INTERAKSI MIKROBA DENGANTUMBUHAN, HEWAN DAN MANUSIA            OLEH:      DR. DESSY YOSWATY
1. Habitat MikrobaSel individu mikroba         populasi secara metabolik                       interaksi lingkungankomunit...
Mikroba dijumpai pada ekosistem:a. Akuatik (air tawar): * Lotik : air berarus (mengalir). Contoh: sungai, parit. * Lentik:...
Tanah:Kombinasi proses fisika, kimia, biologi: tanah mineral dantanah organik.Contoh: bakteri kemoorganotrof, fungi pada t...
Mikroba: bentuk, sifat, tekstur tanah:a. Tanah pasir: 32 x 104 – 5 x 105 sel/grb. Tanah lempung: 36 x 104 – 6 x 105 sel/gr...
Perairan:Mikroba tersebar di perairan:a. Virus: Rota virus: diare          Hepatitis A: menyerang hati (inkubasi 1-2 bulan...
Komunitas 1                                    Komunitas 2Photic zone                                    oxic zone(oxugeni...
Laut bersihLaut kotor(tercemar)
Keuntungan mikroba di perairan:a. Kesuburan perairan, makanan biota laut.b. Dekomposer (bakteri, fungi): pengolahan limbah...
Nilai indeks pencemar biologis (IPB):   B x 100 A+BA: kandungan mikroba berklorofil (mikroalgae)B: kandungan mikroba tanpa...
Udara:a. Bakteri: Bacillus, Streptococcus, Pseudomonasb. Jamur: Aspergillus, Rhizopus, Penicilium, Mucorc. Ragi: Saccharom...
2. Interaksi Mikroba dengan TumbuhanAktivitas metabolisme mikroba bergantung pada kondisiLingkungan (faktor abiotik, bioti...
Simbiosis bakteri Rhizobium pada akar kacang-kacangan:a. Pembentukan nodul: bulu akar kacang: triftopan, bakteri          ...
c. Pembentukan bakteroid (sel bakteri perusak): koloni            bakteri tumbuh pada setiap sel akar, terbentuk          ...
Simbiosis fungi dan tumbuhan (mikoriza)a. Ektomikoriza: fungi (basidiomycetes, Ascomycetes dan  Zygomycetes) berasosiasi d...
Parasit mikroba pada tumbuhan:a. Bakteri: Pseudomonas, Xanthomonas, Erwinia: penyakit            pada akar tanaman, buah.b...
Penyakit layu pada tanaman pisang: fusarium
Pengendalian hayatiPenyakit/hama tumbuhan dengan memanfaatkan mikroba:- Antibiotik seperti: Pseudomonas, Trichoderma,Fusar...
3. Interaksi Mikroba dengan HewanMikroba berinteraksi dengan asosiasi erat-renggang antara  sesama mikroba, hewan atau tum...
a. Komensalisme (metabiosis): asosiasi yang renggang,              satu mendapat keuntungan dan yang lain               ti...
b. Mutualisme: masing-masing jenis mikroba mendapat               keuntungan.Contoh: Streptococcus faecalis: fenil alanin ...
d. Antibiosis (antagonisme): satu pihak akan terhambat              pertumbuhan atau mati karena toksin atau              ...
e. Sintropisme: kegiatan bersama terhadap sumber nutrisi              seperti penguraian bahan organik tanah,             ...
f. Parasitisme: parasit pada jasad inangnya, merusak inang.    Parasit: menyebabkan infeksi.    Inang: kekebalan/resistens...
Penyakit anthrax: Robert Koch (1905), Louis Pateur dari                  bakteri Bacillus anthracis.
Penyakit pada biota laut (ikan, udang)
4. Interaksi Mikroba dengan ManusiaSimbiosis: interaksi antara dua jenis mikroba yang hidup            bersama-sama.Simbio...
Mikroba dijumpai secara normal:a. Kulit: Staphylococcus, Corynebacterium, Pityrosporum,          Acinetobacter, Mirococcus...
Keuntungan Interaksi Mikroba dengan Manusia            hidup normalMikroba                    tubuh manusia (mulut, reprod...
Probiotik: oleh L. Illey dan S. Tillwell (1965)Fungsi: substansi yang dihasilkan oleh suatu organisme,        merangsang p...
