1KATA PENGANTARBismillahirrahmanirrahimPuja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkatrahmat-Nya ka...
2BAB IPENDAHULUANA.Latar BelakangKontribusi kaum Muslimin yang sangat besar terhadap kelangsungan danperkembangan pemikira...
3BAB IIPEMBAHASANA. Perkembangan Ekonomi pada Masa Bani Umayah dan TokohnyaPara khalifah Bani Umayah menaruh perhatian yan...
4- Dalam bidang pertanian, Umayyah telah memberi tumpuan terhadappembangunan sector pertanian, beliau telah memperkenalkan...
5Dalam pemungutan kharaj, para khalifah Abbasiyah menggunakan tiga cara,yaitu :a. Al-Muhasabahb. Al-Muqasamahc. AL-Muqatha...
6yang memuat beberapa sistem dalam pandangan Abu Yusuf mampudisosialisasikan di tengah individu dan masyarakat.2. Abu Ubai...
7maslahah, dimana tidak ada panduan tertulis (al-Quran dan Hadist)menjadikan metodenya lebih mendukung untuk kepentingan y...
85. Mawardi (364 – 450 H/974 – 1075 M).Buku al-Ahkam as-Sulthaniyyah dari Mawardi adalah suatu makalah tentangpemerintahan...
96. Ibnu Hazm (384 – 456 H/994 – 1064 M).Ibnu Hazm adalah seorang jurist yang besar dengan pendekatan yang unikterhadap hu...
10dari bendahara publik. Ia juga mencoba menerangkan dilarangnya riba al-fadldengan alasan bahwa riba al-fadl itu melangga...
11BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULANPembangunan ekonomi, yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan umatislam secara keseluruhan mer...
12B. SARANDengan dibuatnya makalah ini maka diharapkan agar kita mengertipemikiran ekonomi para cendekiawan Muslim terkemu...
13DAFTAR PUSTAKAGoogel book /wikimedia/, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam,http://googel.com/http://wikimadia.com/
14DAFTAR ISIHalaman JudulKata PengantarDaftar IsiBab I : - PendahuluanLatar BelakangRumusan MasalahTujuanBab II : - Isi/Pe...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Ekonomi islam

396

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
396
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
28
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ekonomi islam

  1. 1. 1KATA PENGANTARBismillahirrahmanirrahimPuja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkatrahmat-Nya kami dapat merampungkan makalah ini walau jauh dari katasempurna.Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada NabiMuhammad berserta sahabat, karena berkat beliau kami bisa merasakan manisnyaiman seperti sekarang.Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada :- Drs. Erdison, M,Sy selaku pengajar mata kuliah Sejarah Pemikiran EkonomiIslam.- Kelompok tiga yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.Yang terakhir kalinya kami mengharap saran dan kritik yang membangundari para pembaca agar pemuatan makalah yang akan datang bisa menjadi lebihbaik. Amin …Pekanbaru, 22 Maret 2013Penulis
  2. 2. 2BAB IPENDAHULUANA.Latar BelakangKontribusi kaum Muslimin yang sangat besar terhadap kelangsungan danperkembangan pemikiran ekonomi pada khususnya dan peradaban dunia padaumumnya, telah diabaikan oleh para ilmuwan Barat. Buku-buku teks ekonomiBarat hampir tidak pernah menyebutkan peranan kaum Muslimin ini. Sebaliknya,meskipun telah memberikan kontribusi yang besar, kaum Muslimin tidak lupamengakui utang mereka kepada para ilmuwan Yunani, Persia, India, dan Cina.Hal ini sekaligus mengindikasikan inklusivitas para cendekiawan Muslim masalalu terhadap berbagai ide pemikiran dunia luar selama tidak bertentangan denganajaran Islam.B. Rumusan masalah1. Bagaimana perkembangan ekonomi pada masa bani umayyah? Siapatokohnya?2. Bagaimana perkembangan ekonomi pada masa bani abbasiyah? Siapatokohnya?3. Bagaimana perkembangan ekonomi pada masa daulah usmaniyah?C. Tujuan1. Untuk mengetahui perkembangan ekonomi pada masa bani umayah.2. Untuk mengetahui perkembangan ekonomi pada masa bani abbasiyah.3. Untuk mengetahui perkembangan ekonomi pada masa daulah usmaniyah.4. Untuk mengetahui tokoh-tokoh perekonomian islam pada masa bani umayah,abasiyah, dan usmaniyah.
