FILARIASIS LIMFATIK Dr. DEWI SAPUTRI,MKT
FILARIASIS <ul><li>Filariasis disebabkan oleh nematoda yang tinggal di jaringan limfatik dan subkutan. </li></ul><ul><li>A...
FILARIASIS <ul><li>Lima spesies yg lain adalah  </li></ul><ul><li>1. Loa loa </li></ul><ul><li>2. Mansonella perstans </li...
FILARIA  <ul><li>Cacing halus, kecil, memanjang, putih-susu spt benang, cuticula licin, mengecil ke kedua ujungnya. </li><...
FILARIA <ul><li>Jantan & betina in state of permanent copula. </li></ul><ul><li>Filaria betina vivipar, melahirkan embryo ...
FILARIA <ul><li>Membedakan antara spesies filaria, terutama didasarkan atas mf-nya (morphologi/sheath, lokasi, periodisita...
FILARIA <ul><li>Larva berkembang dlm tbh HP (vektor) mengalami 3 stadia:  </li></ul><ul><li>Stadium I  : bentuk susis, mem...
FILARIA <ul><li>Vektor fiariasis  : </li></ul><ul><li>Serangga betina penghisap darah. </li></ul><ul><li>Nyamuk  Culicidae...
FILARIA <ul><li>Filaria limfatik </li></ul><ul><li>Cacing dewasanya dlm sistem limfatik. </li></ul><ul><li>Distribusi di d...
Karakteristik Mikrofilaria Kinky Kinky Graceful Body curvature 2 (separate) 2 (close) - Terminal nuclei Overlapping Overla...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Paling banyak menginfeksi manusia. </li></ul><ul><li>Distribusi : India, Asia Tenggara, Afrik...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Berada pada 2 jenis tempat yg berbeda : </li></ul><ul><li>1) Pantai yg panas, lembab di daera...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Morphologi </li></ul><ul><li>Cacing dewasa halus kecil </li></ul><ul><li>Betina : 8 – 10 cm x...
Mikrofilaria W. bancrofti <ul><li>Thick blood smears stained with hematoxylin.  The microfilaria is sheathed, its body is ...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Siklus hidup </li></ul><ul><li>Spesies yg berbeda dari genus nyamuk berikut adalah vektor dar...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Siklus hidup </li></ul><ul><li>Pd saat mengisap darah, seekor nyamuk yang terinfeksi memasukk...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Siklus hidup </li></ul><ul><li>Mikrofilaria tsb bermigrasi ke dalam saluran limfe dan pembulu...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Siklus hidup </li></ul><ul><li>Disana mikrofilaria berkembang menjadi larva stadium pertama d...
 
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Filariasis dpt dibagi 4 tahap : </li></ul><ul><li>Masa t...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Selama masa tunas biologik ( ±3bln)  tanpa gejala a tau ...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Masa patent tanpa gejala, dpt berlangsung bertahun-tahun...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Dan berangsur-angsur menjadi : </li></ul><ul><li>Stadium...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>W .bancrofti  terutama memasuki sistem limfatik funiculu...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Infeksi  W.bancrofti  yg kronis sering menyebabkan kompl...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Elephantiasis terjadi pd tungkai bisa disertai lengan, m...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Bila filaria berada pd pembuluh limfe perut dan penyumba...
WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Diagnosis </li></ul><ul><li>Diagnosis ditegakkan dgn penemuan mikrofilaria dlm  darah ,  urin...
BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Filaria yg penting yg lain pd sistem limfatik ialah  B.malayi . </li></ul><ul><li>Peny...
BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>HR. : kucing, anjing, kera. </li></ul><ul><li>Stadium akut pd  B.malayi  selalu lbh je...
BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Morfologi </li></ul><ul><li>B. malayi mirip dengan W.bancrofti, tetapi  Ukuran cacingn...
MIKROFILARIA BRUGIA MALAYI   Like  Wuchereria bancrofti , this species has a sheath (slightly stained in hematoxylin).  Di...
BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Siklus Hidup </li></ul><ul><li>Vektor filariasis  Brugia malayi   adalah spesies nyamu...
BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Siklus Hidup </li></ul><ul><li>Cacing dewasa mempunyai periodisitas nocturnal. </li></...
BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Siklus Hidup </li></ul><ul><li>Disana mikrofilaria berkembang menjadi larva stadium pe...
 
BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Gejala-gejala klinik tergantung pada : </li></ul>...
BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Gejala-gejala : demam, lymphangitis,  lymphadenit...
FILARIASIS <ul><li>Diagnosis Filariasis </li></ul><ul><li>Klinik  :  </li></ul><ul><li>- demam, lymphangitis, lymphadeniti...
FILARIASIS <ul><li>Diagnosis Filariasis </li></ul><ul><li>Parasitologik  :   </li></ul><ul><li>Menemukan mf. dlm pemeriksa...
FILARIASIS <ul><li>Terapi Filariasis </li></ul><ul><li>Beberapa obat pembunuh filaria ternyata terlalu toksik, sementara f...
FILARIASIS <ul><li>Terapi Filariasis </li></ul><ul><li>Diberikan secara :  harian ,  mingguan  atau  bulanan .  </li></ul>...
FILARIASIS <ul><li>Terapi Filariasis </li></ul><ul><li>Efek samping  ada 2 macam : </li></ul><ul><li>1. Karena obat sendir...
FILARIASIS <ul><li>Terapi Filariasis </li></ul><ul><li>Efek sampping lain :  </li></ul><ul><li>peradangang pembuluh lymphe...
Occult filariasis <ul><li>Mula-mula dilaporkan oeh Meyers dan Kowenaar 1939 dan Bonne 1939 di Indonesia. Belakangan dijump...
Occult filariasis <ul><li>Mf dlm granuloma menyerupai  B.malayi  atau  W.bancrofti , tetapi diduga berasal dari filaria bi...
Occult filariasis <ul><li>Diagnosis </li></ul><ul><li>- Dipastikan dgn penemuan mf dlm granuloma kelenjar lymphe dan organ...
Occult filariasis <ul><li>Pengobatan </li></ul><ul><li>Diethylcarbamazine citrate.Total dosis 75 mg / kg BB. </li></ul><ul...
FILARIASIS <ul><li>Pencegahan </li></ul><ul><li>Menghindarkan gigitan nyamuk dgn pakaian menutup bagian tbh, kawat gaas pd...
FILARIASIS <ul><li>Kontrol Nyamuk </li></ul><ul><li>Populasi vektor ditekan dgn membunuh nyamuk dewasa dan jentik-jentik d...
Terima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Filariasis limfatik

6,212

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,212
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Filariasis limfatik

  1. 1. FILARIASIS LIMFATIK Dr. DEWI SAPUTRI,MKT
  2. 2. FILARIASIS <ul><li>Filariasis disebabkan oleh nematoda yang tinggal di jaringan limfatik dan subkutan. </li></ul><ul><li>Ada 8 spesies utama yang menginfeksi manusia. </li></ul><ul><li>Tiga dari spesies tersebut bertanggung jawab terhadap sebagian besar penyakit akibat filariasis: </li></ul><ul><li>1. Wuchereria bancrofti and Brugia malayi </li></ul><ul><li>menyebabakan filariasis limfatik </li></ul><ul><li>2. Onchocerca volvulus menyebabkan </li></ul><ul><li>onchocerciasis (river blindness). </li></ul>
  3. 3. FILARIASIS <ul><li>Lima spesies yg lain adalah </li></ul><ul><li>1. Loa loa </li></ul><ul><li>2. Mansonella perstans </li></ul><ul><li>3. M. streptocerca </li></ul><ul><li>4. M. ozzardi </li></ul><ul><li>5. Brugia timori   (spesies ini juga menyebabkan filariasis limfatik) </li></ul>
  4. 4. FILARIA <ul><li>Cacing halus, kecil, memanjang, putih-susu spt benang, cuticula licin, mengecil ke kedua ujungnya. </li></ul><ul><li>Umumnya parasit binatang. </li></ul><ul><li>Beberapa di antaranya menginfeksi manusia. </li></ul><ul><li>Di jumpai di daerah tropik & subtropik. </li></ul><ul><li>Hidup di jaringaan (limfatik, jar.ikat dan rongga badan) </li></ul><ul><li>Life span : tahunan (15 tahun atau lebih). </li></ul>
  5. 5. FILARIA <ul><li>Jantan & betina in state of permanent copula. </li></ul><ul><li>Filaria betina vivipar, melahirkan embryo dinamai mikrofilaria dlm jlh besar. </li></ul><ul><li>Mf dpt dijumpai di darah atau jar.kulit (tergantung spesies), panjang ± 200 – 300 u. </li></ul><ul><li>Cacing dewasanya jarang dijumpai, hanya pd waktu kebetulan (biopsi atau autopsi). </li></ul><ul><li>Jlhnya kumulatif, tergantung intensitas dan infeksi berulang-ulang. </li></ul>
  6. 6. FILARIA <ul><li>Membedakan antara spesies filaria, terutama didasarkan atas mf-nya (morphologi/sheath, lokasi, periodisitas). </li></ul><ul><li>Cacing filaria mengalami 3 stadia perkembangan : </li></ul><ul><li>1. Makrofilaria : cacing dewasa, hidup dlm </li></ul><ul><li>jar.tubuh HD. </li></ul><ul><li>2. Mikrofilaria : embryo, hdp dlm jar.tbh </li></ul><ul><li>HD. </li></ul><ul><li>3. Larva : cacing muda, berkembang dlm </li></ul><ul><li>jar.tbh HP (vektor). </li></ul>
  7. 7. FILARIA <ul><li>Larva berkembang dlm tbh HP (vektor) mengalami 3 stadia: </li></ul><ul><li>Stadium I : bentuk susis, memppunyai ekor, dlm otot dada, pergerakannya sedikit. </li></ul><ul><li>Stadium II : lbh gemuk dan pjg, ekor tdk terlihat dlm otot dada, pergerakan agak jelas, saluran cerna tampak samar </li></ul><ul><li>Stadium III : bentuk memanjang dan halus, gerakannya sgt aktif, infektif, berada di seluruh tbh vektor, terutama di mulut. </li></ul>
  8. 8. FILARIA <ul><li>Vektor fiariasis : </li></ul><ul><li>Serangga betina penghisap darah. </li></ul><ul><li>Nyamuk Culicidae utk W. bancrofti & Brugia </li></ul><ul><li>Lalat Simulium utk Onchocerca </li></ul><ul><li>Lalat Chrysops utk Loa-loa </li></ul><ul><li>Nyamuk Culicoides utk Mansonella </li></ul>
  9. 9. FILARIA <ul><li>Filaria limfatik </li></ul><ul><li>Cacing dewasanya dlm sistem limfatik. </li></ul><ul><li>Distribusi di daerah tropik dan subtropik di Asia Selatan, Asia Tenggara, Pasifik dan Afrika Timur, terutama dikalangan masy sosioekonomi bawah. </li></ul><ul><li>Species : W.bancrofti ; Cobbolt, 1877. </li></ul><ul><li> B.malayi ; Buckley & Edeson,1956. </li></ul><ul><li> B.timori ; Partonoetal, 1977 </li></ul>
  10. 10. Karakteristik Mikrofilaria Kinky Kinky Graceful Body curvature 2 (separate) 2 (close) - Terminal nuclei Overlapping Overlapping Discrete Body nuclei 3 : 1 2 : 1 1 : 1 Ratio p/l ceph.sp. 310 u 222 u 290 u Panjang ± + ± Pengecatan Giemsa + + + Sheath B.timori B.Malayi W.bancrofti
  11. 11. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Paling banyak menginfeksi manusia. </li></ul><ul><li>Distribusi : India, Asia Tenggara, Afrika Timur, Pulau-pulau Pasifik, Caribbea, Mesir dan Amerika Selatan. </li></ul>
  12. 12. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Berada pada 2 jenis tempat yg berbeda : </li></ul><ul><li>1) Pantai yg panas, lembab di daerah </li></ul><ul><li>tropik dgn pohon kelapa dan berbatu </li></ul><ul><li>Vektor : Anopheles . </li></ul><ul><li>2) Daerah kumuh yg padat penduduk dan </li></ul><ul><li>kota besar. </li></ul><ul><li>Vektor : Culex quinquefasciatus. </li></ul>
  13. 13. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Morphologi </li></ul><ul><li>Cacing dewasa halus kecil </li></ul><ul><li>Betina : 8 – 10 cm x 0,2 – 0,3 mm, </li></ul><ul><li>2 set gonad, vulva sebelah kepala. </li></ul><ul><li>Jantan : 2,5 – 4,5 cm x 0,1 – 0,15 mm, </li></ul><ul><li>ekor spiral, 2 spiculae. </li></ul>
  14. 14. Mikrofilaria W. bancrofti <ul><li>Thick blood smears stained with hematoxylin.  The microfilaria is sheathed, its body is gently curved, and the tail is tapered to a point.  The nuclear column (the cells that constitute the body of the microfilaria) is loosely packed, the nuclei can be visualized individually and do not extend to the tip of the tail.  The sheath is slightly stained with hematoxylin. </li></ul>
