1                                 I. PENDAHULUAN1.1.Latar Belakang       Secara georafis Kota Dumai terletak padakoordinat...
2spesies ikan laut yang bermigrasi untuk tempat mencari makan, memijah danmembesarkan anak-anaknya (Pariwono, 1992).      ...
3       Pillay(1951)   menyatakan    bahwaIkan     Lomek      (Harpodonnehereus)merupakan ikan yang tergolong dalam kelas ...
4      Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian adalah sebagaisumber informasi bagi penelitian selanjutnya dan...
5                            II. TINJAUAN PUSTAKA2.1. Morfologi dan Anatomi Ikan Lomek (Harpodonnehereus)           Ikan a...
6tersebut yaitu sistem saraf, sistem peredaran darah, sistem integumen, sistem otot,sistem pencernaan, sistem rangka, sist...
7gelembung renang dan sangat berasosiasi dengan substrat. Banyak dari ikan iniberadaptasi dengan habitat didaerah subtidal...
82.2. System Pencernaan       Ikan mempunyai makanan yang bervariasi. Jika dilihat dari jenismakanannya maka ikan dapat di...
9untuk mempermudah proses pencernaannya, ikan herbivora memerlukan ususyang       lebih     panjang      yang     bisa    ...
10makanan.Pola ini biasanya dipengaruhi oleh lingkungan (Sachlan, 1980).MenurutEfendie (1978), disamping makanan sebagai f...
11                         III. METODE PENELITIAN3.1. Waktu dan Tempat       Kegitan penelitian akan dilaksanakan      pad...
12ukuran 160-250 mm dan lebih panjang dari 250 mm. Jumlah minimal individutiap kelas ukuran adalah 13 ekor.3.4. Prosedur P...
13menghitung semua makanan yang terdapat di lambung ikan, tiap jenis makanan dihitung jumlahnya dan dinyatakan dalam perse...
14    3.5.2. Tingkat Kepenuhan Lambung       Lambung yang dikumpul tersebut dihitung volumenya menggunakan gelasukur 20 ml...
15   3.5.3. Frekuensi Kejadian       Dalam menentukan frekuensi kejadian, data yang digunakan adalah jumlahlambung berisi ...
163.6. Analisis data       Data yang di dapat dalam penelitian ini, setelah dilakukan perhitingan danpengukuran akan diana...
17                                                  DAFTAR ISIIsi                                                         ...
18                           OUTLINE SEMENTARAKATA PENGANTARDAFTAR ISIDAFTAR GAMBARDAFTAR TABELDAFTAR LAMPIRANI. PENDAHULU...
19V. KESIMPULAN DAN SARAN  5.1. Kesimpulan  5.2. SaranDAFTAR PUSTAKALAMPIRAN
20                            DAFTAR PUSTAKAAfandi dan Raharjo. 1992. Fisiologi Ikan; Pencernaan.PAU. Ilmu Hayati IPB. 215...
21Pulungan,C.P., R.M. Putra, Nuraini dan N.Aryani, 1996. Penuntun Pratikum         Biologi Perikanan Fakultas Perikanan da...
22                 USULAN PENELITIANSTUDY KEBIASAAN MAKANAN IKAN LOMEK (Harpodonnehereus)YANG TERDAPAT DI PERAIRAN DUMAI K...
23                         USULAN PENELITIAN         STUDY KEBIASAAN MAKANAN IKAN LOMEK(Harpodonnehereus)YANG TERDAPAT DI ...
24                           KATA PENGANTAR       Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dankarunia...
25                   ORAGNISASI PRAKTEK UMUM1. Peneliti             : Rengki Afrizal  Alamat                : Jln. Bina Wi...
26                           ANGGARAN BIAYA1.   Biaya Persiapan     a. Alat dan Bahan Penelitian             : Rp 150.000 ...
27                            JADWAL PENELITIAN                                    Mei         Juni         Juli    Agustu...
28                 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                 UNIVERSITAS RIAU                 FAKULTAS PERIKAN...
29                                    DAFTAR GAMBARGanbar                                                                 ...
30                                       DAFTAR LAMPIRANLampiran                                                          ...
