Presentasi dahi

  • 11,515 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
11,515
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
25

Actions

Shares
Downloads
41
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Created By :  Nisa Uswatun Hasanah  Novia Istiqomah ○ Nyimas Novian Nisa  Ria Apri Susanti - Yuni Saptin Sulaimi
  • 2. Konsep Dasar Kelainan Presentasi & Posisi
  • 3. Preliminary... Malpresentasi adalah semua presentasi janin selain verteks Malposisi adalah posisi kepala janin relatif terhadap pelvis dengan oksiput sebagai titik referensi
  • 4. Presentasi Dahi Presentasi dahi adalah keadaan dimana kedudukan kepala berada diantara fleksi maksimal dan defleksi maksimal, sehingga dahi merupakan bagian yang terendah. Pada umumnya presentasi dahi bersifat sementara, dan sebagian besar akan berubah menjadi presentasi muka atau presentasi belakang kepala. Angka kejadian presentasi dahi ± 1 diantara 400 persalinan.
  • 5. Etiologi Sebab terjadinya presentasi dahi pada dasarnya sama dengan sebab terjadinya presentasi muka yaitu keadaan-keadaan yang memaksa terjadinya defleksi kepala atau keadaan-keadaan yang memaksa terjadinya fleksi kepala. Semua presentasi muka biasanya melewati fase presentasi dahi lebih dahulu. Penyebab lainnya CPD, janin besar, anensefal, tumor didaerah leher, multiparitas dan perut gantung
  • 6. DiagnosisPemeriksaan luar Denyut jantung janin jauh lebih jelas terdengar di bagian dada, yaitu bagian yang sama dengan bagian-bagian kecil.Pemeriksaan dalam Pada pemeriksaan dalam teraba sutura frontalis, UUB , mata, pangkal hidung & lingkar orbita. Pada presentasi dahi ini mulut & dagu tidak dapat diraba.
  • 7. Mekanisme persalinan kepala masuk PAP dgn sirkumferensia maksiloparietal serta sutura frontalis melintang atau miring, setelah terjadi moulage dan ukuran terbesar kepala telah melalui pintu atas panggul, dagu memutar kedepan. Sesudah dagu berada di depan, Dengan fossa kanina sebagai hipomoklion terjadi fleksi shg UUB dan belakang kepala lahir melalui perineum. Kemudian terjadi defleksi sehingga mulut dan dagu lahir dibawah simfisis Persalinan membutuhkan waktu lama dan hanya 15% berlangsung spontan. Angka kematian perinatal lebih dari 20%, sedangkan persalinan pervaginam berakibat perlukaan luas pada
  • 8. Penanganan Jika pada akhir kala 1 kepala belum masuk ke dalam rongga panggul, dapat diusahakan dengan mengubah presentasi dengan perasat Thorn, tetapi jika tidak berhasil, sebaiknya dilakukan Seksio Cesaria. Jika kepala telah masuk ke rongga panggul, tetapi bila kala II tidak mengalami kemajuan sebaiknya juga dilakukan Seksio Cesaria.
  • 9. Prognosis Janin yang kecil masih mungkin lahir spontan, tetapi janin dengan berat dan besar normal tidak dapat lahir spontan pervaginam. Hal ini disebabkan karena kepala turun melalui PAP dengan sirkumferensia maksiloparietalis(36cm) yang lebih besar daripada lingkaran PAP. Bagi ibu : · Partus menjadi lebih lama dan lebih sulit · Bisa terjadi robekan yang hebat · Ruptura uteri Bagi anak: