terhadap fonem-fonem Bahasa Arab. Penguasaan terhadap mata kuliah ini akan mendukung pembelajar dalam mengklasifikasikan serta maengartikulasikan bunyi-bunyi bahasa Arab dengan tepat sehingga pada akhirnya mampu berkomunikasi dalam Bahasa Arab dengan benar pula.2. DESKRIPSI MATA KULIAH Matakuliah ini merupakan matakuliah yang ditawarkan pada semester 1 (diperuntukkan untuk mahasiswa baru). Mata kuliah ini matakuliah yang diharapkan dapat menunjang matakuliah lain yang hierarkinya lebih tinggi seperti: Morfologi Bahasa Arab,Sintaksis Bahasa Arab, Semantik Bahasa Arab serta Muhadatsah.3. TUJUAN PEMBELAJARAN a. Mahasiswa mampu menerapkan Fonologi Generatif dalam menganalisis bahasa Arab sebagai obyek kajiannya. b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi articulation tools (‫.)أدوات اﻟﻨﻄﻖ‬ c. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi-fungsi alat artikulasi dalam proses fonasi. d. Mahasiswa mampu mengklasifikasikan fonem-fonem bahasa Arab. e. Mahasiswa mengartikulasikan fonem-fonem bahasa Arab dengan benar.
  8. 8. 4. ORGANISASI MATERI a. Organisasi Materi dirancang melalui Analisis Instruksional yang akan diharapkan membantu peserta kuliah dalam menerima materi secara berjenjang. b. Setiap materi yang disampaikan menggunakan metode yang bervariasi untuk memaksimalkan tingkat pemahaman peserta mata kuliah5. STRATEGI PEMBELAJARAN Mata kuliah ini menggunakan metode ceramah interaktif yang dipadu dengan metode Cooperative/ Collaboratif learning pada topic yang menuntut keterampilan bekerja secara Tim seperti pada penyelesaian tugas kajian pustaka dan penyusunan portfolio. Sedang pada tugas-tugas yang bersifat kerja individu digunakan metode kombinasi kuliah interaktif, FBL, dan atau studi kasus. Perkembangan kemajuan peserta dipantau melalui aktivitas tutorial dan presentasi di depan kelas. Dokumen perjalanan pengalaman belajar mahasiswa dituliskan dalam Log-Book yang merupakan dokumen Fortfolio mahasiswa pada mata kuliah ini.6. MATERI / BAHAN BACAAN a. Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta. b. Samsuri (1987) Analisis Bahasa, Jakarta: Erlangga. c. Verhaar, J.W.M. 1996. Asas-asas Linguistik Umum.Yogyakarta: Gajah Mada University Press. d. Schane, Sanford A (1992) Generative Phonologi, USA : Summer Institute of Linguistics. e. ،‫ﺑﺪرى، إﺑﺮاهﻴﻢ آﻤﺎل)2891م/2041هـ(، ﻋﻠﻢ اﻟﻠﻐﺔ اﻟﺒﻤﺮﻣﺞ: اﻷﺻﻮات واﻟﻨﻈﺎم اﻟﺼﻮﺗﻰ ﻣﻄﺒﻘﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻐﺔ اﻟﻌﺮﺑﻴﺔ، ﺟﺎﻣﻌﺔ اﻟﻤﻠﻚ ﺳﻌﻮد – اﻟﺮﺳﺎض‬ .‫اﻟﻤﻤﻠﻜﺔ اﻟﻌﺮﺑﻴﺔ اﻟﺴﻌﻮدﻳﺔ‬
  9. 9. 7. TUGAS a. Setiap bacaan / tutorial harus dibaca sebelum mengikuti kuliah b. Peserta diwajibkan membuat laporan setiap akhir latihan dan dikumpul satu minggu setelah perkuliahan c. Mid test akan dilaksanakan pada pertemuan ke-8 d. Final test Semester akan dilakukan sesuai jadual akademik dari fakultas8. KRITERIA PENILAIAN Kriteria yang dinilai pada mata kuliah ini sebagai berikut: a. Ketepatan pemakaian konsep dengan contoh; kejelasan uraian; kemutakhiran bahan pustaka (10 %) b. Ketuntasan gagasan pada bagan yang dibuat; kreatifitas; kerjasama tim pada presentase (15%). c. Kejelasan isi, kejelasan konsep dan penguasaan konsep Fonologi; Kemampuan menyelesaikan problem set; kedisiplinan (25%) d. Kelengkapan isi, kejelasan konsep dan penguasaan konsep Transformasi (25%). e. Kejelasan langkah pemecahan kasus; kejelasan alasan; ketepatan langkah dan alasan; ketelitian; kemempuan analogy (25%). Penentuan nilai akhir (A,B,C,D,E) berdasarkan PAP. • A = 86 - 100 • B = 71 - 85 • C = 56 - 70 • D = 41 - 55 • E = 00 - 40
  10. 10. 9. NORMA AKADEMIK a. Mahasiswa harus berpakaian rapih dan pakai sepatu b. Mahasiswa tidak boleh terlambat dalam mengikuti setiap materi kuliah. c. Mahasiswa wajib membawa minimal satu buku teks yang berubungan dengan materi perkuliahan. d. Mahasiswa wajib menerapkan akhlak yang baik selama mengikuti perkuliahan.10. JADWAL PEMBELAJARANMINGGU TOPIK BAHASAN METODE SCL DOSEN 1 Kontrak Pembelajaran Kuliah Interaktif + Simulasi Haeruddin 2 Alat artikulasi aktif Kuliah Interaktif + tugas + kajian Pustaka Haeruddin 3 Alat artikulasi fasif Kuliah + kerja kelompok + presentase Haeruddin 4 Fungsi alat artikulasi diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 5 Proses artikulasi tutorial + diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 6 Bunyi Vocal diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 7 Bunyi Konsosnan tutorial + diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 8 Klasifikasi Fonem berdasarkan letak artikulasi diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 9 Klasifikasi Fonem berdasarkan cara artikulasi tutorial + diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 10 Perubahan fonem (Asimialasi) tutorial + diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 11 Perubahan fonem (disimilasi) tutorial + diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 12 Silabel tutorial + diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 13 Identitas Fonem tutorial + diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 14 Khasanah fonem Bahasa Arab tutorial + diskusi kelompok + kerja kelompok + simulasi Haeruddin 15 Uji Kompetensi & Remedial Studi kasus dan presentase Haeruddin 16 Uji Kompetensi & Remedial Studi kasus dan presentase Haeruddin
  11. 11. KONTRAK PEMBELAJARANNama Coach : Sitti Sahraeny, S.S, M.ANama Coachy : Haeruddin, S.S. NO TANGGAL REKOMENDASI / CATATAN TTD COACH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 17 Makassar, 20 Agustus 2007 Mengetahui, Ketua LKPP-Unhas Ir. Machmud Syam, DEA NIP. 131 637 597
  12. 12. LAMPIRAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING MATA KULIAH FONOLOGI BAHASA ARAB (MODUL KETIGA : PROSES FONASI) Disusun Oleh:
  13. 13. HAERUDDIN, S.S. NIP. 132 312 634 PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS HASANUDDIN KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sehingga salah satu modul mata kuliah di Jurusan Sastra Asia Barat(Arab) dengan judul “Fonologi Bahasa Arab” dapat terselesaikan. Modul ini dibuat sebagai keberlanjutan kegiatanpelatihan dosen-dosen dari teaching to facilitating. Selain itu, modul ini dibuat dipersiapkan untuk terciptanya pengajaranBahasa Arab yang lebih baik, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan Jurusan Sastra Asia Barat (Arab)sehingga mampu bersaing di dunia kerja. Referensi utama dari pembuatan modul ini diambil dari berbagai literatur Bahasa Arab dan juga ditambah denganmateri yang diakses dari internet sehingga diharapkan materi yang terdapat di dalam modul akan selalu up to date. Metode pendekatan yang digunakan dalam modul ini sepenuhnya menggunakan metode Student Center Learning(SCL) yang diharapkan dapat membantu para mahasiswa untuk lebih cepat dalam memahami materi sehingga tingkatkeberhasilan pembelajaran dapat lebih maksimal.
  14. 14. Semoga modul yang kami susun ini dapat membatu para mahasiswa dalam mempelajari Bahasa Arab khususnya Matakuliah Fonologi Bahasa Arab. Dan bagi para dosen semoga modul ini dapat dijadikan sebagai referensi yang dapatmembantu dalam melakukan pembelajaran Bahasa Arab. Akhirul kalam semoga dengan adanya modul ini berguna bagi kita semua.Wassalam, Makassar, Oktober 2007 Haeruddin, S.S.
  15. 15. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR 1DAFTAR ISI 2PETA KEDUDUKAN MODUL 2BAB I. PENDAHULUAN 3 A. Deskripsi 1 - Nama Modul 4 - Ruang Lingkup Isi 4 - Kaitan Modul 4 B. Sasaran Pembelajaran modul 4BABII. PEMBELAJARAN 5 A. Pengertian Proses Fonasi 5 B. Alat-alat dan letak artikulasi 8 C. Proses Fonasi 9 D. Klasifikasi fonem 10BAB III PENUTUP 13DAFTAR PUSTAKA 14
  16. 16. PETA KEDUDUKAN MODUL
  17. 17. Pengantar Ke Arah Fonologi Khasanah Fonem Bahasa Bahasa Arab Arab Fonetik Bahasa Arab Unsur Supra segmental Bahasa Arab Fonemik Bahasa Arab Perubahan Fonem Bahasa ArabProses Fonasi Bahasa Arab Alofon Bahasa ArabIdentifikasi Fonem Bahasa Klasifikasi Fonem Bahasa Arab Arab Tulisan Fonetik Bahasa Perubahan Fonem Bahasa Arab Arab Tulisan Fonemik Bahasa Grafem Bahasa Arab Arab
  18. 18. BAB I. PENDAHULUANA. Deskripsi 1. Nama Modul : Proses Fonasi Bahasa Arab 2. Ruang Lingkup Isi : - Pengertian Proses fonasi - Alat-alat dan letak artikulasi - Proses fonasi - Klasifikasi fonem 3. Kaitan Modul : Modul ini merupakan modul keempat setelah mahasiswa memahami modul petama (Pengantar Ke arah Fonologi Bahasa Arab ), modul kedua (fonetik Bahasa Arab) dan modul ketiga (fonemik Bahasa Arab).B. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan Pengertian proses fonasi 2. Mengetahui langkah-langkah dalam proses fonasi 3. Mengetahui klasifikasi bunyi yang dihasilkan fonem berdasarkan letak artikulasi dan proses artikulasi 4. Mampu melakukan proses artikulasi fonem-fonem bahasa Arab dengan benar 5. Mengetahui bentuk-bentuk kesalahan dalam proses artikulasi
  19. 19. BAB II. PEMBELAJARANA. Pengertian proses Fonasi Bahasa Arab Froses fonasi adalah salah satu sub kajian dalam bidang fonetik yang membahas tentang proses terjadinya bunyi bahasa. (kridalaksana, 1989: 10). Di dalam proses fonosi akan dijelaskan bagaimana alat-alat artikulasi bekerja secara sistematis sehingga melahirkan sebuah bunyi bahasa. Ruang lingkup pembahasan proses fonasi meliputi urutan proses artikulasi serta variasi bunyi bahasa berdasarkan letak artikulasi dan cara artikulasinya.B. Alat-alat artikulasi Berdasarkan cara kerjanya alat-alat artikulasi dapat di kategorikan ke dalam dua bagian besar yanitu alat artikulasi aktif dan alat artikulasi fasif. Yang dimaksud dengan alat artikulasi aktif adalah alat-alat artikulasi yang ketika terjadi sebuah proses fonasi bergerak secara aktif untuk menghampiri alat artikulasi yang lain. Contoh alat artikulasi aktif misalnya: ujung lidah, daun lidah dan bibir bawah. dalam proses artikulasi bunyi ketiga alat artikulasi tersebut bergerak secara aktif menghampiri alat artikulasi yang lain sehingga menghasilkan bunyi bahasa. Yang dimaksud dengan alat artikulasi fasif adalah: alat-alat artikulasi yang ketika terjadi sebuah proses fonasi tidak bergerak secara aktif untuk menghampiri alat artikulasi yang lain. Contoh alat artikulasi aktif misalnya: gigi atas, langit-langit keras dan langit-langit lunak, pangkal tenggorok. dalam proses artikulasi bunyi alat- alat artikulasi tersebut hanya menunggu alat artikulasi yang lain menghampirinya sehingga menghasilkan sebuah bunyi bahasa.