  15. 15. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Siklus hidup </li></ul><ul><li>Spesies yg berbeda dari genus nyamuk berikut adalah vektor dari W. bancrofti tergantung pada distribusi geografis.  </li></ul><ul><li>Diantaranya adalah: Culex quinquefasciatus , Anopheles bancroftii and A. punctulatus, Aedes aegypti and A. polynesiensis , Mansonia uniformis, and Coquillettidia juxtamansonia .  </li></ul>
  16. 16. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Siklus hidup </li></ul><ul><li>Pd saat mengisap darah, seekor nyamuk yang terinfeksi memasukkan larva filaria stadium ketiga ke dalam kulit hospes, dimana filaria tsb menembus ke dalam luka gigitan. </li></ul><ul><li>Filaria berkembang menjadi dewasa yg biasanya tinggal di jaringan limfatik. </li></ul><ul><li>Cacing filaria dewasa menghasilkan mikrofilaria yang memiliki selubung dan periodisitas nocturna.  </li></ul>
  17. 17. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Siklus hidup </li></ul><ul><li>Mikrofilaria tsb bermigrasi ke dalam saluran limfe dan pembuluh darah. </li></ul><ul><li>Nyamuk akan menelan mikrofilaria selama menghisap darah. </li></ul><ul><li>Setelah tertelan oleh nyamuk, selubung mikrofilaria hilang dan beberapa mikrofilaria menembus dinding proventriculus dan bagian kardiak dari usus nyamuk dan mencapai otot-otot thorakal.  </li></ul>
  18. 18. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Siklus hidup </li></ul><ul><li>Disana mikrofilaria berkembang menjadi larva stadium pertama dan selanjutnya menjadi larva stadium tiga yg merupakan bentuk infektif. </li></ul><ul><li>Larva stadium tiga yg infektif bermigrasi melalui hemacoel ke probosis nyamuk dan menginfeksi manusia lainnya ketika nyamuk menghisap darah. </li></ul>
  19. 20. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Filariasis dpt dibagi 4 tahap : </li></ul><ul><li>Masa tunas biologik </li></ul><ul><li>Masa paten tanpa gejala </li></ul><ul><li>Stadium akut </li></ul><ul><li>Stadium khronik </li></ul>
  20. 21. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Selama masa tunas biologik ( ±3bln) tanpa gejala a tau kadang-kadang ada lymphangitis retrograd dan lymphadentis. </li></ul><ul><li>Pd orang non-immune dpt terjadi gejala-gejala yg hebat. </li></ul><ul><li>Pd masa tunas bioogik, tidak ada mikrofilaria dlm darah. </li></ul>
  21. 22. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Masa patent tanpa gejala, dpt berlangsung bertahun-tahun atau seumur hidup. </li></ul><ul><li>Tanpa gejala, tetapi kerusakan jaringan dpt berlangsung. </li></ul><ul><li>Mikrofilaria dpt dijumpai dlm darah. </li></ul><ul><li>Stadium akut : demam, lymphadenitis, lymphangitis retrograd secara periodik (tiap bulan) yg makin lama makin ringan. </li></ul>
  22. 23. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Dan berangsur-angsur menjadi : </li></ul><ul><li>Stadium khronik : pembuluh lymphe hypertrofik, cacing filaria mati dlm saluran lymphe dan menyebabkan peradangan kembali. </li></ul><ul><li>Bendungan lymphe terjadi disertai lymphvarices, lymphoedema, infeksi sekunder elephantiasis. </li></ul>
  23. 24. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>W .bancrofti terutama memasuki sistem limfatik funiculus spermaticus menyebabkan funiculitis, epididymitis atau orchitis dgn pembengkakan kelenjar limfe inguinal. </li></ul><ul><li>Limfangitis terjadi di tungkai bisa disertai lengan. </li></ul><ul><li>Cacing muda bisa dijumpai di sinus kelenjar limfe atau pembuluh limfe </li></ul>