  3. 3. 3BAB IIPEMBAHASANA. Perkembangan Ekonomi pada Masa Bani Umayah dan TokohnyaPara khalifah Bani Umayah menaruh perhatian yang cukup besar padapembangunan ekonomi, yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan umat islamsecara keseluruhan. Di antaranya adalah :1. Khalifah Muawiyah ibn Abi SofyanPada masa pemerintahanya dia mendirikan dinas pos, beserta fasilitasnya,menerbitkan angkatan perang, mencetak mata uang, dan mengembangkanjabatan qadi sebagai jabatan professional. Dia juga menerapkan kebijakanpemberian gaji tetap kepada para tentara.2. Khalifah Abdul Malik ibn MarwanKhalifah Abdul Malik ibn Marwan memiliki pemikiran yang serius terhadappenerbitan dan pengaturan uang dalam masyarakat islam. Hal inidilatarbelakangi oleh permintaan Romawi agar menghapus kalimatbismillahirahmanirahim dari mata uang yang berlaku pada masa khalifahnya.Pada saat itu Romawi mengimpor dinar islam dari mesir. Akan tetapipermintaan itu di tolaknya. Bahkan dia mencetak mata uang islam sendiridengan tetap mencantumkan bismillahirahmanirahim pada tahun 74H (659M).3. Khalifah Umar ibn Abdul AzizSelama masa pemerintahanya dia menerapkan kembali ajaran islam secarautuh, dan menyeluruh. Ketika diangkat sebagai khalifah, dia mengumpulkanrakyatnya dan mengumpulkan serta menyerahkan hartanya kekayaan diri dankeluarganya yang tidak wajar kepada kaum muslimin melalui baitul mal. Diajuga tidak mengambil sesuatupun dari baitul mal. Termasuk pendapatan faiyang telah menjadi haknya.Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada jaman Bani Umayyah terbuktiberjaya membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu:
  4. 4. 4- Dalam bidang pertanian, Umayyah telah memberi tumpuan terhadappembangunan sector pertanian, beliau telah memperkenalkan system pengairandengan tujuan meningkatkan hasil pertanian.- Dalam bidang industri, pembuatan kerajinan tangan telah menjadi urat nadipertumbuhan ekonomi bagi Bani Umayyah.1B. Perkembangan Ekonomi pada Masa Bani Abbasiyah dan TokohnyaKekhalifahan Bani Abbasiyah berkuasa dalam rentang waktu yang panjangselama 524 tahun, dari tahun 132-656 H atau 750-1258 M. Di bawah ini adalahbeberapa khalifah yang berperan dalam masalah perekonomian pada masa BaniAbbasiyah Di antaranya:1. Al-MahdiIa banyak menerapkan kebijakan yang menguntungkan rakyat banyak. Sepertimembangun tempat-tempat persinggahan para musafir haji, pembuatan kolam-kolam air bagi para kafilah dagang beserta hewan bawaanya, memperbaiki danmemperbanyak jumlah telaga dan perigi, dia juga mengembalikan harta yangdirampas oleh ayahnya kepada pemiliknya masing-masing. PerekonomianNegara mulai meningkat dengan peningkatan sektor pertanian melalui irigasi,dan, pertambangan. Disamping itu jalur transit perdagangan antara timur danbarat juga banyak menghasilkan kekayaan, karena basrah menjadi pelabuhanyang penting.2. Harum Al-RasyidPada saat pemerintahan di kuasai oleh Harun Al-Rasyid, pertumbuhanperekonomian berkembang dengan pesat, dan kemakmuran di dalam dinastiAbbasiyah mencapai puncaknya pada saat ini. Dia juga melakukan deservikasisumber pendapatan Negara. Sumber pendapatan pada masa ini adalah kharaj,jizyah, zakat, fa’i, ghanimah, usyr, dan harta lainya seperti wakaf, sedekah, danharta warisan orang-orang yang tidak mempunyai ahli waris. Dia juga sangatmemperhatikan perpajakan. Ia juga menunjuk Qadi Abu Yusuf untukmenyusun sebuah kitab pedoman mengenai keuangan Negara secara syariah.