31Lampiran 1.Peta Lokasi Penelitian
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Usulan pnltn geu rengki

1,555

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,555
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
23
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Usulan pnltn geu rengki

  1. 1. 1 I. PENDAHULUAN1.1.Latar Belakang Secara georafis Kota Dumai terletak padakoordinat 101023’37” –101028’13” LU dan 1023’ – 1024’23” BT, dengangaris pantai sepanjang 234,2 km.Kota Dumai memiliki luas wilayah 1.727.385 km2dan berbatasan dengan: SebelahUtara berbatasan dengan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis; Sebelah Timurberbatasan dengan Kecamatan Bukit Batu, Kebupaten Bengkalis; Sebelah Selatanberbatasan dengan Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis; Sebelah Baratberbatasan dengan Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Dumai terdiri daridataran rendah dan dataran tinggi, dan memiliki pantai yang berhubunganlangsung dengan Selat Rupat dan mempunyai kondisi topografi datar. Setiaptahun, Dumai mengalami beberapa perubahan iklim yang sangat dipengaruhi olehiklim laut dengan rata–rata curah hujan 200–300 m3 dan memiliki dua musimyaitu musim kering/kemarau dari bulan Maret–Agustus, dan musim hujan dariSeptember-Februari dengan rata–rata temperatur 24–330 C(Pemerintah KotaDumai, 2010). Wilayah pantai merupakan daerah dimana terjadi interaksi antara tigaunsur utama yaitu daratan, lautan dan atmosfer. Proses tersebut berlangsung sejakbumi ini terbentuk dan bentuk wilayah pantai yang seperti terlihat sekarang inimerupakan hasil keseimbangan dinamis proses penghancuran dan pembentukantiga unsur utama alam tersebut. Sebagai tempat peralihan antara daratan danlautan, wilayah pantai juga berfungsi sebagai zona penyangga bagi berbagai
  2. 2. 2spesies ikan laut yang bermigrasi untuk tempat mencari makan, memijah danmembesarkan anak-anaknya (Pariwono, 1992). Ikan adalah kelompok vertebrata yang paling besar jumlahnya. Ikanmendominasi kehidupan perairan diseluruh permukaan bumi. Jumlah spesies ikanyang telah berhasil dicatat adalah sekitar 21.000 spesies dan diperkirakanberkembang mencapai 28.000 spesies. Jumlah spesies ikan yang hidupdipermukaan bumi adalah 21.723 spesies, sementara jumlah spesies vertebratayang ada diperkirakan sekitar 43.173 spesies (Nelson, 1984). Ikan telah lama dikelola sebagai bahan pangan. Lebih lanjut ikan diketahiusebagai sumber protein, lemak, vitamin dan mineral yang sangat baik danprospektif untuk masa depan. Kadar protein dalam ikan mencapai 13-20%,sedangkan 50-80% berupa air dan selebihnya lemak. Keunggulan utama proteinikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan kompossi asamamino dan kemudahannya untuk dicerna. Mengingat besarnya peranan gizi bagikesehatan, ikan merupakan pilihan tepat untuk diet dimasa yang akan datang(Djuanda, 1981). Produksi ikan lomek (Harpodonnehereus) di Riau setiap tahun mengalamipeningkatan. Pada tahun 2006 total produksi ikan lomek mencapai 480,9 ton danpada tahun 2007 produksinya meningkat mrnjadi 644,1 ton. Sampai saat ini,pemanfaatan ikan lomek masih terbatas. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar,ikan lomek di Riau kadang dikeringkan dan diolah dengan penggaraman (DinasPerikanan dan Kelautan Provinsi Riau, 2008).
  3. 3. 3 Pillay(1951) menyatakan bahwaIkan Lomek (Harpodonnehereus)merupakan ikan yang tergolong dalam kelas Actinopterygii. Ikan ini hidup diperairan laut, air payau dan menguhuni lepas pantai berlumpur atau berpasirdengan kedalaman 50 meter. Ukuran maksimal ikan lomek adalah 40 cm danumumnya dijumpai berukuran 20 cm. Penyebaran IkanLomek(Harpodonnehereus) terdapat didaerah beriklim tropis (Indo-Pasifik,Somalia, Papua Nugini, Jepang dan Indonesia).1.2. Perumusan Masalah Tingginya tingkat konsumen masyarakat terhadap IkanLomek(Harpodonnehereus) di Kota Dumai menjadikannya ikan ini mempunyainilai ekonomis yang potensial. Ikan Lomek (Harpodonnehereus)adalah salah satuikan endemik wilayah pantai timursumatera yang harus dilindungi dandilestarikan. Sayangnya sampai sekarang informasi ilmiah tentang ikan tersebutbelum tersedia.Pada saat ini ikan lomek telah dipilih sebagai ikon Kota Dumai(Pers. Konservasi, 2011) dan kebanyakan masyarakat sangat menggemarikelezatan ikan tersebut.Oleh karena itu Ikan Lomek (Harpodonnehereus) di Riauumumnya dan dumai khususnya perlu diteliti karena belum ada yang menelitinyabaik dalam aspek biologi maupun ekologinya.1.3. Tujuan dan Manfaat Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang sistem pencernaanpada ikan lomek (Harpodonnehereus), jenis makanannya dan macam-macamorgan penyusunnya yang didapat di perairan pantai dumai pada saat ini.
