Uploaded on

Kabar Lesbian Indonesia Terkini Edisi IV

Kabar Lesbian Indonesia Terkini Edisi IV

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,722
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
21
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. edisi IV
  • 2. mempersembahkan 1
  • 3. Salam Klikers! CD MAGAZINE KL IK! kembali hadir, mudah untuk men setelah penerbita erbitkan majalah in n ke-3 pada tahun i secara reguler. Ti 2009. Bukan peke jaringan kerja agar m redaksi terus be rjaan majalah ini kemba lajar dan memperlu li hadir ke hadapa as n teman-teman. Pada edisi ke-4 ini, selain menyajikan teman-teman fem tulisan beberapa ak inis, akademisi, da tivis lesbian, redaks dalam proses pene n aktivis HAM untu i juga mengundan rbitan. Redaksi be k menyumbangka g rharap kehadiran n tulisan dan terliba bahwa komunitas mereka dapat men t lesbian tidaklah se jadi simpul pengua Bukankah tidak ha ndiri dalam mempe t, rus lesbian yang m rjuangkan kesetara enyuarakan hak as an haknya di Indo yang peduli pada asi lesbian? Kita bi nesia.Redaksi: penghapusan disk sa melibatkan siapa riminasi dan kekera sajaRai san terhadap lesb Tema “Kesehatan ian.Kamilia Manaf Reproduksi Lesbia membicarakan isu n” kami angkat, ka tersebut. Ini juga pe rena belum banyakLia Rahmawati rtanda akses inform literatur yang perempuan lesbia asi dan pelayananDewi Nova Wahyuni n belum menjadi pe kesehatan reprod komunitas lesbian. rhatian serius mas uksi Juga berkaitan de yarakat IndonesiaArwani ngan peringatan Ha , bahkan di kalang Desember lalu, su ri AIDS Sedunia ya an dah saatnya komun ng kita peringati paLayouter: untuk perempuan itas lesbian Indone da 1 lesbian. Selain itu sia lebih banyak bi , peringatan Hari HA cara tentang seksEstha Vadose momentum pentin M Internasional 10 aman g bagi komunitas Desember menjadi sebagai bagian da lesbian untuk menAgus Wiyono ri hak asasi manus yuarakan hak asas ia. Dan bagaiman i perempuan lesbia masyarakat Indone a kita memaknai Ha nEmail : sia setiap tanggal ri Ibu, yang diperin 22 Desember, deng gatipelangiperempuan@gmail.com an perspektif kita Terima kasih kepa sebagai lesbian. da teman-teman ya penyuntingan dan ng telah menyumWebsite : produksi CD Magaz bangkan tulisan da ine KLIK! Semoga n terlibat dalam prwww.pelangiperempuan.or.id berkelanjutan dan CD Magazine KLIK oses reguler dengan ja ! dapat terbit seca ringan kerja yang ra lebih luas.Account : Edisi kali ini juga ka mi hadirkan sebagaBank Central Asia Baru 2012 untuk te i kado meyambut man-teman pemba Tahuncab. Pademangan LGBT Indonesia ki ca. Semoga perger an maju dan solid akanInstitut Pelangi Perempuan berikutnya! untuk tahun-tahu nNo. Rek. 4870 26 8888Institut Pelangi Perempuan Kamilia ManafProduction © 2011 Redaktur 2
  • 4. Daftar Isi hot issue 4 musik 38 kongkow les 13 lez idol 51 curcol 26 lez smart 59interview 27 healthy tips 63 lez talk 31 tips n triks 65lez movie 35 puisi 67 buku 37 3
  • 5. 4
  • 6. Gurlz, jarang ya kita dengar pembicaraan yang rada dalam tentang kes- ehatan reproduksi dan seksual pere muda kayak kita. Padahal pentinglho J. Karena dianggap tabu buat diomongin, baik di lingkungan kelu- arga maupun masyarakat, jadinya pas kejadian kita suka kayak orang bingung gitu. Ya kan (;p). Contohnya ada istilah “mbah brewok lagi mimisan” alias sedang menstruasi. Coba deh tanya sama diri sendiri, ada yang tahu nggak sih bagian-bagian vagina itu apa aja? Hehehe. Pasti langsung garuk-garuk kepala, deh. Tubuh sendiri aja kita nggak ngenalin.Nah, daripada tambah berkerut tuh alis atau langsung ada background lagu Dewiq yang “BeTe” (;p), yuk kita kenali alat reproduksi kita dan kita korek bocoran-bocoran kesehatan reproduksi atawa kespro, agar makin jadi lesbian yang PD. 5
  • 7. Lanjut ya Jeung-jeung. Alat reproduksi perempuan terdiriatas dua bagian, yaitu bagian luar dan dalam.Bagian luar memiliki fungsi:• Bibir kemaluan (labia mayora), yaitu daerah yang berambut. Ini rambut punya fungsi juga, cuy. Yaitu, sebagai pelindung yang menjaga agar bagian dalam kita tetap lembap.• Bibir dalam kemaluan (labia minora), yaitu daerah yang nggak berambut dan memiliki jaringan serat sensorik yang luas, yang sangat peka karena men- gandung ujung syaraf. Itulah sebabnya bagian ini sangat sensitif.• Vagina, yaitu rongga penghubung antara alat re- produksi bagian luar dan dalam. Sudah ya bagian dalamnya J. 6
  • 8. Sekarang kita bahas alat reproduksi bagian dalam yang memiliki fungsi sebagai berikut: Vagina bagian luar. Ini jalan keluar darah haid dan jalan bagi bayi lahir (sifatnya sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina). Leher rahim (cervix). Ini dia nih penghubung antara vagina dan rahim. Rahim (uterus). Ini tempat sel telur yang sudah dibuahi tumbuh dalam rahim selama kehamilan. Bila telur nggak dibuahi, maka sel telur nempel gitu di dinding rahim. Selanjutnya dinding rahim menebal lalu luruh dan mengalir ke luar dalam bentuk darah. Inilah yang disebut haid atau menstruasi.Saluran telur (tuba falopi), yaitu dua saluran di sebelah kanan dan kiri rahim yang berfungsi sebagai penghubung rongga rahim dan indung telur. Dua buah indung telur (ovarium) berfungsi memproduksi sel telur dan hormon perempuan, yaitu estrogen danprogesteron. Atas pengaruh hormon, satu hingga dua sel telurmasak setiap bulan, lalu dilepaskan ke dinding rahim. Dinding rahim ini akan menebal, yang sebenarnya berguna sebagai tempat sel telur bersarang setelah dibuahi. 7
  • 9. Organ reproduksi perempuan Indung telur, jumlahnya dua buah, terletak di kiri dan kanan rahim. Berfungsi untuk mengeluarkan sel telur sebulan sekali secara bergantian. Fimbria (ujung rahim), bentuknya seperti tangan. Berfungsi menangkap sel telur yang dikeluarkan indung telur. Saluran telur, berfungsi mengantar telur dari indung telur menuju rahim. Rahim, berfungsi sebagai tempat menyimpan janin. Leher rahim. Liang sanggama, berfungsi sebagai tempat keluarnya menstruasi dan sebagai jalan keluar bayi saat melahirkan. 8
  • 10. Nah, sekarang siapa yang hobi ngaca? Kalau ada yang nunjuk tangan… bagouz! Mari berkaca. J Merasa kulit wajah mulai bermasalah? Ada yang cenderung kering, berminyak, normal. Apa kalian melihat ada payudara yang tumbuh sempurna ;p, puting menonjol, bentuk tubuh berlekuk? J Cek yang di samping kiri-kanan, bulu-bulu ketiak sudah rapi belum. Hehehe. Juga yang di bawah,yaitu bulu yang tumbuh di atas permukaan kelamin kita. Nah, kalau tanda-tanda itu ada pada kita, nggak perlu khawatir, Jeung! Berarti telah terjadi perubahan fisik menjadi seorang perempuan. Haiyah. Selain yang terlihat dari luar, perubahan juga terjadi di dalam tubuh. Otak akan mengeluarkan zat-zat kimia yang disebut hormon. Hormon ini akanmemengaruhi perubahan fisik dan emosi cewek pada masa pubertas, terutama: estrogen dan progesteron yang diproduksi indung telur. Rahim, saluran telur, indung telur, rongga panggul, dan vagina tumbuh seakan bersiap untuk melakukan fungsi dan proses reproduksi yang ditandai dengan adanya siklus menstruasi. Satu kali per bulan indung telur melepas satu sel telur ke saluran indung telur, lalu bergerak menuju rahim. Siklus biasanya terjadi 28 hari sekali (dengan kisaran 21 - 35 hari). Ada yang masih punya catatan nggak tanggal hari pertama haid? (Wah memorial sekali ya (;p) sampai diingat-ingat). Masa subur perempuan 14 hari sebelum haid berikutnya. Bila sel telur dalam perjalanannyamenuju dinding rahim (masa subur) nggak bertemu dengan sel sperma (artinya, tidak terjadi hubungan seksual dengan laki-laki pada masa subur), maka sel telur beserta lapisan dalam dinding rahim tempatnya bersarang luruh dan ke luar melalui lubang vagina sebagai darah haid/menstruasi. Setelah haid selesai (5 - 7 hari), indung telur mulai bersiap melepas sel telur berikutnya, di bawahpengaruh hormon estrogen. Begitu seterusnya setiap bulan, sehingga siklus haid dianggap siklus bulanan, yang disebut “datang bulan”. 9
  • 11. Nah, setelah mengenali alat reproduksi dan pertumbuhan tubuh kita, marikenali cara-cara merawat kesehatan alat reproduksi kita. Kita bisa jadi rentanterhadap penyakit kalau kurang gizi atau kelelahan. Apalagi kalau kita malaybanget ngerawat kesehatan tubuh. So, jangan sampai deh kita termasuk yangkekurangan gizi. Nggak mau kan dibilang lesbian bergizi buruk (;p). Deritasekalee. Terlalu banyak mengonsumsi junk food itu tidak baik untuk tubuh.Seimbangkan asupan makanan dengan mengonsumsi makanan organik atauyang alami.Simple-nya aja deh tentang perawatan kuku. Kuku panjang, apalagi yang nggakbersih, bisa menyebabkan luka pada leher rahim yang nggak bisa dideteksidengan mudah. Luka kecil ini kalau dibiarin terbuka memungkinkan kotoranmasuk dan membawa bakteri atau virus. Apabila nggak segera diatasi, semakinlama… bakteri atau virus ini bisa merambat ke atas sampai ke rahim yang dapatmenyebabkan kanker rahim. Hmm, ada yang lagi nunduk sedih ya.… (;p) Teringatsesuatukah? Hehehe. Sudah, ndak apa-apa.… Yang penting ke depan jangandiulangi lagi ya. J Mulai dari sekarang yuk mareee rajin memotong kuku danmerendam tangan pada larutan air dan sabun bayi sambil disikat, pasti jadimukjizat. Wakakak.Nyok kita lanjut ngomongin rambut kelamin. Kerapian rambut kelamin juga kududiperhatiin. Rambut harus rajin digunting atau trim, tapi jangan sampai botakya. J Apalagi kalo punya niatan di-wax. (;p) Yang ada malah iritasi. Parahnya lagibisa memicu kanker pada kulit sekitarnya. NgeriiiHHH! Kenapa rambut kelaminperlu digunting? Karena jika terlampau lebat bisa seperti hutan belantara(kenapa nggak dikepang aja? ;p). Vagina jadi mudah lembap, kotor, bermunculankutu, memicu keputihan, gatal-gatal, iritasi kulit, dan sebangsanya. Tapi santaiaza, semua akan kembali sehat, selama kita tahu cara merawatnya. 10
  • 12. Selanjutnya soal khitan perempuan. Jangan merinding dulu. Khitan anak perempuan menjadi bagian dari persoalan reproduksi perempuan. Ini termasuk tindak kekerasan terhadap kita-kita orang, lho! Kenapa? Karena telah terjadi pemotongan pada bagian tubuh cewek yang paling sensitif, yaitu klitoris. Secara logika memang sulit banget dimengerti apa manfaatnya. Dan, boleh jadi pemotongan klitoris justru menghilangkan kenikmatan seksual perempuan. Apalagi jika prosesnya tidak bersih, bisa menimbulkan infeksi dan penyakit lain di vagina kita. Sedih ya…  Siap-siap…! Bentar lagi kita ngomongin yang berdarah-darah. Hehehe. Ini dia, menstruasi. Ini merupakan tanda-tanda kematangan alat reproduksi cewek. Ditandai terjadinya haid pertama, yang disebut menarche yang dimulai sekitar umur 8 - 12 tahun. Mungkin ada diantara kita yang dapet haid di atas umur 12 tahun, masih nggak hafal kapan haid, nggak ngeh dengan tanda-tandanya, nggak nyaman dengan periode menstruasinya, atau kelabakan karena saking sakitnya baik sebelum dan sesudah periode. Rasa nyeri (kram) perut yang menyertai bisa ringan, tetapi bila sangat nyeri, mendingan periksa deh ke dokter. a. Struktur dinding rahim segera sesudah haid b. Indung telur melepas satu sel telur ke arah saluran fallopian (masa ovulasi) c. Sel telur berjalan ke arah rahim (dinding rahim bertambah tebal) d. Haid atau menstruasigambar struktur dinding rahim selama siklus haid 11
  • 13. Tenang…. Nggak usah bingung, karena itu hal wajar. Bila sudahmengalami menarche, itu artinya tubuh kita sudah menghasilkan seltelur, jadi perempuan yang reproduksinya matang, dech. JSelain perawatan, kita juga perlu melakukan kontrol (tes) kesehatan:screening, pemeriksaan pelvic dan payudara, pelayanan gizi dannutrisi, dan sebagainya. Ini penting, supaya jika ada penyakit bisaterdeteksi sejak dini, sehingga kita dapat mengambil langkah baik untukpencegahan (prevention) maupun pengobatan (treatment) saluranreproduksi.Informasi yang benar mengenai kespro sangat kita perlukan supayakita tahu cara menyikapi perkembangan tubuh kita (aww.. aww..*blushing). Di antaranya melalui Kongkow Lez IPP J atau media lain,seperti ceramah, diskusi, seminar, dialog, leaflet, dan brosur. Lebihasyik lagi kalo kita bisa konsul dengan konselor medis sebaya yangyouth friendly (peer counselor / peer educator) melalui surat, hot-line,tatap muka, konsultasi udara atau talk show di radio. Maksudnya,kita lebih nyaman berhadapan dengan mereka yang menghargai danbersahabat dengan kaum muda serta menghargai privasi dan kerahasiaan klien, dunk. ^_~Beberapa orang juga bilang lesbian lebih rentan terkena kanker payudara, seperti tokoh Dana di LWord. Mmhhh... trus bener nggak siy juga cenderung terkena kanker rahim? Keturunan nggak? Sepertiyang kita bahas sebelumnya, bila sudah mendapat informasi yang benar untuk mengenali tubuhperempuan; asupan makanan yang bergizi; melakukan perawatan simple sehari-hari; mengikuti teskesehatan baik untuk pencegahan, perawatan, maupun pengobatan; berkonsultasi denganpihak yang tepat; sangat mungkin kecenderungan untuk kanker itu bisa diminimalkan,karena masih ada faktor yang kita harus cari tahu dari sejarah keluarga. Satuhal, utamakan untuk menjaga kebersihan organ reproduksi, karena akanberpengaruh pada keseluruhan kesehatan tubuh kita. Okay? 12
  • 14. 13
  • 15. IPP pernah loh ngadain kongkow ngebahas tema di atas. Rame? Pastinya...Kesehatan Reproduksi Perempuan Lesbian waktu itu dibahas 14 April 2007 di Hivos, yang berlokasi diJalan Wijaya III Kebayoran Baru.Waktu itu ngebahas tentang Pengenalan alat reproduksi perempuan,kaya’ klitoris, selaput dara, rahim dan indung telur. Wow...Dibahas juga beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan alat reproduksiseperti kebersihan alat kelamin atau alat reproduksi, kebersihan kuku, kerapihan rambut kelamin,penggunanan celana yang ketat dan tidak menyerap keringat, jamu tradisional, cairan pembersih alatkelamin dan kebersihan sex toys. Gejala-gejala yang harus diperhatikan oleh perempuan dan penyakitmenular seksual juga diomongin loh di kongkow ini. 14