  20. 20. Untuk lebih jelasnya berikut akan dijelaskan alat-alat artikulasi yang terdapat pada manusia serta cara kerjanyamasing sebagai berikut:1) Pangkal Tenggorok (Larynx) Pangkal tenggorok (larynx) adalah rongga pada ujung pipa pernafasan . Rongga ini terdiri dari empat komponen, yaitu: tulang rawan krikoid, dua tulang rawan aritenoid, sepasang pita suara, dan tulang rawan tiroid. Tulang rawan krikoid berbentuk seperti lingkaran sebagai tumpuannya terletak di belakang. Dua tulang rawan aritenoid bentuknya kecil seperti piramid terletak di atas tulang rawan krikoid. Sistem otot aritenoid dapat bergerak mengatur gerakan pada sepasang pita suara2) Rongga Kerongkongan (Pharynx) Rongga kerongkongan ialah rongga yang terletak di antara pangkal tenggorok dengan rongga mulut dan rongga hidung. Fungsi utamanya adalah sebagai saluran makanan danminuman . Dalam pembentukan bunyi bahasa peranannya terutam hanyalah sebagai tabung udara yang akan ikut bergetar bila pita suara bergetar . Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh faring disebut bunyi faringal3) Langit-Langit Lunak (Velum) Langit-langit lunak (velum) besrta bagian ujungnya yang disebut anak tekak (uvula) dapat turun naik sedemikian rupa. Dalam keadaan bernafas normal maka langit-langit lunak beserta ujung anak tekak menurun , sehingga udara dapat keluar masuk melalui rongga hidung. Demikian pula pada waktu terbentuknya bunyi nasal. Dalam kebanyakan pembentukan bunyi bahasa, yaitu bunyi non-nasal, atau pada saat kita menguap , langit-langit lunak beserta anak tekaknya terangkat ke atas menutup rongga hidung. Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh langit-langit lunak ini disebut bunyi velar4) Langit-Langit Keras (Palatum)
  21. 21. Langit-langit keras merupakan susunan bertulang. Pada bagian depan mulai langit-langit melengkung cekung ke atas dan bagian belakang berakhir dengan bagian yang terasa lunak bila di raba. Dalam pembentukan bunyi bahasa langit-langit keras ini sebagai artikulator pasif, sedangkan artikulator aktifnya adalah ujung lidah atau tengah lidah. Bunyi yang di hasilkan oleh langit-langit keras disebut palatal5) Gusi Dalam (Alveola, Alveolum) Gusi dalam (gusi belakang, ceruk gigi, lengkung kaki gigi, lekuk gigi) adalah bagian gusi tempat letak akar gigi depan atas bagian belakang , terletak tepat di atas serta di belakang gigi yang melengkung ke dalam menghadap lidah. Dalam pembentukan bunyi bahasa gusi ini sebagai artikulator pasif, sedangkan artikulator aktifnya adalah ujung lidah. Bunyi yang dihasilkan oleh gusi disebut alveolar6) Bibir (Labia) Bibir terbagi menjadi dua, yaitu bibir bawah dan bibir atas. Fungsi pokok kedua bibir adalah sebagai pintu penjaga rongga mulut. Dalam pembnetukan bunyi bahasa bibir atas adalah sebagai artikulator pasif bekerja sama dengan bibir bawah sebagai artikulator aktifnya. Dapat juga bibir bawah sebagai artikulator aktif itu bekerja sama dengan gigi atas, hasilnya ialah bunti labio-dental7) Lidah (Tongue) Fungsi pokok lidah adalah sebagai alat perasa, dan untuk memindahkan makanan yang akan atau sedang dikunyah. Dalam pembentukan bunyi bahasa lidah sebagai artikulator aktif mempunyai peranan yang amat penting. Lidah dapat di bagi menjadi lima bagian, yaitu : akar lidah (root), pangkal lidah (dorsum), tengah lidah (medium), daun lidah (lamina), dan ujung lidah (apex). Akar lidah bekerja sama dengan rongga kerongkongan menghasilkan bunyi radiko-faringal. Pangkal lidah bekerja sama dengan langit-langit lunak menghasilkan bunyi
  22. 22. dorso-velar. Tangah lidah bekerja sama dengan langit-langit keras menghasilkan bunyi medio-palatal. Ujung lidah bekerja sama dengan langit-langit keras menghasilkan bunyi apiko platal 8) Gigi (Teeth, Denta) Gigi terbagi menjadi dua, yaitu gigi bawah dan atas. Walaupun gigi bawah dapat digerakkan ke bawah dan ke atas namun dalam pembentukan bunyi bahasa tidak banyak berperan, hanya bersifat membantu saja. Yang berfungsi penuh sebagai artikulator atau dasar artikulasi adalah gigi atas bekerja sama dengan bibir bawah atau ujung lidah. Bunyi yang di hasilkan oleh gigi disebut dental.C. Proses Fonasi Sebagaiman yang telah dijelaskan pada sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan prose froses fonasi adalah keseluruhan rangkaian proses mekanis yang dilakukan oleh alat artikulasi untuk melahirkan sebuah bunyi bahasa. Secara berurutan Proses fonasi dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Tahap paling pertama dari proses fonasi sehingga terjadi sebuah bunyi bahasa adalah pada umumnya dimulai dengan proses pemompaan udara dari paru-paru. 2) Udara yang keluar dari paru-paru tersebut akhirnya melewati pangkal tenggorok yang didalamnya terdapat pita suara. 3) Sesudah melewati pita suara, tempat awal terjadinya bunyi bahasa, arus udara diteruskan ke alat-alat ucap tertentu yang terdapat di rongga mulut atau rongga hidung, dimana bunyi bahasa tertentu akan dihasilkan. 4) Setelah udara yang keluar dari pangkal tenggorok dan melalui pita suara maka pada akhirnya jalan satu-satunya bagi udara untuk bisa keluar adalah keluar melaui melalui rongga mulut atau rongga hidung, udara tadi diteruskan ke udara bebas.
  23. 23. Sebagai tambahan tentang mengenai proses fonasi maka perlu dijelaskan empat macam posisi pita suara ketika dilewati oleh udara yang menjadikan terjadinya kondisi yang bervariasi dari bunyi yang dihasilkannya adapun kondisi pita suara adalah sebagai berikut: 1) Pita suara terbuka lebar, Pada posisi ini tidak akan terjadi bunyi bahasa. 2) Pita suara terbuka agak lebar, Pada posisi ini terjadi bunyi bahasa yang disebut bunyi tak bersuara. 3) Pita suara terbuka sedikit, Bunyi bahasa yang disebut bunyi bersuara akan terjadi pada posisi ini. 4) Pita suara tertutup rapat-rapat. Kalau pita suara tetutup rapat, maka akan terjadilah bunyi hamzah.D. Klasifikasi Bunyi Bahasa Bunyi bunyi bahasa dapat diklasifikasikan berdasarkan dua cara yang pertama klasifikasi berdasarkan letak artikulasi dan kedua berdasarkan cara artikulasi. Klasifikasi bunyi bahasa berdasarkan letak artilkasi dapat digolongkan ke dalam beberapa bagian sebagai berikut: 1) Bunyi Bilabial Yang dimaksud dengan bunyi bilabial adalah bunyi yang terjadi pada kedua bibir; dengan cara bibir bawah merapat ke bibir atas. Yang termasuk fonem bilabial adalah: bunyi: [‫ ,]ب‬dan [‫.]م‬ 2) Bunyi Labiodental Yang dimaksud dengan bunyi Labiodental adalah bunyi konsonan yang terjadi pada alat artikulasi gigi bawah dan bibir atas dengan cara gigi bawah merapat pada bibir atas. Yang termasuk bunyi Labiodental adalah: bunyi: [‫]ف‬ 3) Bunyi Laminoalveolar
  24. 24. Yang dimaksud dengan bunyi Laminoalveolar adalah bunyi yang terjadi pada alat artikulasi daun lidah dan gusi dengan cara daun lidah menempel pada gusi. Yang termasuk bunyi Laminoalveolar adalah: bunyi: [‫]ت[ ,]د‬4) Bunyi Dorsovelar Yang dimaksud dengan bunyi dorsovelar adalah bunyi yang terjadi pada pangkal lidah dengan velum atau langit-langit lunak dengan cara pangkal lidah menekan pada langit-langit lunak. Yang termasuk bunyi dorsovelar adalah: bunyi: [‫]غ[ ,]ك‬5) Bunyi Faringal Yang dimaksud dengan bunyi faringal adalah bunyi konsonan yang terjadi pada dinding farynx dan akar lidah. Yang termasuk kategori bunyi Faringal adalah bunyi: [‫]هـ‬Klasifikasi bunyi bahasa berdasarkan cara artikulasi dapat digolongkan ke dalam beberapa bagian sebagai berikut:1) Bunyi Letupan (Plosif) Yang dimaksud dengan bunyi Letupan (Plosif) adalah bunyi yang terjadi dengan menutup sepenuhnya aliaran udara, sehingga udara mampet di belakang tempatpenutupan itu kemudian penutupan itu dibuka secaa tiba-tiba, sehingga menyebabkan terjadinya letupan. Yang termasuk fonem Letupan adalah: bunyi: [‫]غ[ ,]ك[ ,]د[ ,]ت[ ,]ب‬2) Bunyi Geseran (Frikatif) Yang dimaksud dengan bunyi Geseran (Frikatif) adalah bunyi yang terjadi dengan cara articulator aktif mendekati articulator fasif membentuk celah sempit sehingga udara yang lewat mendapat gangguan di celah itu Yang termasuk bunyi Geseran (Frikatif) adalah bunyi: [‫]ز[ ,]س[ ,]ف‬
  25. 25. 3) Bunyi Sengauan (Nazal) Yang dimaksud dengan bunyi Sengauan (Nazal) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator menghambat sepenuhnya aliran udara yang keluar melalui rongga mulut tetapi membiarkannya keluar melalui rongga hidung dengan bebas. Yang termasuk bunyi Sengauan (Nazal) adalah: bunyi [‫ ]م‬dan [‫]ن‬4) Bunyi Getaran (Trill) Yang dimaksud dengan bunyi Getaran (Trill) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator aktif melakukan kontak secara beruntun dengan artikulator fasif sehingga dari hasil kotak yang beruntun tersebut muncul getaran bunyi yang terjadi secara berulang-ulang. Yang termasuk bunyi Getaran (Trill) adalah: bunyi: [‫]ر‬5) Bunyi Sampingan (Lateral) Yang dimaksud dengan bunyi Sampingan (Lateral) adalah bunyi yang terjadi dengan cara articulator aktif mengahambat aliran udar pasa bagian tengah mulut lalu membiarkan udara keluar melaui samping lidah. Yang termasuk kategori bunyi Sampingan (Lateral) adalah bunyi: [‫]ل‬6) Bunyi Hampiran (Aproximan) Yang dimaksud dengan bunyi Sampingan (Lateral) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator aktif dan fasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka seperti dalam pembentukan vokal tetapi tidak cukup sempit untuk menghasilkan konsonan geseran oleh karena itu bunyi yang dihasilkan biasa juga disebut bunyi semivokal mengahambat aliran udar pasa bagian tengah mulut lalu membiarkan udara keluar melaui samping lidah. Yang termasuk kategori bunyi Hampiran (Aproximan) adalah bunyi: [‫ ]و‬dan [‫]ي‬
  26. 26. BAB III. PENUTUPSetelah kita mengetahui keseluruhan aspek yang berhubungan dengan proses fonasi diharapkan mahasiswa kita memilikikemapuan dalam mengartikulasikan bunyi-bunyi atau fonem-fonem bahasa secara umum dan fonem-fonem Bahasa Arabsecara khusus.Untuk penguasaan proses fonasi sebagaimana yang telah dijelaskan pada modul di atas maka ada beberapa langkah yangharus ditempuh. langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami secara detail alat-alat artikulasi serta fungsi-fungsinya dalam proses fonasi, langkah yang kedua adalah memahami letak artikulasi bunyi-bunyi Bahasa khususnyabunyi Bahasa Arab yang ingin diartikulasikan, setelah itu kita masuk pada langkah ketiga yaitu memahami seluruhrangkaian proses artikulasi dan yang keempat adalah memahami klasifikasi bunyi-bunyi bahasa Arab baik berdasarkancara artikulasi maupun berdasarkan letak artikulasi.Setelah mengikuti pelajaran mata kuliah Fonologi Bahasa Arab khususnya modul ketiga ini diharapkan mahasiswa sudahmampu menjelaskan keseluruhan persoalan yang menyangkut proses fonasi Bahasa Arab dan yang terlebih penting lagiadalah mahasiswa mampu mempraktekkan proses fonasi secara benar sehingga penguasaannya terhadap bahasa khususnyaBahasa Arab dapat menjadi lebih sempurna.