  4. 4. 4 Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian adalah sebagaisumber informasi bagi penelitian selanjutnya dan untuk instansi-instansipemerintah yang terkait.Hasil penelitian ini nantinya diharapkan bisa menjadiacuan dalam melakukan pembangunan kelautan di Kota Dumai.
  5. 5. 5 II. TINJAUAN PUSTAKA2.1. Morfologi dan Anatomi Ikan Lomek (Harpodonnehereus) Ikan adalah hewan yang bertulang belakang (vertebrata) yang berdarahdingin (poikilothermal) dimana hidupnya dilingkungan air, pergerakan dankeseimbangan dengan menggunakan sirip serta pada umumnya bernafas denganinsang(Raharjo, 1980). Ikan adalah salah satu diantara organisme pada kelompokvertebrata dan yang paling besar jumlahnya. Ikan mendominasi kehidupan di airseluruh permukaan bumi. Jumlah spesies ikan yang berhasil dicatat adalah sekitar21.000 spesies dan diperkirakan akan berkembang mencapai 28.000 spesies.Jumlah ikan yang hidup dimuka bumi adalah 21.723 spesies (Nelson, 1984). Menurut Manda, Chaidir, Budjiono dan Lukystiowati, (2005) sirip padaikan terdiri dari sirip punggung(D), sirip dada(P), sirip perut(V), sirip anus(A),dan sirip ekor(C).Sirip pada ikan berperan dalam penentuan arah dan gerak ikanyang terdiri dari sirip punggung(D), sirip perut (V), sirip dada (P), sirip anus (A)dan sirip ekor (C). Tidak semua jenis ikan memiliki secara lengkap kelima siriptersebut secara sempurna. Saanin (1984) menyatakan untuk mengidentifikasi ikan harus diperhatikansifat-sifatnya, tanda-tanda dan bentuk serta bagian-bagian dari tubuh ikan yaiturumus sirip, perbandingan panjang dengan tinggi, bentuk garis rusuk dan jumlahgaris sisik yang meliputi garis rusuk tersebut bentuk sisik dan gigi beserta susunantulang-tulang insang.Secara anatomi ikan mempunyai sepuluh sistem yangbekerjasama dalam membentuk keseluruhan individu.Adapun kesepuluh sistem
  6. 6. 6tersebut yaitu sistem saraf, sistem peredaran darah, sistem integumen, sistem otot,sistem pencernaan, sistem rangka, sistem ekskresi, sistem pernapasan dan sistemreproduksi, diantara ke sepuluh sistem ini saling berkaitan satu dengan yanglainnya (Raharjo, 1980). Ikan Lomek termasuk ke dalam kelompok Gnathostomata. Bentuktubuhnya bilateral simetris, compressed, sedangkan bentuk kepalanyatumpul. Ikaninitidak bersisik, ukuran mulut lebar dan berbentuknonprotactile. Klasifikasi ikanlomek adalah sebagai berikut:Kindom: Animalia,Filum: Chordata, Kelas:Actinopterygii, Ordo: Aulopiformes, Family: Synodontidae, Genus: Harpadondan Spesies: H. nehereus (http//www.fishbase.com/2008). Gambar Ikan Lomek (Harpodonnehereus) Afandi dan Raharjo (1992), menyatakan ikan lomek (Harpodonnehereus)merupakan ikan yang hidup didaerah pasang surut (intertidal). Hampir semua ikanintertidal berukuran kecil karena keadaan lingkungan yang cenderung tidak stabil(bergolak). Bentuk tubuh pipih memanjang, sebagian besar mempunyai
  7. 7. 7gelembung renang dan sangat berasosiasi dengan substrat. Banyak dari ikan iniberadaptasi dengan habitat didaerah subtidal. Ikan lomek mempunyai bentuk badanmemanjang agak pipih, ujungmoncong pendek membulat, sirip ekor mempunyai 3 bagian yaitu atas, bawah dantengah sebagai kelanjutan dari garis sisik. Gigi kedua rahangnya mempunyaibentuk yang bermacam-macam yaitu lengkung pipih, besar maupun kecil. Warnabadan kecokelatan sampai putih keabu-abuan, panjang mencapai 40 cm(Hora,1934).Nelson (1984), ikan lomek mempunyai jari-jari sirip punngung 9-14,ikan lomek termasuk ikan pemakansegala, terutama ikan-ikan kecil seperti teri,udang dan ikan kecil lainnya. Kemudian ikan lomek menyebar atau hidupbergerombol, terdapat disepanjang perairan pantai dan daerah estuaria atau daerahdekat dengan muara sungai. Ikan Lomek memiliki bentuk tubuh yang memanjang ,berkepala simetris,tidak bersisik,memiliki alat pernafasan tambahan.Bagian depan badannya terdapatpenampang yang membulat sedang bagian tengahmya dan belakang berbentukpipih.Alat pernafasan tambahan terdapat di bagian kepala di dalam rongga yang dibentuk oleh dua pelat tulang kapak.Insangnya berukuran kecil dan terdapat dibagian kepala bagian belakang.Sirip ada 5 jenis yaitu sirip dada, punggung,anus,ekor danperut.Sirip dadanya berbentuk bulat agak memanjang dengan ujungmeruncing(Nojiyati, 1997).
