PENGANTAR<br />Segala puji dan syukur tentunya tak henti – hentinya kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memilih  ki...
 Komunikator baru efektif bila ia menyesuaikan pesannya dengan kerangka rujukan dan medan pengalaman komunikannya. Alqur’a...
Dari mperkenalan tentang pembicaraan. Khalayak dapat menilai pembicara dari informasi yang di terimnya. Di hadapan khalaya...
Dari apa yang di ucapkan, “ al – lisan  mizan al insan “ Kata Ali bin Abi Thalib. Lisan adalah kriteria manusia. Lebig jau...
Dari cara seseorang berkomuniasi. Berapapun banyaknya informasi yang dimiliki seseorang, ia akan di nilai bodoh jika bicar...
2. SosialitasPeriang Senang bergaul </li></ul>3. KoorientasiMewakili kelompok yang kita senangi , yang mewakili nilai – ni...
Orang mudah berempati dan merasakan perasaan orang lain yang di pandang sama dengan mereka.
Scotland & Patchan ( 1961 )
Kesamaan antara komunikator dan Komunikate memudahkan terjadinya perubahan pendapat .
Kenneth Burke ( 1961 )
“  Strategy of Identifikation “
Simons
Kesamaan disposisional ( Disposisional Similarity )
Komunikator dipersepsi memiliki kesamaan :
Mempermudah proses decoding
Membangun premis yang sama  = mempermudah proses deduktif
Komunikate tertarik pada komunikator   = menerima gagasannya
Menghormati dan percaya pada komunikator.</li></ul>KEKUASAAN<br />Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseora...
“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mere...
Qaulan Baligha Dibangun  oleh Ethos, Pathos dan Logos</li></ul>Ethos <br />Kepercayaan dari audience bahwa Anda orang yang...
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu ...
Qaulan Ma’ruufan artinya “Perkatan yang Baik” (Lihat QS. An-Nisa 4:5)
4572001270
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yan...
18097588900Prinsip Qaul layyin  Di dalam al-Qur'an hanya ditemukan sekali saja, Q.s. Thaha/ 20: 44:
“maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut".
qaul layyin adalah perkataan yang mengandung anjuran, ajakan, hendaklah menggunakan kata-kata yang lemah lembut, suara yan...
619125344805Prinsip Qaul Zur . Di dalam al-Qur'an, qaul zur hanya ditemukan sekali,  Q.s. al-Hajj 22: 30
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Identifikasi

3,290

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,290
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
55
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Identifikasi

  1. 1. PENGANTAR<br />Segala puji dan syukur tentunya tak henti – hentinya kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memilih kita sebagi umatnya Nabi Muhammad Saw. Tak henti – hentinya kita pun kagum akan keberhasilan dan keahliannya dalam berkomunikasi sebagai komunikator ulung kita juga melihat bahwa sukses dakwa Nabi bukan karena ia seorang Nabi , melainkan karena ia menggunakan prinsip Qoulan balighan. Tentu saja Nabi tidak pernah belajar ilmu komunikasi di perguruan tinggi , tetapi Allah sendiri yang telah mendidiknya “ Allah mendidik aku dan menyempurnakan pendidikanku “ Ujar Nabi” (Drs. Ujag Saefullah M.SI,2007 ) [QS.An-Nisa:63] بَلِيغً۬ا. قَوۡلاَۢ أَنفُسِہِمۡفِىٓ لَّهُمۡ وَقُل <br />“ dan katakannlah kepada mereka perkataan yang tepat ( berkesan ) mengenai diri mereka “ <br />Kata baligh berarti Fasih,Jelas maknanya,terang,tepat mengungkapkan apa yang di kehendaki. Oleh karena itu ,prinsip Qaulan balighan dapat di terjemahkan sebagai prinsip komunikasi yang efektif. Al Qur’an pun melarang kita melakukan komunikasi yang tidak efektif keterangan lain yang memperkokoh larangan ini yaitu perkataan Nabi Muhammad SAW “ katakanlah dengan baik,bila tidak mampu diamlah.”<br />Qaulan balighan terjadi bila komunikator menyesuaikan pembicaraannya dengan sifat - sifat komunikan. Dalam istilah Alquran,ia bicara fianfusihim (tentang diri mereka). dalam istilah sunnah, ” berkomunikas lah kamu dengan kadar akal mereka “ <br /><ul><li>Pada zaman modern, ahli komunikasi berbicara tentang frame of refrence dan fill of experience
