Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

281,461 views
281,122 views

Published on

Mata Pelajaran Kewargaan Negara
SK:Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka

Published in: News & Politics, Sports
7 Comments
26 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
281,461
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
23,187
Actions
Shares
0
Downloads
5,387
Comments
7
Likes
26
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

  1. 1. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA (Bagian I)
  2. 2. Standar Kompetensi <ul><li>Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka Kompetensi Dasar: </li></ul><ul><ul><li>Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka </li></ul></ul><ul><ul><li>Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan </li></ul></ul><ul><ul><li>Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka </li></ul></ul>
  3. 3. PANCASILA <ul><li>Ketuhanan Yang Maha Esa </li></ul><ul><li>Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab </li></ul><ul><li>Persatuan Indonesia </li></ul><ul><li>Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan </li></ul><ul><li>Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia </li></ul>
  4. 4. Pengertian <ul><li>Pancasila sebagai suatu kristalisasi dari nilai-nilai Budaya bangsa dituangkan dan diterapkan melalui peraturan perundang-undangan </li></ul><ul><li>Pancasila dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945 dan ditafsirkan oleh pasal-pasal batang tubuh UUD 1945. </li></ul>
  5. 5. Pengertian Ideologi (1) <ul><li>Ideologi=idein (Yunani)=melihat, dan Logia=kata/ajaran </li></ul><ul><li>Antoine Destut de Tracy (+1836), ideologi=science des idees=ilmu yang mendasari ilmu-ilmu lain seperti pendagogik, etika dan politik. </li></ul><ul><li>Ideologi=ilmu tentang terjadinya cita-cita atau gagasan, atau juga ilmu mengenai gagasan atau buah pikir </li></ul>
  6. 6. Pengertian Ideologi (2) <ul><li>Pengertian ideologi jarang dipahami sebagai ilmu mengenai gagasan atau idea sebagaimana pernha dikatakn de Tracy </li></ul><ul><li>Tetapi ideologi sebagai gagasan atau udea yang tujuannya bersifat politik. </li></ul><ul><li>Daniel Bell menyatakan dewasa ini ideologi sebagai an action-oriented system of beliefs= sistem keyakinan yang memotivasi orang atau kelompok masyarakat untuk bertindak dengan cara tertentu sebagaimana diajarkan oleh ideologi tersebut. </li></ul>
  7. 7. Pancasila Sebagai Ideologi Negara <ul><li>Pengertian ideologi oleh Daniel Bell dapat dipakai untuk memaknai Pancasila sebagai ideologi. </li></ul><ul><li>Pancaila sebagai sistem keyakinan yang memotivasi orang, kelompok masyarakat, atau seluruh WNI untuk bertindak atau berperilaku dengan cara terteny sebagaimana diajarkan oleh Pancasila </li></ul>
  8. 8. Formulasi Pancasila <ul><li>BPUPKI bersidang tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 bertugas merumuskan rancangan dasar negara sebagai arah kehiduoan bangsa yang akan merdeka. </li></ul><ul><li>Tiga tokoh yang mengeluarkan formulasi pemikiran dasar negara adalah </li></ul><ul><ul><li>Mr. Supomo </li></ul></ul><ul><ul><li>Mr. M Yamin </li></ul></ul><ul><ul><li>Soekarno </li></ul></ul>
  9. 9. Pidato 29 Mei 1945 (Moh Yamin) <ul><li>Peri Kebangsaan </li></ul><ul><li>Peri Kemanusiaan </li></ul><ul><li>Peri Ketuhanan </li></ul><ul><li>Peri Kerakyatan </li></ul><ul><li>Kesejahteraan rakyat atau keadilan sosial </li></ul>
  10. 10. Pidato 31 Mei 1945 (Mr. Supomo) <ul><li>Paham negara persatuan </li></ul><ul><li>Budi pekerti kemanusiaan yang luhur </li></ul><ul><li>Moral yang luhur yang dianjurkan agama </li></ul><ul><li>Badan permusyawaratan </li></ul><ul><li>Sosialisme negara </li></ul>
  11. 11. Pidato 1 Juni 1945 (Soekarno) <ul><li>Kebangsaan </li></ul><ul><li>Internasionalisme </li></ul><ul><li>Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan </li></ul><ul><li>Prinsip kesejahteraan </li></ul><ul><li>Prinsip ketuhanan </li></ul><ul><li>Pidato akhir Soekarno ditutup dengan kelima prinsip dasar ini disebut Pancasila </li></ul>
  12. 12. Posisi Pancasila sebagai Ideologi <ul><li>Ideologi dalam arti penuh </li></ul><ul><li>Ideologi terbuka </li></ul><ul><li>Ideologi implisit </li></ul>
  13. 13. Ideologi dalam Arti Penuh <ul><li>Ideologi tertentu sudah memiliki pengertian yang lengkap pada dirinya sehingga pengertian lain tidak bisa danj tidak mungkin ditambahkan padanya </li></ul><ul><li>Ideologi ini diciptakan oleh penguasa dan dipaksakan keberlakuannya kepada masyarakat </li></ul><ul><li>Contoh: marxisme, fasisme, sosialisme, kapitalisme, liberalisme, konsevatisme,dsb </li></ul>
  14. 14. Ideologi Terbuka <ul><li>Ciri khas ideologi terbuka adalah cita-cita dasar yang ingin diwujudkan masyarakat bukan berasal dar luar masyarakat atau dipaksakan dari elit penguasa tertentu. </li></ul><ul><li>Terbuka kepada perubahan-perubahan yang datang dari luar, tetapi memiliki kebebasan dan integritas untuk menentukan manakah nilai-nilai dari luar yang mempengaruhi dan mengubah nilai-nilai dasar yang selama ini sudah ada dan manakah yang tidak boleh berubah. </li></ul>
  15. 15. Ideologi Implisit <ul><li>Pandangan dasar yang ada, menjadi dasar perilaku kehidupan sosial dan politik, dan tidak dirumuskan secara eksplisit merupakan ideologi yang bersifat implisit </li></ul><ul><li>Misalnya masyarakat Jawa memiliki cita-cita dan keyakinan yang tercermin dalam pandangannya mengenai jagad gedhe (makrokosmos) dan jagad cilik (mikrokosmos). Alam semesta sebagai jagad gedhe yang memiliki supranatural, dan manusia sebaai jagad cilik yang harus tunduk dan patuh terhadap jagad gedhe. Raja, manusia tertentu memiliki supranatural yang harus ditaati dan tunduk karena memiliki kelebihan dari manusia biasa </li></ul>

×