• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Kel 3 reaksi kimia
 

Kel 3 reaksi kimia

on

  • 264 views

 

Statistics

Views

Total Views
264
Views on SlideShare
264
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
11
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Kel 3 reaksi kimia Kel 3 reaksi kimia Presentation Transcript

    • Kelompok III Diana Amelia Putri Mar’atun Nurbaeti Marini Dwi Oktiovani Mega Antariksa
    • Suatu zat dikatakan mengalami perubahan kimia, jika zat-zat asal pereaksi (reaktan) berubah menjadi zat-zat baru (produk) yang berbeda sifat dari zat asalnya. Dalam menuliskan persamaan reaksi, reaktan dituliskan di ruas kiri dan rumus kimia produk dituliskan di ruas kanan. Antara kedua ruas itu dihubungkan dengan anak panah (→ ) yang menyatakan arah reaksi kimia. Contoh, reaksi antara gas hidrogen dengan gas oksigen membentuk air, dipaparkan sebagai berikut: 2H₂(g) + O₂ (g) → 2H₂O(l) Cara pemaparan ini disebut persamaan reaksi. Ket: Tanda panah menunjukan arah reaksi di baca membentuk Huruf g berarti gas, l berarti cairan (liquid), s berarti padatan (solid), dan aq berarti larutan dalam air (aqueous).
    • 1.Terjadi Perubahan Warna Perubahan yang terjadi dapat disebabkan adanya pemutusan ikatan-ikatan antar atom reaktan dan pembentukan ikatanikatan baru yang membentuk produk. Contoh:  Buah apel yang dipotong dan dibiarkan beberapa saat, lama kelamaan akan berubah menjadi berwarna coklat.  Warna baju yang kita pakai lama-kelamaan akan memudar karena bereaksi dengan bahan kimia yang terdapat dalam detergen.
    • Terjadi Perubahan Warna
    • 1.Terjadi Perubahan Suhu Suhu yang terjadi bisa menjadi lebih tinggi atau rendah. Reaksi kimia yang disertai kenaikan suhu disebut dengan reaksi eksotermis . Sebaliknya reaksi yang disertai penurunan suhu disebut dengan reaksi endotermis . Contoh:  reaksi eksoterm : Ledakan petasan merupakan hasil dari reaksi kimia.  reaksi endoterm : Reaksi pada proses fotosintesis.
    • 1.Terjadi Pembentukan Gas Reaksi pembentukan gas ditandai dengan adanya gelembung gelembung udara jika reaksi berlangsung sebagai larutan, atau bau yang tercium ataupun tampak asap yang keluar dari sebuah reaksi dan mengembangnya suatu reaktan. Contoh: Ketika membuat kue, ke dalam adonan tersebut ditambahkan soda kue. Pada saat adonan dipanaskan, soda kue akan terurai menghasilkan gas karbon dioksida. Gas inilah yang menyebabkan kue dapat mengembang. Terjadi Pembentukan Endapan Ketika mereaksikan dua larutan dalam sebuah tabung reaksi, kadang-kadang terbentuk suatu senyawa yang tidak larut, berbentuk padat, dan terpisah dari larutannya. Padatan itu disebut dengan endapan (presipitat). Contoh: Terjadinya senyawa karbonat pada dasar panci saat merebus air. Air sumur yang keruh akibat bercampur lumpur dapat dijernihkan dengan penambahan tawas.
    • TERJADI PEMBENTUKAN ENDAPAN
    • 1. Reaksi Pembakaran atau oksidasi Merupakan reaksi antara suatu zat dengan oksigen menghasilkan zat yang jenisnya baru. Contoh:  pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan bermotor.  Ketengikan pada makanan. Ketengikan merupakan reaksi oksidasi dari lemak.