  27. 27. DAFTAR PUSTAKA1) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa, Erlangga, Jakarta.2) Ni’mah, Fuad. 1997. Mulakhkhas Qawa’id al-Lughah al-Arabiyyah. Bayrut: Dar al-Thaqafah al-Islamiyyah.3) Al-Muradi, Hasan bin Qasim. T.th. Taudhih al-Maqashid wa al-Masalik. Jil. I. Cet. II. Qairo, Maktabah al-Kulliyyah al- Azhariyyah.4) Nuri, Mustafa Muhammad,1992. al-Arabiyyah al-Muyassarah. Makassar: IAIN Alauddin.5) Rahman, Faridah. 2003. Ta’lim al-Lughah al-Arabiyyah (diktat) Makassar.6) Siny, Mahmud Ismail. (dkk). 1987/1404. al- Nahwu al-`Arabiy al-Mubarmaj. Cet I. Riyadh. Universitas al-Malik al-Sa’ud.7) Schane, Sanford A (1992) Generative Phonology, Summer Institute of Linguistics, USA.
  28. 28. MODUL I PENGANTAR KE ARAH FONOLOGI BAHASA ARABBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu materi yang paling penting dalam pembelajaran bahasa adalah materi Fonologi karena materi ini mencakup dan menjelaskan bagaimana bunyi-bunyi bahasa dihasilkan. Hal ini sangat penting difahami karena setiap bahasa memiliki pola-pola tersendiri dalam menuturkannya sehingga jika kita mengetahui pola-pola atau aspek-aspek yang bersifat fonologikal dari suatu bahasa maka sudah bisa dipastikan bahwa penguasaan terhadap bahasa tersebut akan sulit dilakukan khususnya dalam tataran penuturan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka untuk dapat menguasai Bahasa Arab dengan baik maka mata kuliah ini menjadi sangat penting. B. Ruang lingkup Modul Ruang lingkup mata kuliah ini mencakup dua hal pokok yang menjadi sub penting dalam Mata Kuliah Fonologi Bahasa arab yaitu: • Fonetik
  29. 29. • FonemikC. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul pertama yang menjadi dasar bagi penguasaan Materi kuliah Fonologi Bahasa Arab. Materi yang akan disampaikan ini sangat berkaitan dengan modul kedua karena pada modul pertama ini dijelaskan tentang fonetik yang pada dasarnya menjelaskan tentang gambaran umum mengenai alat-alat artikulasi sedangkan pada materi kedua kita membahas tentang funsi-fungsi alat-alat artikulasi.D. Sasaran Pembelajaran Modul • Menjelaskan pengertian Fonetik serta sub-sub kajian yang berhubungan dengannya. • Menjelaskan pengertian Fonemik serta sub-sub kajian yang berhubungan dengannya.
  30. 30. BAB II PEMBAHASAN A. Fonetik Secara etimologi Fonetik berasal dari kata fon yang berarti bunyi sehingga secara sederhana kita dapat mengartikannya sebagai ‘ilmu bunyi’. Adapun fonetik menurut para pakar bahasa diartikan sebagai bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tesebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. Secara fungsional bidang fonetik ini dipertentangkan dengan fonemik yang merupakan sub dari fonologi yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa sebagai sebuah bunyi yang dapat menyebabkan terjadinya perbedaan makna ketika kita menuturkannya. Menurut pembagian sub kajiannya fonetik dibagi menjadi tiga bagian yaitu: fonetik artikulatoris, fonetik akustik dan fonetik auditoris. • Fonetik artikulatoris Fonetik artikulatoris adalah sub kajian dari fonetik yang mempelajari tentang bagaimana mekanisme alat ucap manusia bekerja dan menghasilkan bunyi bahasa serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan. • Fonetik akustik Fonetik akustik adalah sub dari fonetik yang mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam. Bunyi-bunyi itu diselidiki frekuensi dengan getarannya. Amplitudonya, intensitasnya, dan timbrenya. Secara disiplin keilmuan bidang ini lebih berhubungan dengan bidang fisika.
  31. 31. • Fonetik auditoris Fonetik auditoris adalah sub dari fonetik yang mempelajari mekanisme penerimaan bunyi bahasa oleh telinga kita. Secara disiplin keilmuan bidang ini lebih berhubungan dengan bidang Kedokteran karena menyangkut tentang tentang neorologi (ilmu syaraf) dalam ilmu kedokteran.B. Fonemik Fonemik adalah bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa tanpa dengan memperhatikan apakah bunyi tesebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. Sebagai mana talah kita ketahui bahwa fonemik sacara fungsional dipertentangkan dengan fonetik, karena fonemik mengkhususkan perhatianya pada makna yang ditimbulkan oleh sebuah bunyi bahasa ketika dituturkan sedangkan fonetik hanya memfokuskan bagaimana bunyi bahasa dapat dituturkan secara benar baik dari segi cara maupun dari segi tempat artikulasinya. Dalam bidang fonemik kita akan mempelajari tentang perbedaan makna yang ditimbulkan oleh perbedaan cara penuturan dalam suatu bunyi bahasa. Hal ini sangat penting karena dalam pembelajaran bahasa khususnya bahasa Arab kita akan diperhadapkan pada berbagai masalah bunyi-bunyi bahasa yang secara sepintas sama akan tetapi sangat berbeda dari segi makna yang ditimbulkannya. Hal tersebut bisa difahami karena memang khasanah fonem bahasa Arab jauh lebih variatif jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa yang lain semisal bahasa Indonesia. Dengan
  32. 32. pemahaman yang dalam terhadap fonologi maka akan memudahkan kita dalam menuturkan fonem-fonem Bahasa arab dengan benar. C. Indikator Pencapaian • Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian fonetik berserta sub-sub kajiannya. • Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian fonemik berserta sus-sub kajiannya.BAB III PENUTUP Setelah kita mempelajari tentang keseluruhan aspek yang berhubungan dengan fonetik dan fonemik maka diharapkan kita memiliki kemampuan dalam menjelaskan perbedaan di antara kedua sub bidang Fonologi itu. Untuk penguasaan alat artikulasi sebagaimana yang telah dijelaskan pada modul di atas maka ada beberapa langkah yang harus ditempuh. langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami secara detail alat-alat artikulasi serta fungsi-fungsinya dalam proses fonasi, langkah yang kedua adalah memahami letak artikulasi bunyi-bunyi Bahasa khususnya bunyi Bahasa Arab yang ingin diartikulasikan, setelah itu kita masuk pada langkah ketiga yaitu memahami seluruh rangkaian proses artikulasi dan yang keempat adalah memahami klasifikasi bunyi-bunyi bahasa Arab baik berdasarkan cara artikulasi maupun berdasarkan letak artikulasi. Setelah mengikuti pelajaran mata kuliah Fonologi Bahasa Arab khususnya modul ketiga ini diharapkan mahasiswa sudah mampu menjelaskan keseluruhan persoalan yang menyangkut proses fonasi Bahasa Arab dan yang terlebih penting lagi adalah mahasiswa mampu mempraktekkan proses fonasi secara benar sehingga penguasaannya terhadap bahasa khususnya Bahasa Arab dapat menjadi lebih sempurna.
  33. 33. DAFTAR PUSTAKA2) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa, Erlangga, Jakarta.3) Ni’mah, Fuad. 1997. Mulakhkhas Qawa’id al-Lughah al-Arabiyyah. Bayrut: Dar al-Thaqafah al-Islamiyyah.4) Al-Muradi, Hasan bin Qasim. T.th. Taudhih al-Maqashid wa al-Masalik. Jil. I. Cet. II. Qairo, Maktabah al-Kulliyyah al- Azhariyyah.5) Nuri, Mustafa Muhammad,1992. al-Arabiyyah al-Muyassarah. Makassar: IAIN Alauddin.6) Rahman, Faridah. 2003. Ta’lim al-Lughah al-Arabiyyah (diktat) Makassar.7) Siny, Mahmud Ismail. (dkk). 1987/1404. al- Nahwu al-`Arabiy al-Mubarmaj. Cet I. Riyadh. Universitas al-Malik al- Sa’ud.8) Schane, Sanford A (1992) Generative Phonology, Summer Institute of Linguistics, USA.