  • 16. Nah untuk Safe Sex is Hot Sex waktu 2 April 2008 tema yang bikin kita semangat ini dibahas di sekretarian IPP di Pintu Air IV Pasar Baru. Dari temanya aja udah terasa “Hot”nya, jadi kebayang donk gimana waktu kongkownya. Hot Sex... Eh salah, maksudnya Hot banget pembahasan dan suasananya. Di kongkow ini ngebahas istilah-istilah sex dalam dunia lesbian seperti treebodysm, linking dan fingerfuck. Tambah seru waktu dibahas tentang penyakit- penyakit yang bisa nular waktu berhubungan seks.• Treebodysm, bahasa kitanya tuh menggesek-gesekkan vagina Tapi tau ga siy yang bikin lebih seru lagi? Kamel yang pada bagian tubuh pasangan kita, misalnya pada vagina menjadi pembicara sekaligus moderator bukan Cuma pasangan kita sendiri atau bisa juga pada bagian tubuh yaitu ngejelasin tapi sampai memperagain semua contoh pada tulang ekor, perut, paha, yang penting kita dan pasangan peralatan sex, dari mulai lubricant waterbase sampai kita merasa nyaman, dan yang lebih penting lagi harus ada kondom untuk cewek yang terbuat dari lateks. And komunikasi. you know what? Kamel juga membawa contoh toy• Linking, hm...siapa siy yang ga’ tau istilah yang satu ini. sex asli dari Jerman loh. Tapi untuk yang satu ini jelas Istilah yang udah umum banget. Liking tuh artinya menjilat. ga’ diperagain. Soalnya kalau diperagain nanti pasti Maksudnya menjilat di sini adalah kita menggunakan lidah ......... untuk menjilat bagian sensitif pasangan kita yaitu pada vagina atau klitoris.• Fingerfuck, atau yang lebih sering kita dengar dengan istilah Fingering adalah menggunakan jari untuk menyentuh daerah klitoris dan sekitarnya (udah kaya’ kota aja. Hihi..hihi..) atau memasukkan jari ke vagina pasangan kita. 15
  • 17. Kamilia Manaf Setelah bincang santai mengenai kesehatan reproduksi, KongkowPertukaran cairan vagina Lez dilanjutkan dengan topik “Safe Sex is Hot Sex”. Topik ini pentingmerupakan salah satu media untuk teman-teman lesbian, karena wacana seks aman lebihpenularan HIV/AIDS. banyak untuk konteks pasangan heteroseksual dan laki-laki homoseksual. Seperti kampanye peduli HIV/AIDS yang lebih banyakKongkow Lez dikaitkan dengan proses penularan HIV/AIDS melalui pertukaran cairan antara penis dan vagina untuk kalangan heteroseksual dan anal seks pada laki-laki homoseksual. Jarang sekali pembicaraan seks aman untuk lesbian, karena lesbian dianggap kelompok yang tidak rentan terkena HIV/AIDS. Anggapan seperti ini berakibat pada kurangnya sarana dan akses informasi untuk seks aman bagi lesbian. Berbeda dari seks aman untuk gay dan waria, yang banyak dibicarakan sejak tahun 1980-an, ketika ditemukan virus HIV/AIDS pada tahun 1980-an di Bali pada kelompok gay. Tidak akan mudah menemukan informasi mengenai seks aman untuk lesbian pada artikel atau literatur di Indonesia. 16
  • 18. Kongkow Lez yang diadakan pada 12 Januari 2008 tersebut difasilitasi oleh penulis. Aku mengawali perbincangan denganmemancing teman-teman peserta agar mengajukan pertanyaan seputar seks. Namun, teman-teman terlihat malu-maluuntuk bertanya, sehingga aku berpikir keras bagaimana agar mereka tergerak untuk bertanya. Aku menjelaskan bahwaKongkow Lez adalah sesi ngobrol santai. Jadi, teman-teman tak perlu takut bertanya, karena tidak ada pertanyaan yangsalah atau benar. Aku juga mengerti kondisi teman-teman yang masih menganggap tabu untuk membicarakan seks. Namun,menurutku, justru karena penabuan inilah kita tidak mengerti atau mengetahui bagaimana melakukan seks yang aman.Misalnya bagaimana menghindari atau menangani penyakit infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV/AIDS dan jenispenyakit lainnya. Tujuan mengangkat topik ini untuk mengajak teman-teman berpikir bahwa ketika berbicara masalah sekstidak hanya terbatas pada teknik-teknik melakukan hubungan seks, tetapi juga penting untuk menjadi sebuah ruanginformasi mengenai kesehatan reproduksi bagi komunitas lesbian. Realitasnya banyak lesbian muda dan remaja yang belumyakin akan identitas seksualnya, kemudian berusaha melakukan hubungan seks dengan perempuan untuk meyakinkandirinya. Hal itu kadang dilakukan tanpa dibekali pengetahuan seks yang memadai. Aku jika ingin lebih mengenal seorangperempuan, biasanya mengajak jalan bareng dan saling bercerita tentang diri masing-masing untuk membangunkomunikasi. Terlebih ketika aku kurang tahu apakah dia perempuan lesbian, biseksual, atau heteroseksual. Ketika sudahbeberapa kali dia menerima ajakan untuk jalan bareng, aku memberanikan diri untuk mengetahui ketertarikan dirinyakepadaku dengan berpelukan dan sekadar mencium pipi. Jika dia merasa cukup nyaman dan tidak menolak, maka itumerupakan respons positif. Namun, ketika bahasa tubuhnya tidak merespons secara positif atau menolak, berarti dia belumyakin untuk berdekatan denganku atau memang hanya ingin berteman tanpa ada relasi khusus. Hal-hal seperti itu justrudapat lebih membangun keyakinan diri dan membuatku tak ragu mendekati perempuan yang kusukai. Akhirnya aku meminta pendapat pada teman-teman peserta mengenai arti seks. Anita berpendapat, sebagai lesbian kitatidak ditekankan pada hubungan seks saja dan ditekankan hanya pada satu waktu. Misalnya ketika kita jalan bareng,mungkin lama-kelamaan akan ada yang berkata “eh, lu lesbian ya?”. Seperti itu, dan memang semua itu butuh proses.Menurut Anita, hubungan seks juga dapat diawali dengan rasa sayang atau cinta. “Misalnya kalau teman-teman sudah cintapada orang lain, itu bisa sangat ekspresif, bergandengan tangan, memeluk, mencium. Kemudian barulah ke arah hubunganseks.” Anita juga menekankan perlunya pendidikan seks agar dapat menjalankan seks yang aman. 17
  • 19. Aku menyambung pendapat Anita. Jika kita berbicara tentang seks aman, bukan berarti sebatas bagaimana memakaikondom, harus aman dari HIV/AIDS, dan lain-lain. Penting juga mengetahui cara membangun komunikasi, bagaimanasaling terbuka dengan pasangan atau pacar kita. Bagaimana memperlakukan pasangan kita, seperti bertanya apakahpasangan sudah benar-benar ingin melakukan hubungan seks atau bertanya apakah dia tidak keberatan kalau kitamenyentuhnya? Komunikasi seperti itu merupakan bagian dari seks aman, karena seks aman tidakmungkin terjadi jika hanya menguntungkan satu pihak, harus kedua belah pihak. “Misalnya dalam satu Jika kita berbicararelasi salah satu pihak merasa ingin sekali melakukan hubungan seks, tetapi pasangannya sedang dalam tentang seks aman,masa stres karena kehilangan pekerjaan atau memikirkan pekerjaan di kantor dan lain-lain, tentu bukan berarti sebatashubungan seks akan sulit terjadi. Dan jika dipaksa terjadi akan memberikan tekanan pada salah satu bagaimana memakaipihak. kondom, harus aman dari HIV/AIDS, dan Di tengah perbincangan itu, Ana bertanya, “Sebenarnya apa arti seks?” Sebagian peserta menjawab lain-lain. Pentingseks adalah esek-esek. Ini adalah istilah yang dipergunakan sebagian orang untuk membicarakan hal yang juga mengetahui caraberbau seks. Beti berpendapat bahwa seks sesuatu yang dapat melatih kesabaran kita. Pendapat itu membangun komunikasi,berdasarkan kesabaran Beti menghadapi pasangannya yang menganggap seks sesuatu yang sakral.Karena itu, pasangannya juga tidak dapat melakukan seks dalam keadaan tertekan. Situasi itu membuat bagaimana salingBeti belum pernah melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Sedangkan Tina memaknai seks terbuka dengansebagai hubungan intim yang dilakukan pasangan kekasih. Sarah menjelaskan bahwa tidak semua pasangan atau pacarhubungan seks menyenangkan, jika dilakukan secara paksa, ketika salah satu belum siap melakukannya. kita.Nadia menambahkan, umum dipahami seks dilakukan karena cinta. Padahal, seks dapat juga diartikansebagai kegiatan bermesraan atau sekadar berciuman. Misalnya saja ada pasangan melakukan ciuman, namun satu pihakmerasa tidak puas, menurut dia bisa disebut seks juga. Mendengar pendapat teman-teman tersebut, Beti gelisah. “Apakahbergandengan tangan merupakan kegiatan seks?” tanyanya. Lina menjelaskan, termasuk kategori seks atau bukantergantung pada tujuannya. “Misalnya saja bergandengan tangan yang tujuannya melindungi pasangan ketika berada dijalan, itu bukan seks. Seks itu lebih dari sekadar memegang tangan.” Ana yang melontarkan pertanyaan, belum puas atas jawaban teman-teman. Dia menginginkan jawaban yang lebihspesifik. Nadia kembali mengungkapkan pendapatnya tentang seks. Menurut dia, seks ada dua jenis: seks yang karenanafsu dan seks sebagai ungkapan kasih sayang kepada pasangan. “Seks yang karena kasih sayang itu bertahap, sepertimencium terlebih dahulu, setelah itu baru meraba ke yang lain. Sedangkan seks karena nafsu biasanya kasar, karenamemang niatnya hanya untuk seks. Jadi langsung main raba sana raba sini.” Menurut dia, itu tidak sopan. 18
  • 20. Sandri mengatakan, sebenarnya pada komunitas lesbian masih terjadi kebingungan memaknai seks. Sementara dunia heteromempunyai definisi dan konsep yang jelas mengenai seks, yaitu persetubuhan antara laki-laki dan perempuan dan terjadi penetrasi.Kemudian Sandri menjelaskan penetrasi adalah masuknya alat kelamin laki-laki atau penis ke dalam alat kelamin perempuan atauvagina. Konsep hubungan seks di dunia gay, juga lebih jelas, karena ada penetrasi penis pada anal. Lalu bagaimana mendefinisikanhubungan seks bagi komunitas lesbian? Sandri pun mempertanyakan apakah sudah banyak literatur yang membahas konsep seksdalam relasi lesbian. Menanggapi pendapat teman-teman, aku membagikan informasi praktik-praktik seksual lesbian yang bersumber website seksaman bagi lesbian. Kesulitanku, website tersebut dalam bahasa Inggris, dan bukan konteks Indonesia, jadi sebisa mungkinkuadaptasikan dengan pengalamanku yang semoga konteksnya lebih dekat dengan teman-teman. Praktik-praktik seksual ini istilahnyamasih dalam bahasa Inggris dan aku belum tahu penerjemahan yang tepat dalam bahasa Indonesia. Tentu praktik seksual lesbianbanyak macam dan gaya. Ini berdasarkan pengetahuanku dari pengalaman seks pribadiku dengan pasangan yang berbeda-beda,karena berbeda orang berbeda juga praktik seksual yang disukainya. Beberapa informasi tentang praktik seksual juga pernah akudapatkan dari buku tentang seks lesbian. Namun hari itu aku hanya menjelaskan cukup beberapa hal yang terkait dengan isu seksaman. Pertama kujelaskan tentang tribadism, yaitu menggesek-gesekkan vagina, terutama bagian klitoris pada bagian tubuh pasangan,misalnya pada vagina pasangan. Di komunitas lesbian, praktik ini disebut ‘dumek’ akronim dari adu memek. Selain itu bisa jugamenggesekkan vagina pada bagian tubuh yang lain, seperti tulang ekor, perut, paha, yang penting kita dan pasangan merasa nyaman.Lebih penting lagi harus ada komunikasi agar kita mengetahui perlakuan seperti apa yang membuat nyaman pasangan. Kedua, licking atau menjilat bagian sensitif pasangan, seperti vagina atau klitoris. Klitoris merupakan bagian paling sensitif padaperempuan, karena di bagian itu terdapat sekitar empat puluh ribu lebih saraf. “Jadi, jika ingin merangsang pasangan, klitoris inibagian paling sensitif untuk bisa dirangsang.” Kesulitannya adalah jika kita tidak mengetahui kapan pasangan merasa nyaman. Kitaperlu menanyakan kepada pasangan terlebih dahulu apakah menyukainya atau tidak. Karena sebagian orang belum tentu menyukailicking. “Jangan karena kita menyukai licking, lalu memaksa pasangan untuk melakukannya. Yang seperti itu tidak benar.” Jikapasangan kita menyukainya, langkah-langkahnya adalah pertama kita sentuh tubuh pasangan dengan bibir dan posisi kita di ataspasangan. Lalu perlahan-lahan kita buka kedua pahanya, seperti membuka kedua sayap kupu-kupu. Kemudian kita bisa memulaimencium bagian vagina pasangan dan tepat pada klitorisnya. Ada bahasa-bahasa tubuh yang dapat kita baca, apakah pasangan merasa nyaman atau tidak. Kita tidak mungkin memperhatikan wajah pasangan, sementara kita berada di bawah tubuhnya dan tertutup oleh kedua pahanya. Bahasa tubuh itu seperti sikap pasangan yang memegang rambut kita atau mengeluarkan suara mendesah seperti “ough...”. Itu tandanya dia menikmati. 19
  • 21. sebenarnya pada komunitas lesbian masih terjadi Praktik seksual lainnya dikenal dengan istilah fingerfuck. Aku sengaja tidak langsung kebingungan memaknai menjelaskan artinya, karena yakin teman-teman akrab dengan praktik ini. Dina menjelaskan fingerfuck adalah salah satu praktik hubungan seks lesbian menggunakan jari tangan untuk seks. Sementara menyentuh klitoris. “Kita harus hati-hati. Bisa memulai dengan satu jari untuk mengetahui dunia hetero kenyamanan pasangan. Kemudian bisa berlanjut menambah beberapa jari jika pasangan makin mempunyai definisi terangsang dan memintanya.” Maksud Dina, untuk mengawalinya jangan langsung dan konsep yang menggunakan banyak jari, karena dapat menimbulkan rasa sakit. Aku menambahkan, sangat jelas mengenai seks, penting menjaga kesterilan jari-jari dan tangan. Cara mensterilkannya dapat dibersihkan yaitu persetubuhan menggunakan air hangat-hangat kuku atau sabun cuci tangan. Dan jika mau memasukkan jari ke antara laki-laki dan liang vagina pasangan, minta dulu persetujuannya, karena tidak setiap orang sukaperempuan dan terjadi melakukannya. penetrasi. Aku kemudian mengeluarkan beberapa alat seks aman yang dapat digunakan selama fingerfuck. Alat seks aman ini kudapatkan dari Lesben Beratung. Alat pertama yang kutunjukkan sarung tangan karet yang biasa dipakai dokter untuk operasi atau bidan ketika membantu ibu melahirkan. Alat kedua, kondom jari atau finger condom, terbuat dari lateks atau karet. Sebagian perempuan memiliki vagina yang sangat sensitif, penggunaan bahan lateks bagi mereka dapat menimbulkan iritasi. Untuk situasi seperti itu, dianjurkan menggunakan bahan non-lateks. Hal lain yang perlu diperhatikan, ketika fingering atau fingerfuck, permukaan vagina harus basah oleh lendir akibat rangsangan. Hal itu untuk menghindari iritasi atau luka pada vagina. Sebagian vagina perempuan memproduksi cairan sangat produktif ketika terangsang. Namun jika vagina pasangan atau kita tidak produktif menghasilkan cairan, maka perlu menggunakan lubricant. Lubricant adalah cairan untuk membantu pelumasan. Lubricant bisa dilumaskan pada permukaan vagina. Lubricant bisa kita dapatkan di apotek. Ada dua jenis lubricant, yaitu yang berbahan dasar air dan yang berbahan dasar minyak. Jika kita memakai kondom ataupun kondom tangan dari lateks, disarankan memakai lubricant yang water based (berbahan dasar air). Jangan yang oil based (berbahan dasar minyak), karena minyak dapat merusak lateks. Aku juga membagikan cairan lubricant kepada teman-teman agar dapat merasakan sendiri bagaimana cairan lubricant. Suasana menjadi ramai, karena sebagian teman baru pertama kali mengenali cairan tersebut. Usai penjelasan alat seks, Jenny berbagi pengetahuan mengenai fingerfuck dan licking, yang ia peroleh dari seorang seksolog. 20