  24. 25. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Infeksi W.bancrofti yg kronis sering menyebabkan komplikasi hydrocele pd org yg mengalami infeksi beruang-ulang, sdgkan elephantiasis jarang terjadi walaupun pd masyarakat bnyk terinfeksi, tdk akan sampai 5% pddk elephantiasis. </li></ul><ul><li>Limfedema yg baru dpt disembuhkan dgn obat. </li></ul><ul><li>Sistem limfatik memelar, berkelok-kelok (varices). </li></ul>
  25. 26. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Elephantiasis terjadi pd tungkai bisa disertai lengan, mamma, scrotum dan vulva. </li></ul><ul><li>Pd kasus yg tdk diobati limfedema menetap, limfangitis berulang-ulang + infeksi sekunder oleh bakteri, serabut jar.ikat mengisi subcutis dan limfatik tertutup, terjadi elephantiasis yg menetap dgn penebalan kulit, hyperkeratosis dan verrucosa. </li></ul>
  26. 27. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Bila filaria berada pd pembuluh limfe perut dan penyumbatan menyebabkan kebocoran ke ginjal atau vesica urinaria terjadi chyluria atau lymphuria. </li></ul><ul><li>Tropical pulmonary eosinophillia merupakan reaksi thdp parasit berupa : batuk kronik dgn serangan asma dan eosinophilia (bisa sampai 50.000/mm 3 ). </li></ul><ul><li>Reaksi ini bisa karena infeksi oleh filaria binatang tetapi sering karena hyperimmune thdp W.bancrofti atau B.malayi dgn membersihkan mf dari darah. </li></ul>
  27. 28. WUCHERERIA BANCROFTI <ul><li>Diagnosis </li></ul><ul><li>Diagnosis ditegakkan dgn penemuan mikrofilaria dlm darah , urine (chyluria) atau cairan hydrocele dan makroffilaria dlm jaringan biopsi kelenjar limfe. </li></ul><ul><li>Ini tdk selamanya berhasil positif. </li></ul>
  28. 29. BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Filaria yg penting yg lain pd sistem limfatik ialah B.malayi . </li></ul><ul><li>Penyebab elephantiasis di India Selatan, Malaysia dan Indonesia, Filipina, Cina dan Korea Selatan. </li></ul><ul><li>Brugia timori tersebar di pulau-pulau kecil Indonesia Timur (Flores dan Timor) dgn filariasis yg mirip filariasis malayi </li></ul>
  29. 30. BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>HR. : kucing, anjing, kera. </li></ul><ul><li>Stadium akut pd B.malayi selalu lbh jelas dari W.bancrofti, berupa : demam tinggi, limfangitis, abses kel.limfe. </li></ul><ul><li>Brugia jarang memasuki funiculus atau scrotum. </li></ul>
  30. 31. BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Morfologi </li></ul><ul><li>B. malayi mirip dengan W.bancrofti, tetapi Ukuran cacingnya ± setengah uk. W.bancrofti. </li></ul><ul><li>Cacing betina panjang 43 - 55 mm, lebar 130-170 μm, cacing jantan berukuran panjang 13-23 mm dan lebar 70-80 μm. </li></ul><ul><li>Cacing dewasa memproduksi mikrofilaria, ukurannya; panjang 177-230 μm dan lebar 5-7 μm, yang memiliki selubung/sarung dan memiliki periodisitas nocturnal. </li></ul>
  31. 32. MIKROFILARIA BRUGIA MALAYI Like Wuchereria bancrofti , this species has a sheath (slightly stained in hematoxylin).  Differently from Wuchereria , the microfilariae in this species are more tightly coiled, and the nuclear column is more tightly packed, preventing the visualization of individual cel. Brugia malayi (see image in right) showing the tapered tail, with a subterminal and a terminal nuclei (seen as swellings at the level of the arrows), separated by a gap without nuclei. 
