KONDISI GEOGRAFIS KABUPATEN LUMAJANG  Luas Kabupaten Lumajang 1.790,90 km2 atau 179.090,00 Ha  - Berada pada posisi 7o 54’...
KONDISI FISIK KABUPATEN LUMAJANGA. IKLIM    Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, terdapat tigamacam tipe iklim di...
B. KETINGGIAN TEMPAT        Persentase Luas Wilayah             Ketinggian tempat antara 0    Kabupaten Lumajang Berdasar...
C. KEMIRINGAN TANAH (LERENG)Luas wilayah Kabupaten Lumajang di lihat dari kemiringan tanah sebagai berikut :Kemiringan 0 –...
D. JENIS TANAHTabel 1. Luas Wilayah Kabupaten Lumajang Berdasarkan Jenis                          Tanah No.             Je...
E. KEDALAMAN EFEKTIF TANAH                                         Tabel 2. Luas Wilayah Kabupaten   Kedalam efektif tana...
F. TEKSTUR TANAH              Tabel 3. Luas Wilayah Kabupaten Lumajang                 Berdasarkan Klasifikasi Tekstur Tan...
POTENSI SUMBER DAYA LAHANTabel 4. Pemanfaatan Lahan Per Jenis Pengairan di KabupatenLumajang                              ...
POTENSI PERTANIANTabel 5. Luas Areal Tanaman Pangan di Kabupaten Lumajang Tahun2011                                Padi   ...
Tabel 6. Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Lumajang Tahun2011                                  Padi             Jagung ...
Tabel 7. Luas Panen, Produksi dan Rata-Rata Produksi Tanaman        Buah–Buahan di Kabupaten Lumajang Tahun 2011          ...
Tabel 8. Luas Panen, Produksi dan Rata-Rata Produksi Tanaman       Sayuran di Kabupaten Lumajang Tahun 2011    No.        ...
POTENSI PETERNAKANTabel 9. Populasi Ternak di Kabupaten Lumajang Tahun 2011No.   KECAMATAN*)           SP. POTONG       SP...
PETANI DAN PERTANIAN INDONESIA DI ERA GLOBALISASIAda beberapa hal yang perlu diantisipasi pada era global saat ini danmasa...
PETANI DAN PERTANIAN INDONESIA DI ERAGLOBALISASI (Lanjutan)        Menyempitnya lahan pertanian. Produk pangan di Pulau   ...
ASPEK PRODUKSI PERTANIANDalam menunjang keberhasilan agribisnis, makatersedianya bahan baku pertanian secara kontinu dalam...
ASPEK PENGOLAHAN HASIL PERTANIANKomponen pengolahan hasil pertanian menjadi penting, antara lain               karena pert...
ASPEK PEMASARAN HASIL PERTANIANDalam pemasaran komoditi pertanian, seringkali dijumpai adanyarantai pemasaran yang panjang...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Geografis

1,652

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,652
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Geografis

  1. 1. KONDISI GEOGRAFIS KABUPATEN LUMAJANG Luas Kabupaten Lumajang 1.790,90 km2 atau 179.090,00 Ha - Berada pada posisi 7o 54’ – 8o 23’ LS (Lintang Selatan) dan 112o 53’ – 113o 23’ BT ( Bujur Timur) - Jarak 154 km dari Ibu Kota Propinsi Jawa Timur (Surabaya) Diapit oleh tiga gunung berapi yaitu: - Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 m - Gunung Bromo dengan ketinggian 3.292 m - Gunung Lamongan dengan ketinggian 1.668 m Batas wilayah Kabupaten Lumajang: - Sebelah Utara : Kabupaten Probolinggo - Sebelah Timur : Kabupaten Jember - Sebelah Selatan : Samudra Hindia (Samudra Indonesia) - Sebelah Barat : Kabupaten Malang