  • 22. Jenny menyarankan pada saat ingin melakukan licking, pastikan mulut tidak ada sariawan. Mulut yang sariawan dapat menimbulkankanker dan penyakit lain pada vagina. Dan jangan sampai melukai vagina, karena itu juga berbahaya sekali. Jika sedang flu ataubatuk, disembuhkan dulu. “Karena ketika kita terkena flu atau batuk, virusnya akan ikut masuk ke vagina lalu ke organ reproduksiyang lebih dalam yang dapat merusak peranakan. Terkait fingering atau fingerfuck, kusarankan juga mengenakan kondom tanganatau sarung tangan lateks yang biasa dipakai dokter. Sebab, misalnya di jari tangan terdapat luka, ketika jari masuk ke vagina, lukatersebut akan membuka penularan dan virus dari luka tangan bercampur dengan cairan vagina. Selanjutnya aku membagikan pengalaman temanku yang yang bingung dan takut ketika pertama kali berhubungan seksual denganperempuan. Ceritanya dia berusaha melakukan penetrasi ke vagina pasangannya menggunakan jari, tapi kemudian pasangannyaberteriak kesakitan dan itu membuat dia ketakutan. Setelah kutelusuri bagaimana prosesnya, ternyata dia tidak berusahamerangsang pasangannya terlebih dahulu, akibatnya pasangan kaget dan kesakitan. Kisah ini bukan lelucon, tapi menjadipembelajaran bagaimana akibatnya jika kita kekurangan informasi seks aman bagi lesbian. Kurangnya informasi mengenai praktikseks aman lesbian membuat sebagian lesbian muda dan remaja “belajar” dari video porno lesbian, yang tidak selalu memberikaninformasi yang tepat. Sebaliknya, banyak film yang mempertontonkan praktik seks yang tidak aman. Misalnya video yangmenunjukkan aktrisnya mengenakan kuteks kuku saat melakukan fingerfuck. Ini bukanlah seks aman, karena bahan dasar kutekskuku merupakan bahan kimia, yang tidak baik untuk kebersihan dan kesehatan vagina. Juga dalam video yang mayoritas produk luaritu diperlihatkan bagaimana mereka bergantian menggunakan dildo, tanpa disterilkan sebelum bergantian dipakai pasangan seksnya.Praktik itu sangat rentan menimbulkan penularan HIV/AIDS. Aku melanjutkan perbincangan mengenai lesbian dan HIV/AIDS dengan mengajak teman-teman mendiskusikan beberapa gambar,secara berkelompok. Gambar-gambar yang kuperoleh dari Lesben Beratung tersebut menunjukkan beberapa cara melakukanhubungan seksual dan beberapa aktivitas sehari-hari. Para peserta diminta menjelaskan apa yang mereka lihat dari gambar-gambartersebut, kemudian membahas bersama-sama apakah aktivitas-aktivitas tersebut rentan terhadap penularan HIV/AIDS atau tidak.Setiap kelompok terdiri atas tiga orang dan tiap-tiap kelompok mempresentasikan satu gambar. 21
  • 23. Kelompok 1 menjelaskan mengenai praktik prostitusi yang rentan terkena HIV/AIDS, karena tidak ada informasi mengenai kebersihan dan kesehatan pekerja seksnya. Penjelasan kelompok 1 disetujui peserta yang lain. Aku menambahkan, pekerja seks dan pelanggannya yang sering berganti-ganti pasangan rentan terkena HIV/AIDS, jika melakukannya tidak aman. Tidak dapat dipastikan Penelitian semua pekerja seks mengidap HIV/AIDS, demikian juga semua pelanggannya. menunjukkan pekerja Jika salah satu mengidap HIV/AIDS dan tidak mau mengenakan kondom, seks sering dapat mengakibatkan terjadi penularan HIV/AIDS. Sebagian peserta berhadapan dengan menambahkan, banyak pelanggan tidak bersedia mengenakan kondom, pelanggan yang sulit karena menurut mereka lebih enak tidak memakai kondom. Aku mengiyakan. sekali memakai Penelitian menunjukkan pekerja seks sering berhadapan dengan pelanggan kondom. Alasan mereka yang sulit sekali memakai kondom. Alasan mereka antara lain “tidak enak” antara lain “tidakatau “alergi”. Menghadapi situasi itu, pekerja seks dapat mengenakan kondom perempuan. Memang kondom enak” atau “alergi”.perempuan selain harganya sangat mahal juga penggunaannya tidak mudah. Di Indonesia kondom perempuan Menghadapi situasibelum banyak diperjualbelikan dan banyak yang belum tahu. Kondom ini berbentuk seperti spot atau seperti itu, pekerja sekstabung silinder, terbuat dari bahan karet dan dimasukkan ke dalam vagina, sebelum melakukan hubungan seks. dapat mengenakanTetapi itu bukan satu-satunya solusi pencegahan HIV/AIDS. Kita mesti terus mendorong agar laki-laki bersedia kondom perempuan.memakai kondom. Salah seorang peserta bertanya, bagaimana jika laki-laki tahu si perempuan memakaikondom, dan keberatan. Jenny menjelaskan, kondom itu tidak akan terasa atau terlihat, karena letaknya sangat di dalam. Tepatnya, divagina ada lorong dan pas pada ujungnya diletakkan, jadi penyampaian penis atau jari tidak akan sampai pada tempat itu. Kelompok 2 menjelaskan pemakaian alat jarum suntik pada pertolongan kecelakaan. Penggunaan jarum suntik bisa jadi rawan untuk penularan HIV/AIDS jika digunakan lebih dari satu orang dan ada di antaranya yang mengidap HIV/AIDS. Aku menjelaskan bahwa yang mengakibatkan penularan HIV/AIDS adanya pertukaran cairan. Pertukaran cairan dapat melalui empat cara, yaitu cairan ludah, cairan sperma, cairan vagina, dan air susu ibu. “Jadi, jika terjadi kasus seperti itu, maka penularannya sangat rendah.” Yasinta juga membagi pengetahuannya bahwa daya tahan virus di dalam dan di udara terbuka kurang dari 5 detik. Indah menambahkan, sebenarnya virus itu tidak mati, tetapi mengkristal. Virus juga bervariasi, jumlahnya sangat banyak, bahkan berjuta-juta. Ketika terkena obat, virus mengkristal dan tidak akan mati. Mungkin saja orang terkena virus dengan varian yang lain, sehingga orang yang kekebalan tubuhnya tidak mampu menahan virus itu, maka virus itu akan timbul lagi. “Jadi, sebenarnya jika sudah pernah terkena jenis atau varian virus, biasanya tidak akan terkena virus itu lagi. Tetapi bisa saja kita terkena virus dengan varian yang lain.” 22
  • 24. Kelompok 3 menjelaskan gambar penggunaan jarum untuk tato. “Jadi, jika ada yang menyukaitato, disarankan lebih berhati-hati. Pastikan pergi ke tempat pembuatan tato yang steril danharus mempunyai rekomendasi paling tidak dari teman yang lain. Kita bisa cek sendiri untukmengetahui kredibilitas tato shop seperti itu.” Laksmi bertanya bagaimana dengan tatotemporer yang tidak memakai jarum suntik, tetapi sebuah alat seperti lidi. Menurut aku, jika tatotemporer tidak menusuk ke dalam kulit dan tidak menimbulkan luka, sekadar dilukis dengankuas dan alat-alat lain yang tidak menusuk, tidak menimbulkan kerentanan. Tetapi jika tatopermanen, alatnya membuat luka. Karena menggores, sehingga bisa terjadi pertukaran cairan. Kelompok 4 menjelaskan gambar sepasang perempuan berciuman. Menurut kelompok ini, tidak akan terjadi penularan jika keduanya tidak mengidap HIV/AIDS. Jika mengidap pun, jika pada mulut atau bibirnya tidak ada luka sariawan, tidak akan tertular HIV/AIDS. Aku menambahkan, penularan terjadi jika salah satunya ada luka atau sariawan, lalu ada cairan yang mengidap HIV/AIDS masuk ke bagian luka atau sariawan. Kelompok 5 menjelaskan gambar pasangan lesbian melakukan oral seks,licking atau menjilat klitoris pada vagina pasangannya. Aktivitas iniberisiko menularkan HIV/AIDS. Aku menambahkan, licking memangberisiko tinggi. Pada lesbian, licking menjadi salah satu penyebab HIV/AIDS, akibat masuknya cairan vagina ke mulut. Begitupun sebaliknya,cairan ludah masuk ke vagina. Karena itu, sangat dianjurkan melakukanseks aman dengan menggunakan dental dam, sambil kutunjukkanbentuknya. Dental dam ada juga yang diberi string agar merekat padavagina. Jadi, ketika licking tidak repot memegangi dental dam. Di Indonesia, alat ini sangat sulitdidapatkan. Di beberapa kota di Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan Kanada ada sex shopyang biasa menjualnya dan harganya sangat mahal. Sebenarnya ada cara lain Dental damyang bisa kita pakai, yang lebih murah dan praktis. Kita bisa menggunakankondom untuk laki-laki yang terbuat dari bahan lateks. Caranya, potong ujungkondom dan gunting salah satu sisinya hingga terbelah dan berbentuk segiempat. Kondom ini kita letakan di vagina, ketika melakukan licking untukmenghindari kontak langsung cairan vagina pada lidah dan mulut. 23
  • 25. Pada komunitas lesbian, sering kali mengenal pasangan melalui internet atau bertemu di kafe, lalu langsung melakukan hubungan seks.Kita tidak tahu latar belakang pasangan seks, termasuk jika ternyata dia mengidap HIV/AIDS. Karena itu, disarankan sama-sama melakukantes HIV/AIDS dua kali dalam setahun. Sebab, biasanya pada pemeriksaan pertama hasilnya negatif, tapi enam bulan kemudian bisa sajahasilnya positif. Virus HIV/AIDS menggerogoti daya tahan tubuh. Gejalanya bisa flu atau penyakit sariawan yang tidak sembuh-sembuh. Juga bisabermacam-macam. Yang mencolok, biasanya flu atau sariawan yang tidak sembuh sampai bertahun-tahun. Kelompok 6 menjelaskan gambar pasangan lesbian yang sedang melakukan hubungan seks. Kegiatan itu kerentanannya cukup tinggi. Karena ada pertukaran cairan vagina, yang merupakan salah satu media penularan HIV/AIDS. Aku menambahkan, gambar itu menunjukkan tribadism, yaitu meng-gesekkan vagina di bagian mana pun tubuh pasangan. Tetapi yang sangat rentan adalah ketika saling menggesekkan vagina. Kelompok 7 menjelaskan gambar yang menunjukkan 1 laki-laki dan 2 perempuan sedang melakukan hubungan seksual, bergantian dari pasangan satu ke pasangan lain. Kegiatan ini rentan terkena HIV/AIDS karena berganti- ganti pasangan dan juga memasukkan penis ke liang anus atau anal seks. Aku menambahkan, kegiatan ini sangat rentan jika salah satunya mengidap HIV/AIDS, karena aktivitas seksual yang dilakukan 3 orang atau threesome dengan melakukan anal seks. Aktivitas penis masuk ke anus juga rentan untuk penularan, karena sperma bisa masuk ke dalam tubuh. Kelompok 8 menunjukkan gambar nyamuk. Menurut kelompok ini, nyamuk tidak dapat menularkan virus HIV/AIDS. Kelompok 9 menjelaskan pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Jadi, ini rentan terkena virus HIV AIDS. 24
  • 26. Kongkow Lez ditutup penjelasan Rani dari organisasi peduli HIV/AIDS, mengenai tersedianya test HIV/AIDS gratis untuk lesbian. Teman-teman senang sekali mendengar informasi tersebut. Semua bertepuk tangan untuk menutup acara pada hari itu. Lesbian banyak juga Pembelajaran dari kongkow kali ini perlunya membangun kesetaraan akses yang ibu rumah alat-alat seks yang aman untuk lesbian. Lesbian banyak juga yang ibu rumah tangga dan tetap tangga dan tetap melakukan hubungan seks dengan suami akibat pernikahan melakukan hubungan paksa atau untuk menutupi identitas lesbiannya dari publik. Sebagian lesbian seks dengan suami juga pengguna narkoba jarum suntik dan bekerja sebagai pekerja seks. Ketiga akibat pernikahan kelompok ini membutuhkan perhatian lebih serius untuk kesehatan paksa atau untuk reproduksinya. menutupi identitas lesbiannya dari publik.* Kamilia Manaf, feminis lesbian muda. Sejak usia 23 tahun terjun dan mendedikasikan hidupnya untuk gerakan feminis dan lesbian muda Indonesia. Salah satu pendiri Institut Pelangi Perempuan, organisasi perempuan lesbian, biseksual, dan transgender muda Indonesia. Pernah bekerja sebagai jurnalis radio di Yayasan Jurnal Perempuan. Puisi-puisi dan cerpennya dipublikasikan Jurnal Perempuan dan Pelangi Perempuan, kumpulan puisi dan cerpen lesbian muda Indonesia. Pada tahun 2008 terpilih sebagai anggota pengurus International LGBTI Association (ILGA) Asia untuk representasi anak muda LGBT di Asia. Komunitas website LGBT terbesar di Asia, Fridae, memilih Kamilia Manaf sebagai “LGBT People to Watch 2010”. 25
  • 27. l rncgaon) Cu o (C urhat Col Apa mungkin homoseksual bisa “disembuhkan”??? Dalam keseharian, homoseksualitas dianggap abnormal atau suatu kelainan. Padahal, homoseks suatu variasi orientasi seksual, di mana orang memilih sesama jenis sebagai pasangan. Ada berbagai teori yang mencoba menjelaskan mengapa homoseks muncul. Namun, para ahli bersepakat bahwa homoseks tidak disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi merupakan kombinasi berbagai macam faktor seperti genetik, hormonal, dan pengaruh lingkungan. Bagaimana pendapat teman-teman lesbian muda? Berikut ini Curcol mereka: Secara orang kan sebenarnya pasti nggak berharap jadi homoseks. Cuma, dia memang hanya bisa tertarik(horny) ke sesama jenis. Sorry ya kalo pertanyaannya bodoh banget. Abis temen gw nyaranin gw buat terapi hormon. Biar sembuh dan bisa jadi cewe beneran, katanya. (Grey Sebastian) Menurut gw sih jadi diri sendiri aja-lah. Ngapain pake terapi hormon segala? Alih-alih malah jadi banyakpenyakit nantinya. Kayanya kalo hormon itu kan hanya metabolisme tubuh, bukan ke orientasinya. Buktinya lesbian yang penampilannya feminin, kurang hormon apa lagi? Terapi hormon cuma bisa membuat organ-organ tubuh menjadi semestinya, bukan orientasi seksualnya. Itu menurut gw sih, nggak tau pendapat yang lain. (Siu Ming Ho) “Dear Klikers,Sebenarnya sudah puluhan tahun yang lalu homoseksualitas bukan lagi dianggap sebagai sesuatu yang tidak normal, melainkan sebagai kondisi ilmiah. Organisasi Kesehatan Dunia PBB (World Health Organization) pada 17 Mei 1990 mencabut homoseksualitas dari daftar International Classification Disease (Klasifikasi Penyakit Internasional). Sejak itu 17 Mei diperingati sebagai Hari Internasional Melawan Homofobia dan Transfobia (Internationa Day Against Homophobia dan Transphobia atau IDAHO).” 26
