Aspek Perumahan Dan Permukiman

6,364 views
6,252 views

Published on

Published in: Business, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,364
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
15
Actions
Shares
0
Downloads
227
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Aspek Perumahan Dan Permukiman

  1. 1. ASPEK PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN MK. KOTA DAN PERMUKIMAN PINDO TUTUKO
  2. 2. 7 (Tujuh) ASPEK PERMUKIMAN <ul><li>Aspek Politik </li></ul><ul><li>Aspek Ekonomi </li></ul><ul><li>Aspek Sosial </li></ul><ul><li>Aspek Lingkungan </li></ul><ul><li>Aspek Budaya </li></ul><ul><li>Aspek Amenity (fasilitas hiburan/rekreasi) </li></ul><ul><li>Aspek Komunikasi </li></ul>
  3. 3. ASPEK POLITIK <ul><li>Tersalurkannya aspirasi masyarakat melalui pelayanan yang efisien dan efektif serta tumbuhnya situasi politik yang aman. </li></ul>
  4. 4. ASPEK EKONOMI <ul><li>Berkembangnya ekonomi (industri besar dan industri rumah) hendaknya dijadikan komponen utama sebagai potensi yang harus dikembangkan </li></ul><ul><li>Memfasilitasi potensi sehingga meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat. </li></ul><ul><li>Penanganan dampak polusi industri dengan perencanaan yang baik sehingga tidak menimbulkan kondisi yang kontradiktif terhadap hunian dan lingkungan hidup sekitarnya. </li></ul>
  5. 5. ASPEK SOSIAL <ul><li>Fasilitas kesehatan memadai </li></ul><ul><li>Meningkatkan wawasan kesehatan dan keselamatan kerja dalam proses kerja industri rumah tangga </li></ul><ul><li>Memperhatikan proses kerja dan keselamatan kerja </li></ul><ul><li>Fasilitas pemakaman. </li></ul>
  6. 6. ASPEK BUDAYA <ul><li>Fasilitas pendidikan yang memadai baik dari segi kualitas fisik dan kuantitasnya. </li></ul><ul><li>Peningkatan peran serta masyarakat/swasta yang baik dalam bidang pendidikan. </li></ul><ul><li>Pemerataan dan keseimbangan pelayanan pendidikan perlu dilakukan </li></ul><ul><li>Pengembangan lembaga pendidikan keterampilan yang berkaitan dengan keinginan pasar. </li></ul>
  7. 7. ASPEK LINGKUNGAN <ul><li>Perlu dilakukan penegakan hukum lingkungan agar ruang hijau tetap bertahan. </li></ul><ul><li>Masyarakat perlu ditingkatkan wawasan dan kesadarannya akan perlunya keseimbangan ruang untuk menjaga kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan. </li></ul><ul><li>Usaha-usaha industri yang berkembang perlu dioptimalkan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. </li></ul><ul><li>Penanggulangan masalah sampah dan limbah </li></ul>
  8. 8. ASPEK AMENITY <ul><li>Fasilitas olahraga (terbuka maupun tertutup) </li></ul><ul><li>Tempat bermain atau lapangan bermain. </li></ul><ul><li>Taman dan jalur hijau yang berfungsi sebagai nilai estetis kawasan. </li></ul><ul><li>Fasilitas rekreasi lainnya. </li></ul>
  9. 9. ASPEK KOMUNIKASI <ul><li>Fasilitas perhubungan (angkutan umum, angkutan air, angkutan udara, dst) </li></ul><ul><li>Fasilitas telekomunikasi (telepon, wartel, internet, telum, dst) </li></ul><ul><li>Fasilitas untuk melayani surat menyurat (kantor pos, bis surat) </li></ul>
  10. 10. PRASARANA LINGKUNGAN <ul><li>Lingkup prasarana </li></ul><ul><li>Utilitas umum : listrik, telekomunikasi, jaringan air bersih, sanitasi, jaringan air limbah, pengelolaan sampah, jaringan gas. </li></ul><ul><li>Pekerjaan umum : jalan, dam (bendungan,waduk), kanal/boezem untuk irigasi dan drainase. </li></ul><ul><li>Sektor transportasi : jaringan rel antar kota atau dalam kota, pelabuhan (air dan udara), terminal. </li></ul><ul><li>Prasarana adalah sebuah istilah yang memayungi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan “social overhead capital” dari pembangunan ekonomi yang meliputi bidang fisik dan ekonomi. </li></ul>
  11. 11. Peran Prasarana <ul><li>Prasarana yang layak membantu dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan sebuah negara dalam hal keanekaragaman produksi, memperluas perdagangan, mengatasi pertumbuhan penduduk, mengurangi kemiskinan, atau memperbaiki kualitas lingkungan. </li></ul><ul><li>Prasarana yang berdasarkan permintaan efektif dan dikerjakan secara efisien dan baik dapat meningkatkan produktifitas dan menurunkan biaya produksi. </li></ul><ul><li>Pengalokasian pembangunan prasarana yang baik di pedesaan dapat: </li></ul><ul><li>Mengurangi pertumbuhan penduduk di kota. </li></ul><ul><li>Mengurangi kemiskinan di perdesaan. </li></ul><ul><li>Mengurangi beban biaya transportasi, telkomunikasi, dan energi. </li></ul><ul><li>Memberikan kontribusi terhadap lingkungan yang berkelanjutan </li></ul>
