Pelukisan Benda Kerja
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Pelukisan Benda Kerja

on

  • 1,140 views

memberi tanda-tanda pada benda kerja dan gambar konstruksinya

memberi tanda-tanda pada benda kerja dan gambar konstruksinya

Statistics

Views

Total Views
1,140
Views on SlideShare
1,090
Embed Views
50

Actions

Likes
1
Downloads
11
Comments
0

2 Embeds 50

http://pelatihankayu.blogspot.com 49
http://www.slashdocs.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pelukisan Benda Kerja Document Transcript

  • 1. PUSAT PENGEMBANGAN DAN PELATIHAN INDUSTRI KAYU - PIKAPELUKISAN BENDA KERJAPenyesuaian bagian-bagian benda kerjaSebelum kita melukisi bagian-bagian suatu benda kerja, hendaknya benda kerja kita periksapada:Cacat kayu (mata kayu, alur damar, dan sebagainya)Gambar permukaan kayu (tekstur)Arah seratArah lingkaran tahunPerbedaan warnaPandangan semu karena jalannya teksturCara menggambari bagian-bagianYang dimaksud dengan menggambari bagian, ialah menggambarkan tanda-tanda pada bendakerja. Bila terdapat beberapa bagian yang sama suatu perabot harus dibuat, maka bagian-bagianitu harus diberi nomor.Arti satuan tandaPelukisan banda kerja bersamaPentingTanda jangan dibuat samara-samar atau terlalu kecil.Gunakan pencil lunak (B) dan siku !PELUKISAN BENDA KERJA Hal 1
  • 2. PUSAT PENGEMBANGAN DAN PELATIHAN INDUSTRI KAYU - PIKAPenghubungan bagian-bagian benda kerjaRangka dengan kaki dan ambang diberitanda pada sisi atas dan keliling. Dengancara ini, akan terlihat dengan jelas manabagian depan, samping dan belakang.Pada bagian bentuk kubus, bagiandepannya yang diberi tanda.Cara menandai suatu benda kerja didasarkan pada beberapa aturan yang umum. Hal utama yangterpenting, adalah: tandai suatu benda kerja selalu dari sisi yang sama.Pintu-pintu ruang - pada sisi balikPintu-pintu perabot - pada sisi pandanganAlmari - sisi pandangan/depanPanel - bidang pandanganLaci-laci - selalu pada bagianFragmen - gunakan selalu bagian depan pada gambar sebagai sisi yang ditandai.Pada pekerjaan yang sulit, bubuhkan tanda dalam gambar juga.Dengan menggores, dipindahkan ukuran dan bentuk yang tercantum pada gambar ke permukaankayu. Pekerjaan ini penting, karena ketelitian penggoresan menjamin ketepatan benda jadi.Peralatan : Meteran, siku, siku verstek, siku swai, kelos siku, pensil (H), 2 penjepit kecilPELUKISAN BENDA KERJA Hal 2
  • 3. PUSAT PENGEMBANGAN DAN PELATIHAN INDUSTRI KAYU - PIKAArti tandaPotongan sikuTanda silang = tempat penggergajian untuk memotong bagian benda kerja.Potongan serong satu sisiPada sisi panjang beri tanda dengan silang.Potongan serong dua sisiPada potongan serong yang sulit, kedua sisi panjang bisa ditandai dengan silangKonstruksi parohan lurusLingkaran = sudut batasGaris berombak = bahan yang terbuangPELUKISAN BENDA KERJA Hal 3
  • 4. PUSAT PENGEMBANGAN DAN PELATIHAN INDUSTRI KAYU - PIKALubang pen (purus)Kedalaman lubang pada bagian dalam.Lubang pen (purus) dengan pen tambahan (spat sen). Kedalaman lubang dicantumkan.Purus terbukaGaris selombang = bagian yang terambilMeskipun sudah terdapat tanda bagian bahan yang harus dihilangkan, pada garis potongpundakan pen harus diberi tanda lingkaran.Purus kontra profilDengan tanda-tanda pemotongan, bagian yang dibuang, pundakan purus untuk sponing danprofil miring.PELUKISAN BENDA KERJA Hal 4