  5. 5. 5Dalam pemungutan kharaj, para khalifah Abbasiyah menggunakan tiga cara,yaitu :a. Al-Muhasabahb. Al-Muqasamahc. AL-Muqatha’ah2Menurut catatan sejarah, tiga abad pertama pemerintahan Khalifah BaniAbbasiyah (Abad 8 sampai 11) sejarah menyaksikan kejayaan peradaban islamabad pertengahan. Menurut catatan Abdullah Musthafa al Maraghi, ada lebih dari161 orang pakar dibidang fikih yang lahir dan hidup pada masa pemerintahankhilafah Bani Abbasiyah yang berkedudukan di Bagdad, Irak. Antara lain adalah:1. Abu Yusuf (113 H)Pada masa pemerintahan Harun al-Rasyid terjadi krisis nilai etis dan ekonomiyang tidak stabil yang seringkali memunculkan kebijakan pemerintah yangdianggap tidak memihak kepada kelompok kecil. Pos-pos perekonomiannegara akan menjaga kestabilan ekonomi dan keberlangsungan sebuahkerajaan. Sedangkan pemerintah memerlukan income negara yang dipungutdari setoran pajak masyarakat. Jika ini terjadi, maka pendapatan danpengeluaran negara menjadi tidak seimbang. Oleh karena itu kebijakanterhadap penarikan pajak sering terjadi tanpa adanya pertimbangan nilai-nilaietika moral dan asas keseimbangan. Di tengah kondisi seperti ini, di kalanganulama lahirlah sikap untuk menjauhi kelompok penguasa dan berpihakkepada kelompok kecil dalam upaya menentang kebijakan penguasa yangsifatnya menindas.Masalah besar yang dihadapi negara, dalam pandangan Abu Yusuf harusdiselesaikan dengan upaya mengedepankan nilai keseimbangan antara outputdan input, maka etika pemerintah dan moral masyarakat perlu dibenahi.Sebab kestabilan ekonomi hanya akan dapat dicapai bila komponen etika
  6. 6. 6yang memuat beberapa sistem dalam pandangan Abu Yusuf mampudisosialisasikan di tengah individu dan masyarakat.2. Abu Ubaid al-Qasim bin Salam (w. 224 H/838 M).Kitab al-Amwal merupakan karya Ubaid yang lengkap tentang keuangandalam negara Islam. Dimulai tentang bab singkat tentang “hak penguasa atassubjek dan hak subjek yang berhubungan dengan penguasa” dilanjutkandengan bab tentang jenis harta yang dikelola penguasa untuk kepentingansubjek dan basisnya dalam kitab Allah serta Sunnah.Bab lain membahas pengumpulan dan pembayaran dari tiga jenis penerimaanyang diidentifikasi dalam bab kedua, yaitu: zakat (termasuk ushr), seperlimadari rampasan perang dan dari harta peninggalan/ terpendam dan fai’ yangtermasuk kharaj, jizyah dan penerimaan lainnya yang tidak masuk kategoripertama dan kedua, misalnya: penemuan barang hilang, kekayaan yangditinggalkan tanpa ahli waris dan lain-lain.3. Ahmad bin Hanbal (164-241 H/780-855 M).Imam Hambali lebih fleksibel dan realistik dalam menerima suatu pendirianyang menyangkut persoalan ekonomi yang selalu berubah. Catatan laintentang Imam Hambali adalah pandangan yang melengkapi pendekatan islamiuntuk memelihara persaingan yang adil di pasar, Imam Hambali mencelapembelian dari seorang penjual yang menurunkan harga barang untukmencegah orang membeli barang yang sama dari tetangganya (pesaing). Jikapenurunan harga barang seperti ini dibiarkan akan menempatkan penjual yangmenurunkan harga pada posisi monopoli yang dapat mendikte hargasemaunya. Walaupun penurunan harga yang menyeluruh dapatmenguntungkan orang, tetapi penguasa harus waspada dalam mengambilkeputusan. Imam Hambali menghendaki hukum campur tangan dalam kasussemacam ini dalam rangka mencegah terjadinya monopoli dan praktek yangtidak diinginkan.Imam Hambali cenderung memberikan kebebasan maksimum kontrak dalamusaha. Dengan semangat yang sama memperbolehkan persyaratan kontrakyang umumnya tidak dibolehkan aliran lain. Kebebasan yang dipandu oleh
