Like this? Share it with your network

Share

Biokimia

on

  • 1,264 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,264
Views on SlideShare
1,264
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
45
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Biokimia Document Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses kimia dalam organisme hidup. Biokimia mengatur semua organisme hidup dan proses hidup. Dengan mengontrol arus informasi melalui sinyal biokimia dan aliran energi kimia melalui metabolisme, proses biokimia menimbulkan fenomena yang tampaknya magis kehidupan. Sebagian besar berkaitan biokimia dengan struktur dan fungsi komponen seluler seperti protein, karbohidrat, lipid, dan enzim. Selama 40 tahun terakhir biokimia telah menjadi begitu sukses dalam menjelaskan proses hidup yang sekarang hampir semua bidang ilmu kehidupan dari botani untuk obat yang terlibat dalam penelitian biokimia. Hari ini fokus utama biokimia murni adalah memahami bagaimana molekul biologis menimbulkan proses-proses yang terjadi dalam sel-sel hidup yang pada gilirannya sangat berhubungan dengan studi dan pemahaman seluruh organisme. Oleh karena itu pada makalah ini penulis akan membahas mengenai karbohidrat, protein, lipid, enzim dan juga mengenai vitamin dan mineral.1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah ini yaitu: 1. Bagaimanakah yang dimaksud dengan karbohidrat beserta penjelaannya? 2. Bagaimanakah yang dimaksud dengan protein beserta penjelaannya? 3. Bagaimanakah yang dimaksud dengan lipid beserta penjelaannya? 4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan enzim beserta penjelaannya? 5. Bagaimanakah yang dimaksud dengan vitamin beserta penjelaannya? 6. Bagaimanakah yang dimaksud dengan mineral beserta penjelaannya? 1
  • 2. BAB II PEMBAHASAN2.1 Karbohidrat 2.1.1 Defenisi Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia karena cukup melimpah dan murah. Selain itu, karbohidrat didefenisikan sebagai senyawa organik yang mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur Hidrogen dan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi, sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. 2.1.2 Klasifikasi Karbohidrat Penggolongan karbohidrat yang paling sering dipakai dalam ilmu gizi berdasarkan jumlah molekulnya: a. Monosakarida Monosakarida larut di dalam air dan rasanya manis, sehingga secara umum disebut juga gula. Beberapa monosakarida yang lazim adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa. 1. Glukosa terkadang orang menyebutnya gula anggur ataupun dekstrosa. Glukosa dijumpai di dalam aliran darah (disebut Kadar Gula Darah) dan berfungsi sebagai penyedia energi bagi seluruh sel- sel dan jaringan tubuh. 2. Fruktosa merupakan gula termanis terdapat dalam buah-buahan dan madu dan dalam sukrosa (gula tebu). 3. Galaktosa tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam, galaktosa yang ada di dalam tubuh merupakan hasil hidrolisa dari laktosa. 2
  • 3. b. Disakarida merupakan gabungan antara 2 (dua) monosakarida, pada bahan makanan disakarida terdapat 3 jenis yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa. 1. Sukrosa adalah gula yang dipergunakan sehari-hari, sehingga lebih sering disebut gula tebu atau gula pasir. 2. Maltosa mempunyai dua molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa. Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum, lebih mudah dicema dan rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan Jodium amilum akan berubah menjadi warna biru. 3. Laktosa mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air.c. Polisakarida Polisakarida mempunyai rasa yang tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida dan disakarida. Beberapa polisakarida yang lazim yaitu: 1. Amilum (zat pati) merupakan sumber energi utama. Amilum merupakan karbohidrat dalam bentuk simpanan bagi tumbuh- tumbuhan dalam bentuk granul yang dijumpai pada umbi dan akarnya. Amilum tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk cairan yang sangat pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut "gelatinisasi". 2. Glikogen merupakan "pati hewani", terbentuk dari ikatan 1000 molekul, larut di dalam air (pati nabati tidak larut dalam air) dan bila bereaksi dengan iodium akan menghasilkan warna merah. 3. Selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh- tumbuhan, karena hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh- tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, oleh karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa. 3