  34. 34. MODUL II ALAT-ALAT ARTIKULASIBAB I PENDAHULUAN E. Latar Belakang Salah satu materi yang paling penting dalam pembelajaran bahasa adalah materi Fonologi karena materi ini mencakup dan menjelaskan bunyi-bunyi bahasa. Hal ini disebabkan setiap bahasa memiliki pola-pola tersendiri dalam menuturkannya. Sehingga jika kita mengetahui pola-pola atau aspek-aspek yang bersifat fonologikal suatau bahasa maka sudah bisa dipastikan bahwa penguasaan terhadap bahasa tersebut khususnya dalam tataran penuturan akan mengalami masalah. Demikian pula halnya dengan bahasa Arab, jika kita tidak menguasainya maka merupakan suatu hal yang mustahil untuk bisa menguasainya dengan sempurna. F. Ruang lingkup Ruang lingkup materi ini mencakup dua hal yaitu: • Alat Artikulasi Aktif • Alat Artikulasi Fasif G. Kaitan Modul
  35. 35. Modul ini sangat berkaitan dengan materi ketiga karena pada modul kedua ini akan deijelaskan tentang alat artikulasi serta pembagiannya sedangkan pada modul ketiga akan dibahas tentang bagaimana cara alat-alat artikulasi menuturkan bunyi-bunyi bahasa.H. Sasaran Pembelajaran Modul • Menjelaskan perbedaan alat- artikulasi Aktif dan alat artikulasi Fasif • Menjelaskan ruang lingkup keduanya
  36. 36. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Alat Artikulasi Alat artikulasi adalah bagian dari tubuh manusia yang digunakan dalam melakukukan proses artikulasi atau penuturan bunyi-bunyi bahasa. Dalam fonetik artikulatoris hal pertama yang harus dibicarakan adalah alat ucap manusia untuk menghasilkan bunyi bahasa. Sebetulnya alat ucap yang digunakan untuk menghasilkan bunyi bahasa ini mempunyai fungsi utama lain yang bersifat biologis.Misalnya, paru-paru untuk bernapas, lidah untuk mengecap, dan gigi untuk mengunyah.Namun, secara kebetulan alat-alat ini digunakan juga untuk berbicara. Kita perlu mengenal nama-nama alat-alat itu untuk mengetahui bagaimana bunyi bahasa itu diproduksi; dan nama-nama bunyi itu pun diambil diambil dari nama-nama alat ucap. B. Pembagian Alat Artikulasi Berdasarkan Cara kerjanya Berdasarkan cara kerjanya alat-alat artikulasi dapat di kategorikan ke dalam dua bagian besar yaitu alat artikulasi aktif dan alat artikulasi fasif. • Alat artikulasi aktif Yang dimaksud dengan alat artikulasi aktif adalah alat-alat artikulasi yang ketika terjadi sebuah proses fonasi, alat tersebut bergerak secara aktif untuk menghampiri alat artikulasi yang lain. Contoh alat artikulasi aktif misalnya: ujung lidah, daun lidah dan bibir bawah. dalam proses artikulasi bunyi ketiga alat artikulasi tersebut bergerak secara aktif menghampiri alat artikulasi yang lain sehingga menghasilkan bunyi bahasa.
  37. 37. • Alat artikulasi fasif. Yang dimaksud dengan alat artikulasi fasif adalah alat-alat artikulasi yang ketika terjadi sebuah proses fonasi tidak bergerak akan tetapi dihampiri oleh alat artikulasi aktif dalam melakukan proses fonasi. Contoh alat artikulasi aktif misalnya:gigi, langit-lagit dll.C. Beberapa alat artikulasi Di dalam fonologi terdapat beberapa alat artikulasi yang digunakan dalam proses artikuasi atau proses fonasi. Untuk lebih jelasnya berikut akan dijelaskan alat-alat artikulasi yang terdapat pada manusia serta cara kerjanya masing sebagai berikut: • Pangkal Tenggorok (Larynx) Pangkal tenggorok (larynx) adalah rongga pada ujung pipa pernafasan . Rongga ini terdiri dari empat komponen, yaitu: tulang rawan krikoid, dua tulang rawan aritenoid, sepasang pita suara, dan tulang rawan tiroid. Tulang rawan krikoid berbentuk seperti lingkaran sebagai tumpuannya terletak di belakang. Dua tulang rawan aritenoid bentuknya kecil seperti piramid terletak di atas tulang rawan krikoid. Sistem otot aritenoid dapat bergerak mengatur gerakan pada sepasang pita suara • Rongga Kerongkongan (Pharynx) Rongga kerongkongan ialah rongga yang terletak di antara pangkal tenggorok dengan rongga mulut dan rongga hidung. Fungsi utamanya adalah sebagai saluran makanan danminuman . Dalam pembentukan bunyi bahasa peranannya terutam hanyalah sebagai tabung udara yang akan ikut bergetar bila pita suara bergetar . Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh faring disebut bunyi faringal
  38. 38. • Langit-Langit Lunak (Velum) Langit-langit lunak (velum) besrta bagian ujungnya yang disebut anak tekak (uvula) dapat turun naik sedemikian rupa. Dalam keadaan bernafas normal maka langit-langit lunak beserta ujung anak tekak menurun , sehingga udara dapat keluar masuk melalui rongga hidung. Demikian pula pada waktu terbentuknya bunyi nasal. Dalam kebanyakan pembentukan bunyi bahasa, yaitu bunyi non-nasal, atau pada saat kita menguap , langit-langit lunak beserta anak tekaknya terangkat ke atas menutup rongga hidung. Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh langit-langit lunak ini disebut bunyi velar.• Langit-Langit Keras (Palatum) Langit-langit keras merupakan susunan bertulang. Pada bagian depan mulai langit-langit melengkung cekung ke atas dan bagian belakang berakhir dengan bagian yang terasa lunak bila di raba. Dalam pembentukan bunyi bahasa langit-langit keras ini sebagai artikulator pasif, sedangkan artikulator aktifnya adalah ujung lidah atau tengah lidah. Bunyi yang di hasilkan oleh langit-langit keras disebut palatal.• Gusi Dalam (Alveola, Alveolum) Gusi dalam (gusi belakang, ceruk gigi, lengkung kaki gigi, lekuk gigi) adalah bagian gusi tempat letak akar gigi depan atas bagian belakang , terletak tepat di atas serta di belakang gigi yang melengkung ke dalam menghadap lidah. Dalam pembentukan bunyi bahasa gusi ini sebagai artikulator pasif, sedangkan artikulator aktifnya adalah ujung lidah. Bunyi yang dihasilkan oleh gusi disebut alveolar.• Bibir (Labia)
  39. 39. Bibir terbagi menjadi dua, yaitu bibir bawah dan bibir atas. Fungsi pokok kedua bibir adalah sebagai pintu penjaga rongga mulut. Dalam pembentukan bunyi bahasa bibir atas adalah sebagai artikulator pasif bekerja sama dengan bibir bawah sebagai artikulator aktifnya. • Lidah (Tongue) Fungsi pokok lidah adalah sebagai alat perasa, dan untuk memindahkan makanan yang akan atau sedang dikunyah. Dalam pembentukan bunyi bahasa lidah sebagai artikulator aktif mempunyai peranan yang amat penting. Lidah dapat di bagi menjadi lima bagian, yaitu : akar lidah (root), pangkal lidah (dorsum), tengah lidah (medium), daun lidah (lamina), dan ujung lidah (apex). Akar lidah bekerja sama dengan rongga kerongkongan menghasilkan bunyi radiko-faringal. Pangkal lidah bekerja sama dengan langit- langit lunak menghasilkan bunyi dorso-velar. Tangah lidah bekerja sama dengan langit-langit keras menghasilkan bunyi medio-palatal. Ujung lidah bekerja sama dengan langit-langit keras menghasilkan bunyi apiko platal. • Gigi (Teeth, Denta) Gigi terbagi menjadi dua, yaitu gigi bawah dan atas. Walaupun gigi bawah dapat digerakkan ke bawah dan ke atas namun dalam pembentukan bunyi bahasa tidak banyak berperan, hanya bersifat membantu saja. Yang berfungsi penuh sebagai artikulator atau dasar artikulasi adalah gigi atas bekerja sama dengan bibir bawah atau ujung lidah. Bunyi yang di hasilkan oleh gigi disebut dental.D. Indikator Pencapaian
  40. 40. • mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan alat artikulasi aktif dan alat artikulasi fasif• mahasiswa mampu megidentifikasi dan mendeskripsikan lokasi serta fungsi alat artikulasi dengan benar.
  41. 41. BAB III PENUTUP Setelah kita mempelajari tentang keseluruhan aspek yang berhubungan dengan alat artikulasi diharapkan mahasiswa kita memiliki kemapuan dalam mengidentifikasi alat-alat artikulasi tersebut secara. Untuk penguasaan alat artikulasi sebagaimana yang telah dijelaskan pada modul di atas maka ada beberapa langkah yang harus ditempuh. langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami secara detail alat-alat artikulasi serta fungsi-fungsinya dalam proses fonasi, langkah yang kedua adalah memahami letak artikulasi bunyi-bunyi Bahasa khususnya bunyi Bahasa Arab yang ingin diartikulasikan, setelah itu kita masuk pada langkah ketiga yaitu memahami seluruh rangkaian proses artikulasi dan yang keempat adalah memahami klasifikasi bunyi-bunyi bahasa Arab baik berdasarkan cara artikulasi maupun berdasarkan letak artikulasi. Setelah mengikuti pelajaran mata kuliah Fonologi Bahasa Arab khususnya modul ketiga ini diharapkan mahasiswa sudah mampu menjelaskan keseluruhan persoalan yang menyangkut proses fonasi Bahasa Arab dan yang terlebih penting lagi adalah mahasiswa mampu mempraktekkan proses fonasi secara benar sehingga penguasaannya terhadap bahasa khususnya Bahasa Arab dapat menjadi lebih sempurna.
  42. 42. DAFTAR PUSTAKA9) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa, Erlangga, Jakarta.10) Ni’mah, Fuad. 1997. Mulakhkhas Qawa’id al-Lughah al-Arabiyyah. Bayrut: Dar al-Thaqafah al-Islamiyyah.11) Al-Muradi, Hasan bin Qasim. T.th. Taudhih al-Maqashid wa al-Masalik. Jil. I. Cet. II. Qairo, Maktabah al-Kulliyyah al- Azhariyyah.12) Nuri, Mustafa Muhammad,1992. al-Arabiyyah al-Muyassarah. Makassar: IAIN Alauddin.13) Rahman, Faridah. 2003. Ta’lim al-Lughah al-Arabiyyah (diktat) Makassar.14) Siny, Mahmud Ismail. (dkk). 1987/1404. al- Nahwu al-`Arabiy al-Mubarmaj. Cet I. Riyadh. Universitas al-Malik al- Sa’ud.15) Schane, Sanford A (1992) Generative Phonology, Summer Institute of Linguistics, USA.