  7. 7. 7maslahah, dimana tidak ada panduan tertulis (al-Quran dan Hadist)menjadikan metodenya lebih mendukung untuk kepentingan yang lemah danmembutuhkan. Jadi, ia mengharuskan seorang pemilik rumah menyediakannaungan bagi orang yang tidak mempunyai tempat untuk istirahat.4. Ibnu Miskawaih (w. 421 H/1030 M).Karya Ibnu Miskawaih tentang filosofi etik adalah suatu upaya memadukanpandangan Aristoteles tentang subjek yang sama dengan ajaran islam.. Dalampertukaran dan peranan uang, Ia mengamati bahwa, ”Manusia secara alamiadalah sosial. Mereka tidak dapat hidup tanpa kerjasama. Oleh karena itu,mereka harus membantu satu sama lain. Mereka saling mengambil dan salingmemberi: jadi mereka menuntut kompensasi yang pantas. Jika tukang sepatumemakai jasa tukang cat dan ia memberikan jasanya sendiri, ini akan menjadiganjaran jika kedua karya seimbang. Tetapi tidak ada penghalang karyaseseorang lebih baik dari karya lainnya. Dalam hal ini dinar akan menjadisuatu penilai dan penyeimbang diantara keduanya.”Ia cukup bijaksana dengan menyadari bahwa mengukur dengan ukuran uangtidaklah sempurna. Maka, menjadi penting bagi penguasa untuk melakukanintervensi dengan alasan untuk menjamin keadilan antara pihak-pihak yangmelakukan transaksi.Ibnu Miskawih juga menguraikan urusan uang dalam makalahnya yangsubjeknya keadilan. Ia melihat bahwa emas menjadi dapat diterima secarauniversal atau dengan kalimatnya sendiri: ”Standar untuk semua jenispekerjaan dan lapangan kerja dan penggantinya untuk kesemuanya” melaluikonversi. Konversi ini memiliki alasan dibalik itu, yaitu kwalitas hakiki darisuatu logam tertentu: tahan lama, mudah dibawa, tidak dapat dikorup,dikehendaki orang dan kenyataan bahwa orang senang melihatnya. ”Danbahwa ia menukarkan segalanya untuk emas dan disimpannya ditempatmereka dan menjadi pengganti (substitute) untuk semuanya, ia melakukan halyang baik, karena ia dapat setiap saat diperlukan, apapun yang ia perlukanmelalui emas itu.”
  8. 8. 85. Mawardi (364 – 450 H/974 – 1075 M).Buku al-Ahkam as-Sulthaniyyah dari Mawardi adalah suatu makalah tentangpemerintahan dan administrasi yang berurusan dengan kewajiban penguasa,penerimaan dan pengeluaran publik, tanah publik, tanah umum dan prerogatifnegara untuk menghibahkan tanah dan mengawasi pasar. Adalah kewajibandari muhtasib, yang fungsinya mencakup pengawasan atas pasar, untukmenjamin kebenaran timbangan dan ukuran, mencegah penyimpangan danmelihat bahwa ketentuan syariah yang berkaitan dengan transaksi diikuti olehpedagang dan pengrajin.Kitab Adubud Din wad-Dunya, kaya dengan pandangan ekonomi karenamemusatkan pada perilaku individu muslim. Bukunya membawa suatu kesanyang kuat dari karya ahli tasawwuf. Dalam buku ini ia membahas pertanian,peternakan hewan, perdagangan dan industri sebagai empat cara untuk matapencaharian. Kemudian ia membahas tentang pendekatan yang mungkinuntuk memperoleh penghasilan. Tidak mengapa seseorang memperolehpenghasilan melebihi kebutuhannya, dengan maksud dibelanjakan untukalasan yang baik. Tapi memperoleh uang demi untuk uang dan dalam rangkamenimbun kekayaan dan atas dasar itu menuntut kekuasaan adalah buruk.Sederhananya tidak berakhir untuk ketamakan yang merusak semua budiluhur.Mawardi juga meninggalkan suatu karya besar fikih, yaitu al-Hawi, suatubagian buku ini telah diterbitkan dengan judul al-Mudharabah. Ini adalahsuatu perbandingan terhadap berbagai aliran hukum Islam tentang subjek bagihasil. Masalah yang menarik adalah pemilik suatu barang modal mengikatkontrak dengan seorang pengusaha yang hendak menggunakan barang modaltersebut untuk kegiatan yang produktif, dimana hasilnya dibagi dua. Mawarditidak membolehkan hal ini, diikuti oleh mayoritas jurist. Namun beberapajurist dari mahzab Hanbali, membolehkan mudharabah seperti ini, danpendapat ini nampaknya lebih cocok untuk menjawab kebutuhan pada masasekarang.