  • 4. 2.1.3 Metabolisme Karbohidrat Karbohidrat yang terdapat dalam darah, praktis dalam bentuk glukosa,oleh karena fruktosa dan galaktosa akan diubah terlebih dahulu sebelummemasuki pembuluh darah. Sel-sel tubuh yang sangat aktif dan memerlukan banyak energi,mendapatkan energi dari hasil pembakaran glukosa yang di ambil dari alirandarah. Kalau energi yang diperlukan lebih banyak lagi, timbunan lemak darijaringan lemak mulai dipergunakan. Dalam jaringan lemak diubah ke dalamzat antara yang dialirkan ke hati. Disini zat antara itu diubah menjadiglikogen, mengisi kembali cadangan glikogen yang telah dipergunakan untukmeningkatkan kadar gula darah. Melalui suatu deretan proses-proses kimiawi, glukosa dan glikogen diubahmenjadi asam pyruvat. Asam pyruvat ini merupakan zat antara yang sangatpenting dalam metabolisme karbohidrat. Asam pyruvat dapat segera diolahlebih lanjut dalam suatu proses pada "lingkaran Krebs". Dalam proses siklisini dihasilkan CO2 dan H2O dan terlepas energi dalam bentuk persenyawaanyang mengandung tenaga kimia yang besar yaitu ATP (Adenosin Triphosphate).ATP ini mudah sekali melepaskan energinya sambil berubah menjadi ADP(Adenosin Diphos phate). Sebagian dari asam piruvat dapat diubah menjadi "asamlaktat". Asam laktat ini dapat keluar dari sel-sel jaringan dan memasuki aliran darahmenuju ke hepar.2.1.4 Fungsi KarbohidratFungsi karbohidrat di dalam tubuh yaitu:1. Sebagai sumber energi (1 gr karbohidrat menghasilkan 4 kalori) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh.2. Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil energi. Jika karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi maka protein akan menggantikan karbohidrat sebagai penghasil energi. Dengan demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. 4
  • 5. Apabila keadaan ini berlangsung terus menerus, maka keadaan kekurangan enersi dan protein (KEP) tidak dapat dihindari lagi. 3. Membantu metabolisme lemak dan protein dengan demikian dapat mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan. 4. Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu. 5. Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa rnisalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat. 6. Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mengandung serat (dietary fiber) berguna untuk pencernaan, memperlancar defekasi.2.2 Protein 2.2.1 Defenisi Protein Protein merupakan senyawa poliamida, tersusun dari asam amino, yang dihubungkan oleh ikatan amida. Protein diperkenalkan sebagai molekul makro pemberi keterangan, karena urutan asam amino dari protein tertentu mencerminkan keterangan genetik yang terkandung dalam urutan basa dari bagian yang bersangkutan dalam DNA yang mengarahkan biosintesis protein. Tiap jenis protein ditandai ciri-cirinya oleh: 1. Susunan kimia yang khas Setiap protein individual merupakan senyawa murni 2. Bobot molekuler yang khas Semua molekul dalam suatu contoh tertentu dari protein murni mempunyai bobot molekular yang sama. Karena molekulnya yang besar maka protein mudah sekali mengalami perubahan fisik ataupun aktivitas biologisnya. 3. Urutan asam amino yang khas Urutan asam amino dari protein tertentu adalah terinci secara genetik. Akan tetapi, perubahan-perubahan kecil dalam urutan asam amino dari protein tertentu 5