Dr. Minoru Shirota (1930): mengkultur bakteri asam laktat,memilih satu jenis bakteri (Lactobacillus casei), tahanterhadap ...
Kacang kedelai difermentasi dengan bantuan fungi, ragi,dan bakteri asam laktat.Contoh: ragi: gliserin.        bakteri asam...
Senyawa karotenoid dan steroid: fungi.Bakteri Corynebacterium glutamicum : glutamat dan garamamonium untuk membuat asam am...
Kerugian Interaksi Mikroba dengan ManusiaMikroba parasit           pathogen.Hubungan inang-parasit: pathogenitas parasit.C...
Virulen dari pathogen         perlawanan inang.Infeksi             mikroba menetap & tumbuh pada inang          inang diru...
Respon imun:I. Alami (bawaan lahir/non adaptif): non spesifik.Komponen:a. Pertahanan: pembersih   Fungsi: membersihkan mik...
c. Pertahanan: mekanik  Fungsi: mencegah penetrasi bakteri  Lokasi: kulit, membran mukosa.d. Pertahanan: flora normal   Fu...
II. Imun didapat (adaptif)Terbentuk antibodi, berupa protein globulin dalam serum           yang spesifik terhadap suatu a...
Respon imunitas:- Fase pengenalan terhadap antigen- Fase eradikasi: melawan antigen.Reaksi peradangan : reaksi respon imun...
Sel yang terlibat dalam respon imun:a. Sel fagosit: monosit, makrofag, neutrofil.b. Limfosit: B, Tc. Sel sitotoksik: sel N...
b. Antibodi dihasilkan limfosit B, terikat pada pathogen,  dimanfaatkan fagosit untuk mengenal antigen lebih  efektif: ops...
Faktor virulen: patogen menyerang inang dengan perangkat        untuk melindungi diri, keturunannya dapat selamat.Tujuan: ...
- protein toksin: membunuh fagosit, mereduksi kekuatan    oksidasi.   - antigen permukaan: menghindarkan respon antibodib....
b. Toksin: cholera   Bakteri: Vibrio cholera   Mekanisme: merusak kontrol CAMP   Penyakit: diarec. Toksin: tetanus   Bakte...
e. Toksin: super antigen toxic shock syndrome   Bakteri: Staphylococcus aureus   Mekanisme: produksi sitokin oleh sel T   ...
Respon imun berlebihan terhadap antigen yang tidakberbahaya: hipersensitivitas.Penyakit: penyimpangan dari keadaan normal ...
b. Jalur kompleks 3 faktor   Pathogen (protozoa)      vektor (nyamuk)             manusia:   malaria.c. Jalur kompleks 4 f...
Penyakit masuk ke tubuh melalui:a. Penyebab (mikroba): menginfeksi tubuh melalui mulut,  air, bahan makanan.b. Penyebab da...
Sistem penularan:a. Udara: flu, asma, tbcb. Air: kulit, perutc. Makanan: kulit, perutd. Hewan, tanaman, tanah:    kulit, p...
Contoh:a. Mulut, alat pernafasan   Bakteri: Corynebacterium diphtheriae: difteri             Mycobacterium tuberculosis: T...
b. Saluran pencernaan, air seni  Bakteri: Clostridium tetani: tetanus           Salmonella typhi: tipus  Virus: Hepatitis ...
Keracunan makanan (food borne disease): Bakteripenghasil racun (enterotoksin, eksotoksin): mencemaribadan air.Contoh: spor...
Interaksi mikroba 2011
Interaksi mikroba 2011
Interaksi mikroba 2011
Interaksi mikroba 2011
Interaksi mikroba 2011
Interaksi mikroba 2011
Interaksi mikroba 2011
Interaksi mikroba 2011
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Interaksi mikroba 2011

12,190

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
12,190
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
347
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Interaksi mikroba 2011

  1. 1. INTERAKSI MIKROBA DENGANTUMBUHAN, HEWAN DAN MANUSIA OLEH: DR. DESSY YOSWATY
  2. 2. 1. Habitat MikrobaSel individu mikroba populasi secara metabolik interaksi lingkungankomunitas mikrobial ekosistem.Energi masuk ke ekosistem:- Cahaya matahari- Senyawa organik (C, H, N, S, Fe)- Senyawa anorganikAllochthonous: sintesis senyawa organik melalui aktivitas metabolik mikroba kemoorganotrof di ekosistem.