  2. 2. Komunikator baru efektif bila ia menyesuaikan pesannya dengan kerangka rujukan dan medan pengalaman komunikannya. Alqur’an berkata “ tidak kami utus seorang Rasul kecuali harus menjelaskan dengan bahasa kaumnya “ ( QS. Ibrahim ayat 4 ) </li></ul>قَوْمِهِ بِلِسَانِ إِلَّا رَسُولٍ مِنْ أَرْسَلْنَا وَمَا<br />Qaulan Balighan terjadi bila komunikator meyentuh komunikan pada hati dan otaknya sekaligus dengan ethos kita merujuk pada kualitas komunikator. Komunikator yang jujur dapat di percaya memiliki pengetahuan yang tinggi, akan sangat efektif untuk mempengaruhi komunikannya. <br />Dalam teori komunikasi modern, sifat model itu di sebut trusthworthiness dan sifat tahu itu di sebut expertness berbagai penelitian membuktikan bahwa orang cendrung mengikuti pendapat atau keyakinan orang yang di anggapnya jujur dan memiliki keahlian. Orang yang berahklak rendah yang tidak memiliki intergritas pribadi sulit untuk menjadi komunikator yang berpengaruh begitu juga orang yang jahil yang kurang memiliki gairah ilmu yang pengetahuannya lebih bawah dari rata – rata orang banyak sukar untuk mengubah atau mengerahkan perilaku orang lain .<br />Contoh setiap dai adalah pelanjut para Rasul , komunikasinya akan efektif hanya bila ia mengerap sinar ke maha mulyaan dan ke maha tahuan Allah dalam dirinya. Boleh jadi kebanyakan mubaligh kita sekarang memiliki ahklak yang mulia. Mereka dermawan, meniru kemuliaan Allah dan sifat pemurah Nabi. Mereka baik budi meniru ketinggian ahklak Rasul. Dari segi ini mereka memiliki trusthwortiness, namun yang sering kita saksikan pasa Mubaligh sangat sibuk, terlebih pada bulan Rajab, Maulud dan Ramadhan. Makin di percaya dan di senangi, mubaligh iu makin banyak waktunya untuk para jamaah sehingga ia tidak mempunyai waktu untuk menigkatkan kualitas dirinya . ia tidak sempat ( dan terkadang tidak dapat ) membaca kitab – kitab rujukan . dari segi ini kesibukan membuatnya jahil dari perkembangan pengetahuan sementara itu lewat keterbukaan informasi umatnya makin lama makin pintar. Pada saatnya suara Mubaligh menjdi teriakan sunyi di rimba raya a cry in the wilderness. <br />Al- Quran memberikan contoh hidup dari ketiga prinsip persuasi ( mempengaruhi ) ini. Dakwah Al – quran di mulai dengan upaya menanamkan keimanan kepada Allah dan Rasul- Nya. Surat Al alaq menyuruh Nabi membaca kebeneran dengan menegaskan kredibilitas Sang Pencipta, Sang Pemelihara, Yang maha mulia , yang mengajar dengan pena, Yang mengajarkan manusia apa yang tidak di ketahuinya. <br />Sifat – sifat Allah yang pertama adalah kemahamuliaan dan ke Mahatahuan. Tuhan menegaskan kemahatahuan dan ke Mahamuliaannya dalam hubungannya dengan kewajiban manusia untuk mengikutinya. Urutan Ethos Tuhan itu dapat di rangkaikan seperti ini. Kemahamuliaanya dapat di lihat dari limpahan anugrah-Nya kepadamu. Ia menciptakan ,kemudian memelihara kamu dengan penuh kasih. Ia menjadikan langit, bumi dan segala isinya untuk kebahagiaan kamu ( rizqan lakum). <br />PSIKOLOGI KOMUNIKATOR<br /> Ketika komunikator berkomunikasi,yang berpengaruh bukan saja yang di sampaikan ,tetapi juga keadaan diri sendiri.He doesnt communicate what he says he communicate what he is. Ia tidak dapat menyuruh pendengar hanya memperhatikan apa yang dia katakan. Pendengar juga akan memperhatikan siapa yang mengatakan . kadang-kadang siapa lebih penting dari pada apa kita akan lebih mendengarkan kata-kata dariseorang ahli dari pada orang lainnya .<br />Contoh:<br />kita pasti akan sukar mempercayai petunjuk memasak dari seorang polisi bimbingan belajar dari seorang residifisi atau cara mengaji yang benar dari seorang dukun .<br />Hauland dan weiss menyeut ethos ini sebagai kredibilitas yang terdiri dari dua unsur :<br />Expertise ( keahlian )<br />Trustworthinness ( dapat di percaya )<br />Contoh kasus : <br />“ ketika kita lebih mempercayai nasehat dokter karena ia memiliki keahlian, sebaliknya kita sukar percaya kepada pedagang yang memuji dagangannya , Disini pedagang tidak memiliki trustworthiness. “<br />Aristoteles menulis :<br />Persuasi tercapai karena karakteristik personal pembicara, yang ketika ia menyampaikan pembicaraanya kita anggap dapat di percaya. Kita lebih penuh percaya pada orang – orang baik dari pada orang lain . ini berlaku umumnya pada masalah apa saja dan secara mutlak berlaku ketika tidak mungkin ada kepastian dan pendapat terbagi. <br />Aristoteles menyebut karakter komunikator ini sebagai ethos .