  2. 2. KONDISI FISIK KABUPATEN LUMAJANGA. IKLIM Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, terdapat tigamacam tipe iklim di Kabupaten Lumajang, yaitu sebagai berikut : Yaitu iklim yang Yaitu iklim yang Yaitu iklim yang bersifat agak basah, bersifat sedang, bersifat agak keringTipe Iklim C : Tipe Iklim D : Tipe iklim E : jumlah Bulan Kering jumlah bulan kering dimana jumlah Bulan Rata kurang dari 3 rata-rata 3-4 Kering berkisar 4-6 bulan dan Bulan- bulan(Juni, Juli, bulan (Mei, Juni, Juli, bulan lainnya adalah Agus-tus, Agustus September bulan basah. Daerah September) Daerah dan Oktober). yang termasuk iklim yang termasuk iklim Daerah yang ini adalah Kecamatan ini adalah Kecamatan termasuk iklim tipe E Gucialit, Senduro, Randuagung, adalah : Kecamatan Pasrujambe, Ranuyoso, Klakah, Tekung, Kunir, Yoso- sebagian Pasirian, Kedungjajang, wilangun Candipuro, Sukodono, Padang, Pronojiwo Lumajang, Sumber Suko, Jatiroto dan Rowokangkung
  3. 3. B. KETINGGIAN TEMPAT Persentase Luas Wilayah  Ketinggian tempat antara 0 Kabupaten Lumajang Berdasarkan –3.676 m dpl (dari Ketinggian Tempat permukaan laut)  Terluas berada pada ketinggian 100 m – 500 m dpl yaitu seluas 15% 11% 63.405,50 ha (35,40%), 22%  Tersempit berada pada 17% ketinggian 0 – 25 m dpl yaitu seluas 19.722,45 ha 35% (11,01%).  Faktor ketinggian tempat mempunyai hubungan yang erat dengan pola penggunaan tanah dan sangat menentukan 0 – 25 25 –100 100 – 500 kebebasan hidup tanaman 500 – 1000 > 1000 serta besarnya penyebaran penduduk
  4. 4. C. KEMIRINGAN TANAH (LERENG)Luas wilayah Kabupaten Lumajang di lihat dari kemiringan tanah sebagai berikut :Kemiringan 0 – 2 % (datar) = 82.199,59 haKemiringan 2 – 15 % (landai) = 31.459,87 haKemiringan 15 – 40 % (miring agak curam) = 28.827, 89 haKemiringan > 40 % (curam – sangat curam) = 36.602, 65 ha Kemiringan > 40 % = terdapat di lereng gunung Semeru, Bromo, Lamongan dll. Sebagian Kecamatan Ranuyoso bagian timur, kecamatan Klakah bagian timur dan utara, kecamatan Pasirian, Pronojiwo, Tempursari, Senduro,Gucialit. Kemiringan 15 – 40 % = Kecamatan Pasrujambe, Gucialit, Senduro, Pronojiwo, Tempur-sari, Pasirian Kemiringan 2 – 15 % = Kecamatan Padang, Ranuyoso, Kedungjajang, Candipuro, Kla- kah, Randuagung Kemiringan 0 – 2 % = Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Tempeh, Yosowilangun, Ku-nir, Tekung, Jatiroto, Rowokangkung, Sukodono
  5. 5. D. JENIS TANAHTabel 1. Luas Wilayah Kabupaten Lumajang Berdasarkan Jenis Tanah No. Jenis tanah Luas (ha) % 1. Aluvial 27.529,24 15,37 2. Regosol 66.284,94 37,01 3. Andosol 27.604,50 15,41 4. Mediteran 10.531,06 5,89 5. Latosol 47.140,26 26,32 Jumlah 179.090,00 100
  6. 6. E. KEDALAMAN EFEKTIF TANAH Tabel 2. Luas Wilayah Kabupaten Kedalam efektif tanah Lumajang Berdasarkan Kedalaman mempunyai hubungan erat Efektif Tanah dengan jenis tanaman yang akan diusahakan. Oleh Kedalaman efektif No Luas (ha) % tanah karena itu kedalaman efektif menunjukkan dimana akar tanaman dapat menembus 1. > 90 cm 156.099,91 87,16 lapisan tanah dan menyerap unsur hara. 2. 60-90 cm 13.565,76 7,57 3. 30-60 cm 7.384,17 4,12 Luas wilayah Kabupaten Lumajang berdasarkan 4. < 30 cm 2.040,16 1,15 tingkat kedalaman tanah efektif diatas 90 cm (87,16 %) dari luas tanah Jumlah 179.090,00 100 Kabupaten lumajang sehingga daerah tersebut tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan perakaran tanaman
  7. 7. F. TEKSTUR TANAH Tabel 3. Luas Wilayah Kabupaten Lumajang Berdasarkan Klasifikasi Tekstur Tanah No. Tekstur Tanah Luas (ha) % 1. Halus 10.933,17 6,11 2. Sedang 154.433,78 86,23 3. Kasar 13.723,05 7,66 Jumlah 179.090,00 100 Tekstur tanah adalah gambaran keadaan komposisi kasar dan halusnya bahan pembentuk tanah yang ditentukan berdasarkan perbandingan fraksi-fraksi pasir, lempung, debu dan liat. Tabel 2 dan 3 dapat dijadikan pedoman untuk menentukan jenis-jenis tanaman yang akan diusahakan dan pola pengolahan tanah yang dilakukan pada persiapan dan pemeliharaan tanaman, serta dijadikan dasar untuk merekomendasikan teknologi yang akan diterapkan.