  3. 3. Mikroba dijumpai pada ekosistem:a. Akuatik (air tawar): * Lotik : air berarus (mengalir). Contoh: sungai, parit. * Lentik: air tidak berarus (tidak mengalir). Contoh: kolam, danau, rawa air tawar, rawa gambut.b. Laut: zona litoral, laut dangkal dan zona pelagik. Contoh: muara, pantai pasir/batu, laut dangkal/dalamC. Darat: hutan hujan tropis, savana, padang rumput, gurun,tundra.d. Buatan: dibuat manusia seperti bendungan, perkebunan.
  4. 4. Tanah:Kombinasi proses fisika, kimia, biologi: tanah mineral dantanah organik.Contoh: bakteri kemoorganotrof, fungi pada tanah lembab.Respirasi: asam karbonat (CO2 + H2O H2CO3)Fungsi: penghancuran batuan. Horizon O: permukaan, penyusun material tumbuhan Horizon A: warna gelap, s.organik dan mikroba tinggi Horizon B: sub soil (mineral, humus), organik dan mikroba rendah Horizon C: dasar tanah (batuan), aktivitas mikroba sangat lambat.
  5. 5. Mikroba: bentuk, sifat, tekstur tanah:a. Tanah pasir: 32 x 104 – 5 x 105 sel/grb. Tanah lempung: 36 x 104 – 6 x 105 sel/grc. Tanah subur: 2 x 106 – 2 x 108 sel/grPopulasi mikroba di tanah:a. Autoktonous: dalam tanah, tanpa pengaruh lingkungan luar (iklim, suhu, kelembaban).b. Zimogenik: di tanah karena pengaruh luar yang baru (peningkatan senyawa organik).c. Transien: keberadaan mikroba diikuti penambahan mikroba secara buatan (inokulum Rhizobium ke tanah).
  6. 6. Perairan:Mikroba tersebar di perairan:a. Virus: Rota virus: diare Hepatitis A: menyerang hati (inkubasi 1-2 bulan).b. Bakteri: Vibrio cholerae: kolera Salmonella typhi: tipus abdominale Eschericia coli: diarec. Protozoa: Entamoeba histolytica: disentri.
  7. 7. Komunitas 1 Komunitas 2Photic zone oxic zone(oxugenik phototrof) (aerob, fakultatif aerob)6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2C6H12O6 + 6O2 sedimen 6CO2 + 6H2O Komunitas 3 anoxic zone (fermentatif, anaerob) 1. bakteri methanogen (CO2 CH4) bakteri homoacetogenik (CO2 acetat) 2. bakteri pereduksi sulfat (SO4 H2S) bakteri pereduksi sulfur (So H2S) 3. bakteri denitrifikasi (NO3 N2) bakteri pereduksi besi sulfat (Feo Fe2+) 4. bakteri fermetasi (asam lemak, asam amino)
  8. 8. Laut bersihLaut kotor(tercemar)
  9. 9. Keuntungan mikroba di perairan:a. Kesuburan perairan, makanan biota laut.b. Dekomposer (bakteri, fungi): pengolahan limbah.c. Tanpa pengurai: timbul toksin, bahaya pada ikan.d. Fotosintesa: mikroalgae, menghasilkan oksigenKerugian mikroba di perairan:a. Pathogen: penyakit seperti Clostridium, Psudomonas, Salmonellab. Warna air berubah: bakteri besi (Crenothrix), mikroalgaec. Air berbau busuk: bakteri sulfur (Thiobacillus)
  10. 10. Nilai indeks pencemar biologis (IPB): B x 100 A+BA: kandungan mikroba berklorofil (mikroalgae)B: kandungan mikroba tanpa klorofil (bakteri, fungi)Nilai IPB: 0-8 : kualitas air bersih, jernih 9-20 : kualitas air tercemar ringan21-60 : kualitas air tercemar sedang60-100 : kualitas air tercemar berat
  11. 11. Udara:a. Bakteri: Bacillus, Streptococcus, Pseudomonasb. Jamur: Aspergillus, Rhizopus, Penicilium, Mucorc. Ragi: Saccharomyces, CandidaUdara: gas N2, O2, H2O, CO2Kebersihan udara: mencegah penyakit pernafasanPencegahan: sinar UV, filter, larutan alkohol (75%).