  32. 33. BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Siklus Hidup </li></ul><ul><li>Vektor filariasis Brugia malayi adalah spesies nyamuk dari genus Mansonia and Aedes . </li></ul><ul><li>Pada saat menghisap darah, nyamuk yang terinfeksi memasukkan larva filaria stadium ketiga ke dalam kulit hospes manusia, dan selanjut larva menembus ke dalam luka gigitan. </li></ul><ul><li>Filaria tsb berkembang menjadi dewasa dan biasanya menetap di jaringan limfe. </li></ul>
  33. 34. BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Siklus Hidup </li></ul><ul><li>Cacing dewasa mempunyai periodisitas nocturnal. </li></ul><ul><li>Mikrofilaria bermigrasi ke dalam limfe dan masuk aliran darah sampai ke pembuluh perifer. </li></ul><ul><li>Nyamuk akan menelan mikrofilaria selama menghisap darah. </li></ul>
  34. 35. BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Siklus Hidup </li></ul><ul><li>Disana mikrofilaria berkembang menjadi larva stadium pertama dan selanjutnya menjadi larva stadium ketiga yg merupakan bentuk infektif. </li></ul><ul><li>Larva stadium tiga yg infektif bermigrasi melalui hemmacoel ke probosis nyamuk dan menginfeksi manusia lainnya ketika nyamuk menghisap ddarah. </li></ul>
  35. 37. BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Gejala-gejala klinik tergantung pada : </li></ul><ul><li>Toleransi penderita thdp parasit. </li></ul><ul><li>Banyak parasit yg masuk tubuh. </li></ul><ul><li>Frek. infeksi. </li></ul><ul><li>Lokasi anatomik. </li></ul><ul><li>Infeksi sekunder bakterial. </li></ul>
  36. 38. BRUGIA MALAYI DAN B. TIMORI <ul><li>Manifestasi Klinis </li></ul><ul><li>Gejala-gejala : demam, lymphangitis, lymphadenitis. </li></ul><ul><li>(lymphangitis retrograd : dimulai proximal menjalar ke distal). </li></ul><ul><li>Objektif : elephantiasis, lymphoedema, lymphvarices, hydrocele, lymphscrotum </li></ul>
  37. 39. FILARIASIS <ul><li>Diagnosis Filariasis </li></ul><ul><li>Klinik : </li></ul><ul><li>- demam, lymphangitis, lymphadenitis. </li></ul><ul><li>- persisten lymphadenitis, lymphvarices, </li></ul><ul><li>lymphoedema, hydrocele, chyluria, </li></ul><ul><li>elephantiasis </li></ul><ul><li>Immunologik : </li></ul><ul><li>- Skin test </li></ul><ul><li>- Complement fixation test dgn memakai </li></ul><ul><li>antigen yg berasal filaria binatang </li></ul><ul><li>( Dirofilaria immitis ) tdk begitu spesifik </li></ul><ul><li>sehingga belum dpt diandalkan. </li></ul>
  38. 40. FILARIASIS <ul><li>Diagnosis Filariasis </li></ul><ul><li>Parasitologik : </li></ul><ul><li>Menemukan mf. dlm pemeriksaan darah adalah cara yg plg andal dan pasti. Tapi ternyata hanya sebagian penderita yg positif mf. dlm darahnya, dan yg positif mf. itu sbgian besar tampak sehat. </li></ul>
  39. 41. FILARIASIS <ul><li>Terapi Filariasis </li></ul><ul><li>Beberapa obat pembunuh filaria ternyata terlalu toksik, sementara filariasis itu sendiri tdk fatal. </li></ul><ul><li>Sampai sekarang obat yg ampuh dan relatif non toksik utk filariasis adalah : Diethyl carbamazine citrate (DEC). Nama paten : Hetrazan, Benocide, Ethodryl, dll. </li></ul><ul><li>Hasil pengobatan tampak memuaskan bila telah tercapai dosis total 72 mg/kg BB atau lebih, dengan dosis terbagi sbb : 6 mg/kg BB pc. 12 x pemberian. </li></ul>
