• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
121230 master wp5
 

121230 master wp5

on

  • 333 views

Master doc wp

Master doc wp

Statistics

Views

Total Views
333
Views on SlideShare
333
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
2
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    121230 master wp5 121230 master wp5 Document Transcript

    • Edisi Mingguan Minggu Pesta Keluarga Kudus Tahun XIV 29-30 Desember 2012 Hari Minggu Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan YusufBacaan I : 1Sam 1:20-22,24-28 (Berisi kisahHana yang mengandung Samuel setelahsetahun bernazar hendakmempersembahkan korban bagi Tuhan,apabila Tuhan memberikan keturunankepadanya. Hana kemudian memenuhinazarnya mempersembahkan korbansekaligus mempersembahkan anaknyaSamuel kepada Tuhan melalui Nabi Eli.Bacaan II : 1Yoh 3:1-2,21-24 ( Yohanes menegaskan bahwa setiap orang yang percaya kepadaYesus Kristus akan disebut anak-anak Allah. Apa saja yang kita minta, kita akan memperolehnyadari pada-Nya, karena kita menuruti perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.Perintah Allah itu adalah supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kitasaling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.Bacaan III : Luk 2:41-52 (Ketika Yesus berumur 12 tahun, Dia mengikuti orangtuanya (Maria danYusuf) ke Yerusalem untuk merayakan hari Raya Paskah, yakni pembebasan orang Israel dariperbudakan Mesir. Setelah perayaan, orangtua Yesus pulang, tetapi mereka baru mengetahuiYesus tidak ada dalam rombongan setelah tiga hari Perjalanan pulang. Maria dan Yusuf pun pulangmenyusul anaknya ke Yerusalem dan mereka mendapati Yesus sedang bercakap-cakap dengan paraahli Taurat di Bait Suci Yerusalem. Akhirnya, Yesus pun pulang bersama orangtuanya ke Nazaretdan hidup dalam asuhan mereka. Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya danbesar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. 1
    • Selamat Tahun Baru 2013T idak terasa, satu tahun telah berlalu. Tinggal hitungan jam, kitasudah meninggalkan tahun 2012 danmenyambut tahun baru 2013. Adabanyak kenangan yang pahit maupunmanis di tahun 2013, namun semuaitu sudah berlalu.Kini kita harus menatap masa depan dengan sejuta harapan baru. Angka 13 bagisebagian orang dianggap sebagai angka pembawa sial, tetapi bagi orang berimankepada Yesus Sang Terang, semua hari atau pun bilangan adalah baik adanya.Karena itu, songsonglah tahun baru 2013 dengan penuh harapan dan iman,sehingga tahun tersebut dapat diarungi tanpa keraguan. Mari kita ambil hikmahdari tahun yang telah berlalu tentang apa yang telah kita kerjakan dan lakukanuntuk Allah, untuk orang lain atau orang di sekitar kita, keluarga kita sendirisebagai modal dan pengalaman memulai kehidupan baru di tahun 2013.Masukilah tahun baru ini dengan semangat baru, resolusi baru dan komitmenbaru tuk menggapai kebahagiaan. Jadikanlah masa lalu sebagai sebuah pelajaran,dan terimalah masa kini sebagai sebuah kesempatan untuk meraih keberhasilandan berbuat baik bagi sesama, lalu jadikanlah masa depan sebagai cita-cita yangdapat kita gapai.Apa pun bisa kita lakukan dengan sukses kalau semua itu disandarkan kepadakehendak Allah yang telah mengasihi kita. Semoga kasih itu sungguh tinggal danmemancar dari diri kita yang telah memperoleh anugerah kasih, sehingga kitapun seperti bayi Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya danbesar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Amin Salam Redaksi 2