  43. 43. MODUL III PROSES FONASIBAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Pada modul sebelumnya kita telah membahas dengan jelas mengenai alat-alat artikulasi maka selanjutnya pada modul yang ini kita akan mempelajari fungsi-fungsi serta cara kerja alat-alat artikulasi. J.Ruang lingkup Ruang lingkup materi ini mencakup dua hal yaitu: • Letak Artikulasi • Cara artikulasi K. Kaitan Modul Modul yang kedua ini sangat berkaitan erat dengan modul pertama, karena jika pada modul pertama kita menjelaskan tentang alat-alat artikulasi maka pada modul kedua ini kita akan menjelaskan tentang cara kerja atau fungsi-fungsi alat-alat artikulasi. L. Sasaran Pembelajaran Modul • Menjelaskan letak artkulfungsi-fungsi atau cara kerja alat-alat artikulasi
  44. 44. • Menjelaskan tentang
  45. 45. BAB II PEMBAHASAN D. Pengertian Proses Fonasi Proses fonasi adalah keseluruhan proses secara sistematis yang dilakukan oleh alat-alat artikulasi sehingga menghasilkan sebuah bunyi bahasa E. Urutan Proses Fonasi Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan proses froses fonasi adalah keseluruhan rangkaian proses mekanis yang dilakukan oleh alat artikulasi untuk melahirkan sebuah bunyi bahasa. Secara berurutan Proses fonasi dapat dijelaskan sebagai berikut: • Tahap paling pertama dari proses fonasi sehingga terjadi sebuah bunyi bahasa adalah pada umumnya dimulai dengan proses pemompaan udara dari paru-paru. • Udara yang keluar dari paru-paru tersebut akhirnya melewati pangkal tenggorok yang didalamnya terdapat pita suara. • Sesudah melewati pita suara, tempat awal terjadinya bunyi bahasa, arus udara diteruskan ke alat-alat ucap tertentu yang terdapat di rongga mulut atau rongga hidung, dimana bunyi bahasa tertentu akan dihasilkan. • Setelah udara yang keluar dari pangkal tenggorok dan melalui pita suara maka pada akhirnya jalan satu- satunya bagi udara untuk bisa keluar adalah keluar melaui melalui rongga mulut atau rongga hidung, udara tadi diteruskan ke udara bebas. F. Posisi Pita Suara dalam proses fonasi
  46. 46. Sebagai tambahan mengenai proses fonasi maka perlu dijelaskan empat macam posisi pita suara ketika dilewati oleh udara yang menjadikan terjadinya kondisi yang bervariasi dari bunyi yang dihasilkannya adapun kondisi pita suara adalah sebagai berikut: • Pita suara terbuka lebar, Pada posisi ini tidak akan terjadi bunyi bahasa. • Pita suara terbuka agak lebar, Pada posisi ini terjadi bunyi bahasa yang disebut bunyi tak bersuara. • Pita suara terbuka sedikit, bunyi bahasa yang disebut bunyi bersuara akan terjadi pada posisi ini. • Pita suara tertutup rapat-rapat, kalau pita suara tetutup rapat, maka akan terjadilah bunyi hamzah.G. Tulisan Fonetik Dalam linguistik dikenal adanya sistem tulisan dan ejaan, di antaranya tulisan fonetik untuk ejaan fonetik dan tulisan fonemis untuk ejaan fonemis dan sistem aksara tertentu. (seperti aksara latin, dan sebaginya) untuk ejaan ortobiografis. Tulisan fonetik yang dibuat untuk keperluan studi fonetik, sesungguhnya dibuat berdasarkan huruf-huruf dari aksara latin. Yang ditambah dengan • Pita suara terbuka lebar, Pada posisi ini tidak akan terjadi bunyi bahasa.H. Indikator Pencapaian • Mahasiswa mampu menjelaskan urutan proses fonasi. • Mahasiswa mampu mempraktekkan proses fonasi secara benar.
  47. 47. • Agar mahasiswa mampu mengidentifikasi kedua alat artikulasi dengan benar.
  48. 48. BAB II PENUTUP Setelah kita mempelajari tentang keseluruhan aspek yang berhubungan dengan alat artikulasi diharapkan mahasiswa kita memiliki kemapuan dalam mengidentifikasi alat-alat artikulasi tersebut secara. Untuk penguasaan alat artikulasi sebagaimana yang telah dijelaskan pada modul di atas maka ada beberapa langkah yang harus ditempuh. langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami secara detail alat-alat artikulasi serta fungsi-fungsinya dalam proses fonasi, langkah yang kedua adalah memahami letak artikulasi bunyi-bunyi Bahasa khususnya bunyi Bahasa Arab yang ingin diartikulasikan, setelah itu kita masuk pada langkah ketiga yaitu memahami seluruh rangkaian proses artikulasi dan yang keempat adalah memahami klasifikasi bunyi-bunyi bahasa Arab baik berdasarkan cara artikulasi maupun berdasarkan letak artikulasi. Setelah mengikuti pelajaran mata kuliah Fonologi Bahasa Arab khususnya modul ketiga ini diharapkan mahasiswa sudah mampu menjelaskan keseluruhan persoalan yang menyangkut proses fonasi Bahasa Arab dan yang terlebih penting lagi adalah mahasiswa mampu mempraktekkan proses fonasi secara benar sehingga penguasaannya terhadap bahasa khususnya Bahasa Arab dapat menjadi lebih sempurna.
  49. 49. DAFTAR PUSTAKA16) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa, Erlangga, Jakarta.17) Ni’mah, Fuad. 1997. Mulakhkhas Qawa’id al-Lughah al-Arabiyyah. Bayrut: Dar al-Thaqafah al-Islamiyyah.18) Al-Muradi, Hasan bin Qasim. T.th. Taudhih al-Maqashid wa al-Masalik. Jil. I. Cet. II. Qairo, Maktabah al-Kulliyyah al- Azhariyyah.19) Nuri, Mustafa Muhammad,1992. al-Arabiyyah al-Muyassarah. Makassar: IAIN Alauddin.20) Rahman, Faridah. 2003. Ta’lim al-Lughah al-Arabiyyah (diktat) Makassar.21) Siny, Mahmud Ismail. (dkk). 1987/1404. al- Nahwu al-`Arabiy al-Mubarmaj. Cet I. Riyadh. Universitas al-Malik al- Sa’ud.22) Schane, Sanford A (1992) Generative Phonology, Summer Institute of Linguistics, USA.
  50. 50. MODUL IV KLASIFIKASI FONEMBAB I PENDAHULUAN M. Latar Belakang Pada modul sebelumya kita sudah membahas dengan jelas tentang cara artikulasi. Pada modul ini kita akan membahas tentang klasifikasi bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat artikulasi. Materi ini merupakan materi yang paling penting dalam pembelajaran bahasa adalah materi Fonologi karena materi ini mencakup dan menjelaskan bunyi-bunyi bahasa. Hal ini disebabkan setiap bahasa memiliki pola- pola tersendiri dalam menuturkannya. Sehingga jika kita mengetahui pola-pola atau aspek-aspek yang bersifat fonologikal suatau bahasa maka sudah bisa dipastikan bahwa penguasaan terhadap bahasa tersebut khususnya dalam tataran penuturan akan mengalami masalah. Demikian pula halnya dengan bahasa Arab, jika kita tidak menguasainya maka merupakan suatu hal yang mustahil untuk bisa menguasainya dengan sempurna. N. Ruang lingkup Pembahasan modul ke-empat ini melingkupi keseluruhan aspek yang menyangkut khasanah fonem dalam bahasa Arab yang mencakup dua hal yaitu: • Bunyi Vocal • Bunyi Konsonan
  51. 51. O. Kaitan Modul Materi yang akan pada modul keempat yang disampaikan ini sangat berkaitan dengan modul ketiga karena jika materi pada modul pertama ini tidak tuntas maka secara otomatis kita tidak dapat melangkah pada modul kedua karena modul kedua karena pada modul pertama ini dijelaskan secara detail ruang lingkup dari materi Fonologi bahasa Arab.P. Sasaran Pembelajaran Modul • Menjelaskan tentang bentuk vocal dan konsonan dalam bahasa Arab • Menjelaskan khasanah fonem dalam Bahasa Arab
  52. 52. BAB II PEMBAHASAN I. Klasifikasi Bunyi Bahasa Pada umumnya bunyi bahasa diklasifikasi atas konsonan dan vokal. Bunyi konsonan dihasilkan dengan pita susra terbuka sedikit. Pita suara yang terbuka agak sedikit ini menjadi bergetar ketika dilalui arus udara yang dipompakan dari paru-paru. Selanjutanya arus udara itu keluar melalui rongga mulut tanpa mendapathambatan apa-apa, kecuali rongga mulut yang berbentuk tertentu sesuai jenis vokal yang dihasilkan. Bunyi konsonan terjadi, setelah arus udara melewati pita suara yang terbuka sedikit atau agak lebar, diteruskan ke rongga mulut atau rongga hidung dengan medapat hambatan di tempat-tempat artikulasi tertentu. Jadi, beda terjadinya bunyi vokal dan konsonan adalah: arus udara dalam pembentukan bunyi vokal, setelah melewati pita suara, tidak mendapat hambatan apa-apa, sedangkan dalam pembentukan bunyi konsonan arus udara itu masih mendapat hambatan atau gangguan. Bunyi konsonan ada yang bersuara dan ada yang tidak. Yang bersuara terjadi apabila pita suara terbuka sedikit dan tidak bersuara apabila pita susra terbuka agak lebar. Bunyi vokal, semuanya adalah bersuara sebab dihasilkan dengan pita suara terbuka sedikit. J. Bunyi Vokal Bunyi vokal biasanya diklasifikasikan dan diberi nama berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut: • Bunyi vokal berdasarkan posisi lidah secara pertikal.
  53. 53. Ditinjau dari segi tinggi rendahnya bunyi vokal, yaitu menurut tinggi rendahnya posisi lidah terhadap langit-langit maka bunyi vokal dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: vokal tinggi, vokal tengah dan vokal rendah. Contoh vokal tinggi:• Bunyi vokal berdasarkan posisi lidah secara horisontal. Ditinjau dari segi posisi lidah secara horisontal bunyi vokal dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: depan, tengah dan belakang. Contoh vokal tinggi:• Bunyi vokal berdasarkan bentuk bibir. Ditinjau dari segi bentuk bibir bunyi vokal dapat dibedakan 2 bagian yaitu: bunyi vokal bundar dan vokal tak bundar. Yang dimaksud dengan vokal bundar adalah bunyi yang ketika dituturkan bentuk bibir bundar dan vokal tak bundar adalah bunyi vokal yang ketika dituturkan bentuk bibir tidak bundar.• Bunyi vokal berdasarkan lamanya (kuantitas) pelafalannya. Ditinjau dari segi posisi lidah secara horisontal bunyi vokal dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: depan, tengah dan belakang.• Bunyi vokal berdasarkan bentuk bibir. Ditinjau dari segi posisi lidah secara horisontal bunyi vokal dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: depan, tengah dan belakang.