    • 2. Reaksi Kombinasi Reaksi kombinasi sering disebut juga reaksi reduksi-oksidasi atau reaksi redoks unsur bebas. Reaksi Oksidasi juga berlangsung pada proses respirasi yaitu proses oksidasi glukosa dalam hidup. Reaksi Reduksi terjadi ketika zat kehilangan suatu oksigen. Contoh : Reaksi penggabungan misalnya pada reaksi antara besi dengan belerang (sulfur) yang menghasilkan senyawa besi sulfida dan seng dengan belerang dipanaskan menjadi seng sulfida. 3.Reaksi Penguraian Dalam reaksi penguraian yang terjadi adalah kebalikan dari reaksi penggabungan dimana menjadi dua atau lebih zat baru. Contoh  Reaksi penguraian misalnya pada proses elektrolisis air menjadi gas hidrogen dan gas oksigen dengan menggunakan listrik,
    • 4. Reaksi Penggantian Reaksi penggantian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1. Reaksi penggantian tunggal terjadi apabila sebuah unsur menggantikan kedudukan unsur lain dalam suatu reaksi kimia, Contoh: Misalnya pada reaksi antara kawat tembaga yang dicelupkan ke dalam larutan perak nitrat. Karena tembaga lebih aktif dari pada perak, maka tembaga mengganti kedudukan perak membentuk larutan tembaga (II) nitrat yang berwarna biru. 2. . Reaksi penggantian rangkap dapat terjadi pada penggantian ion antar atom atau senyawa Contoh: Misalnya pada proses reaksi antara asam klorida (HCl) dengan natrium hidroksida (NaOH) akan menghasilkan garam dapur (NaCl) dan air (H2O).
    • 5. Reaksi Metatisis Terdiri atas beberapa reaksi yaitu: 1. Reaksi pengendapan; suatu proses reaksi yang membentuk endapan, seperti pada reaksi antara timbal (II) nitrat dan kalium iodida menghasilkan endapan berwarna kuning timbal (II) iodida dan larutan kalium nitrat 2. Reaksi netralisasi; adalah merupakan reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan garam dan air 3. Reaksi pembentukan gas; adalah reaksi kimia yang pada produknya dihasilkan gas misalnya : pada proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme, yaitu ragi
    • 1. Konsentrasi Makin besar Makin besar konsentrasi zat-zat yang bereaksi, maka reaksi berlangsung makin cepat. Contoh reaksi :  Zn(s) + 0.1 M HCl®ZnCl2 + H2 (I)  Zn(s) + 0.2 M HCl®ZnCl2 + H2 (II)  Reaksi (II) berlangsung lebih cepat daripada reaksi (I).
    • 1. Sifat zat yang bereaksi Dinyatakan bahwa “Reaksi antara senyawa ion umumnya berlangsung secara capat” hal ini disebabkan oleh adanya gaya tarik-menarik antara ion-ion yang muatannya berlawanan. Contoh:  Ca2+(aq) + CO32+(aq) → CaCO3(s)  CH4(g) + Cl2(g) -> CH3Cl(g) + HCL(g)
    • 1. Suhu umumnya bila suhu suatu reaksi dinaikkan sebesar 10 0C, laju reaksinya bertambah dua kali. Dengan kenaikan suhu tenaga kinetik molekul bertambah sehingga gerakan molekul untuk mengadakan tumbukan makin cepat sehingga jumlah tumbukan per satuan waktu akan bertambah. Energi aktivasi adalah energi tumbukan minimum yang dibutuhkan oleh suatu molekul untuk menghasilkan reaksi kimia. Makin besar energi aktivasi maka reaksi akan makin sukar terjadi atau reaksi makin lambat.
    • 1. Katalisator Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami peruba an kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi. Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru. Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih cepat.
    • MENULISKAN PERSAMAAN REAKSI contoh : Aluminium bereaksi dengan larutan asam sulfat membentuk larutan aluminium sulfat dan gas hidrogen. 1. Menuliskan persamaan kata-kata yang terdiri dari nama dan keadaan zat pereaksi serta nama dan keadaan zat (zat-zat) hasil reaksi. alumunium + larutan asam sulfat → larutan alumunim sulfat + gas hidrogen. 2. Menuliskan persamaan rumus yang terdiri dari rumus kimia zat (zat-zat) pereaksi dan zat hasil reaksi. Al(s) + H₂SO₄(aq) →Al₂ (SO₄)₃(aq) + H₂(g) 3. Menyetarakan, yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas. 2Al (s) + 3H₂SO₄(aq) → Al₂(SO₄)₃(aq) + 3H₂(g)