<br />Ethos terdiri dari : <br />Good sence : pemikiran yang baik <br />Good moral character : ahklak yang baik <br />Good will : kemauan yang baik ( maksud yang baik ) <br />Good manner : perilaku dari ucapan yang baik ( ucapan yang baik )<br />Cendikiawan Modern<br />Itikad baik ( Good Interions )<br />Dapat di percaya ( trushtworthinnes )<br />Kecakapan dan kemampuan ( Competence dab Expertness ) <br />Kita tidak hanya melihat pada kredibilitas sebagai factor yang mempengaruhi efektifitas sumber. Kita juga akan melihart sua unsure lainnya . atraksi komunikator ( source attractiveness ) dan kekuasaan ( source power ) dan selanjutnya kita membahas mengenai dimensi – dimensi ethos.<br />Dimensi – dimensi Ethos <br />Telah di jelaskan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikator terdiri dari kredibilitas, atraksi dan kekuasaan. Ketiga dimensi ini berhubungan dengan jenis pengaruh social yang di timbulkannya menurut Hebert C. Kelman ( 1975 ) pengaruh komunikasi kita terhadap orang lain ada tiga hal : Internasionalisasi, identifikasi dan ketundukan .<br />Internalisasi ( Internalitation )<br />Terjadi apabila orang menerima pengaruh karena perilaku yang di anjurkan itu sesuai dengan sisteim nilai yang dimilikinya . kita menerima gagasan, pikiran atau anjuran orang lain , karena gagasan pikiran atau anjuran tersebut berguna untuk memecahkan masalah , penting dalam menunjukan arah , atau dituntut oleh system kita , internasionalisasi terjadi ketika kita menerima anjuran dari seseorang atas dasar rasional.<br />Identifikasi ( identifikasi ) <br />Terjadi bila individu mengambil perilaku itu dengan hubungan yang mendefinisikan peranannya sesuai dengan peranan orang lain. Atau terjadi bila individu mengambil perilaku yang berasal dari orang atau kelompok lain yang karena perilaku itu berkaitan dengan hubungan yang mendefinisikan diri , yang menyebabkan satu sumber komunikasi berhasil dalam mempengaruhi orang lain, sementara sumber komunikasi yang lain tidak. Psikologi juga tertarik pada komunikasi di antara individu : bagaimana pesan dari seorang individu menjadi stimulus yang menimbulkan respon pada individu lainnya. Komunikasi boleh ditujukan untuk memberikan informasi, menghibur, atau mempengaruhi. Persuasif sendiri dapat di definisikan sebagai proses mempengaruhi dan mengendalikan perilaku orang lain melalui pendekatan psikologis. <br />Ketundukan ( Compliance )<br />Terjadi bila individu menerima pengaruh orang atau kelompok lain Karena dia berharap memperoleh reaksi menyenangkan daru orang atau kelompok tersebut.<br />KREDIBILITAS <br />Secara singkat, kredibilitas adalah hasil penelitian orang lain tentang diri pembicara komunikator , setelah mereka menerima informasi tentang baik secara langsung maupun tidak langsung.<br />Kredibilitas tidak melekat pada diri . Kredibilitas terletak pada persefsi khalayak (audies) tentang komunikator. Oleh karena itu, tidak heran jika seorang profesor senior sangat di hormati di fakultasnya, tetapi tidak di kenal dan tidak memiliki kredibilitas sama sekali di lingkungan pasar misalnya.<br />Karena kredibilitas itu sama dengan persepsi khalayak tentang komunikator, maka kredibilitas dapat di bentuk atau di bangun dan selalu berubah tergantng kepada pelaku persepsi ( komunikan ), komunikator juga dari informasi – informasi dari luar seperti teman, sahabat , orang tua, media masa, dan lain – lain.<br />Glem R. Capp dan G. Richard dalam “ Basic Oral Comunication ” menjelaskan empat cara bagaimana pembicara atau seseorang dinilai orang lain, yaitu :<br /><ul><li>Dari reputasi mendahuluinya. Apa yang seseorang sudah lakukan dan berikan , karya – karya, kontribusi, jasa dan sikap akan memperindah atau menghancurkan reputasi orang.