    • Meriahnya Natal di Paroki St Markus Depok (tunggu foto)S uasana Gereja Katolik St Markus Depok II Timur, Jawa Barat, Senin malam 24 Desember 2012, sungguh lain dari biasanya. Umat sejak pukul 18.00 WIBsudah menyemut di gereja ini, padahal Misa baru berlangsung pukul 20.00 ataujam 8 malam.Entah karena Misa malam Natal hanya berlangsung sekali, gereja penuh sesak danmeluber sampai di halaman termasuk halaman parkir di depan gereja.Mengharukan dan ini pertanda kerinduan umat St Markus dan paroki lainnyasunggu besar untuk menyambut bayi Yesus tanda Allah yang penuh kasih danmau merendahkan diri-Nya,Cuaca yang cerah malam itu sangat membantu berlangsungnya perayaan Natal.Malam Natal juga berlangsung aman dengan kehadiran petugas dari kepolisianresort Depok, dan sector Sukmajaya, anggota TNI dari Koramil dan Kodimsetempat serta pemuda Banser Nahdlatul Ulama Depok berikut warga dari RT danRW sekitar gereja.Misa malam Natal dipersembahkan pastor paroki, Romo RD Antonius DwiHaryanto dibantu Frater Jeremias Uskono dan Frater Ardian dengan dimeriahkanpaduan suara dari Wilayah St Fransiskus Xaverius dan tata tertib danpersembahan orang muda Katolik (OMK) dari wilayah yang sama.Romo Anton dalam homilinya mengajak umat untuk bisa menemukan arti ataumakna perayaan Natal, yang sehingga membuat kita semakin merasakankehadiran dan penyertaan Tuhan Yesus. Menurutnya, kita akan menemukanmakna Natal jika kita sendiri membawa damai dan terang bagi sesama kita.Di samping misa malam Natal, Senin 24 Desember, perayaan Natal di Paroki StMarkus ini ada dua misa Natal lainnya, yakni Selasa pagi, 25 Desember danSelasa sore. Misa Natal Selasa pagi yang juga dipimpin Romo Anton dimeriahkandengan paduan suara anak-anak bina iman anak (BIA) asuhan Desy Sinaga.Sukacita Natal menyambut kanak-kanak Yesus, sungguh terpancar di wajah anak-anak yang hadir bersama orangtua atau keluarga mereka. Seusai Misa, anak-anakyang hadir mendapatkan bingkisan Natal dari Pembina BIA, hingga semuanyapulang dalam damai dan sukacita Natal.Kini perayaan Natal telah usai, tetapi semangat Natal harus terus menggemasepanjang hidup. Untuk itu, hendaknya setiap umat dari paroki ini atau pun dariparoki lainnya berlomba agar kanak-kanak Yesus sungguh lahir dan tumbuhdalam hati masing-masing, dalam rumah tangga, lingkungan dan wilayah sertaparoki. 3
    • Itu artinya dalam perjalanan waktu hidup kita, hendaknya kita bisa memancarkanterang Natal yang dibawa oleh Yesus dengan berbagi dan bersolider kepadasesame tanpa syarat dan tanpa batas. Kita telah menerima anugerah kasih itu dariAllah, sebab itu kita pun hendaknya mengasihi sesama kita. Damai sejahteramenyertai kita sepanjang masa. Semoga. (Mars) Renungan (belum diganti atau juga tidak perlu) Oleh Y. Eko PutrantoPara pembaca Warta Paroki (WP) dan seluruh umat Paroki St Markus Depok 2Timur yang terkasih. Masa Adven yang sedang berjalan merupakan masa oranguntuk “merenung” dan “bertanya kembali”.Ada pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh manusia. Untuk apa manusiahidup? Jawaban atas pertanyaan itu memberikan “wawasan siapa” itu manusia.Kesadaran yang menjawab siapa itu manusia akan memberikan pula ‘keyakinan’akan harga ‘diri’ manusia yang semakin meningkat atau menurun. Hal itu akantergantung pada arah ‘kesadaran’ itu. Marilah kita bersama merenungkankenyataan itu berdasarkan bacaan-bacaan pada hari Minggu ke-3 Adven ini.Dalam PembuanganSewaktu Nabi Baruk menyampaikan nubuat bahwa Allah mengenakan kemuliankepada umat-Nya, umat Israel sedang berada dalam pembuangan. Hidup dalampembuangan menimbulkan pengalaman yang ‘menyakitkan’ ialah kehilangan‘harga diri’. Padahal, harga diri yang merupakan yang paling ‘dirindukan’ olehsetiap manusia. Sebetulnya orang Israel hidup di dalam pembuangan, karenamereka sendiri telah mengesampingkan dan membuang harga diri mereka dalamAllah selama mereka hidup di Tanah Air mereka. Hidup dalam kelimpahanmembuat mereka semakin lama semakin ‘ kehilangan’ Allah dank arena itu,semakin ‘kehilangan harga diri’ di hadapan. Dan karena itu, orang Israel hidup 4