  54. 54. Contoh vokal tinggi:K. Bunyi Konsonan Bunyi konsonan adalah Macam-macam konsonan: • Bunyi vokal berdasarkan posisi lidah. Yang dimaksud dengan bunyi bilabial adalah bunyi yang terjadi pada kedua bibir; dengan cara bibir bawah merapat ke bibir atas. Yang termasuk fonem bilabial adalah: bunyi: [‫ ,]ب‬dan [‫.]م‬ • Bunyi Labiodental Yang dimaksud dengan bunyi Labiodental adalah bunyi konsonan yang terjadi pada alat artikulasi gigi bawah dan bibir atas dengan cara gigi bawah merapat pada bibir atas. Yang termasuk bunyi Labiodental adalah: bunyi: [‫]ف‬ • Bunyi Laminoalveolar Yang dimaksud dengan bunyi Laminoalveolar adalah bunyi yang terjadi pada alat artikulasi daun lidah dan gusi dengan cara daun lidah menempel pada gusi. Yang termasuk bunyi Laminoalveolar adalah: bunyi: [‫.]ت[ ,]د‬ • Bunyi Dorsovelar
  55. 55. Yang dimaksud dengan bunyi dorsovelar adalah bunyi yang terjadi pada pangkal lidah dengan velum atau langit-langit lunak dengan cara pangkal lidah menekan pada langit-langit lunak. Yang termasuk bunyi dorsovelar adalah: bunyi: [‫]غ[ ,]ك‬ • Bunyi Faringal Yang dimaksud dengan bunyi faringal adalah bunyi konsonan yang terjadi pada dinding farynx dan akar lidah. Yang termasuk kategori bunyi Faringal adalah bunyi: [‫]هـ‬L. Fonem Berdasarkan cara artikulasi Klasifikasi bunyi bahasa berdasarkan cara artikulasi dapat digolongkan ke dalam beberapa bagian sebagai berikut: • Bunyi Letupan (Plosif) Yang dimaksud dengan bunyi Letupan (Plosif) adalah bunyi yang terjadi dengan menutup sepenuhnya aliaran udara, sehingga udara mampet di belakang tempatpenutupan itu kemudian penutupan itu dibuka secaa tiba-tiba, sehingga menyebabkan terjadinya letupan. Yang termasuk fonem Letupan adalah: bunyi: [‫]غ[ ,]ك[ ,]د[ ,]ت[ ,]ب‬ • Bunyi Geseran (Frikatif) Yang dimaksud dengan bunyi Geseran (Frikatif) adalah bunyi yang terjadi dengan cara articulator aktif mendekati articulator fasif membentuk celah sempit sehingga udara yang lewat mendapat gangguan di celah itu Yang termasuk bunyi Geseran (Frikatif) adalah bunyi: [‫]ز[ ,]س[ ,]ف‬
  56. 56. • Bunyi Sengauan (Nazal) Yang dimaksud dengan bunyi Sengauan (Nazal) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator menghambat sepenuhnya aliran udara yang keluar melalui rongga mulut tetapi membiarkannya keluar melalui rongga hidung dengan bebas. Yang termasuk bunyi Sengauan (Nazal) adalah: bunyi [‫ ]م‬dan [‫]ن‬• Bunyi Getaran (Trill) Yang dimaksud dengan bunyi Getaran (Trill) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator aktif melakukan kontak secara beruntun dengan artikulator fasif sehingga dari hasil kotak yang beruntun tersebut muncul getaran bunyi yang terjadi secara berulang-ulang. Yang termasuk bunyi Getaran (Trill) adalah: bunyi: [‫]ر‬• Bunyi Sampingan (Lateral) Yang dimaksud dengan bunyi Sampingan (Lateral) adalah bunyi yang terjadi dengan cara articulator aktif mengahambat aliran udar pasa bagian tengah mulut lalu membiarkan udara keluar melaui samping lidah. Yang termasuk kategori bunyi Sampingan (Lateral) adalah bunyi: [‫]ل‬• Bunyi Hampiran (Aproximan) Yang dimaksud dengan bunyi Sampingan (Lateral) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator aktif dan fasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka seperti dalam pembentukan vokal tetapi tidak cukup sempit untuk menghasilkan konsonan geseran oleh karena itu bunyi yang dihasilkan biasa juga
  57. 57. disebut bunyi semivokal mengahambat aliran udar pasa bagian tengah mulut lalu membiarkan udara keluar melaui samping lidah. Yang termasuk kategori bunyi Hampiran (Aproximan) adalah bunyi: [‫ ]و‬dan [‫]ي‬M. Indikator Pencapaian • Mahasiswa mampu menjelaskan khasanah fonem Bahasa Arab • Mahasiswa mampu menuturkan fonem-fonem bahasa Arab dengan benarperbedaan alat artikulasi aktif dan alat artikulasi fasif • Mahasiswa mampu mengidentifikasi kedua alat artikulasi dengan benar.
  58. 58. BAB III PENUTUP Setelah kita mempelajari tentang keseluruhan aspek yang berhubungan dengan alat artikulasi diharapkan mahasiswa kita memiliki kemapuan dalam mengidentifikasi alat-alat artikulasi tersebut secara. Untuk penguasaan alat artikulasi sebagaimana yang telah dijelaskan pada modul di atas maka ada beberapa langkah yang harus ditempuh. langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami secara detail alat-alat artikulasi serta fungsi-fungsinya dalam proses fonasi, langkah yang kedua adalah memahami letak artikulasi bunyi-bunyi Bahasa khususnya bunyi Bahasa Arab yang ingin diartikulasikan, setelah itu kita masuk pada langkah ketiga yaitu memahami seluruh rangkaian proses artikulasi dan yang keempat adalah memahami klasifikasi bunyi-bunyi bahasa Arab baik berdasarkan cara artikulasi maupun berdasarkan letak artikulasi. Setelah mengikuti pelajaran mata kuliah Fonologi Bahasa Arab khususnya modul ketiga ini diharapkan mahasiswa sudah mampu menjelaskan keseluruhan persoalan yang menyangkut proses fonasi Bahasa Arab dan yang terlebih penting lagi adalah mahasiswa mampu mempraktekkan proses fonasi secara benar sehingga penguasaannya terhadap bahasa khususnya Bahasa Arab dapat menjadi lebih sempurna.
  59. 59. DAFTAR PUSTAKA23) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: JakartaSamsuri (1987) Analisis Bahasa, Erlangga, Jakarta.24) Ni’mah, Fuad. 1997. Mulakhkhas Qawa’id al-Lughah al-Arabiyyah. Bayrut: Dar al-Thaqafah al-Islamiyyah.25) Al-Muradi, Hasan bin Qasim. T.th. Taudhih al-Maqashid wa al-Masalik. Jil. I. Cet. II. Qairo, Maktabah al-Kulliyyah al- Azhariyyah.26) Nuri, Mustafa Muhammad,1992. al-Arabiyyah al-Muyassarah. Makassar: IAIN Alauddin.27) Rahman, Faridah. 2003. Ta’lim al-Lughah al-Arabiyyah (diktat) Makassar.28) Siny, Mahmud Ismail. (dkk). 1987/1404. al- Nahwu al-`Arabiy al-Mubarmaj. Cet I. Riyadh. Universitas al-Malik al- Sa’ud.29) Schane, Sanford A (1992) Generative Phonology, Summer Institute of Linguistics, USA.
  60. 60. MODUL V KHASANAH FONEMBAB I PENDAHULUAN Q. Latar Belakang Pada modul sebelumya kita sudah membahas dengan jelas tentang cara artikulasi. Pada modul ini kita akan membahas tentang klasifikasi bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat artikulasi. Materi ini merupakan materi yang paling penting dalam pembelajaran bahasa adalah materi Fonologi karena materi ini mencakup dan menjelaskan bunyi-bunyi bahasa. Hal ini disebabkan setiap bahasa memiliki pola- pola tersendiri dalam menuturkannya. Sehingga jika kita mengetahui pola-pola atau aspek-aspek yang bersifat fonologikal suatau bahasa maka sudah bisa dipastikan bahwa penguasaan terhadap bahasa tersebut khususnya dalam tataran penuturan akan mengalami masalah. Demikian pula halnya dengan bahasa Arab, jika kita tidak menguasainya maka merupakan suatu hal yang mustahil untuk bisa menguasainya dengan sempurna. R. Ruang lingkup Pembahasan modul ke-empat ini melingkupi keseluruhan aspek yang menyangkut khasanah fonem dalam bahasa Arab yang mencakup dua hal yaitu: • Bunyi Vocal • Bunyi Konsonan
  61. 61. S. Kaitan Modul Materi yang akan pada modul keempat yang disampaikan ini sangat berkaitan dengan modul ketiga karena jika materi pada modul pertama ini tidak tuntas maka secara otomatis kita tidak dapat melangkah pada modul kedua karena modul kedua karena pada modul pertama ini dijelaskan secara detail ruang lingkup dari materi Fonologi bahasa Arab.T. Sasaran Pembelajaran Modul • Menjelaskan tentang bentuk vocal dan konsonan dalam bahasa Arab • Menjelaskan khasanah fonem dalam Bahasa Arab
  62. 62. BAB II PEMBAHASAN N. Identifikasi Fonem Untuk mengetahui apakah sebuah bunyi fonem atau bukan, kita harus mencari sebuah satuan bahasa, biasanya sebuah kata, yang mengandung bunyi tersebut, lalu membandingkannya dengan satuan bahasa lain yang mirip dengan satuan bahasa yang petama. Kalau ternyata kedua satuan bahasa itu berbeda maknanya, maka berarti bunyi tersebut adalah sebuah fonem., karena dia atau berfungsi membedakan makna kedua satuan bahasa tersebut. Dalam bahasa Arab kita akan menemukan banyak sekali fonem yang jika kita dengar secara sepintas maka kita akan mengidentifikasinya sebagai fonem yang sama. O. Bunyi Vokal Bunyi vokal biasanya diklasifikasikan dan diberi nama berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut: • Bunyi vokal berdasarkan posisi lidah secara pertikal. Ditinjau dari segi tinggi rendahnya bunyi vokal, yaitu menurut tinggi rendahnya posisi lidah terhadap langit-langit maka bunyi vokal dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: vokal tinggi, vokal tengah dan vokal rendah. Contoh vokal tinggi: • Bunyi vokal berdasarkan posisi lidah secara horisontal.