  • 28. Interview ning: Marjan Braspen Banyak Orang Bersatu deng an Kekuatan HAM Memp erjuangkan Pada 3 Desember 2011, redaksi KLIK! mendapatkan kunjungan tamu istimewa: Marjan Braspenning. Aktivis lesbian muda berusia 26 tahun ini koordinator Rainbow House, organisasi payung untuk semua komunitas LGBTIQ di Brussels, Belgia. Marjan aktif dalam pergerakan LGBT di Belgia sejak usia 19 tahun. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana ilmu komunikasi dan meraih master untuk manajemen bisnis dan ekonomi. Di tengah kesibukan aktivismenya saat ini, Marjan menjalani program pascasarjana studi Asia. Dalam kunjungan di Indonesia selama dua minggu, Marjan menyempatkan berpartisipasi dalam kegiatan peringatan HAM Internasional yang diadakan IPP di Jakarta dan Lampung pada 10 dan 12 Desember 2011. Salut dan kagum pada sosok intelektual lesbian muda seperti dia. KLIK! mengorek pengalaman Marjan untuk kita. 27
  • 29. Bagaimana kamu mengawali aktivisme pergerakan LGBT di Belgia? Saya pertama kali aktif dalam aktivisme LGBT saat berusia 19 tahun dan merasa ingin melakukan sesuatu untuk kelompok LGBT. Waktu itu saya mendapatkan banyak dukungan dari beberapa organisasi LGBT, ketika saya berjuang dengan keraguan akan orientasi seksual. Ketika usia saya 19 tahun, saya berpartisiasi pada gerakan LGBT muda di kampus. Saya memulai dengan menulis artikel untuk majalah bulanan di organisasi tersebut. Setelah beberapa tahun, saya mendapatkan banyak pengalaman di berbagai bidang, mengkoordinasi beberapa kegiatan LGBT muda, memberikan pelatihan tentang HAM LGBT di beberapa sekolah, melakukan kampanye, mempersiapkan pertemuan- pertemuan, dan banyak lagi. Saya aktif di organisasi LGBT muda tersebut sampai selesai kuliah. Jadi, sekitar lima tahun. Saya merasakan punya waktu yang sangat berharga, mengkombinasikan aktivisme dan kehidupan sosial semasa menjadi mahasiswa. Setelah melakukan aktivisme dengan menjadi relawan, saya mulai bekerja penuh waktu menjadi koordinator organisasi LGBT bernama Rainbow House sejak enam bulan lalu. Keputusan untuk bekerja pada aktivisme LGBT berdasarkan hati nurani saya. Saya sadar tidak akan menjadi kaya raya dengan pekerjaan ini karena uang, tapi bagi saya terasa sangat alamiah dan normal untuk tertarik bekerja pada bidang HAM LGBT. Sebenarnya saya hanya mengikuti intuisi dan hati saya, bahwa saya harus dan bisa melakukan sesuatu untuk mengubah situasi kehidupan yang lebih baik bagi LGBT baik di Belgia maupun di negara lain.Bagaimana hubunganmu dengan orang tua atau keluarga? Apakah berterus terang mengenaiorientasi seksmu kepada mereka? Apakah mereka mengetahui aktivisme kamu? Bagi saya,Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang tua dan keluarga. Saya terbuka kepada mereka solidaritasketika saya punya pacar pertama kali pada saat usia 17 atau 18 tahun. Sejauh ini saya tahu mereka internasionalsepertinya tidak mempermasalahkan. Ketika saya menjalin hubungan yang serius, saya bisa membawa berarti mendengarkan danpasangan ke rumah tanpa masalah. Juga untuk acara-acara keluarga besar. Sebenarnya, beberapa berbicara dengansepupu laki-laki cemburu ketika saya membawa pacar saya yang terakhir ke acara makan malam banyak aktiviskeluarga. Sebab, pacar saya perempuan yang begitu menarik bagi mereka. dari berbagaiSaya tidak begitu sering bertemu keluarga saya akhir-akhir ini. Hanya untuk acara-acara tertentu seperti negara danpernikahan atau kelahiran. Jadi, saya tidak terus memberi tahu keluarga besar tentang pekerjaan saya. berbagi ceritaSaya juga berpikir segala sesuatu tentang aktivisme akan menjadi hal yang sangat asing bagi mereka. dan pengalaman.Karena hampir semua sepupu saya hidup dan bekerja di kampung halaman di sebuah kecil di Belgia,sedangkan saya memilih pindah untuk hidup di kota. 28
  • 30. Sebagai aktivis lesbian muda sekaligus pemimpin organisasi LGBT besar di Belgia, apa saja tantangannya?Bagaimana perasaanmu ketika mendapatkan peluang yang sangat berharga itu?Meskipun saya memiliki beberapa keraguan untuk mengambil posisi sebagai koordinator pada usia yang sangat mudasaat ini, dan hanya memiliki pengalaman kerja satu tahun, saya merasa mendapatkan penghargaan dari para badanpengurus Rainbow House dan koordinator beberapa organisasi LGBT lain, yang biasanya lebih tua 20 tahun lebih dari saya.Pengalaman menjadi relawan di pergerakan LGBT sangat membantu saya dan memberikan banyak kepercayaan diri untukmengambil posisi sebagai koordinator. Meski seluruh bentuk tanggung jawab yang harus saya ambil terkadang menakutkansaat ini atau di masa depan, dari semua itu saya bersyukur mendapatkan peluang dan kesempatan ini dalam hidup saya saatini.Setelah bekerja di Rainbow House selama enam bulan, saya pikir waktu tersebut telah memberikan banyak peluangbelajar dan kesempatan untuk melakukan manajemen organisasi. Sebagai pemimpin di komunitas LGBT, moto utama sayaadalah saling menghargai. Selain itu, karena Rainbow House terletak di kota kosmopolitan Brussels, saya ingin membawacara pandang internasional dalam organisasi, dengan mengundang beberapa aktivis atau relawan dari luar Belgia untukberjejaring. Kamu sangat antusias pada aktivisme solidaritas internasional untuk HAM LGBT. Apa saja pengalamanmu bekerja pada bidang tersebut? Bagi saya, solidaritas internasional berarti mendengarkan dan berbicara dengan banyak aktivis dari berbagai negara dan berbagi cerita dan pengalaman. Sangat penting membuka mata LGBT di Belgia untuk menunjukkan kepada mereka situasi LGBT di banyak negara lain, yang tidak bisa merasakan hak penuh kewarganegaraan mereka seperti yang dimiliki di Belgia. Sejauh ini saya telah mencoba melakukan aksi di aktivisme internasional, pada tingkatan individu. Pada tahun 2007 saya melakukan program relawan di organisasi perempuan LGBT di Bangalore, India. Bersama seorang teman, kami mengumpulkan beberapa wawancara dan menjadikannya film dokumenter yang kami putar pada Festival Film Gay dan Lesbian di Belgia. Karena saya masih ingin belajar tentang aktivisme LGBT internasional, saat ini saya juga menjadi relawan pada sebuah acara komunitas lesbian paling besar di Belgia bernama L-Day. Saya mencoba mengembangkan program solidaritas internasional pada agenda acara. Beruntungnya, pekerjaan saya saat ini juga memberikan peluang untuk mengundang beberapa aktivis dari luar negeri ke Rainbow House. 29
  • 31. Pada kunjungan di Indonesia, kamu berkesempatan bekerja sama dengan IPP untuk mengadakan kegiatan HAM LGBT bersama kelompok LGBT muda di Jakarta dan seminar di Universitas Lampung. Bagaimana menurut kamu pengalaman tersebut? Saya merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Merupakan pengalaman yang sangat menarik dan menyenangkan. Semua orang begitu ramah kepada saya. Ada juga keraguan, apakah saya cukup berarti bagi pergerakan LGBT di Indonesia, dan saya mendapatkan semua jawaban. Saya merasa senang menjadi representasi untuk berbicara tentang situasi HAM LGBT di Belgia. Sayang, saat berdiskusi dengan kelompok LGBT muda di Jakarta, saya tidak bisa berbicara banyak dengan banyak peserta dari kelompok diskusi karena keterbatasan waktu dan kurang partisipasi dari peserta. Padahal, saya yakin mereka memiliki cerita-cerita dan bisa saling berbagi. Saya sangat penasaran untuk mendengarkan kisah mereka.Menurut kamu, bagaimana situasi LGBT di Indonesia dibandingkan dengan di Belgia?Di Belgia, kelompok LGBT memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya. Pasangan sesama jenis bisa menikahdan mengadopsi anak. Tapi secara personal, saya rasa tidak bisa membandingkan kelompok LGBT di Indonesia dengancara pandang hitam - putih. Orang-orang mestinya menyadari bahwa di Belgia, meski posisi hukum yang kuat untukkelompok LGBT, juga merupakan hal yang relatif baru. Bisa dibilang baru sekitar 10 tahun ini. Selain itu, sayangnya,homofobia adalah fenomena yang universal. Di Belgia pun, itu masih saja terjadi dalam kehidupan keseharian LGBT.Tapi, menurut saya, sangat jelas, untuk konteks Indonesia situasi kelompok LGBT sangat sulit. Meski demikian, selamakunjungan singkat di Lampung dan Jakarta, saya memperhatikan banyak orang berpengaruh dan kuat siap untukmengambil posisi dalam memperjuangkan HAM LGBT. Menurut saya, itulah yang terpenting: banyak orang bersatudengan kekuatan-kekuatan mereka untuk memperjuangkan hak-hak asasi manusia. Sebagai aktivis lesbian muda dan seorang pemimpin, adakah yang ingin kamu katakan kepada lesbian muda di Indonesia? Untuk saat ini, saya masih menjalani hidup pada aktivisme HAM LGBT. Menurut saya, terlepas dari aktivisme, orang-orang juga bisa memperjuangkan apa yang sebenarnya mereka inginkan dalam hidup. Apakah kamu ingin menjadi bintang rock atau mendapatkan pekerjaan di mana kamu bisa mengekspresikan dirimu? Tentu ini sangat berbeda pada setiap orang. Tapi saya berharap, ketika kamu membaca ini, jika kamu memiliki kesempatan untuk berpikir sejenak tentang dirimu sendiri akan apa yang 30 sebenarnya kamu inginkan, maka cobalah untuk menyadari harapan dan ambisimu.
  • 32. 31
  • 33. “Ya ampuun…ngeri bgt sich?” Rata2 pasti kalimat tadi ygkita ucap’in kalo denger yg namanya penyakit kanker rahimor payudara. Emang sih ngeri bgt…tapi emang kita..kaumperempuan pasti gak bisa lepas dari kekhawatiran ttgpenyakit tsbt. Apalagi kita sebagai seorang lesbian,yang katanya rentan n cenderung bgt kena penyakititu…Nah lo..Bener gak sich…Untuk sedikit lebihjelas, gimana kalo kita liat dech commenttemen2 ttg kespro perempuan. “Menurut kamu…para Lesbian cenderung terkena kanker rahim n payudara gak sih?” Erie, 24th, Jakarta, swasta. Hmm..kecenderung untuk terkena kanker rahim n payudara sih besar, dikarenakan seorang Lesbian…tidak melakukan safe sex seperti yg dibicarakan selama ini. Dan untuk kanker payudara sendiri, ada penelitian menyebutkan….bahwa seorang perempuan jika tidak mengeluarkan ASI maka akan bisa menyebabkan kanker payudara. Kalau untuk kanker rahim tidak hanya untuk Lesbian saja, kaum hetero aja akan bisa terkena…Yang penting yah itu dia…safe sex tadi. 32
  • 34. “Menurut kamu…para Lesbian cenderung terkena kanker rahim n payudara gak sih?” Tara, 21th, Mahasiswi, Yogyakarta.Menurutku sangat besar kemungkinan L kena kanker rahim n payudara. Orientasi sex L yang lebih mengarah terutamapada payudara, sehingga seseorang terkadang terlalu berlebihan saat memegang payudara pasangannya, Hal itu cepat sekali merangsang pertumbuhan sel kanker. Saat melakukan sex, biasanya tadi memperdulikan higienis tangannya saat memasuk’kan ke ‘V’ orang. Bahkan tidak jarang ketika seseorang Terlalu menekan dalam pada V orang dpt mempengaruhi rahim. Apa yang terjadi pada lingkungan L sebenarnya hampir sama pada heterosexual. Petting yg tdk dibatasi membuat saraf akan rusak & timbul kanker tsbt. Oh iya, kalo L kena intensitas bertemu lebih banyak, jadi bisa disimpulkan kaum L banyak melakukan hub.sex yg tidak bersih. Sarannya…sebelum melakukan sex, lbh baik cuci tangan atau lebih baik dengan kondom. Jangan terlalu menekan payudara pasangan & jngn terlalu banyak intstas dlm melakukan petting. Jangan sampai merusak rahim. Wow, ternyata salah satu penyebab terkenanya kanker rahim n payudara karena tidak melakukan safe sex! Wah…kayanya mulai dari sekarang kita perlu tuh yg namanya safe sex n higienis. Lalu gimana yah comment temen kita yg lain? Yuuk kita liat aja…yuuuk. “Menurut kamu…para Lesbian cenderung terkena kanker rahim n payudara gak sih?” Sakura, 26th, Mahasisiwi, Bengkulu. Kalau menurut aku sih semua wanita punya peluang untuk terkena kanker rahim n payudara. Gak hanya kaum Lesbian saja sih. Penyakit tersebut khan kadang ada karena para wanita kurang bisa menjaga kesehatan mereka. Contohnya pola makan, suka mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar toksin tinggi. 33
  • 35. “Menurut kamu…para “Menurut kamu…para Lesbian cenderung terkena Lesbian cenderung terkena kanker rahim n payudara gak sih?” kanker rahim n payudara gak sih?” Nic, 26th, Wiraswasta, Jakarta. Riow, 22th, Mahasiswi FPI (Front Pembela Iklan). Yogyakarta. Secara umum bisa terjadi karena kanker rahim n payudara itu penyakit wanita. Salah satunya factor genetic atau Menurutku nggak juga, itu cuma beberapa persen sih factor keturunan. Jadi tidak hanya Lesbian saja. tp yg dominan mungkin karena individu itu sendiri. Jadi buat antisipasinya yah…Rajin2 check Dia menjaga kebersihan n kesehatannya sendiri up aja. atau gak…Kalau nggak, yah sama aja bo’ong. Jadi menurutku para Lesbian itu tidak cenderung Wah. terkena kanker rahim atau payudara. wah. wah. Temen2 kita ternyata pinter2 yah…Pola makan yg kurang sehat- pun ternyata berpengaruh loh…Tapi seperti salah satu yg dibilang temen kita. Semua tidak lepas dari individu itu sendiri. Makan2an yg sehat, istirahat cukup, safe sex n higienis, mungkin harus kita tanamkan mulai dr sekarang. Dan satu yg harus dilepas dr kebiasaan beberapa teman2 yaitu…..Kebiasaan merokok! Nah ini juga gak baik “Menurut kamu…para Lesbian buat kesehatan kita. Tidak lupa juga untuk teman2 rajin chek cenderung terkena kanker rahim n up yah, biar kalau ada apa2 kita segera ada tindak payudara gak sih?” lanjut. Makanya yuuk dari sekarang kita jaga kesehatan reproduksi kita. Selly, 21th, Mahasiswi, Jakarta.Menurut aq sie engga ya, karena banyak juga kaumhetero yang terkena kanker rahim & payudara. Itusemua tergantung dari apa yg kita makan sehari-hari.Selain itu banyak pikiran & keturunan juga faktor2yang bisa mengakibatkan kanker rahim & paudara.Itu aja sie yang aq tau. Intinya cobalah untuk terus melakukan hidup sehat. Ok girl’z. 34
  • 36. LezMovie 35