  12. 12. 2. Interaksi Mikroba dengan TumbuhanAktivitas metabolisme mikroba bergantung pada kondisiLingkungan (faktor abiotik, biotik).Mikroba dalam tanah: proses pelarutan mineral dalam bentuk senyawa kompleks menjadi bentuk ion, garam sehingga dapat diserap oleh akar tanaman.Contoh: unsur fosfor (senyawa kompleks batu-batuan), terlarut oleh mikroba pelarut fosfat, diserap akar untuk pertumbuhan tanaman.
  13. 13. Simbiosis bakteri Rhizobium pada akar kacang-kacangan:a. Pembentukan nodul: bulu akar kacang: triftopan, bakteri mengubahnya: indol asetat, bulu akar menjadi berkerut. Bakteri: enzim untuk melarutkan senyawa pektat (selulosa), bakteri melekat pada bulu akar.b. Invansi bakteri: senyawa pektat menyebabkan dinding bulu akar tipis, bakteri masuk, terjadi infeksi.
  14. 14. c. Pembentukan bakteroid (sel bakteri perusak): koloni bakteri tumbuh pada setiap sel akar, terbentuk nodul akar matur.d. Fiksasi nitrogen udara oleh Rhizobium: kacang-kacangan sebagai pupuk hijau (daun, batang).e. Rhizobium dapat mengurai residu pestisida pada tanah pertanian.f. Buah kacang-kacangan: sumber protein.
  15. 15. Simbiosis fungi dan tumbuhan (mikoriza)a. Ektomikoriza: fungi (basidiomycetes, Ascomycetes dan Zygomycetes) berasosiasi dengan tanaman khusus/semak (cemara, oak, gandum, jagung). Fungi pada ujung akar masuk ke korteks, pertumbuhan tanaman menjadi cepat. Contoh: Thelophora terrestris, Pisolitus tinctorius.b. Endomikoriza: hifa Zygomycetes masuk ke korteks, membentuk gumpalan (pembengkakan), ketersediaan fosfat, air untuk fotosintesis.
  16. 16. Parasit mikroba pada tumbuhan:a. Bakteri: Pseudomonas, Xanthomonas, Erwinia: penyakit pada akar tanaman, buah.b. Virus: kerusakan daun tembakau (mosaik, klorosis).c. Jamur: Ustiligo, Monilia: bintik hitam pada jagung, gandum.
  17. 17. Penyakit layu pada tanaman pisang: fusarium
  18. 18. Pengendalian hayatiPenyakit/hama tumbuhan dengan memanfaatkan mikroba:- Antibiotik seperti: Pseudomonas, Trichoderma,Fusarium, Bacillus, Ampelomyces.- Modifikasi bakteri ke tanaman: DNA rekombinan. Contoh: bakteri Pseudomonas syringae: protein (gen ice nucleation) untuk melindungi pembekuan tanaman. Agrobacterium tumefaciens: plasmid DNA dimasukan ke sel tanaman, tahan terhadap predator (serangga, virus, pestisida) tanaman transgenik.
  19. 19. 3. Interaksi Mikroba dengan HewanMikroba berinteraksi dengan asosiasi erat-renggang antara sesama mikroba, hewan atau tumbuhan.Pola interaksi Simbiosis (sym: bersama, bios: hidup)Simbiosis: asosiasi antara 2 atau lebih mikroba, dimana satu jenis mendapat keuntungan dan yang lain mendapat kerugian/keuntungan.Contoh: kompetisi dalam mendapatkan nutrien dari lingkungan untuk pertumbuhan.
  20. 20. a. Komensalisme (metabiosis): asosiasi yang renggang, satu mendapat keuntungan dan yang lain tidak mendapat keuntungan/kerugian. Contoh: mikroba anaerob dalam saluran pencernaan manusia, sel khamir menyediakan substrat alkohol untuk pertumbuhan bakteri asam asetat dalam proses fermentasi asam asetat.Ganggang hijau biru dan BasidiomycotaMembentuk lumut kerak.