  63. 63. Ditinjau dari segi posisi lidah secara horisontal bunyi vokal dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: depan, tengah dan belakang. Contoh vokal tinggi: • Bunyi vokal berdasarkan bentuk bibir. Ditinjau dari segi bentuk bibir bunyi vokal dapat dibedakan 2 bagian yaitu: bunyi vokal bundar dan vokal tak bundar. Yang dimaksud dengan vokal bundar adalah bunyi yang ketika dituturkan bentuk bibir bundar dan vokal tak bundar adalah bunyi vokal yang ketika dituturkan bentuk bibir tidak bundar. • Bunyi vokal berdasarkan lamanya (kuantitas) pelafalannya. Ditinjau dari segi posisi lidah secara horisontal bunyi vokal dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: depan, tengah dan belakang. • Bunyi vokal berdasarkan bentuk bibir. Ditinjau dari segi posisi lidah secara horisontal bunyi vokal dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: depan, tengah dan belakang. Contoh vokal tinggi:P. Bunyi Konsonan Bunyi konsonan adalah Macam-macam konsonan:
  64. 64. • Bunyi vokal berdasarkan posisi lidah. Yang dimaksud dengan bunyi bilabial adalah bunyi yang terjadi pada kedua bibir; dengan cara bibir bawah merapat ke bibir atas. Yang termasuk fonem bilabial adalah: bunyi: [‫ ,]ب‬dan [‫.]م‬• Bunyi Labiodental Yang dimaksud dengan bunyi Labiodental adalah bunyi konsonan yang terjadi pada alat artikulasi gigi bawah dan bibir atas dengan cara gigi bawah merapat pada bibir atas. Yang termasuk bunyi Labiodental adalah: bunyi: [‫]ف‬• Bunyi Laminoalveolar Yang dimaksud dengan bunyi Laminoalveolar adalah bunyi yang terjadi pada alat artikulasi daun lidah dan gusi dengan cara daun lidah menempel pada gusi. Yang termasuk bunyi Laminoalveolar adalah: bunyi: [‫.]ت[ ,]د‬• Bunyi Dorsovelar Yang dimaksud dengan bunyi dorsovelar adalah bunyi yang terjadi pada pangkal lidah dengan velum atau langit-langit lunak dengan cara pangkal lidah menekan pada langit-langit lunak. Yang termasuk bunyi dorsovelar adalah: bunyi: [‫]غ[ ,]ك‬• Bunyi Faringal
  65. 65. Yang dimaksud dengan bunyi faringal adalah bunyi konsonan yang terjadi pada dinding farynx dan akar lidah. Yang termasuk kategori bunyi Faringal adalah bunyi: [‫]هـ‬Q. Fonem Bahasa Arab Berdasarkan cara artikulasi Klasifikasi bunyi bahasa berdasarkan cara artikulasi dapat digolongkan ke dalam beberapa bagian sebagai berikut: • Bunyi Letupan (Plosif) Yang dimaksud dengan bunyi Letupan (Plosif) adalah bunyi yang terjadi dengan menutup sepenuhnya aliaran udara, sehingga udara mampet di belakang tempatpenutupan itu kemudian penutupan itu dibuka secaa tiba-tiba, sehingga menyebabkan terjadinya letupan. Yang termasuk fonem Letupan adalah: bunyi: [‫]غ[ ,]ك[ ,]د[ ,]ت[ ,]ب‬ • Bunyi Geseran (Frikatif) Yang dimaksud dengan bunyi Geseran (Frikatif) adalah bunyi yang terjadi dengan cara articulator aktif mendekati articulator fasif membentuk celah sempit sehingga udara yang lewat mendapat gangguan di celah itu Yang termasuk bunyi Geseran (Frikatif) adalah bunyi: [‫]ز[ ,]س[ ,]ف‬ • Bunyi Sengauan (Nazal)
  66. 66. Yang dimaksud dengan bunyi Sengauan (Nazal) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator menghambat sepenuhnya aliran udara yang keluar melalui rongga mulut tetapi membiarkannya keluar melalui rongga hidung dengan bebas. Yang termasuk bunyi Sengauan (Nazal) adalah: bunyi [‫ ]م‬dan [‫]ن‬• Bunyi Getaran (Trill) Yang dimaksud dengan bunyi Getaran (Trill) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator aktif melakukan kontak secara beruntun dengan artikulator fasif sehingga dari hasil kotak yang beruntun tersebut muncul getaran bunyi yang terjadi secara berulang-ulang. Yang termasuk bunyi Getaran (Trill) adalah: bunyi: [‫]ر‬• Bunyi Sampingan (Lateral) Yang dimaksud dengan bunyi Sampingan (Lateral) adalah bunyi yang terjadi dengan cara articulator aktif mengahambat aliran udar pasa bagian tengah mulut lalu membiarkan udara keluar melaui samping lidah. Yang termasuk kategori bunyi Sampingan (Lateral) adalah bunyi: [‫]ل‬• Bunyi Hampiran (Aproximan) Yang dimaksud dengan bunyi Sampingan (Lateral) adalah bunyi yang terjadi dengan cara artikulator aktif dan fasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka seperti dalam pembentukan vokal tetapi tidak cukup sempit untuk menghasilkan konsonan geseran oleh karena itu bunyi yang dihasilkan biasa juga disebut bunyi semivokal mengahambat aliran udar pasa bagian tengah mulut lalu membiarkan udara
  67. 67. keluar melaui samping lidah. Yang termasuk kategori bunyi Hampiran (Aproximan) adalah bunyi: [‫ ]و‬dan [‫]ي‬R. Indikator Pencapaian • Mahasiswa mampu menjelaskan khasanah fonem Bahasa Arab • Mahasiswa mampu menuturkan fonem-fonem bahasa Arab dengan benarperbedaan alat artikulasi aktif dan alat artikulasi fasif • Mahasiswa mampu mengidentifikasi kedua alat artikulasi dengan benar.
  68. 68. BAB III PENUTUP Setelah kita mempelajari tentang keseluruhan aspek yang berhubungan dengan alat artikulasi diharapkan mahasiswa kita memiliki kemapuan dalam mengidentifikasi alat-alat artikulasi tersebut secara. Untuk penguasaan alat artikulasi sebagaimana yang telah dijelaskan pada modul di atas maka ada beberapa langkah yang harus ditempuh. langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami secara detail alat-alat artikulasi serta fungsi-fungsinya dalam proses fonasi, langkah yang kedua adalah memahami letak artikulasi bunyi-bunyi Bahasa khususnya bunyi Bahasa Arab yang ingin diartikulasikan, setelah itu kita masuk pada langkah ketiga yaitu memahami seluruh rangkaian proses artikulasi dan yang keempat adalah memahami klasifikasi bunyi-bunyi bahasa Arab baik berdasarkan cara artikulasi maupun berdasarkan letak artikulasi. Setelah mengikuti pelajaran mata kuliah Fonologi Bahasa Arab khususnya modul ketiga ini diharapkan mahasiswa sudah mampu menjelaskan keseluruhan persoalan yang menyangkut proses fonasi Bahasa Arab dan yang terlebih penting lagi adalah mahasiswa mampu mempraktekkan proses fonasi secara benar sehingga penguasaannya terhadap bahasa khususnya Bahasa Arab dapat menjadi lebih sempurna.
  69. 69. DAFTAR PUSTAKA30) Chaer, Abdul. (1986) Pengantar Linguistik Umum., Rineka Cipta: Jakarta31) Samsuri (1987) Analisis Bahasa, Erlangga, Jakarta.32) Ni’mah, Fuad. 1997. Mulakhkhas Qawa’id al-Lughah al-Arabiyyah. Bayrut: Dar al-Thaqafah al-Islamiyyah.33) Al-Muradi, Hasan bin Qasim. T.th. Taudhih al-Maqashid wa al-Masalik. Jil. I. Cet. II. Qairo, Maktabah al-Kulliyyah al- Azhariyyah.34) Nuri, Mustafa Muhammad,1992. al-Arabiyyah al-Muyassarah. Makassar: IAIN Alauddin.35) Rahman, Faridah. 2003. Ta’lim al-Lughah al-Arabiyyah (diktat) Makassar.36) Siny, Mahmud Ismail. (dkk). 1987/1404. al- Nahwu al-`Arabiy al-Mubarmaj. Cet I. Riyadh. Universitas al-Malik al- Sa’ud.37) Schane, Sanford A (1992) Generative Phonology, Summer Institute of Linguistics, USA.
  70. 70. LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LKPP) LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN SCL Judul Usulan: PENERAPAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN FONOLOGI BAHASA ARAB
  71. 71. Oleh: HAERUDDIN, S.S. NIP. 132 312 634 Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan PekerjaanNomor : 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008 JURUSAN SASTRA ASIA BARAT FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS HASANUDIDIN FEBRUARI 2008
  72. 72. LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin HALAMAN PENGESAHAN USULAN HIBAH MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008Judul : Penerapan teknologi Multimedia dalam Pembelajaran Mata Kuliah Fonologi Bahasa ArabNama : Haeruddin, S.S.NIP : 132 312 634Pangkat/Golongan : Ahli Madya / IIIaTelp. Pengusul : 085656176969Jangka Waktu kegiatan : 1 (satu) bulan Mulai 4 Januari s/d 04 Februari 2008Biaya yang diusulkan : Rp 4.000. 000.00 (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469 / H4.23 /PM.05 /2008,tanggal 04 Februari 2008
  73. 73. Makassar, 4 Februari 2008Mengetahui :Fakultas Sastra Universitas HasanuddinDekan, Pembuat Modul,DR. H. Muhammad Darwis, M.S. Haeruddin, S.S.NIP. 131 411 591 NIP. 132 312 634
  74. 74. KATA PENGANTARPuji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sehingga salah satu modul mata kuliah di Jurusan Sastra Asia Barat(Arab) dengan judul “Fonologi Bahasa Arab” dapat kami selesaikan. Modul ini dibuat sebagai keberlanjutan kegiatanpelatihan teaching to facilitating bagi dosen-dosen Universitas Hasanuddin.Secara fungsional modul ini dibuat untuk dipersiapkan bagi terciptanya modul pengajaran Bahasa Arab yang lebih baiksehingga dapat meningkatkan kualitas lulusan Jurusan Sastra Asia Barat (Arab) yang pada akhirnya mampu bersaing didunia kerja.Referensi utama dari pembuatan modul ini diambil dari berbagai literatur Bahasa Arab dan juga ditambah dengan materiyang diakses dari internet sehingga diharapkan materi yang terdapat di dalam modul akan selalu up to date.Metode pendekatan yang digunakan dalam modul ini sepenuhnya menggunakan metode Student Center Learning (SCL)yang diharapkan dapat membantu para mahasiswa untuk lebih cepat dalam memahami materi sehingga tingkatkeberhasilan pembelajaran dapat lebih maksimal.Semoga modul yang kami susun ini dapat membatu para mahasiswa dalam mempelajari Bahasa Arab khususnya Matakuliah Fonologi Bahasa Arab. Dan bagi para dosen semoga modul ini dapat dijadikan sebagai referensi yang dapatmembantu dalam melakukan pembelajaran Bahasa Arab.Akhirul kalam semoga dengan adanya modul ini dapat memberi motivasi bagi kita semua.