  • 37. Water LilesWater Liles ,adalah Film besutan sutradara Celine Sciamma , berdurasi 85 menit ini berlatarbelakang kehidupan anak remaja berusia 15 tahun yang mencari jati diri dan kehidupan cintanya, dilatar belakangi suatu persahabatan yang erat hingga salah satu diantaranya mempunyai suatu sex-attraction dan perasaan yang kuat dalam pergelutan kata hati tuk memilih antara suatu persahabatandengan cinta yang tak pasti.Kisah pun Berawal dari kegiatan suatu club renang, tempat Marie dan Anne bertemu dalam kondisiyang saling membutuhkan sebagai teman. namun, semakin hari pertemanan mereka semakin erat, saling terbuka.. dan karena keterbukaan inilah yang merubah segalanya.dimana, Keterbukaan Marie tentang dirinya yang diwakili oleh kata “I’m not normal”. Membuat Anne berfikir tentang persahabatan mereka, Maka Konflik batin pun terjadi sangat kuat di film garapan Celine ini, sehingga membuat penonton ingin terus asik nongkrongin ampe selesai sambil nebak-nebak ending dari cerita haru biru ini Film yang memenangkan beberapa penghargaan ini, diantaranya youth award di ajang Cabourg Romantic Film Festival bagus banget buat refrensi klikers yang hobby banget nonton film karena, di film water liles ini klikers bisa ambil benang merah nya makna dari setiap konflik yang ditawarkan, gimana penasaran khan?(Rgnt) 36
  • 38. buku Kami Tidak Bisu (Kongkow Lez) Buku Kami Tidak Bisu merupakan sebuah catatan perjalanan komunitas lesbian muda dari awal komunitas mulai berjalan sampai pada pembentukan organisasi Institut Pelangi Penulis : Perempuan. Buku yang diluncurkan pada tanggal 10 Juni Kamilia Manaf 2011 di Jakarta ini juga berisi hasil-hasil diskusi Kongkow Lez isu lesbian muda di Indonesia seperti Identitas Diri (Apakah Editor : Saya Normal ?), Berterus Terang Terhadap Orang Tua, Butch Dewi Nova Wahyuni dan Arwani n Femme, Kesehatan Reproduksi Perempuan Lesbian, Safe Kontributor : Sex and Hot Sex, Lesbian dan Tafsiran Agama ?, Persaudaraan Ino, Panca dan Umi Feminis dan Lesbian, Drag Queen, Drag King, Transeksual dan Transgender. Nara sumber diskusi Kongkow Lez adalah para feminis, psikiater, ahli kesehatan reproduksi, tokoh agama, aktifis Hak Asasi Manusia (HAM) dan lain-lain. Kami Tidak Bisu yang diterbitkan dari hasil kerjasama antara IPP, Feminis dan Aktifis HAM. Teman-teman dapat memesan buku ini ke Institut Pelangi Perempuan dengan mengirimkan email kekamitidakbisu@gmail.com dengan mengirimkan nama, alamat email, telepon, alamat pos pengiriman untuk proses pengiriman buku. Kami dapat memberikan buku ini secara gratis, namun kami akan sangat berterimakasih dan menghargai bantuan teman-teman juga jika dapat membeli buku ini dengan harga Rp. 25.000 + ongkos kirim (tergantung wilayah). Hasil penjualan buku ini akan dipergunakan untuk mendukung program kegiatan organisasi kami lainnya. 37
  • 39. musik Garbage – Androgyny Setelah membaca edisi I Klik!, tentunya rasa PD sudah mulai tumbuh pada diri Klik! Zoners donk ya… ya khan… ya donk ^_~ that we’re normal!. Lalu sekarang mungkin kalian lagi berpikir “baiknya orang-orang tahu tentang ini atau tidak ya?”. Itu sebabnya Klik! kasih kalian satu lirik lagu yang bisa bikin ya… rilekslah sedikit. Album: “Beautifulgarbage” (2001) When everything is going wrong And you can’t see the point in going on Well nothing in life is set in stone No sweeter a taste that you could find There’s nothing that can’t be turned around Than fruit hanging ripe upon the vine There’s never been an oyster so divine Nobody wants to feel alone A river deep that never runs dry And everybody wants to love someone Out of the tree go pick a plum The birds and bees they hum along Why can’t we all just get along? Like treasures they twinkle in the sun Get on board and have some fun Boys in the girls room Take what you need to turn you on Girls in the men’s room You free your mind in your androgyny Behind closed doors and under stars It doesn’t matter where you are Collecting jewels that catch your eye Boys in the parlor Don’t let a soul mate pass you by They’re getting harder I’ll free your mind and your androgyny 38
  • 40. “Everyone has both a female andmale part. One rules, but the othercan’t be canceled. Boys and girlstogether... an ideal situation.”- Shirley Manson Vokalis Garbage sedikit mengungkap kalau di tiap kita pasti adasisi maskulin dan feminin. Itu baru satu dari sekian banyak intisari yang bisa kita ambil dari lirik lagu ini. Nah, coba deh perhatiin “Well nothing in life is set in stone”, di awal lagu kita sudah diajak untuk lebih terbuka tentang cara kita melihat diri kita, orang lain, dan kehidupan pada umumnya. “Why can’t we all just get along?”. Jelas banget gak siey?! kalau lirik ini tentang keberagaman. Secara biologis ada yang jenis kelaminnya perempuan, laki-laki, juga hermafrodit. Bahkan sah-sah saja bila kita mengidentifikasi diri berbeda dari kelamin biologis. Nah, ketika berekspresi di keseharian ada yang sangat menonjol femininnya, maskulinnya, juga ada yang bahkan kita bingung menggambarkannya. Dan bila hal seperti ini masihdipersoalkan, Apa kata dunia?!. He..he.. Begitu juga di internal L,mau seperti apa pun saudari-saudari kita, kenapa siey kita nggak jalan beriringan aza?! ^^ 39
  • 41. Yap, saatnya kita bebaskan cara berpikir kita dari paradigma zaman “I’ll free your mind anddoeloe. It’s about looking past any labels and finding love wherever your androgyny” . . .you can. Sekualitas itu sangat cair, gurlz!. Buang jauh apa yang telah “Take what you need toditanamkan oleh masyarakat-phobia. Be natural!. Baik Perempuan, turn you on”Lelaki maupun Antara, lakukan apa yang perlu kamu lakukan, jadilahseperti yang kamu inginkan, kasihilah siapapun yang kamu tuju. Cintaiorang for who they are inside, dan jangan tutup dirimu untuk jatuhhati dengan anggapan kamu hanya akan memilih jenis tertentu. Adabaiknya terbuka untuk mencinta dan dicinta oleh siapa pun. Mungkinkamu bukan pilihannya, tapi kan baru sekedar kemungkinan, C’mon!;p Atau boleh jadi kamu tidak memilihnya, tapi hargailah cintanya.Paragraf terakhir dari lirik lagu ini mengajak kita untukberpikir androgynous. Maksudnya, bukan untukmenjadi trans, tetapi selain memahami keadaandiri, mengakui keberagaman seksualitas, akanlebih baik bila kita juga mau menghargaikeputusan untuk coming out atau tidak.Nggak masalah sekarang posisi kamudi mana, toh masing-masing ada resikotersendiri. Just go ahead and love, havesome fun!(Sumber: http://www.songmeanings.net) )[by: tRuEHaWa] 40
  • 42. Ada beberapa kasus monumental yang menggambarkan gangguan terhadap perlindungan kebebasan berekspresi kelompok minoritas lesbian, gay, biseks, dan transgender (LGBT) di Indonesia. Di antaranya kasus di Surabaya pada Maret 2010. Massa yang mengatasnamakan FUI dan FPI Mana Tanggung membubarkan paksa Konferensi Regional The International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Intersex Association (ILGA) Asia Keempat. Mereka juga meneror kantor GaYA Nusantara dengan Jawab Negara menggembok dan mencoret-coret kantor tersebut dengan sebutan “teroris moral”. Juga beberapa kasus serupa dengan pelaku yang sama. atas Kebebasan Pertanyaannya, “Apa yang dapat diperankan oleh (tanggung jawab) negara sehubungan dengan perlindungan hak asasi manusia “hidup bebas berekspresi” bagi warga negaranya tanpa Ekspresi? diskriminasi?” Padahal, negara Republik Indonesia merupakan salah satu dari negara peserta (state parties) yang telah menandatangani dan meratifikasi sebagian perjanjian internasional hak-hak Sebuah Tinjauan Kesepakatan manusia (international human rights treaties) yang utama, sebagai bagian dari pembuatan aturan Perjanjian Internasional hukum dan kebijakan nasional. Konsekuensi dari menandatangani dan meratifikasi perjanjian internasional hak-hak manusia adalah negara terikat secara hukum dan kebijakan dalam menunaikan Ikram Baadila* kewajiban (obligation) untuk menghormati (to respect), melindungi (to protect), dan memenuhi (to fulfill) hak-hak manusia. Satu kewajiban tambahan adalah mempromosikan (to promote) hak-hak manusia supaya dapat diketahui publik. Ketiga jenis kewajiban yang berbeda tersebut, secara terperinci dapat dijelaskan sebagai berikut. * Ikram Baadila, dosen Jurusan Sosiologi, Kewajiban untuk menghormati hak-hak manusia, menuntut negara dan semua organ serta agen FISIP Universitas Lampung (Unila). (aparat) untuk tidak bertindak apa pun yang melanggar integritas individu atau kelompok atauPendidikan S1 Jurusan Sosiologi, Fisipol UGM pelanggaran pada kebebasan mereka. Kewajiban untuk melindungi hak-hak manusia, menuntut Yogyakarta; S2 Jurusan Gizi Masyarakat FP negara dan agen (aparat) melakukan tindakan yang memadai guna melindungi warga negara dari IPB Bogor. Aktif di Lembaga Studi Advokasi pelanggaran hak-hak individu atau kelompok, termasuk pencegahan atau pelanggaran atas penikmat Perempuan dan Anak (Elsapa) Lampung kebebasan mereka. Kewajiban untuk memenuhi hak-hak manusia, menuntut negara meberikan (1998-2000); 2000 - sekarang, anggota pelayanan yang memadai untuk menjamin setiap orang di dalam ruang lingkup yurisdiksi untuk Perkumpulan Organisasi Masyarakat Sipil DAMAR, Lampung. memberikan kepuasan kepada mereka yang memerlukan pelayanan yang telah dikenal di dalam instrumen hak-hak manusia dan tidak dapat dipenuhi oleh upaya pribadi. 41
  • 43. Sesuai dengan hukum hak-hak manusia internasional, pemerintah harus patuh pada Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia(DUHAM) dan semua kovenan internasional tentang hak-hak manusia yang telah diratifikasi pemerintah, yakni InternationalCovenant on Economic, Social, and Culture Rights (ICESCR) yang telah diratifikasi melalui UU No. 11 Tahun 2005 tentangPengesahan Kovenan Hak-hak Sipil Budaya. Kemudian International Covenant on Civil and Politic Rights (ICCPR) yang juga telahdiratifikasi Indonesia melalui UU No. 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Hak-hak Sipil Politik. Belum lagi beberapakovenan/konvensi internasional lainnya yang juga telah diratifikasi pemerintah RI, seperti Convention Against Torture (CAT) danThe Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW).Kepatuhan negara terejawantahkan dalam upaya maksimal menjalankan amanat seperti pada pembukaan Deklarasi UniversalHAM bahwa “Setiap manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai hak dan martabat yang sama.” Lainnya, dalam Pasal 19 ayat(2) dan (3) ICCPR “Setiap orang berhak atas kebebasan untuk menyatakan pendapat: hak ini termasuk kebebasan untuk mencari,menerima, dan memberikan informasi dan pemikiran apa pun, terlepas dari pembatasan-pembatasan secara lisan, tertulis, ataudalam bentuk cetakan, karya seni atau melalui media lain sesuai dengan pilihannya. Kemudian, dalam Pasal17 (1) & (2) ICCPR“Tidak boleh seorang pun yang dapat secara sewenang-wenang atau secara tidak sah dicampuri masalah-masalah pribadinya,keluarganya, rumah atau hubungan surat-menyuratnya, atau secara tidak sah diserang kehormatan dan nama baiknya. Atau,secara terperinci terkait dengan hak-hak manusia, terutama hak kelompok minoritas yang diturunkan dari hak sipil, politik,ataupun hak ekonomi, sosial, dan budaya dapat dilihat dalam Yogyakarta Principles – meskipun bukan dokumen resmi PBB.Yogyakarta Principles terkait dengan hak-hak sipil dan politik serta hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya yang juga berlakupada kelompok masyarakat yang mempunyai orientasi seksual dan identitas gender berbeda. Selain itu, diatur pula kewajiban-kewajiban negara demi memenuhi hak-hak kelompok masyarakat yang mempunyai orientasi seksual dan identitas gender yangberbeda tersebut.Ada dua (bentuk) upaya dalam menjalankan amanat tersebut, yaitu berupa acts of commission (tindakan untuk melakukan)dan acts of ommission (tindakan untuk tidak melakukan tindakan apa pun). Acts of commission merupakan upaya yangsering dilakukan negara, dalam hal ini diperankan oleh aparat penegak hukum, karena ranah tindakannya tidak bersilangdengan masalah lain. Biasanya berupa tindakan penegakan hukum. Sedangkan upaya atau tindakan acts of ommission dalambentuk pembiaran negara terhadap tindakan pelanggaran HAM sering dialami kelompok LGBT dan minoritas lainnya. Seperti yang dipaparkan pada awal tulisan ini, aparat penegak hukum tidak dapat melakukan apa-apa atau melakukan pembiaran terhadap kelompok FUI dan FPI yang melakukan tindak kekerasan dan pelanggaran atas hak berekspresi dan hak berorganisasi kelompok. Dengan kata lain, acts 42
  • 44. of ommission merupakan pelanggaran hak-hak manusia – karena telah melakukan pembiaran – dan telah menciptakan preseden buruk bagi penegakan hukum dan hak-hak manusia, yaitu melegitimasi tindakan kekerasan dan pengingkaran akan hak berekspresi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan agama.Seharusnya aparat penegak hukum setiap ada kejadian pelanggaran HAM dalam aksi kekerasan, pemaksaan kehendak, danpembubaran paksa, melindungi warga negaranya, yang dijamin konstitusi. Namun kenyataannya tidak berbuat apa-apa, tidak berupayamencegah aksi kekerasan, dan terkesan memfasilitasi tindakan pelanggaran HAM. Kadangkala bahkan menyalahkan kelompokLGBT yang menjadi korban, dengan tuduhan mereka sebagai pemicu persoalan. Dituduh sebagai pemicu persoalan karena stigmaterhadap kelompok LGBTI yang dipengaruhi doktrin agama yang telah ada dalam mindset sejak anak hingga orang dewasa. Masyarakatmelakukan stigmatisasi terhadap mereka sebagai sampah masyarakat, menyebarkan penyakit menular, tidak normal, tidak alamiah,sumber datangnya malapetaka, dan penyandang cacat mental. Justifikasi dan doktrin agama serta anggapan masyarakat akhirnya jugaterkonstruksi pada aparat penegak hukum, sehingga menjadikan aparat penegak hukum bukan sebagai pelindung kelompok LGBT.Terlihat jelas negara belum mampu melindungi hak-hak kelompok LGBT. Terutama hak hidup tanpa kekerasan, hak untuk berekspresi,hak untuk berorganisasi, dan perlakuan hukum yang adil. Namun tidak berarti upaya mencari keadilan bagi kelompok LGBT berhenti.Upaya menuntut keadilan harus tetap dilakukan. Caranya dengan mencari celah hukum dan menjadikan instrumen hukum itu sebagaidasar hukum bagi advokasi hak-hak kelompok LGBT. Selain itu, pemerintah (eksekutif dan legislatif) harus merumuskan kebijakan-kebijakan teknis sebagai turunan dari ICCPR dan ICECSR, serta kovenan/konvensi lain yang telah diratifikasi, terutama yang terkaitdengan perlindungan hak-hak kelompok LGBT. Peraturan perundang-undangan tentang hak-hak manusia dan peraturan lain/kebijakanyang terkait dengan perlindungan hak-hak kelompok LGBT harus terus-menerus disosialisasikan kepada masyarakat. Pendidikan yangbertujuan membangun penyadaran kritis bagi harkat kemanusiaan, mencerahkan, dan membebaskan manusia dari segala bentukketertindasan agar dapat terwujud keadilan dan tindakan tidak menindas kelompok minoritas serta mengembangkan budaya toleransimenjadi upaya strategis.Terkait dengan upaya advokasi, Deklarasi Montreal merupakan langkah awal untuk melakukan desakan terhadap negara-negara didunia untuk mengakui, memenuhi, dan melindungi hak-hak LGBT serta desakan agar semua negara dan PBB memerangi homofobia.Selanjutnya, resolusi persamaan hak yang menyatakan setiap manusia dilahirkan bebas dan sederajat dan setiap orang berhak untukmemperoleh hak dan kebebasannya tanpa diskriminasi apa pun juga menjadikan pelanggaran HAM atas dasar orientasi seksualdianggap sebagai pelanggaran HAM tingkat tinggi. Orientasi seksual dan identitas gender merupakan pilihan dan hak seseorang yangpaling asasi. Menyitir pernyataan Eileen Donahoe, “Memilih siapa yang kita cintai dan dengan siapa kita akan berbagi hidup adalah hakyang sakral, sehingga siapa pun, termasuk kaum gay, lesbian, dan transgender berhak mendapat perlindungan atas hak ini.” 43
