Your SlideShare is downloading. ×
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Imunoparasitologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Imunoparasitologi

1,166

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,166
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • IL-2
  • Transcript

    • 1. Bismillahirrahmanirrahiim IMMUNOPARASITOLOGI OLEH : Bag.parasitologi FK USK / Dra.Tjut Mariam Zanaria.MS
    • 2.
      • SISTEM IMUN ELEMEN KOMPLEK SELF
      • NON SELF
      • MELINDUNGI DARI PATOGEN
      • ASING TETAPI TIDAK TERHADAP
      • KOMPONEN YANG BESIFAT SELF
      • KOMPONEN SISTEM IMMUN SPESIFIK
      • NON SPESIFIK
      • UNTUK MENJALANKAN FUNGSINYA SISTEM IMMUN
      • MEMPUNYAI KEMAMPUAN UNTUK :
        • MEMORY
        • SPECIFICITY
        • MOBILITY
        • REPLICABILITY
    • 3.
      • IMUNITAS SPESIFIK
      • BERPERAN DI DALAMNYA :
        • LIMFOSIT T
        • LIMFOSIT B
        • IMMUNOGLOBULIN
      • SPESIFITAS TERJADI KARENA ADANYA RESEPTOR
      • SPESIFIK PADA PERMUKAAN LIMFOSIT TERSEBUT.
      • MERUPAKAN PERTAHANAN LAPIS KEDUA SETELAH
      • IMMUNITAS NON SPESIFIK.
      • DIKENAL ADANYA :
        • ANTIGEN
        • ANTIBODI
        • RESEPTOR ANTIGEN SEL T
    • 4.
      • IMUNITAS NON SPESIFIK
      • PENGENALAN ANTIGEN ASING BERSIFAT
      • NON SPESIFIK & TIDAK MEMILIKI MEMORI.
      • RESPONS IMUN MEMERLUKAN ADANYA
      • SEL PENGUBAH DAN PENGUAT (AMPLIFIERS AND
      • MODIFIERS), SEPERTI :
        • PMN LEKOSIT DAN MONOSIT
        • ANTIGEN PRESENTING CELL (APC)
        • KOMPLEMEN
        • INTERLEUKIN
        • INTERFERON
        • SITOKIN SITOKIN LAIN (SEPERTI TUMOR
        • NECROSING FACTOR)
        • SISTEM BIOLOGIS LAIN ( SEPERTI KULIT, ASAM
        • LAMBUNG, LISOZIM, FLORA NORMAL )
    • 5.
      • ORGAN DAN JARINGAN SISTEM IMUN
      • BERDASARKAN DIFERENSIASI DARI STEM CELLS
        • LIMFOID PRIMER THYMUS
              • SUMSUM TULANG
              • SEKUNDER
        • MYELOID
    • 6. THYMUS
      • ORGAN YANG KOMPLEKS
      • TERBENTUK DARI KANTUNG FARING KE 3 & 4
      • PENTING UNTUK PEKEMBANGAN MHC
      • BEKERJA MENGONTROL SELURUH SIST IMUN DENGAN MEMODIFIKASI SEL-SEL LIMFOSIT YANG MELALUINYA.
    • 7.
      • SUMSUM TULANG
      • MEMBENTUK PREKURSOR LIMFOSIT T, LIMFOSIT B, DAN HEMATOPOETIK
      • SEL-SEL MIELOID
      • TERDAPAT TIGA TIPE SEL MIELOID YG UTAMA :
        • MAKROFAG
        • ANTIGEN PRESENTING CELLS (APCś)
        • PMN GRANULOSIT
      • SEL MIELOID TERUTAMA BERFUNGSI DALAM FAGOSITOSIS DAN PENYAJI ANTIGEN
    • 8.