    • dalam pembuangan, Allah menyampaikan akan memulihkan kemuliaan manusiadan memberi harga diri lagi.Tidak berlebihan, bila dikatakan bahwa manusia masa kini juga sering menderitahidup dalam pembuangan meski mungkin masih berada di tanah sendiri.Mengapa demikian? Pernah dalam sebuah surat kabar Harian Kompas dimuatsebuah karikatur yang menggambarkan di tengah naiknya semua harga barang-barang, ada satu harga yang malahan menurun yaitu ‘HARGA DIRI’. Banyakperistiwa yang menggambarkan betapa banyak orang kehilangan harga diri.Kalau orang / umat yang tidak punya lagi harga diri itu semakin tinggikedudukannya akan semakin membawa ‘kesengsaraan’ banyak orang / umat.Sekarang ini orang memang sedang sibuk membangun harga diri dan gambarandiri dengan berbagai macam cara , di tengah – tengah banyak orang / umatkehilangan harga diri. Secara singkat orang ‘terperangkap’ pada budaya‘penampilan’ untuk membangun harga diri dengan mengumpulkan hartasebanyak-banyaknya. Ada yang membangun harga diri pada jabatan dankekuasaan. Ada yang membangun harga diri dengan jabatan dan kekuasaan. Adayang membangun harga diri dengan memiliki rumah di mana-mana. Ada yangmembangun harga diri dengan ‘TAMPIL’ seperti tokoh-tokoh terkenal. Denganbegitu orang ‘tidak menjadi dirinya sendiri’. Mereka membangun harga diri dan‘gambaran diri palsu’. Model yang lain yaitu dengan ‘tidak peduli sama sekali’dengan harga diri, dengan mabuk-mabukan ; minum ectasy ; mudah tersulutakan perkelahian ; tawuran dan lain sebagainya. Hal yang paling buruk ialahbahwa orang ‘sudah tidak tahu lagi membedakan antara BENAR dan DUSTA’.Harga diri memang ‘berkaitan erat’ dengan kebenaran sejati.BertobatlahAkibat dari pembuangan harga diri ‘yang salah’ ialah orang hanya hidup untuksekarang. Karena orang ‘dikemudikan’ oleh harga diri palsu, maka pemenuhandiri palsu ‘menjadi pusat pemikiran’, pilihan dan keputusan – keputusan. Tanpasadar orang hanya berpikir cepat bagaimana dapat mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, bagaimana dapat mempertahankan kedudukan dan kuasa,bagaimana dapat hidup selalu dihormati. Untuk itu semua cara ditempuh, tanpaberpikir apakah cara itu ‘merugikan’ atau ‘menyengsarakan’ orang lain atau 5
    • tidak. Bertindak secara moral tidak lagi masuk ke dalam benak. Padahalbertindak secara moral benar merupakan ‘manifestasi’ bahwa orang tidak hanyaberpikir ‘masa kini’, tetapi juga ‘berwawasan ke masa depan’. Hidup ‘bermoral’tidaklah sekedar untuk hidup masa kini, tetapi juga hidup untuk ‘menabung masadepan’ yang sesungguhnya.Bila kita melihat ada orang berjuang keras untuk mengumpulkan harta dankekayaan dengan ‘menghalalkan segala cara’ bagi jaminan hidup tujuh turunanmemang, itu tampaknya berwawasan masa depan. Tetapi, masa depan yangdiperjuangkan adalah masa depan ‘palsu’ karena bertitik tolak pada harga diriyang palsu pula! Harga diri manusia memang ada pada masa depan yang adapada masa depan yang datang dari Allah.Memperjuangkan masa depan yang ada pada Allah, itulah yang akan meluruskanjalan manusia, bila telah dibelokkan oleh harga diri palsu pula. Masa depan adapada Allah itulah yang akan ‘meratakan’ jalan dan ‘menghapus’ lubang sertajurang yang diciptakan harga diri palsu.Pertobatan pada masa Adven merupakan ‘pelepasan diri’ dari perangkap hanyahidup untuk masa kini, dengan akibat hidup untuk hidup masa kini, denganakibat hidup ngawur tidak bertanggung jawab, banyak dusta. Pertobatan masaAdven berarti ‘berbalik membangun’ hidup dalam ‘prespektif ke masa depan’.Menuju ke masa depan itulah yang akan membuat kita ‘rela’ dan ‘berani’dituntun oleh Allah menuju ‘harga diri benar,’ yaitu manusia menjadi sepertiyang ‘dirancang’ oleh Allah. Adven masa penantian dan pengarahan diri ke masadepan. Masa depan kita digambarkan sebagai kedantangan Yesus Kristus yangturun dari Bapa dan akan naik kepada Bapa. Kenyataan seperti itulah yang kitadalami dalam masa Adven ini.Hidup dalam Kegiatan Yesus KristusDalam iman kita, seperti yang diungkapkan oleh rasul Paulus, ternyatamembangun harga diri benar merupakan karya Allah dalam Yesus Kristus. Hal itudiungkapkan sebagai berikut, “Aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulaipekerjaan baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya, padahari Kristus Yesus” (Flp. 1:6). Mengingat kenyataan itu, St. Paulus mengharapkan 6