  • 45. Gerakan LGBTIQ Indonesia dalam Kerangka HAM Vien Tanjung*Bukan rahasia di seluruh dunia masih saja terjadi pelanggaran hak asasi manusia atas dasar sexual orientation and genderidentity (orientasi seksual dan identitas gender). Pelanggaran banyak bentuknya, dari penyangkalan hak-hak untuk hidup,penyangkalan kebebasan dari kekerasan, hingga diskriminasi dalam mengakses hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya. Diantaranya diskriminasi hak atas kesehatan, perumahan, pendidikan, dan hak untuk bekerja. Juga usaha untuk memaksakannorma-norma heteroseksual (heteronormativitas), serta tekanan untuk tetap diam dan tak terlihat.Bahkan, dalam kehidupan teman-teman transeksual dan teman-teman dengan Harry Benjamin’s Syndrome, semua aksesterhadap ranah kehidupannya menjadi terbatas. Pada detik seseorang memutuskan untuk mengikuti indentitas dirinya yangbukan berdasarkan indentitas yang diberikan masyarakat atasnya, maka pada detik tersebut ia dimarginalkan oleh masyarakat.Menjelang penutup tahun 2011, saya mendapat kehormatan dari Institute Pelangi Perempuan untuk menulis tentang gerakanlesbian, gay, biseks, transgender, interseks, dan queer (LGBTIQ) Indonesia dalam perspektif HAM. Sebuah tulisan yangdiharapkan dapat menjelaskan dengan sederhana tapi nendang. ^^Mari kita mulai dengan sejarah. Yap! Sejarah…Pada mulanya sesudah Perang Dunia Ke-2, para pemimpin dunia berkumpul dan menyepakati sebuah instrumen (sistem) untukmenjaga perdamaian dunia. Pada tanggal 10 Desember 1948 dicetuskan Deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM) atau UniversalDeclaration of Human Rights (UDHR) dan diperingati sebagai Hari HAM. Teman-teman bisa baca dokumen lengkapnya di:http://www.un.org/en/documents/udhr/Terkait instrumen itu, Indonesia sudah mengadopsi UDHR menjadi undang-undang. Negara kita menyatakan kesediaan untukterikat (menaati) perjanjian internasional tersebut. Teman-teman dapat melihat daftar instrumen HAM yang sudah diratifikasidi http://syaldi.web.id/2008/10/status-ratifikasi-indonesia-untuk-instrumen-internasional-ham/ 44
  • 46. Namun, bagi gerakan LGBTIQ, instrumen yang ada di PBB masih kurang cukup dalammengakomodasi aspirasi gerakan LGBTIQ. Maka disusunlah Yogyakarta Principle pada 26Maret 2007 yang sejak pertama dicetuskan di pertemuan PBB di Geneva, hingga sekarangmasih diperjuangkan untuk menjadi instrumen resmi PBB yang nantinya dapat diratifikasioleh negara-negara anggota. Informasi Yogyakarta Principle dapat merujuk ke http://www.yogyakartaprinciples.org/principles_en.pdfSebuah kutipan dari Yogyakarta Principle: “MENGINGAT bahwa semua manusia dilahirkan bebas dan setara dalam martabat dan hak-hak, dan bahwa setiap orang berhak atas kenikmatan hak asasi manusia tanpa perkecualian apa pun, seperti ras, warna, seks, bahasa, agama, politik atau pendapat, asal-usul kebangsaan atau kemasyarakatan, properti, kelahiran atau status lain;”Pada Juli 2011 Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon, pada pidatonyamengatakan,“Sebagai manusia dengan hati nurani, kami menolak diskriminasi padaumumnya, dan khususnya diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dan gender identitas.Di mana ada ketegangan antara budaya tradisi dengan hak asasi manusia secarauniversal, hak harus selau dijunjung. Bersama-sama kita mencabut undang-undang yangmengkriminalisasi homoseksualitas dan memungkinkan diskriminasi berdasarkan orientasiseksual atau identitas gender yang mendorong kekerasan.”Pada 15 Desember 2011 gerakan LGBTIQ di seluruh dunia menyambut gembira untukkali pertama Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia atasOrientasi Seksual dan Indentitas Gender (Sexual Orientation and Gender Identity, SOGI).Laporan ini memakai Yogyakarta Principle sebagai sebagian dari landasannya, bersamaandengan dokumen-dokumen PBB lainnya yang mengatur tentang hak asasi manusia (HAM). 45
  • 47. Laporan itu menyoroti masalah-masalah pelanggaran HAM, terutama berkaitan dengan pelanggaran atas dasar SOGI, serta dengan kritismenyatakan negara memiliki kewajiban untuk mengatasi dan memberikan tanggapan atas semua permasalahan yang ada. Permasalahan-permasalahan yang dikumpulkan oleh PBB itu bersumber dari masukan data dan temuan dari organisasi regional, beberapa pihakberwenang nasional, dan lembaga swadaya masyarakat.Indonesia yang menganut paham demokrasi, pada kenyataannya membuka pintu bagi kita untuk dapat menciptakan “ruang” yang setarauntuk kita semua dalam hal SOGI. Namun, demokrasi juga membuka pintu bagi gerakan fundamentalisme untuk menciptakan ruangbagi mereka. Meski demikian, perlu diingat bahwa sistem demokrasi adalah sistem yang mengikuti suara terbanyak. Oleh karena itu, kitaperlu mempunyai suara yang mengalahkan suara para fundamentalis. Partisipasi teman-teman youth LGBTIQ sangat penting dalam halini, karena kalian adalah generasi ke depan yang akan menjadi pemimpin. Penting bagi teman-teman untuk mulai peduli dan memahamisistem ataupun instrumen yang ada serta bersikap kritis.Kritis tidak hanya dalam satu sisi, tapi melingkupi berbagai sisi. Kita harus bisa kritis juga dalam masalah-masalah gerakan perempuan,gerakan petani, gerakan buruh, gerakan keadilan sosial. Sebab, semua ini bagai barisan domino. Seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, tapisaling terpautkan. Jika satu bagian jatuh, maka semua akan jatuh.Teman-teman MUDA tidak perlu bingung harus memulai dari mana. Saya memulai “aksi” melalui tulisan di blog. Dari yang awalnya sekadar“cuap-cuap” kesal, hingga pada “aksi” di lapangan. Semua merupakan proses pembelajaran bertahun-tahun.Dengan menulis berarti bersuara! Itu prinsip yang saya pegang. Teman-Teman hanya perlu membuat blog sederhana. Tulis semua perasaandan pemikiran di blog tersebut dan percayalah, semua pelajaran berharga kehidupan akan didapatkan di tulisan teman-teman, lebih dariyang diberikan buku pelajaran. Menulis adalah proses berdiskusi dengan diri sendiri yang akan memacu teman-teman menjadi lebih kritis.Pada akhirnya permasalahan HAM bukan hanya perjuangan satu gerakan, melainkan perjuangan untuk semua. Dengan ini saya percayakita bisa menciptakan sebuah Indonesia yang lebih baik. Bahkan, dunia yang lebih baik.Selamat berkarya TEMAN-TEMAN MUDA! * Vien Tanjung, pengampu www.herlounge.com, website lesbian di Indonesia, digagas sejak 2008 dari sebuah blog hingga pada tahun 2010 menjadi website. Juga blog tentang Harry Benjamin’s Syndrome Indonesia yang akan diluncurkan awal tahun 2012. Terdaftar di Falkutas Filsafat Driyarkara angkatan 2011. Vien masih menyimpan impian untuk membuat blog iseng yang membicarakan semua hal tentang WC (toilet). Juga ingin sekali membuka percetakan agar bisa mencetak buku tanpa terlilit proses dan sistem yang ribet nan ruwet. Bisa dihubungi lewat e-mail: vien@herlounge.com 46
  • 48. Hari Perempuan Indonesia Sejarah, Pergulatan, dan Arahnya Kini Dewi Nova Wahyuni* “Di Indonesia, Hari Ibu memiliki makna yang berbeda dari Mother’s Day di Barat. Hari Ibu dirayakan setiap tahun sebagai hari besar nasional pada 22 Desember dan merupakan peringatan pembentukan Kongres Perempuan Indonesia pada 1928, organisasi perempuan pertama yang mempunyai arti nasional. Hari Ibu menandai emansipasi kaum perempuan Indonesia dalam hubungannya dengan persatuan nasional dan nasionalisme.” - Julia Suryakusuma “Apakah Anda sudah menyapa ibu hari ini?” Demikian kurang lebih kutipan tayangan iklan layanan masyarakat di televisi untuk memperingati Hari Ibu. Tayangan tersebut juga menyuguhkan adegan seorang perempuan yang sedang bersusah payah melalui proses melahirkan. Iklan ini sungguh menggugah kita tentang pengorbanan, jasa, dan perawatan ibu. Apakah sebatas pada peran keibuan, semangat yang digelorakan 30 organisasi perempuan yang memproklamasikan 22 Desember sebagai Hari Ibu? Mengapa* Dewi Nova Wahyuni, penulis esei sosial-politik, bukunya hampir semua media – televisi, majalah wanita, surat kabar, tradisi-tradisi peringatanAkses Perempuan pada Keadilan (Hivos, 2011). Buku puisinya Hari Ibu — berwajah sebatas mengucapkan terima kasih kepada perempuan untuk“Burung-burung Bersayap Air diterbitkan Jaker, 2010. Saat ini, satu peran (ibu) dari realitas beragam peran perempuan?Dewi sedang mempersiapkan penerbitan buku cerita pendekPerempuan Kopi yang akan diterbitkan secara indi. Penulisjuga editor buku Kami Tidak Bisu (Institut Perempuan Pelangi,2011) dan pendiri Perempuan Berbagi, perkumpulan yangmeyakini kedaulatan perempuan melampaui ketubuhan danorientasi seks. 47
  • 49. Dari Nasionalisme ke Pelayan NegaraNyonya Soekanto, guru di sekolah Belanda-Pribumi dan anggota Komite Wanita Utomo; Nyonya Suwardi, istri dan rekan KiHajar Dewantoro; Nona Soejatin, guru perguruan Taman Siswa dan anggota Komite Putri Indonesia. Merekalah para penggagasKongres Perempuan Indonesia pertama di Yogyakarta, pada 22 Desember 1928. Meskipun dunia belum mengakui keberadaannegara RI saat itu, setahun sebelum kongres diselengarakan, para pejuang bangsa telah mempersiapkan pembentukan RI melaluiPermufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI).Dalam suasana kemerdekaan bangsa, kongres perempuan yang pertama disemangati oleh nasionalisme. Tak mengherankan,dengan semangat nasionalisme, tiga perempuan tersebut berhasil mengumpulkan hampir 30 perkumpulan perempuan dariberbagai tempat calon wilayah RI. Kongres ini menghasilkan tiga rumusan yang harus diperhatikan calon pemerintah RI. Pertama,jumlah sekolah untuk anak peremuan harus ditingkatkan. Kedua, penjelasan resmi arti taklik diberikan kepada calon mempelaiperempuan pada saat akad nikah. Ketiga, peraturan yang menolong para janda dan anak yatim piatu pada sistem pegawai sipil.Kongres Perempuan Indonesia pertama menjadi benih bagi tumbuhnya tuntutan untukpemenuhan hak-hak dasar perempuan oleh negara. Pada kongres kedua tahun 1929, yang dihadiri Kongres Perempuanribuan perempuan, mereka mulai mengusung tema poligami dan pelacuran. Pada tahun 1930, Indonesia pertamasalah satu organisasi perempuan, Isteri Sedar, menunjukkan gagasan untuk menolak poligami. menjadi benihGagasan itu kemudian dianggap melukai beberapa organisasi perempuan Islam. Masalah poligami bagi tumbuhnyaakhirnya tidak dibahas di kongres berikutnya dan Isteri Sedar menolak berpartisipasi di kongres. tuntutan untukPada masa yang sama, Soekarno, insinyur nasionalis yang kemudian menjadi presiden pertama pemenuhan hak-hakRI, mendesak para perempuan muda untuk mencurahkan pada pelayanan nasional. “Bukankah dasar perempuanArjuna memulihkan hak-hak saudara lelakinya berkat bantuan istrinya, Dewi Srikandi?” katanya. oleh negara.Dinamika Isteri Sedar dengan Kongres Perempuan dan pernyataaan Sukarno menjadi pertandapertarungan makna dan spirit juang perempuan Indonesia. Akan dibawa ke mana benih Hari Ibu?Apakah akan berjuang untuk martabat kemanusiaan sepenuhnya sebagai perempuan? Atau menjadi penyokong dan alat gerakisme-isme lain yang dianggap pemerintah RI lebih penting, baik di zaman Soekarno, Soeharto, maupun Yudhoyono?Pendudukan Jepang (1942-1945) memaksa gerakan yang sedang tumbuh dan dinamis ini hilang. Satu-satunya organisasiperempuan yang direstui penguasa Jepang adalah Fujinkai (perkumpulan perempuan). Gerakan Fujinkai dibatasi pada 48