  12. 12. Prinsip Penyediaan Prasarana <ul><li>Prasarana dikelola sebagai sebuah bisnis, nukan secara birokratik (berdasarkan permintaan) dan diukur dengan kepuasan pelanggan. </li></ul><ul><li>Kemauan besar untuk membayar layanan prasarana umum (termasuk orang miskin) untuk mendorong kesempatan besar bagi pengembalian investasi. </li></ul><ul><li>Pelibatan sektor swasta dalam pengelolaan, pendanaan, atau kepemilikan diperlukan untuk menjamin sebuah orientasi bisnis prasarana. </li></ul><ul><li>Penerapan pola kompetisi secara langsung (pada masyarakat) atau tidak langsung (memalui tender bebas). </li></ul><ul><li>Memberikan pengguna dan stakeholders untuk bertanggung-jawab dalam hal perencanaan dan pembuatan peraturan pelayanan prasarana serta inisiatif dalam desain, pengoperasian, dan pendanaan. </li></ul><ul><li>Kerjasama publik dan swasta dalam pendanaan. </li></ul>
  13. 13. Model Pembangunan Prasarana <ul><li>Publik sebagai pemilik, perusahaan/instansi pemerintah sebagai pelaksana: </li></ul><ul><li>Melaksanakan prosedur operasional sesuai Perda. </li></ul><ul><li>Standar UMR. </li></ul><ul><li>Pembukuan. </li></ul><ul><li>Kompensasi. </li></ul><ul><li>Tarif untuk menutup biaya pelaksana Subsidi (sistem komersial) </li></ul><ul><li>Publik sebagai pemilik, perusahaan swasta sebagai </li></ul><ul><li>Melalui kontrak sewa. </li></ul><ul><li>Pengoperasian dan pemeliharaan penuih atas prasarana. </li></ul><ul><li>Konsesi (tanggung jawab atas kontruksi dan pendanaan baru) </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Swasta sebagai pemilik sekaligus pelaksana: </li></ul><ul><li>Jika pelayanan dapat disediakan secara kompetitif maka monopoli dapat dihindari. </li></ul><ul><li>Masyarakat sebagai pengguna dan pelaksana: </li></ul><ul><li>Prasarana skala lingkungan. </li></ul><ul><li>Masyarakat terlibat dalam pembuatan keputusan penyusunan prioritas. </li></ul><ul><li>Pertimbangan dan menanggung dana bersama terhadap baiaya dan manfaat. </li></ul><ul><li>Perlu pendampingan, pelatihan, dan pembiayaan bagi operator. </li></ul>
  15. 15. Aspek Lingkungan Permukiman <ul><li>Berdasarkan penerapan Locally Based Demand (LBD) dalam penataan permukiman di perkotaan tahun 2002, terdapat 5 aspek, yaitu: </li></ul><ul><li>Lokasi </li></ul><ul><li>Kependudukan </li></ul><ul><li>Bangunan </li></ul><ul><li>Sarana dan Prasarana dasar. </li></ul><ul><li>Sosial ekonomi </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Lokasi </li></ul><ul><li>Status legalitas tanah. </li></ul><ul><li>Status penguasaan bangunan. </li></ul><ul><li>Frekuensi Bencana kebakaran. </li></ul><ul><li>Frekuensi bencana banjir. </li></ul><ul><li>Frekuensi bencana tanah longsor. </li></ul><ul><li>Kependudukan </li></ul><ul><li>Tingkat kepadatan penduduk. </li></ul><ul><li>Rata-rata Anggota Rumah Tangga (Family Size) . </li></ul><ul><li>Jumlah KK per-rumah. </li></ul><ul><li>Tingkat pertumbuhan penduduk. </li></ul><ul><li>Angka kematian kasar. </li></ul><ul><li>Status gizi balita. </li></ul><ul><li>Angka kesakitan malaria. </li></ul><ul><li>Angka kesakitan diare. </li></ul><ul><li>Angka kesakitan demam berdarah. </li></ul>
  17. 17. <ul><li>Bangunan </li></ul><ul><li>Tingkat kualitas bangunan. </li></ul><ul><li>Tingkat kepadatan bangunan. </li></ul><ul><li>Tingkat kelayakan bangunan. </li></ul><ul><li>Tingkat penggunaan luas lantai bangunan. </li></ul><ul><li>Sarana dan Prasarana Dasar </li></ul><ul><li>Tingkatan Pelayanan air bersih. </li></ul><ul><li>Kondisi sanitasi lingkungan. </li></ul><ul><li>Kondisi persampahan. </li></ul><ul><li>Kondisi saluran air hujan (drainase). </li></ul><ul><li>Kondisi jalan. </li></ul><ul><li>Besarnya ruang terbuka. </li></ul><ul><li>Sosial ekonomi </li></ul><ul><li>Tingkat kemiskinan. </li></ul><ul><li>Tingkat pendapatan. </li></ul><ul><li>Tingkat pendidikan. </li></ul><ul><li>Tingkat kerawanan keamanan </li></ul>

×