    • agar kita hidup secara benar, sebagaimana diungkapkan sebagai berikut: “Daninilah doaku, semoga kasihmu semakin melimpah dalam pengetahuan yangbenar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apayang baik, supaya kamu suci dan tidak bercacat yang dikerjakan oleh YesusKristus untuk memuliakan dan memuji Allah” (Flp. 1:9-11)Itulah doa yang tepat dan benar untuk membangun hidup dan harga diri kitadalam prespektif ke masa depan kita di dalam Yesus Kristus.Para pembaca WP dan seluruh umat Paroki St. Markus Depok 2 Timur,sebelumnya saya minta maaf kalau di permulaan masa Adven yang pertamatulisan saya tidak dapat terbit karena masalah teknis. Perkenankanlah sayamengucapkan selamat menjalankan ‘Aksi Adven Pembangunan tahun 2012’ danmemasuki tahun liturgi baru tahun liturgi C/I. Penulis adalah Ketua Seksi KitabSuci Bangkit dan Pancarkan Terang Natal di Sekitar Kita Oleh Robertus Dioyono.Salam dalam Kasih Tuhan kita Yesus Kristus.P astor Paroki St Markus Depok II Timur Romo RD Antonius Dwi Haryanto, Frater Jeremias Uskono dan Frater Ardian yang kami hormati, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari umatparoki St. Markus maupun umat paroki lain yang kami cintai. Puji dan syukur patut kita panjatkanke hadirat Tuhan Yang Maha Pengasih, karena atas kasih dan karunia-Nya kita semua diberikankesehatan dan kesempatan, sehingga dapat merayakan Natal 25 Desember 2012 danmenyongsong Tahun Baru 1 Januari 2013. Dalam peristiwa Natal ini, kita merayakan kelahiran BayiYesus yang kita imani sebagai Penyelamat. Perayaan Natal pada hakikatnya adalah momentum bagi 7
    • tidak. Bertindak secara moral tidak lagi masuk ke dalam benak. Padahalbertindak secara moral benar merupakan ‘manifestasi’ bahwa orang tidak hanyaberpikir ‘masa kini’, tetapi juga ‘berwawasan ke masa depan’. Hidup ‘bermoral’tidaklah sekedar untuk hidup masa kini, tetapi juga hidup untuk ‘menabung masadepan’ yang sesungguhnya.Bila kita melihat ada orang berjuang keras untuk mengumpulkan harta dankekayaan dengan ‘menghalalkan segala cara’ bagi jaminan hidup tujuh turunanmemang, itu tampaknya berwawasan masa depan. Tetapi, masa depan yangdiperjuangkan adalah masa depan ‘palsu’ karena bertitik tolak pada harga diriyang palsu pula! Harga diri manusia memang ada pada masa depan yang adapada masa depan yang datang dari Allah.Memperjuangkan masa depan yang ada pada Allah, itulah yang akan meluruskanjalan manusia, bila telah dibelokkan oleh harga diri palsu pula. Masa depan adapada Allah itulah yang akan ‘meratakan’ jalan dan ‘menghapus’ lubang sertajurang yang diciptakan harga diri palsu.Pertobatan pada masa Adven merupakan ‘pelepasan diri’ dari perangkap hanyahidup untuk masa kini, dengan akibat hidup untuk hidup masa kini, denganakibat hidup ngawur tidak bertanggung jawab, banyak dusta. Pertobatan masaAdven berarti ‘berbalik membangun’ hidup dalam ‘prespektif ke masa depan’.Menuju ke masa depan itulah yang akan membuat kita ‘rela’ dan ‘berani’dituntun oleh Allah menuju ‘harga diri benar,’ yaitu manusia menjadi sepertiyang ‘dirancang’ oleh Allah. Adven masa penantian dan pengarahan diri ke masadepan. Masa depan kita digambarkan sebagai kedantangan Yesus Kristus yangturun dari Bapa dan akan naik kepada Bapa. Kenyataan seperti itulah yang kitadalami dalam masa Adven ini.Hidup dalam Kegiatan Yesus KristusDalam iman kita, seperti yang diungkapkan oleh rasul Paulus, ternyatamembangun harga diri benar merupakan karya Allah dalam Yesus Kristus. Hal itudiungkapkan sebagai berikut, “Aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulaipekerjaan baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya, padahari Kristus Yesus” (Flp. 1:6). Mengingat kenyataan itu, St. Paulus mengharapkan 6