  21. 21. b. Mutualisme: masing-masing jenis mikroba mendapat keuntungan.Contoh: Streptococcus faecalis: fenil alanin Lactobacillus arabinosis: asam folatc. Sinergisme: kemampuan untuk melakukan perubahan kimia pada substrat. Contoh: EM4
  22. 22. d. Antibiosis (antagonisme): satu pihak akan terhambat pertumbuhan atau mati karena toksin atau antibiotik yang dihasilkan mikroba lain. Contoh: Streptococcus lactis: asam laktat, menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis.
  23. 23. e. Sintropisme: kegiatan bersama terhadap sumber nutrisi seperti penguraian bahan organik tanah, proses pengolahan air limbah. Contoh: jasad A, B, C, D mengambil zat x. Zat x sedikit diuraikan A, hasil pemecahan dapat merangsang pertumbuhan B dan menghasilkan zat untuk C, D dan A.
  24. 24. f. Parasitisme: parasit pada jasad inangnya, merusak inang. Parasit: menyebabkan infeksi. Inang: kekebalan/resistensi (mencegah infeksi): - Resistensi non spesifik: mekanisme pertahanan alami - Resistensi spesifik: merespon parasit tertentu (imunitas), jika inang tidak mampu menghentikan infeksi akan mati.Pencegahan: antimikroba (antibiotik) untuk menghilangkan parasit.
  25. 25. Penyakit anthrax: Robert Koch (1905), Louis Pateur dari bakteri Bacillus anthracis.
  26. 26. Penyakit pada biota laut (ikan, udang)
  27. 27. 4. Interaksi Mikroba dengan ManusiaSimbiosis: interaksi antara dua jenis mikroba yang hidup bersama-sama.Simbiosis dari bahasa Yunani:- sym: untuk- biosis: kehidupan.Mikroba yang melakukan simbiosis: simbion.Interaksi: menimbulkan pengaruh positif, negatif atau tidak ada pengaruh antar populasi mikroba yang satu dengan yang lain.
  28. 28. Mikroba dijumpai secara normal:a. Kulit: Staphylococcus, Corynebacterium, Pityrosporum, Acinetobacter, Mirococcus.b. Mulut: Streptococcus, Lactobacillus, Fusobacterium, Achtinomycetes.c. Pernafasan: Streptococcus, Staphylococcus, Corynebacterium.d. Pencernaan: Lactobacillus, Clostridium, E.coli.e. Urogenital: E. coli, Proteus, Klebsiella.
  29. 29. Keuntungan Interaksi Mikroba dengan Manusia hidup normalMikroba tubuh manusia (mulut, reproduksi).Contoh: di usus manusia terdapat 8 kg bakteri yaitu bakteri pathogen (Staphylococcus, Clostridium perfringen, Salmonella, E.Coli=15%) dan bakteri yang menguntungkan (bifidobakteria= 85%). hidup normal Jika kedua jenis bakteri tubuh sehat
  30. 30. Probiotik: oleh L. Illey dan S. Tillwell (1965)Fungsi: substansi yang dihasilkan oleh suatu organisme, merangsang pertumbuhan organisme lain.Probiotik dari bahasa Yunani : Probios (untuk kehidupan).yaitu: organisme beserta substansinya yang mendukungkeseimbangan mikro-flora dalam saluran pencernaan.Antibiotik oleh Sperti (1971): untuk ekstrak jaringan yangmenstimulasi pertumbuhan bakteri.
  31. 31. Dr. Minoru Shirota (1930): mengkultur bakteri asam laktat,memilih satu jenis bakteri (Lactobacillus casei), tahanterhadap cairan pencernaan, menjadi strain baru yang ungulBakteri ini mampu:- menaklukkan hambatan fisiologis seperti asam lambung dan cairan empedu- membantu meningkatkan kesehatan dengan mengaktifkan sel-sel kekebalan- meningkatkan jumlah bakteri berguna- mengurangi jumlah bakteri pathogenContoh: minuman susu fermentasi.