  • 50. memerangi buta huruf untuk perempuan, menjalankan dapur umum, dan pekerjaan sosial. Di bawah kuasa Jepang, perempuan dijadikan alat untuk menyokong perang yang mengidamkan Asia Raya atas kuasanya. Ada juga keuntungannya, karena pendekatan yang dipilih Jepang membuat perempuan kelas menengah yang intelek dan priyayi bisa bekerja bersama- sama dengan perempuan jelata yang memperat ikatan sesama perempuan. Menjelang proklamasi Kemerdekaan, perempuan mengorganisasi diri membentuk tim perawat dan penghubung, menjalankan dapur umum dan klinik berjalan. Perkumpulan perempuan yang populer pada masa itu adalah Persatuan Wanita Negara Indonesia (Perani). Pada masa Orde Baru, tantangan gerakan perempuan berhadap-hadapan dengan kapitalisme. Soeharto, dengan karakter yang terbuka pada kapitalisme-militeristik, menginginkan warga negaranya dapat dikontrol dengan mudah, termasuk gerakan perempuan. Setiap kekuatan sipil yang memungkinkan menjadi mitra pemerintah, dirapikan dalam organ tunggal. Pada pertengahan 1970, pemerintah melakukan penggabungan kepentingan profesional dan keagamaan dalam organisasi tunggal melalui lima golongan kekaryaan: (1) Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) untuk buruh pabrik; (2)Pada masa Orde Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk petani; (3) Himpunan Nelayan Seluruh IndonesiaBaru, tantangan (HNSI) untuk nelayan; (4) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk pemuda dan mahasiswa; (5)gerakan perempuan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) untuk organisasi perempuan.berhadap-hadapandengan kapitalisme. Begitulah dinamika yang dihadapi Kongres Wanita sebagai federasi organisasi-organisasi perempuanSoeharto, dengan terpelajar yang melahirkan Hari Ibu pada tahun 1928. David Reeve dalam buku Golkar of Indonesia:karakter yang an Alternative to the Party System, menggambarkan di masa Demokrasi Terpimpin, Kowani didorongterbuka pada menjadi organisasi radikal oleh Gerwani dan Hurustiati Subandrio (istri menteri luar negeri saat itu, Dr.kapitalisme- Subandrio).militeristik,menginginkan warga Sejak Mei 1966, pada saat pembasmian komunis, para pemimpin organisasi perempuan yang berkaitannegaranya dapat dengan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) meningkatkan jumlah wakil mereka dalamdikontrol dengan pengurus eksekutif Kowani. Proses ini berpuncak pada Kongres Ke-16 Kowani pada Mei 1974, di manamudah, termasuk 7 dari 11 pengurus pusat dari Golkar. Kowani mendapatkan pengesahan resmi dari pemerintah dalamgerakan perempuan. panca Dharma Wanita, yaitu: (1) Wanita sebagai pendamping setia suami; (2) Wanita sebagai pencetak generasi penerus bangsa; (3) Wanita sebagai pendidik dan pembimbing anak; (4) Wanita sebagai pengatur rumah tangga; (5) Wanita sebagai anggota masyarakat yang berguna. Menurut Julia Suryakusuma, sejak itulah Kowani berhenti sebagai alat perjuangan independen kaum perempuan dan membiarkan dirinya dicetak mengikuti budaya “ikut suami” yang merupakan salah satu ciri pokok ibuisme negara. Dalam paham “ibuisme”, perempuan harus melayani suami, anak-anak, keluarga, masyarakat, dan negara. Perebutan ruang juang perempuan ini juga berdampak pada cara negara, yang kemudian diadopsi media dan lainnya dalam 49
  • 51. membangun citra perempuan Indonesia, termasuk dalam memaknai Hari Ibu. Tradisi berpakaian ala ibu kelas menengah Jawa, dipraktikkandi taman kanak-kanak dan sekolah dasar pada setiap peringatan Hari Ibu. Iklan segala macam pengorbanan seorang ibu yang membuat kitaterharu. Perempuan disanjung sebagai ibu sekaligus dipenjara untuk tidak menuntut dan merayakan peran-peran lain.Secara kontradiktif, negara terus memperalat kaum ibu. Pada masa Presiden Yudhoyono, kaum ibu berhadapan dengan sistem kapitalisme-politisasi agama. Sistem ini menjadikan kaum ibu sebagai buruh yang murah sekaligus bekerja dalam kondisi berbahaya. Integritas tubuh danseksualitasnya dikontrol melalui berbagai peraturan daerah atas nama agama. Perempuan yang lesbian, perempuan yang waria, lebih lemahperlindungannya dibanding kaum ibu yang hetero. Negara membiarkan ormas atas nama Islam melakukan kekerasanterhadap mereka.Memaknai Ulang Hari Ibu “Tradisi lama, tidak dapat diruntuhkan dengan mudah, memenjara kita dalam tangan-tangannya yang kokoh. Suatu hari, memang benar, tangan-tangan itu harus melepaskan kita, tetapi hari ini masih jauh, sangat jauh! Bahwa hari itu akan tiba, aku yakin, tetapi hanya setelah tiga atau empat generasi datang dan pergi.” -KartiniSejarah Hari Ibu, sejarah Kowani yang melahirkannya, sejarah perempuan Indonesia adalah perjalanan yang meminta kitauntuk tidak berhenti memperjuangkan hak-hak perempuan, seperti harapan Kartini di masa perjuangannya.Di satu sisi ada sejarah gerakan perempuan yang terus-menerus dirongrong oleh negara dan sistem ekonomi globaluntuk patuh pada kehendaknya. Sebuah gerakan yang harus terus berjuang. Di sisi lain ada perempuan lesbian yangeksistensi dan tuntutan hak-haknya belum bersejalin dengan gerakan perempuan yang dimaksud.Di masa kini, tiba saatnya perempuan yang hetero, yang lesbian, yang transgender, yang transeks bergandengantangan menghimpun kekuatan. Menolak kepatuhan yang diinginkan kuasa kapitalis-politisasi agama. Mewarnai ruangmenjadi perempuan, merayakan sebagai ibu tanpa ditentukan negara atau siapa pun. Pada saat bersamaan meraihkemerdekaan secara penuh terhadap integritas tubuh, pikiran, dan seksualitasnya.Selamat Hari Perempuan Indonesia! Sumber Bacaan: Cora Vreede-De Stuers, Sejarah Perempuan Indonesia Gerakan dan Pencapaian (Komunitas Bambu, 2008) Julia Suryakusuma, Ibuisme Negara Konstruksi Sosial Keperempuanan (Komunitas Bambu, 2011) 50
  • 52. Lez Idol 51
  • 53. Rai Berani adalah n Rasa TakutKetiadaa liat soso tama nge a ya!” (=D) Di k Irshad Kesan per co jug Wah… cu g serius Manji, “ g concer n-nya yan n ini u b alik bidan n berusia 40 tah sbia ren. So, abeezz, le t lho bo’ tampil ke mau pa jangan masih sem sih muda kita-kita y ang ma a kok jadi ga pasti bis engan ks. Kita ju d kalah, don bebas berekspresi ng lesbian ya pede. 52 1
  • 54. Perempuan ini lahir di Uganda, Afrika Timur. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Keluarga ayahnya berasal dari Gujarat, India, sedangkan ibunya dari Mesir selatan. Irshad dibesarkan dalam keluarga broken home. Mereka mengungsi ke Vancou- ver, Kanada, saat Irshad berusia 4 tahun. Atap rumah seperti- nya menjadi tempat favorit Irshad untuk ngebayangin hidup bebas, eksplor tindakan, pemikiran, dan cita-citanya. Juga tempat untuk bersembunyi dari ayahnya yang suka memukul. Saat Irshad berusia 9 tahun, sang ayah pernah mengejar dan mengancam akan mengiris telinganya (tetelan kalee), apalagi bila sampai melapor ke polisi. Sang ibu, saudara, serta pem- bantunya yang berkebangsaan Afrika pun nggak luput dari perilaku kasar si ayah. (KDRT banget, rasis, patriarkis. Wah… si bokap bisa kena pasal pidana berlapis). ang taat. ku muslim y“Nama ku Irshad. A bersuara di hati, aku ran hakDe ngan Tuhan n pelangga ke kerasan da menentang i adalah keti adaan asasi man usia. Beran aran suatu kesad Be rani adalah g daripada rasa takut. lebih pentin bahwa ad a hal yang u sendiri.” ketakutan it nji. – Irshad Ma 53
  • 55. kan dari setelah ia dikeluar Titik balik kehidu pan Irshad terjadi rempuan yang emprotes posisi pe pendidikan m adrasah karena m yaan kritis n berbagai pertan tra disional. Dia ngajui inferior dalam Islam a, Mr Khaki. Saat itu Irshad on s baik oleh guruny yang nggak diresp kedua orang tuan ya bercerai. a tahun kemudian baru 14 tahun. Du antipeluru. mahnya didesain di Kanada. Jendela ru Kini Irshad tinggal cause bisa saja disa dap. Bahkan Doi nggak beba s gunain telepon, pnya a anak karena hidu tuk ng gak nikah and puny . Irshad sampe rela milih un dia tak tinggal diam m sit uasi bahaya. Tapi sering berada dala istik, melalui sura t kabar, ra nnya lewat jurnal menyuarakan piki wawancara, da n situs internet.Irshad adalah mentor bagi para mahasiswa muda. Spesialisasinya bidang HAM dankebijakan publik pada the Pierre Trudeau Foundation di Montreal, Kanada. Dia juga duduk di dewan editorial antar-iman pada majalah Seventeen yang bermarkas di New York. Selain itu, dia merintis berdirinya Ijtihad Project, lembaga yang membantu para muslim muda memimpin reformasi liberal Islam. Ngeliat kepemimpinan dan prestasi Irshad, Oprah Winfrey menghargainya dengan Chutzpah Award atas “keberanian, tekad, ketegasan, dan keyakinannya”. Majalah Ms. menabalkan Irshad sebagai “Feminis Abad 21”. Maclean’s memberinya penghargaan Honor Roll pada tahun 2004 sebagai “Orang Kanada yang Sangat Berpengaruh”. Pada Hari Perempuan Internasional tahun 2005,The Jakarta Post mengakui Irshad sebagai satudari tiga muslimah yang mampu menciptakan perubahan positif dalam Islam. 54
  • 56. Pada April 2008 Irshad mengunjungi Jakarta, tepatnya di Perpustakaan Nasional. Kunjungan inidalam rangkaian peluncuran bukunya Beriman Tanpa Rasa Takut (The Trouble with Islam Today: A Wake-Up Call for Honesty and Change, 2003). Buku ini telah diterjemahkan di 30 negara. Kita juga bisa menyimak di website http://www.irshadmanji.com/indonesian- edition. Irshad menulis bukunya seperti surat terbuka. Kita bisa ikut merasakan beratnya perjuangan dia menemukan dirinya sendiri, sejak masa kanak-kanak hingga menjadi lesbian dewasa, yang terus-menerus menghadapi pro-kontra atas pendiriannya. Irshad mendorong kita untuk menjadi lesbian yang berani berijtihad alias berani bertanya dan selalu menilik fakta untuk memahami penjelasan di balik “fatwa” atau informasi yang sudah turun- temurun. Ibarat bikin kue niey, terigu diayak dulu. Masa’ informasi ditelen bulat-bulat?! J Kalo masih kurang jelas, bertanya saja. Kalo ada pendapat beda, sampaikan saja. Daripada kepikiran, layaknya otak “yang sudah kebelet pipis” tapi masih diredam juga. 55
  • 57. Untuk tiap ancaman yang ditujuin terhadap Irshad, somehow tetap aza ada kabarbagus berupa dukungan, kepedulian, dan cinta dari teman-teman muslimnya yanglebih besar ketimbang apa yang dibayangkannya. Irshad justru balik menantang,apakah kita akan tetap bersikap kekanak-kanakan? Yaitu, dengan bungkam dan patuh,atau berproses menjadi dewasa sebagai warga negara seutuhnya yang membelakebhinekaan intepretasi dan ide yang membuat kita bisa mempraktikkan Islam dibelahan mana pun dunia. Kalo ada yang nanya tentangorientasi seksualnya sebagai lesbian, Irshadmenjawab, “Yang penting itu kesepakatanantara diri kita dengan Tuhan, karenahanya Allah yang tahu sejatinyakebenaran. Allah pula yang berhakmenentukan siapa yang paling benar diantara manusia.” Pada dasarnya Islamagama damai. Wahyu yang tertuangdalam Al-Quran sarat dengan maknakasih sayang. Jadi, kalau ada tindakkekerasan, tentu bukan Islam yang harusdisalahin, melainkan pribadi si pelaku. 56
  • 58. Oh iya Gurlz, untuk lebih mengenal toleransi umat beragamaala Indonesia, Irshad juga melakukan diskusi dengan kalangan Bisa dibilang Irshad ini lesbian nekat (udah kayak bonekakademisi, mahasiswa UGM, organisasi kemasyarakatan, aja ya Bu. Hehehe). Irshad berani mengangkat tema beratbertemu dengan ormas perempuan di Pesantren Krapyak, dan dengan bahasa yang relatif mudah dipahami kalangan awamseniman di Yogyakarta. Jadi, sedikit bertanya-tanya nih, mana tanpa mengurangi kesan pemikiran kritisnya yang setajamdia ya seribu senyum Indonesia? Yang ada kita keseringan silet (haiyah infotainment kalee. Hehehe) dan terbukadiliatin wajah amarah dan sikut-sikutan. Dari pelajar, masyarakat terhadap keberagaman pendapat. Tema sosial yang diangkatadat, hingga elite politik yang nggak jarang masukin unsur di antaranya subordinasi, diskriminasi, kekerasan terhadapagama di dalamnya. Menurut cerita bokap-nyokap dulu siey perempuan , orientasi seksualitas kita yang dipandangbangsa kita dikenal murah senyum dan ramah tamah. Moga aja sebelah mata, intoleransi terhadap warga negara non-muslimitu nggak cuma jadi tampilan luar, atau basa-basi penerimaan terutama Yahudi dan Nasrani (padahal nggak ngaruh harusnyatamu luar negeri (turis), tapi di dalamnya nangis.  Berharap ya Jeung), perbudakan (haree geneh masih saja ada yang tegadan berdayain potensi aza yu’, jangan keikutan arus yang kayak ngejadiin orang sebagai budak, capcai dech!), hukuman rajam,gitu. Basi banget deh kalo jadi bagian yang suka menyakiti kebiasaan mengambing-hitamkan pihaksesama. Setuju? Pastinya. J lain, dan sebagainya. 57
  • 59. Irshad juga say yes untuk kritik yang membangun. Menurut doi, kritik sangat dibutuhkan untuk membawa pembaruan yang dibutuhkan. Dan kita seharusnya say no untuk segala bentuk intimidasi dan pihak yang sengaja ngebungkam orang lain, sehingga nggak berani menyuarakan apa yang mereka pikirkan. Irshad bahkan menerima julukan buruk untuknya, “Mimpi Terburuk bagi Osama bin Laden”, sebagai pujian. Seiring dengan semangat Kartini dan kebangkitan Indonesia, sudah saatnya niey lesbian muda nunjukin peran dengan berempati atas keberagaman yang memang ada dan menjadi ciri khas Indonesia (yang seharusnya dapat menjadi contoh bagi dunia, ya khan), tidak menyerah pada kebutaan informasi, dan majoo teroozz walau banyak hambatan dalam berkreasi. Syukur-syukur kita bisa nemuin gagasan baru ala anak muda buat menjawab persoalan di masyarakat. Oh iya, buat yang suka cuci mata, ada foto-fotonyaIrshad dan kegiatannya, lho. Siapa tau kita jadi lebih termotivasi. 58
  • 60. lez smart Seorang teman lesbian yang berpenampilan maskulin atau butch bercerita, dia Banyak Cara tidak diterima bekerja karena lesbian. Seorang teman yang lain bercerita, dia baru diterima bekerja. Padahal, teman yang berpenampilan maskulin ini juga Lesbian rambutnya baru dipotong model mohawk. Situasi apakah yang membedakan pengalaman kedua teman ini? Mendapatkan Banyak teman lesbian mengatakan menjadi lesbian sulit mendapat pekerjaan. Pekerjaan Apakah benar seperti itu? Dunia kerja tertutup bagi lesbian? Menurutku, pernyataan itu tidak benar dan kurang tepat. Banyak teman lesbian yang berhasil dan sukses di dunia kerja. Poedjiati Tan Mari perhatikan hal-hal berikut dalam mencari pekerjaan: • Bidang pekerjaan: Bidang pekerjaan apa yang sesuai dengan tingkat pendidikan. Kalau kita lulusan SMU dan menginginkan pekerjaan yang mensyaratkan gelar sarjana tentu akan sulit diterima. Demikian juga jika lulusan teknik dan menginginkan pekerjaan di bidang keuangan, tentu akan sulit mendapatkannya. • Penampilan: Apakah pekerjaan yang kita lamar mensyaratkan kriteria tertentu yang mengharuskan berpenampilan khusus? Misalnya, untuk jabatan CS, SPG, PR mengharuskan berpenampilan feminin dan berdandan cantik. Tentu akan sulit mendapatkannya kalau penampilan kita maskulin abis. • Keterampilan: Keterampilan apa yang dapat menunjang kita mendapatkan pekerjaan. Misalnya bisa menjalankan program Microsoft Office dan menguasai bahasa Inggris. • Sikap: Ini yang paling menentukan dalam mendapatkan pekerjaan. Selama interview harus bisa menunjukkan sikap yang smart, menyenangkan, percaya diri dan siap bekerja. 59