  • 6. 2.2.2 Fungsi dan Peranan ProteinProtein memegang peranan penting dalam berbagai proses biologidiantaranya yaitu: 1. Katalisis enzimatik Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh enzim dan hampir semua enzim adalah protein. 2. Transportasi dan penyimpanan Berbagai molekul kecil dan ion-ion ditransport oleh protein spesifik. Misalnya transportasi oksigen di dalam eritrosit oleh haemoglobin dan transportasi oksigen di dalam otot oleh mioglobin. 3. Koordinasi gerak Kontraksi otot dapat terjadi karena pergeseran dua filamen protein. Contoh lainnya adalah pergerakan kromosom saat proses mitosis dan pergerakan sperma oleh flagela. 4. Penunjang mekanis Ketegangan kulit dan tulang disebabkan oleh kolagen yang merupakan protein fibrosa. 5. Proteksi imun Antibodi merupakan protein yang sangat spesifik dan dapat mengenal serta berkombinasi dengan benda asing seperti virus, bakteri dan sel dari organisma lain. 6. Membangkitkan dan menghantarkan impuls saraf Respon sel saraf terhadap rangsang spesifik diperantarai oleh oleh protein reseptor. Misalnya rodopsin adalah protein yang sensitive terhadap cahaya ditemukan pada sel batang retina. Contoh lainnya adalah protein reseptor pada sinapsis. 7. Pengaturan pertumbuhan dan deferensiasi Pada organisme tingkat tinggi, pertumbuhan dan diferensiasi diatur oleh protein faktor pertumbuhan. Misalnya faktor pertumbuhan saraf mengendalikan pertumbuhan jaringan saraf. Selain itu, banyak hormon merupakan protein. 6
  • 7. 2.2.3 Penggolongan Protein1. Berdasarkan struktur molekulnya a. Struktur primer. Struktur ini terdiri dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara kovalen melalui ikatan peptida. b. Struktur sekunder Ada dua jenis struktur sekunder, yaitu: α-heliks dan β-sheet. c. Struktur tersier Terbentuk karena adanya pelipatan membentuk struktur yang kompleks. d. Struktur kuartener Terbentuk dari beberapa bentuk tersier, dengan kata lain multi sub unit. 7
  • 8. 2. Berdasarkan Bentuk dan Sifat Fisik a. Protein globular Terdiri dari polipeptida yang bergabung satu sama lain (berlipat rapat) membentuk bulat padat. Misalnya enzim, albumin, globulin, protamin. Protein ini larut dalam air, asam, basa, dan etanol. b. Protein serabut (fibrous protein) Terdiri dari peptida berantai panjang dan berupa serat-serat yang tersusun memanjang, dan memberikan peran struktural atau pelindung. Misalnya fibroin pada sutera dan keratin pada rambut dan bulu domba. Protein ini tidak larut dalam air, asam, basa, maupun etanol.2.3 Lipid 2.3.1 Defenisi Lipid Lipid adalah golongan senyawa organik yang sangat heterogen yang menyusun jaringan tumbuhan dan hewan. Lipid merupakan golongan senyawa organik kedua yang menjadi sumber makanan, merupakan kira-kira 40% darimakanan yang dimakan setiap hari. Lipid mempunyai sifat umum sebagai berikut Tidak larut dalam air Larut dalam pelarut organic seperti benzene, eter, aseton, kloroform, dan karbontetraklorida Mengandung unsure-unsur karbon, hydrogen, dan oksigen Apabila dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak Berperan pada metabolisme tumbuhan dan hewan 2.3.2 Fungsi Lipid Beberapa fungsi lipid dalam system mahluk hidup adalah sebagai berikut: Komponen struktur membrane Semua membrane sel termasuk myelin, mengandung lipid lapis ganda. Fungsi membrane diantaranya adalah sebagai barier permeable 8
  • 9. Bentuk energi cadangan Sebagai fungsi utama triasilgliserol yang ditemukan dalam jaringan adipose Kofaktor/prekusor enzim Untuk aktivitas enzim seperti fosfor lipid dalam darah, koenzim A, dsb. Hormone dan vitamin Prekusor untuk biosintesis prostalgin, hormone steroid, dll. Lapisan pelindung Untuk mencegah infeksi dan kehilangan atau penambahan air berlebih Insulasi barier Untuk menghindari panas, tekanan listrik, dan fisik.2.3.3 Klasifikasi Lipid Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar, yaitu:1. Lipid sederhana, yaitu ester asam lemak dengan berbagai alcohol, yaitu lemak/gliserida dan lilin (waxes)2. Lipid gabungan, yaitu fosfolipid, serebrosida3. Derivat