  8. 8. 82.2. System Pencernaan Ikan mempunyai makanan yang bervariasi. Jika dilihat dari jenismakanannya maka ikan dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu herbivora,karnivora dan omnivora. Berdasarkan cara makannya ikan dibedakan menjadilima golongan yaitu pemangsa (predator), penggerogot (grazer), penyaring(strainer), penghisap (sucker) dan parasit (Mudjiman, 2001).Mulut pada ikandibentuk oleh rahang atas (maksila) dan rahang bawah (mandibula), diantarakedua rahang ini terdapat rongga mulut (cavum oris) kemudian dilengkapi olehbibir. Pada tulang maksila dan mandibula adakalanya dilengkapi dengan gigi sertadasar mulut dilengkapi dengan lidah (lingua), tidak memiliki kelenjar ludah(glandula salivates) (Hamidy, Pulungan, Ahmad dan Pardinan, 2001). Sistem pencernaan pada ikan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu saluranpencernaan, dan kelenjar pencernaan. Pada saluran pencernaan pada ikan adalahterdiri dari beberapa organ yang menyatu menjadi satu saluran. Saluran inimengelola makanan yang masuk melalui mulut dan akhirnya sisa daripemprosesan makanan itu dikeluarkan melalui anus. Organ-organ yang menyusunsaluran pencernaan pada ikan tidak sama untuk semua jenis ikan. Organ penyusuntersssebut meliputi mulut, pangkal tenggorokan(parinx),kerongkongan(oesophagus), lambung (ventriculus), usus(intestinum)dandikeluarkan keanus(Manda et al, 2005). Saluran pencernaan ikan karnivora biasanya lebih pendek dari padasaluran pencernaan ikan herbivora,sebab bahan makanan nabati lebih sukardicerna. Dengan adanya dinding selulosa yang alot pada tumbuh-tumbuhan,maka
  9. 9. 9untuk mempermudah proses pencernaannya, ikan herbivora memerlukan ususyang lebih panjang yang bisa mencapai tiga kali panjangtubuhnya(Mudjiman,2001).Berdasarkan bentuknya,gigi rahang dapat dibedakanmenjadi beberapa bentuk yaiu cardiform,viliform,canine,incisor,danmolariform.Gigi filiform mirip dengan gigi cardiform,hanya lebih panjang danmemberikan gambar seperti memberikan rumbai-rumbai(Tim Ikhtiologi,1989).Menurut Boyd(1982) pada umumnya esofagus ikan adalah pendek dan bisamembesar agar makanan yang agak besar dapat ditelan,dinding esofagusdilengkapi dengan lapisan otot dan memanjang,pada ikan tertentu esofagusbersambung dengan usus.2.3. Kebiasaan Makanan Ikan Lomek (Harpodonnehereus) Kebiasaan makan (feeding habit) adalah kualitas dan kuantitasmakananyang dimakan ikan (Efendie, 1978). Pulungan et al (1994) mengemukakan bahwajenis makanan alami yang selalu terdapat dalam lambung anak-anak ikan antaralain: Rotifer, Copepoda, Cladocera dan Diatom. Untuk mengetahui jenis makananutama dari jenis-jenis ikan tertentu penting di lakukan pengukuran panjang danberat setiap jenis individu ikan serta mengamati isi saluran pencernaan danmencatat makanan yang terdapat di dalam lambung.Pada spesies ikan terjadipeningkatan suhu yang menimbulkan kecepatan pencernaan.Meningkatnya lajupencernaan makanan ini berkaitan dengan meningkatnya laju konsumsi makanan. Pola kebiasaan makan merupakan pola yang dianut sekelompok individutertentu dalam memilih makanan dengan penyedian serata penyajian
  10. 10. 10makanan.Pola ini biasanya dipengaruhi oleh lingkungan (Sachlan, 1980).MenurutEfendie (1978), disamping makanan sebagai faktor kehidupan, air juga berperansebagai yang menentukan untuk ikan dapat hidup dan berkembang biak. Untukkelangsungan hidupnya semua makhluk hidup memerlukan makanan. Makanandiambil dari bahan-bahan yang tersedia diperairan dan salah satunya adalah ikansebai konsumen, dimana banyak bahan makanan yang dimakan tidak terbatas. Secara garis besar susunan saluran pencernaan pada ikan terdiri dari mulut,oesophagus, lambung, intestinum dan anus. Oleh kareana bentuk saluranpencernaan, mulut dan gigi, lambung serta intestinum yang dimiliki setiap jenisikan bervariasi, maka menyebabkan setiap sepies ikan cara mengambilmakanannya juga bervariasi. Sehingga berdasarkan cara mendapatkanmakanannya, maka ikan-ikan itu dapat digolongkan menjadi ikan yang bersifatpredator, pemikat, penyumpit, penyaring makanan (filter feeder) dan penunggu(Dias, 1972). Cara ikan mengambil dan mendapatkan makanannya bervariasi maka jenismakanan yang dimakan oleh individu spesies setiap ikan juga dapatbervariasi.Sehingga berdasarkan jenis makanan yang dimakanannya maka ikan-ikan yang terdapat di alam digolongkan menjadi ikan kaenivora, herbivore danomnivore.Jenis makanan yang biasa dimakan ikan berupa diatom, plankton,hewan invertebrate, ikan kecil dan anak ikan (Lingga dan Susanto, 1987).