  75. 75. Makassar, 4 Februari 2008 Haeruddin, S.S. RINGKASANModul pembelajaran Fonologi bahasa Arab ini dibuat bagi dengan tujuan untuk memaksimalkan hasil pembelajaranBahasa arab yang dirasakan masih sangan kurang selama ini. Materi yang disajikan dalam modul ini adalah materipembelajaran yang bersifat Student Center Learning (SCL) diharapkan dapat membantu para mahasiswa untuk bisa lebihmudah memahami ilmu-ilmu bahasa Arab khususnya mata kuliah fonologi Bahasa Arab.Materi ini fonologi Bahasa Arab ini disusun secara sitematis dengan tujuan untuk memudahkan mahasiswa dan dosendalam melakukan proses pembelajaran. Materi fonologi Bahasa Arab ini terdiri dari beberapa modul yang disusun secarahirarkis sehingga diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam memahami materi kuliah ini.Modul pertama berisi tentang pengantar pada pemahaman Fonologi secara umum dan fonologi Bahasa Arab secara khusus.Hal ini dimaksudkan untuk memberi pengetahuan dasar yang bersifat pengantar untuk memudahkan kita dalam memahamimateri-materi pada modul selanjutnya. Pada modul ini diuraikan secara jelas ruang lingkup materi Fonologi Bahasa Arabyang terdiri dari fonetik dan fonemik yang merupakan sub terpenting dari fonologi.
  76. 76. Modul kedua berisi tentang alat-alat artikulasi yang terdapat pada manusia. Pada modul ini diuraikan secara jelas tentangpengerian alat artikulasi jenis-jenis alat artikulasi serta fungsi-fungsinya. Di dalam modul ini juga diuraikan dengan jelastentang pembagian alat artikulasi yang terdiri dari alat artikulasi aktif dan alat artikulasi fasif.Modul ketiga berisi tentang pengertian prosen fonasi serta penjelasan penjelasan terjadinya proses fonasi. Pada modul inidiuraikan secara jelas dan terstruktur urutan terjadinya sebuah bunyi bahasa yang dimulai dari pemompaan udara udaradari paru-paru yang selanjutnya udara yang keluar dari paru-paru tersebut melewati pangkal tenggorok yang didalamnyaterdapat pita suara, selanjutnya sesudah melewati pita suara tempat awal terjadinya bunyi bahasa, arus udara diteruskan kealat-alat ucap tertentu yang terdapat di rongga mulut atau rongga hidung, dimana bunyi bahasa tertentu akan dihasilkan.Modul keempat berisi penjelasan tentang bunyi-bunyi bahasa serta klasifikasi bunyi bahasa. Pada modul ini diuraikansecara jelas tentang klasifikasi dan jenis-jenis fonem yang dihasilkan oleh alat artikulasi yang terdiri dari bunyi vokal danbunyi konsosonan. Di samping itu pada materi ini juga dijelaskan tentang jenis-jenis sarta klasifikasi vokal dan konsonanberdasarkan letak artikulasi serta cara artikulasinya.Modul kelima berisi tentang penjelasan tentang pengertian khasanah fonem secara umum dan khasanah fonem BahasaArab secara khusus. Pada materi ini juga dijelaskan tentang bagaimana menuturkan fonem-fonem atau bunyi-bunyi bahasaArab dengan benar serta menjelaskan bunyi-bunyi bahasa Arab yang tidak terdapat pada behasa-bahasa yang lain.Setelah keseluruhan modul dipelajaran maka diharapkan kita akan mampu keseluruhan aspek yang berhubungan denganfonologi bahasa Araba baik mengenai alat-alat artikulasi, proses fonasi, klasifikasi bunyi bahasa, serta khasanah fonemBahasa Arab yang pada akhirnya dalam tataran praktisnya mahasiswa mampu mengartikulasikan fonem-fonem bahasasecara umum dan fonem-fonem Bahasa Arab secara khusus secara benar.
  77. 77. PETA KEDUDUKAN MODUL
  78. 78. Pengantar Ke Arah Fonologi Bahasa Arab Alat-alat artikulasi Proses Fonasi Klasifikasi Fonem Khasanah Fonem Bahasa Arab
  79. 79. DAFTAR ISI HalHALAMAN JUDUL 1HALAMAN PENGESAHAN 1KATA PENGANTAR 1RINGKASAN 1PETA KEDUDUKAN MODUL 1DAFTAR ISI 2MODUL 1 3MODUL 2 3MODUL 3 3MODUL 4 3MODUL 5 3LAMPIRAN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL.
  80. 80. LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LKPP) LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN SCL Judul Usulan: PENERAPAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN FONOLOGI BAHASA ARAB
  81. 81. Oleh: HAERUDDIN, S.S. NIP. 132 312 634 Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan PekerjaanNomor : 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008 JURUSAN SASTRA ASIA BARAT FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS HASANUDIDIN FEBRUARI 2008
  82. 82. LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin HALAMAN PENGESAHAN USULAN HIBAH MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008Judul : Penerapan teknologi Multimedia dalam Pembelajaran Mata Kuliah Fonologi Bahasa ArabNama : Haeruddin, S.S.NIP : 132 312 634Pangkat/Golongan : Ahli Madya / IIIaTelp. Pengusul : 085656176969Jangka Waktu kegiatan : 1 (satu) bulan Mulai 4 Januari s/d 04 Februari 2008Biaya yang diusulkan : Rp 4.000. 000.00 (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469 / H4.23 /PM.05 /2008,tanggal 04 Februari 2008
  83. 83. Makassar, 4 Februari 2008Mengetahui :Fakultas Sastra Universitas HasanuddinDekan, Pembuat Modul,DR. H. Muhammad Darwis, M.S. Haeruddin, S.S.NIP. 131 411 591 NIP. 132 312 634
  84. 84. KATA PENGANTARPuji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sehingga salah satu modul mata kuliah di Jurusan Sastra Asia Barat(Arab) dengan judul “Fonologi Bahasa Arab” dapat kami selesaikan. Modul ini dibuat sebagai keberlanjutan kegiatanpelatihan teaching to facilitating bagi dosen-dosen Universitas Hasanuddin.Secara fungsional modul ini dibuat untuk dipersiapkan bagi terciptanya modul pengajaran Bahasa Arab yang lebih baiksehingga dapat meningkatkan kualitas lulusan Jurusan Sastra Asia Barat (Arab) yang pada akhirnya mampu bersaing didunia kerja.Referensi utama dari pembuatan modul ini diambil dari berbagai literatur Bahasa Arab dan juga ditambah dengan materiyang diakses dari internet sehingga diharapkan materi yang terdapat di dalam modul akan selalu up to date.Metode pendekatan yang digunakan dalam modul ini sepenuhnya menggunakan metode Student Center Learning (SCL)yang diharapkan dapat membantu para mahasiswa untuk lebih cepat dalam memahami materi sehingga tingkatkeberhasilan pembelajaran dapat lebih maksimal.Semoga modul yang kami susun ini dapat membatu para mahasiswa dalam mempelajari Bahasa Arab khususnya Matakuliah Fonologi Bahasa Arab. Dan bagi para dosen semoga modul ini dapat dijadikan sebagai referensi yang dapatmembantu dalam melakukan pembelajaran Bahasa Arab.Akhirul kalam semoga dengan adanya modul ini dapat memberi motivasi bagi kita semua.
  85. 85. Makassar, 4 Februari 2008 Haeruddin, S.S. RINGKASANModul pembelajaran Fonologi bahasa Arab ini dibuat bagi dengan tujuan untuk memaksimalkan hasil pembelajaranBahasa arab yang dirasakan masih sangan kurang selama ini. Materi yang disajikan dalam modul ini adalah materipembelajaran yang bersifat Student Center Learning (SCL) diharapkan dapat membantu para mahasiswa untuk bisa lebihmudah memahami ilmu-ilmu bahasa Arab khususnya mata kuliah fonologi Bahasa Arab.Materi ini fonologi Bahasa Arab ini disusun secara sitematis dengan tujuan untuk memudahkan mahasiswa dan dosendalam melakukan proses pembelajaran. Materi fonologi Bahasa Arab ini terdiri dari beberapa modul yang disusun secarahirarkis sehingga diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam memahami materi kuliah ini.Modul pertama berisi tentang pengantar pada pemahaman Fonologi secara umum dan fonologi Bahasa Arab secara khusus.Hal ini dimaksudkan untuk memberi pengetahuan dasar yang bersifat pengantar untuk memudahkan kita dalam memahamimateri-materi pada modul selanjutnya. Pada modul ini diuraikan secara jelas ruang lingkup materi Fonologi Bahasa Arabyang terdiri dari fonetik dan fonemik yang merupakan sub terpenting dari fonologi.
  86. 86. Modul kedua berisi tentang alat-alat artikulasi yang terdapat pada manusia. Pada modul ini diuraikan secara jelas tentangpengerian alat artikulasi jenis-jenis alat artikulasi serta fungsi-fungsinya. Di dalam modul ini juga diuraikan dengan jelastentang pembagian alat artikulasi yang terdiri dari alat artikulasi aktif dan alat artikulasi fasif.Modul ketiga berisi tentang pengertian prosen fonasi serta penjelasan penjelasan terjadinya proses fonasi. Pada modul inidiuraikan secara jelas dan terstruktur urutan terjadinya sebuah bunyi bahasa yang dimulai dari pemompaan udara udaradari paru-paru yang selanjutnya udara yang keluar dari paru-paru tersebut melewati pangkal tenggorok yang didalamnyaterdapat pita suara, selanjutnya sesudah melewati pita suara tempat awal terjadinya bunyi bahasa, arus udara diteruskan kealat-alat ucap tertentu yang terdapat di rongga mulut atau rongga hidung, dimana bunyi bahasa tertentu akan dihasilkan.Modul keempat berisi penjelasan tentang bunyi-bunyi bahasa serta klasifikasi bunyi bahasa. Pada modul ini diuraikansecara jelas tentang klasifikasi dan jenis-jenis fonem yang dihasilkan oleh alat artikulasi yang terdiri dari bunyi vokal danbunyi konsosonan. Di samping itu pada materi ini juga dijelaskan tentang jenis-jenis sarta klasifikasi vokal dan konsonanberdasarkan letak artikulasi serta cara artikulasinya.Modul kelima berisi tentang penjelasan tentang pengertian khasanah fonem secara umum dan khasanah fonem BahasaArab secara khusus. Pada materi ini juga dijelaskan tentang bagaimana menuturkan fonem-fonem atau bunyi-bunyi bahasaArab dengan benar serta menjelaskan bunyi-bunyi bahasa Arab yang tidak terdapat pada behasa-bahasa yang lain.Setelah keseluruhan modul dipelajaran maka diharapkan kita akan mampu keseluruhan aspek yang berhubungan denganfonologi bahasa Araba baik mengenai alat-alat artikulasi, proses fonasi, klasifikasi bunyi bahasa, serta khasanah fonemBahasa Arab yang pada akhirnya dalam tataran praktisnya mahasiswa mampu mengartikulasikan fonem-fonem bahasasecara umum dan fonem-fonem Bahasa Arab secara khusus secara benar.
  87. 87. PETA KEDUDUKAN MODUL
  88. 88. Pengantar Ke Arah Fonologi Bahasa Arab Alat-alat artikulasi Proses Fonasi Klasifikasi Fonem Khasanah Fonem Bahasa Arab
  89. 89. DAFTAR ISI HalHALAMAN JUDUL 1HALAMAN PENGESAHAN 1KATA PENGANTAR 1RINGKASAN 1PETA KEDUDUKAN MODUL 1DAFTAR ISI 2MODUL 1 3MODUL 2 3MODUL 3 3MODUL 4 3MODUL 5 3LAMPIRAN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×