lipid, contohnya asam lemak, gliserol, dan sterolLipid dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok berdasarkan ada tidaknyagliserol, atau bisa tidaknya tersabunkan (dapat tidaknya disaponifikasi).Berdasarkan sifat saponifikasi, lipid dapat dibagi kedalam dua kelompok,yaitu:1. Saponifiable a. Sederhana: fats (lemak) dan waxes (lilin) b. Compound (campuran): glikolipid dan fosfolipid2. Nonsaponifiable: terpena, steroid, prostaglandin. Terdapat beberapa jenis lipid, yaitu: a. Asam lemak, terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh b. Gliserida, terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida c. Lipid kompleks, terdiri atas lipoprotein dan glikolipid d. Nongliserida, terdiri atas sfingolipid, steroid, dan malam 9
  • 10. 2.3.4 Asam LemakAsam lemak disebut juga asam karboksilat, diperoleh dari hidrolisis suatulemak atau minyak. Jenis lipid ini terdiri atas asam lemak jenuh dan asamlemak tak jenuh. Umumnya asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuhdengan atu ikatan rangkap seperti asam oleat dapat disintesis oleh organismetingkat tinggi dari karbohidrat. Golongan asam lemak ini disebut asam lemaknonesensial. Sedangkan aam lemak tak jenuh yang mempunyai lebih dari duaikatan rangkap seperti linoleat tidak dapat disintesis oleh organisme tingkattinggi. Golongan asam lemak ini disebut lemak esensial.Katabolisme dan Anabolisme Lipid Katabolisme Lipid  Asam lemak jenuh Asam lemak yang terjadi pada proses hidrolisis lemak mengalami oksidasi dan menghasilkan asetil koenzim A yang salah satunya hipotesis yang dapat diterima ialah bahwa asam lemak terpotong 2 atom karbon setiap kali oksidasi. Oleh karena oksidasi terjadi pada atom karbon β, maka oksidasi tersebut dinamakan β oksidasi.  Asam lemak tak jenuh Seperti pada asam lemak jenuh, tahap pertama oksidasi asam lemak tak jenuh adalah pembentukan asilkoenzim A. selanjutnya molekul asil koenzim A dari asam lemak tak jenuh tersebut mengalami pemecahan melalui proses β oksidasi seperti molekul asam lemak jenuh, hingga terbentuk senyawa –sil-sil-sil KoA atau tans-sil-sil 10
  • 11. KoA, yang tergantung pada letak ikatan rangkap pada molekul tersebut. Anabolisme Lipid Sintesis asam lemak berasal dari asetil KoA yang terdapat pada sitoplasma. Reaksi awal adalah karboksilasi asetil koenzim A menjadi malonil koenzim A. reaksi ini melibatkan HCO3- dan energi dari ATP. Reaksi pembentukan koenzim A sebenarnya terdiri atas dua reaksi sebagai berikut: Biotin – enzim + ATP + HCO3- ↔ CO2 – biotin – enzim + ADP + Pi CO2 --- biotin – enzim + asetil KoA + malonil KoA + biotin - enzim Biotin terikat pada suatu protein yang disebut protein pengangkutan karboksillbiotin. Biotin karboksilase adalah enzim yang bekerja sebagai katalis dalam reaksi karboksilasi biotin. Reaksi kedua ialah pemindahan gugus karboksilat kepada asetil koenzim A. katalis dalam reaksi ini adalah transkarboksilase.2.3.5 Struktur Lemak Lemak disusun dari dua jenis molekul, yaitu gliserol dan asam lemak.Gliserol adalah sejenis alcohol yang memiliki tiga karbon, yang masing-masing mengandung sebuah gugus hidroksil. Asam lemak memiliki kerangkakarbon yang panjang, umumnya 16-18 atom karbon panjangnya.2.3.6 Sifat Lemak Lemak hewan pada umumnya berupa zat padat pada suhu ruangan,sedangkan lemak yang berasal dari tumbuhan berupa zat cair. Lemak yangmemiliki titik lebur tinggi mengandung asam lemak jenuh, sedangkan lemakcair atau yang biasa disebut minyak mengandung asam lemak tak jenuh. Dengan proses hidrolisis lemak akan terurai menjadi asam lemak dangliserol. Proses ini dapat berjalan dengan menggunakan asam, basa, atauenzim tertentu. Proses hidrolisis yang menggunakan basa menghasilkan 11