  11. 11. 11 III. METODE PENELITIAN3.1. Waktu dan Tempat Kegitan penelitian akan dilaksanakan pada bulan Mei 2012 yangbertempat di perairan Dumai Kota Dumai. Analisis sampel dilakukan diLaboratorium Terpadu Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu KelautanUniversitas Riau.3.2. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian meliputi timbangan analitiksebagai mengukur berat sampel, penggaris sebagai mengukur morfometrik ikan,,box es sebagai tempat sampel, mikroskop untuk menganalisis jenis makanan yangada dalam saluran pencernaan, gunting bedah untuk membedah sampel, pinsetuntuk mengambil saluran pencernaan, botol kaca film / botol plastik untuk tempatsaluran pencernaan, camera untuk dokumentasi, gelas ukur untuk mengukurvolume saluran pencernaan, timbangan, dan alat tulis lainnya. Sedangkan bahanyang digunakan adalah Ikan Lomek (Harpodonnehereus), formalin 10% danaquades.3.3. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitusampel penelitian diperoleh dilapangan dan kemudian dianalisis di laboratorium.Dengan menggunakan objek penelitian 40 ekor Ikan Lomek (Harpodonnehereus)yang dibagi dalam 3 kelompok interval variasi ukuran, yaitu ukuran 0-150 mm,
  12. 12. 12ukuran 160-250 mm dan lebih panjang dari 250 mm. Jumlah minimal individutiap kelas ukuran adalah 13 ekor.3.4. Prosedur Penelitian Sampel (Ikan Lomek) diperoleh dari nelayan yang menangkap ikan diperairan Kota Dumai. Kemudian sampel diukur panjang total (Tl) denganmenggunakan penggaris (mm) dan berat ikan (g) laludicatat ke dalam tabel yangsudah disediakan. Selanjutnya sampel dibedah dan diambil lambungnya kemudiandimasukan kedalam botol plastik yang diberi larutan formalin 10% kemudiandiberi label. 3.4.1. Pengamatan Ciri-ciri Morfologi Ikan Lomek(Harpodonnehereus) Pada pengamatan ciri-ciri morfologi, hal-hal yang dilakukan adalahpengukuran panjang baku (PB) dengan satuan milimeter dan menimbang beratikan yang dinyatakan dalam gram.3.5. Analisis Isi Lambung Seluruh lambung yang telah dikumpulkan kemudian dibawa keLaboratorium Terpadu Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu KelautanUniversitas Riau untuk dianalisis. Lambung tersebut dibedah kemudianditimbang, selanjutnya diamati yang mencakup: mengelompokan lambung ikanberdasarkan lambung kosong dan berisi serta jenis makanan yang terdapat padalambung. Analisis lambung dilakukan dengan menggunakan metode jumlah,metode frekuensi kejadian dan metode volumetrik. Metode jumlah adalah
  13. 13. 13menghitung semua makanan yang terdapat di lambung ikan, tiap jenis makanan dihitung jumlahnya dan dinyatakan dalam persen dari seluruh jumlah yang adadisetiap lambung ikan. Metode frekuensi kejadian adalah metode yangmenentukan kebisaan makan ikan dari banyaknya memakan jenis makanantersebut, yaitu banyaknya lambung berisi makanan suatu jenis dibagi denganlambung yang berisi makanan dikali seratus persen.Isi lambung dikelompokanmenurut jenis organism yang dimakan (Efendie et al, 1978).Setelah data didapat,maka IRP dapat dihitung untuk menentukan makanan kesukaannya. 