  3. 3. Dari mperkenalan tentang pembicaraan. Khalayak dapat menilai pembicara dari informasi yang di terimnya. Di hadapan khalayak yang tidak mengetahui pembicara, orang yang memperkenalkan pembicara, dan bagaimana ia memperkenalkan sangat menentukan kredibilitas khalayak.
  4. 4. Dari apa yang di ucapkan, “ al – lisan mizan al insan “ Kata Ali bin Abi Thalib. Lisan adalah kriteria manusia. Lebig jauh bahasa menujukan bangsa. Juka seseorang mengungkapkan hal – hal yang kotor, tidak berarti atau rendah, maka seperti itu juga kualifikasi seseorang.
  5. 5. Dari cara seseorang berkomuniasi. Berapapun banyaknya informasi yang dimiliki seseorang, ia akan di nilai bodoh jika bicara berbata – bata dengan sistematika yang kacau, dengan penyampaian yang membosankan. Prilaku seseorang di mimbar akan menjadi bahan untuk menilainya.</li></ul>Versi 1 : Komponen Utama Kredibilitas <br />KREDIBILITAS<br />Expertinees ( Keahlian ) Kesan yang di bentuk komunikate tentang kemampuan komunikator hubungannya dengan topik yang di bicarakan.<br />Trushtwortiness ( Kepercayaan , Kejujuran )Kesan komunikate tentang komunikator yang berkaitan dengan wataknya<br />Versi 2 : Kohler Annatol Applbaum ( 1978 ) menambah 4 komponen kredibilitas KREDIBILITAS<br />Keahlian <br />Kepercayaan ( Kejujuran)<br /><ul><li>DinamismeBergairah BersemangatAktifTegasBerani
  6. 6. 2. SosialitasPeriang Senang bergaul </li></ul>3. KoorientasiMewakili kelompok yang kita senangi , yang mewakili nilai – nilai kita.<br />4. Kharisma <br />Versi 3 : Di lihat dari segi proses<br />KREDIBILITAS<br /><ul><li>Prior Ethos :Dari gambaran tentang komunikator itu atau dari pengalaman wakilan ( vacarious Experiences) Menghubungkan pada kelompok rujukan orang itu dan meletakannya delam katagori pada skema kognitif kita.Karena sponsor atau pihak – pihak yang mendukung komunikator.</li></ul>Intrinsic EthosDi bentuk oleh topic yang di pilih cara menyampaian teknik – teknik pengembangan pokok bahasa , bahasa yng di gunakan , serta organisasi pesan atau sitematika yang di pakai.<br />ATRAKSI ( Attractivensess )<br />Atraksi berasal dari bahasa latin attahere at berarti “ menuju “ dan trahere berarti “ menarik “. Atraksi berarti sikap positif atau daya tarik komunikator . dalam suatu proses komunikasi, daya tarik komunikator ( seseorang ) akan sangat mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Semakin besar daya tarik yang dimiliki komunikator, maka semakin besar kecendrungan orang untuk berkomunikasi dan terpengaruh.<br />Ada banyak factor yang mempengaruhi daya tarik komunikator, baik yang bersifat personal maupun situasional. Factor personal yang mempengaruhi daya tarik komunikator terdiri dari kesamaan karakteristik personal, tekanan emosional , harga diri yang rendah dan isolasi social. Adapun situasional yang mempengaruhi daya tarik komunikator terdiri dari daya tarik fisik, ganjaran ( reward ), familiarty, kedekatan ( proximity ) dan kemempuan ( competence ).<br />Komunikator menarik dan mempunyai daya persuasif juga mempunyai beberapa kesamaan yaitu :<br /><ul><li>Everett M. Rogres
  7. 7. Orang mudah berempati dan merasakan perasaan orang lain yang di pandang sama dengan mereka.