  32. 32. Kacang kedelai difermentasi dengan bantuan fungi, ragi,dan bakteri asam laktat.Contoh: ragi: gliserin. bakteri asam laktat dan jamur Aspergilus niger : industri makanan (tempe, tahu, keju).Antibiotik (penisilin): sekresi fungi, aktinomiset, bakteriuntuk mengobati penyakit infeksi bakteri pathogen.Minyak bumi, gas bumi dan selulosa: didegradasi olehmikroba dan diubah bahan sel (biomassa).
  33. 33. Senyawa karotenoid dan steroid: fungi.Bakteri Corynebacterium glutamicum : glutamat dan garamamonium untuk membuat asam amino, nukleotida, dansenyawa biokimia lain dalam jumlah besar.Contoh: - amilase: hidrolisis pati - proteinase: pengolahan kulit - pektinase: penjernihan sari buahRekayasa genetika: memindahkan DNA manusia ke dalambakteri: sintesis senyawa protein untuk pembuatan hormon,antigen dan antibodi.
  34. 34. Kerugian Interaksi Mikroba dengan ManusiaMikroba parasit pathogen.Hubungan inang-parasit: pathogenitas parasit.Contoh: - kemampuan parasit untuk merusak inang - perlawanan inang terhadap parasitPathogenitas tergantung individu pathogen.Ukuran kuantitatif pathogenitas: virulen yaitu jumlah sel yang akan menimbulkan respon pathogen pada inang pada suatu periode waktu.
  35. 35. Virulen dari pathogen perlawanan inang.Infeksi mikroba menetap & tumbuh pada inang inang dirugikan/dilukai.Penyakit kerusakan/luka pada inang, melemahkanfungsi inang.Sistem kekebalan (imun): membunuh pathogen atau minimalkan akibat serangan pathogen.
  36. 36. Respon imun:I. Alami (bawaan lahir/non adaptif): non spesifik.Komponen:a. Pertahanan: pembersih Fungsi: membersihkan mikroba, mencegah penyerangan Lokasi: air mata, air kencing, mukosa, air liur, batuk, bersin.b. Pertahanan: pH Fungsi: mencegah pertumbuhan bakteri Lokasi: asam lemak pada kulit, asam lambung.
  37. 37. c. Pertahanan: mekanik Fungsi: mencegah penetrasi bakteri Lokasi: kulit, membran mukosa.d. Pertahanan: flora normal Fungsi: menyaingi kolonisasi pathogen Lokasi: kulit, permukaan mukosae. Pertahanan: protein komplemen Fungsi: memperkuat pagosit, melemahkan bakteri Gram (-) Lokasi: darah, jaringan melalui interaksi antigen-antibodi.
  38. 38. II. Imun didapat (adaptif)Terbentuk antibodi, berupa protein globulin dalam serum yang spesifik terhadap suatu antigen.Contoh: imunisasi (DPT, Hepatitis, BCG).
  39. 39. Respon imunitas:- Fase pengenalan terhadap antigen- Fase eradikasi: melawan antigen.Reaksi peradangan : reaksi respon imun untuk menghadapi infeksi (bengkak, merah, panas, nyeri).
  40. 40. Sel yang terlibat dalam respon imun:a. Sel fagosit: monosit, makrofag, neutrofil.b. Limfosit: B, Tc. Sel sitotoksik: sel NK, eosinofild. Sel auxiliary: basofil, sel mast, platelet (pembekuan darah).Contoh:a. sel fagosit menangkap antigen, memproses,membawa ke limfosi T. Limfosit T menghasilkan sitokin,mengaktifkan fagosit untuk menghancurkan antigen yang ditelannya.
  41. 41. b. Antibodi dihasilkan limfosit B, terikat pada pathogen, dimanfaatkan fagosit untuk mengenal antigen lebih efektif: opsonisasi.Beberapa sel berperan sebagai mediator:- Antibodi- Sitokin- KomplemenSerum mengandung protein untuk respon imun.
  42. 42. Faktor virulen: patogen menyerang inang dengan perangkat untuk melindungi diri, keturunannya dapat selamat.Tujuan: merusak inang, menyelamatkan mikroba dari serangan inang.Fungsi faktor virulen:a. Memperantarai kolonisasi bakteri pada permukaan sel inang, memberi kesempatan bakteri untuk memproduksi hasil sekresi guna penyerangan selanjutnya: - Pili: melekat pada permukaan mukosa (kulit). - Adesin non fimbria: mempererat ikatan bakteri pada sel inang.