3.5.1. Penentuan Jumlah dan Jenis Makanan Penentuan jumlah makanan dilakukan dengan menggunakan metodejumlah. Penggunaan metode ini menggunakan dua notasi n da N. Dimana nadalah jumlah satu jenis spesies dalam satu lambung dan N adalah jumlah seluruhmakanan dalam satu lambung. Untuk nilai N dalam menghitung IRP, nilai yang digunakan adalah %Nyang didapat dari pembagian N totalsatu jenis individu dalam satu lambungdengan N total seluruh lambung dari total 40 ekor Ikan Lomek yang dianalisis.Dengan rumus (Efendie et al, 1978): Na = %Na = Dimana : a : makanan jenis a Na : jumlah makanan jenis a dalam satu lambung (individu ikan)
  14. 14. 14 3.5.2. Tingkat Kepenuhan Lambung Lambung yang dikumpul tersebut dihitung volumenya menggunakan gelasukur 20 ml, dimana volume lambung dari volume lambung yang berisi makanandikurang dengan volume lambung dalam keadaan kosong. Untuk menentukantingkat kepenuhan lambung , digunakan metode volumetrik, nilai yang dicariterlebih dahulu adalah nilai volume tiap jenis makanan dalam satu lambungdengan cara nilai satu jenis makanan dalam satu lambung dibagi volume lambungtotal dikalikan dengan 100%. Nilai yang diperoleh dari perhitungan tersebut kemudian dijumlahkanuntuk mendapatkan nilai volume total satu jenis makanan, hasil penjumlahan inilalu dibagi dengan volume total seluruh volume lambung.dengan rumus (Efendieet al, 1978): Va = %V = Va : volume makanan jenis a dalam satu lambung (individu ikan) Nilai %V yang diperoleh akan menjadi penentu tingkat kepenuhanlambung, dengan takaran persen kepenuhan (sebagai contoh 5%, 10%, 15% danseterusnya).
  15. 15. 15 3.5.3. Frekuensi Kejadian Dalam menentukan frekuensi kejadian, data yang digunakan adalah jumlahlambung berisi makanan dan jumlah makanan per jenis dalam tiap lambung.Metode ini akan menentukan kebiasaan makan ikan dilihat dari jenis makananpaling banyak dijumpai pada tiap lambung. Pada metode ini, nilai %F dapatlangsung diperoleh tanpa perhitungan awal. Nilai %F satu jenis makanan dapatdicari dengan rumus (Efendie et al, 1978) : %F = 3.5.4. Indeks Relatif Penting Untuk menentukan kebiasaan makanan, nilai yang digunakan adalahindeksrelatif penting (IRP). Menurut Pinkas dalam Efendie (1978), dimanamenentukan indeks relative penting (IRP), digunakan hasil perhitungan dari ketigametode (metode jumlah, volumetrik dan frekuensi kejadian). Pinkas jugamengembangkan rumus, sebagai berikut : (N + V) F = IRPDimana : N : Persentase jumlah satu macam makanan (%) V : Persentase volume satu macam makanan (%) F : Frekuensi kejadian satu macam makanan (%) IRP : Indeks Relatif Penting
  16. 16. 163.6. Analisis data Data yang di dapat dalam penelitian ini, setelah dilakukan perhitingan danpengukuran akan dianalisis untuk mendapatkan kebiasaan makanan melaluiIndeks Relatif Penting (IRP). Untuk melihat bentuk pertumbuhan, digunakan datapanjang baku (PB) dan data berat dengan menggunakan regresi linear satu arahdan dilakukan uji anova satu arah data ini diolah dan dibahas secara deskriptif.3.7.Asumsi Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Seluruh sampel yang diambil dalam melakukan penelitian dianggap mewakili wilayah yang diteliti. Keahlian dan ketelitian peneliti selama penelitian dianggap sama.
