Your SlideShare is downloading. ×
Tugas Otin
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Tugas Otin

3,217
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,217
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
40
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Judul buku : MODEL PEMBELAJARAN “ Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif ” Pengarang : Prof. Dr. H Hamzah B. Uno, M.Pd Jumlah : 228 halaman Tahun terbit : 2007 OTIN DESI SUSANTI II C Pendidikan Ekonomi
  • 2. BAB 1 PANDANGAN TENTANG STRATEG PEMBELAJARAN
    • Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga akan memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajran.
    • Secara umum strategi pembelajaran terdiri atas lima komponen yang saling berinteraksidengan karakter fungsi dalam mencapai tujuan pembelajaran, diantaranya:
    • 1.Kegiatan pembelajaran pendahuluan,
    • 2.Penyampaian informasi, yang harus di perhatikan adalah:
        • urutan penyampaian,
        • ruang lingkup materi yang akan di sampaikan
        • memilih materi yang akan disampaikan
    • 3.Partisipasi peserta didik,
    • 4.Tes dan
    • 5.Kegiatan lanjutan
    • Beberapa model pembelajaran yang akan di perkenalkan dalam pembahasan ini; Model pembelajaran tidak langsung, Model pembelajaran pelatihan kesadaran dan Model pembelajaran pertemuan kelas.
  • 3. Komentar
    • Menurut saya dengan adanya strategi dan metode-metode dalam pembelajaran maka penyampaian materi berjalan dengan efektif dan efesien , pendidik harus pinter-pinter memilih strategi agar peserta didik mudah memahami materi yang di sampaikan dan hasil belajar cukup memuaskan.
  • 4. BAB 2 MODEL PEMBELAJARAN SOSIAL
    • Bermain peran sebagai suatu model pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa menemukan makna diri(jati diri) di dalam lingkungan sosial dan memecahkan dilema dengan bantua kelompok. Artinya, melalui bermain peran siswa belajar menggunakan konsep peran, menyadari adanya peran-peran yang berbeda dan memikirkan prilaku dirinya dan prilaku orang lain.
    • Model pembelajaran bermain peran, prosedur bermain peran terdiri atas smbilan langkah; pemanasan, memilih partisipasi, menyiapkan pengamat, menata panggung, memainkan peran, diskusi dan evaluasi, memainkan peran ulang, diskusi dan evaluasi kedua dan berbagai pengalaman dan kesimpulan.
    • Terdapat empat prinsip yang harus di pegang oleh seorang guru / fasilitatordalam simulasi: eksplanation (penjelasan), refereeing (mengawasi), coaching (melatih) dan debriefing (diskusi).
    • Permainan simulasi dapat merangsang berbagai bentuk belajar, seperti belajar tentang persaingan (kompetisi), kerja sama, empati, sistem sosial, konsep, keterampilan, kemampuan berfikir kritis, pengambilan keputusan dll.
  • 5. Komentar
    • Proses bermain peran ini dapat memberikan contoh tentang prilaku manusia dan berguna sebagai sarana bagi siswa untuk menggali perasaannya, menggali potensinya, memperoleh inspirasi dan pemahaman yang berpengaruh terhadap sikap nilai dan persepsinya, mengembangkan keterampilan dan sikap dalam memecahkan masalah dan mampu mendalami mata pelajaran dengan berbagai cara.
  • 6. BAB 3 MODEL PEMBELAJARAN JARAK JAUH
    • Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri dosen, pengalaman, mudah menggunakan peralatan, kreatif menggunakan alatdan menjalin interaksi dengan mahasiswa.
    • Pada pengembangan sistem perlu di perhatikan: Desain dan pengembangan sistem, Interactivity, Active learning, Visual imagery, dan Komunikasi yang efektif.
    • Pendidikan jarak jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga syarat teknologi) yaitu pendidikan jarak jauhdengan satelit juga teknologitelevisi, pada kedua teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalanke fasilitas pendidikannya, sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online melalui internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri.
    • Pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut: sebagai pusat kegiatan siswa, interaksi dalam grup, sistem administrasi mahasiswa, pendalaman materi dan ujian, perpustakaan digital, materi online di luar materi kuliah.
  • 7. Komentar
    • Perkembangan teknologi mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak contohnya saja dengan metode pendidikan jarak jauh, metode ini menggunakan alat atau media pembelajaran seperti internet dengan adanya internet peserta didik bisa dengan mudahnya mencari informasi tentang materi, berita dan lain-lain.