  • 12. gliserol dan garam asam lemak atau sabun. Oleh karena itu, proses hidrolisis yang menggunakan basa disebut proses penyabunan.2.4 Enzim 2.4.1 Defenisi Enzim Enzim adalah polimer biologik yang mengkatalisis reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh. Prinsip kerja enzim berlangsung dalam dua tahap. Pada tahap pertama, enzim (E) bergabung dengan substrat (S) membentuk kompleks enzim substrat (E-S). tahap kedua, kompleks enzim-substrat terurai menjadi produk dan enzim bebas. Terdapat dua model yang diusulkan pada kegiatan enzim dalam mempengaruhi substrat sehingga diperoleh zat hasil, yaitu model kunci dan model induced fit. Pada model kunci bagian substrat harus mempunyai bentuk yang sangat tepat dengan sisi katalitik enzim. Substrat ditarik oleh sisi katalitik enzim yang cocok untuk substrat tersebut sehingga terbentuk kompleks enzim substrat. Pada model induced fit, lokasi aktif beberapa enzim mempunyai konfigurasi yang tidak kaku. Enzim berubah bentuk menyesuaikan diri dengan bentuk substrat setelah terjadi pengikatan.. 12
  • 13. 2.4.2 Kinetika EnzimLaju reaksi yang dikatalisis oleh enzim dipengaruhi oleh :1. Suhu Suhu rendah yang mendekati titik beku biasanya tidak mersuak enzim. Enzim akan bekerja dengan baik pada suhu optimum. Di dalam tubuh manusia enzim akan bekerja optimum pada suhu sekitar 37oC.2. Konsentrasi ion hydrogen (pH) Aktivitas enzim sangat bergantung terhadap pH. Hubungan aktivitas dengan konsentrasi ion hydrogen mencerminkan keseimbangan antara denaturasi enzim pada pH tinggi atau rendah.3. Konsentrasi substrat mempengaruhi laju reaksi Untuk suatu enzim tipikal, peningkatan konsentrasi substrat akan meningkatkan kecepatan awal, hingga tercapai nilai maksimal, jika peningkatan lebih lanjut, konsentrasi substrat tidak meningkatkan kecepatan awal, enzim dikatakan “jenuh” oleh substrat.4. Konsentrasi enzim Kecepatan reaksi enzim berbanding lurus dengan konsentrasi enzim. Makin besar jumlah enzim makin cepat reaksinya.5. Inhibitor Inhibitor dapat bersifat reversible maupun irreversibel, inhibitor reversible akan membentuk suatu kompleks dinamik yang dapat terlepas dari enzimnya, sedangkan inhibitor yang irreversible akan memodifikasi enzim secara kimiawi.2.4.3 Denaturasi Enzim Enzim sebagian besar tersusun oleh protein, sehingga enzim juga memiliksifat-sifat dari protein yaitu dapat terdenaturasi oleh karena pengaruhlingkungan. Denaturasi protein dapat muncul dibawah pengaruh darilingkungan fisik, seperti suhu tinggi, tingkat keasaman dan tekanan tinggi.Proses denaturasi akan menyebabkan kerusakan pada struktur sekunder,tersier dan kuartener dari protein tersebut, tetapi kadang tidak untuk struktur 13
  • 14. primernya. Sehingga denaturasi protein dapat bersifat reversibel maupunirreversibel. Denaturasi bersifat reversibel apabila struktur primer padaprotein tersebut tidak mengalami perubahan, sedang bersifat ireversibel jikaprotein mengalami kerusakan sampai tingkat struktur primernya.2.4.4 Factor yang Mempengaruhi Jumlah Enzim1. Biosintesis Biosintesis enzim merupakan suatu proses kompleks yang melibatkan proses di inti sel dan disitoplasma. Adanya gangguan dalam biosintesis tersebut, mengakibatkan adanya perubahan efektifitas dalam pembentukan enzim yang akan berdampak jumlah enzim dapat berlebih atau berkurang.2. Katabolisme Setelah di sintesis enzim yang tidak akan mengalami metabolisme akan dihancurkan. Peningkatan pengrusakan atau penghancuran enzim yang dapat disebabkan oleh kelainan internal atau eksternal akan berpengaruh pada jumlah enzim.3. Mutasi Mutasi pada gen pengkode protein enzim akan menyebabkan gangguan sintesis enzim. Gangguan bersifat parsial berarti tubuh masih mampu mensintesis enzim tetapi jumlahnya berkurang. Sedang bersifat penuh apabila tubuh sama sekali tidak dapat mensintesis enzim.4. Represi, derepresi, dan inducer Dalam menjalankan fungsinya enzim akan diatur oleh protein lain agar jumlahnya dalam batas fisiologis (homeostasis). Homeostasis melibatkan protein repressor maupun inducer yang akan bekerja secara seimbang. Adanya ketidak seimbangan dalam pengaturan tersebut maka akan mengakibatkan ketidakseimbangan jumlah enzim. Apabila jumlah protein inducer lebih tinggi dibandingkan dengan protein repressor maka jumlah enzim akan meningkat begitu juga sebaliknya. 14