  8. 8. POTENSI SUMBER DAYA LAHANTabel 4. Pemanfaatan Lahan Per Jenis Pengairan di KabupatenLumajang POTENSI Irigasi TeknisNO URAIAN 64,31% HA %1 IRIGASI TEKNIS 21.790 64,31 Tadah Hujan 1,42%2 IRIGASI SEMI TEKNIS 7.586 22,393 IRIGASI SEDERHANA 3.977 11,74 Irigasi ½ Teknis4 IRIGASI DESA/ NON PU 47 0,14 22,39% Irigasi Desa/Non PU Polder dan lainnya5 TADAH HUJAN 482 1,42 0,14% Irigasi Sederhana 11,74% 0,01%6 POLDER DAN SAWAH LAINNYA 3 0,01 JUMLAH 33.885 100,00
  9. 9. POTENSI PERTANIANTabel 5. Luas Areal Tanaman Pangan di Kabupaten Lumajang Tahun2011 Padi Jagung Kedelai Kacang Ubi Ubi Kacang No. KECAMATAN (Ha) (Ha) (Ha) Hijau Kayu Jalar Tanah (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) 1 Tempursari 3,073 5 - - 18 - 3 2 Pronojiwo 1,594 316 - - 470 - - 3 Candipuro 10,723 892 - - 268 28 30 4 Pasirian 8,219 4,019 2 - 104 - 124 5 Tempeh 5,144 4,062 131 11 72 - 236 6 Lumajang 4,937 216 300 - - - 66 7 Sumbersuko 2,566 357 81 1 18 9 9 8 Tekung 3,431 1,331 180 - - - 9 9 Kunir 2,414 3,028 333 - 12 6 260 10 Yosowilangun 6,884 2,113 207 2 17 - 43 11 Rowokangkung 3,385 1,300 195 - - 2 30 12 Jatiroto 3,096 112 12 - - - 8 13 Randuagung 4,913 846 237 - 83 - 12 14 Sukodono 4,899 40 200 - - - - 15 Padang 1,198 350 4 74 63 - 165 16 Pasrujambe 2,176 909 - - 144 393 51 17 Senduro 889 586 10 - 63 15 5 18 Gucialit 123 302 - - 160 - - 19 Kedungjajang 1,917 1,429 23 - 430 - 78 20 Klakah 1,728 2,722 126 - 367 - 655 21 Ranuyoso 2,087 7,215 830 21 167 - 2,652 Jumlah 75,396 32,150 2,871 109 2,456 453 4,436Sumber Data : Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang
  10. 10. Tabel 6. Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Lumajang Tahun2011 Padi Jagung Kedelai Kacang Ubi Ubi Kacang No. KECAMATAN Hijau Kayu Jalar Tanah (Kw) (Kw) (Kw) (Kw) (Kw) (Kw) (Kw) 1 Tempursari 188,339 210 - - 3,960 - 39 2 Pronojiwo 101,508 12,470 - - 113,862 - - 3 Candipuro 645,163 29,841 - - 75,020 3,175 314 4 Pasirian 484,606 198,979 26 - 23,355 - 1,612 5 Tempeh 319,655 183,779 1,700 89 15,934 - 2,953 6 Lumajang 308,621 9,344 3,772 - - - 792 7 Sumbersuko 141,302 13,646 1,155 8 3,996 1,530 113 8 Tekung 198,121 65,216 2,061 - - - 117 9 Kunir 133,008 113,782 4,329 - 2,675 937 3,259 10 Yosowilangun 450,093 106,488 3,205 16 3,825 - 559 11 Rowokangkung 218,148 72,978 3,498 - - 330 394 12 Jatiroto 185,667 4,169 156 - - - 80 13 Randuagung 301,290 33,855 2,752 - 18,509 - 132 14 Sukodono 300,267 1,870 2,354 - - - - 15 Padang 60,726 14,335 44 568 13,966 - 1,752 16 Pasrujambe 132,672 36,611 - - 31,905 77,260 671 17 Senduro 49,929 21,728 120 - 14,137 2,515 60 18 Gucialit 4,389 10,012 - - 35,700 - - 19 Kedungjajang 89,875 54,826 237 - 96,750 - 967 20 Klakah 69,845 93,352 1,502 - 81,654 - 8,136 21 Ranuyoso 96,072 258,874 10,625 147 37,274 - 32,316 Jumlah 4,479,295 1,336,364 37,535 828 572,523 85,747 54,264Sumber Data : Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang
  11. 11. Tabel 7. Luas Panen, Produksi dan Rata-Rata Produksi Tanaman Buah–Buahan di Kabupaten Lumajang Tahun 2011 Pop. Tan. Produktif Jenis Tanaman/ Yang Sedang Produksi/ Rata-rata No Kinds of Vegetable Menghasilkan Kuintal (Ku/ph/rpn) (Pohon/Rumpun) 1 Alpukad 55,871 38,124.06 0.68 2 Belimbing 4,912 696.00 0.14 3 Duku/Langsat 1,247 421.00 0.34 4 Durian 27,597 47,938.75 1.74 5 Jambu Biji 6,555 967.44 0.15 6 Jambu Air 1,799 752.00 0.42 7 Jeruk Siam 205,731 134,012.02 0.65 8 Mangga 47,689 24,068.10 0.50 9 Manggis 13,532 9,680.61 0.72 10 Nangka 36,572 28,877.89 0.79 11 Nanas 260 3.38 0.01 12 Pepaya 294,473 150,725.06 0.51 13 Pisang 5,689,174 1,179,343.61 0.21 14 Rambutan 36,254 24,889.00 0.69 15 Salak 979,178 245,660.00 0.25 16 Sawo 1,777 1,460.00 0.82 17 Sirsak 7,372 1,853.00 0.25 18 Sukun 1,701 1,432.70 0.84 19 Melinjo 1,706 105.13 0.06 20 Petai 26,833 10,674.36 0.40 Jumlah 7,440,233 1,901,684.10 0.26Sumber Data : Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang
  12. 12. Tabel 8. Luas Panen, Produksi dan Rata-Rata Produksi Tanaman Sayuran di Kabupaten Lumajang Tahun 2011 No. Jenis Tanaman Luas Panen (Ha) Produksi (Kw) Rata-rata (Kw/ Ha) 1 Bawang Daun 766 93,320 121.83 2 Kentang 492 66,008 134.16 3 Kobis 499 128,640 257.80 4 Pitsae/Sawi 121 16,992 140.43 5 Wortel 95 19,006 200.06 6 Kacang Panjang 581 66,785 115.05 7 Cabe Besar 350 40,539 115.83 8 Cabe Rawit 1,384 135,026 97.56 9 Tomat 258 33,970 131.67 10 Terong 167 22,720 136.46 11 Buncis 78 3,183 40.81 12 Ketimun 283 58,960 208.34 13 Labu siem 1 85 85.00 14 Kangkung 30 1,292 43.07 15 Bayam 34 1,020 30.00 16 Melon 69 16,140 233.91 17 Semangka 368 90,175 245.04 Jumlah 5,577 793,864 142.35Sumber Data : Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang
  13. 13. POTENSI PETERNAKANTabel 9. Populasi Ternak di Kabupaten Lumajang Tahun 2011No. KECAMATAN*) SP. POTONG SP. PERAH KERBAU KUDA KAMBING DOMBA 1 Tempursari 702 5 705 - 844 828 2 Pronojiwo 2,693 7 1,448 - 4,945 1,227 3 Candipuro 6,132 - 1,256 114 4,948 2,307 4 Pasirian 15,813 - 568 117 6,204 2,502 5 Tempeh 13,767 - 105 157 5,259 1,936 6 Lumajang 2,686 11 121 17 3,221 1,502 7 Sumbersuko 2,871 7 52 10 249 378 8 Tekung 9,728 257 143 4 3,093 1,282 9 Kunir 17,071 185 187 116 5,022 2,12310 Yosowilangun 15,691 66 74 17 3,102 1,31211 Jatiroto 5,914 - 68 2 3,221 1,34212 Rowokangkung 8,600 - 54 28 2,633 1,30313 Randuangung 12,394 - 68 68 6,750 2,79614 Sukodono 4,225 - 242 8 2,747 1,14215 Padang 11,650 - - 23 1,522 66216 Senduro 5,672 4,696 24 41 12,541 2,66317 Pasrujambe 3,506 - 50 96 5,730 1,91118 Gucialit 8,284 - 28 - 4,294 3,49319 Klakah 15,067 - - 40 2,577 1,08320 Kedungjajang 16,731 11 - 11 2,085 78821 Ranuyoso 21,380 9 64 10 1,985 876 Jumlah 200,577 5,254 5,257 879 82,972 33,456Sumber Data : Kantor Peternakan Kabupaten Lumajang