  • 8. BAB 4 MANAJEMEN DIRI DALAM PEMBELAJARAN
    • Manajemen diri secara umum terdiri dari tiga langkah utama, yaitu menentukan tujuan, memonitor dan mengevaluasi kemajuan dan memberikan penguatan diri, apabila tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan orang-orang yang mampu mendidik dirinya maka siswa harus belajar mengatur hidupnya dengan menentukan tujuannya sendiri, memonitor dan mengevaluasi prilakunya dan menyediakan penguatan untuk dirinya.
    • Menurut Adler, usaha orang untuk bisa unggul dalam persaingan hidup sangat di tentukan oleh yujuan fiktif yang sudah diadopsi. Adler meyakini bahwa tujuan fiktif yang baik adalah tujuan fiktif yang di tentukan sendiri. Tujuan fiktif yang baik akan disusun oleh orang bersangkutan berdasarkan kreativitas dirinya sehingga tujuan tersebut menjadi unik bagi setiap orang. Subjektivitas dalam penyusunan tujuan fiktif berpengaruh sangat signifikan. Apabila tujuan sudah diketahui maka tindakan orang tersebut selanjutnya akan lebih mantap dan perjalanan hidupnya akan lebih berarti.
  • 9. Komentar
    • Dengan adanya Manajemen didri dalam pembelajaran siswa dapat bertanggung jawab pada dirinya sehingga tidak perlu selalu dibingbing. Menjadika peserta didik lebih mandiri dan kreatif sesuai tujuan yang berorientasi pada tugas harus di dorong untuk di kembangkan sendiri oleh peserta didik yang bersangkutan, sesuai dengan cara belajarnya. Apa bila peserta didik sudah tertarik pada tugas dari pada mengevaluasinya maka orang tersebut akan lebih tertarik untuk mengerjakan tugas sekalipun tidak ada yang mengevaluasinya.
  • 10. BAB 5 PEMBELAJARAN ORANG DEWASA (POD)
    • Belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap dab nilai-nilai. Dalam mempertahankan kehidupannyamanusia harus mempunyai bekalkecakapan hidup (skil of life), yang dapat diperoleh melaluiberbagai proses belajar, seperti belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar untuk melakukan (learning to do), belajar untuk jadi diri sendiri (learning to be myself) dan belajar untuk hidup bersama (learning to life together).
    • Prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi), orang dewasa yang di maksud dalam pembahasan ini adalah menyangkut definisi dewasa secara sosial dan psikologi, secara ringkas dapat disimpulkan bahwa dewasa yang di maksud adalah individu-individu yang telah mempunyai peran dan dapat mengarahkan dirinya sendiri
    • Strategi pembelajaran orang dewasa mengandung komponen sebagai berikut: urutan kegiatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran dan waktu pembelajaran.
  • 11. Komentar
    • Dalam pembelajaran orang dewasa ketika memasuki kegiatan pembelajaran mereka membawa pengalaman-pengalaman yang berbeda dari setiap individu. Untuk itu pendekatan dalam pembelajaran orang dewasa adalah strategi pembelajaran individu yang mengutamakan teknik menggali pengalaman para peserta didik melalui diskusi, simulasi, studi banding dan lain-lain.
  • 12. BAB 6 PERLUKAH KOMPETENSI DALAM MENDESAIN PEMBELAJARAN
    • Hakikat kompetensi menurut Spencer dan Spencer memandang bahwa kompetensi sebagai karakteristik yang menonjol dari seorang individu yang berhubungan dengan kinerja efektif dan superior dalam suatu pekerjaan atau situasi. Lebih lanjutnya spencer membagi lima karakteristik kompetensi sebagai berikut:
    • 1. Motif, sesuatu yang orang pikirkan dan inginkan yang menyebabkan sesuatu.
    • 2. Sifat, karakteristik tanggapan konsisten terhadap situasi atau informasi.
    • 3. Konsep diri, sikap, nilai dan image diri seseorang
    • 4. Pengetahuan, informasi yg seseorang miliki dlm bidang tertentu.
    • 5. Keterampilan, kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan fisik dan mental.
    • Berikut ini Perencanaan desain yg di tetapkan oleh Dick and Carey
    • yaitu mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi tingkah laku dan karakteristik siswa, merumuskan tujuan performasi mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih materi, mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif, merevisi bahan pengajaran, mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.
  • 13. Komentar
    • Kompetensi seorang guru merupakan gambaran dari prilakunya dimana seorang pendidik memberikan yang terbaik buat muridnya, seorang pendidik harus bisa menguasai materi yang akan disajikan, bisa mengontrol emosinya, sehingga siswa bisa memahami apa yang disampaikan.