      • CLUSTER OF DIFFERENTIATION (CD)
      • CLASSIFICATION SYSTEM
      • ANTIGEN PERMUKAAN SEL BERVARIASI TGT :
        • - JALUR DIFERENSIASI (LYMFOID,MYELOID)
        • - TINGKATAN MATURASI
        • - DERAJAT AKTIVASI IMMUN
      • POLA ANTIGEN PERMUKAAN SEL BERHUBUNGAN
      • DENGAN FUNGSI SEL TERSEBUT.
      • SIST CD DIGUNAKAN U/ MENGGAMBARKAN ANTIGEN-ANTIGEN PADA PERMUKAAN SEL SIST IMUN.
    • 9.
      • TIPE – TIPE SEL UTAMA PADA RESPON IMUN
      • SEL T
      • - DIKLASIFIKASIKAN MENJADI BERBAGAI SUBSET,
      • BERDASARKAN ANTIGEN PERMUKAANNYA.
      • ANTIGEN YG TERPENTING ADALAH :
      • - CD 2, CD 3 (SELURUH SEL T)
      • - CD 4 ( HELPER/INDUCER )
          • 60 % SEL T PERIFER
          • MENINGKATKAN INTERAKSI ANTARA T-T ,
          • T-B, T-MAKROFAG.
          • 3. MERANGSANG SEL SITOTOKSIK/SUPRESOR
          • 4. INFLAMASI ALERGI DITANDAI DENGAN
          • RESPONS Tн2 MELEBIHI Tн1
    • 10.
        • SEL Tн1 :
        • MEMPRODUKSI IL –2 DAN INTERFERON GAMMA
        • KETIKA TERAKTIVASI.
        • MEMBENTUK SITOTOKSISITI, INFLAMASI
          • LOKAL
        • MENGHAMBAT SEL B
        • SEL Tн2 :
        • MEMPRODUKSI IL-4,5,6 DAN 10
        • MENSTIMULASI SEL B
      • CD 8 (CITOTOKSIK/ SUPRESOR)
        • MERUPAKAN 20 – 30 % SEL T PERIFER
        • MEMBUNUH TARGET SEL YG SPESIFIK
        • MENGHAMBAT RESPON SEL B DAN SEL T LAINNYA
        • PENTING DALAM TOLERANSI IMMUNOLOGIS
    • 11.
      • SEL B :
      • -MERUPAKAN 5 – 15 % LIMFOSIT DLM SIRKULASI
      • -IMMUNOGLOBULIN PERMUKAANNYA TERUTAMA Iġ G
      • -POSITIF U/ CD19,20 DAN 22
      • -MEMBAWA ANTIGEN MHC KLAS 2 PADA PERMUKAANYA
      • NULL CELL
      • -SEL INI BERUKURAN BESAR, MERUPAKAN LIMFOSIT
      • GRANULAR YG BUKAN SEL B MAUPUN SEL T.
      • -FUNGSINYA SEBAGAI :
      • NATURAL KILLER CELL
      • MERUPAKAN SEL LIMFOID NON SPESIFIK YANG
      • BERKEMAMPUAN U/ MENGELIMINASI SEL-SEL YANG
      • SECARA SPONTAN MENJADI GANAS
    • 12. KARAKTERISTIK NATURAL KILER CELL : - MERUPAKAN 15 % DARI LIMFOSIT DARAH - POSITIF U/ CD 16 DAN 56 - SITOTOKSIK U/ SEL YG TERINFEKSI VIRUS - MEMPUNYAI RESEPTOR Iġ G 2 . KILLER CELL - MERUPAKAN SEL YG BERPERAN DALAM ADCC (ANTIBODY DEPENDENT CITOTOXICITY)
    • 13. SITOKIN
      • MEDIATOR TERLARUT DALAM RESPON IMUN
      • DAHULU DISEBUT LIMFOKIN KARENA DISANGKA BERASAL DARI LIMFOSIT
      • DIPRODUKSI OLEH SEMUA TIPE SEL
      • MEMODULASI SEMUA TIPE SEL DAN MEMBANTU DALAM REGULASI RESPON IMUN
      • SITOKIN BUKAN ANTIGEN SPESIFIK TETAPI DAPAT DISTIMULASI OLEH ANTIGEN.