  • 15. 2.4.5 Macam-Macam Bentuk Enzim 1. Proenzim Merupakan bentuk enzim yang inkatif. Untuk dapat menjadi aktif proenzim akan mengalami proses dengan pembuangan dari sebagian kecil strukturnya. 2. Isozim Isozim merupakan bentuk enzim berbeda yang mengkatalisis reaksi kimia yang sama. Isozim ini berasal dari duplikasi gen. 3. Alosterik enzim Merupakan bentuk enzim yang diatur dengan mekanisme alosterisme. Alosterik enzim mengikat activator dan inhibitor ditempat yang terpisah dari tempat aktif. 4. Enzim plasma fungsional Merupakan bentuk enzim yang bekerja di dalam plasma. Biasanya berfungsi dalam proses homeostasis aliran darah. 5. Enzim plasma nonfungsional Secara normal, konsentrasi di dalam plasma sangat rendah dibandingkan dengan di dalam jaringan2.5 Vitamin 2.5.1 Defenisi Vitamin Vitamin merupakan sekelompok senyawa organik amina yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena vitamin berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. vitamin mempunyai peran sangat penting dalam metabolisme tubuh, karena vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Jika manusia, hewan dan ataupun makhluk hidup lain tanpa asupan vitamin tidak akan dapat melakukan aktivitas hidup dengan baik, kekurangan vitamin menyebabkan tubuh kita mudah terkena penyakit. 15
  • 16. 2.5.2 Jenis-Jenis Vitamin Jenis vitamin berdasarkan kelarutannya ada dua macam yaitu : vitaminyang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larutdalam air hanya ada dua yaitu Vitamin B dan C. Sedangkan vitamin A, D, E,dan K, mereka larut dalam lemak.Adapun mekanisme kerja vitamin yang larut dalam air dan lemak yaitusebagai berikut:1. Vitamin yang larut dalam lemak : Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.2. Vitamin yang larut dalam air : vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis vitamin:1. vitamin A (retinol) Vitamin A merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina. Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama 16
  • 17. yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya).2. Vitamin D Vitamin D dapat dibentuk tubuh dengan bantuan sinar matahari. Bila tubuh mendapatkan sinar matahari konsumsi vitamin D melalui makanan tidak dibutuhkan. Karena dapat disintesis dalam tubuh, vitamin D dapat dikatakan bukan vitamin tapi suatu prohormon. Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju. Adapun fungsi dari vitamin D yaitu Membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama vitamin A dan vitamin C dan Membantu pengerasan tulang dengan cara mengatur agar kalsium dan posfor tersedia di dalam darah un tuk diendapkan pada proses pengerasan tulang.3. Vitamin E (tokoferol) Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kemandulan dan gangguan saraf dan otot yang berkepanjangan. 4. Vitamin K Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka. Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamate. Oleh 17
  • 18. karena itu, kita perlu banyak mengkonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di dalam tubuh.5. Vitamin C Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah.6. Vitamin B1 (tiamin) Vitamin B1 merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu mengkonsumsi banyak gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. 7. Vitamin B2 (Riboflavin) Vitamin B2 banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Vitamin ini berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, 18
  • 19. rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur- sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.8. Vitamin B3 (Niasin) Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, ikan, gandum, dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual.9. Vitamin B6 (Pirodiksin) Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Sumber vitamin ini yaitu beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia10. Vitamin B12 Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena 19
