• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
belajar dan pembelajaran
 

belajar dan pembelajaran

on

  • 5,149 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,149
Views on SlideShare
5,042
Embed Views
107

Actions

Likes
2
Downloads
489
Comments
2

3 Embeds 107

http://efendiwahid.blogspot.com 45
http://rianmaulanaa.blogspot.com 34
http://rianmaulanaberbagi.blogspot.com 28

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    belajar dan pembelajaran belajar dan pembelajaran Presentation Transcript

    • COMPLETE LOADING SYSTEM GROUP 6
    • OM SWASTYASTU Processing Data. . .
    • Processing Data. . . COOPERATIVE LEARNING
    • COOPERATIVE LEARNING esensi daripembelajaran kooperatif Processing Data. . . karakteristik dan tujuan dari pembelajaran kooperatif tipe-tipe pendekatan pembelajaran kooperatif penerapan pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran di kelas keunggulan dan kelemahan pembelajaran kooperatif
    • ESENSI DARI PEMBELAJARAN KOOPERATIF Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Processing Data. . .
      • Sistem pembelajaran “ cooperative learning” merupakan system pengajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama satu sama lain dalam tugas-tugas yang terstruktur untuk memaksimalkan pengetahuan mereka dan pengetahuan teman sebayanya.
      • Ada dua komponen penting dalam metode kooperatif Learning yaitu
      • tugas bekerja sama
      • dorongan kerjasama yang terstruktur
      Processing Data. . .
    • Johnson and Johnson (1994) mengidentifikasi 5 unsur dasar yang dibutuhkan agar dimasukkan dalam kelompok belajar yang betul-betul dipertimbangkan sebagai kooperatif. 1) positive interdependence (saling ketergantungan yang positif) (2) face to face primitive interaction (interaksi tatap muka yang sederhana); (3) individual accountability (tanggungjawab individu) (4) appropriate use of interpersonal skills dalam kelompok, (5) group analysis (analisis kelompok) Processing Data. . .
    • Karakteristik Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya 1. struktur tugas, mengacu pada cara pengaturan pembelajaran dan jenis kegiatan siswa dalam kelas 2. struktur tujuan, sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai oleh siswa dan guru pada akhir pembelajaran atau saat siswa menyelesaikan pekerjaannya. Ada tiga macam struktur tujuan, yaitu: a. Struktur tujuan individualistik b. Struktur tujuan kompetitif c. Struktur tujuan kooperatif 3. struktur penghargaan , penghargaan yang diberikan pada kelompok jika keberhasilan kelompok sebagai akibat keberhasilan bersama anggota kelompok. Processing Data. . .
    • Karakteristik pembelajaran kooperatif dapat digambarkan lebih luas sebagai berikut: 1. Belajar bersama dengan teman dalam kelompok kecil, 2. Siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi akademis. 3. Anggota-anggota dalam kelompok diatur terdiri dari siswa yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi. 4. Selama proses belajar terjadi tatap muka antar teman, 5. Produktif berbicara atau saling mengemukakan pendapat 6. Saling mendengarkan pendapat di antara anggota kelompok, 7. Belajar dari teman sendiri dalam kelompok, 8. Keputusan tergantung pada peserta didik sendiri, 9. Sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok daripada individu. Processing Data. . .
    • terdapat empat tahapan keterampilan kooperatif yang harus ada dalam model pembelajaran kooperatif yaitu: 1. Forming (pembentukan) 2. Functioniong (pengaturan) 3. Formating (perumusan) 4. Fermenting (penyerapan) Processing Data. . .
    • Tujuan Pembelajaran Kooperatif 1 . Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. 2. Penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda menurut ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, maupun ketidakmampuan. Mengajarkan untuk saling menghargai satu sama lain. 3. Mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Processing Data. . .
    • tipe-tipe pendekatan pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Divisions (STAD) Processing Data. . . Group Investigation (GI). Jigsaw, Teams Geams Tournaments (TGT)
    • Student Team Achievement Divisions (STAD)
      • STAD yang dikembangkan oleh Robert Slavin merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana,
      • dalam STAD siswa ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat atau lima orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerja, jenis kelamin dan suku.
      • Guru menyajikan pelajaran dan kemudian siswa bekerja di dalam kelompok mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai materi pelajaran tersebut.
      • STAD terdiri dari lima komponen utama, yaitu:
      • Presentasi Kelas 4. Peningkatan Skor Individu
      • Kelompok 5. Penghargaan Kelompok
      • Kuis
      Processing Data. . .
      • E. STAD terdiri dari suatu siklus kegiatan pembelajaran sebagai berikut:
      • Mengajar
      • Kegiatan Kelompok
      • Tes
      • Penghargaan kelompok
      Processing Data. . .
    • Teams Geams Tournaments (TGT) Pembelajaran kooperatif TGT adalah suatu pembelajaran di mana setelah kehadiran guru, siswa pindah ke kelompoknya masing-masing untuk mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah yang diberikan guru . Processing Data. . .
      • Ada tahap-tahap yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT, yaitu:
      • Pembentukkan kelompok
      • Pemberian Materi
      • Belajar Kelompok
      • Turnamen
      Processing Data. . .
    • Processing Data. . . 3A 3B 3C Pandai Sedang Rendah turnamen 1A 1B 1C Pandai Sedang Rendah 2A 2B 2C Pandai Sedang Rendah Meja C Meja B Meja A