  9. 9. 96. Ibnu Hazm (384 – 456 H/994 – 1064 M).Ibnu Hazm adalah seorang jurist yang besar dengan pendekatan yang unikterhadap hukum Islam dimana ia menolak pemikiran analogi seperti halnyaistihsan. Ia mempunyai pandangan yang jelas tentang tanggung jawabkolektif dalam masyarakat Islam.Ibnu Hazm mempunyai pandangan tentang menghapuskan kemiskinan danmemelihara keadilan sosial serta kewajiban pemerintah Islam dalamhubungan ini. Pandangan tentang hak orang tak punya atas kekayaan dariyang punya juga dihargai.Ibnu Hazm merupakan satu-satunya jurist besar yang melarang menyewakantanah pertanian sehingga pemilik tanah mempunyai dua pilihan, yaitumenggarap sendiri tanahnya atau memasuki suatu perjanjian bagi hasil tanahdengan penggarapnya.7. Al-Ghazali (451-505 H/1055-1111 M)Karya-karyanya Ihya’ Ulumuddin, usul fikih, al-Mushtafa dan duamakalahnya lainnya, Mizanul A’mal dan at-Tibr al-masbuq fi NasihatilMuluk, adalah sumber utama dari pemikiran ekonominya.Kepedulian utama al-Ghazali adalah perilaku individual yang dibahas secararinci dengan mengingat al-Quran, sunah, laporan yang berkaitan dengan paraSahabat Nabi dan mereka yang menggantikannya, juga ucapan para sufiutama periode yang lalu, separti: Junaid, Bishr, Zun Nun al-Haritz al-Muhasibi. Ada suatu penekanan yang besar pada maksud baik dan perbuatanyang disengaja. Jadi, seseorang pedagang harus lebih baik ”mengarahkankeahlian atau daganganya pada pemenuhan salah satu dari tanggung jawabsosialnya.Ia berada di dasar pasti, ketika ia memberikan nasehat kepada pengusahauntuk melaksanakan tugas terhadap subjeknya, memenuhi kebutuhan merekadan menghentikan praktek korupsi seperti: memungut pajak tidak didukungoleh syariat. Ketika rakyat mengalami kekurangan dan tidak ada jalan untukmendapatkan penghasilan untuk hidupnya, adalah kewajiban penguasa untukmenolong dengan menyediakan mereka makanan dan uang yang diperlukan
  10. 10. 10dari bendahara publik. Ia juga mencoba menerangkan dilarangnya riba al-fadldengan alasan bahwa riba al-fadl itu melanggar sifat dan fungsi uang, dia jugamengutuk penimbunan uang, dengan dasar uang itu dilarancang untukmemudahkan pertukaran, dimana penimbunan menghalangi proses ini.3C. Perkembangan Ekonomi pada Masa Daulah UsmaniyahDalam mengembangkan kehidupan perekonomiannya, daulah Usmaniyahmelanjutkan kebijakan yang telah diterapkan dinasti Abbasiyah. Baitul Mal tetapdifungsikan sebagai kantor perbendaharaan Negara. Pada awalnya seiring denganluasnya wilayah yang dikuasai, daulah Usmani menggunakan systemdesentralisasi dalam mengatur pemungutan pajak. Namun dikemudian harimenimbulkan permasalahan. Para pejabat local mulai banyak melakukanpenyimpangan, seperti memungut pajak melebihi batas, membebani kewajibantambahan kepada para petani serta melegitimasi brerbagai pungutan liar,sementara pemerintah pusatnya tidak bisa melakukan pengawasan secaramaksimal, karena terfokus kepada berbagai peperangan dengan bangsaeropa.disamping luasnya wilayah kekuasaan, hal tersebut mendorong pemerintahpusat untuk mengubah kebijakan menjadi sentralistik.Di bidang agraria, pola kebijakan pemerintah usmani mengacu kepadaundang-undang agraria warisan bizantium. Undang-undang ini terdapat duagarapan, yaitu Al-Iqta al-Asbghar atau timar dan ziamat.Untuk menunjang aktifitas ekonomi, daulah usmani juga mencetak uang.Namun, sultan di cantumkan pada setiap mata uang yang beredar sebagai tandapenguasaan dimasa itu. Ketika terjadi inflasi, Sultan Murad IV mengeluarkankebijakan penambahan nilai tukar mata uang emas dan perak, dan melakukanefesiensi pengeluran terhadap gaji pasukan dan keperluan istana.