  • 20. itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.2.6 Mineral 2.6.1 Defenisi mineral Mineral merupakan sekelompok senyawa anorganik yang dibutuhkan tubuh untuk kelancaran proses metabolisme. Mineral terbagi atas dua macam yaitu: mineral utama yang terdiri dari kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, klorida, dan sulphur. Sementara jenis kedua biasa disebut trace mineral diantaranya adalah zat besi, seng, magnesium, kobalt, tembaga, yodium, kromium, selenium, nikel dan silicon. Setiap sumber mineral mempunyai fungsi masing-masing yang harus tercukupi, dimana kadar mineral dalam tubuh dari kedua jenis ini harus tetap seimbang demi kesehatan tubuh. Untuk mengatasinya kita harus banyak mengonsumsi buah-buahan, susu, dan sayuran yang merupakan sumber mineral alami. 2.6.2 Klasifikasi Mineral Macam-macam mineral yang penting bagi tubuh 1. Besi (Fe) Fe banyak terdapat dalam telur, daging, ikan, tepung, gandum, roti, sayuran hijau, hati, kacang-kacangan, kentang, dan jagung. Adapun fungsi dari besi (Fe) yaitu: a. Untuk pembentukan haemoglobin baru b. Untuk mengembalikan hemoglobin kepada nilai normalnya setelah terjadi pendarahan. 20
  • 21. c. Untuk mengimbangi sejumlah kecil zat besi yang secara konstan dikeluarkan tubuh, terutama lewat urine, feses dan keringat. d. Untuk menggantikan kehilangan zat besi lewat darah tubug. e. Pada laktasi untuk sekresi air susu. Zat besi yang tidak mencukupi bagi pembentukan sel darah, akan mengakibatkan anemia, menurunkan kekebalan individu, sehingga sangat peka terhadap serangan bibit penyakit.2. Yodium Zat mineral yodium biaanya terdapat pada garam dapur yang banyak tersedia di pasaran, namun tidak semua jenis dan merk garam dapur mengandung yodium. Yodium berperan penting untuk membantu perkembangan kecerdasan atau kepandaian pada anak. Yodium juga dapat membantu mencegah penyakit gondok dan berfungsi untuk membentuk zat tirosin yang terbentuk pada kelenjar tiroid.3. Fosfor Fosfor memegang peran utama dalam membina struktur dan fisiologi tubuh mahluk. Selain itu. Fosfor juga merupakan mineral kedua terbanyak dalam tubuh: 1% dari BB, sekitar 85% terdapat dalam bentuk kalsium fosfat dalam tulang dan gigi yang bersifat tidak larut, sisanya terdapat dalam sel tubuh, otot, cairan tubuh ekstraseluler. Sumber fosfor yang penting ialah susu, keju, telur, daging, ikan, sereal, dan sayur. Fungsi dari fosfor yaitu: a. Kalsifikasi tulang dan gigi b. Mengatur pengalihan energi c. Membantu absorpsi dan transportasi zat gizi, mengangkut zat gizi ke aliran darah d. Membantu fungsi vitamin dan mineral melalui fosforilasi e. Mengatur keseimbangan asam basa4. Kobalt 21
  • 22. Kobalt merupakan koostifuen vitamin B12 yang diperlukan bagi perkembangan normal sel-sel darah merah. Sumber utamanya adalah vitamin B12, B1, dan sayuran berdaun hijau. Kobalt mempunyai fungsi untuk keseimbangan tubuh ruminansia dan membentuk pembuluh darah.5. Klor Klor digunakan tubuh kita untuk membentuk HCl atau asam klorida pada lambung. HCl memiliki kegunaan membunuh kuman bibit penyakit dalam lambung dan juga mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.6. Magnesium Magnesium sebagian besar terkandung dalam tulang dan berperan untuk kelancaran pekerjaan berbagai enzim. Banyak terdapat dalam makanan seperti sayur , buah, susu, ikan, dan daging. Mg berfungsi sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan haemoglobin.7. Mangan Mangan berfungsi untuk menagtur pertumbuhan tubuh kita dan system reproduksi8. Kalium Kalium dibutuhkan sebagai pembentuk aktivitas otot jantung. Kalium bekerjasama dengan Na mengatur keseimbangan kadar air sel, dan bersama na berguna pula untuk mengatur kelancaran keluar-masuk zat makanan dari dan ke dalam sel.9. Tembaga Tembaga pada tubuh manusia berguna sebagai pembentuk haemoglobin pada sel darah merah.10. Kalsium Kalsium atau disebut juga zat kapur adalah zat mineral yang mempunyai fungsi dalam membentuk tulang dan gigi serta memilki peran dalam vitalitas otot pada tubuh. Sumber kalsium yaitu susu, keju, sayur, telur, mentega, wortel, dan jeruk. Banyak pula terkandung dalam air putih biasa. Kalsium berguna untuk membentuk tulang dan gigi. Peranannya yang 22