  8. 8. Scotland & Patchan ( 1961 )
  9. 9. Kesamaan antara komunikator dan Komunikate memudahkan terjadinya perubahan pendapat .
  10. 10. Kenneth Burke ( 1961 )
  11. 11. “ Strategy of Identifikation “
  12. 12. Simons
  13. 13. Kesamaan disposisional ( Disposisional Similarity )
  14. 14. Komunikator dipersepsi memiliki kesamaan :
  15. 15. Mempermudah proses decoding
  16. 16. Membangun premis yang sama = mempermudah proses deduktif
  17. 17. Komunikate tertarik pada komunikator = menerima gagasannya
  18. 18. Menghormati dan percaya pada komunikator.</li></ul>KEKUASAAN<br />Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang mempengaruhi kemampuan yang menimbulkan ketundukan dan memiliki sumber daya yang sangat penting ( critical source ). Kekuasaan sepatutnya di gunakan setelah kredibilitas dan atraksi komunikator. <br />Jenis – Jenis Kekuasaan<br />Reward power<br />Tipe kekuasaan ini memusatkan perhatian pada kemampuan untuk memberi ganjaran atau imbalan atas pekerjaan atau tugas yang dilakukan orang lain. Kekuasaan ini akan terwujud melalui suatu kejadian atau situasi yang memungkinkan orang lain menemukan kepuasan. Dalam deskripsi konkrit adalah ‘jika anda dapat menjamin atau memberi kepastian gaji atau jabatan saya meningkat, anda dapat menggunkan reward power anda kepada saya’. Pernyataan ini mengandung makna, bahwa seseorang dapat melalukan reward power karena ia mampu memberi kepuasankepadaoranglain. 2. Kekuasaan koersif ( Coercive power )<br />Kekuasaan yang bertipe paksaan ini, lebih memusatkan pandangan kemampuan untuk memberi hukuman kepada orang lain. Tipe koersif ini berlaku jika bawahan merasakan bahwa atasannya yang mempunyai ‘lisensi’ untuk menghukum dengan tugas-tugas yang sulit, mencaci maki sampai kekuasaannya memotong gaji karyawan. Menurut David Lawless, jika tipe kekuasaan yang poersif ini terlalu banyak digunakan akan membawa kemungkinan bawahan melakukan tindakan balas dendam atas perlakuan atau hukuman yang dirasakannya tidak adil, bahkan sangat mungkin bawahan atau karyawan akan meninggalkan pekerjaan yang menjadi tanggunjawabnya. 3. Kekuasaan Rujukan ( Referent power )<br />Tipe kekuasaan ini didasarkan pada satu hubungan ‘kesukaan’ atau liking, dalam arti ketika seseorang mengidentifikasi orang lain yang mempunyai kualitas atau persyaratan seperti yang diinginkannya. Dalam uraian yang lebih konkrit, seorang pimpinan akan mempunyai referensi terhadap para bawahannya yang mampu melaksanakan pekerjaan dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan atasannya. 4. Kekuasann Keahlian ( Expert power )<br />Kekuasaa yang berdasar pada keahlian ini, memfokuskan diripada suatu keyakinan bahwa seseorang yang mempunyai kekuasaan, pastilah ia memiliki pengetahuan, keahlian dan informasi yang lebih banyak dalam suatu persoalan. Seorang atasan akan dianggap memiliki expert power tentang pemecahan suatu persoalan tertentu, kalau bawahannya selalu berkonsultasi dengan pimpinan tersebut dan menerima jalan pemecahan yang diberikan pimpinan. Inilah indikasi dari munculnya expert power. <br />5. Kekuasaan Legal ( Legitimate power )<br />Kekuasaan yang sah adalah kekuasaan yang sebenarnya (actual power), ketika seseorang melalui suatu persetujuan dan kesepakatan diberi hak untuk mengatur dan menentukan perilaku orang lain dalam suatu organisasi. Tipe kekuasaan ini bersandar pada struktur social suatu organisasi, dan terutama pada nilai-nilai cultural. Dalam contoh yang nyata, jika seseorang dianggap lebih tua, memiliki senioritas dalam organisasi, maka orang lain setuju untuk mengizinkan orang tersebut melaksanakan kekuasaan yang sudah dilegitimasi tersebut.<br />Harus dingat bahwa kekuasaan hampir selalu berkaitan dengan praktik-praktik seperti penggunaan rangsangan (insentif) atau paksaan (coercion) guna mengamankan tindakan menuju tujuan yang telah ditetapkan. Seharusnya orang-orang yang berada di pucuk pimpinan, mengupayakan untuk sedikit menggunakan insentif dan koersif. Sebab secara alamiah cara yang paling efisien dan ekonomis supaya bawahan secara sukarela dan patuh untuk melaksanakan pekerjaan adalah dengan cara mempersuasi mereka. Cara-cara koersif dan insentif ini selalu lebih mahal, dibanding jika karyawan secara spontas termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi yang mereka pahami berasal dari kewenangan yang sah (legitimate authority).