    • Sebelum melanjutkan pembahasan selanjutnya kimia kita lihat persamaan dalam matematika, yaitu: Persamaan adalah suatu pernyataan matematika dalam bentuk simbol yang menyatakan bahwa dua hal adalah persis sama. Persamaan ditulis dengan tanda sama dengan (=), seperti berikut: x + 3 = 5, yang menyatakan bahwa nilai x = 2. 2x + 3 = 5, yang menyatakan bahwa nilai x = 1. DENGAN DEMIKIAN
    • 1. Tetapkan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang rumusnya paling kompleks, sama dengan 1, sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara dengan huruf. ->Terapkan koefisien AlCl₃ = 1, sedangkan zat lainnya dengan koefisieun sementara. αAl(s) + bHCl(αq) → 1AlCl₃(g) + cH₂(g) 2. Sertakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi keofisien 1 itu. -> Penyetaraan atom Al : jumlah atom Al di ruas kiri = α, sedangkan di ruas kanan = 1, berarti α = 1. -> Penyetaraan atom Cl : jumlah atom Cl di ruas kiri = b, sedangkan di ruas kanan = 3, berarti b = 3 1Al(s) + 3HCl(αq) → 1AlCl₃(g) + cH₂(g)
    • Karena : Pemberian koefisien reaksi sesuai dengan teori atom Dalton yang menyatakan bahwa “dalam reaksi kimia atom-atom tidak dapat di musnahkan, tidak dapat diciptakan, dan tidak dapat diubah menjadi atom lain, melainkan hanya mengalami penataan ulang”. 3. Sertakan unsur lainnya. Biasanya akan membantu jika atom O disertakan paling akhir.  Sertakan H : jumlah atom H di ruas kiri = 3, di ruas kanan = 2c, berarti 2c = 3, atau c = 1,5. 1Al(s) + 3HCl(αq) → 1AlCl₃(g) + 1,5H₂(g) Akhirnya, untuk membulatkan pecahan setengah, semua koefisien di kalikan dua : 2Al(s) + 6HCl(αq) → 2AlCl₃(g) + 3H₂(g) (setara)
    • Persamaan adalah suatu pernyataan matematika dalam bentuk simbol yang menyatakan bahwa dua hal adalah persis sama. Persamaan ditulis dengan tanda sama dengan (=), seperti berikut: x + 3 = 5, yang menyatakan bahwa nilai x = 2. 2x + 3 = 5, yang menyatakan bahwa nilai x = 1.
    • Contoh-contoh reaksi kimia:  C3 H8 (9) + 5O2(9) —> 3CO2 (9) + 4H2O (9) Propana di bakar dengan oksigen menghasilkan gas karbon dioksida dan Uap Air C6 H14 (9) + 19/2 O2 —> 6CO2 (9) + 7H2O(9) Heksana dibakar dengan Oksigen menghasilkan gas karbon dioksida dan Uap Air 2H2 (9) + O2 (9) —> 2H2O (9) Gas Hidrogen direaksikan dengan Oksigen menghasilkan Uap Air CO (9) + 2H2 (9) –> CH3OH (9) Gas Karbon monoksida direaksikan dengan gas Hidrogen menghasilkan gas Metanol K2 Cr2 O7 + NaOH –> K2OH + NaCr2 O7 Larutan K2 Cr2 O7 berwarna orange dicampurkan dengan larutan NaOH (Natrium Hidroksida) berwarna putih akan menghasilkan larutan K2OH (Kalium Hidroksida) dan larutan NaCr2 O7 dengan warna kuning
    • K2 Cr2 O4 + HCl —> KaCl + HCr2 O4 Larutan K2 Cr2 O7 berwarna kuning dicampurkan dengan larutan HCl (Asam Klorida) berwarna putih akan menghasilkan larutan KaCl (Kalium Klorida) dan larutan HCr2 O4 dengan warna orange 2HCl + Zn —> ZnCl2 + H2 Lempengan Logam Seng (Zn) dicampurkan ke dalam larutan HCl (Asam Klorida) akan menghasilkan Larutan ZnCl2 dengan gelembung gas Pb (No3)2 + NaOH —> Pb OH + Na (NO3)2 Larutatan Pb (No3)2 dicampurkan dengan larutan Natrium Hidroksida (NaOH) menghasilkan PbOH dan Na (NO3)2 dengan endapan yang berwarna perih