  • 23. sangat penting ialah untuk memelihara kelancaran perangsangan saraf dan kerutan otot.11. Sulphur atau belerang Sulfur berasal dari makanan yang mengandung asam amino. Sulphur berperan pada pembentukan hormone insulin dan detoksifikasi.12. Zinc atau seng Seng oleh tubuh manusia dibutuhkan untuk membentuk enzim dan hormone penting. Selain itu, seng juga berfungsi sebagai pemelihara beberapa jenis enzim, hormone dan aktivitas indera pengecap atau lidah.13. Natrium Natrium adalah zat mineral yang diandalkan sebagai penghantar impuls dalam serabut saraf dan tekanan osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada disekitarnya. Natrium bisa di dapat tubuh dari makanan laut, dalam senyawa dengan Cl (klor) berupa garam dapur (NaCl).14. Flour Flour berperan untuk pembentuk lapisan email gigi yang melindungi dari segala macam gangguan pada gigi. Flour terdapat dalam jaringan lunak, tulang, dan gigi. Unsur ini banyak terkandung dalam air minum. Jika minum air yang mengandung banyak flour berlebihan maka gigi jadi rusak dan berwarna cokelat. Namun jika masuk ke dalam tubuh secara biasa artinya dalam kadar normal, unsur ini perlu untuk pertumbuhan dan pemeliharaan gigi. 2.6.3 Fungsi Mineral Ada tiga fungsi utama mineral yaitu: 1. Sebagai kompenen utama tubuh (structural element) atau penyusun kerangka tulang, gigi dan otot-otot. Ca, P, Mg, Fl dan Si untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi. 2. Merupakan unsur dalam cairan tubuh atau jaringan, sebagai elektrolit yang mengatur tekanan osmuse (Fluid balance), mengatur keseimbangan 23
  • 24. basa asam dan permeabilitas membran. Contoh adalah Na, K, Cl, Ca dan Mg3. Sebagai aktifator atau terkait dalam peranan enzim dan hormon. 24
  • 25. BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan makalah diatas maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan karbohidrat, protein, lipid, enzim, vitamin, dan mineral yaitu: 1. Karbohidrat yaitu senyawa organik yang mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur Hidrogen dan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. 2. Protein merupakan senyawa poliamida, tersusun dari asam amino, yang dihubungkan oleh ikatan amida. 3. Lipid adalah golongan senyawa organik yang sangat heterogen yang menyusun jaringan tumbuhan dan hewan. 4. Enzim adalah polimer biologik yang mengkatalisis reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh. 5. Vitamin merupakan sekelompok senyawa organik amina yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena vitamin berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. 6. Mineral merupakan sekelompok senyawa anorganik yang dibutuhkan tubuh untuk kelancaran proses metabolisme.3.2 Saran Materi biokimia ini merupakan materi yang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan kita, oleh karena itu penulis menyarankan untuk lebih mendalami materi ini sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 25
  • 26. DAFTAR PUSTAKAhttp://library.usu.ac.id/download/fk/gizi-halomoan diakses tgl 21 aprilPage, D.S. 1997. Prinsip-prinsip Biokimia. Erlangga: Jakarta.http://rgmaisyah.files.wordpress.com/2008/12/analisis-protein.http://staff.undip.ac.id/fk/santosojaeri/files/2011/01/modul-biokimia-enzim.http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3483/1/biokimia-mutiara.http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Dr. Astuti/Lipid.http://poppyherlianty.blogspot.com/2010/12/1.htmlhttp://ridwanaz.com/kesehatan/pengertian-vitamin-jenis-jenis-vitamin-sumber-sumber-vitamin/http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/01/vitamin-mineral-dan-air 26