  17. 17. 17 DAFTAR ISIIsi HalamanKATA PENGANTAR .............................................................................. iDAFTAR ISI ............................................................................................. iiDAFTAR GAMBAR ................................................................................ iiDAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ vI. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang .............................................................................. 1 1.2. Perumusan Masalah ...................................................................... 4 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..................................................... 4II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Morfologi dan Anatoni Ikan Lomek (Harpodonnehereus) ........... 5 2.2. Sistem Pencernaan……………………………………………..... 8 2.3. Kebiasaan Makan Ikan Lomek (Harpodonnehereus)................. 9 2.4. Indeks Relatif Penting…………………………………………… 10III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat ....................................................................... 11 3.2. Bahan dan Alat ............................................................................. 11 3.3. Metode Penelitian ......................................................................... 11 3.4. Prosedur Penelitian........................................................................ 12 3.4.1. Pengamatan Ciri-ciri Morfologi Ikan Lomek …………… 12 3.5. Analisis Isi pencernaan ................................................................. 12 3.5.1. Penentuan Jumlah dan Jenis Makanan ............................... 13 3.5.2. Tingkat Kepenuhan Lambung............................................ 14 3.5.3.Frekuensi Kejadian ............................................................. 15 3.5.4. Indeks Relatif Penting........................... ............................. 15 3.5. Analisis Data ............................................................................... 16 3.6. Asumsi ......................................................................................... 16DAFTAR PUSTAKALAMPIRANOUTLINE SEMENTARA
  18. 18. 18 OUTLINE SEMENTARAKATA PENGANTARDAFTAR ISIDAFTAR GAMBARDAFTAR TABELDAFTAR LAMPIRANI. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Perumusan Masalah 1.3. Tujuan dan Manfaat PenelitianII. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Morfologi dan Anatoni Ikan Lomek (Harpodonnehereus) 2.2. Sistem Pencernaan 2.3. Kebiasaan Makan Ikan Lomek (Harpodonnehereus) 2.4. Indeks Relatif PentingIII. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat 3.2. Bahan dan Alat 3.3. Metode Penelitian3.4. Prosedur Penelitian 3.4.1. Pengamatan Ciri-ciri Morfologi Ikan Lomek 3.5. Analisis Isi pencernaan 3.5.1. Penentuan Jumlah dan Jenis Makanan 3.5.2. Tingkat Kepenuhan Lambung 3.5.3. Frekuensi Kejadian 3.5.4. Indeks Relatif Penting 3.5. Analisis Data 3.6. AsumsiIV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil penelitian 4.2. Pembahasan
  19. 19. 19V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan 5.2. SaranDAFTAR PUSTAKALAMPIRAN
  20. 20. 20 DAFTAR PUSTAKAAfandi dan Raharjo. 1992. Fisiologi Ikan; Pencernaan.PAU. Ilmu Hayati IPB. 215 hal.Boyd, C.E and F. Litchkoppepler, 1982. Water qualitymanagement in pond fishreseach and development agriculture experiment Station Auburn University, Auburn 30 pp.Dias. 1972. Relation of Lenghts and Lengths to Weight in The Red Porgi, Cought of South Carolina.57 pp.Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau. 2008. Statistik Perikanan Tangkap Provinsi Riau. Pengembangan Perikanan Tangkap - APBN 2007. Pekanbaru. 1b-20 hal.Djuhanda, T. 1981. Dunia ikan. Armico Bandung. 190 halaman.Efendie, M.I.1978. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Dewi Sri, Bogor. 112 hal.Fishbase. 2008. Dunia Ikan. http//www.fishbase.com/2008/12/28/11473267.Hamidy,Y., M.Ahmad,T. Dahril,H. Alawi dan C.P. Pulungan. 1983.Identifikasi dan Inventarisasi Jenis Ikan di Sungai Siak, Riau. Pusat Penelitian Universita Riau, Pekanbaru. 63 hal (tidak diterbitkan).Hora,S.L. 1934. Wanderings of the Bombay duck, Harpodon nehereus(Ham. Buch).In Indian waters. J.Bombay Nat. Hist.Soc., Bombay 37, 640-654.Lingga dan Susanto.1987. Ikan Air tawar. Penebar Swadaya. Jakarta. 236 hal.Manda,R., I.Lukystiowati,C. Pulungan dan Budijono. 2005. Penuntun Praktikum Ichthyologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru.Mudjiman, A. 1984. Makanan Ikan. Penebar Swadaya. Situbondo. 190 hal.Nelson, J.S., 1984. FishesOf the Word. John Wiley and Sons, New York 524 pp.Nybakken, J., W. 1992. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Diterjemahkan oleh M. Ediman, D. G. Bengen, M. Hutomo dan S. Sukarjo.Gramedia. Jakarta. 402 halaman.Pillay. T. V. R. 1951. A preliminary note on the food and feeding habits of the Bombay duck, Harpodon nehereus (Ham).In the river Calcutta. 17, 261-262.
  21. 21. 21Pulungan,C.P., R.M. Putra, Nuraini dan N.Aryani, 1996. Penuntun Pratikum Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan.UNRI.Pekanbaru. 69 hal(tidak diterbitkan).Rahardjo,S. 1980. Oseanografi Perikanan I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 141 hal.Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Jilid I dan II. Bina Cipta. Bandung.520 hal.Sachlan, 1980.Planktonologi.Diktat Perkuliahan Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.166 halTim Ikhtiologi. 1989. Ikhtiologi. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan IPB. Bogor.