  11. 11. 11BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULANPembangunan ekonomi, yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan umatislam secara keseluruhan merupakan suatu hal yang mendapat perhatian cukupbesar oleh para khalifah. Di antaranya adalah :1. Khalifah Muawiyah ibn Abi Sofyan2. Khalifah Abdul Malik ibn Marwan3. Khalifah Umar ibn Abdul AzizSeperti halnya pada masa Bani Umayah, keadaan ekonomi juga merupakansuatu hal yang mendapat perhatian yang cukup besar oleh penguasa pada saat itu.Di bawah ini adalah beberapa khalifah yang berperan dalam masalahperekonomian pada masa Bani Abbasiyah di:1. Al-Mahdi2. Harum Al-RasyidSelain para khalifah tersebut diatas, juga ada beberapa tokoh pemikirekonomi yang memberikan pengaruh pada perkembangan perekonomian BaniAbasiyah diantaranya :1. Abu Yusuf2. Abu Ubaid al-Qasim bin Salam3. Ahmad bin Hanbal4. Ibnu Miskawaih5. Mawardi6. Ibnu Hazm7. Al-GhazaliDalam mengembangkan kehidupan perekonomiannya, daulah Usmaniyahmelanjutkan kebijakan yang telah diterapkan dinasti Abbasiyah. Baitul Mal tetapdifungsikan sebagai kantor perbendaharaan Negara. Di bidang agraria, polakebijakan pemerintah usmani mengacu kepada undang-undang agraria warisanbizantium. Undang-undang ini terdapat dua garapan, yaitu Al-Iqta al-Asbghar atautimar dan ziamat. Untuk menunjang aktifitas ekonomi, daulah usmani jugamencetak uang.
  12. 12. 12B. SARANDengan dibuatnya makalah ini maka diharapkan agar kita mengertipemikiran ekonomi para cendekiawan Muslim terkemuka akan memberikankontribusi positif bagi umat Islam, setidaknya dalam dua hal.Pertama, membantu menemukan berbagai sumber pemikiran ekonomiIslam kontemporer.Kedua, memberikan kemungkinan kepada kita untuk mendapatkanpemahaman yang lebih baik mengenai perjalanan pemikiran ekonomi Islamselama ini.Kedua hal tersebut akan memperkaya ekonomi Islam kontemporer anmembuka jangkauan lebih luas bagi konseptualisasi dan aplikasinya. Kajianterhadap perkembangan sejarah ekonomi Islam merupakan uian-ujian empiricyang diperlukan bagi setiap gagasan ekonomi. Ini memiliki arti yang sangatpenting, terutama dalam kebijakan ekonomi dan keuangan Negara.
  13. 13. 13DAFTAR PUSTAKAGoogel book /wikimedia/, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam,http://googel.com/http://wikimadia.com/
  14. 14. 14DAFTAR ISIHalaman JudulKata PengantarDaftar IsiBab I : - PendahuluanLatar BelakangRumusan MasalahTujuanBab II : - Isi/PembahasanA. Perkembangan Ekonomi pada Masa Bani Umayah dan Tokohnya1. Khalifah Muawiyah ibn Abi Sofyan2. Khalifah Abdul Malik ibn Marwan3. Khalifah Umar ibn Abdul AzizB. Perkembangan Ekonomi pada Masa Bani Abbasiyah dan Tokohnya1. Al-Mahdi2. Harum Al-RasyidC. Perkembangan Ekonomi pada Masa Daulah UsmaniyahBab III : - KesimpulanSaranDaftar Pustaka

×