  • 61. s berekpresi dengan penampilan yang Banyak pekerjaan yang memungkinkan beba idikan yang tinggi. Misalnya: maskulin dan tidak terlalu menuntut pend Tentu harus mempunyai SIM (surat izin • Driver: Sopir taksi atau sopir pribadi. il, dan tahu jalan. mengemudi), berpengalaman menyetir mob performance seorang maskulin yang • Security: Menjadi satpam diperlukan jawab, dan disiplin. tangguh. Yang penting adalah jujur, tanggung rja fotokopi modern yang membutuhkan peke • Desain Grafis: Sekarang banyak jasa op, Coreldraw, dan program desain yang bisa mengoperasikan program Photosh jar sendiri dan melamar di jasa fotokopi lainnya. Kita cuma perlu kursus atau bela modern. . menjadi sales asuransi atau sales apa saja • Sales: Kalau pandai berjualan, kita bisa Kita juga bisa menjadi detailer obat-obatan. di perusahan jasa cleaning service yang • Cleaning Service: Kita bisa melamar sekarang tersebar di mana-mana. secure parking yang sekarang banyak • Jasa Parkir: Bisa pula melamar di jasa melayani mal dan perkantoran. dulu apa kelebihan dan kelemahan kita, laluJadi, sebelum melamar pekerjaan, ketahui ai n keterampilan. Pilihlah pekerjaan yang sesuperbaiki semua kelemahan dan tingkatka irunya di buku- yang representatif. Kita bisa mendengan diri kita, buatlah lamaran pekerjaan aya an diri sebaik-baiknya dan bangun rasa percbuku cara membuat lamaran kerja. Persiapkdiri. a diri dengan label “karena aku lesbian makYang tak kalah penting, jangan menghalangi k ual adalah hak dan bukan penghalang untusulit mendapat pekerjaan”. Orientasi seks sambil Lesbian bisa berkarya dan bekerjamendapatkan apa yang terbaik buat kita. pernah ampuan, asah keterampilan, dan janganmerayakan kelesbianan. Bangun terus kem yang kita mau.menyerah, maka akan mendapatkan apa 60
  • 62. lez smart The secret of health for both mind and body is not to mourn for the past, not to worry about the future, or not to anticipate troubles, but to live in the present moment wisely and earnestly. an RencanakDepan - Buddha Masa Poedjiati Tan Baru-baru ini aku membaca berita seorang perempuan berusia 65 tahun yang meninggal karena bunuh diri di Gersik, Jawa Timur. Perempuan tersebut memutuskan bunuh diri karena diberhentikan dari pekerjaannya sebagai buruh tambak. Dia tidak memiliki keluarga dan sanak saudara. Aku juga mendengar cerita seorang lesbian lanjut usia yang telantar dan menjadi gelandangan. Terus terang, hal itu membuatku berpikir dan menengok diriku sendiri. Apakah selama ini aku sudah merencanakan hidupku dengan baik? Waktuku habis untuk kuliah, mencari kerja, bekerja, mencari jodoh, berkencan, dugem, dan yang bersifat hura-hura lainnya. Sekarang usiaku sudah menginjak 40 tahun dan menyesal mengapa tidak merencanakan hidupku dengan benar. Seandainya dulu aku tahu cara menabung yang benar atau menyisihkan uang dengan disiplin, tentu saat ini sudah punya tabungan Rp 500 juta. Sewaktu kutanya kepada teman-teman sehati, mereka rata-rata menjawab tidak pernah memikirkan masa depan atau mungkin karena usia yang masih muda, sehingga tidak pernah memikirkannya. Faktor usia memang memengaruhi cara berpikir seseorang. Karena itu, kita harus mempersiapkan diri sejak awal, khususnya para lesbian. Banyak lesbian tidak memikirkan masa depannya. Banyak yang menghabiskan waktu hanya untuk mencari jodoh atau pasangan, berkencan, dan bersenang-senang. Bila sudah mempunyai pasangan pun tidak pernah berpikir bagaimana bila pasangannya “pergi” untuk selamanya. Apakah akan mencari pasangan baru? Padahal, umur sudah tidak memungkinkan. Ada juga yang mengatakan, “Ngapain pusing, biarkan mengalir seperti air, mengikuti nasib! Padahal air selalu mengalir ke bawah. Apakah kita mau hidup kita lebih buruk dari sekarang? Rata-rata kita tidak merancang masa depan. Mungkin kita menabung, tetapi ketika sudah terkumpul banyak, mulai tergoda untuk membelanjakannya tanpa berpikir panjang untuk esok. Ini saatnya kita, sebagai lesbian yang cerdas, merencanakan masa depan. Mulai sekarang, kita harus memikirkan apa yang akan kita lakukan saat tua dan sendiri. Kita akan tinggal dengan siapa? Kita akan melakukan apa dan siapa yang akan menyokong hidup kita? 61
  • 63. Sedikitnya ada 7 hal yang perlu kita rancang: • Pertama, membuat PERENCANAAN KEUANGAN. Yang harus kita lakukan adalah menyisihkan penghasilan, minimal 10%. Kalau berpikir tidak mungkin, karena gaji belum mencukupi kebutuhan, cukup berhenti merokok dan menabungkan uangnya. Bayangkan jika satu hari dapat menabung Rp 5.000, maka sebulan Rp 150.000, dan setahun Rp 1.800.000. Kalau diinvestasikan dengan suku bunga 20% setahun, dalam 5 tahun akan mendapat Rp 16.073.856, dalam 10 tahun Rp 56.070.753. Dan kalau disiplin menabung selama 25 tahun, akan mendapat Rp 1.019.479.010. Itu dari menabung yang cuma Rp 5.000 sehari. Bayangkan kalau menambah besarannya tentu akan lebih banyak yang akan didapat. Investasi bisa dilakukan melalui reksadana, danareksa, ORI, asuransi dengan investasi, obligasi, dan lain- lain. • Kedua, harus memiliki proteksi, PERLINDUNGAN DIRI DI HARI TUA. Bisa ikut asuransi yang dapat melindungi dan menjamin kita di hari tua, baik untuk perlindungan kesehatan maupun keuangan. • Ketiga, harus memikirkan AKAN TINGGAL DENGAN SIAPA? Kalau ada keluarga yang menampung kita, itu baik sekali. Tetapi bagaimana jika tidak ada? Alternatif yang bisa kita lakukan adalah tinggal di panti jompo swasta yang fasilitasnya bagus atau tinggal di rumah sendiri dengan menggaji seseorang untuk menjaga dan merawat kita. • Keempat, harus MEMPERLUAS PERGAULAN, aktif dalam organisasi, banyak mengikuti kegiatan, sehingga kita tidak kesepian dan waktu tidak terbuang percuma. Cari kegiatan yang cocok dan bermanfaat buat kita. • Kelima, SEHAT. Ini yang paling penting. Sehat secara fisik, emosi, dan rohani. Tetaplah selalu menjaga kesehatan dengan berolah raga secara teratur, sesuai kemampuan. Karena tubuh yang sehat akan memengaruhi pikiran kita. Mengatur pola makan yang sehat dan benar. Jangan meremehkan sakit ringan. Bila sakit, segera periksakan diri ke dokter. Memperdalam keagamaan dan mendekatkan diri kepada Tuhan agar memperoleh ketenangan batin. • Keenam, BERPIKIR POSITIF DAN BAHAGIA. Tidak ada yang dapat membahagiakan kita selain diri kita sendiri. Dan itu hanya bisa dilakukan bila kita selalu berpikir positif. Setiap hari kita harus bersyukur. Paling sedikit bersyukur untuk lima hal yang kita dapatkan hari itu. Dengan berlatih bersyukur setiap hari, akan mengubah pola pikir kita dan secara tidak sadar akan mendorong untuk cenderung berpikir positif. • Ketujuh, membuat SURAT WASIAT, agar bila meninggal bisa meminta dimakamkan sesuai dengan tata cara yang kita inginkan dan meminta pengaturan penggunaan harta benda yang kita tinggalkan.Kita harus cerdas, baik secara finansial, emosi, maupun spiritual, sehingga dapat lebih bahagia,bermanfaat, mandiri, dan tidak bergantung pada orang lain. Kita akan menghadapi hari tuadengan bahagia tanpa rasa takut dan cemas. Mulailah merencanakan masa depan.Jadilah, lesbian yang smart dan mandiri. 62
  • 64. - Rugihealthy tips U ntung balut Mem akai Pem BJD. Gayatri Bisa dibilang, perempuan masa kini lebih enak dibandingkan dengan perempuan zaman dulu. Taruhlah 20 tahun lampau, pembalut wanita hanya digunakan pada saat-saat menstruasi. Saat ini, setiap hari kita bisa menggunakan pembalut wanita, dengan berbagai jenis, jika kita kegerahan. Begitu bunyi iklannya. Ada yang biasa, yang overnight, atau yang jenis pantys (pembalut tipis). Iseng-iseng aku tanyakan pengalaman beberapa teman, yang barangkali juga sependapat dengan kamu. Apa sih untungnya pakai pantys? Jawabannya, antara lain, jika kita sedang kegerahan, celana dalam tidak cepat kotor. Bisa juga, ketika dalam perjalanan panjang. Saat naik kereta api, misalnya. Kita akan merasa aman dari kelembapan akibat tidak tersedia tisu untuk mengeringkan vagina setelah buang air kecil. Ada juga seorang teman yang setelah menjalani operasi di alat reproduksi, otot peristalsisnya (otot yang berfungsi sebagai rem) tidak lagi berfungsi dengan baik. Itu sebabnya, dia meng- gunakan pembalut wanita setiap hari untuk menjaga diri dari “kecelakaan” kecil yang tidak diinginkan. Bisa dibayangkan jika temanku ini tidak menggunakan pembalut. Bukan soal malunya saja. Berapa celana pengganti yang harus dia bawa setiap hari? Repot! 63
  • 65. Namun, dari sekian keuntungan memakai pembalut wanita, ada bahayanya juga. Yaitu,serangan jamur. Mengapa bisa terserang jamur? Di satu sisi, pembalut mengatasi masalahkegerahan atau kelembapan. Di sisi lain, pembalut mencegah kulit di sekitar kelamin untukbernafas. Hal lain yang sering tidak diperhitungkan para pengguna pembalut atau pantys,dampaknya yang juga dapat menimbulkan jamur dan iritasi kulit. Gejala paling umum yangbisa dirasakan atau dilihat adalah kulit terasa gatal-gatal, atau kulit menjadi merah karenairitasi.Maka saran bagi pengguna pembalut atau pantys: • Kurangi penggunaan pantys, gunakan hanya jika dalam keadaan ter- desak. • Dalam kasus tertentu yang terpaksa memakai pembal- ut atau pantys setiap hari, rajin-rajinlah mengganti pembalut. Misalnya, setiap 5 - 6 jam sekali. Gunakan sabun antiseptik untuk mencuci alat kelamin. • Boleh juga menggunakan antiseptik cair atau antiseptik yang khusus untuk vagina. Ini pun tetap harus waspada peng- gunaannya. Penggunaan antiseptik yang terlalu sering dapat mengakibatkan kekeringan pada alat kelamin. • Jika terasa gatal, harus hati-hati menggaruk. Salah-salah, ja- mur dapat berpindah dari kelamin kita ke kuku, lalu ke apa saja yang kita sentuh, termasuk makanan. 64
  • 66. l Datetips and triks S pecia Vien Tanjung* Siapa yang tidak bingung mempersiapkan DATE? Apalagi special date untuk ulang tahun atau date yang pertama. Kebingungan bertambah jika kondisi dompet tipis setipis-tipisnya. Aku yang lebih sering berdompet tebal, karena kartu nama ataupun bon-bon bekas, ingin membagikan trik untuk teman- teman dalam menyiasati ketipisan dompet. J Untuk dinner yang spesial aku menyiasati dengan mencari voucer-voucer promosi di internet. Teman- teman bisa mencoba dengan search di Mbak Google, karena sekarang sudah banyak penyedia voucer diskonan dari kuliner, elektronik, hingga pariwisata. Barusan aku mendapat voucer makan berdua den- gan paket 2 makanan pembuka, 2 menu utama, dan 2 minuman hanya dengan Rp 49.000 di restoran di kawasan Sudirman. Untuk “hiburan”, daripada hanya mengajak nonton di bioskop, aku menyiasati dengan mengajak ke pertunjukan kebudayaan seperti di Pusat Kebudayaan Prancis (CCF), Belanda (Erasmus Huis), dan Jerman (Goethe). Biasanya pertunjukan musik, teater, tari, dan semua performance-nya level internasional yang pasti akan membuat terpesona. Hiburan internasional yang mengagumkan, limited edition, dan… semuanya gratis! J 65
  • 67. Terakhir, kalau mau “ngobrol”, daripada ke kedai kopi yang harga secangkirnya bisa buat belibensin motor penuh selama dua minggu, saya menyiasati dengan nongkrong di warkop aliaswarung kopi. Tapi bukan warkop yang kotor, jorok, dan gelap. Aku mempunyai tempat lang-ganan warkop di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. Dijamin ngobrol dan minum kopi atau tehberjam-jam hanya merogoh kocek tak lebih dari Rp 20.000.Jangan lupa memberikan kado spesial. Spesial karena buatan tangan! Jadilah kreatif. Buatlahgambar atau puisi. Seperti pernah kulakukan, memberi pacar hadiah spesial sebuah blog untukmenyalurkan hobinya “cuap-cuap”. Hanya memerlukan dedikasi waktu dalam membuat desainblog di aplikasi blog gratisan.Jadi, hitung-hitung, biaya special date dan kado istimewa itu: Rp 10.000 buat bensin + Rp 5.000parkir + Rp 49.000 dinner + Rp 20.000 ngopi = Rp 84.000!Lumayan, kan... , Indonesia lesbian di om , website d i website. rlounge.c 010 menja u www.he ingga pad a tahun 2 uncurkan njung, pengamp h blog h sia yan g akan dil * Vien Ta bua one Vien 08 dari se drome Ind tan 2011. digaga s sejak 20 min’s Syn rkara angka arry Benja afat Driya bicarakan tentang H lkutas Fils yang mem Juga blog rd aftar di Fa at b log iseng takan aga r n 2012. Te k membu uka perce awal tahu pian untu k ali memb ru wet. Bisa nyimpan im a ingin se ribet nan masih me oilet). Jug tem yang l tentang WC (t ses dan sis semua ha terlilit pro uku tanpa herlounge .com encetak b bisa m dihubung i lewat e-m ail: vien@ 66
  • 68. Jiwaku Berperahupuisi Perahu mengapung tak terarah, Timur bukan Timu r, Barat bukan Ernest J.K.Wen Barat, Utara dan Selatan, siapa peduli? Jiwaku dan rohku berhenti menari dan berpeluka n dalam keharuan sungguh dungu n, menembus Kami hanya ingin menjenguk raga yang pernah men enghanyut perlaha jadi rumah Jiwaku di atas perahu yang m i bobrok kami u tak berpenghun kabut abadi di dana jiwaku mencari Sementara menunggu secercah cahya menemb seruling mengiringi us misteri, perahu Di kejauh an, hanya rintihan melambat di jantung danau yang tak pernah berd ribuan tahun silam enyut, yang raga yang terbenam u tak berujung dijauhi ikan-ikan bersirip dan gurita bertinta ban mengitari dana Perahu te rus berhanyut, lam rtepi pangkal dan tak be kat tanpa bunyi m aupun Dalam hening angin berpadu suara, meraung-raun air dingin berwarna pe g, meratap, Dayung menikam menjerit, menangis gemer icik kecil Dan ragaku menyembul perlahan-lahan: “Reuni mencari-cari yang tidak nyata, Sesepi jiwaku yang enembus kuping-k uping tidak ada pertemuan!” Hentaknya memerahkan permukaan ih merintih-rintih m Suara seruling mas danau, seperti darah yang tertumpah erambah sunyi kabut abadi dan m i menggulung Mengapa harus bertemu? abut putih, menar Di sebelah utara kulihat rohku berk Bukankah pertemuan ini mengharukan? bir pagi dan menebarkan ta Tubuhku tidak menjawab, membatu dan diam dalam keabadian, hku dan sekali lagi ia bebas dari segala Samsara bersinar, kuraih ro Kabut tak jua sirna, surya tak lagi Atma, Sukma sirna bersama danau dan misteri kabu angis t serta kupeluk sambil men pendayung perahu dan peniup seruling hu, sepasang Hanya ketiadaan yang abadi ruling naik ke pera Perahu men epi dan peniup se kakinya menggigil n meniup pa tak kau lanjutka Surabaya, 23 Desember 2009 Iringilah ka mi menari! Menga u memohon serulingmu? Jiwak tak diperlukan lagi , k men jawab, tapi jawaban Peniup seruling ta lah tersumbat kera k- -lu bang serulingnya te terlihat jelas lubang kerak jiwa yang lelah 67
  • 69. mengucapkanSelamat Hari Natal dan Tahun Baru 2012 1