<br />ISLAM DAN KEKUASAAN <br />Islam sebagai agama yang mengatur semua ragam kehidupan, telah mengatur pemeluknya untuk melihat " dewasa' dalam melihat kekuasaan. Diantaranya berada dalam Qur;an yang artinya:" Katakanlah: Ya Allah Raja yang memiliki kekuasaan, Engkaulah yang memberikan kekuasaan pada orang yang dikehendaki, Allahlah yang mencabut kekuasaan pada yang dikehendaki, Engkaulah yagn memberikan martabat yang tinggi melalui kekuasaan pada yang dikehendaki dan Engkaulah yang menistakan martabat manusia atas ekkuasaan yang dimiliki bagi yang mendapatkan kekuasaan....." Ayat ini menjelaskan bahwa dengan kekuasaan, Allah bisa saja meningkatkan martabat seseorang sekaligus menistakan seseorang. contoh sederhana saja di Indonesia, Presiden Soekarno awalnay disanjung habis, tetapi ketika jatuh diumapt habis-habisan. Inipun juga dialami oleh Soeharto sebagai penggantinya. Problem ini akan terus-menerus terjadi ketika kekuasaan tidak dilihat sebagaimana yang tercantum dala Qur'an tersebut. Demokrasi PolitikFilosofi kekuasaan menurut Islam 1, Surat Ali Imran ayat 26 :<br />قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن <br />تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ <br />Katakanlah: " Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Demokrasi PolitikFilosofi kekuasaan menurut Islam 2, dalam Hadis Nabi SAW yang intinya berbunyi: Berikan kekuasaan pada orang yang ahli, jika tidak demikian tunggulah kehancurannya.Demokrasi PolitikFilosofi kekuasaan menurut Islam 3, Surat Al Baqarah ayat 247:<br />وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوَاْ أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ <br />عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللّهَ اصْطَفَاهُ <br />عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَن يَشَاء وَاللّهُ <br />وَاسِعٌ عَلِيمٌ <br />Nabi mereka mengatakan kepada mereka: " Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." Mereka menjawab: " Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: " Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. <br />وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ <br />Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung. <br />Bahwa untuk membahas secara mendalam keberhasilan seorang komunikator maka perlu kita menelaah dan memperhatikan secara utuh aya Al Quran Arrahman ayat 1 – 4.<br />KOMUNIKASI DALAM AL QUR’AN<br />Komunikasi adalah fitrah, sebagaimana firman-Nya : “Allamahul Bayaan”. (QS. Ar-Rahman 55:1-4)<br /><ul><li>الْبَيَانَ عَلَّمَهُ. الْإِنسَانَ خَلَقَ. الْقُرْآنَ عَلَّمَ. لرَّحْمَنُ ا</li></ul>(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan al Qur'an. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.<br />Al-Bayaan menurut Imam Asy-Syaukani dalam Tafsir Al-Fathul Qadiir adalah “Kemampuan Berkomunikasi”.<br />Istilah lain yang digunakan dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan “kemampuan berkomunikasi” adalah “Al-Qaul”. <br />KONSEP AL- QAUL DALAM AL – QUR’AN<br />Qaulan Sadiidan artinya perkataan yang benar. (Lihat QS. Al-Ahzaab 33:70 dan An-Nisaa 4 : 9) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”228600920750<br />Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”<br />19050-292100<br />“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”<br />MAKNA QAULAN SADIDAN<br />Macam-macam Kebenaran <br />Kebenaran Relatif <br />Kebenaran yang Berbasiskan Riset (Scientific Method)<br />Kebenaran Pragmatis <br />Kebenaran yang Berbasiskan Hasil <br />Kebenaran Spekulatif <br />Kebenaran yang Berbasiskan Pemikiran Filosofis <br />Kebenaran Absolut <br />Kebenaran yang Berbasiskan Kitab Suci <br />2. Qaulan Sadidan bermakna harus jujur, artinya isi atau materi komunikasi tidak mengandung kebohongan atau manipulasi <br />Rasul bersabda: “Biasakan jujur, sebab jujur akan membawa ketentraman dan akan membawamu ke surga” <br />Dasar-dasar jurnalistik yang berbasis kejujuran telah diterapkan dalam ilmu hadits.<br />3. Qaulan Sadidan bermakna cara berkomunikasi harus benar.<br />Kesuksesan komunikasi banyak ditentukan oleh kepiawaian komunikator dalam cara menyampaikan pesan. <br />KONSEP ALQOUL DALAM AL- QUR’AN<br /><ul><li>Qaulan Balighan artinya “Ucapan yang berbekas pada jiwa” (Lihat QS. An-Nisa 4:63)
  19. 19. “Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.”