    • Tipe Jigsaw
      • Kooperatif Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya. Dengan demikian siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.
      Processing Data. . .
      • Ada dua versi tipe Jigsaw dalam pendekatan cooperative learning ,
      • Jigsaw I (Aronson, Blaney, Stephan, Sikes, dan Snapp)
      • Jigsaw II . (slavin)
      Processing Data. . .
    • Processing Data. . . Jigsaw I
    • Group Investigation (GI) Menurut Winataputra (1992:63) sifat demokrasi dalam kooperatif tipe GI ditandai oleh keputusan-keputusan yang dikembangkan atau setidaknya diperkuat oleh pengalaman kelompok dalam konteks masalah yang menjadi titik sentral kegiatan belajar. Processing Data. . . Menurut Depdiknas (2005:18) pada pembelajaran ini guru seyogyanya mengarahkan, membantu para siswa menemukan informasi, dan berperan sebagai salah satu sumber belajar, yang mampu menciptakan lingkungan sosial yang dicirikan oleh lingkungan demokrasi dan proses ilmiah.
      • tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI adalah sebagai berikut:
      • Tahap Pengelompokan (Grouping)
      • Tahap Perencanaan (Planning)
      • Tahap Penyelidikan (Investigation)
      • Tahap Pengorganisasian (Organizing)
      • Tahap Presentasi (Presenting)
      • Tahap evaluasi (evaluating)
      Processing Data. . .
    • Penerapan Pembelajaran Kooperatif dalam Proses Belajar Mengajar di Kelas Bagaimana Menyiapkan Kooperatif Learning Sebagai Strategi Mengajar Processing Data. . .
      • Ketika bersiap untuk menggunakan Kooperatif learning, ada dua hal penting yang perlu diingat:
      • motivasi siswa
      • proses pembelajaran yang akan digunakan siswa.
      • Secara umum kita harus:
      • Tentukan dengan jelas apa yang kita inginkan siswa untuk dicapainya hingga sukses,
      • Pilih apa yang menurut kita akan menjadi bentuk cocok dalam menggunakan Kooperatif learning.
      • Jelaskan pada siswa dengan detail bagaimana Kooperatif learning akan berjalan, apa yang kita harapkan dari mereka, bagaimana kita akan menolong mereka, dan bagaimana mereka akan dinilai.
      • Berikan siswa latihan saat bekerja dalam kelompok
        • Siapkan materi yang siswa akan butuhkan dalam belajar dan untuk membantu satu sama lain dalam belajar.
      Processing Data. . .
      • Peran Guru dalam Cooperative Learning :
      • Sebagai Fasilitator
      • Sebagai Mediator
      • Sebagai Director-Motivator
      • Sebagai Evaluator
      Processing Data. . .
    • Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif
      • Keunngulan:
      • Kooperatif learning mengajar siswa untuk lebih percaya dengan kemampuan berfikir dirinya, mencari informasi dari sumber lain, dan belajar dari siswa lain.
      • Kooperatif learning mendorong siswa mengungkapkan ide-ide mereka dan membandingkannya dengan ide-ide dan pemikiran dari siswa lain.
      • Kooperatif learning membantu siswa untuk belajar mengghormati kelebihan serta kekurangan satu dengan lainnya dan menerima perbedaan tersebut.
      • Bekerja dalam kelompok Kooperatif learning membantu memberikan kuasa pada siswa untuk mengambil tanggungjawab yang lebih besar untuk pembelajaran dirinya dan untuk pembelajaran siswa lainnya.
      • Menempatkan siswa dalam kelompok belajar menghasilkan lebih banyak proses belajar daripada siswa belajar sendiri.
      Processing Data. . .
    • 6. Kooperatif learning memberi kesempatan bagi siswa menguji pendapat dan pemahamannya dan menerima umpan balik yang aman dan tidak adanya ancaman dari lingkungan. 7. Kooperatif learning menambah kemampuan siswa untuk menggunakan informasi dan keterampilan yang telah mereka pelajari secara teori yang kemudian dapat digunakan dalam kehidupan nyata. 8. Siswa yang merasa tegang dengan pembelajaran dengan diskusi dan pertemuan biasa dapat belajar dengan lebih santai dalam kelompok Kooperatif learning. 9. Kooperatif learning membantu siswa untuk mengenal bakat yang dirasa kurang dalam mata pelajaran tertentu yang sebenarnya adalah masalah kurangnya pemahaman terhadap materinya. 10. Kooperatif learning memberikan banyak kesempatan pada siswa untuk membandingkan jawaban dan pendapat yang patut dari suatu permasalahan, Processing Data. . .
    • 11. Kooperatif learning membantu siswa untuk memahami bahwa pandangan yang berbeda tidak perlu membuatnya bingung, 12. Kooperatif learning mendorong siswa yang lemah agar tetap tekun belajar dan membantu siswa yang mampu (pintar) untuk mengisi pemahamannya yang kurang. 13. Kooperatif learning adalah strategi yang berguna untuk digabungkan dengan strategi yang lainnya seperti problem solving , Concept maping , dan story development . Processing Data. . .
      • Kelemahan:
      • Keistimewaan yang paling mendasar dari Kooperatif learning adalah siswa belajar dari satu ke yang lainnya. Kecuali “mengajar teman sebaya” ini efektif, siswa bisa saja belajar kurang dari yang akan mereka terima langsung dari instruksi guru.
      • Persepsi (daya memahami) siswa terhadap kemampuan dan kebersamaan penempatan anggota kelompok dapat mempengaruhi fungsi dari kerja sama kelompok.
      • Walaupun kerja sama adalah kemampuan yang sangat penting untuk siswa, banyak aktivitas sehari-hari berdasarkan usaha sendiri (individu).
      • Untuk mencapai sukses, Kooperatif learning seharusnya digunakan dalam waktu panjang sehingga siswa mengembangkan kebutuhan saling ketergantungan dalam kelompok. Ini bukan strategi yang dapat kita gunakan dengan sukses hanya sekali waktu.
      Processing Data. . .
    •