  14. 14. PETANI DAN PERTANIAN INDONESIA DI ERA GLOBALISASIAda beberapa hal yang perlu diantisipasi pada era global saat ini danmasa mendatang khususnya dalam bidang pertanian, antara lain : Meningkatnya laju teknologi dan informasi. Aspek ini berjalan begitu cepat, oleh karena itu pertanian perlu dibangun dengan memanfaatkan teknologi dan informasi. Meningkatnya jumlah “key players” di sektor pertanian. Sektor pertanian bukan hanya ditangani/ dipengaruhi oleh satu pihak saja, sehingga perlu koordinasi/ kerja sama yang baik dengan pihak lain. Meningkatnya perubahan preferensi konsumen. Sekarang konsumen lebih menyukai produk pertanian yang berkualitas dan menyehatkan. Perubahan harga yang cepat. Hal ini terjadi karena munculnya “key players” baru dalam perdagangan produk-produk pertanian.
  15. 15. PETANI DAN PERTANIAN INDONESIA DI ERAGLOBALISASI (Lanjutan) Menyempitnya lahan pertanian. Produk pangan di Pulau Jawa (>60%) bergantung pada luas daratan yang hanya 7 %. Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan/ industri adalah salah satu penyebab menyempitnya lahan pertanian. Meningkatnya kesadaran kesehatan menyebabkan perubahan kualitas produk pertanian. Produk pertanian yang organik (bebas pestisida) lebih diminati konsumen. Perubahan iklim/ cuaca yang sulit diprediksi. Produsen/ petani perlu mengantisipasi perubahan iklim/ cuaca dengan dibantu lembaga lain yang terkait. Pembiayaan usahatani yang sudah terlanjur mahal karena biaya ekonomi tinggi. Upaya-upaya efisiensi perlu dilakukan dengan mengembangkan usahatani modern yang menggunakan sedikit input (misal tanaman hidroponik dan vertikultur)
  16. 16. ASPEK PRODUKSI PERTANIANDalam menunjang keberhasilan agribisnis, makatersedianya bahan baku pertanian secara kontinu dalamjumlah yang tepat sangat diperlukan.Tersedianya produksi ini dipengaruhi oleh beberapafaktor, antara lain :• Jenis komoditi• Luas lahan• Tenaga kerja• Modal• Manajemen• Iklim• Faktor sosial-ekonomi produsen
  17. 17. ASPEK PENGOLAHAN HASIL PERTANIANKomponen pengolahan hasil pertanian menjadi penting, antara lain karena pertimbangan berikut : Meningkatkan Nilai Tambah Meningkatkan Meningkatkan Pendapatan Kualitas Hasil Produsen Pengolahan Hasil Pertanian Meningkatkan Meningkatkan Keterampilan Penyerapan Produsen Tenaga Kerja
  18. 18. ASPEK PEMASARAN HASIL PERTANIANDalam pemasaran komoditi pertanian, seringkali dijumpai adanyarantai pemasaran yang panjang sehingga produsen/ petani seringdirugikan. Hal tersebut antara lain disebabkan sebagai berikut : 1. Pasar yang tidak 3. Lemahnya produsen 2. Lemahnya informasi bekerja secara (petani) memanfaatkan pasar sempurna peluang pasar 4. Lemahnya posisi 5. Produsen (petani) melakukan produsen (petani) usahatani tidak didasarkan pada dalam melakukan permintaan pasar, melainkan karena penawaran untuk usahatani yang dilakukan secara turun mendapatkan harga temurun yang baik
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×