  20. 20. Qaulan Baligha Dibangun oleh Ethos, Pathos dan Logos</li></ul>Ethos <br />Kepercayaan dari audience bahwa Anda orang yang memiliki kapasitas (kredibilitas) <br />Pathos<br />Kemampuan untuk menyentuh emosi audience (emotional appeals)<br />Logos <br />Kemampuan meyakinkan audience dengan alasan-alasan logis <br />(Teori Retorika Aristoteles) <br />Komponen Ethos (Kredibilitas)<br />Otoritas <br />Otoritas dibentuk oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman. Salah satu caranya dengan “gilt by association”<br />Good sense<br />Cara penyampaian dan materi gagasan komunikator “disukai”. Komunikator yang rupawan, necis, kelimis akan lebih memiliki “good sense” daripada yang kumel, kucel, beungeut seuseuheun … <br />Good Character <br />Komunikator dinilai berakhlak (menjunjung nilai-nilai etika, sportifitas, kesopanan, dll)<br />Good Will<br />Audience merasa senasib dengan komunikator. Audience akan merasa tertarik kalau komunikator dinilai sedang memperjuangkan kepentingan mereka.<br />Dinamisme <br />Kemampuan mengekspresikan pesan dengan bahasa non verbal (nada suara, mimik wajah, bahasa tubuh, dll.<br /><ul><li>Prinsip Qaulan Maysuran</li></ul>Secara etimologis, kata masyuran berasal dari kata yasara yang artinya mudah atau gampang (Al-Munawir, 1997:158). Ketika kata masyuran digabungkan dengan kata qaulan menjadi qaulan masyuran yang artinya berkata dengan mudah atau gampang. Berkata dengan mudah maksudnya adalah kata-kata yang digunakan mudah dicerna, dimengerti, dan dipahami oleh komunikan. <br /><ul><li>Qaulan Kariiman artinya “Perkataan yang Mulia” (Lihat QS. Al-Isra 17:23)
  21. 21. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
  22. 22. Qaulan Ma’ruufan artinya “Perkatan yang Baik” (Lihat QS. An-Nisa 4:5)
  23. 23. 4572001270
  24. 24. “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.”
  25. 25. 18097588900Prinsip Qaul layyin  Di dalam al-Qur'an hanya ditemukan sekali saja, Q.s. Thaha/ 20: 44:
  26. 26. “maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut".
  27. 27. qaul layyin adalah perkataan yang mengandung anjuran, ajakan, hendaklah menggunakan kata-kata yang lemah lembut, suara yang enak didengar, sikap yang bersahabat dan perilaku yang menyenangkan dalam menyerukan agama Allah.
  28. 28. 619125344805Prinsip Qaul Zur . Di dalam al-Qur'an, qaul zur hanya ditemukan sekali, Q.s. al-Hajj 22: 30
  29. 29. “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.”