  40. 42. FILARIASIS <ul><li>Terapi Filariasis </li></ul><ul><li>Diberikan secara : harian , mingguan atau bulanan . </li></ul><ul><li>Pengobatan individual : diberikan secara harian (12 hari atau lebih). </li></ul><ul><li>Pengobatan massal : diberikan mingguan atau bulanan atau terus-menerus dalam dosis sgt kecil dlm makanan atau minuman. </li></ul><ul><li>Efek Obat tergantung pd stadium penyakit. </li></ul><ul><li>Mf. dlm darah akan segera berkurang sampai nol. Demam dan lymphangitis hilang, chyluria dan elephantiasis dini akan berkurang. </li></ul>
  41. 43. FILARIASIS <ul><li>Terapi Filariasis </li></ul><ul><li>Efek samping ada 2 macam : </li></ul><ul><li>1. Karena obat sendiri. </li></ul><ul><li>2. Karena mf. atau filaria yg terbunuh. </li></ul><ul><li>Obat sendiri  mual, muntah, pusing. </li></ul><ul><li>Mf dan filaria  demam, pening, sakit pinggang, mual, muntah, terutama pd mikrofilaremia yg tinggi. Efek ini tdk ada pd penderita yg bergejala atau penderita tanpa mf dlm darah. </li></ul>
  42. 44. FILARIASIS <ul><li>Terapi Filariasis </li></ul><ul><li>Efek sampping lain : </li></ul><ul><li>peradangang pembuluh lymphe setempat yg dpt berlanjut menjadi abses </li></ul>
  43. 45. Occult filariasis <ul><li>Mula-mula dilaporkan oeh Meyers dan Kowenaar 1939 dan Bonne 1939 di Indonesia. Belakangan dijumpai di negara-negara lain di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. </li></ul><ul><li>Tanda-tanda : hypereosinophilia, pembengkakan kelenjar lymphe, gejala paru. Mf darah negatif . </li></ul><ul><li>Pemeriksaan PA : mf dlm jaringan hyperplasia (granuloma berisi mf dan eosinophil). </li></ul><ul><li>Filaria dewasa tdk pernah dijumpai. </li></ul>
  44. 46. Occult filariasis <ul><li>Mf dlm granuloma menyerupai B.malayi atau W.bancrofti , tetapi diduga berasal dari filaria binatang, karena gejala klinisnya berbeda. </li></ul><ul><li>Tapi pd beberapa kasus perbedaan gejala klinik kabur disertai lymphadenitis dan hydrocele. </li></ul><ul><li>Jadi kemungkinan filaria binatang dan manusia dpt menyebabkan occult filariasis (hypereosinophilia, serangan batuk-batuk asthmatik) pd org yg hypersensitif (allergi). </li></ul><ul><li>Reaksi allergi tertuju thdp mf., shg mf darah negatif . </li></ul>
  45. 47. Occult filariasis <ul><li>Diagnosis </li></ul><ul><li>- Dipastikan dgn penemuan mf dlm granuloma kelenjar lymphe dan organ lain. </li></ul><ul><li>- Indikasi kuat, bila responsif thdp pengobatan Diethylcarbamazine </li></ul>
  46. 48. Occult filariasis <ul><li>Pengobatan </li></ul><ul><li>Diethylcarbamazine citrate.Total dosis 75 mg / kg BB. </li></ul><ul><li>Reaksi pengobatan bisa berupa demam, lymphengitis dan abses kelenjar lymphe, tapi tdk akan menyebabkan elephantiasis. </li></ul><ul><li>Brugia lebih susceptible dgn DEC. Boleh dicoba dgn separuh dosis. Obat sendiri dpt menyebabkan mual dan pening (hrs ditelan pc.) </li></ul>
  47. 49. FILARIASIS <ul><li>Pencegahan </li></ul><ul><li>Menghindarkan gigitan nyamuk dgn pakaian menutup bagian tbh, kawat gaas pd rmh. </li></ul><ul><li>Insektisida : tapi ada resistensi nyamuk thdp insektisida. </li></ul><ul><li>Pengobatan massal dgn DEC (Problem logistik). </li></ul>
  48. 50. FILARIASIS <ul><li>Kontrol Nyamuk </li></ul><ul><li>Populasi vektor ditekan dgn membunuh nyamuk dewasa dan jentik-jentik dgn insektisida. </li></ul><ul><li>Pengobatan massal utk filariasis bancrofti sgt bermanfaat, tapi untuk filariasis malayi kurang efektif oleh karena ada animal reservoir. </li></ul><ul><li>Modifikasi human behaviour dan konstruksi rmh tinggal. </li></ul>
  49. 51. Terima Kasih

×