  43. 43. - protein toksin: membunuh fagosit, mereduksi kekuatan oksidasi. - antigen permukaan: menghindarkan respon antibodib. Faktor yang merusak, menghancurkan inang: kerusakan jaringan, gangguan fungsi organ.Toksin bakteri:a. Toksin: difteri Bakteri penghasil: Clostridium difteria Aksi mekanisme: menghentikan sintesis protein. Penyakit: merusak jantung, organ lain.
  44. 44. b. Toksin: cholera Bakteri: Vibrio cholera Mekanisme: merusak kontrol CAMP Penyakit: diarec. Toksin: tetanus Bakteri: Clostridium tetani Mekanisme: proteolitik Penyakit: spisstik paralysisd. Toksin: alfa toksin Bakteri: Clostridium perfringens Mekanisme: phospolipase Penyakit: membunuh pagosit, kerusakan jaringan (membran).
  45. 45. e. Toksin: super antigen toxic shock syndrome Bakteri: Staphylococcus aureus Mekanisme: produksi sitokin oleh sel T Penyakit: toxic shock syndromeKegagalan sistem imun (imunopatologi): respon imundalam menghadapi pathogen, menimbulkan penyakit.Autoimunitas: sistem imun mengenali diri sendiri sebagaibenda asing, bereaksi dengan komponen tersebutrespon imun tidak efektif: imunodefisiensi.
  46. 46. Respon imun berlebihan terhadap antigen yang tidakberbahaya: hipersensitivitas.Penyakit: penyimpangan dari keadaan normal dari struktur atau fungsi tubuh.Gejala: perubahan dari keadaan tersebut.Contoh: pusing, mual: gejala demam.Penularan penyakit:a. Jalur kompleks 2 faktor Pathogen (virus) manusia: flu.
  47. 47. b. Jalur kompleks 3 faktor Pathogen (protozoa) vektor (nyamuk) manusia: malaria.c. Jalur kompleks 4 faktor Pathogen )bakteri) perantara (tikus) vektor (kutu tikus) manusia: penyakit pes. vektor (3 faktor) 2 faktor Pathogen Manusia 4 faktor Perantara vektor
  48. 48. Penyakit masuk ke tubuh melalui:a. Penyebab (mikroba): menginfeksi tubuh melalui mulut, air, bahan makanan.b. Penyebab dalam jaringan inangc. Gangguan/kerusakan pada tubuh inang oleh jasad penyebab: - kerusakan secara langsung, jaringan inang sebagai habitat jasad penyebab. - kerusakan secara tidak langsung, jasad penyebab menghasilkan toksin/ senyawa perusak.
  49. 49. Sistem penularan:a. Udara: flu, asma, tbcb. Air: kulit, perutc. Makanan: kulit, perutd. Hewan, tanaman, tanah: kulit, pernafasan.e. Kontak antar manusia: kulit, kelamin
  50. 50. Contoh:a. Mulut, alat pernafasan Bakteri: Corynebacterium diphtheriae: difteri Mycobacterium tuberculosis: TBC Fungi: Histoplasma capsulatum: histoplasmosis (jaringan) Virus: Measles: campak Rabies
  51. 51. b. Saluran pencernaan, air seni Bakteri: Clostridium tetani: tetanus Salmonella typhi: tipus Virus: Hepatitis Protozoa: Entamoeba histolytica: disentri amuba Trichomonas hominis: enteritisc. Peredaran darah, kulit Bakteri: Staphylococcus sp: jerawat bisul Streptococcus sp: tenggorokan. Protozoa: plasmodium: malaria Jamur: Microsporium canis: panu
  52. 52. Keracunan makanan (food borne disease): Bakteripenghasil racun (enterotoksin, eksotoksin): mencemaribadan air.Contoh: spora Clostridium perfringens, C. Botulinum,Bacillus cereus, dan Vibrio parahaemolyticus masuk kedalam air melalui debu/tanah, kotoran hewan, makanan,dan limbah.Bakteri mengeluarkan toksin: dikonsumsi menyebabkankeracunan makanan seperti mengganggu alat pencernaan,mengganggu urat saraf tepi.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×