  30. 30. Asal makna kata zūr adalah menyimpang/melenceng (mā`il). Perkataan zūr dimaknai kizb (dusta), karena menyimpang/melenceng dari yang semestinya atau yang dituju. Qaul zūr juga ditafsirkan mengharamkan yang halal atau sebaliknya; serta saksi palsu </li></ul>Hadis Nabi tentang prinsip-prinsip etika komunikasi :<br />qulil haqqa walaukanan murran (katakanlah apa yang benar walaupun pahit rasanya) (hadis). Sabda nabi bisa ditafsirkan bahwa dalam berkomunikasi hendaklah bersikap jujur, benar, dan terbuka, walaupun dalam penyampian kebenaran itu penuh risiko. <br />falyakul khairan au liyasmut (katakanlah bila benar, kalau tidak bisa diamlah). Maksudnya adalah pembicaraan kita itu hendaklah yang baik dan benar sehingga bermanfaat bagi yang lain. Kalau tidak bermanfaat, diam adalah alternatif yang terbaik. <br />laa takul qabla tafakur (janganlah berbicara sebelum perpikir terlebih dahulu). Artinya, apabila kita ingin berkomunikasi dengan orang lain, tidak asal bicara, harus berhati-hati dan memiliki manfaat bagi orang lain. <br />Nabi menganjurkan berbicara yang baik-baik saja, sebgaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya, ”Sebutkanlah apa-apa yang baik mengenai sahabatmu yang tidak hadir dalam pertemuan, terutama hal-hal yang kaum sukai terhadap sahabatmu itu sebagaimana sahabatmu menyampaikan kebaikan dirimu pada saat kamu tidak hadis.” Dalam konteks ini, Nabi mengingatkan kepada kita untuk tidak membicarakan aib orang lain di saat dia tidak ada dihadapan kita. <br />Nabi saw berpesan, ”Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang.....yaitu mereka yanng menjungkirbalikkan (fakta) dengan lidahnya seperti seekor sapi yang mengunyah-ngunyah rumput dengan lidahnya. Pesan Nabi saw tersebut bermakna luas bahwa dalam berkomunikasi hendaklah sesuai deengan fakta yang kita lihat, kita dengar, kita alami. Jangan sekali-kali bericara memutarbalikkan fakta, yang benar dikatakan salah dan yang salah dikatkan benar. Bila ini terjadi, kita telah melakukan kebohongan besar, dan pantas disebut sangat tidak bermoral. Selain tidak etis dalam berkomunikasi, juga telah berbuat dosa besar. <br />KESIMPULAN<br />Faktor – faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikator terdiri dari kredibilitas, atraksi dan kekuasaan.<br />Komunikator baru efektif bila ia menyesuaikan pesannya dengan krangka rujukan dan medan pengalaman komunikannya.<br />Komunikator yang memiliki Expertise , Trushtworthiness dan memiliki pengetahuan yang tinggi , akan sangat efektif untuk mempengaruhi komunikannya.<br />Penelitian membuktikan bahwa orang cendrung mengikuti pendapat atau keyakinan orang yang memiliki good manner yang di anggapnya jujur dan memiliki keahlian.<br />Qaulan Baalighan terjadi bila komunikator menyesuaikan Pembicaraanya dengan sifat – sifat komunikan.<br />Komunikator yang sukses hendaklah mengatakan atau menyampaikan yang hak dalah hak dan yang batil adalah batil sekalipun perkataan itu menyakitkan ( kulillhaqqo walaukana murron ).<br />DAFTAR PUSTAKA<br />Psikologi Komunikator . Prof. Dr. Hj. Nina W. Syam, Dra. M. S, 2009<br />Kapita Selekta Komunikasi , Drs. Ujang Saefulloh , M. SI,Simbiosa Rekatam Media , 2007<br />Http : // Blogs.unpad.ac.id/nadiasabrina/?p = 25<br />Metode PEnelitian Komunikasi, Dr. O. Hasbiansyah , M.SI, 2009<br />http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan<br />Al- Quran terjemahan Indonesia , Sari Agung , 1999<br />file:///F:/filsafat-komunikasi-dan-Al-Quran.htm<br />Psikologi komunikasi Rosda Kanga 1998<br />Gerungan 1997 Psikologi Sosial Bandung Esco<br />PSIKOLOGI KOMUNIKATOR<br />Dalam perspektif islam<br />Disampaikan Untuk Memenuhi Tugas Ujian<br />Ahkir Semester Mata Kuliah Psikologi Komunikasi <br />Pengajar : Prof. Dr. Hj. Nina W. Syam, Dra. M.S<br />Oleh :<br /> Ai Enung Siti Rahmah<br /> Andi Rasyid Djalil<br /> Andi Nurul Huda<br /> <br />4600575181610PROGRAM PASCA SARJANA ILMU KOMUNIKASI<br />UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG<br />2009 <br />

×