  • 5. PUSAT PENGEMBANGAN DAN PELATIHAN INDUSTRI KAYU - PIKASebelum penggoresan, hendaknya kayu rangka diberi tanda terakit. Untuk mencapai hasil yangtepat, sebaiknya bingkai rangka bersamaan dijepit, sehingga bagian dalam terletak di atas dantanda segitiga keluar.Contoh Penandaan : Sambungan kerangka dengan purus (pen) terbuka, sponing dan kontra profil miring.Penting : Langkah-langkah kerja ini berlaku bagi pengerjaan dengan tangan. PadaPengerjaan dengan mesin, sebagian dari langkah-langkah itu tidak perlu.Memindahkan ukuran luar.Pindahkan ukuran lebar bingkai kerangka yang melintang dan gores ukuran dalamDari ukuran dalam pada purus diberi speling untuk sponing dan pundak. Pada lubang hendaknyadasarnya dimiringkan, yang juga merupakan speling selebar pundak.Kalau bagian dalam sudah diberi semua goresan yang perlu, dilakukan kemudian pemindahan kesekeliling dengan siku. Pada bagian purus, goresan dibuat pada kedua sisi bidang lebar. Goresanyang pada bidang lebar tidak diperlukan, perlu ditandai pada bagian luar.Tandai ketebalan purus dan celah kedua pipi-pipi dengan perusut. Perusut harus selaludihantarkan berpedoman bagian yang tertanda.Pembubuhan tanda : lingkaran untuk sudut batas. Garis gelombang untuk bagian yang terbuang.PELUKISAN BENDA KERJA Hal 5
  • 6. PUSAT PENGEMBANGAN DAN PELATIHAN INDUSTRI KAYU - PIKAPembuatan sponing dan profil miring dengan tangan memerlukan pemindahan semua goresanpada seluruh panjang benda kerj. Pada pengerjaan mesin, penandaan bisa dilakukan dengantangan bebas dengan dibubuhi tanda pada sisi luar. goresan pundakan purus kontra profil Goresan dalam ditandai di bagian luar dengan menggunakanTanda untuk pengerjaan alur, sponing dan profilSponing terusan hanya harus diberi tanda pada satu tempat saja, ukuran sponing juga harusditerakan.S = sponingPada pengerjaan dengan tangan, ukuran sponing harus digoreskan tepat pada seluruh panjangnyadengan perusut.Sponing yang buntu pada kedua ujungnya, harus diberi tanda tangan dengan anak panah.PELUKISAN BENDA KERJA Hal 6
  • 7. PUSAT PENGEMBANGAN DAN PELATIHAN INDUSTRI KAYU - PIKAPada pembuatan alur, lebar alur dan lebar sisi alur harus dicantumkan.A = alurAlur buntu, seperti pada sponing, harus diberi garis batas dan anak panah.Sisi yang akan diberi profil juga harus diberi tanda dengan jelas pula.P = profilUkuran yang tercantum menunjukan bagian yang harus dibentuk.Profil buntu harus diberi garis pembatas dan anak panah sebagai tanda.PELUKISAN BENDA KERJA Hal 7
  • 8. PUSAT PENGEMBANGAN DAN PELATIHAN INDUSTRI KAYU - PIKAKesalahan-kesalahan utama pada menggores :Kesalahan menggores dapat disebabkan karena : Gambar tidak dibentangkan rata Penerangan yang kurang pada tempat kerja, sehingga benda yang harus digores terkena bayangan. Alat gores tidak tepat dan cacat Pensil yang lunak menghasilkan garis yang tebal dan tak tepat Pembacaan ukuran dan petunjuk pengerjaan dari gambar kerja kurang teliti. Pengukuran dengan meteran tidak tepat.Perhatian : Bila pada pembuatan alur, sponing, atau profil ada kayu yang harus dibuang, maka pada kayu lawannya, bagian itu harus ditambahkan.Periksa setiap penggoresan dengan cermat.Siku Apabila siku tidak menunjukkan 90°, maka kedua garis yang dibuat dengan penempatan siku ke sebelah kiri dan kanan, tidak berimpit.Siku verstekGaris-garis yang terbentuk oleh sikuverstek yang dipasang dari kanan dan kiri,harus membentuk sudut 90°.Perusut Ujung alat gores bukan berbentuk kerucut, melainkan harus tajam seperti bentuk baji.PELUKISAN BENDA KERJA Hal 8