  22. 22. 22 USULAN PENELITIANSTUDY KEBIASAAN MAKANAN IKAN LOMEK (Harpodonnehereus)YANG TERDAPAT DI PERAIRAN DUMAI KOTA DUMAI PROVINSI RIAU OLEH RENGKI AFRIZAL FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012
  23. 23. 23 USULAN PENELITIAN STUDY KEBIASAAN MAKANAN IKAN LOMEK(Harpodonnehereus)YANG TERDAPAT DI PERAIRAN DUMAI KOTA DUMAI PROVINSI RIAUDiajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana perikanan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau OLEH RENGKI AFRIZAL FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012
  24. 24. 24 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dankarunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan usulan penelitian yangberjudul "Study Kebiasaan Makanan Ikan Lomek (HarpodonNehereus)yangTerdapat di Perairan Dumai Kota Dumai Provinsi Riau”. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Joko Samiaji.M.Sc selaku dosen pembimbing I dan Prof. Dr. Ir. Thamrin, MSc sebagaipembimbing II yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan usulanpenelitian ini dan teman-teman, serta semua pihak yang telah membantu danmemberi dukungan dalam penyusunan penelitian ini. Penulis menyadari dalam penyusunan usulan penelitian ini tidak terlepasdari kekurangan di dalam penulisan dan penyusunannya. Oleh karena itu, sangatdiharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak yang bersifat membangunmenuju perbaikan ke arah kemajuan untuk kesempurnan usulan penelitian ini. Pekanbaru, Mei2012 Rengki Afrizal
  25. 25. 25 ORAGNISASI PRAKTEK UMUM1. Peneliti : Rengki Afrizal Alamat : Jln. Bina Widya – Gg. Damai, Komplek ROHUL Pekerjaan : Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau NIM : 0804120569 Jurusan : Ilmu Kelautan2. Pembimbing I : Dr. Ir. Joko Samiaji. M.Sc NIP : 196509301989031002 Pekerjaan : Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas RiauAlamat : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau3. Pembimbing II : Prof. Dr. Ir. Thamrin, MSc NIP : 196308171991031002 Pekerjaan : Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas RiauAlamat : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau
  26. 26. 26 ANGGARAN BIAYA1. Biaya Persiapan a. Alat dan Bahan Penelitian : Rp 150.000 b. Pengetikan dan Perbanyakan Proposal : Rp 100.000 c. Seminar Proposal : Rp 150.000 Rp. 400.0002. Pelaksanaan a. Transportasi (PP) dan Lokal : Rp 300.000 b. Biaya Konsumsi : Rp 200.000 c. Peminjaman Alat Penelitian : Rp 450.000 d. Dokumentasi Penelitian : Rp 100.000 Rp. 1.050.0003. Penulisan Hasil Penelitian a. Pengetikan : Rp. 100.000 b. Perbanyakan Laporan : Rp. 200.000 c. Ujian serjana : Rp. 300.000 Rp. 600.000Total biaya :Rp. 2.050.000,-
  27. 27. 27 JADWAL PENELITIAN Mei Juni Juli Agustus 2012 2012 2012 2012No Jenis Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 41 Persiapan √ √2 Pra Penelitian √ √3 Seminar Proposal √ √4 Persiapan Penelitian √5 Penelitian √ √ √ √6 Seminar Hasil √ √ √ √7 Ujian Sarjana √ √
  28. 28. 28 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS RIAU FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN Kampus Bina Widya Km. 12,5 Pekanbaru, Telp.(0761)63274 – 63275 PENGESAHAN USULAN PENELITIANJUDUL : STUDY KEBIASAAN MAKANAN IKAN LOMEK (Harpodonnehereus)YANG TERDAPAT DI PERAIRAN DUMAI KOTA DUMAI PROVINSI RIAUNAMA : RENGKI AFRIZALNOMOR MAHASISWA : 0804120569JURUSAN : ILMU KELAUTAN DISETUJUI OLEHDekan Fakultas Perikanan Dosen Pembimbing I dan Ilmu KelautanProf. Dr. Ir. Bustari Hasan, M.Sc Dr.Ir. Joko Samiaji, M.ScNIP.1959 1024 198603 1004 NIP.196509301989031002 Dosen Pembimbing II Prof. Dr.Ir. Thamrin, M.ScNIP. 1963 0817 199103 1002
  29. 29. 29 DAFTAR GAMBARGanbar Halaman1. Ikan Lomek (Harpodonnehereus)................................................ 7
  30. 30. 30 DAFTAR LAMPIRANLampiran Halaman1. Peta Lokasi Penelitian................................................................... 19
  31. 31. 31Lampiran 1.Peta Lokasi Penelitian

×