    • 14.
      • TIPE – TIPE SITOKIN
        • INTERFERON (IFNś)
        • COLONY STIMULATING FACTORS (CSFś)
        • TUMOR NECROSIS FAKTORS (TNFś)
        • INTERLEUKINS
    • 15. Efek Kerja Sitokin
    • 16. Mekanisme Kerja Sitokin
    • 17. RESPON IMUN Eliminasi Merubah Metabolisme Kerusakan Jaringan (+) / (-) Mekanisme Biologis “ Benda Asing”
    • 18. T H NK K T C B T S Sitokin Sitokin Antibodi ADCC Antigen APC makrofag Granulosit Respon Imun
    • 19. CD 8 B cell IL-2 cytokines FIGURE 1. Site of Immunomodulation 1. Antigen recognition 2. Stimulation of IL-1 3. Expresion of IL-2 and other cytokines 4. Proliferation and differentiation antigen Y Y Y Y A 1 CD3 glycoprotein Antigen presenting cell MHC-H peptide B IL-2 3 D D C IL-1 2 D D 4 E Plasma cell 4 E Cytotoxic T cell Primed CD4 helper cell Inhibibitor at each step acting as immuno-suppressant agen A. Rh (D) Immune globulin B . Corticosteroids C . ATG, OKT3, anti-CD4 D . Cyclosporine, tacrolimus E . Azathioprine, methotreate, cyclophosphamide, rapamycin, coticosteroids, mycophenolic acid CD4 helper cell
    • 20.
      • HISTAMIN
      • MERUPAKAN MEDIATOR UTAMA DALAM REAKSI
      • ALERGI FASE CEPAT, TAPI DAPAT DITEMUKAN JUGA
      • PADA FASE LAMBAT.
      • VASODILATOR
      • MENINGKATKAN PERMEABILITAS KAPILER
      • BRONKOKONSTRIKTOR
      • MENIMBULKAN EDEMA JARINGAN
      • MEMPUNYAI DUA TIPE RESEPTOR JARINGAN :
      • - H  : PADA OTOT POLOS PEM. DARAH, BRONKUS,
      • SEL GOBLET DAN MUKOSA GIT.
      • - H2 : PADA SEL T SUPRESOR, BASOFIL, SEL MAST,
      • NEUTROFIL DAN SEL GASTER
    • 21.
      • HEPARIN
      • ANTI KOAGULASI
      • MENEKAN PRODUKSI HISTAMIN
      • MENINGKATKAN FAGOSITOSIS
      • TRYPTASE, BETA-GLUCOSAMINIDASE
      • ENZIM PROTEOLITIK
      • EOSINOPHYL DAN NEUTROPHYL CHEMOTACTIC FACTOR
      • TOSYL-L-ARGININE METHYL ESTER ESTERASE
      • ENZIM DEGRADATIF
      • KININOGENASE : MENYEBABKAN EDEMA MUKOSA
    • 22.
      • LEKOTRIEN
      • - VASOAKTIF
      • KEMOTAKSIS
      • BRONKOKONSTRIKTOR
      • PROSTAGLANDIN DAN THROMBOXAN
      • BRONKOKONSTRIKTOR
      • MENIMBULKAN AGREGASI PLATELET
      • VASODILATOR
    • 23.  
    • 24.  
    • 25.  
    • 26.  
    • 27.  
    • 28.  
    • 29.  
    • 30. Mekanisme Parasit Menghindari Sistem Imun
      • Pengaruh lokasi  cacing usus
      • Parasit mengubah antigen  tripanosoma polimorfis
      • Supresi sistem imun penjamu  T.spiralis, skistosoma merusak sel limfoid secara langsung
      • Resistensi  skistosoma mengembangkan tegumen yang tahan terhadap komplemen dan CTL
      • Hidup dalam sel penjamu  kista yang resisten terhadap efektor imun
    • 31. TERIMA KASIH ALHAMDULILLAH

    ×