  • 14. BAB 7 MODEL PEMBELAJARAN ELABORASI
    • Terdapat tujuh prinsip yang dikembangkan dalam strategi pembelajaran model elaborasi:
    • 1. penyajian kerangka isi
    • 2. elaborasi secara bertahap
    • 3. bagian terpenting disajikan pertama kali
    • 4. cakupan optimal
    • 5. Penyajian Pensintesis secara bertahap
    • 6. penyajian jenis pensintetis
    • 7. tahapan pemberian rangkuman
    • Untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, sebaiknya dalam proses pembelajarannya perlu memperhatikan teori pemrosesan informasi:
    • Sedikitnya ada 4 tahap yang dilalui dalam pemprosesan informasi:
    • 1. Pemasukan informasi yang akan dicatat melalui indra,
    • 2. Simpanan jangka pendek dimana informasi yang diterima hanya bertahan selama 0.5 sampai 2.0 detik
    • 3. Memori jangka pendek atau memori kerja, dimana data dalam jumlah terbatas dipertahankan selama 20 detik
    • 4. Memori jangka panjang, dimana data yang telah disandikan menjadi bagian dari sistem pengetahuan. Memori yang tidak tersandikan akan hilang dari memori.
  • 15. Komentar
    • Dalam pembelajaran elabprasi terdapat sebuah prinsip bahwa bagioan terpenting di sajikan pertama kali (inti materi, karena dalam proses belajar) di butuhkan kecakapan para penyaji pembelajaran. Guna penyampaian suatu materi agar tepat pada sasaran dan dalam prihal tersebut membutuhkan pemahaman dengan sistematis dan metode yang memudahkan untuk selanjutnya menjurus kepada bagian terpenting atau inti materi suatu pembelajaran.
  • 16. BAB 8 PERBAIKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI PEMBINAAN TENAGA PENGAJAR
    • Menurut Gagne dan Briggs sebagaimana dikutipSuparman (1977) bahwa dalam strategi pembelajaran memuat sembilan urutan kegiatan yang dilakukan meliputi: memberika motivasi / menarik perhatian, menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa, mengingatkan kompetensi prasyarat memberikan stimulus, memberikan petunjuk belajar, menimbulkan penampilan mahasiswa, memberikan umpan balik, menilai pensmpilan dan menyimpulkan.
    • Tujuan pengajaran adalah pernyataan tentang hasil pengajaran yang diharapkan. Tujuan dan karakteristik bidang studi ini biasanya dihipotesiskan memiliki pengaruh utama pada pemilihan strategi.
    • Keefektifan pengajar biasanya diukur dengan tingkat pencapaian siswa selanjutnya menurut Reigeluth ada empat aspek penting yang dapat di pakai untuk mempersiapkan keefektifan pengajaran, yaitu kecermataan pengusaha prilaku yang dipelajari atau sering disebut dengan “tingkat kesalahan”, kecepatan unjuk kerja, tingkat alih belajar dan tingkat retensi dari apa yang dipelajari.
    • Efesiensi pengajaran biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah yang dipakai siswa atau jumlah biaya pengajaran yang digunakan.
  • 17. Komentar
    • Suatu pembelajaran yang tercapai secara baik atau efesien di dukung oleh kenyamanan tempat belajar, metode yang mendukung pemahaman disamping keefektifan dan jumlah biaya pengajaran bukan hal yang terpenting melainkan kecakapan memodipikasi metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
  • 18. BAB 9 MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN (SUATU PENERAPAN PADA BELAHAR PRAKTIK PERMESINAN)
    • Teori belajar praktik sebenarnya tidak berbeda dengan teori belajar pada umumnya. Namun, teori belajar praktikmemiliki kekususan karena biasanya dapat di ukur melalui obserpasi dan konotasi belajar praktikadalah belajar keterampilan.
    • Tujuan dalam domain psikomotor harusnya menjadi perhatian para guru termasuk dalam bidang seni, pendidikan teknis kejuruan dan pendidikan khusus. Belajar dalam bidang psikomotor berarti mengembangkan suatu kemampuan kinerja tertentu
    • Hasil belajar yang nampak dari kemampuan yang diperoleh siswa, menurut Gajne dapat dilihat dari lima kategori, yaitu keterampilan intelektual, informasi verbal, strategi kognitif, keterampilan motorik, dan sikap.
  • 19. Komentar
    • Dengan adanya model pembelajaran keterampilan seperti di SMK, STM kita bisa menilaikinerja seorang siswa, dengan meminta siswa mendemonstrasikan keterampilan dan mengamati ketepatannya, dalam beberapa hal kinerja dan keterampilan dapat menghasilkan suatu produk tertentu sehingga penilaian terhadap produk tersebut dapat digantikan dengan pengamatan terhadap kinerja aktual.